lingkungan hidup (PowerPoint)

Document Sample
lingkungan hidup (PowerPoint) Powered By Docstoc
					PEMANTAUAN DAN EVALUASI;
                  KERENTANAN
• Penilaian kerentanan dapat dilakukan dengan menganalisa kondisi dan
   karakteristik suatu masyarakat/komunitas di suatu wilayah yang dapat
   mengurangi kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana.
   Sejarah   kebencanaan    mencatat    bahwa,   disamping    persoalan
   geografisnya, terdapat hubungan yang linear antara tingkat kemiskinan
   dan pendidikan terhadap jumlah korban bencana terutama karena
   bencana alam. Karena itu, penurunan tingkat kemiskinan, Buta huruf
   dan putus sekolah akan membantu menurunkan tingkat kerentanan
   suatu masyarakat terhadap suatu bencana.
Kerentanan..............
• Ancaman bahaya tidak akan menimbulkan akibat fatal apabia
   masyarakat mempunyai kapasitas untuk

 - Mencegah

 - Meredam

 - Mencapai kesiapan dan menanggapi dampak bahaya tertentu.

Kondisi masyarakat saat ini dalam penyelenggaraan penanggulangan

bencana dipengaruhi oleh karakteristik masyarakat tersebut akibat

interaksi faktor biologis, geografis, sosial, politik, ekonomi, budaya

dan penguasaan teknologi.
ALAM DAN LINGKUNGAN :

Provinsi Aceh mempunyai luas 5.736.557
km2 dengan luas hutan 39.294.20 km2,
perkebunan kecil 3.675.01 km dan lahan
pertambangan 4.43 km2 melingkupi 119
pulau, 35 Gunung (3 Gunung Berapi aktif:
Gunung Peut Sagoe, Gunung Bur Ni
Telong, Gunung Seulawah Agam). 73
sungai, dengan panjang garis pantai 1.800
KM.
Kerentanan............
Sosial:
Kerentanan sosial di Aceh terkait dengan demografi,
Aceh memiliki 13 etnis, yang meliputi Aceh, Gayo,
Alas, Melayu Tamiang, Aneuk Jamee, Kluet, Julu, Pak
Pak, Sigulai, Lekon, Devayan, Haloban, dan Nias. Serta
etnis pendatang seperti Jawa, Batak, Minang, Arab, Cina,
India dan lainnya. masing-masing memiliki karakteristik
budaya dan prilaku dasar setiap etnis yang beberapa
kesempatan dan dalam berkehidupan bermasyarakat sering
berbenturan satu sama lainnya.
• Aceh berada di jalur pertemuan lempeng
  Asia dan Australia, berada di bagian
  ujung patahan besar semangko yang
  membelah pulau Sumatera dari Aceh.
  Kejadian tsunami di Aceh pernah terjadi
  pada tahun 1797, 1891, 1907 dan 2004.
  Kondisi geomorfologis Aceh sangat
  rentan menimbulkan bencana, dataran
  rendah di Pantai rawan terhadap tsunami,
  sedangkan di dataran tinggi rawan
  terhadap tanah longsor.
  7 Agenda Pembangunan Aceh Tahun 2007 – 2012

1) Penguatan pemerintahan, politik dan hukum;
2) Pemberdayaan ekonomi, kesempatan kerja dan
    pengentasan kemiskinan;
3) Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur
   investasi;
4) Pembangunan pendidikan yang bermutu dan
   merata;
5) Peningkatan pelayanan kesehatan yang
   berkualitas;
6) Pembangunan agama, sosial dan budaya, serta
7) Penanganan dan Pengurangan Resiko
    Bencana.
    STRATEGI PENANGANAN DAN PENGURANGAN RISIKO
                     BENCANA


