Biography of Prof. Yohanes Surya by MahomethAl-Ghodob

VIEWS: 1,335 PAGES: 31

The biography of Professor Yohanes Surya the Indonesian theoretical physics.

More Info
									Biography Yohanes Surya. Lahir di Jakarta pada tanggal 6 November 1963. Ia mulai
memperdalam fisika pada jurusan Fisika MIPA Universitas Indonesia hingga tahun 1986,
mengajar di SMAK I Penabur Jakarta hingga tahun 1988 dan selanjutnya menempuh
program master dan doktornya di College of William and Mary, Virginia, Amerika
Serikat. Program masternya diselesaikan pada tahun 1990 dan program doktornya di
tahun 1994 dengan predikat cum laude. Setelah mendapatkan gelar Ph.D., Yohanes Surya
menjadi Consultant of Theoretical Physics di TJNAF/CEBAF (Continous Electron Beam
Accelerator Facility) Virginia – Amerika Serikat (1994). Walaupun sudah punya
Greencard(ijin tinggal dan bekerja di Amerika Serikat), Yohanes Surya pulang ke
Indonesia dengan tujuan ingin mengharumkan nama Indonesia melalui olimpiade fisika
(semboyannya waktu itu adalah “Go Get Gold”) serta mengembangkan fisika di
Indonesia.

Pulang dari Amerika, disamping melatih dan memimpin Tim Olimpiade Fisika Indonesia
(TOFI), Yohanes Surya menjadi pengajar dan peneliti pada program pasca sarjana UI
untuk bidang fisika nuklir (tahun 1995 –1998). Dari tahun 1993 hingga 2007 siswa-siswa
binaannya berhasil mengharumkan nama bangsa dengan menyabet 54 medali emas, 33
medali perak dan 42 medali perunggu dalam berbagai kompetisi Sains/Fisika
Internasional. Pada tahun 2006, seorang siswa binaannya meraih predikat Absolute
Winner (Juara Dunia) dalam International Physics Olympiad (IphO) XXXVII di
Singapura.

Sejak 2000, Yohanes Surya banyak mengadakan pelatihan untuk guru-guru Fisika dan
Matematika di hampir semua kota besar di Indonesia, di ibukota kabupaten/kotamadya,
sampai ke desa-desa di seluruh pelosok Nusantara dari Sabang hingga Merauke, termasuk
pesantren-pesantren. Untuk mewadahi pelatihan-pelatihan ini Yohanes Surya mendirikan
Surya Institute. Surya Institute kini sedang membangun gedung TOFI center yang akan
menjadi pusat pelatihan guru maupun siswa yang akan bertanding di berbagai kejuaraan
sains/fisika.

Yohanes Surya merupakan penulis produktif untuk bidang Fisika/Matematika. Ada 68
buku sudah ditulis untuk siswa SD sampai SMA. Selain menulis buku, ia juga menulis
ratusan artikel Fisika di jurnal ilmiah baik nasional maupun internasional, harian
KOMPAS, TEMPO, Media Indonesia dan lain-lain. Ia juga pencetus istilah
MESTAKUNG dan tiga hukum Mestakung, serta pencetus pembelajaran Gasing
(Gampang,                           Asyik,                        Menyenangkan).

Selain sebagai penulis, Yohanes Surya juga sebagai narasumber berbagai program
pengajaran Fisika melalui CD ROM untuk SD, SMP dan SMA. Ia juga ikut memproduksi
berbagai program TV pendidikan diantaranya “Petualangan di Dunia Fantasi”, dan
“Tralala-trilili”                           di                            RCTI.

Di luar aktifitasnya di atas, Yohanes Surya berkiprah dalam berbagai organisasi
internasional sebagai Board member of the International Physics Olympiad, Vice
President of The First step to Nobel Prize (1997-sekarang); Penggagas dan President
Asian Physics Olympiad (2000-sekarang); Chairman of The first Asian Physics



                                          1
Olympiad, di Karawaci, Tangerang (2000); Executive member of the World Physics
Federation Competition; Chairman of The International Econophysics Conference 2002;
Chairman the World Conggress Physics Federation 2002; Board of Experts di majalah
National Geographic Indonesia serta menjadi Chairman of Asian Science Camp 2008 di
Denpasar, Bali. Selama berkarir di bidang pengembangan fisika, Yohanes Surya pernah
mendapatkan berbagai award/fellowship antara lain CEBAF/SURA award AS ’92-93
(salah satu mahasiswa terbaik dalam bidang fisika nuklir pada wilayah tenggara
Amerika), penghargaan kreativitas 2005 dari Yayasan Pengembangan Kreativitas,
anugerah Lencana Satya Wira Karya (2006) dari Presiden RI Susilo Bambang
Yudhoyono. Pada tahun yang sama, ia terpilih sebagai wakil Indonesia dalam bidang
pendidikan untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, George W. Bush. Pada
tahun 2007, beliau menulis buku "Mestakung: Rahasia Sukses Juara Dunia" yang
mendapatkan penghargaan sebagai penulis Best Seller tercepat di Indonesia. Dan tahun
2008 mendapat award sebagai Pahlawan Masa Kini pilihan Modernisator dan majalah
TEMPO

Yohanes Surya adalah guru besar fisika dari Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga.
Ia pernah menjadi Dekan Fakultas Sains dan Matematika Universitas Pelita Harapan;
Kepala Promosi dan Kerjasama Himpunan Fisika Indonesia (2001-2004), juri berbagai
lomba sains/matematika (XL-com, L’oreal, UKI dsb), anggota Dewan Kurator Museum
Iptek Taman Mini Indonesia Indah, salah satu founder The Mochtar Riady Institute,
anggota Dewan Wali Amanah Sekolah Tinggi Islam Assalamiyah Banten dan kini Prof.
Yohanes Surya menjabat sebagai Rektor Universitas Multimedia Nusantara (Kompas
Gramedia Group) serta aktif mengkampanyekan Cinta Fisika (Bali Cinta Fisika, Kalbar
Cinta Fisika dsb) diseluruh Indonesia.(***)

Sumber: http://www.yohanessurya.com/profile.php

Curriculum Vitae Prof. Yohanes Surya Ph.D.

Nama : Prof. Yohanes Surya Ph.D.
Tempat/tanggal lahir : Jakarta/ 6 November 1963
Status : Menikah dengan Christina
Anak : Chrisanthy Rebecca Surya
Marie Felicia Surya
Marcia Ann Surya

Pendidikan:

1968 – 1974 : SD Pulogadung Petang II Jakarta Timur
1974 – 1977 : SMPN 90 Jakarta
1977 – 1981 : SMAN 12 Jakarta
1981 – 1986 : Jurusan Fisika FMIPA UI dengan gelar Drs.
1988 – 1990 : Physics Dept. College of William and Mary, USA dengan gelar M.Sc.
1990 – 1994 : Physics Dept. College of William and Mary, USA dengan gelar Ph.D GPA
4.0



                                            2
Award/Penghargaan:

1. SUPERSEMAR Fellowship 1982/1983.
2. Summer School Fellowship HUGS at CEBAF, AS pada tahun 1989,1990,1991.
3. Summer School Fellowship Dronten, Netherland 1992.
4. Summer School Felloship di TRIUMF Canada 1993.
5. CEBAF/SURA award AS 1992 1993 (one of the best students in nuclear physics at
the south east area of the
USA).
6. Zable Fellowship USA 1993 – 1994.
7. Yayasan Pengembangan Kreativitas, Penghargaan Kreativitas 2005 Atas Karya
karya Kreatifnya di Bidang
Pendidikan, 01 Mei 2005.
8. Satyalancana Wira Karya, berhasil membina Tim Olimpade Fisika Indonesia dalam
memperoleh 4 medali emas,
1 medali perak dan penghargaan Absolute Winner pada Olimpade Fisika Internasional
ke 37 di Singapura serta
1 penghargaan The First Step to Nobel Prize, Juli 2006.
9. Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia, Partisipasi dan
Sumbangsihnya untuk Kemajuan
Bidang Kepemudaan dan Olah Raga Nasional, 18 April 2007.
10. Metro TV Award.
11. Penghargaan dari Harian Merdeka.
12. Penghargaan sebagai penulis buku tercepat dari Penerbit Mizan (Buku Mestakung).
13. November 2008: penghargaan Pahlawan Masa Kini pilihan Modernisator dan majalah
TEMPO

Achievements dan Experiences:

1. Pionir yang membawa Indonesia berpartisipasi dalam Olimpiade Fisika Internasional
1993, suatu kompetisi
fisika yang sangat bergengsi di tingkat dunia.
2. Founder Asian Physics Olympiad 2000, suatu lembaga yang bertanggung jawab atas
terselenggaranya
Olimpiade Fisika pada tingkat Asia.
3. Pionir dan pengembang Ekonofisika (econophysics) suatu cabang fisika baru yang
mengaplikasikan fisika
dalam bidang ekonomi di Indonesia
Prof. Yohanes Surya, Ph.D
4. Salah satu founder The Mochtar Riady Institute, suatu center yang akan melakukan
riset di bidang
nanoteknologi untuk pengobatan kanker 2004.
5. Salah satu founder The World Federation of Physics Competition Bali (WFPhC)
2003, suatu lembaga yang
menggabungkan kompetisi fisika di seluruh dunia.




                                         3
6. Pencetus dan penggagas ide Olimpiade Sains tingkat SMP (International Junior
Science Olympiad), suatu
pertandingan sains untuk tingkat SMP/M.Ts sedunia.
7. Mempersiapkan Tim Olimpiade Fisika Indonesia sehingga menjadi juara Asia dalam
Olimpiade Fisika Asia
2003 di Thailand.
8. Memimpin dan ikut melatih pelajar Indonesia meraih 13 medali emas, 12 perak, 22
perunggu dalam
International Physics Olympiad 1993 2007.
9. Memimpin dan ikut melatih pelajar Indonesia meraih 16 emas, 8 perak, 16 perunggu,
dan berbagai hadiah
khusus seperti the most creative solution in Theory, the most creative solution in
Experimental dalam Asian
Physics Olympiad 2000 2007.
10. Melatih pelajar Indonesia dalam meneliti ilmiah sehingga meraih 4 medali emas
dalam kompetisi riset dunia,
The First Step to Nobel Prize in Physics, suatu kompetisi riset fisika untuk anak SMA se
dunia 1999, 2004 dan
2005.
11. Penyelenggara dan Chairman Asian Physics Olympiad 1, Karawaci 2000, suatu
perlombaan fisika yang sangat
bergengsi di level Asia.
12. Penyelenggara dan Chairman International Econophysics Conference, Bali 2002,
suatu konperensi yang
pertama dalam bidang ekonofisika yang dihadiri oleh 79 ekonom dan fisikawan seluruh
dunia.
13. Penyelenggara International Seminar of The Year Jakarta 2002, suatu seminar
tentang aplikasi ekonofisika.
14. Penyelenggara dan Chairman The First Conggress The World Federation of Physics
Competition Bali (WFPhC)
2002, konperensi pertama WFPhC suatu lembaga yang menggabungkan kompetisi fisika
di seluruh dunia.
15. Pengembang cara belajar fisika gasing (gampang, asyik dan menyenangkan) melalui
sistem multimedia untuk
SD, SMP, SMA.
16. Penulis buku IPA dan Matematika SD, suatu buku yang berisi cara belajar IPA dan
Matematika secara gasing
(gampang, asyik, menyenangkan).
17. Penulis buku Fisika (best seller book) untuk pelajar SMA 1989 1994
18. President Asian Physics Olympiad 2000 – sekarang (President Pertama dan kedua)
19. Vice President The First Step to Nobel Prize in Physics, suatu kompetisi riset tingkat
dunia di Polandia.
20. Executive Board The World Federation of Physics Competitions
21. Ketua Tim Olimpiade Fisika Indonesia 1993 – sekarang
22. Penyelenggara International Junior Science Olympiad 1, Jakarta tanggal 5 – 14
December 2004 dimana



                                            4
Indonesia menjadi juara umum IJSO dengan merebut 8 medali emas.
23. Penyelenggara International Junior Science Olympiad 2, Jogyakarta tanggal 5 12
Desember 2005 dengan
meraih 6 medali emas, dan Indonesia kembali berhasil menjadi juara umum.
24. Founder Surya Institute 2005, suatu lembaga yang mengembangkan pendidikan sains
yang asyik, mudah dan
menyenangkan.
25. Salah satu Founder Kelas SUPER dan BRILIAN CLASS, suatu kelas ditujukan
untuk anak berbakat dengan IQ >
145
Prof. Yohanes Surya, Ph.D
26. Melatih dan memimpin pelajar Indonesia meraih peringkat 1 dari 85 negara dan
menjadi Absolute Winner
dari 85 negara peserta International Physics Olympiad 37 di Singapore tanggal 8 – 17 Juli
2006.
27. Pencetus ide Mestakung dan tiga hukum Mestakung sebagai kunci rahasia sukses dan
buku yang ditulis
mendapatkan penghargaan penulis buku tercepat dari penerbit Mizan, tahun 2006.
28. Salah satu tokoh dari 9 tokoh Indonesia yang mewakili bidang pendidikan dalam
pertemuan dengan President
USA George W. Bush di Bogor, 16 Desember 2006.
29. Board Asian Science Camp, Bali 2008 suatu camp untuk 500 pelajar dari Asia yang
akan dihadiri oleh sekitar 12
peraih nobel dan tokoh tokoh sains dunia.
30. Salah satu founder Universitas Multimedia Nusantara (Kompas Gramedia Group).

