sosek ortu, motivasi, prestasi

Document Sample
sosek ortu, motivasi, prestasi Powered By Docstoc
					 PENGARUH TINGKAT SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DAN
         MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP
          PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS II
      DI SMK TRISAKTI NGAWI TAHUN 2006/2007



                         SKRIPSI
Diajukan kepada IKIP PGRI Madiun untuk memenuhi salah satu
  persyaratan dalam menyelesaikan Program Sarjana Strata 1
      Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling




                          Oleh :
                        MULYADI
                     NPM. 05.121.077/P




      PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
            FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
                IKIP PGRI MADIUN
                 DESEMBER 2006




                             i
Motto
“Seluruh Amal Itu Hampa

Bila Tanpa Keikhlasan”




                               Skripsi ini kupersembahkan kepada :
                                         Bapak dan ibuku tercinta
                                       Istri dan ananda tersayang
                                       Teman-teman seangkatanku




                          ii
                                    ABSTRAK


Mulyadi. 2006. Pengaruh Tingkat Sosial Ekonomi Orang Tua dan Motivasi Belajar
        Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas II di SMK Trisakti Ngawi
        Tahun 2006/2007. Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu
        Pendidikan IKIP PGRI Madiun. Pembimbing (I) Drs. Vitalis DS., M.Pd.,
        (II) Drs. Muh. Chotim.

Kata Kunci : Tingkat Sosial Ekonomi Orang Tua, Motivasi Belajar Siswa, Prestasi
             Belajar Siswa


Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui pengaruh tingkat sosial ekonomi orang tua
dan motivsi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas II SMK Trisakti
Ngawi Tahun 2006/2007.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ex postfacto,
dengan desain analisisnya regresi. Dipergunakan metode ini karena ingin menguji
pengaruh suatu variable terhadap variable yang lainnya. Prosedur pengumpulan data
dilakukan dengan dokumentasi untuk memperoleh data sekunder berupa jumlah
siswa, nama siswa, nilai prestasi serta penghasilan orang tua dan dengan angket
tertutup untuk memperoleh data primer berupa motivasi siswa.
Berdasarkan pada lampiran 6 menunjukkan tingkat sosial ekonomi orang tua siswa
kelas II SMK Trisakti Ngawi tahun 2006/2007 rata-rata sebesar 764.375 dengan
penghasilan terbesar 1.250.000 dan terkecil 450.000. Untuk skor rata-rata motivasi
belajar diperoleh rata-rata skor 68,35 dengan skor tertinggi 74 dan skor terendah 56.
Sedagkan prestasi belajar siswa mendapatkan nilai rata-rata 70,53 dengan nilai
tertinggi 80 dan nilai terendah 62.
Tehnik analisis data digunakan metode statistik dengan regresi linier berganda
diperoleh hasil-hasil penelitian sebagai berikut :
1. Dari perhitungan dengan menggunakan statistik dengan bantuan program SPSS
    v.12 for Windows dapat diketahui bahwa tidak ada pengaruh tingkat sosial
    ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas II semester ganjil SMK
    Tri Sakti Ngawi tahun pelajaran 2006/2007. Hal ini dikarenakan bahwa tingkat
    sosial ekonomi orang tua itu termasuk faktor diluar diri siswa, sedang prestasi
    belajar siswa itu merupakan kerjasama dari komponen kondisi psikis dan
    kemampuan belajar.
2. Dari perhitungan dengan menggunakan statistik dengan bantuan program SPSS
    v.12 for Windows dapat diketahui bahwa ada pengaruh motivasi belajar siswa
    terhadap prestasi belajar siswa kelas II semester ganjil SMK Tri Sakti Ngawi
    tahun pelajaran 2006/2007. Motivasi belajar yang tinggi akan berdampak pada
    kemauan belajar yang tinggi dan akan berpengaruh pada prestasi yang tinggi
    pula. Sedangkan bila motivasi belajar siswa itu rendah akan berdampak pada



                                         iii
   kemauan belajar yang rendah pula sehingga berakibat pada prestasi belajar yang
   rendah.
3. Sedangkan pada penafsiran tingkat sosial ekonomi orang tua dan motivasi belajar
   siswa ternyata berpengaruh terhadap prestasi belajar kelas II semester ganjil
   SMK Tri Sakti Ngawi tahun pelajaran 2006/2007. Hal ini dapat dipahami karena
   besar kemungkinannya bahwa siwa yang orang tua memiliki status sosial
   ekonomi tinggi atau rendah dapat menimbulkan tinggi rendahnya motivasi siswa
   dalam belajar.




                                        iv
                            KATA PENGANTAR


        Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat serta

hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian yang berjudul

“Pengaruh Tingkat Sosial Ekonomi Orang Tua dan Motivasi Belajar Siswa

Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas II di SMK Trisakti Ngawi Tahun 2006/2007”.

        Penelitian ini penulis susun untuk memenuhi salah satu syarat guna

memperoleh gelar sarjana Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP PGRI Madiun.

        Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-

besarnya kepada :

1. Drs. H. Saiman, MM selaku Rektor IKIP PGRI Madiun

2. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP PGRI Madiun

3. Drs. Ibnu Mahmudi, MM, selaku Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling

   Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP PGRI Madiun.

4. Drs. Vitalis DS., M.Pd.. selaku Dosen Pembimbing I yang telah sabar dan penuh

   pengertian membimbing penulis.

5. Drs. Muh. Chotim, selaku Dosen Pembimbing II yang dengan telaten

   membimbing penulis

6. Kepala SMK Trisakti Ngawi yang telah memberikan data penelitian pada penulis

7. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah

   membantu dalam penulisan penelitian ini.

       Penulis menyadari sepenuhnya, meskipun telah berusaha untuk menyusun

penelitian ini dengan sebaik-baiknya. Namun demikian hasilnya masih jauh dari

sempurna, dikarenakan keterbatasan pengetahuan dan kemampuan penulis.

                                       v
         Dengan segala kerendahan hati, penulis mengucapkan kritik dan saran guna

penyempurnaan dari penelitian ini. Semoga Allah SWT berkenan membalas segala

pengorbanan, bimbingan serta bantuan yang telah diberikan kepada penulis dalam

menyelesaikan penelitian ini.

         Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua

pihak.



                                                     Madiun, 1 Desember 2006



                                                              Penulis




                                        vi
                                       DAFTAR ISI



                                                       Halaman

Halaman Judul                                             i

Lembar Persetujuan Dosen Pembimbing                      ii

Lembar Pengesahan Panitia Penguji Skripsi                iii

Abstrak                                                  iv

Motto dan Kata Persembahan                               v

Kata Pengantar                                           vii

Daftar Isi                                               ix

Daftar Lampiran                                          xi

BAB I        PENDAHULUAN                                 1

             A. Latar Belakang Masalah                   1

             B. Identifikasi Masalah                     2

             C. Batasan Masalah                           3

             D. Rumusan Masalah                          3

             E. Tujuan Penelitian                        4

             F. Kegunaan penelitian                      5

BAB II       KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN     6

             A. Kajian pustaka                           6

             B. Kerangka pemikiran                       23

             C. Hipotesis Penelitiaan                    23




                                           vii
BAB III   METODOLOGI PENELITIAN                               25

          A. Tempat dan waktu penelitian                      25

          B. Metode dan Desain Penelitian                     27

          C. Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel   28

          D. Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian        29

          E. Analisis Data                                    31

BAB IV    HASIL PENELITIAN                                    33

          A. Deskripsi Data                                   33

          B. Analisis Data                                    34

          C. Penafsiran Hasil Analisa Data                    39

          D. Simpulan Pengujian Hipotesis                     40

BAB V     PENUTUP                                             42

          A. Simpulan                                         42

          B. Saran                                            43

DAFTAR PUSTAKA                                                44

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN                                   45

LAMPIRAN-LAMPIRAN                                             46

DAFTAR RIWAYAT HIDUP                                          65




                                      viii
                            DAFTAR LAMPIRAN



Lampiran                                                             Halaman

1. Nama Sampel / Responden                                             46

2. Tabel Tingkat Penghasilan Orang Tua Siswa Kelas II Semester

   Ganjil SMK Tri Sakti Ngawi Tahun Pelajaran 2006/2007                48

3. Angket tentang Motivasi Belajar                                     50

4. Tabel Prestasi Belajar Siswa Siswa Kelas II Semester Ganjil SMK

   Tri Sakti Ngawi Tahun Pelajaran 2006/2007                           55

5. Tabel Hasil Angket Motivasi Belajar Siswa Kelas II Semester

   Ganjil SMK Tri Sakti Ngawi Tahun Pelajaran 2006/2007                57

6. Tabel Persiapan Untuk Menghitung Koefisien Regresi Dengan Dua

   Prediktor                                                           59

7. Skor Angket Motivasi Belajar Siswa                                  61

8. Surat Permohonan Ijin Penelitian dari IKIP PGRI Madiun              63

9. Surat Keterangan dari SMK Trisakti Ngawi                            64




                                        ix
                                        BAB I

                                 PENDAHULUAN



A. Latar Belakang Masalah

          Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah faktor intern dan

   faktor ekstern. Faktor intern siswa meliputi : faktor fisik dan faktor psikis. Faktor

   fisik siswa yang dapat meningkatkan prestasi belajarnya meliputi faktor fisiologis,

   yaitu siswa jasmaninya sehat, kebutuhan makanan bergizi terpenuhi, fungsi panca

   indera terutama pendengaran dan penglihatan. Sedangkan faktor psikis meliputi

   faktor motivasi, motif, minat, perhatian, pengamatan, tanggapan, fantasi,

   intelegensi dan bakat siswa. Faktor-faktor itu tidak berdiri sendiri, namun saling

   terkait. Kondisi fisik dan psikis siswa perlu mendapatkan perhatian agar berjalan

   seimbang.

