Faktor Yang Mempengaruhi Debt Equity Rasio

Document Sample
Faktor Yang Mempengaruhi Debt Equity Rasio Powered By Docstoc
					 PASAR MODAL             &
       MANAJEMEN PORTOFOLIO




Mohamad Samsul
                 Penerbit Erlangga
 BAGIAN
   1

PASAR MODAL




  Penerbit Erlangga
       BAB
        1

PASAR MODAL GLOBAL




      Penerbit Erlangga
SISTEM EKONOMI PASAR


• Keberhasilan negara-negara Barat dan Amerika
  Serikat dalam membangun perekonomian melalui
  sistem ekonomi kapitalis (istilah sekarang adalah
  ekonomi pasar) telah mendorong negara-negara
  ekonomi komunis beralih ke sistem ekonomi kapitalis




                                          Penerbit Erlangga
SISTEM EKONOMI PASAR:
Cina

• Pada tahun 1988, di Cina didirikan bursa efek yang
  beroperasi secara nasional di berbagai kota besar

• Anggotanya berasal dari propinsi, kotamadya, dan
  daerah otonom lainnya




                                           Penerbit Erlangga
SISTEM EKONOMI PASAR:
Uni Soviet

• Uni Soviet telah terpecah belah menjadi beberapa
  negara dan mengubah sistem perekonomian dari
  ekonomi komunis menjadi sistem kapitalis

• Negara-negara baru eks Uni Soviet beramai-ramai
  mendirikan bursa efek




                                           Penerbit Erlangga
SISTEM EKONOMI PASAR:
Negara-negara Komunis

• Negara-negara komunis mantan anggota Pakta
  Warsawa juga telah mendirikan bursa efek

• Perubahan global dari sistem ekonomi komunis ke
  sistem kapitalis itu bersamaan waktunya dengan
  selesainya perang dingin antara Blok Barat dan Blok
  Timur sekitar tahun 1988



                                           Penerbit Erlangga
Bursa-bursa Efek di Negara-negara Eks Komunis




                   Penerbit Erlangga
SISTEM EKONOMI PASAR:
Negara-negara Sosialis dan Indonesia

• Negara-negara yang tadinya merupakan negara
  sosialis juga mengubah sistem perekonomiannya
  dengan menyebut sistem ekonomi pasar, termasuk
  Indonesia

• Kebangkitan Pasar Modal di Indonesia juga mulai
  terjadi pada akhir tahun 1988



                                         Penerbit Erlangga
SISTEM PEREKONOMIAN DAN
KERJA SAMA EKONOMI REGIONAL

• Sejak usainya perang dingin banyak negara berupaya
  membangun sistem perekonomiannya lebih terbuka
  daripada sebelumnya

• Kerja sama ekonomi regional mulai bermunculan
  seperti APTA, NAFTA, APEC, dan EEC, yang
  selanjutnya akan menuju ke pelaksanaan WTO pada
  tahun 2020


                                         Penerbit Erlangga
NEGARA BERKEMBANG

• Setiap negara berkembang berupaya memodernisasi
  Pasar Modal dan melengkapinya dengan Bursa
  Berjangka

• Negara-negara berkembang berupaya menciptakan
  stabilitas politik, keamanan negerinya, stabilitas nilai
  mata uang domestik, pemerataan kemakmuran
  rakyatnya, dan penegakan hukum untuk menarik para
  investor internasional agar mau menanamkan
  modalnya di Pasar Modal

                                             Penerbit Erlangga
KERJA SAMA PERDAGANGAN


• Kerja sama perdagangan antara bursa efek lokal dan
  asing telah dilakukan agar dapat beroperasi 24 jam
  sehari dan sebagai persiapan menghadapi persaingan
  global, khususnya di bidang Pasar Modal




                                         Penerbit Erlangga
INVESTOR INTERNASIONAL


• Investor internasional mudah masuk dan mudah
  keluar

• Suatu negara yang dengan mudah mendatangkan
  investor masuk, tetapi tidak memiliki ketahanan untuk
  mencegah investor keluar, akan mengalami capital
  flight besar-besaran



                                           Penerbit Erlangga
        BAB
         2

PASAR MODAL INDONESIA




       Penerbit Erlangga
PEMBANGUNAN EKONOMI


• Pembangunan ekonomi membutuhkan tiang-tiang
  perekonomian yang kuat dan saling berhubungan




                                        Penerbit Erlangga
ERA GLOBALISASI


• Era globalisasi, yaitu era persaingan internasional yang
  tajam, akan terjadi setelah perjanjian WTO
  dilaksanakan pada tahun 2020

• Semua negara yang telah menandatangani WTO harus
  melakukan persiapan dengan membangun subsistem-
  subsistem yang dibutuhkan



                                             Penerbit Erlangga
ERA GLOBALISASI:
Perekonomian Bebas

• Dasar perekonomian yang dianut adalah
  perekonomian bebas

• Perekonomian bebas adalah perekonomian kapitalis
  yang menuntut kreativitas individual serta kreativitas
  perusahaan untuk menciptakan inovasi produk,
  inovasi pelayanan, dan inovasi keuangan



                                            Penerbit Erlangga
ERA GLOBALISASI:
Lembaga-lembaga Pasar

• Pemerintah juga dituntut melakukan inovasi
  infrastruktur, misalnya kelengkapan lembaga pasar
  seperti:
   – Pasar Uang
   – Pasar Modal
   – Pasar Komoditas
   – Pasar Berjangka



                                          Penerbit Erlangga
Hubungan Antarpasar




                  Penerbit Erlangga
LEMBAGA-LEMBAGA PASAR:
Negara-negara Maju

• Negara-negara maju sudah berhasil mengaitkan secara
  erat ke-4 lembaga pasar tersebut:
   – Amerika Serikat dengan 8 Bursa Efek dan 10 Bursa
     Berjangka
   – Jepang dengan 9 Bursa Efek dan 13 Bursa
     Berjangka




