Docstoc

MANAJEMEN, KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA SEKOLAH

Document Sample
MANAJEMEN, KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA SEKOLAH Powered By Docstoc
					                                    BAB I
                              PENDAHULUAN


       Dalam kehidupan modern sekarang ini, pendidikan dihadapkan pada
berbagai   tantangan perubahan     yang sangat    cepat   dan kadang-kadang
kehadirannya sulit diprediksikan, sehingga menuntut setiap organisasi untuk
dapat memiliki kemampuan antisipatif dan adaptif terhadap berbagai
kemungkinan sebagai konsekwensi dari adanya perubahan. Begitu pula dengan
sekolah, sebagi institusi yang bergerak dalam bidang jasa pendidikan akan
dihadapkan pada berbagai tantangan perubahan. Ketidakmampuan sekolah
dalam mengantisipasi dan beradaptasi dengan perubahan yang terjasi, lambat
laun akan dapat menimbulkan keterpurukan sekolah itu sendiri, dan habis ditelan
oleh perubahan.
       Bentuk sikap antisipatif dan adaptif ini dapat dilakukan melalui upaya
untuk melaksanakan perbaikan secara terus-menerus dalam proses manajemen.
Jika kita mengacu pada konsep Total Quality Manajemen, maka upaya
perbaikan secara terus-menerus dalam proses manajemen di sekolah menjadi
kebutuhan organisasi yang sangat mendasar, dan makalah ini akan sedikit
membahas makna manajemen dan kepemimpinan sekolah.




                                      1
                                        BAB II
                                 PAMBAHASAN


A. MAKNA MANAJEMEN
             Manajemen pada hakikatnya berkenaan dengan cara-cara pengelolaan
  suatu lembaga agar supaya lembaga tersebut efisien dan efektif. Suatu
  lembaga akan efisien apabila investasi yang ditanamkan di dalam lembaga
  tersebut sesuai atau memberikan provit sebagaimana yang diharapkan.
  Selanjutnya,      suatu   institusi    akan    efektif   apabila   pengelolaannya
  menggunakan prinsip-prinsip yang tepat dan benar sehingga berbagai
  kegiatan di dalam lembaga tersebut dapat mencapai tujuan sebagaimana
  yang telah direncanakan.
             Kotler merumuskan mengenai manajemen lembaga pendidikan tinggi
  sebagai lembaga yang memberikan layanan atau service yang bermutu
  kepada para mahasiswa dan pelanggan lainnya untuk memenuhi kebutuhan
  dan harapannya.


  1. Pengertian Manajemen
             Hersey dan Blanchard mengemukakan manajemen adalah proses
  kerja sama antara individu dan kelompok serta sumber daya lainnya dalam
  mencapai tujuan organisasi adalah sebagai aktivitas manajemen.
             Dalam perspektif yang lebih luas, manajemen adalah suatu proses
  pengaturan dan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki organisasi melalui
  kerjasama para anggota untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan
  efisien.
  2. Manajemen Pendidikan
             Menurut Bush (1986) manajemen pendidikan adalah suatu bidang
  kajian dan praktek yang berkaitan dengan operasional dari organsasi
  pendidikan. Tidak ada satu deflnisi yang diterima secara umum dari bidang
  kajian ini sebab manajemen pendidikan merupakan pengembangan yang




