Data Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Dalam Ekonomi Global TAHUN by arw17845

VIEWS: 1,988 PAGES: 96

More Info
									TAHUN XXXVII EDISI 375                                             FEBRUARI 2006




EKONOMI
INDONESIA
2006
MENANTI PERTUMBUHAN,
MENANTI PERTUMBUHAN,
HADAPI TANTANGAN

         PROFIL                            WAWANCARA

MENUNGGU IMPLEMENTASI
         ANTHON DEGEY
         “HARAPAN SAYA, ADA PUTRA DAERAH
         YANG JADI PEJABAT DI PAPUA”
                                           SRI MULYANI INDRAWATI
                                           “UNTUK KEUANGAN SENDIRI, MASIH BANYAK
                                           YANG HARUS KITA BERESKAN...”
    DAFTAR ISI



                                                5
                                                Laporan Utama
                                                Pertumbuhan ekonomi Indone-
                                                sia sepanjang tahun 2005
                                                sekalipun berat masih lebih
                                                tinggi jika dibandingkan tahun
                                                2004. Untuk itu pada laporan
                                                utama kali ini, WBC
                                                mengangkat tema Perkonomian
                                                Indonesia pada 2005.




    18                                                                           52
    Wawancara                                                                    Selak
    Ditunjuknya Sri Mulyani                                                      Kali ini WBC
    sebagai Menkeu mampu                                                         mengajak
    memberikan efek cerah pada                                                   pembaca untuk
    perekonomian Indonesia.
                                                                                 jalan-jalan ke Kota
    Terbukti ketika ia dan tim
                                                                                 Kansai, Jepang.
    ekonomi dilantik oleh SBY, nilai
    tukar rupiah langsung menguat                                                Simak keunikan
    dan nilai indeks harga saham                                                 kota ini dalam
    gabungan juga meningkat.                                                     rubrik Selak.




                                                56
                                                Kepabeanan
                                                Tingginya tingkat inflasi
                                                dan kurang
                                                mendukungnya
                                                perekonomian di dalam
                                                negeri menjadi penyebab
                                                utama realisasi target
                                                penerimaan tidak
                                                terpenuhi.




    30                                                                           76
    Daerah ke Daerah                                                             Profil
    Pada rubrik ini WBC                                                          Profil kali ini menampilkan
    kembali menampilkan                                                          Anthon Degey, seorang
    KPBC Tipe A                                                                  pegawai bea cukai yang
    Jayapura. Selain itu                                                         juga merupakan seorang
    peringatan satu tahun                                                        kepala suku di bumi
    bencana tsunami di                                                           Papua. Ikuti perjalanan
    Nanggroe Aceh                                                                kisah hidup dan
    Darussalam.                                                                  harapannya pada DJBC.



