Konsep Fisika berkaitan dengan Stabilisasi _ Transportasi Pasien by Iyandri_TilukWahyono

VIEWS: 1,364 PAGES: 30

									Konsep Fisika berkaitan dengan
Stabilisasi & Transportasi Pasien
STABILISASI
   Adalah proses untuk menjaga kondisi
    dan posisi penderita/pasien agar tetap
    stabil selama pertolongan pertama di
    TKP.
TRANSPORTASI
   Adalah proses usaha untuk
    memindahkan dari tempat satu ke
    tempat lain tanpa atau mempergunakan
    alat. Tergantung situasi dan kondisi di
    lapangan.
Prinsip Stabilisasi
   Menjaga korban supaya tidak banyak bergerak
    sehubungan dengan keadaan yang dialami
   Menjaga korban agar pernafasannya tetap
    stabil
   Menjaga agar posisi patah tulang yang telah
    dipasang bidai tidak berubah
   Menjaga agar perdarahan tidak bertambah
   Menjaga agar tingkat kesadaran korban tidak
    jatuh pada keadaan yang lebih buruk lagi
Tindakan Stabilisasi

   Perhatikan keadaan umum penderita.
    Dalam melakukan pertolongan pertama
    di TKP harus diperiksa scr cepat masalh
    pada ABC (Airway, Breathing,
    Circulation) dan memberikan
    pertolongan/tindakan pd keadaan
    tertentu yg mengancam jiwa.
   Setelah stabil, segera lakukan
    transportasi/evakuasi/pemindahan
TRANSPORTASI
   Prinsip dalam memindahkan pasien
    harus aman utk kedua belah pihak
    (Penolong dan Penderita).
   Prinsip yang digunakan dalam ilmu
    Fisika adalah BioMekanika Tubuh.
   Mekanika tubuh adalah penggunaan
    tubuh penolong yg benar utk membantu
    pengangkatan dan pemindahan
    penderita.
   Tujuan penggunaan prinsip mekanika
    tubuh adalah untuk mencegah cidera
    penolong dan lebih efektif dlm
    menyelamatkan penderita.
   Tulang yg kuat pd tubuh manusia adalah
    tulang panjang, dan yg terkuat
    diantaranya adalah Femur. Otot-otot yg
    beraksi pd tulang2 tsb jg paling kuat.
   Dg demikian saat mengangkat penderita
    bukanlah posisi membungkuk, tetapi
    tegak lurus dg bertumpu dan berfokus
    pd tulang2 tersebut sbg tenaga utama.
Pertimbangkan sebelum
Mengangkat Penderita :

1.   Berat obyek, perlukah bantuan
     tambahan alat maupun penolong?
2.   Perhatikan karakteristik Fisik penolong.
3.   Komunikasi, jika penolong lebih dari
     satu org, komunikasikan rencana utk
     mengangkat dan seorang sbg leader
     utk memberi komando.
Peraturan2 Mengangkat dg
Prinsip mekanika
1.   Posisikan kaki dg baik. Kaki hrs kokoh,
     menapak pd permukaan dan
     diposisikan sepanjang lebar bahu.
2.   Ketika mengangkat gunakan kaki anda
     sbg tenaga utama, bukan punggung.
3.   Ketika mengangkat, jgn
     berputar/berbelok atau membuat
     gerakan lain selain mengangkat
4.   Ketika mengangkat dg satu tangan, jgn
     mengkompensasi. Hindari bersandar ke sisi
     manapun. Jaga punggung tetap lurus dan
     terkunci.
5.   Jaga beban sedekat mungkin dg tubuh anda.
     Semakin jauh beban dari tubuh, semakin
     terasa berat dan tdk stabil.
Untuk Memindahkan Pasien
Cidera tulang Spinal
Transportasi Tanpa Alat

   Satu Penolong:
    diseret, dipapah, ditimang, digendong
   Dua Penolong :
    Dua tangan menyangga paha, dua tangan
    menyangga punggung,
    Satu penolong mengangkat korban dari
    punggung, penolong kedua menyangga
    tungkai
   Tiga/empat Penolong :
    Diangkat bersama-sama posisi korban
    terbaring
             PEMINDAHAN

   Pemindahan Darurat (Emergency)
   Pemindahan Mendesak (Urgency)
   Pemindahan Tidak mendesak
    (Nonurgency)
Pemindahan Darurat
(Emergency)
1.   Tempat kejadian berbahaya
2.   Perawatan kondisi yg mengancam
     hidup memerlukan RJP (Resusitasi
     Jantung Paru)
3.   Harus menolong penderita lain
Pemindahan Mendesak
(Urgency)
1.   Perawatan kondisi penderita
     memerlukan pemindahan. Memperbaiki
     pernafasan yg tidak adekuat dan
     mengobati shock
2.   Faktor2 pada tempat kejadian
     menyebabkan kondisi penderita
     menurun
Pemindahan Tidak mendesak
(Nonurgency)
   Ketika tdk ada bahaya yg mengancam
    hidup, penderita hrs dipindahkan setelah
    transportasi tersedia.
   Pemeriksaan pd TKP dan perawatan di
    TKP harus diselesaikan terlebih dahulu,
    seperti Pembidaian dan penghentian
    perdarahan.
Thanks

								
To top