          Faktor lain yaitu faktor ekstern yang berasal di luar diri siswa, meliputi

   lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat dan lingkungan keluarga termasuk

   didalamnya tingkat sosial ekonomi orang tuanya. Keluarga yang tingkat sosial

   ekonominya baik atau stabil sangat berpeluang sekali terhadap perkembangan

   jiwa anak termasuk didalamnya motivasi belajar, namun keluarga yang tingkat

   sosial ekonominya tidak stabil, akan berpengaruh pada perkembangan kejiwaan

   anak. Pemenuhan sarana dan fasilitas belajar menjadi terganggu.

          Dari kedua faktor diatas, penulis memfokuskan pada faktor motivasi dan

   faktor tingkat sosial ekonomi orang tua dalam kaitannya dengan prestasi belajar

   siswa. Motivasi adalah kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk

   melakukan sesuatu. Jadi motivasi belajar siswa adalah kondisi psikologis yang



                                           1
   mendorong siswa untuk belajar. Sedangkan tingkat sosial ekonomi orang tua

   adalah kemampuan orang tua untuk membiayai dan memenuhi kebutuhan sekolah

   anaknya. Bila sarana dan prasarana belajar terpenuhi, maka dapat mendorong

   siswa untuk belajar dan mencapai prestasi yang diharapkan.

          Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa siswa yang motivasi

   belajarnya kurang dan kondisi ekonomi orang tuanya rendah, berdampak prestasi

   belajarnya yang rendah pula, sebaliknya bila siswa memiliki motivasi yang tinggi

   dan status sosial ekonomi orang tuanya tinggi, akan mempengaruhi prestasi

   belajarnya yang tinggi pula.

          Jadi motivasi belajar dan tingkat sosial ekonomi akan sangat besar

   pengaruhnya terhadap prestasi anak. Mengingat pentingnya motivasi belajar dan

   kemampuan orang tua membiayai anaknya maka penulis ingin mengetahui

   seberapa besar pengaruh tingkat sosial ekonomi orang tua dengan motivasi belajar

   siswa terhadap prestasi belajar siswa.

          Berdasarkan uraian di atas, maka penulis ingin mengetahui lebih jauh

   tentang “Pengaruh antara Tingkat Sosial Ekonomi Orang Tua dengan Motivasi

   Belajar Siswa terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas II Semester Gasal SMK Tri

   Sakti Ngawi Tahun 2006/2007”.



B. Identifikasi Masalah

          Bertitik tolak dari latar belakang di atas banyak permasalahan yang dapat

   dimunculkan untuk diteliti. Adapun permasalahan-permasalahan tersebut dapat

   diidentifikasikan sebagai berikut :

   1. Bagaimana tingkat sosial ekonomi orang tua?




                                            2
   2. Apakah siswa yang orang tuanya mampu, prestasi belajarnya tinggi?

   3. Apakah siswa yang orang tuanya kurang mampu, prestasi belajarnya rendah?

   4. Bagaimana motivasi belajar siswa ?

   5. Apakah motivasi belajar siswa dapat meningkatkan prestasi belajarnya?

   6. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi prestasi belajar siswa?



C. Batasan Masalah

          Berdasarkan pada kemampuan peneliti serta terbatasnya waktu yang

   tersedia untuk mengadakan penelitian maka peneliti perlu memberi batasan

   masalah agar tidak melampaui batas yang diinginkan. Adapun sebagai batasan

   masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

   1. Masalah penelitian ini terbatas pada pengaruh tingkat sosial ekonomi orang

      tua dengan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas II

      semester Gasal SMK Tri Sakti Ngawi Tahun 2006/2007.

   2. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas, yaitu tingkat sosial

      ekonomi orang tua (X1) dan motivasi belajar siswa (X2). Sedangkan variabel

      terikatnya yaitu prestasi belajar siswa (Y)

   3. Populasi penelitian ini dibatasi pada siswa kelas II semester Gasal SMK Tri

      Sakti Ngawi tahun pelajaran 2006/2007 sebanyak 208 siswa.



D. Rumusan Masalah

          Dalam kegiatan penelitian ini peneliti bertujuan untuk menjawab

   permasalahan yang telah dirumuskan sebelumnya, agar dalam pembahasan tidak




                                          3
   melampaui batas yang diinginkan, maka sebagai rumusan masalahnya adalah

   sebagai berikut:

   1. Apakah terdapat pengaruh tingkat sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi

       belajar siswa kelas II Semester Gasal SMK Tri Sakti Ngawi Tahun Pelajaran

       2006/2007 ?

   2. Apakah terdapat pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar

       siswa kelas II Semester Gasal SMK Tri Sakti Ngawi Tahun Pelajaran

       2006/2007 ?

   3. Adakah pengaruh tingkat sosial ekonomi orang tua dan motivasi belajar siswa

       terhadap prestasi belajar siswa kelas II Semester Gasal SMK Tri Sakti Ngawi

       Tahun Pelajaran 2006/2007 ?



E. Tujuan Penelitian

          Sebagai tindak lanjut dari rumusan masalah di atas, maka tujuan dari

   penelitian ini adalah :

   1. Ingin mengetahui pengaruh tingkat sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi

       belajar siswa kelas II Semester Gasal SMK Tri Sakti Ngawi Tahun Pelajaran

       2006/2007.

   2. Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar

       siswa kelas II Semester Gasal SMK Tri Sakti Ngawi Tahun Pelajaran

       2006/2007.




                                        4
   3. Ingin mengetahui pengaruh tingkat sosial ekonomi orang tua dan motivasi

      belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas II Semester Gasal SMK Tri

      Sakti Ngawi Tahun Pelajaran 2006/2007 ?



F. Kegunaan Penelitian

          Dengan selesainya kegiatan penelitian ini diharapkan hasilnya mempunyai

   kegunaan yang antara lain adalah sebagai berikut :

   1. Bagi Sekolah

      Sebagai bahan pertimbangan bagi sekolah agar dapat lebih meningkatkan dan

      mencapai prestasi belajar yang diharapkan, dengan memotivasi siswa untuk

      giat belajar.

   2. Bagi Guru

      Sebagai masukan agar meningkatkan kompetensi dengan memotivasi siswa

      untuk belajar giat untuk mencapai prestasi yang baik.

   3. Bagi Siswa

      Hasil penelitian ini agar dapat memberi dorongan siswa agar lebih giat belajar

      untuk memacu prestasi belajarnya.

   4. Bagi Konselor

      Sebagai masukan dalam memberikan layanan atau bantuan yang seoptimal

      mungkin demi tercapainya prestasi belajar yang baik.

   5. Bagi Orang tua

      Sebagai masukan agar senantiasa memantau, memperhatikan, membimbing

      dan memotivasi anaknya untuk mencapai prestasi yang baik.




                                          5
                                   BAB II

           KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN



A. Kajian Pustaka

   1. Tingkat Sosial Ekonomi Orang Tua

      a. Pengertian Tingkat Sosial Ekonomi

                 Menurut Poerwodarminto (1994:402) tingkat adalah strata,

          urutan; sosial adalah society, masyarakat; ekonomi adalah kemampuan

          mencukupi kebutuhan hidup. Pengertian lain dari ekonomi menurut

          Gilarso (1991:61) bahwa kata ekonomi berasal dari dua kata dalam

          bahasa asing (Yunani), yaitu Oikos, yang berarti rumah tangga, dan

          Nomos, yang artinya aturan, tata ilmu. Jadi kata aslinya adalah aturan

          atau pedoman untuk mengatur rumah tangga atau good management of

          househould.

                 Hadibroto (2000:3) menyatakan bahwa pengertian ekonomi

          adalah suatu ilmu yang mempelajari tingkah laku mausia dan masyarakat

          dalam usaha untuk mencapai kemakmuran.

                 Dari pengertian di atas, maka peneliti berpendapat bahwa

          ekonomi adalah suatu ilmu pengetahun yang mempelajari tata cara atau

          menerapkan pedoman dan aturan untuk mengatur tingkah laku manusia

          dalam masyarakat yang terwujud dalam kehidupan rumah tangga, dalam

          usahanya untuk mencapai kemakmuran dan kebahagian hidup keluarga.




                                      6
          Sedangkan pengertian orang tua dalam Media Pembinaan

   Pendidikan (1996:10) adalah ayah dan ibu, atau wali dari siswa yang

   bersangkutan. Jadi orang tua di sini adalah orang yang menanggung

   biaya kehidupan anak, baik dalam hal makan, pakaian, kesehatan

   maupun pendidikan anak.

          Tingkat sosial ekonomi setiap orang berbeda, karena perbedaan

   kemampuan dalam mencukupi kebutuhan hidupnya. Tingkat sosial

   ekonomi orang tua ini terbagi menjadi dua, yaitu orang tua yang tingkat

   sosial ekonominya rendah dan tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh besarnya

   pendapatan dan pengeluaran setiap orang.



b. Pendapatan Orang Tua

          Poerwodarminto (1994:228) menyatakan bahwa “pendapatan

   adalah hasil pencaharian atau perolehan”. Jadi yang dimaksud

   pendapatan orang tua adalah penghasilan dan perolehan yang berasal dari

   usaha sendiri atau bekerja pada orang lain atau instansi lain yang

   merupakan     hasil      pencaharian   yang   dapat   dipergunakan   untuk

   menghidupi anak-anak dan orang yang menjadi tanggung jawabnya.

