Definisi Hacker - DOC - DOC by SylvianaAdoptierties

VIEWS: 1,438 PAGES: 21

									                Definisi Hacker & Cracker
        Cracker adalah sebutan untuk mereka yang masuk ke sistem orang lain dan
cracker lebih bersifat destruktif, biasanya di jaringan komputer, mem-bypass password
atau lisensi program komputer, secara sengaja melawan keamanan komputer, men-
deface (merubah halaman muka web) milik orang lain bahkan hingga men-delete data
orang lain, mencuri data. Sedangkan Hacker yaitu: Ada beberapa pendapat pengertian
HACKER yaitu: 1.menurut orang awam 2. Middle IT 3. Highly IT 1.Orang Awam
IT Hacker adalah orang yang merusak sebuah sistem Hackeradalah orang yang
mencuri data milik orang lain melalui jaringan internet. Hackeradalah mempunyai
kemampuan menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs. 2. Middle
IT Hacker adalah Sebutan untuk mereka yang memberikan sumbangan yang
bermanfaat kepada jaringan komputer, membuat program kecil dan memberikannya
dengan orang-orang diinternet. 3. Highly IT Hacker adalah Hacker merupakan
golongan profesional komputer atau IT, mereka boleh terdiri daripada jurutera
komputer, pengaturcara dan sebagainya yang memiliki pengetahuan tinggi dalam
sesuatu sistem komputer. Hacker mempunyai minat serta pengetahuan yang
mendalam dalam dunia IT sehingga berkeupayaan untuk mengenal pasti kelemahan
sesutu sistem dengan melakukan uji cuba terhadap sesuatu sistem itu. Namun, para
hacker tidak akan melakukan sebarang kero\usakkan terhadap sesuatu sistem itu dan
ia adalah merupakan etika seorang hacker. Jenis-jenis HACKER dapat dibagi menjadi
2 jenis yaitu : 1. White Hat Hacker Istilah dalam bahasa inggris White hat yaitu:
memfokuskan aksinya bagaimana melindungi sebuah sistem, dimana bertentangan
dengan black hat yang lebih memfokuskan aksinya kepada bagaimana menerobos
sistem tersebut. 2. Black Hat Hacker Istilah dalam bahasa inggris yang mengacu
kepada peretas yaitu mereka yang menerobos keamanan sistem komputer tanpa izin,
umumnya dengan maksud untuk mengakses komputer-komputer yang terkoneksi ke
jaringan tersebut. Sisi negative pada cracker:
 1. Scanning yaitu mengetahui hal-hal dasar mengenai sistem yang digunakan, baik
     sistem operasi, sistem file, vulnerelability(Keamanan Data) dan sebagainya.
 2. Melakukan penyusupan ke sistem, hal ini terjadi jika ada kemungkinan folder yg
     dapat diakses dgn priviledge Read Write dan Execute oleh Public. Sehingga orang
     bisa meletakkan file di server dan selanjutnya mengeksekusinya. Kemungkinan
     kedua adalah dari lemahnya konfigurasi server.
 3. Menerobos password super user, bisa terjadi jika Point 2 sudah dapat dilakukan
     akan sangat mudah sekali.
 4. Selanjutnya mengubah data secara acak. yang dirusak adalah halaman untuk SMP
     X trus halaman ke 10. Cracker bekerja cepat agar tidak diketahui oleh
     administrator. Jika harus mikir-mikir dapat diketahui administrator.
 5. Melakukan DEFACE (penggantian halaman), seperti contoh: pada tahun 2004 yang
     lalu Website KPU, partai-partainya berubah menjadi partai Ketela, padi dsb(wah
     saya sudah lupa).
Keuntungan dari HACKER adalah :

   Dapat merambah ke berbagai tempat
   Dapat melakukan pemograman, tidak hanya teori
   Dapat cepat belajar pemograman
Kerugian dari HACKER adalah :

