Sejarah Perkembangan Islam

Document Sample
Sejarah Perkembangan Islam Powered By Docstoc
					KEMUHAMMADIYAHAN
Sejarah Perkembangan
Pemikiran Islam




      Kelas XII Semester Genap
            Oleh : Surtini
Standar Kompetensi
1. Memahami Perkembangan
   Pemikiran Islam
2. Memahami Sikap Muhammadiyah
   terhadap Perkembangan
   Pemikiran Islam
       Kompetensi Dasar
1.   Memahami sejarah timbulnya aliran-aliran pemikiran politik
     dalam Islam
2.   Memahami sejarah timbulnya aliran-aliran pemikiran teologi
     dalam Islam
3.   Memahami sejarah timbulnya aliran-aliran pemikiran fiqh dalam
     Islam
4.   Memahami perkembangan filsafat dan tasawuf dalam Islam
5.   Memahami perkembangan pemikiran Islam kontemporer di
     Indonesia
6.   Memahami sikap Muhammadiyah terhadap aliran pemikiran
     politik, teologi, fiqh, filsafat dan tasawuf dalam Islam
7.   Memahami sikap Muhammadiyah terhadap perkembangan
     pemikiran Islam kontemporer di Indonesia
Sejarah Perkembangan Pemikiran Islam
        Pendahuluan

Pengertian Firqah dan Madzhab

    Macam-macam Firqah            Perkembangan Filsafat Islam

    Pengelompokan Firqah             Perkembangan Tasawuf
                                 Pandangan Muhammadiyah terhadap
   Macam-macam Madzhab           Firqah, Madzhab, Tasawuf dan Filsafat

                                Gerakan Islam Kontemporer di Indonesia
                PENDAHULUAN
Babak baru perkembangan umat islam dimulai dengan hijrahnya Rasulullah
Muhammad SAW hijrah dari Mekkah Al Mukarromah kekota sasrib(madinah) nabi
menjadi kepala dalam masyarakat yang baru dibentuk yang kemudian menjadi
negara, sekaligus menjadi pempin agama. Dalam periode dalam kepimpinan nabi
masih hidup tidak pernah terjadi perbedaan dalam masyarakat yang dipimpinnya,
karena kalau ada perbedaan baik dalam bidang kemasyarakatan maupun
keagamaan, rasulullah Muhammad SAW selalu dapat membacakannya dengan
bimbingan wahyu Allah SWT yang berupa AL-Quranul Karim. Setelah Nabi wafat
kedudukan Beliau tidak tergantikan, namun sebagai kepala negara akhirnya
memalui kesepakatan dan para sahabat dan umat Islam digantikan oleh Abu Bakar
Ash Shiddiq. Abu Bakar menjadi kepala negara menjadi kepala negara memakai
gelar khalifah (pengganti). Setelah Abu Bakar wafat diganti oleh Ustman bin Affan.
Dalam masa pemerintahan Ustman banyak terdapat gejolak, sehingga banyak
terjadi pemberontakan yang akhirnya membawa terbunuhnya Khalifah Ustman.
Ustman kemudian digantikan oleh Ali bin Abi Thalib. Pada masa pemerintahan Ali
terjadi pertentangan yang berasal dari Mekah yakni Talhah dan Zubair yang
mendapat dukungan dari Aisyah (Mu’awiyah). Dalam pertentangan itu kemudian
terjadi perdamaian yang disebut dengan peristiwa Tahkim (Arbitrase) yang
hasilnya menguntungkan Mu’awiyah sehingga Ali memisahkan diri. Golongan Ali
yang memisahkan diri disebut Syi’ah sedangkan golongan yang tidak mendukung
Ali disebut kaum Khawarij (keluar).
PENGERTIAN FIRQAH DAN MADZHAB

