Docstoc

Khittah Muhamamdiyah

Document Sample
Khittah Muhamamdiyah Powered By Docstoc
					KEMUHAMMADIYAHAN




  Khittah Muhammadiyah
 Kelas XII Semester Ganjil
      Oleh : Surtini
Standar Kompetensi
   Memahami Landasan
 Operasional Muhammadiyah
     Kompetensi Dasar
1. Memahami Khittah Perjuangan Muhammadiyah
    Indikator :
     Menerangkan pengertian Khittah
        Muhammadiyah
     Menyebutkan fungsi Khittah
     Menyebutkan macam-macam Khittah
        Muhammadiyah
     Menerangkan sejarah perumusan
        masing-masing Khittah
     Menjelaskan uraian masing-masing Khittah
     Kompetensi Dasar
2. Membiasakan Perilaku Islam sesuai dengan
   Khittah Perjuangan Muhammadiyah
   Indikator :
    Mengindentifikasi perilaku Islami sesuai
   Khittah Muhammadiyah
    Mengidentifikasi perilaku intiqod
    Mengidentifikasi perilaku ukhuwah Islamiyah
Khittah Muhammadiyah
                 Pendahuluan

   Pengertian Khittah Muhammadiyah

     Fungsi Khittah Muhammadiyah

   Macam-macam Khittah Muhamamdiyah

    Sejarah Perumusan, Matan, dan Penjelasan Isi
       Masing-masing Khittah Muhammadiyah

         Perilaku Islami Sesuai Khittah
                Muhammadiyah
                 Pendahuluan
     Sebagaimana ditegaskan dalam rumusan Matan Keyakinan dan Cita-
cita Hidup Muhammadiyah (MKCHM) bahwa Muhammdiyah adalah
gerakan berasas Islam, bercita-cita dan bekerja untuk terwujudnya
masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, untuk melaksanakan fungsi
dan misi manusia sebagai hamba dan khalifah Allah dimuka bumi. Untuk
mencapai cita-cita tersebut diperlukan pedoman yang berisi arah,
kebajikan dan langkah-langkah yang harus ditempuh sehingga usaha yang
dilakukan itu benar-benar dapat terwujud cita-cita yang diidamkan.
Pedoman      diperlukan,    karena    dalam    perjalanan    hidupnya,
Muhammadiyah senantiasa menghadapi berbagai macam persoalan dan
mengalami situasi yang berubah-ubah. Tanpa pedoman yang jelas dapat
dipastikan akan terjadi kesimpangsiuran perjuangan serta keragu-raguan
dalam menghadapi situasi yang selalu berubah tersebut. Pedoman itulah
yang disebut dengan Khittah Muhammadiyah atau Khittah Perjuangan
Muhamamdiyah.
Pengertian Khittah Muhammadiyah
Khittah berasal dari bahasa arab (khithotun) yang
artinya garis / langkah. Sehingga arti khittah
Muhammadiyah berarti garis-garis besar atau
langkah- langkah persyarikatan Muhammadiyah.
Dari segi istilah (ishtilahi) yang di maksud Khittah
Muhammadiyah adalah pedoman yang berisi arah,
kebijakan atau langkah-langkah yang di rumuskan
oleh persyarikatan Muhammdiyah, yang harus di
laksanakana untuk tercapainya tujuan yang telah di
tetapkan.
FUNGSI KHITTAH MUHAMMADIYAH
Khittah Muhammadiyah berfungsi sebagai landasan
operasional, berisi garis- garis besar pelaksanaan
dari hal-hal yang tercantum dalam landasan idiil.
Landasan idiil Muhammadiyah dapat berwujud
Muqaddimah AD Muhammadiyah, MKCHM dan
Kepribadian Muhammadiyah’ Hubungan Khittan
Muhammadiyah dengan tiga landasan iddil adalah
sebagai penjelasan atau penjabaran landasan idiil.
Muhammadiyah berdiri tanggal 8 Dzulhijah 1330 H
bertepatan dengan tanggal 18 November 1912 M. Menjelang
seabad usianya, Muhamamdiyah berhasil menetapkan
Khittah Perjuangannya, antaran lain:
 1. Langkah Muhammadiyah 1938-1940, terkenal dengan
    sebutan Langkah       Dua Belas Muhammadiyah,
    dirumuskan pada periode kepempinan KH. Mas Mansur.
