Docstoc

karya tulis KARANGAN

Document Sample
karya tulis KARANGAN Powered By Docstoc
					KARANGAN KHAS ILMIAH
 BANGKITNYA NASIONALISME INDONESIA
              MENUJU
 TERBENTUKNYA NEGARA KEBANGSAAN




          Disusun Oleh:

          Nama      :     Zaim Setiyawan
                          Etika Sulistyaningrum
          Kelas     :     XI - IPA 3




      SMA NEGERI 1 KAYEN
   TAHUN PELAJARAN 2010/2011
                      NASIONALISME INDONESIA
I. DEFINISI DAN PENGERTIAN NASIONALISME
 A. DEFINISI NASIONALISME
1. Joseph Ernest Renan
  Nasionalisme adalah sekelompok individu yang ingin bersatu dengan individu-individu
  lain dengan dorongan kemauan dan kebutuhan psikis. Sebagai contoh adalah
  bangsa Swiss yang terdiri dari berbagai bangsa dan budaya dapat menjadi satu
  bangsa dan memiliki negara.
2. Otto Bauer
Nasionalisme adalah kesatuan perasaan dan perangai yang timbul karena persamaan
nasib, contohnya nasionalisme negaranegara Asia.
3. Menurut Hans Kohn
Nasionalisme adalah kesetiaan tertinggi yang diberikan individu kepada negara dan
bangsa.
4. Louis Snyder
Nasionalisme adalah hasil dari faktor-faktor politis, ekonomi, sosial dan intelektual pada
suatu taraf tertentu dalam sejarah. Sebagai contoh adalah timbulnya nasionalisne di
Jepang.
5. Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo
Nasionalisme pertama adalah pertemuan identitas dari tingkat yang paling primordial
dimana kelompok masyarakat tertentu berusaha merumuskan identitas dirinya
berhadapan dengan kelompok – kelompok osial lainnya.

 B. PENGERTIAN NASIONALISME
 Nasionalisme dapat diartikan dalam dua hal yaitu arti sempit dan arti luas.
    Dalam arti sempit, nasionalisme merupakan suatu sikap yang meninggikan
bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lainsebagaimana mestinya.
Sedangkan dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta
yang wajar trhadap bangsa dan negara dan sekaligus menghormati bangsa lain.
    Secara umum, nasionalisme diatrikan sebagai perwujudankesadaran nasional
yang mengandung cita – cita dan pendorong bagi suatu bangsa, baik untuk merebut
kemerdekaan atau mengenyahkan penjajahan maupun sebagai pendorong untuk
membangun dirinya maupun lingkungan masyarakat, bangsa dan negaranya.


 C. BENTUK – BENTUK NASIONALISME
1. Nasionalisme kewarganegaraan (nasionalisme sipil)
Adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari
penyertaan aktif rakyatnya, "kehendak rakyat"; "perwakilan politik". Teori ini mula-mula
dibangun oleh Jean-Jacques Rousseau dan menjadi bahan-bahan tulisan. Antara
tulisan yang terkenal adalah buku berjudul Du Contract Sociale (Mengenai Kontrak
Sosial).


2. Nasionalisme etnis

Adalah sejenis nasionalisme di mana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya
asal atau etnis sebuah masyarakat. Dibangun oleh Johann Gottfried von Herder, yang
memperkenalkan konsep Volk (untuk "rakyat").
3. Nasionalisme romantik (juga disebut nasionalisme organik, nasionalisme identitas)
Adalah lanjutan dari nasionalisme etnis dimana negara memperoleh kebenaran politik
secara semulajadi ("organik") hasil dari bangsa atau ras.


4. Nasionalisme Budaya
Adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya
bersama dan bukannya "sifat keturunan" seperti warna kulit, ras dan sebagainya.


5. Nasionalisme kenegaraan
Ialah variasi nasionalisme kewarganegaraan, selalu digabungkan dengan nasionalisme
etnis. Perasaan nasionalistik adalah kuat sehingga diberi lebih keutamaan mengatasi
hak universal dan kebebasan. Kejayaan suatu negeri itu selalu kontras dan berkonflik
dengan prinsip masyarakat demokrasi.

6. Nasionalisme agama
Ialah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh legitimasi politik dari persamaan
agama. Walaupun begitu, nasionalisme etnis dicampuradukkan dengan nasionalisme
keagamaan.

