Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

Modul Kimia XI semester 2

VIEWS: 922 PAGES: 51

									MODUL KIMIA SMA XII
   SEMESTER II
          Penyusun :
       Ir. Farid Djauhari




SMA WACHID HASYIM 2 TAMAN
        2009-2010
                                         BAB 5
                                   LARUTAN ASAM – BASA


TUJUAN

        Mampu mendeskripsikan teori-teori asam basa

        Mampu menidentifikasikan sifat larutan asam basa

        Memahami derajat keasaman (pH)

        Memahami derajat ionisasi

        Memahami tetapan kesetimbangan asam basa

        Memahami dan menentukan stoikiometri larutan melalui titrasi asam basa

        Mampu menganalisa grafik hasil titrasi asam basa



A.   ASAM DAN BASA



              Menurut Svante Arrhenius ( 1887 ) asam adalah suatu zat yang bila dilarutkan
     dalam air akan menghasilkan ion hidronium ( H+), sedangkan basa adalah suatu zat yang bila
     dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion hidroksida ( OH- ). Dalam asam ada dikenal
     istilah asam monoprotik,asam diprotik,dan asam poliprotik(dalam satu molekul yang
     dihasilkan). Dan berdasarkan banyak sedikitnya ion H+ atau OH-yang dihasilkan asam dan
     basa dibedakan menjadi dua yaitu lemah dan kuat.

     Contoh.5.a.1

     Sebutkan sifat dari larutan dibawah ini!(untuk asam tentukan juga monoprotik,diprotik dan
     poliprotiknya! Mengapa disebut demikian?)
        a. HCl(aq)
        b. NaOH(aq)
        c. H2SO4(aq)

         d. Ba(OH)2(aq)

         e. H3PO4(aq)



     Jawab:

         a.   HCl(aq)  H+(aq) +Cl-(aq)


MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                            Page 2
            Bersifat asam karena karena menghasilkan ion H+. merupakan asam monoprotik
            karena hanya menghasilkan satu ion H+

      b.    NaOH(aq)  Na+(aq) + OH-(aq)

      `     Bersifat basa karena menghasilkan ion OH-



      c.    H2SO4(aq)      2H+(aq) + SO42-(aq)

            Bersifat asam karena karena menghasilkan ion H+. merupakan asam diprotik karena
            hanya menghasilkan dua ion H+



      d.    Ba(OH)2(aq)      Ba2+(aq) + 2OH-(aq)

            Bersifat basa karena menghasilkan ion OH-



      e.    H3PO4(aq)      3H+ + PO43-

            Bersifat asam karena karena menghasilkan ion H+. merupakan asam poliprotik karena
            hanya menghasilkan lebuh dari dua ion H+

   Contoh 5.a.2

   Dari ikatan kimia seperti pada contoh 5.a.1 apa yang dapatdisimpulkan tentang asam dan
   basa!

   Jawab

   Asam umumnya merupakan senyawa kovalen ( non logam dengan non logam ), sedangkan
   basa umumnya merupakan senyawa ionic ( logam dengan nonlogam )



   Contoh 5.a.3

   Mengapa suatu asam atau basa disebut lemah atau kuat ? berikan contoh !

    Jawab

           Asam dikatakan asam lemah apabila jumlah ion H+ yang dihasilkan sedikit. Contoh :
            H2C2O4, CH3COOH, HClO, HClO2, HNO2 dan lain-lain

           Asam dikatakan asam kuat apabila jumlah ion H+ yang dihasilkan banyak. Contoh :
            H2SO4, HNO3, HI, HBr, HCl, HClO3 dan HClO4

           Basa dikatakan basa lemah apabila hanya terionisasi sebagian didalam air Contoh :
            NH3, Al(OH)3, NH4OH, Zn(OH)2, Fe(OH)2, dan lain-lain

MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                          Page 3
            Basa dikatakan basa kuat apabila terionisasi sempurna dalam air. Contoh : KOH,
             NaOH, Ba(OH)2, Ca(OH)2 dan Mg(OH)2



     Contoh 5.a.4

     Mengapa CH3COOH dan C6H5OH bukan merupakan basa ?

     Jawab

     CH3COOH dan C6H5OH dalam air terionisasi menurut reaksi

     CH3COOH (aq)  CH3COO- (aq) + H+
     C6H5OH (aq)       C6H5O- (aq) + H+
     Dari reaksi jelas tidak dihasilkan ion OH- ( basa ) melainkan ion H+ ( asam )




     Contoh 5.a.5

     Dapatkah larutan asam atau basa menghantarkan listrik ? dan bagaimana hantarannya?
     jelaskan !

     Jawab

     Dapat. Karena dalam air asam ataupun basa menghasilkan ion yang dapat membawa muatan
     listrik. Untuk asam dan basa kuat mempunyai daya hantar listrik yang tinggi karena
     mempunyai banyak ion untuk membawa muatan listrik. Sebaliknya asam dan basa lemah
     memiliki daya hantar yang lemah karena menghasilkan sedikit ion.




B.   TEORI-TEORI ASAM BASA



     1. Teori Asam Basa Arrhenius

                Asam menghasilkan ion H+ ( dalam air)

                Basa menghasilkan ion OH- ( dalam air)



     2. Teori Asam Basa Bronsted – Lowry ( Johannes Bronsted dan Thomas Lowry, 1923 )

MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                         Page 4
       Munculnya teori ini karena teori Arrhenisu memiliki kelemahan yaitu tidak bisa
       menjelaskan sifat asam dan basa suatu zat didalam pelarut bukan air.
          Asam adalah suatu ion atau molekul yang berperan sebagai proton donor (pemberi
             H+) kepada suatu molekul atau ion
          Basa adalah ion atau molekul yang menerima proton ( H+ )


   3. Teori Asam Basa Lewis ( G.N. Lewis, 1932 )
       Teori Bronsted Lowry mempunyai keterbatasan. Mereka tidak bisa menjelaskan sifat
       asam atau basa didalam reaksi-reaksi yang melibatkan senyawa tanpa proton.
            Basa lewis adalah suatu senyawa yang dapat memberikan pasangan electron
               kepada senyawa lain atau donor pasangan electron
            Asam lewis adalah senyawa yang mampu menerima pasangan electron atau
               akseptor pasangan electron.

   Contoh 5.b.1

   Jelaskanlah berdasarkan teori asam basa bronsted-lowry pada reaksi berikut! Yang mana asam
   dan basanya?

             HCl(aq) + H2O(l)    H3O+(aq)   + Cl-(aq)

   Jawab :

    HCl merupakan asam karena menyumbangkan H+ nya kepada H2O, sedangkan H2O basa
     karena menerima H+ dari HCl

    Karena reaksi setimbang maka H3O+ merupakan asam karena memberikan H+ nya kepada
     Cl- dan sebaliknya, Cl- basa karena menerima H+ dari H3O+



   Contoh 5.b.2

   Berdasarkan reaksi pada contoh 5.b.1 manakah yang merupakan pasangan asam basa
   kojugasi? Jelaskan!

   Jawab:

             HCl(aq) + H2O(l)        H3O+(aq)     + Cl-(aq)
             Asam 1    basa 1        asam 2         basa 2

    HCl dan Cl- merupakan pasangan asam basa konjugasi. Begitu pula dengan H2O dan H3O+
      merupakan pasangan asam basa konjugasi juga.
    HCl merupakan asam konjugat dari Cl-, sedangkan Cl- merupakan basa konjugat dari HCl.

    Jika suatu asam memberikan H+, maka yang tinggal (sisanya) merupakan basa konjugasi
       (basa pasangan) dari asam semula.



MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                          Page 5
      Jika suatu basa menerima H+, maka yang terbentuk merupakan asam konjugasi (asam
         pasangan) dari basa semula.



     Contoh 5.b.3

     Jelaskan yang mana asam dan basa dari reaksi di bawah ini berdasarkan teori asam basa lewis!
     Reaksi:
                H+ + NH3  NH4+
     Jawab:




     NH3 merupakan basa karena menyumbangkan pasangan elektron sedangkan H+ merupakan
     asam karena menerima pasangan electron



     Contoh 5.b.4
     Apakah dasar lewis dalam mengembangkan konsep asam basa?

     Jawab:

     Konsep asam basa yang dikembangkan oleh Lewis didasarkan pada ikatan koordinasi. Atom
     atau spesi yang memberikan pasangan elektron dalam membentuk ikatan koordinasikan
     bertindak sebagai basa, sedangkan atom, molekul atau spesi yang menerima pasangan elektron
     disebut sebagai asam.

     Misal:

               Ag+(aq)   +   2NH3(aq)  Ag(NH3)2+(aq)
               Asam          basa




C.   DERAJAT KEASAMAN ( PH )

             Menurut Sorensen, pH merupakan fungsi negatif logaritma dari konsentrasi ion H+
     dalam suatu larutan, dan dirumuskan sebagai berikut

MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                              Page 6
             pH = - log [H+]

   Dengan analogi yang sama dapat ditentukan harga konsentrasi OH- yaitu

             pOH = - log [ OH-]

   Dalam kesetimbangan air terdapat tetapan kesetimbangan

             Kw = [ H+] [OH-]


   Jadi, dengan menggunakan konsep –log = P , maka :



             - log Kw = - log [H+] [OH-]

          ` `- log Kw = (- log [H+]) + (-log[OH-])
                 pKw = pH + pOH

   Oleh karena pada suhu 25oC harga Kw = 10-14, maka dapat disimpulkan bahwa

             pH = pOH = 14

   Untuk asam kuat dan basa kuat terionisasi sempurna (α = 1 ), maka

             [H+] = a.Ma
             [OH-] = b.Mb

   Dimana : a     = jumlah H pada rumus asam
            Ma    = kemolaran asam
            B     = jumlah OH pada rumus basa
            Mb    = kemolaran basa




   Adapun untuk asam lemah dan basa lemah [ H+] dan [ OH-] tergantung pada tetapan ionisasi
   (Ka atau Kb) atau derajat ionisasi (α ).


