Docstoc

Management Of School

Document Sample
Management Of School Powered By Docstoc
					SCHOOL MANAGEMENT: Definition, Function and Field Management
oleh : Akhmad Sudrajat, M.Pd. by: Akhmad Sudrajat, M.Pd.
A. A. Pengertian Manajemen Sekolah Understanding School Management
Dalam konteks pendidikan, memang masih ditemukan kontroversi dan inkonsistensi dalam
penggunaan istilah manajemen. In the context of education, is still found controversy and
inconsistency in the use of the term management. Di satu pihak ada yang tetap cenderung
menggunakan istilah manajemen, sehingga dikenal dengan istilah manajemen pendidikan. On the one
hand there are still inclined to use the term management, which is known as management education.
Di lain pihak, tidak sedikit pula yang menggunakan istilah administrasi sehingga dikenal istilah
adminitrasi pendidikan. On the other hand, not a few others use the term so that the technical term
administration of educational administration. Dalam studi ini, penulis cenderung untuk
mengidentikkan keduanya, sehingga kedua istilah ini dapat digunakan dengan makna yang sama. In
this study, the authors tend to identify them, so these two terms can be used with the same meaning.
Selanjutnya, di bawah ini akan disampaikan beberapa pengertian umum tentang manajemen yang
disampaikan oleh beberapa ahli. Furthermore, the following will present some common
understanding of management presented by several experts. Dari Kathryn . From Kathryn. M. M.
Bartol dan David C. Bartol and David C. Martin yang dikutip oleh AM Kadarman SJ dan Jusuf Udaya
(1995) memberikan rumusan bahwa : Martin was quoted by AM Kadarman SJ and Jusuf Udaya (1995)
gives the formulation that:
“Manajemen adalah proses untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi dengan melakukan kegiatan
dari empat fungsi utama yaitu merencanakan (planning), mengorganisasi (organizing), memimpin
(leading), dan mengendalikan (controlling). "Management is the process for achieving goals - goals of
the organization by performing the activities of the four main functions are to plan (planning),
organizing (organizing), lead (leading), and controlling (controlling). Dengan demikian, manajemen
adalah sebuah kegiatan yang berkesinambungan”. Thus, management is a continuous activity. "
Sedangkan dari Stoner sebagaimana dikutip oleh T. While from Stoner as cited by T. Hani Handoko
(1995) mengemukakan bahwa: Hani Handoko (1995) points out:
“Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-
usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar
mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan”. "Management is the process of planning,
organizing, directing, and supervising the efforts of members of the organization and use of resources-
other organizational resources to achieve predetermined organizational objectives."
Secara khusus dalam konteks pendidikan, Djam'an Satori (1980) memberikan pengertian manajemen
pendidikan dengan menggunakan istilah administrasi pendidikan yang diartikan sebagai “keseluruhan
proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai
untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien”. In particular in
the context of education, Djam'an Satori (1980) provide an understanding of education management
of educational administration by using the term defined as "the whole process of cooperation by
utilizing all personnel and material resources that are available and appropriate to achieve the
educational goals established in an effective and efficient ". Sementara itu, Hadari Nawawi (1992)
mengemukakan bahwa “administrasi pendidikan sebagai rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses
pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara sistematis
yang diselenggarakan di lingkungan tertentu terutama berupa lembaga pendidikan formal”. In the
meantime, Hadari Nawawi (1992) argued that "educational administration as a series of activities or
the overall process of controlling the collaborative efforts of people to achieve educational goals are
systematically organized in a certain environment, especially in the form of formal education
institutions."
Meski ditemukan pengertian manajemen atau administrasi yang beragam, baik yang bersifat umum
maupun khusus tentang kependidikan, namun secara esensial dapat ditarik benang merah tentang
pengertian manajemen pendidikan, bahwa : (1) manajemen pendidikan merupakan suatu kegiatan;
(2) manajemen pendidikan memanfaatkan berbagai sumber daya; dan (3) manajemen pendidikan
berupaya untuk mencapai tujuan tertentu. Although found in understanding the variety of
management or administration, whether general or specific nature of education, but essentially we
could conclude on the definition of educational management, that: (1) management education is an
activity, (2) management education utilizing various resources and (3) educational management seeks
to achieve certain goals.
B. B. Fungsi Manajemen Management Functions
Dikemukakan di atas bahwa manajemen pendidikan merupakan suatu kegiatan. Stated above that
management education is an activity. Kegiatan dimaksud tak lain adalah tindakan-tindakan yang
mengacu kepada fungsi-fungsi manajamen. Activities referred to was none other than actions which
refers to the functions manajamen. Berkenaan dengan fungsi-fungsi manajemen ini, H. With regard to
these management functions, H. Siagian (1977) mengungkapkan pandangan dari beberapa ahli,
sebagai berikut: Siagian (1977) express the views of several experts, as follows:
Menurut GR Terry terdapat empat fungsi manajemen, yaitu : According to Terry GR there are four
functions of management, ie:
(1) planning (perencanaan); (1) planning (planning);
(2) organizing (pengorganisasian); (2) organizing (organizing);
(3) actuating (pelaksanaan); dan (3) actuating (implementation); and
(4) controlling (pengawasan). (4) controlling (supervision).
Sedangkan menurut Henry Fayol terdapat lima fungsi manajemen, meliputi : Meanwhile, according to
Henry Fayol there are five functions of management, include:
(1) planning (perencanaan); (1) planning (planning);
(2) organizing (pengorganisasian); (2) organizing (organizing);
(3) commanding (pengaturan); (3) Commanding (arrangement);
(4) coordinating (pengkoordinasian); dan (4) coordinating (coordinating); and
(5) controlling (pengawasan). (5) controlling (supervision).
