Docstoc

PERHITUNGAN CADANGAN NIKEL

Document Sample
PERHITUNGAN CADANGAN NIKEL Powered By Docstoc
					  PERHITUNGAN CADANGAN NIKEL MENGGUNAKAN
 METODE PENAMPANG TEGAK DAN METODE DAERAH
PENGARUH PADA BUKIT TLC-3 TAMBANG TENGAH DI PT
  ANTAM Tbk. UBPN POMALAA KABUPATEN KOLAKA
              SULAWESI TENGGARA




                  TUGAS AKHIR II




                        Oleh
              Zaenal Abbidin Kamarullah
                  NIM : 711106072




       PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
        SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL
                   YOGYAKARTA
                       2010
       PERHITUNGAN CADANGAN NIKEL MENGGUNAKAN
      METODE PENAMPANG TEGAK DAN METODE DAERAH
     PENGARUH PADA BUKIT TLC-3 TAMBANG TENGAH DI PT
       ANTAM Tbk. UBPN POMALAA KABUPATEN KOLAKA
                   SULAWESI TENGGARA
                                  TUGAS AKHIR II
Karya Tulis ini Sebagai Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Pada Program Studi
           Teknik Pertambangan Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
                                        Oleh :
                              Zaenal Abbidin Kamarullah
                                  NIM. 711106072




                                                           Yogyakarta, November 2010

                                      Menyetujui

   Pembimbing II                                                    Pembimbing I




(Ir. St. Soebantidjo, Msi)                                        (Ir. Ag. Isjudarto, M.T)
     NIP : 131476787                                                   NIK : 19730068

                                     Mengetahui :
                             Kaprodi Teknik Pertambangan



                                (Ir. Ag. Isjudarto, M.T)
                                     NIK : 19730068


                                           ii
                         HALAMAN PERSEMBAHAN




Katakanlah ; Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang
tidak mengetahui! sesungguhnya orang yang berakallha yang dapat menerima pelajaran.
(Q.S 39 : 9)
Allah meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi
ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S 58 : 11)


Sekiranya saya mengucap banyak syukur dan pujian sebesar-besarnya kepada Allah
SWT karena dengan nikmat dan karuniaNYA yang diberikan kepada saya
sehingga saya dapat menyelesaikan tugas akhir 2 ini dengan baik.
Tak lupa pula salawat dan salam saya haturkan keharibaan junjungan Nabi besar
Muhammad SAW beserta keluar, sahabat dan pengikut beliau yang merupakan
panutan bagi kaum muslimin dan muslimat
                    Karya Tulis ini Kupersembahkan Kepada
   1. Kedua orang tuaku tercinta Ibu Farida Mukarram dan Ayah Umayyah
      Kamarullah yang telah melahirkan, membesarkan dan mendidikku yang
      tidak sanggup penulis gantikan dengan apapun.
   2. Adik-adik tercinta (Ridwan Kamarullah, Nurhafni Kamarullah dan
      Nurhasanah Kamarullah) terima kasih atas dukungan dan support
      selama ini.
   3. Istri dan Anak-anak tercinta (Zaitum Marichar Sahib, Nurul Chalwa
      Luqyana, Alfiah Fairus) yang juga meberikan semangat dan dorongan
      serta doanya dalam suka dan duka.

Tak lupa pula penulis mengucapkan terima kasih kepada :
   1. Rekan-rekan seperjuangan tambang 03
       Aques, Yuyun, Pace Jhon, Krisi, Manto, Aba, Pedro, Nikson, Yesri,
       Brown, Rini, Gusti, Anang, Topan, Yusias, Sahidul, terima kasih untuk
       semuanya dan untuk kebersamaannya.
   2. Rekan-rekan HMTA STTNAS Yogyakarta


                                         ii
   Zulfi 02, Ode 07, Utam 04, Beni 04, Al 04, Lia 06, Non 02, Marito 07,
   Lalu 08, Alfi 07, Oyong 09 serta semua anggota HMTA yang tidak
   dapat disebtkan satu persatu, Selalu dalam loyalitas HMTA, viva
   tambang yes.

3. Sohib-Sohib dan Saudara
   Acango, Uceng, Fatimah, Dr Ichad, Noval, Ko uci, K Sil, K Uban, Ian,
   Gei, dan teman dekat serta saudara yang tidak penulis sebutkan satu-
   persatu terima kasih telah memberi dorongan dan nasehatnya.
4. Dan semua pihak baik langsung maupun tidak langsung yang telah
   membantu penulis selama menjalankan proses di bangku kuliah sampai
   selesainya penulisan Tugas Akhir I ini.




                                 iii
                                       SARI


       Penambangan bahan galian merupakan kegiatan dalam rangka penyediaan
bahan baku untuk keperluan pembangunan disegala bidang. Maka dari itu usaha
pertambangan tidak lepas dari pekerjaan-pekerjaan dalam mencari bahan
tambang. Estimasi cadangan merupakan salah satu pekerjaan yang penting dalam
mengevaluasi suatu proyek pertambangan, dimana diperlukan suatu perkiraan
mengenai keberadaan bahan galian agar dapat dimanfaatkan secara maksimal

        Perhitungan cadangan berperan penting dalam menentukan jumlah,
kualitas, dan kemudahan dalam eksplorasi secara komersial dari suatu endapan.
Sebab dari hasil perhitungan cadangan yang baik dan akurat yang sesuai dengan
keberadaannya dilapangan dapat menentukan investasi yang akan ditanam oleh
investor sebagai penanaman modal dalam usaha penambangan, penentuan kerja
produksi, cara penambangan yang akan dilakukan, bahkan dalam memperkirakan
waktu yang akan dibutuhkan oleh perusahaan dalam melaksanakan usaha
penambangannya.

       Berdasarkan data yang tersedia di peta kemajuan tambang maka
perhitungan cadangan dapat dilakukan dengan mengetahui jumlah cadangan
berdasarkan metode yang dipakai, yakni metode penampang tegak dan metode
daerah pengaruh. dan juga dapat menganalisa kadar rata-rata Ni.

        Hasil perhitungan dengan metode penampang tegak didapatkan cadangan
nikel sebesar 659.955,8515 WMT dan dengan metode penampang tegak
didapatkan hasil sebesar 742.800 WMT dengan selisih dari kedua metode tersebut
sebesar 82.844,15 WMT. sedangkan persentasi kesalahan sebesar 13%. persentase
kesalahan ini menurut Mc. Kelvey dianggap rendah dengan mengasumsikan pada
klasifikasi cadangan terukur dengan persentase kesalahan 20%.




                                      iv
                                 KATA PENGANTAR


       Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa karena
dengan karunia dan inayahNYA penulis dapat menyelesaikan tugas akhir II ini
dengan baik.
       Tujuan penulisan tugas akhir II ini dengan judul Perhitungan Cadangan
Nikel Menggunakan Metode Penampang Tegak dan Metode Daerah Pengatuh
Pada Bukit TLC-3 Tambang Tengah di PT. ANTAM UBPN Pomalaa Kolaka
Sulawesi Tenggara, adalah sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar
sarjana teknik pada Program Studi Teknik Pertambangan Sekolah Tinggi
Teknologi Nasional Yogyakarta.
       Penulisan tugas akhir II ini berdasarkan data yang tersedia dari peta
kemajuan tambang pada tanggal 31 Oktober 2008.
       Atas segala bantuan, bimbingan serta saran-saran dalam penyusunan tugas
akhir ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada :
       1. Bapak Imron Rosyidin ST Selaku Manajer, Staf Pomalaa Mining
          Manager.
       2. Bapak Wiwit Setiawan ST, selaku pembimbing penulis selama
          melakukan penelitian.
       3. Bapak Ir. H. Ircham, M.T selaku Ketua Sekolah Tinggi Teknologi
          Nasional Yogyakarta.
       4. Bapak Ir. Ag. Isjudarto, M.T selaku Ketua Program Studi Teknik
          Pertambangan, Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta, dan
          juga selaku Dosen Pembimbing I
       5. Bapak Ir. St. Soebantijo, Msi selaku Dosen Pembimbing II.
       6. Serta semua pihak yang telah membantu penulis selama proses
          penyusunan sampai selesainya tugas akhir II ini.




                                       v
       Penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan dalam penulisan
tugas akhir II ini, oleh karena itu kritik dan saran sangat penulis harapkan dari
pembaca sekalian. semoga kritik dan salam dapat memberikan motifasi kepada
penulis untuk lebih baik lagi kedepan.
       Dan semoga tugas akhir II ini dapat bermanfaat bagi kita semua Amin


                                                            Yogyakarta,….2011




                                                                   Penulis




                                         vi
                         DAFTAR ISI


                                                            Halaman
HALAMAN JUDUL…………………………………………………                             i
HALAMAN PENGESAHAN………………………………………..                          ii
HALAMAN PERSEMBAHAN……………………………………..                          iii
SARI…………………………………………………………………..                              v
KATA PENGANTAR……………………………………………….                            vi
DAFTAR ISI…………………………………………………………                             vii
DAFTAR GAMBAR…………………………………………………                             x
DAFTAR TABEL……………………………………………………                             xi
DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………                            xii


BAB I    PENDAHULUAN
         1.1.   Latar Belakang Masalah…………………………             1
         1.2.   Perumusan Masalah…………………………….                2
         1.3.   Batasan Masalah………………………………..                2
         1.4.   Tujuan Penelitian……………………………….               2
         1.5.   Metode Penelitian………………………………                3
         1.6.   Manfaat Penelitian……………………………...             4


BAB II   TINJAUAN UMUM
         2.1.   Lokasi Kesampaian Daerah…………………….            5
         2.2.   Keadaan Geologi Penelitian…………………....        7
                2.2.1. Geologi Umum Sulawesi……………….          7
                2.2.2. Morfologi……………………………….                7
                2.2.3. Fisiografi………………………………..              8
                2.2.4. Stratigrafi Daerah Penelitian……………    9
                2.2.5. Struktur Geologi………………………..           11
         2.3.   Genesa Endapan Nikel…………………………               13
         2.4.   Kondisi Iklim dan Curah Hujan………………..        20


                              vii
          2.5.   Penambangan Bijih Nikel……………………….      21


BAB III   DASAR TEORI
          3.1.   Kegiatan Eksplorasi……………………………..       29
          3.2.   Pengertian Cadangan……………………………         33
          3.3.   Perhitungan Cadangan………………………….        35
          3.4.   Metode Perhitungan Cadangan…………………     37
                 3.4.1. Metode Penampang Tegak………………    38
                 3.4.2. Metode Daerah Pengaruh……………….   39
          3.5.   Penentuan Batas Cadangan……………………..     42


BAB IV    HASIL PENELITIAN
          4.1.   Metode Penampang Tegak………………………        44
          4.2.   Metode Daerah Pengaruh……………………….       46


BAB V     PEMBAHASAN
          5.1.   Perhitungan Cadangan…………………………..       49
                 5.1.1. Metode Penampang Tegak………………    49
                 5.1.2. Metode Daerah Pengaruh……………….   49
          5.2.   Kesalahan Perhitungan…………………………..      50


BAB VI    KESIMPULAN DAN SARAN
          6.1.   Kesimpulan………………………………………              51
          6.2.   Saran……………………………………………..               51


DAFTAR PUSTAKA………………………………………………….                      52


LAMPIRAN……………………………………………………………                         53




                             viii
                        DAFTAR GAMBAR




Gambar                                                  Halaman
2.1. Peta Lokasi Penelitian……………………………………………… 6
2.2. Stratigrafi Lembar Kolaka…………………………………………. 12
2.3. Peta Geologi Daerah Pomalaa……………………………………… 13
2.4. Penampang Endapan Nikel Sulfida………………………………… 16
2.5. Penampang Endapan Nikel Laterit…………………………………. 17
2.6. Skema Pembentukan NIkel Laterit…………………………………. 19
2.7. Grafik Rata-Rata Curah Hujan……………………………………... 20
2.8. Grafik Rata-Rata Hari Hujan……………………………………….. 21
2.9. Kegiatan Pemboran…………………………………………………. 22
2.10. Pengukuran Kemajuan Tambang…………………………………… 22
2.11. Persiapan Daerah Penambangan……………………………………. 24
2.12. Kegiatan Pereparasi Conto…………………………………………. 26
2.13. Alat Analisis Kadar Pada Bijih Nikel……………………………… 26
2.14. Proses Pengolahan dan Pemurnian Bijih Nikel…………………….. 28
3.1. Diagram Alir Tahap-Tahap Kegiatan Pertambangan………………. 31
3.2. Metode Eksplorasi………………………………………………….. 32
3.3. Klasifikasi Cadangan……………………………………………….. 35
3.4. Metoda Penampang Standar………………………………………... 39
3.5. Metoda Daerah Pengaruh…………………………………………… 41
F.1. Peta Lubang Bor dan Sayatan………………………………………. 119
G.1. Peta Lubang Bor dan Daerah Pengaruh…………………………….. 120




                                ix
                                      DAFTAR TABEL




Tabel                                                                                 Halaman
2.1. Mineral Utama yang Mengandung Nikel……………………...                                        13
4.1. Perhitungan Metoda Penampang Standar..................................                44
4.2. Perhitungan Cadangan Dengan Metode Penampang Tegak......                              45
4.3. Perhitungan Cadangan Menggunakan Metode Daerah Pengaruh                               47
A.1. Data Curah Hujan dan Hari Hujan.............................................          53
B.1. Data Analisa Titik Bor dan Kadar..............................................        54




                                                  x
                                    DAFTAR LAMPIRAN




Lampiran                                                                                Halaman
A. Data Curah Hujan dan Hari Hujan..............................................             53
B. Data Analisa Titik Bor dan Kadar...............................................           54
C. Perhitungan Luas Sayatan Metode Penampang Tegak................                           80
D. Perhitungan Cadangan Dengan Metode Penampang Tegak........                                94
E. Perhitungan Cadangan Dengan Metode Daerah Pengaruh..........                              100
F. Peta Lubang Bor dan Sayatan.......................................................        119
G. Peta Lubang Bor dan Daerah Pengaruh........................................               120




                                                  xi
                                    BAB I
                              PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
       Penambangan bahan galian merupakan kegiatan dalam rangka penyediaan
bahan baku untuk keperluan pembangunan disegala bidang. Maka dari itu usaha
pertambangan tidak lepas dari pekerjaan-pekerjaan dalam mencari bahan
tambang. Estimasi cadangan merupakan salah satu pekerjaan yang penting dalam
mengevaluasi suatu proyek pertambangan, dimana diperlukan suatu perkiraan
mengenai keberadaan bahan galian agar dapat dimanfaatkan secara maksimal.
       Perhitungan cadangan berperan penting dalam menentukan jumlah,
kualitas, dan kemudahan dalam eksplorasi secara komersial dari suatu endapan.
Sebab dari hasil perhitungan cadangan yang baik dan akurat yang sesuai dengan
keberadaannya dilapangan dapat menentukan investasi yang akan ditanam oleh
investor sebagai penanaman modal dalam usaha penambangan, penentuan kerja
produksi, cara penambangan yang akan dilakukan, bahkan dalam memperkirakan
waktu yang akan dibutuhkan oleh perusahaan dalam melaksanakan usaha
penambangannya.
       Bila dilihat secara keseluruhan, betapa pentingnya mineral bagi kehidupan
manusia, sehingga makin maju dan modern kehidupan manusia, akan banyak lagi
mineral-mineral yang akan dibutuhkan dimasa yang akan datang. Bahkan para
ahli berpendapat kemajuan peradaban manusia dapat diukur dengan pemakaian
mineral. Kalau ditinjau dari sejarah, dimana penamaan suatu periode atau jaman
disebut berdasarkan pemakaian mineral saat itu. Mulai dari jaman batu sampai
jaman besi (logam).
       Nikel merupakan salah satu bahan galian tambang yang digunakan dalam
berbagai bidang kehidupan, dimana kebutuhan akan nikel semakin besar seiring
meningkatnya penggunaan unsur nikel tersebut dalam pembangunan. Selain itu
terdapat pula kendala saat ini dimana semakin berkurangnya cadangan nikel yang
merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, maka dari salah satu




                                                                              1
cara untuk menyelidiki cadangan nikel yang lebih banyak, diperlukan suatu
metode eksplorasi yang lebih akurat dan sesuai.
       Untuk menentukan estimasi cadangan diperlukan metode estimasi yang
sesuai dengan kodisi geologi, genesa, dan mineralisasi pada daerah penelitian,
maka penulis mencoba untuk menghitung nilai evaluasi cadangan bijih nikel di
PT. Aneka Tambang (Tbk) Unit Bisnis Pertambangan Nikel Operasi Pomalaa,
(PT.Antam Tbk UBPN) Sulawesi Tenggara terutama di tambang tengah pada
bukit TLC 3 dengan membandingkan Metode penampang tegak dengan metode
daerah pengaruh.


1.2 Perumusan Masalah
       Penelitian yang dilakukan dengan mencari data analisa pemboran melalui
pengamatan langsung daerah penambangan yang pada saat ini semakin berkurang,
sehingga perlu diadakan pencarian kembali dan perhitungan cadangan nikel sesuai
COG dengan menggunakan metode yang tepat.
       Adapun permasalahan yang dihadapi, metode perhitungan cadangan yang
dilakukan PT. Antam (Tbk) UBPN Pomalaa hanya menggunakan metode daerah
pengaruh, dengan endapan bijih nikel merupakan endapan yang bersifat
heterogen, sehingga diperlukan metode lain yang sesuai dengan endapan bijih,
salah satunya menggunakan metode penampang tegak.


1.3 Batasan Masalah
       Batasan masalah pada penelitian ini mengarah pada perhitungan cadangan
menggunakan metode penampang dan metode daerah pengaruh, dan mengetahui
penyebaran endapan bijih nikel dari hasil analisa conto dan hasil pemboran
endapan bijih nikel


1.4 Tujuan Penelitian
       Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah cadangan bijih
nikel yang sesuai dengan Cut Off Grade (COG) yakni 1,6 %, dan memperoleh
gambaran suatu metode estimasi cadangan yang sesuai untuk digunakan dalam


                                                                             2
mengestimasi cadangan bijih nikel di PT. Antam (Tbk) UBPN Operasi Pomalaa
pada tambang tengah di bukit TLC 3, ini dengan tinjauan geologi, genesa, dan
mineralisasinya dengan mengunakan metode penampang tegak             dan metode
daerah pengruh dengan cara membandingkan kedua metode tersebut, mana yang
lebih sesuai.


1.5 Metode Penelitian
         Metode penilitian yang dilakukan di PT. ANTAM POMALAA ini
merupakan metode kuantitatif. Tahapan metode ini terdiri dari
A. Pengambilan Data
   Pengambilan data dilakukan dengan dua cara yakni
   1. Data Primer
         Data primer diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan, yang terdiri
         dari:
         a. Jumlah titik bor.
         b. Cara penambangan.
         c. Pengambilan conto.
   2. Data Sekunder
         Data sekunder didapat dari mengumpulkan data dari instansi terkait,
berupa data analisis kadar, peta topografi, peta geologi, dan peta sebaran endapan
nikel.
B. Pengolahan dan Analisis Data
         Pengolahan dan analisis data yang ada untuk mendapatkan alternatif
pemecahan permasalahan yang dibahas, kemudian melakukan perhitungan-
perhitungan terhadap alternatif pemecah masalah, sehingga dapat menyelesaikan
permasalahan yang dibahas
C. Kesimpulan
    Sebagai rekomendasi kepada perusahaan untuk menyelesaikan permaslahan
di lapangan berdasarkan hasil penelitian ini




                                                                                3
1.6 Manfaat Penilitian
      Manfaat yang diperoleh dari penilitian ini adalah :
   A. Mengetahui pola sebaran endapan nikel.
   B. Sebagai masukan metode mana yang sesuai dengan perhitungan cadangan
      nikel.




                                                                       4
                                        BAB II
                                 TINJAUAN UMUM




2.1 Lokasi dan Kesampaian Daerah
       Lokasi penambangan bahan galian bijih nikel yang dilakukan oleh PT.
Antam (Tbk). UBPN Operasi Pomalaa, secara adsminitrasi terletak di daerah
Pomalaa    Kabupaten Kolaka, Propinsi Sulawesi Tenggara. Secara geografis
terletak pada 121°31’ BT - 121°40’ BT dan 4°10’ LS - 4°18’ LS.
       Unit Bisnis Pertambangan Nikel Operasi Pomalaa, Kabupaten Kolaka,
Propinsi Sulawesi Tenggara berbatasan dengan :
A. Disebelah Utara berbatasan dengan Sungai Huko-Huko
B. Disebelah Timur berbatasan dengan Perbukitan Maniang
C. Disebelah Selatan berbatasan dengan Sungai Oko-Oko
D. Disebelah Barat berbatasan dengan Teluk Mekongga
       Dearah penelitian memiliki iklim tropis dengan temperatur berkisar antara
25° - 32°C dengan musim kering terjadi pada bulan Mei-Agustus sedangkan
musin hujan terjadi pada bulan September-April. Angin Barat merupakan angin
kencang yang biasanya terjadi di bulan Februari-Maret. Curah hujan rata-rata per
tahun 1980 mm, dengan rata-rata hari hujan 129 hari.
       Lokasi penelitian berbatasan langsung dengan Propinsi Sulawesi Tengah
di sebelah Utara Sulawesi Tenggara dimana dapat dicapai dengan menggunakan
kendaraan roda dua maupun roda empat ke Kolaka dari Kendari. Ibukota Propinsi
Sulawesi Tenggara adalah Kota Kendari berjarak ± 165 km dari Kolaka,
sedangkan Pomalaa terletak disebelah Selatan kota Kolaka dengan jarak ± 29 km.
atau dapat juga ditempuh dari Makasar, Sulawesi Selatan dimana harus melewati
Teluk Bone di penyeberangan Bajoe berjarak ± 178 km dari Makasar. Jadi rute
menuju lokasi penelitian sebagai berikut Makasar – Bajoe - (Penyebrangan Teluk
Bone) – Kolaka – Pomalaa. Peta lokasi dan kesampaian daerah dapat dilihat pada
gambar 2.1.



