Docstoc

Penetapan Tujuan Organisasi - DOC - DOC

Document Sample
Penetapan Tujuan Organisasi - DOC - DOC Powered By Docstoc
					                                         BAB I
                                PENDAHULUAN

Meskipun studi ini menelusuri akarnya kepada Max Weber dan para pakar yang
sebelumnya, studi organisasi biasanya dianggap baru dimulai sebagai disiplin akademik
bersamaan dengan munculnya manajemen ilmiah pada tahun 1890-an, dengan Taylorisme
yang mewakili puncak dari gerakan ini. Para tokoh manajemen ilmiah berpendapat bahwa
rasionalisasi terhadap organisasi dengan rangkaian instruksi dan studi tentang gerak-waktu
akan menyebabkan peningkatan produktivitas. Studi tentang berbagai sistem kompensasi
pun dilakukan.

Setelah Perang Dunia I, fokus dari studi organisasi bergeser kepada analisis tentang
bagaimana faktor-faktor manusia dan psikologi mempengaruhi organisasi. Ini adalah
transformasi yang didorong oleh penemuan tentang Dampak Hawthorne. Gerakan hubungan
antar manusia ini lebih terpusat pada tim, motivasi, dan aktualisasi tujuan-tujuan individu di
dalam organisasi.

Para pakar terkemuka pada tahap awal ini mencakup:

      Chester Barnard
      Henri Fayol
      Mary Parker Follett
      Frederick Herzberg
      Abraham Maslow
      David McClelland
      Victor Vroom

Perang Dunia II menghasilkan pergeseran lebih lanjut dari bidang ini, ketika penemuan
logistik besar-besaran dan penelitian operasi menyebabkan munculnya minat yang baru
terhadap sistem dan pendekatan rasionalistik terhadap studi organisasi.

Pada tahun 1960-an dan 1970-an, bidang ini sangat dipengaruhi oleh [[psikologi sosial[[ dan
tekanan dalam studi akademiknya dipusatkan pada penelitian kuantitatif.



                                              1
Sejak tahun 1980-an, penjelasan-penjelasan budaya tentang organisasi dan perubahan
menjadi bagian yang penting dari studi ini. Metode-metode kualitatif dalam studi ini
menjadi makin diterima, dengan memanfaatkan pendekatan-pendekatan dari antropologi,
psikologi dan sosiologi.




A. Definisi Organisasi

Suatu organisasi di bentuk karena mempunyai dasar dan tujuan yang ingin dicapai
pencapaian tujuan bukan hanya kepuasan individual,tetapi kepuasan dan manfaat bersama.

Untuk itu kalau kita berbicara tentang organisasi maka sebagian dari para ahli berpendapat
,bahwa organisasi ditinjau dari segi etimologis {Bhs} adalah berasal dari kata “organ”yang
berarti susunan badan manusia yang terdiri dari berbagai bagian menuju satu tujuan .jika
ditinjau dari

terminology {istilah}sebagaimana yang dikemukakan oleh James D Mooney ,organisasi
adalah bentuk perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama.akan tetapi perlu
kita fahami bahwa yang menjadi dasar organisasi,bukan “SIAPANYA”akan tetapi
“APANYA”yang berarti bahwa yang dipentingkan bukan siapa orang yang akan memegang
organisasi ,tetapi “APAKAH”tugas dari dari organisasi ?.Masih banyak rumusan-rumusan
pendapat tentang organisasi ,akan tetapi dapat kita ambil kesimpulan ada kesamaan dasar
tentang organisasi .

    a. Adanya sekelompok orang yang saling bekerjasama.
    b.   Adanya tujuan yang sama .
    c. Adanya bentuk /.struktur.
    d. d. Adanya aktivitas.




                                            2
B . Prinsip Organisasi .

Suatu organisasi bisa dikatakan solid jika memiliki sifat sbb.

    1. mempunyai tujuan yang jelas
    2. tujuan organisasi harus di terima dan di fahami oelh setiap orang di dalam organisasi.
    3.   memiliki kesatuan arah.
    4. adanya keseimbangan antara wewenang dan tanggungjawab.
    5. berkesinambungan .
    6. penempatan orang harus sesuai ahlinya.
    7. adanya pembagian tugas.

