Bahaya Narkoba by elsyie

VIEWS: 2,862 PAGES: 22

									              Diajukan Untuk Memenuhi salah Satu Tugas
                          Mata Diklat Penjas Orkes




                                   Oleh:
                  Nama         : Nabilah Nurussyifa


                  Kelas        : X-12




Raya Pandeglang km. 5 Serang, Karundang, Cipocok jaya, Kota. Serang, Banten.
                               Kata Pengantar
       Puji syukur kepada tuhan yang maha kuasa, yang telah memberikan kesehatan
kepada penulis, sehingga penulis dapat menulis dan membuat sebuah pembahasan tentang
Penyalahgunaan Narkoba, yang di tulis untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran
Penjas Orkes. Shalawat serta salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi
Muhammad Saw. yang telah membawa kita dari zaman kebodohan hingga zaman yang
penuh dengan ilmu pengetahuan alam, sehingga kita mengetahui banyak ilmu, dan kita
mengetahui ilmu kesehatan, yang di dalamnya terdapat berbagai ilmu yang membahas
tenang pentingnya kesehatan bagi kehidupan, bahkan sampai cara pengobatan, dan cara
merawat kesehatan. Tidak ada yang di harapkan penulis, selain keridhoan Allah Sang
Maha Memiliki Kehendak, dan manfaat dari apa yang telah kami tulis, khususnya untuk
kita sebagai penulis, dan umumnya bagi kita semua. Amin Yarobbal alamin.




                                                            Serang, 12–Agustus– 2010
                            Daftar Isi

Daftar Isi

Kata Pengantar

BAB I. PENDAHULUAN

  A. Latar Belakang Masalah
  B. Pembatasan Masalah
  C. Metode Penulisan
  D. Tujuan Penulisan

BAB II. PEMBAHASAN

  A. Sejarah Awal Narkoba
  B. Pengertian dan Definisi Narkoba
  C. Pengertian Narkoba dalam UU
  D. Jenis-jenis Narkoba
  E. Faktor Penyebab Penyalahgunaan Narkoba
  F. Tanda-tanda Pecandu atau Pengguna Narkoba
  G. Akibat atau Dampak Narkoba Bagi Para Pecandu

BAB III. PENUTUP

  A. Kesimpulan
  B. Saran-Saran
                                 BAB I.
                        PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah

         Permaslahan demi permasalahan satu per satu timbul, dan tak heran lagi
  saat ini kita sering mendengar permasalah yang ditimbulkan oleh Narkoba,
  Narkotika, atau Napza. Bahkan permasalahan yang ditimbulkan oleh benda ini
  sudah bukan merupakan suatu hal yang janggal lagi dalam kehidupan.

         Narkoba merupakan zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi
  seperti perasaan, pikiran, suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh
  manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan lain
  sebagainya.

         Namun berbalik dari hal itu, kurangnya pemahaman dan benteng dari
  pemuda, serta pengetahuan tentang bahayanya narkoba bagi hidup dan tubuh kita,
  menjadikan para pemuda, bahkan banyak kalangan lainnya yang mudah
  terpengaruh oleh lingkungan terhadap penyalahgunaan narkoba.

         Maka dari itu, dalam karya ilmiyah kali ini, penulis akan membahas tentang
  Penyalahgunaan Narkoba, mulai dari sejarah awal Narkoba, hingga dampaknya
  pada tubuh kita.
B. Pembatasan Masalah

           Dalam karya ilmiah kali ini, penulis akan mencoba membahas tentang:

A. Sejarah Awal Narkoba
B. Pengertian dan Definisi Narkoba
C. Pengertian Narkoba dalam UU
D. Jenis-jenis Narkoba
E. Faktor Penyebab Penyalahgunaan Narkoba
F. Tanda-tanda Pecandu atau Pengguna Narkoba
G. Akibat atau Dampak Narkoba Bagi Para Pecandu




C. Metode Penulisan

       Dalam metode penulisan karya ilmiah kali ini, kami menggunakan metode
perpustakaan.




D. Tujuan Penulisan

       Dalam kesempatan kali ini penulis akan menulis tentang Penyalahgunaan
Narkoba, penulis bertujuan di antaranya untuk :

1. Menambah wawasan tenteng NARKOBA dan bahayanya, khususnya untuk kami
  sebagai penulis, dan umumnya untuk pembaca dan kita semua.
2. Menjauhkan diri kita dari segala bentuk NARKOTIKA, dalam kehidupa, khususnya
  kami sebagai penulis, dan umumnya kita semua.
3. memenuhi salah satu tugas mata diklat Penjas Orkes.
                                    BAB II.

