Docstoc

Parasitologi

Document Sample
Parasitologi Powered By Docstoc
					  LAPORAN KASUS

BOOPHILUS Annulatus




    PENDAHULUAN


         1
       Parasit   merupakan      organisme     kelompok    hewan    yang    untuk    dapat

mempertahankan hidupnya membutuhkan makhluk hidup lainnya sebagai sumber

makanan dan sumber kehidupannya, sehingga merugikan dan bahkan dapat membunuh

induk semang tempatnya menumpang hidup. Parasit dalam peranannya adalah suatu

organisme yang hidup secara temporer (sementara) atau menetap pada atau dalam tubuh

organisme hidup yang bertujuan untuk memperoleh makanan. Dalam hal ini parasit

diuntungkan dengan adanya hubungan yang erat terhadap keberadaan induk semang.

Parasitologi pada umumnya mencakup bakteri, kapang, protozoa, cacing, artrhopoda,

spirokheta dan virus.(Anonimous, 2003).

       Artrhopoda adalah binatang invertrebrata, bersel banyak, bersekmen banyak,

bentuknya simetris, bilateral, memiliki exoskeleton (rangka luas) yang terbuat dari chitin

dan mempunya beberapa pasang kaki dengan banyak sendi (artrho =sendi, poda = kaki).

       Dalam siklus hidupnya setelah artrehopoda betina kawin dengan artrhopoda

jantan, artrhopoda betina akan menghasilkan telur, telur ini kemudian berkembang

menjadi larva, larva kemudian berkembang menjadi artrhopoda dewasa.

       Hampir semua jenis bibit penyakit dapat disebabkan oleh artrhopoda sebagai

vector penyakit atau host intermedietnya bibit penyakit yang dimaksud adalah bakteri,

riketsia, virus, protozoa, dan cacing. (Entjang, 2003).

       Anggota-anggota filum artrhopoda memiliki suatu eksoskeleton dengan anggota

badan bersendi-sendi, tubuh dibagi menjadi ruas-ruas yang dikelompokkan kedalam

unit-unit fungsional yaitu kepala, toraks dan abdomen, saluran pencernaan lengkap dan

sistim sirkulasinya merupakan homosel yaitu rongga tubuh, selain mengalami reduksi,




                                             2
respirasi dilakukan oleh trakea, insang, paru-paru atau permukaan tubuh. Tabung-tabung

malpighi berpungsi sebagai organ ekskretori pada kebanyakan spesies. Otak berada

disebelah dorsal, sedangkan serabut syaraf utama terletak dibawah ventral ganglion –

ganglion berbapasangan. (Noble. 1989)




                    MATERI DAN METODE PEMERIKSAAN




                                          3
Materi Pemeriksaan

       Sampel yang digunakan pada pemeriksaan ini adalah sapi yang berasal dari kebun

Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah kuala, Kopelma Darussalam Banda aceh

Bahan dan Alat Pemeriksaan

       Bahan yang digunakan pada pemeriksaan caplak adalah alkohol 70% , sedangkan

alat yang digunakan adalah pinset, cawan Petri, objek glas dan mikroskop.

Metode dan Identifikasi Caplak

       Caplak yang ada dipermukaan tubuh sapi, kemudian diambil dengan

menggunakan pinset dan dimasukkan kedalam cawan Petri, untuk mengidentifikasi

sampai ketingkat genus maka caplak dapat direndam dengan alkohol 70%. Selanjuntnya

dengan menggunakan mikroskop standar kita dapat mengobservasi lebih dekat kebagian

mulut, basis kapitulum, skutum, dan beberapa bagian lainya.




