Kebudayaan Papua

					          KEBUDAYAAN INDONESIA

             KEBUDAYAAN PAPUA

                 MAKALAH

   Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Tugas Mata Kuliah Kebudayaan Indonesia Tingkat S1
              Prodi Pendidikan IPS




                 Disusun Oleh :

            ABDUL AZIEZ MUSLIM
             ILHAM IRDIANSYAH
            AGUNG WIRADIMAJA
            RAYWIDI ANJARSARI



    UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
                BANDUNG
                   2010
                                          BAB I


                                    PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
       Dalam tatanan kehidupan berbudaya, tentunya Indonesia sebagai Negara
kepulauan yang begitu luas, dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia, yang
dibatasi oleh lautan, memiliki keragaman kebudayaan yang berbeda satu sama lainnya.
Hal ini tentu tak mesti menjadi sebuah perbedaan yang akhirnya menjadi konflik diantara
sesama bangsa Indonesia. Justru hal tersebut harus dianggap khazanah kekayaan
kebudayaan di Indonesia yang akan menjadi pemersatu bangsa, seperti halnya semboyan
Negara kita,”Bhineka Tunggal Ika” yang berarti berbeda-beda namun tetap satu jua,
terlebih dari itu, kita sebagai calon pendidik IPS tentu harus memiliki pemahaman
mendalam tentang beberapa kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia tersebut.
       Salah satu daerah di Indonesia yang memiliki kebudayaan yang cukup terkenal
serta memiliki kebudayaan yang sangat kaya serta masih memiliki keaslian di tengah
aliran globalisasi adalah salah satunya di daerah Irian. Seperti yang kita tahu bagaimana
begitu kayanya daerah Irian ini, ditambah lagi dengan kekayaan kebudayaan begitu
beragam serta jauh berbeda dengan kebudayaan yang ada di daerah Indonesia lainnya,
bagaimana mereka masih berpegang teguh terhadap ajaran nenek moyang mereka serta
masih tertutup dari budaya luar.
       Tentu hal ini sangat menarik untuk kita kaji, tentang bagaimana mereka bisa
bertahan hidup dalam kebudayaan tanpa tekhnlogi, tanpa dunia luar, namun mereka
mampu untuk bertahan dengan tetap teguh dengan ajaran nenek moyangnya. Oleh karena
itu kami bersepakat dalam makalah ini untuk membahas permasalahan tersebut
B. Tujuan Penulisan
       Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah :
   1. Mengetahui letak geografis serta demografis dari kebudayaan Irian.
   2. Mengetahui perlengkapan serta peralatan yang digunakan oleh kebudayaan Irian
       untuk bisa bertahan hidup.
   3. Mengetahui sistem mata pencahariannya.
   4. Mengetahui sistem kekerabatan dan organisasi sosial yang ada di Kebudayaan
       tersebut.
   5. Mengetahui bahasa daerah yang sehari-hari digunakan.
   6. Mengetahui karya seni yang ada di kebudayaan tersebut.
   7. Mengetahui sistem kepercayaan yang dianut oleh masyarakat yang ada di
       kebudayaan Irian.
C. Manfaat Penulisan
       Dari hasil makalah diatas diharapkan kita menjadi tahu bagaimana sebenarnya
seluk beluk kebudayaan yang ada di daerah Irian, sehingga wawasan kita akan
kebudayaan yang ada di Indonesia menjadi semakin luas, lebih dari itu kita bisa saling
menghargai perbedaan kebudayaan tersebut dengan rasa kebangsaan serta rasa kesatuan
antar bangsa Indonesia.
D. Metode Penulisan
       Dalam penyusunan Makalah ini dapat tersusun dengan baik serta efisisen penulis
menggunakan beberapa pembahasan.
       Metode yang penulis gunakan dalam isi dari makalah ini menggunakan metode
kepustakaan, yaitu dengan jalan mengumpulkan dan mempelajari buku-buku dengan
tujuan untuk mengambil dan mendapatkan bahan-bahan yang ada hubungannya dengan
Ilmu Ekonomi, selain itu pula penulis menggunakan metode literature study yaitu penulis
mengumpulkan data dari buku ataupun isumber internet yang penulis menukilnya
kedalam makalah ini.
E. Sistematika Penulisan
       Dalam rangka mempermudah memahami penulisan laporan ini, maka penulis
menyususn sistematika sebagai berikut :
BAB I : Membahas mengenai Pendahuluan yang diantaranya berupa Latar Belakang
         Masalah, Tujuan Makalah, Manfaat, Metode Penelitian dan sistematika
         penulisan.


