Hubungan Filsafat dengan Ilmu

Document Sample
Hubungan Filsafat dengan Ilmu Powered By Docstoc
					                                    BAB I
                              PENDAHULUAN




        Menurut catatan sejarah, filsafat Barat bermula di Yunani. Bangsa
Yunani mulai mempergunakan akal ketika mempertanyakan mitos yang
berkembang di masyarakat sekitar abad VI SM. Perkembangan pemikiran ini
menandai usaha manusia untuk mempergunakan akal dalam memahami segala
sesuatu. Pemikiran Yunani sebagai embrio filsafat Barat berkembang menjadi
titik tolak pemikiran Barat abad pertengahan, modern dan masa berikutnya.
        Barat menempatkan filsafat sebagai sumber pengetahuan dan pedoman
hidup, memang harus diakui bahwa hubungan filsafat dan ilmu pengetahun
saling berkaitan.
        Makalah ini akan mendiskripsikan hubungan filsafat dan ilmu
pengetahuan sebagai sebuah survei sejarah lintas periode.
                                           BAB II
                                      PEMBAHASAN




            Hubungan Filsafat Barat dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan
1. Pengertian Ilmu Pengetahuan
      Ilmu pengetahuan : suatu sistem dari pelbagai pengetahuan yang masing-
      masing mengenai suatu lapangan pengalaman tertentu yang disusun
      sedemikian rupa menurut asas-asas tertentu, hingga menjadi kesatuan.
2. Pengertian Filsafat
      Filsafat secara etimologi bermakna cinta kebijaksanaan, cinta kearifan, cinta
      pengetahuan.
      Sedangkan filsafat secara terminologi terdapat banyak definisi, beragamnya
      definisi filsafat menunjukkan bahwa manusia memiliki kebebasan untuk
      memilih sudut pandang dalam memikirkan filsafat. Berikut hanya
      mengambil beberapa definisi dari beberapa filsuf dan ahli filsafat,
      diantaranya :1
      a. Plato
          Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang beusaha meraih kebenaran yang
          asli dan murni. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa filsafat adalah
          penyelidikan tentang sebab-sebab dan asas-asas yang paling akhir dari
          segala sesuatu yang ada
      b. Aristoteles
          Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang senantiasa berupaya mencari
          prinsip-prinsip dan penyebab-penyebab dari realitas yang ada.
      c. Rene Descrates
          Filsafat adalah himpunan dari segala pengetahuan yang pangkal
          penyelidikannya adalah mengenai Tuhan, alam, dan manusia.




1
    Ali Maksum, Pengantar Filsafat, (Ar-Ruzz Media, hal 17)
               Secara historis, semua ilmu pengetahuan yang dikenal dewasa ini,
      pernah menjadi bagian dan filsafat yang dianggap sebagai induk dari segala
      pengetahuan dan filsafat pada waktu itu mencakup pula segala usaha
      pemikiran mengenai masyarakat. Lama-kelamaan, dengan perkembangan
      zaman dan tumbuhnya peradaban manusia, pelbagai ilmu pengetahuan –
      yang semula tergabung dalam filsafat — memisahkan diri dan mengejar
      tujuan masing-masing. Astronomi (ilmu perbintangan) dan fisika (ilmu
      alam) merupakan cabang-cabang filsafat yang memisahkan diri yang
      kemudian diikuti oleh ilmu kimia, biologi, dan geologi. Pada abad ke-19,
      dua ilmu pengetahuan baru muncul, yaitu psikologi (ilmu yang mempelajari
      perilaku dan sifat-sifat manusia) dan sosiologi (ilmu yang mempelajari
      masyarakat). Atronomi, pada mulanya merupakan bagian dari filsafat yang
      bernama kosmologi, sedangkan filsafat alamiah, filsafat kejiwaan, dan
      filsafat sosial, masing-masing menjadi fisika, psikologi, dan sosiologi.
               Meskipun dalam perkembangannya setiap ilmu, memisahkan diri dari
      filsafat, ini, tidak berarti antara ilmu-ilmu khusus dengan filsafat tidak ada
      hubungannya sama sekali. Tetap masih ada ciri khusus dan batas-batas yang
      tegas yang dimiliki setiap ilmu. Dengan kata lain, di antara masing-masing
      ilmu itu tidak ada yang menghubungkan. Di sinilah filsafat berusaha
      menyatupadukan masing-masing ilmu yang terpecah belah itu.
               Ada interaksi tau kesalinghubungan antara ilmu dengan filsafat.
      Banyak persoalan filsafat yang memerlukan lanjutan dasar pada pengetahuan
      ilmiah apabila membahasannya tidak ingin dangkal dan keliru. Demikian
      pula ilmu dewasa ini dapat menyediakan bagi filsafat sejumlah besar bahan-
      bahan yang berupa fakta-fakta yang sangat penting bagi perkembangan
      gagasan-gagasan filsafati yang tepat sehingga sejalan dengan pengetahuan
      ilmiah.2




