Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Pada Bank Umum Pemerintah Di Wilayah Surabaya Dan Sid

Document Sample
Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Pada Bank Umum Pemerintah Di Wilayah Surabaya Dan Sid Powered By Docstoc
					PENYUSUNAN RENCANA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN
           MEUBEL LINDAH PASURUAN



                  SKRIPSI




                      Oleh
              Dwi Wijaya Kusumawati
                   01.610.309




     UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
             FAKULTAS EKONOMI
                  MEI 2007
                                     BAB I

                                PENDAHULUAN



A. Latar Belakang Masalah

          Perkembangan Perusahaan Meubel di Indonesia saat ini berkembang

   cukup pesat, hal ini ditandai dengan semakin banyaknya perusahaan meubel yang

   melakukan kegiatan usaha pada sektor tersebut di pasaran. Pada sisi lain semakin

   banyaknya perusahaan yang bergerak dalam sektor meubel tersebut menjadikan

   usaha pada sektor tersebut menjadi salah satu sektor unggulan di Indonesia.

   Apalagi pangsa pasar produk meubel ini tidak hanya terbatas untuk kalangan

   tertentu seperti produk industri yang lain. Faktor lain yang mendukung untuk

   perkembangan perusahaan meubel yaitu ketersediaan bahan baku yang tersebar

   luas di wilayah Indonesia.

          Data WTO terakhir menunjukkan bahwa pada tahun 2005 China telah

   menjadi eksportir mebel terbesar di dunia melampaui Itali dengan nilai ekspornya

   mencapai sekitar US$ 14 miliar, atau 18% dari total ekspor mebel. Nilai ekspor

   Indonesia pada tahun yang sama hanya 1,79 miliar atau hanya menguasai 2% dari

   pasar dunia mebel. Adapun secara lengkap data nilai ekspor mebel Indonesia dan

   negara-negara pesaing di Asia tahun 2005 dapat dilihat pada Tabel 1.1.
Tabel 1.1: Data Nilai Ekspor Mebel Indonesia dan Negara-Negara Pesaing di
           Asia Tahun 2005 (Dalam US$ milyar)

   No.             Negara           Nilai Ekspor               %
    1.     China                        14,00                18%
    2.     Malaysia                     1,80                  2%
    3.     Indonesia                    1,79                  2%
    4.     Vietnam                      1,61                  2%
    5.     Lain-Lain                    60,80                76%
Sumber: WWW. Kadin-Indonesia.Or.Id

         Berdasarkan Tabel 1.1 dapat diketahui bahwa China sangat agresif dalam

melakukan ekspor, tidak hanya mebel tetapi juga semua produk-produk lain

yang diekspor. Kenyataan tersebut memungkinkan bahwa nilai ekspor meubel

China akan meningkat terus dalam laju yang semakin pesat dalam tahun-tahun

ke depan ini. Jika Indonesia tidak hati-hati, ekspansi China di pasar dunia bisa

membuat kerugian besar bagi Indonesia, dalam arti meubel Indonesia bisa sama

sekali kehilangan pasar eksternalnya.

         Perusahaan Meubel Lindah Pasuruan merupakan salah satu perusahaan

yang menghasilkan produk meubel di wilayah Kabupaten Pasuruan, yang berdiri

tepatnya tanggal 14 Juli 1978. Awalnya perusahaan ini merupakan usaha kecil-

kecilan dan hanya didukung dengan peralatan pertukangan yang masih

sederhana. Pemilik perusahaan selalu berusaha untuk mengembangkan usaha

yang telah dilakukan. Dalam perkembangannya Perusahaan Meubel Lindah

Pasuruan memiliki kinerja keuangan yang baik, hal tersebut dibuktikan dengan
 adanya peningkatan hasil penjualan bersih selama lima tahun terakhir. Adapun

 secara lengkah data mengenai penjualan bersih perusahaan secara lengkap dapat

 dilihat pada Tabel 1.2.

Tabel 1.2: Penjualan Bersih Tahun 2002 Sampai 2006 Pada Perusahaan meubel
           Lindah Pasuruan (Dalam Rupiah)

    No.            Tahun            Penjualan Bersih    Keuntungan
     1.             2002              355.590.750        95.670.550
     2.             2003              524.540.000       123.540.000
     3.             2004              625.500.550       235.770.650
     4.             2005              745.500.550       280.850.500
     5.             2006              970.580.000       325.540.650
 Sumber: Perusahaan meubel Lindah Pasuruan, 2006

           Berdasarkan data pada Tabel 1.2 maka dapat diketahui bahwa selama

lima tahun terakhir Perusahaan Meubel Lindah Pasuruan memiliki peningkatan

penjualan bersih. Hasil tersebut membuktikan bahwa adanya peningkatan atas

kinerja keuangan yang telah dicapai oleh perusahaan, adanya peningkatakan

tersebut juga membuktikan bahwa perusahaan dapat memanfaatkan atas faktor-

faktor produksi secara maksimal..

          Perencanaan merupakan salah satu fungsi manajemen, berhasil atau

gagalnya pencapaian tujuan yang telah ditetapkan bergantung pada perencanaan.

Perencanaan keuangan yang dibuat dengan baik dan selaras dengan strategi yang

telah ditetapkan akan dapat mengarahkan perusahaan dalam pencapaian tujuannya

secara efektif dan efisien. Perencanaan keuangan mencakup kegiatan ramalan
  keuangan dan pengendalian keuangan. Ramalan keuangan dibuat untuk

  meramalkan kebutuhan dana tambahan yang diperlukan perusahaan. Dengan

  mengetahui berapa jumlah dana yang akan diperlukan perusahaan untuk operasi

  periode mendatang, manajemen keuangan dapat memikirkan cara yang terbaik

  untuk mendanai kebutuhan tersebut dan pada akhirnya menjadi dasar pengendalian

  efektif keuangan.

         Langkah awal dalam pelaksanaan kegiatan penyusunan perencanaan

  keuangan adalah peramalan penjualan, yaitu merupakan ramalan unit dan nilai

  uang penjualan suatu perusahaan. Penyusunan perencanaan keuangan apabila

  disajikan dengan benar, maka informasi tersebut akan berguna bagi pihak

  manajemen perusahaan dalam rangka pengembangan usaha yang dilakukan.

  Apabila perencanaan keuangan dilakukan secara tepat maka pihak manajemen

  perusahaan mampu untuk berusaha secara maksimal dalam rangka pencapaian

  tujuan yang telah ditetapkan.

         Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka penulis mengambil judul

  “Penyusunan Rencana Keuangan pada Perusahaan Meubel Lindah Pasuruan”.



B. Perumusan Masalah

         Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka penulis mengambil

  perumusan masalah sebagai berikut :
   1. Berapa besarnya AFN (Additional Fund Needed) atau tambahan dana yang

      dibutuhkan pada perusahaan meubel Lindah Pasuruan untuk tahun 2007 ?

   2. Bagaimana hasil peramalan keuangan pada perusahaan meubel Lindah

      Pasuruan untuk tahun 2007 ?


C. Batasan Masalah

         Batasan masalah dalam penelitian ini yaitu:

   1. Penetapan besarnya AFN (Additional Fund Needed) sebatas pada tahun 2007.

   2. Periode penelitian mulai tahun 2002-2006

   3. Model peramalan yang digunakan regresi linier sederhana.



D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

  1. Tujuan Penelitian

     a. Untuk menghitung besarnya AFN (Additional Fund Needed) atau tambahan

       dana yang dibutuhkan pada perusahaan meubel Lindah Pasuruan untuk

       tahun 2007.

     b. Untuk mengetahui hasil peramalan keuangan pada perusahaan meubel

       Lindah Pasuruan untuk tahun 2007.

  2. Kegunaan Penelitian

     a. Bagi Perusahaan

       Hasil dari penelitian dapat digunakan oleh manajemen sebagai bahan

       pertimbangan dalam menyusun ramalan keuangan di masa mendatang.
b. Bagi Kreditur

  Sebagai bahan pertimbangan untuk malakukan investasi pada perusahaan

  tersebut.

c. Bagi Peneliti Selanjutnya

   Sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan investasi pada perusahaan

   tersebut.
                                 BAB II

                       TINJAUAN PUSTAKA



A. Landasan Penelitian Terdahulu

           Rosul (1993) dalam penelitiannya berjudul “Penerapan Peramalan

   Penjualan Sebagai Dasar Perencanaan dan Penyusunan Budget Penjualan

   pada Perusahaan Mebel CV Kalingga Perdana Sakti Surabaya”, pada tahun

   1993, diperoleh kesimpulan bahwa penyusunan peramalan penjualan yang

   tepat akan sangat membantu perusahaan untuk merealisir rencana penjualan.