BAB II : Isi pokok mengenai kebudayaan Irian itu sendiri yang mencakup, Letak
         Geografis dan Demografisnya, Peralatan dan Perlengkapan hidup, Sistem Mata
        Pencaharian, Sistem kekerabatan dan Organisasi Sosial, Bahasa, Kesenian serta
        Sistem Kepercayaan.
BAB III : Merupakan penutup dari makalah ini, yang berisiskan kesimpulan dan Saran,
        serta Daftar Pustaka.
                                          BAB II
                                KEBUDAYAAN PAPUA


A. Letak Geografis dan Demografis Papua
         Papua adalah sebuah provinsi terluas Indonesia yang terletak di bagian tengah
Pulau Papua atau bagian paling timur di Indonesia..
         Provinsi Papua dulu mencakup seluruh wilayah Papua. Pada masa pemerintahan
kolonial Hindia-Belanda, wilayah ini dikenal sebagai Nugini Belanda (Nederlands
Nieuw-Guinea atau Dutch New Guinea). Setelah berada di bawah penguasaan Indonesia,
wilayah ini dikenal sebagai Provinsi Irian Barat sejak tahun 1969 hingga 1973. Namanya
kemudian diganti menjadi Irian Jaya oleh Soeharto pada saat meresmikan tambang
tembaga dan emas Freeport, nama yang tetap digunakan secara resmi hingga tahun 2002.
         Nama provinsi ini diganti menjadi Papua sesuai UU No. 21 Tahun 2001 tentang
Otonomi Khusus Papua. Pada 2003, disertai oleh berbagai protes (penggabungan Papua
Tengah dan Papua Timur), Papua dibagi menjadi dua provinsi oleh pemerintah Indonesia;
bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya menjadi Provinsi
Irian Jaya Barat (setahun kemudian menjadi Papua Barat).
a.1. Papua Timur
1. Luas Wilayah
         Luas wilayah provinsi Papua adalah 317. 062 (Km2). Jika dibandingkan dengan
wilayah Republik Indonesia, maka luas wilayah Provinsi Papua merupakan 19,33 persen
dari luas Negara Indonesia yang mencapai 1.890.754 (Km2). Ini merupakan provinsi
terluas di Indonesia.
Persentase penduduk Papua jika dibandingkan dengan penduduk Indonesia secara
keseluruhan tercatat sebesar 0.77% pada tahun 1971. Kemudian pada tahun 1980
meningkat menjadi 0,79%. Tahun 1990 peningkatan persentase jumlah penduduk Papua
sangat tinggi yang mencapai 0,91%. Pada tahun 2000 mengalami penurunan menjadi
0.86% dan terakhir pada tahun 2005, pesentase jumlah penduduk Papua tercatat sebanyak
0.85%.
         Kabupaten Merauke merupakan daerah yang terluas yaitu 4397 Ha atau 13,87%
dari total luas Provinsi Papua. Sedangkan Kota Jayapura merupakan daerah terkecil tetapi
apabila dibandingkan dengan kota se-Indonesia, maka Kota Jayapura merupakan kota
yang terluas. Kota Wamena (Jayawijaya) dengan ketinggian 2000 - 3000 meter diatas
permukaan laut merupakan kota tertinggi dan terdingin di Papua. Sedangkan yang
terendah adalah kota Merauke dengan ketinggian 3.5 meter diatas permukaan laut.
2. Letak Geografis
       Provinsi Papua dengan luas 31.7062 Km2, terletak diantara 130-141°  Bujur
Timur dan 2°25' Lintang Utara - 9° Lintang Selatan.
3. Batas Wilayah.
Provinsi Papua berbatasan dengan :
Sebelah Utara               : Samudera Fasifik/Pacific Ocean
Sebelah Selatan             : Laut Arafura/Arafura Sea
Sebelah Barat                : Provinsi Papua Barat
Sebelah Timur                 : Papua New Guinea
4. Topografi
       Pegunungan Utama di Provinsi Papua terdiri atas Pegunungan Kobowre di
Nabire, Pegunungan Sudirman di Enarotali dan Puncak Jaya, Pegunungan Jayawijaya di
Jayawijaya, Pegunungan Vanres di Mamberamo, Pegunungan Gauntier dan Pegunungan
Wisnumurti.
Gunung dan Puncak di Provinsi Papua yang berada di deretan pegunungan tersebut
adalah :
Gunung Waspada (1.070 m)
Puncak Jaya (5.030 m)
Puncak Trikora (4.750 m)
Puncak Yamin (4.350 m)
Puncak Mandala (4.700 m)
Gunung Dom (1332 m)
       Pegunungan Jayawijaya merupakan suatu perluasan cordillera yang mengubah
dataran tinggi Papua yang berpusat New Guinea, membentang sepanjang 400 mil (640
km) dari timur ke barat menyeberangi bagian tengah Papua dengan puncak tertingginya
adalah Puncak Jaya 16,502 kaki (5,030 meter). Puncak dengan hutan lebat, kecuali salah
satu puncak tertinggi yang terdiri dari batu karang glaciated.
       Di bagian utara terdapat lembah yang dialiri sungai Tariku Dan Taritatu Sungai
dan merupakan anak sungai Mamberamo Sungai. Kebanyakan dataran rendah di
semenanjung Bomberai berjejer kearah barat sedangkan di Doberai yang bergunung-