   Pendapatan orang tua dapat diterima dalam bentuk uang dapat juga

   dalam bentuk barang atau fasilitas-fasilitas lain seperti rumah, kendaraan,

   telepon dan lain-lain.

          Dalam penelitian ini pendapatan keluarga ditekankan pada

   penghasilan keluarga yang bersumber pada usaha sendiri atau bekerja




                                    7
   pada orang atau lembaga lain, seperti sebagai karyawan swasta, pegawai

   negeri, atau sebagai buruh pada perusahaan.

          Gilarso (2000:63) berpendapat bahwa yang dihitung sebagai

   penghasilan atau pendapatan keluarga meliputi segala bentuk balas jasa

   atau sumbangan seseorang terhadap proses produksi, yang bersumber

   pada usaha sendiri, bekerja pada orang lain, atau instansi lain dan hasil

   dari milik.



c. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan orang tua

          Faktor ekonomi orang tua yang penulis maksudkan adalah faktor

   yang membedakan tingkat ekonomi masing-masing keluarga adalah tidak

   sama. Menurut A.G. Lunadi (1991:1) faktor-faktor yang mempengaruhi

   perilaku seseorang sehingga dapat meningkatkan taraf ekonominya

   meliputi :

   1) Sikap

       Sikap seseorang dipengaruhi oleh proses yang terjadi sebelumnya.

       Dari proses itulah manusia dapat bersikap apakah bersikap positif

       maupun negatif.

   2) Pengetahuan

       Setiap orang memiliki pengetahuan yang berbeda. Perbedaan ini

       disebabkan oleh pengalaman dan proses hidup yang berbeda. Tinggi

       rendahnya    pengetahuan       seseorang   berbanding   lurus   dengan

       ketrampilan yang dimilikinya.




                                  8
3) Ketrampilan

   Sikap dan pengetahuan yang baik dan positif akan berpengaruh baik

   pada ketrampilan hidupnya (life skill). Ketrampilan setiap orang

   berbeda, tergantung pada beberapa faktor, antara lain :

   a) Cara Kerja

                 Orang tua yang bekerja untuk memperoleh penghasilan

       dengan cara menjadi karyawan baik negeri maupun swasta dan

       sebagai pengusaha (enterpreneur). Bila orang tua bekerja sebagai

       karyawan, besarnya gaji ditentukan oleh masa kerja, tingkat/

       golongan kepangkatan, prestasi yang diraih selama bekerja di

       instansi/perusahaan.       Namun   berbeda   dengan   pengusaha,

       besarnya gaji yang diperolah sesuai dengan kemampuan

       pengusaha dalam menangkap peluang usaha dan kemampuan

       dalam mengelola usahanya.

   b) Keahlian (skill)

                 Keahlian masing-masing orang berbeda. Keahlian

       seseorang akan berdaya guna dan berhasil guna bila orang

       tersebut mampu memanfaatkan keahliannya dalam menghasilkan

       uang. Peluang kerja untuk menghasilkan uang lebih terbuka luas

       untuk orang yang memiliki keahlian tertentu, seperti tukang

       service jam, elektronika, sepeda motor, mesin jahit dan

       sebagainya.




                              9
           c) Kesempatan kerja

                         Semua keahlian dan kemampuan tidak akan berguna

               bila tidak ada kesempatan kerja. Kesempatan kerja adalah

               peluang yang tidak semua orang bisa mendapatkannya, seperti

               informasi penerimaan pegawai yang tidak semua orang

               mengetahui.

       4) Material

           Dengan ketrampilan yang dimiliki, seseorang dapat mewujudkan

           keinginannya berupa materi.



2. Motivasi Belajar Siswa

   a. Pengertian Motif

                Menurut Wingkel (dalam Vitalis, 2002:43) motif adalah

       penggerak dari dalam subyek untuk melakukan aktivitas-aktivitas

       tertentu demi mencapai suatu tujuan. Motif merupakan suatu kondisi

       intern atau disposisi (kesiap siagaan)



   b. Motivasi

                Menurut Winkel (dalam Vitalis, 2002:43) daya penggerak yang

       telah menjadi aktif. Motif menjadi aktif pada saat-saat tertentu, bila

       kebutuhan untuk mencapai suatu tujuan sangat dirasakan atau dihayati.




                                     10
c. Motivasi Belajar

             Sedangkan    motivasi     belajar   menurut   Vitalis   (2002:43)

   keseluruhan daya gerak di dalam diri subyek menimbulkan aktivitas

   belajar, yang menjamin kelangsungan dari aktivitas belajar yang

   memberikan arah pada aktivitas belajar tersebut, maka tujuan yang

   dikehendaki oleh subyek tersebut tercapai. Dikatakan keseluruhan,

   karena biasanya ada beberapa motif yang bersama-sama menggerakkan

   seseorang untuk belajar. Motivasi belajar merupakan faktor psikis, yang

   bersifat non intelektual. Peranannya yang khas adalah dalam hal gairah

   (semangat) belajar seseorang yang bermotivasi kuat akan mempunyai

   banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar.



d. Bentuk Motivasi

             Bentuk motivasi menurut Winkel (dalam Vitalis, 2002:44)

   meliputi :

   1) Intrinsik (dorongan dari dalam)

   2) Ekstrinsik (dorongan dari luar)

             Salah satu yang tergolong dalam motivasi intrinsik adalah

   achievement motivation yaitu daya penggerak untuk mencapai taraf

   belajar   (mencapai    prestasi    belajar)   semaksimal   mungkin    demi

   penghargaan pada dirinya sendiri sehingga timbul rasa puas. Sedangkan

   faktor ekstrinsik berasal dari luar diri siswa yang bersifat merangsang

   siswa untuk giat belajar.




                                 11
e. Fungsi Motivasi

           Menurut Nasution (1982:49) motivasi mempunyai tiga fungsi

   dalam kehiduan manusia, yaitu (1) Motivasi mendorong untuk berbuat

   sesuatu; (2) Motivasi menentukan arah perbuatan; dan (3) Motivasi

   menyeleksi perbuatan.

           Motivasi mendorong untuk berbuat berfungsi sebagai penggerak

   atau sebagai motor yang memberikan kekuatan kepada seseorang untuk

   melaksanakan tugas. Sedang motivasi yang berfungsi untuk menentukan

   arah yakni kearah perbuatan yang hendak dicapai, tercapainya tujuan

   tersebut tergantung pada kuat tidaknya motivasi yang mendorongnya.

   Bila motivasi itu kuat maka tujuan akan tercapai, tetapi bila lemah,

   kemungkinan besar gagal. Sedangkan motivasi sebagai penyeleksi

   perbuatan maksudnya menentukan perbuatan-perbuatan mana yang harus

   dilakukan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan mengesampingkan

   perbutan yang tidak bermanfaat bagi tujuan yang hendak dicapai.

           Seseorang melakukan usaha karena adanya motivasi. Adanya

   motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hal yang baik.

   Dengan kata lain bahwa dengan adanya usaha yang tekun dan terutama

   didasarkan adanya motivasi, maka seseorang yang belajar akan dapat

   melahirkan prestasi yang baik.

           Motivasi dapat diklasifikasikan menjadi dua golongna yaitu

   motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik (Purwanto, 1986:69). Motivasi




                               12
     intrinsik ini mengacukan pada faktor-faktor dari luar, misalnya

     pemberian hadiah, pujian, hukuman.



f.   Faktor-faktor yang mempengaruhi Motivasi Belajar

              Keberhasilan siswa di sekolah ditentukan oleh beberapa faktor.

     Menurut Oemar Hamalik (2003:76) faktor-faktor yang mempengaruhi

     motivasi belajar ialah:

     1) Faktor-faktor lingkungan

                  Dalam proses belajar faktor lingkungan juga memegang

         peranan penting. Karena hal ini harus mendapat perhatian sebaik-

         baiknya, demi berhasilnya siswa-siswi dalam mencapai prestasi

         belajar. Sedangkan yang dimaksud dengan lingkungan adalah

         keadaan suatu tempat yang mempengaruhi baik langsung maupun

         tidak langsung terhadap proses dan hasil belajar. Faktor lingkungan

         dibagi menjadi dua, yaitu:

         a) Lingkungan non sosial/alami, yaitu situasi dan kondisi alam

             tempat belajar.

         b) Lingkungan sosial, yaitu lingkungan yang berupa manusia atau

             representasinya baik langsung maupun tidak langsung, yang

             dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar, seperti jumlah

             penghuni dalam sebuah rumah tangga, jumlah teman belajar dan

             lain-lain.




                                   13
2) Bahan atau hal yang dipelajari

              Tingkat kesukaran bahan pelajaran besar pengaruhnya

   terhadap proses dan hasil belajar. Apabila siswa mempunyai

   kebiasaan belajar, maka cenderung memperoleh prestasi belajar yang

   baik pula. Kebiasaan belajar biasanya dilakukan orang melalui suatu

   kegiatan yang berulang-ulang. Dari kegiatan yang berulang-ulang

   tersebut, timbul suatu kebiasaan belajar. Sehingga belajar tiap-tiap

   individu     dapat    berbeda-beda          sesuai   dengan   lingkungannya.

   Kebiasaan belajar menyangkut suatu cara belajar, sedangkan cara

   belajar erat hubungannya dengan kerangka berfikir seseorang.