                                                                              5
                                          Keterangan:

                                               : Jalan

               U                               : Sungai
                                               : Gunung
          Skala                                : Ibukota propinsi

      0   14      28                           : Ibukota Kabupaten
                                               : Lokasi Penelitian

(Sumber : Arsip PT. ANTAM POMALAA)
                       Gambar 2.1 Peta Lokasi Penelitian




                                                                     6
2.2 Keadaan Geologi Penelitian
2.2.1. Geologi Umum Sulawesi
         Sulawesi dan sekitarnya merupakan daerah dengan tatanan geologi yang
sangat kompleks. Hal ini disebabkan karena Sulawesi terletak pada zona
konvergen antara 3 lempeng litosfer, yaitu Lempeng Australia di bagian utara,
pergerakan ke barat Lempeng Pasifik dan Lempeng Eurasia di bagian selatan-
tenggara (Herman dan Hasan Sidi, 2000 dalam arsip PT. Antam, Tbk UBPN
Operasi pomalaa). Pulau Sulawesi dan sekitarnya terdiri dari 3 Mandala Geologi
yaitu:
A. Mandala Geologi Sulawesi Barat, dicirikan oleh adanya jalur gunung api
   paleogen, intrusi neogen dan sedimen mesozoikum.
B. Mandala Geologi Sulawesi Timur, dicirikan oleh batuan ofiolit yang berupa
   batuan ultramafik peridotit, harzburgit, dunit, piroksenit dan serpentinit yang
   diperkirakan berumur kapur.
C. Mandala Geologi Banggai Sula, dicirikan oleh batuan dasar berupa batuan
   metamorf Permo-Karbon, batuan Plutonik yang bersifat granites berumur
   Trias dan batuan sedimen Mesozoikum.
2.2.2. Morfologi
         Menurut Hasanudin dkk, 1992 (arsip PT. Antam,Tbk UBPN Operasi
Pomalaa), daerah penelitian termasuk dalam morfologi Lembar Kolaka, yang
dapat dibedakan menjadi beberapa satuan morfologi, yaitu: morfologi
pegunungan, perbukitan, daerah karst dan morfologi dataran rendah.
         Berdasarkan pembagian morfologi Lembar Kolaka, morfologi daerah
Pomalaa terbagi 2, yaitu perbukitan dan dataran rendah. Daerah konsesi
pertambangan PT. Aneka Tambang, Tbk UBPN Operasi Pomalaa termasuk dalam
morfologi perbukitan. Daerah perbukitan menempati hampir seluruh daerah
pertambangan yang meliputi daerah Tambang Utara, Tambang Tengah dan
Tambang Selatan dengan ketinggian rata-rata daerah mencapai 250 meter di atas
permukaan air laut dengan tingkat kelerengan landai sampai sedang.




                                                                                7
2.2.3. Fisiografi
       Sulawesi dan pulau-pulau kecil disekitarnya secara fisiografis oleh Van
Bemmelen 1994 (Arsip PT. Antam Tbk UBPN Pomalaa) dikelompokkan menjadi
tujuh system, yaitu :
A. Sangihe-Minahasa System.
B. Northern Part of Celebes Orogen.
C. Central Part of Celebas Orogen.
D. Southern Part of Celebes Orogen.
E. The Makasar System.
F. The Buton System.
G. System of The Lesser Surda Island.
       Menurut Rusmana dkk 1998 (Arsip PT. ANTAM Tbk UBPN Pomalaa),
Sulawesi Tenggara adalah daerah lembar Kendari dan Kolaka morfologinya dapat
dibedakan menjadi empat satuan yaitu,satuan pegunungan, satuan perbukitan,
satuan karst, dan dataran rendah.
       Satuan pegunungan sebagian besar menenpati daerah di Tengah dan Barat
lembar, dengan arah punggungnya memanjang Barat Laut- Tenggara. Pegunungan
tersebut antara lain, Pegunungan Mekongga, Pegunungan Abuki, Pegunungan
Tangkelomboke, dan Pegunungan Matarombeo. Daerah ini umumnya bertonjolan
halus sampai kasar dan berlereng sedang sampai curam. Ketinggian puncak-
puncaknya berkisar antara 750 meter samapai 3000 meter atas permukaan laut.
       Satuan perbukitan terdapat dibagian Barat dan Timur lembar sekitar kaki
perbukitan. Satuan ini membentuk perbukitan bergelombang dengan ketinggian
berkisar antara 75 meter samapai 750 meter atas permukaan air laut.
       Satuan Karst, sebagian terdapat dibagian Utara Perbukitan Matarombeo,
sebagian diantara Perbukitan Mekongga dan Perbukitan Tangkelomboke, serta
sebagian lagi di bagian Barat Kendari.
       Satuan dataran rendah terdapat didaerah muara-muara sungai besar seperti,
Sungai Konaweha, Sungai Lahumbuti, Sungai Sampera, dan lain-lain. Ketinggian
berkisar dari beberapa meter sampai 75 meter atas permukaan air laut.




                                                                              8
2.2.4. Stratigrafi Daerah Penelitian
       Menurut Van Bemmelen, 1949 dan Hutchison, 1983 (arsip PT. Antam,
Tbk UBPN Operasi Pomalaa), pada lengan tenggara Pulau Sulawesi, batuan
ultramafik kebanyakan masif peridotit, sebagian besar harzburgit, dunit dan
sedikit berasosiasi dengan gabro dan basalt. Menurut Hasanudin dkk, 1992 (arsip
PT. Antam,Tbk UBPN Operasi Pomalaa), secara regional satuan batuan di
Lembar Kolaka dapat dikelompokkan menjadi 2 Mandala Geologi Sulawesi
Timur dan Mandala Geologi Banggai Sula. Mandala Geologi Sulawesi Timur
dicirikan oleh gabungan batuan ultramafik, mafik dan malihan. Sedangkan
Mandala Geologi Banggai Sula dicirikan oleh kelompok batuan sedimen malih.
       Menurut Simanjuntak dkk, 1994 (arsip PT. Antam,Tbk UBPN Operasi
pomalaa), Stratigrafi Lembar Kolaka juga dapat dikelompokkan menjadi 2
Mandala, yaitu:
1. Mandala Geologi Sulawesi Timur
       Mandala geologi sulawesi timur disebut juga lajur ofiolit Sulawesi Timur,
tersusun oleh batuan ultramafik, mafik, malihan dan sedikit batuan sedimen
pelagos, berturut-turut dari tua ke muda adalah sebagai berikut:
a. Kompleks Ultramafik
   Satuan ini terdiri dari: Harzburgit, dunit, serpentinit, gabro, mikrogabro basal,
   dolerit dan setempat-setempat gabro malihan dan amfibolit. Batuan ultramafik
   ini diperkirakan batuan tertua dan menjadi alas di Mandala Sulawesi Timur,
   diduga berumur Kapur Awal.
b. Formasi Pompangeo (Kompleks Pompangeo)
   Formasi ini tersusun oleh berbagai jenis sekis, diantaranya sekis mika, sekis
   klorit, sekis kuarsa-mika dan setempat geneis, hornfels dan ekologit.
   Kompleks Pompangeo ini bersentuhan tektonik dengan batuan ultramafik dan
   mafik (ofiolit Sulawesi Timur), umur satuan ini belum diketahui secara pasti,
   tetapi diduga tidak lebih tua dari Trias Awal-Kapur Akhir.




                                                                                  9
c. Pualam
   Satuan ini terdapat secara setempat-setempat dengan ketebalan dari beberapa
   meter sampai puluhan meter. Kedudukannya melensa dan setempat menjari
   dengan batuan asal sedimen di Formasi Pompangeo.
d. Formasi Mantano
   Formasi ini tersusun oleh kalsiluit dengan sisipan rijang dan batu sabak,
   satuan   ini      diperkirakan   berumur   Kapur   Akhir.   Formasi   Matano
   dikelompokkan menjadi lajur ofiolit Sulawesi Timur.
   Hubungan antara batuan ultramafik dan mafik dengan batuan malihan adalah
   berhubungan secara tektonik.
2. Mandala Tukang Besi-Buton
    Mandala Tukang Besi-Buton tersusun oleh formasi yang berturut-turut dari
tua ke muda yaitu:
a. Kompleks Mekongga
   Kompleks ini tersusun oleh sekis, geneis dan kuarsit, umumnya diperkirakan
   berumur lebih tua dari Trias, bahkan mungkin Permo-Karbon. Kompleks ini
   tertindih tak selaras oleh Formasi Meluhu dan Formasi Laonti.
b. Formasi Meluhu
   Formasi ini tersusun oleh filit, batusabak, batupasir terubah, kuarsit, serpih
   dan batugamping malihan. Formasi Meluhu merupakan satuan tertua pada
   Mandala Arjung Tukang Besi-Buton yang tersingkap disini dan menjadi alas
   batuan tersier dengan Formasi Laonti hubungannya menjari.
c. Formasi Laonti
   Tersusun oleh batugamping malihan, pualam dan filit. Kedudukan formasi
   laonti menjari dengan formasi meluhu dan menunjukkan bahwa umurnya
   Trias Atas.
   Kedua Mandala tersebut tertindih oleh kelompok Molasa Sulawesi, sedimen
   klastik pasca Orogenesa Neogen. Kelompok tersebut berturut-turut dari tua ke
   muda:




                                                                              10
       Formasi Langkowala
       Formasi ini tersusun oleh batupasir, serpih dan konglomerat. Formasi ini
       tertindih secara tak selaras oleh Formasi Boepinang dan selaras dengan
       Formasi Eimiko. Umur Formasi Langkolawa ialah Miosen Akhir atau
       Akhir Miosen Tengah.
       Formasi Emoiko
       Formasi ini tersusun oleh kalkarenit, batugamping koral, batupasir dan
       napal. Berdasarkan kedudukan stratigrafinya yang selaras di atas Formasi
       Langkolawa, tertindih pula secara tak selaras oleh Formasi Buara dan
       Formasi Alangga.
       Formasi Boepinang
       Formasi ini tersusun oleh batu lempung pasiran, napal pasiran dan
       batupasir, umumnya berkisar antara Miosen Akhir-Pliosen. Formasi ini
       mempunyai hubungan menjari dengan Formasi Eimoko, menindih selaras
       dan setempat tak selaras oleh Formasi Langkolawa, tertindih pula secara
       tak selaras oleh Formasi Buara dan Formasi Alangga.
       Formasi Alangga
       Formasi ini tersusun oleh konglomerat dan batupasir. Formasi ini
       menindih tak selaras formasi Eimoko dan Boepinang, formasi ini berumur
       plistosen.
       Formasi Buara
       Formasi ini tersusun oleh terumbu koral, setempat terdapat konglomerat
       dan batupasir yang belum padat. Formasi ini masih memperlihatkan
       hubungan yang menerus dengan pertumbuhan terumbu pada pantai yang
       berumur Resen.
2.2.5. Struktur Geologi
    Struktur geologi daerah penelitian merupakan jalur batuan beku ultra basa.
Jalur batuan beku ultrabasa di Sulawesi Tenggara mulai daerah Pomalaa. Jalur ini
terbagi 2 kelompok, kelompok pertama menyebar kearah timur, sedangkan
kelompok kedua menyebar kearah tenggara mulai Gunung Watumohae dan
Bombakau sampai ke Torobulu. Kemudian kedua kelompok ini bergabung lagi ke


                                                                             11
ujung tenggara di Sulawesi Tenggara. Di daerah Pomalaa singkapan batuan
ultrabasa ini umumnya telah mengalami pelapukan, berwarna kuning-coklat
berbintik hitam atau abu-abu putih dengan warna kehijauan pada bagian luar
tepi/pinggirnya, terlihat juga batuan ultrabasa di Pomalaa ini telah mengalami
proses serpentinisasi yang cukup kuat. Untuk menentukan jenis batuan ultrabasa
Pomalaa ini perlu dilakukan pemeriksaan mikroskopis atas sejumlah conto batuan
yang dianggap belum begitu lapuk dari beberapa bukit yang telah ditambang.
Conto diambil dari beberapa rock sample dan core sample.

                                          UMUR                             FORMASI/SATUAN
                                                                       Aluvium          Aluvium Endapan
                                Kuarter




                                                   Holosen                     Kolovium           Rawa
                                                              Formasi Buara
                                               Plistosen                               Formasi Alangga

                                              Pliosen          Formasi Boepinang             Formasi Eemoiko
       Kenozoikum




                                                     Akhir                          Formasi Langkowala
                                                                Anggota Batupasir                Anggota Konglomerat
                                          Miosen
        Tersier




                                                    Tengah

                                                  Awal
                                               Oligosen
                                               Eosen
                                               Paleosen
       Paleozoikum Mesozoikum




                                               Kapur             Formasi
                                                                 Kabaena                          Formasi     Formasi
                                               Jura                                               Boroboro     Laonti

                                               Trias                 Pualam
                                                               Komplek
                                               Perm                         Ultramafik   mafik
                                                              Pompangeo



                                               Karbon                Mandala Geologi              Mandala Geologi
                                                                     Sulawesi Timur                Banggai Sula
      (Hasanuddin dkk, 1992)
                                                      Gambar 2.2. Stratigrafi Lembar Kolaka




                                                                                                                        12
       0         500   1000




( Bag. Pengukuran & Ekploras PT. ANTAM, Tbk UBPN POMALAA 2008)

                       Gambar 2.3 Peta Geologi Daerah Pomalaa


2.3 Genesa Endapan Nikel
       Ada beberapa mineral utama yang mengandung nikel dalam endapan bijih
nikel di alam ini, baik dilihat dari segi cara pembentukan, sifat maupun komposisi
kimia mineralnya (Tabel 2.1).
                Tabel 2.1 Mineral utama yang mengandung nikel,
(Kajian nikel Dept ESDM 1985)
 Mineral                      Rumus Kimia               Kandungan Nikel
 Sulfida
    Pentlandit                   (Ni,Fe)9S8                 34,22
    Millerit                     NiS                        64,67
    Heazlewoodit                 Ni3S2                      73,30
    Linnaete                     (Fe,Co,Ni)3S4              Bervariasi
    Polidimit                    Ni3S4                      57,86
    Violarit                     Ni2FeS4                    38,94
    Siegenit                     (Co,Ni)3S4                 28,89

 Arsenida
    Nikolit                      NiAs                       43,92


                                                                               13
     Maucherit                  Ni11As8                    51,85
     Rammelsbergit              NiAs2                      28,15
     Gersdorfit                 NiAsS                      35,42
 Antimonida
     Breithauptit               NiSb                       32,53
 Arsenat
     Annabergit                 Ni3As2O8.8H2O              29,40
 Silikat dan oksida
     Garnierit                  (Ni,Mg)6Si4O10(OH)8        Berkisar sampai 47%
     Limonit bernikel           (Fe,Ni)O(OH).nH2O          Rendah tapi beragam


         Inti bumi diperkirakan terdiri atas besi dengan kandungan nikel sekitar
7%. Zone diantara kerak bumi dan inti bumi, yaitu yang disebut mantel (mantle),
diperkirakan tebalnya 2.898 km dan mengandung 0,1% - 0,3% nikel. Deposit
nikel pada umumnya dapat diklasifikasikan menjadi tiga macam, yaitu nickel-
copper sulfida, nickel silicate dan laterites and serpentines (Kajian nikel Dept
ESDM 1985).
         Deposit nikel yang mengandung sulfida terdapat pada atau dekat peridotit
atau intrusi norit yang diperkirakan saling berkaitan. Deposit tersebut tersebar
dalam badan yang masif atau terkonsentrasi di dalam urat bijih (vein), balok
(stringers) dan celah yang kosong (fissure filling) di sekitar induk batuan beku.
Badan bijih pada umumnya berbentuk memanjang (elongated), lensa (lenticular)
atau lembaran (sheetlike), dengan panjang beberapa ratus meter sampai ribuan
meter.
         Formasi deposit nikel sulfida diperkirakan merupakan hasil dari proses
pemisahan magma (magmatic segregation). Tetesan cairan sulfida diperkirakan
memisah dari keluarga magma mafis atau ultra mafis magma selama kristalisasi.
Tetesan sulfida yang jatuh bersama-sama itu, kemudian membentuk zone sulfida
di bagian dasar intrusi.
         Endapan laterit dibentuk oleh pelapukan dan erosi pada periode waktu
yang lama. Pelapukan tersebut akan menyingkap peridotit, dunit, piroksenit atau
serpentin sehingga akan menghasilkan formasi laterit yang kaya akan besi dan


                                                                                 14
nikel. Laterit-laterit yang dibentuk dari pelapukan serpentin biasanya kaya akan
kandungan besi (45% - 55%) dan mengandung nikel sekitar 1%.
       Tipe kedua dari nickelferous iron laterite adalah nikel silikat. Disebut
nikel silikat karena nikel terdapat sebagai hydrosilicate garnierite atau sebagai
nickel-bearing talc atau antigorit. Tipe laterit ini dihasilkan dari pelapukan pada
batuan peridotit segar, dunit dan piroksenit. Nikel silikat mengandung besi kurang
dari 30% dan kandungan nikelnya mencapai 1,5%.
       Berdasarkan cara terjadinya, endapan nikel dapat digolongkan menjadi
dua macam, yaitu: endapan bijih nikel primer/sulfida dan endapan bijih nikel
sekunder/laterit.
2.3.1 Endapan bijih nikel primer atau sulfida
       Endapan nikel dalam bentuk sulfida terdapat pada atau dekat suatu badan
batuan yang kandungan besinya tinggi, mengandung magnesium dan silikon nisbi
rendah, bervariasi dari gabro yang dikenal dari norit sampai peridotit. Endapan
tersebut adalah batuan beku intrusi di permukaan bumi yang berasal dari
terobosan magma pijar. Intrusi ini membentuk sekelompok massa yang pada
keadaan tertentu menyebar dengan membentuk lapisan-lapisan serta di lain saat
membentuk suatu bentuk yang tidak teratur.
       Bijih nikel yang utama adalah mineral phyrotit (Fe7S8), yang di dalamnya
terdapat mineral pentlandit ((Ni, Fe)9S8) dan khalkopirit (CuFeS2). Deposit
mineral ini terbentuk sewaktu dan setelah proses pendinginan magma gabro dan
norit (ultra basa/ultra mafis), yaitu ketika magma mencari jalan ke atas dan
mengadakan intrusi di bagian atas kerak bumi (tanpa sampai ke permukaan bumi).
Badan bijih biasanya mencapai panjang beberapa antara beberapa ratus sampai
ribuan meter. Mengingat proses terjadinya jauh di bawah permukaan bumi, maka
penambangan bijih nikel sulfida dilakukan dengan cara tambang dalam.
Penampang endapan nikel sulfida dapat dilihat pada gambar 2.4.




                                                                                15
     (Sumber : Kajian nikel Dept ESDM 1985)
                Gambar : 2.4 Penampang endapan nikel sulfida


2.3.2 Endapan bijih nikel sekunder atau laterit
       Mineral nikel yang terdapat di daerah Pomalaa pada dasarnya adalah bijih
lateritis, yaitu hasil pelapukan batuan ultrabasa yang mengandung nikel.
       Bijih nikel laterit merupakan hasil pelapukan (weathering) batuan
ultrabasa peridotit yang terdapat di atas permukaan bumi. Proses pelapukan terjadi
karena pergantian musim panas dan dingin yang silih berganti, sehingga batuan
menjadi pecah-pecah dan mengalami pelapukan. Ion-ion yang mempunyai berat
jenis besar, termasuk nikel, mengalami pengayaan di tempat. Sementara ion-ion
yang mempunyai berat jenis kecil dihanyutkan oleh air, angin atau media lain ke
dataran yang lebih rendah. Pada umumnya bijih nikel laterit mengandung unsur
besi, kobalt dan khromium.
       Proses pelapukan dimulai pada batuan peridotit. Batuan ini banyak
mengandung olivin, magnesium silikat dan besi silikat yang pada umumnya
mengandung 0,30% nikel. Batuan peridotit sangat mudah terpengaruh oleh
pelapukan lateritik. Air tanah yang kaya CO2 berasal dari udara luar dan tumbuh-
tumbuhan akan menghancurkan olivin. Penguraian olivin, magnesium, nikel dan
silika ke dalam larutan cenderung untuk membentuk suspensi koloid dari partikel-
partikel silika yang submikroskopik. Di dalam larutan, besi akan bersenyawa


                                                                               16
dengan oksida dan mengendap sebagai ferri hidroksida. Akhirnya endapan ini
akan menghilangkan air dengan membentuk mineral-mineral seperti karat, yaitu
geothit FeO(OH), Hematit (Fe2O3) dan kobalt dalam jumlah kecil. Jadi besi
oksida akan mengendap dekat dengan permukaan tanah. Sedang magnesium,
nikel silika tertinggal di dalam larutan selama air masih asam. Tetapi jika
dinetralisasi karena adanya reaksi dengan batuan dan tanah, maka zat-zat tersebut
akan cenderung mengendap sebagai hydrosilikat.
       Nikel mempunyai sifat kurang kelarutannya dibandingkan magnesium.
Perbandingan antara nikel dengan magnesium di dalam endapan lebih besar dari
pada larutan, karena ada sedikit magnesium yang terbawa oleh air tanah. Kadang-
kadang olivin di dalam batuan diubah menjadi serpentin sebelum tersingkap di
permukaan. Serpentin terurai ke dalam komponen-komponennya bersama-sama
dengan terurainya olivin.
       Adanya erosi air tanah asam dan erosi di permukaan bumi, akan
menyerang nikel-nikel yang telah diendapkan. Zat-zat tersebut dibawa ke tempat
yang lebih dalam, selanjutnya diendapakan sehingga terjadi pengayaaan pada bijih
nikel. Kandungan nikel pada zat terendapkan akan semakin bertambah banyak
dan selama itu magnesium tersebar pada aliran air tanah. Dalam hal ini proses
pengayaan bersifat kumulatif (lihat Gambar 2.5.).




