sosek ortu, motivasi, prestasi
Document Sample


PENGARUH TINGKAT SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DAN
MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP
PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS II
DI SMK TRISAKTI NGAWI TAHUN 2006/2007
SKRIPSI
Diajukan kepada IKIP PGRI Madiun untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam menyelesaikan Program Sarjana Strata 1
Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling
Oleh :
MULYADI
NPM. 05.121.077/P
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
IKIP PGRI MADIUN
DESEMBER 2006
i
Motto
“Seluruh Amal Itu Hampa
Bila Tanpa Keikhlasan”
Skripsi ini kupersembahkan kepada :
Bapak dan ibuku tercinta
Istri dan ananda tersayang
Teman-teman seangkatanku
ii
ABSTRAK
Mulyadi. 2006. Pengaruh Tingkat Sosial Ekonomi Orang Tua dan Motivasi Belajar
Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas II di SMK Trisakti Ngawi
Tahun 2006/2007. Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu
Pendidikan IKIP PGRI Madiun. Pembimbing (I) Drs. Vitalis DS., M.Pd.,
(II) Drs. Muh. Chotim.
Kata Kunci : Tingkat Sosial Ekonomi Orang Tua, Motivasi Belajar Siswa, Prestasi
Belajar Siswa
Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui pengaruh tingkat sosial ekonomi orang tua
dan motivsi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas II SMK Trisakti
Ngawi Tahun 2006/2007.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ex postfacto,
dengan desain analisisnya regresi. Dipergunakan metode ini karena ingin menguji
pengaruh suatu variable terhadap variable yang lainnya. Prosedur pengumpulan data
dilakukan dengan dokumentasi untuk memperoleh data sekunder berupa jumlah
siswa, nama siswa, nilai prestasi serta penghasilan orang tua dan dengan angket
tertutup untuk memperoleh data primer berupa motivasi siswa.
Berdasarkan pada lampiran 6 menunjukkan tingkat sosial ekonomi orang tua siswa
kelas II SMK Trisakti Ngawi tahun 2006/2007 rata-rata sebesar 764.375 dengan
penghasilan terbesar 1.250.000 dan terkecil 450.000. Untuk skor rata-rata motivasi
belajar diperoleh rata-rata skor 68,35 dengan skor tertinggi 74 dan skor terendah 56.
Sedagkan prestasi belajar siswa mendapatkan nilai rata-rata 70,53 dengan nilai
tertinggi 80 dan nilai terendah 62.
Tehnik analisis data digunakan metode statistik dengan regresi linier berganda
diperoleh hasil-hasil penelitian sebagai berikut :
1. Dari perhitungan dengan menggunakan statistik dengan bantuan program SPSS
v.12 for Windows dapat diketahui bahwa tidak ada pengaruh tingkat sosial
ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas II semester ganjil SMK
Tri Sakti Ngawi tahun pelajaran 2006/2007. Hal ini dikarenakan bahwa tingkat
sosial ekonomi orang tua itu termasuk faktor diluar diri siswa, sedang prestasi
belajar siswa itu merupakan kerjasama dari komponen kondisi psikis dan
kemampuan belajar.
2. Dari perhitungan dengan menggunakan statistik dengan bantuan program SPSS
v.12 for Windows dapat diketahui bahwa ada pengaruh motivasi belajar siswa
terhadap prestasi belajar siswa kelas II semester ganjil SMK Tri Sakti Ngawi
tahun pelajaran 2006/2007. Motivasi belajar yang tinggi akan berdampak pada
kemauan belajar yang tinggi dan akan berpengaruh pada prestasi yang tinggi
pula. Sedangkan bila motivasi belajar siswa itu rendah akan berdampak pada
iii
kemauan belajar yang rendah pula sehingga berakibat pada prestasi belajar yang
rendah.
3. Sedangkan pada penafsiran tingkat sosial ekonomi orang tua dan motivasi belajar
siswa ternyata berpengaruh terhadap prestasi belajar kelas II semester ganjil
SMK Tri Sakti Ngawi tahun pelajaran 2006/2007. Hal ini dapat dipahami karena
besar kemungkinannya bahwa siwa yang orang tua memiliki status sosial
ekonomi tinggi atau rendah dapat menimbulkan tinggi rendahnya motivasi siswa
dalam belajar.
iv
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat serta
hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian yang berjudul
“Pengaruh Tingkat Sosial Ekonomi Orang Tua dan Motivasi Belajar Siswa
Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas II di SMK Trisakti Ngawi Tahun 2006/2007”.
Penelitian ini penulis susun untuk memenuhi salah satu syarat guna
memperoleh gelar sarjana Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP PGRI Madiun.
Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada :
1. Drs. H. Saiman, MM selaku Rektor IKIP PGRI Madiun
2. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP PGRI Madiun
3. Drs. Ibnu Mahmudi, MM, selaku Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling
Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP PGRI Madiun.
4. Drs. Vitalis DS., M.Pd.. selaku Dosen Pembimbing I yang telah sabar dan penuh
pengertian membimbing penulis.
5. Drs. Muh. Chotim, selaku Dosen Pembimbing II yang dengan telaten
membimbing penulis
6. Kepala SMK Trisakti Ngawi yang telah memberikan data penelitian pada penulis
7. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah
membantu dalam penulisan penelitian ini.
Penulis menyadari sepenuhnya, meskipun telah berusaha untuk menyusun
penelitian ini dengan sebaik-baiknya. Namun demikian hasilnya masih jauh dari
sempurna, dikarenakan keterbatasan pengetahuan dan kemampuan penulis.
v
Dengan segala kerendahan hati, penulis mengucapkan kritik dan saran guna
penyempurnaan dari penelitian ini. Semoga Allah SWT berkenan membalas segala
pengorbanan, bimbingan serta bantuan yang telah diberikan kepada penulis dalam
menyelesaikan penelitian ini.
Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua
pihak.
Madiun, 1 Desember 2006
Penulis
vi
DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Judul i
Lembar Persetujuan Dosen Pembimbing ii
Lembar Pengesahan Panitia Penguji Skripsi iii
Abstrak iv
Motto dan Kata Persembahan v
Kata Pengantar vii
Daftar Isi ix
Daftar Lampiran xi
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang Masalah 1
B. Identifikasi Masalah 2
C. Batasan Masalah 3
D. Rumusan Masalah 3
E. Tujuan Penelitian 4
F. Kegunaan penelitian 5
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 6
A. Kajian pustaka 6
B. Kerangka pemikiran 23
C. Hipotesis Penelitiaan 23
vii
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 25
A. Tempat dan waktu penelitian 25
B. Metode dan Desain Penelitian 27
C. Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel 28
D. Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian 29
E. Analisis Data 31
BAB IV HASIL PENELITIAN 33
A. Deskripsi Data 33
B. Analisis Data 34
C. Penafsiran Hasil Analisa Data 39
D. Simpulan Pengujian Hipotesis 40
BAB V PENUTUP 42
A. Simpulan 42
B. Saran 43
DAFTAR PUSTAKA 44
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN 45
LAMPIRAN-LAMPIRAN 46
DAFTAR RIWAYAT HIDUP 65
viii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Halaman
1. Nama Sampel / Responden 46
2. Tabel Tingkat Penghasilan Orang Tua Siswa Kelas II Semester
Ganjil SMK Tri Sakti Ngawi Tahun Pelajaran 2006/2007 48
3. Angket tentang Motivasi Belajar 50
4. Tabel Prestasi Belajar Siswa Siswa Kelas II Semester Ganjil SMK
Tri Sakti Ngawi Tahun Pelajaran 2006/2007 55
5. Tabel Hasil Angket Motivasi Belajar Siswa Kelas II Semester
Ganjil SMK Tri Sakti Ngawi Tahun Pelajaran 2006/2007 57
6. Tabel Persiapan Untuk Menghitung Koefisien Regresi Dengan Dua
Prediktor 59
7. Skor Angket Motivasi Belajar Siswa 61
8. Surat Permohonan Ijin Penelitian dari IKIP PGRI Madiun 63
9. Surat Keterangan dari SMK Trisakti Ngawi 64
ix
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah faktor intern dan
faktor ekstern. Faktor intern siswa meliputi : faktor fisik dan faktor psikis. Faktor
fisik siswa yang dapat meningkatkan prestasi belajarnya meliputi faktor fisiologis,
yaitu siswa jasmaninya sehat, kebutuhan makanan bergizi terpenuhi, fungsi panca
indera terutama pendengaran dan penglihatan. Sedangkan faktor psikis meliputi
faktor motivasi, motif, minat, perhatian, pengamatan, tanggapan, fantasi,
intelegensi dan bakat siswa. Faktor-faktor itu tidak berdiri sendiri, namun saling
terkait. Kondisi fisik dan psikis siswa perlu mendapatkan perhatian agar berjalan
seimbang.
