Docstoc

Cara Kerja Bios Pada Komputer

Document Sample
Cara Kerja Bios Pada Komputer Powered By Docstoc
					Cara Kerja Bios Pada Komputer


BIOS, singkatan dari Basic Input Output System. Kata BIOS juga dapat diartikan sebagai
"kehidupan" dalam tulisan Yunani (Βίος). adalah suatu kode software yang ditanam di
dalam suatu sistem komputer yang memiliki fungsi utama untuk memberi informasi
visual pada saat komputer dinyalakan, memberi akses ke keyboard dan juga memberi
akses komunikasi secara low-level diantara komponen hardware, seperti untuk meload
sistem operasi dari storage ke RAM. BIOS dapat disebut sebagai miniatur dan suatu
sistem operasi yang dikhususkan untuk komunikasi low-level pada hardware. BIOS
biasanya ditulis dalam bahasa assembly atau mesin yang mana bahasa ini biasanya
spesifik kepada suatu prosesor tertentu.

Sistem booting yang seragam dimulai sejak 11 Januari 1996. Beberapa perusahaan
sepakat membuat sebuah standar BIOS dalam “BIOS Boot Specification”. Sampai saat
ini, standar yang menjadi sistem operasi untuk sistem (bootstrap loader) tersebut masih
digunakan untuk mengatur sistem operasi.




Begitu PC dihidupkan, BIOS akan memeriksa hampir SEMUA KOMPONEN. Kali ini,
Saya akan mengulas proses yang terjadi dan bagaimana Anda dapat mempercepat PC
hanya dengan beberapa setting BIOS. BIOS adalah singkatan dari Basic Input Output
System.

BIOS: 14 Tahun Tanpa Perubahan Besar

Sistem booting yang seragam dimulai sejak 11 Januari 1996. Beberapa perusahaan
sepakat membuat sebuah standar BIOS dalam “BIOS Boot Specification”. Sampai saat
ini, standar yang menjadi sistem operasi untuk sistem (bootstrap loader) tersebut masih
digunakan untuk mengatur sistem operasi.
BIOSsaatINI:
Bila sistem operasi senantiasa ditawarkan dengan feature-feature baru, BIOS masih tetap
seperti dahulu. Kondisi tersebut memang disengaja. Menurut sumber saya, produsen
tidak ingin menawarkan feature “yang aneh-aneh” di BIOS karena tidak jarang hal
tersebut dapat menimbulkan kerusakan.

MASADEPANberagam:
EFI-BIOS terbaru mendukung native 64 bit dan memiliki interface grafis. Namun,
sampai saat ini, jarang sekali PC yang dilengkapi dengan EFI karena tidak kompatibel
dengan motherboard yang ada. Hanya Apple yang menggunakan BIOS jenis ini sejak
2006. Saya akan menunjukkan bagaimana Anda dapat meng-install Mac OS pada PC
dengan sebuah EFI-Trick.

Bila semuanya berjalan lancar, Anda sekilas akan mendengar suara “beep”. Bagi
kebanyakan pengguna, sinyal ini merupakan tanda bahwa komputer dalam keadaan baik
dan PC sudah siap menjalankan sistem operasi. Namun, jarang ada yang mengetahui apa
saja yang terjadi sepanjang detik pertama sampai bunyi “beep” terdengar. Suplai listrik,
CPU, RAM, koneksi hard disk, controller, dan mainboard; semuanya diperiksa oleh
BIOS (Basic Input Output System). Kali ini, kita melihat lebih dekat, apa saja yang
diperiksa oleh BIOS sebelum komputer menjalankan sistem operasi yang sebenarnya.

BIOS yang digunakan oleh komputer terbaru sekalipun sebenarnya sudah berumur
tahunan, tetapi masih tetap yang terbaik. Penerusnya memang sudah tersedia, yaitu EFI
(Extensible Firmware Interface) yang mendukung sistem 64 bit sehingga cocok untuk
generasi PC masa depan. Berkat graphical user interface, EFI lebih mudah dikonfigurasi
daripada komputer dengan BIOS saat ini. Super-BIOS baru ini baru digunakan oleh
komputer Mac dan hanya sedikit PC yang menggunakannya. Bagaimana protokol BIOS
yang digunakan hampir oleh 90 persen komputer saat ini, semuanya diulas di sini.

0,0300detik
Begitu sistem dihidupkan, tahap pertama BIOS, yaitu POST-Test (Power-On Self-Test)
akan diaktifkan. Tahap ini memeriksa komponen inti komputer, apakah sudah berfungsi
dengan benar. Selanjutnya, BIOS akan mengenali chipset komputer.
1,7300detik
Yang pertama sekali dilakukan BIOS adalah mereset CPU. Di sini, BIOS akan memutus
NM-Interrupt-Line (non maskable Interrrupt) ke CPU. Untuk itu, BIOS akan mengeset
bit ke-7 pada I/O-Port 70h.