           Menurut perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan metode

   regresi linier diperoleh ramalan penjualan tahun 1993 adalah 12850 unit. Dari

   pengujian ini, ternyata dapat memperkuat bukti pemecahan masalah yang

   diajukan oleh Rosul besarnya tingkat deviasi (penyimpangan) antara rencana

   penjualan dengan realisasinya periode 1988-1992 mencapai antara 5,13% -

   23,8%, sedang bila ada peramalan penjualan deviasi antara rencana penjualan

   dengan realisasinya dapat ditekan seminimal mungkin, adapun tingkat

   prosentase paling tinggi sebesar 7,93%. Ada kemungkinan terjadi hasil yang

   kurang seimbang dengan target yang terealisasi, khususnya realisasi yang

   kurang dari target. Selain itu anggaran yang terlalu tinggi targetnya sedikit

   banyak cenderung berpengaruh terhadap semangat kerja pihak manajemen

   untuk mencapi apa yang diinginkan.
B. Tinjauan Teori

1. Arti Penting Perencanaan Keuangan

            Perencanaan merupakan tindakan yang dibuat berdasarkan fakta dan

   asumsi mengenai gambaran kegiatan yang dilakukan pada waktu yang akan

   datang dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Perencanaan adalah proses

   penyusunan tujuan-tujuan perusahaan dan pemilihan tindakan-tindakan yang

   akan dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Supriyanto,

   1994:4).

            Perencanaan keuangan merupakan aspek penting dari operasi dan

   sumber     penghasilan   perusahaan   karena   memberikan   petunjuk   yang

   mengarahkan, mengkoordinasikan dan mengontrol kegiatan perusahaan untuk

   mencapai tujuan. Dua aspek penting dalam proses perencanaan keuangan : (1)

   Perencanaan uang tunai, meliputi persiapan dari penyusunan budget kas

   perusahaan. (2) Perencanaan laba, perencanaan laba perusahaan yang dibuat

   dalam bentuk laporan keuangan proforma. Kedua hal tersebut tidak hanya

   berguna bagi perencanaan keuangan intern tetapi juga dibutuhkan bagi

   pemberi pinjaman baik sekarang maupun yang akan datang.(Sundjaja dan

   Barlian, 2003:162)

            Perencanaan laba berpusat pada pembuatan laporan proforma.

   Laporan proforma, merupakan proyeksi laporan keuangan yang terdiri dari

   neraca dan laporan rugi laba suatu perusahaan. Dua input yang diperlukan
   untuk menyusun laporan proforma dengan menggunakan pendekatan yang

   sederhana yaitu : a) laporan keuangan untuk tahun sebelumnya dan b) ramalan

   penjualan tahun yang akan datang.

          Perencanaan keuangan berhubungan dengan masa depan yang penuh

   dengan ketidakpastian. Kepala bagian finansial harus selalu mengadakan

   forecasting (peramalan dan pengiraan) terhadap masa yang akan datang

   tersebut dengan tepat, meliputi perencanaan finansial jangka panjang (long

   range financial planning) dan perencanaan-perencanaan jangka pendek (short

   range financial planning). Salah satu keuntungan yang diperoleh dari adanya

   perencanaan finansial adalah dihindarkannya pemborosan-pemborosan yang

   diakibatkan oleh adanya aktivitas yang sangat kompleks. (Gitosudarmo dan

   Basri, 1999:265)

2. Prosedur Perencanaan Keuangan

   Langkah-lanhkah dalam penyusunan rencana meliputi: (Gitosudarmo dan

   Basri, 1999:268-269).

   a. Langkah pertama dalam merencanakan keuangan adalah merumuskan

      (formulasi) terhadap tujuan jangka panjang, dapat berupa tujuan untuk

      dapat tumbuh menjadi perusahaan yang bertingkat nasional atau

      internasional.
b. Langkah kedua adalah berupa formulasi dari politik keuangan perusahan.

   Formulasi ini akan menjadi pedoman bagi segala kegiatan bisnisnya, dan

   dalam hal perencanaan keuangan ini sangat diperlukan. Oleh karena dalam

   hal ini sangat diperlukan adanya        forecasting guna memperkirakan

   perubahan-perubahan      terhadap   factor-faktor   yang   terdapat    dalam

   formulasi rencana keuangan dari bisnis itu.

c. Langkah ketiga adalah pembentukan prosedur

   Dimaksud untuk menciptakan koordinasi yang baik dari setiap aktivitas

   yang saling berhubungan, sehingga tidak terjadi bertabrakan, saling

   lempar tanggung jawab.

d. Langkah yanmg terakhir adalah mengusahakan adanya fleksibilitas.

   Keadaan ekonomi saat ini berada dalam keadaan dinamis dan selalu

   meningkat. Oleh karena itu manajemne harus selalu mempersiapkan

   adanya flesibilitas (keluwesan) di dalam rencana-rencana, terutama recana

   jangka pendeknya. Vareabel budged adalah salah satu bentuk yang tepat

   untuk diterapkan.

              Menurut Brigham dan Huston, (1999:117) proses perencanaan

   keuangan dimulai dengan:

   1. Ramalan Penjualan

              Ramalan penjualan (sales forecast) umumnya                 dimulai

     demgam tinjauan atas penjualan lima atau sepuluh tahun yang lalu,
 yang biasanya dinyatakan dalam bentuk grafik pertumbuhan penjualan

 untuk 5 tahun terakhir (Brigham dan Houston, 1999:117). Ramalan

 penjualan dibuat dengan mencoba mengukur volume penjualan di masa

 yang akan dating. Pengukuran tersebut dapat dilakukan secara

 kuantitatif dan kualitatif. Pengukuran secara kualitatif biasanya

 menggunakan metode statistic dan matematik, sedangkan pengukuran

 secara kualitatif biasanya menggunkan judgement/pendapatan.

2. Peramalan laporan Keuangan, langkah-langkahnya:

   a) Meramalkan laporan rugi laba

     Laporan rugi laba untuk tahun mendatang diramalkan untuk

     mendapatkan suatu estimasi atas laba yang dilaporkan dan jumlah

     laba yang ditahan yang akan dihasilkan perusahaan selama tahun

     trsebut. Hal ini memerlukan asumsi-asumsi tentang risiko biaya

     operasi, tarip pajak, beban bunga dan rasio pembayaran dividen.

     Dalam kasus yang paling sederhana, dibuat asumsi bahwa biaya

     akan naik dengan laju yang sma sejalan dengan kenaikan

     penjualan dalam situasi yang lebih rumut, biaya-biaya tertentu

     akan diramalkan secara terpisah.      Namun, tujuan utana dari

     peramalan ini adalah untuk menentukan beberapa banyak laba

     yang akan diperoleh perusahaan dan tahun untuk diinvestasikan

     kembali dlam tahun yang diramalkan.
             b) Meramalkan neraca

               Jika penjualan dinaikkan, maka aktivitasnya harus tumbuh. Karena

               perusahan beroperasi pada kapasitas yang penuh, maka setiap pos

               aktivitas harus ditambah jika ingin penjualan yang lebih tinggi

               untuk dicapai. Lebih banyak kas yang dibutuhkan untuk transaksi,

               penjualan yang lebih tinggi akan menyebabkan piutang yang lebih

               besar, persediaan tambahan harus disimpan, dan pabrik serta

               peralatan baru harus bitambah.

             c) Mendapatkan dan tambahan yang diperlukan

               Dana tambahan nyang diperlukan (AFN= Additional Fund

               Needed) adalah dana yang harus diperoleh perusahaan secara

               ekternal melalui pinjaman atau dengan menjual saham biasa atau

               preferen baru.

3. Bentuk Perencanaan Keuangan

       Bentuk-bentuk rencana keuangan dapat secara lengkap dapat diuraikan

sebagai berikut:

1. Neraca

            Neraca merupakan laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang serta

   modal dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Menurut Fress dan

   Warren (1992:25), neraca adalah: “Suatu daftar aktiva, kewajiban dan modal

   pemilik perusahaan pada tanggal tertentu yang biasanya pada tanggal terahir
   suatu bulan atau tahun”. Jadi tujuan neraca adalah untuk menunjukkan posisi

   keuangan suatu perusahaan pada suatu tanggal tertentu, biasanya pada waktu

   buku-buku ditutup dan ditentukan sisanya pada suatu akhir tahun fiskal atau

   tahun kelender, sehingga neraca sering disebut balance sheet.

2. Laporan Laba Rugi

           Laporan rugi laba merupakan suatu laporan sistematis tentang

   pendapatan/ hasil usaha, beban, laba perusahaan atau rugi yang diperoleh oleh

   suatu perusahaan selama periode tertentu. Menurut Keiso dan Waygandt

   (1995:177), perhitungan laba rugi adalah: “Laporan yang mengukur

   keberhasilan operasi perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu.”

   Pentingnya perhitungan laba rugi karena beberapa alasan, alasan utamanya

   adalah bahwa laporan yang membantu mereka dalam meramalkan jumlah,

   waktu dan ketidak pastian dari arus kas masa depan.

3. Peramalan Penjualan,

        Peramalan      penjualan   sangat   penting   dalam   perencanaan   dan

 pengambilan keputusan khususnya di bidang produksi. Selain itu perusahaan

 dapat mengetahui aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan dikemudian hari

 seperti perencanaan dan penjadwalan produksi dengan mempertimbangkan

 kapasitas pabrik atau perencanaan tenaga kerja. Peramalan penjualan adalah

 suatu usaha untuk meramalkan keadaan di masa yang akan datang melalui

 pengujian keadaan di masa lalu.
       Peramalan (forecasting) penjualan merupakan alat bantu yang penting

dalam perencanaan yang efektif dan efisien khususnya dalam bidang ekonomi.