             [H+] =                          [OH-] =

             [H+] = α.Ma                     [OH-] = α.Mb

               Ka = α2.Ma                      Kb    = α2.Mb




MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                        Page 7
      Catatan:

      1. Jika harga pH < 7, larutan bersifat asam

      2. Jika harga pH = 7, larutan bersifat netral

      3. Jika harga pH > 7, larutan bersifat basa



   Contoh 5.c.1
   Bagaimana pengaruh asam dan basa terhadap kesetimbangan air?
   Jawab:

    Asam kuat dan basa kuat akan menggeser reaksi kesetimbangan karena asam dan basa kuat
       terionisasi sempurna.

         Misal:

             1.   H2O(l)  H+(aq)     + OH-(aq)

             2.   HCl(aq)  H+(aq) + Cl-(aq)



         Adanya ion H+ yang berasal dari HCl akan menyebabkan kesetimbangan air bergeser
         kekiri

         Misal:

             1.   H2O(l)  H+(aq)     + OH-(aq)

             2.   NaOH(aq)      Na+(aq) + OH-(aq)



         Adanya ion OH- dari NaOH akan menyebabkan kesetimbangan air juga bergeser kekiri



    Untuk asam lemah dan basa lemah hanya sebagian yang terionisasi, oleh karena itu akan
       terjadi kesetimbangan reaksi antara ion yang dihasilkan asam tersebut dengan molekul
       asam yang terlarut dalam air



         Misal:

         CH3COOH(aq)  H+(aq) + CH3COO-(aq)



         Tetapan ionisasi asamnya (Ka)

MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                        Page 8
                 K a=



         Misal:

         NH4OH(aq)  NH4+(aq) +          OH-(aq)



         Tetapan ionisasi basanya (Kb)




                 Kb=




   Contoh 5.c.2

   Bagaimana hubungan tetapan ionisasi (Ka atau Kb) dengan derajat ionisasi (α)? Jelaskan
   dengan rumus!



   Jawab:

   Misal untuk asam HA



                            HA(aq)                H+(aq)        +   A-(aq)

   Mula-mula                aM
   Terionisasi              aα                       aα                 aα

   Setimbang (a- aα)                 aα                     aα

   Dengan rumusan


                 [H+]   =

                 aα     =

                 a2α2 = Ka.α



MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                      Page 9
                  α2 =

                Ka     = α2.a

   Dengan cara yang sama akan diperoleh

                Kb= α2.b

   Dimana:     a = konsentrasi asam
               b = konsentrasi basa




   Contoh 5.c.3

   Hitunglah pH larutan
      1. HCl 0,1 M
      2. NaOH 0,1 M
      3. H2SO4 0,05 M

   Jawab:
      1. HCl(aq)          H+(aq)     + Cl-(aq)

           0,1 M           0,1 M



           [H+] = 0,1 M

             pH = - log 0,1

                  =1



      2.   NaOH(aq) Na+(aq) + OH-(aq)

           0,1 M                    0,1 M



           [OH-] = 0,1 M

           pOH = - log 0,1

                  =1



      Berdasarkan harga tetapan kesetimbangan air (Kw=10-14)
MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                   Page 10
               Kw     = [H+] [OH-]

               pKw = pH + pOH



      maka,pH larutan NaOH 0,1 M adalah



               14 = pH + 1

               pH = 14 – 1

                     = 13

      3.    H2SO4(aq)         2H+(aq)   +   SO42-

           0,05 M           2 × 0,05 M



               [H+] = 2 × 0,05 M

               [H+] = 0,1 M

               pH = - log 0,1

               pH =1

   Contoh 5.c.4
   Hitunglah pH larutan:
      a. CH3COOH 0,1 M (Ka=10-5)
      b. NH3 0,4 M (Kb=10-5)

   Jawab:
      a.    [H+] =

            [H+] =

            [H+] =

            [H+] = 10-3

            pH = - log 10-3

            pH = 3

      b.    [OH-] =


MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                         Page 11
             [OH-] =

             [OH-] =

             [OH-] =

             [OH-] =2 × 10-3

             pOH = - log 2 × 10-3

             pOH = 3 - log 2



             pH =14 – pOH

                 = 14 - (3 - log 2)

                   = 11 + log 2

   Contoh 5.c.5
   Suatu larutan asam lemah mempunyai pH = 3, jika konsentrasi asam tersebut adalah 0,5 M
   berapakah harga Ka tersebut?

   Jawab:

      pH = 3
      [H+] = 10-3

   Misal asam tersebut HA, maka:

      [H+]     =
        -3
      10       =
      10-6     = Ka × 0,5
      10-6     = Ka × 5 × 10-1

      Ka       =
      Ka       = 0,2 × 10-5
               = 2 × 10-6



   Contoh 5.c.6
   Jika pH suatu basa lemah adalah 11 dan konsentrasinya 0,1 M. hitunglah derajat ionisasi basa
   lemah tersebut!

   Jawab:

      pH       = 11
      pOH      = 14 - 11
      pOH      = 3
MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                          Page 12
       [OH-] = 10-3




     Misal basa lemah tersebut adalah BOH, maka;
       [OH-] =
       10-3        =
       10-6        = Kb × 0,1

       Kb      =
               = 10-7
     Dari rumus

       Kb= α2.[BOH]

     Maka;


       α2 =

       α2 =
       α2 = 10-6
       α = 10-3


D.   IDENTIFIKASI ASAM DAN BASA



           Senyawa asam bersifat korosif, artinya dapat merusak logam dan marmer. Sedangkan
     basa bersifat kaustik artinya dapat merusak kulit kita. Asam memiliki rasa asam, sedangkan
     basa memiliki rasa pahit. Akan tetapi, sangat tidak bijaksana jika mengenali asam dan basa
     dengan mencicipinya, sebab mungkin saja zat itu beracun atau berbahaya.
           Sekarang untuk mengetahui suatu larutan bersifat asam atau basa dapat menggunakan
     pH meter dan indicator. Khusus untuk indicator,ditinjau dari senyawanya merupakan zat
     warna yang dianggap asam lemah (HIn) dalam larutan dan terionisasi menghasilkan ion H+

       HIn (aq )               H+(aq )   +   In-(aq )



       Ka =

     Warna HIn berbeda dengan In-. Pada pH = pKa atau [H+] = Ka indikator, maka In- =[HIn]
     sehingga yang tampak adalah warna campuran antara warna HIn dan In-.Pada pH lebih rendah
     dari harga Ka yang tampak adalah warna HIn , dan jika pH lebih besar dari K a warna yang


MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                           Page 13
     tampak adalah warna In-. Perubahan warna akan berkisar antara pH=pKa    1 . Kisaran angka
     ini disebut sebagai trayek (range) pH indikator.

      Tabel 5.1 jangkauan warna beberapa indikator
Indicator                     Perubahan warana             Trayek pH
Metil jingga (MO)             Merah ke kuning              3,1 – 4,4
Metil merah (MR)              Merah ke kuning              4,2 – 6,2
Lakmus                        Merah ke biru                4,5 – 8,3
Bromtimol biru (BTB)          Kuning ke biru               6,0 – 7,6
Fenolftalein (PP)             Tak berwarna ke merah 8,0 – 9,6
                              ungu
      Contoh 5.d.1
      Jelaskan tentang trayek pH metal merah dengan harga pH= 4,2 – 6,2

     Jawab:
     Perubahan warna metil merah adalah merah ke kuning, dari trayek pH nya maka dapat
     dikatakan bahwa metil merah akan berwarna jika diteteskan pada larutan yang mempunyai
     pH< 4,2 dan akan memberikan warna kuning jika diteteskan pada larutan yang mempunyai
     pH > 6,2

     Contoh 5.d.2
     Suatu larutan akan memberikan warna kuning dengan indikator metil jingga dan metil merah.
     Memberikan warna biru dengan indicator BTB, sedangkan PP tidak berwarna. Perkirakanlah
     pH larutan tersebut?

     Jawab:
     Dengan metil jingga berwarna kuning        = pH > 4,4
     Dengan metil merah berwarna kuning         = pH > 6,2
     Dengan BTB berwarna biru                   = pH > 7,6
     Dengan PP tidak berwarnna               = pH < 8,0

     Jadi pH larutan kira-kira = 7,6 – 8,0


     Contoh 5.d.3
     Larutan asam HA 0,1 M akan memberikan warna yang sama sengan larutan HCl 0,01 M jika
     ditetesi dengan indicator universal. Hitunglah harga Ka dari HA?