 D. KELAHIRAN NASIONALISME DI DUNIA
  Terbentuknya nasionalisme melalui beberapa fase, yaitu :
a. Nasionalisme awalnya muncul pada masa kerajaan Yunani, yaitu cita-cita sebagai
bangsa terpilih, kenangan masa lampau, dan harapan masa depan, serta peran
terdepan bangsa mereka. Sebagai bangsa pembangun peradaban.
b. Munculnya benih kesadaran nasional stelah adanya peristiwa Renaissance dan
Reformasi pada abad ke-14.
c. Pada abad ke-17 muncul nasionalisme di Inggris yang diikuti dengan munculnya
nasionalisme di Amerika dan Perancis pada abad ke-18.
d. Pada pertengahan abad ke-19 nasionalisme semakin berkembang di Eropa dari
nasionalisme yang awalnya bersifat kemanusiaan berubah menjadi agresif dan
memusuhi bangsa lain. Sejak itu muncullah negara-negara yang berusaha melakukan
imperialisme dan kolonialisme. Nasionalisme Eropa terjadi pada masa transisi dari
masyarakat feodal ke masyarakat industri yang menghasilkan paham kapitalisme dan
liberalisme.
e. Nasionalisme yang muncul di Eropa berbeda dengan nasionalisme yang muncul di
Asia sebab Nasionalisme di Asia muncul sebagai reaksi terhadap kolonialisme dan
imperialisme bangsa Eropa. Mereka menumbuhkan nasionalisme untuk melawan
penjajahan.
f. Sementara itu nasionalisme di Indonesia terasa pengaruhnya saat perang untuk
memeproleh dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
II. LAHIRNYA NASIONALISME DI INDONESIA
 A. FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAHIRNYA
    NASIONALISME INDONESIA
     1 Faktor dari dalam (internal)
         a. Kenangan kejayaan masa lampau
            Bangsa-bangsa Asia dan Afrika sudah pernah mengalami masa kejayaan
            Sebelum masuk dan berkembangnya imperialisme dan kolonialisme barat.
             Bangsa India, Indonesia, Mesir, dan Persia pernah mengalami masa
        kejayaan sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. Kejayaan masa lampau
        mendorong semangat untuk melepaskan diri dari penjajahan. Bagi Indonesia
        kenangan kejayaan masa lampau tampak dengan adanya kenangan akan
        kejayaan pada masa kerajaan Majapahit dan Sriwijaya. Dimana pada masa
        Majapahit, mereka mampu menguasai daerah seluruh nusantara, sedangkan
        masa Sriwijaya mampu berkuasa di lautan karena maritimnya yang kuat.
     b. Perasaan senasib dan sepenanggungan akibat penderitaan dan kesengsaraan
        masa penjajahan
     Penjajahan yang dilakukan oleh bangsa-bangsa Eropa terhadap bangsa Asia,
        Afrika mengakibatkan mereka hidup miskin dan menderita sehingga mereka
        ingin menentang imperialisme barat.

     c. Munculnya golongan cendekiawan
     Perkembangan pendidikan menyebabkan munculnya golongan cendekiawan baik
        hasil dari pendidikan barat maupun pendidikan Indonesia sendiri. Mereka
        menjadi penggerak dan pemimpin munculnya organisasi pergerakan nasional
        Indonesia yang selanjutnya berjuang untuk melawan penjajahan.

 d. Paham nasionalis yang berkembang dalam bidang politik, sosial ekonomi, dan
kebudayaan
     1). Dalam bidang politik, tampak dengan upaya gerakan nasionalis menyuarakan
   aspirasi masyarakat pribumi yang telah hidup dalam penindasan dan
   penyelewengan hak asasi manusia. Mereka ingin menghancurkan kekuasaan
   asing/kolonial dari Indonesia.
     2). Dalam bidang ekonomi, tampak dengan adanya usaha penghapusan
   eksploitasi ekonomi asing. Tujuannya untuk membentuk masyarakat yang bebas dari
   kesengsaraan dan kemelaratan untuk meningkatkan taraf hidup bangsa Indonesia.
     3). Dalam bidang budaya, tampak dengan upaya untuk melindungi, memperbaiki
   dan mengembalikan budaya bangsa Indonesia yang hampir punah karena
   masuknya budaya asing di Indonesia. Para nasionalis berusaha untuk
   memperhatikan dan menjaga serta menumbuhkan kebudayaan asli bangsa
   Indonesia.