 2. Khittah Palembang 1956-1959, dirumuskan pada
    Muhtamar Muhammdiyah ke-33 tahun 1965 di
    Palembang pada periode kepemimpinan Ahmad Rasyd
    Sutan Mansur.
1. Khittah perjuangan Muhammadiyah 1969, dirumuskan pada
   sidang Tanwir Muhammadiyah tanun 1969 di Ponorogo Jawa
   Timur pada periode kepemimpinan KH. Abdul Rozaq
   Fachruddin.
2. Kittah perjuangan Muhammadiyah 1971, dirumuskan pada
   Muktamar Muhammadiyah ke-38 tahun 1971 di Ujung
   Pandang pada periode kemempinan KH.Abdul Rozaq
   Fachrudin.
3. Khittah perjuangan Muhammdiyah 1978, dirumuskan pada
   Muktamar Muhammadiyah tahun 1978 di Surabaya pada
   poriode kepemimpinan KH.Abdul Rozaq Fachrudin.
4. Khittah Muhammadiyah dalam kehidupan berbangsa dan
   bernegara 2002, dirumuskan dan ditetapkan pada sidang
   tanwir Muhammdiyah tahun 2002 di Denpasar Bali, sehingga
   sering di sebut tittah Denpasar atau Khittah Bali. Khittah
   tersebut dirumuskan pada era kepemimpinan Prof. Drh.
   Ahmad Syafi’i Ma’arif
a. Sejarah Perumusan langkah Muhammdiyah 1938-1940
   Langkah Muhammdiyah tersebut terdapat dalam surat Hoofdbestuur
   Moehammadijah tanggal 7 Mei 1939 no 295 /E berisi 12 langkah
   Muhammdiyah. Isinya di kelompokan menjadi 2 yakni:
    1. Langkah ilmmi yaitu langkah – langkah yang masih memerlukan pejelasan
       sebelum di laksanakan terdapat pada langkah no, 1 sampai 7
   2. Langkah Amali yaitu langkah langkah yang tinggal mengamalkan atau
       melaksanakan sehingga tidak perlu di jelaskan terdapat pada langkah ke 8
       -12
b. Matan Muhammdiyah 1938-1940
    Langkah Muhammdiyah 1938-1940 menjujung tinggi firman Tuhan Alloh,
   yang termaktup dalam Al Ouran dan engambil teladan akan perjalanan Nabi
   Muhammad yang terhimpun dalam kitab hadisnya.
    Hoofdbestuur[PP] Muhamadiyah dengan sungguh melangsungkan
   langkahnya yang lebih luas dan menetapkan jejaknya yang kokoh dalam
   tahun 1938-1940, akan :
   Memperdalam masuknya iman
   Memperluas paham agama
   Memperbuahkan budi pekerti
   Menuntun amalan Intiqad
   Mengutkan Persatuan
   Menegakkkan Keadilan
   Melakukan kebijaksanaan
   Menguatakan majelis Tanwir
   Mengadakan Konferensi Bagian
   Mempermusyawaratkan Putusan
   Mengawaskan Gerakan jalan
   Mempersambungkan Gerakan luar
   Langkah langkan ke 1-7 adalah langkah ilmi yang menghajatkan
    keterangan , adapapun langkah k 8-12 adalah langkah amali yakni
    tinggal terus di praktikkhan saja.
c. Penjelasan langkah Muhammdiyah 19438-1940
    1. Penjelasan langkah pertama
       a. Pengertian Iman
          Orang di katakan beriman kalo telah menepati 3 unsur
          iman yaitu:
          * Percaya dalam hati
          * Mengucapkan kepercayaannya dalam lisan
          * Mengamalkan kepercayaan dan ucapannya dengan
            seluruh anggota badan/perbuatan dalam kehidupan
            sehari- hari
      b. Cara memperdalam masuknya iman
         Agar iman tetap menyatu dalam hati sanubari kita
         hendaklah di lakukan 2 hal yaitu: Menambah tebalnya iman
         dan menjaga agar cahaya iman tetap cemerlang
2. Penjelasan langkah ke 2
   Pada langkah yang ke 2 ini, muhammdiyah berpendapat bahwa ajaran
   agama Islam yang sudah sempurna tersebut perlu di adakan perluasan
   cara memahaminya .Ulama berpedapat bahwa agama Islam di bagi
    menjadi 2 bagian pkok: pertama yaitu ajaran yang berhubungan
    dengan kepercayaan atau i’tiqod. Bagian yang ke 2 disebut furu’
    adalah bagian yang berhubungan dengan masalah ibadah,
    mu’amalah, hudud[perbatasan dll].