* Masalah aqidah yang disebut Firqah
  Contoh : Syi’ah, khawarij, qadariyah, jabariyah,
           mu’tazilah, murji’ah, ahlus sunnah wal
           jama’ah.
* Masalah Furu’iyah yang diluar aqidah atau
  amsalah ‘ubudiyah disebut dengan madzab.
  Contoh : madzhab hanafi, madzhab hambali,
           madzhab Maliki, madzhab syafi’i
Macam-macam Firqah
1. Firqah Syi’ah
    1. Pengertian Syi’ah dan sejarah timbulnya
         Menurut bahasa syi’ah berarti pengikut, pembantu, yaitu
      pengikut dan pembantu setia Ali serta ahli bait Rasulullah,
      mencintai keturunan Nabi Muhammad SAW dan menaati
      pemimpin-pemimpin ang diangkat dari keturunannya. Syi’ah
      ada yang menyimpulkan bahwa syi’ah adalah aliran atau
      kelompok dalam masyarakat Islam yang setia mengikuti dan
      sebagai pendukung Ali bin Abi Thalib.
         Firqah Syi’ah muncul setelah Rasulullah SAW wafat. Orang
      yang pertama muncul adalah orang Yahudi yang mengaku
      beragama Islam yang bernama Abdullah bin Saba’. Dia
      mengakatakann bahwa yang berhak menajdi khalifah stelah
      Nabi wafat hanyalah Ali. Dia menyebarkan fitnah bahwa Abu
      Bakar, Ustman dan Umar telah merampas hak Ali menjadi
      khalifah. Pengikut Abdulah bin Saba’ mengelompokn dalam
      satu aliran yang disbut Firqah Syi’ah.
Macam-macam Firqah
2. Beberapa kelompok dalam Syi’ah dan pendapatnya
   Perkembangan Syi’ah terbagi menjadi beberapa kelompok yang
   berdasarkan pada paham dan pendapat berbeda. Beberapa
   kelompok dalam Syi’ah :
    a. Syi’ah Imamiyah
     Terbagi menjadi dua kelompok yaitu : Syi’ah Itsna ’Asyaraiyah
     dan Syi’ah Sittah
   b. Syi’ah Zaidiyah
      yaitu kelompok Syi’ah yang mengakui Zaid bin Ali Zainul
     Abidin sebagai imam mereka.
   c. Syi’ah Ismailiyah,
      yaitu kelompok Syi’ah yang mengakui bahwa Ismail bin
     Muhammad Al Baqir sebagai imam mereka.
Macam-macam Firqah
 d. Syi’ah Kaisaniyah
      Kaisan adalah budak yang merawat Muhammad bin
    Hanafiyah (putra Ali bin Abi Thalib dari Asma binti Amisy).
    Kelompok Syi’ah Kaisiyah meyakini bahwa yang menjadi imam
    diantara mereka adalah Muhammad bin Hanafiyah tersebut.