     Jawab:
     Dari soal diketahui
        pH HCl = - log 0,01
                  =2
        pH HCl = pH HA
                  =2,
                maka;



 MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                         Page 14
       [H+]         =
            -3
       10           =
       10-6         = Ka        -1

       Ka           = 10-5




E.   REAKSI ASAM DAN BASA



              Reaksi asam dan basa sering disebut denga reaksi penetralan, karena ion H+ dari
     asam akan bereaksi dengan ion OH- dari basa membentuk H2O, misal pada HCl dan NaOH.
     Dari sisa reaksi ini terdapat ion Cl- dan Na+ yang apabila air yang terbentuk diuapkan akan
     diperoleh garam NaCl. Oleh karena itu reaksi asam dan basa sering juga disebut dengan reaksi
     penggaraman.



       1.        Reaksi Molekular

                 HCl(aq) + NaOH (aq)    NaCl (aq) + H2O (l)



       2.        Reaksi Ion

                 H+(aq) + Cl- (aq) + Na+(aq) + OH- (aq)    Na+(aq) + Cl-(aq) + H2O(l)

              Salah satu aplikasi reaksi penetralan ini adalah titrasi asam basa ( titrasi aside
     alkalimetri ). Titrasi asam basa adalah suatu prosedur untuk menentukan kadar (pH) suatu
     larutan asam / basa berdasarkan reaksi asam basa. Untuk menentukan kadar asam/basa suatu
     larutan kita harus terlebih dahulu mengetahui kadar salah satu dari asam /basa tersebut.

MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                             Page 15
   Titrasai dengan menyandarkan pada jumlah volume larutan dikenal dengan istilah volumetrik.
   Pengukuran volume diusahakan setepat mungkin denga menggnakan alat-alat standar
   misalnya buret dan pipet volumetrik.

             Secara teknis titrasi dilakukan dengan cara mereaksikan sedikit demi sedikit bahakan
   setetes demi setetes larutan basa melalaui buret, kedalam larutan asam denagn volume tertentu
   di dalam labu erlemeyer sampai keduanya tepat habis bereaksi yang ditandai denga
   berubahnya warna indikator. Pada saat tepat warna indikator berubah penambahan (titrasi)
   dihentikan dan volume akhir ini disebut volume titik akhir titrasi. Larutan basa yang
   dimasukkan dalam buret disebut dengan larutan penitrasi.

            Indikator yang digunakan adalah indikator denagn trayek pH sekita 7,sebab pada saat
   asam kuat dan basa kuat tepat habis bereaksi pH larutan sama dengan 7. Perubahan warna
   indikator yang menandai selesainya titrasi tidak selamanya tepat seperti perhitunga teoritis.
   Volume larutan penitrasi yang diperoleh melalui perhitungan secara teoritis disebut titik
   ekuivalen. Perbedaan volume titik akhir dengan titik ekuivalen disebut kesalahan titrasi. Besar
   kecilnya kesalahan titrasi ditentukan denagn pemilihan indikator. Jika indikatornya tepat,
   maka kesalahan titrasi akan menjadi kecil.



   Contoh 5.e.1
   Sebanyak 20 mL larutan H2SO4 yang belum diketahui konsentrasinya dititrasi larutan NaOH
   0,1 M dengan menggunakan indicator fenplftalein (PP). warna indicator PP mulai berubah
   saat volume NaOH tepat 30,2 mL. tentukan konsentrasi H2SO4 tersebut?

   Jawab:
   V H2SO4= 20 mL = 0,02 L
   V NaOH = 30,2 mL = 0,0302 L


   Reaksi:
   H2SO4(aq) + 2NaOH(aq)  Na2SO(aq) + 2H2O(aq)

   Cara 1:
   NaOH yang terpakai pada titrasi    = 0,1 × 0,0302
                                      = 0,00302 mol


   Dari persamaan reaksi didapat; 1 mol H2SO4 =      mol NaOH

   Jadi,H2SO4 yang dititrasi   =
                               = 0.0015 mol

   Konsentrasi H2SO4 = 0,0015 mol / 0.02 L
                     = 0,075 mol L-1
                     = 0,075 Molar


   Cara 2:
MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                             Page 16
   1 mol H2SO4 =       mol NaOH

       n H2SO4 =       n NaOH

        V1M1     =     V2M2

        20 M1 =        (30,2)(0,1)

          M1     =
         M1      = 0,075 Molar


   Contoh 5.e.2
   Untuk menentukan kadar asam cuka (asam asetat),diambil 10 mL cuka kemudian diencerkan
   dengan aquades sampai volumenya200 mL. dari larutan encer tersebut diambil 10 mL,
   kemudian diititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M dengan indicator PP.titik akhir titrasi tercapai
   pada saat volume NaOH 25,4 mL. berapa persen kadar cuka tersebut, bila kadar cuka murni
   17,4 M

   Jawab:
   Reaksi:
   CH3COOH(aq) NaOH(aq)  CH3COONa(aq) + H2O(l)

   1 mol CH3COOH     = 1 mol NaOH
       V1M1           = V2M2
        10 M1        = 25,4 (0,1)
          M1         = 2,54/10
                     = 0,254 M

   0,254 M adalah konsentrasi cuka yang sudah diencerkan dengan 200 mL air. Berarti
   konsentrasi cuka sebelum diencerkan adalah;


       × 0,254 = 5,08 M


   Jadi kadar cuka tersebut adalah =         × 100%

                                     = 29,19 %



   Contoh 5.e.3
   Campuran Kristal NaOH dan KOHyang massanya 4,8 gram dapat menetralkan 100 mL HCl
   1M. Berapa gram massa NaOH dan KOH dalam campuran tersebut?     (Ar.Na=23, K=39,
   O=16 ,H=1)

MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                            Page 17
   Jawab:
   Karena campuran NaOH dan KOH dapat menetralkan 100 mL HCl 1 M, berarti:

   Mol NaOH + mol KOH           = mol HCl

                +                       = (M.V) HCl

                +                     = 1 mol L-1 × 0,1 L

                +                     = 0,1 mol
   56 gr NaOH + 40 gr KOH = 224                    (1)

   Total campuran NaOH dan KOH adalah 4,8 gram, berarti;

    gr NaOH + gr KOH = 4,8                            (2)



   subtitusi persamaan 2 ke 1

   56 gr NaOH + 40 gr KOH = 224           ×1                56 gr NaOH + 40 gr KOH = 224
      gr NaOH +        gr KOH = 4,8       ×40               40 gr NaOH + 40 gr KOH = 192
                                                            16 gr NaOH             = 32
                                                             gr NaOH                = 2 gram

   dari persamaan (2) kita akan memperoleh;

   gr NaOH + gr KOH = 4,8

       2    +       gr KOH = 4,8

                    gr KOH = 2,8 gram




   Contoh 5.e.4
   Jelaskan grafik perubahan pH pada reaksi HCl 0,1 M dengan NaOH 0,1 M berikut!




MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                               Page 18
      Jawab:

      Pada grafik tersebut tampak bahwa pada penambahan sedikit NaOH tidak banyak
      mengubah harga pH larutan HCl 0,1 M, tetapi pada saat volume NaOH 10 mL dimana HCl
      tepat habis bereaksi, maka larutan mempunyai pH = 7. Penambahan sedikit NaOH terhadap
      campuran tersebut mengakibatkan pH larutan langsung melonjak menjadi sekitar 10 dan
      selanjutnyaterjadi perubahan yanbg relative kecil.




F.   STOIKIOMETRI LARUTAN



      1. Reaksi pembentukan endapan

         Reaksi endapan ( menghasilkan endapan ) dimmungkinkan terjadi apabila dua ion yang
         menghasilakan senyawa sukar larut bertemu, dan senyawa tersebut akan mengendap

         Misal :



         BaCl2(aq) + Na2SO4(aq)   → BaSO4 (s) + 2NaCl (aq)



         Tabel kelarutan beberapa senyawa ion dalam air




MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                       Page 19
Senyawa                      kelarutan                    Keterangan
Nitrat (NO3-)                Semua larut
Asetat (CH3COO-)             Semua larut                  Kecuali Ag+,Hg22+,Bi3+
Klorida (Cl-)                Semua larut                  Kecuali Ag+,Hg22+,Pb2+,dan
                                                          Cu+
Bromida (Br-)                Semua larut                  Kecuali Ag+,Hg22+,Pb2+
Iodida (I-)                  Semua larut                  Kecuali Ag+,Hg22+,Pb2+,dan
                                                          Bi3+
Sulfat (SO42-)               Semua larut                  Kecuali Pb2+,Ba2+,Sr2+,dan
                                                          Ca2+
Sulfida (S2-)                Semua tidak larut            Kecuali Na+,K+,NH4+
Fosfat (PO43-)               Semua tidak larut            Kecuali Na+,K+,NH4+
Karbonat (CO32-)             Semua tidak larut            Kecuali Na+,K+,NH4+
Oksalat (C2O42-)             Semua tidak larut            Kecuali Na+,K+,NH4+
Oksida (O2-)                 Semua tidak larut            Kecuali
                                                          Na+,K+,Ba2+,Sr2+,Ca2+
Hidroksida (OH-)             Semua tidak larut            Kecuali
                                                          Na+,K+,Ba2+,Sr2+,Ca2+,NH4+


        2. Reaksi pembentukan gas

            Reaksi pembentukan gas bisa disebabkan oleh reaksi yang memang menghasilkan gas
            atau dapat pula terbentuknya gas tersebut karena terurainya suatu zat lain menjadi gas.