                            PEMBAHASAN



A. Sejarah Awal Narkoba

     Kurang lebih th. 2000 SM di Samaria dikenal sari bunga opion atau kemudian
  dikenal opium (candu = papavor somniferitum). Bunga ini tumbuh subur di daerah
  dataran tinggi di atas ketinggian 500 meter di atas permukaan laut. Penyebaran
  selanjutnya adalah ke arah India,Cina dan wilayah-wilayah Asia lainnya.


  Cina kemudian menjadi tempat yang sangat subur dalam penyebaran candu ini
  (dimungkinkan karena iklim dan keadaan negeri). Memasuki abad ke XVII
  masalah candu ini bagi Cina telah menjadi masalah nasional; bahkan di abad XIX
  terjadi perangcandu dimana akhirnya Cina ditaklukan Inggris dengan harus
  merelakan Hong Kong.


  Tahun 1806 seorang dokter dari Westphalia bernama Friedrich Wilhelim sertuner
  menemukan modifikasi candu yang dicampur amoniak yang kemudian dikenal
  sebagai Morphin (diambil dari nama dewa mimpi Yunani yang bernama
  Morphius).


  Tahun 1856 waktu pecah perang saudara di A.S. Morphin ini sangat populer
  dipergunakan untuk penghilang rasa sakit luka-luka perang sebahagian tahanan-
  tahanan tersebut "ketagihan" disebut sebagai "penyakit tentara"


  Tahun 1874 seorang ahli kimia bernama Alder Wright dari London, merebus cairan
  morphin dengan asam anhidrat (cairan asam yang ada pada sejenis jamur)
  Campuran ini membawa efek ketika diuji coba kepada anjing yaitu: anjing tersebut
  tiarap, ketakutan, mengantuk dan muntah-muntah. Namun tahun 1898 pabrik obat
  "Bayer" memproduksi obat tersebut dengannama Heroin, sebagai obat resmi
  penghilang sakit (pain killer).
  Tahun 60-an - 70-an pusat penyebaran candu dunia berada pada daerah "Golden
  Triangle" yaitu Myanmar, Thailand & Laos. Dengan produksi: 700 ribu ton setiap
  tahun. Juga pada daerah "Golden Crescent" yaitu Pakistan, Iran dan Afganistan dari
  Golden Crescent menuju Afrika danAmerika.


  Selain morphin & heroin adalagi jenis lain yaitu kokain (ery throxylor coca) berasal
  dari tumbuhan coca yang tumbuh di Peru dan Bolavia. Biasanya digunakan untuk
  penyembuhan Asma dan TBC.


  Di akhir tahun 70-an ketika tingkat tekanan hidup manusia semakin meningkat
  serta tekhnologi mendukung maka diberilah campuran-campuran khusus agar
  candu tersebut dapat juga dalam bentuk obat-obatan.




B. Pengertian dan Definisi Narkoba

         Narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti
  perasaan, pikiran, suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia
  baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan lain
  sebagainya.

         Narkoba dapat digolongkan menjadi 3 (tiga) golongan, yaitu :

  1. Narkotika - untuk menurunkan kesadaran atau rasa.
  2. Psikotropika - mempengaruhi psikis dari pengaruh selektif susunan syaraf pusat
  otak
  3. Zat adiktif lainnya

         Narkotika adalah, zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan
  tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan
  atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa
  nyeri dan dapat menimbulakan ketergantungan.
     Psikotropika adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintetis bukan
  narkotika, yang berkhasiat pskioaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf
  pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.
     Bahan Adiktif Lainnya adalah bahan lain bukan narkotika atau psikotropika
  yang penggunanya dapat menimbulkan ketergantungan.
  Minuman Beralkohol adalah minuman yg mngandung etanol yg dproses dri bhan
  hasil ataupun scara sintetis dan destilasi atau termentasi tnpa destilasi, maupun yg
  dproses dngan cra mncampur konsentrat dngan etanol atau dngan cra pngenceran
  minuman yg mngandung etanol.