• Terwujudnya RAD-PRB Aceh 2010 -2012
• Terpetanya kawasan rawan bencana
• Meningkatkan dan melindungi aset daerah dan masyarakat dari resiko
  bencana
• Membangun sarpras peringatan dini banjir kiriman sungai
• Menyediakan sarpras dasar yang mempertimbangkan resiko bencana.
• Melakukan RehabRekon transportasi darat,laut dan udara pasca gempa
  bumi dan tsunami.
• Meningkatkan pencegahan dan pengendalian penyakit serta kesehatan
  lingkungan bagi masy yg terkena dampak bencana
• Memaksimalkan peran dan koordinasi lembaga adat.
• Meningkatkan pemahaman, kemampuan dan daya tanggap masyarakat
  dalam penanggulangan bencana
       Tabel Kejadian Bencana
          (Hasil Analisis WALHI Aceh)

  Kejadian/                Tahun
                                            Jumlah
   Bencana      2006   2007 2008     2009
Banjir           46     46     100    134    326
Tanah Longsor     4      8      37    40     89
Konflik Satwa    34     53     124    38     249
Angin Ribut/      2     17      26    60     105
Kencang
Abrasi           -      5     38      39     82
Kekeringan       -      -     16      13     29
Epidemi          -      -     40      49     89
PEMANTAUAN/
 MONITORING
Pemantauan/Monitoring Adalah:
   Pengukuran kemajuan dan efek yang
  ditimbulkan oleh sebuah program secara
          periodik dan sistematik
                     +
        Proses komunikasi internal


   Monitoring memungkinkan pengelola
program me-nyetir kemajuan program yang
         berorientasi pada “hasil”
           Sistem Monitoring
  Siapa membutuhkan informasi – untuk apa –
kapan – seberapa lengkap – dalam bentuk apa ?


      Siapa yang mengumpulkan data –
              Seberapa sering ?

     Siapa yang akan menerima informasi –
          Dalam bentuk seperti apa ?
                    Sistem Monitoring
                                          CARA      FREKWENSI
   LOGIKA      INDIKATOR    SUMBER      PENGUMP.     PENGUMP     PJ
 INTERVENSI                VERIFIKASI   DATA/INFO    DATA/INFO


Sasaran
Utama


Tujuan
Program


Hasil-hasil/
Output



      Buat uraian dengan menggabungkan sumber-sumber
          verifikasi, cara pengumpulan data/info, dan
       penanggung-jawab pencarian data/info yang sama
            Variable kunci untuk
            mengarahkan program

• Sebuah program dapat diarahkan secara lebih baik
  bila seluruh stakeholder memiliki pemahaman
  yang sama tentang:
Konsep    program
Pengorganisasian    program (internal & eksternal)
Relasi   pelayanan dengan pemanfaat program



          Variable-variable diatas harus selalu dipantau
                               oleh Koordinator Program
                   Evaluasi: Definisi

Evaluasi adalah sebuah penilaian, yang sejauh mungkin dilakukan secara
obyektif dan sistematik, terhadap sebuah program atau kebijakan, baik
menyangkut rancangannya, implementasinya, maupun hasil-hasilnya.
Tujuan dari sebuah evaluasi adalah untuk menelaah relevansi dan
pencapaian dari tujuan-tujuan yang diharapkan, efisiensi
pengembangannya (efficacy), efektivitas, dampak dan potensi
keberlanjutannya
                                 Hasil evaluasi seharusnya memberikan
                                informasi yang credible dan bermanfaat,
                             memberikan ruang untuk mengintegrasikan
                                       pelajaran berharga dalam proses
                           pengambilan keputusan antara donor dengan
                            mitra negara yang menerima sebuah donasi
                                                          OECD, DAC, 1991
               Evaluasi terhadap efisiensi
Sasaran utama
                                       Menganalisis sejauh mana program
      perubahan
 Tujuan Program                         berhasil mentransformasi
 + Asumsi                               cara/alat/input (misal: sumber daya
     Pemanfaatan                        manusia, teknologi, dana)   menjadi hasil-
     Hasil-hasil
 + Asumsi                               hasil konkrit, melalui pelaksanaan
       Aksi                             kegiatan-kegiatan
     Kegiatan           Efisiensi      Memberikan informasi kepada
  + Asumsi                              stakeholders tentang input/biaya per
     Alokasi                            unit hasil yang diproduksi
      Cara/alat
 + Prekondisi
             Evaluasi terhadap efektifitas
Sasaran utama                          Menganalisis sebaik apa pencapaian
                                        hasil-hasil program (output) akan
      Perubahan
                                        berkontribusi terhadap pencapaian tujuan
 Tujuan program
 + asumsi                               program, misalnya:
     Pemanfaatan      efektifitas           adakah indikasi perubahan dan perbaikan
     Hasil-hasil                            kondisi yang jelas yang sudah terjadi dan
 + asumsi
                                            memberikan manfaat kepada pemanfaat
      aksi                                  program?
     Kegiatan
  + asumsi                             Memanfaatkan data dasar (base-line