                                         Penerbit Erlangga
Bursa-bursa Efek di Amerika Serikat




                    Penerbit Erlangga
Bursa-bursa Berjangka di Amerika Serikat




                   Penerbit Erlangga
Bursa-bursa Efek di Jepang




                   Penerbit Erlangga
Bursa-bursa Berjangka di Jepang




                   Penerbit Erlangga
LEMBAGA-LEMBAGA PASAR:
Cina
• Cina sebagai negara berkembang yang baru menganut
  sistem ekonomi kapitalis telah mendirikan 4 Bursa
  Efek dan 7 Bursa Berjangka hanya dalam waktu 4
  tahun

• Itulah sebabnya mengapa Cina mengalami kemajuan
  ekonomi yang luar biasa, dengan pertumbuhan
  ekonomi rata-rata 8,6% per tahun selama 12 tahun
  terakhir


                                        Penerbit Erlangga
LEMBAGA-LEMBAGA PASAR:
Perdagangan Efek di Cina

• Cina telah melaksanakan national trading system untuk
  4 Bursa Efeknya

• Kegiatan perdagangan efek meluas melalui kota-kota
  besar di seluruh negeri, didukung oleh otonomi daerah
  yang berhasil




                                           Penerbit Erlangga
Bursa-bursa Efek di Cina




                    Penerbit Erlangga
Bursa-bursa Berjangka di Cina




                   Penerbit Erlangga
MEKANISME PERDAGANGAN EFEK


• Mekanisme perdagangan efek saat ini sudah sangat
  modern di mana hal ini tercermin dari pelaksanaan:
  – scripless trading
  – remote trading
  – central custodian
  – central clearing
  – lending & borrowing


                                          Penerbit Erlangga
MEKANISME PERDAGANGAN EFEK:
Amerika Serikat

• Di negara yang Pasar Modalnya sudah maju (misalnya,
  Amerika Serikat), 4 jenis pasar dapat berjalan dengan
  baik, yaitu:
   – Pasar Perdana
   – Bursa Efek
   – Over The Counter (OTC)
   – Electronic Communication Network (ECN)



                                          Penerbit Erlangga
MEKANISME PERDAGANGAN EFEK:
Indonesia

• Di Indonesia yang ada saat ini hanya:
   – Pasar Perdana
   – Bursa Efek




                                          Penerbit Erlangga
Mekanisme Perdagangan Pasar Perdana




                  Penerbit Erlangga
BURSA EFEK DI AMERIKA SERIKAT

• Di Amerika Serikat ada 8 Bursa Efek sebagai Unit
  system, dan 1 Bursa Efek sebagai Branch system yang
  sekaligus melaksanakan National Trading System

• Semua Bursa Efek di Amerika Serikat dapat hidup
  karena melaksanakan intermarket trading system

• Kemakmuran di setiap negara bagian relatif merata
  karena Bursa Efek berjalan secara nasional


                                           Penerbit Erlangga
Bursa Efek dengan Branch System




                  Penerbit Erlangga
  BAB
   3

EMISI EFEK




 Penerbit Erlangga
ERA GLOBALISASI:
Perbaikan Struktur Modal

• Dalam menyambut datangnya era globalisasi, setiap
  negara mendorong perusahaan swasta untuk
  memperbaiki struktur modal agar:
   – Dapat bersaing di bidang harga produk
   – Memiliki modal sendiri yang lebih besar daripada
     modal pinjaman




                                           Penerbit Erlangga
PERBAIKAN STRUKTUR MODAL:
Penjualan Saham dan Obligasi

• Perbaikan struktur modal dapat dilakukan dengan:
   – Menjual saham di Pasar Modal
   – Menjual obligasi untuk mengganti pinjaman dari
     perbankan




                                         Penerbit Erlangga
PENJUALAN SAHAM:
Tujuan-tujuan Lain

• Selain dari perbaikan struktur modal, tujuan-tujuan
  dari menjual saham kepada masyarakat umum (IPO)
  adalah untuk:
   – Meningkatkan kapasitas produksi
   – Memperluas pemasaran
   – Memperluas hubungan bisnis
   – Meningkatkan kualitas manajemen



                                          Penerbit Erlangga
IPO / GO PUBLIC:
Tahapan

• IPO atau go public membutuhkan beberapa tahapan:
   – Rencana go public
   – Persiapan go public
   – Pelaksanaan go public
   – Penawaran umum
   – Kewajiban setelah go public




                                        Penerbit Erlangga
IPO / GO PUBLIC:
Persiapan Mental

• Dalam proses rencana go public, hal yang terpenting
  adalah kesiapan mental dari:
   – Para pemegang saham
   – Anggota direksi
   – Komisaris
   – Para karyawan




                                           Penerbit Erlangga
IPO / GO PUBLIC:
Perubahan Mental
• Mental akan berubah setelah perusahaan go public,
  karena sifat keterbukaan informasi yang dipaksakan
  oleh peraturan perundangan

• Sebelum go public, mungkin pihak perusahaan dapat
  menutupi peristiwa penting yang berdampak negatif
  ataupun positif terhadap kinerja perusahaan, tetapi
  setelah go public hal tersebut wajib diinformasikan
  kepada masyarakat luas baik diminta maupun tidak
  diminta

                                          Penerbit Erlangga
IPO / GO PUBLIC:
Penyediaan Informasi

• Para wartawan atau media masa serta investor
  mempunyai hak untuk menanyakan informasi

• Oleh karena itu, setiap perusahaan yang sudah go
  public (disebut emiten) diwajibkan mengangkat
  Sekretaris Perusahaan (corporate secretary) yang
  bertanggung-jawab melayani semua pihak yang
  membutuhkan informasi


