Komunikasi - Download as DOC

Document Sample
Komunikasi - Download as DOC Powered By Docstoc
					                                     BAB I
                               PENDAHULUAN




          Di dalam dunia yang terbuka dengan kemajuan teknologi informasi dan
telekomunikasi yang sangat cepat maka masyarakat dunia dewasa ini tertimbun
dengan data-data informasi yang hampir tanpa batas. Informasi perlu dikuasai dan
dimanfaatkan. Pemanfaatan informasi di dalam kehidupan manusia memerlukan
kemampuan analisis dan ketajaman inteligensi.
          Informasi tanpa analisis tidak bermanfaat bahkan dapat menenggelamkan
keberadaan seseorang. Selanjutnya, dengan penguasaan informasi maka seseorang
atau suatu masyarakat akan mengetahui tempatnya di dalam pergaulan dalam
masyarakat, dalam masyarakat bangsanya dan di dalam kehidupan masyarakat
global.
          Uraian di atas merupakan gambaran secara general mengenai komunikasi
dan informasi. Untuk spesifik lagi, kami mencoba 2 hal tersebut dikaitkan dengan
masalah pendidikan. Tentunya akan menjadi sebuah pembahasan menarik bukan ?
Apalagi sebagai calon pendidik masa depan. Dengan lantunan basmalah kami akan
mencoba memulainya.




                                        1
                                    BAB II
                                 PEMBAHASAN


KOMUNIKASI DAN INFORMASI DALAM PROSES PEMBELAJARAN
A. KOMUNIKASI
  1. Pengertian Komunikasi
            Komunikasi     adalah   sebuh    kata   serapan   dari   bahasa   asing
     ”communication” yang berarti perhubungan/pengakraban/hubungan timbal
     balik antara sesama manusia. Dalam dunia pendidikan hal ini terjadi antara
     pendidik dan anak didik, pelaku komunikasi dinamakan komunikasi.
  2. Unsur-unsur Komunikasi
            Dalam proses komunikasi ada beberapa unsur komunikasi yang
     diperlukan, diantaranya :
     a. Komunikator
              Komunikator adalah orang atau individu yang sedang berbicara,
        menuis atau memperlihatkan sebuah tanda. Komuniktor dapat berupa
        kelompok orang, organisasi komunikasi, televisi, film dan sebagainya.
        Dalam proses pembelajaran guru/pendidik disebut sebagai komunikator.
              Komunikator adalah seorang pemimpin dalam pengelolaan
        informasi, yang sedang disampaikan kepada orang lain.
              Dalam proses komunikasi, komunikator memegang peran yang
        sangat penting, terutama dalam mengendalikan jalannya komunikasi.
        Untuk itu komunikator harus terampil berkomunikasi, punya ide yang
        banyuak dan daya kreatifitas.
              Diantara syarat-syarat yang harus dimiliki komunikator adalah :
        1) Mengenal diri sendiri
            Komunikator adalah pengambil inisiatif terjadinya suatu proses
            komunikasi. Oleh karena itu ia harus mengetahui lebih awal tentang
            kesiapan dirinya, pesan yang ingin disampaikan, media yang akan