            Misal :

                 H2CO3(aq)     →     H2O(l) + CO2(g)

                 NH4OH(aq) →        H2O(l) + NH3 (g)



            Beberapa reaksi yang menghasilakn gas antara lain

            a. Reaksi karbonat padat dengan asam menghasilakn gas CO2

                 CaCO3(s) + 2HCl(aq) → CaCl2(aq) + H2O(l) + CO2(g)

                 Na2CO3(s) + H2SO4(aq) → Na2SO4(aq) + H2O(l) + CO2(g)

            b. Reaksi senyawa ammonium padat dengan basa kuat menghasilkan gas NH3

                 NH4Cl(s) + NaOH(aq) → NaCl(aq) + H2O(l) + NH3(g)

                 (NH4)2SO4(s) + 2KOH(aq) → K2SO4(aq) + 2H2O(l) + 2NH3(g)

            c. Reaksi antara sulfide pdat denga asam menghasilkan gas H2S

                 FeS(s) + 2HCl(aq) → FeCl2(aq) + H2S(g)

                 CuS(s) + H2SO4(aq) → CuSO4(aq) + H2S(g)


MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                              Page 20
      Contoh 5.f.1
      Lengkapi reaksi-rekasi berikut!
         a. KOH(aq) + H3PO4(aq) →
         b. Al(OH)3(aq) + HCl(aq) →
         c. (NH4)2SO4(aq) + AgNO3(aq) →
         d. KI(aq) + Pb(NO3)2(aq) →
         e. MgCO3(aq) + HCl(aq) →

      Jawab:
         a. 3KOH(aq) + H3PO4(aq) → K3PO4(aq) + 3H2O(l)

         b. Al(OH)3(aq) + 3HCl(aq) → AlCl3(aq) + 3H2O(l)

         c. (NH4)2SO4(aq) + AgNO3(aq) → Ag2SO4(aq) + NH4NO3(aq)

         d. 2KI(aq) + Pb(NO3)2(aq) → 2KNO3(aq) + PbI2(s)

         e. MgCO3(aq) + 2HCl(aq) → MgCl2(aq) + H2O(l) + CO2(g)



      Contoh 5.f.2
      Logam magnesium seberat 6 gram dilarutkan ke dalam asam klorida yang mempunyai
      konsentrasi 4 M. berapa mL volume larutan HCl yang diperlukan agar semua logam
      magnesium habis bereaksi dan berapa liter gas yang dihasilkan pada suhu 0oC dan tekanan
      1 atm? (Ar. Mg = 24)

      Jawab:

      Mg(s) + 2HCl(aq) → MgCl2(aq) + H2(g)


      Mol Mg =

               = 0,25 mol

      Agar semua logam Mg habis bereaksi maka jumlah mol HCl harus sama dengan logam
      magnesium.

      Mol HCl = 2 mol Mg
       V.M = 2 (0,25)
       V. 4 = 0,5

        V      =
               = 0,125 L
               = 125 mL HCl

      Gas yang terbentuk adalah H2
      Mol H2 = mol Mg = 0,25 mol
      Maka:

       PV = nRT
MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                        Page 21
      (1)V = 0,25(0,082)(273)
         V = 5,6 liter gas H2


     Contoh 5.f.3
     Larutan perak nitrat 0,1 M sebanyak 50 mL direaksikan dengan 100 mL larutan KI 0,1 M.
     berapa gram endapan yang dapat dihasilkan? (Ar.Ag=108; I=127)

     Jawab:

     AgNO3(aq) + KI(Aq) → AgI(s) + KNO3(aq)

     Mol AgNO3 = 0,1 × 50
               = 5 mmol
               = 5 × 10-3 mol
     Mol KI    = 0,1 × 100
              = 10 mmol
               = 10-2 mol



      Mol AgI yang terbentuk sama dengan jumlah mol AgNO3 dan mol KI pada saat tepat habis
      bereaksi yaitu mol terkecil. Jadi mol AgI = mol AgNO3 = 5 × 10-3 mol

      gr.AgI = n.AgI × Mr.AgI
              = 5 × 10-3 × 235
              = 1175 × 10-3 gram
              = 1,175 gram


      Contoh 5.f.4
      Untuk mendapatkan gas hidrogen sulfida direaksikan besi (II) sulfida dengan asam sulfat 2
      M secukupnya. Berapa gram besi (II) sulfida yang diperlukan untuk mendapatkan 396 mL
      gas H2S? (Ar.Fe=56; S=32) pada suhu 25oC dan tekanan 1 atm

      Jawab:

      FeS(s) + H2SO4(aq) → FeSO4(aq) + H2S(g)

      Mol H2S dapat dicari dengan rumus:

          PV = nRT
      (1)0,396 = n (0,082)(298)
        0,396 = n 23,84

               n =
                = 0,016 mol

      Karena koefisien reaksi sama maka:
      Mol FeS = mol H2SO4 = mol H2S = 0,016 mol

      Maka:
MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                          Page 22
      gr FeS = n.Mr
             = 0,016 × 88
             = 1,408 gram


      V.H2SO4 =    =
             = 0,008 liter
              = 8 mL




MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2   Page 23
                                                  BAB 6
                                            LARUTAN PENYANGGA


TUJUAN
    Mampu mendiskripsikan sifat larutan penyagga dan pembuatannya

        Mampu menentukan pH larutan penyangga

        Memahami fungsi larutan penyangga



A.   KOMPOSISI LARUTAN PENYANGGA

               Suatu larutan dikatakan larutan penyangga apabila mampu mempertahankan pH nya
     realtif tetap (tidak berubah) pada penambahan sedikit asam dan / atau sedikit basa.
     Ada dua jenis larutan penyangga
        1. System penyangga asam lemah dan basa konjugasinya
              Contoh : CH3COOH (asam) dengan CH3COO- (basa konjugasi)
        2. System penyangga basa lemah dan asam konjugasinya
              Contoh : NH4OH (basa) dengan NH4+ (asam konjugasi)

     Contoh 6.a.1
     Bagaimana suatu larutan penyangga bisa mempertahankan pH?

     Jawab:

     Misal dalam air terdapat asam HA dan larutan NaA, maka :
     H2O(l) ↔H+(aq) + OH-(aq)                      (1)
     HA(aq) ↔ H +
                    (aq)   +     A-(aq)            (2)
     NaA(aq) ↔ Na     +
                          (aq)
                                     -
                                 + A (aq)          (3)

             Dalam hal ini yang berfungsi sebagai larutan penyangga adalah HA, ion H+, dan ion A-
     baik yang berasal dari ionisasi asam lemah ataupun yang berasal dari garam tersebut. Maka
     system penyangga adalah reaksi (2) dan (3). Jika di dalam larutan ditambahkan sedikit asam
     (H+) maka ion ini akan bereaksi dengan A- dari garam NaA, sehingga tidak merusak
     kesetimbangan reaksi (2). Bila ke dalam larutan ditambahkan sedikit basa (OH-) maka ion ini
     akan bereaksi dengan HA menghasilkan H2O dan A- dan tidak mengganggu kesetimbangan
     reaksi (2)

     Contoh 6.a.2
     Jika CH3COOH dicampur dengan CH3COONa apakah terbentuk larutan penyangga? Jelaskan!

     Jawab:
     Terbentuk. Karena di dalam system terdapat CH3COOH yang merupakan asam dan CH3COO-
     dari CH3COONa yang merupakan basa konjugasi.


MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                            Page 24
B.   pH LARUTAN PENYANGGA



      1. Sistem penyangga asam lemah dan basa konjugasi

         Misal :

         HA(aq)  H+ (aq) + A- (aq)               (1)

         NaA(aq)  Na+ (aq) + A-                  (2)



         Dari reaksi kesetimbangan (1) didapat


                   Ka =



         Sehingga [H+] dalam sistem dapat dinyatakan




         [H+] =



         HA merupakan asam lemah yang sangat sedikit terionisasi, jadi konsentrasi HA
         dianggap tetap. Sedangkan A- berasal dari dua komponen. Pada komponen reaksi (1)
         jumlahnya sangat sedikit dan dapat diabaikan. Jadi, dalam perhitungan digunakan
         konsentrasi A- yang berasal dari NaA




         [H+] = Ka x



                       Atau


         [H+] = Ka x



      2. Sistem penyangga dan asam konjugasi


MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                     Page 25
          Dengan cara yang sama pada asam lemah dan basa konjugasinya, kita akan
          memperoleh rumus [OH-] untuk sistem penyangga basa lemah dengan asam
          konjugasinya, yaitu :


           [OH-] = Kb x



      Contoh 6.b.1
      Suatu campuran penyangga terbentuk dari 500 mL larutan HCOOH 1 M dan 500 mL
      larutan HCOONa 1M, hitunglah pH-nya! (Ka HCOOH= 2 × 10-4)

      Jawab:
      Mol HCOOH = 1 × 500

                     = 500 mmol

                        = 0,5 mol



      Mol HCOO- = 1 × 500

                    = 500 mmol

                    = 0,5 mol


      [H+] = Ka ×


      [H+] = 2 × 10-4 ×

      [H+] = 2 × 10-4

      pH = - log [H+]

           = - log 2 × 10-4

          = 4 – log 2



      Contoh 6.b.2
      Hitunglah pH larutan yang di dalamnya terdapat NH4OH 1 M sebanyak 20 mL dan HCl 0,1
      M sebanyak 100 mL? Kb.NH4OH = 10-5

