Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

Asuhan Keperawatan Diare - PDF by z41n5ul

VIEWS: 7,500 PAGES: 24

									                                         BAB I
                                PENDAHULUAN




1.1 Latar Belakang
          Nutrisi merupakan proses pemasukan dan pengolahan zat makan oleh
   tubuh setiap orang kebutuhan nutrisinya berbeda-beda.
          Tubuh memerlukan nutrisi untuk dijadikan energi dan berfungsi untuk
   mengatur organ dan pergerakan badan.
          Faktor yang mempengaruhinya adalah rendahnya pengetahuan masyarakat
   tentang makanan dan pemenuhan kebutuhan nutrisi.
          Terkadang makanan yang murah pun itu sudah lebih dari cukup untuk
   memenuhi asupan makanan pada tubuh kita, murah belum tentu tidak berkualitas
   terkadang kualitasnya sebaliknya.


1.2 Tujuan
   1. Tujuan Umum
      Mahasiswa dapat melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien sesuai
      dengan manajemen kebidanan menurut Helen Varney.
   2. Tujuan Khusus
      Setelah dilakukan asuhan keperawatan pada Ny. ”T” dengan gangguan-
      gangguan     kebutuhan   nutrisi   sehubungan   dengan   diarrhea diharapkan
      mahasiswa mampu :
      1) Melakukan pengkajian data
      2) Diagnosa masalah
      3) Merumuskan suatu tindakan
      4) Melaksanakan suatu tindakan
      5) Mengevaluasi pelaksanaan asuhan keperawatan


1.3 Manfaat Penulisan
   a. Bagi klien
      Agar mereka mengetahui bahwa diarrhea merupakan masalah dalam tubuh
      karena berakibat kekurangan cairan dan elektrolit sehingga menyebabkan
      gangguan pada pola nutrisi.




                                           1
   b. Bagi penulis
      Mendapatkan      pengalaman   serta   dapat   menerapkan   standart   asuhan
      keperawatan
   c. Bagi institusi
      Sebagai bahan kepustakaan bagi yang membutuhkan Asuhan Keperawatan dan
      perbandingan pada penanganan kasus diarrhea.


1.4 Cara Pengumpualn Data
   a. Wawancara
      Wawancara langsung dengan pasien
   b. Studi dokumentasi
      Melengkapi data sesuai format yang ada
   c. Observasi
      Melakukan pengamatan langsung dan pemeriksaan fisik pada pasien




                                        2
                                         BAB II
                                 TINJAUAN PUSTAKA
                                         NUTRISI




2.1 Definisi
          Nutrisi merupakan proses pemasukan dan pengolahan zat makanan oleh
    tubuh yang bertjuan menghasilkan energi dan digunakan dalam aktivitas tubuh.
    (KDM 2006, 52 Jilid 2)
            Nutrisi adalah zat-zat gizi dan zat lain yang berhubungan dengan
    kesehatan dan penyakit, termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia untuk
    menerima    makanan        atau   bahan-bahan   dari   lingkungan   hidupnya    dan
    menggunakan bahan-bahan tersebut untuk aktivitas penting dalam tubuhnya serta
    mengeluarkan sisanya.
    (KDM dan Keperawatan, 2003 : 21)


2.2 Fungsi Nutrisi
          Tubuh memerlukan bahan bakar untuk menyediakan energi untuk fungsi
    organ dan pergerakan badan. Untuk mempertahankan suhu tubuh, dan untuk
    menyediakan material mentah untuk fungsi enzim, perumbuhan, penempatan dan
    perbaikan sel.


2.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan nutrisi
    a. Pengetahuan
       Pengetahuan      yang    kurang    tentang   manfaat   makanan   bergizi    dapat
       mempengaruhi pola konsumsi makan. Hal tersebut dapat disebabkan oleh
       kurangnya informasi sehingga dapat terjadi kesalahan dalam memahami
       kebutuhan gizi
    b. Prasangka
       Pasangan buruk terhadap beberapa jenis bahkan makan bergizi status gizi
       seseorang.
    c. Kebiasaan
       Kebiasaan yang merugikan atau pantangan terhadap makanan tertentu juga
       dapat mempengaruhi status gizi.




                                            3
    d. Kesukaan
       Kesukaan yang berlebihan terhadap suatu jenis makanan dapat mengakibatkan
       kurangnya variasi makanan, sehingga tubuh tidak memperoleh zat-zat yang
       dibutuhkan secara cukup.
    e. Ekonomi
       Status ekonomi dapat mempengaruhi perubahan status gizi karena penyediaan
       makanan bergizi membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit.


