Docstoc

pengaruh polusi udara

Document Sample
pengaruh polusi udara Powered By Docstoc
					            PENGARUH POLUSI UDARA TERHADAP
            EKOSISTEM DAN KEHIDUPAN MANUSIA




Nama kelompok :
  1)   Novita
  2)   Agus
  3)   Sahat
  4)   Eka
  5)   Fitri
  6)   Devi
  7)   Brenda
  8)   Mey Lely
  9)   Chatryne


                   SMK PERMATA HARAPAN
                         ACCOUNTING X
                   TAHUN AJARAN 2010-2011


Guru Pembimbing : Hamri, S.T
                                              1
              PENGARUH POLUSI UDARA TERHADAP
              EKOSISTEM DAN KEHIDUPAN MANUSIA


  POLUSI UDARA
         Udara dimana di dalamnya terkandung sejumlah oksigen, merupakan
  komponen esensial bagi kehidupan, baik manusia maupun makhluk hidup lainnya.
  Udara merupakan campuran dari gas, yang terdiri dari sekitar 78 % Nitrogen, 20 %
  Oksigen; 0,93 % Argon; 0,03 % Karbon Dioksida (CO2) dan sisanya terdiri dari Neon
  (Ne), Helium (He), Metan (CH4) dan Hidrogen (H2). Udara dikatakan "Normal" dan
  dapat mendukung kehidupan manusia apabila komposisinya seperti tersebut
  diatas. Sedangkan apabila terjadi penambahan gas-gas lain yang menimbulkan
  gangguan serta perubahan komposisi tersebut, maka dikatakan udara sudah
  tercemar/terpolusi.
         Akibat aktifitas perubahan manusia udara seringkali menurun kualitasnya.
  Perubahan kualitas ini dapat berupa perubahan sifat-sifat fisis maupun sifat-sifat
  kimiawi. Perubahan kimiawi, dapat berupa pengurangan maupun penambahan
  salah satu komponen kimia yang terkandung dalam udara, yang lazim dikenal
  sebagai pencemaran udara. Kualitas udara yang diper gunakan untuk kehidupan
  tergantung dari lingkungannya. Kemungkinan disuatu tempat dijumpai debu yang
  bertebaran dimana-mana dan berbahaya bagi kesehatan. Demikian juga suatu
  kota yang terpolusi oleh asap kendaraan bermotor atau angkutan yang dapat
  menimbulkan gangguan kesehatan.

A. Pengertian Pencemaran Udara
        Pencemaran Udara adalah kondisi udara yang tercemar dengan adanya
  bahan, zat-zat asing atau komponen lain di udara yang menyebabkan berubahnya
  tatanan udara oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga kualitas
  udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan
  peruntukkannya. Pencemaran udara mempengaruhi sistem kehidupan makhluk
  hidup seperti gangguan kesehatan, ekosistem yang berkaitan dengan manusia
        Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun
  kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi
  suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami

                                                                                    2
     udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung
     dan lokal, regional, maupun global.

B.     Sumber Pencemar Udara
         Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun
  kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas,
  radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara
  mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal,
  regional, maupun global.Pencemar udara dibedakan menjadi pencemar primer
  dan pencemar sekunder.
         Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung
  dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari
  pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran.
         Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi
  pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam smog
  fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder.
         Sumber bahan pencemar primer dapat dibagi lagi menjadi dua golongan
  besar :
     1. Sumber alamiah
         Beberapa kegiatan alam yang bisa menyebabkan pencemaran udara adalah
  kegiatan gunung berapi, kebakaran hutan, kegiatan mikroorganisme, kegiatan
  rawa-rawa, nitrifikasi dan denitrifikasi biologi dan lain-lain. Bahan pencemar yang
  dihasilkan umumnya adalah asap, gas-gas, dan debu.
     2. Sumber buatan manusia
         Kegiatan manusia yang menghasilkan bahan-bahan pencemar bermacam-
  macam antara lain adalah kegiatan-kegiatan berikut :
 a.    Pembakaran, seperti pembakaran sampah, pembakaran pada kegiatan
    rumah tangga, industri, kendaraan bermotor, dan lain-lain. Bahan-bahan
    pencemar yang dihasilkan antara lain asap, debu, grit (pasir halus), dan gas (CO
    dan NO).
 b. Proses peleburan, seperti proses peleburan baja, pembuatan soda,semen,
    keramik, aspal. Sedangkan bahan pencemar yang dihasilkannya antara lain
    adalah debu, uap dan gas-gas.
 c.    Pertambangan dan penggalian, seperti tambang mineral and logam. Bahan
    pencemar yang dihasilkan terutama adalah debu.