C. Pengertian Narkoba dalam UU

  Menurut UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22
  TAHUN 1997, TENTANG NARKOTIKA
  - Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman
  baik sintetis maupun semi sintetis
  yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa,
  mengurangi sampai menghilangkan
  rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam
  golongan-golongan sebagaimana
  terlampir dalam undang-undang ini atau yang kemudian ditetapkan dengan
  Keputusan Menteri Kesehatan.
  - Produksi adalah kegiatan atau proses menyiapkan, mengolah, membuat,
  menghasilkan, mengemas dan atau
  mengubah bentuk narkotik termasuk mengekstraksi, mengkonversi atau merakit
  narkotia untuk memproduksi obat.
  - Impor adalah kegiatan memasukkan narkotika ke dalam Daerah Pabean.
  - Ekspor adalah kegiatan mengeluarkan narkotika dari Daerah Pabean.
  - Peredaran gelap narkotika adalah setiap kegiatan atau serangkaian kegiatan yang
  dilakukan secara tanpa hak dan
  melawan hukum yang ditetapkan sebagai tindak pidana narkotika.
  - Surat persetujuan Impor adalah surat persetujuan Menteri Kesehatan untuk
  mengimpor narkotika.
  - Surat persetujuan Ekspor adalah surat persetujuan Menteri Kesehatan untuk
  mengimpor narkotika.
  - Pengangkutan adalah setiap kegiatan atau serangkaian kegiatan memindahkan
  narkotika dari satu tempat ketempat
  lain, dengan cara moda atau sarana angkutan apapun.
- Pedagang besar farmasi adalah perusahan berbentuk badan hukum yang memiliki
izin dari Menteri Kesehatan untuk
melakukan kegiatan penyaluran sediaan farmasi termasuk narkotika dan alat
kesehatan.
- Pabrik obat adalah perusahan berbentuk badan hukum yang memiliki izin dari
Menteri Kesehatan untuk melakukan
kegiatan produksi serta penyaluran obat dan bahan obat termasuk narkotika.
- Transito narkotika adalah pengangkutan narkotika dari suatu negara ke negara
lain dengan melalui dan singgah di
Wilayah Negara Republik Indonesia yang terdapat Kantor Pabean dengan atau
berganti sarana angkutan.
- Pecandu adalah orang yang menggunakan menyalahgunakan narkotika dan dalam
keadaan ketergantungan pada
narkotika baik secara fisik maupun psikis.
- Ketergantungan narkotika adalah gejala dorongan untuk menggunakan narkotika
secara terus menerus, toleransi dan
gejala putus narkotika apabila penggunaan dihentikan.
- Penyalahgunaan adalah orang yang menggunakan narkotika tanpa sepengetahuan
dan pengawasan dokter.
- Rehabilitasi medis adalah suatu proses kegiatan pemulihan secara terpadu untuk
membebaskan pecandu dari
ketergantungan narkotika.
- Rehabilitasi sosial adalah suatu proses kegiatan pemulihan secara terpadu baik
fisik, mental maupun sosial agar
bekas pecandu narkotika dapat kembali melaksanakan fungsi sosial dalam
kehidupan masyarakat.
- Permufakatan jahat adalah perbuatan dua orang atau lebih dengan maksud
bersepakat untuk melakukan tindak
pidana narkotika.
- Penyadapan adalah kegiatan atau serangkaian kegiatan penyelidikan dan atau
penyidikan yang dilakukan dilakukan
Oleh Penyidik Pejabat Polisi Negara Republik Indonesia dengan cara melakukan
penyadapan pembicaraan melalui
telepon dan atau alat komunikasi elektronika lainnya.
- Korporasi adalah kumpulan teroganisasi dari orang dan atau kekayaan baik
merupakan badan hukum maupun bukan.
Menurut UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN
1997 TENTANG PSIKOTROPIKA
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal l
Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan
- Psikotropika adalah zat atau obat. baik alamiah maupun sintesis bukan narkotika.
yang berkhasiat psikoaktif mela1ui
pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas
pada aktivitas mental dan prilaku.
- Pabrik obat adalah perusahaan berbadan hukum yang memiliki izin dari. Menteri