C. Manfaat Organisasi

a. Menumbuhkan rasa kebersamaan.

b. Memperkuat tali persaudaraan.

c. Menyebarkan rasa tolong menolong.

d. Memperkaya informasi.

e. Meningkatkan kualitas pribadi.

f. Membangkitkan semangat juang..

g. Meningkatkan kualitas fakir.

h. Mengurangi sifat egoisme.

i. Membina kesatuan berfikir untuk menyamakanpemahaman mencapai tujuan.

j. Melatih toleransi.




                                              3
                                       BAB II
                                PEMBAHASAN

Penetapan Misi dan Tujuan Tujuan Organisasi

Sebelum menentukan tujuan – tujuan terlebih dahulu harus menetapkan misi organisasi.
Misi adalah suatu pernyataan umum dan abadi tentang maksud organisasi, Misi Organisasi
adalah maksud khas (unik) dan mendasar yang membedakan organisasi dari organisasi
lainnya dan mengidentifikasikan ruang lingkup operasi dalam hal produk dan pasar.

Tujuan Organisasi merupakan pernyataan tentang keadaaan atau situasi yang tidak terdapat
sekarang tetapi untuk dicapai diwaktu yang akan datang melalui kegiatan – kegiatan
organisasi.

Tujuan umum (tujuan strategic) yang dipilih akan menentukan kegiatan – kegiatan dan
mengikat sumber daya-sumber daya untuk jangka waktu yang panjang.

Tujuan khusus secara fungsional berdiri sendiri tetapi secara operasional terangkai dalam
pemberian pedoman pencapaian tujuan organisasi.

Bahaya dari Penetapan Tujuan Organisasi

(Vibizmanagement – Strategic) – Salah satu tanggung jawab yang diemban oleh seorang
pemimpin adalah menetapkan tujuan bagi organisasi. Namun, pemimpin kerapkali salah
dalam menetapkan tujuan ini, sehingga justru mengakibatkan dampak buruk dan bencana
alias senjata makan tuan.

Riset Lisa D. Ordonez, Maurice Shweitzer dan dua koleganya yang lain, meneliti mengenai
masalah ini, seperti pada working paper “Goals Gone Wild: The Systematic Side Effects of
Over-Prescribing Goal Setting” dimana penetapan tujuan organisasi justru kerap kali
mengakibatkan bencana.




                                            4
Tujuan yang Terlalu Spesifik

Tujuan mempersempit fokus seseorang terhadap satu hal, sehingga kadang menghilangkan
masalah-masalah penting yang sepertinya tidak terkait dengan tujuan yang dikejar. Masalah
juga muncul ketika beberapa tujuan yang berbeda sama-sama dikejar dalam satu waktu.
Misalnya, ketika tujuan yang ditetapkan adalah produktif atau kuantitas, kadang seringkali
orang jadi kurang mementingkan kualitas, yang sebenarnya merupakan fitur penting juga.
Hal ini mungkin sekali terjadi pada perusahaan manufaktur, dimana produktivitas pekerja
merupakan hal utama yang dikejar.

Time horizon yang kurang sesuai juga menjadi masalah. Misalnya, riset dari Cheng,
Subramanyam dan Zhang (2005) yang menunjukkan bahwa pada perusahaan yang merilis
laporan keuangan kuartalan cenderung untuk mengalahkan estimasi analis, namun
cenderung kurang berinvestasi dalam R&D. Artinya, dalam memenuhi tujuan jangka
pendek, seringkali melupakan tujuan jangka panjang.

Tujuan Terlalu Menantang (Ambisius)

Tujuan yang terlalu ambisius juga berpeluang untuk mendorong orang untuk melakukan
strategi-strategi yang berisiko untuk mencapai tujuan, bahkan lebih parah lagi, melibatkan
perilaku yang kurang etis. Contohnya adalah kasus Enron, yang melaporkan pendapatan
fiktif. Selain itu, tujuan yang terlalu ambisius dikhawatirkan akan dapat menimbulkan
ketidakpuasan atau gangguan psikologis jika tujuan tersebut gagal dicapai.

Mengurangi Motivasi

Usaha dalam pencapaian tujuan juga ditengarai dapat mengurangi motivasi intrinsik dalam
melaksanakan pekerjaan itu sendiri. Hal ini disebabkan karena penekanan reward dari tujuan
lebih diutamakan dari esensi dari pekerjaan itu sendiri.

Hasil-hasil yang dicapai oleh penelitian ini mengimplikasikan supaya dalam menetapkan
tujuan, organisasi perlu untuk mempertimbangkan seluruh aspek yang berkaitan dengan
matang, termasuk risiko-risiko yang dimunculkan oleh usaha pencapaian tujuan tersebut.
Sehingga, tidak akan ditemui kasus-kasus seperti konflik tujuan, perilaku yang kurang etis,
terhambatnya proses pembelajaran, dan lainnya.