    Sombong
    Dapat mencuri password
    Merusak sistem orang
Sisi positif pada Hacker: yaitu Menyempurnakan sebuah system. sedangkan seorang
cracker lebih bersifat destruktif. Umumnya cracker melakukan cracking untuk
menggunakan sumber daya di sebuah sistem untuk kepentingan sendiri. A.Dalam
dunia underground orang yang menjadi hacker biasanya melalui tahapan-tahapan
berikut: 1. Mundane Person 2. Lamer 3. Wannabe 4. Larva 5. Hacker B.Ada dua
tingkatan hacker berdasarkan keahliannya, yaitu: 1. Wizard 2. Guru C.Karakter hacker
itu sendiri dibagi menjadi dua, mereka ini lebih condong mengarah kepada sifat cracker.
Kedua karakter tersebut adalah: 1. Dark-side Hacker 2. Malicious
Hacker A. Tahapan: 1. Mundane Person:Tahapan yang dilalui oleh mereka yang
menjadi hacker. Mundane Person merupakan tingkatan paling bawah. Seseorang pada
tingkatan ini pada dasarnya tidak tahu sama sekali tentang hacker dan cara-caranya,
walaupun ia mungkin memiliki komputer sendiri dan akses Internet. Ia hanya tahu
bahwa yang namanya hacker itu membobol sistem komputer dan melakukan hal-hal
yang negatif (tindak kejahatan). 2. Lamer:Tahapan yang dilalui oleh mereka yang
menjadi hacker. Seseorang pada tingkatan ini masih dibingungkan oleh seluk beluk
hacking karena ia berpikir bahwa melakukan hacking sama seperti cara-cara warez
(dalam dunia underground berarti menggandakan perangkat lunak secara ilegal).
Pengetahuannya tentang hal-hal seperti itu masih minim, tapi sudah mencoba belajar.
Seseorang pada tingkatan ini sudah bisa mengirimkan trojan (yang dibuat orang lain) ke
atau pada komputer orang lain ketika melakukan obrolan pada IRC atau ICQ dan
menghapus file-file mereka. Padahal ia sendiri tidak tahu persis bagaimana trojan
bekerja. Seseorang yang sukses menjadi hacker biasanya bisa melalui tahapan ini
dengan cepat bahkan melompatinya. 3. Wannabe: Tahapan yang dilalui oleh mereka
yang menjadi hacker. Pada tingkatan ini seseorang sudah mengetahui bahwa
melakukan tindakan hack itu lebih dari sekedar menerobos masuk ke komputer orang
lain. Ia lebih menganggap hal tersebut sebagai sebuah filsafat atau way of life. Akhirnya
ia jadi ingin tahu lebih banyak lagi. Ia mulai mencari, membaca dan mempelajari
tentang metode-metode hacking dari berbagai sumber. 4. Larva: Tahapan yang dilalui
oleh mereka yang menjadi hacker. Juga dikenal dengan sebutan newbie. Pada
tingkatan ini ia sudah memiliki dasar-dasar teknik hacking. Ia akan mencoba
menerobos masuk ke sistem orang lain hanya untuk mencoba apa yang sudah ia
pelajari. Meskipun demikian, pada tingkatan ini ia mengerti bahwa ketika melakukan
hacking ia tidak harus merusak sistem atau menghapus apa saja jika hal itu tidak
diperlukan untuk menutupi jejaknya 5. Hacker:pengertian yang sama pada paragraf
pertama. B. Tingkatan keahlian: 1. Wizard:Secara harfiah istilah ini berarti Dukun,
Tukang Sihir. Wizard merupakan salah satu tuntunan ketika menjalankan program, baik
pada saat melakukan instalasi, setting, dan sebagainya.Tingkatan keahlian dari
seorang hacker. Istilah ini diberikan pada seseorang yang telah memiliki pengetahuan
luas dibidangnya. Kemampuannya tersebut tidak diragukan lagi. 2. Guru: Tingkatan
keahlian dari seorang hacker. Istilah ini digunakan pada seseorang yang mengetahui
semua hal pada bidangnya, bahkan yang tidak terdokumentasi. Ia mengembangkan
trik-trik tersendiri melampaui batasan yang diperlukan. Kalau bidangnya berkaitan
dengan aplikasi, ia tahu lebih banyak daripada pembuat aplikasi
tersebut. C. Karakter Hacker: 1. Dark-side Hacker: Karakter dari para hacker yang
bersifat merusak. Istilah ini diperoleh dari film Star Wars-nya George Lucas. Seorang
Dark-side hacker sama seperti Darth Vader (tokoh dalam film Star Wars) yang tertarik
dengan kekuatan kegelapan. Hal ini tidak ada hubungannya dengan masalah “baik”
atau “jahat” tapi lebih kepada masalah “sah (sesuai hukum yang berlaku)” dan
“kekacauan”. Seorang Dark-side hacker punya kemampuan yang sama dengan semua
hacker, tapi “sisi gelap” dari pikirannya membuat ia menjadi unsur berbahaya untuk
semua komunitas. 2. Malicious Hacker: Karakter dari para hacker yang bersifat
merusak. Hacker yang memiliki sifat jahat dan menyerang sistem dengan maksud jahat.
Istilah untuk menyebut seseorang yang merusak sistem orang lain untuk sekedar iseng
(tidak merasa bersalah) tanpa memperoleh apa pun dari tindakannya
tersebut. Kesimpulan Hacker : membuat teknologi internet semakin maju karena
hacker menggunakan keahliannya dalam hal komputer untuk melihat, menemukan dan
memperbaiki kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem komputer ataupun
dalam sebuah software, membuat gairah bekerja seorang administrator kembali hidup
karena hacker membantu administrator untuk memperkuat jaringan mereka. Cracker :
merusak dan melumpuhkan keseluruhan sistem komputer, sehingga data-data
pengguna jaringan rusak, hilang, ataupun berubah.
hacker adalah orang yang mempelajari, menganalisa, dan selanjutnya bila
menginginkan, bisa membuat, memodifikasi, atau bahkan mengeksploitasi sistem yang
terdapat di sebuah perangkat seperti perangkat lunak komputer dan perangkat keras
komputer seperti program komputer, administrasi dan hal-hal lainnya , terutama
keamanan
Terminologi peretas muncul pada awal tahun 1960-an diantara para anggota organisasi
mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial
Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kelompok mahasiswa tersebut
merupakan salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dan mereka berkutat
dengan sejumlah komputer mainframe. Kata bahasa Inggris “hacker” pertama kalinya
muncul dengan arti positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian
dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik
daripada yang telah dirancang bersama.
Kemudian pada tahun 1983, istilah hacker mulai berkonotasi negatif. Pasalnya, pada
tahun tersebut untuk pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer The
414s yang berbasis di Milwaukee, Amerika Serikat. 414 merupakan kode area lokal
mereka. Kelompok yang kemudian disebut hackertersebut dinyatakan bersalah atas
pembobolan 60 buah komputer, dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-
Kettering hingga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Satu dari pelaku
tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya
mendapatkan hukuman masa percobaan.
Kemudian pada perkembangan selanjutnya muncul kelompok lain yang menyebut-
nyebut diri sebagai peretas, padahal bukan. Mereka ini (terutama para pria dewasa)
yang mendapat kepuasan lewat membobol komputer dan mengakali telepon
(phreaking). Peretas sejati menyebut orang-orang ini crackerdan tidak suka bergaul
dengan mereka. Peretas sejati memandang crackersebagai orang malas, tidak
bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas. Peretas sejati tidak setuju jika dikatakan
bahwa dengan menerobos keamanan seseorang telah menjadi peretas.
Para peretas mengadakan pertemuan tahunan, yaitu setiap pertengahan bulan Juli di
Las Vegas. Ajang pertemuan peretas terbesar di dunia tersebut dinamakanDef Con.
Acara Def Con tersebut lebih kepada ajang pertukaran informasi dan teknologi yang
berkaitan dengan aktivitas peretasan.
Peretas memiliki konotasi negatif karena kesalahpahaman masyarakat akan perbedaan
istilah tentang hacker dan cracker. Banyak orang memahami bahwa peretaslah yang
mengakibatkan kerugian pihak tertentu seperti mengubah tampilan suatu situs web
(defacing), menyisipkan kode-kode virus, dan lain-lain, padahal mereka
adalah cracker. Cracker-lah menggunakan celah-celah keamanan yang belum
diperbaiki oleh pembuat perangkat lunak (bug) untuk menyusup dan merusak suatu
sistem. Atas alasan ini biasanya para peretas dipahami dibagi menjadi dua
golongan: White Hat Hackers, yakni hacker yang sebenarnya dancracker yang sering
disebut dengan istilah Black Hat Hackers.
pengertian hackeritu? Hacker sering disebut sebagai pengacau dalam sebuah sistem
keamanan jaringan dan komputer. Seorang hacker menguasai pemograman komputer
dan keterampilan untuk mengakses informasi rahasia serta mengambil data-data
penting.

