Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out
Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

LANDASAN MANAJEMEN PENDIDIKAN

VIEWS: 2,758 PAGES: 8

									                                         BAB I
                                  PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
          Pentingnya manajemen pendidikan ilmu dan teknologi dewasa ini turut
   mempercepat laju perkembangan ekonomi dan industri, yang mempunyai implikasi
   penting terhadap dunia pendidikan. Salah satunya yaitu dampak pertumbuhan dan
   perkembangan ekonomi yang paling nyata dirasakan adala menyangkut lapangan
   kerja, tenaga kerja yang mutunya rendah di negara kita.
          Untuk meningkatkan mutu pendidikan, para pengelola pendidikan dituntut
   untuk memperkaya wawasan, pengetahuan kemampuan yang relevan dengan
   pekerjaannya. Dala makalah ini ingin memberikan informasi da pemahaman yang
   bermanfaat tentang konsep manajemen pendidikan.
          Manajemen pendidikan memberikan gambaran umum tentang berbagai
   pandangan tentang manajemen dan karakteristik pendidikan.


B. Definisi Manajemen Pendidikan
   1. Definisi Manajemen
              Manajemen sering diartika sebagai ilmu, kiat dan profesi. Menurut
      Luther Gulick, manajemen dipandang sebagai suatu bidang pengetahuan yang
      secara sistematik berusaha memahami mengapa dan bagaimana orang bekerja
      sama.
              Para ahli masih berbeda pandangan dalam mendefinisikan manajemen
      dam karenanya belum dapat diterima secara universal. Namun demikian,
      terdapat konsensus bahwa manajemen menyangkut derajat keterampilan
      tertentu.
              Dalam proses manajemen terlibat fungsi-fungsi yang ditampilkan oleh
      seorang manajer atau pimpinan yaitu perencana (planing) pengorganisasian,
      pemimpin dan pengawas. Manajemen diartikan sebagai proses perencana
      memimpin dan mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknya agar
      tujuan tercapai secara efektif dan efisien.




                                            1
   2. Definisi Pendidikan
             Menurut istilah, pendidikan adalah memanusiakan manusia muda,
      pengangkatan manusia muda ke taraf pendidik, sehingga mereka dapat
      memperoleh perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan individu yang
      optimal.


C. Hakikat Tujuan Manajemen Pendidikan
         Menurut Shrode dan Voich (1974, tujuan manajemen utama adalah
  produktifitas dan kepuasan. Mungkin saja tujuan ini tidak tunggal, bahkan jamak
  atau rangkap, seperti peningkatan mutu pendidikan atau lulusannya, keuntungan
  atau profil yang tinggi.
         Produktivitas merupakan tujuan, maka perlu dipahami makna produktivitas
  itu sendir. Produktivitas sebagai ukuran kuantitas dan kualitas kinerja dengan
  mempertimbangkan kemanfaata sumber daya. Produktivitas dapat diukur dengan
  dua standar utama yaitu produktivitas fisik dan nilai.
         Menurut Vromm, produktivitas merupakan fungsi dari motivasi dikalikan
  kemampuan. Artinya tinggi rendahnya produktivitas dipengaruhi oleh motivasi dan
  kemampuan.
         Tujua manajemen pendidikan untuk mengembangkan potensi individu agar
  mampu berdiri sendiri, atau kemampuan dalam berbagai hal seperti konsep, prinsip,
  kreatifitas, tanggung jawab dan ketrampilan.




                                          2
                                         BAB II
                                 PEMBAHASAN


A. Apakah Manajemen Pendidikan Itu Suatu Kiat dan Seni
           Menurut Mary Parker Follet (Stoner, 1986), manajemen sebagai seni untuk
   melaksanakan pekerjaan melalui orang-orang. Definisi ini perlu mendapatkan
   perhatian karena berdasarkan kenyataan.
           Menurut Henry M. Botinger, manajemen sebagai suatu seni membutuhkan
   tiga unsur, yaitu pandangan pengetahuan, teknis, dan komunikasi. Ketiga unsur
   tersebut terkandung dalam manajemen. Semakin banyak belajar manajemen
   memperoleh informasi tentang seperangkat tindakan. Disimpulkan bahwa meskipun
   banyak aspek manajemen telah menjadi iliah, tetapi masih banyak unsur-unsur
   manajemen yang tetap merupakan kiat tersendiri seorang manajer.


      Pendidikan sebagai suatu sistem
           Pendidikan merupakan kegiatan yang kompleks, meliputi berbagai
   komponen komponen yang berkaitan satu sama lain. Bila pendidikan ingin
   dilaksanakan secara terlaksana dan teratur maka beberapa elemen yang terlibat
   dalam kegiatan pendidikan.
           Berdasrkan tinjauan mikro peserta didik dan pendidik merupakan merupakan
   elemen sentral. Adapun peserta didik mempunyai tujuan dan untuk mencapai tujuan
   ini ada berbagai sumber dan kendala.


B. Manajemen Merupakan Suatu Profesi
           Profesi adalah suatu pekerjaan yang menuntut persyaratan tertentu.
   Persyaratan suatu profesi menghendaki berbagai kompetensi sebagai dasar keahlian
   khusus, diakui dan dihargai oleh masyarakat dan pemerintah dan memiliki kode
   etik.
           Menurut Robert L. Katz, harus mempunyai kemampuan konseptual atau
   kompetensi, sosial (hubungan manusiawi). Kemampuan konsep adalah kemampuan
   mempersepsi organisasi sebagai sistem. Sedangkan kemampuan teknik adalah
   kemampuan menggunakan alat, misalnya teknik penyusun program dan anggaran.



