Docstoc

DEMI SAHABAT

Document Sample
DEMI SAHABAT Powered By Docstoc
					                                Demi sahabat

     Suasana pagi begitu terlihat sangat cerah, hangatnya mentari menyinari pagi begitu
lembut,, di tambah kicauan burung-burung kecil yang menyambut hari yang cerah.
     Pagi itu anak-anak dari kelas III SMA Al-Azhar kan mengadakan penelitian ke
kampung baduy yang terletak di Kabuaten Lebak-Banten. Sudah terlihat sedari pagi
mobil bus terparkir di gerbang pintu masuk SMA Al-Azhar, tapi belum terlihat anak-anak
berdatangan, maklum pagi itu baru jam delapan pagi, karena mereka tahu jam
keberangkatan jam sepuluh
     Tiba-tiba terdengar suara motor butut dengan asap kenalpot yang bau. Ternyata dia
adalah pak asep, dia adalah pembimbing kelas tiga yang hendak berobservasi, dia telah
datang sebelum anak-anak datang, dia adalah seorang guru yang sangatlah disiplin tepat
waktu dan tak pernah absen dalam mengajar, beberapa jam kemudian anak-anak satu
persatu berdatangan dengan membawa perlengkapan yang telah di beritahukan
sebelumnya oleh pak asep, jam menunjukan pukul setengah sembilan anak-anak yang
seharusnya sudah berkumpul jam setengah sembilan, ternyata baru sebagian anak yang
datang. Akhirnya pak Asep mengumpulkan anak-anak yang baru sebagian anak-anak
yang datang, pak asep mengabsen anak-anak dari kelas III,3 IPS dan memberikan
pengarahan, tba-tiba datang gadis cantik menyapa pak asep dengan senyuman yang
ramah. Dia dalah bu sely seorang pembimbing kelas III,1IPS. Dan bu sely segera
bergegas bergabung dengan mereka yang sedari tadi telah berkumpul, dan bu sely
bergumam sambil berkata “aduh sory pak terlambat biasa macet” dengan nada menyesal,
     “Tak apa-apa” sambung pak asep’ sambil balik bertanya bagiman bu perlengkapnya
udah di siapkan “…!! Siap jawab bu sely dengan nada yang yang lembut”kemudian bu
sely mengumpulkan anak bimbingnnya yang dari tadi pagi telah bergabung bersama pak
asep dan bu sely pun memberikan pengarahan kepada anak bimbingannya, keudian bu
sely memberikan intruksi kepada semua anak-anak agar tidak lupa terhadap barang-
barang yang di bawanya. Kemudian bu sely melangkahkan kakinya menuju pak asep
yang masih berkumpul dengan anak-anak bimbingannya, ” pak bagaiman apakah anak-



                                          1
anak sudah berkumpul semua” gumam bu sely, belum bu” jawab pak asep dengan nada
yang lantang, lalu bagiman inikan hampir jam sepuluh” kita tunggu ja bentar lagi bu”,
sahut pak asep yag sedikit meyakinkan bu sely.
      Rio, iwan, asta, dan sinta adalah satu geng dari kelas itu yang akan ikut dalam
observasi tersebut, mereka bersahabat sejak mereka masuk SMP, bahkan SMA pun
mereka tetap bersama merka adalah sahabat yang setia kawan dan sangatlah solid,
     Tidak lama kemudain sinta datang tanpa teman-teman se Gengnya, denagn
menbawa ransel di punggung sinta menyapa teman-teman yang telah datang dari pagi,
tanpa sadar sinta tak menghiraukan teman-teman se gengnya maklum sinta pada pagi itu
terlalu sibuk menyiapkan perbekalan untuk keberangkatannya, karena penelitian kali ini
adalah penelitian yang paling penting, karena ini adalah salah satu persyaratan yang harus
di tempuh ketika hendak melaksanakan ujian umum. Dan hasil dari observasi tersebut
mengumpulkan data guna membuat karya tulis dari hasil penelitian tersebut.
     Anak-anak telah berkumpul sambil bersorak dengan gembira, ada yang gitar yang
ngobrol dengan asyik menunggu aba-aba pemberangkatan dari sang guru pembingbing.
     Sedangkan sinta baru sadar kalau sahabatnya rio, iwan dan asta dari tadi tak terlihat
batang hidungnya, segera sinta bergegas mengambil hp dari tas nya dan segera
menghubungi asta, suara musik terdengar” tanda hp yang asta miliki aktiv” kemudian ”
hallo..ta lo masih masih di mana” tanya sinta, ” iyah bentar lagi lima belas menitan gua
nyampe...” tutut...... akhirnya suara telp itu terputus. Dan segera sinta menelpon yang
lainnya. ” hallo....yo lo ada diman.”?? ” gua di jalan bentar lagi ko”..sahut Rio. Dan
kemudain sinta menelpon satu lagi sahabatnya iwan, ” hallo wan diman lo?? Kenap
gumam iwan cepetan dah pada kupul semua ni ” sinta meyakinkan iwan” tinggal
nungguin lo doang ni” gua dah di gerbang ni tenang ja lagi panik banget lo”.
     Sinta segera bergegas kembali berkumpul dengan teman-teman yang lain, tidak
lama kemudian...! iwan menyapa sinta dengan tas rancel gunungnya, maklum kampung
Baduy terletak di sebuah gunung dan mereka tahu bahwa kampung baduy adalah
pegunungan.
     Sinta ” wan yang lain mana?..rio tadi gua telepon hampir nyampe, gumam iwan ”
tapi asta gua telp hp nya gak aktiv kenapa yah..” tadi gau telp aktiv ko lima belas menit
lagi nyampe gumam sinta, lowbatt kali hp nya ” mungkin”.!! Jawab iwan sepele.”



