Docstoc

Makalah Islam Sains

Document Sample
Makalah Islam Sains Powered By Docstoc
					                 Jual Beli Secara Online
        Dan Jual Beli Dalam Perspektif Islam
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Islam dan Sains
                         Dosen Pengampu :
                    Bp. Frida Agung Rochmadi




                           Disusun oleh:
                 Akhmad Hanif                 (08650048)
                 Kholis Hermawan              (08650068)
                 Imam Novi Widianto           (08650070)
                 Muhammad Mahmud RS           (08650075)


                       TEKNIK INFORMATIKA
                FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
         UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNANKALIJAGA
                            YOGYAKARTA
                                   2010
                                                BAB I
                                        PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

      Dalam kemajuan zaman seperti saat ini, perdagangan sudah lebih mudah. Dibandingkan
   dengan jaman awal perdagangan di abad ke 15an. Melakukan perdagangan atau jual beli
   antar Negara harus melakukan perjalanan berhari – hari bahkan berbulan – bulan.

   Saat ini, dengan kemajuan teknologi. Jual beli antar kota bahkan antar Negara pun bisa
   diselesaikan dalam waktu singkat. Tidak hanya itu, sistem pembayaran yang lebih mudah
   juga membantu percepatan perdagangan dunia.

      Jual beli secara dalam jaringan atau menggunakan internet adalah solusinya. Transaksi
   jual beli bisa selesai hanya dalam 1 hari bahkan lebih cepat dari itu. Jika antar Negara atau
   kota, kurir siap mengantarkan barang pesanan yang telah dibeli. Sungguh, kemajuan
   teknologi sangat membantu urusan manusia di dunia.

      Dengan kemudahan seperti itu, menjadikan efisiensi waktu dalam berdagang.
   Memberikan keluangan waktu untuk melakukan kebaikan lain dan beribadah kepadaNya.

      Namun tidak menutup kemungkinan, ada hal – hal yang tidak baik dalam perdagangan
   saat ini. Tidak hanya secara online, secara terang – terangan seperti di toko – toko, pasar,
   swalayan dan tempat – tempat berdagang lain. Penipuan terhadap pembeli dan penjual
   kerap terjadi. Apalagi yang secara online.

      Antar penjual dan pembeli tidaklah bertatap muka, bahkan keberadaan sebenarnya si
   pembeli ataupun si penjual juga tidak diketahui secara pasti. Faktor moral, seperti kejujuran
   juga perlu dalam hal ini. Memupuk rasa saling percaya membuat transaksi jual beli akan
   terasa lebih aman.

      Selain itu, dengan segala kemudahan seperti itu tetaplah mengupayakan diri untuk tetap
   stabil dalam keuangan. Tidak membuat diri menjadi boros.
B. Tujuan

   1. Mengetahui ranah intergrasi-interkoneksi dari pemanfaatan internet untuk jual beli
      online.

   2. Mengetahui model integrasi-interkoneksi dari pemanfaatan internet untuk jual beli online.



C. Manfaat

   1. Menjauhkan dari sikap-sikap tercela yang tidak sesuai dengan hukum Islam dalam
      transaksi jual-beli online.

   2. Menambah pengetahuan mengenai jual-beli online dalam pandangan islam.




                                                                                             3
                                        BAB II
                                JUAL BELI ONLINE

A. Ontologi

   Untuk melihat suatu ilmu dalam perspektif sains dan teknologi kita harus
mengetahuinya lebih dalam. Jual beli online secara umum merupakan jenis lain dari
perdagangan yang biasanya. Namun bedanya, si penjual dan si pembeli bisa jadi tidak
bertatap muka, bahkan tidak akan pernah bertemu.

   Secara ontologi, jual beli online lebih merujuk ke perdagangan, aktifitas jual beli dan
atau pertukaran uang dengan barang. Dengan menggunakan jasa lain dari perdagangan itu.
Seperti jasa antar barang. Prosesnya sama seperti jual beli biasanya yang terjadi di toko,
maupun pasar. Proses terjadinya transaksi juga sama, ada pertukaran uang dengan barang.
Bedanya, antara pembeli dan penjual harus memiliki rasa kepercayaan satu sama lain.

   Hal ini yang paling sulit dilakukan bagi masyarakat awam pada umumnya. Mereka
yang takut kehilangan uangnya jika melakukan pembelian barang secara online. Padahal,
pikiran negatif itu bisa dihilangkan. Dan mencoba merubah pandangan akan jual beli
online itu sendiri.