                                           3
         Seorang manajer profesional dibutuhkan oleh masyarakat atau konsumen da
  pemerintah, karena prestasinya. Sehingga prestasi itu ia dibayar sebagai
  penghargaan dan pengakuan terhadap eksistensinya. Manajemen profesional
  memerlukan kode etik untuk ditaati. Kode etik itu dimaksudkan untuk melindungi
  masyarakat yang dilayani.
         Menurut Sehein, manajemen sedang bergerak ke arah peningkatan
  profesionalisme, baik dunia bisnis maupun organisasi. Menurut Stoner persyaratan
  lainnya adalah komitmen dan dedikasi yang menghubungkan kehidupan dan
  pekerjaan.


C. Konsep Dasar Manajemen dan Pendidikan Seumur Hidup
         Menurut Shrode dan Voich, menyatakan bahwa kerangka dasar manajemen,
  secara sederhana dikatakan bahwa falsafah merupakan pandangan atau profesi
  tentang kebenaran yang dikembangkan berfikir praktis. Seorang manajer falsafah
  merupakan cara berfikir yang telah terkoordinasikan dengan lingkungan, perangkat
  organisasi nilai-nilai keyakinan yang mendasari tanggung jawab.
         Teori manajer juga berfungsi memecahkan masalah yang timbul. Oleh
  karena itu falsafah, teori tentang manajemen merupakan landasan manajer yang
  dipahami dan dihayati oleh manajer serta teori-teori dijadikan dasar kegiatan
  manajer secara sederahana.


     Konsep pendidikan seumur hidup
         Konsep pendidikan seumur hidup, meskipun telah lama ada dalam sejarah
  pendidikan, namun gagasan itu menjadi sangat terkenal luas sejak terbitnya buku
  "An introduction to life long education" pada tahun 1970 karya Paul Lengrend.
  Konsep tersebut untuk meneliti kembali definisi tentang pendidikan dalam arti yang
  seluas-luasnya.
         Manusia mempunyai hubungan yang erat dengan proses pendidikan.
  –   Pendidikan manusia dewasa ini merupakan masalah yang penting dan sulit
  –   Pendidikan tradisional penuh tanangan
  –   Pendidikan di negara yang berkembang meniru pendidikan asing.




                                        4
          Jadi, konsep pendidikan untuk meningatkan perkembangan manusia dan
   potensi-potensinya sesuai dengan kebutuhan hidupnya.


D. Prinsip-prinsip Manajemen
          Menurut istilah MBS (manajemen berdasarkan sasaran) pertama kali
   dipopulerka sebagai suatu pendekatan terhadap rencana oleh Peter Drucker (1954).
   Sejak itu, MBO (manajement by objectivitas) telah memacu banyak pengkajian,
   evaluasi dan riset. MBO merupakan teknik manajemen yang membantu
   memperjelas dan menjabarkan tahapan tujuan organisasi dan proses penentuan
   tujuan bersama antara atasan dan bawahan.
          Tujuan organisasi adalah segala sesuatu yang harus dicapai organisasi dalam
   melaksanakan misinya. Menurut John B. Schermenhern, organisasi pada dasarnya
   mempunyai tujuan resmi yang disebut misi dan tujuan operasi. Misi organisasi
   membantu organisasi dalam identifikasi, integrasi, kolaborasi, adaptasi dan
   pembaharuan diri.
          Prinsip dasar dalam praktek manajemen antara lain : menentuka cara atau
   metode kerja, pemilihan pekerjaan dan pengembangan keahlian, pemilihan prosedur
   kerja, menentukan batas-batas tugas, mempersiapkan dan membuat spesifikasi
   tugas, dan melakukan pendidikan pelatihan. Semua itu dimaksudkan untuk
   meningkatkan efektivitas, efisiensi dan produktivitas kerja.


      Sumber daya pendidikan
          Sumber daya manajemen yang terlibat dalam organisasi atau lembaga-
   lembaga termasuk lembaga pendidikan antara lain : manusia, sarana dan prasarana,
   biaya, teknologi dan informasi.
          Menurut Shetty dan Vernom B. Bucher terkandung aspek : kompetensi,
   ketrampilan, kemampuan, sikap, perilaku, motivasi dan komitmen. Berdasarkan
   ruang lingkup pendidikan dikelompokkan ke dalam SDM pendidikan dalam sekolah
   dan SDM luar sekolah.




                                           5
                                     BAB III
                                    PENUTUP


A. Kesimpulan
  –   Manajemen sebagai perencana dalam membangun suatu lembaga atau proses
      perencana untuk mencapai efektif dan efisien.
  –   Manajemen pendidikan merupakan pokok utama dalam menguasai ilmu
      pendidikan dan seorang manajer untuk menjadi profesional.
  –   Manajemen pendidikan juga mempengaruhi lingkungan dalam menentukan anak
      didik atau seorang manajer
  –   Tujuan manajemen untuk mengembangkan potensi individu agar mampu berdiri
      sendiri.


B. Saran
  –   Kita sebagai calon guru setidaknya bisa menguasai manajemen pendidikan
      karena untuk memberikan konsep-konsep anak didik kita nanti.
  –   Beriman dan bertaqwa pada Allah SWT untuk menetukan sesuatu dengan hati
      yang ikhlas.




                                         6
                            DAFTAR PUSTAKA


–   Nanang, DR. Fattah, Penerbit : PT. Rosda Karya, Bandung
–   Ainul, Ghurri Drs. M.




                                     7
i

								
To top