      Jawab:

      Mol NH4OH = 1 × 20
               = 20 mmol

MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                     Page 26
      Mol HCl          = 0,1 × 100
                      = 10 mmol
      Reaksi:
                    NH4OH(aq) + HCl(aq)           →      NH4Cl(aq) +   H2O(l)

      n.mula        20 mmol          10 mmol

      n.reaksi      10 mmol      10 mmol              10 mmol

      n.akhir       10 mmol           0               10 mmol


      [OH-] = Kb ×


                 = 10-5 ×

                 = 10-5

      pOH        = - log [OH-]

                 = - log 10-5

                 =5



      pH= 14 – pOH

        = 14 – 5

        =9

      Contoh 6.b.3

      Berapa volum larutan NaOH 0,1 M dan CH3COOH 0,1 M masing-masing diperlukan untuk
      membuat 150 mL larutan penyangga dengan pH=6? (Ka.CH3COOH = 10-5)

      Jawab :

      pH=6                                    mol CH3COOH= 0,1V1

      [H+]= 10-6                              mol NaOH     = 0,1V2

                  CH3COOH(aq) + NaOH(aq) → CH3COONa(aq) + H2O(l)

      n.mula       0,1V1              0,1V2

      n.reaksi      0,1V2             0,1V2           0,1V2

      n.akhir (0,1V1 - 0,1V2)          0              0,1V2



MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                    Page 27
      [H+]= Ka ×


      [H+]= Ka ×


      10-6 = 10-5 ×


      10-6 = 10-5 ×


               = 10-1

      V1 – V2 = 0,1V2

      V1 = 0,1V1 + V2

      V1 = 1,1V2                    (1)



      Dari soal diketahui pula bahwa jumlah volume CH3COOH dan NaOH adalah 150 mL,
      maka:

      V1 + V2 = 150                (2)




      Subtitusikan persamaan (1) ke dalam persamaan (2);

      V1 + V2 = 150

      1,1V2 + V2 = 150

      2,1 V2 = 150

      V2 = 71,4 mL

      Jadi, V1= 150 – 71,4 = 78,6 mL

      Maka kita ketahui volume CH3COOH adalah 78,6 mL sedangkan volume NaOH adalah
      71,4 mL

      Contoh 6.b.4
      Berapa gram Kristal NH4Cl (Ar.N=14;H=1;Cl=35,5) yang harus dimasukkan ke dalam
      100 mL larutan NH3 0,05 M agar diperoleh larutan penyangga dengan pH =9? (Kb.NH4OH
      =10-5)

      Jawab:

MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                    Page 28
      pH=9

      pOH = 14-pH

           = 14-9

           =5

      [OH-] = 10-5


      [OH-] = Kb ×


      10-5 = 10-5 ×


      [NH4+]=

                = 0,05 M

      n.NH4+      = 0,05

                 = 5 mmol

      n.NH4Cl = n.NH4+= 5 mmol

                = 0,005 mol

      gr.NH4Cl = n

                 = 0,005

                = 0,2675 gram

       = 267,5 mg

 C.   LARUTAN PENYANGGA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

      Reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh manusia merupakan reaksi enzimatis, yaitu reaksi
      yang melibatkan enzim sebagai katalis. Enzim hanya mampu bekerja pada pH tertentu (pH
      optimumnya). Jadi agar kerja enzim optimum diperlukan lingkungan reaksi dengan pH
      yang relatif tetap, untuk itu diperlukan larutan penyangga di dalam tubuh kita.

      Contoh penyangga ekstra sel yang penting adalah penyangga karbonat ( H2CO3 / HCO3-)
      yang berperan dalam pH darah, dan sistem penyangga fosfat (H2PO4- / HPO42-) yang
      berperan menjaga pH cairan intrasel. Serta sistem penyangga protein yang mempunyai dua
      ujung yaitu asam dan basa.

      Contoh 6.c.1

      Jelaskan bagaimana system penyangga karbonat dalm darah mempertahankan pH-nya!

MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                          Page 29
      Jawab:bila darah kemasukan zat yang bersifat asam, maka ion H+ dari asam tersebut akan
      bereaksi dengan ion HCO3-

      H+(aq) + HCO3- ↔ H2CO3(aq)

      Sebaliknya bila darah kemasukan zat basa, maka ion OH- akan bereaksi dengan H2CO3

      OH-(aq) + H2CO3(aq) ↔ HCO3-(aq) + H2O(l)

      Sehingga tidak mengganggu kesetimbangan reaksi yang dapat mempengaruhi pH.

      Perbandingan HCO3- dengan H2CO3 di dalm darah adalah 1 : 20, hal ini terjadi karena
      adanya kesetimbangan antara gas CO2 terlarut dalam darah dengan H2CO3, serta
      kesetimbangan kelarutan gas CO2 dari paru-paru dengan CO2 yang terlarut. Maka bila di
      dalam darah banyak terlarut H2CO3, darah akan segera melepaskan gas CO2 ke dalam paru-
      paaru.

      H2CO3(aq) ↔ CO2(g) + H2O(l)




MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                        Page 30
                                         BAB 7
                                    HIDROLISIS GARAM


TUJUAN
      Mampu menjelaskan cirri-ciri garam yang dapat terhidrolisis dalam air

          Mampu menentukan sifat garam yang terhidrolisis

          Mampu menentukan pH pada hidrolisis garam



   A. HIDROLISIS GARAM

       Reaksi penguraian garam oleh air atau reaksi ion-ion garam dengan air disebut hidrolisis.



   B. JENIS GARAM, REAKSI HIDROLISIS DAN PH HIDROLISIS

           a. Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat

               Misal :

               CH3COONa (aq)       CH3COO- (aq) +         Na+ (aq)

                                  Dari asam lemah      dari basa kuat

                                   ( CH3COOH )               (NaOH)



               Ion CH3COO- bereaksi dengan air membentuk reaksi kesetimbangan sebagai
               berikut :

               CH3COO- (aq) + H2O (l)  CH3COOH (aq) + OH- (aq)

               Adanya ion OH- menyebabkan larutan bersifat basa.



               Tetapan hidrolisisnya :




               Kh =




MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                              Page 31
            Maka:

            [OH-] =



            [OH-] =



            Dimana,         Kw   = Tetapan ionisasi air (10-14)

                            Ka = Tetapan ionisasi asam lemah

                            [CH3COO-] = Konsentrasi ion garam yang terhidrolisis



         b. Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah

            Misal:



            NH4Cl(aq) →    NH4+(aq)      +          Cl-(aq)

                       Dari basa lemah        dari asam kuat
                            (NH4OH)                   (HCl)


            Ion NH4+ bereaksi dengan air membentuk reaksi kesetimbangan;
            NH4+(aq) + H2O(l) ↔ NH4OH(aq) + H+(aq)

            Adanya ion H+ menyebabkan larutan bersifat asam.

            Tetapan hidrolisisnya;


            Kh=


            [H+]=



            [H+]=

            Dimana; Kb= tetapan ionisasi basa lemah

            [NH4+]= konsentrasi ion garam yang terhidrolisis




MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                       Page 32
         c. Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah



            Misal;



            NH4CN(aq) →       NH4+(aq)      +        CN-(aq)

                          Dari basa lemah       dari asam lemah

                             (NH4OH)                (HCN)



            Ion NH4+ bereaksi dengan air membentuk reaksi kesetimbangan;

            NH4+(aq) + H2O(l)       ↔ NH4OH(aq) + H+(aq)



            Ion CN- bereaksi dengan air membentuk reaksi kesetimbangan;

            CN-(aq) + H2O(l) ↔ HCN(aq) + OH-(aq)



            Karena di dalam larutan terdapat ion H+ dan ion OH- maka sifat larutan garam ini
            ditentukan oleh harga tetapan ionisasi dari asam lemah dan basa lemah yang
            pembentuknya.



            Tetapan hidrolisisnya


            Kh=



            [H+]=



         d. Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat

            Ion-ion yang dihasilkan dari ionisasi garam yang berasal dari asam kuat dan basa
            kuat tidak ada yang bereaksi dengan air, sebab ion-ion yang bereaksi akan segera
            terionisasi kembali secara sempurna.



MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                       Page 33
            Contoh 7.1

            Hitunglah pH larutan NaCN 0,01 M, diketahui Ka.HCN= 10-10!



            Jawab:

            NaCN(aq) → Na+(aq) +      CN-(aq)

            0,01 M                   0,01 M

            Garam berasal dari asam lemah dan basa kuat, maka larutan bersifat basa;

            [OH-] =



            [OH-] =

            [OH-] =

            [OH-] = 10-3

            pOH= 3

            pH= 14 – 3

               = 11



            Contoh 7.2

            Hitunglah pH larutan yang merupakan campuran dari 100 mL CH3COOH 0,2 M
            dan 100 mL NaOH 0,2 M? ( Ka.CH3COOH= 10-5)



            Jawab:

            100 mL= 0,1 L

            n.CH3COOH= M×V = 0,2 × 0,1

                               = 0,02 mol

            n.NaOH = 0,2 × 0,1

                      = 0,02 mol

MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                           Page 34
            Reaksi:

                         CH3COOH(aq) + NaOH(aq)     ↔ CH3COONa(aq)         + H2O(l)

            n.mula         0,02            0,02

            n.reaksi       0,02            0,02          0,02

            n.akhir         0                0           0,02



            jadi, yang ada dalam larutan setelah reaksi adalah CH3COONa dalam volume
            larutan 200 mL, sehingga konsentrasi CH3COONa di dalam larutan tersebut
            adalah;




            [CH3COONa]       =

                             = 0,1 M

            [CH3COO-]        = 0,1 M

              [OH-]          =



              [OH-]         =

                            =

                          = 10-5

             pOH          = - log 10-5 = 5

            pH = 14 – 5

               =9



            Contoh 7.3

            Hitunglah pH larutan (NH4)2SO4 0,1 M jikan Kb.NH3= 2 × 10-5!