gunung ( Vogelkop; Belanda, "Kepala Burung") berjejer kearah barat laut.
       Sepanjang bagian selatan pegunungan Maoke terdapat suatu area berpaya-paya
yang luas [yang] yang dialiri oleh air dari sungai Digul, Pulau, Braza, Baliem, Loren,
Armandville, Blumen, Semara, dan Mapi Sungai. Daerah Gunung yang tinggi ditutupi
oleh lembah-lembah yang ditumbuhi rumput kasar, dan tumbuh-tumbuhan hutan-hujan
tropis. Sedangkan area utara pegunungan tengah ditutupi oleh hutan basah. Di antaranya
banyak ditumbuhi varieta pohon palem (sagu, kelapa, dan nipa), kayu cendana, kayu
hitam, karet, casuarina, pohon cedar, buah sukun, dan bakau; anggrek dan pakis tumbuh
dengan subur di hutan basah tersebut.
5. Iklim dan Cuaca
       Kota Jayapura merupakan daerah dengan suhu udara tertinggi, mencapai 28,2 ºC
ditahun 2005 sedangkan Wamena merupakan daerah dengan suhu udara terendah yang
mencapai 19,4 ºC pada tahun 2004. Persentase kelembaban udara tertinggi mencapai
87% di Biak pada tahun 2005 dan terendah mencapai 77% di Serui pada tahun 2001.
Rata-rata penyinaran matahari tercatat di Merauke yang mencapai 70% pada tahun 2005
sedangkan persentase terendah tercatat pada tahun 2003 di Biak yang mencapai 37%.
a.2. Papua Barat
1. Luas Wilayah
       Provinsi Papua Barat memiliki luas wilayah 115.363,50 km2 dengan Kabupaten
Teluk Bintuni merupakan kabupaten terluas yaitu 18.658 km2 atau 16,17 persen dari total
luas wilayah Provinsi Papua Barat dan Kota Sorong merupakan kabupaten dengan luasan
terkecil yaitu 1.105 km2. Luas wilayah kabupaten dan persentasenya terhadap Provinsi
Papua Barat disajikan pada berikut
2. Luas Wilayah Provinsi Papua Barat Menurut Kabupaten/Kota
No    Kabupaten /Kota                   Luas (km2)              Persentase (%)
1.    Fakfak                            14.320,00               12,41
2.    Kaimana                           18.500,00               16,04
3.    Teluk Wondama                      4.996,00              4,33
4.    Teluk Bintuni                      18.658.00             16,17
5.    Manokwari                          14.448,50             12,52
6.    Sorong Selatan                     13.265,00             11,50
7.    Sorong                             18.700,00             15,75
8.    Raja Ampat                         11.901,00             10,32
9.    Kota Sorong                        1.105,00              0,96
      Irian Jaya Barat                   115.363,50            100,00
Sumber : Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se- Provinsi Irian Jaya Barat, dalam
Irian Jaya BaratDalam Angka 2006
3. Letak Geografis
       Provinsi Papua Barat terletak antara 00,0" - 40,0" Lintang Selatan dan 1240,00" -
1320,0" Bujur Timur, tepat berada dibawah garis khatulistiwa dengan ketinggian 0 - 100
meter dari permukaan laut.
4. Batas Wilayah
Batas geografis Provinsi Papua Barat adalah :
Sebelah Utara       : Samudera Pasifik
Sebelah Selatan      : Laut Banda Provinsi Maluku
Sebelah Barat       : Laut Seram Provinsi Maluku
Sebelah Timur        : Provinsi Papua
6. Iklim dan Cuaca
       Berdasarkan hasil pencatatan suhu udara pada beberapa Stasiun yang berada di
Kabupaten/Kota se- Provinsi Papua Barat pada tahun 2005 menunjukkan bahwa suhu
rata-rata tertinggi terjadi di Kabupaten Sorong dan Kota Sorong yaitu sebesar 27,70
derajat celsius dan suhu udara rata-rata terendah berada di Kabupaten Fakfak yang hanya
berkisar 14,50 derajat celsius (Tabel 5.)
       Provinsi Papua Barat mempunyai kelembaban udara yang hampir sama antar
Kabupaten/Kota yaitu berkisar pada 83,67 persen sampai 85 persen, dimana angka
terendah terjadi di Kabupaten Manokwari dan yang paling tinggi di Kabupaten Fakfak.
Tekanan udara rata-rata di wilayah Provinsi Papua Barat seperti yang disajikan pada
Tabel 6 menunjukkan bahwa kabupaten Sorong dan Kota Sorong mempunyai tekanan
udara rata-rata tertinggi yaitu sebesar 1.010,7 mbs, sementara tekanan udara rata-rata
terendah terjadi di kabupaten Fakfak dengan tekanan udara rata-rata sebesar 994,31 mbs.
Sepanjang tahun 2005 curah hujan dibeberapa wilayah di Provinsi Papua Barat tecatat
bahwa curah hujan tertinggi terjadi di Kabupaten Fakfak yaitu sebesar 3.209 mm.
Sementara curah hujan terendah terjadi di Kabupaten Kaimana yang curah hujannya
hanya mencapai 127 mm.