2. Firqah Khawarij
  a. Pengertian khawarij dan Sejarah timbulnya
     Khawarij berasal dari kata kharaja yang artinya keluar, yaitu
    orang - orang yang keluar dari pendukung Ali karena kecewa
    kepada Ali. Mereka mengangap Ali telah membuat kepuusan
    yang salah dalam perang Siffin, yaitu berani mengambil
    hukum yang di tetapkan oleh manusia. Mereka memandang
    dirinya sebagai orang mengabdikan diri kepada Allah.
Macam-macam Firqah
b. Beberapa kelompok dalam khawarij dan pendapatnya
   1. Golongan Al Muhakkimah
      Di pimpin oleh Fuka At Tamini yaitu kelompok khawarij asli
      pendukung      Ali.   Mereka      berpendapat    bahwa    Ali,
      Muawiyah,Amru dan Abu Musa adalah orang yang melakukan
      dosa besar dantelah keluar dari islam.
  2. Az Zariqah
      Di pimpin oleh Nafi” bin Al Azraq.Kelompok ini beroendapat
      bahwa pelaku dosa besar tidak hanya kafir tetapi musyrik.
  3. Golongan AN Najdah
      Di pimpin oleh Najdah Ibnu Amir. Kelompok ini berpendapat
      bahwa kelompok di lur ini tidak kafir atau musyrik.
  4. Golongan Al”Ajaridah
       Di pimpin oleh Abdul Karim Ibnu” Ajrad.Kelompok ini
      berpendapat bahwa berhijrah bukan merupakan kewajiban
      seperti yang di ajarkan kelompok Az Zariqah dan AN Najdah,
      tetapi hanya suatu kebajikan.
Macam-macam Firqah
5. Golongan Al Sufriyah
   Di pimpin oleh Ziad Ibnu Al Asfar. Berpendapat bahwa dosa besar di
   bagi menjadi 2 : dosa besar yang sudah ad hukumannya di dunia an
   dosa besar yang tidak ada hukumannya di dunia. Dosa besar kelompok
   1 tidak menjadikan pelakunya kafir, sedang dosa besar ke 2 pelakunya
   menjadi kafir.
6. Golongan Al Ibadiyah
   Di pimpin oleh “Abduulah Ibn “ibad. Kelompok ini yang paling
   moderat. Pendapatnya:
   * Orang Islam yang tidak sepaham dengan mereka tidak musyrik tetapi
   juga tidak mukmin, tetapi termasuk orang kafir yang mengesakan
   Allah.
   * Pelaju dosa besar tidak menjadi musyrik tepai juga sudah tidak
   mukmin. Kalau dilakukan terus menjadi kafir.
   * Orang kafir di bagi menjadi 2: Kafir ni”nah( orang yang tidak
   mensyukuri nikmat Allah) dan kafir millah (keluar dari ajaran Allah)
Macam-macam Firqah
 3. Firkhah Murji’ah
   1. Pengertian Murji’an dan Sejarah timbulnya
         Murji’ah berasal dari kata Arja’a yang artinya menunda atu memberi
    pengharapan. Firkha ini timbul sebagai reaksi kaum khawarij yang
    mengatakan bahwa orang islam yang berdosa besar menjadi kafir.
    Menurut Murji’ah pelaku dosa besar tidak menjadi kafir tetapu tetap
    mukmin, dosa yang di lakukannya di serahkan kepada Allah di hari
    pembalasan kelak.
    Dalam perkembangannya Murji’ah terpecah menjadi 2:
   * Golongan moderat berpendapat pelaku dosa besar selama mengakui
    Allah sebagai, tuhannya dan nabi Muhammad s.a.w sebagai rasul,
    mereka tetap muslim.
  * Golongan eksrtim berpendapat bahwa pelaku dosa besar selama dalam
    hatinya ada keyakinan/ keimanan kepada Allah, tetap bisa masuk surga.
      Firqah Khawarij, Murji’ah sudah tidak mempunyai pengikut lagi ,
    pendapat dan paham mereka dalam bentuk moderatnya telah di ambil
    alih oleh kelomok Ahlus Sunnah wal Jamaah.
Macam-macam Firqah
4. Firqah Mu’tazilah
   Firqah Mu’tazilah muncul karena perbedaan pendapat antara
   tokoh sufi di Basrah dengan muridnya bernama Hasan Al Basri
   dengan muridnya Wasil bin Atha’bersama temannya’Amr bin
   ‘Ubaid, tentang orang yang melakukan dosa besar. Kemudian
   Wasil dan teman; temanya di sebut kelompok atau golongan
   Mu’tazilah( kelompok yang memisahkan diri dari perguruan di
   Basrah yang di pimpin oleh Hasan Basri).
   Ajaran – ajaran pokok dari Mu’tazilah adalah:
   a. Orang islam yang melakukan dosa besar tidak mukmin dan
   tidak kafir tetapi berada di antra ke duanya (Al manzilatu bainal
   manzilataini)
   b. Allah tidak mempunyai sifat karena Allah Maha Suci.
   Yangmemiliki sifat adalah mahkluk (At Tauhid)
Macam-macam Firqah
c. Allah Maha Adil, sehingga Allah tidak mungkin menghendaki manusia
   berbuat yang bertentangan atau menyalahi perintahnya. Manusia
   sendirilah yang menentukan atau mewujudkan peerbuatannya (Al’Adl)
d. Allah berjanji akan membalasatau memberi pahala kepada manusia
   yangberbuat baik dan mengancam manusia yang berbuat kejahatan
   (Al Wa’ad wa Wa’id)
e. Perintah berbuat baik dan larangan berbuat jahat (Al Amru bil Ma’ruf
   wa Nahyu ‘anil Munkar)