            Jawab:

            (NH4)2SO4(aq) → 2NH4+(aq) + SO42-(aq)

             0,1 M                 0,2 M
MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                          Page 35
            Garam berasal dariasam kuat dan basa lemah , maka karutan bersifat asam;



            [H+]=



            [H+]=

              = 10-5

            pH = 5



            contoh 7.4

            hitunglah pH larutan NH4CN 0,1 M jika diketahui Ka.NH4CN= 4× 10-10dan
            Kb.NH3= 10-5!

            Jawab:

            Garam berasal dari asam lemah dan basa lemah, maka;



            [H+]=



            [H+]=

            [H+]=

            [H+]= = 2 × 10-9,5

            pH= 9,5 – log 2




MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                           Page 36
                                                   BAB 8

                                KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN

TUJUAN

        Mampu menjelaskan kesetimbangan dalam larutan jenuh

        Memahami prinsip kelarutan dan tetapan hasil kali kelarutan

        Mampu menentukan pH larutan

        Mampu memperkirakan endapan dari hasil kali kelarutan




A.       KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN



         Kelarutan (solubility) suatu zat dalam suatu pelarut menyatakan jumlah maksimum suatu
         zat yang dapat larut dalam suatu pelarut. Satuan kelarutan umumnya dinyatakan dengan
         gram L-1 atau mol L-1.



         Bila sejumlah garam dapur (NaCl) dilarutkan ke dalam air dan ada sebagian garam yang
         tidak larut, maka larutan tersebut merupakan larutan yang jenuh karena sudah tidak dapat
         lagi melarutkan NaCl.



         Besarnya kelarutan suatu zat dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain sebagai berikut;

         1. Jenis pelarut

             Senyawa polar larut dalam pelarut polar dan sebaliknya senyawa non-polar laru dalam
             pelarut non-polar.

         2. Suhu

             Kelarutan zat padat dalam air semakin tinggi apabila suhunya dinaikkan.



         Hasil kali kelarutan

         Misal AgCl dilarutkan dalam air akan terjadin reaksi ionisasi,
MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                                Page 37
      AgCl(s) ↔ Ag+(aq) + Cl-(aq)

      dari reaksi kesetimbangan tersebut maka dapat diperoleh harga tetapan kesetimbanganya
      yaitu,

      K = [Ag+][Cl-]

      Pada larutan jenuh AgCl, konsentrasi ion Ag+ dan ion Cl-akan setara dengan harga
      kelarutan AgCl dalam air, sehingga harga K pada kesetimbangan kelarutan disebut hasil
      kali kelarutan dan dilambangkan dengan Ksp.

      Ksp.AgCl = [Ag+][Cl-]

      Pada larutan jenuh senyawa ion AmBn di dalam air akan menghasilkan reaksi
      kesetimbangan

      AmBn (s)      ↔        mAn+(aq)   +   nBm-(aq)

      Harga hasil kali kelarutan dinyatakan dengan rumusan

                 Ksp. AmBn = [An+]m[Bm-]n



      Hubungan kelarutan dengan Ksp

      Hubungan antara kelarutan (s) dengan hasil kali kelarutan (K sp) untuk senyawa AmBn dapat
      disimpulkan sebagai berikut;

                 Ksp = (ms)m(ns)n

      Untuk elektrolit biner (n=2), berlaku rumus berikut;


                 Ksp = s2                   atau       s=

      Untuk elektrolit terner (n=3), berlaku rumus berikut;



                 Ksp = 4s3                  atau       s=



      Contoh 8.a.1

      Jelaskan bagaimana suhu dapat meningkatkan kelarutan suatu zat padat di dalam air!

      Jawab:

      Adanya panas (kalor) mengakibatkan semakin renggangnya jarak antarmolekul zat padat
      tersebut. Merenggangnya jarak antarmoleekul zat padat menjadikan kekuatan gaya



MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                          Page 38
      antarmoleekul tersebut menjadi lemah sehingga mudah terlepas oleh gaya tarik moleekul-
      molekul air.



      Contoh 8.a.2

      Bagaimana hasil kali kelarutan dari;

      1. Ag2CrO4

      2. Ca2(PO4)2

      Jawab:

      1. Ag2CrO4(s)      ↔ 2Ag+(aq) + CrO42-(aq)

           Ksp.Ag2CrO4 = [Ag+]2[CrO42-]

      2. Ca3(PO4)2(s) ↔ 3Ca2+(aq) + PO43-(aq)

           Ksp.Ca3(PO4)2 = [Ca2+]3[PO43-]2




      Contoh 8.a.3

      Dalam 200 mL larutan hanya dapat terlarut 1,4 gram PbCl2(Ar.Pb=207; Cl=35,5),
      hitunglah ksp PbCl2!

      Jawab:


      S=


       =

      = 2,5 ×        M

      Reaksi;

      PbCl2(s) ↔ Pb2+(aq) +           2Cl-(aq)

      Merupakan elektrolit terner (n=3) maka:

      Ksp = 4s3
                                  3
         = 4(2,5 ×

         = 4 × 15,625 ×

        = 62,5 x

MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                        Page 39
          = 6,25 x

      Contoh 8.a.4

      Jika Ksp CaCO3 = 2,5 x 10-9, berapa gram CaCO3 (Mr = 100) yang terkandung dalam 500
      mL larutan jenuh?

      Jawab:

      CaCO3(s) ↔ Ca2+(aq) + CO32-(aq)

      Merupakan elektrolit biner, maka;

      Ksp = s2


      S=

       =

      =

      = 5 x 10-5 M

      Mol CaCO3= 5x10-5 x 500

                     = 25 x 10-3 mmol

                     = 25 x 10-6

                     = 2,5 x 10-5 mol


      gr.CaCO3 =

          = 2,5 x 10-3 gram



      Contoh 8.a.5

      Hitunglah konsentrasi ion perak dan ion kromat dalam larutan jenuh Ag2CrO4 (Ksp = 4 x
      10-12)!

      Jawab:

      Ag2CrO4 (s)      ↔ 2Ag+(aq)       +   CrO4 2-(aq)

      Merupakan elektrolit terner, maka;

      Ksp = 4s3



       s=



MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                       Page 40
       s=

       s = 10-4 M

      [Ag+]= 2 x 10-4 M

      [CrO42-]= 1 x 10-4 M




   B. PENGARUH ION SENAMA TERHADAP KELARUTAN



      Jika AgCl dilarutkan dalam larutan NaCl atau larutan AgNO3, ternyat kelarutan AgCl dalm
      larutan tersebut lebih kecil jika dibandingkan dengan kelarutan AgCl di dalam air murni.
      Hal ini disebabkan oleh adanya ion senama (sejenis) yang ada dalam larutan. Ion Cl - dari
      NaCl atau ion Ag+ dari AgNO3 akan mempengaruhi kesetimbangan

      AgCl(s)   ↔ Ag+(aq) + Cl-(aq)

      Sesuai dengan asas Le Chatelier, penambahan Ag+ atau Cl- akan menggeser kesetimbangan
      ke kiri, sehingga AgCl yang larut semakin sedikit.

      Jadi adanya ion sejenis akan memperkecil kelarutan suatu elektrolit. Makin banyak ion
      sejenis yang ada dalam larutan, makin kecil kelarutan elektrolit tersebut.



      Cara menghitung kelarutan elektrolit jika ada ion sejenis adalah;

      1. Melalui persamaan Ksp, hitunglah konsentrasi ion yang tidak memiliki ion sejenis

      2. Melalui koefisien reaksi ionisasi, hitunglah kelarutan elektrolit!



      Contoh 8.b.1

      Bagaimanakah hubungan Ksp dengan prakiraan pengendapan?

      Jawab:

      Harga Ksp suatu elektrolit dapat digunakan untuk memperkirakan apakah elektrolit itu
      dapat larut atau mengendap dalam suatu larutan.

      Jika [M+][A-] < Ksp, larutan belum jenuh ( tak terjadi endapan)

      Jika [M+][A-] = Ksp, larutan tepat jenuh ( tak terjadi endapan)
MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                          Page 41
      Jika [M+][A-] > Ksp, larutan lewat jenuh ( elektrolit mengendapan)



      Contoh 8.b.2

      Hitunglah kelarutan PbI2 (Ksp = 1,6 x 10 – 8 ) dalam larutan Pb(NO3)2 0,1 M!

      Jawab:

      Ksp.PbI2 = [Pb2+][I – ]2       → (konsentrasi Pb2+ dari Pb(NO3)2 )

      1,6 x 10 – 8 = (0,1)[I – ]2

      [I – ]2 = 16 x 10 – 8

      [I – ] = 4 x 10 – 4

      PbI2 (s) ↔ Pb2+(aq)       + 2I – (aq)


      PbI2 =     x 4 x 10 – 4

      = 2 x 10 – 4 M



      Contoh 8.b.3

      Hitunglah kelarutan AgCl (Ksp = 10 – 10 ) dalam larutan CaCl2 0,2 M!