                                           Penerbit Erlangga
IPO / GO PUBLIC:
Kepentingan Investor Minoritas

• Untuk menjaga kepentingan investor minoritas,
  organisasi perusahaan diwajibkan memiliki komisaris
  independen dan komite audit

• Semua aset juga sudah harus atas nama perusahaan,
  dan tersedia informasi tentang transaksi yang
  mengandung conflict of interest



                                          Penerbit Erlangga
IPO / GO PUBLIC:
Persyaratan dan Prosedur
• Calon emiten wajib menyiapkan semua dokumen
  untuk akuntan publik, konsultan hukum, notaris,
  penilai, dan penjamin emisi

• Harga Perdana ditetapkan melalui proses tawar
  menawar antara emiten dan penjamin emisi dan diikat
  dalam perjanjian penjaminan emisi

• Emiten wajib memahami persyaratan dan prosedur
  pencatatan efek di Bursa

                                          Penerbit Erlangga
   BAB
    4

BURSA EFEK




  Penerbit Erlangga
PASAR MODAL


• Pasar modal merupakan sarana bagi perusahaan:
   – Untuk mendapatkan modal dari masyarakat luas
   – Untuk pemerataan kepemilikan perusahaan oleh
     masyarakat
   – Untuk keterbukaan informasi perusahaan




                                        Penerbit Erlangga
BURSA EFEK


• Bursa efek merupakan sarana untuk berdagang efek
  antarinvestor, yaitu efek dari perusahaan yang sudah
  go public

• Bursa efek adalah sarana atau tempat berdagang bagi
  para Anggota Bursa, yaitu perusahaan efek yang telah
  memperoleh Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB)
  yang dikeluarkan oleh Bursa


                                           Penerbit Erlangga
Pasar Modal dan Bursa Efek




                   Penerbit Erlangga
BURSA EFEK:
Kepemilikan dan Keanggotaan

• Pemilik bursa efek di Indonesia adalah para
  perusahaan efek

• Di Singapura ada pemisahan antara pemilik bursa dan
  Anggota Bursa




                                           Penerbit Erlangga
BURSA EFEK:
KPEI dan KSEI
• Setelah transaksi perdagangan terjadi di Bursa Efek,
  penyelesaian transaksi itu dilakukan di KPEI dan
  KSEI

• KPEI dan KSEI harus berada dalam satu atap agar
  penyelesaiannya berjalan lancar

• KPEI, KSEI, dan Bursa Efek berada dalam satu
  jaringan perdagangan dan penyelesaian transaksi efek


                                           Penerbit Erlangga
Mekanisme Perdagangan Efek




                 Penerbit Erlangga
BURSA EFEK:
Transaksi Anggota Bursa

• Anggota Bursa yang menjadi anggota kliring dapat
  berdagang di Bursa Efek

• Anggota Bursa akan menyelesaikan kliring transaksi di
  KPEI, sementara penyerahan dan penerimaan efek
  dilakukan di KSEI

• Apabila Anggota Bursa mengalami gagal serah, hal itu
  dapat diatasi dengan lending & borrowing


                                          Penerbit Erlangga
BURSA EFEK:
Perdagangan Marjin
• Perdagangan marjin (margin trading) untuk beberapa
  saham tertentu juga diperbolehkan menurut peraturan
  perundangan, tetapi tindakan short selling dilarang

• Mekanisme perdagangannya menganut price priority
  dulu, baru time priority

• Peraturan perundangan mewajibkan Anggota Bursa
  untuk hanya menerima limit order/price


                                         Penerbit Erlangga
SEGMEN PASAR

• Segmen pasar terdiri dari:
   – Pasar reguler
   – Pasar tunai
   – Pasar negosiasi

• Saham dapat diperdagangkan di ketiga segmen pasar
  itu, sedangkan obligasi hanya diperdagangkan di pasar
  negosiasi



                                           Penerbit Erlangga
SEGMEN PASAR:
Produk-produk

• Produk-produk yang diperdagangkan adalah:
   – Saham
   – Obligasi
   – Bukti right
   – Waran




                                       Penerbit Erlangga
Sertifikat Saham
Atas Nama




                   Penerbit Erlangga
 BAGIAN
   2

ANALISIS EFEK




   Penerbit Erlangga
      BAB
       5

LAPORAN KEUANGAN




     Penerbit Erlangga
INFORMASI PENTING:
Bagi Investor Jangka Pendek

• Bagi investor jangka pendek informasi yang penting
  adalah:
   – Laba per saham
   – Return on equity (ROE)
   – Debt equity ratio (DER)




                                          Penerbit Erlangga
INFORMASI PENTING:
Bagi Investor Jangka Panjang

• Bagi investor jangka panjang semua informasi sangat
  penting, terutama untuk mengetahui kualitas
  manajemen




                                          Penerbit Erlangga
INFORMASI PENTING:
Rasio-rasio Jangka Panjang

• Rasio-rasio -semuanya meliputi puluhan rasio dan
  bersifat trend antara tahun ke tahun- yang sangat
  penting bagi investor jangka panjang, antara lain:
   – Rasio profitabilitas
   – Rasio solvabilitas
   – Rasio rentabilitas
   – Rasio turnover



                                            Penerbit Erlangga
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN:
Laba Ekonomis dan Cashflow

• Penghitungan yang perlu dibuat sendiri oleh investor
  atau melalui para analis agar sesuai untuk
  pengambilan keputusan jual beli saham, antara lain:
   – Laba ekonomis
   – Cashflow operasional
   – Cash-flow keuangan




                                           Penerbit Erlangga
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN:
Laba Akuntansi

• Laba akuntansi perlu dikoreksi oleh investor, karena
  laba akuntansi menganut konsep historical cost dan
  metode penyusutan yang konvensional sehingga tidak
  pas bagi investor yang ingin melakukan jual beli saham




                                           Penerbit Erlangga
Perbandingan Laba Akuntansi, Laba Ekonomis, dan
Dividen Tunai Maksimal