Sementara itu, Harold Koontz dan Cyril O' Donnel mengemukakan lima fungsi manajemen, mencakup :
Meanwhile, Harold Koontz and Cyril O 'Donnel suggested five functions of management, include:
(1) planning (perencanaan); (1) planning (planning);
(2) organizing (pengorganisasian); (2) organizing (organizing);
(3) staffing (penentuan staf); (3) staffing (staffing);
(4) directing (pengarahan); dan (4) directing (direction); and
(5) controlling (pengawasan). (5) controlling (supervision).

Selanjutnya, L. Furthermore, L. Gullick mengemukakan tujuh fungsi manajemen, yaitu : Gullick
revealed seven management functions, namely:
(1) planning (perencanaan); (1) planning (planning);
(2) organizing (pengorganisasian); (2) organizing (organizing);
(3) staffing (penentuan staf); (3) staffing (staffing);
(4) directing (pengarahan); (4) directing (direction);
(5) coordinating (pengkoordinasian); (5) coordinating (coordinating);
(6) reporting (pelaporan); dan (6) reporting (reporting); and
(7) budgeting (penganggaran). (7) budgeting (budgeting).
Untuk memahami lebih jauh tentang fungsi-fungsi manajemen pendidikan, di bawah akan dipaparkan
tentang fungsi-fungsi manajemen pendidikan dalam perspektif persekolahan, dengan merujuk kepada
pemikiran GR Terry, meliputi : (1) perencanaan (planning); (2) pengorganisasian (organizing); (3)
pelaksanaan (actuating) dan (4) pengawasan (controlling). To understand more about the functions of
management education, will be presented under the management functions of education in the
perspective of schooling, with reference to the thoughts GR Terry, include: (1) planning (planning), (2)
organizing (organizing); (3) implementation (actuating) and (4) monitoring (controlling).
1. 1. Perencanaan (planning) Planning (planning)
Perencanaan tidak lain merupakan kegiatan untuk menetapkan tujuan yang akan dicapai beserta cara-
cara untuk mencapai tujuan tersebut. Planning is nothing but an activity to set goals to be achieved
along with the means to achieve that goal. Sebagaimana disampaikan oleh Louise E. As presented by
Louise E. Boone dan David L. Boone and David L. Kurtz (1984) bahwa: planning may be defined as the
proses by which manager set objective, asses the future, and develop course of action designed to
accomplish these objective. Kurtz (1984) that: planning May be defined as the process by which
managers set objectives, asses the future, and develop courses of action Designed to accomplish these
objectives. Sedangkan T. While T. Hani Handoko (1995) mengemukakan bahwa : Hani Handoko (1995)
points out:
“ Perencanaan (planning) adalah pemilihan atau penetapan tujuan organisasi dan penentuan strategi,
kebijaksanaan, proyek, program, prosedur, metode, sistem, anggaran dan standar yang dibutuhkan
untuk mencapai tujuan. "Planning (planning) is the selection or setting organizational goals and
determining strategies, policies, projects, programs, procedures, methods, systems, budgets and
standards required to achieve the goal. Pembuatan keputusan banyak terlibat dalam fungsi ini.”
Decision-making involved in this function. "
Arti penting perencanaan terutama adalah memberikan kejelasan arah bagi setiap kegiatan, sehingga
setiap kegiatan dapat diusahakan dan dilaksanakan seefisien dan seefektif mungkin. The importance
of planning in particular is to provide clarity of direction for every activity, so that each activity can be
arranged and carried out as efficiently and effectively as possible. T. T. Hani Handoko mengemukakan
sembilan manfaat perencanaan bahwa perencanaan: (a) membantu manajemen untuk menyesuaikan
diri dengan perubahan-perubahan lingkungan; (b) membantu dalam kristalisasi persesuaian pada
masalah-masalah utama; (c) memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran; (d)
membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat; (e) memberikan cara pemberian perintah untuk
beroperasi; (f) memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara berbagai bagian organisasi; (g)
membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami; (h) meminimumkan pekerjaan
yang tidak pasti; dan (i) menghemat waktu, usaha dan dana. Hani Handoko the nine argued that the
planning benefits of planning: (a) assist the management to adapt to environmental changes, (b) assist
in the crystallization agreement on major issues, (c) allows managers to understand the whole picture,
(d) assist placement more appropriate responsibility, (e) provide for granting an order to operate, (f)
facilitate the coordination among various parts of the organization, (g) making goals more specific,
detailed and easier to understand, (h) minimize the uncertain job and (i) saving time, effort and funds.

Indriyo Gito Sudarmo dan Agus Mulyono (1996) mengemukakan langkah-langkah pokok dalam
perencanaan, yaitu : Gito Indriyo Sudarmo and Agus Mulyono (1996) suggested the main steps in the
planning, namely:
Penentuan tujuan dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut : (a) menggunakan kata-kata yang
sederhana, (b) mempunyai sifat fleksibel, (c) mempunyai sifat stabilitas, (d) ada dalam perimbangan
sumber daya, dan (e) meliputi semua tindakan yang diperlukan. Determination of objectives by
meeting the following requirements: (a) use simple words, (b) has a flexible nature, (c) have the
nature of stability, (d) is in the balance of resources, and (e) covers all necessary measures .
