Docstoc

Management of Sains

Document Sample
Management of Sains Powered By Docstoc
					Sistem Informasi - ITS


Simulasi Frekuensi dan Dosis
Penggunaan Obat
MANAJEMEN SAINS - A




M. Arif Rasyidi     (5208100082)
Cahyo Aji N.        (5208100110)
Bijak Antusias S.   (5208100134)
Oxa Axella          (5208100048)
Nabil               (5208100074)
A. Nama Sistem

  Simulasi Frekuensi dan Dosis Penggunaan Obat

B. Deskripsi Sistem

  1. Deskripsi Umum Sistem
     Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan obat saat sakit atau merasa kurang
     enak badan. Dalam simulasi kami membahas tentang penggunaan obat paracetamol pada
     kehidupan sehari – hari untuk mengurangi demam dan panas dalam tubuh. Itulah yang
     menjadi dasar bagi pemodelan sistem ini. Tujuannya yaitu untuk menentukan bagaimana
     dosis dan frekuensi yang efektif dalam menggunakan obat.

     Sebuah obat tentu memiliki dosis tertentu yang biasanya dinyatakan dalam satuan berat
     (mg). Saat ditelan dan masuk ke lambung, dibutuhkan waktu hingga obat tersebut dapat
     diserap sehingga masuk dalam darah. Dimana ada beberapa faktor yang mempengaruhi
     yaitu dosis obat, frekuensi peminuman obat dan 2 faktor diatas mempengaruhi kadar obat
     dalam lambung, setelah itu obat diserap dalam lambung, penyerapan obat dalam lambung
     di pengaruhi oleh rate penyerapan, penyerapan obat dalam darah dipengaruhi oleh
     metabolisme obat, dimana metabolisme obat dipengaruhi oleh kebutuhan tubuh rate
     metabolisme , dan kemamuan hati dan ginjal dalam meyerap obat.

     Yang dapat menjadi permasalahan adalah, jika kita terlalu banyak mengkonsumsi obat,
     dapat terjadi overdosis karena organ-organ kita terutama hati dan ginjal tidak dapat
     mengolahnya/memprosesnya sepenuhnya hingga dikeluarkan oleh tubuh. Sehingga akhirnya
     zat-zat tersebut menumpuk dan menjadi racun bagi tubuh.

  2. Studi Kasus
     Studi kasus yang diambil yaitu pada Paracetamol.

  3. Dasar Teori
     a. Sejarah dan Deskripsi Paracetamol

     b. Penggunaan

     c. Dosis

     d. Konsentrasi Efektif

     e. Overdosis

C. Causal Loop Diagram




                                                                                 2|Page
3|Page
D. Stock and Flow Diagram




Pada stock and flow diagaram ini, model akan dimodelkan pada software vensim. Pertama-tama kita
membuat variabel frekusensi, dosis, jam minum pertama dan lama minum, variabel –variabel




E. Formulasi Model

   Frekuensi = 8
   Dosis = 500                                       Units : mg
   FINAL TIME = 2880                         Units: Minute
   INITIAL TIME = 0                          Units: Minute
   Jam Minum Pertama=          0
   Kebutuhan Tubuh=0.08                              Units: mg/ Minute
   Kemampuan Hati dan Ginjal Memproses=2.5
   Konsentrasi=Obat di Darah/Volume Darah Units: mg/m
   Konsentrasi Efektif Obat=0.02                     Units: mg/ml
   Konsentrasi Maksimum=0.5                  Units: mg/ml
   Lama Minum=2                                      Units: Day
   Metabolisme Obat=IF THEN ELSE(Obat di Darah>0, MIN( Kebutuhan Tubuh + Obat di Darah*Rate
    Metabolisme , Kemampuan Hati dan Ginjal Memproses ), 0 )
   Obat di Darah= INTEG (      Obat diserap-Metabolisme Obat,Sisa Obat dalam Darah) Units: mg
   Obat di Lambung= INTEG (Obat ditelan-Obat diserap,Sisa Obat dlm Lambung)         Units: mg
   Obat diserap=Obat di Lambung*Rate Penyerapan