                                            2
     Jam menunjukan pukul 10:05 sudah lewat lima menit dari jadwal yang di tentukan,
pak asep pun bertanya kepada seluruh siswa dan siswi yang akan mengikuti penelitian
tersebut ” bagimana sudah kumpul semua” ? kata pak asep. Belum pak satu orang kata
salah seorang siswa’ siapa ? jawab pak asep:’ asta pak ” jawab sinta” oke kita tunggu
sepuluh menit lagi. Kemudian sinta segera bergegas mengambil hp dari tas kecilnya dan
segera menelponnya”     Iwan dan Rio pun sibuk menelpon asta yang saat ini belum
standby. Tak ada satu pun dari salah satu teman asta yang bisa menghubungi asta; tetapi
mereka tak berputus asa mereka terus menelpon mengulangi dan mengulanginya
beberapa kali tetapi hasilnya nihil nomor asta sama sekali tak dapat di hubungi. Lima
menit telah berlalu anak-anak dengan rasa kecewa karna jadwal keberangkatannya
nga’ret ’! ada siswa yang mengusulkan untuk meninggalkannya, dan ada pula yang ingin
menunggunya, akhirnya terjadi keributan antara siswa yang tak senag dengan jadwal
yang ngaret. Jam menunjukan pukul 10:15 pak asep berkata bagiman anak-anak siswa
berkata dengan nada yang loyo” udah pak berangkat ja masak kita yang banyak kalah
sama satu orang ” tunggu..!! kata Rio pak saya mohon minta waktu sebentar lagi pak”
tapi Rio kita dah nunggu asta dua puluh menit hampir setengah jam” baik pak tapi coba
saya minta tolong buat nelpon keluarganya” oke sekali lagi kata pak asep dan bu sely”
tidak lama rio menelpon ke telpon rumahnya asta, ” hallo ...ne siapa jawab salah seorang
pembentu yang bekerja di rumah asta” ni Rio bi astanya ada bi” rio bertanya maaf de rio
asta kan tadi pagi sudah berangkat kesekolah” iyah bi kita di sekolah sekarang kita masih
belum berangkat karna nunggu asta belum sampai di sekolah ’ gumam Rio” maaf bi
tolong panggilin ibu nya asta ” baik den” kata bi jumi”. tidak lam kemudian bu nisa
menjawab hallo..!! da pa yo..!! bu ko asta belum nyampe ke sekolah” tanya Rio’ oh iya
tadi asta titp pesan tolong kalau temen-temen nelpon kerumah tolong sampein” asta
katanya agak terlambat mau mampir dulu ke tempat bapak nya sebentar” kata bu nisa
ibunya asta” dan hpnya lowbatt pinjem hp bapaknya sekalian minta uang jajan kali ” tapi
kita nungguin asta dah hampir setngaah jam tante” kalu begiti berapa nomor rumahnya
bapak asta” jawab rio dengan nada kesal” ya udah catet ni ya ’ kata bu nisa. Kemudian
rio mencatat nomor yang di berikan oleh bu nisa dan Rio segera menelpon ke nomor
rumahnya pak indra, bapaknya asta” hallo..”maaf pak ni rio temannya asta astanya ada”