Dalam waktu yang hampir bersamaan, keyboard controller juga direset dengan Hard
Reset Bits yang sesuai setelah tegangan tersedia. Dengan Reset-Determination, BIOS
juga memeriksa apakah controller tersebut hanya memerlukan sebuah Soft-Reset. Untuk
itu, BIOS akan membaca bit yang sesuai dalam keyboard controller. Keuntungannya,
Soft-Reset berlangsung lebih cepat beberapa milidetik karena sistem hanya menguji
memori sampai 64 KByte.

2,6100detik
BIOS sekarang memeriksa sistemnya sendiri dengan cara membuat checksum yang
terdiri atas semua bit pada chip. Dengan angka yang sudah ditentukan, BIOS harus
menghasilkan                                                                   “00″.
Selanjutnya, PC mengirim sebuah instruksi ke keyboard controller. PC akan melakukan
tes lain dan mendefinisikan sebuah data buffer untuk programming command. Di sini,
BIOS akan menulis sebuah command byte dan memeriksa internal keyboard controller.

4,1100 detik

Sekarang, masuk ke bagian chip CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor).
Di sini tersimpan semua user-defined setting untuk BIOS. Setiap kali boot, BIOS akan
membaca konfigurasi tersebut dari chip CMOS. Namun, data dan setting tersebut hanya
tersimpan dalam chip selama masih terhubung dengan baterai, sama seperti RAM.

Di sini, sistem juga menguji checksum chip CMOS, bagian yang dapat ditulis pada BIOS.
Selain itu, sebuah checksum pun akan dibuat. Proses ini akan mendeteksi apakah baterai
komputer sudah rusak. Bila baterai sudah lemah, tegangannya tidak cukup untuk
memasok komponen tertentu dalam chip CMOS. Pengguna pun akan mengetahui bahwa
user-defined setting pada BIOS dan system time sudah direset.




4,6200detik
Pada langkah selanjutnya, POST menguji fungsi dari Interrupt-Timer yang bertugas
memperbaiki fungsi pengalokasian IRQ. IRQs (Interrupt Requests) merupakan perintah
yang akan dikirim ke CPU, misalnya oleh hard disk atau graphics card agar prosesor
mengetahui bahwa data-data untuk processing sudah tersedia. Request ini selalu disertai
dengan latency time yang akan menyesuaikan waktu antara IRQ-Signal dan awal
pemrosesan data.

Selanjutnya, BIOS mengatur IRQ Vector-Table dan me-load user-defined setting BIOS
ke dalam CMOS-Memory. Interrupt-Query dari perangkat pertama sekali diterima oleh
Programmable Interrupt Controller kemudian diteruskan ke CPU. Prosesor kemudian
menghentikan perintah yang sedang berjalan dan mengonfirmasi interrupt pada
Controller.

Kemudian, CPU membaca angka IRQ (Vektor) yang sesuai dari Controller dan
menggunakannya sebagai index dalam Interrupt-Vector-Table. Tabel ini berisi alokasi
yang sesuai untuk setiap IRQ, misalnya proses mana yang telah dijalankan khusus untuk
perangkat tertentu. Lantaran jumlah IRQ yang tersedia terbatas, pada sistem-sistem yang
modern, beberapa perangkat saling berbagi interrupt (Interrupt Sharing).

Masalahnya, routine untuk sebuah interrupt yang demikian pasti dijalankan oleh semua
driver perangkat yang telah mengaktifkan interrupt tersebut. Ini dapat menimbulkan
masalah bila driver terlalu lama aktif (lantaran driver tidak diprogram secara optimal).
Sementara itu, perangkat lain kemudian menulis ke dalam buffer, yang dengan cepat akan
penuh dan terjadi overflow mulai waktu tertentu. Proses ini dapat menyebabkan data-data
menjadi hilang.

Oleh sebab itu, pada perangkat periferal yang modern, sistem operasi memberikan nomor
IRQ secara dinamis.




Selanjutnya, BIOS mengatur IRQ Vector-Table dan me-load user-defined setting BIOS
ke dalam CMOS-Memory. Interrupt-Query dari perangkat pertama sekali diterima oleh
Programmable Interrupt Controller kemudian diteruskan ke CPU. Prosesor kemudian
menghentikan perintah yang sedang berjalan dan mengonfirmasi interrupt pada
Controller.