              Sebaliknya kerangka berfikir seseorang dapat dilihat dari

   cara belajarnya, selanjutnya ada semacam konsep dalam cara belajar,

   yaitu   konsep       tradisi,    disiplin    belajar,   ketrampilan   belajar,

   penggunaan kepustakaan (The Liang Gie, 1986:49).

              Seseorang yang mempunyai kebiasaan yang baik tidak akan

   meninggalkan konsep tersebut diatas yaitu konsentrasi disiplin

   belajar, ketrampilan belajar, dan pemakaian kepustakaan. Dari uraian

   di atas dapat di interprestasikan secara singkat bahwa kebiasaan

   belajar dapat mempengaruhi prestasi belajar.

3) Faktor-faktor instrumental

              Faktor instrumental adalah penggunaannya dirancang sesuai

   denganhasil belajar yang diharapkan. Faktor-faktor ini dapat berupa

   tempat belajar, penggaris, buku dan sebagainya.




                                   14
   4) Kondisi individu si pelajar, dapat diuraikan menjadi:

       a) Kondisi fisikologi seperti panca indera, penyakit menahun, pusat

           susunan saraf pertumbuhan badan yang kurang sempurna dan

           sebagainya. Semua itu mempengaruhi usaha belajar secara

           optimal (The Liang Gie, 1986:12).

       b) Kondisi psikologis, semua keadaan dan fungsi psikologis tentu

           saja berpengaruh terhadap proses belajar.

       Beberapa faktor psikologis yang utama:

       a) Minat, orang yang belajar dengan penuh minat dapat diharapkan

           hasilnya akan lebih baik dari pada yang kurang minat.

       b) Kecerdasan, orang yang lebih cerdas pada umumnya akan lebih

           mampu belajar dari pada orang yang kurang cerdas.

       c) Motivasi, seseorang yang diharapkan dengan motivasi tinggi

           akan diharapkan hasilnya lebih baik daripada orang yang

           motivasinya rendah.

       d) Kemampuan kognitif, kemampuan seseorang dalam ingatan dan

           berfikir yang mempengaruhi belajar seseorang (The Liang Gie,

           1986:13).



g. Macam-macam Motivasi

            Menurut Woodworth dan Marquis, ada 3 maca motivasi,

   meliputi :




                                 15
   1) Kebutuhan-kebutuhan organik seperti makan, minum, bernafas,

       seksual dan istirahat.

   2) Motif-motif darurat, mencakup selamatkan diri, balas dendam,

       berusaha, memburu, yang timbul karena rangsangan dari luar, tetapi

       bentuknya tertentu sesuai dengan perangsan tertentu berkembang

       karena dipelajari.

   3) Motif-motif objektif, mencakup kebutuhan untuk bereskplorasi dan

       kebutuhan untuk menaruh minat. Timbulnya motif-motif ini karena

       dorongan untuk menghadapi dunia luar (sosial atau non sosial) secara

       efektif.

            Dari pengertian di atas, maka peneliti berpendapat bahwa

   motivasi dipengaruhi oleh rangsangan atau keinginan yang kuat baik dari

   dalam diri manusia maupun dari luar diri manusia.



h. Usaha untuk membangkitkan motivasi siswa

            Berpijak pada uraian sebelumnya bahwa motivasi dapat berasal

   dari dalam diri maupun dari luar maka untuk membangkitkan motivasi,

   perlu ada rangsangan-rangsangan meliputi :

   1) Tercukupi sarana belajar

                  Salah satu pendorong belajar adalah tersedianya sarana

       belajar yang memadai, misalnya alat tulis, buku pegangan, alat

       peraga     sederhana     serta   ruang   belajar   yang   nyaman   dan

       menyenangkan saat belajar di rumah.




                                   16
       2) Pemberian reward (penghargaan)

                      Dengan memberikan reward (penghargaan) kepada anak

           dalam belajar, akan memotivasi anak dalam mencapai prestasi

           belajarnya.

3. Prestasi Belajar

   a. Pengertian Prestasi Belajar

                Menurut Winkel (1999:46) prestasi belajar adalah “Hasil belajar

       yang telah dicapai oleh siswa dalam mata pelajaran tertentu dan

       menghasilkan perubahan-perubahan dalam bidang pengetahuan atau

       pemahaman, ketrampilan, sikap dan nilai”.

                Demikian juga menurut Poerwodarminto (1994:70) dalam Kamus

       Besar Bahasa Indonesia yang dimaksud prestasi belajar adalah

       “penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan oleh

       mata pelajarannya lazimnya ditunjukkan dengan nilai yang diberikan

       guru”.

                Dari pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa prestasi

       belajar berarti suatu kemampuan yang dicapai siswa dalam suatu proses

       belajar sampai dimana kemampuan siswa dalam melakukan kegiatan

       belajar memperoleh nilai dari hasil belajarnya itu yang dalam hal ini

       dapat dilihat dalam buku raport dengan nilainya yang baik.




                                     17
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar

            Menurut WS Winkel (1999:65) faktor yang mempengaruhi

   prestasi belajar antara lain dapat disebutkan sebagai berikut :

   1) Faktor internal

                Yang dimaksud sebagai faktor internal adalah faktor yang

       datang dari dalam diri siswa sendiri. Wujud faktor dari dalam diri

       siswa sendiri itu antara lain taraf intelegensi, tidak mempunyai tujuan

       belajar, kurang minat terhadap bahan pelajaran, kondisi fisikologis.

       Adapun masing-masing faktor dapat diuraikan sebagai berikut :

                Menurut pendapat Winkel (1999:25) bahwa: “Sudah

       disadari baik oleh guru, murid, oleh orang tua bahwa dalam belajar

       disekolah intelegensi (kemampuan intelektual) memainkan peranan

       yang sangat besar, khususnya berpengaruh kuat terhadap tinggi

       rendahnya prestasi yang dapat dicapai siswa”.

                Sebagaimana diketahui bahwa intelegensi manusia pada

       umumnya dan siswa pada khususnya menunjukkan keadaan yang

       sangat bervariasi dengan menunjukkan suatu tingkatan-tingkatan

       sehingga dengan demikian bagi siswa yang memiliki intelegensi

       tinggi ada kecenderungan memperoleh prestasi belajar yang baik jika

       dibandingkan dengan mereka yang memiliki intelegensi sedang dan

       atau faktor yang mutlak untuk menentukan tinggi rendahnya prestasi

       belajar siswa, sebab ada faktor lain yang juga berpengaruh terhadap

       proses belajar siswa di sekolah.




                                 18
        Tidak mempunyai tujuan belajar juga dapat mempengaruhi

prestasi belajar karena tidak jarang mereka masuk sekolah

didasarkan pada faktor-faktor ikut-ikutan, hal    ini sangat lazim

dialami oleh kebanyakan siswa dewasa ini. Jadi memilih jenis

sekolah atau jurusan tidak didasarkan pada minat, bakat maupun

kemampuan diri, akibatnya setelah dalam proses belajar ternyata

tidak mempunyai gairah belajar. Menurut pendapat dari Oemar

Hamalik (2003:113) bahwa tujuan yang samar-samar tidak realistis

juga dapat menjadi penghalang atas kemajuan studi mahasiswa yang

bersangkutan, juga dapat menjadi penghalang atas kemajuan

studinya, bukan kemajuan yang dicapainya, melainkan kegagalan

dan kekecewaan yang akan diperolehnya.

        Prestasi belajar yang baik sulit untuk dicapai tanpa adanya

usaha belajar yang giat, sebab kemampuan siswa untuk menguasai

suatu materi tidak timbul dengan sendirinya. Demikian pula

perbuatan belajar seperti misalnya membaca buku, mengerjakan

tugas dari guru dan atau melakukan perbuatan yang ada kaitannya

dengan pelajaran sangat memerlukan adanya minat dan rasa senang

terhadap bahan yang dipelajari.

        Faktor-faktor lain yang perlu diperhatikan adalah kondisi

fisikologis. Setiap orang untuk dapat melakukan suatu kegiatan

tertentu akan memperoleh hasil sebagaimana yang diharapkan, salah

satu unsur yang harus dipenuhi adalah masalah kesehatan jasmani.




                         19
            Kondisi fisikologis misalnya penglihatan, pendengaran, dan

   yang termasuk panca indera lainnya juga sangat berpengaruh

   terhadap hasil belajar anak.

2) Faktor eksternal

            Faktor eksternal adalah pengaruh yang datangnya dari luar

   diri anak didik. Adapun wujud dari faktor eksternal yang

   mempengaruhi proses hasil belajar anak antara lain meliputi :

   a) Faktor lingkungan sekolah yang bersumber dari lingkungan

       sekolah

                 Faktor lingkungan sekolah yang bersumber dari

       lingkungan sekolah dapat mempengaruhi belajar anak. Hal ini

       dapat dilihat dari   pendapat Oemar Hamalik (2003:115-116)

       menyebutkan tentang : “Cara memberi pelajaran, kurangnya

       bahan bacaan, kurangnya media, bahan pelajaran tidak sesuai

       dengan kemampuan siswa, bahan pelajaran terlalu banyak”.

                 Dari pendapat diatas dapat diuraikan bahwa pengajar

       atau guru dalam menyampaikan materi pelajaran mempunyai

       pengaruh yang cukup besar terhadap prestasi belajarnya.

       Biasanya pola kepemimpinan guru yang didominasi oleh pola

       otoritas akan mengakibatkan tertutupnya kreatifitas anak didik.

                 Selain masalah kepemimpinan, metode yang dipakai

       kurang atau tidak tepat juga dapat mengakibatkan siswa kurang




                            20
menguasai materi yang diajarkan, sehingga tujuan pengajaran

yang ditargetkan sulit untuk dicapai.