                                        2
   digunakan, hambatan yang mungkin ditemui, serta khalayak yang
   menerima pesan.
   Dalam kehidupan sehari-hari mengenal diri adalah suatu hal yang
   amat   penting.    Jika   kita   menempatkan        diri    ditengah-tengah
   masyarakat, sebab dengan mengenal diri kita dapat mengetahui
   kelebihan dan kelemahan kita.
2) Kepercayaan
   Kepercayaan    adalah     seperangkat    persepsi     tentang kelebihan-
   kelebihan yang dimiliki untuk dapat diikuti oleh khalayak
   (penerima). Untuk menjadi seorang komunikator yang efektif harus
   memiliki kepercayaan diri yang tinggi.
3) Daya tarik
   Daya tarik salah satu faktor penentu komunikasi. Si pendengar akan
   mengikuti pandangan seorang komunikator, karena ia memiliki daya
   tarik. Sebaliknya jika komunikator tidak memiliki daya tarik maka di
   pendengar tidak akan mengacuhkannya, sehingga pesan yang
   disampaikan akan berlalu begitu saja.
4) Kekuatan
   Kekuatan adalah kepercayaan diri yang harus dimiliki oleh seorang
   komunikator. Jika ia ingin mempengaruhi orang lain. Kekuatan bisa
   juga diartikan sebagai kekuasaan dimna audien dengan mudah
   menerima suatu pendapat. Tentu saja hal itu disampaikan oleh orang
   yang   memiliki    kekuasaan.     Inti   dari    kekuatan     adalah   pada
   kewibawaan.
5) Memiliki keterampilan berkomunikasi
   Keterampilan      berkomunikasi     harus       dimiliki    oleh   seorang
   komunikator, sebab komunikasi harus dimiliki oleh seorang
   komunikan agar dapat diterima seperti yang dimaksud oleh




                               3
          komunikator, kalau komunikator tidak terampil maka komunikasi
          yang dilakukan akan menghadapi hambatan.
      6) Mempunyai pengetahuan yang luas
          Seorang komunikator harus mempunyai pengetahuan yang luas
          terhadap apa yang akan dikomunikasikannya kepada komunikan,
          dengan pengetahuan yang luas komunikator mampu mempengaruhi
          dan meyakinkan komunikan terhadap apa yang disampaikannya.
      Dalam proses pembelajaran guru dalam kedudukannya sebagai
      komunikator, adalah seorang yang akan menyampaikan ilmu kepada
      siswanya. Berhasilnya poses pembelajaran tersebut tergantung pada
      unsur di atas.
3. Pola Komunikasi
          Untuk     mencapai     interaksi    dalam   pembelajaran    dibutuhkan
   komunikasi antara keduanya, yang memadukan dua kegiatan yaitu kegiatan
   mengajar (usaha guru) dan kegiatan belajar (tugas peserta didik). Guru perlu
   mengembnagkan komunikasi yang efektif dalam proses pembelajaran karena
   seringkali    kegagalan   pengajaran      disebabkan   oleh   lemahnya   sisem
   komunikasi.
          Menurut Nana Sudjana ada 3 pola komunikasi dalam proses interaksi
   belajar mengajar. Antara lain :
   1) Komunikasi sebagai aksi atau komunikasi satu arah. Dalam komunikasi
      ini guru berperan sebagai pemberi aksi dan siswa sebagai penerima aksi.
      Guru aktif, siswa pasif.
   2) Komunikasi sebagai interaksi atau komunikasi (2) arah, pada komunikasi
      ini antara guru dan murid memiliki peranan yang sama, yaitu sama-sama
      dapat memberi dan menerima aksi.
   3) Komunikasi sebagai transaksi atau komunikasi banyak arah, komunikasi
      ini tidak hanya melibatkan interaksi antara guru dan murid, tetapi juga
      melibatkan interaksi antara siswa dengan siswa lainnya.



                                      4
 4. Bahasa Komunikasi
        Al Qur’an menuntun kita agar mempergunakan bahasa yang lemah
   lembut, jelas, tegas dan menyentuh jiwa. Dalam berkomunikasi Allah
   menyuruh manusia untuk memberikan bimbingan kepada peserta didik
   dengan menggunakan bahasa yang tepat. Bahasa yang dipakai dalam proses
   pembelajaran dapat diambil dari Al Qur’an diantaranya :
   a. Qaulan Ma’rufan
      Qaulan ma’rufan berarti ucapan yang indah, baik lagi pantas dalam
      tujuan kebaikan, tidak mengandung kemungkaran dan tidak bertentangan
      dari ketentuan Allah . Firman Allah SWT :
            
             
 
  
           