                                           3
oh dia barusan dah berangkat tuh..’ tlp ja ke hp nya tadi asta pinjam hp bapak.” oh ya
udah” sambung rio terimakasih ya pak”.
     Pak asep coba meyakinkan anak-anak yang sudah kesal menunggu satu orang yang
tak kunjung datang, pak asep berkata dengan harpan terakhir kepada iwan ,rio dan sinta”
begini rio kalau kali ni no asta gak aktiv lagi berarti kita mau tidak mau harus
meninggalkan asta dengan berat hati” gumam pak asep dengan nada yang pelan dan
meyakinkan anak-anak yang lain. ” tapi pak ini kan tugas yang harus di jalankan demi
memenuhi persyaratan UN” kata sinta ” tapi bagimana lagi pak asep gak mau anak-anak
yang lain kecewa’ lagian ini kan salah asta sendiri, kenapa dia g bisa nepatin waktu kan
sebelumnya dah di umumin tiap-tiap kelas bahwa harus udah standby jam sepuluh pagi
ne kita dah ngalah demi asta, karena kita juga dah nunggu asta lama banget jadi dengan
berat hati kita harus berangkat bapak gak mau anak-anak kecewa.” sinta, iwan dan rio
tidak bisa berkata apa-apa lagi” oke tapi berikan saya menelpon satu kali lagi kenomor
telponya, satu kali lagi please...” sinta berharap pak asep memberikan kesempatan yang
terakhir kepada sinta dan kawan-kawannya yang lain” oke kata pak asep se kali lagi” one
more” tidak lama nomor hp asta pun berdering tanda hp yang di milikinya telah aktiv, rio
sinta dan iwan senang sekali mendengar hp nya aktiv ingin rasanya sinta dan yang
lainnya memaki asta kalau nyambung nanti, tetapi tak ada seorangpun yang mengangkat
tlp itu, dalam hati sinta berkata ”apa yang terjadi” akhirnya anak-anak dan rombongan
berangkat meninggalkan kampus Al-Azhar, di sepanjang jalan iwan, asta dan sinta tidak
henti-hentiya menelpon tapi tak binatangpun yang mau mengangkat nomor tlp itu,
mereka coba tenangkan hati mereka sesaat, iwan dan rio tertidur di jok bus yang rame
dengan suara anak-anak yang lain dengan candanya, sedangkan sinta tak henti-hentinya
memikirkan asta yang entah di mana dia sekarang, keluarganya pun sudah berkali-kali ia
telp, dan bahkan ibu sedang mencari dimana asta berada, sinta palingkan wajah keluar
jendela moil yang penuh dengan hamparan sawah, tak ada satupun yang ia pikirkan selain
ia inggin kembali. Tiba-tiba hp sinta pun berdering” sinta melihat panggilan yang
nampak di layar hp, ia berharap telp itu dari asta, tetapi telp iti bukan dari asta tapi dari
ibunya sinta, muka yang semangat terlihat loyo kembali.” hallo da pa mom” sahut sinta.
Sin tadi mama nya asta telp ke mamah katanya asta kecelakan..!! di berada di rumah sakit
cifto sekarang tut..tut...telp itu terputus., sinta tercengang tiada kata-kata yang keluar dari