     (Sumber : Kajian nikel Dept ESDM 1985)
                    Gambar 2.5. Penampang endapan nikel laterit



                                                                              17
       Proses pengkayaan dimulai dari suatu batuan yang mengandung 0,25%
nikel, sehingga akan dihasilkan 1,50% bijih nikel. Keadaan ini merupakan suatu
kadar yang sudah dapat ditambang. Waktu yang diperlukan untuk proses
pengayaan tersebut mungkin dalam beberapa ribu atau bahkan berjuta-juta tahun.
Bijih nikel pada endapan laterit yang mempunyai kadar paling tinggi terdapat
dengan dasar zone pelapukan dan diendapkan pada retakan-retakan di bagian atas
dari lapisan dasar (bedrock). Perlu ditambahkan bahwa endapan nikel laterit
terletak pada lapisan bumi yang kaya akan besi. Pembagian yang sempurna dari
besi dan nikel ke dalam zone-zone yang berbeda, tidak pernah ada. Pengayaan
besi dan nikel terjadi melalui pemindahan magnesium dan silika. Besi dalam
material ini paling banyak berbentuk mineral ferri oksida yang pada umumnya
membentuk gumpalan (disebut limonit). Sehingga endapan nikel dapat
ditunjukkan dengan adanya jenis limonit tersebut atau sebagai nickelferous iron
ore. Hal ini berlawanan dengan endapan nikel yang bertipe silikat (kadang-kadang
disebut sebagai bijih serpentin); pemisahan nikel dari besi lebih baik. Skema
pembentukan endapan nikel daerah Pomalaa sebagai berikut:




                                                                             18
                                  Skema Pembentukan Nikel Laterit

                                            Batuan Induk Peridotit
                                             (Ni Primer + 0.1%)


                                             Proses Serpentinisasi



                                             Peridotit serpentinit



                                       Proses Pelapukan dan Lateritisasi



                                        Peridotit – Serpentinit (lapuk)




     Bahan yang terbawa bersama                                           Bahan yang tertinggal (Fe, AL,
              larutan                                                     Cr, Mn, Ni, Co)


                                                                               Konsentrasi residu
Terlarut sebagai larutan Ca       Terbawa sebagai partikel                     Fe oksidasi
– Mg karbonat                     koloidal                                     Al hidroksida
                                                                               Ni - Co


Konsentrasi celah dari                                                                   Zona paling atas (Zona
senyawa karbonat                                                                         overburden dan limonit)
                                Konsentrasi Residu           Konsentrasi Celah


Urat – urat :
Magnesit (MgCO3)                Fe, Ni, Co                Ni, SiO2, MgO
Dolomit (CaMg)CO3               Saprolit                  Urat – urat garnierite
Kalsit (CaCO3)                  Soft Brown Ore            Urat –urat krisopras
                                Hard Brown Ore


Zona paling bawah
(Zona Bedrock)                          Zona Tengah (Zona Saprolit)



                              Gambar 2.6. Skema pembentukan nikel laterit




                                                                                                       19
2.4 Kondisi Iklim dan Curah Hujan
                  Salah satu ciri tambang terbuka yang membedakannya dengan tambang
bawah tanah adalah pengaruh iklim pada kegiatan penambangan. Elemen-elemen
iklim seperti hujan, temperatur serta tekanan udara dapat mempengaruhi kondisi
tempat kerja, efisiensi alat dan kondisi pekerja.
                  Pada PT. Aneka tambang, Tbk UBPN Operasi Pomalaa, curah hujan yang
turun tiap tahun rata-rata cukup tinggi. Dari stasiun pengamatan curah hujan PT.
Aneka Tambang, Tbk UBPN Operasi Pomalaa diketahui curah hujan tertinggi
dalam kurun waktu 5 tahun (2002-2007) terjadi pada bulan April sebesar 372,266
mm/bln. Sedangkan curah hujan terendah terjadi pada bulan Agustus sebesar
58,564 mm/bln. Hari hujan terbesar pada bulan April dan hari hujan terendah pada
bulan Agustus. Grafik curah hujan dan hari hujan wilayah Pomalaa ditunjukkan
pada gambar 2.7 dan gambar 2.8.


                                              Grafik Curah Hujan

                400

                350

                300
  Curah hujan




                250

                200                                                    Rata-rata curah hujan

                150

                100

                50

                  0
                                                                 r
                                      ei




                                                                 r
                       et
                         i

                        ri




                                              ni




                                                                 r

                                                              er
                               ril




                                                                li

                                                               s
                       ar




                                                             be

                                                             be
                                                             be
                                                             Ju


                                                             tu
                      ua




                                     M
                             Ap




                                           Ju
                     ar




                                                            ob
                    nu




                                                           us




                                                          em

                                                          em
                                                          em
                   br

                  M




                                                          kt
                 Ja




                                                       Ag
                Fe




                                                       O

                                                      ov

                                                      es
                                                       pt
                                                    Se




                                                    N

                                                    D




                                                   Bulan




                            Gambar 2.7. Grafik rata-rata curah hujan




                                                                                               20
                                                 Grafik Rata-rata hari hujan

                    14

                    12

                    10
       Hari hujan
                    8
                                                                                      Rata-rata hari hujan
                    6

                    4

                    2

                    0




                                                                    r

                                                                    r
                            ri




                                           ei

                                                  ni




                                                                    r
                           et
                             i




                                    ril




                                                                   li

                                                                  s




                                                                 er
                           ar




                                                                be

                                                                be
                                                                be
                                                                Ju


                                                                tu
                         ua




                                                Ju
                                          M
                                 Ap
                         ar




                                                               ob
                        nu




                                                              us




                                                             em

                                                             em
                                                             em
                       br

                      M




                                                             kt
                     Ja




                                                           Ag
                    Fe




                                                           O

                                                          ov

                                                          es
                                                          pt
                                                        Se




                                                        N

                                                        D
                                                       Bulan



                                  Gambar 2.8. Grafik rata-rata hari hujan



2.5.                Penambangan Bijih Nikel
                    Kegiatan pada Industri Pertambangan PT. Aneka Tambang, Tbk UBPN
Operasi Pomalaa terdiri atas beberapa kegiatan utama yaitu:
1. Kegiatan Eksplorasi
                    Pekerjaan eksplorasi pada PT. Aneka Tambang, Tbk UBPN Operasi
   Pomalaa mempunyai tujuan untuk mengetahui:
   A. Macam cadangan
   B. Penyebaran cadangan
   C. Kuantitas dan kualitas cadangan


Adapun kegiatan eksplorasi yang dilakukan yaitu:
   a. Kegiatan Pemboran
                    Kegiatan pemboran merupakan kegiatan utama pada eksplorasi untuk
mengetahui kuantitas dan kualitas cadangan.                               Awal dari kegiatan ini adalah
membuat rencana titik-titik bor. Rencana penentuan titik-titik bor dibuat pada peta
topografi berskala 1 : 500 dengan grid pattern system yaitu membagi peta
sehingga berbentuk bujur sangkar dengan jarak 25 meter antar titik bor.




                                                                                                             21
       Kegiatan pemboran pada PT. Aneka Tambang, Tbk UBPN Operasi
Pomalaa dilakukan oleh CV. Cipta Utama




                    Gambar 2.9. Kegiatan Pemboran



   b. Pengukuran Kemajuan Tambang
       Selain kegiatan eksplorasi, tim eksplorasi memiliki tugas penting lainnya
yaitu melakukan pengukuran terhadap kemajuan tambang. Hal ini bertujuan untuk
mengetahui jumlah cadangan nikel yang telah dieksploitasi pada suatu daerah
penambangan sekaligus untuk mengetahui sisa cadangan yang dapat dieksploitasi
selanjutnya. Alat yang digunakan adalah Theodolith Nikon Semi Digital.




             Gambar 2.10. Pengukuran Kemajuan Tambang



                                                                             22
2. Kegiatan Penambangan
      Kegiatan penambangan bijih nikel di PT. Aneka Tambang, Tbk UBPN
   Operasi Pomalaa dilakukan secara tambang terbuka dengan sistem open cut
   (selective mining).
   Tahapan pada kegiatan penambangan adalah:
   a. Persiapan daerah penambangan
      Merupakan persiapan awal sebelum melakukan kegiatan penambangan.
      Pekerjaan tersebut meliputi:
          Pioneering (pembuatan jalan produksi)
          Jalan produksi adalah jalan yang digunakan oleh dump truck untuk
          mengangkut bijih nikel ke tempat penimbunan bijih (stock yard) dari
          front penambangan atau sebaliknya.
          Berdasarkan perbedaan kondisi jalan, dikenal dua macam jalan, yaitu
          jalan utama yang menghubungkan tempat penimbunan dari kaki bukit
          dan cabang jalan utama yang menghubungkan kaki bukit ke front
          penambangan.
          Land Clearing (Pembabatan)
          Pekerjaan pembabatan dilakukan setelah lokasi penambangan telah
          ditentukan. Pekerjaan ini meliputi pembersihan daerah rencana
          penambangan dari semak-semak dan pohon-pohon. Alat yang
          digunakan adalah Bulldozer D85E-SS.
          Stripping of over burden
          Kegiatan ini dilakukan apabila pekerjaan pembabatan selesai. Alat
          yang digunakan adalah Bulldozer D85E-SS.
          Pengontrolan terhadap hasil stripping adalah dengan jalan mengadakan
          pengukuran terhadap tempat-tempat yang sudah dikerjakan, sambil
          memasang patok-patok kembali. Dari hasil pengukuran inilah dapat
          diketahui stripping sudah selesai atau perlu dilanjutkan lagi.




                                                                           23
                  Gambar 2.11. Persiapan daerah penambangan
b. Penambangan
       Sistem penambangan yang digunakan adalah open cut dengan metode
selective mining. Sistem selective mining digunakan karena sistem ini dianggap
cukup efektif dalam memenuhi target produksi bijih nikel untuk saat ini. Kegiatan
penambangan pada PT. Aneka Tambang, Tbk UBPN Operasi Pomalaa dilakukan
oleh pihak beberapa pihak kontraktor antara lain PT. Sumber Setia Budi (SSB),
PT. Jembatan Mas dan PT. Setia Budi Guna Abadi (SBGA). Alat muat yang
digunakan adalah Backhoe Komatsu PC 200 sedangkan untuk pengangkutan dari
lokasi tambang ke stock yard menggunakan Dump Truck Nissan Diesel CWM 432
HTRA yang berkapasitas 20 ton.


3. Pengapalan
       Pelabuhan yang ada di PT. Aneka Tambang, Tbk UBPN Operasi Pomalaa
terdiri dari Pelabuhan Pomalaa dan Pelabuhan Tanjung Leppe. Pada kedua
pelabuhan tersebut kapal tidak dapat merapat ke pantai karena dangkal. Oleh
karena itu untuk mengangkut bijih nikel ke ore ship digunakan tongkang yang
ditarik oleh tug boat. Ore ship yang berlabuh berasal dari beberapa negara yaitu
Australia, Jepang dan Cina. Untuk memindahkan bijih nikel dari stock yard ke ore
ship dibutuhkan peralatan darat dan peralatan laut.




                                                                              24
   a. Peralatan darat
       Yang dimaksud dengan peralatan darat adalah segala macam alat yang
       digunakan untuk kepentingan pemuatan bijih yang operasinya di darat.
       Macam-macam peralatan yang dipakai berdasarkan sistem yang digunakan
       adalah:
           Bijih Nikel diangkut secara langsung oleh dump truck ke dalam
           tongkang. Alat muat yang digunakan adalah Wheel Loader.
           Bijih Nikel diangkut dengan dump truck kemudian ditumpahkan pada
           feeder yang telah disiapkan pada pelabuhan. Tongkang diletakkan di
           bawah feeder sehingga bijih nikel tersebut akan langsung menuju
           tongkang. Alat muat yang digunakan adalah Wheel Loader.
   b. Peralatan Laut
       Yang dimaksud dengan peralatan laut adalah segala macam alat yang
       digunakan untuk pemuatan bijih ke ore ship yang beroperasi di laut.
       Macam-macam peralatan yang dipakai adalah:
           Tug boat dipergunakan untuk menarik tongkang yang telah berisi bijih
           nikel untuk dibawa ke ore ship. Untuk menarik sebuah tongkang
           digunakan 1 tug boat.
           Tongkang dipergunakan untuk membawa bijih nikel ke ore ship.
           Kapasitas tongkang yang digunakan adalah 500 ton.
4. Preparasi conto
       Preparasi conto adalah pekerjaan mempersiapkan conto baik dalam hal
ukuran maupun jumlah sebelum conto tersebut dikirim ke laboratorium untuk
dianalisa. Kegiatan preparasi conto meliputi conto eksplorasi, conto produksi dan
conto pengapalan. Kegiatan preparasi conto ini dikerjakan oleh pihak kontaktor
yaitu CV. Putra Mekongga.




                                                                              25
                  Gambar 2.12. Kegiatan preparasi conto

5. Analisis Kadar
       Analisa kadar dilakukan dengan menggunakan X-Ray Spectrometer
Simultix 12 (Rigaku). Penentuan kadar/unsur-unsur tidak hanya dilakukan
untuk ore tetapi juga untuk metal, batu kapur dan slag.




             Gambar 2.13. Alat Analisa Kadar pada bijih nikel


6. Pengolahan, Peleburan dan Pemurnian
       Bijih Nikel dari lokasi tambang selain diekspor ada pula yang diolah
   sendiri oleh PT. Aneka Tambang, Tbk UBPN Operasi Pomalaa menjadi
   ferronikel. Saat ini, PT. Aneka Tambang, Tbk UBPN Operasi Pomalaa
   memiliki 3 unit pabrik pengolahan bijih nikel. Nama 3 unit pabrik pengolahan



                                                                            26
    nikel tersebut adalah Feni 1, Feni 2 dan Feni 3. Bagan proses pengolahan,
    peleburan dan pemurnian bijih nikel dapat dilihat pada gambar 2.14.
7. Reklamasi
        Salah satu kegiatan yang sangat penting dalam industri pertambangan
adalah reklamasi pada lahan tambang. Kegiatan reklamasi pada lahan tambang ini
terdiri dari:
    a. Pembuatan sistem penyaliran dan kolam pengendapan.
        Hal ini berfungsi untuk mengatur aliran air dan mengurangi kekeruhan air
        khususnya air hujan sebelum dialirkan ke sungai atau ke laut dan
        mengantisipasi terjadinya genangan air hujan pada lubang-lubang bekas
        penambangan dan jalan tambang .
    b. Penghijauan daerah bekas tambang
        Sistem penghijauan pada daerah bekas tambang tersebut disesuaikan
        dengan lingkungan daerah bekas tambang tersebut.
        Beberapa cara penghijauan yaitu:
            Sistem Pot: Sistem ini digunakan pada daerah bekas tambang yang
            lokasinya berbatu-batu dan sulit untuk mendapatkan tanah humus.
            Sistem Teras: Sistem ini digunakan pada daerah bekas tambang yang
            topografinya landai serta mudah mendapatkan tanah humus.




                                                                              27
            Bijih Nikel                   Batubara Antrasit                 Batu Kapur



  Pengeringan dengan Rotary Dryer



           Pengayakan                        Pengayakan                    Pengayakan



            Pemecahan                         Pemecahan                     Pemecahan


           Penimbangan                       Penimbangan                   Penimbangan


                                             Pencampuran


                                     Kalsinasi dengan Rotary Kiln


                                            Umpan Panas


                                              Peleburan


                                             Desulfurisasi
                                             Deoksidasi
                                                                    Pemurnian



                                             Pencetakan


                                          Pengerjaan Akhir


                                                Fe-Ni

(Sumber : Teknologi Pertambangan Indonesia, PPTM, 1994)
          Gambar 2.14. Proses Pengolahan, Peleburan dan Pemurnian Bijih Nikel


                                                                                   28
                                        BAB III
                                    DASAR TEORI




3.1 Kegiatan Eksplorasi
       Eksplorasi merupakan bagian dari kegiatan pertambangan, dimana
kegiatan dimulai dari propeksi, eksplorasi, evaluasi, penambangan, pengolahan,
ekstraksi, dan pemasaran sampai reklamasi. Namun seluruh kegiatan tersebut
selalu dilakukan, hal ini bergantung pada jenis bahan galian, pemakaian bahan
galian tersebut dan permintaan pasar.
       Menurut Mc. Kinstry H.E dan Alan M. Bateman (ore deposit 1987),
eksplorasi didefinisikan sebagai kegiatan yang tujuan akhirnya adalah penemuan
geologis berupa endapan mineral yang bernilai ekonomis. Selain itu eksplorasi
dapat juga diartikan sebagai pekerjaan selanjutnya setelah ditemukannya endapan
mineral berharga, yang meliputi pekerjaan-pekerjaan untuk mendapatkan ukuran,
bentuk, letak (posisi), kadar rata-rata, dan jumlah cadangan dari endapan tersebut
(Nurhakim, bahan kuliah teknik eksplorasi Prodi Teknik Pertambangan Fakultas
Teknk Universitas Lambung Mangkurat 2006).
       Tahapan kegiatan eksplorasi biasanya dilakukan berbeda untuk setiap jenis
endapan mineralnya dan bahkan untuk endapan mineral yang sama sekalipun. Ini
dikarenakan adanya perbedaan penekanan pada tahap-tahap eksplorasi yang
dilakukan pada jenis endapan tertentu, kepentingan masing-masing serta kondisi
geologi dan endapan mineral itu sendiri.
       Adapun kegiatan eksplorasi meliputi tahap-tahap sebagai berikut :
A. Studi Literatur
   Studi literatur merupakan suatu kegiatan untuk mencari atau mendapatkan
   informasi yang berkaitan dengan penentuan daerah cebakan mineral yang
   dieksplorasi.
B. Tahap Pengamatan




                                                                               29
   Analisa data sekunder dan peninjauan lapangan, untuk menentukan layak atau
   tidaknya dilakukan eksplorasi.
C. Penyelidikan Pendahuluan
   Mempersempit daerah prospek dengan cara pemetaan geologi, geokimia, atau
   geofisika udara untuk sasaran eksplorasi. Hasil yang didapat adalah endapan
   yang mungkin ekonomis dan masih merupakan cadangan tereka.
D. Eksplorasi Detil
   Melanjutkan penyelidikan pada sasaran-sasaran eksplorasi dan mendapatkan
   cadangan yang merupakan cadangan terindikasi.
E. Eksplorasi Lanjut
   Penentan secara pasti sifat-sifat yang diperlukan sebagai data persiapan
   penambangan dan persiapan produksi. Hasil yang didapat adalah endapan
   ekonomis dan sudah didapat cadangan terukur.
       Dan metode dari eksplorasi itu sendiri terdiri dari :
1. Metode Langsung
   Menghasilkan gejala geologi tersebut dapat diamati dengan mata geologist ;
   metode geologist.
2. Metode Tidak Langsung
   Menghasilkan suatu anomali yang dapat ditafsirkan sebagai gejala geologi
   yang dilacak dengan; metode geofisika dan metode geokimia.




                                                                           30
                                  Prospeksi
                                                         Tidak ada
                                       Ada
      Ekplorasi
      Pendahuluan                                          Stop
      Eksplo Eksplorasi           Eksplorasi
      Detail rasi Lanjut


                           Analisis dan Perhitungan
                                  Cadangan



                                  Evaluasi



                              Studi Kelayakan
    Tidak Layak
                                        Layak


      Stop
                                 Development


       Arsip
                                Penambangan


                             Pengolahan/Ekstraks
                                      i

                                  Pemasaran


(Partanto Prodjosumarto, pengantar teknologi mineral ITB, Bandung 1996)
      Gambar 3.1 Diagram Alir Tahap-Tahap Kegiatan Pertambanga




                                                                          31
                                       Metoda Eksplorasi




   Metoda Geologi                      Metoda Geofisika                 Metoda Geokimia


                                               Survei Geofisika Udara            Penyontohan Aliran
         Survei Indera Jauh                                                      Sungai
               Dari ruang angkasa:                   Survei Gravitasi
               Analisa Citra Satelit                                             Penyontohan Batuan
                                                     Survei Magnetik
                  Dari Udara :                                                   Penyontohan Tanah
               Analisa Foto Udara,             Survei Geofisika Darat
                Citra Radar, dll
         Survei Geologi Permukaan                    Survei Seismik

               Survei Geologi Tinjau                 Survei Gravitasi
                 (Reconnaissance)
                                                     Survei Magnetik
                Suvei Geologi
                 Singkapan                           Survei Geolistrik

         Sumur Uji dan Paritan                    Resistivitas           IP

         Pemboran Eksplorasi                               SP            EM

         Survei Geologi Bawah
                 Tanah                         Loging Sumur


(Sumber : Nurhakim, 2006)
                                        Gambar 3.2 Metode Eksplorasi




                                                                                              32
3.2 Pengertian Cadangan
       Menurut Mc. Kelvey yang dimaksud dengan cadangan (reserves) adalah
bagian dari sumber daya terindikasi dari suatu komoditas mineral yang dapat
diperoleh secara ekonomis dan tidak bertentangan dengan hukum dan
kebijaksanaan pemerintah pada saat itu. Suatu cadangan mineral biasanya
digolongkan berdasarkan ketelitian dari eksplorasinya. Klasifikasi cadangan di
Amerika menurut US Berau Of Mine and US Geological Survey (USBM and
USGS) dan usulan Mc. Kelvey, 1973 sebagai berikut :
A. Cadangan Terukur
       Cadangan terukur adalah cadangan yang kuantitasnya dihitung dari
pengukuran nyata, misalnya dari pemboran, singkapan dan paritan, sedangkan
kadarnya diperoleh dari hasil analisa conto. Jarak titik-titik pengambilan conto
dan pengukuran sangat dekat dan terperinci, sehingga model geologi endpan
mineral dapat diketahui dengan jelas. Struktur, jenis , komposisi, kadar, ketebalan,
kedudukan , dan kelanjutan endapan mineral serta batas penyebarannya dapat
ditentukan dengan tepat. Batas kesalahan perhitungan baik kuantitas maupun
kualitas tidak boleh lebih dari 20%.
B. Cadangan Terkira/Teridikasi (indicated)
       Cadangan terkira adalah cadangan yang jumlah tonase dan kadarnya
sebagian diperoleh dari hasil perhitungan pemercontoan dan sebagian lagi
dihitung sebagai proyeksi untuk jarak tertentu berdasarkan keadaan geologi
setempat titik-titik pemerconto dan pengukuran jaraknya tidak perlu rapat
sehingga struktur, kadar, ketebalan, kedudukan, dan kelanjutan endapan mineral
serta batas penyebarannya belum dapat dihitung secara tepat dan baru
disimpulkan/dinyatakan berdasar indikasi. Batas kesalahan baik kuantitas maupun
kualitas 20% - 40%.
C. Cadangan Terduga/Tereka (infered)
       Cadangan terduga adalah cadangan yang diperhitungkan kuantitasnya
berdasarakan pengetahuan geologi, kelanjutan endapan mineral, serta batas dari
penyebaran. Ini diperhitungkan dari beberapa titik conto, sebagian besar
perhitungannya didasarkan kepada kadar dan kelanjutan endapan mineral yang


                                                                                 33
mempunyai ciri endapan sama. Toleransi penyimpangan kesalahan terhadap
perhitungan cadangan adalah 60%.
       Di Indonesia mengikuti klasifikasi cadangan menurut Mc. Kelvey, karena
dianggap paling detil, mempertimbangkan keadaan geologi, ekonomi, dan
memiliki wawasan luas tentang klasifikasi cadangan. Klasifikasi cadangan yang
diusulkan Mc. Kelvey ini berdasarkan pada :
a. Kenaikan tingkat keyakinan geologi.
b. Kenaikan tingkat kelayakan ekonomi.
       Kriteria keyakinan geologi didasarkan tingkat keyakinan mengenai
endapan mineral yang meliputi ukuran, bentuk, sebaran, kuantitasnya sesuai
dengan tahap eksplorasinya. Kriteria kelayakan ekonomi didasarkan pada faktor-
faktor ekonomi layak atau tidaknya berdasarkan kondisi ekonomi pada saat itu.
Tingkat kesalahan adalah penyimpangan kesalahan baik kuantitas maupun
kualitas cadangan yang masih bisa diterima sesuai dengan tahap ekplorasinya.
       Selain itu juga Mc. Kelvey membagi cadangan didasarkan pada kenaikan
tingkat pelaksanaan ekonomi dan tingkat keyakinan geologi yang dapat dilihat
pada gambar 3.3




                                                                               34
                                                                                Total Resources
                                                                   Totalitas Sumber Daya Mineral
                                                                   Identified                     Undiscovered
                                                                   Teridikasi                     Tak Terindikasi
                                                           Demontrated                      Hypothermal    Speculatives




                                                                                                                               Kenaikan Tingkat Kelayakan Ekonomi
                                                             Terunjuk                        Hypotetik      Spekulatif
                                                       Measured     Indicated      Tereka
                                                       Terukur     Terindikasi
           Economic                                               Reserve
             ekonomi
                                                                  Cadangan
                         Sub Marginal, Paramarginal




                                                                          Resources
          Sub Economic




                                                      Kenaikan Tingkat Keyakinan Geologi

(Sumber : Mc. Kelvey dalam Abdul Rauf Perhitungan cadangan endapan mineral, 1998)
                         Gambar 3.3 Klasifikasi Cadangan dan Sumber Daya Mineral

  3.3 Perhitungan Cadangan
          Setelah kita melakukan ekplorasi pada tahap-tahap kegiatan penambangan
  kemudian melakukan analisa dan perhitungan cadangan seperti terlihat pada
  Gambar 3.1. Adapun tujuan dari perhitungan cadangan yaitu agar dapat
  menentukan jumlah dan mutu kualitas yang dapat dipertanggung jawabkan untuk
  dieksploitasi sesuai dengan kebutuhan. Dengan perhitungan cadangan akan dapat
  mengetahui biaya produksi, membantu perencanaan, efisiensi operasi, control
  kehilangan dalam penambangan, unsur produksi tambang, dan sebagainya.
  Kegiatan lapangan untuk memperoleh data guna perhitungan cadangan adalah
  sebagai berikut :



                                                                                                                          35
A. Observasi Lapangan
   Merupakan gambaran praktis kondisi dan keadaan dilapangan meliputi
   pengambilan data geografi dan demografi.
B. Pemetaan
   Tidak mutlak dilaksanakan, untuk pengambilan topografi, bentang alam, dan
   lereng awal jika peta telah tersedia maka hanya dilakukan ploting.
C. Pengambilan Conto
   Dapat berupa air, tanah, endapan, singkapan sesuai dengan metodenya.
D. Pengambilan Data Geologi
   Dapat dilakukan dengan studi literatur dan pengecekkan langsung dilapangan.
E. Pengolahan Data
   Dilakukan di lapangan (pengecekkan mudah) atau dikirim ke kantor termasuk
   pekerjaan studio, uji laboratorium dan analisa.
      Untuk Estimasi cadangan tidak lepas dari metode yang akan digunakan,
adapun metode perhitungan cadangan dapat dikategorikan menjadi :
1. Metode Konvesional
   a. Tertua dan paling umum digunakan.
   b. Mudah diterapkan, dikomunikasikan, dan dipahami.
   c. Mudah di adaptasi dengan semua edapan mineral.
   d. Kelemahannya sering menghasilkan perkiraan salah, karena cendrung
      menilai kadar tinggi saja.
   e. Kadar suatu luasan diasumsikan konstan sehingga tidak optimal secara
      matematika.
   f. Untuk endapan yang terpencar dapat terjadi penafsiran yang salah.
2. Metode Non Konvensional.
   a. Pengembangan teori matematik dan statistik.
   b. Secara teoritis akan lebih optimal.
   c. Kelemahannya rumit data terbatas tidak optimal.