3. Penjelasan langkah ke 3
    Beberapa ahklak mulia yang di anjurkan bagi setiap mukmin,
    terlebih bagi warga Muhammdiyah:
     * Takut hanya pada Allah
     * Menepati perjanjian
     * Berkata dan berbuat benar
     * Rahmah dan mahabbah pada sesama manusia teristimewa
       terhadap sesama mukmin
4. Penjelasan langkah ke 4
    Intiqod adalah mengoreksi kesalahan atau kekurangan diri sendiri untuk
    kemudian melakukan perbaikan pada waktu berikutnya.Sasaran intiqod ada 3
    yaitu: Kepada diri sendiri, yang lain dan kepada organisasi yabg di ikutinya.
5. Penjelasan langkah ke 5
   Langkah Muhammdiyah yang ke 5 ini mengandung 3 maksud yaitu:
   * Mengutkan Persatuan Organisasi
   * Mengkokohkan pergaulan persaudaraan
   * Mempersamakan hak dan memberikan kemerdekaan lahirnya
     pemikiran untuk kebaikan organisasi
6. Penjelasan Langkah ke 6
   Menegakkan keadailaan seperti dalam surat an Nisa ayat 135
7. Penjelasan Langkah ke 7
   Dalam pengertian hikmah, Muhammdiyah berpendapat bahwa: Hikmah dari
    Allah itu mengadakan barang dengan sempurna dan hikmah dari manusia itu
    mengetahui barang yang wujud dan melakukan kebijaksanaan.
8. Penjelasan langkah ke 8
    Majelis berfungsi sebagai unsur pembantu pimpinan dalam
    Muhammdiyah.
9. Penjelasan Langkah ke 9
    Bagian dari perkembangan dapat berupa majelis dan lembaga
10. Penjelasan Langkah k 10
     Muhammdiyah permusyawaratan tebagi menjadi 2 macam:
    permusyawaraan legislatif dan permusyawaratan teknis
11. Penjelasan Langkah ke 11
    Mengawasin gerakan dengan melalui monitoring dan evaluasi
    terhadap amal usaha, program dan kegiatan persyarikatan
12. Penjelasan Langkah ke 12
    Mempersambungkan gerakan luar
KHITTAH PALEMBANG 1956-1959
a. Sejarah Thittah Palembang 1956-1959
   Muhammdiyad pertama kalinya memperkenlkan khittah / garis
   perjuangan/ kebijakan organisasi pad muhtamar ke 33 di Palembang
   Tahun 1956. Ketua pimpinan pusat saat itu adalah Buya AR. Sutan
   Mansur.
b. Matan / teks Khittah Palembangdi
   Muhammadiyah menetapkan Khittah (yang batasi dalalm waktu yang
   tertentu) buat tahun 1956-1959.
    * Menjiwai pribadi para anggota terutama pimpinan Muhammadiyah
    * Melaksanakan Uswatun Hasanah
    * Mengutuhkan Organisasi dan Menerapkan Administrasi
    * Memperbanyak dan Mempertinggi Mutu Asal
    * Mempertinggi Mutu Anggota dan Membentuk Kader
    * Memperkuat Ukhuwah
    * Menuntun Penghidupan Anggota
KHITTAH PALEMBANG 1956-1959
c. Penjelasan Isi Khittah
   Khittah Palembang berisi dua bagian pokok yaitu bagian
   pengantar dan bagian isi. Bangian pengantar menguraikan
   tentang KH. Ahmad Dahlan mendirikan perserikatan
   Muhammadiyah dan penguraian Muhammadiyah perlu
   merumuskan langkah-langkah konkrit untuk mewujudkan
   maksud dan tujuan yang tercantum dalam Anggaran Dasar.
   Sedangkan bagian isi menguraikan tujuh langkah pokok, berisi
   garis kebijakan program dalam Muhammadiyah untuk tahun
   1956-1959.
Khittah Ponorogo
Khittah Ponorogo pada dasarnya menjelaskan bahwa Muhammadiya
adalah organisasi dakwah Islam yang bekerja dalam bidang kemasyarakatan.