                                          2
dibuat atas banyak bidang disiplin ilmu mencakup sosiologi, politik dan
ekonomi.
       Apa definisi manajemen pendidikan ? Secara sederhana dapat
dipahami bahwa manajemen pendidikan ialah suatu usaha penerapan prinsip-
prinsiip dan teori manajemen dalam aktivitas pendidikan pada lembaga-
lembaga pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan
efesien. Berarti pangkal tolak kerangka kerja (frame work) mana jemen
pendidikan adalah prinsip –prinsip dan teori manajemen umum yang
diapplikasikan untuk mengelola kegiatan pendidikan pada suatau organisasi
pendidikan formal.
       Kerangka kerja manajemen pendidikan adalah bertolak dari prinsip
suatu organisasi dibangun untuk mncapai tujuan tertentu dengan sejumlah
aktivitas. Maka orientasi tujuan sekolah dan perguruan tinggi adalah penting
untuk dicapai agar fungsinya menjadi efektif. Tabrani Rusyan (1992:5)
mengemukakan “Manajemen kependidikan merupakan usaha-usaha yang
dilakukan oleh orang-orang secara bersama-sama untuk mencapai suatu
tujuan pendidikan yang dikehendaki”.
       Pendapat di atas menegaskan bahwa manajemen pendidikan berisikan
usaha bersama dari sejumlah orang yang terorganisir untuk mencapai tujuan
pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya. Sebagai suatu usaha bersama
berarti manajemen pendidikan berlangsung dalam suatu organisasi formal.
Menurut Fattah (1996) prinsip dasar dalam praktek manajemen antara lain :
(1) menentukan cara/metode kerja (2) Pemilihan kerja dan pengembangan
keahlian (3) Pemilihan prosedur kerja (4) Menentukan batas-batas tugas (5)
Mempersiapkan dan membuat spesifikasi tugas (6) Melakukan pendidikan
dan latihan (7) Menentukan sistem dan besarnya imbalan. Kesemua prinsip
dasar praktek manajemen akan menentukan efektivitas, efisiensi dan
produktivitas kerja organisasi.




                                   3
B. KEPEMIMPINAN
  1. Pengertian Kepemimpinan
          Dalam Bahasa Inggris, kepemimpinan disebut dengan leadership
  Sedangkan dalam bahasa Arab disebut dengan istilah khilafah, imarah,
  ziamah atau imamah. secarara etimologi kepemimpinan berarti daya
  memimpin atau kualitas seorang pemimpin atau tindakan dalam memimpin
  itu sendir.
          Sedangkan secara terminologi, ada beberapa definisi mengenai
  kepemimpinan (leadership). Menurut David dan Newstrom, kepemimpinan
  atau leadership adalah suatu kemampuan untuk membujuk orang lain agar
  dapat mencapai tujuan-tujuan tertentu yang telah ditetapkan. Dengan kata
  lain, kepemimpinan adalah upaya untuk mentransformasikan potensi-potensi
  yang terpendam menjadi kenyataan.
          Sementara itu, menurut Hadipoerwono kepemimpinan adalah
  kemampuan seseorang dalam mengkoordinasikan dan menjalin hubungan
  antar sesama manusia, sehingga mendorong orang lain untuk melaksanakan
  tugas-tugasnya dengan hasil yang maksimal. Definisi tersebut tidak jauh
  berbeda dengan yang dikatakan Fiedler, yaitu bahwa kepemimpinan
  sebenarnya adalah     suatu tindakan dalam mengarahkan dan memimpin
  pekerjaan suatu kelompok, yang meljputi tindakan membentuk hubungan
  kerja, memuji dan mengkritik anggota-anggota kelompok tersebut,. Pada
  intinya kepemimpinan adalah suatu kegiatan atau seni untuk mempengaruhi
  perilaku orang-orang yang dipimpin agar mau bekerja menuju kepada satu
  tujuan yang ditetapkan atau diinginkan bersama .


  2. Kepemimpinan Pendidikan
          Soetopo dan Soemanto (1982) menjelaskan bahwa kepemimpinan
  pedidikan ialah kemampuan untuk mempengaruhi dan menggerakkan orang
  lain untuk mencapai tuajuan pendidikan secara bebas dan sukarela. Di dalam
  kepemimpinan pendidikan sebagaimana dijalankan kepala sekolah harus
  dilandasi konsep demokratisasi, spesialisasi tugas, pendelegasian wewenang,