                            HASIL DAN PEMBAHASAN




                                           4
       Dari hasil pemeriksaan sampel yang diambil dari permukaan tubuh sapi dan

setelah dilakukan pemeriksaan dibawah mikroskop maka caplak tersebut dapat

diklarifikasikan sebagai berikut :

Gambar Boophilus




Male boophilus decoloratus. Boophilus annulatus           boophilus annulatus




Boophilus sp.                  Anocentor boophilus               boophilus



       Caplak merupakan parasit penghisap darah pada mamalia, beruang, dan reptile,

kira-kira 850 spesies caplak tersebar diseluruh dunia. Caplak terdiri dari caplak keras

(family ixodidae) dan caplak lunak (family Argasidae). Pada caplak keras ditandai

dengan adanya khitin skutumnya yang keras membungkus dorsal tubuh, pada caplak

betina, larva dan nimfa skutum hanya menutupi sebagian kecil permukaan dorsal tubuh,

sedangkan pada caplak lunak terdiri dari capitulum dan abdomen yang sebenarnya

terbentuk dari bagian kepala, toraks dan abdomen. Kedua jenis caplak ini merupakan

vektor dari penyakit yang disebabkan oleh bakteri, riketcsia, protozoa dan virus, baik

pada hewan ataupun pada manusia, keberadaan dari caplak ini dapat ditemukan pada

permukaan seluruh tubuh ternak terutama pada sapi dan kambing. (Anonimous, 2003).


                                          5
       Caplak peranannya sebagai parasit dan sebagai agen penyakit dan juga sebagai

vektor dan pathogénesis dari caplak adalah sebagai berikut :

        Anemia : terjadi pada infeksi berat

        Dermatosis : terjadi peradangan, pembengkakan, ulcerasi dan gatal. Reaksi tubuh

        sering terjadi kerena bila caplak yang menggigit diambil, ternyata bagian

        mulutnya masíh tertinggal menempel dikulit, saliva dan infeksi sekunder oleh

        bakteri akan terjadi.

        Parálisis : kondisi ini disebut “tick paralylis, “ sering terjadi pada manusia,

        anjing, kucing, sapi dl. Pada saat caplak menggigit didaerah kepala. Paralisys ini

        disebabkan oleh sekresi toksit dari caplak dan apabila caplak diambil maka cepat

        dapat sembuh kembali.

        Otoacariasis : bila caplak masuk kedalam lubang telinga akan menyebabkan

        iritasi serius, kadang disertai infeksi sekunder

        Infeksi : Caplak sebagai pembawa agen penyakit virus, bakteri, ricketsia,

        spirokaeta, protozoa dan filarial. (Anonimous, 2008)

       Perubahan temperatur dan lamanya waktu siang adalah beberapa faktor bagi

caplak untuk mencari induk semangnya. Caplak dapat mendeteksi pancaran panas atau

respirasi CO2 dari host terdekat. Caplak pada umumnya akan jatuh dari seekor hewan

estela mereka kenyang menghisap darah, hal ini dapat berlangsung selama beberapa hari.

       Caplak memiliki suatu bentuk seruit pada mulutnya, yang dikenal sebagai

hypostoma yang memungkinkan caplak untuk melekatkan dirinya dengan kuat pada host

ketika caplak menghisap darah. Hypostoma memiliki kait situ, karena itu caplak sulit

untuk dipindahkan dari tempat perlekatannya pada host.(Anonimous, 2007)




                                              6
Siklus Hidup




       Daur hidupnya mulai dari telur yang ditaruh berkelompok diatas tanah, atau

didalam retak-retak dan celah-celah dalam rumah atau dalam sarang dan tempat

persembunyiaan hewan. Kondisi yang menguntungkan termasuk kelembaban, vegetasi,

dan banyak hewan sebagai hosvesnya. Caplak betina akan bertambah besar setelah

makan, sering kali mencapai empat kali panjang dewasa asli, dan bertambah berat dari

1sampai 450 mg. Caplak jantan terbungkus tegumen yang tidak elastis sehingga

menghalangi bertambah besarnya tubuh pada saat makan. Biasanya caplak ini

memerlukan paling sedikit tiga hospes untuk menyelesaikan daur hidupnya yang

memakan waktu beberapa minggu sampai dua tahun dan tergantung dari spesiesnya.