5. Firqah Qadariyah dan Jabariyah
   Firqah Qadariyah di pelopori oleh Ma’bad Al Juhani dan Ghailan Al
   Dimasyqi, pada periode Khalifah Umar bin Abdul aziz. Firqah ini
   dikembangkan di daerah Damaskus dsb. Sedangkan Jabariyah lahir
   sebagai reaksi dari pendapat Qadariyah terutama nengenai perbuatan
   manusia.
Macam-macam Firqah
  Firqah Jabariyah di pelopori oleh Al Ja’d bin Dirham dan Jahm bin
  Shafwan. Menurut mereka perbuatan manusia diciptakantuhan dalam
  diri manusia. Manusia tidak mempunyai daya atau kekuatan untuk
  mewujudkan perbuatannya. Manusia ibarat wayang yang tidak dapat
  bergerak kalau tidak digerakkan oleh dalang.

6. Firqah Ahlus Sunnah wal Jama’ah
   Pendiri Ahlu Sunnah wal Jama’ah adalah abu Al Hasan ali bin Ismail Al
   asy’ari, lahir di Basrah. Sejak jecil Al Asy’arididik dalam paham
   mu’tazilah di bawah asuhan ali Al Jubbai. Sampai dengan usia 40 tahun
   Al Asy’ari masih dalam pengikut ajaran Mu’tazilah, setelah umur 40
   tahun menyatakan diri keluar dari mu’tazilah dan akan memberantas
   ajaran yang salah dan dianggapnya salah dan lemah.
   Pendapat dan ajarannya adalah:
    * Tuhan mempunyai sifat, dan mengetahui dengan sifatnya yaitu Maha
   Mengetahui. Sifat Tuhan tentu berbeda dengan sifat mahkluknya.
Macam-macam Firqah
  * Al Qur’an merupakan kalam Allah yang bersifat abadi(qadim)
  sedangkan huruf dan bacaannya adalah ssuatu yang baru (jadid)
  * Manusia mampu menentukan perbuatannya sendiri, namun Alloh
  berhak memberi petujnjuk kepada hamba Nya yang di kehendak Nya.