   Memang banyak para oknum yang sengaja memanfaatkan keadaan untuk menipu,
membohongi dan mengambil untung lebih dari jual beli online. Itulah sebabnya, bagaimana
jika dilihat dari pandangan Islam, perbuatan yang tidak baik seperti itu seharusnya bisa
dikurangi. Memang sulit, karena jual beli offline pun hal – hal seperti itu masih saja terjadi.

   Contohnya saja di pasar, ada oknum – oknum yang sengaja mengurangi timbangan.
Padahal jelas – jelas kita melihat barang tersebut. Bagaimana jika melakukan jual beli
secara online, akan sulit sekali untuk mengetahui semua itu. Sistem yang digunakan dalam
jual beli online adalah ‘ada uang ada barang’.

   Dengan mengerti bagaimana proses terjadinya transaksi. Kita bisa menjelaskan dan
mengetahui kejahatan – kejahatan yang terjadi selama transaksi. Hal ini dikarenakan jual
beli online tersebut rawan terhadap pencurian dan kecurangan. Antar pembeli, penjual
maupun pihak lain yang mencari keuntungan.



                                                                                             4
   Di Indonesia sendiri, kejahatan cyber masih sulit untuk di lacak. Dan banyak sekali
korban dari kejahatan – kejahatan tersebut. Selain kesempatan, moral manusia yang sudah
tidak sesuai dengan syariat Islam membuat kejahatan semakin merajalela.

   Dengan bisa membuka pintu kepercayaan antar individu. Kedepannya dapat membuat
jual beli online beserta kemudahannya itu menjadi bagian dari masyarakat. Apalagi di masa
yang sudah mulai maju ini. Kecerdasan manusia sudah kejar dengan kecanggihan
teknologi. Bahkan jarak jauh bisa ditempuh dalam waktu yang singkat.

   Apalagi dalam perdagangan, saat ini sudah berbeda dengan masa lalu. Dengan
kemudahan jual beli online, waktu yang digunakan menjadi sedikit dan dapat
memperbanyak ibadah kepada Allah SWT.

B. Epistimologi

     Jual-beli secara online atau e-commerce adalah segala bentuk kegiatan pembelian dan
 penjualan, pemasaran produk, jasa, dan informasi yang dilakukan secara elektronis.
 Macam-macam e-commerce berupa B2B, B2C, C2B, dan C2C

 1. Business to business (B2B)

      B2B menyatakan bentuk jual-beli produk atau jasa yang melibatkan dua atau
 beberapa perusahaan dan dilakukan secara elektronis. Umumnya perusahaan-perusahaan
 yang terlibat adalah pemasok, distributor, pabrik, took, dll. Kebanyakan transaksi
 berlangsung secara langsung antara dua system. Model seperti ini telah banyak
 diterapkan. Misalnya, yang terjadi antara Wal-Mart dan para pemasoknya.

 Keuntungan B2B:

 mempercepat transaksi antara penjual dan pembeli

 menurunkan biaya transaksi kedua belah pihak

 menciptakan pasar baru tanpa dibatasi oleh wilayah geografis

 meningkatikan komunikasi dan kolaborasi antara penjual dan pembeli



 contoh : metrodata.co.id




                                                                                       5
2. Business to Customer (B2C)

    B2C adalah bentuk jual-beli produk yang melibatkan perusahaan penjual dan
konsumen akhir yang dilakukan secara elektronis. Perusahaan-perusahaan terkenal yang
melayani B2C antara lain Dell (www.dell.com), Cisco (www.cisco.com) , dan Amazon
(www.amazon.com).

     B2C banyak diminati oleh para pemakai Internet karena pembelian produk dapat
dilakukan dengan mudah dan cepat. Selain itu, umumnya harga produk lebih murah dan
konsumen bias membayar dengan kartu seperti master Card atau Visa Card..

3. Consumer to Consumer (C2C)

    C2C atau terkadang disebut person to peson (Ebert dan Griffin, 2003) menyatakan
model perdagangan yang terjadi antara konsumen dengan konsumen yang dilakukan
secara elektronis. Situs seperti ebay (www.ebay.com) menyediakan sarana yang
memungkinkan orang-orang dapat menjual atau membeli barang di antara mereka sendiri.