Isi khittah Ponorogo dibagi menjadi dua bagian :
1. Pola dasar perjuangan Muhammadiyah, terbagi menjadi sembilan nomor :
    a. Nomor 1 menegaskan bahwa Muhammadiyah berjuang untuk
     mencapai keyakinan yang bersumber pada ajaran Islam.
  b. Nomor 2 menegaskan bahwa untuk mencapai keyakinan yang
     bersumber pada ajaran Islam tersebut dilaksanakan dengan dakwah
     amar ma’ruf nahi munkar.
  c. Nomor 3 menegaskan bahwa kegiata dakwah amar ma’ruf nahi munkar
     dilaksanakannya melalui dua saluran yaiatu : saluran politik
     kenegaraan dan saluran masyarakat.
  d. Nomor 4 menegaskan bahwa alat yang digunakan untuk dakwah amar
     ma’ruf nahi munkar bidang politik dengan mendirikan partai politik,
     sementara organaisasi kemasyarakatan dengan organisasi non partai.
Khittah Ponorogo
 e. Nomor 5 menegaskan bahwa Muhammadiyah memilih dan menetapkan
   dirinya sebagai gerakan Islam amar ma’ruf nahi munkar, sedang alat
   perjuangannya di bidang politik Muhammadiyah membentuk partai politik
   (dengan nama Parmusi)
 f. Nomor 6, 7, 8, 9 menyebutkan peraturan yang mengatur hubungan antara
   Muhammadiyah dan partai poliyik (termasuk partai yang dibentuknya)
  * Partai politik merupakan objek binaan Muhammadiyah
  * Antara Muhammadiyah dan partai politik tidak ada hubungan organisatoris,
    tetapi mimiliki hubungan idiologis,
  * Muhammadiyah dan partai politik berjalan menurut caranya masing-masing
   yang penting tujuannya sama.
  * Tidak diijinkannya rangkap jabatan di Muhammadiyah dan partai politik.
2. Program Dasar Perjuangan
  Muhammadiyah dalam teori konsepsional berupa program, program
  operasional diwujudkan dalam usaha, konkrit, riil perwujudan kegiatan.
  Khittah Ujung Pandang
a. Sejarah Dirumuskan
  Khittah Ujung Pandang dirumuskan pad amuktamar Muhammadityah ke-
  38 tahun 1971 di kota Ujung Pandang / Makasar, Sulawesi Selatan. Khittah
  Ujung Pandang dijadikan pedoman untuk menentukan sikap
  Muhammadiyah di bidang politik.
b. Matan Khittah Ujung Pandnag
  Dalam Muktamar Muhammadiyah ke-38 Muhammadiyah dengan partai
  dan organisasi lainnya dalam meingkatkan Muhammadiyah dalam bidang
  dakwah agama Islam. Memutuskan sebagai berikut :
  1. Muhamamdiyah sebagai gerakan dakwah Islam tidak mempunyai
    hubungan organisatoris dan aviliasi dari suatu partai atau organisasi
    apapun.
  2. Setiap anggota Muhammadiyah mempunyai hak asasi memasuki atau
    tidak memasuki organisasi lain selama tidak menyimpang AD ART dan
    ketentuan lain Muhammadiyah.
  3. Setelah Pemilu tahun 1971, Muhammadiyah melakukan amar ma’ruf nahi
  munkar secara konstruktif dan positif terhadap partai muslimin Indonesia.
  4. Dalam bidang pembangunan Muhammadiyah, Pimpinan Pusat
    Muhammadiyah mengariskan kebijakan dan menggambil langkah
    langkah dalam pembangunan ekonomi, sosial dan mental spiritual.
c. Penjelasan Isi Khittah Ujung Pandang
  Khittah Ujung Pandang menegaskan sikap Muhammadiyah dalam bidang
  politik. Penegasan tersebut adalah :
  1. Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah benar-benar netral terhadap
    politik praktis dan partai politik, dan tidak mempunyai hubungan afiliasi
    apapun, bahkan menajga jarak dengan semua partai.
  2. Muhamamdiyah menampakkan kenetralannya dengan meletakkan
    partai apapun termasuk Parmusi berada di luar Muhammadiyah, dengan
    semangat melakukan amar ma’ruf nahi munkar terhadapnya.
  3. Memeberi kebebasan kepada warga Muhammadiyah untuk
    menggunakan hak politiknya maupun menggunakannya.
 4. Memberi amanah kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah agar
  mengambil langkah-langkah dalam pembangunan ekonomi, sosial,
  maupun spiritual.