Member/Keanggotaan:

- Asian Physics Olympiad (President)
- International Physics Olympiad (Board Member)
- The World Physics Competition Federation (executive member)
- The First Step to Nobel Prize in Physics (Vice President)
- National Science Teacher Association (NSTA) USA
- IEEE (the Institute of Electrical and Electronics Engineers)
- Bandung Fe Institute (Board Member)
- Himpunan Fisika Indonesia anggota

Pengalaman Kerja:

1986 1988 Guru fisika SMAK 1 Pintu Air
1988 1989 Teaching Assistant Physics Dept. College of William and Mary
1989 1993 Research Assistant Physics Dept. College of William and Mary
1994 Researcher/Postdoc Continous Electron Beam Accelerator Facilities.
1995 1997 Peneliti Jurusan Fisika Universitas Indonesia
1998 2003 International Center for Physics and Mathematics Univ. Pelita Harapan
2003 2004 Dekan Fakultas Sains dan Matematika Univ. Pelita Harapan



                                           5
2004 2005 CEO The Mochtar Riady Center for Nanotechnology and Bioengineering
(The Mochtar Riady
Institute)
2005 Dewan penyantun (majelis wali amanah) Sekolah Tinggi Assalamiyah Banten.
2005 Professor Fisika Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.
2007 Rektor Universitas Multimedia Nusantara

Pengalaman lain:

1986 – 1987 Menulis buku best seller “Fisika” untuk SMA 4 volume
1994 – 1996 Menulis buku Olimpiade Fisika
1996 – 2003 Menyusun 16 modul untuk persiapan Olimpiade Fisika
2002 – 2003 Mengembangkan fisika di Dunia Fantasi Ancol.
2002 Visiting Professor di Tokyo Denki University
1992 Melatih dan menyiapkan Tim Olimpiade Fisika Indonesia
2000 Dewan Kurator Pusat Peragaan Ilmu dan Teknologi TMII
Prof. Yohanes Surya, Ph.D
1995 Juri berbagai lomba diberbagai tempat di Indonesia
1995 Menjadi dosen pengajar, dosen penguji, dosen pembimbing mahasiswa fisika di
UI, USU, UPH
1995     Memberikan training pada guru guru diberbagai propinsi tentang bagaimana
mengajar fisika
dengan gampang, asyik dan menyenangkan.
1995       Mengembangkan cara pembelajaran fisika Gasing (gampang, asyik,
menyenangkan) dimana
semua orang yang tahu matematika sederhana (kali, bagi tambah kurang) dapat belajar
fisika
secara mudah.
2000 Menyelenggarakan Olimpiade Fisika Asia I di Karawaci (Chairman)
2000     2002 Menulis ratusan kolom komik Asyiknya Fisika di harian Kompas dan
Tempo.
2000     Menulis banyak artikel di harian Media Indonesia, Tempo, Kompas, Bisnis
Indonesia, Majalah
Gatra, Majalah Swa dan Majalah Intisari.
2002 Menulis komik komik fisika (Archie Meidy, Petualangan TOFI).
2002 Mengembangkan CD pengajaran fisika untuk SD, SLTP/SMU
2002     Mempopulerkan fisika melalui acara TV seperti Tralala trilili, Fisika Dunia
Fantasi dan Pesona
Fisika TVRI.
2002 Menyelenggarakan The World Physics Competition Federation di Bali (Chairman)
2002 Menyelenggarakan International Econophysics Conference di Bali (Chairman)
2002     Menulis dan mengembangkan cara pengajaran IPA dan Matematika untuk SD
melalui buku dan
multimedia (alat peraga dsb).
2004 Mengasuh kolom FENOMENA di majalah Intisari bulanan.
2004 Nara sumber Majalah Kuark



                                         6
2004 Mengembangkan pendidikan di Papua
2005      2006 Mengisi kolom mingguan prediksi saham dengan ekonofisika koran
INVESTOR
2005 Mengembangkan berbagai program ekonofisika di Bursa Efek Jakarta.
2005         Menyelenggarakan seminar dan training untuk para guru dari
Madrasah/Pesantren di Provinsi
Banten melalui Madrasah Development Center dan program LAPIS
2005       Ikut mengembangkan program pendidikan IPA dan Matematika untuk
Madrasah/Pesantren di
Indonesia.
2005 Melatih 2000 guru sekolah dasar di Provinsi DKI
2005      Memberikan seminar pendidikan di Provinsi Jambi, Riau, Maluku, Papua,
Banten, DKI Jakarta,
Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan.
2006 – 2008 Workshop di 56 kabupaten/kota tentang mempersiapkan kabupaten/kota
dalam menghadapi
olimpiade sains (WOMS = workshop olimpiade matematika dan sains)
2006     Melatih ribuan guru guru tentang pembelajaran fisika gasing (gampang asyik
dan
menyenangkan).
2007 Mengembangkan pendidikan di Kota Pekalongan, Kota Bontang dan Kabupaten
Yapen.
2007 – 2008 Konsultan dalam mengembangkan pendidikan di kota Pekalongan, Bontang
dan Kabupaten
Yapen Waropen.
2008 Kampanye Cinta Fisika (bali Cinta Fisika, Kalbar Cinta Fisika dan diprovinsi lain)
dengan target
siswa cinta fisika.

Daftar Publikasi Ilmiah:

1. Ji, C.R. and Yohanes Surya. Calculation of scattering with the light cone two body
equation in f3 theories.
Physical Review D, Volume 46, Number 8, 15 Oktober 1992.
2. Gross, Franz and Yohanes Surya. Unitary, relativistic resonance model for pi N
scattering. Physical Review D,
Volume 47, Number 2, Februari 1993.
3. Surya, Yohanes. The E2/M1 Ratio And The Relativistic Resonance Model Of Pion
Photoproduction. Aip
Conference Proceedings 334 FEW BODY PROBLEMS IN PHYSICS, 1994.
Prof. Yohanes Surya, Ph.D
4. T. Pena, Franz Gross and Yohanes Surya. Two Pion exchange Potential and the
pi N amplitude. Physical
Review C, Volume 54 Number 5, November 1996.
5. Surya, Yohanes and Franz Gross. Unitary, Gauge invariant, relativistic resonance
model for pion photo



                                          7
production. Physical Review C, Volume 53, Number 5, May 1996.
6. Surya, Yohanes. The Indonesian Physics Team. Physics Vol 1 no.1 tahun 1999,
Journal of the World
Federation of Physics Competitions ISSN 1389 6458.
7. Surya, Yohanes. The Asian Physics Olympiad (Apho), Physics Vol. 2 no.1 tahun 2000,
Journal of the World
Federation of Physics Competitions ISSN 1389 6458.
8. Surya, Yohanes Surya. A Study On Off Shell Pion Effect In Gross Surya Model Of
Pion Nucleon Scattering
Jurnal Ilmiah Universitas Pelita Harapan Volume 3 No.5 Agustus 2000 ISSN
1410 3400.
9. Anto Sulaksono, Darmadi Kusno dan Yohanes Surya. Formalisme Elektroproduksi
Pion Yang Kovarian, Uniter
Dan Invarian Tera dengan Energi Lab Foton Sampai 770 Mev. Kontribusi Fisika
Indonesia, Vol 9, No. 1 Januari
1998, ITB Bandung ISSN 0855 6878.
10. Eddy Yusuf, Darmadi Kusno dan Yohanes Surya. Panjang Hamburan Pion Nukleon.
Kontribusi Fisika
Indonesia, Vol 9, No. 2 1998, ISSN 0855 6878 ITB Bandung.
11. Surya, Yohanes et.all. Low Energy Pion Nucleon Scattering Interaction. URGE
Project report July 1998 Dirjen
Dikti Mendikbud.
12. Tjipto Yuwono, Darmadi Kusno dan Yohanes Surya. Eta N Scattering Length.
Prosiding Simposium Fisika
Nasional XVIII HFI P3FT LIPI, ISSN 1411 4771, April 2000.
13. Eddy Yusuf, Darmadi Kusno dan Yohanes Surya. The role of S11 and S31 resonance
in piN scattering.
Prosiding Simposium Fisika Nasional XVIII HFI P3FT LIPI ISSN 1411 4711, April
2000.
14. Surya, Yohanes et.al., The role of S 11 resonance in πN Scattering,
arXiv:nucl th/9911076 v2 25, Nov 1999.
15. Kurniawan, Y., Darmadi Kusno dan Yohanes Surya. Amplitudo Multikutub
Fotoproduksi Pion pada Daerah
Resonans Delta. Kumpulan Makalah FISIKA TEORI DAN FISIKA NUKLIR. HFI dan
FMIPA UGM Desember 1998.
16. Surya, Yohanes et.all. Formalism of Pion Nucleon Scattering up to 700 MeV. URGE
Project report Maret 1999
dikeluarkan oleh Dirjen Dikti Mendikbud.
17. Surya , Yohanes et.all. Tim Olimpiade Fisika Indonesia ISBN 979 9520 00 2
Sumber Daya MIPA dengan TOFI.
18. Surya, Yohanes, Eddy Yusuf dan Darmadi Kusno. The role of S11 in Pion Nucleon
Scattering. Jurnal Ilmiah
Universitas Pelita Harapan Vol. 5. No. 1 April 2002.
19. Surya, Yohanes dan Harianto. Hamburan Pion Nukleon sampai energi 850 MeV
Jurnal Ilmiah Univ. Pelita
Harapan Vol. 5 No. 2 Agustus 2002.



                                         8
20. Surya, Yohanes dan Hokky Situngkir. Keuangan Komputasional: Jaring Saraf
Buatan untuk Prediksi Data Deret
Waktu Keuangan, Working Paper WPE2003 Bandung Fe Institute. URL:
http://www.ekonofisika.com/001.pdf
21. Surya, Yohanes dan Yun Hariadi. Kulminasi Prediksi Data Deret Waktu Keuangan:
Volatilitas dalam
GARCH(1,1), Working Paper WPF2003 Bandung Fe Institute. URL:
http://www.ekonofisika.com/002.pdf
22. Surya, Yohanes dan Hooky Situngkir Persepsi Jaring Saraf Pada Peta Poincare
Data Keuangan, Working Paper
WPG2003 Bandung Fe Institute & makalah disampaikan di Conference of Application of
Physics in Financial
Analysis      (APFA)       4,    Warsawa,    13 15      November      2003.    URL:
http://www.ekonofisika.com/003.pdf. “Neural
Network Revisited: Perception on Modified Poincare Map of Financial Time Series
Data” PHYSA4238, Vol
344/1 2 pp 100 103
23. Mart, Terry dan Yohanes Surya, Statistical Properties of The Indonesian Exchange
Index makalah
disampaikan di Conference of Application of Physics in Financial Analysis (APFA) 4,
Warsawa, 13 15
November 2003. Published in Physica A 344 (2004) 198–202.
24. Surya, Yohanes dan Yun Hariadi. Peramalan dalam Selang GARCH(1,1), Working
Paper WPH2003 Bandung Fe
Institute. URL: http://www.ekonofisika.com/004.pdf
25. Surya, Yohanes dan Hooky Situngkir. Dari Transisi Fasa Ke Sistem Keuangan:
Distribusi Statistika pada Sistem
Kompleks,      Working      Paper   WPQ2003      Bandung      Fe    Institute. URL:
http://www.ekonofisika.com/004.pdf
Prof. Yohanes Surya, Ph.D
26. Surya, Yohanes. Ekonofisika: Paradigma Kompleksitas & Peluangnya, BULETIN
BFI Paruh Pertama 2003,
Bandung Fe Institute.
27. Surya, Yohanes dan Hooky Situngkir. Peramalan Jangka Pendek Deret Waktu
Keuangan Di Indonesia
eksperimentasi persepsi jaring saraf buatan pada peta poincare, Working Paper
WPR2003 Bandung Fe
Institute. URL: http://www.ekonofisika.com/005.pdf
28. Surya, Yohanes dan Hooky Situngkir. Platform Bangunan Multi Agen Dalam
Analisis Keuangan: gambaran
deskriptif komputasi, Working Paper WPS2003 Bandung Fe Institute. URL:
http://www.ekonofisika.com/006.pdf
29. Surya, Yohanes dan Yun Hariadi. Multifraktal: Telkom, Indosat, dan HMSP,
Working Paper WPT2003 Bandung
Fe Institute. URL: http://www.ekonofisika.com/007.pdf
30. Surya, Yohanes dan Yun Hariadi. Mempelajari Ekonofisika, resume on line, URL:



                                         9
http://www.ekonofisika.com/tutor.html
31. Surya, Yohanes dan Hooky Situngkir. Sifat Statistika Data Ekonomi Keuangan:
Studi Empirik Beberapa Indeks
Saham Indonesia, Working Paper WPU2003 Bandung Fe Institute. URL:
http://www.ekonofisika.com/009.pdf
32. Surya, Yohanes dan Hooky Situngkir. Agent Based Model Construction in Financial
Economic System, Working
Paper           WPA2004            Bandung          Fe          Institute.       URL:
http://www.geocities.com/bandungfe/2004a.pdf
33. Surya, Yohanes dan Yun Hariadi. DFA Pada Saham, Working Paper WPB2004
Bandung Fe Institute. URL:
http://www.geocities.com/bandungfe/2004b.pdf
34. Surya, Yohanes dan Hooky Situngkir. Micro simulation of the Stock Market As
Social Conflict, bedah buku of
Roehner, B., Patterns of Speculation: A Study in Observational Econophysics, Journal of
Social Complexity
Vol.1 No.4, 2004 (in press)
35. Surya, Yohanes. Non Calculus Calculation of Moment of Inertia. Journal of The
World Federation of Physics
Competition Vol. 5 No.1 /2003.
36. Surya, Yohanes. Menghitung Momen Inersia. Jurnal Fisika UGM, Juni 2003,
37. Surya, Yohanes. Olimpiade Fisika dan dampaknya di Indonesia. Jurnal Balitbang
Juni 2003
38. Hokky Situngkir, Yohanes Surya Democracy order out of chaos, Research Paper
Fisika Sosial
http://arxiv.org/abs/nlin.AO/0406057 , 2004
39. Situngkir, H. & Surya, Y. The Political Robustness in Indonesia. Research Paper
Fisika Sosial WPN2004.
Bandung Fe Institute.
40. Hokky Situngkir & Yohanes Surya, 2004. "Stylized Statistical Facts of Indonesian
Financial Data: Empirical
Study of Several Stock Indexes in Indonesia," Finance 0405005, Economics Working
Paper Archive at WUSTL.
41. Yun Hariadi & Yohanes Surya, 2004. "DFA Pada Saham," Departmental Working
Papers wpb2004, Bandung
Fe Institute.
42. Hokky Situngkir & Yohanes Surya, 2004. "Agent based Model Construction In
Financial Economic System,"
Finance 0405006, Economics Working Paper Archive at WUSTL.
43. Yun Hariadi & Yohanes Surya, 2004. "LQ45* dalam TMA," Departmental
Working Papers wpi2004, Bandung
Fe Institute.
44. Hokky Situngkir & Yohanes Surya, 2005. "Evaluating Indonesian Composite
Index Drop On August 30th
2005,"      Working       Paper   WPB2005        Bandung      Fe      Institute. URL:
http://bandungfe.net/wp2005/2005j.pdf



                                          10
45. Hokky Situngkir & Yohanes Surya, 2005. "Tree of Several Asian Currencies,"
Working Paper WPB2005
Bandung Fe Institute. URL: http://bandungfe.net/wp2005/2005i.pdf
Prof. Yohanes Surya, Ph.D
46. Hokky Situngkir & Yohanes Surya, 2005. " On Stock Market Dynamics through
Ultrametricity of Minimum
Spanning Tree," Working Paper WPB2005 Bandung Fe Institute. URL:
http://bandungfe.net/wp2005/2005h.pdf
47. Hokky Situngkir , Yun Hariadi & Yohanes Surya, 2005. " Membandingkan Sistem
Perdagangan Saham dalam
Aspek Likuiditas," Working Paper WPB2005 Bandung Fe Institute. URL:
http://bandungfe.net/wp2005/2005g.pdf
48. Deni Khanafiah, Hokky Situngkir & Yohanes Surya, 2005. " Jejak Trading System
pada Profil Investor,"
Working         Paper     WPB2005         Bandung       Fe       Institute. URL:
http://bandungfe.net/wp2005/2005f.pdf
49. Hokky Situngkir & Yohanes Surya, 2005. " What can we see from Investment
Simulation based on
Generalized (m,2) Zipf Law?," Working Paper WPB2005 Bandung Fe Institute. URL:
http://bandungfe.net/wp2005/2005e.pdf
50. Hokky Situngkir,Yun Hariadi & Yohanes Surya, 2005. " Antara Saham Likuid
dan Tak Likuid di Bursa Efek
Jakarta: Perspektif Mekanika Statistika” Working Paper WPB2005 Bandung Fe
Institute. URL:
http://bandungfe.net/wp2005/2005d.pdf
51. Hokky Situngkir & Yohanes Surya, 2005. " Simulasi Investasi dengan Hukum
Pangkat Zipf: Analisis Zipf (m,2)
dalam Teks Data Indeks Keuangan" Working Paper WPB2005 Bandung Fe Institute.
URL:
http://bandungfe.net/wp2005/2005c.pdf
52. Yun Hariadi & Yohanes Surya, 2005. " Asimetri GARCH dan Simulasi Monte
Carlo pada Peramalan
GBP/USD," Working Paper WPB2005 Bandung Fe Institute. URL:
http://bandungfe.net/wp2005/2005b.pdf

MAKALAH YANG DISEMINARKAN:

1. Surya, Yohanes. Paradigma Baru Pembelajaran IPA. FKIP UIR Riau, 20 Mei 2002.
2. Surya, Yohanes. Implementasi Visi dan Misi Pendidikan Dalam Masyarakat Majemuk
dan Hi Tech. BKPTKI
ABA Methodist Palembang, 24 Oktober 1998.
3. Surya, Yohanes. Peningkatan Wawasan Pengajaran Fisika di SMU. STTM
Muhammadiyah Tangerang , 27
Oktober 2001.
4. Surya, Yohanes. Fisika dan Industri Satu Jam bersama Yohanes Surya. IPB Bogor,
27 September 2001.



                                       11
5. Surya, Yohanes. Metode Pembelajaran Yang Tepat dan Menyenangkan dalam
Penguatan Konsep Fisika. UNY
Yogyakarta, 12 Maret 2002.
6. Surya, Yohanes. Pengembangan Fisika Applikasi fisika. USU Sumatera Utara, 19
Sept 2002.
7. Surya, Yohanes. Materi essensial dan Soal soal Olimpiade Fisika. SMU Taruna
Nusantara Magelang 4 Agustus
2001
8. Surya, Yohanes. Konsep Model Buku Fisika. Pusat Perbukuan Depdiknas Jakarta, 25
Juni 2002
9. Surya, Yohanes. Penerapan Hasil Ristek IPTEK BIDANG MIPA dalam Dunia
Industri. BPPT Jakarta, 26 Sept
2001
10. Surya, Yohanes. Filsafat Ilmu Fisika, Kompleksitas dan Ilmu Sosial. IPB 23 Mei
2003
11. Surya, Yohanes. Strategi Untuk Meraih Medali Emas Dalam Olimpiade Fisika
Internasional. FMIPA Univ.
Negeri Semarang 3 Mei 2003.
12. Surya, Yohanes. Dari Ekonofisika Menuju Ekonomi Baru Catatan Introduksional.
FMIPA Univ. Lampung, 17
Mei 2003
13. Surya, Yohanes. Peraih Peraih Nobel Fisika Yang tak diduga. MAN Insan
Cendekia, 1 Maret 2003
14. Surya, Yohanes. Pengaruh Fisika pada Lingkungan. SPH Karawaci, 4 Juni 2003
15. Surya, Yohanes. Fisika dan Olah Raga. Sekolah Dian Harapan 6 Maret 2003.
16. Surya, Yohanes. Attractive Demonstration of Physics on Basketball Court Tokyo
Denki Univ. Jepang 15 January
2003
Prof. Yohanes Surya, Ph.D
17. Surya, Yohanes. Physics of Soccer Tokyo Denki Univ. Jepang 16 January 2003
18. Surya, Yohanes. Pursuing the Grand Slam through Physics Tokyo Denki Univ.
Jepang 16 January 2003
19. Surya, Yohanes. Sederhana ke Kompleks, Pidato Pengukuhan Guru Besar di
Universitas Pelita Harapan Maret
2004
20. Surya, Yohanes Nano Teknologi: Teknologi Terkini Menyambut Masa Depan
Sarwono Prawirohardjo
Memorial Lecture, dalam rangka ulang tahun LIPI Maret 2004.
21. Surya, Yohanes. 20th National Symposium on Physics, Indonesian Physics Society
Riau, 25 – 26 Agustus 2004.
22. Surya, Yohanes. Top Challenge of Physics 2005. FMIPA Univ. Gadjah Mada, 12
September 2005.
23. Surya, Yohanes. Pendidikan Fisika HIMA FMIPA, Univ. Yogyakarta, 24 Desember
2005.
24. Surya, Yohanes. Pembelajaran MIPA yang Menyenangkan. Univ. Gadjah Mada
Yogyakarta, 06 Desember



                                       12
2005.
25. Surya, Yohanes. Nano Teknologi, LPKTA Fakultas Teknik Univ. Gadjah Mada,
2005
26. Surya, Yohanes. The First Step to Nobel Prize in Physics, Dalam peringatan 100
tahun Einstein dan Tahun
Fisika Indonesia, LIPI 2005.
27. Surya, Yohanes. Cara Efektif dan Menarik Untuk Menyampaikan Ilmu Matematika
dan Fisika, Institut
Teknologi Harapan Bangsa, 14 Januari 2006.
28. Surya, Yohanes. Seminar Nasional Ekonofisika ‘Pengembangan Econophysics
Sebagai usaha Peningkatan
Kualitas Perekonomian Indonesia Menuju Pembangunan Yang Berkelanjutan’. FMIPA
Univ. Negeri Padang, 18
Maret 2006.
29. Surya, Yohanes. Seminar UNJ Fisika Open 2006. FMIPA Univ. Negeri Jakarta, 28
Maret 2006.
30. Surya, Yohanes. Sewindu Reformasi Mencari Visi Indonesia 2030. Jakarta, 16 Mei
2006
31. Surya, Yohanes. Pelatihan Guru Fisika : Inovasi Pembelajaran Fisika dalam Bidang
Listrik Magnet. FMIPA
Jurusan Fisika Univ. Katolik Parahyangan Bandung, 23 Agustus 2006.
32. Surya, Yohanes. Melalui Program Kemitraan Pemanfaatan Iptek Nuklir Kita
Tingkatkan Daya Saing Produk
Industri Nasional. PUSPIPTEK Serpong Tangerang, 07 September 2006.
33. Surya, Yohanes. Mestakung Rahasia Sukses Olimpiade Fisika. Yayasan Pendidikan
Islam Miftahussalam
Medan, 11 November 2006.
34. Surya, Yohanes. MIPA dan Pendidikan MIPA, Implementasi Pendidikan MIPA
Berbasis KTSP dan
Pengembangan Untuk Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia, Univ. Negeri
Semarang Program
Pascasarjana, 19 Desember 2006.
35. Surya, Yohanes. Mestakung : Teknik Menuju Pelajar Kelas Dunia. Medan, 20
Januari 2007.
36. Surya, Yohanes. Mestakung – Corporate Goal Metropolitan Land. Jakarta, 17
Januari 2007.
37. Surya, Yohanes. Membangun Budaya Pelajar di Era Kompetisi Global dalam
Perspektif Penguasaan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi. Bekasi, 18 January 2007.
38. Surya, Yohanes. Kongres Nasional V Sekolah Unggul 2007. Yogyakarta, 17 Februari
2007.
39. Surya, Yohanes. Kompetisi Paedagogik dan Profesionalisme Guru Berkualitas.
Serpong. 16 Februari 2007.
40. Surya, Yohanes. Best Practise dan Konsep Dasar WOMS. Depdiknas Jakarta, 02
Maret 2007.