                                               5
Fungsi Tujuan Organisasi

   1. Pedoman bagi kegiatan, melalui penggambaran hasil akhir diwaktu yang akan
       datang. Memberikan arah dan pemusatan kegiatan organisasi mengenai apa yang
       harus atau tidak dilakukan.
   2. Sumber legitimasi, melalui pembenaran kegiatan – kegiatannya. Akan meningkatkan
       kemampuan organisasi untuk mendapatkan berbagai sumber daya dan dukungan dari
       lingkungan sekitarnya.
   3. Standar pelaksanaan, memberikan standar langsung bagi penilaian pelaksanaan
       kegiatan (prestasi organisasi).
   4. Sumber motivasi, karena sering memberikan insentif bagi para anggota.
   5. Dasar rasional pengorganisasian, karena antara tujuan dan struktur organisasi saling
       berinteraksi dalam kegiatan – kegiatan untuk mencapai tujuan.

A. Pengertian Arti Definisai Struktur Organisasi

Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang
ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk
mencapai tujuan. Struktur Organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan
pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi
dibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan wewenang siapa
melapor kepada siapa.

B. 4 Elemen Struktur Organisasi

Empat elemen dalam struktur organisasi yaitu :

   1. Adanya spesialisasi kegiatan kerja
   2. Adanya standardisasi kegiatan kerja
   3. Adanya koordinasi kegiatan kerja
   4. Besaran seluruh organisasi.




                                            6
Macam/Jenis Bentuk-Bentuk Struktur Organisasi / Departementalisasi Perusahaan
Bisnis

Pegawai atau karyawan dalam suatu perusahaan terhubung dalam suatu kesatuan struktur
yang menyatu dengan tujuan agar pekerjaan yang ada dapat terselesaikan dengan lebih baik
dibandingkan tanpa adanya pembagian bagian tugas kerja.

Untuk melakukan pengumpulan orang-orang dalam suatu unit, divisi, bagian ataupun
departemen dengan tugas pekerjan yang berkaitan diadakan kegaitan departementalization
atau departementalisasi.

Pembagian departemen atau unit pada struktur organisasi dapat dibagi menjadi 3 (tiga)
macam :

1. Departementalisasi Menurut Fungsi

Pada pembagian ini orang yang memiliki fungsi yang terikat dikelompokkan menjadi satu.
Umum terjadi pada organisasi kecil dengan sumber daya terbatas dengan produksi lini
produk yang tidak banyak. Biasanya dibagi dalam bagian keuangan, pemasaran, umum,
produksi, dan lain sebagainya.

2. Departementalisasi Menurut Produk / Pasar

Pada jenis departementalisasi ini orang-orang atau sumber daya yang ada dibagi ke dalam
departementalisasi menurut fungsi serta dibagi juga ke dalam tiap-tiap lini produk, wilayah
geografis, menurut jenis konsumen, dan lain sebagainya.

3. Departementalisasi Organisasi Matrix / Matriks

Bentut organisasi matriks marupakan gabungan dari departementalisasi menurut fungsional
dan departementalisasi menurut proyek. Seorang pegawai dapat memiliki dua posisi baik
secara fungsi maupun proyek sehingga otomatis akan memiliki dua atasan / komando ganda.
Proyek biasanya diadakan secara tidak menentu dan sifatnya tidak tetap.




                                             7
2. Fungsi Pengorganisasian / Organizing

Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan
sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah
ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.

Asas-asas Menyusun Organisasi Manajemen

   1. Asas The Right Man on The Right Place
          o   job specification digunakan untuk memenuhi asas ini
          o   Right Man terikat oleh waktu. Contoh, jika pada suatu ketika seorang sopir
              bis mengalami kecelakaan sehingga kaki atau tangannya harus diamputasi
              maka ia tidak memenuhi job specification lagi sebagai seorang sopir yaitu
              bahwa sopir tidak diperkenankan mempunyai cacat tubuh yang bisa
              mengurangi kinerjanya.
   2. Asas Kesatuan Komando
          o   Sekelompok jabatan harus di bawah satu komando. Hal ini dimaksudkan
              untuk:
                       Memperlancar usaha
                       Memperoleh kepastian siapa yang berhak memerintah, memberi
                        instruksi, dan siapa yang harus diberi laporan.
                       Diketahui dengan pasti siapa yang bertanggung jawab jika terjadi
                        kegagalan dan siapa yang akan merasa memiliki jika sukses.
   3. Asas Hierarki
    Hierarki artinya berjenjang. Jadi dalam organisasi harus ada atasan dan ada bawahan
       (jenjang karier).
   4. Asas Koordinasi
    Orang-orang dalam satu komando, kegiatannya harus saling berkaitan sehingga timbul
       kerjasama.