2.4 Etiologi
    1. Faktor Biologis
    2. Faktor ekonomi
    3. Adanya penurunan nafsu makan karena takut dengan keracunan sekunder
    4. Adanya muntah yang dirangsang sendiri
    5. Adanya anoreksia


2.5 Unsur-Unsur Kebutuhan Nutrisi
    1. Karbohidrat
               Karbohidrat merupakan sumber energi utama, setiap 1 gram
       karbohidrat menghasilkan 4 kilokalori (Kkal). Karbohidrat yang disimpan
       dalam hati dan otot terbentuk glikogen dengan jumlah yang sangat sedikit.
       Glikogen adalah sintesis dari glukosa, pemecahan energi selama masa
       istirahat.
    2. Protein
               Protein berfungsi untuk pertumbuhan, mempertahankan dan mengganti
       jaringan tubuh setiap 1 gram protein menghasilkan 4 kkal. Bentuk sederhana
       dari protein adalah asam amino, asam amino disimpan dalam jaringan untuk
       hormon dan enzim.
    3. Lemak
               Lemak merupakan sumber energi paling besar, 1 gram lemak akan
       menghasilkan kkal. Lipid adalah lemak yang dapat membeku pada suhu
       ruangan tertentu.
    4. Mineral
               Mineral     hadir   dalam   bentuk   tertentu   sehingga   tubuh   mudah
       memprosesnya mineral dipakai dalam berbagai hal, beberapa dari mineral
       adalah komponen esensial dari jaringan tubuh, sedang yang lainnya esensial
       pada proses kimia tertentu.




                                            4
   5. Vitamin
              Vitamin adalah zat-zat organik komplek yang dibutuhkan dalam jumlah
       sangat kecil vitamin tidak dapat dibentuk oleh tubuh jadi harus didatangkan
       dari makanan.
   6. Air
              Air merupakan zat makanan paling mendasar yang dibutuhkan oleh
       tubuh manusia. Tubuh manusia terdiri atas 507.707. Asupan air secara teratur
       sangat penting bagi makhluk hidup untuk bertahan hidup dibandingkan
       dengan pemasukan nutrisi lain.


2.6 Gangguan atau Masalah yang berhubungan dengan nutrisi
   1. Obesitas
       Obesitas adalah peningkatan berat badan yang melebihi 20% batas normal
       berat badan. Status nutirisinya adalah melebihi kebutuhan metabolisme karena
       kelebihan asupan kalori dan penuruan dalam penggunaan kalori.
   2. Mal nutrisi
       Adalah masalah yang berhubungan dengan kekurangan gizi.
   3. Diabetes melitus
       Gangguan nutrisi yang juga disebabkan oleh berbagai masalah pemenuhan
       kebutuhan nutrisi
   4. Penyakit jantung koronoer
       Gangguan nutrisi yang sering disebabkan oleh adanya peningkatan kolesterol
       darah dan merokok
   5. Kanker
       Kanker merupakan gangguan kebutuhan nutrisi yang disebabkan oleh
       pengkonsumsian lemak secara berlebihan
   6. Anoreksia nervosa
       Penurunan berat badan secara mendadak dan berkepanjangan


2.7 Gejala Klinis
   a. Mual
   b. Muntah
   c. BB menurun
   d. Mudah lelah
   e. Diare




                                        5
2.8 Tindakan untuk Mengatasi Masalah Nutrisi
   1. Pemberian nutrisi melalui oral
             Pemberian nutrisi merupakan tindakan yang dilakukan jika pasien yang
      tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi secara mandiri. Tindakan yang
      dilakukan adalah dengan cara membantu memberi makan melalui mulut.
             Tujuannya adalah untuk memnuhi kebutuhan nutrisi pasien dan
      membangkitkan selera makan pasien.
      Alat dan bahan
      1) Piring
      2) Sendok
      3) Garpu
      4) Gelas
      5) Serbet
      6) Mangkok suci tangan
      7) Pengalas
      8) Jenis diet
   2. Pemberian nutrisi melalui pipa lambung
             Pemberian nutrisi melalui pipa penduga merupakan tindakan yang
      dilakukan pada pasien yang tidak mampu memenuhi kebnutuhan nutrisi secara
      oral dengan cara memberi makanan melalui pipa lambung atau pipa penduga.
      Bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pasien.
      Alat dan bahan
      1) Pipa lambung dalam tempatnya
      2) Corongspuit 20 cc
      3) Engalas
      4) Bengkok
      5) Plester, gunting
      6) Makanan dalam bentuk cair
      7) Air matang
      8) Obat
      9) Stetoskop
      10) Klem
      11) Baskom berisi air
      12) Vaselin