2. Faktor dari luar (eksternal)
 a. Kemenangan Jepang atas Rusia (1905)
    1904-1905 Jepang melawan Rusia dan tentara Jepang berhasil mengalahkan Rusia.
Hal ini dikarenakan, modernisasi yang dilakukan jepang yang telah membawa kemajuan
pesat dalam berbagai bidang bahkan dalam bidang militer. Awalnya dengan kekuatan
yang dimiliki tersebut Jepang mampu melawan Korea tetapi kemudian dia melanjutkan
ke Manchuria dan beberapa daerah di Rusia. Keberhasilan Jepang melawan Rusia
inilah yang mendorong lahirnya semangat bangsa-bangsa Asia Afrika mulai bangkit
melawan bangsa asing di negerinya.
 b. Pergerakan Kebangsaan India
    India untuk menghadapi Inggris membentuk organisasi kebangsaan dengan nama
”All India National Congres”. Tokohnya, Mahatma Gandhi, Pandit Jawaharlal Nehru,
B.G. Tilak,dsb. Mahatma Gandhi memiliki dasar perjuangan :
      ► Ahimsa (dilarang membunuh) yaitu gerakan anti peperangan.
      ► Hartal, merupakan gerakan dalam bentuk asli tanpa berbuat apapun walaupun
         mereka tetapi masuk kantor atau pabrik.
      ► Satyagraha merupakan gerakan rakyat India untuk tidak bekerja sama dengan
         pemerintah kolonial Inggris.
      ► Swadesi merupakan gerakan rakyat India untuk memakai barang-barang
         buatan negeri sendiri.
Selain itu adanya pendidikan Santiniketan oleh Rabindranath Tagore.

 c. Gerakan Kebangsaan Filipina
    Digerakkan oleh Jose Rizal dengan tujuan untuk mengusir penjajah bangsa Spanyol
di Wilayah Filipina. Jose ditangkap tanggal 30 September 1896 dijatuhi hukuman mati.
Akhirnya dilanjutkan Emilio Aquinaldo yang berhasil memproklamasikan kemerdekaan
Filipina tanggal 12 Juni 1898 tetapi Amerika Serikat berhasil menguasai Filipina dari
kemerdekaan baru diberikan Amerika Serikat pada 4 Juli 1946.

 d. Gerakan Nasionalis Rakyat Cina
   Gerakan ini dipimpin oleh Dr. Sun Yat Sen, yang mengadakan pembaharuan dalam
segala sektor kehidupan bangsa Cina. Dia menentang kekuasaan Dinasti Mandsyu.
Dasar gerakan San Min ChuI:
   ► Republik Cina adalah suatu negara nasional Cina.
   ► Pemerintah Cina disusun atas dasar demokrasi (kedaulatan berada di tanggan
       rakyat).
   ► Pemerintah Cina mengutamakan kesejahteraan sosial bagi rakyatnya.
   Apa yang dilakukan oleh Dr. Sun Yat Sen sangat besar pengaruhnya terhadap
pergerakan rakyat Indonesia. Terlebih lagi setelah terbentuknya Republik Nasionalis
Cina (1911).

 e. Pergerakan Turki Muda (1908)
   Dipimpin oleh Mustafa Kemal Pasha menuntut pembaharuan dan modernisasi di
segala sektor kehidupan masyarakatnya. Ia ingin agar dapat mengembangkan
negerinya menjadi negara modern. Gerakan Turki Muda ini banyak mempengaruhi
munculnya pergerakan nasional di Indonesia.

 f. Pergerakan Nasionalisme Mesir
   Dipimpin oleh Arabi Pasha (1881-1882) dengan tujuan menentang kekuasaan
bangsa Eropa terutama Inggris atas negeri Mesir. Adanya pandangan modern dari
Mesir yang dikemukakan oleh Muhammad Abduh mempengaruhi berdirinya organisasi-
organisasi keagamaan di Indonesia seperti Muhammaddiyah.
   Intinya dengan gerakan kebangsaan dari berbagai negara tersebut mendorong
negara-negara lain termasuk Indonesia untuk melakukan hal yang sama yaitu melawan
penjajahan dan kolonialisme di Negaranya.