untuk melakukan kegiatan produksi
serta penyaluran obat dan bahan obat termasuk psikotropika.
- Produksi adalah kegiatan atau proses menyiapkan, mengolah, membuat,
menghasilkan, mengemas, dan atau
mengubah bentuk psikotropika.
- Kemasan psikotropika adalah bahan yang digunakan untuk mewadahi dan atau
membungkus psikotropika, baik yang
bersentuhan langsung maupun tidak.
- Peredaran adalah setiap kegiatan atau serangkaian. kegiatan penyaluran atau
penyerahan psikotropika. baik dalam
rangka perdagangan, bukan perdagangan maupun pemindahtanganan.
- Perdagangan adalah setiap kegiatan atau serangkaian kegiatan dalam rangka
pembelian dan atau penjualan,
termasuk penawaran untuk menjual psikotropika, dan kegiatan lain berkenaan
dengan pemindahtanganan psikotropika
dengan memperoleh imbalan.
- Pedagang besar farmasi adalah perusahaan berbadan hukum yang memiliki izin
dan Menteri untuk melakukan
http://malino-08.org/web2 Powered by Joomla! Generated: 28 June, 2008, 03:48
kegiatan penyaluran sediaan farmasi, termasuk psikotropika dan alat kesehatan.
- Pengangkutan adalah setiap kegiatan atau serangkaian kegiatan dalam rangka
memindahkan psikotropika dari satu
tempat ke tempat lain, dengan cara, modal, atau sarana angkutan apa pun, dalam
rangka produksi dan peredaran.
- Dokumen pengangkutan adalah surat jalan danatau faktur yang memuat,
keterangan tentang identitas pengirim, dan
penerima, bentuk, jenis dan jumlah psikotropika yang diangkut.
- Transito adalah pengangkutan psikotropika di wilayah Republik Indonesia dengan
atau tanpa berganti sarana
angkutan antara dua negara lintas.
- Penyerahan adalah setiap kegiatan mem berikan psikotropika, baik antar penyerah
maupun kepada pengguna dalam
rangka pelayanan kesehatan.
- Lembaga penelitian dan atau lembaga pendidikan adalah lembaga yang secara
khusus atau yang salah satu
fungsinya melakukan kegiatan penelitian dan atau menggunakan psikotropika
dalam penelitian, pengembangan,
pendidikan, atau pengajaran dan telah mendapat persetujuan dari Menteri dalam
rangka kepentingan i1mu
pengetahuan.
- Korporasi adalah kumpulan terorganisasi dari orang atau kekayaan, baik
merupakan badan hukum maupun bukan.
- Menteri adalah menteri yang bertanggung jawab di bidang kesehatan.
BAB II
RUANG LINGKUP DAN TUJUAN
Pasal 2
- Ruang lingkup pengaturan di bidang psikotropika dalam undang-undang ini
adalah segala kegiatan yang berhubungan
dengan psikotropika yang mempunyai potensi mengakibatkan sindroma
ketergantungan.
- Psikotropika yang mempunyai potensi mengakibatkan sindroma ketergantungan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
digolongkan menjadi 1. psikotropika golongan I
2. psikotropika golongan II
3. psikotropika golongan III
4. psikotropika IV
- Jenis-jenis psikotropika golongan I, psikotropika golongan II, psikotropika
golongan III, psikotropika golongan IV
   sebagaimana dimaksud pada ayat (2) untuk pertama kali ditetapkan dan
   dilampirkan da1am undang-undang ini, yang
   merupakan bagian yang tak terpisahkan.
   - Ketentuan lebih lanjut untuk penetapan dan perubahan jenis-jenis psikotropika
   sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
   diatur oleh Menteri.
   Pasal 3
   Tujuan pengaturan di bidang psikotropika adalah
   - menjamin ketersediaan psikotropika guna kepentingan pelayanan kesehatan dan
   ilmu pengetahuan;
   - mencegah terjadinya penyalahgunaan psikotropika;
   - memberantas peredaran gelap psikotropika.
   Pasal 4
   - Psikotropika hanya dapat digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan
   atau ilmu pengetahuan.
   - Psikotropika golongan I hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan.
   - Selain penggunaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), psikotropika golongan I
   dinyatakan sebagai barang
   terlarang.