                                                                            36
3.4 Metode Perhitungan Cadangan
       Dalam melakukan metode perhitungan cadangan haruslah ideal dan
sederhana, cepat dalam pengerjaan dan dapat dipercaya sesuai dengan keperluan
dan kegunaan. Metode perhitungan harus dipilih secara hati-hati dan rumusan
yang dipilih harus sederhana dan mempermudah perhitungan sehingga dapat
menghasilkan tingakat ketepatan yang sama dengan metode yang komplek. Maka
tingkat kebenaran perhitungan cadangan tergantung pada ketepatan dan
kesempurnaan pengetahuan atas endapan mineral seperti asumsi-asumsi yang
digunakan untuk menginterprestasikan variabel-veriabel pada batas-batas endapan
dan pada perumusan matematika.
Pemilihan metode untuk perhitungan cadangan tergantung pada :
A. Keadaan Geologi dari Endapan Mineral
   Topografi daerah penelitian berupa perbukitan bergelombang
B. Ketersediaan Data
   Tidak adanya data lubang bor yang menunjukkan ketebalan endapan bijih
   nikel sehingga data merupakan indikasi secara geologi saja.
C. Jenis Bahan Galian.
   Bijih nikel merupakan jenis bahan galian golongan B yang mempunyai bentuk
   dan geometri yang sederhana, dan memiliki assosiasi dengan mineral-mineral
   lainnya.
       Secara umum endapan-endapan bahan galian dapat dikategorikan atas
sederhana (simple) atau kompleks (complex) tergantung dari distribusi kadar dan
bentuk geometrinya. Kriteria untuk mengkategorikan endapan bahan galian ini
didasarkan atas pendekatan geologi. Untuk kategori kompleks dicirikan dengan
kadar pada batas endapan dan pada tubuh bijihnya sangat bervariasi serta bentuk
geometrinya yang kompleks, sedangkan untuk kategori sederhana dicirikan
dengan bentuk geometri yang sederhana dan kadar pada batas endapan maupun
pada badan bijih relatif homogen.




                                                                            37
3.4.1. Metode Penampang Tegak (Cross Section)
       Prinsip dari metode ini yaitu pembuata sayatan pada badan bijih, dalam hal
ini adalah nikel. Kemudian dihitung luasan masing-masing badan bijih tersebut,
dan untuk menghitung volumenya digunakan jarak antar penampang.
       Untuk perhitungan volume dapat menggunakan rumus sebagai berikut :
   A. Rumus luas rata-rata
       1. Volume penampang yang sejajar




                                V : Volume Cadangan
                                S1 : Luas Penampang Satu
                                S2 : Luas Penampang Dua
                                L   : Jarak Antar Penampang


       2. Untuk menghitung tonase digunakan rumus
       T = V x BJ
       Dimana :      T = Tonase (ton)
                     V = Volume (m3)
                     BJ = Berat Jenis Material (ton/ m3)


       Rumus Prismoida
       V = (S1 + 4M + S2)



                                    S1,S2        = Luas Penampang Ujung
                                    M            = Luas Penampang Tengah
                                    L            = Jarak Antar S1 dan S2
                                    V            = Volume Cadangan




                                                                              38
       3. Rumus Kerucut Terpancung


                                            k
           S1    : Luas Penampang Atas
           S2    : Luas Penampang Bawah
           L     : Jarak Antara S1 dan S2
           V     : Volume Cadangan




(Abdul Rauf 1998)
                    Gambar 3.4. Metoda Penampang Standar

3.4.2. Metode Daerah Pengaruh
       Perhitungan cadangan menggunakan metode daerah pengaruh (Area Of
Influence) merupakan salah satu metode estimasi cadangan secara konvensional,
metode ini mempunyai luas daerah pengaruh yang sama dengan luas daerah
pengaruh dari titik-titik conto terdekat. Dalam hal ini pola luasan yang dibentuk
segi empat sama sisi dengan luas 625m2. Sedangkan kadar dari masing-masing



                                                                              39
titik conto bervariasi, dan luas daerah pengaruh setiap titik dihitung dengan
membagi jarak antara dua titik conto yang berdekatan menjadi dua.
       Metode ini umumnya menggunakan nilai titik conto yang berada dipusat
blok sebagai pengganti terbaik nilai rata-rata luas tertentu didalam blok tersebut
tanpa mempertimbangkan pengaruh, hubungan letak, dan ruang titk conto di
sekelilingnya. Pada metode daerah pengaruh ini semua faktor ditentukan untuk
titik tertentu pada endapan mineral, diekstensikan (perluasan) sejauh setengah
jarak dari titik-titik sekitarnya yang membentuk daera pengaruh.
       Ukuran blok yang ditentukan oleh tiap-tiap titik conto dipengaruhi
langsung oleh spasi conto. Jika spasi rapat maka ukuran blok akan semakin kecil
begitu juga sebaliknya, maka ukuran blok dibatasi. Ukuran blok dapat ditantukan
secara subyektif berdasarkan pengalaman dan perhitungan cadangan sejenis yang
pernah dilakukan sebelumnya.
       Dengan demikian pengaruh dari tiap-tiap titik akan membentuk suatu
poligon tertutup, dimana bagian dari endapan yang akan diestimasi cadangannya
diganti oleh beberapa prisma poligon, setiap prisma poligon atau blok
menggambarkan volume daerah pengaruh suatu titik conto,
       Dengan demikian untuk mengestimasi volume daerah pengaruh tiap-tiap
poligon, dilakukan dengan cara mengkalikan luas daerah pengaruh tiap-tiap
poligon dengan tebal bijih pada daerah pengaruh tersebut (tebal pada tiap-tiap
poligon)
       Volume dari masing-masing daerah pengaruh dapat diestimasi dengan
menggunakan persamaan sebagai berikut :
V=axt
Keterangan :
V = Volume daerah pengaruh (m3)
a = Luas daerah pengaruh (m2)
t = Tebal bijih (m)
   Sedangkan untuk mengestimasi volume total dari masing-masing poligon
digunakan persamaan sebagai berikut :
   Vtotal = V1 + V2 + V3 +… + Vn atau


                                                                               40
            = a1 x t1 + a2 x t2 + a3 x t3 + … + an x tn
Keterangan :
V1, V2, V3, … Vn = Volume masing-masing poligon (m3)
a1, a2, a3, … an      = Luas daerah pengaruh dari masing-masing poligon (m2)
t1, t2, t3, … tn      = Tebal bijih dari masing-masing poligon (m)
    Untuk estimasi tonase bijih total digunakan persamaan sebagai berikut :
    T = T1 + T2 + T3 + … + Tn
       = (V1 x γ x C1) + (V2 x γ x C2) + (V3 x γ x C3) + … (Vn x γ x Cn)
    Sedangkan rata-rata diestimasi dengan menggunakan persamaan sebagai
berikut :
    CAV = C1V1 + C2V2 + C3V3 + … + CnVn
                      V1 + V2 + V3 + … Vn
Keterangan :
T                        = Tonase bijih total dari cadangan (WMT)
T1, T2, T3,… ,Tn = Tonase bijih dari masing-masing poligon (WMT)
γ                        = Densitas Batuan (Ton/m3)
V1, V2, V3, …,Vn = Volume dari masing-masing poligon (m3)

C1, C2, C3,…. ,Cn = Kadar dari masing-masing poligon (%)
                                                            Keterangan :
                                                               Berprospek
                                                               Tidak Berprospek




     Gambar 3.5 Metode Daerah Pengaru
                                                                                  41
3.5. Penentuan Batas Cadangan
          Ketidakteraturan bentuk endapan bijih dan ketidakmerataan distribusi
kadar akan menimbulkan kesulitan dalam penentuan batas-batas endapan
bijihnya.     Penanganan   masalah   ketidakteraturan   bentuk   endapan   dan
ketidakmerataan distribusi kadar merupakan satu rangkaian dalam penentuan
batas-batas cadangan. Terdapat dua kriteria dalam penentuan batas cadangan,
yaitu :
1. Penentuan batas cadangan didasarkan pada interprestasi geologi atas daerah
    mineralisasi, sehingga batas-batas struktur maupun litologi juga merupakan
    batas cadangan.
2. Batas cadangan didasarkan atas nilai kandungan bijih nikel (kadar) didalam
    bijih dengan acuan nilai Cut Off Grade sebesar 1.6 %.




                                                                           42
                                     BAB IV
                              HASIL PENELITIAN


       Berdasarkan analisa-analisa maka penentuan layak tidaknya bijih nikel
akan ditambang didasarkan pada hasil ekplorasi yang telah dilaksanakan Pada
usaha penambangan yang dikelola oleh PT. Antam (Tbk) UPBN operasi Pomalaa
ini memiliki 4 Kuasa Wilayah (KW) penambangan yang terdiri dari :

                       1. KW 98PP0213       = 1584,00 Ha
                       2. KW 98PP0214       = 2372,00 Ha
                       3. KW 98PP0215       = 599,40 Ha
                       4. KW 98PP0216      = 3759,00 Ha +
                       Total Kuasa Wilayah = 8314,40 Ha
       Di mana lokasi tambang tengah terletak di KW 98 PP0216. Di PT. Antam
(Tbk) UBPN Operasi Pomala membutuhkan kualitas pasar yang terbagi atas 2
kualitas yaitu:
1. High Grade
   a. High Grade Saprolit Ore (HGSO)
       Dimana nikel yang mempunyai kualitas ekspor dengan kadar berkisar
       2,0%       Up atas permintaan dari Negara Jepang, Eropa, Thailland, dan
       Korea Selatan.
   b. High Grade Pabrik
       Kualitas ini untuk memenuhi kebutuhan akan pabrik FeNi 1 dan 2 yang
       dikelola PT. Antam (Tbk) sendiri yang akan menghasilkan Ferro-nikel
       sebagai bahan setengah jadi untuk dapat diproses selanjutnya
2. Low Grade Saprolit Ore (LGSO)

   Kualitas nikel untuk LGSO ini memiliki kualitas yang kadar Ni rendah, yaitu
   antara 1,60% sampai 2,0% dengan kadar besi (Fe) > 5% dan Bassisity > 50%.
   Kualitas LGSO ini merupakan permintaan akan negara Australia dimana
   selain nikel, mereka juga akan mengolah besi (Fe) sebagai mineral asosiasi.




                                                                                 43
        4.1. Perhitungan Cadangan Dengan Metode Penampang Tegak

               Perhitungan cadangan dengan metode penampang tegak menggunakan
        metode standar, yakni mengikuti pedoman perubahan bertahap (rule of gradual
        changes), dengan menghubungkan titik-titik pengamatan terluar.

               Pada metode standar ini dengan prosedur :

               a. Penentuan luas semua seksi.

               b. Penentuan faktor rata-rata.

               c. Perhitungan volume.

               d. Perhitungan cadngan, satuan berat raw material / berat metal.



                     Tabel 4.1. Prosedur Perhitungan Metoda Penampang Standar
(Sumber : Abdul Rauf 1998)

                                 Jarak                           Cadangan             Cadangan
                                                        Tonage
 Blok        Seksi       Luas    Antar      Volume                 Raw      Kadar     Mineral/
                                                        Faktor
                                 Seksi                           Material              Metal

   1       A-A' B-B'     S1 S2    L1                       F     Q1=V1.F        c1    P1=Q1.c1

   2       B-B' C-C'     S2 S3    L2                       F     Q2=V2.F        c2    P2=Q2.c2

   .           .           .       .            .          .        .             .        .
   .           .           .       .            .          .        .             .        .


           Y-Y' Z-Z'    Sn Sn     Ln                       F     Qn=Vn.F        cn    Pn=Qn.cn
   n


        Perhitungan cadangan dengan metoda penampang tegak ini dilakukan dengan
        beberapa tahap :

           1. Membuat sayatan pada badan bijh.

           2. Mengitung luasan masing-masing sayatan dengan menggunakan rumus
               1/3 simpson, dengan membagi beberapa segmen yang berjumlah genap
               pada masing-masing sayatan.



                                                                                      44
     3. Menghitung volume antar sayatan yang stu dengan yang lain berdasarkan
        blok-blok.

     4. Menghitung cadangan dengan mengalikan jumlah volume total dengan
        berat jenis material.

        Maka dengan menggunakan rums pada tabel diatas di dapat hasil
perhitungan volume sebesar 343.727 m3 dan cadangan raw material sebesar
659.955,8515 WMT sebagaimana terlampir (lampiran D).

        Tabel 4.2. Hasil Perhitungan Cadangan Nikel Menggunakan Metode
                                 Penampang Tegak
                        LUAS     JARAK ANTAR
                                               VOLUME     DENSITY      TONASE
 BLOK     SEKSI      PENAMPANG   PENAMPANG
                                                (m3)      (ton/m3)     (WMT)
                        (m2)         (m)
          A‐A'       672,34
1                                   100        32958.34     1,92     63280.0128
          B‐B'       645,74
          B‐B'       645,74
2                                   100        48376.04     1,92     92881.9968
          C‐C'       954,606
          C‐C'       954,606
3                                   100        75759.11     1,92     145457.4835
          D‐D'       1.496,09
          D‐D'       1.496,09
4                                   100        48930.59     1,92     93946.7328
          E‐E'       948,69
          E‐E'       948,69
5                                   100        21498.69     1,92     41277.4848
          F‐F'       411
          F‐F'       411
6                                   100        19111        1,92     36693.12
          G‐G'       374
          G‐G'       374
7                                   100        19224        1,92     36910.08
          H‐H'       377
          H‐H'       377
8                                   100        16847        1,92     32346.24
          I‐I'       329,4
          I‐I'       329,4
9                                    50        5433.9       1,92     10433.088
          J‐J'       204,18
          J‐J'       204,18
10                                   50        21529.18     1,92     41336.0256
          K‐K'       853
          K‐K'       853
11                                   50        7742         1,92     14864.64
          L‐L'       275,56
          L‐L'       275,56
12                                   50        18975.56     1,92     36433.0752
          M‐M'       748
          M‐M'       748
13                                  100        7341.6       1,92     14095.872
          N‐N'       131,872
TOTAL                                          343727                659955.8515




                                                                                45
4.2. Perhitungan Cadangan Dengan Metode Daerah Pengaruh

       Estimasi cadangan dengan menggunakan daerah pengaruh, (Area of
Influence) perhitungan-perhitungan berdasarkan kedalaman lubang bor, ketebalan,
jarak pengaruh, dan analisis kadar Ni dibuat dalam satu tabel teratur dan
terangkum.

       Estimasi cadangan dengan menggunakan metode ini dilakukan dengan
membuat blok-blok daerah pengaruh berdasarkan aturan metode poligon,
sehingga akan didapat estimasi luas dari masing-masing segi banyak hasil
penggambaran secara manual.
   Adapun langkah-langkah perhitungan adalah sebagai berikut:

a. Memasukkan data no blok, luas, ketebalan tanah penutup, dan ketebalan bijih
   nikel ke dalam lajur tabel yang telah dibuat..
b. Kemudian untuk mendapatkan volume dari masing-masing poligon, dilakukan
   dengan jalan mengkalikan luas dari tiap-tiap poligon dengan tebal bijih dari
   masing-masing poligon tersebut.
   V=a×t
   Keterangan : V : volume daerah pengaruh (m3)
                  a : luas daerah pengaruh (m2)
                  t : tebal endapan nikel (m)
c. Tonase bijih nikel didapatkan dari hasil perkalian antara volume poligon
   dengan densitas batuan yang mempunyai kadar Ni.
   T = V × BJ
   Keterangan : T : tonase (WMT)
                V : volume (m3)
                BJ: densitas batuan (ton/m3)
d. Total tonase bijih nikel diperoleh dengan menjumlahkan seluruh tonase bijih
   nikel dari tiap-tiap blok/poligon.




                                                                            46
Maka dengan langkah perhitungan diatas didapat hasil perhitungan volume
sebesar 386.875 m3, dan jumlah tonase sebesar 742.800 WMT (lampiran E)


          Tabel 4.3. Hasil perhitungan cadangan nikel menggunakan
                           metode daerah pengaruh
                  LUAS   KETEBALAN DENSITAS      VOLUME     TONASE
          TB      (m2)      (m)    (ton/m3)       (m3)      (WMT)
          651A     625       10       1.92          6250      12000
          650A     625       12       1.92          7500      14400
          649A     625       12       1.92          7500      14400
          648B     625        5       1.92          3125       6000
          641A     625       10       1.92          6250      12000
          641B     625       15       1.92          9375      18000
          642A     625        7       1.92          4375       8400
          643A     625        7       1.92          4375       8400
          645A     625       10       1.92          6250      12000
          645B     625        7       1.92          4375       8400
          619A     625       11       1.92          6875      13200
          617A     625        9       1.92          5625      10800
          617B     625        9       1.92          5625      10800
          615A     625       10       1.92          6250      12000
          612A     625        5       1.92          3125       6000
          592A     625       18       1.92         11250      21600
          592B     625        9       1.92          5625      10800
          593A     625        8       1.92          5000       9600
          594A     625       14       1.92          8750      16800
          596A     625       18       1.92         11250      21600
          596B     625        7       1.92          4375       8400
          597A     625        8       1.92          5000       9600
          598B     625        6       1.92          3750       7200
          574A     625       13       1.92          8125      15600
          573A     625        9       1.92          5625      10800
          572A     625        9       1.92          5625      10800
          571A     625       16       1.92         10000      19200
          570A     625       14       1.92          8750      16800
          569A     625       11       1.92          6875      13200
          546B     625       10       1.92          6250      12000
          547A     625       14       1.92          8750      16800
          548A     625        9       1.92          5625      10800
          549A     625        6       1.92          3750       7200



                                                                         47
529A    625   8    1.92     5000     9600
528B    625   13   1.92     8125    15600
528A    625   9    1.92     5625    10800
527A    625   10   1.92     6250    12000
505A    625   6    1.92     3750     7200
506A    625   14   1.92     8750    16800
507A    625   11   1.92     6875    13200
508A    625   14   1.92     8750    16800
494C    625   12   1.92     7500    14400
493A    625   16   1.92    10000    19200
492A    625   10   1.92     6250    12000
473F    625   10   1.92     6250    12000
473E    625   16   1.92    10000    19200
473A    625   20   1.92    12500    24000
473B    625   17   1.92    10625    20400
473D    625   7    1.92     4375     8400
475A    625   10   1.92     6250    12000
471F    625   7    1.92     4375     8400
470D    625   6    1.92     3750     7200
472B    625   18   1.92    11250    21600
471A    625   11   1.92     6875    13200
470A    625   12   1.92     7500    14400
469A    625   9    1.92     5625    10800
449     625   7    1.92     4375     8400
450A    625   8    1.92     5000     9600
TOTAL                     386875   742800




                                            48
                                       BAB V
                                  PEMBAHASAN


5.1. Perhitungan Cadangan
5.1.1. Metode Penampang Tegak
       Untuk perhitungan dengan menggunakan metode penampang tegak,
digunakan rumus 1/3 simpson untuk menghitug luasan dari masing-masing
sayatan, kemudian digunakan rumus rata-rata (mean area formula) untuk
menghitung volume.
       Penggunaan rumus rata-rata dianggap paling sederhana serta cocok untuk
menghitung volume cadangan yang terletak diantara dua penampang dengan luas
penampang 1 (S2) dan luas penampang 2 (S2) serta jarak antar penampang (L).
       Pembuatan sayatan sendiri dilakukan dengan menggunakan program
Autocad 2005 dan Quicksurf 2005. pada perhitungan cadangan ini dibuat 14
sayatan sesuai dengan pola pemboran dengan jarak antar sayatan 100 m dan 50
m. Sayatn-sayatan tersebut dibagi dalam 13 blok daerah penambangan. Cadangan
dihitung tiap-tiap blok (tabel 4.2).
       Hasil perhitungan cadangan nikel dengan metode penampang tegak
diperoleh jumlah cadangan sebesar 659.955,8515 WMT.