Peramalan mempunyai peranan langsung pada peristiwa eksternal yang pada

umumnya berada diluar kendali manajemen” (Yamit, 2000:36).

       Pada dasarnya peramalan penjualan dapat dibedakan menjadi dua yaitu:

peramalan subyektif, yaitu peramalan yang didasarkan atas perasaan orang

yang menyusunnya. Dalam hal ini pandangan orang yang menyusunnya sangat

menentukan baik tidaknya hasil ramalan tersebut. Kedua yaitu peramalan yang

obyektif , yaitu peramalan yang didasarkan atas data yang relevan pada masa

lalu dengan menggunakan metode-metode dalam penganalisaan tersebut.

       Menurut Yamit (2000:37): “Metode peramalan permintaan atau

penjualan dapat dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu metode kuantitatif dan

metode kualitatif”. Metode kuantitatif dibagi ke dalam deret berkala atau runtun

waktu (time series) dan metode kausal, sedangkan metode kualitatif dibagi

menjadi metode eksploratoris dan normatif.

       Metode kuantitatif sangat beragam dan setiap teknik memiliki sifat,

ketepatan dan biaya tertentu yang harus dipertimbangkan dalam memilih

metode tersebut. Metode kuantitatif formal didasarkan atas prinsip-prinsip

statistik yang memiliki tingkat ketepatan yang tinggi atau dapat meminimumkan

kesalahan (error), lebih sistematis, dan lebih populer dalam penggunaannya.
 Untuk menggunakan metode kuantitatif terdapat tiga kondisi yang harus

 dipenuhi yaitu meliputi:

  1.     Tersedia informasi tentang masa lalu.

  2.     Informasi tersebut dapat dikuantitatifkan dalam bentuk data numerik.

  3.     Diasumsikan bahwa beberapa pola masa lalu akan terus berlanjut.



4. Metode Peramalan Keuangan

            Model yang dapat digunakan dalam peramalan keuangan yaitu

 meliputi :

 a.     Metode rasio konstan (constant ratio method)

        Metode rasio konstan (constant ratio method) merupakan suatu metode

        untuk meramalkan laporan keuangan dan kebutuhan keuangan di masa

        mendatang, dengan asumsi asumsi rasio-rasio keuangan tertentu akan tetap

        konstan (Brigham dan Houston, 1999:120).

 b. Metode regresi linier
          Metode ini mencari hubungan regresi dari variabel dependen (semua

       pos aktiva dan pasiva yang terkait dengan penjualan) dengan variabel

       independen (tingkat penjualan) dan menyatakan hubungan tersebut dalam

       persamaan regresi (Husnan, 1992).

              Regresi adalah suatu model matematis yang dapat digunakan untuk

       mengetahui pola hubungan antara dua variabel atau lebih. Tujuan utama

       analisis regresi adalah untuk membuat ramalan nilai suatu variabel (variabel
dependen) jika nilai variabel lainna (variabel independen) sudah ditentukan

(Algifari, 1997 :112).

       Untuk meramalkan nilai suatu variabel dependen bila variabel

independen diketahui digunakan persamaan garis regresi dengan persamaan

sebagai berikut :

Y = a + bX

Keterangan :

Y = adalah variabel dependen

a = adalah intersep (titik potong kurva terhadap sumbu Y)

b = adalah kemiringan (slope) kurva linier

X = adalah variabel independen

       Berdasarkan persamaan di atas dapat digunakan untuk menaksir nilai

Y, jika nilai a, b, dan X diketahui. Nilai a merupakan nilai Y yang dipotong

oleh kurva linier pada sumbu vertikal Y (a adalah nilai Y, bila X = 0). Nilai

b adalah kemiringan      (slope) kurva linier yang menunjukkan besarnya

perubahan nilai Y sebagai akibat perubahan setiap unit nilai X. Besarnya

nilai a dan b konstan sepanjang kurva linear.

       Persamaan regresi digunakan untuk meramal nilai pos-pos tersebut

untuk masa yang akan datang. Dari sini dapat disusun neraca proforma untuk

tahun yang akan datang. Dengan mengurangkan total kewajiban dari total
  aktiva pada neraca proforma ini, kebutuhan tambahan dana untuk tahun yang

  akan datang dapat ditentukan.

c. Metode prosentase penjualan

         Metode prosentase penjualan adalah metode untuk mengembangkan

  laporan laba rugi proforma yang menyatakan harga pokok penjualan, biaya

  operasi dan biaya bungan sebagai prosentase dari penjualan yang sudah

  diproyeksikan (Sundjaja dan Barlian, 2003:173).

         Metode ini meramal aktiva dan pasiva untuk periode mendatang

  sebagai prosentase dari ramalan penjualan. Prosentase yang dipergunakan

  bisa diambil dari laporan keuangan yang terbaru dari penjualan berjalan

  (current sales), atau dari perhitungan rata-rata beberapa tahun, atau dari

  penilaian analis, atau dari kombinasi sumber-sumber tersebut. Setelah

  ramalan untuk pos-pos yang terkait dengan penjualan didapat, hasil tersebut

  diterapkan pada formula ,matematis yang telah ditetapkan untuk menentukan

  kebutuhan dana. Rumus untuk meramal kebutuhan dana menggunakan

  metode prosentase penjualan sebagai berikut: (Weston dan Copeland,

  1992:320).


  Dana ekstern yang dibutuhkan =
                                    A
                                      TR  L TR  bc TR 
                                                              
                                   TR        TR            2
Keterangan :

  A
    = Harta yang bertambah secara spontan sesuai dengan pendapatan atau
 TR

            penjualan total yang dinyatakan dalam prosentase dari pendapatan

            (penjualan) total.

  L
    = Kewajiban yang betambah secara spontan sesuai dengan pendapatan
 TR

            total yang dinyatakan dalam presen dari pendapatan atau penjualan

            total.

 TR = Perubahan dalam pendapatan atau penjualan total.

 c         = Marjin laba terhadap penjualan.

 TR = Proyeksi pendapatan untuk tahun itu.
      2

 b        = Rasio retensi laba.

 Metode-metode lain yang dapat digunakan dalam peramalan, antara lain :

 (Husnan, 1982:113).

 1.       Metode diagram pencar atau regresi sederhana.

 2.       Metode regresi berganda.

 3. Metode regresi “curviliniear”.

 Perbandingan antar metode peramalan:

 a. Metode prosentase penjualan
       Metode ini menganggap bahwa rekening-rekening neraca tertentu

       bervariasi secara langsung dengan penjualan, yaitu bahwa perbandingan

       rekening-rekening tertentu dengan penjualan adalah konstan.

    b. Metode regresi

       Metode ini adalah lebih baik karena rasio aktiva dan kewajiban dengan

       penjualan tidak dianggap konstan seperti pada metode prosentase

       penjualan.



5. Hubungan antara Pertumbuhan Penjualan dan Kebutuhan Keuangan

         Makin pesat pertumbuhan penjualan, makin besar pula kebutuhannya

   akan pembiayaan tambahan. Adapun hubungan tersebut yaitu meliputi:

   a. Kelayakan keuangan

      Pada tingkat pertumbuhan yang rendah, perusahaan tidak membutuhkan

      pembiayaan eksternal, bahkan kas surplus. Akan tetapi perusahaan

      tersebut tumbuh lebih pesat maka modal dari sumber eksternal harus

      diusahakan. Selanjutnya makin cepat tingkat pertumbuhan, makin besar

      kebutuhan modal.

   b. Pengaruh kebijakan dividen terhadap kebutuhan pembiayaan.

      Kebijakan pembayaran deviden seperti tercermin pada rasio pembayaran

      deviden juga mempengaruhi kebutuhan modal eksternal.Makin tinggi
   rasio pembayaran deviden makin kecil penambahan laba yang ditahan,

   sehingga makin besar pula modal eksternal yang diperlukan.

c. Kepadatan modal

   Jumlah aktiva yang diperlukan untuk setiap dolar penjualan yaitu sering

   disebut rasio kepadatan modal (capital intensity ratio). Rasio ini

   berpengaruh besar terhadap kebutuhan modal. Jika rasio kepadatan modal

   rendah, penjualan bisa tumbuh pesat tanpa terlalu banyak modal dari luar.

   Akan tetapi jika perusahaan bersangkutan padat modal, pertumbuhan yang

   kecil sekalipun akan memerlukan sejumlah besar modal dari luar.

d. Marjin laba

   Margin laba merupakan determinan penting dalam persamaan kebutuhan

   modal, makin tinggi margin makin rendah kebutuhan akan dana. Dalam

   bentuk grafik suatu kenaikan dalam margin menyebabkan garis persamaan

   kebutuhan modal akan menurun.
                                 BAB III

                       METODE PENELITIAN



A. Lokasi Penelitian

         Lokasi penelitian diambil oleh peneliti yaitu pada Perusahaan meubel

   Lindah Pasuruan, dengan alamat di Jl. Gentong No. 4 Pasuruan.



B. Jenis Penelitian

         Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian yang bersifat

   studi kasus, yaitu jenis penelitian yang berisikan paparan atau data yang

   relevan dari hasil penelitian pada obyek penelitian yang mencoba mengetahui

   dan memecahkan permasalahan yang dihadapi perusahaan.