Namun ada juga hacker yang tidak merugikan karena membantu kerjapemerintah,
institusi dan lain sebagainya. Untuk memperjelas gambaran tentang hacker, berikut ini
akan kami paparkan informasi seputar hacker.

Asal Mula Hacker

Pada permulaan 1960an, kemajuan di bidang pemrogaman komputer,desain dan
teknologi berkembang seiring dengan kecanggihan otak perangkat keras dan perangkat
lunak.

Pada akhir 1980an melalui serangkaian penelitian dan percobaan, programer dengan
keahlian tingkat tinggi dapat memanipulasi informasi elektronik. Tujuannya adalah untuk
mendapatkan informasi yang bersifat privasi sehingga banyak dokumen-dokumen
penting yang tidak lagi terjaga keamanannya.

Kata Hacker digunakan untuk menyebut seseorang yang memiliki keahlian
menciptakan program baru atau mengonversi program lama menjadi sesuatu yang
canggih dan jenius.

Hacker seringkali mendapat dukungan dari komunitasnya. Mereka menyukai bekerja di
depan komputer untuk memecahkan sesuatu yang menantang. Akhir-akhir ini
hacker identik dengan cybercriminal.

Kerja Hacker

Dalam suatu komunitas hacker, terdapat jenis-jenis keahlian yang berlainan. Misalnya
seorang algoritma hacker mampu memecahkanmasalah dengan urutan perintah yang
secara mudah dikuasi olehnya.

Ada juga hacker yang ahli dalam sistem operasi komputer, hacker yang menguasai
jaringan internet ataupun hacker yang dapat memecahkanpassword, sandi, dan kode
rahasia.

Selain mampu menembus dan mengakses informasi yang tidak diizinkan, hacker juga
mampu mencegah penyusup untuk mengutak-atik dan menyelidiki sistem mereka.

Meskipun beberapa hacker merugikan, namun ada juga hacker yang “bermain” dengan
tujuan untuk mengetahui kapasitas dirinya tanpa melakukan sesuatu yang merugikan
kepentingan umum. Ada juga hacker yang direkrut untuk bekerja sama dengan
pemerintah.
Dampak Hacker

Ada hacker yang menembus sistem keamanan dengan tujuan merusakdata, mencuri
dokumen penting, mencuri software yang berlisensi, mencuri akun kartu kredit, dan
aktivitas ilegal lainnya. Oleh karena itu, pemerintah dan instituti penting harus
beradaptasi dengan kasus kriminal berbasis kemajuan teknologi.

Salah satu caranya adalah dengan merekrut hacker di pihak mereka. Selain itu juga,
dengan mengadakan pelatihan agar para pegawai-pegawai pemerintahan tidak gagap
teknologi.

Pencegahan

Kita dapat berhati-hati terhadap serangan hacker. Misalnya dengan menginstal firewall
dan waspada ketika mengakses website di internet yang menggunakan data pribadi
Anda. Pelajari cara dan pilihan menggunakan jaringan internet.

Walaupun cepat, bukan berarti jaringan internet Anda aman dari serangan hacker.
Hacker selalu meningkatkan kemampuannya dan berkeliaran di internet untuk mencari
celah yang mudah ditembus untuk memperoleh akses.

Dengan hadirnya teknologi internet, jaringan sosial, website pribadi,
website perusahaan dan lain sebagainya, maka banyak sekali informasi yang
bertebaran di internet. Hal ini rawan terhadap pencurian identitas. Oleh karena itu,
tingkatkan kewaspadaan Anda dan batasi informasi penting hanya untuk orang-orang
yang Anda kenal.
ARTI HACKER
Ketika saya membaca sebuah tulisan tentang hacker dan cracker, beberapa hari yang
lalu, saya tersadarkan akan kesalahan penafsiran saya pada dua istilah tersebut dalam
dunia cyberspace. Awalnya saya beranggapan bahwa hacker adalah cracker itu sendiri.
Atau sama-sama mengusung sebuah "penamaan" untuk membobol mekanisme dan
kinerja komputer orang lain. Hal itu pula lah yang kemudian menggiring kesadaran saya
untuk mencoba berselancar di dalam internet selama berjam-jam, mengeprin beberapa
naskah yang berkaitan dengan itu dan mencoba berkomunikasi dengan orang lain
dalam arena chating.

Satu pertanyaan yang saya ajukan pada mereka adalah, apa itu hacker? Dan tragisnya,
apa yang mereka jawab hampir sama dengan apa yang saya miliki, yakni seorang
hacker adalah penyusup yang sengaja masuk pada jaringan komputer milik orang lain
secara ilegal dan "mengacak-ngacak" dokumen didalamnya. Lalu apa itu cracker?
Jawabannya pun nyaris sama. Intinya, baik hacker maupun cracker adalah para
penyusup yang harus di waspadai keberadaanya. Kalau kedua istilah itu punya arti
yang sama, maka pasti ada yang salah dengan pendefinisian keduanya.

Lalu, dimana letak kesalahan dari pendefinisian kedua istilah yang kerap hinggap
ditelinga kita ini? Apalagi semenjak ada kabar bahwa "KPU-online" dibobol oleh para
"hacker" beberapa bulan kebelakang. Benarkah itu adalah pekerjaan seorang hacker?
Atau pekerjaan seorang cracker?