4. Consumer to Business (C2B)

     Beberapa situs telah berinisiasi untuk mendukung bisnis yang berbasiskan konsumen
ke pebisnis (Consumer to business atau C2B). sebagai contoh, Priceline.com merupakan
situs yang memungkinkan seseorangmenjual rumah ke perusahaan ini. Dalam hal ini,
Internet dapat digunakan sebagai sarana untuk negosiasi.



C.Aksiologi

     Dewasa ini banyak perusahaan yang memanfaatkan situs-situs perdagangan
elektronis. Berbagai alas an yang mendasari langkah tersebut adalah sebagai berikut
(O’Brien, 2001, hal. 250) :

      Menghemat waktu

      Menekan biaya barang dan jasa

      Meningkatkan kepuasan Konsumen

      Menghasilkan pendapatan baru melalui penjualan online.

      Memperkecil biaya melalui penjualan dan dukungan pelanggan secara online.

      Menarik pelanggan baru melalui pemasaran dan iklan web dan penjualan online.



                                                                                    6
      Meningkatkan loyalitas pelanggan lama melalui peningkatan layanan dan
       dukungan Web.

      Mengembangkan pemasaran dan saluran distribusi yang baru yang berbasis web
       untuk produk-produk sekarang.

      Membuat produk-produk baru agar segera bisa diakses melalui web.

      Menumbuhkan sikap Jujur dan Amanah

     Sebagai contoh, Gramedia (www.gramedia.co.id) mendukung pembelian buku secara
online untuk meningkatkan penjualan selain melalui took-toko konvensionalnya.




                                                                                7
                                                     BAB III

                                     JUAL BELI DALAM ISLAM
                                          ( QS.Al-Baqarah : 275)

   Berdagang dalam Islam sudah jelas merupakan perkejaan yang halal asalkan tidak
tercampur dengan riba, seperti pada firman Allah SWT surah Al-Baqarah ayat 275 :

        ‫ال ّذين ي َأ ْك ُلون الربا ل ي َقومون إ ِل ك َما ي َقوم ال ّذي ي َت َخب ّط ُه الشي ْطان من ال ْمس ذ َل ِك ب ِأ َن ّهُم‬
        ْ            َ       ّ َ    َ ِ ُ َ ّ      ُ      َ      ِ     ُ ُ َ         ّ َ ُ ُ َ َ ّ َ ُ                     َ ِ
 ‫قالوا إ ِن ّما ال ْب َي ْعُ مث ْل الربا وَأ َحل الل ّه ال ْب َي ْعَ وَحرم الربا فَمن جاءه ُ موْعظ َة من رب ّهِ فان ْت َهى فَل َه‬
 ُ         َ َ              َ ْ ِ ٌ ِ َ َ َ ْ َ          َ ّ َ ّ َ             ُ       ّ َ  َ ّ ُ ِ                 َ         ُ َ
                                                                             ُ
                                  ‫ما سل َف وَأ َمره ُ إ ِلى الل ّهِ وَمن عاد َ فَأول َئ ِك أ َصحاب النارِ هُم فيها خال ِدون‬
                                                                        َ                           َ
                                  َ ُ َ َ ِ ْ          ّ ُ َ ْ                      َ ْ َ                  ُ ْ        َ َ َ

   Artinya:
   “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti
berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan
mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya
jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan
mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya,
lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu
(sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali
(mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di
dalamnya.”
   Firman diatas menjelaskan bahwa jual beli dalam islam diperbolehkan dengan syarat
memenuhi beberapa syarat dan rukun jual beli, hal tersebut untuk menjauhkan kita dari
riba. Mengenai riba Quraish shihab telah menyinggung dalam tafsir al-misbahnya bahwa
     “Ayat-ayat yang lalu berbicara tentang nafkah atau sedekah dalam berbagai
     aspeknya. Dalam anjuran bernafkah tersirat anjuran untuk bekerja dan meraih
     apa yang dapat dinafkahkan. Karena, bagaimana mungkin dapat memberi
     kalau Anda tidak memiliki.
     Nah, ada cara perolehan harta yang dilarang oleh ayat ini, yaitu yang
     bertolak belakang dengan sedekah. Cara tersebut adalah riba. Sedekah adalah
     pemberian tulus dari yang mampu kepada yang butuh tanpa mengharap
     imbalan dari mereka. Riba adalah mengambil kelebihan di atas modal dari


                                                                                                                              8
    yang butuh dengan mengeksploitasi kebutuhannya. “
  Sungguh sangat mengerikan dampak yang ditimbulkan apabila kita telah terjerumus
dalam riba. Oleh karena itu untuk menghindari riba maka setiap akad jual-beli haruslah
memenuhi syarat-syarat dan rukun-rukun yang sesuai dengan syariah yang berlaku.

