pkn PENDAHULUAN Latar Belakang Untuk menambah ilmu pengetahuan PKN tentang pancasila

Document Sample
pkn PENDAHULUAN Latar Belakang Untuk menambah ilmu pengetahuan PKN tentang pancasila Powered By Docstoc
					                                   PENDAHULUAN


Latar Belakang


Untuk menambah ilmu pengetahuan PKN tentang pancasila, semua rekan guru dan murid XII

melakukan study tour ke Istana merdeka dan Istana bogor untuk membuat laporan study tour untuk

nilai tugas PKN akhir semester.


Laporan


Laporan study tour ini adalah kegiatan perjalanan ke Istana Bogor dan Istana Negara.


Tujuan Study Tour Pembelajaran


Tujuan study tour adalah untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan pelajaran-pelajaran baik

PKN ataupun pelajaran lainnya. Dan untuk menambah pengetahuan sejarah Indonesia dan pembahasan

pembelajaran PKN.


Manfaat Diselenggarakan Study Tour


Manfaat yang dari study tour sangat banyak antara lain;


      menambah ilmu pengetahuan, wawasan yang umum dan luas


      mengenal daerah-daerah yang indah dan dipelihara di Indonesia


      mengetahui istana yang digunakan pemerintah di Indonesia


Dengan demikian diselenggarakan study tour sangat bermanfaat.
                                        ISI LAPORAN


Isi laporan perjalanan study tour

Tanggal kegiatan    : Sabtu / 25 September 2010

Istana Merdeka dan Istana Negara

Tempat kunjungan kami yang pertama adalah Istana Merdeka dan Istana Negara (Jakarta). Kami mulai
berangkat dari sekolah pukul 07.15 WIB dan tiba di seketariat Negara 08.10 WIB. Pukul 11.30 mulai
berkeliling untuk menuju istana merdeka. Sebelum masuk di istana merdeka kami di tamping di ruang
serbaguna seketariat Negara untuk menonton filem dokumenter tentang “Sejarah Istana Kepresidenan
Negara”.




                                    Sejarah Singkat Istana Negera

Istana Negara dibangun tahun 1796 untuk kediaman pribadi seorang warga negara Belanda J.A van
Braam. Pada tahun 1816 bangunan ini diambil alih oleh pemerintah Hindia Belanda dan digunakan
sebagai pusat kegiatan pemerintahan serta kediaman para Gubernur Jendral Belanda. Karenanya pada
masa itu istana ini disebut juga sebagai Hotel Gubernur Jendral.



Pada mulanya bangunan yang berarsitektur gaya Yunani kuno itu bertingkat dua, namun pada tahun
1848 bagian atasnya dibongkar, dan bagian depan lantai bawah dibuat lebih besar untuk memberi kesan
lebih resmi. Bentuk bangunan hasil perubahan 1848 inilah yang bertahan sampai sekarang, tanpa
perubahan yang berarti. Luas bangunan ini lebih kurang 3.375 meter persegi.

Sesuai dengan fungsi istana ini, pajangan serta hiasannya cenderung memberi suasana sangat resmi.
Bahkan kharismatik. Ada dua buah cermin besar peninggalan pemerintah Belanda, disamping hiasan
dinding karya pelukis - pelukis besar, seperti Basoeki Abdoellah.

Banyak peristiwa penting yang terjadi di Istana Negara. Diantaranya ialah ketika Jendral de Kock
menguraikan rencananya kepada Gubernur Jendral Baron van der Capellen untuk menindas
pemberontakan Pangeran Diponegoro dan merumuskan strateginya dalam menghadapi Tuanku Imam
Bonjol. Juga saat Gubernur Jendral Johannes van de Bosch menetapkan sistem tanam paksa atau
cultuur stelsel. Setelah kemerdekaan, tanggal 25 Maret 1947, di gedung ini terjadi penandatanganan
naskah persetujuan Linggarjati. Pihak Indonesia diwakili oleh Sutan Sjahrir dan pihak Belanda oleh Dr.
Van Mook.

Istana Negara berfungsi sebagai pusat kegiatan pemerintahan negara, diantaranya menjadi tempat
penyelenggaraan acara - acara yang bersifat kenegaraan, seperti pelantikan pejabat - pejabat tinggi
negara, pembukaan musyawarah, dan rapat kerja nasional, pembukaan kongres bersifat nasional dan
internasioal, dan tempat jamuan kenegaraan.

