Docstoc

Metode kuantifikasi dampak untuk komponen air permukaan

Document Sample
Metode kuantifikasi dampak untuk komponen air permukaan Powered By Docstoc
					             METODA-METODA AMDAL
       (METODA PENENTUAN DAMPAK PENTING)
            Kuantifikasi dampak untuk komponen air permukaan




Agar dapat menentukan dampak penting, maka secara garis besar didasarkan
pada :

      Jumlah manusia yang akan terkena dampak
      Luas wilayah persebaran dampak
      Lamanya dampak berlangsung
      Intensitas dampak
      Banyaknya komponen lingkungan yang akan terkena dampak
      Sifat kumulatif dampak tersebut
      Berbalik atau tidak berbaliknya dampak

Tentunya setelah memanfaatkan arahan tersebut di atas masih perlu dilanjutkan
dengan menggunakan metoda yang data menghasilkan suatu kuantifikasi dari
dampak lingkungan tersebut. Cara atau metoda yang berguna dan praktis adalah
dengan pendekatan secara perhitungan matematika melalui pemanfaatan rumus
atau formula yang dapat menghitung intensitas dampak yang akan terjadi.
Kemudian selanjutnya akan diketengahkan beberapa rumus atau formula
pendekatan yang sering digunakan dalam penyusunan dokumen amdal.

Kuantifikasi dampak untuk komponen air permukaan

       Air permukaan mempunyai kualitas awal sebelum adanya pengaruh dari
       kegiatan yang akan dijadikan bahan studi. Kualitas awal ini diwakili oleh
       beberapa parameter kunci. Biasanya parameter kunci dari air permukaan di
       wakili antara lain oleh BOD (Biological oxygen demand), COD (chemical
       oxygen demand), DO (dissolved oxygen), TSS (total suspended solid), DHL
       (daya hantar listrik), pH (derajat keasaman) dan lain-lain. Apabila
       parameter-parameter ini dibandingkan dengan standar konsentrasi yang
       berlaku untuk suatu klas peruntukan dari air permukaan, maka kombinasi
       konsentrasi dari parameter-parameter kunci akan menentukan indeks
       kualitas dari air permukaan tersebut.
       Apabila dari rencana kegiatan diperkirakan akan menghasilkan limbah yang
       berkontribusi kepada kualitas air permukaan maka berdasarkan perkiraan
       dari rencana kegiatan dapat dihitung konsentrasi parameter-parameter              1
       yang akan menjadi efluen selanjutnya disalurkan ke air permukaan sebagai
       badan air penerima (receiving water body) pada lokasi kegiatan, sehingga
       akan mempunyai komposisi baru dari konsentrasi parameter-parameter

 Dhiyas.org | property@dinorimantho/kuantifikasi dampak penting air permukaan/24012011
     kunci yang dapat dihitung selanjutnya berapakah indeks kualitas setelah
     menerima limbah dari rencana kegiatan. Dari perubahan indeks kualitas
     sebelum dan sesudah adanya kegiatan maka dapat diketahui selisih
     penurunan indeks kualitas yang dapat menjadi pegangan atau referensi
     dari kuantifikasi besarnya dampak lingkungan.
     Formula atau rumus yang sering digunakan adalah :


                           (C1Q1 +C2Q2)
                    C* =                       …….(1
                                 Q1 + Q2

     Dimana :
     C* = konsentrasi stream setelah menerima limbah ( mg/L)
     C1 = konsentrasi parameter kunci tertentu pada stream kondisi awal ( mg/L)
     C2 = konsentrasi parameter kunci tertentu pada efluen kegiatan (mg/L)
     Q1 = debit badan air penerima/sungai (m3/jam ; m3/detik)
     Q2 = debit efluen ( m3/jam ; m3/detik)

     Contoh soal :
     Suatu sungai yang melewati lokasi proyek akan dimanfaatkan sebagai
     sarana untuk limpahan limbah cair yang akan dihasilkan dari rencana
     proyek dengan data sebagai berikut ;

    Parameter kunci             Rona awal              Setelah ada kegiatan
    BOD                         15 mg/L                200 mg/L
    COD                         7,5 mg/L               0
    DHL                         200 µmhos/cm           2000 µmhos/cm

     Dimana debit aliran sungai adalah 20 m3/detik dan debit efluen diperkirakan
     5 m3/detik. Ditanyakan berapakah perubahan indeks kualitas dari
     komponen lingkungan air permukaan adanya kegiatan tersebut.