                                              4
mulut mungggil itu, sinta terpaku sok dan tak bisa berbuat apa-apa dia langsung
menangis, dan seluruh anak-anak beranjak dari tempat duduknya melihat sinta menangis,
segera iwan dan rio beranjak drai tidurnya mendengar tangisan yang kencang sinta, dan
rio bertanya kepada sinta ” sin apa yang terjadi’ dengan nada yang bingung” asta yo..!!
sahut sinta” asta kenapa,,, ” asta sekarang di rumah sakit” iwan memanggil pak asep yang
berada di mobil para guru-guru pembimbing, iwan menghentikan mobil kijang kapsul
yang berisi para guru, mobil terhenti sesaat, terlihat keluar wajah pak asep sembari
bertanya” ada apa wan..? sinta pak ” kenapa ”!! Pak asep pun keluar dari mobil kijang
kapsul yang di tumpanginya, tak lama iwaan pun langsung mengajak pak asep kedalam
bus, apa yang terjadi kata pak asep”! Sinta menjawab” pak asta ke celakaan dan dia
sekarang sedang koma di rumah sakit cifto,sebaiknya kita pulang kembali kejakarta,”ini
tak mungkin, kita tak mungkin balik ke jakarta, kita sudah jauh gumam ”pak asep” sinta’
dan kita gak mungkin membatalkan rencana ini, mereka akan kecewa terus bagaimana
pak” sudah kita lanjutkan saja toh di sana kan ada orang tuanya,dan orang tua kalian juga,
semoga asta baik-baik saja, tak bisa pak kita harus kembali kejakarta sekarang juga”
sahut rio   bagimanapun caranya sambung iwan, tapi kan kalian akan mengadakan
penelitian demi memenuhi syarat yang terakhir tugas kalian sebagai anak IPS, ” coba
berpikir lah secara dinggin” gumam pak asep memberikan pengarahan kepada iwan,sinta
dan rio karena mereka adalah anak bimbingan pak asep, sahabat buat kami adalah
segalanya asta terluka berarti kami jua luka, kami tak ingin melihat teman kami kesakitan
sedangkan kami disini berdiam , seolah-olah tak terjadi apa-apa, apakah kaliana tidak
berpikir dengan persyaratan kalian dalam mengikuti UN, itu yang harus kalian
pikirkan’sambung pak asep. Itu yang bapak pikirkan sahut rio’! tapi maaf pak kami tak
bisa,buat kami persahabatan adalah segalanya.
     Akhirnya mereka turun dari bus dengan menggendong ransel-ransel yang di bawa
nya, dengan cara papun mereka harus pulang ke jakarta sekalipun denga jalan kaki,
mereka berharap mobil omprengan melewati jalanan itu, mereka rela meninggalkan tugas
demi seorang sahabat. Di jalan perkampungan tak ada angkot bahkan mobil
omprenganpun susahnya minta ampun. Tapi tak lama mereka mendapatkan mobil
omprengan tersebut, mereka manaikinya sampai terminal mandala yang berada di kota
rangkas bitung, dari terminal tersebut mereka melaju pulang ke kota jakarta



                                            5
menggunakan bus, mereka langsung naik mobil jurusan kali deres, dari kali deres mereka
naik taksi lansung ke RSCM di jakarta pusat. Sesampainya di sinta menelpon mamah nya
menanyakan kamar apa asta di rawat,setelah tahu mereka langsung bergegas menuju
kamar tersebut. Setelah mandapati pintu yang telah di beritahukan mamanya sita
merekapun perlahan termenung apa yang terjadi mengapa di dalam kamar terdengar
saura tangisan-tangisan yang terisak-isak , pintu terbuka sesaat mama sinta keluar
sembari menangis, dan melihat sinta,iwan dan rio menangis lebih keras, sinta bertanya
apa yang terjadi mah” kalian tak bisa lihat asta lagi” asta kenapa mah sahut intan, iwan
dan rio masuk kedalam kamar, sesaat bu nisa mamahnya asta menangis melihat iwan dan
rio, ada apa tante sahut iwan, mereka melihat sesosok manusia terbujur kaku mukanya
tertutup kain selimut, iwan seakan bergetar seluruh kakinya, dengan penasaran rio
mendekati manusia yang terbujur kaku di atas tempat tidur itu dengan hati penasaran rio
membuka kain yang menutupi wajah yang terbujur kaku, seakan tak percaya rio berkata
dalam hatinya” apakah ini mimpi’ rio sok tak dapat terbendung air matanya mengalir.
Sinta sudah tak berdaya dan tak mampu melihat muka yang dulu ia kenal sekali, Dalam
hati sinta berkata ” suaranya masih terngiang jelas tadi pagi di telingaku, dan kini kou
terbujur kaku tanpa sepatah kata pun canda dan tawamu masih terrekam jelas di mataku
selamat jalan sahabat, semoga kou beristirahat dengan tenang di peristirahatan
terakhirmu.
         Selamat jalan kawan,per sahabat takkan pernah mati............!!
           Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita miliki sampai
                            kita kehilangannya..............!!



                                            1




1
    Crated by ayi astaman


                                            6

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:91
posted:1/31/2011
language:Malay
pages:6