                                        6
ASUHAN KEPERAWATAN MENURUT TEORI
PENGKAJIAN
1. Riwayat keperawatan dan diet
   a. Anggaran makan, makanan kesukaan, waktu makan
   b. Diet dilakukan secara khusus
   c. Penurunan dan peningkatan BB
   d. Toleransi makan dan minum
   e. Status fisik pasien yang dapat meningkatkan diet seperti luka bakar dan
      demam
2. Faktor yang mempengaruhi diet
   a. Status kesehatan
   b. Kultur dan kepercayaan
   c. Status sosial ekonomi
   d. Faktor psikologis
   e. Informasi yang salah tentang makanan dan cara berdiet
3. Pemeriksaan fisik
   a. Keadaan fisik : apatis, lesu
   b. Berat badan
   c. Otot : flaksia/lemah, tonus kurang, tenderness, tidak mampu bekerja
   d. Sistem saraf : bingung, rasa terbakar, paresthesia, reflek bekerja
   e. Fungsi gastrointestinal, anoreksia, konstipasi, diare, flatulensi, pembesaran
      liver/lien
   f. Kardiovaskuler : denyut nadi lebih dari 100x/menit, nama abnomrla, TD
      rendah/tinggi
   g. Rambut : kusam, kering, pudar, kemerahan, tiis, pecah/patah-patah
   h. Kulit : kering, pucat, iritasi, petekhie, lemak subkutan tidak ada
   i. Bibir : kering, pecah-pecah, bengkak, lesi, stomatitis, membran mukosa
      pucat
   j. Gusi : pendarahan, peradangan
   k. Lidah : edema, hiperemsi
   l. Gigi : karies, nyeri, kotor
   m. Mata : konjungtiva pusat, kering, exotalimus, tanda-tanda infeksi
   n. Kuku : mudah patah
   o. Pengukuran antropometri
          Berat badan ideal                    (113 – 100) + 10%
          Lingkar pergelangan tangan




                                       7
            Lingkar lengan atas (MAC)
            Nilai normal wanita : 28,5 cm
                          Pria    : 28,3 cm
            Lipatan kulit pada otot trisep (TFS)
            Nilai normal wanita : 16,5 – 18 cm
                          Pria    : 12,5 – 16,5 cm
4. Laboratorium
   a. Albumin
   b. Transferan (N : 170-25 mg/100 ml)
   c. Hb (N : 12 mg%)
   d. BUN (N : 10-20 mg/100 ml)
   e. Ekskresi kreatinim untuk 24 jam (N : laki-laki : 0,6 – 1,3 mg/100 ml;
      wanita 0,5 – 1,0 mg/100 mg)


Diagnosa Keperawatan dan Intervensi
 1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
    Definisi : keadaan dimana intake nutrisi kurang dari kebutuhan metabolisme
    tubuh
       Kemungkinan berhubungan
       a. Efek dari pengobatan
       b. Mual, muntah
       c. Gangguan intake makanan
       d. Radiasi / kemoterapi
       e. Penyakit kronis
       Kemungkinan ditemukan data :
       a. Berat badan menurun
       b. Kelemahan
       c. Kesulitan makan
       d. Nafsu makan berkurang
       e. Hipotensi
       f. Ketidakseimbangan elektrolit
       g. Kulit kering
       Masalah klinik berhubungan dengan :
       a. Anoreksia nevrosa
       b. AIDS
       c. Pembedahan




                                        8
        d. Kehamilan
        e. Kanker
        f. Anemia
        g. Marasmus
 Tujuan yang diharapkan :
 a. Terjadi peningkatan berat badan sesuai batasan waktu
 b. Peningkatan status nutrisi