     Penyelesaian ;

                                 (C1Q1 +C2Q2)
                         C* =
                                    Q1 + Q2

                            (15 x 20 + 200 x 5)                                         2
             C*(BOD) =                                  = 52 mg/L
                                  (20 x 5)

Dhiyas.org | property@dinorimantho/kuantifikasi dampak penting air permukaan/24012011
                           (7,5 x 20 + 0 x 5)
            C*(DO) =                                      = 6.0 mg/L
                                     (20 x 5)

                          (200 x 20 + 2000 x 5)
             C*(DHL) =                                        = 560 µmhos/cm
                                     (20 x 5)
      Setelah memperoleh hasil perhitungan tersebut di atas, maka selanjutnya
      memanfaatkan kurva konsentrasi parameter kunci versus indeks kualitas
      seperti pada gambar di bawah ini. Setelah mencari indeks kualitas masing-
      masing parameter kunci setelah terjadinya dampak akibat kegiatan dan
      juga indeks kualitas awalnya, maka hasilnya dapat dilihat pada table di
      bawah ini :

Parameter    Konsentrasi             Indeks       Konsentrasi             Indeks kualitas
kunci        awal                    kualitas     stream                  stream
                                                                          sekarang
BOD              15 mg/L                2.5            52 mg/L                   1
DO              7,5 mg/L                5.0           6.0 mg/L                  2,8
DHL           200 µmhos/cm              5.0         560 µmhos/cm                3.1

      Kemudian yang ditanyakan adalah indeks kualitas dari komponen air
      permukaan, bukan indeks kualitas dari masing-masing parameter kunci,
      maka diperlukan langkah sebagai berikut ;

                   Gambar 1. Quality Indeks vs Konsentrasi BOD

                                      Quality Index (skala)
                                 5

                                 4

                                 3

                                 2

                                 1
                                         55          40         20           6        1
        Konsentrasi vs Quality
               Indeks
                                          1           2          3           4        5     3
                                                     Konsentrasi (mg/L)


                                                = KONSENTRASI vs QI

Dhiyas.org | property@dinorimantho/kuantifikasi dampak penting air permukaan/24012011
                          Gambar 2. QI vs Konsentrasi DO

                                    Quality Index (skala)
                                5

                                4

                                3

                                2

                                1
                                       1,5         4,5       5,6        6,5     7,5
       Konsentrasi vs Quality
              Indeks
                                        1           2         3         4        5
                                                   Konsentrasi (mg/L)


                                             = KONSENTRASI vs QI


                                    Gambar 3. QI vs DHL

                                    Quality Index (skala)
                                5

                                4

                                3

                                2

                                1
                                      2230       1600        625        376     200

            DHL vs QI                   1           2         3         4        5
                                                   Konsentrasi (µmhos/cm)


                                             = KONSENTRASI vs QI


     Langkah berikutnya adalah penentuan Fraksi Importance (FI) masing-
     masing parameter kunci, ini perlu suatu konsensus dengan para anggota              4
     tim penyusun. Pendekatan yang sering dipergunakan adalah dengan cara
     Delphy. Misalnya apabila setelah konsensus diperoleh hasil besarnya FI
     dari masing-masing parameter kunci adalah seperti table di bawah ini :

Dhiyas.org | property@dinorimantho/kuantifikasi dampak penting air permukaan/24012011
             Parameter kunci           Fraksi Importance (FI)
                    BOD                           0,5
                     DO                           0,5
                    DHL                           0,3