                                      4
  profesionalitas integrasi tugas untuk mencapai tujuan bersama yaitu tujan
  organisasi, tujuan individu dan tujuan pemimpinnya
         Dalam proses manajemen unutk memperoleh tindakan-tindakan
  melalui usaha-usaha orang lain (getting things done by the efforts of other
  people) maka seorang manajer harus menjalankan kepemimpinannya.
  Penekanan kepemimpinan adalah terhadap hubungan dengan orang lain
  untuk mempengaruhinya, sedangkan proses manajemen lebih mcnekankan
  terhadap prosedur dan hasil yang dicapai atau bagaimana proses memperoleh
  sesuatu tindakan dari orang lain. Olch karena itu, proses manajemen bersifat
  formal dan manajer dihubungkan dengan kedudukan seseorang dalam
  organisasi perusahaan atau bisnis dan organisasi lainnya baik yang profit
  maupun organisasi non profit.
         Dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan pendidikan yang sangat
  menentukan adalah kepemimpinan kepala sekolah. Kepemimpinan tersebut
  berlangsung sebagai suatu proses mempengaruhi personil yang terlibat
  dalam pengelolaan lembaga pendidikan dan kegiatan belajar-mengajar dalam
  rangka mencapaian tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Di sini
  berisikan adanya peranan sejumlah orang yang bertindak sebagai manajer
  atau pimpinan lembaga pendidikan yang sangat menentukan perubahan
  sebuah organisasi formal pendidikan, baik sekolah, madrasah atau pesantren.
         fungsi kepemimpinan pendidikan dijelaskan oleh Sailis (1993:88)
  bahwa: "the function of leadership is to enhance the quality of learning and
  support the staff who deliver it". Hal itu pada gilirannya akan bermuara
  kepada pencapaian visi dan misi organisasi atau lembaga pendidikan yang
  dilihat dari mutu pembelajaran yang dicapai dengan sungguh oleh semua
  personil lembaga pendidikan.


C. MANAJER SEKOLAH
  1. Pengertian Manajer
         Allah SWT menciptakan manusia sebagai :makhluk terbaik ciptaan-
  Nya (QS.95:4 ;51:56), berarti keta'atan dan kepatuhan manusia kepada Allah



                                     5
merupakan alasan penciptaan manusia. Karena itu kekhalifahan manusia di
bumi juga merupakan tujuan penciptaan manusia (QS.2:30:6:165), dan
sekaligus hanya manusia yang mau dan mampu menerima amanat dari Allah
dengan etika religius bahwa manusia bebas memilih dan berkehendak untuk
mengikuti perintah-perintah Allah.
       Tugas manusia sebagai pemimpin dan manajer di bumi ini ialah
memakmurkan alam sebagai manifestasi dari rasa syukur manusia kepada
Allah dan pengabdian kepada-Nya. Tugas khalifah diberIkan kepada semua
manusia, maka dalam pelaksanaannya terkandung sikap kebersamaan atau
pertanggungjawaban bersama kepada Allah akan kemakmuran alam ini.
Konsep ini melahirkan nilai yang sangat penting tentang "Pernimpin",
kepernimpinan, dan anggota atau yang dipimpin, serta situasi dimana
kepemimpinan itu berlangsung.


2. Profil Manajer Dan Pemimpin Pendidikan
       Untuk menghadapi tantangan dan permasalahan pendidikan nasionat
yang amat berat saat ini, mau tidak mau pendidikan harus dipegang oleh para
manajer dan pemimpin yang sanggup menghadapi berbagai tantangan dan
permasalahan yang ada, baik pada level makro maupun mikro di sekolah.
       Merujuk pada pemikiran Rodney Overton (2002) tentang profit
manajer dan pemimpin yang dibutuhkan saat ini, berikut ini diuraikan secara
singkat tentang 20 profit manajer dan pemimpin pendidikan yang yang
dibutuhkan saat ini, yakni :
1. Mampu menginspirasi melelui antusiasme yang menular.
2. Memiliki standar etika dan integritas yang tinggi.
3. Memiliki tingkat energi yang tinggi.
4. Memiliki keberanian dan komitmen.
5. Memiliki tingkat kreativitas yang tinggi dan bersikap nonkonversional.
6. Berorientasi pada tujuan yang realistis.
7. Memiliki kemampuan berorganisasi yang tinggi.
8. Mampu menyusun prioritas.