2   WARTA BEA CUKAI       EDISI 375 FEBRUARI 2006
                                                                   Surat Pembaca
1    DARI REDAKSI
3    SURAT PEMBACA
4    KARIKATUR                                                     Kirimkan surat anda ke Redaksi WBC melalui alamat
24   INFO PEGAWAI                                                  surat, fax atau e-mail. Surat hendaknya dilengkapi
                                                                   dengan identitas diri yang benar dan masih berlaku.
     - Pegawai Pensiun per
       1 Februari 2006
     - Siaran Pers Departemen
       Keuangan                                                   RALAT
26   PENGAWASAN
     Penembangan Kemempuan
                                            Dalam rubrik wawancara WBC dengan Direktur Kepabeanan
     Analisa Intelijen ACS-DJBC
29   INFO PERATURAN                     Internasional, Drs. Kamil Sjoeib, MA, edisi 374 Januari 2006 hal
38   SEPUTAR BEACUKAI                   18, terdapat kesalahan pengutipan, tepatnya di pertanyaan
42   MITRA                              pertama pada alinea kedua. Semua kalimat yang berbunyi
     Hasil Baru Dari Pertemuan          Ratifikasi seharusnya menjadi Klasifikasi. Demikian kesalahan
     Bulanan APKB Dengan DJBC           ini telah kami perbaiki.
43   KONSULTASI                                                                                   Redaksi
     KEPABEANAN DAN CUKAI
     Mekanisme Pengeluaran barang
44   SIAPA MENGAPA
     - C. Ken Indarto
                                             Anjing Pelacak dan Anti Suap
     - Alan Marton
     - Fitra Harsanti Ega Putri             Kami mengharapkan agar dalam rangka memperingati Hari
46   INFORMASI KEPABEANAN               Pabean Internasional mendatang, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
     DAN CUKAI                          (DJBC) mampu mensponsori/mempelopori lomba yang bersifat
     Lokal Area Network dan Mainte      tingkat nasional, yakni Lomba Ketangkasan Anjing atau Customs
     nance                              Dog On The Road, dan lomba ini terbuka bagi masyarakat umum
49   OPINI
                                        maupun lintas instansi. Anjing boleh terdiri dari jenis Herder, Labra-
     - Mutasi Anugerah dan Bencana
                                        dor, Root Willer, Doberman, Golden Ret maupun anjing biasa
     - Promosi, Mutasi dan Koneksi
52   SELAK                              (kampung).
     Yokoso Kansai - Japan                        Dalam hal ini selain DJBC sebagai pionir, juga berperan aktif
55   RENUNGAN ROHANI                    dalam menyikapi keadaan, penegakan security serta mewujudkan
     Makan Bersama Sebagai Simbol       salah satu daripada butir-butir pernyataan visi bersama (Vision
     Persekutuan                        Statement) pada Asean Customs Vision 2020, yaitu meningkatkan
59   RUANG KESEHATAN                    efektifitas pengawasan dalam rangka mengurangi penyelundupan
     Keracunan Makanan                  serta pelanggaran di bidang kepabeanan lainnya.
60   PERISTIWA
                                                  Kami percaya dengan momen seperti ini, mengadakan
     - The 9 Th Asiana and Nuae
                                        kontes terbuka, semua elemen masyarakat dan para pengusaha
       International Open Para-
       chuting Championship             akan mendukung. Sehingga terciptanya keadaan yang aman dan
     - Indonesia Menandatangani         kondusif. Indikasinya dapat dilihat dengan banyaknya investor yang
       Enam MOU Dengan Jordania         masuk dan DJBC mendapatkan citra/image yang baik di mata publik,
64   RUANG INTERAKSI                    bahwa DJBC bukan hanya sebagai pengejar target APBN saja, tetapi
     Adiksi Cinta                       menciptakan suasana yang sejuk dan sehat dengan kinerja lebih
66   KEPABEANAN                         profesional serta mengutamakan penegakan security dalam rangka
     INTERNASIONAL                      memerangi tindak terorisme. Karena anjing-anjing itu kalau dilatih
     - Konferensi Tingkat Menteri Ke-
                                        khusus mendeteksi bom, amunisi atau jenis-jenis bahan peledak
       6 WTO di Hongkong
     - Juara II Lomba Karya Tulis
                                        (explosive materials) sangat mumpuni, serta bisa (all round).
       Bahasa Inggeris                            Disamping itu anjing punya kelebihan, yaitu tidak mau
     - Juara II Lomba Karya Tulis       disuap sebab binatang tersebut memang tidak doyan duit, doyannya
       Bahasa Indonesia                 daging mentah. Betul tidak ? Bravo BC.
80   APA KATA MEREKA                                                                              SARGIYATNO
     - Dena                                                                                                 Solo
     - VJ Daniel


                                                                     EDISI 375 FEBRUARI 2006   WARTA BEA CUKAI           3
    KARIKATUR

                                                JUARA II LOMBA KARIKATUR
                                                HARI PABEAN INTERNASIONAL KE-54
                                                TAHUN 2006
                                                l KARYA      : REDY BAMBANG SG. SH, MA
                                                l NIP        : 060067184
                                                l UNIT KERJA : KPBC TIPE B KOTABARU




4   WARTA BEA CUKAI   EDISI 375 FEBRUARI 2006
                                                                      2005
                                                                                                          LAPORAN UTAMA




  Ekonomi
  Indonesia
TANTANGAN EKSTERNAL
MASIH JADI PENGHAMBAT
Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2005 sekalipun berat masih
lebih tinggi jika dibandingkan tahun 2004.