     Langkah selanjutnya adalah menggunakan table sebagai berikut :

   Parameter       IK        FI       PIU                  PIU x IK
   BOD             1.0       0,5      0,5/1.3 = 0.38       0.38 X 1.0 = 0.38
   DO              2.8       0,5      0,5/1.3 = 0.38       0.38 X 2.8 = 1.06
   DHL             3.1       0,3      0,3/1.3 = 0.24       0.24 X 3.1 = 0.74
   TOTAL                     1.3              = 1.00                  = 2.18
                                                        Dibulatkan menjadi 2

     Dimana :
     IK = Indeks Kualitas setelah ada DAL
     FI = Fraksi Importance
     DAL = dampak lingkungan
     PIU = Parameter Importance Unit

     Kondisi awal sebelum ada kegiatan :

   Parameter       IK        FI       PIU                  PIU x IK
   BOD             2.5       0,5      0,5/1.3 = 0.38       0.38 X 2.5 = 0.95
   DO              5.0       0,5      0,5/1.3 = 0.38       0.38 X 5.0 = 1.90
   DHL             5.0       0,3      0,3/1.3 = 0.24       0.24 X 5.0 = 1.20
   TOTAL                     1.3              = 1.00                  = 4.05
                                                        Dibulatkan menjadi 4

     Jadi disini menjadi jelas bahwa sebelum adanya kegiatan ternyata indeks
     kualitas air permukaan pada lokasi proyek adalah skala 4, tetapi setelah
     rencana kegiatan dilaksanakan maka indeks kualitas air permukaan
     menjadi turun menjadi 2.
     Indeks kualitas komponen lingkungan dapat dinyatakan dalam Skala atau
     dapat pula dinyatakan dalam Persentasi. Agar lebih jelas perhatikan tabel
     di bawah ini :




                                                                                        5




Dhiyas.org | property@dinorimantho/kuantifikasi dampak penting air permukaan/24012011
                Tabel Prosentase atau Skala Indeks Kualitas
     Persen (%)           Skala       Penjelasan Indeks Kualitas
     0 – 20                    1      Buruk
     21 – 40                   2      Agak Buruk
     41 – 60                   3      Sedang
     61 – 80                   4      Baik
     81 – 100                  5      Baik Sekali

     Jadi berdasarkan skala indeks kualitas ini, maka pada rona awal dari
     komponen lingkungan air permukaan pada lokasi proyek indeks kualitasnya
     adalah berskala 4 (empat) yaitu Baik. Selanjutnya rencana kegiatan
     dilaksanakan maka indeks kualitas komponen lingkungan air permukaan
     turun menjadi berskala 2 (dua) atau disebut Agak Buruk. Jika ditinjau dari
     segi selisih penurunan yaitu dari skala 4 menjadi skala 2, berarti ada
     penurunan (4 – 2) = 2. Jika dinilai dari segi penting dan ringannya dampak
     lingkungan, maka selisih penurunan sebesar skala 2 dinyatakan Dampak
     Cukup. Untuk jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

              Tabel perubahan Indeks Kualitas dan Komentar
   Besarnya Penurunan Indeks Kualitas    Komentar Dampak
                    1                    Kecil
                    2                    Cukup
                    3                    Penting
                    4                    Amat Penting
                    5                    Pencemaran

     Terkadang dampak dari suatu kegiatan proyek yang berdampak kepada
     komponen air permukaan (surface water) bukan hanya berasal dari efluen
     yang dapat berdampak kepada kualitas dipandang dari segi kimiawi, fisis,
     bakteriologis, radioaktif dan toksisitas. Tetapi dampak proyek dalam
     konteksnya dengan komponen air permukaan dapat berupa perubahan
     daripada sifat hidrologisnya. Sebagai contoh, perubahan kecepatan aliran
     air sungai. Perlu diketahui kecepatan air sungai kalau terlalu lambat dapat
     menyebabkan       terjadinya   proses     sedimentasi    sehingga     dapat
     mengakibatkan pendangkalan. Sebaliknya apabila terlalu tinggi kecepatan
     aliranna akan menyebabkan terjadinya proses sedimen transport, sehingga
     hal ini akan menyebabkan tergerusnya dasar sungai. Perubahan kecepatan
     aliran sungai dapat diakibatkan oleh bertambahnya air aliran (run off) pada
     daerah tangkapan air (water catchment area).
                                                                                        6
     Sebagai contoh :
     Bekas tanah kritis yang penuh ditumbuhi alang-alang, direncanakan untuk
     dimanfaatkan sebagai lahan kawasan industri dengan luas sebesar 350 ha.