D. Jenis-jenis Narkoba

       Narkotika memiliki banyak jenis dan macamnya yang sering disalah gunakan
oleh para pecandu. Narkotika tersebut antara lain seperti opium/opiat, morfin, heroin,
kokain, mariyuana/kanabis/ganja, kodein dan opiat sintetik. Berikut ini adalah jenis-
jenis atau macam-macam narkitoka-narkotika tersebut disertai pengertian arti definisi.

1. Opiat / Opium

       Opiat atau opium adalah bubuk yang dihasilkan kangsung oleh tanaman yang
bernama poppy / papaver somniferum di mana di dalam bubuk haram tersebut
terkandung morfin yang sangat baik untuk menghilangkan rasa sakit dan kodein yang
berfungsi sebagai obat antitusif.
2. Morfin

       Mofrin adalah alkoloida yang merupakan hasil ekstraksi serta isolasi opium
dengan zat kimia tertentu untuk penghilang rasa sakit atau hipnoanalgetik bagi pasien
penyakit tertentu. Dampak atau efek dari penggunaan morfin yang sifatnya negatif
membuat penggunaan morfin diganti dengan obat-obatan lain yang memiliki kegunaan
yang sama namun ramah bagi pemakainya.

3. Heroin

       Heroin adalah keturunan dari morfin atau opioda semisintatik dengan proses
kimiawi yang dapat menimbulkan ketergantungan / kecanduan yang berlipat ganda
dibandingkan dengan morfin. Heroin dipakai oleh para pecandunya yang bodoh dengan
cara menyuntik heroin ke otot, kulit / sub kutan atau pembuluh vena.

4. Kodein

       Kodein adalah sejenis obat batuk yang digunakan oleh dokter, namun dapat
menyebabkan ketergantungan / efek adiksi sehingga peredarannya dibatasi dan diawasi
secara ketat.

5. Opiat Sintetik / Sintetis

       Jenis obat yang berasal dari opiat buatan tersebut seperti metadon, petidin dan
dektropropoksiven (distalgesic) yang memiliki fungsi sebagai obat penghilang rasa
sakit. Metadon berguna untuk menyembuhkan ketagihan pada opium / opiat yang
berbentuk serbuk putih. Opiat sintesis dapat memberi efek seperti heroin, namun
kurang menimbulkan ketagihan / kecanduan. Namun karena pembuatannya sulit, opiat
buatan ini jarang beredar kalangan non medis.

6. Kokain / Cocaine Hydrochloride

       Kokain adalah bubuk kristal putih yang didapat dari ekstraksi serta isolasi daun
coca (erythoroxylon coca) yang dapat menjadi perangsang pada sambungan syaraf
dengan cara / teknik diminum dengan mencampurnya dengan minuman, dihisap seperti
rokok, disuntik ke pembuluh darah, dihirup dari hidung dengan pipa kecil, dan
beragam metode lainnya.

       Kenikmatan menggunakan kokain hanya dirasakan sebentar saja, yaitu selama 1
sampai 4 menit seperti rasa senang riang gembira, tambah pede, terangsang, menambah
tanaga dan stamina, sukses, dan lain-lain. Setelah 20 menit semua perasaan enak itu
hilang seketika berubah menjadi rasa lelah / capek, depresi mental dan ketagihan untuk
menggunakannya lagi, lagi dan lagi sampai mati.

       Efek psikologis atau mental spiritual yang dapat ditimbukan dari penggunaan
kokain secara terus menerus adalah :
- Darah tinggi
- Sulit bobo / susah tidur
- Bola mata menjadi kecil
- Hilang nafsu makan / kurus
- Detak jantung jadi cepat
- Terbius sesaat, dan sebagainya

7. Ganja / Mariyuana / Kanabis

       Mariyuana adalah tanaman semak / perdu yang tumbuh secara liar di hutan
yang mana daun, bunga, dan biji kanabis berfungsi untuk relaksan dan mengatasi
keracunan ringan (intoksikasi ringan).

       Zat getah ganja / THC (delta-9 tetra hidrocannabinol) yang kering bernama
hasis, sedangkan jika dicairkan menjadi minyak kanabasis. Minyak tersebut sering
digunakan sebagai campuran rokok atau lintingan tembakau yang disebut sebagai
cimenk, cimeng, cimenx, joint, spleft, dan sebagainya.

       Ganja dapat menimbulkan efek yang menenangkan / relaksasi. Orang yang baru
memakai ganja atau mariyuana memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
- Mabuk / mabok dengan mata merah.
- Tubuh lemas dan lelah.
- Bola mata menjadi besar.