      Jawab:

      Ksp.AgCl = [Ag + ][Cl – ]        → ( konsentrasi Cl – dari CaCl2)

      10 – 10 = [Ag+] x 2 x 0,2

      10 – 10 = [Ag+] x 0,4

        [Ag+] = 2,5 x 10 – 10 M

      AgCl(s) ↔ Ag+(aq) + Cl – (aq)


      [AgCl] =      x 2,5 x 10 – 10

                 = 2,5 x 10 – 10 M



      Contoh 8.b.4

      Larutan jenuh Zn(OH)2 mempunyai pH=9. Hitunglah Ksp Zn(OH)2!

      Jawwab:

      Zn(OH)2 (s) ↔ Zn2+ (aq) + 2H – (aq)

      pOH = 14 – pH

MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                         Page 42
      pOH = 14 – 9

           =5

      [OH – ]= 10 – 5 M


      [Zn2+]=     x 10 – 5

      = 5 x 10 – 6 M

      Ksp = [Zn2+][OH – ]2

        = 5 x 10 – 6 x (10 – 5)2

       = 5 x 10 – 6 x 10 – 10

       = 5 x 10 – 16



      Contoh 8.b.5

      Sebutkan fungsi dan manfaat hasil kali kelarutan!

      Jawab:

           Ksp dapat digunakan untuk meramalkan terjadi tidaknya endapan suatu zat jika dua
            larutan yang mengandung ion-ion dan senyawa yang sukar larut dicampurkan

           Ksp juga dimanfaatkan sebagai salah satu factor yang perlu dipertimbangkan dalam
            pemisahan zat dalam campuran dengan cara pengendapan selektif.




                                           BAB 9
                                          KOLOID



MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                        Page 43
TUJUAN

       Mampu menjelaskan proses pembuatan koloid

       Mampu mengidentifikasi dan mengelompokkan sifat-sifat koloid

       Mendeskripsikan peranan koloid dalam berbagai macam industry



    A. Sistem disperse

        Bila suatu zat dicampurkan dengan zat lain, maka akan terjadi penyebaran secara merata
        dari suatu zat ke dalam zat lain yang disebut dengan system disperse. Tepung kanji bila
        dimasukkan kedalam air panas maka akan membentuk system disperse dengan air sebagai
        “medium pendispersi” dan tepung kanji disebut “zat terdispersi”.



        Berdasarkan ukuran partikelnya, system disperse dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu
        larutan, koloid dan suspense.



        Perbedaan secara umum antara suspense, koloid dan larutan dapat dilihat pada table di
        bawah ini.



        Table 9.1 perbedaan umum system disperse suspense, koloid dan larutan

perbedaan          suspensi                  koloid                    larutan
Ukuran partikel         > 100 nm             1 – 100 nm                < 100 nm
Penampilan fisis     Keruh                    Keruh – jernih           Jernih
                     Partikel                 Partikel                 Partikel
                      terdispersi dapat          terdispersi hanya         terdispersi tidak
                      diamati langsung           dapat      diamati        dapat      diamati
                      dengan         mata        dengan                    dengan
                      telanjang                  mikroskop ultra           mikroskop ultra
Kestabilan         Mudah          terpisah   Sukar         etrpisah    Tidak         terpisah
(bila didiamkan)   (mengendap)               (relative stabil)         (sangat stabil)
Cara pemisahan     Filtrasi (disaring)       Tidak dapat disaring      Tidak dapat disaring


        System disperse koloid dapat terjadi dari disperse zat padat, cair, atau gas ke dalam zat
        pendispersi dalam fase apdat, cair, atau gas. Gas yang terdispersi dalam gas tidak akan
        menghasilkan koloid. System koloid diberi nama berdasarkan fase terdispersi dan fase
        pendispersinya, misalnya koloid yang terjadi daridispersi zat cair di dalam medium
        pendispersi cair disebut emulsi. Nama dan jenis koloid selengkapnya dapat dilihat pada
        table di bawah ini.

        Table 9.2 beberapa jenis koloid

Fase terdispersi   Medium pendispersi        Jenis (nama) koloid      Contoh
Padat                                        Sol padat                Mutira, kaca warna
Cair               Padat                     Emulsi padat             Keju, mentega
MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                                    Page 44
Gas                                       Busa padat            Batu apung, kerupuk
Padat                                     Sol, gel              Pati dalam air, cat,jeli
Cair              Cair                    Emulsi                Susu, mayones,santan
Gas                                       Busa                  Krim, pasta
Padat             gas                     Aerosol padat         Debu, sap
cair                                      Aerosol cair          Awan, kabut
        Contoh 9.a.1

        Siapakah yang pertama mengenalkan istilah koloid? Jelaskan!

        Jawab:

        Koloid berasal dari akta “kolia” (bahasa yunani) yang artinya lem. Istilah ini diperkenalkan
        oleh Thomas Graham (1861) berdasarkan pengamatannya terhadap gelati yang merupakan
        Kristal atpi sukar mengalami difusi. Padahal umumnya kriistal mudah mengalami difusi.
        Oleh karena itu zat semacam gelatin ini disebut koloid.

        Contoh 9.a.2

        Apakah suspense itu?



        Jawab:

        Suspenssi merupakan system disperse dimana partikel yang berukuran relative besar
        tersebar merata di dalam medium pendispersinya. Pada umumnya system disperse
        (suspense) ini merupakan campuran yang heterogen. Contoh pasir yang dicampur dengan
        air atau endapan hasil reaksi.



        Contoh 9.a.3

        Apa perbedaan larutan dengan koloid? Jelaskan!



        Jawab:

        Larutan merupakan system disperse yang ukuran partikel-partikelnya sangat kecil,
        seehingga tidak dapat dibedakan (diamati) antar partikel pendispersi dengan partikel
        terdispersinya walaupun menggunakan mikroskop ultra. Larutan merupakan campuran
        yang homogeny. Sedangkan koloid merupakan system disperse yang ukuran partikelnya itu
        tidak dapat dilihat dengan mata telanjang tapi dapat dilihat dengan menggunakan
        mikroskop ultra.



   B. Sifat-sifat koloid

        1. Efek tyndall

            Efak tyndall adalah terhamburnya berkas cahaya oleh partikel koloid.

        2. Gerak brown


MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                               Page 45
          Gerak brown adalah gerak partikel koloid dengan lintasan lurus dan arah yang acak
          yang terjadi akibat adanya tumbukan-tumbukan partikel pendispersi terhadap partikel
          terdispersi, sehingga partikel terdispersi akan terlontar

      3. Adsorpsi

      4. Adsorpsi dalah peristiwa penyerapan muatan oleh permukaan-permukaan partikel
         koloid. Adsorpssi terjadi karena adanya kemampuan partikel koloid untuk menarik
         (ditempeli) oleh partikel-partikel kecil.

      5. Koagulasi

          Koagulasi adalah peristiwa penggumpalan koloid karena peristiwa mekanis seperti
          pemanasan dan pendinginan dan peristiwa kimia seperti pencampuran koloid yang
          berbeda muatan atau adanya elektrolit.



      Contoh 9.b.1

      Apakah efek tyndall hanya terjadi pada koloid? Jelaskan!

      Jawab:

      efek tyndall terjadi akibat kemampuan dari suatu partikel menghamburkan cahay yang
      melewatinya. Oleh karena itu efek tyndall tidak hanya terjadi pada koloid tetapi juga pada
      suspense. Koloid dan suspense mempunyai ukuran partikel yang cukup besar untuk
      menghamburkan cahaya yang melewatinya.



      Contoh 9.b.2

      Apa penyebab terjadinya gerak brown dalam koloid?

      Jawab:

      Gerak brown terjadi akibat ukuran partikel terdispersinya relative besar dibandingkan
      dengan medium pendispersinya.



      Contoh 9.b.3

      Apa manfaat gerak brown bagi koloid itu sendiri?

      Jawab:

      Adanya gerak brown ini mengakibatkan partikel-partikel koloid relative stabil meskipun
      ukurannya relative besar, sebab dengan adanya partikel yang bergerak terus menerus,
      pengaruh dari gaya gravitasi kurang berarti.

      Contoh 9.b.4

      Bagaiman muatan partikel-partikel koloid yang mengalami adsorpsi?

      Jawab:


MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                           Page 46
      Muatan dari partikel-partikel koloid ini tergantung dari ion yang diadsorpsi. Jika ion
      tersebut bermuatan positif maka koloid tersebut akan menjadi bermuatan positif, begitu
      juga jika ion yang diadsorpsi bermuatan negative maka koloid akan bermuatan negative.



      Contoh 9.b.5

      Apa yang dimaksud dengan elektroforesis?

      Jawab:

      Elektroforesis adalah peristiwaa bergeraknya partikel koloid dalam medan listrik. Partikel
      koloid akan bergerak menuju kutub muatan listrik yang berlawanan dengan muatan koloid
      tersebut.

      Contoh 9.b.6

      Apa manfaat dari adanya peristiwa elektroforesis dalam koloid?

      Jawab:

      Elektroforesis ini biasanya dimanfaatkan dalam proses peemisahan potongan-potongan gen
      pada proses bioteknologi dan penyaring debu pabrik pada cerobong asap yang disebut
      pesawat cottrel.