Dhiyas.org | property@dinorimantho/kuantifikasi dampak penting air permukaan/24012011
     Dari stasiun BMG terdekat diperoleh data intensitas hujan adalah
     2500/tahun dan dari data Dinas Pekerjaan Umum diperoleh data bahwa
     sungai yang berada pada lokasi proyek mempunyai debit 3.5 m3/detik dan
     luas penampang basah sungai tersebut rata-rata adalah 1 m2. Hitunglah
     perubahan air aliran yang terjadi sebagai akibat pengembangan lokasi
     tersebut dan berapakah perubahan indeks kualitas larian sungai pada
     lokasi tersebut.


     Penyelesaian :
     Dapat menggunakan rumus : ΔQ          = (C2 – C1)* I * A          ………(2



     Dimana :
     C1 = Koefisien air larian lahan terbuka (alang-alang) = 0,15
     C2 = Koefisien air larian kawasan industri campuran = 0,85
     I = Intensitas hujan (m/hari hujan)
     A = Luas daerah studi (m2)
     Q = Debit air larian (m3/hari hujan)

     Apabila I diketahui = 2500 mm/tahun, maka dalam 1 tahun terdapat 180
     hari hujan sehingga (2500/180)/1000 = 13.89 (10-3) m/hari hujan.

     A = 350 ha = 350 (104) m2

     ΔQ = (0.85 – 0.15) * (13.89 * 10-3) (350 * 104)
        = 34.030,5 m3/hari hujan

     Jika rata-rata 1 hari hujan = 4 jam/hari, maka :
     ΔQ = 34.030,5 / 4
         = 8507.6 m3/jam
         = 2.4 m3/detik

     Karena penampang basah sungai adalah 1 m2 maka apabila air larian ini
     masuk ke sungai akan menambah kecepatan aliran menjadi (3.5 + 2.4)/1 =
     5.9 m/detik. Bila memanfaatkan gambar di bawah ini akan mendapakan                 7
     indeks kualitas dari awalnya 4 menjadi 3 sehingga selisihnya adalah 1.
     Berarti Dampak Ringan.



Dhiyas.org | property@dinorimantho/kuantifikasi dampak penting air permukaan/24012011
                     Gambar 4. QI vs Kecepatan Aliran Sungai


                                  Quality Index (skala)
                             5

                              4

                             3

                             2

                              1
                                     10         8.75       6.3       3.5         1

          QI vs Sungai                1           2         3         4          5
                                  Kecepatan aliran sungai (m/det)


                                            = QI vs Aliran Sungai


     Dengan bantuan gambar tersebut di atas, maka dapat dibuat tabel sebagai
     berikut :

    V awal (m/det)           IK           V setelah poyek (m/det)          IK
         3.5                  4                     5.9                     1

     Kadang-kadang dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan proyek dapat
     berupa perubahan tata air, sehingga pada saat hujan turun maka akan
     dapat menyebabkan erosi daratan dan akhirnya masuk ke dalam badan air
     yang dapat menyebabkan terjadinya pengecilan penampang basah sungai,
     sehingga menyebabkan daya tampung sungai mengecil dan dapat lebih
     mudah terjadi luapan air pada kampong dan desa yang di lewati sungai
     tersebut menjadi rawan genangan. Untuk jelasnya bersama ini
     disampaikan contoh dalam kenyataannya.