Intervensi dan Rasional
 1. Tingkat intake makanan
    Rasional : Cara khusus untuk meningkatkan nafsu makan
 2. Jaga kebersihan mulut pasien
    Rasional : Mulut yang bersih meningkatkan nafsu makan
 3. Bantu pasien makan jika tidak mampu
    Rasional : membantu pasien makan
 4. Sajikan makanan yang mudah dicerna, dalam keadaan hangat, tertutup, dan
    berikan sedikit-sedikit tapi sering
    Rasional : Meningkatkan selera makan dan intake makan
 5. Selingi makan dengan minum
    Rasional : Memudahkan makanan masuk
 6. Hindari makanan yang banyak mengandung gas
    Rasional : Mengurangi rasa nyaman
 7. Ukur intake makanan timbang berat badan
    Rasional : Observasi kebutuhan nutrisi
 8. Lakukan latihan pasif dan aktif
    Rasional : menambah nafsu makan
 9. Kaji tanda vital, sensori, bising usus
    Rasional : membantu mengkaji keadaan pasien
 10. Monitor hasil lab, seperti glukosa, elektrolit, albumin, Hb, kolaborasi dengan
    dokter
    Rasional : Monitor status nutrisi
 11. Berikan feedback yang positif tentang peningkatan intake, berat badan
    Rasional : Meningkatkan kepercayaan untuk meningkatkan makanan
 12. Berikan pendidikan kesehatan tentang : cara diet, kebutuhan kalori, dan
    tindakan keperawatan yang berhubungan dengan nutrisi jika pasien
    menggunakan NGT




                                          9
    Rasional : Meningkatkan pengetahuan agar pasien lebih kooperatif
 13. Cek kepatenan tube
    Rasional : Menghidnari aspirasi dan obstruksi tube
 14. Pemberian cairan / makanan tidak lebih 150 cc sekali pemberian
    Rasional : Menghindari aspirasi
 15. Cek temperatur makanan agar tidak terlalu panas/dingin
    Rasional : Mengurangi kram dan terbakar pada abdomen
 16. Atur posisi semi fowler saat memberikan makanan
    Rasional : Mengurangi regurtasi
 17. Jelaskan bagaimana tube bekerja dan perawatannya
    Rasional : Mencegah komplikasi


Evaluasi Keperawatan
      Evaluasi terhadap masalah kebutuhan nutrisi secara umum dapat dinilai
 dari adanya kemampuan dalam meningkatkan nafsu makan ditunjukkan dengan
 adanya kemampuan dalam makan serta adanya perubahan nafsu makan apabila
 terjadi kurang dari kebutuhan. Terpenuhinya kebutuhan nutrisi ditunjukkan
 dengan   tidak   adanya   tanda   kekurangan   atau     kelebihan   berat   badan,
 mempertahankan nutrisi melalui oral atau parental ditunjukkan dengan adanya
 proses pencernaan makan yang adekuta (KDM 2, 2006 : 77)




                                      10
                                       DIARE


1. Pengertian
          Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan jumlah tinja yang lebih
   banyak dari biasanya (normal 100-200 ml per jam tinja) dengan tinja berbentuk
   cairan atau setengah cairan (setengah padat) dapat pula disertai frekuensi defekasi
   yang meningkat (Kapita Selekta Kedokteran Edisi 3 Jilid 1 : 501)


2. Diagnosis
      Diare berhubungan dengan ingesti makanan pengiritasi atau gangguan usus
      Resiko terhadap kekurangan volume cairan berhubungan pasase feses yang
      sering
      Ansietas berhubungan dengan eliminasi yang sering dan tidak terkontrol
      Resiko terhadap kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pasase feses
      yang encer (KMB, 2001 : 1094)


3. Manfaat Klinis
       Frekuensi defekasi meningkat bersamaan dengan meningkatnya kandungan
   cairan dalam feses pasien mengeluh kram perut, distensi, gemuruh usus
   (borborigisme), anoreksia dan haus, kontraksi spasmodik yang nyeri dan
   peregangan yang tidak efektif ada anus (tonesmus) dapat terjadi pada setiap
   defekasi.
   (Keperawatan Medikal bedah, 2001 : 1093 – 1094)


4. Penyebabnya
      Infeksi oleh bakteri, virus atau parasit
      Alergi terhadap makanan atau obat-obat tertentu
      Infeksi oleh bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain, seperti : campak,
      infeksi telinga, infeksi tenggorokan, malaria dan lain-lain
      Pemanis buatan
   (www.medicastore.com)