Faktor lain yaitu faktor ekstern yang berasal di luar diri siswa, meliputi
lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat dan lingkungan keluarga termasuk
didalamnya tingkat sosial ekonomi orang tuanya. Keluarga yang tingkat sosial
ekonominya baik atau stabil sangat berpeluang sekali terhadap perkembangan
jiwa anak termasuk didalamnya motivasi belajar, namun keluarga yang tingkat
sosial ekonominya tidak stabil, akan berpengaruh pada perkembangan kejiwaan
anak. Pemenuhan sarana dan fasilitas belajar menjadi terganggu.
Dari kedua faktor diatas, penulis memfokuskan pada faktor motivasi dan
faktor tingkat sosial ekonomi orang tua dalam kaitannya dengan prestasi belajar
siswa. Motivasi adalah kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk
melakukan sesuatu. Jadi motivasi belajar siswa adalah kondisi psikologis yang
1
mendorong siswa untuk belajar. Sedangkan tingkat sosial ekonomi orang tua
adalah kemampuan orang tua untuk membiayai dan memenuhi kebutuhan sekolah
anaknya. Bila sarana dan prasarana belajar terpenuhi, maka dapat mendorong
siswa untuk belajar dan mencapai prestasi yang diharapkan.
Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa siswa yang motivasi
belajarnya kurang dan kondisi ekonomi orang tuanya rendah, berdampak prestasi
belajarnya yang rendah pula, sebaliknya bila siswa memiliki motivasi yang tinggi
dan status sosial ekonomi orang tuanya tinggi, akan mempengaruhi prestasi
belajarnya yang tinggi pula.
Jadi motivasi belajar dan tingkat sosial ekonomi akan sangat besar
pengaruhnya terhadap prestasi anak. Mengingat pentingnya motivasi belajar dan
kemampuan orang tua membiayai anaknya maka penulis ingin mengetahui
seberapa besar pengaruh tingkat sosial ekonomi orang tua dengan motivasi belajar
siswa terhadap prestasi belajar siswa.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis ingin mengetahui lebih jauh
tentang “Pengaruh antara Tingkat Sosial Ekonomi Orang Tua dengan Motivasi
Belajar Siswa terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas II Semester Gasal SMK Tri
Sakti Ngawi Tahun 2006/2007”.
B. Identifikasi Masalah
Bertitik tolak dari latar belakang di atas banyak permasalahan yang dapat
dimunculkan untuk diteliti. Adapun permasalahan-permasalahan tersebut dapat
diidentifikasikan sebagai berikut :
1. Bagaimana tingkat sosial ekonomi orang tua?
2
2. Apakah siswa yang orang tuanya mampu, prestasi belajarnya tinggi?
3. Apakah siswa yang orang tuanya kurang mampu, prestasi belajarnya rendah?
4. Bagaimana motivasi belajar siswa ?
5. Apakah motivasi belajar siswa dapat meningkatkan prestasi belajarnya?
6. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi prestasi belajar siswa?
C. Batasan Masalah
Berdasarkan pada kemampuan peneliti serta terbatasnya waktu yang
tersedia untuk mengadakan penelitian maka peneliti perlu memberi batasan
masalah agar tidak melampaui batas yang diinginkan. Adapun sebagai batasan
masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Masalah penelitian ini terbatas pada pengaruh tingkat sosial ekonomi orang
tua dengan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas II
semester Gasal SMK Tri Sakti Ngawi Tahun 2006/2007.
2. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas, yaitu tingkat sosial
ekonomi orang tua (X1) dan motivasi belajar siswa (X2). Sedangkan variabel
terikatnya yaitu prestasi belajar siswa (Y)
3. Populasi penelitian ini dibatasi pada siswa kelas II semester Gasal SMK Tri
Sakti Ngawi tahun pelajaran 2006/2007 sebanyak 208 siswa.
D. Rumusan Masalah
Dalam kegiatan penelitian ini peneliti bertujuan untuk menjawab
permasalahan yang telah dirumuskan sebelumnya, agar dalam pembahasan tidak
3
melampaui batas yang diinginkan, maka sebagai rumusan masalahnya adalah
sebagai berikut:
1. Apakah terdapat pengaruh tingkat sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi
belajar siswa kelas II Semester Gasal SMK Tri Sakti Ngawi Tahun Pelajaran
2006/2007 ?
2. Apakah terdapat pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar
siswa kelas II Semester Gasal SMK Tri Sakti Ngawi Tahun Pelajaran
2006/2007 ?
3. Adakah pengaruh tingkat sosial ekonomi orang tua dan motivasi belajar siswa
terhadap prestasi belajar siswa kelas II Semester Gasal SMK Tri Sakti Ngawi
Tahun Pelajaran 2006/2007 ?
E. Tujuan Penelitian
Sebagai tindak lanjut dari rumusan masalah di atas, maka tujuan dari
penelitian ini adalah :
1. Ingin mengetahui pengaruh tingkat sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi
belajar siswa kelas II Semester Gasal SMK Tri Sakti Ngawi Tahun Pelajaran
2006/2007.
2. Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar
siswa kelas II Semester Gasal SMK Tri Sakti Ngawi Tahun Pelajaran
2006/2007.
4
3. Ingin mengetahui pengaruh tingkat sosial ekonomi orang tua dan motivasi
belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas II Semester Gasal SMK Tri
Sakti Ngawi Tahun Pelajaran 2006/2007 ?
F. Kegunaan Penelitian
Dengan selesainya kegiatan penelitian ini diharapkan hasilnya mempunyai
kegunaan yang antara lain adalah sebagai berikut :
1. Bagi Sekolah
Sebagai bahan pertimbangan bagi sekolah agar dapat lebih meningkatkan dan
mencapai prestasi belajar yang diharapkan, dengan memotivasi siswa untuk
giat belajar.
2. Bagi Guru
Sebagai masukan agar meningkatkan kompetensi dengan memotivasi siswa
untuk belajar giat untuk mencapai prestasi yang baik.
3. Bagi Siswa
Hasil penelitian ini agar dapat memberi dorongan siswa agar lebih giat belajar
untuk memacu prestasi belajarnya.
4. Bagi Konselor
Sebagai masukan dalam memberikan layanan atau bantuan yang seoptimal
mungkin demi tercapainya prestasi belajar yang baik.
5. Bagi Orang tua
Sebagai masukan agar senantiasa memantau, memperhatikan, membimbing
dan memotivasi anaknya untuk mencapai prestasi yang baik.
5
BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN
A. Kajian Pustaka
1. Tingkat Sosial Ekonomi Orang Tua
a. Pengertian Tingkat Sosial Ekonomi
Menurut Poerwodarminto (1994:402) tingkat adalah strata,
urutan; sosial adalah society, masyarakat; ekonomi adalah kemampuan
mencukupi kebutuhan hidup. Pengertian lain dari ekonomi menurut
Gilarso (1991:61) bahwa kata ekonomi berasal dari dua kata dalam
bahasa asing (Yunani), yaitu Oikos, yang berarti rumah tangga, dan
Nomos, yang artinya aturan, tata ilmu. Jadi kata aslinya adalah aturan
atau pedoman untuk mengatur rumah tangga atau good management of
househould.
Hadibroto (2000:3) menyatakan bahwa pengertian ekonomi
adalah suatu ilmu yang mempelajari tingkah laku mausia dan masyarakat
dalam usaha untuk mencapai kemakmuran.
Dari pengertian di atas, maka peneliti berpendapat bahwa
ekonomi adalah suatu ilmu pengetahun yang mempelajari tata cara atau
menerapkan pedoman dan aturan untuk mengatur tingkah laku manusia
dalam masyarakat yang terwujud dalam kehidupan rumah tangga, dalam
usahanya untuk mencapai kemakmuran dan kebahagian hidup keluarga.
6
Sedangkan pengertian orang tua dalam Media Pembinaan
Pendidikan (1996:10) adalah ayah dan ibu, atau wali dari siswa yang
bersangkutan. Jadi orang tua di sini adalah orang yang menanggung
biaya kehidupan anak, baik dalam hal makan, pakaian, kesehatan
maupun pendidikan anak.