Tulisan ini mencoba menjawab dua istilah yang tidak asing ditelinga kita tersebut
dengan wacana seorang pembelajar murni. Artinya, saya bukan dari kedua golongan
tadi. Walaupun pada akhirnya menjadi tertarik untuk sekedar tahu aktifitas mereka
(para hacker & cracker) sebagai satu ilmu yang menarik dalam dunia IT beberapa tahun
ini.
PERSOALAN DASAR

Hacker dalam tulisan Eric Steven Raymond adalah " there is a community, a shared
culture, of expert programmers and networking wizards that its history back trough
decades to the firs time-sharing minicomputers and the earliesr ARPAnet experiment"

Dengan kata lain, Raymon mengatakan, "the members of this culture originated the
term 'hacker'". Para hackerlah yang kemudian memperkenalkan internet, membuat
program sistem operasi UNIX hingga bisa digunakan saat ini. Dan para hacker pula lah
yang telah berjasa dalam menjalankan World Wide Web sehingga dapat dinikmati oleh
semua orang di seluruh dunia di belahan manapun dia berada asal terkoneksi pada
internet.

Lebih lanjut Raymon mengatakan " jika anda berada pada komunitas ini dan jika anda
memiliki konstribusi didalamnya, dan kemudian orang mengenal anda sebagai hacker,
maka anda adalah seorang hacker".

Sekilas dari pandangan Raymon kita dapat satu definisi bahwa seorang hacker
bukanlah orang yang jahat seperti yang kita pikirkan selama ini. Ya, jika mereka
memang bisa masuk kedalam komputer kita (malalui jaringan internet) karena mereka
bisa menguasai ilmunya. Namun jika ada orang yang kemudian masuk secara ilegal
kedalam komputer kita dan kemudian "mencuri dan mengacak-ngacak" data kita,
mereka adalah CRACKER. Dan bisa jadi mereka adalah seorang hacker dalam dunia
yang berbeda. Dengan kata lin, mereka semua adalah para ahli dalam hal teknologi
informasi ini dan berkecimpung serius didalamnya.

Namun untuk menghindari kerancuan, maka sebuah kata kunci dalam masalah ini,
menurut Raymon adalah perbedaan antara keduanya; seorang Hacker adalah dia yang
membangun sistem, sementara seorang Cracker malah "menghancurkannya". (How to
become a hacker, Eric S. Raymond, 2001).

Kapan istilah hacker menjadi trend sebagai sebuah kejahatan yang menakutkan? Tidak
lain karena "dosa" pakar film di hollywood yang membiaskan istilah hacker dan cracker
ini. Banyak film yang mengangkat tema hacker dalam sebuah bentuk "penghancuran
sistem informasi " yang seharusnya makna itu diterapkan pada seorang cracker.

Sebut misalnya film the Net (1995), Take Down(1999). Film tersebut mengangkat tema
hacker untuk menyebut cracker.
Dan dari kesalah penafsiran tadi, hingga kini pun istilah hacker masih dibiaskan dengan
istilah cracker. Kerancuan itu tidak hanya terjadi di Indonesia saja, bahkan di luar
negeripun pandangan terhadap keduanya sama seperti itu.

Terminologi hacker muncul pada awal tahun 1960-an diantara anggota organisasi
mahasiswa Tech Model Railroad club di Lab Kecerdasan Artifisial Masschusetts
Institute Of Teknology (MIT). Istilah hacker awalnya bermakna positif untukmenyebut
seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat
progranm komputer dengan lebih baik ketimbang yang ada sebelumnya (Memahmi
karakteristik Komunitas Hacker: Studi Kasus pada Komunitas Hacker Indonesia, Donny
B.U, M.Si)

MENJADI HACKER

Mungkin sekilas tentang definisi di atas cukup untuk membatasi sejauhmana peranan
seorang hacker dan cracker itu. Tulisan ini tidak akan mengangkat sejarah hacker dan
awal mula kerancuannya. Namun lebih menitik beratkan pada bagaimana seandainya
kita belajar menjadi hacker. Atau lebih spesifik, bisakah kita menjadi seorang hacker?

Dalam tulisan How to Become a Hacker, Eric Steven Raymon mengatakan bahwa
menjadi hacker tidaklah segampang yang dikira. Langkah awal untuk menjadi seorang
hacker haruslah menguasai minimal 5 bahasa pemrograman yang ada. Ia menyebut
bahasa pemrograman C/C++, Java, Perl, Phyton & LISP. Selain itu mampu berinteraksi
dengan program HTML untuk dapat membangun komunikasi dengan jaringan internet.
Semua dasar diatas adalah ilmu yang "wajib" dimiliki jika kita memang berminat untuk
menjadi seorang hacker sejati. Karena pada dasarnya menjadi Hacker adalah
penguasaan terhadap membaca dan menulis kode.

Kenapa kode? Karena memang komputer yang kita jalankan setiap hari pada intinya
adalah terdiri dari berbagai kode instruksi yang cukup rumit.

Selain penguasaan terhadap bahasa pemrograman diatas, kita pun harus punya bekal
yang cukup dalam berbahasa inggris untuk dapat saling bertukar pikiran dengan
komunitas hacker dari seluruh dunia. Ini tidak dilarang karena pada umumnya, mereka
(anggota komunitas tersebut) memiliki kode etik tersendiri tentang open-source atau
kode-kode program yang boleh dibuka dan diutak atik oleh orang lain. Contoh, kode-
kode Linux yang marak di perkenalkan baru-baru ini memiliki konsep open source dan
karenanya bisa dimiliki oleh khalayak ramai dengan sebutan free software.

Kembali pada persoalan diatas, menjadi seorang hacker untuk tujuan saling berbagi
ilmu dalam teknologi informasi ini, atau dalam arti yang lebih luas untuk memudahkan
pemakai komputer pada masa yang akan datang, bukanlah hal harus ditakuti.
Sebaliknya, ilmu tersebut harus diterjemahkan dan sama-sama digali sehingga menjadi
bagian terintegral dalam memahami lika-liku dunia cyber. Asal saja kita tidak terjebak
pada prilaku yang negatif sehingga menjadi seorang cracker yang membobol sitem
rahasia orang lain.