                                                                                   3
     d.   Proses pengolahan dan pemanasan seperti pada proses pengolahan
        makanan, daging, ikan, dan penyamakan. Bahan pencemar yang dihasilkan
        terutama asap, debu, dan bau.
     e.    Pembuangan limbah, baik limbah industri maupun limbah rumah tangga.
        Pencemarannya terutama adalah dari instalasi pengolahan air buangannya.
        Sedangkan bahan pencemarnya yang terutama adalah gas H2S yang
        menimbulkan bau busuk.
     f.   Proses kimia, seperti pada proses fertilisasi, proses pemurnian minyak bumi,
        proses pengolahan mineral. Pembuatan keris, dan lain-lain. Bahan-bahan
        pencemar yang dihasilkan antara lain adalah debu, uap dan gas-gas
     g. Proses pembangunan seperti pembangunan gedung-gedung, jalan dan
        kegiatan yang semacamnya. Bahan pencemarnya yang terutama adalah asap
        dan debu.
     h. Proses percobaan atom atau nuklir. Bahan pencemarnya yang terutama
        adalah gas-gas dan debu radioaktif.

C. Bahan Pencemar Udara
           Sejak tahun 1970-an, kebijakan pencemaran udara AS cenderung berpusat
     pada pengendalian beberapa jenis polutan perkotaan yang serius: partikulat zat
     yang mengandung partikel (asap dan jelaga), hidrokarbon, sulfur dioksida,
     nitrogen oksida, ozon (asap kabut fotokimiawi), karbon monoksida dan timah.
1.        Karbon monoksida (CO). WHO telah membuktikan bahwa karbon monoksida
     yang secara rutin mencapai tingkat tak sehat di banyak kota dapat mengakibatkan
     kecilnya berat badan janin, meningkatnya kematian bayi dan kerusakan otak,
     bergantung pada lamanya seorang wanita hamil terpajan, dan bergantung pada
     kekentalan polutan di udara. Asap kendaraan merupakan sumber hampir seluruh
  karbon monoksida yang dikeluarkan di banyak daerah perkotaan.
2. Nitrogen Oksida (N02). Nitrogen oksida yang terjadi ketika panas pembakaran
  menyebabkan bersatunya oksigen dan nitrogen yang terdapat di udara
  memberikan berbagai ancaman bahaya. Zat nitrogen oksida ini sendiri
  menyebabkan kerusakan paru-paru.




                                                                                     4
3.     Sulfur Dioksida (S02). Emisi sulfur dioksida terutama timbul dari pembakaran
     bahan bakar fosil yang mengandung sulfur terutama batubara yang digunakan
     untuk pembangkit tenaga listrik atau pemanasan rumah tangga.
4.     Benda Partikulat (PM). Zat ini sering disebut sebagai asap atau jelaga; benda-
     benda partikulat ini sering merupakan pencemar udara yang paling kentara, dan
     biasanya juga paling berbahaya. Sebagian benda partikulat keluar dari cerobong
     pabrik sebagai asap hitam tebal, tetapi yang paling berbahaya adalah "partikel-
     partikel halus" butiran-butiran yang begitu kecil sehingga dapat menembus
  bagian terdalam paru-paru.
5. Hidrokarbon (HC). Zat ini kadang-kadang disebut sebagai senyawa organik yang
  mudah menguap ("volatile organic compounds/VOC"), dan juga sebagai gas
  organic reaktif ("reactive organic gases/ROG"). Hidrokarbon merupakan uap
  bensin yang tidak terbakar dan produk samping dari pembakaran tak sempurna.
  Jenis-jenis hidrokarbon lain, yang sebagian menyebabkan leukemia, kanker, atau
  penyakit-penyakit serius lain, berbentuk cairan untuk cuci-kering pakaian sampai
  zat penghilang lemak untuk industri.
6. Ozon (O3) atau Asap Kabut Fotokimiawi. Ozon, terdiri dari beratus-ratus zat
  kimiawi yang terdapat dalam asap kabut, terbentuk ketika hidrokarbon pekat di
  perkotaan bereaksi dengan oksida nitrogen. Tetapi, karena salah satu zat kimiawi
  itu, yaitu ozon, adalah yang paling dominan, pemerintah menggunakannya
  sebagai tolok ukur untuk menetapkan konsentrasi oksidan secara umum. Ozon
  merupakan zat oksidan yang begitu kuat (selain klor) sehingga beberapa kota
  menggunakannya sebagai disinfektan pasokan air minum.
7.     Timah (Pb). Logam berwarna kelabu keperakan yang amat beracun dalam
     setiap bentuknya ini merupakan ancaman yang amat berbahaya bagi anak di
     bawah usia 6 tahun, yang biasanya mereka telan dalam bentuk serpihan cat pada
     dinding rumah. Logam berat ini merusak kecerdasan, menghambat pertumbuhan,
     mengurangi kemampuan untuk mendengar dan memahami bahasa, dan
     menghilangkan konsentrasi. Zat-zat ini mulai dari asbes dan logam berat (seperti
     kadmium, arsenik, mangan, nikel dan zink) sampai bermacam-macam senyawa
     organik (seperti benzene dan hidrokarbon lain dan aldehida).