                  Penerbit Erlangga
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN:
Inflasi yang Tinggi
• Dalam suatu negara yang ekonominya mengalami
  inflasi yang cukup tinggi, penggunaan metode FIFO
  untuk penilaian persediaan dan penyusutan aktiva
  dengan menggunakan metode straight line, akan
  menghasilkan laporan akuntansi yang menunjukkan
  laba yang besar, tetapi mengandung distorsi modal

• Investor harus melakukan rekalkulasi dalam analisis
  laporan keuangan


                                           Penerbit Erlangga
Beban Penyusutan Tahunan Menurut Tiga Metode:
Straight Line, Double Decline, dan
Sum of the Years Digit




                  Penerbit Erlangga
    BAB
     6

ANALISIS SAHAM




   Penerbit Erlangga
Tipe Investor




                Penerbit Erlangga
ANALISIS SAHAM:
Pendekatan Relatif

• Analisis saham yang mudah dipraktikkan adalah
  pendekatan relatif, yang meliputi:
   – Price Earnings Ratio (PER)
   – Price Dividend Ratio (PDR)
   – Price Book Value Ratio




                                         Penerbit Erlangga
ANALISIS SAHAM:
Estimasi Harga
• Dalam menentukan estimasi harga yang akan
  digunakan untuk mengajukan tawaran beli dan
  tawaran jual, kita dapat menggunakan rumus:

      P = E × R atau P = D × R atau P = B × R

• R atau ratio diambil dari pengalaman sebelumnya,
  sementara rata-rata bulanan/tahunan E (earnings), D
  (dividend), dan B (book value) diestimasi berdasarkan
  laporan keuangan terakhir yang diterbitkan, sehingga
  selalu berubah setiap ada terbitan baru

                                           Penerbit Erlangga
P.E.R dan Siklus Ekonomi: Up Trend




                   Penerbit Erlangga
ANALISIS SAHAM:
Dividend Discounted Cash Flow

• Pendekatan dividend discounted cash flow tidak berlaku
  jika:
   – Growth lebih besar daripada k (cost of capital)
   – Tidak ada pembagian dividen tunai
   – Dividen tunai berubah setiap tahun




                                           Penerbit Erlangga
ANALISIS SAHAM:
Estimasi Harga Menurun


• Jika ROE turun dan plowback ratio tetap, maka
  estimasi harga saham akan menurun




                                          Penerbit Erlangga
         BAB
          7

INDEKS HARGA SAHAM DAN
   CORPORATE ACTION



        Penerbit Erlangga
INDEKS HARGA SAHAM:
Angka Dasar
• Indeks harga saham merupakan cermin dari fluktuasi
  harga saham di pasar yang dinyatakan dalam suatu
  angka dan didasarkan pada angka dasar tertentu

• Angka dasar merupakan angka indeks awal sebelum
  harga pasar terbentuk

• Angka dasar ditetapkan oleh masing-masing Bursa
  Efek, yaitu 100, 500, atau 1.000


                                         Penerbit Erlangga
INDEKS HARGA SAHAM:
Perubahan

• Begitu harga pasar terbentuk untuk detik yang
  pertama kali, berarti indeks harga saham sudah
  berubah, mungkin di atas mungkin di bawah angka
  dasar

• Dalam setiap detik perdagangan efek terjadi transaksi
  bursa, sehingga angka indeks saham individu dan
  indeks saham gabungan berubah


                                           Penerbit Erlangga
INDEKS HARGA SAHAM:
Perubahan Total Nilai Dasar

• Indeks harga saham berubah karena harga saham di
  pasar berubah
• Indeks harga saham juga dapat berubah karena
  perubahan total nilai dasar saham
• Perubahan total nilai dasar saham terjadi karena
  perusahaan mengeluarkan modal saham tambahan
  melalui right issue, waran, dan convertible bonds
• Saham bonus dan split tidak mengubah total nilai
  dasar

                                         Penerbit Erlangga
Struktur Modal: Sebelum dan Sesudah Right Issue




                   Penerbit Erlangga
INDEKS HARGA SAHAM:
Jenis-jenis

• Jenis-jenis indeks harga saham, yaitu:
   – Indeks harga saham individu
   – Indeks harga saham parsial
   – Indeks harga saham gabungan (composite index)


• Setiap pihak boleh membuat indeks parsial untuk
  kepentingan sendiri


                                          Penerbit Erlangga
Indeks Harga Saham Parsial untuk 100 Emiten




                   Penerbit Erlangga
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)




                  Penerbit Erlangga
INDEKS HARGA SAHAM:
Return Saham

• Indeks harga saham banyak digunakan untuk
  menganalisis return saham

• Return saham yang dihitung dengan menggunakan
  harga saham dalam rupiah sangat berbahaya apabila
  selama periode pembanding harga tersebut telah
  terjadi corporate action



                                         Penerbit Erlangga
INDEKS HARGA SAHAM:
Return Saham dengan Adjusted Price

• Penggunaan rupiah hanya dibenarkan dalam
  menghitung return saham, jika harga pasar sebelum
  corporate action disesuaikan dengan corporate action
  sehingga terbentuk adjusted price

• Harga pasar sekarang (setelah corporate action)
  dibandingkan dengan adjusted price akan
  menghasilkan return yang benar


                                            Penerbit Erlangga
INDEKS HARGA SAHAM:
Return Tahunan

• Untuk menghitung return tahunan dari sejumlah
  saham yang diteliti, tentu akan sangat sukar mencari
  adjusted price setiap jenis saham yang diteliti itu,
  sehingga cara ini tidak praktis




                                           Penerbit Erlangga
INDEKS HARGA SAHAM:
Return dengan Indeks Individu

• Cara yang mudah untuk menghitung return saham
  bulanan atau tahunan adalah dengan menggunakan
  indeks harga saham individu, karena tidak perlu
  memperhatikan lagi ada tidaknya corporate action