AWAL SEBUAH PERJUANGAN

Ketika kita meniatkan diri untuk lebih akrab dengan dunia hacker, maka selain
beberapa bekal yang disebutkan diatas, penguasaan bahasa pemrograman, html dan
bahasa inggris, nampaknya niat tersebut harus juga dilengkapi dengan satu sikap
mendasar tentang orientasi dan tujuan awal kita menjadi seorang hacker. Alih-alih
menjadi seorang pakar pemrograman yang baik, jika tidak benar malah bisa terjebak
pada prilaku negativ yang tidak hanya merugikan orang lain tapi merugikan diri sendiri.
Konon, jika seandainya saja anda menjadi seorang cracker dan anda dikenal suka
membuka rahasia orang lain, maka, jangan harap anda dapat dengan mudah berjalan-
jalan kemanca negara. Karena, kata beberapa sumber, nama anda sudah di "black list"
sebagai penjahat cyber?

Di sisi ini menarik untuk di simak, satu sisi, kita butuh teknologi canggih yang kerap
bermunculan dalam hitungan detik, sisi lain ada kehawatiran takut terjebak pada pola
"nyeleneh" yang berakibat patal. Namun demikian, sebagai satu sikap, kita berpijak
pada satu kesepakatan, bahwa mempelajari bahasa-bahasa yang ditawarkan oleh Eric
Steven Raymon diatas, adalah hal yang baik. Karena dengan mempelajarinya, kita
minimal dapat mendapat solusi untuk membuat program yang berguna bagi orang lain.
Dan jika ini dilakukan, percayalah, anda adalah seorang hacker.
14 Tokoh HACKER Dunia yang di segani




Hacker adalah orang yang mempelajari, menganalisa, dan selanjutnya bila
menginginkan, bisa membuat, memodifikasi, atau bahkan mengeksploitasi sistem yang
terdapat di sebuah perangkat seperti perangkat lunak komputer dan perangkat keras
komputer seperti program komputer, administrasi dan hal-hal lainnya , terutama
keamanan.

Berikut beberapa profile 14 Hacker Terbaik Dunia untuk saat ini :
1. Kevin Mitnick
Kevin adalah hacker pertama yang wajahnya terpampang dalam poster “FBI Most
Wanted”.Kevin juga seorang “Master of Deception” dan telah menulis buku yang
berjudul “The Art of Deception”.Buku ini menjelaskan berbagai teknik social engineering
untuk mendapatkan akses ke dalam sistem.
2. Linus Torvalds
Seorang hacker sejati, mengembangkan sistem operasi Linux yang merupakan
gabungan dari “LINUS MINIX”.Sistem operasi Linux telah menjadi sistem operasi
“standar” hacker.Bersama Richard Stallman dengan GNU-nya membangun Linux versi
awal dan berkolaborasi dengan programmer, developper dan hacker seluruh dunia
untuk mengembangkan kernel Linux.
3. John Draper
Penemu nada tunggal 2600 Herz menggunakan peluit plastik yang merupakan hadiah
dari kotak sereal.Merupakan pelopor penggunaan nada 2600 Hz dan dikenal sebagai
Phone Phreaker (Phreaker, baca: frieker)Nada 2600 Hz digunakan sebagai alat untuk
melakukan pemanggilan telepon gratis.Pada pengembangannya, nada 2600 Hz tidak
lagi dibuat dengan peluit plastik, melainkan menggunakan alat yang disebut “Blue Box”.
4. Mark Abene
Sebagai salah seorang “Master of Deception” phiber optik, menginspirasikan ribuan
remaja untuk mempelajari sistem internal telepon negara. Phiber optik juga dinobatkan
sebagai salah seorang dari 100 orang jenius oleh New York Magazine.
Menggunakan komputer Apple , Timex Sinclair dan Commodore 64.
Komputer pertamanya adalah Radio Shack TRS-80 (trash-80).
5. Robert Morris
Seorang anak dari ilmuwan National Computer Security Center yang merupakan bagian
dari National Security Agencies (NSA).
Pertama kali menulis Internet Worm yang begitu momental pada tahun 1988.
Meng-infeksi ribuan komputer yang terhubung dalam jaringan.



   6. Richard Stallman
      Salah seorang “Old School Hacker”, bekerja pada lab Artificial Intelligence
      MIT.Merasa terganggu oleh software komersial dan dan hak cipta
      pribadi.Akhirnya mendirikan GNU (baca: guhNew) yang merupakan singkatan
      dari GNU NOT UNIX.Menggunakan komputer pertama sekali pada tahun 1969 di
      IBM New York Scintific Center saat berumur 16 tahun.

      7. Kevin Poulsen
      Melakukan penipuan digital terhadap stasiun radio KIIS-FM, memastikan bahwa
      ia adalah penelpon ke 102 dan memenangkan porsche 944 S2.

      8. Ian Murphy
      Ian Muphy bersama 3 orang rekannya, melakukan hacking ke dalam komputer
      AT&T dan menggubah seting jam internal-nya.Hal ini mengakibatkan masyarakat
      pengguna telfon mendapatkan diskon “tengah malam” pada saat sore hari, dan
      yang telah menunggu hingga tengah malam harus membayar dengan tagihan
      yang tinggi.

      9. Vladimir Levin
      Lulusan St. Petersburg Tekhnologichesky University.Menipu komputer CitiBank
      dan meraup keuntungan 10 juta dollar.Ditangkap Interpol di Heathrow Airport
      pada tahun 1995

      10. Steve Wozniak
      Membangun komputer Apple dan menggunakan “blue box” untukkepentingan
      sendiri.

      11. Tsutomu Shimomura
      Berhasil menangkap jejak Kevin Mitnick.

      12. Dennis Ritchie dan Ken Thomson
      Dennis Ritchie adalah seorang penulis bahasa C, bersama Ken Thomson
      menulis sistem operasi UNIX yang elegan.
13. Eric Steven Raymond
Bapak hacker. Seorang hacktivist dan pelopor opensource movement.Menulis
banyak panduan hacking, salah satunya adalah: “How To Become A Hacker”
dan “The new hacker‟s Dictionary”.
Begitu fenomenal dan dikenal oleh seluruh masyarakat hacking dunia.Menurut
Eric, “dunia mempunyai banyak persoalan menarik danmenanti untuk
dipecahkan”.