         Kurangnya bahan bacaan bagi siswa juga sangat

berpengaruh    terhadap    penggunaan   materi.   Guru   dalam

menyampaikan materi pelajaran bersumber dari berbagai buku

yang tidak jarang sumber atau buku yang dipakai sulit bahkan

tidak tersedia di perpustakaan. Di samping sulit mendapatkan

buku sumber di perpustakaan dan andaikata ada di toko buku

harganya mahal dan siswa atau mahasiswa, hanya mengandalkan

materi pelajaran sebagaimana yang telah dicatatkan oleh guru

atau dosennya pada saat mengajar di kelas karena harga buku

tidak terjangkau untuk dibeli.

         Demikian pula kurangnya media pengajaran yang

digunakan oleh guru juga mengakibatkan materi pelajaran yang

diterima kurang dapat tersimpan dalam ingatan.

         Biasanya sekolah-sekolah yang berada di daerah

terpencil mengalami kesulitan untuk mendapatkan media yang

memadai, sehingga tidak jarang guru dalam menyampaikan

pelajaran tanpa menggunakan media. Untuk siswa yang

menerima materi pelajaran tanpa dibarengi dengan media yang

memadai, dalam masalah-masalah tertentu hanya tahu tentang

konsep belaka tanpa dapat membayangkan gambaran atau wujud

nyata apa yang telah diterangkan oleh guru.




                     21
           b) Faktor lingkungan keluarga yang bersumber dari lingkungan

                keluarga.

                         Lingkungan keluarga mempunyai pengaruh yang cukup

                dominan terhadap prestasi belajar siswa. Wujud dari lingkungan

                keluarga yang dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa

                atau mahasiwa cukup kompleks.

                         Menurut pendapat dari Oemar Hamalik (2003:16)

                faktor yang bersumber dari lingkungan keluarga yang terpenting

                antara lain “kemampuan ekonomi, broken home, kurang kontrol

                orang tua”.



4. Hubungan antara tingkat sosial ekonomi orang tua, motivasi belajar dan

   prestasi belajar siswa.

           Variabel-variabel dalam penelitian ini meliputi tingkat sosial

    ekonomi orang tua, motivasi belajar dan prestasi belajar siswa. Keterkaitan

    ketiga variabel ini adalah tingkat sosial ekonomi orang tua siswa berbanding

    lurus dengan kemampuan orang tua dalam memenuhi sarana belajar siswa.

    Sedangkan motivasi belajar siswa berperan untuk mendorong siswa dalam

    mencapai prestasi belajarnya. Bila sarana belajar siswa terpenuhi serta

    motivasi belajar yang kuat dari dalam diri siswa akan berpengaruh pada

    peningkatan prestasi belajar siswa.




                                     22
B. Kerangka Pemikiran

            Banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar di sekolah. Faktor-

   faktor tersebut dapat diklasifikasikan menjadi : (1) faktor internal, dan (2) faktor

   eksternal. Salah satu faktor internal adalah motivasi belajar siswa, sedangkan

   salah satu faktor eksternal adalah tingkat sosial ekonomi orang tua. Bila motivasi

   belajar siswa tinggi, maka akan berpengaruh pada peningkatkan prestasi

   belajarnya. Begitu juga bila tingkat sosial ekonomi orang tua mapan, juga akan

   berpengaruh pada prestasinya. Namun, bila motivasi belajar siswa tinggi

   sedangkan tingkat sosial ekonomi orang tua rendah atau sebaliknya motivasi

   belajar siswa rendah sedangkan tingkat sosial ekonomi orang tua tinggi juga akan

   berdampak pada prestasi belajar siswa.

            Kenyataan di lapangan bahwa motivasi belajar siswa lebih dominan

   dibanding tingkat sosial ekonomi orang tua siswa dalam meningkatkan prestasi

   belajar siswa. Siswa yang tingkat sosial ekonominya rendah, namun memiliki

   motivasi yang kuat, ternyata prestasinya bisa tinggi bila dibandingkan dengan

   siswa yang motivasinya rendah dan tingkat sosial ekonomi orang tuanya tinggi.

   Dengan demikian, peneliti berpendapat bahwa ada pengaruh yang signifikan

   antara prestasi belajar siswa dengan tingkat sosial ekonomi orang tua dan

   motivasi belajarnya.



B. Hipotesis Penelitian

            Hipotesis dalam penelitian ini menggunakan hipotesis alternatif (Ha)

   sebagai berikut:




                                         23
1. Ada pengaruh pengaruh tingkat sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi

   belajar siswa kelas II Semester Gasal SMK Tri Sakti Ngawi Tahun Pelajaran

   2006/2007.

2. Ada pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas II

   Semester Gasal SMK Tri Sakti Ngawi Tahun Pelajaran 2006/2007.

3. Ada pengaruh tingkat sosial ekonomi orang tua dan motivasi belajar siswa

   terhadap prestasi belajar siswa kelas II Semester Gasal SMK Tri Sakti Ngawi

   Tahun Pelajaran 2006/2007.




                                    24
                                      BAB III

                           METODOLOGI PENELITIAN



        Dalam bab tiga ini dipaparkan tentang metode penelitian yang digunakan

dalam penelitian ini. Secara berurutan akan disajikan hal-hal yang berhubungan

dengan tempat dan waktu penelitian, metode dan desain penelitian, populasi dan

sampel penelitian, instrumen penelitian dan pengumpulan data, dan analisa data.

A. Tempat dan Waktu Penelitian

    1. Tempat penelitian

        Penulis mengambil tempat penelitian di kelas II SMK Tri Sakti Ngawi

        terletak di Jalan Kenari No. 7 Ngawi, dengan alasan :

        a. Di sekolah tersebut belum pernah diadakan penelitian tentang pengaruh

            tingkat sosial ekonomi orang tua dengan motivasi belajar siswa terhadap

            prestasi belajar.

        b. Secara geografis, SMK Tri Sakti Ngawi dibatasi oleh :

            1) Sebelah Utara         : Desa Margomulyo Kec. Ngawi

            2) Sebelah Selatan       : Desa Klitik Kec. Geneng

            3) Sebelah Barat         : Desa Jombong Kec. Ngawi

            4) Sebelah Timur         : Desa Dungus Kec. Ngawi

        c. Kondisi masyarakat sekitar mendukung dengan keberadaan SMK Tri

            Sakti Ngawi, mengingat masyarakat tidak kesulitan dan dekat bila ingin

            menyekolahkan anak-anaknya.




                                         25
2. Waktu penelitian

   Penelitian ini dimulai tanggal 1 sampai dengan 30 September 2006, dengan

   ringian sebagai berikut :

   a. Minggu I, langkah persiapan dengan langkah-langkah :

       1) Peneliti menyampaikan surat permohonan penelitian dari Lembaga

           IKIP PGRI Madiun dan menunggu surat balasan dari SMK Tri Sakti

           Ngawi.

       2) Peneliti melakukan survey dan observasi lokasi penelitian dengan

           melakukan pendekatan kepada guru dan wali kelas.

   b. Minggu II, Peneliti menyiapkan instrumen penelitian meliputi :

       1) Penyusunan angket penelitian.

       2) Pembuatan nomor undian sampel dilanjutkan menentukan sampel

           penelitian.

       3) Pembuatan tabulasi data hasil penelitian.

   c. Minggu III, Pelaksanaan penelitian meliputi :

       1) Menyebar angket kepada responden dan menarik kembali angket

           yang sudah diisi.

       2) Melakukan dokumentasi nilai prestasi dengan melihat buku legger.

       3) Melakukan wawancara dan observasi.

       4) Mentabulasi data hasil penelitian kedalam tabel.

   d. Minggu IV, menganalisa hasil penelitian




                                   26
B. Metode dan Desain Penelitian

  1. Metode Penelitian

                 Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ex post

       facto. Menurut Sudjana (2001:56) metode ex post facto artinya sesudah fakta.

       Ex post facto sebagai metode penelitian menunjuk kepada perlakuan atau

       manipulasi variabel bebas telah terjadi sebelumnya sehingga peneliti tidak

       perlu memberikan perlakuan lagi, tinggal melihat efeknya pada variabel

       terikat. Metode ini digunakan untuk mengetahui tingkat sosial ekonomi orang

       tua dan motivasi belajar.

                 Sedangkan untuk menganalisa dari hasil penelitian, peneliti

       menggunakan analisa statisik Analisa Regresi dengan bantuan program SPSS

       Versi 12.0 for Windows.



  2.   Desain Penelitian

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel tingkat sosial
  ekonomi orang tua (X1) dan variabel motivasi belajar siswa (X2) terhadap variabel
  prestasi belajar (Y) pada siswa kelas II SMK Tri Sakti Ngawi tahun pelajaran
  2006/2007.
  Berdasarkan uraian di atas, maka desain penelitian dapat digambarkan sebagai
  berikut :


                           X1
                                                            Y

                           X2




                                       27
C. Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel

  1. Populasi

                 Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah keseluruhan dari siswa

     kelas II SMK Tri Sakti Ngawi tahun pelajaran 2006/2007 adalah sebagai

     berikut :

                 Kelas II A     : 43 siswa

                 Kelas II B     : 42 siswa

                 Kelas II C     : 41 siswa

                 Kelas II D     : 43 siswa

                 Kelas II E     : 39 siswa

                 Jumlah         : 208 siswa

  2. Sampel

                 Menurut Suharsimi Arikunto (2002:108) sampel adalah sebagian

     atau wakil populasi yang diteliti.       Sedangkan besarnya sampel, menurut

     Suharsimi Arikunto (2003:112) bahwa untuk sekedar ancar-ancar maka

     apabila obyeknya kurang dari seratus, lebih baik diambil semua sehingga

     penelitian merupakan penelitian populasi selanjutnya jika jumlah subyeknya

     besar bisa diambil 10-20 atau 20-25% atau lebih.