Tingkat sosial ekonomi setiap orang berbeda, karena perbedaan
kemampuan dalam mencukupi kebutuhan hidupnya. Tingkat sosial
ekonomi orang tua ini terbagi menjadi dua, yaitu orang tua yang tingkat
sosial ekonominya rendah dan tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh besarnya
pendapatan dan pengeluaran setiap orang.
b. Pendapatan Orang Tua
Poerwodarminto (1994:228) menyatakan bahwa “pendapatan
adalah hasil pencaharian atau perolehan”. Jadi yang dimaksud
pendapatan orang tua adalah penghasilan dan perolehan yang berasal dari
usaha sendiri atau bekerja pada orang lain atau instansi lain yang
merupakan hasil pencaharian yang dapat dipergunakan untuk
menghidupi anak-anak dan orang yang menjadi tanggung jawabnya.
Pendapatan orang tua dapat diterima dalam bentuk uang dapat juga
dalam bentuk barang atau fasilitas-fasilitas lain seperti rumah, kendaraan,
telepon dan lain-lain.
Dalam penelitian ini pendapatan keluarga ditekankan pada
penghasilan keluarga yang bersumber pada usaha sendiri atau bekerja
7
pada orang atau lembaga lain, seperti sebagai karyawan swasta, pegawai
negeri, atau sebagai buruh pada perusahaan.
Gilarso (2000:63) berpendapat bahwa yang dihitung sebagai
penghasilan atau pendapatan keluarga meliputi segala bentuk balas jasa
atau sumbangan seseorang terhadap proses produksi, yang bersumber
pada usaha sendiri, bekerja pada orang lain, atau instansi lain dan hasil
dari milik.
c. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan orang tua
Faktor ekonomi orang tua yang penulis maksudkan adalah faktor
yang membedakan tingkat ekonomi masing-masing keluarga adalah tidak
sama. Menurut A.G. Lunadi (1991:1) faktor-faktor yang mempengaruhi
perilaku seseorang sehingga dapat meningkatkan taraf ekonominya
meliputi :
1) Sikap
Sikap seseorang dipengaruhi oleh proses yang terjadi sebelumnya.
Dari proses itulah manusia dapat bersikap apakah bersikap positif
maupun negatif.
2) Pengetahuan
Setiap orang memiliki pengetahuan yang berbeda. Perbedaan ini
disebabkan oleh pengalaman dan proses hidup yang berbeda. Tinggi
rendahnya pengetahuan seseorang berbanding lurus dengan
ketrampilan yang dimilikinya.
8
3) Ketrampilan
Sikap dan pengetahuan yang baik dan positif akan berpengaruh baik
pada ketrampilan hidupnya (life skill). Ketrampilan setiap orang
berbeda, tergantung pada beberapa faktor, antara lain :
a) Cara Kerja
Orang tua yang bekerja untuk memperoleh penghasilan
dengan cara menjadi karyawan baik negeri maupun swasta dan
sebagai pengusaha (enterpreneur). Bila orang tua bekerja sebagai
karyawan, besarnya gaji ditentukan oleh masa kerja, tingkat/
golongan kepangkatan, prestasi yang diraih selama bekerja di
instansi/perusahaan. Namun berbeda dengan pengusaha,
besarnya gaji yang diperolah sesuai dengan kemampuan
pengusaha dalam menangkap peluang usaha dan kemampuan
dalam mengelola usahanya.
b) Keahlian (skill)
Keahlian masing-masing orang berbeda. Keahlian
seseorang akan berdaya guna dan berhasil guna bila orang
tersebut mampu memanfaatkan keahliannya dalam menghasilkan
uang. Peluang kerja untuk menghasilkan uang lebih terbuka luas
untuk orang yang memiliki keahlian tertentu, seperti tukang
service jam, elektronika, sepeda motor, mesin jahit dan
sebagainya.
9
c) Kesempatan kerja
Semua keahlian dan kemampuan tidak akan berguna
bila tidak ada kesempatan kerja. Kesempatan kerja adalah
peluang yang tidak semua orang bisa mendapatkannya, seperti
informasi penerimaan pegawai yang tidak semua orang
mengetahui.
4) Material
Dengan ketrampilan yang dimiliki, seseorang dapat mewujudkan
keinginannya berupa materi.
2. Motivasi Belajar Siswa
a. Pengertian Motif
Menurut Wingkel (dalam Vitalis, 2002:43) motif adalah
penggerak dari dalam subyek untuk melakukan aktivitas-aktivitas
tertentu demi mencapai suatu tujuan. Motif merupakan suatu kondisi
intern atau disposisi (kesiap siagaan)
b. Motivasi
Menurut Winkel (dalam Vitalis, 2002:43) daya penggerak yang
telah menjadi aktif. Motif menjadi aktif pada saat-saat tertentu, bila
kebutuhan untuk mencapai suatu tujuan sangat dirasakan atau dihayati.
10
c. Motivasi Belajar
Sedangkan motivasi belajar menurut Vitalis (2002:43)
keseluruhan daya gerak di dalam diri subyek menimbulkan aktivitas
belajar, yang menjamin kelangsungan dari aktivitas belajar yang
memberikan arah pada aktivitas belajar tersebut, maka tujuan yang
dikehendaki oleh subyek tersebut tercapai. Dikatakan keseluruhan,
karena biasanya ada beberapa motif yang bersama-sama menggerakkan
seseorang untuk belajar. Motivasi belajar merupakan faktor psikis, yang
bersifat non intelektual. Peranannya yang khas adalah dalam hal gairah
(semangat) belajar seseorang yang bermotivasi kuat akan mempunyai
banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar.
d. Bentuk Motivasi
Bentuk motivasi menurut Winkel (dalam Vitalis, 2002:44)
meliputi :
1) Intrinsik (dorongan dari dalam)
2) Ekstrinsik (dorongan dari luar)
Salah satu yang tergolong dalam motivasi intrinsik adalah
achievement motivation yaitu daya penggerak untuk mencapai taraf
belajar (mencapai prestasi belajar) semaksimal mungkin demi
penghargaan pada dirinya sendiri sehingga timbul rasa puas. Sedangkan
faktor ekstrinsik berasal dari luar diri siswa yang bersifat merangsang
siswa untuk giat belajar.
11
e. Fungsi Motivasi
Menurut Nasution (1982:49) motivasi mempunyai tiga fungsi
dalam kehiduan manusia, yaitu (1) Motivasi mendorong untuk berbuat
sesuatu; (2) Motivasi menentukan arah perbuatan; dan (3) Motivasi
menyeleksi perbuatan.
Motivasi mendorong untuk berbuat berfungsi sebagai penggerak
atau sebagai motor yang memberikan kekuatan kepada seseorang untuk
melaksanakan tugas. Sedang motivasi yang berfungsi untuk menentukan
arah yakni kearah perbuatan yang hendak dicapai, tercapainya tujuan
tersebut tergantung pada kuat tidaknya motivasi yang mendorongnya.
Bila motivasi itu kuat maka tujuan akan tercapai, tetapi bila lemah,
kemungkinan besar gagal. Sedangkan motivasi sebagai penyeleksi
perbuatan maksudnya menentukan perbuatan-perbuatan mana yang harus
dilakukan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan mengesampingkan
perbutan yang tidak bermanfaat bagi tujuan yang hendak dicapai.
Seseorang melakukan usaha karena adanya motivasi. Adanya
motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hal yang baik.
Dengan kata lain bahwa dengan adanya usaha yang tekun dan terutama
didasarkan adanya motivasi, maka seseorang yang belajar akan dapat
melahirkan prestasi yang baik.
Motivasi dapat diklasifikasikan menjadi dua golongna yaitu
motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik (Purwanto, 1986:69). Motivasi
12
intrinsik ini mengacukan pada faktor-faktor dari luar, misalnya
pemberian hadiah, pujian, hukuman.
f. Faktor-faktor yang mempengaruhi Motivasi Belajar
Keberhasilan siswa di sekolah ditentukan oleh beberapa faktor.
Menurut Oemar Hamalik (2003:76) faktor-faktor yang mempengaruhi
motivasi belajar ialah:
1) Faktor-faktor lingkungan
Dalam proses belajar faktor lingkungan juga memegang
peranan penting. Karena hal ini harus mendapat perhatian sebaik-
baiknya, demi berhasilnya siswa-siswi dalam mencapai prestasi
belajar. Sedangkan yang dimaksud dengan lingkungan adalah
keadaan suatu tempat yang mempengaruhi baik langsung maupun
tidak langsung terhadap proses dan hasil belajar. Faktor lingkungan
dibagi menjadi dua, yaitu:
a) Lingkungan non sosial/alami, yaitu situasi dan kondisi alam
tempat belajar.
b) Lingkungan sosial, yaitu lingkungan yang berupa manusia atau
representasinya baik langsung maupun tidak langsung, yang
dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar, seperti jumlah
penghuni dalam sebuah rumah tangga, jumlah teman belajar dan
lain-lain.