Sejak masa pemerintahan Belanda dan Jepang sampai masa pemerintahan Republik Indonesia, sudah
lebih kurang 20 kepala pemerintahan dan kepala negara yang menggunakan Istana Negara sebagai
kediaman resmi dan pusat kegiatan pemerintahan Negara.




                                    Sejarah Singkat Istana Merdeka

Istana Merdeka mulai dibangun pada tahun 1873 pada masa pemerintahan Gubernur Jendral Louden
dan selesai pada tahun 1879 pada masa pemerintahan Gubernur Jendral Johan Willem van Landsbarge.
Bangunan ini berdiri di atas tanah seluas 2.400 meter persegi, oleh arsitek Drossares. Istana Negara
juga dikenal dengan nama Istana Gambir.

Pada masa awal pemerintahan Republik Indonesia, istana ini menjadi saksi sejarah dilakukannya
penandatanganan naskah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat oleh Pemerintah Belanda
pada tanggal 27 Desember 1949. Republik Indonesia Serikat diwakili oleh Sri Sultan Hamengkubuwono
IX, sedangkan Kerajaan Belanda diwakili oleh A.H.J Lovink, Wakil Tinggi Mahkota di Indonesia.

Setelah penandatanganan naskah kedaulatan Republik Indonesia Serikat, bendera merah putih
dikibarkan menggantikan bendera Belanda, bersamaan dengan dinyanyikannya lagu Indonesia Raya dan
pekik merdeka oleh bangsa Indonesia. Sejak saat itu nama Istana Gambir diganti menjadi Istana
Merdeka.
Istana Bogor

Tempat kunjungan kami yang kedua adalah Istana Bogor (Bogor). Kami mulai berangkat dari Istana
Merdeka pukul 12.30 WIB dan tiba di Istana Bogor 14.45 WIB.




                                     Sejarah singkat Istana Bogor

Berawal dari keinginan orang - orang Belanda yang bekerja di Batavia ( kini Jakarta ) untuk mencari
tempat peristirahatan. Karena mereka beranggapan bahwa kota Batavia terlalu panas dan ramai,
sehingga mereka perlu mencari tempat - tempat yang berhawa sejuk di luar kota Batavia.

Gubernur Jendral Belanda bernama G.W. Baron van Imhoff, ikut melakukan pencarian itu dan berhasil
menemukan sebuah tempat yang baik dan strategis di sebuah kampung yang bernama Kampong Baroe,
pada tanggal 10 Agustus 1744.

Setahun kemudian, yaitu pada tahun 1745 Gubernur Jendral van Imhoff ( 1745 - 1750 ) memerintahkan
pembangunan atas tempat pilihannya itu sebuah pesanggrahan yang diberi nama Buitenzorg, ( artinya
bebas masalah / kesulitan ). Dia sendiri yang membuat sketsa bangunannya dengan mencontoh
arsitektur Blenheim Palace, kediaman Duke of Malborough, dekat kota Oxford di Inggris. Proses
pembangunan gedung itu dilanjutkan oleh Gubernur Jendral yang memerintah selanjutnya yaitu
Gubernur Jendral Jacob Mossel yang masa dinasnya 1750 - 1761

Dalam perjalanan sejarahnya, bangunan ini sempat mengalami rusak berat sebagai akibat serangan rakyat
Banten yang anti Kompeni, di bawah pimpinan Kiai Tapa dan Ratu Bagus Buang, yang disebut Perang
Banten 1750 - 1754.

Pada masa Gubernur Jendral Willem Daendels ( 1808 - 1811 ), pesanggrahan tersebut diperluas dengan
memberikan penambahan baik ke sebelah kiri gedung maupun sebelah kanannya. Gedung induknya
dijadikan dua tingkat. Halamannya yang luas juga dipercantik dengan mendatangkan enam pasang rusa
tutul dari perbatasan India dan Nepal dan sekarang sudah dikembang biakan menjadi 850 ekor rusa.

Kemudian pada masa pemerintahan Gubernur Jendal Baron van der Capellen ( 1817 - 1826 ), dilakukan
perubahan besar - besaran. Sebuah menara di tengah - tengah gedung induk didirikan sehingga istana
semakin megah, Sedangkan lahan di sekeliling istana dijadikan Kebun Raya yang peresmiannya dilakukan
pada tanggal 18 Mei 1817. Gedung ini kembali mengalami kerusakan berat, ketika terjadi gempa bumi
yang pada tanggal 10 oktober 1834.