D. Dampak dari Pencemaran Udara
                                                                                    5
1.   Dampak kesehatan
         Substansi pencemar yang terdapat di udara dapat masuk ke dalam tubuh
  melalui sistem pernapasan. Jauhnya penetrasi zat pencemar ke dalam tubuh
  bergantung kepada jenis pencemar. Partikulat berukuran besar dapat tertahan di
  saluran pernapasan bagian atas, sedangkan partikulat berukuran kecil dan gas
  dapat mencapai paru-paru. Dari paru-paru, zat pencemar diserap oleh sistem
  peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh.
         Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISPA (infeksi saluran
  pernapasan akut), termasuk di antaranya, asma,bronkitis, dan gangguan
  pernapasan        lainnya.      Beberapa        zat     pencemar       dikategorikan
  sebagai toksik dan karsinogenik.
2. Dampak terhadap tanaman
         Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi
  dapat     terganggu       pertumbuhannya       dan     rawan     penyakit,    antara
  lain klorosis, nekrosis, dan bintik hitam. Partikulat yang terdeposisi di permukaan
  tanaman dapat menghambat proses fotosintesis.
3. Hujan asam




          pH biasa air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar
     udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan
     menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini antara lain:
         Mempengaruhi kualitas air permukaan
         Merusak tanaman
         Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga
          mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan
         Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan
                                                                                    6
4.        Efek rumah kaca




           Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan
     N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan
     oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer
     dan menimbulkan fenomena pemanasan global.
           Dampak dari pemanasan global adalah:
      Pencairan es di kutub
      Perubahan iklim regional dan global
      Perubahan siklus hidup flora dan fauna
     5.     Kerusakan lapisan ozon




           Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan
     pelindung alami bumi yang berfungsi memfilterradiasi ultraviolet B dari matahari.


                                                                                     7
     Pembentukan dan penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di
     stratosfer. Emisi CFC yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil
     menyebabkan laju penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari
     pembentukannya, sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon.

E.     Penanggulangan Pencemaran Udara
          Penanggulangan pencemaran udara dapat dilakukan dengan cara
    mengurangi polutan dengan alat-alat, mengubah polutan, melarutkan polutan
    dan mendispersikan polutan.
1. Penanggulangan Polusi udara dari ruangan
    Sumber dari pencemaran udara ruangan berasal dari asap rokok, pembakaran
    asap dapur, bahan baku ruangan, kendaraan bermotor dan lain-lain yang dibatasi
    oleh ruangan. Pencegahan pen-cemaran udara yang berasal dari ruangan bisa
    dipergunakan :
2. Ventilasi
    Ventilasi yang sesuai, yaitu :
  ·     Usahakan polutan yang masuk ruangan seminimum mungkin.
  ·     Tempatkan alat pengeluaran udara dekat dengan sumber pencemaran.
  ·     Usahakan menggantikan udara yang keluar dari ruangan sehingga udara yang
      masuk ke-ruangan sesuai dengan kebutuhan.
3. Filtrasi
    Memasang filter dipergunakan dalam ruangan dimaksudkan untuk menangkap
    polutan dari sumbernya dan polutan dari udara luar ruangan.
4. Pembersihan udara secara elektronik
    Udara yang mengandung polutan dilewatkan melalui alat ini sehingga udara
    dalam ruangan sudah berkurang polutannya atau disebut bebas polutan.



                     Tabel 1 Dampak pencemaran udara berupa gas

      NO       BAHAN             SUMBER             DAMPAK/AKIBAT PADA
             PENCEMAR                              INDIVIDU/MASYARAKAT
      1. Sulfur Dioksida   Batu bara atau bahan Menimbulkan efek iritasi pada
         (SO2)             bakar minyak yang saluran nafas sehingga
                           mengandung Sulfur. menimbulkan gejala batuk dan


                                                                                 8
                      Pembakaran limbah sesak nafas.
                      pertanah.

                      Proses dalam
                      industri.
2. Hidrogen Sulfa     Dari kawah gunung   Menimbulkan bau yang tidak
   (H2S)              yang masih aktif.   sedap, dapat merusak indera
                                          penciuman (nervus olfactory)
3. Nitrogen Oksida    Berbagai jenis      Menggangu sistem pernapasan.
   (N2O)              pembakaran.
                                         Melemahkan sistem pernapasan
     Nitrogen         Gas buang kendaran paru dan saluran nafas sehingga
     Monoksida (NO)   bermotor.          paru mudah terserang infeksi.