Pendefinisian gabungan situasi secara baik, yang meliputi unsur sumber daya manusia, sumber daya
alam, dan sumber daya modal. Defining a good combination of circumstances, which include elements
of human resources, natural resources, and capital resources.
Merumuskan kegiatan yang akan dilaksanakan secara jelas dan tegas. Formulate activities to be
carried out clearly and forcefully.
Hal senada dikemukakan pula oleh T. The same thing is also expressed by T. Hani Handoko (1995)
bahwa terdapat empat tahap dalam perencanaan, yaitu : (a) menetapkan tujuan atau serangkaian
tujuan; (b) merumuskan keadaan saat ini; (c) mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan; (d)
mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan. Hani Handoko (1995)
that there are four stages in the planning, namely: (a) set a goal or set of goals, (b) formulating the
present circumstances, (c) identify all the ease and constraints, (d) develop a plan or series of activities
to achieve destination.
Pada bagian lain, Indriyo Gito Sudarmo dan Agus Mulyono (1996) mengemukakan bahwa atas dasar
luasnya cakupan masalah serta jangkauan yang terkandung dalam suatu perencanaan, maka
perencanaan dapat dibedakan dalam tiga bentuk, yaitu : (1) rencana global yang merupakan
penentuan tujuan secara menyeluruh dan jangka panjang, (2) rencana strategis merupakan rencana
yang disusun guna menentukan tujuan-tujuan kegiatan atau tugas yang mempunyai arti strategis dan
mempunyai dimensi jangka panjang, dan (3) rencana operasional yang merupakan rencana kegiatan-
kegiatan yang berjangka pendek guna menopang pencapaian tujuan jangka panjang, baik dalam
perencanaan global maupun perencanaan strategis. In another section, Indriyo Gito Sudarmo and
Agus Mulyono (1996) argued that on the basis of the wide scope of problems and the range contained
in a plan, then the planning can be divided into three forms, namely: (1) global plan which is the
determination of overall objectives and long term, (2) strategic plan is a plan drawn up to determine
the objectives of activities or tasks that have strategic significance and has a long-term dimensions,
and (3) operational plan is a plan of activities to sustain the achievement of short-term term goal long,
both in the global planning and strategic planning.
Perencanaan strategik akhir-akhir ini menjadi sangat penting sejalan dengan perkembangan
lingkungan yang sangat pesat dan sangat sulit diprediksikan, seperti perkembangan teknologi yang
sangat pesat, pekerjaan manajerial yang semakin kompleks, dan percepatan perubahan lingkungan
eksternal lainnya. Strategic planning lately become very important in line with the development
environment is very fast and very difficult to predict, such as the very rapid development of
technology, managerial work is increasingly complex, and the acceleration of other external
environmental changes.
Pada bagian lain, T. On the other hand, T. Hani Handoko memaparkan secara ringkas tentang langkah-
langkah dalam penyusunan perencanaan strategik, sebagai berikut: Hani Handoko explained briefly
about the steps in the preparation of strategic planning, as follows:
Penentuan misi dan tujuan, yang mencakup pernyataan umum tentang misi, falsafah dan tujuan.
Determination of the mission and goals, which include a general statement about the mission,
philosophy and goals. Perumusan misi dan tujuan ini merupakan tanggung jawab kunci manajer
puncak. Formulation of mission and purpose is a key responsibility of top managers. Perumusan ini
dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dibawakan manajer. This formulation is influenced by the values that
brought the manager. Nilai-nilai ini dapat mencakup masalah-masalah sosial dan etika, atau masalah-
masalah umum seperti macam produk atau jasa yang akan diproduksi atau cara pengoperasian
perusahaan. These values may include social issues and ethics, or common problems such as type of
product or service to be produced or how the operation of the company.
Pengembangan profil perusahaan, yang mencerminkan kondisi internal dan kemampuan perusahaan
dan merupakan hasil analisis internal untuk mengidentifikasi tujuan dan strategi sekarang, serta
memerinci kuantitas dan kualitas sumber daya -sumber daya perusahaan yang tersedia. Development
company profile, which reflects the internal condition and the ability of the company and is the result
of internal analysis to identify objectives and strategy now, as well as detailing the quantity and quality
of resources-company resources are available. Profil perusahaan menunjukkan kesuksesan
perusahaan di masa lalu dan kemampuannya untuk mendukung pelaksanaan kegiatan sebagai
implementasi strategi dalam pencapaian tujuan di masa yang akan datang. Company profile shows the
company's success in the past and its ability to support the implementation of activities as the
implementation of the strategy in achieving the objectives in the future.
Analisa lingkungan eksternal, dengan maksud untuk mengidentifikasi cara-cara dan dalam apa
perubahan-perubahan lingkungan dapat mempengaruhi organisasi. Analysis of the external
environment, with a view to identifying ways and in what environmental changes can affect the
organization. Disamping itu, perusahaan perlu mengidentifikasi lingkungan lebih khusus, seperti para
penyedia, pasar organisasi, para pesaing, pasar tenaga kerja dan lembaga-lembaga keuangan, di mana
kekuatan-kekuatan ini akan mempengaruhi secara langsung operasi perusahaan. In addition,
companies need to identify more specific environments, such as providers, market organization,
competitors, labor markets and financial institutions, where these forces will directly affect the
company's operations.