 g. Munculnya Paham-paham baru
   Munculnya paham-paham baru di luar negeri seperti nasionalisme, liberalisme,
sosialisme, demokrasi dan pan islamisme juga menjadi dasar berkembangnya paham-
paham yang serupa di Indonesia. Perkembangan paham-paham itu terlihat pada
penggunaan ideologi-ideologi (paham) pada organisasi pergerakan nasional yang ada di
Indonesia.
B. ARAH TUJUAN
  Tercapainya kemerdekaan Indonesia dan terbentuknya Negara Kesatuan
  Indonesia.

C. CARA PERJUANGAN
  Pergerakan nasional (social movement) lewat beberapa saluran organisasi
  modern, baik bersifat kooperatif maupun nonkooperatif.

D. SALURAN NASIONALISME
  1. Organisasi Politik
          a. Indische Partij (IP)
             Berdiri tanggal 25 Desember 1912 di bandung. Dipimpin oleh tiga
             serangkai, yaitu E.F.E. Douwes Dekker, Suwandi Suryaningrat dan dr.
             Tjipto Mangunkusumo. Organisasi ini bertujuan mencapai indonesia
             merdeka.

           b. Gerakan Pemuda
              Berdiri tanggal 7 Maret 1915 di Jakarta dengan nama Trikoro Darmo.
              Para pendirinya adalah dr. R. Satiman Wiryosanjoyo, Kadarman dan
              Sunardi. Tujuanya untuk mencapai Jawa Raya dengan memperkokoh
              persatuan antara pemuda Jawa, Sunda, Madura, Bali dan Lombok.

          c. Partai Nasional Indonesia (PNI)
            Tahun 1925, Ir. Soekarno mendirikan Algemeene Studie Club di
            Bandung dan mengadakan rapat tanggal 4 Juli 1927 di Bandung untuk
            mendirikan PNI. Dihadiri oleh Ir. Soekarno, dr. Tjipto Mangunkusumo,
            Sujadi, Mr. Iskaq Cokrohadisuryo, M. Budiarto dan Mr. Sunario.
            Tujuannya untuk mencapai Indonesia merdeka. Tiga asasnya adalah
             Berdiri di atas kaki sendiri
             Non-kooperasi
             Marhaenisme

          d. Partai Indonesia (Partindo)
          Berdiri tanggal 1 Mei 1931 dipimpin oleh Sartono. Tujuan Partindo adalah
          untuk mencapai satu Negara Republik Indonesia Merdeka dan
          kemerdekaan akan tercapai jika ada persatuan seluruh bangsa Indonesia.

   2. Organisasi Sosial
      a. Budi Utomo
        Diprakarsai oleh dr. Wahidin Sudirohusodo dan berdiri tanggal 20 Mei 1908
        di Yogyakarta. Organisasi ini diketuai oleh dr. Sutomo. Organisasi ini
        bertujuan menciprakan kemajuan yang selaras (harmonis) untuk negeri dan
        badan bangsa, terutama dengan memajukan pengajaran pertanian dan
        dagang. Tokoh – tokoh Budi Utomo adalah dr. RadjimanWedyodiningrat, dr.
        Tjipto Mangunkusumo, M.Ng. Dwijosewoyodan R.M. Suryo Surapto.

      b. Sarekat Islam (SI)
        Awalnya organisasi ini bernama Sarekat Dagang Islam (SDI) didirikan oleh
        Haji Samanhudi tahun 1911 di Surakarta. Atas usulan H.O.S. Cokroaminoto
        pada tanggal 10 September 1912 nama Dagang dihapus dan diganti
        Sarekat Islam, itu semua dilakukan untuk memperluas perkumpulan. SI
        bertujuan untuk memajukan perdagangan, kepentingan jasmani dan rohani
          penduduk pribumi dan memajukan agama Islam. Tahun 1918, SI pecah
          menjadi dua, yaitu SI putih yang dipimpin oleh H.O.S. Cokroaminoto (PSII)
          dan SI merah yang dipimpin oleh Samaun dan Darsono (ISDV)




                          DAFTAR PUSTAKA


Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1992 Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta:
Balai Pustaka

				
DOCUMENT INFO
Description: Karya Tulis Anak Bangsa