   5. Asas Rentang Kendali
          o   Kemampuan satu orang untuk mengendalikan anak buah adalah terbatas,
              sehingga seorang pimpinan tidak boleh mempunyai anak buah terlalu banyak
              di luar rentang kendalinya.
                                               8
          o   Semakin ke atas, rentang kendali semakin sempit. Semakin tinggi tingkat
              pendidikan orang yang diatur, rentang kendalinya semakin sempit.

Jenis-jenis Organisasi

   1. Organisasi Garis

          o   Yaitu organisasi di mana wewenang mengalir lurus dari atas ke bawah,
              sedangkan pertanggungjawaban mengalir lurus dari bawah ke atas.
          o   Kelebihan dari organisasi jenis ini adalah bahwa dalam organisasi hanya ada
              satu pimpinan sehingga setiap orang jelas kepada siapa bertanggungjawab
              dan dari siapa perintah dating. Selain itu, keputusan bisa diambil dengan
              cepat karena hanya ada satu pimpinan sehingga perusahaan dapat berjalan
              lancer.
          o   Kekurangan dari organisasi jenis ini adalah bahwa kemampuan satu orang
              terbatas sehingga keputusan yang diambil belum tentu yang terbaik karena
              hanya merupakan buah pikiran satu orang.

   2. Organisasi Garis dan Staff

          o   Yaitu organisasi garis dengan penambahan staff ahli pada pimpinan-
              pimpinan yang memerlukan. Staff ahli terdiri atas orang-orang ahli yang
              berpengetahuan tetapi bukan praktisi.
          o   Kelebihan dari organisasi jenis ini adalah menghilangkan kekurangan dari
              organisasi garis. Dengan adanya staff ahli diharapkan keputusan yang diambil
              adalah keputusan yang terbaik. Kelebihan yang ada pada organisasi garis juga
              merupakan kelebihan dari organisasi ini.
          o   Kekurangan dari organisasi jenis ini adalah bahwa pengambilan keputusan
              menjadi lambat karena ada diskusi terlebih dahulu dengan staff ahli. Selain
              itu, dalam organisasi jenis ini bisa saja terjadi perselisihan antara staff ahli
              dengan pimpinan yang didampinginya. Perselisihan muncul karena saran-
              saran dari staff ahli tidak semuanya dipakai oleh pimpinan yang
              didampinginya. Staff ahli adalah orang berilmu bukan praktisi, sedangkan
              pimpinan adalah seorang praktisi. Terkadang ilmu dan praktek berbeda.



                                             9
Management by Objectives (MBO)

Apakah yang dimaksud dengan MBO?


Manajemen dengan tujuan (MBO) adalah sebuah Pendekatan sistematis dan terorganisir yang
memungkinkan manajemen untuk fokus pada tujuan dapat dicapai dan untuk Mencapai hasil terbaik
dari sumber daya yang tersedia. Manajemen dengan tujuan (MBO) adalah sebuah pendekatan
sistematis dan terorganisir yang memungkinkan manajemen untuk fokus pada tujuan dapat dicapai
dan untuk mencapai hasil terbaik dari sumber daya yang tersedia.

Tujuan

Ini bertujuan untuk Meningkatkan kinerja dan tujuan organisasi dengan tujuan menyelaraskan
Bawahan seluruh organisasi. Ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja organisasi dengan tujuan dan
bawahan menyelaraskan tujuan seluruh organisasi. Idealnya, karyawan mendapatkan masukan yang
kuat untuk mengidentifikasi tujuan-tujuan mereka, batas waktu untuk penyelesaian, dll Idealnya,
karyawan mendapatkan masukan yang kuat untuk mengidentifikasi tujuan-tujuan mereka, batas
waktu untuk penyelesaian, dll termasuk Pelacakan MBO berkelanjutan dan umpan balik dalam
proses untuk Mencapai tujuan . MBO meliputi pelacakan dan umpan balik yang terus-menerus
dalam proses untuk mencapai tujuan.