                 Mengingat jumlah populasi lebih dari seratus, yaitu 208 siswa, maka

     sampel diambil sebanyak 40 siswa atau 20 % dari populasi.

  3. Teknik Pengambilan Sampel

              Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling

     (sampel kelas). Teknik ini digunakan bila populasinya cukup besar, sehingga




                                        28
     perlu dibuat beberapa kelas atau kelompok. Dengan demikian, dalam sampel

     ini unit analisisnya bukan individu tapi kelompok atau kelas yang terdiri atas

     sejumlah individu.

             Setiap kelas diambil secara acak sejumlah 8 siswa. Sehingga tiap-

     tiap kelas yang diambil sebagai sampel dapat dirinci sebagai berikut :

             Kelas II A      :    8 siswa

             Kelas II B      :    8 siswa

             Kelas II C      :    8 siswa

             Kelas II D      :    8 siswa

             Kelas II E      :    8 siswa

             Total Sampel : 40 siswa



D. Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian

  1. Pengumpulan Data

             Dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu tingkat sosial

     ekonomi orang tua (X1) dan motivasi belajar (X2) pengaruh terhadap prestasi

     (Y). Untuk variabel tingkat sosial ekonomi orang tua dan motivasi belajar

     diperoleh dari angket yang disebar kepada responden sebanyak 20 item,

     dengan indikator jawaban berupa skor, yaitu untuk jawaban (a) mendapat

     skor 4, jawaban (b) mendapat skor 3, jawaban (c) mendapat skor 2 dan

     jawaban d mendapat skor 1. Sedangkan variabel prestasi belajar siswa

     diperoleh dari dokumen berupa nilai prestasi siswa yang tercantum dalam

     buku leger.




                                      29
   2. Instrumen Penelitian

      a. Metode Angket

                  Metode angket digunakan untuk mengambil data
            tentang tingkat sosial ekonomi orang tua dan motivasi
          belajar. Data yang diambil dengan metode angket adalah
         data motivasi belajar dengan indikator motivasi belajar dari
             dalam dan dari luar. Indikator dari dalam meliputi :
          kegiatan siswa pada saat mengikuti pelajaran di kelas (3
           soal), pada saat menyelesaikan tugas (2 soal), pada saat
          kerjasama secara kelompok (3 soal), dan memanfaatkan
         waktu luang (3 soal). Sedangkan faktor dari luar meliputi :
             pada saat belajar di rumah (2 soal), pada saat proses
           belajar mengajar (2 soal), pada saat ada tugas rumah (3
         soal), dan mempersiapkan sarana belajar (2 soal). Sehingga
            seluruhnya berjumlah 20 item pertanyaan. Angket ini
             disebar kepada responden untuk diisi sesuai dengan
                          keadaan yang sebenarnya.
      b. Metode Dokumentasi

                Menurut pendapat Sanafiah (1992:201) menyebutkan
           metode dokumentasi adalah bahwa catatan-catatan yang
          disimpan dan ditulis oleh partisipan atau saksi mata suatu
            peristiwa. Jadi catatan-catatan tersebut sengaja dibuat
             untuk keperluan informasi dimasa yang akan datang
          sedangkan catatan-catatan yang dapat didokumenter bisa
             dalam bentuk dokumentasi tertulis, gambar maupun
                                   rekaman.
                 Metode Dokumentasi digunakan untuk mengambil
          data tingkat sosial ekonomi orang tua dan prestasi belajar
                                     siswa.
E. Analisis Data

         Setelah peneliti berhasil mengumpulkan data yang diperlukan maka

   langkah selanjutnya adalah mengadakan analisa data dengan menggunakan

   statistik. Sedangkan yang dimaksudkan dengan statistik menurut pendapat dari

   Sutrisno (2001:1) bahwa “statistik telah digunakan untuk membatasi cara-cara

   ilmiah untuk mengumpulkan, menyusun, meringkas, dan menyajikan data

   penyelidikan”. Lebih lanjut statistik merupakan cara untuk memperoleh data



                                     30
tersebut dan untuk menarik kesimpulan-kesimpulan yang teliti dan keputusan-

keputusan yang logik dari pengolahan data tersebut.

        Guna keperluan analisa data dalam penelitian ini peneliti menghitung skor

angket bimbingan belajar dan perhatian orang tua yang selanjutnya dicari

seberapa besar pengaruhnya terhadap prestasi, maka teknik yang digunakan

dengan analisa regresi linier multiple dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Analisis Regresi

               Analisis regresi digunakan untuk meramalkan hubungan antara

   variabel terikat (Y) dengan variabel bebas (X), menggunakan rumus:

                 a1  x1y a 2  x 2 y
   Ry(1,2) =                             (Sutrisno Hadi, 2001:25)
                        y   2




   Dimana:

   Ry(1,2)      = koefisien korelasi antara Y dengan X1 dan X2

   a1           = koefisien prediktor X1

   a2           = koefisien prediktor X2

   x1y         = jumlah produk antara X1 dengan Y

   x2y         = jumlah produk antara X2 dengan Y

   y           = jumlah kuadrat kriterium


2. Uji t




                                            31
     Untuk menguji keberartian koefisien regresi diperlukan uji
           hipotesis menggunakan uji t dengan kriteria :
   a. Ho ditolak dan Ha diterima apabila t hitung > t tabel, atau

                     t  t1 1   
       dikatakan                 2       , berarti ada pengaruh antara variabel X

       dengan variabel Y.

   b. Ho diterima dan Ha ditolak apabila t hitung  t tabel, atau

                      t  t1 1 
       dikatakan                     2   , berarti tidak ada pengaruh antara

       variabel X dengan variabel Y

   c. Derajat kebebasan (dk) = (n-k-l)


3. Uji F

           Dengan kriteria pengujian adalah sebagai berikut :

   a. Apabila F hitung < F tabel, maka Ha ditolak, artinya secara simultan

       variabel bebas tidak berpengaruh terhadap variabel terikat.

   b. Apabila F hitung > F tabel, maka Ha diterima, artinya secara simultan

       variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat.

   Dengan tingkat signifikan yang digunakan adalah 0,05.




                                             32
                                    BAB IV

                              HASIL PENELITIAN



A. Diskripsi Data

   1. Tingkat Sosial Ekonomi Orang tua

              Tingkat sosial ekonomi yang diteliti dalam penelitian ini adalah

       besaran pendapatan atau penghasilan orang tua siswa kelas II semester ganjil

       SMK Tri Sakti Ngawi tahun pelajaran 2006/2007 yang peneliti peroleh

       dengan metode ex post facto disajikan dalam bentuk tabel. Tabel tingkat

       sosial ekonomi orang tua disajikan dalam lampiran 2. Dari data pada

       lampiran 6 dan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS v.12 for

       Windows diperoleh data sebagai berikut :

              x1      = 30575               Koef. Reg. = 0,001

              x1Y     = 216573,5            Sig         = 0,134

              x12     = 24869925            Uji t       = 1,531

              N        = 40



   2. Motivasi

              Motivasi yang diteliti dalam penelitian ini adalah motivasi belajar

       siswa kelas II semester ganjil SMK Tri Sakti Ngawi tahun pelajaran

       2006/2007 yang peneliti peroleh dengan metode angket disajikan dalam

       bentuk tabel. Tabel motivasi belajar disajikan dalam Lampiran 3. Dari data




                                       33
       pada lampiran 6 dan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS v.12 for

       Windows diperoleh data sebagai berikut :

              x2       = 2734                Koef. Reg. = 0,093

              x2Y      = 19299,7             Sig          = 0,000

              x22      = 188142              Uji t        = 13,599

              N         = 40



   3. Prestasi

              Prestasi yang diteliti dalam penelitian ini adalah prestasi belajar siswa

       kelas II semester ganjil SMK Tri Sakti Ngawi tahun pelajaran 2006/2007,

       berupa nilai ulangan sumatif. Tabel prestasi belajar siswa disajikan dalam

       lampiran 4. Dari data pada lampiran 6 dan hasil perhitungan dengan

       menggunakan SPSS v.12 for Windows diperoleh data sebagai berikut :

              Y        = 282,10

              Y2       = 2001,85

              N         = 40



B. Hasil Analisa Data

          Atas dasar data yang terdapat pada lampiran 6 yang di analisis dengan

   menggunakan analisa Regresi Linier Berganda, kemudian diguakan untuk

   menganalisis data dengan langkah-langkah sebagai berikut :




                                         34
1. Uji Regresi

   a. Rumus pengujian

                 Persamaan normal dari fungsi hasil prestasi diasumsikan sebagai

       berikut :


                              a1  x1y a 2  x 2 y
                 Ry(1,2) =                            (Sutrisno Hadi, 2001:25)
                                      y       2




       Dimana:

       Ry(1,2)      = koefisien korelasi antara Y dengan X1 dan X2

       a1           = koefisien prediktor X1

       a2           = koefisien prediktor X2

       x1y         = jumlah produk antara X1 dengan Y

       x2y         = jumlah produk antara X2 dengan Y

       y           = jumlah kuadrat kriterium

       Selanjutnya untuk menghitung :

       1) Besarnya konstanta dicari dengan rumus :

            a O  Y  b1x1  b 2 x 2 ( Sutrisno Hadi, 2001:26)

       2) Besarnya koefisien regresi untuk masing- masing variabel bebas X1

            dapat dihitung dengan rumus :

                   n x1 y   x1 y 
            b1 
                        
                      n x1  x1 
                            2           2




                   n x 2 y   x 2 y 
            b2 
                            2
                              
                      n x 2  x 2 
                                          2    (Sutrisno Hadi, 2001:27)




                                               35
    b. Hasil pengujian

               Untuk mempermudah dalam perhitungannya perlu dibuatkan tabel

         persiapan sebagaiman tercantum pada lampiran 5.