                                         Penerbit Erlangga
INDEKS HARGA SAHAM:
Return dalam Rupiah
• Jika dalam suatu periode waktu tidak ada tindakan
  corporate action yang dilakukan perusahaan yang
  return-nya akan dianalisis, maka harga saham dalam
  nilai rupiah dapat digunakan

• Apabila masih ingin menggunakan harga saham dalam
  nilai rupiah walaupun ada tindakan corporate action,
  maka harga saham sebelum corporate action harus
  disesuaikan atau dikoreksi secara proporsional


                                          Penerbit Erlangga
      BAGIAN
        3

MANAJEMEN PORTOFOLIO




       Penerbit Erlangga
    BAB
     8

MAKROEKONOMI




   Penerbit Erlangga
HARGA SAHAM:
Faktor dan Variabel

• Harga saham dipengaruhi oleh banyak faktor, baik
  makroekonomi maupun mikroekonomi

• Suatu faktor atau variabel memiliki pengaruh yang
  tidak sama terhadap jenis saham, yaitu dapat positif
  atau negatif




                                            Penerbit Erlangga
HARGA SAHAM:
Siklus Ekonomi

• Harga saham juga dipengaruhi oleh siklus ekonomi
  yang sedang berlangsung

• Dalam siklus recovery dan siklus expansion harga
  saham cenderung mengalami peningkatan

• Sementara dalam siklus resesi dan siklus depresi harga
  saham cenderung mengalami penurunan


                                            Penerbit Erlangga
Siklus Ekonomi




                 Penerbit Erlangga
Siklus Ekonomi Indonesia




                   Penerbit Erlangga
HARGA SAHAM:
Sistem Ekonomi Negara

• Sistem ekonomi dalam suatu negara akan berpengaruh
  terhadap perkembangan pasar modal itu sendiri

• Negara dalam mengendalikan ekonomi dapat
  menggunakan kebijakan fiskal dan kebijakan moneter




                                         Penerbit Erlangga
HARGA SAHAM:
Kebijakan Moneter dan Fiskal Negara

• Pengendalian dengan cara menambah atau
  mengurangi jumlah uang beredar disebut
  pengendalian moneter

• Sedangkan pengendalian ekonomi dengan APBN
  merupakan kebijakan fiskal




                                       Penerbit Erlangga
HARGA SEKURITAS:
Uang Beredar dan Ekspor-Impor

• Jumlah uang beredar akan mempengaruhi tingkat
  bunga, yang pada gilirannya akan mempengaruhi
  harga sekuritas

• Demikian pula, kegiatan ekspor dan impor (neraca
  perdagangan) serta arus keluar masuk valuta asing
  (neraca pembayaran) akan mempengaruhi harga
  sekuritas


                                          Penerbit Erlangga
      BAB
       9

ANALISIS OBLIGASI




     Penerbit Erlangga
Sertifikat Obligasi
Atas Unjuk




                      Penerbit Erlangga
OBLIGASI:
Jenis-jenis

• Terdapat banyak jenis obligasi, di mana yang
  terpenting adalah:
   – Obligasi pemerintah (government bonds)
   – Obligasi perusahaan (corporate bonds)
   – Callable bonds
   – Puttable bonds




                                           Penerbit Erlangga
OBLIGASI:
Pemerintah

• Obligasi pemerintah merupakan obligasi tanpa risiko,
  yaitu pasti dilunasi karena tidak pernah ada suatu
  pemerintahan yang bangkrut secara keuangan

• Oleh karena itu, tingkat kupon obligasi pemerintah
  pada umumnya lebih rendah




                                           Penerbit Erlangga
OBLIGASI:
Perusahaan

• Obligasi perusahaan merupakan obligasi yang berisiko

• Untuk mengetahui tingkat risiko ini kita dapat
  melihatnya pada bondrating




                                            Penerbit Erlangga
OBLIGASI:
Callable dan Puttable Bonds

• Callable bonds merupakan obligasi yang dapat dilunasi
  sebelum jatuh tempo oleh issuer, jika tingkat bunga
  umum turun tajam, sehingga tidak merugikan
  bondissuer dan bondholder

• Puttable bonds merupakan obligasi yang pelunasannya
  dapat dimintakan lebih awal oleh pemegang obligasi
  kepada issuer, jika tingkat bunga umum naik tajam,
  sehingga tidak merugikan kedua pihak



                                           Penerbit Erlangga
Puttable / Callable Bonds: Periode-periode




                    Penerbit Erlangga
OBLIGASI:
Kupon Tetap dan Mengambang

• Obligasi yang rawan risiko adalah yang berkupon
  tetap, sedangkan yang berkupon mengambang relatif
  tidak berisiko terhadap fluktuasi bunga umum




                                         Penerbit Erlangga
Kupon Obligasi
Triwulanan




                 Penerbit Erlangga
     BAB
      10

EFISIENSI PASAR




    Penerbit Erlangga
EFISIENSI PASAR:
Weak-form vs Strong-form
• Dalam pasar modal yang tingkat efisiensi pasarnya
  masih weak-form, yaitu pengambilan keputusan yang
  dilakukan oleh investor hanya didasarkan pada harga-
  harga masa lalu, fluktuasi harga masih sangat besar
  sehingga mereka yang sudah berpengalaman di pasar
  efisien akan lebih mudah memperoleh keuntungan
  berlebih

• Dalam pasar modal yang tingkatan efisiensi pasarnya
  sudah strong-form, perbedaan harga pasar sangat tipis
  sehingga amat sulit mendapatkan keuntungan berlebih