                                        13
41. Surya, Yohanes. Pengenalan Metode Baru dalam Pembelajaran IPA. Jakarta, 15
Maret 2007.
42. Surya, Yohanes. Penyelenggaraan Sekolah Standar Nasional (SSN) dan Sekolah
Bertaraf Internasional
Berbasis Mestakung. Depdiknas Jakarta, 22 Maret 2007.
43. Surya, Yohanes. Pembelajaran MIPA yang Menyenangkan. Perkumpulan Strada
Bekasi, 05 Mei 2007.
44. Surya, Yohanes. Fisika Tanpa Rumus. Vita School Surabaya, 10 Mei 2007.
45. Surya, Yohanes. Membudayakan Siswa Berpikir Ilmiah, Melakukan Penelitian, dan
Menghasilkan Penemuan
Baru Melalui Pembelajaran Berbasis Siswa, Pasiad Indonesia Jakarta, 12 Mei 2007.
46. Surya, Yohanes. Tantangan dan Peluang Ilmu Fisika dalam Konstelasi Nasional dan
Internasional. Politenik
Caltex Riau, 16 Mei 2007.
47. Surya, Yohanes. Memotivasi Anak Gemar Belajar dan Mencapai Hasil
Maksimalnya. Jakarta, 19 Mei 2007.
48. Surya, Yohanes. Mendidik yang Mendidik . UKSW Salatiga, 23 Mei 2007
49. Surya, Yohanes. Econophysics. FMIPA UI, 23 Mei 2007
50. Surya, Yohanes. Model Pembelajaran Sains yang Menyenangkan. Depdiknas
Jakarta, 23 Mei 2007.
Prof. Yohanes Surya, Ph.D
51. Surya, Yohanes. Bagaimana Cara mengajar Fisika yang Asyik, Mudah dan
Menyenangkan. Jakarta, 24 Mei
2007.
52. Surya, Yohanes. Manajemen Pendidikan dalam Era Globalisasi dan Optimalisasi
Potensi Diri Anak. YSKI
Semarang, 25 – 26 Mei 2007
53. Surya, Yohanes. Strategi Pembinaan Olimpiade dengan Memanfaatkan Institusi
Lokal dan Memotivasi Siswa
dalam Mempersipakan Olimpiade. BRR NAD – Banda Aceh, 28 Mei 2007.
54. Surya, Yohanes. Science for Masterpiece. Univ. Haluoleo Kendari, 02 Juni 2007.
55. Surya, Yohanes. Sukses di Olimpiade dengan Pengajaran Fisika Itu Asyik. Dinas
Pendidikan Bali, 04 Juni 2007.
56. Surya, Yohanes. Pembelajaran Mipa Asyik Mudah dan Menyenangka untuk Tingkat
Guru SD, SMP DKI
Jakarta. Jakarta, 26 Juni 2007
57. Surya, Yohanes. Program Desentralisasi Pendidikan Dasar WOMS. Dinas
Pendidikan Lombok Tengah, 30 Juli
2007.
58. Surya, Yohanes. Physics is Fun. Univ. Widya Mandala Surabaya, 25 Agustus 2007.
59. Surya, Yohanes. Contecstual Learning Critical Thinking (CLCT). Kupang, 05
Oktober 2007.
60. Surya, Yohanes. Nasionalisme dan Kisah Sukses Anak Bangsa. Pusat Studi Hukum
dan Pembangunan Jakarta,
25 Oktober 2007.
61. Surya, Yohanes. Pembelajaran Fisika Itu Asyik. Blitar, 01 November 2007.



                                        14
62. Surya, Yohanes. Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan. Salatiga, 09 November
2007.
63. Surya, Yohanes. Mestakung Leadership – Alat untuk Memaksimalisasi Kinerja.
Jakarta, 14 November 2007.
64. Surya, Yohanes. Membangun Citra Prestasi di Bidang Pendidikan dengan
Pengajaran Fisika Secara Asyik,
Mudah dan Menyenangkan. Balikpapan, 16 November 2007.

Artikel Fisika di Majalah dan Koran:

1. Surya, Yohanes. Ekonofisika. Majalah Intelektual UGM "Balairung" edisi 8
September 2001.
2. Surya, Yohanes. Fisika Taman Hiburan. Kompas 14 Sept 2001.
3. Surya, Yohanes. Fisika dan Industri. Kompas 5 Oktober 2001.
4. Surya, Yohanes. Sin‐Itiro Tomonaga. Kompas Jumat 31 Mei 2002.
5. Surya, Yohanes. Hideki Yukawa. Kompas Jumat 7 Juni 2002.
6. Surya, Yohanes. Fisika dan Sepakbola. Tempo 8 Juni 2002.
7. Surya, Yohanes. Subramanyan Chandrasekhar. Kompas Jumat 14 Juni 2002.
8. Surya, Yohanes. Samuel Chao Chung Ting. Kompas Jumat 19 Juli 2002.
9. Surya, Yohanes. Jack St Clair Kilby. Kompas Jumat 27 September 2002.
10. Surya, Yohanes. Hidup Semakin mudah. Kompas Jumat 27 September 2002.
11. Surya, Yohanes. Gerardus Hooft. Kompas Kamis 3 Oktober 2002.
12. Surya, Yohanes. Olimpiade Fisika Internasional dan Pembangunan Bangsa. Seri
Membangun Bangsa ISBN
979 416 566 2.
13. Surya, Yohanes. Fisika dan Iman Kristen. Surfing the Waves
14. Surya, Yohanes. Fisika Basket: Sirkus Fisika di Permainan Basket Kompas 17
Januari 2003.
15. Surya, Yohanes. Tokoh Fisika: Pernah di cap Tak Bakal Bisa Fisika. Kompas 24
Januari 2003.
16. Surya, Yohanes. Fisika Sepakbola: Belajar Fisika di Lapangan Bola Kompas 31
Januari 2003.
17. Surya, Yohanes. Tokoh Fisika: Dapat Nobel Lantaran Nyeleweng Kompas 7 Febuari
2003.
18. Surya, Yohanes. Fisika Tenis: Kejar Grand Slam dengan Fisika. Kompas 14 Febuari
2003.
19. Surya, Yohanes. Tokoh Fisika: Genius, Suka Misteri, dan Pemecah teka teki.
Kompas 21 Febuari 2003.
20. Surya, Yohanes. Fisika bisa jadi Alat Perang Kompas 28 Febuari 2003.
21. Surya, Yohanes. Tokoh Fisika: Bikin Bom Atom Karena Anti Nazi Kompas 7 Maret
2003.
22. Surya, Yohanes. Fisika Berenang: Kolam Hangat Berenang Makin Cepat. Kompas
14 Maret 2003.
23. Surya, Yohanes. Apakah Neutrino itu? Kompas 21 Maret 2003.
24. Surya, Yohanes. Tokoh Fisika: Ngetop Karena Tidak Ngetren. Kompas 21 Maret
2003.



                                        15
25. Surya, Yohanes. Fisika Karate: Rahasia di Balik Kesaktian Karateka. Kompas 28
Maret 2003.
Prof. Yohanes Surya, Ph.D
26. Surya, Yohanes. Apakah Electron Tunneling itu? Kompas 11 April 2003.
27. Surya, Yohanes. Ada Kemungkinan Baterai HP Tahan bertahun. Kompas 11 April
2003.
28. Surya, Yohanes. Kita punya Banyak Jagoan Fisika. Kompas 17 April 2003.
29. Surya, Yohanes. Tokoh Fisika: Pernah Jadi Anjing Pelacak dan Maling. Kompas 25
April 2003.
30. Surya, Yohanes. Tim Olimpiade Akhirnya jadi juara. Kompas 2 Mei 2003.
31. Surya, Yohanes. Ada yang terlibat Cinlok, lho. Kompas 2 Mei 2003.
32. Surya, Yohanes. Fisika Burung: Atraksi Fisika di Udara. Kompas 9 Mei 2003.
33. Surya, Yohanes. Infeksi di Lapisan Ozon. Kompas 29 Mei 2003.
34. Surya, Yohanes. Tokoh Fisika:Pernah di tuduh Penghianat. Kompas 6 Juni 2003.
35. Surya, Yohanes. Teori Ketidakpastian Heisenberg. Kompas 6 Juni 2003.
36. Surya, Yohanes. Fisika Bersepeda: Gaya bersepeda yang efisien. Kompas 20 Juni
2003.
37. Surya, Yohanes. Mestinya Komputer Sebesar Gedung. Kompas 27 September 2002.
38. Surya, Yohanes. Teknologi: Hidup Semakin mudah. Kompas 27 September 2002.
39. Surya, Yohanes. Teknologi: Kelak Orang Bisa Menghilang, Kompas 3 Oktober
2002.
40. Surya, Yohanes. Mengawinkan Ilmu Non eksak dan Eksak. Kompas 18 Oktober
2002.
41. Surya, Yohanes. Santa Fe Institute Pendekatan Multidisiplin. Kompas 31 Oktober
2002.
42. Surya, Yohanes. Tokoh Fisika: The Man with Five Brains. Kompas 18 Oktober 2002.
43. Surya, Yohanes. RI Butuh pendekatan Ekonomi Baru. Bisnis Indonesia 31 Oktober
2002.
44. Surya, Yohanes. Tokoh Fisika: Si Nilai Pas‐pasan Peraih Nobel. Kompas 8
November 2002.
45. Surya, Yohanes. Belajar Fisika Yg Menyenang. Buletin Pusat Perbukuan Vol.8
Tahun 2003.
46. Surya, Yohanes. Peran Ortu dan Guru dalam Meraih Nobel Fisika. Majalah UPH,
Volume 4 Juni 2003.
47. Surya, Yohanes. Tokoh Fisika: Membuat Nuklir Jadi Jinak, Kompas 4 Juli 2003.
48. Surya, Yohanes. Pauli: Lebih suka ke Kafe daripada Belajar, Kompas 25 Juli 2003.
49. Surya, Yohanes. Indonesia Berpeluang Raih 3 Emas, Kompas 1 Agustus 2003.
50. Surya, Yohanes. Superfluiditas, Awalnya mencuri dari Matahari, Kompas 31
Oktober 2003.
51. Surya, Yohanes. Ekonofisika dan Nobel Ekonomi, Kompas 7 November 2003.
52. Surya, Yohanes. Hebatnya si Mungil Nanoteknologi, Kompas 5 Desember 2003.
53. Surya, Yohanes. Mengintip Rahasia Kereta Terbang, Kompas 19 Desember 2003.
54. Surya, Yohanes. Cara terbang Pesawat Model, Kompas 9 Januari 2004.
55. Surya, Yohanes. Penerjemah yang bisa seribu Bahasa, Kompas 23 Januari 2004.
56. Surya, Yohanes. Bertamu ke Planet Tetangga, Kompas 30 Januari 2004.
57. Surya, Yohanes. Mengatur lalulintas dengan Fisika, Kompas 20 Febuari 2004.



                                        16
58. Surya, Yohanes. Komputer DNA, Kompas 4 Juni 2004.
59. Surya, Yohanes. Fisika dan Pemilu, Kompas 11 Juni 2004.
60. Surya, Yohanes. Pesawat Yang tidak bisa rusak, Kompas 18 Juni 2004.
61. Surya, Yohanes. Tendangan Pisang, Suara pembaruan 20 Juni 2004.
62. Surya, Yohanes. Beli Tiket Pesawat Ke Bulan, Kompas 10 September 2004
63. Surya, Yohanes. Berapa Lama orang bertahan Tanpa Makan dan Minum?
http://www.kompas.co.id/kesehatan/news/0401/16/075754.htm
64.         Surya,           Yohanes.          Munculnya           tahi         lalat
http://www.kompas.co.id/kesehatan/news/0403/03/204628.htm
65. Surya, Yohanes. Kaki Kanan Lebih Panjang dan Cegukan
http://www.kompas.co.id/kesehatan/news/0405/12/120228.htm
66. Surya, Yohanes. Newton Forgive Me..., Gatra 11 September 2004
67. Surya, Yohanes. Berlayar di Angkasa, Kompas 1 Oktober 2004
68. Surya, Yohanes. Mengungkap Misteri Cahaya, Kompas 21 oktober 2005.

Buku:

1. Surya, Yohanes. FISIKA untuk SMA, 4 volume. Klaten: PT Intan Pariwara(1986).
2. Surya, Yohanes. Olimpiade Fisika, 9 Volume. Klaten: PT Intan Pariwara(1996).
3. Surya, Yohanes. Fisika itu Mudah, 9 Volume. Jakarta: PT SDM(2000).
Prof. Yohanes Surya, Ph.D
4. Surya, Yohanes dan Wendy Chandra. Komik Archie dan Meidy 1. Bandung: Megindo
Tunggal Sejahtera
(2002).
5. Surya, Yohanes. Fisika itu Asyik 1. Jakarta : PT SDM (2002).
6. Surya, Yohanes. Mekanika 1, Jakarta: PT SDM (2002).
7. Surya, Yohanes. IPA dibuat Asyik, 8 Volume. Jakarta: PT Armandelta Selaras (2002).
8. Surya, Yohanes dan Wendy Chandra. Komik Archie dan Meidy2. Bandung: Megindo
Tunggal Sejahtera (2003).
9. Surya, Yohanes, Ed. Proceeding The International Economic Conference Vol. 1.
Jakarta: PT SDM (2003)
10. Surya, Yohanes, Ed. Proceeding The International Economic Conference Vol. 2.
Jakarta: PT SDM (2003)
11. Surya, Yohanes, Ed. Proceeding The International Economic Conference Vol. 3.
Jakarta: PT SDM (2003)
12. Surya, Yohanes. Fisika itu Asyik 2. Jakarta : PT SDM (2003).
13. Surya, Yohanes, Ed. Proceeding First Conggress of The World Fed. Of Physics
Competitions. Jakarta: PT SDM
(2003)
14. Surya, Yohanes. Fisika untuk Semua, Jakarta: PT SDM (2004).
15. Surya, Yohanes, et.all. Aplikasi Fisika dalam Analisis Keuangan. Jakarta: PT SDM
(2004).
16. Surya, Yohanes dan Wendy Chandra. Komik Archie dan Meidy. Volume 3 Bandung:
Megindo Tunggal
Sejahtera (April 2004).