      Artinya :
      Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan
      orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu dan ucapkanlah
      kepada mereka ucapan yang baik. (QS An Nisa : 8)
      Dalam proses pembelajaran pemilihan kata yang baik sangat dibutuhkan
      dalam memberikan pengetahuan mencurahkan pikiran, memecahkan
      masalah dan dalam transformasi ilmu pengetahuan alam.
   b. Qaulan kariman
      Qaulan kariman berarti ucapan yang mulia, lembut, bermanfaat dan baik
      dengan menjaga adab sopan santun, ketenangan dan kemuliaan. Firman
      Allah :
             
         
 
         
     


                                    5
       
   
         

      Artinya :
      Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah
      selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baki pada Ibu bapakmu dengan
      sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-
      duanya samai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali
      janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ”ah” dan
      janganlah kamu membentak mereka ucapkanlah kepada mereka
      perkataan mulia. (QS l Isra : 23)
      Dalam proses pembelajaran kata-kata yang mulia sebagai salah satu cara
      menarik dan mencermati peserta didik guru harus memberikan
      penghargaan yang tinggi kepada peserta didik mengucapkan kata-kata
      yang mulia dan menunjukkan sikap yang baik.
   c. Qaulan Maisuran
      Qaulan maisuran adalah tutur kata yang ringan, mudah dipahami,
      bermuatan penghargaan sebagai penawar hati peserta didik Musthafa al-
      Maraghi dalam tatsirnya memberikan qaulan maisuran sebagai ucapan
      yang mudah lagi lembut. Firman Allah SWT :
         
        
   
                
      Artinya :
      "Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari
      Tuhanmu yang kamu harapkan, maka katakanlah, kepada mereka
      ucapan yang pantas ". (Q.S. al-Isra : 28)
      Penekanan pada pengertian ayat di atas adalah bahwa materi




                                    6
      disampaikan kepada peserta didik dilakukan dengan bahasa ringan, jelas
      dan mudah dipahami serta melegakan perasaan peserta didik.
   d. Qaulan Laiyinan
      Qaulan laiyinan berarti perkataan dengan kalimat yang simpatik, halus
      mudah dicema dan ramah, agar berbekas pada jiwa, berkesan serta
      bermanfaat. Firman Allah SWT:
   
   
                
      Artinya
      "Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata kata yang
      lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut. (QS. Thaha : 44)
            Pada pengertian di atas terdapat unsur persuasif dalam memberi
      bimbingan kepada peserta didik. Berbicara dengan lemah lembut tanpa
      emosi, tidak ada caci maki dan melecehkannya. Kesannya mengarah
      kepada komunikasi yang efektif dalam berdialog.
   e. Qoulan Balighan
            Qaulan balighan adalah perkataan yang membekas di dalam
      sebelumnya tertutup hingga menimbulkan kesadaran yang mendalam.
      Firman Allah SWT
      
             
   
        
                      
      Artinya :
      Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang dalam
      hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, berilah mereka
      pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkatan, yang berbekas pada
      jiwa mereka. (QS. An-Nisa' : 63)
            Berdasarkan pemahaman ayat di atas bimbingan terhadap peserta



                                   7
     didik melalui Qaulan balighah diperlukan dalam komunikasi yang
     dengan menembus dan menggugah jiwa peserta didik Berta menyentuh
     perasaan dengan tepat. Bahasa yang digunakan adalah bahasa yang
     mengesankan membekas pads hati sehingga peserta didik dapat
     menerima kebenaran merubah tingkah lakunya kepada jalan yang
     diridhai Allah SWT.
  f. Qaulan Sadidan
           Qaulan Salidan berarti ucapan yang benar dan segala sesuatu yang
     hak. Firman Allah SWT :
        
  
   
                       
     Artinya :
     Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan
     katakanlah perkataan yang benar (QS. al-Ahzab. : 70)
           Dalam proses pembelajaran perkataan yang jujur dengan orientasi
     mencapai kebenaran dibutuhkan untuk menanamkan (intemalisasi) nilai-
     nilai kepada peserta didik.
           Bahasa dan pendekatan Qur’ani tersebut di atas menuntut kepada
     pendidikan untuk berorientasi kepada "educational needs " dari anak
     didik di mama faktor "human nature " yang potensial tiap pribadi anak
     dijadikan sentrum proses kependidikan sampai kepada batas maksimal.
     perkembangannya.