                                                                                    4|Page
   Obat ditelan=      PULSE TRAIN(Jam Minum Pertama*60, TIME STEP , 24/Frekuensi*60 , Lama
    Minum*24*60 )*Dosis/TIME STEP
   Rate Metabolisme=0.01
   Rate Penyerapan=0.1
   SAVEPER = TIME STEP                            Units: Minute [0,?]
   Sisa Obat dalam Darah=    0                    Units: mg
   Sisa Obat dlm Lambung=0                Units: mg
   TIME STEP = 0.125                      Units: Minute [0,?]
   Volume Darah=      5000                        Units: ml




F. Output Simulasi

Hasil simulasi obat di dalam lambung :




Hasil simulasi obat di dalam darah :




                                                                                  5|Page
G. Validasi

H. Skenariosasi

  1. Skenario Parameter

  2. Skenario Struktur




                          6|Page
I. Interpretasi Hasil
Pemodelan suatu sistem sangatlah membantu seseorang dalam mengamati perilaku suatu sistem.
Suatu model yang baik akan memudahkan kita dalam melakukan simulasi dan membuat skenario
yang akan menghasilkan suatu solusi untuk mendapatkan nilai output yang diinginkan terhadap
suatu sistem. Salah satu teknik pemodelan yang sangat riil dalam menggambarkan perilaku sistem
adalah menggunakan pemodelan sistem dinamis.

Untuk pendefinisian suatu model sistem dinamis, langkah awal adalah melakukan pengamatan
terhadap suatu sistem kemudian membuat sebuah causatic loop diagram. causatic loop diagram
adalah suatu diagram yang mendefinisikan keterkaitan suatu komponen dengan komponen lainnya
dalam suatu sistem. Diagram ini sangat penting untuk selanjutnya digunakan sebagai referensi
dalam membuat sebuah model.

Inti pemodelan suatu sistem selanjutnya adalah pada pembuatan digram stock and flow yang
didasakan pada digram causal loop. Tool yang digunakan disini adalah Vensim. Tool ini memudahkan
kita dalam membuat skenario suatu sistem secara visual dalam bentuk diagram stock and flow.

Selanjutnya dari keseluruhan proses yang telah kami lakukan kita berhasil memodelkan dosis
penggunaan obat. Berdasarkan hasil simulasi kami mendapati bahwa di dalam model terdapat
hubungan erat antara dosis, frekuensi, dan konsentrasi obat serta metabolisme obat. Kami mencoba
membuat skenario dengan menggunakan fungsi pulse train yang dapat mensimulasikan suatu proses
yang mengalami perulangan dalam suatu periode. Akhirnya kami mendapati bahwa pergerakan
grafik konsentrasi yang ditampilkan tidak jauh berbeda dengan data referensi riil. Kemudian kami
juga mencoba skenario parameter dengan meningkatkan nilai kadar dan frekuensi penggunaan obat.
Ternyata kadar obat yang dihasilkan juga naik sesuai dengan data referensi yang ada. Untuk
melakukan pendekatan yang lebih riil Kami mencoba mencoba melakukan skenario struktur. Kami
menganggap bahwa ada faktor yang mempengaruhi metabolisme yaitu waktu tidur seseorang.
Karenanya kami menambahkan komponen waktu tidur ke dalam model. Waktu tidur (saat seseorang

                                                                                     7|Page
tidur) memberi pengaruh penurunan metabolisme sekitar 15% dari total metabolisme obat dalam
tubuh. Kemudian saat seseorang bangun metabolisme mengalami peningkatan secara bertingkat.

Akhirnya kami menyimpulkan bahwa saat seseorang tidur dengan waktu yang cukup dan meminum
obat (paracetamol ) dengan dosis yang tepat maka proses metabolisme obat tersebut akan berjalan
dengan optimal.




                                                                                    8|Page

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:295
posted:1/19/2011
language:Indonesian
pages:8