B. Peralatan dan Perlengkapan Hidup
       Banyak senjata yang digunakan oleh masyarakat papua dalam bertahan hidup,
seperti halnya pisau belati yang merupakan senjata tradisional Papua. Selain itu mereka
juga sering menggunakan Tombak serta panah untuk berburu.
       Selain itupula untuk bisa bertahan hidup dari alam, mereka pun mendirikan
rumah, seperti halnya suku Dani yang memiliki tempat tinggal bernama Honai. Rumah
Honai terbuat dari kayu dengan atap berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami atau
ilalang. Honai mempunyai pintu yang kecil dan tidak memiliki jendela. Sebenarnya,
struktur Honai dibangun sempit atau kecil dan tidak berjendela bertujuan untuk menahan
hawa dingin pegunungan Papua.


C. Sistem Mata Pencarian
       Sistem mata pencaharian di Papua ini amat beragam, sesuai dengan dimana
masyarakat itu tinggal,
      Penduduk daerah pantai dan kepulauan dengan ciri-ciri umum, rumah diatas tiang
       (rumah panggung), mata pencaharian menokok sagu dan menangkap ikan.
      Penduduk daerah pedalaman yang hidup pada daerah sungai, rawa, danau dan
       lembah serta kaki gunung. Pada umumnya bermata pencaharian menangkap ikan,
       berburu, binatang utama yang diburu biasanya Babi, tapi dalam perjalan oang
       sering menangkap atau menangkap beraneka ragam binatang dan mengumpulkan
       hasil hutan.
   Penduduk daerah dataran tinggi dengan mata pencaharian berkebun beternak
    secara sederhana.


D. Sistem Kekerabatan dan Sistem Organisasi Sosial
Umumnya masyarakat papua hidup dalam sistem kekerabatan dengan menurut garis
keturunan ayah (Patrilinea). Budaya setempat berasal dari Melanesia. Masyarakat
berpenduduk asli papua cenderung menggunakan bahasa daerah yang
sangatdipengaruhi oleh alam laut, hutan dan pegunungan.
Beberapa contohsistem kekerabatan yang berlaku di Papua:
•   Masyarakat Dani tidak mengenal konsep keluarga batih, di mana bapak, ibu, dan
    anak tinggal dalam satu rumah. Mereka adalah masyarakat komunal. Maka jika
    rumah dipandang sebagai suatu kesatuan fisik yang menampung aktivitas-
    aktivitas pribadi para penghuninya, dalam masyarakat Dani unit rumah tersebut
    adalah sili.
•   Pada dasarnya silimo / sili merupakan komplek tempat kediaman yang terdiri dari
    beberapa unit bangunan beserta perangkat lainnya.
•   Perkampungan tradisional di Wamena dengan rumah-rumah yang dibuat
    bernbentuk bulat beratap ilalang dan dindingnya dibuat dari kayu tanpa
    jendela.Rumah seperi ini disebut honai
•   Komplek bangunan biasanya terdiri dari unsur-unsur unit bangunan yang
    dinamakan: rumah laki-laki (Honei/pilamo), rumah perempuan (ebe-ae/ Ebei ),
    dapur (hunila) dan kandang babi (wamdabu/Wamai ).