       Caplak mengalami 4 fase dalam daur hidupnya yaitu : telur-larva-nympa-dan

dewasa. Perubahan tersebut memerlukan waktu enam minggu sampai 3 tahun. Caplak

jantan memproduksi spermatophore yang diletakkan pada operculumgenital dari

betinanya. Darah biasanya diperlukan untuk memproduksi telurnya. Caplak yang banyak

mengandung banyak telur jatuh ketanah dan mengeluarkan telurnya pada tanah dan

humus (berlumut). Telur menetas masing-masing caplak memproduksi 100-18000 larva



                                         7
yang berkaki 6 merangkak mencari hospes dan kemudian moulthing menjadi caplak

berkaki 8 dan tinggal pada hospes tersebut. Caplak ada yang hinggap pada satu hospes

saja, ada yang dua hospes dan ada yang banyak hospes, sehingga hal tersebutlah yang

dapat menularkan penyakit. (Anonimous, 2008)




Gambar Caplak pada sapi

                 Boophilus Annulatus adalah caplak dari sapi Amerika utara ia terdapat

dibagian selatan Amerika serikat dan mexico, biasanya pada ruminansia liar, tetapi

kadang-kadang pada mamalia lain dan bahkan pada manusia. Caplak ini berinduk semang

satu yang betina bertelur 1800 sampai 4000 butir selama waktu 14 sampai 59 hari. Telur

ini menetas dalam waktu 19 sampai 180 hari. Larva menempel keinduk semangnya dan

tinggal disana 15 sampai 55 hari, menyilih menjadi stadium nimfa dan dewasa, yang

kemudian jatuh. Larva yang tidak makan dapat hidup sampai 8 bulan. Boophilus

Annulatus dapat membawa demam texas yang disebabkan oleh Babesia bigemina dan

Anaplasmosis. ( Levine, 1994). Larva boophilus annulatus menempel pada sapi dan tetap

tinggal pada hospesnya sampai menjadi stadium dewasa yang siap bertelur.

(Levine.1989).




Morpologi Boophilus




                                            8
       Menurut Leviri genus boophilus mempunyai cirri-ciri diantaranya : mata, tidak

terdapat feston, basis capituli segi enam, mempunyai lekuk anal, (anal groove), palpi

gempar meruncing kelateral dan dorsal.

       Menurut Noble (1976 ) untuk membedakan genus boophilus dengan genus

lainnya dapat dilihat perbedaan pada anus, bagian mulut, segmen basis capituli dan

festoon. Alur atau celah anus pada boophilus tidak begitu jelas dan kadang-kadang tidak

tampak. Sekmen palpi pada genus Boophilus panjangnya hampir sama dengan basis

capituli, sedangkan festoon pada genus boophilus tidak ada.( Anonimous, 2003)

Siklus Hidup Boophilus

       Boophilus sp termasuk kedalam kelompok caplak yang berinduk semang satu.

Larva dan nimfa mengambil makanan para individu itu, mengadakan moulthing dan

tingkat dewasanya mengambil makanannya pada individu yang sama (Hall, 1985).

       Telur yang dikeluarkan akan ditempatkan pada rentuhan makanan atau tempat

yang terlindung dan dalam waktu 3-36 hari caplak betina akan mati (Brown, 1967).

Telur-telur ini berbentuk oval, warna coklat kekuning-kuningan dan dapat dilihat secara

mikroskopis. (Seddon, 1967).




Pengendalian



                                          9
       Obat kimia pertama yang digunakan untuk mengontrol caplak adalah Arsenikal.

Namun saat ini obat yang sering digunakan adalah Ivermektin. Acarasida adalah zat yang

paling sering digunakan dalam peternakan yaitu dengan cara dipping lebih efektif.

Aplikasi dari Acarisida telah berkembang pesat, pada unggas, Acarisida biasanya

digunakan dalam bentuk bubuk, pada kucing dalam bentuk bubuk atau cair dan pada

anjing dalam bentuk bubuk.

       Selama beberapa tahun terakhir, pyrethroid dan organophosphate juga dibuat

dalam bentuk bubuk yang dipakai dengan cara dipping, atau pada anjing dan kucing

dipakaikan collar (kerah ) untuk penanganan caplak. Terakhir produk pyrethoid yang

pada lebelnya telah tertulis hanya untuk anjing digunakan dalam konsentrasi yang tinggi

yang seharusnya berbahaya untuk kucing. Penggunaan pyrethroid dalam jumlah tinggi

tidak dianjurkan pada anjing begitupun pada kucing.