                                         17
17. Surya, Yohanes. Matematika Dibuat Asyik, 12 Volume. Jakarta: PT SDM (April
2004).
18. Surya, Yohanes. Soal dan Penyelesaian Olimpiade Fisika Internasional Vol.1.,
Jakarta: PT SDM (April 2004)
19. Surya, Yohanes. Soal dan Penyelesaian Olimpiade Fisika Internasional Vol.2.,
Jakarta: PT SDM (April 2004)
20. Surya, Yohanes. Eksperimen Olimpiade Fisika Internasional Vol.1., Jakarta: PT
SDM (Mei 2004)
21. Surya, Yohanes. Eksperimen Olimpiade Fisika Internasional Vol.2., Jakarta: PT
SDM (Mei 2004)
22. Surya, Yohanes. Karya ilmiah remaja 2 volume (unpublished).
23. Surya, Yohanes. Relativitas – buku Training TOFI (unpublished)
24. Surya, Yohanes. Fisika Modern – buku Training TOFI (unpublished)
25. Surya, Yohanes. Gelombang dan Optik – buku Training TOFI (unpublished).
26. Surya, Yohanes. Elektromagnetika 2 volume‐ buku Training TOFI (unpublished).
27. Surya, Yohanes. Termodinamika 2 volume‐ buku Training TOFI (unpublished).
28. Surya, Yohanes. Mekanika vol.2, vol.3 dan vol. 4‐ buku Training TOFI
(unpublished).

Dewan Juri:

1. DuPont Writting Contest 2006 for Teachers, The Miracles of Sciences, 19 April 2006
2. Pemerintah Kota Yogyakarta, Atas Peran Sertanya Dalam Pembangunan Taman
Pintar Kota Yogyakarta ‐
Donatur Pribadi Perangkat Lunak Komputer ‘Fisika Asyik’, 20 Mei 2006
3. Australia Government, My Enviroment My Challenge Science Competition. Jakarta,
29 Januari 2007
4. ICMI, Lomba Penulisan Buku Pelajaran MIPA. Jakarta, 16 Mei 2007.
5. Kuark, Olimpiade Sains Kuark. Jakarta, 01 Juli 2007
6. XL, Malam penganugerahan Penghargaan Indonesia Berprestasi 2007. Jakarta, 15
November 2007.
7. Juri Lomba penulisan buku Sains Departemen Agama 2008
8. Ketua Dewan Juri L’Oreal award woman in Science 2008.

PRESTASI yang Mengharumkan Nama Bangsa dan Mendidik Bangsa:

1. Mengharumkan nama bangsa dengan memperjuangkan keikutsertaan Indonesia
pertama kali dalam
Olimpiade Fisika Internasional di Amerika Serikat sekaligus meraih medali perunggu.
2. Mengharumkan nama bangsa dengan melatih dan memimpin tim Indonesia meraih
54 medali emas, 33 perak
dan 42 perunggu dalam berbagai kejuaraan/olimpiade sains/fisika internasional.
List Medali emas:
• Lomba Fisika Internasional Turki 1997 – 4 emas
• Olimpiade Fisika Internasional 31, Italia 1999 – 1 emas
• The First Step to Nobel Prize in Physics Poland 1999 – 1 emas



                                         18
Prof. Yohanes Surya, Ph.D
• Olimpiade Fisika Asia 2, Taiwan 2001 – 1 emas (+ award The most creative solution
for Theoretical
solution)
• Olimpiade Fisika Asia 3, Singapore 2002 – 1 emas (+ award the best theoretical
solution)
• Olimpiade Fisika Internasional 33, Indonesia 2002 – 3 emas
• Olimpiade Fisika Asia 4, Thailand 2003 – 6 emas (+ Juara Asia dan award The best
experimental solution)
• Olimpiade Fisika Internasional 34, Taiwan 2003 – 1 emas
• Olimpiade Fisika Internasional 35, Korea 2004 – 1 emas
• International Junior Science Olympiad I, 2004 – 8 emas (+ Juara umum + award the
absolute winner +
award the best experiment)
• The First Step to Nobel Prize in Physics 2004 – 1 emas
• The First Step to Nobel Prize in Physics Poland 2005 – 2 emas (+ Juara dunia)
• Olimpiade Fisika Asia 6, Indonesia 2005 – 4 emas (+ award the best experimental
solution)
• Olimpiade Fisika Internasional 36, Spanyol 2005 – 2 emas
• International Junior Science Olympiad II, 2005 – 6 emas (+ Juara umum + award the
absolute winner +
award the best theory)
• Olimpiade Fisika Asia 7, Kazakhtan 2006 – 2 emas
• The First Step to Nobel Prize in Chemistry 2006 – 1 emas
• International Junior Science Olympiad 2006 – 2 emas
• Olimpiade Fisika International 37 Singapore 2006 – 4 emas
• Olimpiade Fisika Asia 8, China 2007 – 2 emas
• Olimpiade Fisika International, Iran 2007 – 1 emas
3. Mengharumkan nama bangsa dengan menjadi pendiri (pionir) dan memimpin
Olimpiade
Fisika Asia yang sekarang menjadi organisasi Fisika Internasional yang sangat disegani.
4. Mengharumkan nama bangsa dengan menjadikan Indonesia tuan rumah Olimpiade
Fisika Asia I (2000),
Olimpiade Fisika Internasional 33 (2002), International Junior Science Olympiad IJSO I
(2004), IJSO 2 (2005)
dan Olimpiade Fisika Asia 6 (2006).
5. Mengharumkan nama bangsa dengan mengembangkan (pionir) ekonofisika (ilmu
yang mengaplikasikan fisika
untuk ekonomi dan sosial) di Indonesia sekaligus menjadi tuan rumah konferensi
ekonofisika I, 2002. Juga
dengan menulis artikel artikel ilmiah di jurnal Internasional.
6. Mengharumkan nama bangsa dengan menjadi peringkat 1 dari 85 negara peserta dan
berhasil meraih
Absolute Winner dalam International Physics Olympiad 37 di Singapore tanggal 8 – 17
Juli 2006.




                                          19
7. Mendidik bangsa dengan mengembangkan sistem pembelajaran yang asyik, mudah
dan menyenangkan
untuk pendidikan dasar Matematika dan IPA/Fisika.
8. Mendidik bangsa dengan melatih ribuan guru diseluruh Indonesia untuk mengajar
secara asyik, mudah dan
menyenangkan
9. Mendidik bangsa dengan menulis puluhan buku buku yang bermutu, menulis
ratusan artikel fisika/sains
populer di berbagai media cetak, mengembangkan program sains di televisi dsb

Sumber: http://www.yohanessurya.com/download/CV%20Prof.Yohanes%20Surya,Ph.D.pdf

Pengalaman Prof. Dr. Yohanes Surya, Ph.D, dengan buku-buku:

Saya mengambil sekaleng soda pop dari lemari pendingin, kemudian langsung
membukanya. Ternyata isinya malah membeku! Bagaimana bisa begitu? Soda itu tidak
beku sewaktu masih di dalam lemari pendingin, tetapi justru tiba-tiba membeku saat
sudah dikeluarkan. Setiap zat cair akan membeku pada temperatur tertentu, yang disebut
titik beku. Untuk air murni temperatur ini adalah 0oC. Kalau airnya sudah dicampur
dengan bahan lain, misalnya gula, penyedap rasa, dan gas karbon dioksida seperti pada
soda pop, maka larutannya tidak membeku walaupun sudah didinginkan sampai di bawah
0oC. Adanya kandungan zat terlarut menyebabkan turunnya titik beku larutan. Inilah
sebabnya soda pop yang kita simpan di lemari pendingin tetap berada dalam keadaan
cair. Tetapi ketika kita mengambilnya dan langsung membuka kalengnya, gas karbon
dioksida yang terlarut langsung berlomba-lomba untuk keluar dari larutan menuju udara
bebas. Kejadiannya mirip saat kita sedang berada dalam sebuah ruangan yang penuh
sesak, kemudian pintu ruangan itu tiba-tiba dibuka. Semua yang di dalamnya langsung
berlomba-lomba untuk keluar dan membebaskan diri dari kesesakan itu. Gas karbon
dioksida ini juga begitu! Dan karena gas karbon dioksida itu hilang dari larutan,
kandungan zat terlarutnya jadi berkurang sehingga titik bekunya naik melebihi
temperatur larutan yang baru dikeluarkan dari lemari pendingin itu. Akibatnya, soda pop
membeku!

    Penjelasan ilmiah tentang kejadian sehari-hari ini bukan saya dapatkan dari buku-buku
pelajaran di sekolah. Justru saya membaca penjelasan yang sederhana dan mudah
dimengerti ini dari buku bacaan yang ‘agak’ ringan. Penulisnya adalah seorang peneliti
kimia nuklir yang juga merupakan gurubesar emeritus dalam ilmu kimia di University of
Pittsburgh. Ada begitu banyak yang bisa saya dapatkan saat saya membaca sebuah buku.
Buku ini saya baca hanya karena saya memang hobi membaca, bukan karena saya
diwajibkan untuk membacanya. Saya senang membaca karena saya menikmati bacaan
itu. Kebiasaan membaca ini sudah tertanam sejak kecil. Mungkin ini akibat pengaruh
kakak-kakak saya yang juga gemar membaca. Yang pasti mereka sudah menularkan
kegemaran        membaca      sejak     saya     baru      mulai     belajar     membaca.

   Buku-buku yang saya baca saat itu tentu saja sesuai dengan usia saya. Saya tidak
membaca buku-buku pelajaran yang belum saya mengerti, atau buku-buku mengenai
permasalahan dunia yang kompleks. Saya mengawali minat baca saya dengan buku-buku


                                           20
dongeng. Anak kecil biasanya senang sekali dengan dongeng. Saya juga begitu! Saya
mempunyai banyak buku-buku dongeng, mulai dari yang paling tipis, sampai yang paling
tebal karena berisi kumpulan dongeng sedunia. Buku-buku dongeng yang berasal dari
cerita rakyat Indonesia dan dongeng-dongeng dari negeri barat tersebut saya lahap setiap
hari. Kadang-kadang lembaran buku-buku itu terlepas karena seringnya saya bolak-balik
karena saya seperti tidak pernah puas membacanya. Ternyata dongeng-dongeng itu
membantu membentuk karakter saya yang sedang dalam masa pertumbuhan. Ada banyak
nilai     moral      yang     tertanam    dalam      cerita-cerita      yang      indah.

   Kegemaran membaca buku dongeng ternyata mendorong saya untuk membaca
berbagai buku lain. Sewaktu saya masuk Sekolah Dasar, saya masih terus menggemari
kegiatan membaca buku. Saya lebih senang membaca buku daripada bermain game
seperti anak-anak lain. Wah, si kutu buku! Mungkin benar juga kalau saya disebut kutu
buku. Tetapi mungkin ini hanya karena anak-anak lain belum menemukan keasyikan
seperti yang saya temukan dalam membaca buku. Di Sekolah Dasar saya mulai beralih
dari buku-buku dongeng ke buku-buku kisah petualangan anak-anak yang sangat populer
saat itu, mulai dari Lima Sekawan, Sapta Siaga, Trio Detektif, Petualangan Tin Tin,
Petualangan Winnetou dari suku Apache dan bermacam buku tentang detektif cilik yang
menyuguhkan cerita-cerita seru. Setiap kali saya membaca buku-buku itu saya ikut-
ikutan merasakan ketegangan tokoh-tokohnya yang mengalami berbagai kejadian seru.
Belum lagi cerita-cerita tentang perjalanan mereka ke berbagai tempat, yang biasanya
digambarkan dengan sangat jelas dan menarik. Pikiran saya langsung tenggelam dalam
cerita itu sehingga saya bisa lupa dengan keadaan sekeliling. Kalau saya sudah mulai
membaca, saya biasanya tidak mau meletakkan bukunya sampai saya selesai
membacanya. Ternyata lama kelamaan kecepatan membaca saya semakin meningkat.
Tanpa disadari, saya bisa menghabiskan satu buku dengan ratusan halaman hanya dalam
waktu satu sampai dua jam! Ternyata ketertarikan saya untuk mengetahui ceritanya telah
mendorong saya untuk terus membacanya dengan semangat. Ada satu hal lagi yang saya
dapatkan dari kebiasaan saya membaca: tingkat imajinasi saya semakin tinggi! Saya bisa
membayangkan semua kejadian yang tertulis dalam buku-buku tersebut sehingga saya
merasa ikut serta dalam petualangan yang seru! Saya merasa seakan-akan kejadian dalam
buku-buku itu merupakan pengalaman saya sendiri. Saya bisa membayangkan semuanya
dengan jelas walaupun tidak ada gambar atau ilustrasinya sama sekali! Saya seperti
sedang ‘menonton’ film petualangan anak-anak setiap kali saya sedang membaca buku-
buku               detektif              itu.           Begitu               asyiknya!