C. Definisi Operasional Variabel Penelitian

   1. Pertumbuhan penjualan yaitu merupakan peningkatan jumlah atau volume

      penjualan yang telah dicapai oleh perusahaan tahun 2002 sampai 2006.

   2. Rekening-rekening neraca yaitu merupakan laporan yang sistematis

      tentang aktiva, hutang serta modal suatu perusahaan pada suatu saat

      tertentu, yang meliputi:

      a. Aktiva merupakan sumber ekonomi yang digunakan oleh perusahaan

          dalam rangka untuk menjalankan aktivitasnya.
      b. Pasiva adalah pengorbanan ekonomis yang timbul dimasa mendatang

          dari kewajiban perusahaan yang terjadi.

      c. Modal saham adalah sisa aset yang dimiliki oleh perusahaan dikurangi

          dengan hutang yang dimiliki perusahaan.

   3. AFN adalah besarnya dana tambahan yang digunakan untuk membiayai

      kegiatan operasional perusahaan berdasarkan peningkatan volume

      penjualan.

   4. Rekening-rekening laporan laba rugi adalah suatu laporan yang sistematis

      tentang penghasilan, biaya, rugi laba yang diperoleh oleh suatu

      perusahaan pada suatu periode tertentu, yaitu meliputi:

      a. Laba merupakan kenaikan modal saham yang dimiliki oleh perusahaan

          yang berasal dari pendapatan operasional perusahaan tahun 2006

      b. Rugi yaitu merupakan penurunan modal saham yang diakibatkan dari

          transaksi yang dilakukan oleh perusahaan pada suatu periode tertentu

          yaitu tahun 2006.

      c. Penjualan adalah merupakan serangkaian langkah yang dilalui oleh

          tenaga penjual dalam sebuah organisasi tertentu untuk menawarkan

          suatu produk atau jasa tertentu kepada konsumen pada tahun 2006.



D. Data dan Sumber Data
         Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, adalah

   data yang diperoleh tidak secara langsung melainkan sudah dikumpulkan oleh

   pihak lain yang sudah diolah. Data sekunder dalam penelitian ini berasal dari

   arsip perusahaan. Data sekunder tersebut yaitu meliputi data:

   a. Gambaran umum perusahaan

   b. Jenis produk dan jumlah produksi.

   c. Data laporan keuangan, yaitu mengenai neraca dan laporan laba rugi tahun

      2002 sampai 2006.



E. Teknik Pengumpulan Data

         Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data dilakukan melalui

   dokumentasi, yakni mempelajari serta menyalin catatan atau dokumen yang

   berhubungan dengan data yang diperlukan berupa laporan keuangan

   perusahaan yang meliputi gambaran umum perusahaan, jenis produk dan

   jumlah produksi, neraca dan laporan rugi laba, yang bersumber dari

   Perusahaan Meubel Lindah Pasuruan, selanjutnya sumber data tersebut

   dipelajari, diklasifikasikan kemudian dianalisis.



F. Teknik Analisis Data

         Dalam teknik analisis data yang akan dilakukan terdiri dari beberapa

   langkah yaitu meliputi:
1. Peramalan Penjualan

         Untuk menyusun peramalan keuangan dalam penelitian ini penulis

   menggunakan        metode   regresi   linier    dan   model-model   yang

   terkomputerisasi. Analisis regresi merupakan metode yang lebih umum

   digunakan untuk meramalkan kebutuhan-kebutuhan keuangan dan tidak

   terlalu mudah terkena perangkap potensial dam metode prosentase

   penjualan.

   Pada analisis regresi ini, persamaan yang digunakan untuk menganalisa

   data adalah :

   Y = a + bX      (Brigham dan Houston, 1999:120).

   Keterangan :

   Y = adalah variabel dependen

   a = adalah intersep (titik potong kurva terhadap sumbu Y)

   b = adalah kemiringan (slope) kurva linier

   X = adalah variabel independen

         Persamaan di atas dapat digunakan untuk menaksir nilai Y, jika

   nilai a, b, dan X diketahui. Nilai a merupakan nilai Y yang dipotong oleh

   kurva linier pada sumbu vertikal Y (a adalah nilai Y, bila X=0). Nilai b

   adalah kemiringan (slope) kurva linier yang menunjukkan besarnya

   perubahan nilai Y sebagai akibat perubahan setiap unit nilai X. besarnya

   nilai a dan b konstan sepanjang kurva linier.
2. Tingkat Pertumbuhan Penjualan

   Adapun      persamaan   yang      digunakan   untuk   mengetahui   tingkat

   pertumbuhan penjualan yaitu:

          SRt  SRt 1
   Gt =
             SRt 1

   Gt = Tingkat Pertumbuhan Penjualan

   SRt= Penjualan pada tahun t

   SRt-1= Penjualan pada tahun t-1

3. Penentuan besarnya AFN (Additional Fund Needed)

4. Peramalan Neraca tahun 2007

5. Peramalan Laporan Laba Rugi Tahun 2007
                                  BAB IV

           HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN



A. Gambaran Umum Perusahaan

  1. Sejarah Perusahaan

             Perusahaan Meubel Lindah didirikan pada tanggal 14 Juli tahun 1978

     yang berlokasi di Jl. KH. Sepuh No. 45 Gentong, Pasuruan. Pendiri

     perusahaan ini adalah Bapak H. Abdullah yang merupakan pemilik dan

     sekaligus sebagai direktur perusahaan dari awal berdirinya sampai saat ini.

     Sebagai pendorong bagi Bapak Abdullah dalam membangun usaha adalah

     ingin mengembangkan keahliannya sebagai pengrajin meubel.

             Pada tahun 1980 pemerintah memberikan perhatian melalui BNI’ 46

     Cabang Pasuruan untuk mengadakan penelitian di Desa Gentong Pasuruan

     yang bertujuan membantu memperingan nasib para pengrajin meubel dengan

     memberikan pinjaman dan pembinaan peningkatan produksi yang lebih baik.

     Perusahaan meubel Lindah adalah salah satu industri kecil yang mendapat

     bantuan dari program tersebut. Dengan adanya bantuan tersebut produksi

     perusahaan meubel Lindah semakin meningkat dan wilayah pemasaran

     semakin luas.

             Adapun jangkauan wilayah pemasarannya adalah meliputi Jawa

     Timur (Surabaya, Gresik, Malang, Jember, Sidoarjo, Situbondo, Bondowoso,
Probolinggo, Lamongan dan Pasuruan), Madura, Bali, Medan, Yogyakarta,

Bandung, Kalimantan dan Sulawesi. Dari usaha permeubelan yang bersifat

industri kecil sampai keberadaannya sekarang ini, Perusahaan Meubel Lindah

sesuai dengan ijin legalitas adalah bentuk CV, dengan berdasarkan pada:

a. Surat No. 524/ E.6/ VII/ 81 yang dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian

   Jawa Timur.

b. Surat Ijin Usaha No. B. 79/ V2/ HO/ KDH/AA oleh Pemerintah Daerah

   Tingkat I Pasuruan, pada tanggal 1 April 1982.

c. Surat ijin usaha berdasarkan Undang-Undang Gangguan (HO) No. 530.08/

   445.14/ 1985 dari Kepala Daerah Tingkat I Pasuruan.

       Perusahaan Meubel Lindah Pasuruan bertujuan untuk membantu

kebutuhan rumah tangga. Keberhasilan suatu perusahaan dapat dilihat dari

tercapainya tidaknya tujuan perusahaan perusahaan. Dalam hal ini perusahaan

mempunyai dua tujuan yang meliputi tujuan jangka pendek dan tujuan jangka

panjang. Adapun tujuan-tujuan tersebut adalah sebagai berikut:

a. Tujuan Jangka Pendek

   1. Membantu mencukupi kebutuhan masyarakat tentang peralatan rumah

       tangga.

   2. Mencapai terget yang telah ditentukan.

b. Tujuan Jangka Panjang

   1. Mendapatkan keuntungan maksimal.
      2. Meningkatkan kualitas, kuantitas serta harga yang lebih baik dan

          sesuai terutama untuk memperkuat posisi         perusahaan dalam

          persaingan perusahaan sejenis.

      3. Mencari kemungkinan untuk mengadakan ekspansi atau perluasan

          usaha.



2. Lokasi Perusahaan

           Pemilihan lokasi untuk mendirikan perusahaan merupakan suatu hal

   yang sangat penting. Keputusan dalam penempatan lokasi mempunyai

   pengaruh yang sangat besar terhadap berhasil atau tidaknya operasi

   perusahaan. Oleh karena itu penempatan perusahaan harus didasarkan atas

   pertimbangan-pertimbangan yang cermat terhadap semua faktor yang

   mempengaruhi aktivitas perusahaan tersebut.

           Perusahaan Meubel Lindah Pasuruan berada di Jl. KH. Sepuh No. 45,

   Desa Gentong, Kelurahan Gading Rejo, Kotamadya Pasuruan, No. Tlp.