7. Firqah Ahmadiyah
   1. Sejarah Ahmadiyah
     Firkhah Ahmadiyah muncul pada abad ke 19 (1888), di dusun
      Qadiah, daerah Punjab India. Pendirinya bernama mirzan Ghulam
      Ahmad. Nama Ahmadiyah dinisbahkan kepada nama belakang dari
      nama pendirinya tersebut yakni Ahmad dan iyah berarti pengikud
      Ahmad. Pendapat lain menyebutkan nama yang dipakai dinisbahkan
      pada salah satu nama Rasulullah yang terseebut dalam surat Asaf
      ayat 6, yaitu Ahmad. Sekalipun nama Ahmadiyah dinisbatkan
      kepada salah satu nama Rasul Allah”Ahmad”, namun kebanyakan
      dari mereka berpendapat bahwa setelah Nabi Muhammad, masih
      ada nabi penerus ajaran Nabi Muhammad SAW.
Macam-macam Firqah
2. Aliran- aliran dalam Ahmadiyah
   Setelah Ahmadiyah berdiri dan pendirinya meninggal terjadi
   perselisihaan diantara pengikutnya. Puncak perselisihaan berahkhir
   dengan timbul 2 aliran atau golongan dalam Ahmadiyah:
   a. Jama’at ahmadiyah
     Aliran ini terkenal dengan sebutan Ahmadiyah Qadian, kelompok
     asli dari ahmadiyah. Mereka berpendapat Mirza Ghulam Ahmad
     adalah Al Masih yang dijanjikan (mau’ud), yaitu Al Masih yang kedua
     Al Masih yang ke dua menurut mereka berkedudukan sebagain nabi,
     sehingga Mirza Ghulam Ahmad juga seorang nabi, sekalipun tidak
     membawa syriat baru. Mereka menggambarkan Mirzan Ghulam
     Ahmad dan Nabi muhammad SAW sebagaimana Nabi Harun dan
     Nabi Musa. Orang Islam yang tidak dibaiat kepada kelompok mereka
     termasuk kafir.
Macam-macam Firqah
b. Gerakan Ahmadiyah
   Terkenal dengan sebutan Ahmadiyah Lahore, karena merupakan gerakan dari
   Ahmadiyah yang muncul dan memisahkan diri dari Ahmadiyah Qadiyan pd th
   1914M. Mereka memusatkan kegiatannya di kota Lahore di bwah
   kepemimpinan Maulana muhammad Ali dan kwaja Kamaludin. Mereka
   berpendapat bahwa Mirza Ghulam Ahmad bukan nabi tetapi hanya seorang
   mujaddid (pembaharu) dan muhadast ( orang yang di ajak bicara oleh Tuhan) .
   pengakuan Mirza sebagai nabi berarti merendahkan martabat dan derajat nabi
   Muhammad SAW. Aliran ini dalam sebagian besar keyakinan dan pedapatnya
   hampir sama dengan golongan Islam lainnya. Perbedaannya terletak pada
   keyakinan bahwa “ Mirza Ghulam Ahmad” sebagai muhaddats yang berarti
   seorang yang pernah di ajak bicara oleh Tuhan”.
    Kedua golongan itu berbeda pendapat tentang kedudukan Mirzan Ghulom
   Ahmad, tetapi mereka mempunyai kesamaan dalam ajarannya dalam bidang:
   a) Penolakan jihad dimaksudkan dalam prinsip ajaran Islam
   b) Tidak mau saling menyembeda (besanan) dengan golongan Islam yang lain.
   Mereka juga tidak mau shalat berjama’ah dengan kelompok yang lain.
1. Firqah yang berkaitan mengenai perbedaan pendapat
   masalah khilafah, imamah, yaitu firqah Syi’ah dan
   Khawarij
2. Firqah yang berkaitan mengenai perbedaan pendapat
   masalah kedudukan pelaku dosa besar yaitu firqah
   Khawarij, Murji’ah, dan Mutazilah
3. Firqah yang berkaitan mengenai perbedaan pendapat
   masalah perbuatan manusia, apabila murni kehendak
   Allah, atau murni inisiatif manusia, yaitu firqah
   Qadariyah, Jabariyah, Asy’ariyah (Ahlus Sunnah Wal
   Jama’ah)
4. Firqah yang dikaitkan mengenai perbedaan pendapat
   masalah nabi terahkir yaitu firqah Ahmadiyah.
1. Madzbah Hanafi, dinisbahkan kepeda imam Abu Hanafi An Nu’man
   tsabit (80-150 H). Pendapat hukumnya abu Hanafi dipengaruhi oleh
   perkembangan hukum yang terjadi di Kufah (kota yang jauh dari
   Madinah sehingga sunah tidak dapat dikenal waktu itu). Sunah yang
   digunakan betul betul orisinil atau shahih dikenal sebagai Ahl Ra’y
   (memutuskan hukum berdsarkan pada akal ). Kitab karanganya yang
   terkenal : Al Jawami. Penganutnya tersebar di negara Turki, Suria,
   afganistan, turkistan dan India.
2. Madzhab Maliki, dinisbahkan kepada Malik bin Anas dari Madinah(93-
   179 H).Dalam memutuskan hukum tidak berdasarakn dari Al Qur’an
   dan sunah, Beliau menggunakan qiyas dan Al Masalih Al Mursalah
   (maslahat umum). Kitab karanganya yang terkenal adalah Al Muwatta’
   berisi hadits dan fikih. Madzhab Maliki banyak dianut di Hijaz,
   Maroko, Tunis, Tripoli, Mesir Selatan, Sudan, Bahrain dan Kwait.
3. Madzhab Syafi’i, dinisbahkan kepada Imam Muhammad bin Idris Asy
   Syafi’i lahir di Gaza dari suku qurais (150- 204 H) dalam pemikiran
   hukumnya Asy Syafi’i berpegang pada 5 sumber yaitu : Al qur’an, Sunah
   Nabi, Ijma’ atau konsensus sahabat yang tidak dapat perselisihan di
   dalamnya, pendapat sahabat yang terdapat didalamnya perselisihan serta
   qiyas.
  Imam Syafi’i meninggalka 2 benttutk madzhab:
  a. Madzhab dalam bentuk lama, disusun ketika beliau di Bagdad,
   terkandung dalam kitab karanganya: Ar Risalah, Al Ummdan Al Mabsut.
  b. Madzhab dalam bentuk baru, disusun ketika Beliau pindah ke Mesir,
   Merupakan pendapat – pendapat baru dari perubahaan pendapat-
   pendapatnnyayang lama9ketika di Bagdad).

