Docstoc

KEPRIBADIAN MUHAMMADIYAH

Document Sample
KEPRIBADIAN MUHAMMADIYAH Powered By Docstoc
					Nama   : SUMIYATI
NPM    : 0720184
 KEPRIBADIAN
MUHAMMADIYAH
   Kepribadian Muhammadiyah adalah salah satu dari
    beberapa     rumusan     resmi    doktrin   ideologi
    Persyarikatan Muhammadiyah yang disyahkan oleh
    Muktamar        Muhammadiyah        ke-35      yang
    diselenggarakan di Jakarta pada tahun 1962, yang
    sering disebut dengan Muktamar setengah abad.
   Lahirnya rumusan Kepribadian Muhammadiyah
    tersebut dilatarbelakangi oleh situasi sosial politik
    tanah air saat itu yang tidak menentu, dari sebuah
    ceramah yang disampaikan KH. Faqih Usman dalam
    satu Pelatihan Kader yang diadakan di Madrasah
    Mu’alimin Muhammadiyah Yogyakarta, pada tahun
    1961. ketika itu yang menjabat sebagai ketua PP
    Muhammadiyah adalah KH. Muhammad Yunus Anis
    (Periode 1959-1962).
   Kepribadian Muhammadiyah ini timbul pada
    waktu Muhammadiyah dipimpin oleh Kolonel HM.
    Yunus Anis, ialah pada periode 1959- 1962.

   Kepribadian Muhammadiyah ini semula berasal
    dari uraian KH. Faqih Usman, sewaktu beliau
    memberikan uraian dalam suatu pelatihan yang
    diadakan di Madrasah Mu’alimin Muhammadiyah
    Yogyakarta. Pada saat itu almarhum KH. Faqih
    Usman menjelaskan bahasan yang berjudul
    “Apakah Muhammadiyah itu”.
1.   Dari proses sejarah Muhammadiyah sebagai
     landasan tajdid dan landasan ideologi

2.   Dari segi gerak perjuangannya sebagai
     landasan, pedoman, pegangan gerak dan
     perjuangan Muhammadiyah.
1.   Apakah Muhammadiyah itu ?
     muhammadiyah adalah suatu persyarikatan
     yang merupakan “Gerakan Islam” yang
     ditujukan pada dua bidang: perseorangan
     dan masyarakat
Dalam perjuangan melaksanakan usahanya
menuju tujuan terwujudnya masyarakat Islam
yang        sebenar-benarnya,        dimana
kesejahteraan, kebaikan dan kebahagiaan
luas merata, Muhammadiyah mendasarkan
segala gerak dan amal usahanya atas prinsip-
prinsip yang tersimpul dalam Muqaddimah
Anggaran Dasar.
a.   Hidup manusia harus berdasar tauhid, ibadah, dan
     taat pada Allah.
b.   Hidup manusia bermasyarakat.
c.   Mematuhi ajaran Islam dengan keyakinan bahwa
     Islam satu-satunya landasan kepribadian dan
     ketertiban bersama untuk dunia dan akhirat.
d.   Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam
     adalah kewajiban sebagai ibadah kepada Allah dan
     ikhsan pada masyarakat.
e.   Itti’ba pada langkah perjuangan Nabi Muhammad
     saw
f.   Melancarkan amal usaha dan perjuangan dengan
     ketertiban organisasi.
  menilik dasar dan prinsip tersebut diatas,
     maka apapun yang diusahakan dan
     bagaimana pun cara dan perjuangan
   Muhammadiyah untuk mencapai tujuan
tunggalnya, harus berpedoman : “Berpegang
   teguh akan ajaran Allah dan Rasul-Nya,
bergerak membangun disegenap bidang dan
 lapangan dengan menggunakan cara serta
         jalan yang diridhai ALLAH”.
a.   Beramal dan berjuang untuk perdamaian dan
     kesejahteraan.
b.   Memperbanyak kawan dan mengamalkan
     ukhuwah Islamiyah.
c.   Lapang dada, luas pandangan dengan
     memegang teguh ajaran Islam.
d.   Bersifat keagamaan dan kemasyarakatan.
e.   Menghindari segala hukum, undang-undang,
     peraturan, serta dasar dan falsafah negara yang
     sah.
f.   Amar ma’ruf nahi mungkar dalam segala
     lapangan dan menjadi suri teladan yang baik.
1.   Apakah Kepribadian Muhammadiyah itu ?