5. Macam-macam
   Diare terbagi menjadi 2 menurut mula dan lamanya :
      Diare akut




                                          11
Diare yang awalnya mendadak dan berlangsung singkat dalam beberapa jam
sampai 7 atau 14 hari
   Etiologi
   Infeksi merupakan penyebab utama diare akut, baik oleh bakteri, parasit
   maupun virus. Penyebab lain yang dapat menimbulkan diare akut adalah
   toksin dan obat, nutrisi ekknteral diikuti puasa yang berlangsung lama,
   kemoterapi impaksi fekal (overflow diarrhea) atau berbagai kondisi lain.
   Patogenesis diare yang disebabkan infeksi bakteri terbagi dua yaitu :
   1. Bakteri noninvasif (enterotoksigenit)
       Toksin yang diproduksi bakteri akan terikat pada mukosa usus halus,
       namun tidak merusak mukosa.
   2. Bakteri enteroinvasif
       Diare menyebabkan kerusakan dinding usus berupa nekrosis dan
       ulserasi dan bersifat sekretorik eksudatif
   3. Diare kronik
       Diare yang berlangsung lebih dari 3 minggu, ketentuan ini berlaku
       untuk orang dewasa, pada bayi dan anak batas waktunya 2 minggu.
   Etiologi
   Diare kronik memiliki penyebab yang bervariasi dan tidak seluruhnya
   diketahui
   Patofisiologi kronik dibagi untuk menjadi 3 yaitu :
   1) Diare osmotik
       Dijelaskan dengan adanya faktor malabsorpsi akibat adanya gangguan
       absorpsi karbohidrat, lemak, atau protein dan tersering adalah
       malabsorpsi lemak feses berbentuk steatore.
   2) Diare sekretopik
       Terdapat gangguan transpor akibat adanya perbedaan osmotik
       intralumen dengan mukosa yang besar sehingga penarikan cairan dan
       elektrolit ke dalam lumen usus dalam jumlah besar.
   3) Diare inflamasi
       Diare dengan kerusakan dan kematian eritrosit disertai peradangan.
       Feses berdarah
       (Kapita selekta Kedokteran1, 1999 : 500)




                                   12
6. Masalah Kolaborasi / Komplikasi Potensial
   Berdasarkan pada data pengkajian, komplikasi potensial adalah : disritmia jantung
   berhubungan dengan depresi elektrolit


7. Komplikasi diare
      Hiponatremi
      Hipokalemia
      Hipokalsemia
      Dehidrasi
      Disritimia jantung (yang disebabkan oleh hipokalemia)
      Hiponatremia
      Shock hipovolemik
   (www.rajawana.com/.../283.diare.html)


8. Penularan penyakit diare
          Adalah ditularkan secara fekal-oral yaitu diare dapat dipindahkan ke mulut
   melalui cairan atau benda yang tercemar oleh kotoran. (Misalnya : air minum yang
   kotor, tangan kotor, makanan yang disiapkan dalam panci yang dicuci dengan air
   yang tercemar) (www.rajawana.com/.../283.diare.html)
   Penatalaksanaan Diare
   a. Melakukan tindakan suportif umum untuk mempertahankan status cairan dan
      keseimbangan elektrolit
   b. Mengobservasi manifestasi sistemik, seperti dengan, leukositosis, defisit
      volume cairan, hipokolemia, dan aidosis metabolik
   c. Mengidentifikasi hubungan antara awitan diare dan dimulainya pemberian
      makan secara enteral.
   d. Melaporkan gejala-gejala dengan cepat dan memperhatikan adanya hubngan
      kejadian diare dengan konsumsi obat-obatan hiperosmolar yang baru diberikan
      atau diberikan secara kontinu
   e. Konsultasi dengan ahli gizi dan ahli farmasi tentang interaksi obat nutrisi dan
      program-program alternatif
   f. Pertahankan integritas kulit perineum
   (Fundamental Keperawatan, 2005 : 17-48)




                                           13
                                       BAB III
                             TINJAUAN KASUS




3.1 Pengkajian
3.1.1 Data Subyektif
      Tanggal MRS         : 12 Juli 2009         Jam : 20.00 WIB
      Tanggal Pengkajian : 13 Juli 2009          Jam : 09.25 WIB
      No. MRS             : 11.37.20
      1. Biodata :
         Nama                     : Ny. “T”
         Umur                     : 74 tahun
         Agama                    : Islam
         Pendidikan               : SD
         Suku/bangsa              : Jawa/Indonesia
         Alamat                   : Jl. Kemuning – Candimulyo – Jombang


      2. Keluhan Utama
         Pasien mengatakan sedang diare dan disertai mual muntah.
      3. Riwayat kesehatan
         a. Riwayat kesehatan sekarang
            Keluarga klien mengatakan klien mengalami BAB cair (mencret), mual
            dan muntah kemudian klien dibawa ke rumah sakit Jombang pada
            tanggal 12 Juli 2009. Jam 20.00 WIB, keluhan tersebut dirasakan
            selama 2 hari yang lalu.
         b. Riwayat kesehatan yang lalu
            Keluarga klien mengatakan klien pernah mengalami sakit pada
            lambung yang berlebihan hingga dirujuk ke rumah sakit Jombang tetapi
            pasien tidak pernah menderita penyakit menurun, menular dan
            menahun seperti : TBC, Hipertensi, DM dan lain-lain.
         c. Riwayat kesehatan keluarga
            Keluarga klien mengatakan bahwa dalam keluarga klien tidak ada yang
            menderita penyakit menular, menahun dan menurun.
      4. Pola fungsi kesehatan
         a. Pasien mengatakan tidak pernah minum minuman yang beralkohol