                                           Penerbit Erlangga
Pasar Efisiensi Lemah




                   Penerbit Erlangga
Pasar Efisiensi Kuat




                       Penerbit Erlangga
FAKTOR HARGA SAHAM:
Kejadian Peristiwa

• Harga saham dipengaruhi oleh banyak faktor, di mana
  salah satunya adalah terjadinya peristiwa yang tidak
  dapat diduga terlebih dahulu dan yang dapat diduga
  terlebih dahulu




                                          Penerbit Erlangga
FAKTOR HARGA SAHAM:
Peristiwa Corporate Action

• Peristiwa corporate action pada umumnya tidak sulit
  diduga karena tanda-tanda awal akan diterbitkannya
  pengumuman corporate action dapat tercermin dari sisi
  undangan RUPS

• Peristiwa corporate action muncul dari keputusan hasil
  RUPS




                                            Penerbit Erlangga
FAKTOR HARGA SAHAM:
Kemungkinan Corporate Action

• Perubahan harga saham dapat terjadi sebelum tanggal
  pengumuman corporate action akibat adanya
  kebocoran informasi yang berasal dari informasi orang
  dalam (insider information)

• Corporate action dapat mempengaruhi harga saham,
  baik secara positif ataupun negatif, tergantung pada
  jenis corporate action tersebut dan siklus ekonomi yang
  sedang berlangsung



                                            Penerbit Erlangga
FAKTOR HARGA SAHAM:
Peristiwa Tak Terduga

• Contoh peristiwa yang terjadi tanpa diduga terlebih
  dahulu antara lain:
   – Peristiwa pengeboman di Jl. Legian Bali (2002)
   – Bom yang meledak di Hotel Marriot Jakarta (2003)
   – Runtuhnya Gedung WTC dl New York (2001)

• Dampak dari peristiwa ini baru dirasakan setelah
  peristiwa itu terjadi dan tidak mungkin sebelum
  peristiwa terjadi


                                           Penerbit Erlangga
Return IHSG Sesudah Peristiwa Runtuhnya WTC




                  Penerbit Erlangga
MEMPELAJARI PERISTIWA YANG
MEMPENGARUHI HARGA SAHAM

• Manfaat dari mempelajari suatu peristiwa yang dapat
  mempengaruhi harga saham adalah bisa mengambil
  keputusan secara cepat untuk membeli atau menjual
  saham apabila peristiwa serupa terjadi lagi pada suatu
  saat

• Dengan mengambil keputusan tersebut secara cepat,
  investor tidak akan kehilangan kesempatan untuk
  mendapatkan untung yang lebih besar atau hanya
  menderita rugi yang lebih kecil dibandingkan jika
  terlambat mengambil keputusan

                                            Penerbit Erlangga
      BAB
       11

TEORI PORTOFOLIO




     Penerbit Erlangga
INVESTASI PORTOFOLIO:
Komposisi dan Risiko

• Dalam melakukan investasi portofolio, investor harus
  memperhatikan siklus ekonomi ketika memutuskan
  komposisi dari berbagai instrumen keuangan

• Untuk mengurangi risiko investasi, investor perlu
  melakukan hedging atau diversifikasi lebih banyak
  jenis saham




                                           Penerbit Erlangga
Risiko Investasi




                   Penerbit Erlangga
INVESTASI PORTOFOLIO:
Keuntungan dan Kerugian

• Mengenali tanda-tanda awal (leading indicator) sangat
  penting dalam melakukan shifting stock sebelum
  terlambat, dalam rangka:
   – Mencegah kerugian yang lebih besar
   – Meraup untung yang lebih besar

• Investor dikatakan beruntung jika dapat menerima
  kembali minimal sejumlah nilai modal awal (capital
  maintenance).



                                           Penerbit Erlangga
PORTOFOLIO:
Alokasi Investasi dan Seleksi Saham
• Portofolio adalah masalah alokasi investasi dan seleksi
  saham

• Alokasi investasi ditetapkan terlebih dahulu, baru
  kemudian dilakukan seleksi saham dengan
  menggunakan berbagai metode, seperti:
   – Reward to variability ratio (R/V)
   – Excess return
   – Alpha


                                             Penerbit Erlangga
Reward to Variability Ratio (R / V)




                      Penerbit Erlangga
PORTOFOLIO:
Saham Multi-jenis

• Memilih saham dalam suatu sektor yang terdiri dari
  berbagai jenis saham diperlukan peringkat R/V atau
  peringkat alpha atau peringkat appraisal ratio

• Semakin besar peringkat positif berarti semakin baik
  untuk dibeli dan semakin besar peringkat negatif
  berarti semakin besar kesempatan untuk dijual



                                           Penerbit Erlangga
PORTOFOLIO:
Produk-produk

• Produk yang dapat diinvestasikan dapat berupa:
   – Saham individual yang dipilih dengan
     menggunakan analisis securities market line (SML)
   – Reksa dana yang dipilih dengan menggunakan
     analisis capital assets line (CAL)
   – Indeks pasar yang dipilih dengan menggunakan
     analisis capital market line (CML)



                                           Penerbit Erlangga
Capital Allocation Line (CAL)




                    Penerbit Erlangga
PORTOFOLIO:
Prediksi Return

• Dalam memprediksi return pada masa datang yang
  menggunakan data return masa lalu, lebih baik
  memakai metode rata-rata aritmatika daripada metode
  geometrika




                                         Penerbit Erlangga
    BAB
     12

SINGLE MODEL




   Penerbit Erlangga
PREDIKSI SAHAM


• Memprediksi harga saham atau return saham dapat
  dilakukan dengan menggunakan:
   – Single factor model
   – Single market model




                                        Penerbit Erlangga
SINGLE FACTOR MODEL


• Prediksi mengenai harga atau return saham harian
  dengan single factor model dapat menggunakan:
   – Data harian
   – Data bulanan