S
      etelah terpilih menjadi presiden      investasi dan ekspor menjadi pendo-                  bahwa pertumbuhan ekonomi Indo-
      dan wakil presiden pada 20            rong utama pertumbuhan menggan-                      nesia tahun 2005 yang lalu mengala-
      Oktober 2004, duet Susilo             tikan sektor konsumsi yang dominan                   mi peningkatan dari tahun 2004
Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla               pada tahun sebelumnya.                               sebelumnya. Tingkat kepercayaan
(SBY-JK) menyatakan siap untuk                  Pemerintah juga menyatakan                       investor kepada Indonesia terlihat
meningkatkan perekonomian                                                                      DOK. WBC  dengan meningkatnya Indeks
Indonesia. Untuk itu pemerin-                                                                            Harga Saham Gabungan
tahan SBY-JK membuat                                                                                     (IHSG) di pasar modal yang
beberapa prioritas                                                                                       nilainya mencapai 1104. Nilai
pembangunan ekonomi yang                                                                                 ini merupakan nilai tertinggi
bertumpu pada tiga hal yaitu;                                                                            yang pernah tercatat dalam
revitalisasi sektor pertanian,                                                                           sejarah pasar modal Indone-
pedesaan dan usaha kecil                                                                                 sia.
menengah (UKM) dalam                                                                                          Dalam hal investasi
rangka penciptaan lapangan                                                                               realisasi investasi domestik
pekerjaan dan pengentasan                                                                                dan asing sampai periode
kemiskinan, penguatan daya                                                                               Januari hingga September
saing nasional, dan perce-                                                                               2005 tumbuh sebesar 123
patan iklim investasi yang se-                                                                           persen. Total investasi
hat, menjadi agenda penting                                                                              tersebut terdiri dari investasi
duet pemimpin bangsa yang                                                                                Penanaman Modal Dalam
terpilih dalam pemilihan                                                                                 Negeri (PMDN) Rp 11,97
presiden dan wakil presiden                                                                              triliun atau naik 20,97 persen
yang demokratis.                                                                                         dibandingkan periode yang
    Pertumbuhan ekonomi di                                                                               sama tahun sebelumnya,
Indonesia dalam                                                                                          sementara untuk investasi
perjalanannya mengalami                                                                                  Penanaman Modal Asing
berbagai tantangan eksternal                                                                             (PMA) sebesar Rp. 72,53
di luar kendali, diantaranya,                                                                            triliun atau naik 159,62
bencana tsunami di Aceh dan                                                                              persen jika dibandingkan
sebagian Sumatera Utara,                                                                                 periode yang sama tahun
kenaikan suku bunga Ameri-                                                                               sebelumnya.
ka Serikat, kenaikan harga
minyak dunia dan peristiwa                                                                               HARGA MINYAK DUNIA
pemboman di Bali.                                                                                        BERPENGARUH
    Walaupun mengalami                                                                                        Walaupun investasi
tekanan cukup berat, peme-                                                                               dalam negeri dan asing
rintah mengklaim ekonomi                                                                                 meningkat, pada
Indonesia masih tumbuh                                                                                   kenyataanya pemerintah
dengan cukup baik, dimana         BANK INDONESIA memperkirakan perekonomian tumbuh sekitar 5,3 - 5,6%.   menghadapi dua tantangan


                                                                                   EDISI 375 FEBRUARI 2006   WARTA BEA CUKAI          5
     LAPORAN UTAMA

                               SUMBER PERTUMBUHAN EKONOMI
                                   DESEMBER 03 - JUNI 05




                                                                                                                                   DIOLAH DARI DATA BPS
                   KONSUMSI                   INVESTASI           EKSPOR             KONSUMSI PEMERINTAH

