Docstoc

HUKUM BACAAN LAM DAN RA

Document Sample
HUKUM BACAAN LAM DAN RA Powered By Docstoc
					                     HUKUM BACAAN LAM DAN RA
   Membaca Al Qur’an harus menggunakan kaidah-kaidah yang benar. Hal ini dimaksudkan
untuk menghindari terjadinya salah bacaan yang dapat mengubah makna. Sebaiknya membaca
Al Qur’an dilakukan dengan bimbingan orang yang paham kaidah-kaidah tajwid.
   Al Qur’an adalah kitab suci yang diturunkan Allah swt. Kepada Nabi Muhammad saw. Al
Qur’an menggunakan bahasa Arab. Untuk membecanya, ada beberapa kaidah yang perlu
diperhatikan. Kaidah-kaidah itulah yang disebut ilmu tajwid.
A. Hukum Bacaan Lam
   Hukum bacaan Lam ada dua, yaitu mufakhkhamah dan muraqqaqah.
1. Lam mufakhkhamah
       Apabila ada huruf lam dalam lafzul jalalah (Allah) yang didahului dengan huruf
berharakat fathah atau dammah, harus dibaca mufakhkhamah atau tafkhim yang berarti tebal.
Cara mengucapkannya, kedua bibir menjorok ke depan.
2. Lam muraqqaqah
       Lam muraqqaqah atau tarqiq adalah lam yang dibaca tipis dan posisi mulut tidak
menjorok ke depan. Lam dibaca tipis apabila dalam lafzul jalalah didahului huruf yang
berharakat kasrah.
B. Hukum Bacaan Ra
   Dalam ilmu tajwid, hokum hokum bacaan ra dibagi menjadi dua, yaitu mufakhkhamah dan
   muraqqaqah.
1. Ra mufakhkhamah
       Ra mufakhkhamah atau tafkhim adalah ra yang dibaca tebal.
2. Ra muraqqaqah
       Ra muraqqaqah atau tarqiq adalah ra yang dibaca tipis.
Rangkuman :
1. Hukum bacaan lam dan ra ada dua, yaitu mufakhkhamah (tafkhim) yang berarti dibaca tebal
   dan muraqqaqah (tarqiq) yang berarti dibaca tipis.
2. Jawazul wajhain adalah ra yang boleh dibaca tebal atau tipis.
3. Jawazul wajhain terjadi apabila ra sukun yang didahului huruf yang berharakat kasrah dan
   diikuti huruf isti’la ada tujuh yaitu zha, qa, tha, gha, dha, sha, kha.
                        TAMAK TERHADAP HARTA
   Islam tidak melarang umatnya memiliki harta yang banyak (kaya). Islam menghargai hak
milik bagi setiap orang. Namun, kenyataan itu harus diperoleh dengan cara yang benar. Setelah
mendapatkannya punharus dimanfaatkan secara benar. Penimbunan harta untuk kepentingan
pribadi sangat dicela dalam Islam. Orang yang menimbun harta untuk kepentingan pribadi akan
memperoleh balasan siksa di neraka.
   Islam mendidik umatnya untuk memiliki akhlak karimah (perilaku terpuji) dan menjauhi
akhlak mazmumah (perilaku tercela). Salah satu perilaku tercela yang harus dijauhi ialah tamak
terhadap harta. Sifat tamak terhadap harta sudah ada sejak adanya manusia. Banyak contoh
yang dapat kit abaca, seperti Qarun dan Salabah.
   Zaman sekarang, tampaknya berkembang kehidupan yang bersifat konsumtif. Hal ini
mendorog timbulnya sifat hidup tamak jika tidak didasari dengan keimanan yang kuat. Allah
swt. Telah banyak mengingatkan kepada kita tentang bahaya orang yang memiliki sifat tamak,
seperti dalam surah Al Humazah dan Takatsur.