     Contoh soal :
     Lahan semak yang sebagian berumput alang-alang seluas 400 ha, dirubah
     dan dimanfaatkan sebagai hutan kota tanpa tumbuhan perdu perlu dan
                                                                                        8
     tanpa seresah. Curah hujan adalah 2000 mm/tahun, panjang lereng rata-
     rata adalah 25 m dengan kemiringan 11%.



Dhiyas.org | property@dinorimantho/kuantifikasi dampak penting air permukaan/24012011
     Ditanyakan ; berapakah laju erosi akibat perubahan peruntukan dalam
     satuan ton/ha/tahun. Diketahui jenis tanahnya adalah Latosol merah dan
     diperoleh data sebagai berikut ;
     CP semak sebagian berumput = 0.10
     CP hutan tanpa perdu dan tanpa seresah = 0.50
     K = 12 (factor erodibilitas tanah)
     Laju erosi awal = 30 ton/ha/tahun
     Berapakah perubahan indeks kualitasnya?

     Dengan menggunakan rumus atau formula di bawah ini :


     ΔE = RKLS * ΔCP                ………(3


     R = 0.41 * H 1.09               ………(4


     L = (L0 /22) ½                  ………(5


     S = (S1 /9) 1.4                 ………(6




     Dimana :
     ΔE     = selisih rata-rata erosi tahunan (ton/ha/tahun)
     R      = indeks erosivitas hujan
     K      = faktor erodibilitas tanah
     L      = faktor panjang lereng untuk menghitung erosi dibandingkan
              dengan kemiringan lereng 9%
     C      = faktor pengelolaan tanah untuk menghitung erosi dibandingkan
              tanah yang terus menerus terbuka
     P      = faktor praktek pengawetan tanah untuk menghitung erosi
              dibadingkan dengan tanah tanpa usaha pengawetan.
     H      = Curah hujan (mm/tahun)
                                                                                        9
     Penyelesaian :
     R = (0.41 * 2000) 1.09               = 1625.20


Dhiyas.org | property@dinorimantho/kuantifikasi dampak penting air permukaan/24012011
     L = (25 /22) ½               = 1.07

     S = (11 /9) 1.4              = 1.324

     ΔE = RKLS * ΔCP
        = 1625.20 (0.12)(1.07)(1.324)(0.5 – 0.1)
        = 110.51 ton/ha/tahun

     Jadi kalau pada mulanya tingkat erosi adalah 30 ton/ha/tahun, maka
     setelah ada pemanfaatan, terjadilah peningkatan erosi menjadi (30 =
     110.51) = 140.51 ton/ha/tahun.
     Selanjutnya dengan menggunakan gambar di bawah ini yang merupakan
     kurva antara E versus Indeks Kualitas.

                     Gambar 5. QI vs Laju Erosi (ton/ha/tahun)


                                  Quality Index (skala)
                             5

                              4

                             3

                             2

                              1
                                    200         100           60     30         10

        QI vs Laju Erosi              1           2           3       4          5
                                  Laju erosi (ton/ha/tahun)


                                           = QI vs Laju Erosi

  E awal (ton/ha/thn)        IK           E setelah ada                   IK
                                      pemanfaatan (ton/ha/thn)
           30                4                140.51                    2.4
                                                                     Dibulatkan
                                                                         :2             10




Dhiyas.org | property@dinorimantho/kuantifikasi dampak penting air permukaan/24012011
      Kesimpulan : terjadi penurunan indeks kualitas dalam skala dari 4 menjadi
      2, dimana terjadi selisih indeks kualitas sebesar 2, yang berarti dampak
      dianggap CUKUP PENTING.


Sumber Pustaka :
Budirahardjo, E., Metoda-metoda AMDAL, Badan Penelitian dan Pengembangan
Departemen Dalam Negeri, Jakarta 1999.




                                                                                         11




 Dhiyas.org | property@dinorimantho/kuantifikasi dampak penting air permukaan/24012011

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:2310
posted:1/24/2011
language:Indonesian
pages:11