Khittah Perjuangan Muhammadiyah Tahun 1978
a. Sejarah Dirumuskan
   Khittah Perjuangan Muhammadiyah tahun 1978 merupakan garis
   besar perjuangan Muhammadiyah yang diputuskan pada Muktamar
   Muhammadiyah ke-40 di Surabaya. Khittah tersebut adalah
   penyempurnaan dari Khittah Ujung Pandang, yang paling tampak
   adalah sikap Muhammadiyah terhadap politik.
b. Matan Khittah Muhammadiyah Tahun 1978
   Khittah Perjuangan Muhammadiyah Tahun 1978
   1. Hakekat Muhammadiyah
       Perkembangan masyarakat Indonesia baik yang disebabkan
   dinamika dari dalam maupun luar telah menyebabkan perubahan di
   berbagai bidang. Muhammadiyah sebagai gerakan dalam mengikuti
   perkembangan dan perbahan itu selalu senantiasa melaksnakan amar
   ma’ruf nahi munkar.
  2. Muhammadiyah dan Masyarakat
      Sesuai dengan khittahnya, Muhamamdiyah mempunyai maksud
   membentuk keluarga dan masyarakat sejahtera sesuai dengan dakwah
   jama’ah.
Khittah Perjuangan Muhammadiyah Tahun 1978
  3. Muhammadiyah dan Politik
     Usaha Muhamamdiyah dalam bidang politik dilaksanakan berdasar
  landasan dan peraturan yang berlaku dalam Muhammadiyah.
 4. Muhammadiyah dan Ukhuwah Islamiyah
      Sesuai dengan kepribadiannya, Muhammadiyah akan bekerja sama
  dengan golongan Islam manapun jika dalam usaha menyiarkan dan
  mengamalkan agama Islam serta membela kepentingannya, yang
  mana      Muhammadiyah      tidak   akan      menggabungkan   dan
  mensubordinasikan organisasi-organisasi lain.
 5. Dasar Program Muhammadiyah
     Khittah Perjuangan menggariskan program jangka pendek yang
  harus dijabarkan dan dilaksanakan oleh segenap warga
  Muhammadiyah :
   a. Memulihkan kembali kembali Muhammadiyah sebagai
  persyarikatan yang menghimpun sebagian anggota masyarakat, terdiri
  dari muslimin dan muslimat yang beriman teguh, taat beribadah,
  berakhlak mulia dan menajdi teladan baik di tengah-tengah
  masyarakat.
Khittah Perjuangan Muhammadiyah Tahun 1978
  b.Meningkatkan pengertian dan kematangan anggota Muhammadiyah
  tentang hak dan kewajibannya sebagai warga negara dalam Negara
  Kesatuan Republik Indonesia dan meningkatkan kepekaan sosialnya
  terhadap persoalan-persoalan dan kesulitan masyarakat.
  c. Menempatkan persyarikatan Muhamamdiyah sebagai pusat gerakan
  untuk melakasanakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar ke
  segala penjuru lapisan masyarakat serta di segala bidang kehidupan.

c. Penjelasan Isi Khittah Perjuangan Muhammadiyah tahun 1978
   Khittah Perjuangan Muhammadiyah tahun 1978 menegaskan tentang :
   1. Hakikat Muhamamdiyah
       Menegaskan kembali bahwa Muhammadiyah selalu menempatkan
   diri sebagai gerakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar.
   2. Hubungan Muhamamdiyah dan Masyarakat
       Menegasakan bahwa gerakan dakwah Muhammadiyah dilakukan
   semata-mata untuk membentuk masyarakat sejahtera.
Khittah Perjuangan Muhammadiyah Tahun 1978
3. Muhammadiyah dan Politik
       Khittah Perjuangan Muhammadiyah tahun 1978 menegasakan bahwa
   Muhamamdiyah ingin melepaskan diri dari bayang-bayang partai politik.
   Berdasar khittah Perjuangan ini, Pimpinan Pusat Muhammadiyah
   mengelurkan sikap politik yang netral dalam menghadapi Pemilu dan juga
   larangan rangkap jabatan di organisasi lain yang amal usahanya sejenis
   dengan Muhammadiyah.
4. Muhammadiyah dan Ukhuwah Islamiyah
      Muhammadiyah menegaskan bahwa Muhammadiyah terbuka dengan
   organisasi lain dalam menjalin persaudaraan.