Meski pendapat di atas lebih menggambarkan perencanaan strategik dalam konteks bisnis, namun
secara esensial konsep perencanaan strategik ini dapat diterapkan pula dalam konteks pendidikan,
khususnya pada tingkat persekolahan, karena memang pendidikan di Indonesia dewasa ini sedang
menghadapi berbagai tantangan internal maupun eksternal, sehingga membutuhkan perencanaan
yang benar-benar dapat menjamin sustanabilitas pendidikan itu sendiri. Although opinions on further
illustrates the strategic planning in a business context, but essentially the concept of strategic planning
can be applied also in the context of education, especially at the level of schooling, because it is
education in Indonesia today is facing many internal and external challenges, which require planning
really can guarantee sustanabilitas education itself.
2. 2. Pengorganisasian (organizing) Organizing (organizing)
Fungsi manajemen berikutnya adalah pengorganisasian (organizing). The next management function is
organizing (organizing). George R. George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa : Terry (1986) points
out:
“Pengorganisasian adalah tindakan mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif antara
orang-orang, sehingga mereka dapat bekerja sama secara efisien, dan memperoleh kepuasan pribadi
dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu, dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan
atau sasaran tertentu”. "Organizing is the act of seeking relationships that effectively conduct between
people, so they can work together efficiently, and gain personal satisfaction in performing certain
tasks, in particular environmental conditions in order to achieve certain goals or objectives."
Lousie E. Louise E. Boone dan David L. Boone and David L. Kurtz (1984) mengartikan pengorganisasian
: “… as the act of planning and implementing organization structure. Kurtz (1984) defines the
organization: "... as the act of planning and implementing organization structure. It is the process of
arranging people and physical resources to carry out plans and acommplishment organizational
obtective”. It is the process of arranging people and physical resources to carry out plans and
organizational acommplishment obtective ".
Dari kedua pendapat di atas, dapat dipahami bahwa pengorganisasian pada dasarnya merupakan
upaya untuk melengkapi rencana-rencana yang telah dibuat dengan susunan organisasi pelaksananya.
Of the two opinions above, it is understood that the organization is basically an attempt to complete
the plans that have been made with implementing organizational structure. Hal yang penting untuk
diperhatikan dalam pengorganisasian adalah bahwa setiap kegiatan harus jelas siapa yang
mengerjakan, kapan dikerjakan, dan apa targetnya. The important thing to consider in organizing is
that every activity must be clear who is doing the work, when done, and what its target.
Berkenaan dengan pengorganisasian ini, Hadari Nawawi (1992) mengemukakan beberapa asas dalam
organisasi, diantaranya adalah : (a) organisasi harus profesional, yaitu dengan pembagian satuan kerja
yang sesuai dengan kebutuhan; (b) pengelompokan satuan kerja harus menggambarkan pembagian
kerja; (c) organisasi harus mengatur pelimpahan wewenang dan tanggung jawab; (d) organisasi harus
mencerminkan rentangan kontrol; (e) organisasi harus mengandung kesatuan perintah; dan (f)
organisasi harus fleksibel dan seimbang. With regard to this organization, Hadari Nawawi (1992)
suggested some principles in the organization, including: (a) the organization must be professional, ie
with the distribution unit in accordance with needs, (b) grouping work units should describe the
division of labor, (c) organization must manage the delegation of authority and responsibility, (d) the
organization must reflect the span of control, (e) the organization must contain a unitary command,
and (f) the organization must be flexible and balanced.
Ernest Dale seperti dikutip oleh T. Ernest Dale as quoted by T. Hani Handoko mengemukakan tiga
langkah dalam proses pengorganisasian, yaitu : (a) pemerincian seluruh pekerjaan yang harus
dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi; (b) pembagian beban pekerjaan total menjadi
kegiatan-kegiatan yang logik dapat dilaksanakan oleh satu orang; dan (c) pengadaan dan
pengembangan suatu mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan para anggota menjadi kesatuan
yang terpadu dan harmonis. Hani Handoko suggests three steps in the organizing process, namely: (a)
pemerincian all work to be done to achieve organizational goals, (b) the division of total workload into
logical activities can be carried by one person, and (c) procurement and development of a mechanism
to coordinate the work of its members into an integrated and harmonious unity.
3. 3. Pelaksanaan (actuating) Implementation (actuating)
Dari seluruh rangkaian proses manajemen, pelaksanaan (actuating) merupakan fungsi manajemen
yang paling utama. From the whole set of management processes, implementation (actuating) is the
most important management function. Dalam fungsi perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak
berhubungan dengan aspek-aspek abstrak proses manajemen, sedangkan fungsi actuating justru lebih
menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi In
planning and organizing functions more related to abstract aspects of the management process, while
the actuating functions are even more emphasis on activities that relate directly to the people in the
organization
Dalam hal ini, George R. In this case, George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa actuating
merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka
berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota
perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut. Terry
(1986) suggested that the actuating an attempt to move the group members in such a way that they
desire and strive to achieve corporate goals and objectives of the members of the company because
its members had also wanted to achieve those goals.
Dari pengertian di atas, pelaksanaan (actuating) tidak lain merupakan upaya untuk menjadikan
perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap
karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan tanggung
jawabnya. From the above definition, implementation (actuating) nothing but an attempt to make the
plan a reality, with the various directives and motivating for each employee to carry out activities in an
optimal fit with the role, duties and responsibilities.