13
2) Bahan atau hal yang dipelajari
Tingkat kesukaran bahan pelajaran besar pengaruhnya
terhadap proses dan hasil belajar. Apabila siswa mempunyai
kebiasaan belajar, maka cenderung memperoleh prestasi belajar yang
baik pula. Kebiasaan belajar biasanya dilakukan orang melalui suatu
kegiatan yang berulang-ulang. Dari kegiatan yang berulang-ulang
tersebut, timbul suatu kebiasaan belajar. Sehingga belajar tiap-tiap
individu dapat berbeda-beda sesuai dengan lingkungannya.
Kebiasaan belajar menyangkut suatu cara belajar, sedangkan cara
belajar erat hubungannya dengan kerangka berfikir seseorang.
Sebaliknya kerangka berfikir seseorang dapat dilihat dari
cara belajarnya, selanjutnya ada semacam konsep dalam cara belajar,
yaitu konsep tradisi, disiplin belajar, ketrampilan belajar,
penggunaan kepustakaan (The Liang Gie, 1986:49).
Seseorang yang mempunyai kebiasaan yang baik tidak akan
meninggalkan konsep tersebut diatas yaitu konsentrasi disiplin
belajar, ketrampilan belajar, dan pemakaian kepustakaan. Dari uraian
di atas dapat di interprestasikan secara singkat bahwa kebiasaan
belajar dapat mempengaruhi prestasi belajar.
3) Faktor-faktor instrumental
Faktor instrumental adalah penggunaannya dirancang sesuai
denganhasil belajar yang diharapkan. Faktor-faktor ini dapat berupa
tempat belajar, penggaris, buku dan sebagainya.
14
4) Kondisi individu si pelajar, dapat diuraikan menjadi:
a) Kondisi fisikologi seperti panca indera, penyakit menahun, pusat
susunan saraf pertumbuhan badan yang kurang sempurna dan
sebagainya. Semua itu mempengaruhi usaha belajar secara
optimal (The Liang Gie, 1986:12).
b) Kondisi psikologis, semua keadaan dan fungsi psikologis tentu
saja berpengaruh terhadap proses belajar.
Beberapa faktor psikologis yang utama:
a) Minat, orang yang belajar dengan penuh minat dapat diharapkan
hasilnya akan lebih baik dari pada yang kurang minat.
b) Kecerdasan, orang yang lebih cerdas pada umumnya akan lebih
mampu belajar dari pada orang yang kurang cerdas.
c) Motivasi, seseorang yang diharapkan dengan motivasi tinggi
akan diharapkan hasilnya lebih baik daripada orang yang
motivasinya rendah.
d) Kemampuan kognitif, kemampuan seseorang dalam ingatan dan
berfikir yang mempengaruhi belajar seseorang (The Liang Gie,
1986:13).
g. Macam-macam Motivasi
Menurut Woodworth dan Marquis, ada 3 maca motivasi,
meliputi :
15
1) Kebutuhan-kebutuhan organik seperti makan, minum, bernafas,
seksual dan istirahat.
2) Motif-motif darurat, mencakup selamatkan diri, balas dendam,
berusaha, memburu, yang timbul karena rangsangan dari luar, tetapi
bentuknya tertentu sesuai dengan perangsan tertentu berkembang
karena dipelajari.
3) Motif-motif objektif, mencakup kebutuhan untuk bereskplorasi dan
kebutuhan untuk menaruh minat. Timbulnya motif-motif ini karena
dorongan untuk menghadapi dunia luar (sosial atau non sosial) secara
efektif.
Dari pengertian di atas, maka peneliti berpendapat bahwa
motivasi dipengaruhi oleh rangsangan atau keinginan yang kuat baik dari
dalam diri manusia maupun dari luar diri manusia.
h. Usaha untuk membangkitkan motivasi siswa
Berpijak pada uraian sebelumnya bahwa motivasi dapat berasal
dari dalam diri maupun dari luar maka untuk membangkitkan motivasi,
perlu ada rangsangan-rangsangan meliputi :
1) Tercukupi sarana belajar
Salah satu pendorong belajar adalah tersedianya sarana
belajar yang memadai, misalnya alat tulis, buku pegangan, alat
peraga sederhana serta ruang belajar yang nyaman dan
menyenangkan saat belajar di rumah.
16
2) Pemberian reward (penghargaan)
Dengan memberikan reward (penghargaan) kepada anak
dalam belajar, akan memotivasi anak dalam mencapai prestasi
belajarnya.
3. Prestasi Belajar
a. Pengertian Prestasi Belajar
Menurut Winkel (1999:46) prestasi belajar adalah “Hasil belajar
yang telah dicapai oleh siswa dalam mata pelajaran tertentu dan
menghasilkan perubahan-perubahan dalam bidang pengetahuan atau
pemahaman, ketrampilan, sikap dan nilai”.
Demikian juga menurut Poerwodarminto (1994:70) dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia yang dimaksud prestasi belajar adalah
“penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan oleh
mata pelajarannya lazimnya ditunjukkan dengan nilai yang diberikan
guru”.
Dari pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa prestasi
belajar berarti suatu kemampuan yang dicapai siswa dalam suatu proses
belajar sampai dimana kemampuan siswa dalam melakukan kegiatan
belajar memperoleh nilai dari hasil belajarnya itu yang dalam hal ini
dapat dilihat dalam buku raport dengan nilainya yang baik.
17
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar
Menurut WS Winkel (1999:65) faktor yang mempengaruhi
prestasi belajar antara lain dapat disebutkan sebagai berikut :
1) Faktor internal
Yang dimaksud sebagai faktor internal adalah faktor yang
datang dari dalam diri siswa sendiri. Wujud faktor dari dalam diri
siswa sendiri itu antara lain taraf intelegensi, tidak mempunyai tujuan
belajar, kurang minat terhadap bahan pelajaran, kondisi fisikologis.
Adapun masing-masing faktor dapat diuraikan sebagai berikut :
Menurut pendapat Winkel (1999:25) bahwa: “Sudah
disadari baik oleh guru, murid, oleh orang tua bahwa dalam belajar
disekolah intelegensi (kemampuan intelektual) memainkan peranan
yang sangat besar, khususnya berpengaruh kuat terhadap tinggi
rendahnya prestasi yang dapat dicapai siswa”.
Sebagaimana diketahui bahwa intelegensi manusia pada
umumnya dan siswa pada khususnya menunjukkan keadaan yang
sangat bervariasi dengan menunjukkan suatu tingkatan-tingkatan
sehingga dengan demikian bagi siswa yang memiliki intelegensi
tinggi ada kecenderungan memperoleh prestasi belajar yang baik jika
dibandingkan dengan mereka yang memiliki intelegensi sedang dan
atau faktor yang mutlak untuk menentukan tinggi rendahnya prestasi
belajar siswa, sebab ada faktor lain yang juga berpengaruh terhadap
proses belajar siswa di sekolah.
18
Tidak mempunyai tujuan belajar juga dapat mempengaruhi
prestasi belajar karena tidak jarang mereka masuk sekolah
didasarkan pada faktor-faktor ikut-ikutan, hal ini sangat lazim
dialami oleh kebanyakan siswa dewasa ini. Jadi memilih jenis
sekolah atau jurusan tidak didasarkan pada minat, bakat maupun
kemampuan diri, akibatnya setelah dalam proses belajar ternyata
tidak mempunyai gairah belajar. Menurut pendapat dari Oemar
Hamalik (2003:113) bahwa tujuan yang samar-samar tidak realistis
juga dapat menjadi penghalang atas kemajuan studi mahasiswa yang
bersangkutan, juga dapat menjadi penghalang atas kemajuan
studinya, bukan kemajuan yang dicapainya, melainkan kegagalan
dan kekecewaan yang akan diperolehnya.
Prestasi belajar yang baik sulit untuk dicapai tanpa adanya
usaha belajar yang giat, sebab kemampuan siswa untuk menguasai
suatu materi tidak timbul dengan sendirinya. Demikian pula
perbuatan belajar seperti misalnya membaca buku, mengerjakan
tugas dari guru dan atau melakukan perbuatan yang ada kaitannya
dengan pelajaran sangat memerlukan adanya minat dan rasa senang
terhadap bahan yang dipelajari.
Faktor-faktor lain yang perlu diperhatikan adalah kondisi
fisikologis. Setiap orang untuk dapat melakukan suatu kegiatan
tertentu akan memperoleh hasil sebagaimana yang diharapkan, salah
satu unsur yang harus dipenuhi adalah masalah kesehatan jasmani.