               Atas dasar lampiran 5 yang berupa tabel kerja, dalam perhitungan

         persamaan garis regresinya, menggunakan bantuan program SPSS,

         (Statistical Product and Service Solutions) yang hasilnya dapat terlihat

         dalam tabel 1 sebagai berikut:

         Tabel 1 : Coeficients of regresion


                                                         a
                                             Coe fficients

                                      Unstandardiz ed         Standardized
                                       Coef f icients         Coef f icients
Model                                 B          Std. Error       Beta          t       Sig.
1       (Cons tant)                    ,002            ,122                      ,017     ,987
        Tingkat Sos ial Ekonomi        ,001            ,001            ,101     1,531     ,134
        Motiv asi Belajar              ,093            ,007            ,899    13,599     ,000
  a. Dependent Variable: Prestas i Belajar




    c. Kesimpulan hasil pengujian koefisien regresi.

                  Atas dasar tabel 1 hasil perhitungan dengan bantuan komputer

         program SPSS v.12 for Windows tersebut, dapat diketahui bahwa

         persamaan garis regresi adalah : Y= 0,002 + 0,001x + 0,093x artinya

         setiap terjadi kenaikan tingkat sosial ekonomi orang tua sebesar satu

         satuan akan terjadi kenaikan prestasi sebesar 0.001 dan setiap terjadi

         kenaikan motivasi sebesar satu satuan akan terjadi kenaikan prestasi

         sebesar 0.093, apabila faktor lainnya dianggap tetap.




                                              36
2. Uji t atau uji Hipotesis

              Atas dasar nilai Y= 0,02 + 0,001x + 0,093x tersebut untuk menguji

    adanya hipotesis yang telah dikemukakan, perlu diuji melalui uji t. Uji t

    dipergunakan untuk mengetahui sejauhmana variabel X dapat mempengaruhi

    variabel Y, atau dikatakan sejauhmana pengaruh tingkat sosial ekonomi oang

    tua dan motivasi belajar terhadap besarnya prestasi siswa kelas II SMK Tri

    Sakti Ngawi tahun pelajaran 2006/2007.

    a. Rumus pengujian

        Untuk menguji keberartian koefisien regresi diperlukan uji hipotesis

        dengan uji t dengan rumus :

                bo
        ti 
                 Sb

        (Sudjana, 2001,325)

        Dimana :

        bi =     Koefisien regresi untuk variabel bebas ke-i

        Sb =     Kekeliruan baku koefisien bi diperoleh dengan rumus :

                      2
                    s y .x
        s 
          2
          b                      (Sudjana, 2001:321)
                ( x i  x ) 2



    b. Kriteria




                                           37
   1) Ho ditolak dan Ha diterima apabila t hitung > t tabel, atau t  t1 1  ,
                                                                              2


       berarti ada pengaruh variabel X terhadap variabel Y.

   2) Ho diterima dan Ha ditolak apabila t hitung  t tabel, atau t  t1 1      ,
                                                                              2


       berarti tidak ada pengaruh variabel X terhadap variabel Y

   3) Derajat kebebasan (dk) = (n-k-l)



c. Hasil Pengujian Hipotesis

          Untuk perhitungan tetap menggunakan tabel 4.3, dalam hasil

   perhitungan dapat dikatakan bahwa :

   1) Nilai : b1 = 0,001 sedangkan Sb1 = 0,001 dan besarnya thit adalah

       1,531 dilain pihak ttab dengan dk = (n-k-1) atau dk = (40-1-1) sama

       dengan 38 dan α = 0,05 adalah 2.02, maka dapat dikatakan thit < ttab,

       hal ini berarti Ho diterima dan Ha ditolak atau dapat dikatakan

       variabel X1 (tingkat sosial ekonomi orang tua) tidak berpengaruh

       terhadap variabel Y, hal ini berarti tidak ada pengaruh yang

       signifikan besarnya penghasilan orang tua terhadap prestasi belajar

       siswa.

   2) Untuk nilai b2 = 0,093 sedangkan Sb2 = 0,007 dan besarnya thit

       adalah 13,599 dilain pihak ttab dengan dk = (n-k-1) atau dk = (40-1-1)

       sama dengan 38 dan α = 0,05 adalah 2.02, maka dapat dikatakan thit

       > ttab, hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima atau dapat dikatakan

       variabel X2 (motivasi siswa) berpengaruh secara signifikan terhadap




                                 38
               variabel Y, hal ini berarti ada pengaruh yang signifikan besarnya

               motivasi siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas II semester ganjil

               SMK Tri Sakti Ngawi tahun pelajaran 2006/2007.

           3) Selanjutnya nilai nilai b1,2 = 0,19 sedangkan Sb1,2 = 0,269 dan

               besarnya thit adalah 165,710 dilain pihak ttab dengan dk = (n-k-1) atau

               dk = (40-1-1) sama dengan 38 dan α = 0,05 adalah 2,02, maka dapat

               dikatakan thit > ttab, hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima atau

               dapat dikatakan variabel X2 (motivasi siswa) berpengaruh secara

               signifikan terhadap variabel Y, hal ini berarti ada pengaruh yang

               signifikan tingkat penghasilan orang tua dan motivasi siswa terhadap

               prestasi belajar siswa kelas II semester ganjil SMK Tri Sakti Ngawi

               tahun pelajaran 2006/2007.



C. Penafsiran Hasil Analisis Data

          Berdasarkan pada analisa data di atas, maka dapat peneliti tafsirkan

   sebagai berikut :

   1. Dari perhitungan dengan menggunakan statistik dengan bantuan program

       SPSS v.12 for Windows dapat diketahui bahwa tidak ada pengaruh tingkat

       sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas II semester

       ganjil SMK Tri Sakti Ngawi tahun pelajaran 2006/2007. Hal ini dikarenakan

       bahwa tingkat sosial ekonomi orang tua itu termasuk faktor diluar diri siswa,

       sedang prestasi belajar siswa itu merupakan kerjasama dari komponen

       kondisi psikis dan kemampuan belajar.




                                        39
   2. Dari perhitungan dengan menggunakan statistik dengan bantuan program

       SPSS v.12 for Windows dapat diketahui bahwa ada pengaruh motivasi belajar

       siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas II semester ganjil SMK Tri Sakti

       Ngawi tahun pelajaran 2006/2007.         Motivasi belajar yang tinggi akan

       berdampak pada kemauan belajar yang tinggi dan akan berpengaruh pada

       prestasi yang tinggi pula. Sedangkan bila motivasi belajar siswa itu rendah

       akan berdampak pada kemauan belajar yang rendah pula sehingga berakibat

       pada prestasi belajar yang rendah.

   3. Sedangkan pada penafsiran tingkat sosial ekonomi orang tua dan motivasi

       belajar siswa ternyata berpengaruh terhadap prestasi belajar kelas II semester

       ganjil SMK Tri Sakti Ngawi tahun pelajaran 2006/2007. Hal ini dapat

       dipahami karena besar kemungkinannya bahwa siwa yang orang tua

       memiliki status sosial ekonomi tinggi atau rendah dapat menimbulkan tinggi

       rendahnya motivasi siswa dalam belajar.



D. Simpulan Pengujian Hipotesis

         Atas dasar analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

   1. Ho ditolak dan Ha diterima apabila thitung > ttabel, atau dikatakan t  t1 1  ,
                                                                                   2


       yang berarti ada pengaruh antara variabel X dengan variabel Y atau dapat

       dikatakan ada pengaruh yang signifikan tingkat sosial ekonomi orang tua dan

       dan motivasi terhadap prestasi belajar siswa kelas II semester ganjil SMK Tri

       Sakti Ngawi tahun pelajaran 2006/2007.




                                         40
2. Ho diterima dan Ha ditolak apabila thitung  ttabel, atau dikatakan t  t1 1      ,
                                                                                   2


    yang berarti tidak ada pengaruh antara variabel X dengan variabel Y atau

    dapat dikatakan tidak ada pengaruh yang signifikan tingkat sosial ekonomi

    orang tua dan motivasi terhadap prestasi belajar siswa kelas II semester ganjil

    SMK Tri Sakti Ngawi tahun pelajaran 2006/2007.



3. Derajat kebebasan Dk = (n-2)

           Atas hasil analisis data ternyata Ho ditolak dan Ha diterima , karena

    thitung > ttabel, atau dikatakan t  t1 1  , yang berarti ada pengaruh antara
                                           2


    variabel X dengan variabel Y, atau dapat ada pengaruh yang signifikan

    tingkat sosial ekonomi orang tua dan motivasi terhadap prestasi belajar siswa

    kelas II semester ganjil SMK Tri Sakti Ngawi tahun pelajaran 2006/2007.




