Aspergillus - DOC by hilalul

VIEWS: 7,085 PAGES: 6

Penyakit yang di sebabkan oleh Jamur

More Info
									                              KATA PENGANTAR



Bismillahirrohmanirrohim

       Puji syukur kehadirat Allah Subhanahuwata’ala, yang atas rahmat-NYA kami

telah dapat menyelesaikan laporan Ko-asistensi Mikrobiologi. Laporan ini dibuat

berdasarkan hasil-hasil dari pengamatan yang telah kami lakukan selama di

Laboratorium Mikrobiologi.

       Diharapkan laporan ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa ataupun kandidat

Dokter Hewan. Kami menyadari laporan ini jauh dari kesempurnaan. Untuk itu saran

yang bersifat membangun selalu kami harapkan.
PEMBAHASAN KASUS

Penyebab

         Berdasarkan ciri dan cara reproduksinya terdapat empat kelas jamur, yaitu :

Phycomycetes, Ascomycetes, Basidiomycetes, dan Deuteromycetes. Jamur atau

cendawan merupakan organisme heterotrofik (memerlukan senyawa organik untuk

nutrisinya), mempunyai inti sel dengan membran inti yang sempurna, tidak

berklorofil, uniseluler atau multiseluler, serta berkembangbiak dengan menggunakan

spora.

         Aspergillus sp memiliki ciri umum antara lain; konidiospora tidak bercabang

muncul dari sel kaki dan berakhir sebagai fesikel yang menyebabkan munculnya

sterigmata berbentuk botol. Rantai-rantai konidia terbentuk pada sterigmata sekunder

(cabang-cabang sterigmata primer). Pada beberapa spesies kepalanya berbentuk bola,

pada spesies lain penataan sterigmatanya memberikan penampilan seperti kipas atau

silinder. Beberapa spesies menghasilkan askospora, bila dibentuk ada 8 askospora

berbentuk bundar sampai lonjong di dalam askus. Askus-askus tersebut tertata secara

tidak beraturan diseluruh peritesium, sporanya berwarna-warni dan karena itulah

kapang mempunyai warna khas masing-masing. Identifikasi spesies Aspergillus dapat

dilakukan berdasarkan warna koloni jamur yang tumbuh pada agar SDA.

         Jamur Aspergillus sp ini mempunyai kepala konidium yang khas, yaitu

memperlihatkan struktur yang halus. Jamur ini tumbuh pada suhu kamar, mempunyai

masa inkubasi 2-5 hari dan pertama yang terbentuk adalah filamen-filamen putih,

kemudian berubah menjadi biru kehijauan serta menghasilkan spora. Aspergillus
menghasilkan beberapa jenis toksin misalnya sitotoksin dan karsinogenik (penyebab

kanker). Jenis aspergillus ini dikenal sebagai aflatoksin yang lebih beracun daripada

subtansi penyebab kanker lainnya, bersifat toksik akut terhadap hati, otak, ginjal,

jantung, dan menyebabkan infeksi kronis karsinogen pada hati. Pada manusia

Aspergillus sp dapat menyebabkan penyakit pada saluran pernafasan seperti broncho

pulmonary termasuk alergi aspergillosis (ABPA), nekrotizing kronis aspergillus,

radang    paru-paru,   aspergilloma,   juga   dapat   menyebabkan     endophalmitis,

endokarditis, bisul dimiokardium, hati dan limpa. Pada sapi dapat terserang melalui

ransum jerami atau rumput kering.

         Aspergillus menyebabkan aspergillosis yaitu penyakit yang menyerang alat-

alat pencernaan dan pernapasan pada ayam. Penyakit ini dapat menyerang ayam pada

semua umur. Pada ayam yang terserang aspergillosis ditandai dengan dipsnea, nervus,

anorexia dan warna kehitaman pada jengger, jamur juga dapat menyerang otak dan

selaputnya. Pada sapi ditandai dengan keadaan lesuh, nafsu makan turun dan

pernafasan terganggu. Umumnya penyakit ini datang akibat pemberian pakan yang

telah terlalu lama disimpan atau pakan yang telah berjamur, melalui hirupan spora

dari alat penetas, rumah pengeraman, dan kotoran kandang.



Kerugian dan keuntungan Aspergillus

         Penurunan tingkat produktivitas yang dapat diikuti dengan kematian pada

hewan ternak merupakan bentuk umum kerugian yang diakibatkan oleh jamur
Aspergillus dan juga dapat menyebabkan kerusakan pada makanan dan menghasilkan

alfatoksin yang sangat beracun bagi unggas.

       Jamur Aspergillus fumigatus Fres mempunyai aktivitas selulose yang tinggi

pada lingkungan suhu tinggi dan sangat bermanfaat dalam proses pengomposan

tandan kosong kelapa sawit dan limbah lignuselulose lainnya. Keuntungan Dari

Aspergillus dalam bidang kesehatan adalah sebagai penghasil antibiotic yang disebut

Aspergilin.



Pengobatan dan pencegahan

       Untuk melakukan pengobatan pada jamur Aspergillus sulit untuk dilakukan

sampai sembuh, namun pada ayam dapat diberikan terapi dengan 0,5 gram sodium

atau Calcium Propionate pada tiap 50 galon air minum. Usaha pencegahan dengan

mengendalikan penyebaran penyakit dalam kandang dengan mengeliminasi sumber

infeksi dan pengobatan dengan fungistat (mikostatin, garam, gentian violet) dalam

makanan. Kotoran yang terdapat dalam kandang dapat disemprot dengan germisida

untuk mengendalikan tebaran debu dan udara yang mengandung spora jamur. Hanya

pencegahan yang dapat dilakukan dalam pengobatan Aspergillosis pada sapi,

pencegahan hanya berupa menghindari ternak merumput pada padang gembalaan

yang terlalu sempit.
                          DAFTAR KEPUSTAKAAN



Akoso, B.T, (1998). Kesehatan Sapi, Gramedia Jakarta.

Anonymous, (2005). Bacillus Subtilis. http:// www. Biome.ac.uk.

Anonimus, (2005). Cara Anthrak Menular ke Manusia. http://www. Suara
      Merdeka.com.

Anonimus,(2006). Baik buruknya Jamur disekitar kita. http://www. Suara Pembaruan
      Daily.com

Bibiana, W.L, (1994). Analisis Mikroba Dilaboratorium. Penerbit Raja Grafindo
       Persada, Jakarta.

Carter, G.R, (1975). Diagnostis Procedures in Veterinary Microbiology. Springfield,
        Illionis – USA.

Markey, B.K, (2002). Veterinery Microbiology and Microbial Disease. Blackwell
      Publishing.

Staff Pengajar Fak. Kedokteran UI, (1994). Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran,
       edisi revisi. Binarupa Aksara.

Subrono, (1985). Ilmu Penyakit Ternak. Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Gajah
      Mada University Press, Yogyakarta.

								
To top