Management by Objectives (MBO) pertama kali diuraikan oleh Peter Drucker pada tahun 1954
dalam bukunya 'The Practice of Management'. Management by Objectives (MBO) pertama kali
diuraikan oleh Peter Drucker pada tahun 1954 dalam bukunya 'The Practice of Management'. Pada
tahun 90-an, Peter Drucker sendiri metode Mengurangi arti penting manajemen organisasi ini,
Ketika ia berkata: "Hanya saja alat yang lain. Hal ini tidak besar obat untuk inefisiensi manajemen ...
Management by Objectives berfungsi Jika Anda tahu tujuan, 90% dari waktu Anda tidak. "Di tahun
90-an, Peter Drucker sendiri mengurangi arti penting metode manajemen organisasi ini, ketika ia
berkata:" Hanya saja tool yang lain. Hal ini tidak besar inefisiensi manajemen obat untuk ...
Management by Objectives berfungsi jika Anda tahu tujuan, 90% dari waktu Anda tidak. "
Konsep Core Core Concepts

Menurut manajer Drucker harus "aktivitas Menghindari Jebakan", mendapatkan begitu Terlibat
dalam kegiatan sehari-hari mereka lupa Bahwa tujuan utama atau tujuan mereka. Menurut Drucker
manajer harus "menghindari aktivitas jebakan", mendapatkan begitu terlibat dalam kegiatan sehari-
hari mereka lupa bahwa tujuan utama mereka atau tujuan. Alih-alih hanya Beberapa manajer puncak,
semua manajer harus: Alih-alih hanya beberapa manajer top, semua manajer harus:




                                                  10
       berpartisipasi dalam proses perencanaan strategis, dalam rangka untuk Meningkatkan
        implementability dari rencana, dan berpartisipasi dalam proses perencanaan strategis, dalam
        rangka untuk meningkatkan implementability dari rencana, dan

       menerapkan berbagai sistem kinerja, yang dirancang untuk membantu organisasi tetap di
        jalur yang benar. menerapkan berbagai sistem kinerja, yang dirancang untuk membantu
        organisasi tetap di jalur yang benar.

Fokus Manajerial Fokus Manajerial

MBO manajer berfokus pada hasil, bukan kegiatan. MBO manajer berfokus pada hasil, bukan
kegiatan. Mereka mendelegasikan tugas oleh "menegosiasikan kontrak tujuan" Bawahan dengan
mereka tanpa mendiktekan rinci peta jalan untuk pelaksanaannya. Mereka mendelegasikan tugas
oleh "menegosiasikan kontrak tujuan" dengan bawahan mereka tanpa mendiktekan rinci peta jalan
untuk pelaksanaannya. Management by Objectives (MBO) adalah mengenai bagaimana menyetel
sendiri Kemudian tujuan dan pecah ke bawah ini lebih Spesifik hasil atau tujuan kunci. Management
by Objectives (MBO) adalah mengenai bagaimana menyetel sendiri tujuan dan kemudian pecah ke
bawah ini lebih spesifik tujuan atau hasil kunci.


Prinsip Utama Prinsip utama


Prinsip di balik Management by Objectives (MBO) adalah untuk memastikan Bahwa setiap orang
dalam organisasi memiliki Pemahaman yang jelas tentang tujuan, atau tujuan, organisasi itu, serta
kesadaran mereka akan Peran dan tanggung jawab sendiri dalam Mencapai tujuan tersebut. Prinsip
di balik Management by Objectives (MBO) adalah untuk memastikan bahwa setiap orang dalam
organisasi memiliki pemahaman yang jelas tentang tujuan, atau tujuan, organisasi itu, serta
kesadaran akan peran mereka sendiri dan tanggung jawab dalam mencapai tujuan tersebut. Sistem
yang lengkap MBO adalah untuk mendapatkan manajer dan karyawan diberdayakan dan
BERTINDAK Mencapai untuk melaksanakan rencana-rencana mereka, yang secara otomatis
Mencapai orang-orang dari organisasi. Sistem MBO yang lengkap adalah untuk mendapatkan
manajer dan karyawan diberdayakan bertindak untuk melaksanakan dan mencapai rencana-rencana
mereka, yang secara otomatis mencapai orang-orang dari organisasi.