   Nitrogen Dioksida Peledak, pabrik
   (NO2)             pupuk.
4. Amoniak (NH3)     Proses Industri      Menimbulkan bau yang tidak
                                          sedap/menyengat.

                                     Menyebabkan sistem
                                     pernapasan, Bronchitis, merusak
                                     indera penciuman.
5. Karbon Dioksida Semua hasil       Menimbulkan efek sistematik,
   (CO2)Karbon     pembakaran.Proses karena meracuni tubuh dengan
   Monoksida       Industri          cara pengikatan hemoglobin
   (CO)Hidrokarbon                   yang amat vital bagi oksigenasi
                   .                 jaringan tubuh akaibatnya
                                     apabila otak kekurangan oksigen
                                     dapat menimbulkan kematian.

                                          Dalam jumlah kecil dapat
                                          menimbulkan gangguan berfikir,
                                          gerakan otot, gangguan jantung.

          Tabel 2 Penanggulangan pencemaran udara benbentuk gas

NO        BAHAN       PENANGGULANGAN               KETERANGAN

                                                                            9
      PENCEMAR
1. Sulfur Dioksida   Absorbsi       Dalam proses adsorbsi
   (SO2)                            dipergunakan bahan padat yang
                                    dapat menyerap polutan.
   Hidrogen Suldfida
                                    Berbagai tipe adsorben yang
   (H2S)
                                    dipergunakan antara lain karbon
   Nitrogen Oksida                  aktif dan silikat. Adsorben
   (N2O)                            mempunyai daya kejenuhan
   Nitrogen                         sehingga selalu diperlukan
   Monoksida (NO)                   pergantian, bersifat disposal
   Nitrogen Dioksida                (sekali pakai buang) atau
   (NO2)                            dibersihkan kemudian dipakai
   Amoniak (NH3)                    kembali.
   Karbondioksidak
   (CO2)Karbon
   Monoksida
   (CO)Hidrokarbon
                     Pembakaran     Mempergunakan proses oksidasi
                                    panas untuk menghancurkan gas
                                    hidrokarbon yang terdapat
                                    didalam polutan. Hasil
                                    pembakaran berupa (CO2) dan
                                    (H2O). Alat pembakarannya
                                    adalah Burner dengan berbagai
                                    tipe dan temperaturnya adalah
                                    1200o—1400o F
                     Reaksi Kimia   Banyak dipergunakan pada emisi
                                    golongan Nitrogen dan golongan
                                    Be-lerang. Biasanya cara kerja ini
                                    merupakan kombinasi dengan
                                    cara - cara lain, hanya dalam
                                    pembersihan polutan udara
                                    dengan reaksi kimia yang
                                    dominan. Membersihkan gas
                                    golongan nitrogen , caranya
                                    dengan diinjeksikan Amoniak

                                                                         10
                                           (NH3) yang akan bereaksi kimia
                                           dengan Nox dan membentuk
                                           bahan padat yang mengendap.
                                           Untuk menjernihkan golongan
                                           belerang dipergunakan Copper
                                           Oksid atau kapur dicampur
                                           arang.

              Tabel 3 Dampak Pencemaran udara berupa partikel

NO     BAHAN            SUMBER                DAMPAK/AKIBAT PADA
     PENCEMAR                                INDIVIDU/MASYARAKAT
1. Debu - partikel Debu domestik       Menimbulkan iritasi mukosa,
                   maupun dari         Bronchitis, menimbulkan fibrosis
                   industri            paru.

                    Gas buang          Dampak yang di timbulkan amat
                    kendaraan          membahayakan, karena dapat
                    bermotor           meracuni sistem pembentukan darah
                                       merah .
                    Peleburan timah
                    hitamPabrik        Menimbulkan gangguan
                    battere            pembentukan sel darah merahPada
                                       anak kecil menimbulkan penurunan
                                       kemampuan otakPada orang dewasa
                                       menimbulkan anemia dan gangguan
                                       tekanan darah tinggi.
2    Benzen            Kendaraan       Menimbulkan gangguan syaraf pusat.
                       bermotor.Daerah
                       industri.
3    Partikel polutan Daerah yang      Pada pencemaran udara ruangan
     bersifat biologis kurang bersih   yang ber AC dijumpai beberapa jenis
     berupa :          lingkungannya   bakteri yang mengakibatkan penyakit
     Bakteri, jamur,                   pernapasan.
     virus, telur
     cacing.