     alokasi
                                        data) sebelum program berjalan sebagai
                                        titik awal meninjau perubahan/perbaikan
      Cara/alat
 + prekondisi                           kondisi
             Evaluasi terhadap dampak
                                Menganalisis efek umum dari
                                 program
Sasaran umum
                                Menganalisis kontribusi dari tujuan
     perubahan      Dampak       program terhadap pencapaian sasaran
 Tujuan program                  umum
 + asumsi
                                Fokus pada perubahan jangka panjang
    Pemanfaatan
                                 dalam lingkaran “lingkungan”
    Hasil-hasil
 + asumsi                        program
      aksi                      Mengumpulkan dan menganalisis
    Kegiatan                     informasi pada tataran komunitas dan
 + asumsi                        society secara luas, memfokuskan
     alokasi                     pada pemanfaat akhir dari program
     Cara/alat                  Juga menganalisis dampak yang tidak
 + Pre-kondisi                   diperkirakan sebelumnya (negatif dan
                                 positif)
     Kriteria ke-4 dari Evaluasi: Relevansi
Sasaran umum
                    Dampak       Kemanfaatan seperti apa untuk
   perubahan                     masyarakat dan sektor-sektor tertentu?
 Tujuan program
  + asumsi                       Seberapa baik hasil-hasil program
   pemanfaatan     Efektifitas   berkontribusi terhadap pencapaian
    Hasil-hasil                  tujuan program?
 + asumsi
     aksi
                                 Apakah input dan kegiatan-kegiatan
   Kegiatan       Efisiensi      betul-betul terkonversi menjadi –atau-
 + asumsi                        menghasilkan hasil-hasil program?
     alokasi
                                 Kualitas perencanaan dan adaptasi,
    Cara/alat                    termasuk relevansi problem yang ingin
 + Pre-kondisi                   ditangani dengan pemanfaat program,
                  Relevansi
                                 relevansi cara/alat, biaya, asumsi dan
                                 resiko
                Pertanyaan-pertanyaan Evaluasi
Tingkat
evaluasi
              Jenis-jenis pertanyaan yang biasa digunakan
Relevansi     Seberapa   valid sebenarnya tujuan program yang telah ditetapkan dengan kondisi nyata?
              Apakah kegiatan dan output program konsisten dengan sasaran umum dan pencapaian
              dari tujuan program yang telah ditetapkan?
              Apakah pelaksanaan kegiatan-kegiatan dan capaian output program konsisten dengan
              dampak dan efek yang diharapkan?

Efisiensi     Apakah  pembiayaan berbagai kegiatan efisien?
              Apakah tujuan dicapai tepat waktu?
              Apa saja faktor-faktor utama yang mempengaruhi pencapaian tujuan program?

Efektifitas   Sejauh  mana terjadi pencapaian tujuan yang diharapkan?
              Apa saja faktor-faktor utama yang mempengaruhi pencapaian tujuan atau tidak tercapainya
              tujuan tertentu?

Impact        Apa saja yang sudah terjadi sebagai akibat pelaksanaan program?
              Perbedaan utama apa yang terjadi terhadap pemanfaat program sebagai akibat dari
              pelaksanaan berbagai kegiatan?
              Berapa banyak orang yang menerima manfaat?


Sustaina-     Sejauh  apa kemanfaatan program akan terus terasa setelah program selesai atau donor
              tidak ada lagi?
bility
              Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keberlanjutan atau ketidakberlanjutan
              kemanfaatan program?

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:898
posted:1/25/2011
language:Indonesian
pages:21