   Kegemaran membaca ini terus saja saya bawa ke mana-mana. Bahkan di sekolah, saya
pun jadi gemar membaca buku-buku pelajaran. Saya senang sekali membaca buku
pelajaran sejarah karena ada banyak cerita-cerita seru yang bisa saya bayangkan dalam
pikiran saya. Cerita-cerita tentang kerajaan Majapahit dan Singosari, juga sejarah Roma
dan Yunani sangat saya sukai. Ternyata kegemaran membaca buku-buku cerita anak-
anak dan buku-buku dongeng telah membantu saya dalam mengingat pelajaran di
sekolah! Untung saja saya sudah terbiasa membaca dan membayangkan sendiri semua
cerita dalam buku-buku itu sehingga saat saya membaca buku pelajaran pun saya tidak
lagi                                                                           kesulitan.




                                           21
   Sewaktu saya masuk Sekolah Menengah Pertama, saya mendapatkan mata pelajaran
baru yang langsung menarik minat saya. Fisika! Saya tidak mendapatkan pelajaran Fisika
sewaktu masih SD, hanya IPA. Segala hal yang baru pasti langsung menarik perhatian
saya. Saat masih libur sekolah pun saya sudah begitu tertarik melihat buku ‘baru’ ini
sehingga masa liburan sebelum mulai masuk SMP itu saya habiskan untuk membaca
buku Fisika SMP. Ternyata Fisika menyimpan banyak hal menarik dan seru tentang
alam. Walaupun pelajaran di sekolah sedikit membosankan namun saya tetap merasa
asyik dengan membaca buku Fisika itu karena buku itu menjelaskan banyak hal yang
tidak saya ketahui sebelumnya. Ternyata Fisika punya banyak cerita! Saya tenggelam lagi
dalam dunia ‘dongeng’ ilmiah ini. Fisika yang banyak mengungkap misteri alam telah
berhasil                  membuat                     saya                   keasyikan.

    Saat masuk Sekolah Menengah Atas, saya mendapatkan guru fisika yang menarik.
Bapak Handoyo berusaha agar tiap siswa mengerti fisika melalui hal-hal yang lucu.
Untuk menjelaskan percepatan, Pak Handoyo meminta salah satu murid maju ke depan
lalu diminta berjalan. Setelah itu Pak Handoyo mendorong siswa hingga hampir
terpelanting dan berkata “inilah contoh gerak di percepat”. Dengan cara penyampaian
yang menarik ini saya semakin menyukai fisika. Untuk menambah pengetahuan fisika,
saya pergi ke tukang-tukang loak di Pasar senen. Saya mencari buku-buku fisika karya
ilmuwan Belanda yang sudah diterjemahkan seperti Bowman dan Pekelharing, saya juga
mencari buku-buku matematika kuno karangan C.J. Alders. Dari buku-buku ini dan dari
kebiasaan mengerjakan banyak soal-soal fisika dari berbagai kumpulan soal fisika, saya
semakin mendalami dan menguasai fisika serta semakin menyenanginya. Fisika itu
seperti tarian, latihan awal agak sulit, tetapi lama kelamaan tambah asyik, tambah mudah,
tambah indah dan tambah menyenangkan. Teman-teman menyangka saya sangat
berbakat dan jenius dalam bidang fisika padahal menurut saya itu semua karena saya
mendapat kesempatan untuk membaca banyak buku dan mengerjakan banyak soal fisika.

    Kecintaan terhadap fisika ditambah kemudahan memasuki perguruan tinggi melalui
program khusus menghantar saya memilih jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam Universitas Indonesia. Ternyata kebiasaan mengerjakan soal-soal
fisika di SMA sangat menolong saya belajar di perguruan tinggi. Selama masa
mahasiswa ini, saya semakin sering cari buku loakan atau pergi ke perpustakaan Idayu
dekat Pasar Senen. Saya juga menjadi seksi literatur di kegiatan mahasiswa. Di
perpustakaan Idayu saya banyak membaca berbagai buku fisika dari buku mekanika,
relativitas, termodinamika hingga fisika modern. Biasanya kalau dapat pelajaran baru dari
seorang dosen, saya berusaha cari bukan hanya buku pegangan dosen tapi buku-buku
pendamping lainnya. Saya sering mendapatkan buku-buku pendamping yang baik di
perpustakaan. Kadang buku-buku pendamping itu buku kuno yang terbit tahun 1900-an.
Misalnya buku A Treatise on The Analytical Dynamics of Particles and Rigid Bodiesyang
diterbitkan tahun 1904 banyak membantu saya mengerjakan soal-soal fisika matematika
yang sulit dari buku karangan Arfken ataupun membantu saya dalam belajar mekanika
klasik. Buku ini demikian bagus sehingga sudah cetak ulang dan kini saya mempunyai
edisi yang terbit tahun 1999. Ketika belajar biasanya saya membandingkan satu buku
dengan buku lain. Dengan membandingkan isi buku kadang lebih mudah menangkap
makna dari topik yang dibicarakan oleh Dosen. Banyak soal sulit yang tidak di bahas



                                           22
dalam satu buku, ternyata dibahas detil dalam buku lain. Ini sangat membantu saya untuk
mengenali dan menyelesaikan berbagai jenis soal. Walaupun buku fisika tidak
menyajikan ‘cerita’ seru untuk dibaca dan dibayangkan, ternyata buku-buku fisika itu
sanggup menarik perhatian saya. Dari buku-buku fisika inilah saya menemukan bahwa
begitu banyak fenomena alam yang dapat dijelaskan dengan fisika. Dengan fisika ini juga
saya belajar bagaimana melakukan manipulasi matematika, sehingga secara otomatis
kemampuan matematika saya bertambah. Memanipulasi matematika dalam fisika
menimbulkan keasyikan sendiri. Saya sangat tertarik mempelajarinya. Saya senang
mengerjakan soal-soal fisika, mulai dari yang paling sederhana sampai yang cukup rumit.
Saya tidak mau berhenti kalau masih ada soal yang belum berhasil saya selesaikan.
Biasanya kalau saya mulai ‘mandeg’ dalam suatu soal, saya akan membaca kembali
penjelasan mengenai soal tersebut berulang kali sampai saya menemukan dan memahami
konsepnya sehingga saya bisa menyelesaikannya dengan mudah. Saya memang tidak
terbiasa langsung bertanya jika menemukan kesulitan. Justru saya lebih senang
menelusurinya sendiri dengan cara membaca buku-buku yang mungkin bisa memberikan
jawaban. Kalau saya tetap tidak menemukannya, saya akan cari buku-buku lain dan
biasanya saya bisa menemukan jawabannya. Tanpa disadari, kegemaran saya membaca
sudah menambah lagi satu kelebihan bagi diri saya. Karena saya lebih memilih membaca
sendiri untuk mencari jawaban saya bisa berpikir lebih kreatif dan aktif dalam mencari
penyelesaian suatu persoalan. Kalau saja saya tidak terbiasa untuk membaca sendiri, saya
akan langsung mencari bantuan dari orang lain dan tidak melatih kreatifitas saya.

   Selama masa-masa SMA dan mahasiswa, disamping buku fisika saya kecanduan
buku-buku silat. Buku-buku karangan Kho Ping Hoo mulai dari pendekar tanpa tanding
Bu Kek Sian Su (saya masih ingat sampai sekarang namanya), Istana Pulau Es, Pendekar
Suling Mas hingga Jodoh Rajawali saya santap habis. Juga buku-buku silat karangan Gan
KL, Boe Beng Tjoe habis saya baca. Rasanya hampir semua buku silat yang terbit saat itu
sempat saya baca. Kadang tidak sabar menunggu buku silat terbitan baru, saya sering ke
pasar Jatinegara untuk menanyakan langsung ke tukang sewa buku silat. Saking
kecanduan buku silat, saya masih ingat ketika masa-masa ujian sekolah, sepulang ujian
saya ngebut belajar bahan ujian untuk hari berikutnya, setelah itu saya naik ke atap rumah
(karena takut di marahi orang tua) untuk membaca buku silat Memanah Burung Rajawali
(Sia Tiaw Eng Hiong) karangan Boe Beng Tjoe yang begitu terkenal dengan tokohnya
yang bernama Kwee Tjeng dan Oey Yong. Saya membaca disana berjam-jam menikmati
buku-buku itu walaupun font hurufnya kecil-kecil sekali. Buku ini sekarang dicetak ulang
dan tetap jadi buku yang menarik untuk dibaca. Pernah juga karena sedang kegandrungan
dengan buku Pendekar Rajawali Sakti (Sin Tiaw Hiap Lu) Yo Ko, malam-malam
walaupun dengan lilin saya curi-curi baca buku ini hingga hampir pagi. Memang buku-
buku silat ini sangat menyita waktu, namun saya merasakan ada manfaatnya. Dari buku-
buku ini saya banyak belajar tentang kejujuran, menjaga kehormatan, menghormati orang
yang             lebih         tua           dan            jiwa            kepahlawanan.

   Ketika masih mahasiswa tingkat III saya ditawari untuk menulis buku Fisika yang
berisikan soal jawab fisika. Kebiasaan mengerjakan begitu banyak soal fisika, sangat
membantu saya dalam proses penulisan buku ini. Saya menyelesaikan 4 buku fisika
dalam waktu 1,5 tahun. Buku FISIKA yang terbit tahun 1986 ini kemudian meledak



                                           23
dipasaran dan sangat disukai oleh para siswa SMA dan guru. Hampir semua sekolah di
Indonesia antara tahun 1987 sampai 1994 menggunakan buku ini. Royalti penulisan buku
ini (walaupun tidak besar) cukup untuk biaya menikah dan ongkos ke Amerika Serikat
untuk mengambil beasiswa S2/S3 yang ditawarkan College of William di Virginia.

    College of William and Mary merupakan universitas tertua kedua di Amerika Serikat
setelah Harvard University. Nama “college” biasanya merujuk pada perguruan tinggi
yang hanya program S1 saja, tetapi karena ingin mempertahankan sejarah maka William
and Mary tetap memakai kata “college” bukan “university”, walaupun ia punya program
S2/S3. College of William and Mary terletak di kota kecil Williamsburg Virginia.
Kotanya indah dan sangat bersejarah. Dikota ini terdapat Colonial Williamsburg tempat
bersejarah awalnya berdiri negara Amerika Serikat. Juga terdapat beberapa tempat
rekreasi seperti Busch Garden entertaintment park. College of William and Mary
mempunyai perpustakaan umum yang menurut saya berukuran sangat besar (4 lantai).
Jurusan fisikanya tidak terlalu besar, tiap tahun hanya menerima sekitar 10-12 mahasiswa
S2/S3. Di jurusan fisika ini terdapat perpustakaan fisika yang terbuka 24 jam untuk
seluruh mahasiswa. Tiap mahasiswa diberi kunci khusus untuk masuk ke perpustakaan
ini setelah jam kantor. Saya sangat menikmati perpustakaan ini, hampir setiap hari saya
berada di perpustakaan dari pagi hingga sore (kecuali ketika ada kuliah). Kadang kala
saya tinggal di perpustakaan hingga larut malam atau dini hari untuk mencari bahan-
bahan yang dapat membantu saya untuk mengerjakan PR yang begitu banyak dan rumit.
Hampir semua buku fisika yang saya butuhkan ada di perpustakaan ini. Jika buku yang
saya perlukan tidak saya temukan, saya tinggal memesan ke petugas perpustakaan dan
dalam       waktu     tidak      terlalu      lama,    buku    yang      dipesan    tiba.