14. Johan Helsingius
Mengoperasikan anonymous remailer paling populer didunia.
3 hacker terkenal di Indonesia:

          1. Dani Firmansyah A.K.A Xnuxer




             Xnuxer(di dunia maya), nama panggilan Dani Firmansyah di dunia bawah
             tanah, di tangkap Satuan Cyber Crime Direktorat Reserse Khusus
             Kepolisian Daerah Metro Jaya pada tanggal 24 April 2004 sekitar pukul
             17:20 di Jakarta.
             Jumat 16 April, Xnuxer mencoba melakukan tes sistem sekuriti kpu.go.id
             melalui XSS (cross site scripting) dari IP 202.158.10.117, namun dilayar
             keluar message risk dengan level low (website KPU belum tembus atau
             rusak).
             Sabtu 17 April 2004 pukul 03.12,42, Xnuxer mencoba lagi melakukan
             penetrasi ke server tnp.kpu.go.id dengan cara SQL Injection dan berhasil
             menembus IP tnp.kpu.go.id 203.130.201.134, serta berhasil meng-up date
             daftar nama partai pada pukul 11.23,16 sampai pukul 11.34,27. Teknik
             yang dipakai Xnuxer dalam meng-hack yakni melalui
             teknik spoofing (penyesatan). Xnuxer melakukan serangan dari IP
             202.158.10.117, kemudian membuka IP Proxy Anonymous Thailand
             208.147.1.1 sebelum msuk ke IP tnp.kpu.go.id 203.130.201.134, dan
             berhasil membuka tampilan nama 24 partai politik peserta pemilu.

             Beruntung Xnuxer meng-hack situs KPU hanya karena ingin mengetes
             keamanan sistem keamanan server tnp.kpu.go.id, tanpa ada muatan
             politik. Di tambah, sifat Xnuxer yang sangat cooperatif, akhirnya Xnuxer
             hanya di bui beberapa bulan saja.
2. Onno W. Purbo A.K.A Kang Onno




  Onno Widodo Purbo (lahir di Bandung 17 Agustus 1962; umur 45 tahun)
  adalah seorang tokoh (yang kemudian lebih dikenal sebagai pakar di
  bidang) teknologi informasi asal Indonesia. Ia memulai pendidikan
  akademis di ITB pada jurusan Teknik Elektro pada tahun 1981. Enam
  tahun kemudian ia lulus dengan predikat wisudawan terbaik, kemudian
  melanjutkan studi ke Kanada dengan beasiswa dari PAU-ME.
  RT/RW-Net adalah salah satu dari sekian banyak gagasan yang
  dilontarkan. Ia juga aktif menulis dalam bidang teknologi informasi media,
  seminar, konferensi nasional maupun internasional. Percaya filosofy
  copyleft, banyak tulisannya dipublikasi secara gratis di internet.
  Pejuang kemerdekaan frekuensi 2.4 GHz, VOIP-Rakyat, dan Antena
  Wifi dari kaleng.




  3. I Made Wiryana A.K.A Pak Made




  Cyber Paspampres nih, konon website dan server President SBY beliau
  yang pegang untuk maintenance dan keamanannya… (pernah digempur
  ampe DDos, namun dalam waktu itungan detik back-up server –ga tau
  dah back-up yang nomor berapa– langsung up).
  Beliau juga pelopor perkembangan linux di indonesia bersama pak
  Rusmanto (redaktur Info Linux). menyelesaikan pendidikan di dua institusi
  pendidikan yaitu S1-Fisika Universitas Indonesia pada tahun 1991 dan
  S1-manajemen Informatika STIMIK Gunadarma tahun 1992 dan
  melanjutkan Magister di eidith cowan university Australia dan sejak tahun
             2004 sampai sekarang sedang menyelesaikan program Doktoral di RVS
             Bielfield Jerman. Dan sekarang berdomisili di Jerman. Status
             pekerjaannya adalah Dosen Tetap universitas Gunadarma.




Pengertian Hacker
9042009

Sejarah Hacker dan Cracker

Hacker muncul pada awal tahun 1960-an diantara para anggota organisasi mahasiswa
Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute
of Technology (MIT). Kelompok mahasiswa tersebut merupakan salah satu perintis
perkembangan teknologi komputer dan mereka beroperasi dengan sejumlah komputer
mainframe. Kata hacker pertama kali muncul dengan arti positif untuk menyebut
seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat
program komputer yang lebih baik dari yang telah dirancang bersama.Kemudian pada
tahun 1983, analogi hacker semakin berkembang untuk menyebut seseorang yang
memiliki obsesi untuk memahami dan menguasai sistem komputer. Pasalnya, pada
tahun tersebut untuk pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer The
414s yang berbasis di Milwaukee AS. 414 merupakan kode area lokal mereka.
Kelompok yang kemudian disebut hacker tersebut dinyatakan bersalah atas
pembobolan 60 buah komputer, dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-
Kettering hingga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Salah seorang dari
antara pelaku tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan 5
pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan.

Kemudian pada perkembangan selanjutnya muncul kelompok lain yang menyebut-
nyebut diri hacker, padahal bukan. Mereka ini (terutama para pria dewasa) yang
mendapat kepuasan lewat membobol komputer dan mengakali telepon (phreaking).
Hacker sejati menyebut orang-orang ini „cracker‟ dan tidak suka bergaul dengan
mereka. Hacker sejati memandang cracker sebagai orang malas, tidak
bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas. Hacker sejati tidak setuju jika dikatakan
bahwa dengan menerobos keamanan seseorang telah menjadi hacker.