19
Kondisi fisikologis misalnya penglihatan, pendengaran, dan
yang termasuk panca indera lainnya juga sangat berpengaruh
terhadap hasil belajar anak.
2) Faktor eksternal
Faktor eksternal adalah pengaruh yang datangnya dari luar
diri anak didik. Adapun wujud dari faktor eksternal yang
mempengaruhi proses hasil belajar anak antara lain meliputi :
a) Faktor lingkungan sekolah yang bersumber dari lingkungan
sekolah
Faktor lingkungan sekolah yang bersumber dari
lingkungan sekolah dapat mempengaruhi belajar anak. Hal ini
dapat dilihat dari pendapat Oemar Hamalik (2003:115-116)
menyebutkan tentang : “Cara memberi pelajaran, kurangnya
bahan bacaan, kurangnya media, bahan pelajaran tidak sesuai
dengan kemampuan siswa, bahan pelajaran terlalu banyak”.
Dari pendapat diatas dapat diuraikan bahwa pengajar
atau guru dalam menyampaikan materi pelajaran mempunyai
pengaruh yang cukup besar terhadap prestasi belajarnya.
Biasanya pola kepemimpinan guru yang didominasi oleh pola
otoritas akan mengakibatkan tertutupnya kreatifitas anak didik.
Selain masalah kepemimpinan, metode yang dipakai
kurang atau tidak tepat juga dapat mengakibatkan siswa kurang
20
menguasai materi yang diajarkan, sehingga tujuan pengajaran
yang ditargetkan sulit untuk dicapai.
Kurangnya bahan bacaan bagi siswa juga sangat
berpengaruh terhadap penggunaan materi. Guru dalam
menyampaikan materi pelajaran bersumber dari berbagai buku
yang tidak jarang sumber atau buku yang dipakai sulit bahkan
tidak tersedia di perpustakaan. Di samping sulit mendapatkan
buku sumber di perpustakaan dan andaikata ada di toko buku
harganya mahal dan siswa atau mahasiswa, hanya mengandalkan
materi pelajaran sebagaimana yang telah dicatatkan oleh guru
atau dosennya pada saat mengajar di kelas karena harga buku
tidak terjangkau untuk dibeli.
Demikian pula kurangnya media pengajaran yang
digunakan oleh guru juga mengakibatkan materi pelajaran yang
diterima kurang dapat tersimpan dalam ingatan.
Biasanya sekolah-sekolah yang berada di daerah
terpencil mengalami kesulitan untuk mendapatkan media yang
memadai, sehingga tidak jarang guru dalam menyampaikan
pelajaran tanpa menggunakan media. Untuk siswa yang
menerima materi pelajaran tanpa dibarengi dengan media yang
memadai, dalam masalah-masalah tertentu hanya tahu tentang
konsep belaka tanpa dapat membayangkan gambaran atau wujud
nyata apa yang telah diterangkan oleh guru.
21
b) Faktor lingkungan keluarga yang bersumber dari lingkungan
keluarga.
Lingkungan keluarga mempunyai pengaruh yang cukup
dominan terhadap prestasi belajar siswa. Wujud dari lingkungan
keluarga yang dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa
atau mahasiwa cukup kompleks.
Menurut pendapat dari Oemar Hamalik (2003:16)
faktor yang bersumber dari lingkungan keluarga yang terpenting
antara lain “kemampuan ekonomi, broken home, kurang kontrol
orang tua”.
4. Hubungan antara tingkat sosial ekonomi orang tua, motivasi belajar dan
prestasi belajar siswa.
Variabel-variabel dalam penelitian ini meliputi tingkat sosial
ekonomi orang tua, motivasi belajar dan prestasi belajar siswa. Keterkaitan
ketiga variabel ini adalah tingkat sosial ekonomi orang tua siswa berbanding
lurus dengan kemampuan orang tua dalam memenuhi sarana belajar siswa.
Sedangkan motivasi belajar siswa berperan untuk mendorong siswa dalam
mencapai prestasi belajarnya. Bila sarana belajar siswa terpenuhi serta
motivasi belajar yang kuat dari dalam diri siswa akan berpengaruh pada
peningkatan prestasi belajar siswa.
22
B. Kerangka Pemikiran
Banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar di sekolah. Faktor-
faktor tersebut dapat diklasifikasikan menjadi : (1) faktor internal, dan (2) faktor
eksternal. Salah satu faktor internal adalah motivasi belajar siswa, sedangkan
salah satu faktor eksternal adalah tingkat sosial ekonomi orang tua. Bila motivasi
belajar siswa tinggi, maka akan berpengaruh pada peningkatkan prestasi
belajarnya. Begitu juga bila tingkat sosial ekonomi orang tua mapan, juga akan
berpengaruh pada prestasinya. Namun, bila motivasi belajar siswa tinggi
sedangkan tingkat sosial ekonomi orang tua rendah atau sebaliknya motivasi
belajar siswa rendah sedangkan tingkat sosial ekonomi orang tua tinggi juga akan
berdampak pada prestasi belajar siswa.
Kenyataan di lapangan bahwa motivasi belajar siswa lebih dominan
dibanding tingkat sosial ekonomi orang tua siswa dalam meningkatkan prestasi
belajar siswa. Siswa yang tingkat sosial ekonominya rendah, namun memiliki
motivasi yang kuat, ternyata prestasinya bisa tinggi bila dibandingkan dengan
siswa yang motivasinya rendah dan tingkat sosial ekonomi orang tuanya tinggi.
Dengan demikian, peneliti berpendapat bahwa ada pengaruh yang signifikan
antara prestasi belajar siswa dengan tingkat sosial ekonomi orang tua dan
motivasi belajarnya.
B. Hipotesis Penelitian
Hipotesis dalam penelitian ini menggunakan hipotesis alternatif (Ha)
sebagai berikut:
23
1. Ada pengaruh pengaruh tingkat sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi
belajar siswa kelas II Semester Gasal SMK Tri Sakti Ngawi Tahun Pelajaran
2006/2007.
2. Ada pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas II
Semester Gasal SMK Tri Sakti Ngawi Tahun Pelajaran 2006/2007.
3. Ada pengaruh tingkat sosial ekonomi orang tua dan motivasi belajar siswa
terhadap prestasi belajar siswa kelas II Semester Gasal SMK Tri Sakti Ngawi
Tahun Pelajaran 2006/2007.
24
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Dalam bab tiga ini dipaparkan tentang metode penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini. Secara berurutan akan disajikan hal-hal yang berhubungan
dengan tempat dan waktu penelitian, metode dan desain penelitian, populasi dan
sampel penelitian, instrumen penelitian dan pengumpulan data, dan analisa data.
A. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat penelitian
Penulis mengambil tempat penelitian di kelas II SMK Tri Sakti Ngawi
terletak di Jalan Kenari No. 7 Ngawi, dengan alasan :
a. Di sekolah tersebut belum pernah diadakan penelitian tentang pengaruh
tingkat sosial ekonomi orang tua dengan motivasi belajar siswa terhadap
prestasi belajar.
b. Secara geografis, SMK Tri Sakti Ngawi dibatasi oleh :
1) Sebelah Utara : Desa Margomulyo Kec. Ngawi
2) Sebelah Selatan : Desa Klitik Kec. Geneng
3) Sebelah Barat : Desa Jombong Kec. Ngawi
4) Sebelah Timur : Desa Dungus Kec. Ngawi
c. Kondisi masyarakat sekitar mendukung dengan keberadaan SMK Tri
Sakti Ngawi, mengingat masyarakat tidak kesulitan dan dekat bila ingin
menyekolahkan anak-anaknya.
25
2. Waktu penelitian
Penelitian ini dimulai tanggal 1 sampai dengan 30 September 2006, dengan
ringian sebagai berikut :
a. Minggu I, langkah persiapan dengan langkah-langkah :
1) Peneliti menyampaikan surat permohonan penelitian dari Lembaga
IKIP PGRI Madiun dan menunggu surat balasan dari SMK Tri Sakti
Ngawi.
2) Peneliti melakukan survey dan observasi lokasi penelitian dengan
melakukan pendekatan kepada guru dan wali kelas.
b. Minggu II, Peneliti menyiapkan instrumen penelitian meliputi :
1) Penyusunan angket penelitian.
2) Pembuatan nomor undian sampel dilanjutkan menentukan sampel
penelitian.
3) Pembuatan tabulasi data hasil penelitian.
c. Minggu III, Pelaksanaan penelitian meliputi :
1) Menyebar angket kepada responden dan menarik kembali angket
yang sudah diisi.
2) Melakukan dokumentasi nilai prestasi dengan melihat buku legger.
3) Melakukan wawancara dan observasi.