Hal yang penting untuk diperhatikan dalam pelaksanan (actuating) ini adalah bahwa seorang karyawan
akan termotivasi untuk mengerjakan sesuatu jika : (1) merasa yakin akan mampu mengerjakan, (2)
yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi dirinya, (3) tidak sedang dibebani oleh
problem pribadi atau tugas lain yang lebih penting, atau mendesak, (4) tugas tersebut merupakan
kepercayaan bagi yang bersangkutan dan (5) hubungan antar teman dalam organisasi tersebut
harmonis. The important thing to consider in the conduct (actuating) is that an employee will be
motivated to do something if: (1) feel confident will be able to do, (2) believes that the work has
added value for themselves, (3) not being encumbered by personal problems or other more important
tasks, or urgent, (4) the task is for the relevant trust and (5) the relationship between friends in the
harmonious organization.
4. 4. Pengawasan (controlling) Supervision (controlling)
Pengawasan (controlling) merupakan fungsi manajemen yang tidak kalah pentingnya dalam suatu
organisasi. Supervision (controlling) is a management function which is not less important in an
organization. Semua fungsi terdahulu, tidak akan efektif tanpa disertai fungsi pengawasan. All the
previous functions, will not be effective without the oversight function. Dalam hal ini, Louis E. In this
case, Louis E. Boone dan David L. Boone and David L. Kurtz (1984) memberikan rumusan tentang
pengawasan sebagai : “… the process by which manager determine wether actual operation are
consistent with plans”. Kurtz (1984) gives the formulation of supervision as: "... the process by which
managers determine wether actual operation are consistent with plans".
Sementara itu, Robert J. Meanwhile, Robert J. Mocker sebagaimana disampaikan oleh T. Mocker, as
presented by T. Hani Handoko (1995) mengemukakan definisi pengawasan yang di dalamnya memuat
unsur esensial proses pengawasan, bahwa : Hani Handoko (1995) suggests the definition of
supervision in which contains the essential elements of the regulatory process, that:
“Pengawasan manajemen adalah suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan
dengan tujuan – tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan
kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur
penyimpangan-penyimpangan, serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin
bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara paling efektif dan efisien dalam
pencapaian tujuan-tujuan perusahaan.” "Supervision of management is a systematic effort to define
standards of performance for the purpose - the purpose of planning, designing information systems
feedback, comparing the real events with a pre-set standards, define and measure deviations and take
corrective action necessary to ensure that all corporate resources are used in a way the most effective
and efficient in achieving corporate objectives. "
Dengan demikian, pengawasan merupakan suatu kegiatan yang berusaha untuk mengendalikan agar
pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan memastikan apakah tujuan organisasi tercapai.
Thus, supervision is an activity which seeks to control for the implementation to go according to plan
and determine whether organizational goals achieved. Apabila terjadi penyimpangan di mana letak
penyimpangan itu dan bagaimana pula tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya. If the deviation
occurs where the deviation is and how well the actions needed to overcome them.
Selanjutnya dikemukakan pula oleh T. Furthermore, also proposed by T. Hani Handoko bahwa proses
pengawasan memiliki lima tahapan, yaitu : (a) penetapan standar pelaksanaan; (b) penentuan
pengukuran pelaksanaan kegiatan; (c) pengukuran pelaksanaan kegiatan nyata; (d) pembandingan
pelaksanaan kegiatan dengan standar dan penganalisaan penyimpangan-penyimpangan; dan (e)
pengambilan tindakan koreksi, bila diperlukan. Hani Handoko that the regulatory process has five
stages, namely: (a) the establishment of standards implementation, (b) determination of the
measurement of implementation activities, (c) measuring the implementation of concrete activities,
(d) benchmarking activities with standard deviations and analysis, and ( e) taking corrective action, if
necessary.
Fungsi-fungsi manajemen ini berjalan saling berinteraksi dan saling kait mengkait antara satu dengan
lainnya, sehingga menghasilkan apa yang disebut dengan proses manajemen. These management
functions interact with each other and walk mengkait intertwined with each other, resulting in what is
called process management. Dengan demikian, proses manajemen sebenarnya merupakan proses
interaksi antara berbagai fungsi manajemen. Thus, the management process is actually a process of
interaction between the various management functions.
Dalam perspektif persekolahan, agar tujuan pendidikan di sekolah dapat tercapai secara efektif dan
efisien, maka proses manajemen pendidikan memiliki peranan yang amat vital. In the perspective of
schooling, for the purpose of education in schools can be achieved effectively and efficiently, then the
process of management education has a vital role. Karena bagaimana pun sekolah merupakan suatu
sistem yang di dalamnya melibatkan berbagai komponen dan sejumlah kegiatan yang perlu dikelola
secara baik dan tertib. Because no matter how the school is a system in which involves various
components and a number of activities that need to be well managed and orderly. Sekolah tanpa
didukung proses manajemen yang baik, boleh jadi hanya akan menghasilkan kesemrawutan lajunya
organisasi, yang pada gilirannya tujuan pendidikan pun tidak akan pernah tercapai secara semestinya.
School without the support of good management processes, probably would only produce chaos
organization pace, which in turn was the purpose of education will never be properly achieved.
Dengan demikian, setiap kegiatan pendidikan di sekolah harus memiliki perencanaan yang jelas dan
realisitis, pengorganisasian yang efektif dan efisien, pengerahan dan pemotivasian seluruh personil
sekolah untuk selalu dapat meningkatkan kualitas kinerjanya, dan pengawasan secara berkelanjutan.
Thus, every educational activity in schools should have clear and realistic planning, organizing an
effective and efficient, the deployment and motivating all school personnel to always be able to
improve the quality of their performance, and continuous monitoring.