                                          Penerbit Erlangga
SINGLE FACTOR MODEL:
Faktor Dominan
• Setiap jenis saham dapat dipengaruhi oleh satu faktor
  yang berbeda dan paling dominan
• Hal yang sangat sulit adalah menemukan satu faktor
  yang berpengaruh paling dominan terhadap suatu
  jenis saham
• Eksperimen perlu dilakukan untuk mendapatkan satu
  faktor yang paling dominan dibandingkan faktor
  lainnya dengan mencoba berbagai faktor dan berbagai
  initial set dalam berbagai training set


                                           Penerbit Erlangga
Initial Set dan Training Set




                      Penerbit Erlangga
SINGLE FACTOR MODEL:
Faktor
• Yang dimaksudkan dengan faktor di sini adalah
  variabel-variabel dari faktor makroekonomi ataupun
  faktor mikroekonomi
• Namun demikian, tidak ada satu faktor yang dapat
  mempengaruhi harga saham untuk jangka waktu yang
  lama
• Pada saat ini, perkembangan ekonomi sangat pesat
  sehingga banyak faktor yang berubah-ubah dalam
  mempengaruhi harga saham


                                        Penerbit Erlangga
SINGLE FACTOR MODEL:
Jangka Waktu Prediksi

• Oleh karena pesatnya perubahan faktor, lebih baik
  prediksi harga saham dilakukan untuk jangka waktu
  pendek, misalnya mingguan atau bulanan

• Prediksi harga saham yang lebih dari waktu tersebut
  pasti mengandung unsur kesalahan prediksi yang lebih
  besar



                                          Penerbit Erlangga
Keputusan Jual-beli: Metode Single Factor Model




                   Penerbit Erlangga
SINGLE MARKET MODEL


• Prediksi harga atau return saham lebih mudah
  dilakukan dengan menggunakan single market model

• Indeks harga saham gabungan (IHSG BEJ) dan indeks
  LQ45 dapat dipakai sebagai market index




                                        Penerbit Erlangga
SINGLE MARKET MODEL:
Struktur Model
• Untuk mendapatkan struktur model terbaik perlu
  dilakukan eksperimen atas berbagai initial set dan
  training set

• Walaupun demikian, suatu struktur model tidak akan
  pernah berlaku untuk jangka waktu yang panjang

• Jadi perlu didapatkan struktur model yang baru
  berdasarkan data terakhir setiap kali akan melakukan
  prediksi harga saham

                                            Penerbit Erlangga
SINGLE MARKET MODEL:
Harian, Mingguan, dan Bulanan
• Apabila ingin memprediksi harga harian, berarti data
  yang digunakan adalah sampai dengan data kemarin

• Jika ingin memprediksi harga saham minggu depan,
  harus digunakan data terakhir dan data minggu
  sebelumnya

• Jika ingin memprediksi harga saham bulan ini, harus
  digunakan data terakhir dan data bulan lalu


                                           Penerbit Erlangga
Keputusan Jual-beli: Metode Single Market Model




                   Penerbit Erlangga
REGRESI SEDERHANA


• Prediksi harga saham atau return saham yang
  dilakukan dengan single factor model maupun single
  market model dapat dilaksanakan dengan
  menggunakan regresi sederhana (simple regression)




                                          Penerbit Erlangga
HASIL PREDIKSI:
Undervalued atau Overvalued

• Setelah harga prediksi atau return prediksi diketahui,
  proses berikutnya adalah membandingkannya dengan
  harga sekarang atau return sekarang untuk
  menentukan apakah suatu saham sudah undervalued
  atau overvalued




                                            Penerbit Erlangga
UNDERVALUED ATAU OVERVALUED

• Saham dikatakan sudah undervalued apabila:

      Harga prediksi > harga sekarang
      Return prediksi > return sekarang

• Saham dikatakan sudah overvalued apabila:

      Harga prediksi < harga sekarang
      Return prediksi < return sekarang


                                          Penerbit Erlangga
UNDERVALUED ATAU OVERVALUED:
Beli atau Jual

• Saham yang sudah termasuk dalam "undervalued"
  berarti layak dibeli, sedangkan yang termasuk
  "overvalued” berarti layak dijual




                                       Penerbit Erlangga
BELI ATAU JUAL


• Proses berikutnya adalah mengambil keputusan untuk
  membeli atau menjual

• Setelah keputusan beli atau jual diambil, investor akan
  menghadapi dunia nyata bahwa yang dibeli tidak
  selalu menguntungkan




                                            Penerbit Erlangga
BELI ATAU JUAL:
Untung atau Rugi

• Pembelian yang menguntungkan berarti prediksi
  harganya tepat, sedangkan yang merugikan berarti
  prediksi harganya meleset

• Penjualan yang menguntungkan berarti prediksi
  harganya tepat, sedangkan yang merugikan berarti
  prediksi harganya meleset



                                         Penerbit Erlangga
HARGA PREDIKSI VS HARGA RIIL


• Perbedaan harga prediksi dan harga riil dapat
  dipelajari untuk memperbaiki keputusan investasi
  berikutnya




                                          Penerbit Erlangga
      BAB
       13

MODEL MULTIFAKTOR




     Penerbit Erlangga
HARGA SAHAM:
Prediksi dengan Model Majemuk

• Harga saham dipengaruhi oleh banyak faktor baik
  makroekonomi maupun mikroekonomi

• Prediksi harga saham dapat dilakukan dengan
  menggunakan model regresi majemuk, khususnya
  stepwise regression




                                         Penerbit Erlangga
MODEL MAJEMUK:
Struktur

• Untuk memperoleh struktur model yang baik
  diperlukan eksperimen atas berbagai kombinasi dari:
   – Initial set
   – Training set
   – Lead time




                                          Penerbit Erlangga
MODEL MAJEMUK:
Harga Prediksi

• Estimasi nilai variabel bebas harus dilakukan terlebih
  dahulu untuk dimasukkan ke dalam struktur model
  sehingga keluar harga prediksi

• Harga prediksi dibandingkan dengan harga sekarang
  umuk mengetahui saham yang undervalued dan
  overvalued