5.1.2. Metode Daerah Pengaruh
       Untuk perhitungan cadangan menggunakan daerah pengaruh, dibuat
luasan membentuk segi empat sama sisi dengan luasan 25 × 25. Kemudian
dihitung volume dengan mengalikan ketebalan dengan luasan tiap daerah
pengaruh. Bentuk luasan daerah pengaruh dibuat dengan menggunakan surfer 8,
dan lubang bor sendiri berjumlah 58 titik bor.
       Hasil perhitungan cadangan dengan metode daerah pengaruh yakni
742.800 WMT.




                                                                              49
5.2. Kesalahan Perhitungan
       Hasil perhitunga yang didapat dari kedua metode ini memiliki selisih
perbedaan besar cadangan. Jumlah cadangan nikel yang didapat mempunyai
jumlah selisih sebesar 82.844,15 WMT. Dari perhitungan kedua metode tersebut
didapatkan persen kesalahan sebesar 13 %. nilai ini didapat dengan rumus
dibawah ini :



                      = 13%.
       Persen kesalahan tersebut menunjukan bahwa kesalahan perhitungan
cadangan yang dilakukan relatif rendah. ini didasarkan pada klasifikasi cadangan
menurut Mc. Kelvey dengan toleransi tingkat kesalahan perhitungan untuk
cadangan terukur yaitu 20%.
       Terdapatnya perbedaan jumlah dari perhitungan cadangan dengan dua
metode tersebut dari kedua bentuk metode menunjukan perbedaan perhitungan.
Faktor kesalahan lainnya adalah tingkat ketelitian dari program Autocad,
Quicksurf dan Surfer dalam menentukan luas daerahnya.




                                                                             50
                                       BAB VI
                            KESIMPULAN DAN SARAN


6.1. Kesimpulan
       Berdasarkan hasil perhitungan-perhitungan yang dilakukan maka dapat
diambil kesimpulan sebagai berikut
       a. Besarnya cadangan nikel dihitung dengan merode penampang tegak
             sebesar 659.955,8515 WMT, dan untuk metode daerah pengaruh
             sebesar 742.800 WMT.
       b. Persen kesalahan perhitungan cadangan adalah sebesar 13%.


6.2. Saran
       Saran yang dapat penulis berikan berdasarkan hasil perhitungan cadangan
nikel menggunakan metode penampang tegak dan metode daerah pengaruh yaitu :
   a. Kedua      metode   tersebut   mempunyai     kelebihan   dan   kekurangan.
       Kelebihannya yaitu : sederhana, murah dan dapat diterapkan secara umum,
       sedangkan kekurangan dari kedua metode tersebut adalah dalam
       menghitung luasan menggunakan Autocad, quicksurf dan surfer
       diperlukan ketelitian dalam penggambaran.
   b. Perbedaan hasil perhitungan diharapkan dapat saling melengkapi.
   c. Dalam kegiatan lebih lanjut (penambangan) sebaiknya menggunakan
       perkiraan jumlah cadangan dengan jumlah nilai cadangan yang kecil.




                                                                             51
                          DAFTAR PUSTAKA


1.   Abdul Rauf,” Perhitungan Cadangan Endapan Mineral”, Modul Kuliah,
           Jurusan Teknik Pertambangan, UPN ‘Veteran’ Yogyakarta, 1998

2.   Abraham Beda,” Rancangan Teknis Sistem Penyaliran di Bukit TBL
           Tambang Tengah PT. ANTAM UBPN Pomalaa, Tugas Akhir,
           Program Studi Teknik Pertambangan, STTNAS Yogyakarta, 2008

3.   Agus Haris, Metode Perhitungan Cadangan, Modul Responsi, Dep Teknik
           Pertambangan, ITB, Bandung, 2005

4.   Hasanudin dkk, “Arsip PT. ANTAM Tbk UBPN POMALAA, 1992

5.   J.E. Gill, R.A. Blais, V.A. Haw.” Ore Reserve Estimation and Grade
            Control”, The Canadian Institute Of Mining and Metalurgy, 1968

6.   Nurhakim,” Teknik Eksplorasi”, Bahan Kuliah,            Prodi    Teknik
           Pertambangan, UNLAM, Banjarbaru, 2006

7.   Partanto Prodjosumarto,” Pengantar Teknologi Mineral”, Diktat Kuliah,
            ITB, Bandung, 1996

8.   -----, Kajian Nikel,” Dep Energi dan Sumber Daya Mineral, 1985

9.   -----, Teknologi Pertambangan Indonesia, PPTM, Bandung, 1994




                                                                         52
                                                               LMPIRAN A

                                            DATA CURAH HUJAN DAN HARI HUJAN



                                            Tabel A.1 Tabel data cura hujan dan hari hujan

                                                              T A HU N
                2002            2003              2004             2005                2006                      2007
  Bulan
            C. H            C. H              C. H             C. H              C.H                      C. Hujan
                     Hari            Hari              Hari             Hari                  Hari                      Hari
            (mm)            (mm)              (mm)             (mm)             (mm)                       (mm)
Januari       33.41    13      6.55     4         9.2     9      40.6     14       22.4            10           23.6           10
Februari       5.46     8         0     0        24.2    18       7.6      4       9,32           7.5         172.3            13
Maret         23.62    12     10.65     7        40.5     8      34.7     10      27.37          9.25        323.25            16
April          40.2    14     18.41    19        27.9    14      15.5      7       25.5          13.5        251.05            18
Mei           37.68     7     27.74    15        14.8     5      19.7      7      24.98           8.5        404.65            23
Juni           9.24     7     11.91    12           0     0      24.3      3      11.36           5.5         144.8            16
Juli           0.71     1     15.54    11        0.97     1      13.5      4       7.68           1.5        264.05            24
Agustus           0     0      7.67     8           0     0       1.6      1       2.32          2.25            63            9
September     16.21     1      2.96     2           0     0         0      0       4.79          5.75         35.95            5
Oktober       1.64     1     16.76     7         0.8      2      44.5     13      15.93               7       116.8            5
November     10.81     4      25.5    10         2.5      8      10.6      6      12.35               7         78.3           9
Desember     42.74     9      30.3    20       56.17     13      32.6     10      40.45              13       97.55            19
            221.72    77    173.99   115      177.04     78     245.2     79     172.73         90.75        1975.3        167
                                              LAMPIRAN B
                             DATA ANALISA TITIK BOR DAN KADAR
                                  Tabel B.1 Data analisa titik bor dan kadar