Dimana Gunakan MBO
MBO gaya yang cocok untuk perusahaan berbasis pengetahuan saat staf Anda kompeten. MBO gaya
yang cocok untuk perusahaan berbasis pengetahuan saat staf Anda kompeten. Hal yang pantas dalam
Situasi di mana Anda ingin membangun karyawan manajemen dan Kepemimpinan diri menyadap
keahlian dan kreativitas, pengetahuan tacit dan Inisiatif. Hal yang pantas dalam situasi di mana Anda

                                                    11
ingin membangun karyawan manajemen dan keterampilan kepemimpinan diri dan tekan kreativitas
mereka, diam-diam pengetahuan dan inisiatif.


Inspiring Budaya Inspiring Budaya
Management by Objectives (MBO) juga Digunakan oleh Eksekutif kepala perusahaan Multinasional
(perusahaan Multinasional) untuk negara manajer mereka di luar negeri. Management by Objectives
(MBO) juga digunakan oleh kepala eksekutif perusahaan multinasional (perusahaan multinasional)
untuk negara mereka manajer di luar negeri.


Menetapkan Tujuan
Dalam Management by Objectives (MBO) sistem, tujuan yang tertulis untuk setiap tingkat
organisasi, dan individu diberikan tujuan dan target spesifik. "Prinsip di balik ini adalah untuk
memastikan bahwa orang tahu apa yang organisasi yang berusaha untuk mencapai, apa yang mereka
bagian dari organisasi harus lakukan untuk memenuhi tujuan, dan bagaimana, sebagai individu,
mereka diharapkan untuk membantu. Hal ini mengandaikan bahwa program-program organisasi dan
metode dianggap telah sepenuhnya. Jika mereka belum, mulailah dengan membangun tujuan tim dan
meminta anggota tim untuk berbagi dalam proses.

"Satu hal suatu sistem MBO harus menyediakan adalah fokus", kata Andy Grove yang antusias
berlatih MBO di Intel. Jadi, memiliki tujuan Anda tepat dan menjaga jumlah mereka kecil.
Kebanyakan orang tidak mematuhi aturan ini, cobalah untuk berfokus pada segala sesuatu, dan
berakhir dengan tidak fokus sama sekali.

Untuk Management by Objectives (MBO) untuk menjadi efektif, setiap manajer harus memahami
tujuan-tujuan spesifik dari pekerjaan mereka dan bagaimana tujuan tersebut sesuai dengan tujuan
perusahaan secara keseluruhan yang ditetapkan oleh dewan direksi. "Seorang manajer pekerjaan
harus didasarkan pada tugas yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan ... manajer
harus   diarahkan   dan   dikontrol   oleh    tujuan-tujuan   kinerja   daripada   oleh   bosnya."   1
Para manajer dari berbagai unit atau sub-unit, atau bagian dari sebuah organisasi tidak hanya harus
tahu tujuan dari unit mereka tetapi harus juga secara aktif berpartisipasi dalam penetapan sasaran-
sasaran ini dan membuat tanggung jawab untuk mereka.

Mekanisme peninjauan memungkinkan para pemimpin untuk mengukur kinerja manajer mereka,
terutama di daerah-daerah hasil kunci: marketing; inovasi; organisasi manusia, sumber daya
keuangan, sumber daya fisik; produktivitas tanggung jawab sosial dan persyaratan keuntungan.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir pendapat telah menjauh dari gagasan menempatkan manajer
menjadi formal, sistem kaku tujuan. Hari ini, ketika fleksibilitas maksimum adalah penting,
mencapai tujuan dengan tepat lebih penting.

                                                  12
                                        BAB II

                                     PENUTUP
Kesimpulan

Seperti telah diuraikan di atas, Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam
Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur
organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan
demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.

Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi.
Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan bagaimana
fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi).
Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan,
saluran perintah dan penyampaian laporan.

Saran

Perilaku organisasi saat ini merupakan bidang studi yang berkembang. Jurusan studi
organisasi pada umumnya ditempatkan dalam sekolah-sekolah bisnis, meskipun banyak
universitas yang juga mempunyai program psikologi industri dan ekonomi industri pula.

Bidang ini sangat berpengaruh dalam dunia bisnis dengan para praktisi seperti Peter Drucker
dan Peter Senge yang mengubah penelitian akademik menjadi praktik bisnis. Perilaku
organisasi menjadi semakin penting dalam ekonomi global ketika orang dengan berbagai
latar belakang dan nilai budaya harus bekerja bersama-sama secara efektif dan efisien.
Namun bidang ini juga semakin dikritik sebagai suatu bidang studi karena asumsi-
asumsinya yang etnosentris dan pro-kapitalis (lihat Studi Manajemen Kritis)




                                             13

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:1846
posted:2/8/2011
language:Indonesian
pages:13