eksternal yaitu kenaikan harga                    keuangan negara. Pemerintah            PERTUMBUHAN EKONOMI MASIH
minyak dunia dan tingkat suku bunga               beralasan jika harga minyak dunia      CUKUP BAIK
Fed (suku bunga Bank sentral                      yang meroket dan sempat menyentuh          Walaupun tantangan eksternal
Amerika, Federal Reserve) Harga                   US$60 bila tidak diikuti dengan        yang dihadapi berat, namun
minyak dunia yang sempat mencapai                 kenaikan harga BBM dalam negeri,       pertumbuhan ekonomi Indonesia
US$ 70 per barrel telah membuat                   akan menyebabkan terjadinya            tahun 2005 masih tetap tinggi jika
beban subsidi BBM menjadi                         pembengkakan anggaran untuk            dibandingkan dengan tahun
meningkat tajam dan juga menekan                  subsidi BBM yang bisa mencapai         sebelumnya. Adanya tekanan
rupiah.                                           Rp.120 triliun lebih.                  eksternal ini juga diakui oleh Bank
    Harga minyak dunia yang tinggi                     Kenaikan harga minyak dunia       Indonesia (BI).
ini diakui pemerintah memberikan                  yang masih tetap tinggi, tentunya          Pada Evaluasi Perkembangan
dampak yang cukup berat bagi                      akan berpengaruh terhadap APBN         Ekonomi 2005, BI mengatakan
                                       DOK. WBC
                                                  2006, terutama pada pos subsidi        kondisi perekonomian global kurang
                                                  BBM. Untuk mengurangi beban            menguntungkan, terutama pada
                                                  subsidi BBM tersebut, pemerintah       meningkatnya harga minyak dunia
                                                  pada 5 Oktober 2005 yang lalu telah    dan siklus pengetatan kebijakan
                                                  menaikan harga BBM di dalam negeri     moneter global yang menyebabkan
                                                  khususnya BBM bersubsidi seperti       upaya menjaga momentum
                                                  minyak tanah, premium dan solar,       pertumbuhan ekonomi dan stabilitas
                                                  yang rata-rata kenaikannya sebesar     makro mengalami gangguan yang
                                                  107 persen dengan kenaikan             cukup berarti.
                                                  tertinggi terjadi untuk minyak tanah       Ketergantungan kegiatan ekonomi
                                                  yang mencapai 185 persen.              domestik pada impor menyebabkan
                                                      Untuk mengurangi dampak            kondisi perekonomian secara
                                                  negatif kenaikan harga BBM pada 5      struktural cukup rentan terhadap
                                                  Oktober 2005, pemerintah               perubahan kondisi eksternal.
                                                  mengeluarkan kebijakan yang            Ekspansi ekonomi menjadi lebih
                                                  bernama paket insentif 1 Oktober       lambat ketika kegiatan investasi
                                                  2005 yang ditujukan pada empat         terkendala oleh membumbungnya
                                                  kelompok sasaran, yaitu pendu-         biaya produksi akibat kenaikan harga
                                                  duk miskin, petani,pekerja konsumen    BBM dan belum tuntasnya berbagai
                                                  dan kelompok industri, perdagangan     peraturan-peraturan di bidang
                                                  serta Usaha Kecil Menengah (UKM)       investasi dan pembangunan
                                                      Untuk kelopok miskin, menurut      infrastruktur.
                                                  pemerintah, paket insentif yang            Sementara itu, kegiatan konsumsi
                                                  diberikan dalam bentuk subsidi         juga mengalami penurunan karena
KWIK KIAN GIE. Walaupun pertumbuhan ekonomi
Indonesia 2005 hanya mencapai 5,5 persen,         langsung tunai (SLT) kepada 15,5       melemahnya daya beli masyarakat
namun masih lebih tinggi jika dibandingkan pada   juta rumah tangga dengan jumlah        dan mulai meningkatnya suku bunga.
2004 yang hanya mencapai 5,1 persen.              dana Rp.5 triliun pada tahun 2005.     Di sisi lain, kinerja ekspor juga belum