Vaksin

       Perkembangan terakhir yang besar dan penting telah dilakukan. Yaitu penggunaan

teknologi vaksin yang menjanjikan untuk melawan Boophilus. Mekanisme imun yang

distimulasi berbeda dengan imun yang distimulasi dengan langsung adanya caplak

misalnya adanya caplak yang menghisap darah. Antigen yang berasal dari ekstrak kasar

dari caplak betina dewasa yang setengah kenyang. Hal ini akan menstimulasi produksi

antibodi yang akan merusak sel-sel usus caplak dan membunuh caplak-caplak atau

kemampuan reproduksi caplak akan menurun drastis.

       Untuk mengembangkan vaksin yang sama untuk melawan caplak keras lain yang

merupakan vektor pada penyakit-penyakit sapi yang dilakukan pada pusat penelitian

kesehatan hewan belumlah jelas. Boophilus adalah sampel yang baik untuk dijadikan




                                          10
vaksin karena Boophilus adalah caplak yang berinduk semang satu dan merupakan caplak

yang menyerang sapi, yang merupakan reservoir utama atau mungkin merupakan agen-

agen penyakit (Babesia sp) yang ditularkan oleh caplak Boophilus. Sangatlah jelas bahwa

kebanyakan caplak lain merupakan vektor penyebab penyakit yang penting pada hewan

ternak (seperti anaplasmosis, theileriosis, ) adalah caplak yang berinduk semang tiga,

yang tidak hanya menyerang hewan ternak tetapi juga menyerang ungulata liar, karena

hal itulah vaksin untuk melawan caplak keras lainnya yang ukan dari jenis boophilus sulit

untuk dibuat dan juga sulit untuk membasmi caplak dan penyakit yang ditularkan.

(Anonymous, 2006).




                              DAFTAR KEPUSTAKAN


Anonymous, (2003) Penuntun Pratikum Parasitologi dan Protozoologi. FKH UNSYIAH.
     Banda Aceh

Anonymous, (2008) Tick.http :// en.wikipedia,org/wiki/Tick

Anonymous(2006)Tickcontrol.http://www.merckvetmanual.
     Com/mvm/indeks.jsp,file:htm/bc/72420 htm

Anonymous(2008).http://www. Ingentaconnect.Com/klu/1999/0000013/00002/00205932

Anonymous (2008) http: //www.google.co.id/search/Boophilus +of + cattle dan meta.



                                           11
Anonimous(1998).Boophilus. ttp://www.fao.org/AG/AGA/AGAH/PD/pages/ticksp4.htm

Anonymous (2008). http://openurl. Ingenta.Com/Content? Genre = artricle dan Issn :
     0951 -208 x dan volume = 13 dan issue : 2 dan Spange.

Brown,H.W.(1969). Basic Climical Parasitologi ,3 rd Ed. Meredith Corporation.

Enjang.(2003). Mikrobiologi dan Parasitilogi. PT. Citra Aditya. Bakti. Bandung.

Levine (1994). Parasitologi Veteriner. Gadjah Mada. University Press. Yogyakarta.

Noble,R.E dan A.G. Noble (1989). Biologi parasit –parasit Hewan, Edisi ke-5.Gadjah
      Mada. University Press.

Hall, H.T.B. (1985),. Diseases and Parasites Of Livestock In The Tropics. Lonmen
       Group, Ltd. London.

Seddon,H.R.(1967). Diseases Of domestic Animal In Australia. Part.3.Arthropods.
      Commonwealth of Australia. Departement Of Health, Australia.

Staf pengajar Parasitologi veteriner FKH UNSYIAH. (2003). Buku Ajar Parasitologi
       Veteriner. FKH UNSYIAH. Banda Aceh.




                                          12

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:2623
posted:1/25/2011
language:Indonesian
pages:12