   Hal yang perlu juga diperhatikan oleh konsumen dalam bertransaksi adalah memastikan
bahwa barang/jasa yang akan dibelinya sesuai dengan yang disifatkan oleh si penjual
sehingga tidak menimbulkan perselisihan di kemudian hari.




                                                                                    9
                                         BAB IV

                                    PEMBAHASAN

   Setelah kita menguraikan perspektif jual beli online dalam bidang sains dan teknologi
serta dalam pandangan islam tentunya kita dapat
   Setelah melihat kedua pandangan tersebut, bisa dilihat terdapat banyak persamaan akan
jual beli online. Selain itu, pandangan Islam akan Jual beli online merujuk kepada moral,
begitu pula pandangan secara sains.
   Dalam bisnis ini, dukungan dan pelayanan terhadap konsumen menggunakan website,
e-mail sebagai alat bantu, mengirimkan kontrak melalui mail dan sebagainya.

   Dari definisi di atas, bisa diketahui karakteristik bisnis online, yaitu: 1) Terjadinya
transaksi antara dua belah pihak; 2) Adanya pertukaran barang, jasa, atau informasi; 3)
Internet merupakan media utama dalam proses atau mekanisme akad tersebut.

   Dari karakteristik di atas, bisa dilihat bahwa yang membedakan bisnis online dengan
bisnis offline yaitu proses transaksi (akad) dan media utama dalam proses tersebut. Akad
merupakan unsur penting dalam suatu bisnis. Secara umum, bisnis dalam Islam
menjelaskan adanya transaksi yang bersifat fisik, dengan menghadirkan benda tersebut
ketika transaksi, atau tanpa menghadirkan benda yang dipesan, tetapi dengan ketentuan
harus dinyatakan sifat benda secara konkret, baik diserahkan langsung atau diserahkan
kemudian sampai batas waktu tertentu.

   Ada dua jenis komoditi yang dijadikan objek transaksi online, yaitu barang/jasa non
digital dan digital. Transaksi online untuk komoditi non digital, pada dasarnya tidak
memiliki perbedaan dengan transaksi as-salam dan barangnya harus sesuai dengan apa
yang telah disifati ketika bertransaksi. Sedangkan komoditi digital seperti ebook, software,
script, data, dll yang masih dalam bentuk file (bukan CD) diserahkan secara langsung
kepada konsumen, baik melalui email ataupun download. Hal ini tidak sama dengan
transaksi as-salam tapi seperti transaksi jual beli biasa.

   Transaksi online dibolehkan menurut Islam berdasarkan prinsip-prinsip yang ada dalam
perdagangan menurut Islam, khususnya dianalogikan dengan prinsip transaksi as-salam,
kecuali pada barang/jasa yang tidak boleh untuk diperdagangkan sesuai syariat Islam.

                                                                                         10
   Dilihat dari pemanfaatan jual-beli online untuk mempermudahkan proses bertransaksi.
Dalam hal ini dengan kemudahan jual beli online, waktu yang digunakan menjadi sedikit
dan dapat memperbanyak ibadah kepada Allah SWT.




                                                                                   11
                                     BAB V

                                   PENUTUP

A. Kesimpulan

   Menjawab dari tujuan ditulisnya makalah ini, dan sesuai dengan uraian-uraian serta
pembahasan maka kesimpulan dari semuanya itu adalah :

     Ranah Integrasi-Interkoneksi dari jual-beli online adalah pada ranah Epistimologi

     Model Integrasi-Interkoneksi dari jual-beli online adalah Informartif




                                                                                        12
                               DAFTAR PUSTAKA




Shihab, M.Quraish. Tafsir Al Misbah.Lentera Hati. Jakarta. 2002

Kadir Abdul. Pengenalan Teknologi Informasi. ANDI. Yogyakarta. 2003

id.wikipedia.org

en.wikipedia.org




                                                                      13

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:3316
posted:1/30/2011
language:Indonesian
pages:13