                 KOORDINAT                                NILAI KADAR (%)                              KADAR
                                                                                           RATA‐RATA
TITIK                                                                                                   RATA‐
                                    TEBAL                                                  KETEBALAN
BOR     EASCO    NORCO   ELEVASI             Ni    CO      Fe     SiO2      CaO    MgO                 RATA Ni
                                                                                              (m)
                                                                                                         (%)
651A    2087,5   ‐1625   228,15        1    2,00   0,04   15,78   40,58     1,87   40,58      10         1,31
        2087,5   ‐1625   228,15        2    2,08   0,04   15,36   39,58     1,74   16,48
        2087,5   ‐1625   228,15        3    1,45   0,03   12,08   44,65     2,13   19,65
        2087,5   ‐1625   228,15        4    1,72   0,03   13,95   46,04     1,82   18,29
        2087,5   ‐1625   228,15        5    0,56   0,02    7,76   43,41     1,37   26,51
        2087,5   ‐1625   228,15        6    1,47   0,03   13,39   47,12     1,80   18,78
        2087,5   ‐1625   228,15        7    1,12   0,03   11,61   46,71     1,82   20,20
        2087,5   ‐1625   228,15        8    0,89   0,02    8,89   42,32     1,78   26,52
        2087,5   ‐1625   228,15        9    0,84   0,03   10,71   45,46     1,47   23,31
        2087,5   ‐1625   228,15       10    0,67   0,06   21,58   37,89     0,82    9,10
650A    2112,5   ‐1625   220,05        1    0,71   0,05   21,29   41,90     0,89    9,06      12        0,75
        2112,5   ‐1625   220,05        2    0,60   0,06   18,79   48,25     0,78    8,23
        2112,5   ‐1625   220,05        3    0,79   0,07   20,92   43,47     0,82    9,27
        2112,5   ‐1625   220,05        4    0,98   0,08   26,51   35,22     0,86    9,35
        2112,5   ‐1625   220,05        5    0,92   0,08   24,99   35,37     0,98   10,00
        2112,5   ‐1625   220,05        6    0,88   0,05   15,63   52,15     0,88   10,10
        2112,5   ‐1625   220,05        7    0,73   0,05   18,16   45,27     0,86    9,82
       2112,5   ‐1625   220,05    8   0,57   0,05   16,48   51,83   0,77    7,64
       2112,5   ‐1625   220,05    9   0,48   0,06   22,12   37,74   0,87   11,18
       2112,5   ‐1625   220,05   10   1,33   0,03   11,51   43,39   1,79   19,64
       2112,5   ‐1625   220,05   11   0,55   0,04   15,00   51,14   0,82    9,80
       2112,5   ‐1625   220,05   12   0,69   0,04   15,16   52,61   0,82    9,80
649A   2137,5   ‐1625   210,39    1   0,82   0,07   31,10   24,73   0,86    7,62   12   0,99
       2137,5   ‐1625   210,39    2   0,84   0,07   31,71   24,86   0,86    8,70
       2137,5   ‐1625   210,39    3   0,83   0,07   32,51   24,13   0,80    9,41
       2137,5   ‐1625   210,39    4   0,90   1,10   37,17   15,87   0,74    6,63
       2137,5   ‐1625   210,39    5   1,12   0,08   29,85   22,82   1,23    9,91
       2137,5   ‐1625   210,39    6   1,45   0,02    8,52   40,94   1,30   25,98
       2137,5   ‐1625   210,39    7   1,08   0,04   13,89   38,62   0,69   29,20
       2137,5   ‐1625   210,39    8   1,06   0,04   15,06   41,78   1,69   18,27
       2137,5   ‐1625   210,39    9   0,94   0,04   14,86   49,09   1,56    4,60
       2137,5   ‐1625   210,39   10   0,11   0,02    5,65   68,53   1,11   17,34
       2137,5   ‐1625   210,39   11   1,00   0,03   12,60   52,85   1,40   15,11
       2137,5   ‐1625   210,39   12   1,77   0,08   29,91   24,64   1,07   10,06
648B   2187.5   ‐1625   209.18    1   1,24   0,10   21,64   42,98   0,99   11,44   5    1,12
       2187.5   ‐1625   209.18    2   1,15   0,03    9,50   42,29   1,41   28,71
       2187.5   ‐1625   209.18    3   1,13   0,03   10,19   39,46   1,25   28,92
       2187.5   ‐1625   209.18    4   1,36   0,03    9,12   42,15   1,43   19,76
       2187.5   ‐1625   209.18    5   0,75   0,03    5,96   39,99   1,40   21,68
641A   2087.5   ‐1600   230.15    1   0,77   0,06   16,64   49,34   0,78    8,95   10   1,34
       2087.5   ‐1600   230.15    2   1,79   0,06   17,70   38,39   1,08   14,55
       2087.5   ‐1600   230.15    3   1,95   0,04   15,67   43,16   1,34   16,00
        2087.5   ‐1600   230.15    4   1,89   0,03   12,61   47,43   1,21   18,59
        2087.5   ‐1600   230.15    5   1,76   0,03    9,31   48,54   1,16   22,22
        2087.5   ‐1600   230.15    6   1,69   0,03    9,91   49,27   1,19   21,55
        2087.5   ‐1600   230.15    7   1,26   0,02    8,86   47,26   1,58   23,68
        2087.5   ‐1600   230.15    8   0,86   0,03    9,87   45,78   1,22   25,66
        2087.5   ‐1600   230.15    9   0,84   0,02    9,37   50,49   1,47   23,27
        2087.5   ‐1600   230.15   10   0,61   0,02    6,39   44,29   1,44   33,09
641B    2112.5   ‐1600   220.48    1   0,60   0,05   17,71   52,11   0,73    8,46   15   1,50
        2112.5   ‐1600   220.48    2   0,75   0,06   19,99   44,30   0,72    9,06
        2112.5   ‐1600   220.48    3   0,83   0,06   19,82   39,98   0,74   10,52
        2112.5   ‐1600   220.48    4   1,17   0,07   23,97   34,26   0,79    9,50
        2112.5   ‐1600   220.48    5   0,97   0,06   22,69   38,65   0,74    8,36
        2112.5   ‐1600   220.48    6   0,96   0,05   19,01   44,17   0,78   10,32
        2112.5   ‐1600   220.48    7   0,66   0,04   13,60   56,81   0,73    9,24
        2112.5   ‐1600   220.48    8   2,84   0,04   76,29   39,43   1,17   15,45
        2112.5   ‐1600   220.48    9   2,29   0,02    7,31   51,88   1,05   22,65
        2112.5   ‐1600   220.48   10   2,32   0,03   12,55   53,51   0,97   16,51
        2112.5   ‐1600   220.48   11   2,62   0,02    8,73   54,10   0,87   20,20
        2112.5   ‐1600   220.48   12   2,00   0,03   10,27   55,91   0,86   25,35
        2112.5   ‐1600   220.48   13   1,76   0,03   10,14   62,00   0,84   24,96
        2112.5   ‐1600   220.48   14   1,42   0,02    6,40   62,10   0,89   26,27
        2112.5   ‐1600   220.48   15   1,43   0,02    6,23   56,13   0,88   25,52
642 A   2137.5   ‐1600   211.68    1   0,90   0,06   16,64   49,34   0,78    8,95   7    0,82
        2137.5   ‐1600   211.68    2   0,86   0,06   17,70   38,39   1,08   14,55
        2137.5   ‐1600   211.68    3   0,39   0,04   15,67   43,16   1,34   16,00
       2137.5   ‐1600   211.68    4   0,78   0,03   12,61   47,43   1,21   18,59
       2137.5   ‐1600   211.68    5   1,29   0,03    9,31   48,54   1,16   22,22
       2137.5   ‐1600   211.68    6   1,22   0,03    9,91   49,27   1,19   21,55
       2137.5   ‐1600   211.68    7   0,36   0,02    8,86   47,26   1,58   23,68
643A   2162.5   ‐1600   222.33    1   0,57   0,05   18,35   17,29   1,00    7,17   7    1,16
       2162.5   ‐1600   222.33    2   1,41   0,03   10,11   43,54   1,49   23,16
       2162.5   ‐1600   222.33    3   1,18   0,07   25,65   30,67   1,19   11,85
       2162.5   ‐1600   222.33    4   1,24   0,02   80,52   40,52   0,87   29,57
       2162.5   ‐1600   222.33    5   1,14   0,03   11,13   43,10   1,16   27,55
       2162.5   ‐1600   222.33    6   1,42   0,03    9,33   44,24   0,78   30,98
       2162.5   ‐1600   222.33    7   0,56   0,02    5,97   43,28   0,73   36,82
645A   2187.5   ‐1600   219.37    1   1,30   0,06   30,64   27,94   1,03   11,75   10   1,00
       2187.5   ‐1600   219.37    2   1,38   0,10   25,41   35,49   0,98   11,29
       2187.5   ‐1600   219.37    3   1,23   0,06   17,40   41,86   1,98   16,60
       2187.5   ‐1600   219.37    4   1,12   0,03    9,75   51,03   1,90   20,64
       2187.5   ‐1600   219.37    5   1,31   0,03   12,04   53,53   1,34   19,83
       2187.5   ‐1600   219.37    6   1,28   0,03   11,21   50,30   1,47   21,90
       2187.5   ‐1600   219.37    7   0,75   0,03    5,63   45,22   1,21   31,68
       2187.5   ‐1600   219.37    8   0,44   0,02    3,82   43,14   0,99   33,51
       2187.5   ‐1600   219.37    9   0,50   0,03    8,28   41,07   1,01   28,13
       2187.5   ‐1600   219.37   10   0,76   0,03    7,75   43,44   1,01   29,08
645B   2112.5   ‐1600   218.21    1   2,36   0,07   15,09   40,66   0,97   18,48   7    2,03
       2112.5   ‐1600   218.21    2   2,80   0,04   11,75   41,93   1,01   21,24
       2112.5   ‐1600   218.21    3   2,46   0,07   25,86   29,18   0,92   14,46
       2112.5   ‐1600   218.21    4   2,65   0,08   23,71   30,98   1,02   15,45
       2112.5   ‐1600   218.21    5   2,11   0,03    7,24   43,04   0,94   28,14
       2112.5   ‐1600   218.21    6   1,28   0,03    4,99   42,27   1,16   30,68
       2112.5   ‐1600   218.21    7   0,58   0,03    6,02   40,75   1,15   31,19
619A   2087.5   ‐1575   225.35    1   0,85   0,13   16,34   50,58   0,79    8,44
       2087.5   ‐1575   225.35    2   0,63   0,06   16,90   54,31   0,73    6,28
       2087.5   ‐1575   225.35    3   1,31   0,07   23,11   37,49   0,77    6,59
       2087.5   ‐1575   225.35    4   1,44   0,06   15,05   53,86   0,83    7,75
       2087.5   ‐1575   225.35    5   1,74   0,05   10,69   62,90   0,66    4,86
       2087.5   ‐1575   225.35    6   2,02   0,06   17,17   55,48   0,77    5,86
       2087.5   ‐1575   225.35    7   1,90   0,09   11,60   46,13   1,20   25,88
       2087.5   ‐1575   225.35    8   2,18   0,04    8,22   57,14   1,01   18,67
       2087.5   ‐1575   225.35    9   1,52   0,03   10,90   52,61   0,92   18,13
       2087.5   ‐1575   225.35   10   1,07   0,03    6,62   57,89   0,87   18,05
       2087.5   ‐1575   225.35   11   1,34   0,04   18,58   32,98   1,19   18,45
617A   2137.5   ‐1575   216.26    1   1,52   0,06   22,72   36,38   0,94   11,88   9   0,87
       2137.5   ‐1575   216.26    2   0,94   0,05   16,58   49,01   0,99   15,08
       2137.5   ‐1575   216.26    3   1,19   0,03    9,49   49,70   1,33   20,64
       2137.5   ‐1575   216.26    4   0,75   0,03    9,30   59,88   1,21   15,59
       2137.5   ‐1575   216.26    5   0,65   0,03    9,21   54,20   0,98   21,54
       2137.5   ‐1575   216.26    6   1,09   0,04   12,44   41,73   2,59   21,26
       2137.5   ‐1575   216.26    7   0,49   0,03    8,86   57,72   1,11   17,56
       2137.5   ‐1575   216.26    8   0,52   0,03    9,78   59,62   1,03   17,74
       2137.5   ‐1575   216.26    9   0,72   0,03   10,20   52,21   1,02   22,16
617B   2162.5   ‐1575   219.94    1   1,16   0,07   26,16   31,42   1,38   12,58   9   1,32
       2162.5   ‐1575   219.94    2   1,60   0,04   14,24   40,33   2,09   22,73
       2162.5   ‐1575   219.94    3   1,14   0,06   21,68   28,88   0,74   19,19
       2162.5   ‐1575   219.94    4   1,43   0,03   10,96   47,52   1,66   24,39
       2162.5   ‐1575   219.94    5   1,31   0,02    8,19   48,54   1,71   25,53
       2162.5   ‐1575   219.94    6   1,65   0,03   10,31   46,31   1,16   25,20
       2162.5   ‐1575   219.94    7   1,81   0,02    8,22   44,56   1,18   28,32
       2162.5   ‐1575   219.94    8   1,23   0,03   9.88    44.3     1.5   27.2
       2162.5   ‐1575   219.94    9   0.63   0.02   5.81    44.8    2.2    32.3
615A   2187.5   ‐1575   224.31    1   1,47   0,07   26,94   34,40   0,97   13,79   10   1,37
       2187.5   ‐1575   224.31    2   1,46   0,07   24,51   37,01   0,96   13,79
       2187.5   ‐1575   224.31    3   1,55   0,04   18,82   44,68   0,96   19,37
       2187.5   ‐1575   224.31    4   1,36   0,02    8,61   51,37   1,27   25,90
       2187.5   ‐1575   224.31    5   1,78   0,02    8,14   51,63   1,34   25,50
       2187.5   ‐1575   224.31    6   1,75   0,02    4,93   55,40   1,30   25,59
       2187.5   ‐1575   224.31    7   1,15   0,03   12,30   51,00   1,34   23,76
       2187.5   ‐1575   224.31    8   1,15   0,03   12,29   53,85   1,27   22,02
       2187.5   ‐1575   224.31    9   1,11   0,02   10,70   53,98   1,40   23,36
       2187.5   ‐1575   224.31   10   1,01   0,03   10,90   53,72   1,63   20,82
612A   2162.5   ‐1575   200.04    1   2,11   0,03   12,52   45,31   1,59   19,60   5    1,46
       2162.5   ‐1575   200.04    2   0,87   0,02    5,46   47,70   1,74   28,33
       2162.5   ‐1575   200.04    3   1,59   0,03    9,89   46,90   1,76   21,74
       2162.5   ‐1575   200.04    4   1,53   0,03   10,55   45,56   1,69   22,20
       2162.5   ‐1575   200.04    5   1,23   0,03   10,59   45,74   1,51   21,57
592A   2087.5   ‐1550   217.82    1   0,93   0,06   24,51   23,93   1,41   10,30   18   1,65
       2087.5   ‐1550   217.82    2   0,68   0,06   19,26   30,51   1,08    8,78
       2087.5   ‐1550   217.82    3   1,32   0,06   22,54   24,25   1,68   13,53
        2087.5   ‐1550   217.82    4   1,82   0,04   14,04   26,94   1,94   16,76
        2087.5   ‐1550   217.82    5   2,48   0,07   23,51   19,44   1,37   13,14
        2087.5   ‐1550   217.82    6   2,26   0,02    8,84   29,59   1,79   20,54
        2087.5   ‐1550   217.82    7   2,66   0,02    6,23   28,89   1,85   20,39
        2087.5   ‐1550   217.82    8   1,61   0,02    7,86   31,18   2,21   17,85
        2087.5   ‐1550   217.82    9   1,95   0,02    9,21   26,28   2,23   17,89
        2087.5   ‐1550   217.82   10   1,77   0,02    8,37   28,96   2,13   19,66
        2087.5   ‐1550   217.82   11   1,12   0,02    7,40   32,57   2,09   15,72
        2087.5   ‐1550   217.82   12   1,50   0,02    8,74   30,59   1,88   15,13
        2087.5   ‐1550   217.82   13   1,38   0,02    6,98   33,48   1,91   15,39
        2087.5   ‐1550   217.82   14   1,31   0,03    9,90   30,24   2,03   14,09
        2087.5   ‐1550   217.82   15   1,30   0,02    9,71   27,13   2,10   16,65
        2087.5   ‐1550   217.82   16   1,38   0,03   11,67   25,92   2,37   15,86
        2087.5   ‐1550   217.82   17   2,06   0,03   10,43   24,39   1,55   17,34
        2087.5   ‐1550   217.82   18   2,25   0,02    6,83   26,47   1,41   19,86
592B    2112.5   ‐1550   215.99    1   0,45   0,13   16,34   50,58   0,79    8,44   9   0,95
        2112.5   ‐1550   215.99    2   1,06   0,06   16,90   54,31   0,73    6,28
        2112.5   ‐1550   215.99    3   1,12   0,07   23,11   37,49   0,77    6,59
        2112.5   ‐1550   215.99    4   0,88   0,06   15,05   53,86   0,83    7,75
        2112.5   ‐1550   215.99    5   0,99   0,05   10,69   62,90   0,66    4,86
        2112.5   ‐1550   215.99    6   1,02   0,06   17,17   55,48   0,77    5,86
        2112.5   ‐1550   215.99    7   0,63   0,09   11,60   46,13   1,20   25,88
        2112.5   ‐1550   215.99    8   0,85   0,04    8,22   57,14   1,01   18,67
        2112.5   ‐1550   215.99    9   1,52   0,03   10,90   52,61   0,92   18,13
593 A   2137.5   ‐1550   217.73    1   0,91   0,10   21,82   42,09   0,70    5,19   8   0,95
       2137.5   ‐1550   217.73    2   1,01   0,10   13,33 54,75 0,81 15,40
       2137.5   ‐1550   217.73    3   1,22   0,03   10,16 50,36 0,97 23,36
       2137.5   ‐1550   217.73    4   1,27   0,03   10,62 51,23 1,08 19,51
       2137.5   ‐1550   217.73    5   0,91   0,02    7,86 56,83 1,10 19,53
       2137.5   ‐1550   217.73    6   1,25   0,03   13,55 49,05 0,97 17,86
       2137.5   ‐1550   217.73    7   0,57   0,03    7,23 69,98 1,00 14,44
       2137.5   ‐1550   217.73    8   0,51   0,03   11,50 52,98 1,25 20,90
594A   2162.5   ‐1550   225.46    1   0,63   0,04   17,03 54,48 0,85 9,38     14   1,67
       2162.5   ‐1550   225.46    2   0,75   0,05   19,04 49,28 0,80 8,75
       2162.5   ‐1550   225.46    3   0,73   0,05   13,66 57,84 0,77 9,29
       2162.5   ‐1550   225.46    4   0,61   0,03    8,23 71,62 0,93 10,34
       2162.5   ‐1550   225.46    5   0,86   0,04   14,75 .54,47 0,89 10,19
       2162.5   ‐1550   225.46    6   2,60   0,03    8,71 58,49 1,10 15,20
       2162.5   ‐1550   225.46    7   2,52   0,03   10,59 49,59 1,19 17,84
       2162.5   ‐1550   225.46    8   2,50   0,05   19,90 37,94 1,02 16,87
       2162.5   ‐1550   225.46    9   2,55   0,03   10,37 46,98 0,91 22,52
       2162.5   ‐1550   225.46   10   2,43   0,03   10,83 49,38 1,31 21,48
       2162.5   ‐1550   225.46   11   2,07   0,03   11,15 48,20 1,43 21,37
       2162.5   ‐1550   225.46   12   1,77   0,04   15,82 48,95 1,19 15,76
       2162.5   ‐1550   225.46   13   1,88   0,04   18,01 42,84 1,10 16,63
       2162.5   ‐1550   225.46   14   1,52   0,05   21,65 38,63 1,12 14,31
596A   2187.5   ‐1550   226,20    1   1,31   0,09   27,51 33,74 0,80 11,19    18   2,08
       2187.5   ‐1550   226,20    2   1,60   0,06   26,88 31,92 0,81 11,49
       2187.5   ‐1550   226,20    3   1,64   0,09   29,05 30,51 0,77 11,95
       2187.5   ‐1550   226,20    4   2,26   0,13   35,31 19,97 0,77 11,63
       2187.5   ‐1550   226,20    5   2,26   0,06   13,86   55,41   0,81   14,75
       2187.5   ‐1550   226,20    6   2,30   0,04   17,52   43,28   0,84   16,80
       2187.5   ‐1550   226,20    7   2,63   0,04   10,26   45,59   1,01   23,15
       2187.5   ‐1550   226,20    8   2,48   0,03   10,58   47,84   1,18   21,29
       2187.5   ‐1550   226,20    9   1,98   0,03    8,05   52,15   1,30   20,69
       2187.5   ‐1550   226,20   10   1,80   0,04    8,44   47,37   1,14   19,10
       2187.5   ‐1550   226,20   11   2,37   0,04   12,05   55,76   1,37   14,72
       2187.5   ‐1550   226,20   12   1,83   0,04    8,34   52,49   1,23   21,79
       2187.5   ‐1550   226,20   13   2,15   0,03    8,98   51,72   0,86   21,40
       2187.5   ‐1550   226,20   14   4,26   0,04    7,01   47,74   0,94   22,53
       2187.5   ‐1550   226,20   15   1,62   0,03   32,28   26,76   0,89   12,79
       2187.5   ‐1550   226,20   16   1,50   0,03   34,15   24,30   0,80   12,34
       2187.5   ‐1550   226,20   17   1,56   0,06   31,86   21,41   0,79   15,39
       2187.5   ‐1550   226,20   18   1,94   0,03   34,18   21,59   0,81   12,41
596B   2212.5   ‐1550   221.26    1   1,37   0,10   30,37   22,40   0,88    8,73   7   1,38
       2212.5   ‐1550   221.26    2   1,39   0,10   22,99   27,92   0,72    8,92
       2212.5   ‐1550   221.26    3   1,05   0,10   22,37   43,17   0,73    9,17
       2212.5   ‐1550   221.26    4   1,90   0,04   12,79   49,22   0,93   14,04
       2212.5   ‐1550   221.26    5   1,53   0,04   11,59   50,87   0,97   13,22
       2212.5   ‐1550   221.26    6   1,10   0,04   20,34   48,10   0,74   11,17
       2212.5   ‐1550   221.26    7   1,38   0,06   21,11   43,14   0,83   10,22
597A   2237.5   ‐1550   211.46    1   1,15   0,07   24,58   36,13   1,00   11,24   8   2,24
       2237.5   ‐1550   211.46    2   1,14   0,06   21,10   43,20   0,81    8,82
       2237.5   ‐1550   211.46    3   2,64   0,24   13,71   42,33   0,90   20,05
       2237.5   ‐1550   211.46    4   2,86   0,03   12,05   42,94   0,87   22,26
       2237.5   ‐1550   211.46    5   2,97   0,03    9,01 44,28 0,93 24,26
       2237.5   ‐1550   211.46    6   2,50   0,02    8,29 46,04 1,53 23,89
       2237.5   ‐1550   211.46    7   2,52   0,03    9,33 48,00 1,09 21,97
       2237.5   ‐1550   211.46    8   2,18   0,02    7,75 50,65 1,10 22,40
598B   2262.5   ‐1550   204.83    1   1,50   0,04   17,03 54,48 0,85 9,38     5    1,42
       2262.5   ‐1550   204.83    2   1,52   0,05   19,04 49,28 0,80 8,75
       2262.5   ‐1550   204.83    3   1,32   0,05   13,66 57,84 0,77 9,29
       2262.5   ‐1550   204.83    4   1,55   0,03    8,23 71,62 0,93 10,34
       2262.5   ‐1550   204.83    5   1,20   0,04   14,75 .54,47 0,89 10,19
574A   2087.5   ‐1525   210.51    1   0,87   0,04   16,17 53,88 0,84 9,72     13   1,18
       2087.5   ‐1525   210.51    2   0,92   0,04   16,09 52,18 0,85 9,89
       2087.5   ‐1525   210.51    3   1,36   0,04   17,92 44,22 1,00 13,58
       2087.5   ‐1525   210.51    4   1,53   0,02    9,61 52,02 1,55 21,92
       2087.5   ‐1525   210.51    5   1,53   0,02    8,90 55,79 1,61 20,14
       2087.5   ‐1525   210.51    6   1,72   0,02    7,98 56,77 1,52 20,30
       2087.5   ‐1525   210.51    7   1,00   0,02    8,11 64,08 1,66 18,98
       2087.5   ‐1525   210.51    8   0,86   0,02    6,89 62,55 1,98 21,97
       2087.5   ‐1525   210.51    9   1,65   0,03   13,68 48,30 1,19 17,63
       2087.5   ‐1525   210.51   10   1,67   0,03    9,36 47,78 1,41 15,02
       2087.5   ‐1525   210.51   11   1,35   0,02    7,03 56,79 1,29 20,75
       2087.5   ‐1525   210.51   12   1,32   0,02    7,10 55,57 1,31 20,17
       2087.5   ‐1525   210.51   13   1,10   0,02    4,40 59,77 1,05 24,38
573A   2112.5   ‐1525   206.72    1   1,13   0,04   16,17 53,88 0,84 9,72     8    1,27
       2112.5   ‐1525   206.72    2   0,88   0,04   16,09 52,18 0,85 9,89
       2112.5   ‐1525   206.72    3   1,71   0,04   17,92 44,22 1,00 13,58
       2112.5   ‐1525   206.72    4   1,93   0,02    9,61   52,02   1,55   21,92
       2112.5   ‐1525   206.72    5   1,32   0,02    8,90   55,79   1,61   20,14
       2112.5   ‐1525   206.72    6   1,57   0,02    7,98   56,77   1,52   20,30
       2112.5   ‐1525   206.72    7   0,96   0,02    8,11   64,08   1,66   18,98
       2112.5   ‐1525   206.72    8   0,63   0,02    6,89   62,55   1,98   21,97
572A   2137.5   ‐1525   215.69    1   1,07   0,13   27,22   7,57    0,62    1,66   9    1,42
       2137.5   ‐1525   215.69    2   1,19   0,06   25,68   9,49    0,62    0,26
       2137.5   ‐1525   215.69    3   1,74   0,07   32,08   5,95    0,62    1,10
       2137.5   ‐1525   215.69    4   1,86   0,04   12,72   45,83   1,17   15,75
       2137.5   ‐1525   215.69    5   1,38   0,03    9,70   49,50   1,55   17,23
       2137.5   ‐1525   215.69    6   1,42   0,03    9,47   44,83   2,03   19,23
       2137.5   ‐1525   215.69    7   1,57   0,03    9,46   46,84   1,82   19,45
       2137.5   ‐1525   215.69    8   1,32   0,02    8,92   49,93   2,19   20,02
       2137.5   ‐1525   215.69    9   1,23   0,03    8,95   51,18   1,86   19,61
571A   2162.5   ‐1525   223,90    1   1,09   0,05   19,38   42,16   0,86    5,13   16   2,26
       2162.5   ‐1525   223,90    2   1,44   0,05   12,98   55,44   0,93    6,60
       2162.5   ‐1525   223,90    3   2,52   0,03    8,45   51,30   0,93   15,10
       2162.5   ‐1525   223,90    4   2,18   0,03    7,51   46,65   1,02   19,50
       2162.5   ‐1525   223,90    5   2,52   0,03    7,51   46,65   1,02   19,50
       2162.5   ‐1525   223,90    6   1,64   0,03   11,09   53,05   1,40   12,77
       2162.5   ‐1525   223,90    7   1,82   0,03   12,68   49,07   1,15   12,57
       2162.5   ‐1525   223,90    8   1,70   0,03   11,68   52,13   1,21   12,14
       2162.5   ‐1525   223,90    9   1,35   0,03   10,43   33,30   1,60   11,46
       2162.5   ‐1525   223,90   10   2,79   0,06   19,32   36,30   1,16    9,52
       2162.5   ‐1525   223,90   11   3,57   0,06   15,61   39,35   1,10   12,07
       2162.5   ‐1525   223,90   12   3,09   0,03   19,02   34,85   1,09   10,21
       2162.5   ‐1525   223,90   13   3,21   0,04   16,04   41,31   1,20   10,00
       2162.5   ‐1525   223,90   14   2,45   0,04   14,28   44,52   1,19   11,18
       2162.5   ‐1525   223,90   15   2,53   0,05   15,08   43,20   1,32   10,92
       2162.5   ‐1525   223,90   16   2,26   0,04   12,24   43,51   1,31   12,17
570A   2187.5   ‐1525   224.51    1   0,78   0,05   18,02   52,81   1,12    7,98   14   1,54
       2187.5   ‐1525   224.51    2   0,97   0,04   16,46   51,27   1,13    4,13
       2187.5   ‐1525   224.51    3   1,48   0,04   19,71   46,30   1,36    4,56
       2187.5   ‐1525   224.51    4   1,82   0,03   15,31   47,57   1,84    8,03
       2187.5   ‐1525   224.51    5   2,61   0,03   10,36   49,15   1,40   11,51
       2187.5   ‐1525   224.51    6   2,16   0,03   10,68   49,38   1,49   10,54
       2187.5   ‐1525   224.51    7   1,89   0,03    8,98   46,76   1,34   14,69
       2187.5   ‐1525   224.51    8   1,41   0,02    6,71   54,10   1,77   11,87
       2187.5   ‐1525   224.51    9   1,01   0,02    7,00   52,61   1,76   11,88
       2187.5   ‐1525   224.51   10   1,37   0,03   12,66   45,79   1,39   10,65
       2187.5   ‐1525   224.51   11   1,47   0,02    8,43   49,35   2,13   10,58
       2187.5   ‐1525   224.51   12   1,12   0,02    9,87   54,41   3,00    9,09
       2187.5   ‐1525   224.51   13   1,44   0,02    9,45   52,67   3,45    8,78
       2187.5   ‐1525   224.51   14   2,06   0,03    6,90   48,09   1,92   11,47
569A   2212.5   ‐1525   220.31    1   0,94   0,06   19,54   45,13   1,20    9,68   11   1,57
       2212.5   ‐1525   220.31    2   1,51   0,05   16,35   45,07   1,44   14,20
       2212.5   ‐1525   220.31    3   1,63   0,03   12,17   48,33   1,40   17,72
       2212.5   ‐1525   220.31    4   2,07   0,03   11,18   49,04   1,87   17,86
       2212.5   ‐1525   220.31    5   2,05   0,03    9,60   40,78   1,51   20,47
       2212.5   ‐1525   220.31    6   1,83   0,02    8,93   46,50   1,61   22,58
       2212.5   ‐1525   220.31    7   2,02   0,04   12,26   44,79   1,14   20,30
       2212.5   ‐1525   220.31    8   2,02   0,04   12,38   43,91   1,22   19,66
       2212.5   ‐1525   220.31    9   1,76   0,03   10,60   46,28   1,46   17,98
       2212.5   ‐1525   220.31   10   2,35   0,03   12,12   49,85   1,77   17,19
       2212.5   ‐1525   220.31   11   1,18   0,02    9,02   50,21   1,58   20,36
546B   2112.5   ‐1500   199.54    1   1,60   0,06   16,64   49,34   0,78    8,95   10   2,14
       2112.5   ‐1500   199.54    2   1,86   0,06   17,70   38,39   1,08   14,55
       2112.5   ‐1500   199.54    3   2,35   0,04   15,67   43,16   1,34   16,00
       2112.5   ‐1500   199.54    4   2,64   0,03   12,61   47,43   1,21   18,59
       2112.5   ‐1500   199.54    5   2,64   0,03    9,31   48,54   1,16   22,22
       2112.5   ‐1500   199.54    6   2,19   0,03    9,91   49,27   1,19   21,55
       2112.5   ‐1500   199.54    7   2,06   0,02    8,86   47,26   1,58   23,68
       2112.5   ‐1500   199.54    8   2,91   0,03    9,87   45,78   1,22   25,66
       2112.5   ‐1500   199.54    9   1,47   0,02    9,37   50,49   1,47   23,27
       2112.5   ‐1500   199.54   10   1,70   0,02    6,39   44,29   1,44   33,09