                                            Penerbit Erlangga
Nilai Variabel Bebas dan Harga Prediksi




                    Penerbit Erlangga
UNDERVALUED ATAU OVERVALUED:
Beli atau Jual

• Saham undervalued berarti keputusan adalah membeli

• Saham overvalued berarti keputusan adalah menjual




                                         Penerbit Erlangga
Undervalued atau Overvalued: Beli atau Jual




                    Penerbit Erlangga
Keputusan Jual-beli Saham




                   Penerbit Erlangga
BELI ATAU JUAL:
Terjadinya Kesalahan

• Kesalahan fatal terjadi apabila keputusan yang
  seharusnya "jual" tetapi diputuskan "beli" atau
  seharusnya "beli" tetapi diputuskan "jual“

• Kesalahan prediksi dapat terjadi karena kesalahan
  struktur model dan/atau nilai estimasi variabel bebas




                                            Penerbit Erlangga
   BAB
    14

REKSA DANA




  Penerbit Erlangga
REKSA DANA


• Reksa Dana merupakan wahana untuk mengumpulkan
  dana dari masyarakat, yang kemudian akan
  diinvestasikan ke dalam financial instrument

• Dana dan aset investasi wajib disimpan di Bank
  Kustodian




                                           Penerbit Erlangga
PENGELOLAAN REKSA DANA:
Manajer Investasi

• Manajer investasi adalah pihak yang mengelola dana
  masyarakat yang diperoleh lewat Reksa Dana

• Manajer investasi -sebagai pengelola dana- tidak
  diperbolehkan menyimpan sendiri dana dan aset
  investasi, melainkan wajib disimpan di Bank
  Kustodian



                                            Penerbit Erlangga
PENGELOLAAN REKSA DANA:
Investment Companies

• Untuk investment companies, perjanjian pengelolaan
  dana dilakukan antara direksi Reksa Dana dan
  manajer investasi




                                          Penerbit Erlangga
BENTUK-BENTUK REKSA DANA


• Reksa Dana yang diterbitkan oleh investment company,
  antara lain:
   – Dalam bentuk saham tanpa nominal yang bersifat
     open-end fund, disebut mutual fund
   – Dalam bentuk saham bernominal yang bersifat
     closed-end fund, disebut traded fund




                                          Penerbit Erlangga
BENTUK-BENTUK REKSA DANA:
Closed-end dan Open-end Fund
• Traded fund diperjualbelikan di Bursa Efek sehingga
  disebut juga closed-end fund

• Mutual fund diperjualbelikan lewat manajer investasi
  sehingga disebut open-end fund

• Reksa Dana berupa KIK diperjualbelikan lewat
  manajer investasi sehingga juga disebut open-end fund



                                           Penerbit Erlangga
REKSA DANA:
Harga Pasar

• Harga pasar open-end fund didasarkan pada Nilai
  Aktiva Bersih (NAB) yang direrbitkan oleh Bank
  Kustodian setiap hari

• Harga pasar closed-end fund tergantung pada
  kekuatan permintaan dan penawaran di Bursa Efek, di
  mana NAB mingguan untuk Reksa Dana closed-end
  fund hanya berfungsi sebagai pedoman



                                          Penerbit Erlangga
REKSA DANA:
Kategori Bobot
• Jenis Reksa Dana dikategorikan sesuai dengan bobot
  atau komposisi efek dalam portofolio, yaitu:
   – Reksa Dana Saham
   – Reksa Dana Pendapatan Tetap
   – Reksa Dana Campuran
   – Reksa Dana Pasar Uang

• Kategorisasi di atas searah dengan tipe investor risk
  taker, risk averter, dan risk moderate


                                             Penerbit Erlangga
PENGELOLAAN PORTOFOLIO


• Pengelolaan portofolio, yaitu pengubahan komposisi
  atau bobot akan disesuaikan dengan perubahan siklus
  bisnis




                                          Penerbit Erlangga
PENGELOLAAN PORTOFOLIO:
Shifting

• Shifting dari jenis saham perusahaan yang membuat
  durable goods menjadi nondurable goods dilakukan
  setelah melihat tanda-tanda awal akan memasuki
  siklus resesi

• Shifting dari nondurable goods ke durable goods
  dilakukan setelah ada tanda-tanda awal siklus recovery



                                            Penerbit Erlangga
     BAB
      15

EVALUASI KINERJA
  REKSA DANA



    Penerbit Erlangga
KINERJA REKSA DANA


• Kinerja Reksa Dana dimaksudkan untuk digunakan
  sebagai dasar untuk memprediksi return yang akan
  datang

• Dalam hal ini, return yang akan datang dianggap sama
  dengan return masa lalu




                                          Penerbit Erlangga
KINERJA REKSA DANA:
Pengukuran

• Kinerja Reksa Dana diukur dengan:
  – Perbandingan antara return dan risiko (disebut
    dengan reward to variability ratio) menurut Sharpe
    dan Treynor
  – Selisih antara average return dan minimum return
    (disebut alpha) menurut Jensen




                                           Penerbit Erlangga
KINERJA REKSA DANA:
Perbandingan Model Analisis
• Hasil penelitian Sharpe menunjukkan bahwa 32%
  Reksa Dana yang diteliti (34 buah) memiliki return di
  atas return pasar, yaitu indeks DJIA yang memiliki
  return 67%

• Penelitian Jensen menunjukkan bahwa sekitar 34%
  Reksa Dana yang diteliti (115) memiliki alpha positif

• Hal ini berarti analisis risk and return model Sharpe
  dan model Jensen menghasilkan kesimpulan yang
  hampir sama

                                             Penerbit Erlangga
Penerbit Erlangga

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:619
posted:2/2/2011
language:Croatian
pages:167
Description: Faktor Yang Mempengaruhi Debt Equity Rasio document sample