Pada masa pemerintahan Gubernur Jendral Albertus Yacob Duijmayer van Twist ( 1851 - 1856 ),
bangunan lama sisa gempa dirubuhkan sama sekali. Kemudian dengan mengambil arsitektur eropa Abad
IX, bangunan baru satu tingkat didirikan. Perubahan lainnya adalah dengan menambah dua buah
jembatan penghubung Gedung Induk dan Gedung Sayap Kanan serta Sayap Kiri yang dibuat dari kayu
berbentuk lengkung. Bangunan istana baru terwujud secara utuh pada masa kekuasaan Gubernur
Jendral Charles Ferdinand Pahud de Montager ( 1856 - 1861 ). Dan pada pemerintahan, selanjutnya
tepatnya tahun 1870, Istana Buitenzorg ditetapkan sebagai kediaman resmi para Gubernur Jendral
Belanda.

Akhir perang dunia II, Jepang menyerah kepada tentara Sekutu, kemudian Indonesia menyatakan
kemerdekaannya. Barisan Keamanan Rakyat ( BKR ) sempat menduduki Istana Buitenzorg untuk
mengibarkan bendera merah putih. Istana Buitenzourg yang namanya kini menjadi Istana Kepresidenan
Bogor diserahkan kembali kepada pemerintah republik ini pada akhir tahun 1949. Setelah masa
kemerdekaan , Istana Kepresidenan Bogor mulai dipakai oleh pemerintah Indonesia pada bulan Januari
1950.




                                     Kepustakaan dan Benda Seni

Istana Kepresidenan Bogor mempunyai koleksi buku sebanyak 3.205 buah yang daftarnya tersedia di
kepustakaan istana. Istana ini menyimpan banyak benda seni, baik yang berupa lukisan, patung, serta
keramik dan benda seni lainnya. Hingga kini lukisan yang terdapat di istana ini adalah 448 buah, dimana
judul/nama lukisan itu, pelukisnya, tahun dilukisnya, tersedia dalam bentuk daftar sehingga
memudahkan siapa saja yang ingin memperoleh informasi tentang lukisan tersebut. Begitu pula halnya
dengan patung dengan aneka bahan bakunya. Di istana ini terdapat patung sebanyak 216 buah.

Di samping lukisan dan patung, Istana Bogor juga mengoleksi keramik sebanyak 196 buah. Semua itu
tersimpan di museum istana, di samping yang dipakai sebagai pemajang di setiap ruang/bangunan istana.
                                   Kebun Raya Bogor

Kunjungan terakhir Kebun Raya Bogor untuk beristirahat dan untuk makan sore. Disana cukup ramai
pengunjung diantaranya pengunjung dari sekolah-sekolah lain dan dari masyarakat yang lain juga, Kebun
Raya Bogor sangat indah dan asri, dari pemeliharaan tanamannya juga terlihat alami. Hawa disana cukup
sejuk, bersih dan teratur.
4




                                          PENUTUP


Kesimpulan


Setelah melihat laporan study tour yang saya buat, bahwa:


    1. Istana Merdeka, Istana Negara dan Istana Bogor adalah Istana yang merupakan symbol

        Negara dan tempat penting untuk Negara Indonesia.

    2. – Istana Negara, tempat kediaman Presiden Indonesia

    3. – Istana Merdeka, tempat kegiatan pkenegaraan Indonesia

    4. Dan Istana Bogor, tempat untuk bertemualah satu fakultas yang sangat menarik dan

        baik untuk menjadi perhatian dan tempat untuk menuntut ilmu pengetahuan.


2. Tangkuban Perahu merupakan suatu tempat wisata yang dapat menarik para pengunjung

        dengan keindahan alamnya serta sejarah-sejarah dan legenda yang ada sebagai salah satu

        pendukung kekayaan keanekaragaman budaya di Indonesia.


Saran


Kami menyadari bahwa dalam pembuatan karya tulis ini banyak ditemui kesulitan, oleh karena

itu kami mengharapkan saran dan kritik agar kami dapat menyempurnakan karya tulis ini.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:505
posted:1/29/2011
language:Indonesian
pages:7