                                     6
  9. Mendorong kerjasama tim dan tidak mementingkan diri sendiri upaya
     yang terorganisasi.
  10. Memiliki kepercayaan diri dan memiliki minat tinggi akan pengetahuan.
  11. Sesuai dan waspada secara mental maupun fisik.
  12. Bersikap adil dan menghargai orang lain.
  13. Menghargai kreatifitas.
  14. Menikmati pengambilan resiko.
  15. Menyusun pertumbuhan jangka panjang.
  16. Terbuka terhadap tantangan dan pertanyaan.
  17. Tidak takut untuk menantang dan pertanyaan.
  18. Mendorong pemahaman yang mendalam untuk banyak orang.
  19. Terbuka terhadap ide-ide dan pandangan baru.
  20. Mengakui kesalahan dan beradaptasi untuk berubah.
          Sungguh salah satu utama para manajer adalah mengambil keputusan
  sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya. Seorang manajer membuat
  keputusan dalam banyak fungsi perusahaan yang akan terkait dengan masa
  depan perusahaannya.


D. KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH
          Kepemimpinan kepala sekolah adalah cara atau usaha kepala sekolah
  dalam      mempengaruhi,   mendorong,   membimbing,      mengarahkan    dan
  menggerakkan guru, staf, siswa, ortang tua siswa dan pihak terkait untuk
  bekerja atau berperan guna mencapai tujuan yang ditetapkan. Cara kepala
  sekolah untuk membuat orang lain bekerja untuk mencapai tujuan sekolah
  merupakan inti kepemimpinan kepala sekolah.
          Banyak hal yang mempengaruhi keberhasilan kepemimpinan kepala
  sekolah.    Dalam   Panduan   Manajemen        Sekolah   (Depdiknas,   1999)
  dikemukakan yang mempengaruhi keberhasilan kepemimpinan kepala
  sekolah yaiiu: (1) kepribadian yang kuat, yaitu pribadi yang percaya diri,
  berani, bersenmangat, murah hati, dan memiliki kepekaan sosial,(2)
  Memahami tujuan pendidlilkan dengan baik.. Karena dengan pemahaman



                                      7
  yang baik, kepala sekolah dapat menjelaskan kepada guru, stafnya, murid-
  murid dan pihak terkait tentang strategi pencapaian tujuan sekolah,
  (3)memiliki pengetahuan yang luas. Kepala sekolah harus memiliki
  pengetahuan yang luas tentang bidang tuagsnya maupun bidang lain yang
  terkait, (4) Memiliki keterampilan profesional, yaitu keterampilan yang
  terkait dengan tugasnya sebagai kepala sekolah yaitu; keterampilan teknis
  (menyusun jadwal pelajaran, memimpin rapat, melakukan supervisi),
  ketrampilan hubungan kemanusiaan (memotivasi, mendorong guru dan staf
  untuk beprestasi); keterampilan konseptual (mengembangkan konsep
  pengembangan       sekolah     mengidentifikasi    dan    memcahkan      serta
  mengantisipasi rnasalah yang akan timbul dari semua kemungkinan).
         Thomp (1993:40) menjelaskan bahwa kepala sekolah adalah orang
  yang   sangat    penting     dalam   sistem   sekolah.Mereka   mengusahakan,
  mernelihara     aturan   dan   disiplin,   menyediakan   barang-barang   yang
  diperlukan, melaksanakan dan meningkatkan program sekolah, serta memilih
  dan mengembangkan pegawai/personil.
         Kepala sekolah harus dapat memahami semua situasi yang ada di
  sekolah agar dia dapat menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan
  situasi sekolahnya. Karena itu,menurut para ahli suatu gaya kepemimpinan
  dapat efekti untuk situasi tertentudan kurang efektif bagi situasi yang lain.
  Adapun gaya kepemimpinan tersebut yaitu : otoriter, demokratis dan laissez-
  faire. Dari tiga gaya kepemimpinan ini muncul pula tipe instruktif konsulatif,
  partisipatif, dan delegatif yang dapat ditampilkan oleh kepala sekolah dalam
  rnengarahkan aktivitas pengajaran, dan fungsi sekolah.