6     WARTA BEA CUKAI           EDISI 375 FEBRUARI 2006
                                                                                FOTO : ISTIMEWA
                                                                                                      Lebih lanjut Kwik mengatakan,
                                                                                                  kenaikan harga minyak dunia di satu
                                                                                                  sisi berdampak negatif terhadap
                                                                                                  perekonomian nasional karena
                                                                                                  Indonesia telah menjadi net oil
                                                                                                  importer, akan tetapi secara
                                                                                                  keseluruhan Indonesia masih
                                                                                                  berstatus sebagai net energy ex-
                                                                                                  porter jika didalamnya termasuk gas
                                                                                                  alam, sehingga kenaikan harga
                                                                                                  minyak berdampak positif terhadap
                                                                                                  perekonomian.
                                                                                                      Sementara itu pengamat ekonomi
                                                                                                  dari Universitas Indonesia, Faisal
                                                                                                  Basri mengatakan, pertumbuhan
                                                                                                  ekonomi Indonesia tahun 2005 masih
                                                                                                  lebih tinggi dari tahun lalu, namun
                                                                                                  meningkatnya pertumbuhan ekonomi
                                                                                                  ini tidak berarti segala sesuatunya
                                                                                                  berjalan mulus.
                                                                                                      Faisal mengatakan,
                                                                                                  ketidakdisiplinan dalam mengelola
                                                                                                  ekonomi dan adanya konflik
                                                                                                  kepentingan dalam pengelolaan
                                                                                                  ekonomi menjadi penyebab
                                                                                                  perkembangan ekonomi Indonesia
                                                                                                  tidak meningkat.
HOTEL. Selain sektor pengangkutan, komunikasi, perdagangan, hotel dan restoran juga mengalami         “Kalau kita disiplin, kalau baik
pertumbuhan paling tinggi.                                                                        mengelola ekonomi, tidak ada konflik
                                                                                                  kepentingan, sebetulnya ekonomi
begitu menggembirakan seiring                      Pengamat Ekonomi yang juga                     kita lebih tinggi growth-nya,”papar
dengan kondisi permintaan global                mantan Menteri Perencanaan Pem-                   Faisal. Lebih lanjut ia mengatakan,
yang menurun dan melemahnya daya                bangunan Nasional Ketua Bappenas,                 meningkatnya pertumbuhan ekonomi
saing. Untuk keseluruhan tahun                  Kwik Kian Gie memperkirakan, wa-                  Indonesia diikuti dengan
2005, Bank Indonesia                            laupun pertumbuhan ekonomi Indo-                  memburuknya indikator
memperkirakan perekonomian                      nesia 2005 hanya mencapai 5,5 per-                perekonomian yang antara lain suku
tumbuh sekitar 5,3 - 5,6%.                      sen, namun ini masih lebih tinggi jika            bunga, current account dan rate
     Pemerintah mencatat,                       dibandingkan pada tahun 2004 lalu                 account yang balance, serta kurs
pertumbuhan ekonomi Indonesia                   yang hanya mencapai 5,1 persen.                   yang tinggi terhadap rupiah. zap
pada triwulan IV dan triwulan I 2005
                                                                                                                                     DOK. WBC
sebesar 6,7 persen dan 6,2 persen.
Pertumbuhan ini merupakan
pertumbuhan yang tertinggi sejak
krisis ekonomi melanda Indonesia.
Kekhawatiran pemerintah akan
pertumbuhan ekonomi Indonesia
yang hanya berasal dari sektor
konsumsi tidak terbukti.
Pola pertumbuhan ekonomi dari pola
konsumsi bergeser ke arah
investasi, hal ini dimulai sejak
triwulan ke-3 tahun 2004. (lihat
tabel).
     Lebih lanjut pemerintah
mengatakan, sampai dengan semes-
ter I tahun 2005, ekonomi tumbuh
sebesar 5,9 persen dimana
pertumbuhan ekonomi pada triwulan
II tahun 2005 ekonomi tumbuh
sebesar 5,5 persen.
     Dari sisi produksi pemerintah juga
mencatat, hingga triwulan II tahun
2005 semua sektor mengalami
pertumbuhan positif, kecuali sektor
pertambangan dan penggalian.
Pertumbuhan paling tinggi berada
pada sektor pengangkutan dan
komunikasi, yang diikuti oleh
perdagangan, hotel dan restoran.
Begitu juga dengan sektor industri              SPBU. harga BBM di dalam negeri khususnya BBM bersubsidi seperti minyak tanah, premium dan
pengolahan yang juga mengalami                  solar, yang rata-rata kenaikannya sebesar 107 persen dengan kenaikan tertinggi terjadi untuk
pertumbuhan sebesar 6,7 persen.                 minyak tanah yang mencapai 185 persen.