 Madzhab Syafi’i diikuti umat Islam di daerah pedesaan Mesir, Palestina,
 Suria, Libanon, Irak, Hijaz, Oersia, Yaman dan sebagian Indonesia.
4. Madzhab Hambali dinisbahakan kepada Imam Ahmad bin Hambal
   lahir di Bagdad bersasal dari keturunan Arab (164-241). Dalam
   pemikiran hukumnya Beliau berpegang pada 5 sumber, yaitu Al
   Qur’an, Sunnah, pendapat sahabat yang tidak mendapat tantangan
   dari sahabat lain, pendapat seseorang atau beberapa sahabat yang
   sesuai dengan aA Qur’an dan sunnah,serta qiyas. Kitab karanganya
   adalah: Al Musnad berisi 40.000 hadits. Pengikut madzhab Hambali
   tersebar dibeberapa daerah mesir ,Irak ,Suria, Palestina dan Saudi
   Arabia.
   Sebab sebap hanya 4 madzhab yang di kenal oleh masyarakat:
  a. Faham dan pendapat para imam tersebut dicatat dan dibukukan
   oleh para muridnya yang kebetulan mereka memiliki pengaruh di
   kalangan masyarakat pada waktu itu.
   b. Pengaruh dari pejabat pemerintah yang mengikuti salah satu dari
   empat madzhab tersebut, sehingga mereka menggunakan
   kekuasaannya menjadikan madzhab yang diikutinya menjadi madzhab
   resmi negara.
PERKEMBANGAN FILSAFAH ISLAM

1. Al Kindi
   Nama lengkapnya Abu Yusuf Ya’qub Ibnu Ishaq Al Kindi. Lahir
   di Kufah Tahun 796 M, meninggal di Bagdhad th 873 M.
   Merupakan satu satunya filosof muslim yang berasal dari
   keturunan Arab, sehingga disebut failosof Al Arab (filoso orang
   arab). Selain sebagai filosof Al Kindi juga sebagai ilmuwan di
   zamannya. Buku karangannya mencakup berbagai cabang ilmu
   pengetahuan antara lain: ilmu hitung (matematika), ilmu jiwa,
   ilmu musik, dsb.
   Pemikiran filsafatnya Al Kindi berpendapat bahwa antara
   filsafah dengan agama tidak ada pertentengan . Ilmu Tauhid atau
   teologimerupakan cabang termulia dari filsafat, menurut
   pendapatnya filsafat membahas tentang kebenaran atau hakekat.
   Hakekat pertama (Al Haq Al Awwal) itulah Tuhan.
PERKEMBANGAN FILSAFAH ISLAM