2
    Ali Maksum, Pengantar Filsafat, (Ar Ruzz Media, hal 33)
REALITA HUBUNGAN FILSAFAT DENGAN ILMU PENGETAHUAN
          Kita berusaha melihat realita hubungannya, berdasarkan suatu asumsi,
bahwa keduanya merupakan kegiatan manusia. Kegiatan manusia dapat
diartikan dalam prosesnya dan juga dalam hasilnya. Dilihat dari hasilnya, filsafat
dan ilmu merupakan hasil daripada berpikir manusia secara sadar, sedangkan
dilihat dari segi prosesnya, filsafat dan ilmu menunjukkan suatu kegiatan yang
berusaha untuk memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan manusia (untuk
memperoleh kebenaran dan pengetahuan), dengan menggunakan metode-metode
atau prosedur-prosedur tertentu secara sistematis dan kritis.
       Filsafat dan ilmu menuilild hubungan saling melengkapi satu sama lainnya.
Perbedaan antara kedua kegiatan manusia itu, bukan untuk dipertentangkan,
melainkan untuk saling mengisi, saling melengkapi, karena pada hakikatnya,
perbedaan itu terjadi disebabkan cara pendekatan yang berbeda. Maka dalam hal
ini perlu membandingkan antar filsafat dan ilmu, yang menyangkut perbedaan-
perbedaan maupun titik temu antara keduanya.3

a. Hubungan filsafat dan ilmu
      Henderson, memberikan gambaran hubungan (dalam hal ini perbedaan)
      antara filsafat dan ilmu sebagai berikut :
                Ilmu (Science)                                    Filsafat
1) Ank filsafat                                   1) Induk ilmu
2) Analitis; memeriksa semua gejala 2) Sinoptis; memandang dunia dan
   melalui unsur terkecilnya untuk     alam semesta sebagai keseluruhan,
   memperoleh gambaran senyatanya      untuk dapat menerangkannya,
   menurut bagiannya                   menafsirkannya dan memahaminya
                                       secara keseluruhan
3) Menekankan fakta-fakta untuk 3) Bukan saja menekankan keadaan
   melukiskan obyeknya; netral dan sebenarnya dari obyek, melainkan
   mengabstrakkan faktor keinginan juga bagaimana seharusnya obyek
   dan penilaian manusia           itu. Manusia dan nilai merupakan
                                   faktor penting


3
    Drs. Burhanuddin Salam, Pengantar Filsafat, hal 74-75
4) Memulai sesuatu dengan memakai 4) Memeriksa dan meragukan segala
   asumsi-asumsi                               asumsi-asumsi
5) Menggunakan metode eksperimen 5) Menggunakan                 semua    penemuan
   yang terkontrol sebagai cara kerja          ilmu pengetahuan, menguji sesuatu
   dan     sifat     terpenting,   menguji     berdasarkan pengalaman dengan
   sesuatu         dengan    menggunakan       memakai pikiran
   penginderaan


             Semua ilmu sudah dibicarakan dalam filsafat. Bahkan beberapa ilmu
   pengetahuan lahir dari filsafat, berarti ilmu memisahkan diri dari filsafat.
   Misalnya matematika, astronomi, fisika, kimia, biologi, psikologi dan
   sosiologi.
             Ilmu bersifat analitis, ilmu pengetahuan hanya menganggap salah
   satu lapangan pengetahuan sebagai obyek formalnya. Sedangkan filsaft
   belajar dari ilmu pengetahuan dengan menekankan keseluruhan dari sesuatu
   (sinoptis), karena keseluruhan mempunyai sifat sendiri yang tidak ada pada
   bagian-bagiannya.
             Ilmu bersifat deskriptif tentang obyeknya agar dapat menemukan
   fakta-fakta teknik-teknik dan alat-alat. Filsafat tidak hanya melukiskan
   sesuatu, melainkan membantu manusia untuk mengambil putusan-putusan
   tentang tujuan, nilai-nilai dan tentang apa-apa yang harus diperbuat manusia.