Kemudian, CPU membaca angka IRQ (Vektor) yang sesuai dari Controller dan
menggunakannya sebagai index dalam Interrupt-Vector-Table. Tabel ini berisi alokasi
yang sesuai untuk setiap IRQ, misalnya proses mana yang telah dijalankan khusus untuk
perangkat tertentu. Lantaran jumlah IRQ yang tersedia terbatas, pada sistem-sistem yang
modern, beberapa perangkat saling berbagi interrupt (Interrupt Sharing).
Masalahnya, routine untuk sebuah interrupt yang demikian pasti dijalankan oleh semua
driver perangkat yang telah mengaktifkan interrupt tersebut. Ini dapat menimbulkan
masalah bila driver terlalu lama aktif (lantaran driver tidak diprogram secara optimal).
Sementara itu, perangkat lain kemudian menulis ke dalam buffer, yang dengan cepat akan
penuh dan terjadi overflow mulai waktu tertentu. Proses ini dapat menyebabkan data-data
menjadi hilang.

Oleh sebab itu, pada perangkat periferal yang modern, sistem operasi memberikan nomor
IRQ secara dinamis.

PC Lebih Kencang: Dengan Trik BIOS

Lebih baik menggunakan BIOS baru daripada membeli PC baru. Umumnya, BIOS-Chip
menggunakan Flash-EEPROMS (Electrically Erasable Programmable Read Only
Memory) dan dapat di-update melalui software. Namun, Anda harus berhati-hati.
Upgrade cukup berisiko. Bila proses update tidak berjalan mulus, hardware Anda akan
rusak. Di sisi lain, update BIOS dapat memberikan kinerja yang jauh lebih cepat.
BIOS RECOVERY:

Banyak motherboard yang dilengkapi dengan sebuah emergency system dalam BIOS.
Bila proses update rusak, system recovery akan berjalan. Dari sini, Anda dapat
menjalankan file recovery.

BIOS-TUNING:
Dengan setting yang tepat dalam BIOS, Anda dapat meningkatkan kinerja PC secara
signifikan.

Umumnya, dengan melakukan overclock pada CPU. Masukkan sebuah nilai pada menu
“Advanced | JumperFree Configuration | CPU Frequency”, misalnya 20 MHz lebih tinggi
daripada yang ditampilkan dalam BIOS. Dengan peningkatan ini, suhu CPU tidak akan
mencapai lebih dari 60 derajat Celcius, sedangkan pada beban peak, suhunya tidak
melebihi 90 derajat Celcius.

Peningkatan kinerja juga diperoleh dengan setting RAM yang tepat. Masuklah ke menu
“Advanced | Chipset | North Bridge Configuration” dan turunkan “CAS Latency”
menjadi “3″. Bila Windows tidak bisa booting, kembalikan nilainya menjadi “4″. Dengan
cara yang sama, ubah juga nilai “RAS# to CAS# Delay” dan “RAS# Precharge”. Atur
“RAS# Activate to Precharge” ke nilai “10″. Prinsipnya, semakin rendah nilainya,
semakin cepat kinerja komputer.

4,8200                                                                  detik
BIOS akan menguji apakah terdapat error dalam Allocation Channel dan Address
Channel pada MByte pertama RAM. Untuk itu, POST menulis sampel data ke dalam
RAM kemudian membandingkannya. Saat ini, sistem memeriksa Video Adapter dan
menginisialisasi graphics card. Pertama, BIOS menguji tipe Video Adapter dan
menjalankan sederetan tes pada adapter serta monitor. Bila ada, pesan error akan
ditampilkan pada layar.

5,0200                                                                          detik
Selanjutnya, giliran DMA-Controller (Direct Memory Access). CPU dan RAM saling
terhubung dengan databus motherboard melalui sebuah Host-Bridge. Transaksi pada bus
umumnya terjadi antara bridge dan perangkat periferal. Agar periferal dapat memproses
data dengan cepat, periferal dapat mengakses hostbridge secara langsung, tanpa harus
melalui RAM. Untuk pengujian, BIOS kembali menggunakan sampel data. Sistem akan
menulisnya ke dalam memory.

Perangkat keyboard juga harus diuji. BIOS sekarang dapat mendeteksi keyboard yang
tidak berfungsi. Tombol NumLock yang berada di area kanan keyboard akan aktif.

7,6300                                                                          detik
Sekarang, BIOS masuk ke tes terakhir. BIOS kembali memeriksa disk drive, hard disk,
dan koneksi, sebelum sistem menyerahkan kendali ke boot loader interrupt-19. Interrupt
ini bertugas untuk me-load sistem operasi dan memantau data transfer hard disk beserta
controller-nya. Banyak versi BIOS menawarkan feature untuk menonaktifkan IRQ19 ini.
Namun, feature tersebut hanya efektif bila komputer dilengkapi dengan sebuah drive
controller tambahan, misalnya sebuah PCI-RAID-Controller.