2. Al Farabi
   Nama lengkapnya adalah Abu Nasr Muhammad ibn Tarkhan Ibn
   Uzlagh Al Farabi, lahir di Farabtrasoxania TAhun 872 M dari
   keturunan Turki dan meninggal di Damsyik th 950M . Selain
   sebagai filosof Al farabi mempunyai pemahaman keagamaan
   yang tinggi dan hidup sebagai seorang sufi.Pemikiran filsafah Al
   Farabi terkenal dengan filsafah emanasi (segala yang ada di alam
   ini memancar dari Dzat Tuhan)
   Al Kindi terkenal dengan sebutan Al Failosof al Arab, Al Farabi
   terkenal degan sebutanAl Mu’allim Ats tsani (guru yang kedua),
   guru pertamanya adalah Aristoteles.
PERKEMBANGAN FILSAFAH ISLAM

3. Ibnu Sina
  Nama lengkapnya adalah Abu ‘Ali Husain Ibn Abdillah Ibn Sina,
   lahir di Afshana (Bukhara) th 980 M, meninggal Tahun 1037 M.
   Filosofi Ibhu Sina juga sebagai dokter, di negara barat terkenal
   dengan nama avicenna . Karya besar yang membuatnya terkenal
   kitab Al Qanun Fi Al Tibb (berisi ensiklopedia tentang ilmu
   kedokteran) dan Asy Syifa’ (berisi tentang ensiklopedi tentang
   filsafah Ariestoteles dan ilmu pengetahuan)
   Dalam ilmu filsafahnya Ibnu Sina mempunya faham emanasi.
   Wujud ia bagi menjadi 3 yaitu : wajib, mungkin, dan mustahil .
   Dia mendapat gelar Asyaikh Al Rais yang berarti pemimpin
   utama dari para filosof.
PERKEMBANGAN FILSAFAH ISLAM

4. Al Gazali
    Nama lengkapnya Abu Hamid Muhammad Ibn Muhammad Al
   Ghazali, lahir di Ghazaleh sustu desa di Khurasan tahun 1059 M,
   meninggal di Tus tahun 1111 M. Menurut Al Ghazali ada 3 pendapat
   filosof yang mengarah dan menyebabkan kekufuran yaitu:
   a. Pendapat yang mengatakan bahwa alam ini qadim dalam arti tidak
   bermula dalam waktu
   b. Pendapat yang mengatakan bahwa tuhan tidak mengetahui
   perncian yang terjadi di alam ini
   c. Pendapat yang mengatakan bahwa kebangkitan abadi tidak ada.

  Kitab Al Ghazali yang terkenal adalah Tahafut Al Falasifah(kekacauan
  pemikiran filosof filosof) dan Ihya’’uhlum Ad din9berisi ilmu ilmu
  keagamaan)
PERKEMBANGAN FILSAFAH ISLAM