                                         14
              b. Pasien mengatakan bahwa pasien tidak pernah menggunakan obat-
                  obatan terlarang
         5. Aktifitas
                                           Di rumah                       Di RS
             Aktifitas                       Skor                         Skor
                                     0   1     2    3     4     0       1   2   3      4
Mandi
Berpakaian
Berdandan
Mobilisasi di tempat tidur
Pindah
Naik tangga
Belanja
Memasak
Merapikan tempat tidur


         Keterangan :
         0     : Mandiri
         1     : Dibantu sebagian
         2     : Perlu bantuan orang lain
         3     : Perlu bantuan orang lain dan alat
         4     : Bergantung / tidak mampu


         6. Pola istirahat dan tidur
             Di rumah         : Siang : + 2 jam dengan kualitas tidur tidak nyenyak
                                Malam : + 6 jam, dengan kualitas tidur tidak nyenyak
             Di rumah sakit : tidak tentu, karena pasien di rumah sakit merasa lebih
                                tidak nyenyak karena berisik dan pasien merasa
                                terganggu. Jadi kualitas lebih berkurang lagi dari pada di
                                rumah


         7. Pola Nutrisi
             Di rumah         : makan 2x/hari, porsi sedang (nasi, lauk, sayur)
                                Minum : 6-7 gelas/hari (air putih, teh)
             Di rumah sakit : makan 2x/hari dengan porsi sedikit
                                Minum 6-7 gelas/hari (air putih, teh)




                                             15
      8. Pola eliminasi
           Di rumah          : BAK 4-5 x/hari, warna kuning, agak keruh, bau khas
                               BAB 1x/hari, warna kuning, bau khas
           Di rumah sakit : BAK 4-5x/hari warna kuning, agak keruh, bau khas
                               BAB 4-5x/hari warna kuning, cair, bau khas
      9. Pola hygiene
           Di rumah          : mandi 2x/hari, gosok gigi 1x/hari, keramas 1x/hari ganti
                               baju dan pakaian dalam 1x/hari
           Di rumah sakit : belum pernah mandi, hanya diseka pagi dan sore, belum
                               pernah gosok gigi dan keramas
      10. Keadaan Spiritual
           Pasien selalu mengatakan berdoa agar cepat sembuh.
      11. Keadaan psikososial
           Pasien mengatakan merasa gelisah dengan keadaan sekarang
           Keadaan sosial dan budaya
           Pasien mengatakan hubungan keluarga dan tetangga baik-baik saja.


3.1.2 Data Obyektif
      Keadaan umum             : lemah
      Kesadaran                : composmentis
      Tanda-tanda vital
      TD       : 130/70 mmHg
      N        : 89x/menit
      S        : 37,1oC
      RR       : 19x/menit


3.2 Pemeriksaan fisik
   a. Inspeksi
       Kepala                   : rambut berubah, ada ketombe
       Mata                     : simetris, konjungtiva merah muda, kelopak mata bisa
                                  membuka dan menutup secara spontan, ada benjolan
                                  pada palpebra
       Muka                     : simetris, tidak ada oedem
       Hidung                   : simetris, tidak ada sekret, tidak ada polip
       Mulut                    : bibir kering, gigi agak kotor, tidak ada gigi palsu
       Telinga                  : simetris, tidak ada serumen




                                           16
   Leher                   : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan tidak ada
                             oedem
   Dada                    : simetris tidak ada benjolan, tidak ada penarikan
                             intercosta
   Axilla                  : tidak ada benjolan, tidak ada lesi
   Abdomen                 : tidak ada kembung, tidak ada benjolan dan tidak ada
                             bekas luka operasi
   Genetalia               : tidak terpasang kateter
   Intergumen              : warna sawo matang, kurang bersih
   Ekstrimitas atas        : simetris, tidak ada oedem, terpasang infus RL di
                             tangan kanan, tetesannya 20 tets per menit
   Ekstrimitas bawah       : simetris, tidak ada oedem, tidak ada kelumpuhan
b. Palpasi
   Kepala                  : tidak ada nyeri tekan dan tidak ada benjolan
   Leher                   : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid
   Abdomen                 : tidak ada kembung
   Intergumen              : turgor kulit kering
c. Auskultasi
   Dada                    : ronchi (-) wheezing (+)
   Abdomen                 : -
d. Perkusi
   Reflek patella : -
   Abdomen        : tidak ada meteorisme (kembung)