5. Dasar Program Muhammadiyah
   Muhammadiyah menetapkan langkah :
   a. Memulihkan kembali Muhammadiyah sebagai persyarikatan
   b. Meningkatkan pengertian warganya tentang hak dan kewajiban sebagai
      WNI
   c. Melaksanakan kegiatan dakwah amar ma’ruf nahi munkar ke segenap
      penjuru dan segala bidang.
a. Sejarah Perumusan
  Khittah Muhammadiyah ini merupakan hasil keputusan Sidang Tanwir
  di Denpasar pad tahun 2002, sering disebut sebagai Khittah Denpasar
  2002.
b. Matan Khittah Denpasar tahun 2002
  Khittah Muhammadiyah dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
  1. Muhammadiyah meyakini bahw apolitik dalam kehidupan bangsa
  dan negara merupakan salah satu aspek ajaran Islam dalam urusan
  keduniawian yang ahrus selalu dimotivasi, dijiwai dan dibingkai oleh
  nilai-nilai agama dan moral.
  2. Muhamamdiyah meyakini bahwa negara dan usaha-usaha
  membangun kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan wahana
  yang mutlak diperlukan untuk membangun kehidupan Baldatun
  Tayyibatun wa Rabbun Ghafur.
  3. Muhammadiyah memilih perjuangan melalui usaha-usaha
  pembinaan dan pemberdayaan masyarakat madani yang sebagaimana
  tujuan Muhamamdiyah.
4. Muhammadiyah mendorong secara kritis atas perjuangan politik yang
   bersifat praktis atau berorientasi pada kekuasaan untuk dijalankan
   menuju terciptanya sistem politik yang demokratis dan berperadaban.
5. Muhammadiyah secara aktif menjadi kekuatan perekat bangsa dan
   berfungsi sebagai wahana pendidikan politik yangs sehat menuju
   kehidupan nasional yang damai dan berkeadaban.
6. Muhammadiyah tidak berafiliasi dan tidak mempunyai hubungan
   organisatoris dengan kekuatan-kekuatan politik atau organisasi
   manapun.
7. Muhammadiyah memberikan kebebasan kepada setiap anggota untuk
   menggunakan hak pilihnya.
8. Muhammadiyah meminta kepada segenap anggotanya yang aktif dalam
   politik untuk benar-benar melaksanakan tugas adan kegiatan politik
   secara sungguh-sungguh dengan mengedepankan rasa tanggung jawab
   (amanah), berakhlak mulia (akhlaq al karimah), menjadi teladan
   (uswatun hasanah), dan perdamaian (ishlah).
9.     Muhammadiyah senantiasa bekerjasama dengan pihak atau
     golongan apapun untuk membangun kehidupan berbangsa dan
     bernegara yang lebih baik.

c. Penjelasan Isi Khittah Denpasar 2002
   Khittah Denpasar menegaskan tentang posisi Muhammadiyah
   dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Muhammadiyah
   menempatkan dirinya sebagai moral force (kekuatan moral) dan
   interest groups (kelompok kepentingan) dalam dinamika
   kehidupan berbangsa dan bernegara.
PERILAKU ISLAMI SESUAI KHITTAH MUHAMMADIYAH
Khittah Muhammadiyah adalah garis perjuangan sebagai
landasan organisasi.
Perilaku Islami menurut Khittah Muhammadiyah :
a. Akhlak bagi muslim / muslimah menurut dua belas langkah
   Muhammadiyah adalah :
   * Takut hanya kepada Allah
   * Menepati janji
   * Berkata benar dan saling menyayangi
   * Saling mengingatkan
   * Tidak alergi mendengar kritik
   * Menjaga silaturrahmi
   * Menegakkan keadilan
   * Menaati hasil keputusan musyawarah
PERILAKU ISLAMI SESUAI KHITTAH MUHAMMADIYAH
b. Pribadi muslim / muslimah menurut Khittah Palembang adalah :
    * Kuat akidah, tertib ibadah
    * Mampu menjadi uswah khasanah
    * Tertib organisasi
    * Menjalin silaturahmi
c. Perilaku politik adalah :
    * Bersikap netral tidak berafiliasi pada partai politik dan menjaga jarak
   dengan semua partai
    * Berjuang untuk kemaslahatan dalam kehidupan berbangsa dan
   bernegara
    * Amar ma’ruf nahi munkar terhadap pemerintah secara konstruktif
   dan positif
    * Melakukan perubahan pada bidang ekonomi, sosial, budaya dan
   hukum
    * Pemberdayaan masyarakat dengan mengedepankan kepentingan
   masyarakat
    * Menggunakan hak pilih dengan tanggung jawab
    * Mengedepankan rasa amanah, akhlak karimah, uswah hasanah dan
   ishlah.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:18498
posted:1/28/2011
language:Indonesian
pages:33