C. C. Bidang Kegiatan Pendidikan Field Education Activities
Berbicara tentang kegiatan pendidikan, di bawah ini beberapa pandangan dari para ahli tentang
bidang-bidang kegiatan yang menjadi wilayah garapan manajemen pendidikan. Speaking of
educational activities, below are some views from experts on the fields of activities into an area of
arable management education. Ngalim Purwanto (1986) mengelompokkannya ke dalam tiga bidang
garapan yaitu : Ngalim Purwanto (1986) group them into three arable fields, namely:
Administrasi material, yaitu kegiatan yang menyangkut bidang-bidang materi/ benda-benda, seperti
ketatausahaan sekolah, administrasi keuangan, gedung dan alat-alat perlengkapan sekolah dan lain-
lain. Administrative material, that is activities pertaining to the fields of material / objects, such as
school administration, financial administration, building and school supplies tools and others.
Administrasi personal, mencakup di dalamnya administrasi personal guru dan pegawai sekolah, juga
administrasi murid. Administrative personnel, including personnel administration within teachers and
school officials, as well as student administration. Dalam hal ini masalah kepemimpinan dan supervisi
atau kepengawasan memegang peranan yang sangat penting. In this case the problem of leadership
and supervision or oversight plays a very important.
Administrasi kurikulum, seperti tugas mengajar guru-guru, penyusunan sylabus atau rencana
pengajaran tahunan, persiapan harian dan mingguan dan sebagainya. Administration curriculum, such
as teaching duties of teachers, preparation of teaching plans sylabus or annual, daily and weekly
preparation and so forth.
Hal serupa dikemukakan pula oleh M. The same is also expressed by M. Rifa'i (1980) bahwa bidang-
bidang administrasi pendidikan terdiri dari : Rifa'i (1980) that the fields of educational administration
consists of:
Bidang kependidikan atau bidang edukatif, yang menyangkut kurikulum, metode dan cara mengajar,
evaluasi dan sebagainya. Field of education or educational field, which relates to curriculum, methods
and ways of teaching, evaluation and so forth.
Bidang personil, yang mencakup unsur-unsur manusia yang belajar, yang mengajar, dan personil lain
yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar. Field personnel, which includes elements of
human learning, teaching, and other personnel related to teaching and learning activities.
B idang alat dan keuangan, sebagai alat-alat pembantu untuk melancarkan siatuasi belajar mengajar
dan untuk mencapai tujuan pendidikan sebaik-baiknya. B idang equipment and finance, as auxiliary
tools to launch siatuasi teaching and learning and to achieve the best possible education.
Sementara itu, Thomas J. Meanwhile, Thomas J. Sergiovani sebagimana dikutip oleh Uhar
Suharsaputra (2002) mengemukakan delapan bidang administrasi pendidikan, mencakup : (1)
instruction and curriculum development; (2) pupil personnel; (3) community school leadership; (4)
staff personnel; (5) school plant; (6) school trasportation; (7) organization and structure dan (8) School
finance and business management. Sergiovani Sebagimana cited by Uhar Suharsaputra (2002)
suggested eight areas of education administration, include: (1) instruction and curriculum
development, (2) pupil personnel, (3) school community leadership, (4) staff personnel, (5) school
plant; (6) school trasportation; (7) organization and structure and (8) School finance and business
management.
Di lain pihak, Direktorat Pendidikan Menengah Umum Depdiknas (1999) telah menerbitkan buku
Panduan Manajemen Sekolah, yang didalamnya mengetengahkan bidang-bidang kegiatan manajemen
pendidikan, meliputi: (1) manajemen kurikulum; (2) manajemen personalia; (3) manajemen
kesiswaan; (4) manajemen keuangan; (5) manajemen perawatan preventif sarana dan prasarana
sekolah. On the other hand, the Directorate General of Secondary Education Ministry of Education
(1999) has published a book Management Guide School, within which explores the areas of education
management activities, including: (1) curriculum management, (2) personnel management, (3)
student management; ( 4) financial management, (5) preventive care management school facilities
and infrastructure.
Dari beberapa pendapat di atas, agaknya yang perlu digarisbawahi yaitu mengenai bidang administrasi
pendidikan yang dikemukakan oleh Thomas J. Of the few opinions on the above, it seems that should
be highlighted, namely the field of educational administration who put forward by Thomas J.
Sergiovani. Sergiovani. Dalam konteks pendidikan di Indonesia saat ini, pandangan Thomas J. In the
context of education in Indonesia today, the view of Thomas J. Sergiovani kiranya belum sepenuhnya
dapat dilaksanakan, terutama dalam bidang school transportation dan business management.
Sergiovani presumably not yet fully implemented, especially in the field of school transportation and
business management. Dengan alasan tertentu, kebijakan umum pendidikan nasional belum dapat
menjangkau ke arah sana. With some reason, the general policy of national education has not been
able to reach down that way. Kendati demikian, dalam kerangka peningkatkan mutu pendidikan, ke
depannya pemikiran ini sangat menarik untuk diterapkan menjadi kebijakan pendidikan di Indonesia.
Nevertheless, within the framework of quality improvement of education, the future of this idea is
very interesting to apply a policy of education in Indonesia.