                                                                             11
         Tabel 4 Penanggulangan pencemaran udara berbentuk partikel

N        BAHAN                   PENANG-GULANGAN               KETERANGAN
O      PENCEMAR
1. Debu -                 Membersihkan(Scrubbing)Menggunaka   Mempergunakan
   partikelTimah          n filterMempergunakan Kolektor      cairan untuk
   hitam                  MekanisProgram langit               memisahkan
   (Pb)BenzenPartike      biruMenggalakkan penanaman          polutan, dalam
   l polutan bersifat     Tumbuhan                            keadaan alamiah
   biologis berupa                                            (turun hujan)
   :Bakteri, jamur,                                           maka polutan
   virus, telur cacing.                                       partikel dapat
                                                              turut dibawa
                                                              bersama air
                                                              hujan. Alat
                                                              scrubbing ada
                                                              berbagai jenis,
                                                              yaitu berbentuk
                                                              plat, masif,
                                                              fibrous dan spray.

                                                              Dengan filtrasi
                                                              dimaksudkan
                                                              menangkap
                                                              polutan partikel
                                                              pada permukaan
                                                              flter. Filter yang
                                                              digunakan
                                                              berukuran sekecil
                                                              mungkin.

                                                              Dengan
                                                              menggunakan
                                                              tenaga gravitasi
                                                              dan tenaga
                                                              kinetis atau
                                                              kombinasi untuk
                                                              mengendapkan
                                                                              12
polutan partikel.
Sebagai kolektor
dipergunakan
gaya sentripetal
yang memakai
silikon. Semakin
besar partikel
secepat mungkin
proses
pembersihan

Program langit
biru yang
dikumandangkan
oleh pemerintah
Indonesia adalah
mengurangi
pencemaran
udara, khususnya
dari akibat
transportasi. Ada
3 tindakan yang
dilakukan
terhadap
pencemaran
udara akibat
transportasi yaitu
mengganti bahan
bakar, mengubah
mesin kendaraan,
memasang alat-
alat pembersih
polutan pada
kendaraan.

Mempertahanka
n “paru-paru”
kota dengan
                13
                   memperluas
                   pertamanan dan
                   penanaman
                   berbagai jenis
                   tumbuh-
                   tumbuhan
                   sebagai
                   penangkal
                   pencemaran
                   udara.




***DISKUSI SELESAI***
                                14
                           SOAL IPA

1. Bagaimana cara pengaruh polusi udara terhadap ekosistem manusia? (Yufar)
2. Bagaimana cara Trikloroetan mempengaruhi lingkungan? (Chicha)
3. Apa itu efek rumah kaca dan polutan yang mempengaruhi rumah kaca?
   (Atika)
4. Apa akibatnya jika menghirup Formaldehid? (Edward)
5. Sebutkan contoh dan dampak macam-macam asbut! (Lilis)
6. Apa yang menyebabkan pencemaran udara itu terjadi? (Loisa)
7. Apa usaha menangulangi polusi udara? (Desi)



JAWABAN :
1. Akibat dari polusi udara terhadap ekosistem manusia
   a. Susah bernapas
   b. Merusak organ tubuh
   c. Lapisan ozon menipis




2. Karena dari asap tersebut di hasilkan asap yang tidak bagus bagi tubuh
   makhluk hidup, sehingga asap tersebut dapat mempengaruhi lingkungan

                                                                            15
3. Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan
   N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang
   dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam
   lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global. Emisi CFC
   yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju
   penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya,
   sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon.




4. Akibat dari menghirup Formaldehid :
   a. Susah bernapas
   b. Merusak organ tubuh
   c. Mengakibatkan kecacatan janin




                                                                       16
5. Asbut industri :
   Contoh :
   - Asap hasil pembakaran industry




  Dampak :
  - Dapat merusak lingkungan
  - Menganggu pernapasan

  Asbut Fotokimia :
  Contoh :
  - Kebakaran hutan




                                      17
   Dampak :
   - Langit tampak menjadi lebih gelap

6. Karena aktivitas manusia perbuatan manusia yang di buat secara sengaja
   maupun tidak sengaja




7. Cara menanggulangi polusi udara :
   - Melakukan reboisasi/penanaman ulang
   - Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor




                                                                            18

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:3498
posted:1/29/2011
language:Indonesian
pages:18