   (0343) 420257 Fax 0343-441229. Adapun batas-batas lokasi Perusahaan

   meubel Lindah Pasuruan adalah sebagai berikut:

   a. Sebelah Utara     : Pabrik-pabrik rotan

   b. Sebelah Selatan   : Kawasan Industri Meubel (Bukir dan Sebani)

   c. Sebelah Timur     : Perkampungan penduduk

   d. Sebelah Barat     : Pertokoan.
    3. Struktur Organisasi dan Deskripsi Jabatan

        a. Struktur Organisasi

                     Untuk memperlancar kegiatan operasinya, maka perlu adanya

            suatu struktur organisasi yang tepat, yang berfungsi untuk menempatkan

            orang-orang yang tepat dan disesuaikan dengan kemampuan yang

            dimilikinya.   Wewenang mengalir dari puncak pimpinan kepada

            bawahannya dan sampai kepada para pekerja atau buruh dari masing-

            masing   bidang didalam         perusahaan.       Adapun   struktur    organisasi

            perusahaan adalah sebagai berikut:

                                           Direktur



                                     Wakil Direktur




 Manajer                               Manajer                                           Manajer
Pemasaran                             Keuangan                                          Konstruksi




  Staf          Staf TPS      Staf Pajak              Staf         Staf               Staf             Staf
Pemasaran                                             Kasir     Penagihan         Perencanaan        Produksi

        Gambar 4.1 Bagan Struktur Organisasi Perusahaan Meubel Lindah Pasuruan

 Sumber: Perusahaan Meubel Lindah Pasuruan, 2007
b. Diskripsi Jabatan

   Deskripsi jabatan dari masing-masing fungsi dalam struktur ogganisasi

   Perusahaan Meubel Lindah Pasuruan adalah sebagai berikut:

   1. Direktur

       a. Bertugas menentukan seluruh garis besar kebijakan perusahaan

          serta memimpin seluruh kegiatan perusahaan baik intern maupun

          ekstern.

       b. Memimpin, mengkoordinasikan serta mengadakan pengawasan

          secara umum terhadap segala pelaksanaan dari rencana yang telah

          ditetapkan.

       c. Mendelegasikan wewenang dan tanggung jawab kepada para

          manajer dan Staf.

       d. Mengesahkan setiap penerimaan dan pengeluaran uang perusahaan

          dalam jumlah besar.

       e. Mengadakan rapat secara periodik dengan para manajer guna

          membahas kegiatan dan perkembangan usaha baik yang telah

          dicapai maupun yang sedang akan dicapai.

   2. Wakil Direktur

       a. Mewakili direktur utama apabila tidak dapat menjalankan

          tugasnya.
   b. Meneruskan    kesetiap   Manajer    Staf   tentang   kebijaksanaan

      yangtelah ditetapkan.

   c. Menentukan kebijakan penerimaan dan pengangkatan karyawan.

   d. Membantu mengkoordinasikan serta mengadakan pengawasan dan

      evaluasi terhadap seluruh aktivitas para Manajer.

   e. Melaporkan kepada Direktur seluruh hasil kegiatan usaha dalam

      satu periode yang ditentukan.

3. Manajer Pemasaran

   a. Meneruskan setiap kebijaksanaan mengenai pemasaran yang telah

      ditetapkan oleh perusahaan kepada staf pemasaran

   b. Membuat rencana penjualan dengan memperhatikan kondisi

      konsumen sebagai pasar yang akan dituju serta disesuaikan dengan

      kemampuan perusahaan.

   c. Mencari peluang-peluang untuk dapat menarik konsumen baru dan

      daerah pemasaran yang baru dalam memasarkan meubelnya.

   d. Menyerahkan laporan seluruh kegiatan pemasaran yang telah dan

      belum berhasil dilaksanakan kepada Direktur.

4. Manajer Keuangan

   a. Mengesahkan penerimaan dan pengeluaran yag berhubungan

      dengan aktivitas perusahaan.
   b. Mengawasi dan mengevaluasi aktivitas administrasi keuangan

      perusahaan.

   c. Bersama-sama dengan Direktur dan wakil Direktur mengatur dan

      menganalisa pembelanjaan keuangan perusahaan.

   d. Bertanggung jawab atas kebenaran laporan keuangan perusahaan

      untuk selanjutnya diserahkan kepada Direktur.

5. Manajer Konstruksi

   a. Bertugas sebagai pimpinan dalam pelaksanaan proyek perusahaan.

   b. Meneruskan setiap kebijaksanaan mengenai proyek yang telah

      ditetapkan oleh staf.

   c. Berwenang dan bertanggung jawab atas pemberian kerja kepada

      para pelaksana proyek permeubelan.

   d. Berwenang untuk memberikan saran-saran dan pendapat dalam

      rapat pada periode tertentu sebagai ide-ide baru mengenai

      kualifikasi meubel, sehingga dapat membentu perusahaan dalam

      memenuhi selera konsumen.

   e. Bertanggung jawab atas ketepatan pelaksanaan proyek yang

      sedang dilaksanakan.

   f. Mengevaluasi dan melaporkan hasil kerja di lapangan tentang

      proyek yang sedang atau telah dilaksanakan kepada Direktur.
6. Staf Pemasaran

   a. Melaksanakan segala kebijakan perusahaan yang berhubungan

       dengan pemasaran.

   b. Berupaya mengembangkan keterampilan dalam memasarkan unit

       meubel yang ada sebagai upaya untuk menarik pelanggan baru.

   c. Bertugas sebagai tenaga penjualan serta pencatatan atas transaksi

       penjualan yang akan dilakukan untuk selanjutnya diserahkan

       kepada Manajer Pemasaran dan Staf kasir.

7. Staf Transaction Processing System (TPS).

   a. Melakukan komputerisasi untuk mencatat segala transaksi yang

       berhubungan dengan aktivitas perusahaan.

   b. Melaporkan hasil kerja Manajer Keuangan dari keseluruhan

       transaksi yang dilakukan perusahaan dalam kegiatan usahanya.

8. Staf Pajak

   a. Menghitung dan melakukan pengisian laporan pajak penghasilan

       perusahaan.

   b. Menyelesaikan segala urusan yang berhubungan dengan laporan

       pajak penghasilan di kantor perpajakan.

   c. Melaporkan penyelesaian pelaporan pajak penghasilan kepada

       Manajer Keuangan.
9. Staf Kasir

   a. Menerima, mencatat dan membuat bukti penerimaan kas terhadap

       setiap penerimaan perusahaan.

   b. Melakukan pembayaran dengan mencatat dan membuat bukti

       setiap pengeluaran perusahaan dalam menjalankan aktivitas

       usahanya.

   c. Membuat dan menyerahkan laporan tentang penerimaan dan

       pengeluaran kas perusahaan kepada Manajer Keuangan untuk

       selanjutnya diproses oleh Staf Transaction Processing System

       (TPS).

10. Staf Penagihan

   a. Melakukan pencatatan dan penagihan atas piutang perusahaan.

   b. Menyerahkan laporan dan hasil penaihan atas piutang perusahaan

       kepada Staf Kasir.

11. Staf Perencanaan

   a. Merencanakan kekuatan sesuatu meubel berikut harga dan biaya

     yang dibutuhkan.

   b. Menyerahkan laporan biaya tersebut kepada Manajer Keuangan

     untuk didapatkan persetujuan.
      12. Staf Produksi

             a. Melaksanakan proyek sesuai dengan rencana, yang dilakukan

                melalui kerjasama dengan pelaksana proyek yang telah ditunjuk.

             b. Bertanggung jawab atas terselesainya proyek.

             c. Mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan proyek yang sedang

                dilaksanakan oleh pelaksana proyek agar sesuai dengan jadwal

                yang telah ditentukan.

             d. Membuat laporan hasil pelaksanaan proyek yang berasal dari

                pelaksana proyek dan kenyataan yang sesungguhnya di lapangan

                untuk selanjutnya diserahkan kepada pimpinan proyek.

4. Kondisi Teknis Bahan

   Jenis produksi meubel ini adalah sofa sudut dan sofa 321 dengan jenis barang

   produksi sebagi berikut:

   Sudut mini

   1. Busa                        6 cm & 3cm

   2. Kain                        12 m

   3. Lem                         1 kg

   4. Paku Les                    0,5 kg

   5. Tali Ukur                   1 bj

   6. Benang                      2 bj

   7. Karet benang                1 ball
8. Kain tutup putih tipis     5m

9. Triplek/ karton            20 bj

10. Dulangan:

    a. Ukuan 6x2 = 4 batang

    b. Ukuan 8x2 = 6 batang

321 Itali

1. Paku les                   ¾ kg

2. Paku karet                 ¼ kg

3. Lem                        1kg

4. Karet                      2 ball

5. Spon dudukan 8 cm          1¼ lbr

6. Spon sadaran 8 cm          3 lbr

7. Tangganan 2 cm             2 lbr

8. Elastis                    ½m

9. Kain                       6½ dan 8 ½

10. Triplek                   25 lbr.

11. Dulangan/ kerangka        1 Setel

Sedangkan untuk alat penolong:

1. Paku

2. Catut

3. Gergaji kayu
   4. Gunting

   5. Meteran

   6. Mesin jahit

   7. Mesin compressor

   8. Bahan penetrapan.

5. Produksi dan Pengolahan Hasil

         Langkah-langkah pelaksanaan produk meubel sofa tersebut adalah

   sebagai berikut:

   1. Kayu balok dipotong (digergaji) sesuai dengan ukuran yang diperlukan.

   2. Membuat dulangan (kerangka) sesuai dengan model saja yang diinginkan

   3. Jika jenis sofa 321 dari kayu atau kerangka tersebut dilakukan

      penghalusan dan diberi pewarna misalnya penyepetan atau melakukan

      plituran sedangkan untuk kerangka sudut sofa yang bukan 321 tidak perlu

      dilakukan suatu pemasangan dengan menggunakan suatu lem.