4) Mentabulasi data hasil penelitian kedalam tabel.
d. Minggu IV, menganalisa hasil penelitian
26
B. Metode dan Desain Penelitian
1. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ex post
facto. Menurut Sudjana (2001:56) metode ex post facto artinya sesudah fakta.
Ex post facto sebagai metode penelitian menunjuk kepada perlakuan atau
manipulasi variabel bebas telah terjadi sebelumnya sehingga peneliti tidak
perlu memberikan perlakuan lagi, tinggal melihat efeknya pada variabel
terikat. Metode ini digunakan untuk mengetahui tingkat sosial ekonomi orang
tua dan motivasi belajar.
Sedangkan untuk menganalisa dari hasil penelitian, peneliti
menggunakan analisa statisik Analisa Regresi dengan bantuan program SPSS
Versi 12.0 for Windows.
2. Desain Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel tingkat sosial
ekonomi orang tua (X1) dan variabel motivasi belajar siswa (X2) terhadap variabel
prestasi belajar (Y) pada siswa kelas II SMK Tri Sakti Ngawi tahun pelajaran
2006/2007.
Berdasarkan uraian di atas, maka desain penelitian dapat digambarkan sebagai
berikut :
X1
Y
X2
27
C. Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel
1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah keseluruhan dari siswa
kelas II SMK Tri Sakti Ngawi tahun pelajaran 2006/2007 adalah sebagai
berikut :
Kelas II A : 43 siswa
Kelas II B : 42 siswa
Kelas II C : 41 siswa
Kelas II D : 43 siswa
Kelas II E : 39 siswa
Jumlah : 208 siswa
2. Sampel
Menurut Suharsimi Arikunto (2002:108) sampel adalah sebagian
atau wakil populasi yang diteliti. Sedangkan besarnya sampel, menurut
Suharsimi Arikunto (2003:112) bahwa untuk sekedar ancar-ancar maka
apabila obyeknya kurang dari seratus, lebih baik diambil semua sehingga
penelitian merupakan penelitian populasi selanjutnya jika jumlah subyeknya
besar bisa diambil 10-20 atau 20-25% atau lebih.
Mengingat jumlah populasi lebih dari seratus, yaitu 208 siswa, maka
sampel diambil sebanyak 40 siswa atau 20 % dari populasi.
3. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling
(sampel kelas). Teknik ini digunakan bila populasinya cukup besar, sehingga
28
perlu dibuat beberapa kelas atau kelompok. Dengan demikian, dalam sampel
ini unit analisisnya bukan individu tapi kelompok atau kelas yang terdiri atas
sejumlah individu.
Setiap kelas diambil secara acak sejumlah 8 siswa. Sehingga tiap-
tiap kelas yang diambil sebagai sampel dapat dirinci sebagai berikut :
Kelas II A : 8 siswa
Kelas II B : 8 siswa
Kelas II C : 8 siswa
Kelas II D : 8 siswa
Kelas II E : 8 siswa
Total Sampel : 40 siswa
D. Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian
1. Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu tingkat sosial
ekonomi orang tua (X1) dan motivasi belajar (X2) pengaruh terhadap prestasi
(Y). Untuk variabel tingkat sosial ekonomi orang tua dan motivasi belajar
diperoleh dari angket yang disebar kepada responden sebanyak 20 item,
dengan indikator jawaban berupa skor, yaitu untuk jawaban (a) mendapat
skor 4, jawaban (b) mendapat skor 3, jawaban (c) mendapat skor 2 dan
jawaban d mendapat skor 1. Sedangkan variabel prestasi belajar siswa
diperoleh dari dokumen berupa nilai prestasi siswa yang tercantum dalam
buku leger.
29
2. Instrumen Penelitian
a. Metode Angket
Metode angket digunakan untuk mengambil data
tentang tingkat sosial ekonomi orang tua dan motivasi
belajar. Data yang diambil dengan metode angket adalah
data motivasi belajar dengan indikator motivasi belajar dari
dalam dan dari luar. Indikator dari dalam meliputi :
kegiatan siswa pada saat mengikuti pelajaran di kelas (3
soal), pada saat menyelesaikan tugas (2 soal), pada saat
kerjasama secara kelompok (3 soal), dan memanfaatkan
waktu luang (3 soal). Sedangkan faktor dari luar meliputi :
pada saat belajar di rumah (2 soal), pada saat proses
belajar mengajar (2 soal), pada saat ada tugas rumah (3
soal), dan mempersiapkan sarana belajar (2 soal). Sehingga
seluruhnya berjumlah 20 item pertanyaan. Angket ini
disebar kepada responden untuk diisi sesuai dengan
keadaan yang sebenarnya.
b. Metode Dokumentasi
Menurut pendapat Sanafiah (1992:201) menyebutkan
metode dokumentasi adalah bahwa catatan-catatan yang
disimpan dan ditulis oleh partisipan atau saksi mata suatu
peristiwa. Jadi catatan-catatan tersebut sengaja dibuat
untuk keperluan informasi dimasa yang akan datang
sedangkan catatan-catatan yang dapat didokumenter bisa
dalam bentuk dokumentasi tertulis, gambar maupun
rekaman.
Metode Dokumentasi digunakan untuk mengambil
data tingkat sosial ekonomi orang tua dan prestasi belajar
siswa.
E. Analisis Data
Setelah peneliti berhasil mengumpulkan data yang diperlukan maka
langkah selanjutnya adalah mengadakan analisa data dengan menggunakan
statistik. Sedangkan yang dimaksudkan dengan statistik menurut pendapat dari
Sutrisno (2001:1) bahwa “statistik telah digunakan untuk membatasi cara-cara
ilmiah untuk mengumpulkan, menyusun, meringkas, dan menyajikan data
penyelidikan”. Lebih lanjut statistik merupakan cara untuk memperoleh data
30
tersebut dan untuk menarik kesimpulan-kesimpulan yang teliti dan keputusan-
keputusan yang logik dari pengolahan data tersebut.
Guna keperluan analisa data dalam penelitian ini peneliti menghitung skor
angket bimbingan belajar dan perhatian orang tua yang selanjutnya dicari
seberapa besar pengaruhnya terhadap prestasi, maka teknik yang digunakan
dengan analisa regresi linier multiple dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Analisis Regresi
Analisis regresi digunakan untuk meramalkan hubungan antara
variabel terikat (Y) dengan variabel bebas (X), menggunakan rumus:
a1 x1y a 2 x 2 y
Ry(1,2) = (Sutrisno Hadi, 2001:25)
y 2
Dimana:
Ry(1,2) = koefisien korelasi antara Y dengan X1 dan X2
a1 = koefisien prediktor X1
a2 = koefisien prediktor X2
x1y = jumlah produk antara X1 dengan Y
x2y = jumlah produk antara X2 dengan Y
y = jumlah kuadrat kriterium
2. Uji t
31
Untuk menguji keberartian koefisien regresi diperlukan uji
hipotesis menggunakan uji t dengan kriteria :
a. Ho ditolak dan Ha diterima apabila t hitung > t tabel, atau
t t1 1
dikatakan 2 , berarti ada pengaruh antara variabel X
dengan variabel Y.
b. Ho diterima dan Ha ditolak apabila t hitung t tabel, atau
t t1 1
dikatakan 2 , berarti tidak ada pengaruh antara
variabel X dengan variabel Y
c. Derajat kebebasan (dk) = (n-k-l)
3. Uji F
Dengan kriteria pengujian adalah sebagai berikut :
a. Apabila F hitung < F tabel, maka Ha ditolak, artinya secara simultan
variabel bebas tidak berpengaruh terhadap variabel terikat.
b. Apabila F hitung > F tabel, maka Ha diterima, artinya secara simultan
variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat.
Dengan tingkat signifikan yang digunakan adalah 0,05.