E. BUDAYA SEKOLAH
  1. Menciptakan Budaya Sekolah Yang Tetap Eksis
         Salah satu keunikan dan keunggulan Laschool adalah mempunyai
  budaya sekolah (school culture) yang kokoh, dan tetap eksis.
         Perpaduan semua unsur baik siswa, guru, dan orang tua yang
  bekerjasama dalam menciptakan komunitas yang lebih baik melalui



                                        8
pendidikan yang berkualitas, serta bertanggung jawab dalam meningkatkan
mutu pembelajaran di sekolah, menjadikan sekolah Labschool unggul dan
favorit di masyarakat.
        Budaya sekolah (Deal & Peterson) adalah: sekumpulan nilai yang
melandasi perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian, dan simbol-simbol yang
dipraktikkan oleh kepsek, guru, petugas admin, siswa, dan masyarakat
sekitar sekolah. Budaya sekolah merupakan ciri khas, karakter atau watak,
dan citra sekolah tersebut di masyarakat luas.
        Setiap sekolah harus dapat menciptakan budaya sekolahnya sendiri
sebagai identitas diri, dan juga sebagai rasa kebanggaan akan sekolahnya.
Kegiatan tidak hanya terfokus pada intrakurikuler, tetapi juga ekstrakurikuler
yang dapat mengembangkan potensi kreativitas, bakat dan minat siswa.
        Dalam menciptakan budaya sekolah yang kokoh, kita hendaknya juga
berpedoman pada misi dan visi sekolah yang tidak hanya mencerdaskan otak
saja, tetapi juga watak siswa, serta mengacu pada 4 tingkatan kecerdasan
yaitu : kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan
rohani (SQ) dan kecerdasan sosial.

TIGA HAL YANG MENYUBURKAN                        SEKOLAH AGAR TETAP
EKSIS
  Keterlibatan orang tua dalam menunjang kegiatan sekolah
  Keteladan guru di sekolah
  Prestasi siswa yang membanggakan


BUDAYA SEKOLAH YANG HARES DICIPTAKAN SAAT INI
        Budaya Unggul dan mampu bersaing di dunia global. Memiliki daya
juang yang tinggi, tanpa kehilangan jati diri suatu bangsa, dan tak mengenal
kata 'Putus Asa'
        Sekolah harus dapat melestarikan budaya lokal dengan tetap
mengikuti tren budaya global yang berkembang, misalnya bahasa daerah,
gamelan, dan tarian tradisional perlu dilestarikan sebagai warisan budaya




                                     9
  bangsa. Tetapi tidak dapat kita pungkiri pula bahwa penguasaan bahasa
  asing, band, dan modern dance harus juga dipelajari sebagai budaya global
  yang disukai remaja saat ini.
   Sekarang ini, keunggulan suatu sekolah tidak ditentukan oleh besar
     kecilnya dana yang tersedia, tetapi lebih pada komitmen dan dedikasi
     para guru juga peran serta orang tua dalam memajukan sekolah
   Dapat menciptakan budaya sekolah yang tetap eksis dengan terus
     membangun kredibilitas dan akuntabilitas kinerja, sehingga melahirkan
     sigma kepuasan dikalangan masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu
     pendidikan


F. RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH
         Perencanaan tidak lain merupakan kegiatan untuk menetapkan tujuan
  yang akan dicapai beserta cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut.
         Perencanaan (planning) adalah pemilihan atau penetapan tujuan
  organisasi dan penentuan strategi, kebijaksanaan, proyek, program, prosedur,
  metode, sistem, anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai
  tujuan. Pembuatan keputusan banyak terlibat dalam fungsi ini."
         T. Hani Handoko memaparkan secara ringkas tentang langkah-
  langkah dalam penyusunan perencanaan strategik, sebagai berikut:
  1. Penentuan misi dan tujuan, yang mencakup pernyataan umum tentang
     misi, falsafah dan tujuan. Perumusan ini dan tujuan ini merupakan
     tanggung jawab kunci manajer puncak. Perumusan ini dipengaruhi oleh
     nilai-nilai yang dibawakan manajer. Nilai-nilai ini dapat mencakup
     masalah-masalah sosial dan etika, atau masalah-masalah umum seperti
     macam produk atau jasa yang akan diproduksi atau cara pengoperasian
     perusahaan.
  2. Pengembangan profil perusahaan, yang mencerminkan kondisi internal
     dan kemampuan perusahaan dan merupakan hasil analisis internal untuk
     mengidentifikasi tujuan dan strategi sekarang, serta memerinci kuantitas
     dan kualitas sumber daya - sumber daya perusahaan yang tersedia. Profil



                                     10
    perusahaan menunjukkan kesuksesan perusahaan di masa lalu dan
    kemampuannya        untuk   mendukung   pelaksanaan    kegiatan    sebagai
    implementasi strategi dalam pencapaian tujuan di masa yang akan
    datang.
3. Analisa lingkungan eksternal, dengan maksud untuk mengidentifikasi
    cara-cara dan dalam apa perubahan-perubahan lingkungan dapat
    mempengaruhi        organisasi.   Disamping   itu,    perusahaan     perlu
    mengidentifikasi lingkungan lebih khusus, seperti para penyedia, pasar
    organisasi, para pesaing, pasar tenaga kerja dan lembaga-lembaga
    keuangan, di mana kekuatan-kekuatan ini akan mempengaruhi secara
    langsung operasi perusahaan.
        Meski pendapat di atas lebih menggambarkan perencanaan strategik
dalam konteks bisnis, namun secara esensial konsep perencanaan strategik
ini dapat diterapkan pula dalam konteks pendidikan, khususnya pada tingkat
persekolahan, karena memang pendidikan di Indonesia dewasa ini sedang
menghadapi berbagai tantangan internal        maupun ekstemal, sehingga
membutuhkan perencanaan yang benar-benar dapat menjamin sustanabilitas
pendidilian itu sendiri .




                                      11
                              BAB III
                            KESIMPULAN


       Dari kesimpulan diatas dapatlah kita tarik kesimpulan “ manajeman
adalah proses untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan melakukan
kegiatan dari empat fungsi utama yaitu merencanakan (planning),
mengorganisasi (organizing), memimpin (leading), dan mengendalikan
(controling). Dengan demikian, manajemen adalah sebuah kegiatan yang
berkesinambungan”.
       Dan kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi orang
lain sehingga mau melakukan suatu tindakan dengan sukarela untuk
mencapai tujuan tertentu.
       Alhamdulillah makalah inidapat terselesaikan meskipun kami tahu
banyak sekali kekurangan yang terdapat didalamnya namun hanya sekelumit
inilah yang dapat kami persembahkan, kami memohon samudra maaf
semoga bermanfaat. Amin…….




                                 12
                              DAFTAR PUSTAKA


-   Tilaar, H. A. R. 2002. Membenahi Pendidikan Nasional. Jakarta : Rineka
    Cipta. Cet. I
-   Zainuddin, KH. Muhadi. Mustaqim, Abdul. 2008 Studi Kepemimpinan
    Islam : Putra Mediatama Press. Cet. II
-   Syafiruddin, Drs. 2005. Manajemen Lembaga Pendidikan Islam. Ciputat
    : Ciputat Press. Cet. I




                                   13
i

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:1024
posted:2/5/2011
language:Indonesian
pages:14