   4. Kemudian memotong kain sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan.

   5. Melakukan suatu pemasangan karet diatas kerangka kayu tersebut.

   6. Mengukur busa yang sesuai dengan kerangka atau model sofa dan

      dilakukan suatu pemasangan dengan menggunakan suatu lem.

   7. Melakukan penjahitan kain setelah kain tersebut dipotong sesuai dengan

      model.
   8. Dilakukan pemasangan kain dahulu pada tempat dudukan setelah itu

      dilakukan pada tempat sandaran.

   9. Dilakukan perapatan atau perapian dalam melakukan penutupan untuk

      sandaran dalam pemasangan kain dengan memasang triplek jangan sampai

      rapat harus diberikan kelonggaran, setelah kain dipasang baru dirapatkan

      sampai rapi dan sesuai dengan model sofa tersebut.

   10. Setelah jadi dilakukan penutupan terakhir pada bawah tempat dudukan.

         Adapun pertimbangan teknis yang diperhatikan oleh perusahaan dalam

   pelaksanaan proyek meubel sofa ini adalah sebagai berikut:

   1. Memenuhi kualitas sofa, yakni:

      a. Pemakaian (membuat) kerangka yang kuat

      b. Pemakaian busa yang lebih baik

      c. Pemakaian kain yang cukup

      d. Menggunakan karet yang kuat

   2. Perhatian terhadap barang produksi

   3. Memberikan model serta kualitas barang yang baik.

6. Promosi

         Di dalam mempromosikan produknya perusahaan menggunakan suatu

   sarana-sarana yang sederhana serta bagus antara lain membagikan brosur-

   brosur kepada orag-orang pelanggan serta pada tempat parkiran atau pusat
   kota yang ramai disamping itu melakukan suatu pameran-pameran kecil

   sampai pameran yang besar seperti ekspo di pusat-pusat kota.

7. Tenaga Kerja

   a. Jumlah Karyawan

            Karyawan Perusahaan Meubel Lindah Pasuruan berasal dari sekitar

      Pasuruan, jumlah karyawan yang bekerja pada Perusahaan Meubel Lindah

      Pasuruan sampai sekarang mencapai 57 orang karyawan yang terdiri dari

      karyawan tetap dan karyawan tidak tetap.

            Tenaga kerja merupakan factor yang sangat penting di dalam

      menjalankan aktivitas perusahaan sehari-hari, adapun tenaga kerja yang

      ada pada perusahaan meliputi:

      1. Pegawai tetap                        41 orang

      2. Pegawai tidak tetap                  16 orang

      Pendidikan Karyawan

      1. Untuk karyawan lulusan SMU           36 orang

      2. Untuk karyawan lulusan Sarjana       21 orang
       Tabel 4.1 Jumlah Karyawan Perusahaan Meubel Lindah Pasuruan

 No.                           Jabatan                         Jumlah
 1.       Direktur                                            1 orang
 2.       Wakil Direktur                                      1 orang
 3.       Manajer Pemasaran                                   1 orang
 4.       Staf Pemasaran                                      2 orang
 5.       Manajer Keuangan                                    1 orang
 6.       Staf Transaction Processing System                  1 orang
 7.       Staf Pajak                                          1 orang
 8.       Staf Kasir                                          1 orang
 9.       Staf Penagihan                                      1 orang
 10.      Manajer Konstruksi                                  1 orang
 11.      Staf Perencanaan                                    2 orang
 12.      Staf Produksi                                       23 orang
 13.      Kepala Keamanan                                     1 orang
 14.      Bagian Keamanan                                     17 orang
 15.      Cleaning Service                                    3 orang
                          Jumlah                              57 orang
Sumber data: Perusahaan Meubel Lindah Pasuruan, 2006

           Sedangkan waktu kerja dalam seminggu adalah 6 hari yaitu dimulai hari

       Senin sampai dengan hari Sabtu dengan jam kerja sebagai berikut:

       a. Hari Senin s/d Kamis

          1)   Mulai jam                 08.00 – 12.00 Wib

          2)   Jam istirahat             12.00 – 13.00 Wib

          3)   Mulai                     13.00 – 16.30 Wib
        b. Hari Jum’at

           1)    Mulai jam          08.00 – 11.00 Wib

           2)    Jam istirahat      11.00 – 13.00 Wib

           3)    Mulai jam          13.00 – 16.30 Wib

        c. Hari Sabtu

         1) Mulai jam               08.00 – 12.00 Wib

         2) Jam istirahat           12.00 – 12.30 Wib

         3) Mulai jam               13.00 – 16.300 Wib

B. Analisis Data

   1.   Hasil Peramalan Penjualan

                Sebelum peramalan atas rekening-rekening laporan laba rugi dan

         neraca, maka terlebih dahulu harus dilakukan peramalan terhadap penjualan.

         Dalam penyusunan atas peramalan penjualan maka digunakan metode

         regresi linier, adapun data yang digunakan dalam penyusunan peramalan

         penjualan tersebut yaitu penjualan tahun 2002 sampai 2006. Berdasarkan

         hasil laporan keuangan pada perusahaan meubel Lindah Pasuruan, maka

         dapat diketahui besarnya penjualan yang secara lengkap dapat dilihat pada

         Tabel 4.2.

                Berdasarkan penjualan bersih tersebut maka dapat diramalkan

         besarnya jumlah penjualan bersih pada tahun 2007. Untuk mengetahui hasil
penjualan bersih tahun 2007 maka sebelumnya disajikan data penjualan

bersih tahun 2002 sampai 2006 yang dapat diketahui pada Tabel 4.2 berikut:

Tabel 4.2 Penjualan Bersih perusahaan meubel Lindah Pasuruan Tahun 2002
    Sampai 2006

  No.            Tahun                   Penjualan Bersih
   1             2002                        6.954.005.600
   2             2003                        7.119.978.499
   3             2004                        7.657.970.661
   4             2005                        8.101.852.275
   5             2006                        8.691.867.133
Sumber: Perusahaan Meubel Lindah Pasuruan

        Berdasarkan data penjualan tahun 2002 sampai 2006 tersebut maka

dapat diketahui besarnya atau jumlah penjualan bersih tahun 2007, dalam

penelitian ini metode peramalan penjualan yang digunakan yaitu

menggunakan bahwa metode trend linier. Pada analisis trend linier ini,

persamaan yang digunakan untuk menganalisa data adalah :

Y = a + bX

Keterangan:

Y = adalah variabel dependen

a = adalah intersep (titik potong kurva terhadap sumbu Y)

b = adalah kemiringan (slope) kurva linier

X = adalah variabel independent
       Adapun hasil perhitungan peramalan penjualan dengan menggunakan

 metode trend linier dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut:

  Tabel 4.3 Perhitungan Peramalan Penjualan Pada Perusahaan Meubel Lindah
         Pasuruan Tahun 2007

     Tahun         X                Y               X2                 X.Y
     2002          -2       6.954.005.600           4        -13.908.011.200
     2003          -1       7.119.978.499           1        -7.119.978.499
     2004          0        7.657.970.661           0              0
     2005          1        8.101.852.275           4        8.101.852.275
     2006          2        8.691.867.133           1        17.383.734.266
                  0       38.525.674.168           10       4.457.596.842
     Sumber: Perusahaan Meubel Lindah Pasuruan

       Berdasarkan perhitungan di atas, maka dapat diketahui hasil ramalan

penjualan untuk tahun 2007 adalah sebagai berikut :

Nilai koefisien a dan b diperoleh dari persamaan:


a
     y
        dan b 
                 x. y
     n          x 2

     38.525.674.168                4.457.596.842
a                       dan b 
            5                           10

a = 7.705.134.834                   b = 445.759.684

Dari hasil koefisien a dan b maka kalau dimasukkan ke dalam persamaan yaitu

sebagai berikut:

Y = 7.705.134.834 + 445.759.684 (x)

     = 7.705.134.834 + 445.759.684 (3)
   = Rp 9.042.413.886

         Berdasarkan persamaaan di atas maka dapat diperoleh peramalan tingkat

  penjualan dengan menggunakan metode trend linier pada Perusahaan Meubel

  Lindah Pasuruan pada tahun 2007 yaitu sebesar Rp 9.042.413.886,00

2. Hasil Perhitungan Tingkat Pertumbuhan Penjualan

             Berdasarkan hasil estimasi nilai penjualan pada tahun 2007 tersebut,

  maka besarnya tingkat pertumbuhan penjualan (g) pada tahun tersebut dapat

  dihitung dengan menggunakan rumus: (nilai penjualan estimasi tahun 2007-

  nilai penjualan realisasi tahun 2006/ (nilai realisasi tahun 2006). Adapun secara

  sistematis persamaan yang digunakan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan

  penjualan yaitu:

           S t  S t 1
  Gst =                 x 100%
               S t 1

  Gst = Tingkat Pertumbuhan Penjualan

  St         = Penjualan pada tahun t

  St-1       = Penjualan pada tahun t-1

             Berdasarkan rumus tingkat penjualan di atas maka dapat diketahui

  tingkat pertumbuhan penjualan tahun 2002 sampai 2007. Hasil analisis

  pertumbuhan tingkat penjualan pada Perusahaan Meubel Lindah Pasuruan

  maka secara lengkap dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut:
Tabel 4.4. Pertumbuhan Penjualan Pada PerusahaaMeubel Lindah Pasuruan
          Tahun 2002 Sampai 2007 (Persen)

   No         Tahun              Pertumbuhan Penjualan
    1           2002                   1,73%
    2           2003                   2,39%
    3           2004                   7,56%
    4           2005                   5,80%
    5           2006                   7,28%
   6          2007                     4,03%
Sumber: Data Diolah, 2006

        Berdasarkan tabel 4.4 dapat dilihat adanya peningkatan pertumbuhan

penjualan yaitu untuk tahun 2002 sebesar 1,73%, tahun 2003 naik sebesar

0,653% menjadi 2,39% pada tahun 2003, tahun 2004 sebesar 7,56% dan

mengalami peningkatan sebesar 5,169% menjadi sebesar 7,56% pada tahun

2004. Pertumbuhan penjualan mengalami penurunan sebesar 1,79% pada tahun

2005 apabila dibandingkan dengan tahun 2006 sebesar 7,28% sedangkan pada

tahun 2007 terjadi penurunan sebesar 3,25% menjadi sebesar 4,03% pada tahun

2007. Berdasarkan hasil tersebut membuktikan bahwa dalam kurun waktu tahun

2002 sampai 2007 jumlah permintaan konsumen terhadap produk mengalami

berfluktuasi dan pada akhirnya menurunkan volume penjualan pada tahun 2007,

sedangkan pada sisi yang lain terjadinya persaingan dari perusahaan lain yang

memproduksi produk sejenis.
3. Tabulasi Laporan Laba Rugi

      Langkah pertama penerapan metode peramalan laporan keuangan adalah

meramalkan laporan laba rugi. Dengan tingkat pertumbuhan penjualan sebesar

4,03% maka menurut metode rasio konstan, rekening beban pokok penjualan dan

beban usaha akan meningkat sebesar tingkat pertumbuhan penjualan tersebut.

      Pajak tahun berjalan besarnya rupiahnya akan mengalami perubahan, tetapi

besarnya perubahan tidak sama dengan dengan besarnya tingkat pertumbuhan

penjualan. Beban pajak dihitung dengan mengalikan antara laba sebelum manfaat

(beban) pajak dengan tingkat atau tarif pajak. Tarif pajak yang diberlakukan

dengan ketentuan perpajakan yaitu:

Laba kena pajak                                      Tarif Pajak

Sampai dengan        Rp 25.000.000,00                    10%

Rp 25.000.000,00 s/d Rp 50.000.000,00                    15%

Di atas Rp 25.000.000,00                                 30%

     Rekening-rekening lain yang diasumsikan mengalami perubahan sebesar

tingkat pertumbuhan penjualan rekening rugi (laba). Perubahan rekening yang

terakhir adalah pembayaran deviden. Untuk mengetahui pengalokasian atas

tingkat pertumbuhan penjualan sebesar 4,03% maka menurut metode rasio

konstan pada laporan laba rugi perusahaan maka secara lengkap dapat dilihat

pada tabel 4.5. Pada tabel 4.5 dapat diketahui atas alokasi besarnya tingkat

pertumbuhan penjualan pada setiap rekening laba rugi yaitu meliputi penjualan

bersih, beban pokok penjualan dan biaya operasional. Hal itu dikarenakan pada
   keempat rekening tersebut secara langsung berpengaruh terhadap pertumbuhan

   penjualan, sedangkan untuk rekening yang lain bersifat konstan seperti pada

   tahun sebelumnya.

   Tabel 4.5. Laporan Laba Rugi Aktual Tahun 2006 dan Proyeksi Tahun 2007 Pada
             Perusahaan Meubel Lindah Pasuruan.

              Rekening                Aktual 2006        Dasar        Ramalan 20072
                (1)                       (2)           Ramalan1           (4)
                                                          (3)
Penjualan Tunai                         3.952.500.760
Penjualan Kredit                        4.739.366.373
Total Penjualan                         8.691.867.133      x 1,040      9.039.541.818
HPP                                     7.065.023.670      x 1,040      7.347.624.617
Laba/Rugi Kotor                         1.626.843.463                   1.691.917.202
Biaya Operasional
Gaji                                      314451413        x 1,040        327.029.470
Telepon dan Listrik                       50.715.000       x 1,040         52.743.600
Biaya alat tulis kantor                   10.210.400       x 1,040         10.618.816
Biaya Promosi                             21.560.600       x 1,040         22.423.024
Biaya Pengembangan SDM                    25.712.500       x 1,040         26.741.000
Biaya Penyusutan Bangunan                182.554.650             -        182.554.650
Biaya Penyusutan mesin                    73.331.575             -         73.331.575
Biaya penyusutan peralatan kantor         12.671.930             -         12.671.930
Biaya penyusutan kendaraan               198.713.390             -        198.713.390
Jumlah Biaya operasional                 889.921.458                      906.827.455
Biaya Bunga                               31.835.420                       31.835.420
Total                                    921.756.879                      938.662.875
Laba Operasi                             705.086.584                      753.254.327
Pajak                                    194.025.975                      208.476.298
Laba Bersih                              511.060.609                      544.778.029
Sumber : Data Diolah, 2006

   4. Tabulasi Neraca

              Langkah kedua penerapan metode peramalan laporan keuangan adalah

       meramal neraca. Dalam peramalan neraca ini, rekening-rekening yang

       diasumsikan mengalami peningkatan sebesar tingkat pertumbuhan penjualan

       meliputi:

       1. Seluruh rekening aktiva yang terdapat pada aktiva lancar.
   2. Seluruh rekening yang ada dalam aktiva tidak lancar.

   3. Seluruh rekening yang terdapat pada kewajiban lancar.

   4. Kewajiban pajak tangguhan-bersih dan estimasi kewajiban imbalan kerja.

         Rekening-rekening yang diasumsikan mengalami peningkatan yang tidak

   sama dengan besarnya tingkat pertumbuhan penjualan yaitu meliputi:

   1. Hutang bank

   2. Modal sendiri

         Besarnya tambahan dana dari pinjaman jangka panjang didasarkan pada

   besarnya kekurangan pasiva total dari aktiva totalnya. Dana yang diperlukan ini

   disebut dengan dana tambahan yang diperlukan (AFN). Untuk besarnya laba

   ditahan, perhitungannya dilakukan dengan cara mengurangkan besarnya deviden

   total dari laba bersih perusahaan. Hasil ini dapat langsung diperoleh dari hasil

   perhitungan pada analisis peramalan laporan laba rugi tahun 2007.

5. AFN (Additional Fund Needed)

         Langkah terakhir penerapan metode peramalan laporan keuangan adalah

   mendapatkan dana tambahan yang diperlukan. Setelah ramalan neraca dibuat dan

   alokasi besarnya dana yang dibutuhkan ditentukan, maka perusahaan tinggal

   mencari sumber pembelanjaan dan waktu yang tepat. Dengan ketepatan ini

   diharapkan akan menghasilkan biaya modal yang relatif rendah.

          Berdasarkan hasil perhitungan maka dapat diketahui besarnya dana

   tambahan yang diperlukan (AFN) yang diperlukan oleh Perusahaan Meubel

   Lindah Pasuruan pada tahun 2007 yaitu sebesar Rp 360.222.468,00. Untuk

   melakukan proporsi atas tambahan dana yang diperlukan diasumsikan
proporsinya seperti pada periode-periodenya, maka secara lengkap dapat dihitung

sebagai berikut:

a. Hutang bank                                     Rp   1591771049

b. Modal Sendiri                                   Rp   3907428031

Jumlah                                             Rp   5.499.199.080

         Berdasarkan jumlah aktual pada masing-masing rekening tersebut maka

dapat dilakukan proporsi atas besarnya dana tambahan yang diperlukan (AFN)

yang diperlukan untuk masing-masing rekening, yaitu dengan membagi jumlah

masing-masing rekening dengan total rekening yang ada dan dikalikan dengan

dana tambahan yang diperlukan (AFN). Dari hasil perhitungan menunjukkan

bahwa besarnya dana tambahan yang diperlukan (AFN) pada masing-masing

rekening yaitu dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Hutang bank                           Rp       11.502.865

b. Modal sendiri                         Rp       28.244.424

c. Jumlah                                Rp       39.747.289

      Adapun secara lengkap prosedur peramalan neraca pada Perusahaan

Meubel Lindah Pasuruan Tahun 2007 dapat dilihat pada tabel 4.6 sebagai berikut:
         Tabel 4.6. Neraca Aktual Tahun 2006 dan Proyeksi Tahun 2007 Pada Perusahaan

         Meubel Lindah Pasuruan.