Para hacker mengadakan pertemuan setiap setahun sekali yaitu diadakan setiap
pertengahan bulan Juli di Las Vegas. Ajang pertemuan hacker terbesar di dunia
tersebut dinamakan Def Con. Acara Def Con tersebut lebih kepada ajang pertukaran
informasi dan teknologi yang berkaitan dengan aktivitas hacking.
Pengertian Hacker dan Cracker

1. Hacker

Hacker adalah sebutan untuk mereka yang memberikan sumbangan yang bermanfaat
kepada jaringan komputer, membuat program kecil dan membagikannya dengan orang-
orang di Internet. Sebagai contoh : digigumi (Grup Digital) adalah sebuah kelompok
yang mengkhususkan diri bergerak dalam bidang game dan komputer. Digigumi ini
menggunakan teknik teknik hexadecimal untuk mengubah teks yang terdapat di dalam
game. Contohnya, game Chrono Trigger berbahasa Inggris dapat diubah menjadi
bahasa Indonesia. Oleh karena itu, status Digigumi adalah hacker, namun bukan
sebagai perusak. Hacker disini artinya, mencari, mempelajari dan mengubah sesuatu
untuk keperluan hobi dan pengembangan dengan mengikuti legalitas yang telah
ditentukan oleh developer game. Para hacker biasanya melakukan penyusupan-
penyusupan dengan maksud memuaskan pengetahuan dan teknik. Rata – rata
perusahaan yang bergerak di dunia jaringan global (internet) juga memiliki hacker.
Tugasnya yaitu untuk menjaga jaringan dari kemungkinan perusakan pihak luar
“cracker”, menguji jaringan dari kemungkinan lobang yang menjadi peluang para
cracker mengobrak – abrik jaringannya, sebagai contoh : perusahaan asuransi dan
auditing “Price Waterhouse”. Ia memiliki team hacker yang disebut dengan Tiger Team.
Mereka bekerja untuk menguji sistem sekuriti client mereka.

2. Cracker

Cracker adalah sebutan untuk mereka yang masuk ke sistem orang lain dan cracker
lebih bersifat destruktif, biasanya di jaringan komputer, mem-bypass password atau
lisensi program komputer, secara sengaja melawan keamanan komputer, men-deface
(merubah halaman muka web) milik orang lain bahkan hingga men-delete data orang
lain, mencuri data dan umumnya melakukan cracking untuk keuntungan sendiri,
maksud jahat, atau karena sebab lainnya karena ada tantangan. Beberapa proses
pembobolan dilakukan untuk menunjukan kelemahan keamanan sistem.

Hirarki / Tingkatan Hacker

1. Elite

Ciri-ciri : mengerti sistem operasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi &
menyambungkan jaringan secara global, melakukan pemrogramman setiap harinya,
effisien & trampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat, tidak menghancurkan
data-data, dan selalu mengikuti peraturan yang ada. Tingkat Elite ini sering disebut
sebagai „suhu‟.

2. Semi Elite

Ciri-ciri : lebih muda dari golongan elite, mempunyai kemampuan & pengetahuan luas
tentang komputer, mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya), kemampuan
programnya cukup untuk mengubah program eksploit.
3. Developed Kiddie

Ciri-ciri : umurnya masih muda (ABG) & masih sekolah, mereka membaca tentang
metoda hacking & caranya di berbagai kesempatan, mencoba berbagai sistem sampai
akhirnya berhasil & memproklamirkan kemenangan ke lainnya, umumnya masih
menggunakan Grafik User Interface (GUI) & baru belajar basic dari UNIX tanpa mampu
menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.

4. Script Kiddie

Ciri-ciri : seperti developed kiddie dan juga seperti Lamers, mereka hanya mempunyai
pengetahuan teknis networking yang sangat minimal, tidak lepas dari GUI, hacking
dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti & menyusahkan hidup sebagian
pengguna Internet.

5. Lamer

Ciri-ciri : tidak mempunyai pengalaman & pengetahuan tapi ingin menjadi hacker
sehingga lamer sering disebut sebagai „wanna-be‟ hacker, penggunaan komputer
mereka terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu
kredit, melakukan hacking dengan menggunakan software trojan, nuke & DoS, suka
menyombongkan diri melalui IRC channel, dan sebagainya. Karena banyak
kekurangannya untuk mencapai elite, dalam perkembangannya mereka hanya akan
sampai level developed kiddie atau script kiddie saja.

Cracker tidak mempunyai hirarki khusus karena sifatnya hanya membongkar dan
merusak.

Kode Etik Hacker

1. Mampu mengakses komputer tak terbatas dan totalitas.

2. Semua informasi haruslah FREE.

3. Tidak percaya pada otoritas, artinya memperluas desentralisasi.

4. Tidak memakai identitas palsu, seperti nama samaran yang konyol, umur, posisi, dll.

5. Mampu membuat seni keindahan dalam komputer.

6. Komputer dapat mengubah hidup menjadi lebih baik.

7. Pekerjaan yang di lakukan semata-mata demi kebenaran informasi yang harus
disebar luaskan.

8. Memegang teguh komitmen tidak membela dominasi ekonomi industri software
tertentu.
9. Hacking adalah senjata mayoritas dalam perang melawan pelanggaran batas
teknologi komputer.

10. Baik Hacking maupun Phreaking adalah satu-satunya jalan lain untuk menyebarkan
informasi     pada       massa       agar  tak     gagap       dalam     komputer.
Cracker tidak memiliki kode etik apapun.

Aturan Main Hacker

Gambaran umum aturan main yang perlu di ikuti seorang hacker seperti di jelaskan
oleh Scorpio, yaitu:

· Di atas segalanya, hormati pengetahuan & kebebasan informasi.

· Memberitahukan sistem administrator akan adanya pelanggaran keamanan / lubang di
keamanan yang anda lihat.

· Jangan mengambil keuntungan yang tidak fair dari hack.

· Tidak mendistribusikan & mengumpulkan software bajakan.

· Tidak pernah mengambil resiko yang bodoh – selalu mengetahui kemampuan sendiri.

· Selalu bersedia untuk secara terbuka / bebas / gratis memberitahukan & mengajarkan
berbagai informasi & metoda yang diperoleh.