   Di dekat kampus ada perpustakaan umum (public library) yang cukup besar. Tiap hari
sabtu perpustakaan ini sangat ramai dengan anak-anak. Berbagai buku untuk anak-anak
ada disana. Buku-buku umum untuk remaja, anak muda, ibu-ibu bahkan untuk orangtua
(yang font-nya besar-besar) juga ada. Hampir tiap sabtu saya dan istri saya tidak pernah
absen datang ke perpustakaan ini. Terlebih ketika anak pertama saya lahir, saya semakin
sering mengajak istri saya untuk mencari buku tentang anak, tentang bagaimana
membesarkan anak, tentang bagaimana mengembangkan intelegensi anak, pokoknya
segala sesuatu tentang anak. Maklum disana kami hanya berduaan saja, tidak ada yang
dapat membantu kami merawat anak. Untuk menelfon ke Indonesia mahal sehingga
bukulah yang menjadi andalan kami kalau kami mengalami kesulitan dalam merawat
anak. Melalui buku-buku ini saya belajar bagaimana mengajar anak membaca diusia dini.
Saya terapkan metode cara membaca yang dikembangkan oleh Glenn Doman ini, dan
ternyata memang berhasil. Anak saya mampu membaca pada usia 2,5 tahun. Bahkan
anak kedua lebih awal lagi. Saya juga sering membacakan buku dan bercerita untuk anak-
anak. Ternyata kebiasaan ini membuat anak-anak saya juga senang membaca. Anak
terbesar hingga kini punya koleksi buku banyak sekali. Anak ini senang membaca
berbagai buku klasik seperti Alice in the wonderland, Robin Hood, Gulliver travel, buku-
buku detektif Sherlock Holmes, buku-buku karya Agatha Christie serta buku seri Harry
Potter. Buku-buku yang saya baca mengenai anak, membuat saya mampu memahami
anak dan kini saya sangat dekat dengan 3 anak saya (anak saya lahir masing-masing
tahun                       1990,                      1999,                      2003).



                                           24
   Buku-buku lain yang saya sering baca adalah buku-buku kemanusian, filsafat dan
agama. Buku-buku ini membantu saya dalam berdiskusi di suatu mailing list sekitar
tahun 1992 (menjelang akhir masa studi saya di William and Mary). Walaupun diskusi
melalui mailing list ini sangat menghabiskan waktu, tetapi ternyata ini bermanfaat.
Diskusi meningkatkan kemampuan menulis saya dan mendorong saya untuk membaca
buku lebih banyak lagi. Buku-buku yang saya pakai dalam diskusi ternyata banyak
menolong saya di kemudian hari. Buku bernuansa agama seperti Kitab Suci dan buku-
buku karya Billy Graham, Robert Schuler, Stephen Tong sangat menolong saya ketika
saya mengalami kekuatiran, depresi, kekecewaan, keletihan, kegagalan dan keputusasaan.
Saya juga suka membaca buku-buku karya Kahlil Gibran dan penulis-penulis lain yang
menyejukkan hati, serta buku-buku karya Dale Carnegie yang memotivasi dan mengajak
berpikir                                secara                                 positif.

   Tahun 1993 College of William and Mary diminta untuk jadi tuan rumah Olimpiade
Fisika Internasional (OFI) ke 24. Olimpiade ini ditujukan untuk anak-anak setingkat
SMA, pesertanya sudah mencapai 67 negara. Melalui olimpiade ini hendak dilihat siswa
mana yang kemampuan fisikanya terbaik. Dalam olimpiade fisika ini ada dua
pertandingan yaitu fisika teori dan fisika eksperimen. Hasil kedua pertandingan ini
digabung, yang nilainya mencapai 90 % dari rata-rata 3 nilai tertinggi mendapat medali
emas, 78 % perak dan 65 % perunggu. Saya dan Agus Ananda mahasiswa fisika juga dari
College of William and Mary tergerak untuk mengikutsertakan siswa-siswa Indonesia
dalam OFI ini. Sebelum diterjunkan dalam OFI, siswa-siswa Indonesia ini kami latih dulu
selama 2 bulan. Kami sempat “shock” melihat sulitnya soal-soal yang akan
dipertandingkan dalam OFI. Ternyata level fisikanya setara dengan level S2 fisika. Mana
mungkin siswa kita mampu mengerjakan soal-soal ini! Nah disinilah kebiasaan
mengerjakan soal fisika yang sudah saya jalani bertahun-tahun membantu saya. Dengan
pengalaman ini saya mulai melatih para siswa pelan-pelan mengerjakan soal-soal yang
jauh dari level mereka saat itu. Dengan ketekunan siswa-siswa dan kerajinan mereka
membaca buku-buku yang kami berikan, akhirnya kita berhasil meraih medali perunggu
dan menempatkan Indonesia pada rangking 16 dunia dari 41 negara. Suatu prestasi yang
luar biasa sekali! Ini akibat membaca buku dan berlatih soal-soal fisika!

    Mei 1994, selesai mendapat Ph.D dalam bidang fisika nuklir, saya sempat bekerja di
Pusat Fisika Nuklir Amerika Serikat selama 6 bulan. Namun Desember 1994 saya
memutuskan kembali ke Indonesia untuk meneruskan melatih Tim Olimpiade Fisika
Indonesia. Pengalaman mengerjakan soal-soal fisika dan mengoleksi problem-problem
fisika sangat menolong saya dalam melatih tim fisika Indonesia ini. Melalui berbagai
proses pasang surut hasil, saya mempelajari bagaimana pola pelatihan yang tepat agar
siswa-siswa kita mampu meraih medali emas dalam olimpiade yang sangat bergengsi ini.
Bertahun-tahun melalui proses trial and error saya mencari pola yang sesuai ini. Selama
masa-masa ini saya banyak jatuh bangun terutama ketika menyangkut dana pembinaan
yang sangat minim dan kekurangan sponsor. Namun kata-kata bijak dari berbagai buku
yang saya baca sering menguatkan saya diantaranya ”percobaan yang kamu alami tidak
akan melebihi kekuatanmu”, “kegagalan adalah awal dari keberhasilan”, “rahasia sukses
adalah tetap pada focus”, “untuk terbang kita pasti akan mendapat hambatan”, “hanya



                                          25
mereka yang berani gagal akan meraih sukses”, dan sebagai. Kata-kata bijak ini
mendorong saya untuk terus maju dan tidak menyerah. Akhirnya usaha keras ini tidak
sia-sia. Pada tahun 1999 di Italia untuk pertamakalinya Indonesia meraih medali emas
pertama! Keharuan dan tangis kebahagiaan mengiringi Made Agus Wirawan, siswa dari
desa miskin Bangli di Bali, naik ke atas panggung untuk menerima penghargaan medali
emas yang merupakan lambang prestasi tertinggi kompetisi fisika dunia. Ternyata siswa
Indonesia tidak kalah dengan siswa-siswa negara lain! Bukan itu saja, dalam proses
pencarian pola ini saya menemukan cara atau tehnik mengajar fisika yang mudah asyik
dan menyenangkan. Sekarang setiap tahun emas sudah menjadi tradisi Tim Olimpiade
Fisika Indonesia. Tahun 2003 Indonesia menjadi juara Asia dengan mengantongi 6
medali emas! Tahun 2006 Indonesia juara dunia (peringkat 1 dari 85 negara)!!!

    Olimpiade fisika saya anggap sebagai sebuah peperangan. Dimulai dari mencari
siswa, melatihnya lalu menerjunkannya dalam pertandingan, ini mirip dengan pelatihan
tentara yang akan diterjunkan ke medan perang. Setelah siswa bertanding, para pelatih
diberi hasil pekerjaan siswa. Pelatih kemudian menilainya dan membandingkan hasil
penilaian ini dengan hasil penilaian juri. Jika ada perbedaan maka pelatih berhak untuk
mengajukan moderasi pada juri. Biasanya karena juri sangat sibuk dengan begitu
banyaknya kertas yang harus diberi nilai, mereka tidak hati-hati. Disinilah peran para
pelatih untuk memprotes hasil penilaian juri. Dalam mengajukan moderasi kita harus
hati-hati, bisa saja juri yang sudah demikian lelah malah marah-marah ketika kita
memprotes dengan keras. Dibutuhkan suatu strategi jitu untuk hal ini. Karena itu saya
merasa perlu membaca berbagai buku klasik karya Sun Tzu. Juga saya membaca buku
klasik Sam Kok (kisah tiga kerajaan). Dari buku-buku ini saya banyak belajar tentang
berbagai strategi perang. Sebagai contoh dalam buku Sam Kok diceritakan bahwa setiap
kali Kong Beng (penasehat ulung Liu Pei) berperang dan mengepung musuh, ia selalu
memberikan celah bagi musuh itu untuk berlari. Tidak pernah Kong Beng menutup
semua jalan. Filosofi Kong Beng adalah jika musuh dalam keadaan terdesak maka musuh
dapat berbuat apa saja untuk mempertahankan diri termasuk melawan dengan sekuat
tenaga. Ini saya terapkan dalam moderasi untuk mempertahankan nilai siswa kita
dihadapan juri. Dengan cara halus dan tidak menyudutkan, juri dapat kita yakinkan,
sehingga seringkali nilai siswa kita dapat dinaikkan kembali. Disamping buku-buku
strategi perang, untuk melengkapi pengetahuan saya tentang strategi negosiasi dan
memimpin olimpiade fisika, saya banyak membaca buku-buku tulisan dan kisah hidup
orang terkenal dalam dunia bisnis seperti Jack Welch, Peter Drucker, Henry Ford, Bill
Gates,                      Warren                       Buffet                    dsb.

    Untuk mempertahankan prestasi kita dalam olimpiade fisika dibutuhkan
pemasyarakatan fisika diseluruh lapisan. Kita harapkan dengan semakin banyaknya siswa
belajar fisika, semakin mudah kita menjaring siswa berbakat untuk olimpiade fisika. Nah
untuk memasyarakatkan fisika ini, saya menulis di berbagai media massa. Tulisan kartun
saya di Harian Kompas terinspirasi dari buku-buku eksperimen fisika sederhana karangan
Janice Van Cleave, Hans Jurgen Press, Brown, Walker, Gardner, Cobb ataupun dari
situs-situs fisika seperti : howstuffworks.com, howthingswork.virginia.com,
exploratorium.edu, physicsweb.org, physics.iop.org dan situs-situs fisika lain yang
mudah ditemukan melalui search engine seperti google.com, yahoo.com dsb. Tulisan lain



                                          26
tentang peraih Nobel Fisika, dan tulisan populer lainnya seperti fisika sepakbola, fisika
tennis, fisika berenang, nanoteknologi dan fisika binatang yang diterbitkan dibeberapa
media       massa     juga    terinspirasi   dari    buku      dan      web-web       ini.

   Buku-buku diatas juga menginspirasi saya untuk menulis buku “IPA dibuat Asyik”
untuk SD kelas I sampai kelas VI. Menurut mereka yang telah membaca buku ini, buku
ini sangat menarik dan sangat disukai oleh anak-anak. Mungkin ini disebabkan karena
seringnya saya membaca buku anak-anak sehingga saya cukup tahu apa yang diingini dan
apa yang dipikirkan anak-anak. Dalam buku ini terdapat lebih dari 400 eksperimen
sederhana yang dapat dilakukan dengan alat alat yang ditemui disekitar kita. Ratusan
rahasia alam yang ada dalam buku IPA ini seperti mengapa orang tidur, apakah ikan
tidur, mengapa serigala melolong diwaktu malam, mengapa orang kecekutan, binatang
apa yang larinya sangat cepat, dan lainnya saya peroleh datanya dari berbagai buku
seperti Guinness book of World Record ataupun dari berbagai ensiklopedi sains seperti
ensiklopedi Ilmu Pengetahuan, Jendela Iptek, Grolier dan Encyclopedia Sport Science.

   Buku matematika untuk anak, berbagai buku “puzzle”, berbagai buku test psikologi,
dan puluhan buku test IQ dari Mensa, buku Thinker Toys’s, Cracking Creativity,
Everyday math, Vedic Mathematics, Quicker Math banyak menginspirasi saya untuk
menulis buku “Matematika dibuat Asyik”. Melalui buku ini anak SD kelas I sampai kelas
VI dapat belajar matematika dengan asyik, mudah dan menyenangkan.

   Pengalaman mencari solusi termudah dari berbagai problem fisika, menginspirasikan
saya untuk mengembangkan dan menulis buku “Fisika GASING (GAmpang aSyIk
menyenaNGkan)” untuk SMP. Dalam buku ini para siswa tidak perlu lagi menghafal
rumus yang rumit-rumit. Cukup dengan mengerti konsepnya, kita dapat mengerjakan
soal-soal yang diberikan. Misalnya massa jenis air 1 gram/cm3 mempunyai arti bahwa
massa 1 cm3 adalah 1 gram. Jika ditanyakan berapa massa 10 cm3 maka dengan mudah
kita mengatakan bahwa massanya 10 gram. Tidak perlu menghafal rumus! Demikian juga
ketika kita bicara kecepatan benda 10 meter per detik. Ini mempunyai arti bahwa dalam 1
detik benda menempuh jarak 10 meter. Jika ditanyakan berapa jarak yang ditempuh
benda dalam waktu 5 detik maka kita dapat mudah menghitungnya dengan
menambahkan 10 meter sebanyak 5 kali yaitu 10 + 10 + 10 + 10 + 10 atau 10 x 5 = 50
meter. Kita bisa mengerjakan tanpa rumus! Tanpa rumus yang rumit, fisika untuk SMP
menjadi lebih “fun”, sehingga siswa SMP tidak takut lagi terhadap fisika atau
menganggap fisika sebagai momok yang menakutkan. Buku Fisika GASING untuk SMA
sedang dikembangkan. Saat ini seminar yang dihadiri ribuan siswa diberbagai kota besar
sedang dilakukan. Responnya luar biasa. Semua siswa jadi suka fisika. Buku-buku lain
yang saya tulis seperti buku-buku untuk pelatihan olimpiade fisika, buku fisika untuk
semua, komik Archie Meidy banyak sekali diinspirasikan dari berbagai buku yang saya
baca.