Merujuk kepada kebijakan Direktorat Pendidikan Menengah Umum Depdiknas dalam buku Panduan
Manajemen Sekolah, berikut ini akan diuraikan secara ringkas tentang bidang-bidang kegiatan
pendidikan di sekolah, yang mencakup : Referring to the policy of the Directorate General of
Secondary Education Ministry of Education in School Management Guide book, the following will be
described in brief about the fields of educational activities in schools, which include:



1. 1. Manajemen kurikulum Management curriculum
Manajemen kurikulum merupakan subtansi manajemen yang utama di sekolah. Management
curriculum is the main substance in school management. Prinsip dasar manajemen kurikulum ini
adalah berusaha agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, dengan tolok ukur pencapaian
tujuan oleh siswa dan mendorong guru untuk menyusun dan terus menerus menyempurnakan
strategi pembelajarannya. The basic principle of this curriculum management is trying to make the
learning process can run well, with the benchmark goal achievement by students and encourage
teachers to develop and continuously improve the learning strategy. Tahapan manajemen kurikulum
di sekolah dilakukan melalui empat tahap : (a) perencanaan; (b) pengorganisasian dan koordinasi; (c)
pelaksanaan; dan (d) pengendalian. Stages of curriculum management in schools is done through four
stages: (a) planning, (b) organizing and coordination, (c) implementation and (d) control.
Dalam konteks Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Tita Lestari (2006) mengemukakan
tentang siklus manajemen kurikulum yang terdiri dari empat tahap : In the context of the Education
Unit Level Curriculum (SBC), Tita Lester (2006) argued about the curriculum management cycle
consists of four stages:
Tahap perencanaan; meliputi langkah-langkah sebagai : (1) analisis kebutuhan; (2) merumuskan dan
menjawab pertanyaan filosofis; (3) menentukan disain kurikulum; dan (4) membuat rencana induk
(master plan): pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian. Planning stage, include these steps: (1)
needs analysis, (2) formulate and answer a philosophical question, (3) determine the design
curriculum, and (4) create a master plan (master plan): development, implementation, and
assessment.
Tahap pengembangan; meliputi langkah-langkah : (1) perumusan rasional atau dasar pemikiran; (2)
perumusan visi, misi, dan tujuan; (3) penentuan struktur dan isi program; (4) pemilihan dan
pengorganisasian materi; (5) pengorganisasian kegiatan pembelajaran; (6) pemilihan sumber, alat, dan
sarana belajar; dan (7) penentuan cara mengukur hasil belajar. Phase development; includes the steps
of: (1) the formulation of rational or rationale, (2) formulation of the vision, mission and objectives, (3)
determination of the structure and content of courses, (4) selecting and organizing materials, (5)
organizing activities learning, (6) source selection, equipment, and a means of learning, and (7)
determining how to measure learning outcomes.
Tahap implementasi atau pelaksanaan; meliputi langkah-langkah: (1) penyusunan rencana dan
program pembelajaran (Silabus, RPP: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran); (2) penjabaran materi
(kedalaman dan keluasan); (3) penentuan strategi dan metode pembelajaran; (4) penyediaan sumber,
alat, dan sarana pembelajaran; (5) penentuan cara dan alat penilaian proses dan hasil belajar; dan (6)
setting lingkungan pembelajaran Stages of implementation or execution; includes the steps of: (1)
preparation of plans and learning programs (Syllabus, RPP: Learning Implementation Plan), (2) the
translation of material (depth and breadth), (3) determination of strategies and methods, (4 )
provision of resources, tools, and means of learning, (5) determination of ways and means assessment
process and learning outcomes, and (6) setting the learning environment
Tahap penilaian; terutama dilakukan untuk melihat sejauhmana kekuatan dan kelemahan dari
kurikulum yang dikembangkan, baik bentuk penilaian formatif maupun sumatif. Stage assessment;
mainly done to see how far the strengths and weaknesses of the curriculum is developed, both
formative and summative forms of assessment. Penilailain kurikulum dapat mencakup Konteks, input,
proses, produk (CIPP) : Penilaian konteks: memfokuskan pada pendekatan sistem dan tujuan, kondisi
aktual, masalah-masalah dan peluang. Penilailain curriculum to include context, input, process,
product (CIPP): Assessment contexts: focus on a systems approach and objectives, actual conditions,
problems and opportunities. Penilaian Input: memfokuskan pada kemampuan sistem, strategi
pencapaian tujuan, implementasi design dan cost benefit dari rancangan. Assessment Input: focus on
the ability of the system, the achievement of strategy objectives, implementation design and the cost
benefit of the design. Penilaian proses memiliki fokus yaitu pada penyediaan informasi untuk
pembuatan keputusan dalam melaksanakan program. The assessment process that is focused on
providing information for decision-making in implementing the program. Penilaian product berfokus
pada mengukur pencapaian proses dan pada akhir program (identik dengan evaluasi sumatif) The
assessment focuses on measuring the achievement of product and process at the end of the program
(identical to the summative evaluation)
2. 2. Manajemen Kesiswaan Student Management
Dalam manajemen kesiswaan terdapat empat prinsip dasar, yaitu : (a) siswa harus diperlakukan
sebagai subyek dan bukan obyek, sehingga harus didorong untuk berperan serta dalam setiap
perencanaan dan pengambilan keputusan yang terkait dengan kegiatan mereka; (b) kondisi siswa
sangat beragam, ditinjau dari kondisi fisik, kemampuan intelektual, sosial ekonomi, minat dan
seterusnya. The student management there are four basic principles, namely: (a) students must be
treated as subjects and not objects, so that should be encouraged to participate in the planning and
decision making related to their activities, (b) the condition of students is very diverse, in terms of
physical conditions, intellectual ability, socio-economic, interests and so on. Oleh karena itu diperlukan
wahana kegiatan yang beragam, sehingga setiap siswa memiliki wahana untuk berkembang secara
optimal; (c) siswa hanya termotivasi belajar, jika mereka menyenangi apa yang diajarkan; dan (d)
pengembangan potensi siswa tidak hanya menyangkut ranah kognitif, tetapi juga ranah afektif, dan
psikomotor. Therefore we need a vehicle for a variety of activities, so that every student has a vehicle
to develop optimally, (c) students are only motivated to learn, if they are enjoying what is taught, and
(d) the development potential of students not only about the cognitive, but also the realm of affective,
and psychomotor.