· Tidak pernah meng-hack sebuah sistem untuk mencuri uang.

· Tidak pernah memberikan akses ke seseorang yang akan membuat kerusakan.

· Tidak pernah secara sengaja menghapus & merusak file di komputer yang dihack.

· Hormati mesin yang di hack, dan memperlakukan dia seperti mesin sendiri.

Hacker sejati akan selalu bertindak berlandaskan kode etik dan aturan main sedang
cracker tidak mempunyai kode etik ataupun aturan main karena cracker sifatnya
merusak.

Perbedaan Hacker dan Cracker

a. Hacker

1.Mempunyai kemampuan menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs. Sebagai
contoh : jika seorang hacker mencoba menguji situs Yahoo! dipastikan isi situs tersebut
tak akan berantakan dan mengganggu yang lain. Biasanya hacker melaporkan kejadian
ini untuk diperbaiki menjadi sempurna.

2.Hacker mempunyai etika serta kreatif dalam merancang suatu program yang berguna
bagi siapa saja.
3. Seorang Hacker tidak pelit membagi ilmunya kepada orang-orang yang serius atas
nama ilmu pengetahuan dan kebaikan.

b. Cracker

1. Mampu membuat suatu program bagi kepentingan dirinya sendiri dan bersifat
destruktif atau merusak dan menjadikannya suatu keuntungan. Sebagia contoh : Virus,
Pencurian Kartu Kredit, Kode Warez, Pembobolan Rekening Bank, Pencurian
Password E-mail/Web Server.

2. Bisa berdiri sendiri atau berkelompok dalam bertindak.

3. Mempunyai situs atau cenel dalam IRC yang tersembunyi, hanya orang-orang
tertentu yang bisa mengaksesnya.

4. Mempunyai IP yang tidak bisa dilacak.

5. Kasus yang paling sering ialah Carding yaitu Pencurian Kartu Kredit, kemudian
pembobolan situs dan mengubah segala isinya menjadi berantakan. Sebagai contoh :
Yahoo! pernah mengalami kejadian seperti ini sehingga tidak bisa diakses dalam waktu
yang lama, kasus clickBCA.com yang paling hangat dibicarakan tahun 2001 lalu.

Dua Jenis Kegiatan Hacking

1. Social Hacking, yang perlu diketahui : informasi tentang system apa yang
dipergunakan oleh server, siapa pemilik server, siapa Admin yang mengelola server,
koneksi yang dipergunakan jenis apa lalu bagaimana server itu tersambung internet,
mempergunakan koneksi siapa lalu informasi apa saja yang disediakan oleh server
tersebut, apakah server tersebut juga tersambung dengan LAN di sebuah organisasi
dan informasi lainnya

2. Technical Hacking, merupakan tindakan teknis untuk melakukan penyusupan ke
dalam system, baik dengan alat bantu (tool) atau dengan mempergunakan fasilitas
system itu sendiri yang dipergunakan untuk menyerang kelemahan (lubang keamanan)
yang terdapat dalam system atau service. Inti dari kegiatan ini adalah mendapatkan
akses penuh kedalam system dengan cara apapun dan bagaimana pun.

Contoh Kasus Hacker

1. Pada tahun 1983, pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer The
414s(414 merupakan kode area lokal mereka) yang berbasis di Milwaukee AS.
Kelompok yang kemudian disebut hacker tersebut melakukan pembobolan 60 buah
komputer, dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga komputer
milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Salah seorang dari antara pelaku tersebut
mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya
mendapatkan hukuman masa percobaan.
2. Digigumi (Grup Digital) adalah sebuah kelompok yang mengkhususkan diri bergerak
dalam bidang game dan komputer dengan menggunakan teknik teknik hexadecimal
untuk mengubah teks yang terdapat di dalam game. Contohnya : game Chrono Trigger
berbahasa Inggris dapat diubah menjadi bahasa Indonesia. Oleh karena itu, status
Digigumi adalah hacker, namun bukan sebagai perusak.

3. Pada hari Sabtu, 17 April 2004, Dani Firmansyah, konsultan Teknologi Informasi (TI)
PT Danareksa di Jakarta berhasil membobol situs milik Komisi Pemilihan Umum (KPU)
di http://tnp.kpu.go.id dan mengubah nama-nama partai di dalamnya menjadi nama-
nama “unik”, seperti Partai Kolor Ijo, Partai Mbah Jambon, Partai Jambu, dan lain
sebagainya. Dani menggunakan teknik SQL Injection(pada dasarnya teknik tersebut
adalah dengan cara mengetikkan string atau perintah tertentu di address bar browser)
untuk menjebol situs KPU. Kemudian Dani tertangkap pada hari Kamis, 22 April 2004.

Akibat yang Ditimbulakan oleh Hacker dan Cracker

Hacker : membuat teknologi internet semakin maju karena hacker menggunakan
keahliannya dalam hal komputer untuk melihat, menemukan dan memperbaiki
kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem komputer ataupun dalam sebuah
software, membuat gairah bekerja seorang administrator kembali hidup karena hacker
membantu administrator untuk memperkuat jaringan mereka.

Cracker : merusak dan melumpuhkan keseluruhan sistem komputer, sehingga data-
data pengguna jaringan rusak, hilang, ataupun berubah.

Kesimpulan

Para hacker menggunakan keahliannya dalam hal komputer untuk melihat, menemukan
dan memperbaiki kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem komputer
ataupun dalam sebuah software. Oleh karena itu, berkat para hacker-lah Internet ada
dan dapat kita nikmati seperti sekarang ini, bahkan terus di perbaiki untuk menjadi
sistem yang lebih baik lagi. Maka hacker dapat disebut sebagai pahlawan jaringan
sedang cracker dapat disebut sebagai penjahat jaringan karena melakukan melakukan
penyusupan dengan maksud menguntungkan dirinya secara personallity dengan
maksud merugikan orang lain. Hacker sering disebut hacker putih (yang merupakan
hacker sejati yang sifatnya membangun) dan hacker hitam (cracker yang sifatnya
membongkar dan merusak)

								
To top