                                   8
                                   BAB III
                                  PENUTUP




A. Kesimpulan
           Berdasarkan beberapa penjelasan pada pembahasan dapat kita ketahui
  bahwa komuniksi dan informasi dalam proses pembelajaran sangat penting.
  Karena untuk mengatur lingkungannya dengan membangun antar sesama
  manusia di dalam proses pembelajaran.
           Terdapat beberapa aspek dalam komunikasi antara lain unsur komuniksi
  yang terdiri dari komunikan dan komunikator, pola komunikasi dan didukung
  oleh bahasa komunikasi.


B. Saran
           Dalam era globalisasi yang semakin maju, hendaknya komunikator
  dalam proses pembelajaran menyesuaikan diri dalam pemakaian alat (sarana dan
  prasarana) yang semakin canggih seperti internet, mobile information dan lain-
  lain.




                                       9
                             DAFTAR PUSTAKA




Ramayulis, 2006. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta : Kalam Mulia




                                      10
     KOMUNIKASI DAN INFORMASI
    DALAM PROSES PEMBELAJARAN

     Disusun untuk memenuhi salah satu tugas
          Mata Kuliah Ilmu Pendidikan




                 Disusun Oleh :

         2.   ZUBAIDAH
         3.   ROHMI UMU FITRIYAH
         4.   MAFTUHATUR ROHMAH
         5.   NUFITA LINAWATI ROHMAH




SEKOLAH ISLAM BANI FATTAH (STIBAFA)
      TAMBAKBERAS JOMBANG
               2009
                             KATA PENGANTAR




         Alhamdulillahi robbil ‘alamin … segala puji bagi Allah SWT, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, taufiq dan inayah-Nya kepada kita semua dan
mudah-mudahan kita selalu mendapat ridlo serta selalu ada di jalan-Nya.
         Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Nabi
Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari jalan kegelapan menuju jalan
yang terang benderang (dinul Islam) yang senantiasa kita nantikn syafaatnya kelak
di hari akhir.
         Penyusun menyadari bahwa ilmu pendidikan merupakan fundamen,
mengantarkan manusia membentuk dirinya sendiri yang memiliki kemampuan
untuk berkembang dan pendidikan sendiri merupakan kebutuhan paedagogis bagi
manusia, oleh sebab itu selain disebut sebagai homo sapiens (makhluk sosial)
manusia juga disebut homo enducandum (makhluk yang harus dididik) sebab
manusia termasuk katagori animal educable (makhluk yang bisa dididik)
mempunyai ratio sehingga mempunyai kecenderungn berilmu pengetahuan.
         Harapan kami semoga makalah ini bisa menambah khasanah keilmuan para
pembaca yang budiman, bila terdapat khilaf kami mohon maaf. Oleh karena itu
saran dan kritik dari pembaca sangat kami harapkan. Akhir kata, semoga
bermanfaat. Amin ...




                                        ii
                                                  DAFTAR ISI




HALAMAN JUDUL ........................................................................................               i
KATA PENGANTAR ......................................................................................                ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................      iii


BAB I           : PENDAHULUAN .....................................................................                  1


BAB II          : PEMBAHASAN ........................................................................                2
                    A. Komunikasi .........................................................................          2
                         1. Pengertian Komuniksi .....................................................               2
                         2. Unsur-Unsur Komunikasi ..............................................                    2
                         3. Pola Komunikasi .............................................................            4
                         4. Bahasa Komunikasi ........................................................               5


BAB III         : PENUTUP ..................................................................................         9
                    A. Kesimpulan ..........................................................................         9
                    B. Saran ....................................................................................    9


DAFTAR PUSTAKA




                                                          iii