       Bagi pengguna ganja alias mariyuana semua itu tidak masalah walaupun
banyak menimbulkan efek buruk bagi fisik dan mental, yakni antara lain sebagai
berikut ini :
- Kemampuan konsentrasi berkurang.
- Daya tangkap syaraf otak berkurang.
- Penglihatan kabur / berkunang-kunang.
- Pasokan sirkulasi darah ke jantung berkurang.

        Yang penting bagi pecandu ganja adalah efek enak dan nikmat dunia yang semu
seperti :
- Rasa gembira.
- Percaya diri / PD meningkat pesat.
- Peka pada suara.




E. Faktor Penyebab Penyalahgunaan Narkoba

            Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang menyalahgunakan
    Narkoba atau Narkotika, diantaranya adalah :

    A. FAKTOR INDIVIDU
     1. aspek kepribadian
     2. kecemasan dan drepesi
     3. aspek pengetahuan, sikap dan kepercayaan
     4. keterampilan berkomunikasi
     5. faktor genetik
     6. faktor emosional dan mental


    B. FAKTOR SOSIAL BUDAYA
       1. kondisi keluarga/ orang tua
       2. pengaruh teman sebaya


    C. FAKTOR LINGKUNGAN SEKOLAH
       1. tempat berkumpulnya anak-anak sekolah
       2. tidak ada kebijakan disekolah tentang narkoba
       3. tidak ada tata tertib sekolah tentang narkoba
   D. FAKTOR LAIN LINGKUNGAN
      1. pengaruh iklan atau promosi
      2. pengaruh dari orang-orang dilingkungan rumah yg sering berbuat negatif




F. Tanda-tanda Pecandu atau Pengguna Narkoba

           Bagaimana mengenali kawan, sahabat, saudara, tau orang-orang terdekat di
   sekitar kita apabila mereka terkena penyalahgunaan narkoba?

   Salah satunya adalah dengan mengenali tanda-tandanya diantaranya :



   Tanda-tanda Fisik
      1. mata merah
      2. kulit pucat kepucatan
      3. kelopak mata seperti berat/mengantuk


   Tanda-tanda Sikap
      1. murung, cemas, depresi
      2. emosional, perasa, ga,pang tersinggung
      3. mudah tersinggung oleh kritikan ringan
      4. mudah marah tanpa sebab
      5. tidak peduli dengan perasaan orang lain
      6. pelupa, menurunnya daya ingat
      7. bermusuhan
      8. tanggapan lambat




G. Akibat atau Dampak Narkoba Bagi Para Pecandu

       Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah
ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan
mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem
syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal.
       Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis
narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara
umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial
seseorang.

Dampak Fisik:

   1. Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi,
   gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi

   2. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi
   akut otot jantung, gangguan peredaran darah

   3. Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim

   4. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan,
   kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru

   5. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh
   meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur

   6. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti:
   penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta
   gangguan fungsi seksual

   7. Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain
   perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak
   haid)

   8. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik
   secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV
   yang hingga saat ini belum ada obatnya

   9. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu
   konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa
   menyebabkan kematian

   Dampak Psikis:
1. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah

2. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga

3. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal

4. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan

5. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri

Dampak Sosial:

1. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan

2. Merepotkan dan menjadi beban keluarga

3. Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram

       Dampak fisik, psikis dan sosial berhubungan erat. Ketergantungan fisik
akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila terjadi putus obat (tidak
mengkonsumsi obat pada waktunya) dan dorongan psikologis berupa keinginan
sangat kuat untuk mengkonsumsi (bahasa gaulnya sugest). Gejata fisik dan
psikologis ini juga berkaitan dengan gejala sosial seperti dorongan untuk
membohongi orang tua, mencuri, pemarah, manipulatif, dll.

Bahaya bagi Remaja

       Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak
dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja
akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah
bila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan
hancurlah masa depannya.

       Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend
dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun semua
kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja
untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa jumlah
pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja.
        Masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para
remaja tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telah
terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bergantian. Bangsa ini
akan kehilangan remaja yang sangat banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan
merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dengan kehilangan sumber daya
manusia bagi bangsa.

Apa yang masih bisa dilakukan?