1. Pengertian tamak terhadap harta
   Kata tamak berasal dari bahasa arab Thoma’a – Yathoma’u – Thoma’an, yang berarti loba,
rakus, dan terlampau besar keinginannya untuk memperoleh harta yang banyak. Pada
hakikatnya, keinginan atau kecintaan terhadap harta merupakan sifat dasar manusia. Namun,
banyak manusia yang kemudian mencintai harta secara berlebih-lebihan. Sifat inilah yang
disebut dengan tamak. Sifat ini sangat dibenci, baik dalam pandangan manusia maupun Allah
swt.
2. Ciri-ciri Orang Yang Tamak Terhadap Harta
   Orang-orang yang memiliki sifat tamak, dapat diketahui dari beberapa cirri, antara lai :
   a. Sangat mencintai harta yang telah dimiliki
   b. Terlampau bersemangat dalam mencari harta sehingga tidak memerhatikan waktu dan
       kondisi tubuh
   c. Terlalu hemat dalam membelanjakan harta
   d. Merasa berat untuk mengeluarkan harta guna kepentingan agama dan kemanusiaan
   e. Kurang memerhatikan urusan-urusan kemasyarakatan karena sibuk memikirkan harta
   f. Mendambakan kemewahan dunia dan kurang memerhatikan untuk kehidupan yang
       hakii, yaitu akhirat
   g. Semua perbuatannya selalu bertendensi pada materi.
3. Larangan Bersifat Tamak Terhadap Harta
    Allah swt. Sangat membenci orang yang tamak terhadap harta. Sebagaimana dalam Q.S Al
Hadid/57 : 20. Menurut ayat tersebut, sifat-sifat kehidupan dunia ada empat macam, yaitu :
    a. Permainan yang didambakan manusia
    b. Senda gurauan yang membikin manusia lupa pada kebahagiaan hakiki
    c. Perhiasan yang dibanggakan manusia
    d. Tempat berlomba mencari kekayaan dan membanggakan keturunan.
4. Menerapkan Kandungan Surah Al Humazah dan At Takatsur dalam Kehidupan Sehari-hari
    dan Akibatnya.
    Surah Al Humazah dan At Takatsur merupakan gambaran bagi kita akibat yang akan dialami
orang-orang yang berlebih-lebihan dalam mencintai harta.
   Penerapan
    Penerapan isi kandungan Surah Al Humazah dan At Takatsur dalam kehidupan sehari-hari
    antara lain :
    a. Tidak terlalu mendambakan kehidupan dunia sehingga melupakan kehidupan akhirat
    b. Bersikap wajar dalam bekerja mecari rezeki dengan tetap memerhatikan norma-norma
        agama
    c. Bersikap qanaah(rela menerima kenyataan hidup) dengan mensyukuri rezeki yang
        diperoleh dan tidak merasa kurang
    d. Berusaha memanfaatkan rezeki yang diperoleh sesuai agama
    e. Mengeluarkan sebagian rezeki dengan bersedekah,berinfaq,dan berzakat jika sudah
        mencapai nishab
    f. Dalam urusan dunia, selalu melihat orang yang lebih rendah
    g. Tidak bersifat kikir/bakhil terhadap harta yang dimiliki
   Akibat (dampak positif)
    Tamak terhadap harta merupakan salah satu larangan agama. Jika mampu menghindari
    sifat tersebut, kalian akan memperoleh kebaikan-kebaikan,antara lain:
        a. Terpuji dalam pandangan manusia dan Allah SWT
        b. Disukai dalam pergaulan dalam sesame
        c. Memperoleh ketentraman hidup karena merasa cukup dan tidak selalu merasa
            kurang dengan rezeki yang diberikan Allah SWT
        d. Tidak mudah terpengaruh oleh sikap hidu mewah yang cenderung pada kufur
            nikmat
        e. Mendapatkan pahala dari Allah SWT. Karena mampu menjahui larangan-Nya
        f. Selamat dari ancaman siksa api neraka
Rangkuman :
1. Tamak terhadap harta berarti terlalu berkeningan untuk memiliki harta sebanyak-
   banyaknya. Tamak merupakan akhlak tercela yang harus dijahui setiap muslim.
2. Ciri-ciri orang yang tamak, antara lain sangat mencintai harta yang telah dimiliki, terlampau
   bersemangat dalam mencari harta sehingga tidak memperhatikan waktu dan kondisi tubuh;
   terlalu hemat dalam membelanjakan harta; untuk kepentingan agama dan kemanusiaan;
   kurang memperhatikan urusan-urusan kemasyarakatan karna sibuk memikirkan harta;
   mendambakan kemewahan dunia dan kurang memperhatikan untuk kehidupan yang hakiki
   yaitu akhirat; semua perbuatannya selalu bertendesi pada materi.
3. Kemewahan hidup di dunia hanyalah permainan dan snda gurau. Hidup di dunia hanyalah
   sementara sehingga tidak sepantasnya kita berbangga dan bermegah-megahan terhadap
   harta yang kita miliki.
4. Surat Al-Humazah dan At-Takasur adalah dua surat yang memiliki keterkaitan dalam
   kandungannya. Kedua surat ini menjelaskan akibat bagi orang yang berlebih-lebihan
   mencintai harta sehingga melupaka kehidupan akhirat. Selain itu, kedua surat ini juga
   menjelaskan akibat bagi orang yang memiliki sifat mencintai harta dengan berlebihan dan
   melupakan akhirat. Mereka akan memperoleh balasan dari Allah SWT. Berupa neraka.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:9056
posted:1/21/2011
language:Indonesian
pages:4