                                      41
                                      BAB V

                                    PENUTUP



E. Simpulan

          Berdasarkan pada hasil analisis data pada Bab IV, maka dapat peneliti

   simpulkan sebagai berikut :

   1. Tidak ada pengaruh tingkat sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi

       belajar siswa kelas II semester ganjil SMK Tri Sakti Ngawi tahun pelajaran

       2006/2007. Hal ini dikarenakan bahwa tingkat sosial ekonomi orang tua tidak

       berpengaruh terhadap prestasi belajar, artinya bila tingkat sosial ekonomi

       orang tua tinggi belum tentu siswa memiliki prestasi yang tinggi pula, begitu

       juga sebaliknya bila tingkat sosial ekonomi orang tua rendah tidak harus

       prestasi belajar siswa rendah pula.

   2. Ada pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar siswa terhadap prestasi

       belajar siswa kelas II semester ganjil SMK Tri Sakti Ngawi tahun pelajaran

       2006/2007. Motivasi belajar yang tinggi akan berdampak pada kemauan

       belajar yang tinggi dan akan berpengaruh pada prestasi yang tinggi pula.

       Sedangkan bila motivasi belajar siswa itu rendah akan berdampak pada

       kemauan belajar yang rendah pula sehingga berakibat pada prestasi belajar

       yang rendah.

   3. Sedangkan pada penafsiran tingkat sosial ekonomi orang tua dan motivasi

       belajar siswa ternyata ada pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar

       kelas II semester ganjil SMK Tri Sakti Ngawi tahun pelajaran 2006/2007.




                                         42
      Hal ini dapat diuraikan bahwa tingkat sosial ekonomi yang tinggi dan

      motivasi yang tinggi akan berpengaruh pada prestasi belajar siswa tinggi,

      sedangkan tingkat sosial ekonomi orang tua yang rendah dan motivasi yang

      rendah juga berpengaruh pada prestasi yang rendah pula.



F. Saran

        Dari hasil penelitian serta kesimpulan tersebut diatas, peneliti dapat

   menyampaikan berbagai saran-saran sebagai berikut :

   1. Dilihat dari keadaan tingkat sosial ekonomi orang tua dan motivasi siswa

      walaupun secara umum sudah tinggi namun masih perlu peningkatan bagi

      sebagian siswa yang masih mempunyai motivasi dibawah rata-rata sehingga

      keadaan motivasi siswa tersebut tidak terpaut jauh dengan siswa yang

      mempunyai motivasi diatas rata-rata.

   2. Walaupun secara umum keadaan motivasi sudah tinggi tetap diperlukan

      rangsangan dari luar baik itu oleh guru maupun orang tua untuk

      mengaktifkan kembali motivasinya sebab kemungkinan besar keadaan siswa

      itu dinamis, dan juga mungkin komponen lain dalam proses belajar-mengajar

      ada yang kurang menarik bagi siswa.

   3. Walaupun hasil dari penelitian menunjukkan pengaruh yang baik serta

      signifikan, tidak menutup kemungkinan untuk ditingkatkan motivasi belajar

      siswa untuk mencapai prestasi belajar yang optimal.




                                      43
                               DAFTAR PUSTAKA



Faisal, Sanapiah. 1992. Metodologi Penelitian Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional

Gilarso. 1991. Pengantar Ilmu Ekonomi Makro. Yogyakarta : Kanisius

Hadi, Sutrisno. 2001. Statistik 2. Yogyakarta: Andi Offset

Hadibroto. 2003. Ilmu Ekonomi Perusahaan. Yogyakarti : Kanisius

Hamalik, Omar. 2003. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara

Kartini, Kartono. 1990. Pengantar Metodologi Riset Sosial. Bandung: Mandar Maju

Majalah Media Pendidikan. 1996. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi
      Jawa Timur

Nasution. S. 2005. Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta:
       Bumi Aksara

Poerwodarminto. 1994. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Purwanto, Ngalim. 2002. Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung :
      Remaja Rosdakarya

Suharsimi Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek.
       Yogyakarta : Rineka Cipta

The Liang Gie. 1986. Cara Belajar yang Efisien. Yogyakarta : Pusat Kemajuan Studi

Winkel, WS. 1999. Psikologi Pengajaran. Jakarta: PT. Grasindo




                                         44
                      PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN



Yang bertanda tangan dibawah ini :


       Nama                     : MIWING DWI SUSIANINGSIH
       NPM                      :
       Program Studi            : Pendidikan Biologi
       Fakultas                 : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam


Menyatakan dengan sebenarnya, bahwa Skripsi yang saya tulis ini benar-benar
merupakan hasil karya saya sendiri, bukan merupakan pengambilalihan tulisan atau
pikiran lain yang saya akui sebagai hasil tulisan atau pikiran saya sendiri.


Apabila di kemudian hari terbukti atau dapat di buktikan skripsi ini plagiat, maka
saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut.




                                                     Madiun, 1 Desember 2006
                                                      Yang membuat pernyataan




                                                 MIWING DWI SUSIANINGSIH




                                           45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
Lampiran 7
                             Skor Angket Motivasi Belajar Siswa


  No.                                           Skor                             Jml
  Resp   1   2   3   4   5    6   7   8   9   10 11 12   13 14 15 16 17 18 19 20 Skor
    1    2   4   3   2   4    2   4   3   2    2 3 3      3 2 4 2 3 5 1 3         57
    2    4   4   4   2   3    4   3   3   3    3 4 4      4 4 4 4 4 4 4 4         73
    3    4   4   4   4   4    3   3   4   4    3 4 4      3 4 4 4 3 3 4 4         74
    4    3   3   4   3   4    4   4   3   3    3 4 2      3 4 3 4 3 4 3 3         67
    5    3   4   3   3   3    3   3   2   3    3 4 3      4 4 3 3 4 3 3 4         65
    6    3   4   4   4   4    3   4   4   4    3 4 4      3 4 4 4 3 3 4 4         74
    7    2   4   2   4   3    3   3   4   2    3 4 3      3 3 3 3 2 3 3 3         60
    8    3   3   4   3   4    4   4   3   3    3 4 2      3 4 3 4 3 4 3 3         67
    9    2   2   4   4   3    4   4   3   3    4 4 4      4 4 4 4 4 4 4 4         73
   10    3   3   4   4   2    4   4   4   4    4 4 4      3 4 4 4 3 4 4 4         74
   11    4   3   4   3   4    4   2   4   3    3 4 2      3 4 3 4 3 4 3 3         67
   12    2   4   4   3   4    4   4   3   3    3 4 2      3 4 3 4 3 4 3 3         67
   13    4   4   4   3   4    3   3   4   4    3 4 4      3 4 4 4 3 3 4 4         73
   14    4   4   4   3   4    4   4   3   3    3 4 4      3 4 4 4 4 4 3 4         74
   15    3   4   3   3   3    3   3   3   3    4 4 3      4 4 3 3 4 3 3 4         67
   16    2   4   2   4   2    3   3   2   4    3 2 2      3 2 4 2 3 3 2 4         56
   17    2   3   2   3   4    2   4   3   3    3 4 2      3 4 3 4 3 4 3 3         62
   18    3   4   3   4   3    4   3   2   3    3 4 3      4 4 3 3 4 3 3 4         67
   19    4   4   4   4   4    3   3   4   4    3 4 4      3 4 4 4 3 3 4 4         74
   20    3   3   4   3   4    4   4   3   3    3 4 2      3 4 3 4 3 4 3 3         67
   21    4   4   3   4   4    4   3   4   3    3 4 4      4 4 4 3 4 4 3 4         74
   22    2   4   3   4   4    4   3   4   4    3 4 4      4 4 4 4 3 3 4 4         73
   23    3   3   4   3   4    4   4   3   3    3 4 2      3 4 3 4 3 4 3 3         67
   24    4   4   3   4   4    4   4   4   3    3 4 4      4 4 3 4 4 3 3 4         74
   25    2   4   3   4   3    3   3   3   3    3 4 4      3 4 4 4 3 3 4 4         68
   26    2   3   2   3   4    2   2   3   3    3 2 2      3 4 3 4 3 4 3 3         58
   27    4   4   3   4   3    4   4   4   3    3 4 3      4 4 4 4 4 3 4 4         74
   28    2   3   4   4   4    3   4   3   4    3 4 4      3 4 4 4 4 4 4 4         73
   29    3   3   4   3   4    4   4   3   3    3 4 2      3 4 3 4 3 4 3 3         67
   30    4   2   3   3   3    3   3   2   3    3 3 3      4 4 3 3 4 3 3 4         63
   31    4   4   4   4   4    3   3   4   4    3 4 4      3 4 4 4 3 3 4 4         74
   32    3   3   4   3   4    3   4   3   3    3 4 2      3 4 3 4 3 4 3 3         66
   33    3   4   3   4   3    4   4   4   3    3 4 3      4 4 4 3 4 4 4 4         73
   34    2   3   3   4   3    3   3   3   4    3 4 4      3 4 3 4 3 3 4 4         67



                                                 59
No.                                          Skor                               Jml
Resp   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10 11 12   13   14 15 16 17 18 19 20 Skor
 35    4   4   4   3   4   4   4   4   4    3 4 2      3    4 4 4 3 4 4 4        74
 36    3   2   3   3   3   3   3   2   3    3 4 3      4    2 3 3 4 3 3 4        61
 37    2   3   3   3   4   3   2   4   3    3 2 2      3    3 3 3 3 3 2 2        56
 38    3   4   4   4   4   3   3   4   4    3 4 4      3    4 4 4 3 3 4 4        73
 39    3   3   4   3   4   4   4   3   3    3 4 2      3    4 3 4 3 4 3 3        67
 40    4   4   3   4   4   3   4   4   3    3 4 4      4    4 3 4 4 3 4 4        74




                                              60

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:792
posted:1/24/2011
language:Indonesian
pages:69