      Contoh 9.b.7

      Apa peran ion (adanya elektrolit) dalam peristiwa koagulasi? Dan bagaimanakah agar
      proses koagulasi ini menjadi semakin mudah?

      Jawab:

               Ion negative akan mengkoagulasi koloid positif dan sebaliknya ion positif akan
               mengkoagulasi koloid negative. Proses koagulasi akan semakin mudah bila
               konsentrasi ion dalam larutan tersebut semakin besar, dan bila ukuran muatan ion
               yang berperan dalam proses koagulasi ini semakin besar.

   C. Kestabilan koloid

      Koloid merupakan system disperse yang relative kurang stabil dibandingkan dengan
      larutan. Untuk menjaga kestabilan koloid dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai
      berikut;

      1. Menghilangkan muatan koloid

          Koagulasi dapat dicegah dengan cara menghilangkan muatan dari koloid tersebut.
          Proses penghilangan muatan koloid dilakukan dengan proses dialysis.

      2. Penambahan stabilisator koloid

          Emulgator adalah zat yang ditambahkan ke dalam suatu emulsi (koloid cair dalam cair
          atau cair dalam padat) dengan tujuan agar koloid tidak mudah terpisah. Missal
          penambahan sabun ke dalam campura minyak dan air, dan penambahan ammonia
          dalam pembuatan emulsi pada kertas film.



MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                           Page 47
           Koloid pelindung merupakan koloid yang ditambahkan ke dalam system koloid agar
           menjadi stabil. Missal penambahan gelatin pada pembuatan es krim dimaksudkan agar
           es krim tidak cepat memisah sehingga tetap terus kenyal, serta penambahan gum arab
           dalam pembuatan semir.



           Contoh 9.c.1

           Jelaskan tentang proses dialysis!

           Jawab:

           Pada dasarnya proses dialysis adalah menghilangkan muatan koloid dengan cara
           memasukkan koloid ke dalam meembran semipermeabel. Membrane ini mempunyai
           pori-pori yang mampu ditembus oleh ion tetapi tidak mampu ditembus oleh partikel
           koloid. Bila kantong semipermeabel itu dimasukkan ke dalam airmaka ion-ion yang
           keluar akan terbawa aliran air, sedangkan koloidnya tetap di dalam kantong
           semipermeabel.


           Contoh 9.c.2

           Sebutkan dan jelaskan salah satu manfaat proses dialysis!

           Jawab:

           Salah satu pemanfaatan proses dialysis yang penting adalah alat pencuci darah
           (haemodialisis). Pada proses haemodialisis darah kotor dari pasien dilewatkan dalam
           pipa-pipa yang terbuatb dari membrane semipermeabel. Selama darah mengalir, pipa
           semi permeable tersebut dialiri cairan (biasanya plasma darah), sehingga ion-ion dalam
           darah kotor tadi akan terbawa pada aliran plasma darah yang difungsikan sebagai
           pencuci.

   D. Koloid liofil dan kloid liofob

       Berdasarka interaksi antara partikel terdispersi dengan medium pendispersinya, system
       koloid dibedakan menjadi dua macam, yaitu koloid liofil dan koloid liofob.



       Koloid liofil adalah koloid yang fase terdispersinya suka menarik medium pendispersinya.
       Peristiwa ini disebabkan oleh gaya tarik antara partikel-partikel terdispersi dengan medium
       pendispersinya kuat.



       Koloid liofob adalah system koloid yang fase terdispersinya tidak suka menarik medium
       pendispersinya. Bila medium pendispersinya air koloid liofil disebut juga sebagai koloid
       hidrofil sedangkan koloid liofob disebut sebagai koloid hidrofob.



       Perbedaan kemampuan menarik medium pendispersinya mengakibatkan menjadikan
       perbedaan sifat-sifat koloid tersebut. Perbedaan sifat darri kedua koloid tersebut terlihat
       pada sol liofil dan sol liofob seperti table di bawah ini.


MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                             Page 48
       Table 9.3 perbandingan sifat koloid liofil dan liofob

No Sifat               Sol liofil                               Sol liofob
1  Daya       adsorpsi Kuat,      mudah     mengadsorpsi        Tidaqk mengadsorpsi
   terhadap medium     mediumnya      sehingga    ukuran        mediumnya
                       partikelnya dapat semakin besar
2  Efek tyndall        Kurang jelas                         Sangat jelas
3  Viskositas          Lebih besar dari pada mediumnya      Hamper sama dengan
   (kekentalan)                                             mediumnya
4  Koagulasi           Sukar terkoagulasi                   Mudah terkoagulasi (
                                                            kurang stabil
5    Lain-lain             Bersifat reversible (bila sudah Irreversible (bila sudah
                           terkoagulasi dapat dengan mudah menggumpal         sukar
                           dijadikan koloid lagi            dikoloidkan kembali
6    Contoh                Sabun,detergen,agar-agar, kanji, Sol logam, darah, sol
                           gelatin                          Fe(OH)3


       Contoh soal 9.d.1

       Sebutkan dan jelaskan salah satu pemanfaatan sifat hidrofil dan hirofob pada koloid!

       Jawab:

       Salah pemanfaatan sifa hidrofil dan hidrofob ini adalah pada detergen dalam proses
       pencucian pakaian. Kotoran yang menempel pada kain ada yang mudah larut dalam air,
       tetapi banyak yang tidak larut dalam air, misalnya lemak dan minyak.nproses pencucian
       bertujuan agar lemak dan minyak teremulsi dalaam air, tetapi minyak dan lemak lebih kuat
       menempel pada kain, sebab minyak dan lemak tidak larut di dalam air. Dengan bantuan
       sabun atau detergen, maka minyak akan tertarik oleh dtergen. Kemampuan detergen
       menarik lemak dan minyak pada kain disebabkan pada molekul ditergen terdapat ujung-
       ujung liofil yang larut dalam air dan ujung liofob yang berpegang erat pada minyak dan
       lemak. Akibat adanya gaya tarik menarik tersebut, tegangan permukaan air menurun,
       sehingga air mudah meresap pada kain, maka kotoran berupa lemak dan minyak dapat
       tercabut dari kain.



    E. Pembuatan koloid

       System koloid dapat dibuat secara langsung dengan mendispersikan suatu zat kedalam
       medium pendispersinya. Selain itu, dapat dilakukan dengan mengubah suspense
       menjadikoloid atau dengan mengubah larutan menjadi larutan. Jika ditinjau dari perubahan
       ukuran partikel zat terdispersi, maka cara pembuatan koloid dapat dibedakan menjadi
       duacar, yaitu dengan cara disperse dan cara kondensasi.




        LARUTAN       Cara kondensasi            KOLOID        Cara dispersi   SUSPENSI




MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                              Page 49
   1. Cara disperse

      a. Cara mekanik

          Cara ini dilakukan dengan cara menggiling (menggerus) suspense menjadi ukuran
          koloid, kemudian baru didispersikan ke dalam medium pendispersi.

      b. Homogenisasi

          Pembuatan susu kental manis yang bebas kasein dilakukan dengan cara
          mencammpurkan seerbuk susu skim ke dalam air di dalam mesi homogenisasi,
          sehingga partikel-partikel susu akan berubah menjadi seukuran partikel koloid.

      c. Cara peptisasi

          Partikel endapan dipecah dan dihaluskan menjadi partikel koloid dengan
          menambahkan suatu elektrolit yang mengandung ion sejenis. Missal sol Fe(OH)3
          dibuat dengan menambahkan FeCl3 , dan sol NiS dibuat dengan menambahkan H2S.

      d. Cara busur bredig (cara elektrodispersi)

          Cara ini khusus untuk membuat sol logam dengan cara disperse. Dua kawat logam
          yang berfungsi sebagai electrode diicelupkan ke dalam air, kemudian kedua ujung
          kawat diberi loncatan listrik. Sebagian logam akan mendebu ke dalam air dalam bentuk
          partikel koloid.

   2. Cara kondensasi

      a. Reaksi hidrolisis

          Reaksi ini umumnya digunakan untuk membuat koloid-koloid basa dari suatu garam
          yang dihidrolisis (direaksikan dengan air)

          Contoh:

          Pembuatan sol Fe(OH)3 dengan cara memanaskan larutan FeCl3

          FeCl3 (aq) + 3H2O (l) → Fe(OH)3 (aq) + 3HCl (aq)

      b. Reaksi redoks

          Reaksi yang melibatkan perubahan bilangan oksidasi. Koloid yang terjadi merupakan
          hasil oksidasi atau reduksi.

          Contoh:

          Pembuatan sol belerang dengan mengalirkan gas H2S ke dalam larutan SO2

          2H2S(g) SO2 (aq)   → 2H2O(l) + 3S(s)

      c. Pertukaran ion

          Reaksi pertukaran ion umumnya dilakukan untuk membuat koloid dari zat-zat yang
          sukar larut (endapan) yang dihasilkan pada reaksi kimia.

          Contoh:



MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                         Page 50
         Pembuatan sol As2S3 dengan mengalirkan gas H2S ke dalam larutan As2O3 dengan
         reaksi berikut,

         3H2S (g) + As2O3 (aq) → As2S3 (s)   + 3H2O (l)




MODUL KIMIA SMA XII SMSTER 2                                                 Page 51

								
To top