3. 3. Manajemen personalia Personnel Management
Terdapat empat prinsip dasar manajemen personalia yaitu : (a) dalam mengembangkan sekolah,
sumber daya manusia adalah komponen paling berharga; (b) sumber daya manusia akan berperan
secara optimal jika dikelola dengan baik, sehingga mendukung tujuan institusional; (c) kultur dan
suasana organisasi di sekolah, serta perilaku manajerial sekolah sangat berpengaruh terhadap
pencapaian tujuan pengembangan sekolah; dan (d) manajemen personalia di sekolah pada prinsipnya
mengupayakan agar setiap warga dapat bekerja sama dan saling mendukung untuk mencapai tujuan
sekolah. There are four basic principles of personnel management are: (a) in developing the school,
human resources are the most valuable component, (b) human resources will contribute optimally if
managed well, thus supporting the institutional objectives, (c) the culture and atmosphere of the
organization in schools, and school managerial behavior affects the achievement of school
development, and (d) personnel management in schools, in principle, strive for every citizen to work
together and support each other to achieve school goals.
Disamping faktor ketersediaan sumber daya manusia, hal yang amat penting dalam manajamen
personalia adalah berkenaan penguasaan kompetensi dari para personil di sekolah. Besides the
availability of human resources, it is very important in regard to mastery manajamen personnel is the
competence of the personnel at the school. Oleh karena itu, upaya pengembangan kompetensi dari
setiap personil sekolah menjadi mutlak diperlukan. Therefore, efforts to develop the competence of
any school personnel to be absolutely necessary.
4. 4. Manajemen keuangan Financial management
Manajemen keuangan di sekolah terutama berkenaan dengan kiat sekolah dalam menggali dana, kiat
sekolah dalam mengelola dana, pengelolaan keuangan dikaitkan dengan program tahunan sekolah,
cara mengadministrasikan dana sekolah, dan cara melakukan pengawasan, pengendalian serta
pemeriksaan. Financial management in schools, especially with regard to school tips in tapping the
fund, school tips in managing funds, financial management associated with the annual program of
school, how to administer the school funds, and how to supervise, control and inspection.
Inti dari manajemen keuangan adalah pencapaian efisiensi dan efektivitas. The essence of financial
management is the attainment of efficiency and effectiveness. Oleh karena itu, disamping
mengupayakan ketersediaan dana yang memadai untuk kebutuhan pembangunan maupun kegiatan
rutin operasional di sekolah, juga perlu diperhatikan faktor akuntabilitas dan transparansi setiap
penggunaan keuangan baik yang bersumber pemerintah, masyarakat dan sumber-sumber lainnya.
Therefore, in addition to seeking the availability of adequate funds for development needs as well as
routine operational activities at the school, also need to consider the factors of accountability and
financial transparency of any use either the originating government, community and other sources.
5. 5. Manajemen perawatan preventif sarana dan prasana sekolah Preventive care management
school facilities and infrastructures
Manajemen perawatan preventif sarana dan prasana sekolah merupakan tindakan yang dilakukan
secara periodik dan terencana untuk merawat fasilitas fisik, seperti gedung, mebeler, dan peralatan
sekolah lainnya, dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja, memperpanjang usia pakai, menurunkan
biaya perbaikan dan menetapkan biaya efektif perawatan sarana dan pra sarana sekolah. Preventive
care management school facilities and infrastructures are periodic action taken and planned to
maintain the physical facilities, such as buildings, furniture, and other school equipment, in order to
improve performance, extend life, reduce repair costs and establish cost effective means of treatment
and pre-school facilities.
Dalam manajemen ini perlu dibuat program perawatan preventif di sekolah dengan cara pembentukan
tim pelaksana, membuat daftar sarana dan pra saran, menyiapkan jadwal kegiatan perawatan,
menyiapkan lembar evaluasi untuk menilai hasil kerja perawatan pada masing-masing bagian dan
memberikan penghargaan bagi mereka yang berhasil meningkatkan kinerja peralatan sekolah dalam
rangka meningkatkan kesadaran merawat sarana dan prasarana sekolah. In this management should
be preventative maintenance program at the school by way of forming an implementation team, make
a list of facilities and pre-advice, prepare a schedule of maintenance activities, prepare an evaluation
sheet to assess the work of maintenance on each piece and give awards to those who managed to
improve performance school supplies in order to increase awareness of caring for school facilities and
infrastructure.
Sedangkan untuk pelaksanaannya dilakukan : pengarahan kepada tim pelaksana, mengupayakan
pemantauan bulanan ke lokasi tempat sarana dan prasarana, menyebarluaskan informasi tentang
program perawatan preventif untuk seluruh warga sekolah, dan membuat program lomba perawatan
terhadap sarana dan fasilitas sekolah untuk memotivasi warga sekolah. As for the implementation is
done: direction to the implementation team, striving for monthly monitoring of the locations where
facilities and infrastructure, disseminate information about preventive maintenance program for the
entire school community, and create a race program and facility maintenance to public schools to
motivate the school community.