Pemeriksaan penunjang
a. Hasil Laboratorium
   Tanggal 13 Juli 2009,         Jam : 09.00 WIB
   Hematologi                         Hasil               Nilai normal
   Hemaglobin                          9,4               11,4-17,7 g/dl
   Lekosit                            7.600            4700-10.300/cmm
   Hematoksit                         30,3              P : 37,0 – 48,0%
   Eritrosit                       3.780.000              P : 4,5 jt/ul
   Trombosit                         232.000       150.000 – 350.000 / cmm
   LED                           bahan kurang      P : < 15, W : 20 mm/jam




                                      17
   Kimai klinik
   Bilirubin T                     120       0,3 – 1,0 mg/dl
   Bilirubin D                     0,90       < 0,25 mg/dl
   SGOT                            57            < 38 u/i
   SPPT                            28            < 40 u/i
   Kreatinin serum                 0,85   L < 1,5; P < 1,2 mg/dl
   Urea                            52,3       10 – 50 mg/dl
   Asam urat                       5,76      3,6 – 7,0 mg/dl


   Imunisasi
   Imunologi widal
   O      negatif
   N      +1/200
   PA     negatif
   PB     negatif


b. Terapi pengobatan
   Teramisin 3 x 1 injeksi bolus
   Infus RL 4 kolf




                                   18
                                      ANALISA DATA




Nama            : Ny. “T”
Tanggal         : 13 Juli 2009              Jam : 09.40 WIB


No                       Data                              Etiologi                  Masalah
 1     Dx : Pasien mengatakan diare yang Karena out put Gangguan
               disertai mual dan muntah               cairan          dan kebutuhan        nutrisi
       Do : Kesadaran : composmentis                  elektrolit             sehubungan dengan
               Keadaan umum : lemah                   berlebihan             diare
               GCS : 3, 4, 6                          sehingga
               TTV : TD          : 130/70 mmHg        menyebabkan
                        N        : 89x/menit          gangguan        pada
                                      o
                        S        : 37,1 C             pola nutrisi
                        RR       : 19x/menit
       Pemeriksaan fisik
       Inspeksi :
       Mata     : ada          benjolan        pada
                    palpebra
       Mulut    : mukosa bibir kering
       Kulit    : kering
       Ekstrimitas atas : terpasang infus RL
                    20 tetes/menit




                                                 19
                                                                           INTERVENSI
Nama           : Ny. ”T”
Tanggal        : 13 Juli 2009           Jam : 0955 WIB

No                   Diagnosa Keperawatan                                                                                                         Rasional
                                                            Tujuan dan Kriteria Hasil                     Intervensi
 1     Gangguan kebutuhan nutrisi sehubungan dengan          Setelah dilakukan tindakan            Dilakukan pendekatan kepada        Komunikasi      terapeutik     akan
       diarrhea                                              keperawatan selama 2/24               pasien dan keluarga dengan         menciptakan     hubungan       yang
       Ds : Pasien mengatakan mengalami diare yang           jam      diharapkan         pasien    komunikasi terapeutik              baik antara klien dengan petugas
               disertai mual dan muntah                      dapat     merasa        nyaman                                           kesehatan
       Do : Kesadaran                   : composmentis       dengan kriteria hasil :               Observasi TTV                      Untuk                  mengetahui
               Keadaan umum             : lemah              -   BAB kembali normal.                                                  perkembangan        pasien      dan
               GCS                      : 3, 4, 6                Normalnya 1x sehari                                                  komlikasi sedini mungkin
               Skala nyeri              :1                   -   Tidak ada mual dan                Kaji pola makan                    Untuk    memenuhi       kebutuhan
               TTV : TD         : 130/70 mmHg                    muntah                                                               makan dan minum
                       N        : 89x/mnt                    -   Keadaan        umum           :   Kaji    konsistensinya       dan   Untuk    memenuhi       kebutuhan
                       S        : 37,1oC                         membaik                           seberapa banyak BAB yang           cairan   dan     elektrolit    yang
                       RR       : 19x/menit                  -   TTV : Normal                      dikeluarkan                        diperlukan
       Pemeriksaan fisik                                         TD      : 110/60–140/90           Catat karakteristik muntah         Membantu dalam membedakan
       Inspeksi                                                  mmHg                                                                 penyebab yang mengakibatkan
       Mata                :   ada benjolan pada palpebra        N       : 70-90x/menit                                               pasien muntah
                                                                                o          o
       Mulut               :   mukosa bibir kering               S       : 36,5 C–37,5 C           Kolaborasi dengan tim medis        Dapat    mempercepat          proses
       Kulit               :   kering                            RR      : 18-22x/menit            dalam pemberian terapi             penyembuhan pasien
       Ekstrimitas atas :      terpasang infus RL
       Auskultasi          :   dada ada wheezing