Bila terjadi error dalam self test ini, sinyal beep akan terdengar beberapa kali dan pesan
error ditampilkan di layar. Untuk memahami kode SOS BIOS ini, sebuah tabel sudah
tersedia di Internet (www.computerhope.com/beep.htm). Dengan tabel tersebut, Anda
dapat membatasi sumber error. Bila ingin memastikan komponen yang rusak, Anda dapat
menggunakan sebuah Diagnose Card. Kartu ini dipasang ke slot yang masih kosong pada
motherboard dan akan menampilkan error dalam bentuk kode angka. Sebuah tabel kode
digunakan untuk mencari komponen yang rusak.




12,4300 detik
Bila semuanya berjalan baik, komputer hanya berbunyi singkat kemudian mencari sistem
operasi yang bootable pada media booting. Bila di sini terjadi error, biasanya disebabkan
oleh gagalnya MBR (Master Boot Record). Anda dapat mencoba mengembalikan sistem
ini dengan menjalankan DVD instalasi Windows. Bila PC menggunakan Windows XP,
booting-lah dengan CD instalasi dan jalankan “Repair Console”. Kemudian, jalankan pe-
rintah „fixmbr‟ dan restart. Bila menggunakan Vista, jalankan DVD instalasi dan pilih
opsi “System Repair” dalam Setup. Apabila cara ini tidak berhasil, lakukan prosedur
seperti pada XP dan buka Repair Console. Kemudian, jalankan perintah “bootrec
/fixmbr”.
Kalau cara ini juga tidak berhasil, jangan langsung memutuskan untuk meng-install
ulang. Pada Vista, pesan peringatan NTLDR sering kali ditandai dengan berkedipnya
kursor di layar yang berwarna hitam. Dalam kasus ini, masuklah ke Repair Console dan
berikan perintah berikut ini:

c:
cd·boot
attrib·c:\boot\bcd·-s·-h·-r
ren·c:\boot\bcd·bcd.old
bootrec·/rebuild

Bila menggunakan Windows 7, Anda dapat memasukkan Bootable DVD dan me-
recovery boot sector yang benar melalui feature Repair. Perhatikan urutan proses booting
BIOS yang benar. Di sini, IRQ19 akan menemukan sistem yang benar serta menjalankan
sistem operasi yang sebenarnya.




Produsen memang kurang termotivasi dengan penerus BIOS ini. EFI (Extensible
Firmware Interface) sudah lama diterapkan pada komputer Mac, sedangkan sistem PC
masih tertatih-tatih. Vendor hardware, MSI, baru memiliki dua motherboard yang
dilengkapi dengan EFI. Sementara itu, ASUS baru hanya menampilkan video konsep
mereka dengan EFI pada November lalu. CHIP menunjukkan bagaimana menggunakan
EFI pada komputer Anda sekarang. Kelebihannya, Anda dapat segera mencoba untuk
menginstall OS lain pada PC. Mac OS X pun tidak masalah!

BAGAIMANA PC MENJADI MAC:

Dengan EFI-X-Module (www.efi-x.com, sekitar US$ 200), Anda dapat menggunakan
sebuah BIOS versi baru. Modul ini merupakan sebuah internal USB-Dongle khusus yang
akan mengecoh komputer sehingga PC tersebut dianggap sebagai sebuah komputer
Apple. Mac OS X pun dapat di-install pada semua PC walaupun di dalamnya tidak
tersedia EFI-BIOS. Tanpa trik seperti ini, instalasi tidak akan berhasil. Modul EFI-X
memerlukan hardware khusus, antara lain sebuah CPU Intel. Selain itu, motherboard
komputer disyaratkan harus dari Gigabyte atau DFI. Untuk graphics card, Nvidia atau
ATI sudah cukup. Bila ingin menggunakan modul EFI-BIOS pada port USB, Anda masih
memerlukan adapter tambahan yang mudah diperoleh di toko-toko komputer. Harganya
sekitar sekitar US$ 4. Sekarang, Anda harus menjalankan Mac OS X dari DVD instalasi
(www.apple.com). Selesai.
Sebagai informasi, Firmware chip EFI-X mudah untuk di-update. Update untuk chip
tersebut dapat diperoleh di Internet. Nantinya, lebih banyak komponen hardware yang
dapat dioperasikan dengan chip EFI tersebut.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:431
posted:1/21/2011
language:Indonesian
pages:8