                                                                                        EDISI 375 FEBRUARI 2006   WARTA BEA CUKAI          7
    LAPORAN UTAMA


PEMERINTAH HARUS

Bekerja
Keras
DI TAHUN 2006
Walaupun dibayang-bayangi oleh harga minyak dunia yang tetap tinggi, pemerintah
optimis bisa menjalankan perekonomian Indonesia tahun 2006


H
      arga minyak Internasional yang       perdagangan dunia pada tahun 2006         dukungan membaiknya perekonomian
      cukup tinggi pada tahun 2006,        tumbuh sedikit lebih baik dibandingkan    global diperkirakan menjadi faktor-
      masih membayang-bayangi              tahun 2005 dan diperkirakan dapat         faktor penting bagi penguatan kinerja
perekonomian Indonesia. Bukan hanya        mencapai 7,4 persen.                      ekonomi nasional tahun 2006.
Indonesia, dunia pun masih harus              Mengenai pertumbuhan ekonomi               Konsumsi masyarakat menurut
berada dibawah bayang-bayang harga         Indonesia tahun 2006, pemerintah          pemerintah, masih tumbuh relatif tinggi
minyak Internasional. Perkiraan ini        memperkirakan akan terus membaik          sekitar 5,3 persen. Hal ini disebabkan
menurut analis ekonomi Kwik Kian Gie       dan dapat mencapai 6,2 persen.            antara lain oleh relatif terkendalinya
disebabkan pada tekanan permintaan         Stabilitas ekonomi domestik yang          tingkat harga domestik dan perkiraan
terutama permintaan yang berasal dari      diperkirakan relatif terjaga, berbagai    meningkatnya pendapatan masyarakat.
China dan India yang masih tetap           upaya pembenahan di sektor riil serta     Sementara itu suku bunga domestik
besar. Perkembangan harga minyak                                           WBC/ATS
                                                                                     yang masih terkendali pada tingkat
internasional pada tahun 2006 dan                                                    yang relatif rendah diperkirakan dapat
tahun berikutnya, masih menurutnya,                                                  mendorong kredit konsumsi makanan.
juga diakibatkan oleh faktor penawaran                                                   Kinerja investasi diperkirakan akan
dan ketidakpastian mengenai biaya                                                    terus berlanjut dalam tahun 2006,
produksi minyak dunia dimasa yang                                                    dimana Pembentukan Modal Tetap
akan datang.                                                                         Bruto (PMTB) diperkirakan dapat
    Implikasi kenaikan harga minyak                                                  tumbuh sebesar 15,2 persen. Perkiraan
yang tinggi pada saat ini masih menurut                                              penguatan ini terutama diharapkan
Kwik, dapat bersifat permanen atau                                                   berasal dari realisasi tindak lanjut
paling tidak dapat bertahan dalam                                                    infrastructure summit dan juga akibat
beberapa tahun ke depan. Sehingga                                                    perkiraan peningkatan kinerja industri
dengan kondisi seperti ini                                                           manufaktur terutama sub sector industri
perekonomian dunia pada tahun 2006                                                   perlatan dan perlengkapan transportasi.
tidak berbeda jauh dengan perkiraan                                                      Sementara laju pertunbuhan ekspor
perekonomian pada tahun 2005.                                                        dalam tahun 2006 diperkirakan sekitar
    Pertumbuhan ekonomi dunia tahun                                                  10,2 persen. Tantangan eksternal
2006 menurut Kwik diperkirakan                                                       maupun internal masih mempengaruhi
sebesar 4,3 persen atau sama dengan                                                  perkiraan pertumbuhan ekspor.
perkiraan tahun 2005. Pertumbuhan                                                    Sementara seiring dengan
ekonomi di negara maju secara                                                        meningkatnya konsumsi masyarakat
keseluruhan diperkirakan sedikit                                                     dan investasi, impor barang dan jasa
membaik menjadi 2,7 persen,                                                          diperkirakan dapat tumbuh sebesar
sebaliknya pertumbuhan ekonomi di                                                    13,4 persen.
negara-negara sedang berkembang di
kawasan Asia diperkirakan menjadi 7,2      MENKO PEREKONOMIAN BOEDIONO. Indonesia    PEMERINTAH HARUS SERIUS
persen. Sedangkan volume                   bisa melewati masa rawan tersebut            Pengamat ekonomi dari Universitas