                                                                                    20
                                      IMPLEMENTASI




     Nama         : Ny. ”T”
     Masalah      : Gangguan kebutuhan nutrisi
No    Jam      Tanggal               Tindakan                                      Respon
1    09.25 13-07-2009 Melakukan                 pendekatan Keluarga pasien baik dan dapat di
                          kepada pasien dan keluarga ajak bekerjasama
                          dengan           menggunakan
                          hubungan terapeutik
2    09.40                Mencatat keluhan pasien                 Pasien diare yang disertai mual dan
                                                                  muntah
3    11.00                Observasi TTV :                         Pasien tidak merasa tegang pada
                          Dengan hasil :                          saat observasi
                          TD       : 130/70 mmHg
                          N        : 89x/menit
                          S        : 37,1oC
                          RR       : 19x/menit
4    11.15                Memberikan           HE        tentang Pasien    mau     mengikuti   instruksi
                          makanan yang merangsang perawat
                          mual       seperti        gorengan,
                          santan dan lain-lain
5    11.30                Memberikan posisi nyaman Pasien merasa lebih nyaman setelah
                          pada pasien yaitu posisi mengikuti                       instruksi   perawat
                          SIM’S                                   posisinya secara SIM’S
6    11.40                Beri motivasi pada pasien Pasein mengikuti instruksi yang
                          untuk makan                             diberikan oleh perawat
7    16.05                Kolaborasi       dengan           tim
                          medis      dalam      pemberian
                          terapi pengobatan
                               Injeksi bolus (teramisin)
                               3x1




                                                    21
                       CATATAN PERKEMBANGAN




Nama      : Ny. “T”
Tanggal   : 14 Juli 2009           Jam : 15.00 WIB


Masalah   : Gangguan kebtuhan nutrisi sehubungan dengan diarrhea
S         : Pasien mengatakan BAB masih cair dan masih mual
O         : Keadaan umum           : lemah
            Kesadaran              : composmentis
            Terpasang infus di tangan kanan (ringer laktan)
            TTV :
            TD : 130/70 mmHg
            S      : 37,1oC
            N      : 89x/menit
            RR : 19x/menit
A         : Masalah teratasi sebagian
P         : Intervensi dilanjutkan
            1. Beri cairan infus
            2. Beri makan dan minum
            3. Observasi TTV
            4. Melanjutkan terapi obat
                Injeksi bolus (teramisin)       3x1




                                        22
                                   EVALUASI




Tanggal      : 15 Juli 2009
Jam          : 12.30 WIB
No        Diagnosa Keperawatan                            Evaluasi
 1    Gangguan    kebutuhan   nutrisi S : Pasien mengatakan keadaannya sudah
      sehubungan dengan diarrhea           membaik, mual muntah sudah tidak ada
                                           lagi. BAB sudah kembali normal (1 x
                                           per hari)
                                     O : Keadaan umum : membaik
                                           Kesadaran            : composmentis
                                           TTV :
                                           TD          : 120/70 mmHg
                                           N           : 80x/menit
                                           S           : 37oC
                                           RR          : 19x/menit
                                     A : Masalah        teratasi,    hari   ini   asien
                                           diperbolehkan pulang Jam : 13.00 WIB
                                     P : Intervensi dihentikan




                                      23
                                  BAB IV
                                 PENUTUP




A. Kesimpulan
  Asuhan keperawatan pada Ny. ”T” dengan gangguan kebutuhan nutrisi
  sehubungan dengan diarrhea. NY. ”T” merasa diarrhea yang disertai mual muntah
  tidak bisa diatasi pasien membawanya ke Bapelkes RSD Jombang tanggal 12 Juli
  2009 Jam 08.00 WIB


B. Saran
  1. Bagi pasien
     Hendaklah pasien bisa bekerja sama dengan tenaga kesehatan dalam
     melakukan asuhan keperawatan sehingga dapat dilakukan dengan baik dan
     teliti.
  2. Bagi mahasiswa
     Mahasiswa dapat melaksanakan teori manajemen keperawatan dalam praktek
     keperawatan.




                                     24

								
To top