32
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Diskripsi Data
1. Tingkat Sosial Ekonomi Orang tua
Tingkat sosial ekonomi yang diteliti dalam penelitian ini adalah
besaran pendapatan atau penghasilan orang tua siswa kelas II semester ganjil
SMK Tri Sakti Ngawi tahun pelajaran 2006/2007 yang peneliti peroleh
dengan metode ex post facto disajikan dalam bentuk tabel. Tabel tingkat
sosial ekonomi orang tua disajikan dalam lampiran 2. Dari data pada
lampiran 6 dan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS v.12 for
Windows diperoleh data sebagai berikut :
x1 = 30575 Koef. Reg. = 0,001
x1Y = 216573,5 Sig = 0,134
x12 = 24869925 Uji t = 1,531
N = 40
2. Motivasi
Motivasi yang diteliti dalam penelitian ini adalah motivasi belajar
siswa kelas II semester ganjil SMK Tri Sakti Ngawi tahun pelajaran
2006/2007 yang peneliti peroleh dengan metode angket disajikan dalam
bentuk tabel. Tabel motivasi belajar disajikan dalam Lampiran 3. Dari data
33
pada lampiran 6 dan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS v.12 for
Windows diperoleh data sebagai berikut :
x2 = 2734 Koef. Reg. = 0,093
x2Y = 19299,7 Sig = 0,000
x22 = 188142 Uji t = 13,599
N = 40
3. Prestasi
Prestasi yang diteliti dalam penelitian ini adalah prestasi belajar siswa
kelas II semester ganjil SMK Tri Sakti Ngawi tahun pelajaran 2006/2007,
berupa nilai ulangan sumatif. Tabel prestasi belajar siswa disajikan dalam
lampiran 4. Dari data pada lampiran 6 dan hasil perhitungan dengan
menggunakan SPSS v.12 for Windows diperoleh data sebagai berikut :
Y = 282,10
Y2 = 2001,85
N = 40
B. Hasil Analisa Data
Atas dasar data yang terdapat pada lampiran 6 yang di analisis dengan
menggunakan analisa Regresi Linier Berganda, kemudian diguakan untuk
menganalisis data dengan langkah-langkah sebagai berikut :
34
1. Uji Regresi
a. Rumus pengujian
Persamaan normal dari fungsi hasil prestasi diasumsikan sebagai
berikut :
a1 x1y a 2 x 2 y
Ry(1,2) = (Sutrisno Hadi, 2001:25)
y 2
Dimana:
Ry(1,2) = koefisien korelasi antara Y dengan X1 dan X2
a1 = koefisien prediktor X1
a2 = koefisien prediktor X2
x1y = jumlah produk antara X1 dengan Y
x2y = jumlah produk antara X2 dengan Y
y = jumlah kuadrat kriterium
Selanjutnya untuk menghitung :
1) Besarnya konstanta dicari dengan rumus :
a O Y b1x1 b 2 x 2 ( Sutrisno Hadi, 2001:26)
2) Besarnya koefisien regresi untuk masing- masing variabel bebas X1
dapat dihitung dengan rumus :
n x1 y x1 y
b1
n x1 x1
2 2
n x 2 y x 2 y
b2
2
n x 2 x 2
2 (Sutrisno Hadi, 2001:27)
35
b. Hasil pengujian
Untuk mempermudah dalam perhitungannya perlu dibuatkan tabel
persiapan sebagaiman tercantum pada lampiran 5.
Atas dasar lampiran 5 yang berupa tabel kerja, dalam perhitungan
persamaan garis regresinya, menggunakan bantuan program SPSS,
(Statistical Product and Service Solutions) yang hasilnya dapat terlihat
dalam tabel 1 sebagai berikut:
Tabel 1 : Coeficients of regresion
a
Coe fficients
Unstandardiz ed Standardized
Coef f icients Coef f icients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Cons tant) ,002 ,122 ,017 ,987
Tingkat Sos ial Ekonomi ,001 ,001 ,101 1,531 ,134
Motiv asi Belajar ,093 ,007 ,899 13,599 ,000
a. Dependent Variable: Prestas i Belajar
c. Kesimpulan hasil pengujian koefisien regresi.
Atas dasar tabel 1 hasil perhitungan dengan bantuan komputer
program SPSS v.12 for Windows tersebut, dapat diketahui bahwa
persamaan garis regresi adalah : Y= 0,002 + 0,001x + 0,093x artinya
setiap terjadi kenaikan tingkat sosial ekonomi orang tua sebesar satu
satuan akan terjadi kenaikan prestasi sebesar 0.001 dan setiap terjadi
kenaikan motivasi sebesar satu satuan akan terjadi kenaikan prestasi
sebesar 0.093, apabila faktor lainnya dianggap tetap.
36
2. Uji t atau uji Hipotesis
Atas dasar nilai Y= 0,02 + 0,001x + 0,093x tersebut untuk menguji
adanya hipotesis yang telah dikemukakan, perlu diuji melalui uji t. Uji t
dipergunakan untuk mengetahui sejauhmana variabel X dapat mempengaruhi
variabel Y, atau dikatakan sejauhmana pengaruh tingkat sosial ekonomi oang
tua dan motivasi belajar terhadap besarnya prestasi siswa kelas II SMK Tri
Sakti Ngawi tahun pelajaran 2006/2007.
a. Rumus pengujian
Untuk menguji keberartian koefisien regresi diperlukan uji hipotesis
dengan uji t dengan rumus :
bo
ti
Sb
(Sudjana, 2001,325)
Dimana :
bi = Koefisien regresi untuk variabel bebas ke-i
Sb = Kekeliruan baku koefisien bi diperoleh dengan rumus :
2
s y .x
s
2
b (Sudjana, 2001:321)
( x i x ) 2
b. Kriteria
37
1) Ho ditolak dan Ha diterima apabila t hitung > t tabel, atau t t1 1 ,
2
berarti ada pengaruh variabel X terhadap variabel Y.
2) Ho diterima dan Ha ditolak apabila t hitung t tabel, atau t t1 1 ,
2
berarti tidak ada pengaruh variabel X terhadap variabel Y
3) Derajat kebebasan (dk) = (n-k-l)
c. Hasil Pengujian Hipotesis
Untuk perhitungan tetap menggunakan tabel 4.3, dalam hasil
perhitungan dapat dikatakan bahwa :
1) Nilai : b1 = 0,001 sedangkan Sb1 = 0,001 dan besarnya thit adalah
1,531 dilain pihak ttab dengan dk = (n-k-1) atau dk = (40-1-1) sama
dengan 38 dan α = 0,05 adalah 2.02, maka dapat dikatakan thit < ttab,
hal ini berarti Ho diterima dan Ha ditolak atau dapat dikatakan
variabel X1 (tingkat sosial ekonomi orang tua) tidak berpengaruh
terhadap variabel Y, hal ini berarti tidak ada pengaruh yang
signifikan besarnya penghasilan orang tua terhadap prestasi belajar
siswa.
2) Untuk nilai b2 = 0,093 sedangkan Sb2 = 0,007 dan besarnya thit
adalah 13,599 dilain pihak ttab dengan dk = (n-k-1) atau dk = (40-1-1)
sama dengan 38 dan α = 0,05 adalah 2.02, maka dapat dikatakan thit
> ttab, hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima atau dapat dikatakan
variabel X2 (motivasi siswa) berpengaruh secara signifikan terhadap
38
variabel Y, hal ini berarti ada pengaruh yang signifikan besarnya
motivasi siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas II semester ganjil
SMK Tri Sakti Ngawi tahun pelajaran 2006/2007.
3) Selanjutnya nilai nilai b1,2 = 0,19 sedangkan Sb1,2 = 0,269 dan
besarnya thit adalah 165,710 dilain pihak ttab dengan dk = (n-k-1) atau
dk = (40-1-1) sama dengan 38 dan α = 0,05 adalah 2,02, maka dapat
dikatakan thit > ttab, hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima atau
dapat dikatakan variabel X2 (motivasi siswa) berpengaruh secara
signifikan terhadap variabel Y, hal ini berarti ada pengaruh yang
signifikan tingkat penghasilan orang tua dan motivasi siswa terhadap
prestasi belajar siswa kelas II semester ganjil SMK Tri Sakti Ngawi
tahun pelajaran 2006/2007.
C. Penafsiran Hasil Analisis Data
Berdasarkan pada analisa data di atas, maka dapat peneliti tafsirkan
sebagai berikut :
1. Dari perhitungan dengan menggunakan statistik dengan bantuan program
SPSS v.12 for Windows dapat diketahui bahwa tidak ada pengaruh tingkat
sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas II semester
ganjil SMK Tri Sakti Ngawi tahun pelajaran 2006/2007. Hal ini dikarenakan
bahwa tingkat sosial ekonomi orang tua itu termasuk faktor diluar diri siswa,
sedang prestasi belajar siswa itu merupakan kerjasama dari komponen
kondisi psikis dan kemampuan belajar.
39
2. Dari perhitungan dengan menggunakan statistik dengan bantuan program
SPSS v.12 for Windows dapat diketahui bahwa ada pengaruh motivasi belajar
siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas II semester ganjil SMK Tri Sakti
Ngawi tahun pelajaran 2006/2007. Motivasi belajar yang tinggi akan
berdampak pada kemauan belajar yang tinggi dan akan berpengaruh pada
prestasi yang tinggi pula. Sedangkan bila motivasi belajar siswa itu rendah
akan berdampak pada kemauan belajar yang rendah pula sehingga berakibat
pada prestasi belajar yang rendah.