547A   2137.5   ‐1500   213.75    1   0,85   0,06   18,42   37,54   1,51   14,56   14   2,00
       2137.5   ‐1500   213.75    2   1,64   0,06   19,04   36,67   1,54   11,99
       2137.5   ‐1500   213.75    3   1,12   0,05   17,63   40,60   1,61   12,10
       2137.5   ‐1500   213.75    4   1,48   0,04   15,63   44,01   1,59   14,49
       2137.5   ‐1500   213.75    5   2,36   0,03   12,33   48,07   1,68   19,39
       2137.5   ‐1500   213.75    6   2,54   0,02    9,48   54,41   1,53   23,32
       2137.5   ‐1500   213.75    7   2,89   0,03   11,23   48,22   1,26   21,61
       2137.5   ‐1500   213.75    8   2,85   0,02   16,53   46,60   0,89   27,57
       2137.5   ‐1500   213.75    9   2,29   0,02    8,50   49,41   1,28   25,16
       2137.5   ‐1500   213.75   10   1,97   0,02   10,00   47,89   1,18   23,80
       2137.5   ‐1500   213.75   11   2,03   0,03   10,94   47,35   1,38   23,12
       2137.5   ‐1500   213.75   12   1,83   0,02   10,23   55,26   1,92   19,94
       2137.5   ‐1500   213.75   13   1,83   0,01    4,84   45,07   0,80   36,20
       2137.5   ‐1500   213.75   14   2,29   0,02   10,24   48,80   1,55   23,51
548A   2162.5   ‐1500   220.25    1   1,25   0,04   14,27   47,03   1,42   14,19   9   1,21
       2162.5   ‐1500   220.25    2   1,37   0,03   11,03   53,94   1,72   15,56
       2162.5   ‐1500   220.25    3   0,83   0,04   11,05   66,42   0,79    6,86
       2162.5   ‐1500   220.25    4   1,81   0,05   14,91   49,60   1,09   10,81
       2162.5   ‐1500   220.25    5   0,62   0,02    7,49   81,35   0,84    8,48
       2162.5   ‐1500   220.25    6   0,96   0,02    6,20   80,68   0,91   14,89
       2162.5   ‐1500   220.25    7   1,78   0,03    9,43   52,34   1,22   23,70
       2162.5   ‐1500   220.25    8   1,44   0,03    8,95   52,22   1,30   24,05
       2162.5   ‐1500   220.25    9   0,80   0,03   10,27   65,12   2,06   14,79
549A   2187.5   ‐1500   218.74    1   0,98   0,07   16,30   50,34   0,94   10,96   6   1,30
       2187.5   ‐1500   218.74    2   1,29   0,04   12,95   53,17   1,08   14,93
       2187.5   ‐1500   218.74    3   1,59   0,03    9,90   53,38   1,21   18,52
       2187.5   ‐1500   218.74    4   1,12   0,03   10,34   52,05   0,96   21,82
       2187.5   ‐1500   218.74    5   1,19   0,02    8,27   56,47   0,98   19,93
       2187.5   ‐1500   218.74    6   1,64   0,02    9,37   57,48   1,18   18,56
529A   2112.5   ‐1475   198.96    1   1,63   0,07   31,10   24,73   0,86    7,62   8   1,48
       2112.5   ‐1475   198.96    2   1,34   0,07   31,71   24,86   0,86    8,70
       2112.5   ‐1475   198.96    3   1,94   0,07   32,51   24,13   0,80    9,41
       2112.5   ‐1475   198.96    4   1,57   1,10   37,17   15,87   0,74    6,63
       2112.5   ‐1475   198.96    5   1,73   0,08   29,85   22,82   1,23    9,91
       2112.5   ‐1475   198.96    6   1,28   0,02    8,52   40,94   1,30   25,98
       2112.5   ‐1475   198.96    7   1,27   0,04   13,89   38,62   0,69   29,20
       2112.5   ‐1475   198.96    8   1,10   0,04   15,06   41,78   1,69   18,27
528B   2137.5   ‐1475   210.97    1   0,94   0,10   23,50   40,39   0,73    4,14   13   2,28
       2137.5   ‐1475   210.97    2   1,42   0,11   19,34   39,58   0,81    5,68
       2137.5   ‐1475   210.97    3   2,90   0,09   17,19   36,90   0,96   13,59
       2137.5   ‐1475   210.97    4   3,06   0,08   17,20   35,55   0,94   15,79
       2137.5   ‐1475   210.97    5   3,61   0,09   17,58   34,77   0,81   14,13
       2137.5   ‐1475   210.97    6   2,51   0,04   16,58   33,88   0,89   15,96
       2137.5   ‐1475   210.97    7   2,94   0,04   10,48   39,49   0,90   21,57
       2137.5   ‐1475   210.97    8   2,46   0,03    9,27   42,20   0,83   28,36
       2137.5   ‐1475   210.97    9   2,23   0,02    3,11   10,80   0,70    5,14
       2137.5   ‐1475   210.97   10   2,46   0,03   12,40   44,60   0,80   23,49
       2137.5   ‐1475   210.97   11   1,93   0,03    7,93    47,2   0,85   27,29
       2137.5   ‐1475   210.97   12   1,94   0,03   11,01   45,27   0,87   25,94
       2137.5   ‐1475   210.97   13   1,24   0,02    5,19   54,22   0,72   31,05
528A   2162.5   ‐1475   214.48    1   0,68   0,05   16,85   54,50   0,65    4,20   9    1,46
       2162.5   ‐1475   214.48    2   0,73   0,07   23,11   47,40   0,60    3,97
       2162.5   ‐1475   214.48    3   1,29   0,04   16,41   44,03   1,07    8,12
       2162.5   ‐1475   214.48    4   0,60   0,02    7,36   79,25   0,74    7,08
       2162.5   ‐1475   214.48    5   2,06   0,03    9,68   50,75   1,71   18,88
       2162.5   ‐1475   214.48    6   1,79   0,03    9,48   54,07   1,24   17,00
       2162.5   ‐1475   214.48    7   1,91   0,03   11,21   53,38   1,57   20,08
       2162.5   ‐1475   214.48    8   1,71   0,03   11,21   53,38   1,57   16,60
       2162.5   ‐1475   214.48    9   1,77   0,04   14,77   45,27   1,75   14,75
527A   2187.5   ‐1475   217.24    1   0,58   0,05   13,34   68,88   1,58    2,60   10   1,64
       2187.5   ‐1475   217.24    2   0,68   0,05   17,51   57,79   0,62    3,83
       2187.5   ‐1475   217.24    3   2,41   0,04   13,47   47,25   1,46   15,37
       2187.5   ‐1475   217.24    4   1,60   0,04   13,67   52,75   1,38   12,11
       2187.5   ‐1475   217.24    5   1,74   0,05   20,97   44,25   0,82    6,55
       2187.5   ‐1475   217.24    6   1,55   0,04   18,89   48,25   1,25    7,24
       2187.5   ‐1475   217.24    7   2,60   0,04   17,92   45,56   1,21   12,04
       2187.5   ‐1475   217.24    8   2,23   0,03   11,33   49,82   0,98   14,58
       2187.5   ‐1475   217.24    9   1,71   0,03   12,11   55,93   1,06   13,36
       2187.5   ‐1475   217.24   10   1,26   0,03   11,18   61,12   1,90   13,46
505A   2112.5   ‐1450   197.96    1   1,22   0,13   23,90   32,14   0,92    8,92   6    2,02
       2112.5   ‐1450   197.96    2   2,37   0,06   14,28   35,73   1,77   19,73
       2112.5   ‐1450   197.96    3   2,50   0,04    9,53   41,52   1,50   24,26
       2112.5   ‐1450   197.96    4   2,31   0,03    8,86   45,22   1,11   25,99
       2112.5   ‐1450   197.96    5   1,42   0,02    5,96   44,07   1,82   29,68
       2112.5   ‐1450   197.96    6   1,78   0,03    7,63   44,01   1,45   28,77
506A   2137.5   ‐1450   207,80    1   2,75   0,10   10,85   44,02   1,47   22,57   14   2,13
       2137.5   ‐1450   207,80    2   1,28   0,10   14,68   55,96   0,85    6,89
       2137.5   ‐1450   207,80    3   2,43   0,12   16,74   44,36   1,00   11,17
       2137.5   ‐1450   207,80    4   2,18   0,11   10,47   46,69   1,69   17,96
       2137.5   ‐1450   207,80    5   1,41   0,10   19,54   43,55   0,70    6,00
       2137.5   ‐1450   207,80    6   2,61   0,13   29,96   20,67   0,64    2,42
       2137.5   ‐1450   207,80    7   2,53   0,15   31,78   22,37   0,67    3,64
       2137.5   ‐1450   207,80    8   2,09   0,14   29,15   21,13   0,73    65,4
       2137.5   ‐1450   207,80    9   2,53   0,14   31,31   17,67   0,67    3,64
       2137.5   ‐1450   207,80   10   2,59   0,11   25,48   26,23   1,15    6,18
       2137.5   ‐1450   207,80   11   2,56   0,08   16,69   38,36   1,27   13,23
       2137.5   ‐1450   207,80   12   1,52   0,05    7,18   42,63   1,21   29,20
       2137.5   ‐1450   207,80   13   2,27   0,06    9,64   42,32   1,23   23,62
       2137.5   ‐1450   207,80   14   1,09   0,04   22,29   40,00   0,67    8,71
507A   2162.5   ‐1450   215.65    1   0,84   0,11   18,34   47,37   0,70    3,40   11   0,57
       2162.5   ‐1450   215.65    2   0,93   0,03    1,08   83,53   0,67    3,53
       2162.5   ‐1450   215.65    3   0,31   0,04   16,09   52,71   1,11    6,73
       2162.5   ‐1450   215.65    4   0,37   0,03    3,91   69,49   0,67    3,55
       2162.5   ‐1450   215.65    5   0,75   0,09   16,36   47,29   0,67    4,31
       2162.5   ‐1450   215.65    6   0,56   0,07   14,46   54,38   0,61    3,84
       2162.5   ‐1450   215.65    7   0,46   0,05    9,02   71,14   0,64    3,21
       2162.5   ‐1450   215.65    8   0,35   0,04    4,96   79,20   0,63    1,02
       2162.5   ‐1450   215.65    9   0,36   0,03    7,56   70,57   0,23    3,23
       2162.5   ‐1450   215.65   10   2,85   0,04   18,34   36,35   0,87   14,80
       2162.5   ‐1450   215.65   11   0,56   0,02    5,90   87,40   0,61    7,57
508A   2187.5   ‐1450   210.69    1   1,07   0,06   34,64   27,62   0,63    2,91   14   1,28
       2187.5   ‐1450   210.69    2   0,81   0,07   20,09   30,99   0,66    2,46
       2187.5   ‐1450   210.69    3   1,16   0,05   23,91   36,81   0,70    5,11
       2187.5   ‐1450   210.69    4   2,54   0,06    8,69   44,70   0,82   28,11
       2187.5   ‐1450   210.69    5   1,11   0,04   20,67   45,00   0,79    4,14
       2187.5   ‐1450   210.69    6   1,51   0,03    8,52   50,32   2,82   16,05
       2187.5   ‐1450   210.69    7   1,14   0,02    7,27   55,66   2,52   15,02
       2187.5   ‐1450   210.69    8   1,09   0,03   10,56   56,02   1,16   11,53
       2187.5   ‐1450   210.69    9   1,11   0,03   10,47   36,62   1,24   15,64
       2187.5   ‐1450   210.69   10   1,65   0,03   10,73   53,33   0,93   17,30
       2187.5   ‐1450   210.69   11   1,28   0,03   11,95   53,31   1,15   13,35
       2187.5   ‐1450   210.69   12   1,15   0,03   11,58   53,14   1,04   17,71
       2187.5   ‐1450   210.69   13   1,21   0,03   12,11   54,33   1,43   15,14
       2187.5   ‐1450   210.69   14   1,18   0,03    9,38   54,73   1,33   13,11
494C   2137.5   ‐1425   204.18    1   0,81   0,13   16,34   50,58   0,79    8,44   12   1,50
       2137.5   ‐1425   204.18    2   0,53   0,06   16,90   54,31   0,73    6,28
       2137.5   ‐1425   204.18    3   0,70   0,07   23,11   37,49   0,77    6,59
       2137.5   ‐1425   204.18    4   0,66   0,06   15,05   53,86   0,83    7,75
       2137.5   ‐1425   204.18    5   0,49   0,05   10,69   62,90   0,66    4,86
       2137.5   ‐1425   204.18    6   0,80   0,06   17,17   55,48   0,77    5,86
       2137.5   ‐1425   204.18    7   1,96   0,09   11,60   46,13   1,20   25,88
       2137.5   ‐1425   204.18    8   1,69   0,04    8,22   57,14   1,01   18,67
       2137.5   ‐1425   204.18    9   1,58   0,03   10,90   52,61   0,92   18,13
       2137.5   ‐1425   204.18   10   1,67   0,03    6,62   57,89   0,87   18,05
       2137.5   ‐1425   204.18   11   1,68   0,04   18,58   32,98   1,19   18,45
       2137.5   ‐1425   204.18   12   1,50   0,03   17,49   35,09   1,21   16,55
493A   2162.5   ‐1425   209,30    1   0,98   0,07   21,68   32,93   0,75    6,47   14   1,38
       2162.5   ‐1425   209,30    2   0,97   0,07   23,50   23,50   0,79    5,66
       2162.5   ‐1425   209,30    3   1,05   0,09   24,52   26,76   0,72    6,15
       2162.5   ‐1425   209,30    4   0,92   0,06   26,59   30,57   0,76    3,28
       2162.5   ‐1425   209,30    5   1,25   0,05   21,44   32,77   0,76    6,79
       2162.5   ‐1425   209,30    6   1,03   0,04   17,69   39,12   0,81    6,76
       2162.5   ‐1425   209,30    7   1,33   0,04   19,15   41,57   0,12    7,50
       2162.5   ‐1425   209,30    8   1,68   0,03   10,28   46,22   0,91   26,71
       2162.5   ‐1425   209,30    9   1,55   0,04   17,31   44,91   2,13    9,77
       2162.5   ‐1425     209,30   10   2,01   0,04   14,71   47,44   1,66   14,92
       2162.5   ‐1425     209,30   11   2,14   0,03   11,92   44,63   1,66   20,57
       2162.5   ‐1425     209,30   12   1,95   0,04   14,07   44,77   1,66   15,84
       2162.5   ‐1425     209,30   13   1,58   0,04   14,66   45,50   1,58   12,12
       2162.5   ‐1425     209,30   14   0,96   0,03   12,64   54,94   2,35   10,09
492A   2187.5   ‐1425     200.68    1   1,24   0,07   24,77   33,47   0,70    8,09   10   1,76
       2187.5   ‐1425     200.68    2   1,14   0,06   19,33   43,78   0,82   10,69
       2187.5   ‐1425     200.68    3   1,05   0,02   10,59   50,05   2,84   17,41
       2187.5   ‐1425     200.68    4   1,95   0,05   20,41   57,59   1,21   11,47
       2187.5   ‐1425     200.68    5   2,66   0,03   11,80   45,39   1,29   21,20
       2187.5   ‐1425     200.68    6   1,63   0,03   11,45   57,53   1,33   16,23
       2187.5   ‐1425     200.68    7   2,03   0,03   13,26   52,45   1,05   16,27
       2187.5   ‐1425     200.68    8   1,53   0,03   10,86   58,15   1,48   17,79
       2187.5   ‐1425     200.68    9   2,01   0,02    8,61   56,70   1,34   21,89
       2187.5   ‐1425     200.68   10   2,55   0,02    9,39   48,00   1,21   23,49
473F   2150     ‐1412.5   204.35    1   1,16   0,07   19,10   43,22   0,78    9,23   11   1,74
       2150     ‐1412.5   204.35    2   1,04   0,07   20,32   47,47   0,71    8,35
       2150     ‐1412.5   204.35    3   1,39   0,06   21,29   39,14   0,89    9,23
       2150     ‐1412.5   204.35    4   1,50   0,05   13,69   51,19   1,14   13,09
       2150     ‐1412.5   204.35    5   1,81   0,03    8,40   65,38   0,95   14,01
       2150     ‐1412.5   204.35    6   2,39   0,04   12,15   50,65   1,10   17,01
       2150     ‐1412.5   204.35    7   2,75   0,03    8,25   51,29   1,43   20,91
       2150     ‐1412.5   204.35    8   2,44   0,02    8,06   51,89   2,13   21,96
       2150     ‐1412.5   204.35    9   1,90   0,02    7,86   40,95   1,79   22,66
       2150     ‐1412.5   204.35   10   1,74   0,03    8,06   41,73   1,81   21,70
       2150     ‐1412.5   204.35   11   1,07   0,01    6,42   38,76   1,52   21,99
473E   2162.5   ‐1412.5   204.74    1   1,40   0,07   27,65   31,71   0,92    9,66   16   2,32
       2162.5   ‐1412.5   204.74    2   2,16   0,03   13,86   44,59   1,52   18,07
       2162.5   ‐1412.5   204.74    3   2,60   0,04   13,06   43,50   1,49   24,13
       2162.5   ‐1412.5   204.74    4   2,10   0,03   12,00   47,99   1,37   21,79
       2162.5   ‐1412.5   204.74    5   2,19   0,03   12,02   47,45   1,68    2,18
       2162.5   ‐1412.5   204.74    6   1,74   0,03   12,19   51,51   2,18   19,77
       2162.5   ‐1412.5   204.74    7   1,94   0,03   11,68   37,48   1,52   14,65
       2162.5   ‐1412.5   204.74    8   2,32   0,02    9,42   50,40   1,53   25,13
       2162.5   ‐1412.5   204.74    9   3,35   0,03   13,32   45,79   1,36   20,30
       2162.5   ‐1412.5   204.74   10   2,57   0,03   12,22   44,94   2,25   19,25
       2162.5   ‐1412.5   204.74   11   2,55   0,03   11,12   48,35   1,71   21,19
       2162.5   ‐1412.5   204.74   12   2,26   0,03   10,79   45,64   1,67   23,32
       2162.5   ‐1412.5   204.74   13   2,89   0,03   11,22   43,37   1,00   25,76
       2162.5   ‐1412.5   204.74   14   2,48   0,02    9,89   44,26   1,76   25,98
       2162.5   ‐1412.5   204.74   15   2,42   0,02    9,42   46,93   1,37   25,49
       2162.5   ‐1412.5   204.74   16   2,20   0,03   11,12   51,77   0,96   21,20
473A   2212.5   ‐1400     195.97    1   0,85   0,02    9,02   50,21   1,58   20,36   20   1,66
       2212.5   ‐1400     195.97    2   0,99   0,06   24,51   23,93   1,41   10,30
       2212.5   ‐1400     195.97    3   0,98   0,06   19,26   30,51   1,08    8,78
       2212.5   ‐1400     195.97    4   1,47   0,06 22,54     24,25   1,68   13,53
       2212.5   ‐1400     195.97    5   1,81   0,04 14,04     26,94   1,94   16,76
       2212.5   ‐1400     195.97    6   2,11   0,07 23,51     19,44   1,37   13,14
       2212.5   ‐1400     195.97    7   1,60   0,02 8,84      29,59   1,79   20,54
       2212.5   ‐1400     195.97    8   1,35   0,02 6,23      28,89   1,85   20,39
       2212.5   ‐1400   195.97    9   1,67   0,02    7,86   31,18   2,21   17,85
       2212.5   ‐1400   195.97   10   1,88   0,02    9,21   26,28   2,23   17,89
       2212.5   ‐1400   195.97   11   2,47   0,02    8,37   28,96   2,13   19,66
       2212.5   ‐1400   195.97   12   2,00   0,02    7,40   32,57   2,09   15,72
       2212.5   ‐1400   195.97   13   1,64   0,02    8,74   30,59   1,88   15,13
       2212.5   ‐1400   195.97   14   1,68   0,02    6,98   33,48   1,91   15,39
       2212.5   ‐1400   195.97   15   2,25   0,03    9,90   30,24   2,03   14,09
       2212.5   ‐1400   195.97   16   1,87   0,02    9,71   27,13   2,10   16,65
       2212.5   ‐1400   195.97   17   1,88   0,03   11,67   25,92   2,37   15,86
       2212.5   ‐1400   195.97   18   1,94   0,03   10,43   24,39   1,55   17,34
       2212.5   ‐1400   195.97   19   1,48   0,02    6,83   26,47   1,41   19,86
       2212.5   ‐1400   195.97   20   1,22   0,03   11,12   48,35   1,71   21,19
473B   2137.5   ‐1400   204.13    1   0,98   0,06   16,56   53,17   0,75    8,15   17   1,26
       2137.5   ‐1400   204.13    2   0,88   0,06   14,59   55,73   0,69    8,10
       2137.5   ‐1400   204.13    3   0,96   0,05   15,13   53,47   0,85    8,60
       2137.5   ‐1400   204.13    4   0,97   0,04   14,17   55,62   0,76    9,66
       2137.5   ‐1400   204.13    5   2,26   0,03   13,59   50,13   1,79   17,46
       2137.5   ‐1400   204.13    6   1,15   0,06   19,26   43,29   0,79    7,69
       2137.5   ‐1400   204.13    7   1,23   0,05   18,05   45,72   0,90    8,10
       2137.5   ‐1400   204.13    8   1,15   0,05   15,72   50,46   1,06    9,92
       2137.5   ‐1400   204.13    9   1,75   0,05   17,60   38,36   1,66   11,63
       2137.5   ‐1400   204.13   10   1,78   0,05   18,78   38,76   1,61   10,00
       2137.5   ‐1400   204.13   11   1,40   0,05   15,83   49,74   1,33    9,67
       2137.5   ‐1400   204.13   12   0,98   0,03   11,00   66,92   1,22    9,63
       2137.5   ‐1400   204.13   13   1,00   0,04   13,80   53,85   1,32    3,52
       2137.5   ‐1400     204.13   14   1,86   0,04   14,44   47,34   1,20   11,20
       2137.5   ‐1400     204.13   15   2,14   0,04   14,31   47,67   1,44   12,97
       2137.5   ‐1400     204.13   16   1,88   0,03   14,88   45,59   1,37   12,75
       2137.5   ‐1400     204.13   17   1,47   0,03   11,52   51,95   1,05   14,81
473D   2162.5   ‐1400     204.52    1   1,17   0,06   28,30   33,39   0,84    4,79   7    2,86
       2162.5   ‐1400     204.52    2   1,99   0,04   17,72   41,36   0,75   10,37
       2162.5   ‐1400     204.52    3   2,70   0,04   13,60   43,99   0,74   17,63
       2162.5   ‐1400     204.52    4   2,56   0,04   13,18   47,59   0,80   19,76
       2162.5   ‐1400     204.52    5   2,70   0,04   12,41   59,96   0,71    5,59
       2162.5   ‐1400     204.52    6   2,08   0,03    9,36   47,54   0,78   27,50
       2162.5   ‐1400     204.52    7   1,58   0,04   20,09   40,70   1,57    8,17
475A   2187.5   ‐1400     198.12    1   1,21   0,10   21,82   42,09   0,70    5,19   10   1,48
       2187.5   ‐1400     198.12    2   1,38   0,10   13,33   54,75   0,81   15,40
       2187.5   ‐1400     198.12    3   1,87   0,03   10,16   50,36   0,97   23,36
       2187.5   ‐1400     198.12    4   1,83   0,03   10,62   51,23   1,08   19,51
       2187.5   ‐1400     198.12    5   1,42   0,02    7,86   56,83   1,10   19,53
       2187.5   ‐1400     198.12    6   1,58   0,03   13,55   49,05   0,97   17,86
       2187.5   ‐1400     198.12    7   0,92   0,03    7,23   69,98   1,00   14,44
       2187.5   ‐1400     198.12    8   1,59   0,03   11,50   52,98   1,25   20,90
       2187.5   ‐1400     198.12    9   1,39   0,03    9,84   52,52   0,91   22,78
       2187.5   ‐1400     198.12   10   1,18   0,02    7,55   47,63   1,29   29,58
471F   2137.5   ‐1387.5   201.98    1   1,32   0,09   24,87   29,85   0,96    9,72   7    1,94
       2137.5   ‐1387.5   201.98    2   1,80   0,06   17,57   40,52   1,13   11,17
       2137.5   ‐1387.5   201.98    3   2,67   0,03   10,42   50,69   1,59   19,81
       2137.5   ‐1387.5   201.98    4   2,64   0,03   10,50   46,74   1,58   21,89
       2137.5   ‐1387.5   201.98    5   1,69   0,06   17,99   39,49   1,19   12,91
       2137.5   ‐1387.5   201.98    6   1,69   0,10   27,96   22,92   0,76    9,96
       2137.5   ‐1387.5   201.98    7   1,77   0,07   22,09   31,91   1,18   12,45
470D   2162.5   ‐1387.5   205.71    1   2,53   0,02   10,79   46,75   1,84   27,82   6    2,17
       2162.5   ‐1387.5   205.71    2   2,52   0,02   10,80   45,68   1,85   22,81
       2162.5   ‐1387.5   205.71    3   2,59   0,03   10,10   48,46   1,53   22,50
       2162.5   ‐1387.5   205.71    4   2,07   0,02   10,32   49,89   1,88   22,76
       2162.5   ‐1387.5   205.71    5   1,69   0,02    9,83   49,36   1,71   25,06
       2162.5   ‐1387.5   205.71    6   1,62   0,02    7,97   51,57   1,23   28,59
472B   2112.5   ‐1375     191.29    1   1,81   0,06   18,42   37,54   1,51   14,56   18   1,70
       2112.5   ‐1375     191.29    2   1,65   0,06   19,04   36,67   1,54   11,99
       2112.5   ‐1375     191.29    3   1,64   0,05   17,63   40,60   1,61   12,10
       2112.5   ‐1375     191.29    4   1,70   0,04   15,63   44,01   1,59   14,49
       2112.5   ‐1375     191.29    5   1,65   0,03   12,33   48,07   1,68   19,39
       2112.5   ‐1375     191.29    6   2,02   0,02    9,48   54,41   1,53   23,32
       2112.5   ‐1375     191.29    7   2,12   0,03   11,23   48,22   1,26   21,61
       2112.5   ‐1375     191.29    8   2,25   0,02   16,53   46,60   0,89   27,57
       2112.5   ‐1375     191.29    9   1,94   0,02    8,50   49,41   1,28   25,16
       2112.5   ‐1375     191.29   10   2,14   0,02   10,00   47,89   1,18   23,80
       2112.5   ‐1375     191.29   11   2,25   0,03   10,94   47,35   1,38   23,12
       2112.5   ‐1375     191.29   12   1,44   0,02   10,23   55,26   1,92   19,94
       2112.5   ‐1375     191.29   13   0,64   0,01    4,84   45,07   0,80   36,20
       2112.5   ‐1375     191.29   14   1,87   0,02   10,24   48,80   1,55   23,51
       2112.5   ‐1375     191.29   15   1,32   0,02    8,28   48,36   2,19   25,32
       2112.5   ‐1375     191.29   16   1,71   0,02    7,25   46,95   1,85   27,05
       2112.5   ‐1375   191.29   17   2,11   0,02    8,51   47,53   1,19   26,46
       2112.5   ‐1375   191.29   18   0,50   0,01    5,05   51,66   2,07   31,27
471A   2137.5   ‐1375   202.18    1   2,07   0,07   17,18   40,59   1,37   10,65   11   2,21
       2137.5   ‐1375   202.18    2   2,92   0,04   13,77   42,14   1,72   17,03
       2137.5   ‐1375   202.18    3   2,62   0,02   10,10   49,08   1,32   22,63
       2137.5   ‐1375   202.18    4   2,56   0,06   13,33   42,15   2,04   19,60
       2137.5   ‐1375   202.18    5   2,36   0,03   12,56   45,41   1,90   19,17
       2137.5   ‐1375   202.18    6   2,21   0,03   11,18   50,25   1,98   20,13
       2137.5   ‐1375   202.18    7   2,45   0,03   11,47   49,22   1,19   21,01
       2137.5   ‐1375   202.18    8   1,98   0,03   11,66   48,34   1,88   21,08
       2137.5   ‐1375   202.18    9   1,74   0,03   11,61   52,68   1,80   19,96
       2137.5   ‐1375   202.18   10   1,68   0,02    9,80   54,29   1,33   20,52
       2137.5   ‐1375   202.18   11   1,77   0,01    6,40   64,36   1,81   20,81
470A   2162.5   ‐1375   204.96    1   1,81   0,08   12,92   51,23   2,13   10,96   12   1,77
       2162.5   ‐1375   204.96    2   2,16   0,03   12,83   50,36   1,46   13,37
       2162.5   ‐1375   204.96    3   2,30   0,05   12,02   49,69   1,48   14,55
       2162.5   ‐1375   204.96    4   2,61   0,03   10,03   48,80   1,49   21,12
       2162.5   ‐1375   204.96    5   2,50   0,02    9,13   51,67   1,57   19,83
       2162.5   ‐1375   204.96    6   1,69   0,02    8,19   59,25   1,91   18,81
       2162.5   ‐1375   204.96    7   1,96   0,03    9,24   51,63   1,83   17,68
       2162.5   ‐1375   204.96    8   2,22   0,03    7,61   57,41   1,49   18,52
       2162.5   ‐1375   204.96    9   1,45   0,02    7,48   55,61   2,16   20,93
       2162.5   ‐1375   204.96   10   1,17   0,02    8,81   58,10   1,55   18,81
       2162.5   ‐1375   204.96   11   0,69   0,02    5,52   56,83   1,31   24,36
       2162.5   ‐1375   204.96   12   0,68   0,02    4,33   58,80   1,88   27,27
469A   2151.5   ‐1375   197.92   1   1,24   0,02    7,31   53,34   1,84   22,39   9   1,42
       2151.5   ‐1375   197.92   2   1,66   0,04    8,51   53,20   1,43   22,05
       2151.5   ‐1375   197.92   3   2,18   0,03   10,61   48,64   1,03   24,40
       2151.5   ‐1375   197.92   4   1,43   0,03   11,69   53,25   1,70   20,53
       2151.5   ‐1375   197.92   5   1,45   0,03   11,65   52,33   1,51   19,97
       2151.5   ‐1375   197.92   6   1,40   0,03   11,39   53,35   1,81   21,06
       2151.5   ‐1375   197.92   7   1,30   0,02    8,80   57,40   1,01   24,19
       2151.5   ‐1375   197.92   8   0,79   0,02    8,76   51,49   1,22   26,81
       2151.5   ‐1375   197.92   9   1,30   0,02    8,22   49,40   1,02   27,36
449    2100     ‐1350   184.58   1   1,57   0,04   17,61   41,98   1,53   17,29   7   1,36
       2100     ‐1350   184.58   2   1,78   0,03   11,02   44,04   2,04   20,59
       2100     ‐1350   184.58   3   1,70   0,03   10,99   47,00   1,71   19,42
       2100     ‐1350   184.58   4   1,35   0,02    7,78   47,02   1,41   26,61
       2100     ‐1350   184.58   5   1,37   0,02    9,73   48,59   6,28   25,57
       2100     ‐1350   184.58   6   0,91   0,02    8,36   49,72   1,41   25,13
       2100     ‐1350   184.58   7   0,81   0,01    7,50   49,81   1,54   27,86
450A   2137.5   ‐1350   195.49   1   1,45   0,03   10,58   65,95   1,35   15,61   8   1,79
       2137.5   ‐1350   195.49   2   2,18   0,02    9,79   55,24   1,41   21,01
       2137.5   ‐1350   195.49   3   2,39   0,02    7,28   51,64   2,44   26,58
       2137.5   ‐1350   195.49   4   1,99   0,02    8,89   53,00   2,50   22,93
       2137.5   ‐1350   195.49   5   2,47   0,04   15,35   34,09   1,07   16,46
       2137.5   ‐1350   195.49   6   0,81   0,02    8,65   58,14   1,87   24,59
       2137.5   ‐1350   195.49   7   1,42   0,02    7,98   53,36   1,83   26,65
       2137.5   ‐1350   195.49   8   1,61   0,02   11,27   53,02   1,85   18,95
                          LAMPIRAN C
  PERHITUNGAN LUAS SAYATAN METODE PENAMPANG TEGAK
Untuk perhitungan luasan metode penampang tegak digunakan rumus 1/3
simpson, dengan membagi segmen-segmen tiap luasan penampang, jumlah
segmen genap