E. Bahasa
    Di Papua ini terdapat ratusan bahasa daerah yang berkembang pada kelompok
etnik yang ada. Aneka pelbagai bahasa ini telah menyebabkan kesulitan dalam
berkomunikasi antara satu kelompok etnik dengan kelompok etnik lainnya. Oleh
sebab itu, Bahasa Indonesia digunakan secara resmi oleh masyarakat-masyarakat di
Papua bahkan hingga ke pedalaman.


F. Kesenian
1. Rumah adat
    Rumah adat daerah Papua, suku Dani adalah Honai, Rumah tersebut terdiri dari
dua lantai terdiri dua lantai, lantai pertama sebagai tempaat tidur dan lantai dua untuk
tempat bersantai, dan tempat makan. Hunai berbentuk jamur dengan ketinggian
sekitar 4 meter.
2. Senjata Tradisional
    Pisau Belati. Senjata tradisional Papua yang terbuat dari tulang kaki burung
kasuari dan bulunya menghiasi hulu belati tersebut.
3. Tari-tarian Daerah Papua Barat danTengah
   Tari Suanggi, tarian yang mengisahkan seorang suami ditinggal mati istrinya
    yang menjadi korban angi-angi (jejadian).
   Tari Perang, tari yang melambangkan kepahlawana, dan kegagahan rakyat Papua.
4. Tari-tarian Daerah Papua Timur
   Tari Selamat Datang, tari yang mempertunjukan kegembiraan hati penduduk
    dalam menyambut para tamu yang dihormati.
   Tari Musyoh, merupakan tari sakral dalam upaya mengusir arwah or¬ang
    meninggal karena kecelakaan.
5. Alat Musik
    Terdapat beberapa macam Alat Musik yang ada di Papua salah satunya adalah
Tifa yang merupakan alat musik pukul yang di miliki oleh Papua. Tifa adalah alat
musik tradisional yang berasal dari maluku dan papua, Tifa mirip seperti gendang
cara dimainkan adalah dengan dipukul. Terbuat dari sebatang kayu yang dikosongi
atau dihilangi isinya dan pada salah satu sisi ujungnya ditutupi, dan biasanya
penutupnya digunakan kulit rusa yang telah dikeringkan untuk menghasilkan suara
yang bagus dan indah. bentuknyapun biasanya dibuat dengan ukiran. tiap suku di
maluku dan papuamemiliki tifa dengan ciri khas nya masing-masing. Tifa biasanya
dimainkan untuk mengiringi tarian tradisional, seperti Tarian perang, Tarian
tradisional asmat,dan Tarian gatsi. rian ini biasanya digunakan pada acara-acara
tertentu seperti upacara-upacara adat maupun acara-acara penting lainnya.
6. Makanan Tradisional
Papeda atau bubur sagu, merupakan makanan pokok masyarakat Maluku dan Papua.
Makanan ini terdapat di hampir semua daerah di Maluku dan Papua.
Papeda dibuat dari tepung sagu. Pembuatnya para penduduk di pedalaman Papua.
Tepung sagu dibuat dengan cara menokok batang sagu. Pohon yang bagus untuk
dibuat sagu adalah pohon yang berumur antara tiga hingga lima tahun. Mula-mula
pokok sagu dipotong. Lalu bonggolnya diperas hingga sari patinya keluar. Dari sari
pati ini diperoleh tepung sagu murni yang siap diolah. Tepung sagu kemudian
disimpan di dalam alat yang disebut tumang. Papeda biasanya disantap bersama kuah
kuning, yang terbuat dari ikan tongkol atau ikan mubara dan dibumbui kunyit dan
jeruk nipis.
G. Sistem Kepercayaan
   Sebagian masyarakat Papua masih memiliki kepercayaan totemisme. Totemisme
sebagai bentuk kepercayaan yang memandang asal-usul manusia berasal dari dewa-
dewa nenek moyang, mewarnai kehidupan etnik Marind-anim yang mendiami tiga
distrik yakni Merauke, Okaba dan Muting, Kabupaten Merauke, Papua. Namun
walaupun begitu sebagian dari mereka telah memeluk beberapa agama resmi yang
diakui oleh pemerintah.
Di Papua Timur sebagian penduduknya beragam Kristen dengan persentase sebagai
berikut:
Protestan (51,2%), Katolik (25,42%), Islam (20%), Hindu (3%), Budha (0,13%)
Sedangkan di Papua Barat:
Kristen(50,7%),Islam(41,3%),Katolik (7,7%),Hindu (0,1%),Buddha(0,1%),Konghucu
(0,1%).
                                 Daftar Pustaka


Koentjaraningrat.2004. manusia dan kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan
http://wikipedia.com

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:15354
posted:1/23/2011
language:Indonesian
pages:14