   Saya juga keranjingan membaca berbagai buku fisika popular. Banyak buku yang
bagus yang menarik untuk dibaca antara lain: The elegant universe karya Brian Greene,
Hyperspace karya Michio Kaku, Alice in Quantumland oleh Robert Gilmore, The First
Three Minutes oleh Steven Weinberg, The Quark and The Jaguar oleh Murray Gellmann,



                                           27
A brief history of time oleh Stephen Hawkings, The Einstein Paradox oleh Bruce dan
masih banyak lagi. Buku-buku ini sangat memperkaya pengetahuan fisika saya.

   Untuk menopang riset saya dalam bidang ekonofisika (aplikasi fisika untuk ekonomi)
disamping membaca berbagai buku tentang ekonofisika seperti Introduction of
Econophysics oleh E. Stanley dan Mantegna, Pattern of speculation Roehner, The
Statistical Mechanics of Financial Markets oleh J. Voit, saya banyak membaca buku
popular tentang kompleksitas misalnya: Chaos oleh James Gleick, The Collapse of Chaos
oleh Cohen dan Stewart, Complexification oleh Casti dan Chaos, Complexity and
Sociology oleh Raymod Eve et.al. Buku-buku terakhir ini memberikan banyak ide dalam
penulisan buku kompleksitas dan ilmu sosial yang saya harapkan dapat diluncurkan
dalam                   beberapa                   bulan                   mendatang.

   Buku-buku yang saya baca itu juga memberikan inspirasi untuk melahirkan teori
Mestakung (semesta mendukung) dengan tiga hukum Mestakung yaitu Hukum I: pada
kondisi kritis pasti ada jalan keluar; hukum II: ketika kita melangkah terlihatkan jalan
keluar itu; hukum III: ketika kita melangkah dengan tekun maka terjadilah mestakung
dimana semesta akan mendukung agar apa yang sedang kita upayakan itu berhasil dengan
hasil yang luar biasa. Teori Mestakung ini telah banyak memberikan inspirasi banyak
orang untuk meraih sukses, dari mulai dari anak sekolah hingga bisnismen.

   Untuk tetap update dengan perkembangan dalam berbagai bidang di masa mendatang
saya banyak membaca juga buku-buku tentang future seperti Technofutures oleh James
Canton yang menceritakan teknologi apa yang akan berkembang di masa mendatang,.
Visions oleh Michio Kaku yang membahas tiga revolusi di masa mendatang: revolusi
komputer, revolusi biomolekular, revolusi quantum. Our Posthuman Future oleh Francis
Fukuyama yang membahas konsekuensi-konsekuensi revolusi dalam bioteknologi. The
company of the future yang menceritakan bagaimana revolusi dalam bidang komunikasi
akan merubah sistem manajemen yang ada. The next fifty years oleh John Brockman
tentang 25 esai mengenai science diabad 21. The World in 2020 power, culture and
prosperity oleh Hamish Mc Rae, Globalization and discontents oleh Joseph Stiglitz yang
banyak membahas pengaruh globalisasi. Kemudian The Biotech century oleh Jeremy
Rifkin yang banyak menceritakan tentang peranan biotek dimasa mendatang. Dalam
buku Predictions keluaran oxford university press, terdapat bagian tentang terapi gen
yang kalau bisa diterapkan maka orang tidak perlu takut sakit lagi, orang akan berumur
lebih panjang dan menikmati hidup lebih lama. Juga dalam buku itu ada bagian tentang
alat penterjemah modern. Alat ini dapat membaca pikiran kita yang kemudian dikirim ke
lawan bicara kita. Sehingga lawan bicara kita akan mengerti apa yang sedang kita
pikirkan dan ingin kita bicarakan. Alat ini nantinya dapat dimasukkan dalam tubuh
(karena ukurannya yang sangat kecil) dan membantu orang berkomunikasi walaupun
mereka berbicara dalam bahasa yang berbeda-beda. MIT (Massachussetts Institute of
Technology) sekarang ini sedang mengembangkan mesin ini menurut prediksi dalam
beberapa tahun ke depan prototype alat ini sudah bisa diluncurkan. Semua buku-buku ini
sangat menarik dan memberikan saya insight mengenai apa yang akan terjadi di masa
mendatang.




                                          28
    Saya merasa bersyukur dan beruntung sekali dapat membaca dan memiliki begitu
banyak buku. Saya sangat menikmatinya. Saya merasa semua buku yang pernah saya
baca sangat besar manfaatnya bagi saya. Walaupun buku-buku itu hanya buku novel,
dongeng, atau buku bacaan ringan lainnya. Ada begitu banyak hal yang bisa saya
dapatkan dari buku-buku ini. Buku-buku ini membangun karakter dan mengembangkan
diri saya. Buku-buku ini pulalah yang membentuk saya menjadi seorang yang tidak
fanatik pada suatu subyek tertentu saja. Kini saya dapat menikmati kepluralan fisika yang
merambah ke berbagai hal dari mulai teknologi, komputer, ekonomi, agama, sosial
hingga bahasa. Dan saya percaya bahwa saya akan terus menikmati pengalaman seru
dengan buku-buku ini selama saya masih membaca.(***)

Sumber: http://www.yohanessurya.com/awards.php

STKIP Surya
2009-11-25 17:04:34

Pendahuluan

Indonesia butuh guru yang berkualitas! Ya benar, pendidikan Indonesia terpuruk
karena kurangnya guru yang berkualitas. Kebutuhan akan guru berkualitas ini tidak
hanya dirasakan oleh Indonesia, tetapi juga oleh seluruh dunia. Badan dunia
UNESCO telah mendesak pemerintahan di seluruh dunia agar mencetak guru-guru
yang berkualitas.

Adanya desakan yang demikian besar ini, Prof. Yohanes Surya Ph.D tergerak untuk
mendirikan suatu Institute setingkat dengan universitas yang dinamakan Surya
Institute for Science, Computer and Math Education atau STKIP (Sekolah Tinggi
Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Surya.

STKIP Surya akan mendidik ribuan guru dan akan mengubah pembelajaran sains,
komputer (teknologi informasi) dan matematika yang semula sulit dan menakutkan
menjadi GASING (GAmpang, aSyIk menyenaNGkan) dengan memanfaatan teknologi
informasi terkini. Diharapkan dengan menyukai sains dan matematika ke depannya
siswa-siswa Indonesia tidak takut-takut lagi untuk menjadi ilmuwan-ilmuwan handal.
Dengan banyaknya ilmuwan-ilmuwan handal di Indonesia maka Indonesia akan
tumbuh menjadi negara yang maju, sejahtera, dihormati dan dikagumi oleh bangsa
manapun.

STKIP Surya juga dibangun untuk memenuhi kebutuhan guru-guru sains, komputer
(teknologi informasi) dan matematika yang mampu mengajar dalam dua bahasa
(bahasa Indonesia dan bahasa Inggris) untuk keperluan sekolah bertaraf
internasional yang ada diseluruh kabupaten/kotamadya di Indonesia.

Lewat STKIP Surya, Indonesia akan menjadi pusat pengembangan metode
pembelajaran GASING (Gampang, Asyik dan Menyenangkan) yang telah dimulai oleh
Prof. Yohanes Surya Ph.D. Dengan metode ini Prof. Yohanes Surya, Ph.D telah
melatih anak-anak dari pedalaman Papua belajar matematika dengan mudah.
Metode GASING yang lebih menekankan pada penggunaan logika ini telah mampu
menelurkan banyak pelajar-pelajar Indonesia menjadi juara dunia dalam bidang
Fisika/Sains baik untuk tingkat SMP maupun tingkat SMA. Saat ini lebih dari 5000
guru di seluruh Indonesia telah merasakan manfaat metode GASING yang
diharapkan akan berkembang ke seluruh dunia.


                                           29
     Berkaitan dengan olimpiade (khususnya olimpiade Fisika, Matematika dan
     Komputer/Informasi) STKIP Surya akan menjadi pusat pelatihan awal bagi mereka
     untuk meraih prestasi setinggi-tingginya dalam mengharumkan nama bangsa dan
     negara di dunia internasional.

     Beberapa pengajar full-time STKIP Surya antara lain Prof. Yohanes Surya Ph.D, Dr.
     Joko Saputro (pelatih olimpiade komputer), Dr. Hendra Kwee (pelatih olimpiade
     fisika), Dr. Jong Anly, Dr. Eddy Yusuf, Dr. Puji Untoro, Anton Wardaya M.Sc (pelatih
     olimpiade math), Surya Wijaya M.Sc (pelatih olimpiade math), Mariana Rajawane
     M.Sc (pelatih Fisika Gasing), Mariana Li (pelatih kimia). Saat ini sudah sekitar 15
     Ph.D (doktor) menyatakan kesediaannya untuk bergabung di STKIP Surya tahun
     2010/2011.



     Visi STKIP Surya

     Membangun manusia Indonesia yang cinta sains dan matematika

     Misi STKIP Surya

     Membuat pembelajaran sains dan matematika di Indonesia menjadi pembelajaran
     yang GASING (Gampang, Asyik dan Menyenangkan) dengan memanfaatkan
     teknologi informasi terkini.

     Target

     Menghasilkan guru-guru dengan kualifikasi:

             1.    Mampu mengajar sains, teknik informasi dan computer, dan matematika
                  secara GASING dengan memanfaatkan teknologi informasi terkini
                  (termasuk animasi, e-learning dsb).
             2.   Mampu mengajar olimpiade sains, teknik informasi dan computer, dan
                  matematika tingkat SD, SMP atau SMA

             3.    Mampu mengajar sains, teknik informasi dan computer, dan matematika
                  dalam dua bahasa di sekolah bertaraf international (SBI, nasional plus
                  ataupun sekolah internasional)

             4.    Mampu mengajar dengan hati (great teacher tidak sekedar good teacher
                  saja).

             5.    Siap dan mempunyai kemampuan cukup untuk melanjutkan ke jenjang
                  S2/S3

     Lapangan pekerjaan bagi lulusan STKIP Surya

        1.    Pengajar olimpiade sains , teknik informasi dan computer, , dan matematika
             tingkat SD, SMP atau SMA
2.    Pendiri bimbingan belajar berkualitas untuk sains, teknik informasi dan komputer,
     dan matematika




                                              30
3.    Pengajar sains, teknik informasi dan computer, atau matematika di Sekolah Bertaraf
     Internasional (SBI), sekolah nasional plus ataupun sekolah internasional.

4.   Konsultan pendidikan

5.   Pengembang (wirausawahan) software pendidikan sains dan matematika

6.    Sarjana yang siap untuk melanjutkan ke jenjang S2/S3.

     Angkatan pertama STKIP Surya akan dimulai tanggal 6 September 2010.

     Jurusan yang dibuka:

        1.   Pendidikan Fisika
2.   Pendidikan Matematika

3.   Pendidikan Teknik Informasi dan Komputer

     STKIP Surya saat ini sedang membuka lowongan bagi pengajar full-time ataupun
     part-time dalam berbagai bidang (termasuk tenaga administrasi). Informasi lebih
     lanjut bisa kontak Sri Irianti Warek (wakil rektor) II di email: sirianti@gmail.com

     STKIP Surya juga sedang membuka penerimaan mahasiswa baru. Pemda-pemda
     atau yayasan pendidikan terutama di daerah-daerah diharapkan dapat mengirimkan
     putra/i-nya untuk kami didik menjadi guru yang handal. Informasi penerimaan
     mahasiswa baru atau beasiswa bisa kontak Rudy Budiarto di hp: 0815 10388155
     atau email: rudybudiarto@gmail.com dan stkipsurya@gmail.com. Khusus untuk
     PEMDA menghubungi        Johny S Liong di hp: 08161317814 dan email:
     johnyliong@gmail.com

     Website www.stkipsurya.ac.id masih dalam konstruksi.

     Sumber: http://www.yohanessurya.com/news.php?pid=1&id=127




                                             31

								
To top