b. Titik temu filsfat dan ilmu
             Ada beberapa titik pertemuan antara filsafat dan ilmu, yaitu :
   1) Banyak ahli filsafat yang termasyhur, telah memberikan sumbangannya
         dalam pengembangan ilmu pengetahuan, misalnya Leibiz menemukan
         ”Diferensial Kalkulus”, Whitehead dan Bertrand Russel dengan teori
         matematikanya yang terkenal
   2) Filsafat dan ilmu pengetahuan keduanya menggunakan metode-metode
         reflective thinking di dalam menghadapi fakta-fakta dunia dan hidup ini.
      3) Filsafat dan ilmu keduanya menunjukkan sikap kritis dan terbuka, dan
          memberikan perhatian yang tidak berat sebelah terhadap kebenaran.
      4) Keduanya tertarik terhadap pengetahuan yang terorganisir dan tersusun
          secara sistematis
      5) Ilmu memberi filsafat sejumlah bahan-bahan deskriptif dan faktual serta
          essensial bagi pemikiran filsafat.
      6) Ilmu mengoreksi filsafat dengan jalan menghilangkan sejumlah ide-ide
          yang bertentangan dengan pengetahuan yang ilmiah.
      7) Filsafat     merangkum        pengetahuan       yang   terpotong-potong   yang
          menjadikan bermacan-macam ilmu dan berbeda-beda, dan menyusun
          bahan-bahan tersebut ke dalam suatu pandangan tentang hidup dan dunia
          yang lebih menyeluruh dan terpadu.4




4
    Drs. Burhanuddin Salam, Pengantar Filsafat, hal 77
                                       BAB III
                                    KESIMPULAN




        Adapun kesimpulan yang dapat kita tarik sekarang ialah :
a. Disamping ilmu-ilmu pengetahuan, maka dipergunakan suatu ilmu
   pengetahuan lain lagi, yaitu filsafat
b. Filsafat   itu   erat   hubungannya       dengan     pengetahuan       biasa,   tetapi
   mengatasinya       karena        dilakukan       dengan     cara       ilmiah     dan
   mempertanggungjawabkan jawaban-jawaban yang diberikannya.
   Dengan perkataan lain : Filsafat adalah suatu ilmu pengetahuan yang
   mempunyai sift-sifat ilmu pengetahuan. Akan tetapi jelaslah bahwa filsafat
   tidak termasuk ruangan ilmu pengetahuan yang khusus. Filsafat boleh
   dikatakan suatu ilmu pengetahuan, tetapi obyeknya tak terbatas, jadi
   mengatasi ilmu-ilmu pengetahuan lainnya, merupakan bentuk pengetahuan
   yang tersendiri, tingkatan pengetahuan (level of thought) tersendiri. Tentang
   hubungan     antara filsafat dengan ilmu-ilmu pengetahuan itu telah
   menimbulkan persoalan yang hangat. Pada waktu sekarang dengan tegas
   dibedakan lapangannya masing-masing antara filsafat dan ilmu pengetahuan
c. Sifat khusus dari filsafat ialah bahwa filsafat hendak menunjukkan
   hubungan antara gejala-gejala, yang bersifat keharusan (necessity) artinya
   bahwa gejala-gejala itu memang seharusnya demikian adanya
d. Alat yang dipergunakan dalam penyelidikan itu ialah akal budi, pikiran
   manusia sendiri (by natural light of the human inttellec). Jadi filsafat hanya
   menggunakan budi murni, untuk mencapai sebab-sebab yang terdalam itu,
   tidak berdasarkan pertolongan istimewa dari wahyu Allah atau syarat-syarat
   yang   melampaui        kodrat    budi   murni     kita,   melainkan     berdasarkan
   kekuatannya sendiri, hanya dengan pertolongan panca indera.
                            DAFTAR PUSTAKA




1. Ali Maksum, Pengantar Filsafat, Ar-Ruzz Media
2. Drs. Burhanuddin Salam, Pengantar Filsafat, Bumi Akdara
3. Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, MA, Filsafat Ilmu, Raja Grafindo Persada, 2007
4. Jujun S. Suria Sumantri, Filsafat Ilmu, Muliasari
HUBUNGAN FILSAFAT BARAT DENGAN
      ILMU PENGETAHUAN

            MATA KULIAH :

            FILSAFAT ILMU


          DOSEN PENGAMPU :

     BPK. MOH. SHOLAKHUDDIN, M.Pd.




                 Oleh :

        HIDAYATUL MUSTAFIDAH
           MAHNISSA AININ S.




           PRODI PBA
     SEKOLAH TINGGI ISLAM
   BANI FATTAH TAMBAKBERAS
           JOMBANG
            2008/2009

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:3465
posted:2/7/2011
language:Indonesian
pages:9