5. Ibnu Rusyd
   Nama lengkapnya adalah Abu Al Walid Muhammad Ibn Ahmad
   Ibn Muhammad Ibn Rusyd, lahir di Cardova Tahun 1126 M dan
   meninggal di Maroko tahun 1198 M. Dalam bidang Filsafat, Ibnu
   Rusyd banyak memusatkan perhatian pada filsafat Aristotelesb
   dan menulis ringkasan dan tafsiran yang mencakup sebagian
   pendapat dan karangan Aristoteles. Ibnu Rusyd juga sebagai
   seorang dokter. Hasil karyanya antara lain :
   a. Al Kuliyat (berisi ilmu-ilmu di bidang kedokteran)
   b. Tahafut Al Tahafut (sebagai jawaban buku Al Ghazali Tahafut
   Al Falasifah)
   c. Bidayatu Al Mujtahid (merupakan karya di bidang hukum)
PERKEMBANGAN TASAWUF
Tasawuf merupakan usaha untuk mendekatkan diri dan
berhubungan langsung dengan Tuhan dengan mengasingkan
diri dan kontemplasi. Ahli tasawuf disebut sufi.
Tokoh-tokoh sufi :
1. Rabi’ah Al Adawiyah
2. Zunnun Al Misri
3. Abu Jazid Al Bustamilah
PANDANGAN MUHAMMADIYAH TERHADAP
FIRQAH, MADZHAB, TASAWUF DAN FILSAFAT
Sesuai surat An Nisa ayat 59 dan 82
Muhamamdiyah berpendapat bahwa pintu Ijtihad
tetap terbuka sepanjang masa. Pintu Ijtihad
terbuka     bagi    siapapun   asal  memenuhi
persyaratan.      Ijtihad    yang     dilakukan
Muhamamdiyah dilakukan secara bersama-sama,
yaitu melalui ulama-ulama yang terhimpun dalam
Majelis Tarjih.
1. Gerakan Tarbiyah
   Gerakan tarbiyah adalah gerakan yang mengadopsi atau meniru
   Ikhwanul Muslimin yang didirikan pad atahun 1928 oleh Hasan Al
   Banna di Mesir untuk diterapkan di Indonesia. Gerakan tarbiyah
   masuk ke Indonesia pada wal Tahun 1970an melalui gerakan
   dakwah di kampus-kampus. Pada tahun 1998 ketika terjadi
   reformasi, para aktivis mendirikan partai yang dimana tarbiyah
   digunakan sebagai perekrutan anggota. Sehingga Muhammadiyah
   mendorong Muhammadiyah mengelurkan Surat Keputusan yang
   mengingatkan bahwa partai PKS mengarah pada kekuasaan.
   Muhammadiyah juga tidak memberi ijin penggunaan fasilitas
   Muhammadiyah sebagai tempat kegiatan politik.
2. Hizbut Tahrir Indonesia
    Hizbut Tahrir Indonesia adalah duplikasi Hizbut Tahrir yang
   berpusat di Yordania. Gerakan tersebut mengembangkan ajaran
   Pan Islamisme yang artinya persatuan Islam dengan cita-cita
   mendirikan Khilafah Islamiyah secara internasional yang berkiblat
   di Yordania.
   Menurut mereka amar ma’ruf nahi munkar adalah tuga negara,
   maka wajib mewujudkan suatu negara Islam.
   Pemikiran Hizbut Tahrir berbeda dengan Muhammadiyah, sebab
   bagi Muhammadiyah mengindahkan segala hukum, undang-
   undang, peraturans erta dasar dan falsafah negara yang syah adalah
   ciri sifat Kepribadian Muhammadiyah.
3. Jama’ah Tabligh
   Merupakan gerakan tabligh non politik yang didirikan oleh Syekh
   Muhammad Ilyas di India pada abad ke 19. Metode dakwahnya
   adalah Al Khuruj yaitu keluar melakukan dakwah dengan peralatan
   hidup yang sangat sederhana. Materi dakwahnya menaidakan amar
   ma’ruf nahi munkar karena menurut mereka umat Islam masih
   dalam kondisi pembentukan kehidupan yang Islami. Menurut
   mereka taqlid kepada madzhab adalah suatu keharusan dan
   membolehkan berbaiat kepada syeknya.
   Pemikiran Jama’ah Tabligh berbeda dengan Muhammadiyah,
   karena Muhammadiyah netral terhadap madzhab dan tidak
   membolehkan berbaiat kepada syeknya.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:6104
posted:1/28/2011
language:Indonesian
pages:33