3. Sedangkan pada penafsiran tingkat sosial ekonomi orang tua dan motivasi
belajar siswa ternyata berpengaruh terhadap prestasi belajar kelas II semester
ganjil SMK Tri Sakti Ngawi tahun pelajaran 2006/2007. Hal ini dapat
dipahami karena besar kemungkinannya bahwa siwa yang orang tua
memiliki status sosial ekonomi tinggi atau rendah dapat menimbulkan tinggi
rendahnya motivasi siswa dalam belajar.
D. Simpulan Pengujian Hipotesis
Atas dasar analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Ho ditolak dan Ha diterima apabila thitung > ttabel, atau dikatakan t t1 1 ,
2
yang berarti ada pengaruh antara variabel X dengan variabel Y atau dapat
dikatakan ada pengaruh yang signifikan tingkat sosial ekonomi orang tua dan
dan motivasi terhadap prestasi belajar siswa kelas II semester ganjil SMK Tri
Sakti Ngawi tahun pelajaran 2006/2007.
40
2. Ho diterima dan Ha ditolak apabila thitung ttabel, atau dikatakan t t1 1 ,
2
yang berarti tidak ada pengaruh antara variabel X dengan variabel Y atau
dapat dikatakan tidak ada pengaruh yang signifikan tingkat sosial ekonomi
orang tua dan motivasi terhadap prestasi belajar siswa kelas II semester ganjil
SMK Tri Sakti Ngawi tahun pelajaran 2006/2007.
3. Derajat kebebasan Dk = (n-2)
Atas hasil analisis data ternyata Ho ditolak dan Ha diterima , karena
thitung > ttabel, atau dikatakan t t1 1 , yang berarti ada pengaruh antara
2
variabel X dengan variabel Y, atau dapat ada pengaruh yang signifikan
tingkat sosial ekonomi orang tua dan motivasi terhadap prestasi belajar siswa
kelas II semester ganjil SMK Tri Sakti Ngawi tahun pelajaran 2006/2007.
41
BAB V
PENUTUP
E. Simpulan
Berdasarkan pada hasil analisis data pada Bab IV, maka dapat peneliti
simpulkan sebagai berikut :
1. Tidak ada pengaruh tingkat sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi
belajar siswa kelas II semester ganjil SMK Tri Sakti Ngawi tahun pelajaran
2006/2007. Hal ini dikarenakan bahwa tingkat sosial ekonomi orang tua tidak
berpengaruh terhadap prestasi belajar, artinya bila tingkat sosial ekonomi
orang tua tinggi belum tentu siswa memiliki prestasi yang tinggi pula, begitu
juga sebaliknya bila tingkat sosial ekonomi orang tua rendah tidak harus
prestasi belajar siswa rendah pula.
2. Ada pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar siswa terhadap prestasi
belajar siswa kelas II semester ganjil SMK Tri Sakti Ngawi tahun pelajaran
2006/2007. Motivasi belajar yang tinggi akan berdampak pada kemauan
belajar yang tinggi dan akan berpengaruh pada prestasi yang tinggi pula.
Sedangkan bila motivasi belajar siswa itu rendah akan berdampak pada
kemauan belajar yang rendah pula sehingga berakibat pada prestasi belajar
yang rendah.
3. Sedangkan pada penafsiran tingkat sosial ekonomi orang tua dan motivasi
belajar siswa ternyata ada pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar
kelas II semester ganjil SMK Tri Sakti Ngawi tahun pelajaran 2006/2007.
42
Hal ini dapat diuraikan bahwa tingkat sosial ekonomi yang tinggi dan
motivasi yang tinggi akan berpengaruh pada prestasi belajar siswa tinggi,
sedangkan tingkat sosial ekonomi orang tua yang rendah dan motivasi yang
rendah juga berpengaruh pada prestasi yang rendah pula.
F. Saran
Dari hasil penelitian serta kesimpulan tersebut diatas, peneliti dapat
menyampaikan berbagai saran-saran sebagai berikut :
1. Dilihat dari keadaan tingkat sosial ekonomi orang tua dan motivasi siswa
walaupun secara umum sudah tinggi namun masih perlu peningkatan bagi
sebagian siswa yang masih mempunyai motivasi dibawah rata-rata sehingga
keadaan motivasi siswa tersebut tidak terpaut jauh dengan siswa yang
mempunyai motivasi diatas rata-rata.
2. Walaupun secara umum keadaan motivasi sudah tinggi tetap diperlukan
rangsangan dari luar baik itu oleh guru maupun orang tua untuk
mengaktifkan kembali motivasinya sebab kemungkinan besar keadaan siswa
itu dinamis, dan juga mungkin komponen lain dalam proses belajar-mengajar
ada yang kurang menarik bagi siswa.
3. Walaupun hasil dari penelitian menunjukkan pengaruh yang baik serta
signifikan, tidak menutup kemungkinan untuk ditingkatkan motivasi belajar
siswa untuk mencapai prestasi belajar yang optimal.
43
DAFTAR PUSTAKA
Faisal, Sanapiah. 1992. Metodologi Penelitian Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional
Gilarso. 1991. Pengantar Ilmu Ekonomi Makro. Yogyakarta : Kanisius
Hadi, Sutrisno. 2001. Statistik 2. Yogyakarta: Andi Offset
Hadibroto. 2003. Ilmu Ekonomi Perusahaan. Yogyakarti : Kanisius
Hamalik, Omar. 2003. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara
Kartini, Kartono. 1990. Pengantar Metodologi Riset Sosial. Bandung: Mandar Maju
Majalah Media Pendidikan. 1996. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi
Jawa Timur
Nasution. S. 2005. Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta:
Bumi Aksara
Poerwodarminto. 1994. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Purwanto, Ngalim. 2002. Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung :
Remaja Rosdakarya
Suharsimi Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek.
Yogyakarta : Rineka Cipta
The Liang Gie. 1986. Cara Belajar yang Efisien. Yogyakarta : Pusat Kemajuan Studi
Winkel, WS. 1999. Psikologi Pengajaran. Jakarta: PT. Grasindo
44
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN
Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : MIWING DWI SUSIANINGSIH
NPM :
Program Studi : Pendidikan Biologi
Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Menyatakan dengan sebenarnya, bahwa Skripsi yang saya tulis ini benar-benar
merupakan hasil karya saya sendiri, bukan merupakan pengambilalihan tulisan atau
pikiran lain yang saya akui sebagai hasil tulisan atau pikiran saya sendiri.
Apabila di kemudian hari terbukti atau dapat di buktikan skripsi ini plagiat, maka
saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut.
Madiun, 1 Desember 2006
Yang membuat pernyataan
MIWING DWI SUSIANINGSIH
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
Lampiran 7
Skor Angket Motivasi Belajar Siswa
No. Skor Jml
Resp 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Skor
1 2 4 3 2 4 2 4 3 2 2 3 3 3 2 4 2 3 5 1 3 57
2 4 4 4 2 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 73
3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 74
4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 2 3 4 3 4 3 4 3 3 67
5 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 65
6 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 74
7 2 4 2 4 3 3 3 4 2 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 60
8 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 2 3 4 3 4 3 4 3 3 67
9 2 2 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 73
10 3 3 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 74
11 4 3 4 3 4 4 2 4 3 3 4 2 3 4 3 4 3 4 3 3 67
12 2 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 2 3 4 3 4 3 4 3 3 67
13 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 73
14 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 74
15 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 67
16 2 4 2 4 2 3 3 2 4 3 2 2 3 2 4 2 3 3 2 4 56
17 2 3 2 3 4 2 4 3 3 3 4 2 3 4 3 4 3 4 3 3 62
18 3 4 3 4 3 4 3 2 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 67
19 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 74
20 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 2 3 4 3 4 3 4 3 3 67
21 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 74
22 2 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 73
23 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 2 3 4 3 4 3 4 3 3 67
24 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 74
25 2 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 68
26 2 3 2 3 4 2 2 3 3 3 2 2 3 4 3 4 3 4 3 3 58
27 4 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 74
28 2 3 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 73
29 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 2 3 4 3 4 3 4 3 3 67
30 4 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 63
31 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 74
32 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 4 2 3 4 3 4 3 4 3 3 66
33 3 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 73
34 2 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 3 4 4 67
59
No. Skor Jml
Resp 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Skor
35 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 2 3 4 4 4 3 4 4 4 74
36 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 4 2 3 3 4 3 3 4 61
37 2 3 3 3 4 3 2 4 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 2 56
38 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 73
39 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 2 3 4 3 4 3 4 3 3 67
40 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 74
60
Get documents about "