1. Penampang A-A’




L = 0.67 x [1002]

L = 671.34




                                                                 79
   2. Penampang B-B’




L = 0.83 x [778]

L = 645.74




                       80
   3. Penampang C-C’




L = 1.167 x [818]

L = 954.606




                       81
   4. Penampang D-D’




L = 1.167 x [1282]

L = 1496.09




                       82
   5. Penampang E-E’




L = 0.83 x [1143]

L = 948.69




                       83
   6. Penampang F-F’




L = 0.5 x [822]

L = 411




                       84
   7. Penampang G-G’




L = 0.5 x [748]

L = 374




                       85
   8. Penampang H-H’




L = 0.5 x [754]

L = 377




                       86
   9. Penampang I-I’




L = 0.3 x [1098]

L = 329.4




                       87
   10. Penampang J-J’




L = 0.83 x [246]

L = 204.18




                        88
   11. Penampang K-K’




L = 0.5 x [1706]

L = 853




                        89
   12. Penampang L=L’




L = 0.83 x [332]

L = 275.56




                        90
   13. Penampang M-M’




L = 0.5 x [1496]

L = 748




                        91
   14. Penampang N-N’




L = 0.416 x [317]

L = 131.872




                        92
                                LAMPIRAN D

      PERHITUNGAN JUMLAH CADANGAN DENGAN METODE
                  PENAMPANG TEGAK (CROSS SECTION)




Perhitungan Volume dan Tonase

Pada peta cadangan nikel dibagi menjadi 13 blok, dan dihitung berdasarkan
sayatan. Untuk mendapatkan jumlah cadangan pada masing-masing blok
dilakukan dengan cara mengalikan jumlah volume dengan densitas material yakni
1,92 ton/m3.




Blok 1 : sayatan A-A’ dengan sayatan B-B’




V = 32958.34 m3

 T = V × BJ

  = 32958.34 m3 × 1,92 ton/m3

 T = 63280.0128 ton

Blok 2 : B-B’ dengan C-C’




V = 48376.04 m3

T = V × BJ

 = 48376.04 m3 × 1,92 ton/m3

T = 92881.9968 ton

                                                                          93
Blok 3 : C-C’ dengan D-D’




V = 75759.106 m3

T = V × BJ

 = 75759.106 m3 × 1,92 ton/m3

T = 145457.4835 ton

Blok 4 : D-D’ dengan E-E’




V = 48930.59 m3

T = V × BJ

 = 48930.59 m3 × 1,92 ton/m3

T = 93946.7328 ton

Blok 5 : E-E’ dengn F-F’




V = 21498.69 m3

T = V × BJ

 = 21498.69 m3 × 1,92 ton/m3

T = 41277.4848 ton

Blok 6 : F-F’ dengan G-G’




                                94
V = 19111 m3

T = V × BJ

 = 19111 m3 × 1,92 ton/m3

T = 36693.12 ton

Blok 7 : G-G’ dengan H-H’




V = 19224 m3

T = V × BJ

 = 19224 m3 × 1,92 ton/m3

T = 36910.08 ton

Blpk 8 : H-H’ dengan I-I’




V = 16847 m3

T = 16847 m3 × 1,92 ton/m3

T = 32346.24 ton

Blok 9 : I-I’ dengan J-J’




V = 5433.9 m3

T = V × BJ

 = 5433.9 m3 × 1,92 ton/m3

T = 10433.088 ton

                             95
Blok 10 : J-J’ dengan K-K’




V = 21529.18 m3

T = V × BJ

 = 21529.18 m3 × 1,92 ton/m3

T = 41336.0256 ton

Blok 11 : K-K’ dengan L-L’




V = 7742 m3

T = V × BJ

 = 7742 m3 × 1,92 ton/m3

T = 14864.64 ton

Blok 12 : L-L’ dengan M-M’




V = 18975.56 m3

T = V × BJ

 = 18975.56 m3 × 1,92 ton/m3

T = 36433.0752 ton

Blok 13 : M-M’ dengan N-N’




                               96
V = 7341.6 m3

T = V × BJ

 = 7341.6 m3 × 1,92 ton/m3

T = 14095.872 ton

Jumlah total Volume

= Blok (1 + 2 +3 + 4 + 5 + 6 + 7 + 8 + 9 + 10 + 11 + 12 + 13)

= 343.727m3

Jumlah total tonase

= 659.955,8515 ton

        Tabel D.1. Hasil Perhitungan Cadangan Nikel Menggunakan Metode

                     LUAS       JARAK ANTAR
                                                VOLUME     DENSITY      TONASE
 BLOK     SEKSI   PENAMPANG     PENAMPANG
                                                  (m3)     (ton/m3)     (WMT)
                     (m2)           (m)
          A‐A'    672,34
1                                    100        32958.34    1,92      63280.0128
          B‐B'    645,74
          B‐B'    645,74
2                                    100        48376.04    1,92      92881.9968
          C‐C'    954,606
          C‐C'    954,606
3                                    100        75759.11    1,92      145457.4835
          D‐D'    1.496,09
          D‐D'    1.496,09
4                                    100        48930.59    1,92      93946.7328
          E‐E'    948,69
          E‐E'    948,69
5                                    100        21498.69    1,92      41277.4848
          F‐F'    411
          F‐F'    411
6                                    100        19111       1,92      36693.12
          G‐G'    374
          G‐G'    374
7                                    100        19224       1,92      36910.08
          H‐H'    377
          H‐H'    377
8                                    100        16847       1,92      32346.24
          I‐I'    329,4
          I‐I'    329,4
9                                     50        5433.9      1,92      10433.088
          J‐J'    204,18
          J‐J'    204,18
10                                    50        21529.18    1,92      41336.0256
          K‐K'    853
          K‐K'    853
11                                    50        7742        1,92      14864.64
          L‐L'    275,56
                                                                                  97
        L‐L'   275,56
12                       50    18975.56   1,92   36433.0752
        M‐M'   748
        M‐M'   748
13                       100   7341.6     1,92   14095.872
        N‐N'   131,872
TOTAL                          343.727           659.955,8515




                                                             98
                            LAMPIRAN E

   PERHITUNGAN JUMLAH CADANGAN NIKEL MENGGUNAKAN
              METODE DAERAH PENGARUH




Perhitungan jumlah cadangan dengan metode daerah pengaruh dalah sebagai
berikut :



TB 651A

Luas daerah pengaruh     = 625 m2

Ketebalan                = 10 m

Volume                   = 625 m2 × 10

                         = 6250 m3

Tonase                   = 6250 m3 × 1,92 ton/m3

                         = 12000 ton

TB 650A

Luas daerah pengaruh     = 625 m2

Ketebalan                = 12 m

Volume                   = 625 m2 × 12

                         = 7500 m3

Tonase                   = 7500 m3 × 1,92 ton/m3

                         = 14400 ton

TB 649A

Luas daerah pengaruh     = 625 m2

Ketebalan                = 12 m

Volume                   = 625 m2 × 12
                                                                    99
                       = 7500 m3

Tonase                 = 14400 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 27648 ton

TB 648B

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              =5m

Volume                 = 625 m2 × 5

                       = 3125 m3

Tonase                 = 3125 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 6000 ton

TB 641A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              = 10 m

Volume                 = 625 m2 × 10

                       = 6250 m3

Tonase                 = 6250 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 12000 ton

TB 641B

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              = 15 m

Volume                 = 625 m2 × 15

                       = 9375 m3

Tonase                 = 9375 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 18000 ton


                                                  100
TB 642A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              =7m

Volume                 = 625 m2 × 7

                       = 4375 m3

Tonase                 = 4375 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 8400 ton

TB 643A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              =7m

Volume                 = 625 m2 × 7

                       = 4375 m3

Tonase                 = 4375 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 8400 ton

TB 645A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              = 10 m

Volume                 = 625 m2 × 10

                       = 6250 m3

Tonase                 = 6250 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 12000 ton

TB 645B

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              =7m

Volume                 = 625 m2 × 7
                                                 101
                       = 4375 m3

Tonase                 = 4375 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 8400 ton

TB 619A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              = 11 m

Volume                 = 625 m2 × 11m

                       = 6875 m3

Tonase                 = 6875 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 13200 ton

TB 617A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              =9m

Volume                 = 625 m2 × 9m

                       = 5625 m3

Tonase                 = 5625 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 10800 ton

TB 617B

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              =9m

Volume                 = 625 m2 × 9m

                       = 5625 m3

Tonase                 = 5625 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 10800 ton


                                                 102
TB 615A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              = 10 m

Volume                 = 625 m2 × 10m

                       = 6250 m3

Tonase                 = 6250 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 12000 ton

TB 612A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              =5m

Volume                 = 625 m2 × 5m

                       = 3125 m3

Tonase                 = 3125 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 6000 ton

TB 592A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              = 18 m

Volume                 = 625 m2 × 18m

                       = 11250 m3

Tonase                 = 11250 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 21600 ton

TB 592B

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              =9m

Volume                 = 625 m2 × 9m
                                                  103
                       = 5625 m3

Tonase                 = 5625 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 10800 ton

TB 593A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              =8m

Volume                 = 625 m2 × 8 m

                       = 5000 m3

Tonase                 = 5000 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 9600 ton

TB 594A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              = 14 m

Volume                 = 625 m2 × 14 m

                       = 8750 m3

Tonase                 = 8750 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 16800 ton

TB 596A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              = 18 m

Volume                 = 625 m2 × 18 m

                       = 11250 m3

Tonase                 = 11250 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 21600 ton


                                                  104
TB 596B

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              =7m

Volume                 = 625 m2 × 7m

                       = 4375 m3

Tonase                 = 4375 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 8400 ton

TB 598A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              =8m

Volume                 = 625 m2 × 8 m

                       = 5000 m3

Tonase                 = 5000 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 9600 ton

TB 598A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              =6m

Volume                 = 625 m2 × 6 m

                       = 3750 m3

Tonase                 = 3750 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 1.152 ton

TB 574A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              = 13 m

Volume                 = 625 m2 × 13 m
                                                 105
                       = 8125 m3

Tonase                 = 8125 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 15600 ton

TB 573A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              =9m

Volume                 = 625 m2 × 9 m

                       = 5625 m3

Tonase                 = 5625 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 10800 ton



TB 572A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              =9m

Volume                 = 625 m2 × 9 m

                       = 5625 m3

Tonase                 = 5625 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 10800 ton

TB 571A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              = 16 m

Volume                 = 625 m2 × 16 m

                       = 10000 m3

Tonase                 = 10000 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 19200 ton
                                                  106
TB 570A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              = 14 m

Volume                 = 625 m2 × 14 m

                       = 8750 m3

Tonase                 = 8750 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 16800 ton

TB 569A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              = 11 m

Volume                 = 625 m2 × 11 m

                       = 6875 m3

Tonase                 = 6875 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 13200 ton

TB 546B

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              = 10 m

Volume                 = 625 m2 × 10 m

                       = 6250 m3

Tonase                 = 6250 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 12000 ton

TB 547A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              = 14 m

Volume                 = 625 m2 × 14 m
                                                 107
                       = 8750 m3

Tonase                 = 8750 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 16800 ton

TB 548A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              =9m

Volume                 = 625 m2 × 9 m

                       = 5625 m3

Tonase                 = 5625m3 × 1,92 ton/m3

                       = 10800 ton

TB 549A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              =6m

Volume                 = 625 m2 × 6 m

                       = 3750 m3

Tonase                 = 3750 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 7200 ton

TB 529A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              =8m

Volume                 = 625 m2 × 8 m

                       = 5000 m3

Tonase                 = 5000 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 9600 ton


                                                 108
TB 528B

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              = 13 m

Volume                 = 625 m2 × 13 m

                       = 8125 m3

Tonase                 = 8125 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 15600 ton

TB 528A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              =9m

Volume                 = 625 m2 × 9 m

                       = 5625 m3

Tonase                 = 5625 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 10800 ton

TB 527A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              = 10 m

Volume                 = 625 m2 × 10 m

                       = 6250 m3

Tonase                 = 6250 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 12000 ton

TB 505A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              =6m

Volume                 = 625 m2 × 6 m
                                                 109
                       = 3750 m3

Tonase                 = 3750 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 7200 ton

TB 506A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              = 14 m

Volume                 = 625 m2 × 14 m

                       = 8750 m3

Tonase                 = 8750 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 16800 ton

TB 507A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              = 11 m

Volume                 = 625 m2 × 11 m

                       = 6875 m3

Tonase                 = 6875 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 13200 ton

TB 508A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              = 14 m

Volume                 = 625 m2 × 14 m

                       = 8750 m3

Tonase                 = 8750 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 16800 ton


                                                 110
TB 494C

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              = 12 m

Volume                 = 625 m2 × 12 m

                       = 7500 m3

Tonase                 = 7500 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 14400 ton

TB 493A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              = 16 m

Volume                 = 625 m2 × 16

                       = 10000 m3

Tonase                 = 10000 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 19200 ton

TB 492A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              = 10 m

Volume                 = 625 m2 × 10 m

                       = 6250 m3

Tonase                 = 6250 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 12000 ton

TB 473F

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              = 10 m

Volume                 = 625 m2 × 10 m
                                                  111
                       = 6250 m3

Tonase                 = 6250 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 12000 ton

TB 473E

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              = 16 m

Volume                 = 625 m2 × 16 m

                       = 10000 m3

Tonase                 = 10000 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 19200 ton

TB 473A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              = 20 m

Volume                 = 625 m2 × 20 m

                       = 12500 m3

Tonase                 = 12500 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 24000 ton

TB 473B

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              = 17 m

Volume                 = 625 m2 × 17 m

                       = 10625 m3

Tonase                 = 10625 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 20400 ton


                                                  112
TB 473D

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              =7m

Volume                 = 625 m2 × 7

                       = 4375 m3

Tonase                 = 4375 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 8400 ton

TB 475A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              = 10 m

Volume                 = 625 m2 × 10 m

                       = 6250 m3

Tonase                 = 6250 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 12000 ton

TB 471F

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              =7m

Volume                 = 625 m2 × 7 m

                       = 4375 m3

Tonase                 = 4375 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 8400 ton

TB 470D

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              =6m

Volume                 = 625 m2 × 6 m
                                                 113
                       = 3750 m3

Tonase                 = 3750 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 7200 ton

TB 472B

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              = 18 m

Volume                 = 625 m2 × 18 m

                       = 11250 m3

Tonase                 = 11250 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 21600 ton

TB 471A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              = 11 m

Volume                 = 625 m2 × 11 m

                       = 6875 m3

Tonase                 = 6875 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 13200 ton

TB 470A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              = 12 m

Volume                 = 625 m2 × 12

                       = 7500 m3

Tonase                 = 7500 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 14400 ton


                                                  114
TB 469A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              =9m

Volume                 = 625 m2 × 9 m

                       = 5625 m3

Tonase                 = 5625 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 10800 ton

TB 449

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              =7m

Volume                 = 625 m2 × 7 m

                       = 4375 m3

Tonase                 = 4375 m3 × 1,92 ton/m3

                       = 8400 ton

TB 450A

Luas daerah pengaruh   = 625 m2

Ketebalan              =8m

Volume                 = 625 m2 × 8 m

                       = 5000 m3

Tonase                 = 5000m3 × 1,92 ton/m3

                       = 9600 ton




                                                 115
Tabel E.1. Hasil Perhitungan Cadangan Menggunakan Daerah Pengaruh

             LUAS    KETEBALAN DENSITAS    VOLUME     TONASE
      TB      (m2)      (m)    (ton/m3)      (m3)     (WMT)
      651A    625        10      1.92          6250     12000
      650A    625        12      1.92          7500     14400
      649A    625        12      1.92          7500     14400
      648B    625        5       1.92          3125      6000
      641A    625        10      1.92          6250     12000
      641B    625        15      1.92          9375     18000
      642A    625        7       1.92          4375      8400
      643A    625        7       1.92          4375      8400
      645A    625        10      1.92          6250     12000
      645B    625        7       1.92          4375      8400
      619A    625        11      1.92          6875     13200
      617A    625        9       1.92          5625     10800
      617B    625        9       1.92          5625     10800
      615A    625        10      1.92          6250     12000
      612A    625        5       1.92          3125      6000
      592A    625        18      1.92         11250     21600
      592B    625        9       1.92          5625     10800
      593A    625        8       1.92          5000      9600
      594A    625        14      1.92          8750     16800
      596A    625        18      1.92         11250     21600
      596B    625        7       1.92          4375      8400
      597A    625        8       1.92          5000      9600
      598B    625        6       1.92          3750      7200
      574A    625        13      1.92          8125     15600
      573A    625        9       1.92          5625     10800
      572A    625        9       1.92          5625     10800
      571A    625        16      1.92         10000     19200
      570A    625        14      1.92          8750     16800
      569A    625        11      1.92          6875     13200
      546B    625        10      1.92          6250     12000
      547A    625        14      1.92          8750     16800
      548A    625        9       1.92          5625     10800
      549A    625        6       1.92          3750      7200
      529A    625        8       1.92          5000      9600
      528B    625        13      1.92          8125     15600
      528A    625        9       1.92          5625     10800
      527A    625        10      1.92          6250     12000

                                                                    116
505A    625   6    1.92      3750     7200
506A    625   14   1.92      8750    16800
507A    625   11   1.92      6875    13200
508A    625   14   1.92      8750    16800
494C    625   12   1.92      7500    14400
493A    625   16   1.92    10000     19200
492A    625   10   1.92      6250    12000
473F    625   10   1.92      6250    12000
473E    625   16   1.92    10000     19200
473A    625   20   1.92    12500     24000
473B    625   17   1.92    10625     20400
473D    625   7    1.92      4375     8400
475A    625   10   1.92      6250    12000
471F    625   7    1.92      4375     8400
470D    625   6    1.92      3750     7200
472B    625   18   1.92    11250     21600
471A    625   11   1.92      6875    13200
470A    625   12   1.92      7500    14400
469A    625   9    1.92      5625    10800
449     625   7    1.92      4375     8400
450A    625   8    1.92      5000     9600
TOTAL                     386.875   742.800




                                              117
                                                    LAMPIRAN F
                                          PETA LUBANG BOR DAN SAYATAN

                                                                                 PETA
-1300                                                                     LUBANG BOR & SAYATAN


-1350

            N                                                                                   Skala 1 : 500

                M                                                              0          100        200        300         400
-1400               L
                    K                                                    LEGENDA
                        J
                    I

-1450           H
                                                                                       Garis Kontur (Interval Kontur 3 m)


                G                                                                       Lubang Bor

                F
-1500
                                                                                        Sayatan
        E


        D
-1550                                                                   Lokasi : Areal penambangan nikel tambang tengah bukit TLC-3
        C
                                                                        PT. Antam Tbk UBPN Pomalaa,Kab Kolaka, Sulawesi Tenggara
        B                                                                                       Oleh
                                                                                   Nama     : Zaenal Abbidin Kamarullah
-1600   A                                                                           No. Mhs : 71106072
                                                                                   Jurusan : Teknik Pertambangan


                                                                                      SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL
                                                                                              YOGYAKARTA
-1650
        2100        2150    2200   2250      2300     2350   2400
                                                                                     LAMPIRAN G
                                                               PETA LUBANG BOR DAN DAERAH PENGARUH

                                                                                                               PETA
-1300                                                                                                LUBANG BOR & DAERAH PENGARUH


-1350          449          450A




                     472B   471A          470A   469A
                                                                                                                             Skala 1 : 500
                            471F          470D

                                                                                                            0          100        200        300         400
-1400                       473B          473D   475A   473A



                                   473F   473E
                                                                                                      LEGENDA
                            494C          493A   492A




-1450                505A   506A          507A   508A
                                                                                                                    Garis Kontur (Interval Kontur 3 m)


                     529A   528B          528A   527A
                                                                                                                    Lubang Bor


-1500                546B   547A          548A   549A

                                                                                                                    Daerah Pengaruh

        574A         573A   572A          571A   570A   569A




-1550   592A         592B   593A          594A   596A   596B    597A   598B
                                                                                                     Lokasi : Areal penambangan nikel tambang tengah bukit TLC-3
                                                                                                     PT. Antam Tbk UBPN Pomalaa,Kab Kolaka, Sulawesi Tenggara
        619A                617A          617B   615A                  612A

                                                                                                                             Oleh
                                                                                                                Nama     : Zaenal Abbidin Kamarullah
-1600   641A         641B   642A          643A   645A   645B
                                                                                                                 No. Mhs : 71106072
                                                                                                                Jurusan : Teknik Pertambangan
        651A         650A   649A                 648B




                                                                                                                   SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL
                                                                                                                           YOGYAKARTA
-1650
           2100                2150                 2200           2250       2300     2350   2400

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:17805
posted:1/23/2011
language:Indonesian
pages:131