        Banyak yang masih bisa dilakukan untuk mencegah remaja
menyalahgunakan narkoba dan membantu remaja yang sudah terjerumus
penyalahgunaan narkoba. Ada tiga tingkat intervensi, yaitu

1. Primer, sebelum penyalahgunaan terjadi, biasanya dalam bentuk pendidikan,
penyebaran informasi mengenai bahaya narkoba, pendekatan melalui keluarga, dll.
Instansi pemerintah, seperti halnya BKKBN, lebih banyak berperan pada tahap
intervensi ini. kegiatan dilakukan seputar pemberian informasi melalui berbagai
bentuk materi KIE yang ditujukan kepada remaja langsung dan keluarga.

2. Sekunder, pada saat penggunaan sudah terjadi dan diperlukan upaya
penyembuhan (treatment). Fase ini meliputi: Fase penerimaan awal
(initialintake)antara 1 - 3 hari dengan melakukan pemeriksaan fisik dan mental, dan
Fase detoksifikasi dan terapi komplikasi medik, antara 1 - 3 minggu untuk
melakukan pengurangan ketergantungan bahan-bahan adiktif secara bertahap.

3. Tertier, yaitu upaya untuk merehabilitasi merekayang sudah memakai dan dalam
proses penyembuhan. Tahap ini biasanya terdiri atas Fase stabilisasi, antara 3-12
bulan, untuk mempersiapkan pengguna kembali ke masyarakat, dan Fase sosialiasi
dalam masyarakat, agar mantan penyalahguna narkoba mampu mengembangkan
kehidupan yang bermakna di masyarakat. Tahap ini biasanya berupa kegiatan
konseling, membuat kelompok-kelompok dukungan, mengembangkan kegiatan
alternatif, dll.
                                  BAB III.

                                 PENUTUP

A. Kesimpulan

     Dari uraian yang telah kami buat. Dapat di ambil kesimpulannya bahwa :
  Narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti
  perasaan, pikiran, suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia
  baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan lain
  sebagainya.

     Narkoba dapat digolongkan menjadi 3 (tiga) golongan, yaitu :

  1. Narkotika - untuk menurunkan kesadaran atau rasa.
  2. Psikotropika - mempengaruhi psikis dari pengaruh selektif susunan syaraf pusat
  otak
  3. Obat atau zat berbahaya

         Dari segi efek dan dampak yang ditimbulkan pada para pemakai narkoba
  dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) golongan / jenis :

  1. Upper
  Upper adalah jenis narkoba yang membuat si pemakai menjadi aktif seperti sabu-
  sabu, ekstasi dan amfetamin.
  2. Downer
  Downer adalah golongan narkoba yang dapat membuat orang yang memakai jenis
  narkoba itu jadi tenang dengan sifatnya yang menenangkan / sedatif seperti obat
  tidur (hipnotik) dan obat anti rasa cemas.
  3. Halusinogen
  Halusinogen adalah napza yang beracun karena lebih menonjol sifat racunnya
  dibandingkan dengan kegunaan medis.
B. Saran-Saran

     Demikian uraian yang dapat kami ulis, kami sebagaia penulis, mohon maaf
  yang sebesar-besarnya jika terdapat banyak kesalahan keasalahan yang terdapat
  dalam karya ilmiyah atau karya tulisa kami kali ini, dan mohon maaf karena karya
  tulis ini masih jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu, kami mohon kritik dan
  sarannya yang membangun, agar kami dapat membuat karya tulis dikesempatan lai
  dengan lebih baik.
                        Daftar Pustaka

   Siswanto   Suryono. 2001.      Bahaya Narkoba.       Kemitraan Peduli
    Penanggulangan.
   http://infonarkoba.blogspot.com/2005/09/sejarah-awal-narkoba.html
   http://organisasi.org/arti-definisi-pengertian-narkoba-dan-golongan-
    jenis-narkoba-sebagai-zat-terlarang
   http://antigadis.wordpress.com/2008/06/28/pengertian-narkoba-3/
   http://organisasi.org/macam-jenis-narkotika-yang-sering-
    disalahgunakan-dipakai-ganja-opium-kokain-morfin-heroin-dkk
   http://goyencute.blogspot.com/2008/04/faktor-penyebab-
    penyalahgunaan-narkoba.html
   http://www.bnpjabar.or.id/index.php?option=com_content&view=articl
    e&id=267:bagaimana-mengenal-pecandu-
    narkoba&catid=71:artikel&Itemid=172
   http://www.wikimu.com/News/DisplayNewsRemaja.aspx?id=5691

								
To top