           Rekening               Aktual 2006      (1+g)     Angka Pertama        AFN          Angka Kedua
             (1)                      (2)           (3)           (4)              (5)             (6)
Aktiva
Aktiva Lancar
Kas                               1.760.550.600    x 1,040    1.830.972.624                    1.830.972.624
Piutang                           1.225.600.500    x 1,040    1.274.624.520                    1.274.624.520
Persediaan bahan baku               712.430.500    x 1,040      740.927.720                      740.927.720
Persediaan barang jadi              612.340.560    x 1,040      636.834.182                      636.834.182
Persediaan barang dalam proses      487.430.500    x 1,040      506.927.720                      506.927.720
Asuransi di bayar dimuka            169.500.700    x 1,040      176.280.728                      176.280.728
Total Aktiva Lancar               4.967.853.360               5.166.567.494                    5.166.567.494
Aktiva tetap
Tanah                                1572482000    x 1,040     1.635.381.280                    1.635.381.280
Bangunan                           1.825.546.500   x 1,040     1.898.568.360                    1.898.568.360
Akumulasi Penyusutan bangunan    (1.095.327.900)             (1.277.882.550)                  (1.277.882.550)
Mesin                                733.315.745   x 1,040       762.648.375                      762.648.375
Akumulasi penyusutan mesin         (439.989.450)               (513.321.025)                    (513.321.025)
Peralatan kantor                     126.719.301   x 1,040       131.788.073                      131.788.073
Akumulasi penyusutan kantor         (76.031.580)                (88.703.510)                     (88.703.510)
Kendaraan                          2.980.700.850   x 1,040     3.099.928.884                    3.099.928.884
Akumulasi penyusutan kendaraan   (1.589.707.120)             (1.788.420.510)                  (1.788.420.510)
Jumlah aktiva tetap                4.037.708.346   x 1,040     4.037.394.397                    4.037.394.397

Total Aktiva                      9.005.561.706               9.203.961.891                    9.203.961.891
Pasiva
Pasiva Lancar
Hutang dagang                     1.956.961.793    x 1,040    2.035.240.265                    2.035.240.265

Hutang Bank                       1.591.771.049               1.591.771.049    + 11.502.865    1.603.273.914
Jumlah Pasiva Lancar              3.548.732.842               3.627.011.314                    3.638.514.179
Pasiva Jangka Panjang             1.498.300.000    x 1,040    1.558.232.000                    1.558.232.000
Total                               5047032842                5.185.243.314                    5.196.746.179
Modal

Modal sendiri                       3447468255                 3447468.255     + 28.244.424    3.475.712.679
Laba ditahan                         511060609     x 1,040      531503.033                       531.503.033
Jumlah                              3958528864                 3978971.288                     4.007.215.712
Total Pasiva                      9.005.561.706                9164214.602     +39.747.289     9.203.961.891
Sumber: Data Diolah, 2006
C. Pembahasan Hasil Penelitian

      Dalam melakukan perencanaan keuangan pada Perusahaan Meubel Lindah

   Pasuruan maka langkah pertama yang dilakukan yaitu dengan melakukan

   penyusunan atas peramalan penjualan. Untuk melakukan peramalan maka

   digunakan metode peramalan yaitu metode trend linier. Hasil estimasi dari

   pertumbuhan penjualan pada tahun 2007 yaitu sebesar Rp 9.042.413.886,00 yang

   memiliki tingkat pertumbuhan sebesar 4,03% apabila dibandingkan dengan tahun

   2006. Hasil tersebut menunjukkan adanya gambaran yang jelas kepada

   perusahaan untuk menetapkan kebijakan yang akan diambil dalam usaha

   meningkatkan penjualan bersih.

        Dalam penerapan metode peramalan laporan keuangan maka langkah

   pertama yang dilakukan yaitu dengan meramalkan laporan laba rugi, berdasarkan

   tingkat pertumbuhan penjualan sebesar 4,03%. Menurut metode rasio konstan,

   rekening beban pokok penjualan dan beban usaha akan meningkat sebesar tingkat

   pertumbuhan penjualan tersebut. Untuk beban bunga diasumsikan tetap konstan

   atau sama dengan tahun 2006.

        Berdasarkan hasil peramalan laporan laba rugi perusahaan menunjukkan

   adanya peningkatan laba bersih perusahaan yang semula pada tahun 2006 sebesar

   Rp 511.060.609,00 menjadi sebesar Rp 544.778.029,00. Adanya peningkatan

   tersebut dikarenakan adanya peningkatan volume penjualan pada tahun 2007.
      Kesimpulan dari hasil proyeksi yang dilakukan pada neraca menunjukkan

bahwa Perusahaan Meubel Lindah Pasuruan membutuhkan dana tambahan yang

diperlukan (AFN) dalam melakukan kegiatan operasionalnya. Hasil perhitungan

AFN dilakukan dengan menggunakan sistem proporsi besarnya dana tambahan

yaitu sebesar Rp 39.747.289,00. Hasil penelitian ini mendukung atas hasil

penelitian yang telah dilakukan oleh Rosul (1993), dimana hasil analisis tersebut

menunjukkan bahwa Perusahaan Mebel CV Kalingga Perdana Sakti Surabaya

membutuhkan dana tambahan dalam melakukan kegiatan operasionalnya.
                                           BAB V

                       KESIMPULAN DAN IMPLIKASI



A. Kesimpulan

            Hasil   analisis    data    mengenai      penyusunan      rencana    keuangan

    pada Perusahaan       Meubel       Lindah     Pasuruan   pada tahun     2007    dapat

   disimpulkan bahwa nilai penjualan estimasi sebesar Rp 9.042.413.886,00 atau

   mengalami pertumbuhan sebesar 4,03%. Berdasarkan hasil perhitungan mengenai

   pertumbuhan penjualan         tersebut       maka besarnya laba yang diestimasikan

    tahun     2007 yaitu sebesar Rp544.778.029,00. Adapun dalam rangka untuk

   merealisasikan atas peningkatan penjualan tahun 2007, maka Perusahaan Meubel

   Lindah Pasuruan membutuhkan nilai aset sebesar Rp9.203.961.891. Dengan

   demikian besarnya dana tambahan yang diperlukan (AFN) yaitu sebesar

   Rp 39.747.289,00.

B. Implikasi

   a. Bagi perusahaan

      Perusahaan       Meubel     Lindah    Pasuruan     diharapkan    dalam    melakukan

      penyusunan atas rencana keuangan untuk menggunakan peramalan keuangan

      sebagai alat pengawasan dalam pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan.

      Langkah tersebut dilakukan dalam rangka untuk memberikan arah yang jelas
   dalam melakukan koordinasi dan untuk evaluasi atas kegiatan perusahaan

   dalam rangka untuk pencapaian tujuan di masa yang akan datang.

b. Peneliti selanjutnya

   Bagi peneliti selanjutnya yang berminat untuk melanjutkan penelitian ini

   diharapkan untuk menyempurnakannya yaitu dengan menambah waktu atau

   periode pengamatan atas penjualan bersih yang telah dicapai oleh perusahaan.
                            DAFTAR PUSTAKA


Brigham & Houston, 1999, Manajemen Keuangan, Buku Kedua, Edisi Ketiga,
      Penerbit Erlangga, Jakarta.

Gitosudarmo dan Basri, 1992, Manajemen Keuangan, Edisi Ketiga, Penerbit BPFE
      Yogyakarta.

Hanafi, Mamduh, M & Halim, Abdul, 2000, Analisa Laporan Keuangan. UPP
       AMD YKPN, Yogjakarta.

Indriantoro dan Supomo, 2002, Metodologi Penelitian Bisinis Untuk Akuntansi
        dan Manajemen, Edisi Pertama, Penerbit BPFE, Yogyakarta.

Kieso & Weygandt, 1995, Akuntansi Intermediate, Edisi Ketutuh, Jilid Pertama,
      Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.

Munawir, S. 1992, Analisa Laporan Keuangan, Edisi Keempat. Liberty.
     Yogyakarta.

Riyanto, Bambang. 1995. Dasar Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Universitas
       Gajah Mada Jogjakarta.

Smith dan Skousen, 1993, Akuntansi Intermediate, Edisi Kedelapan, Jilid I, Alih
     Bahasa Nugroho Widjajanto, Penerbit Erlangga: Jakarta.

Tampubolon, Manahan, 2005, Manajemen Keuangan (Finance Management),
    Cetakan Pertama, Penerbit Ghalia Indonesia: Bogor.

Munawir, 2002, Analisa Laporan Keuangan, Edisi Keempat, Cetakan Ketigabelas
    Penerbit Liberty: Yogyakarta.

Weston J. Fred & Copeland E Thomas, 1999, Manajemen Keuangan. Edisi
     Kedelapan, Jilid Pertama, Penerbit Erlangga Jakarta.

Ridwan dan Barlian, 2004, Manajemen Keuangan, Edisi Kelima, Cetakan Kedua,
     Penerbit Atas Kerjasama Penulis dengan Yayasan Honda Motor.

Weston & Brigham, 1991, Dasar-Dasar Manajemen Keuangan, Edisi Ketujuh,
     Jilid Pertama, Penerbit Erlangga Jakarta.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:580
posted:2/2/2011
language:Indonesian
pages:57
Description: Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Pada Bank Umum Pemerintah Di Wilayah Surabaya Dan Sidoarjo document sample