     Muhammadiyah tidak buta politik, tidak
     takut politik, dan Muhammadiyah bukan
     organisasi politik, tetapi apabila soal-soal
     politik mendesak-desak urusan agama
     Islam, maka Muhammadiyah akan bertindak
     menurut kemampuan, cara dan irama
     Muhammadiyah sendiri.
a.   Memahami apa sebenarnya Muhammadiyah
b.   Karena Muhammadiyah ini sebagai organisasi,
     sebagai suatu persyarikatan yang berakidah
     Islam, bersumber pada Al-Quran dan Sunnah,
     maka perlu pula difahami, Islam yang
     bagaimanakah yang hendak ditegakkan dan
     dijunjung tinggi.
c.   Dengan sifat-sifat dan cara-cara yang kita
     contoh atau kita ambil dari bagaimana sejarah
     dakwah Rasulullah yagn mula-mula
     dilaksanakan, itu pulalah yang kita jadikan sifat
     gerak dakwah Muhammdiyah.
a.   Pendalaman pengertian tentang dakwah atau bertabligh
b.   Menggembirakan dan memantapkan tugas berdakwah
c.   Keadaan mereka para warga hendaklah ditugaskan dengan
     tugas yang tentu-tentu, bukan hanya dengan sukarela
d.   Perlu dilakukan dengan musyawarah yang sifatnya
     mengevaluasi tugas-tugas itu
e.   Sesuai dengan suasana sekarang, perlu dilakukan dengan
     formalitas yang menarik.
f.   Pimpinan Cabang, Ranting bersama-sama dengan anggotanya
     memusyawarahkan sasaran yang dituju, bahan-bahan yang
     perlu didakwahkan dan membagi petugas-petugas sesuai
     dengan kemampuan dan sasarannya.
g.   Pada musyawarah yang melakukan evaluasim sekaligus dapat
     ditambahkan bahan-bahan atau bekal yang diperlukan.
 Muhammadiyah Sebagai
1.

 Suatu Persyarikatan
2. Muhammadiyah
 Sebagai Gerakan Islam
a.   Hidup manusia harus berdasar tauhid,
     ibadah dan taat kepada Allah
b.   Hidup mausia bermasyarakat
c.   Menegakkan ajaran Islam dengan keyakinan
     bahwa ajaran Islam adalah satu-satunya
     landasan kepribadia dan ketertiban bersama
     untuk kebahagiaan dunia dan akhirat
d.   Menegakkan dan menjunjung tinggi agama
     Islam dalam masyarakat adalah kewajiban
e.   Ittiba’ kepada langkah perjuangan Nabi
     Muhammad s.a.w
a.   Berpegang teguh pada ajaran Allah dan
     Rasul-Nya
b.   Bergerak membangun di segenap bidang
     dan lapangan
c.   Menggunakan cara serta menempuh jalan
     yang diridai Allah
1.    Beramal dan berjuang untuk perdamaian dan kesejahteraan
2.    Memperbanyak kawan dan mengamalkan ukhuwah Islamiyah
3.    Lapang dada, luas pandangan dengan memegang teguh ajaran
      Islam
4.    Bersifat keagamaan dan kemasyarakatan
5.    Mengindahkan segala hukum, undang-undang serta dasar dan
      falsafat Negara yang sah
6.    Amar Ma’ruf Nahi Mungkar dalam segala lapangan serta menjadi
      contoh teladan yang baik
7.    Aktif dalam perkembangan masyarakat dengan maksud ishlah
      dan pembangunan sesuai dengan ajaran Islam
8.    Kerja sama dengan golongan Islam manapun juga, dalam usaha
      menyiarkan dan mangamalkan ajaran Islam serta membela
      kepentingannya
9.    Membantu pemerintah serta kerja sama dengan golongan lain
      dalam memelihara Negara dan membangunnya, untuk mencapai
      masyarakat yang adil dan makmur yang diridai Allah
10.   Bersifat adil serta korektif ke dalam keluar dengan kebijakan

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:8012
posted:1/21/2011
language:Indonesian
pages:19