8    WARTA BEA CUKAI      EDISI 375 FEBRUARI 2006
                                                                                 WBC/ATS
Indonesia, Faisal H. Basri mengatakan,                                                      masih menurut Faisal, masyarakat
bahwa dirinya tidak membuat prediksi                                                        pedesaan yang bergerak dibidang
mengenai pertumbuhan ekonomi tahun                                                          konsumsi makanan akan meningkatkan
2006. Menurutnya, jika mengacu pada                                                         produksinya.
riset dan penelitian yang dilakukan oleh                                                         “Jika produksi meningkat maka ada
lembaga survey internasional dan juga                                                       tenaga kerja. Orang di pedesaan dan
lembaga survey di Indonesia,                                                                pertanian akan membeli barang
pertumbuhan ekonomi tahun depan                                                             kebutuhan dasar mereka yang nilai
lebih rendah dari tahun ini, atau                                                           eknomi dan teknologinya rendah dan ini
setidaknya sama dengan tahun 2005.                                                          bisa dihasilkan oleh Usaha Kecil
“Growth-nya sama dengan tahun 2005                                                          Menengah (UKM),”papar Faisal.
bahkan lebih rendah,” papar Faisal.                                                              Lebih lanjut ia menyoroti mengenai
    “Jika pertumbuhannya hanya                                                              kestabilan makro ekonomi Indonesia.
mencapai 5-5,3 persen pengangguran                                                          Menurutnya kestabilan makro ekonomi
akan mencapai 12 juta, akibatnya                                                            jika berhasil tidak secara optimal
jumlah orang miskin makin banyak,                                                           menciptakan dampak bagi
orang makin tidak bisa menjaga                                                              kesejahteraan bangsa secara
kesehatan dan timbul masalah-masalah                                                        keseluruhan. Untuk itu masih
sosial yang tidak bisa dikendalikan lagi.                                                   menurutnya harus ada keberpihakan,
Maka itu kita harus bertekad dan saya                                                       dan keberpihakan itu hanya tergantung
tidak mau berproyeksi, ingat! Minimal                                                       pada politisi.
kita mencapai 5,8%,” demikian ujarnya.                                                           “Maunya politisi itu apa? Jadi
    Lebih lanjut Faisal mengatakan, jika                                                    pilihlah atau berpihaklah pada yang
melihat dari sisi tradable (sektor                                                          lebih memihak rakyat dan yang lebih
perdagangan) dan non tradable (bukan        FAISAL H. BASRI. Pilihlah atau berpihaklah      membutuhkan. Masalahnya sekarang
perdagangan) yang masing-masing             pada yang lebih memihak rakyat dan yang lebih   yang penting rupiah stabil. Memang
pertumbuhannya 3,8 persen dan 8,5           membutuhkan.                                    menyenangkan bagi yang punya uang.
persen, hal ini menurutnya sudah                                                            Karena jika punya uang, dia (pemilik
cukup baik dan tidak perlu diutak-atik      orang di pedesaan tadi, maka akan ada           modal.red) kabur ke tempat lain, jadi ini
lagi, selanjutnya road base dari kedua      multi player. Artinya, jika uang                melayani siapa? Melayani satu
sisi tersebut dibenahi.                     ‘dibenamkan’ di desa dan pertanian              golongan apa melayani rakyat secara
    Namun menurutnya, ini tidak cukup       sebesar Rp.30 triliun, maka                     keseluruhan,?” kata Faisal.
mengingat tenaga kerja yang diserap         kemungkinan naiknya bisa mencapai                    Mengenai kinerja Direktorat
tidak cukup banyak. Untuk itu Faisal        10 kali lipat atau menjadi 300, sebab           Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Faisal
mengatakan yang harus dilakukan             orang desa butuh makan. Selanjutnya             menyatakan dirinya sependapat
pemerintah adalah meningkatkan
                                                                                                                             DOK. WBC
kualitas pertumbuhan ekonomi agar
dapat memberikan kontribusi atau
sumbangan yang berarti bagi
penyelesaian masalah-masalah sosial
yang ada.
    Untuk manufaktur yang komoditinya
antara lain pakaian, elektronik, mobil
dan lain sebagainya, Faisal
mengatakan, perlu ada identifikasi
untuk menentukan potensi mana saja
yang besar, yang dimulai dengan
melakukan identifikasi potensi terlebih
dulu.
    Sedangkan untuk pertanian, harus
diberdayakan oleh pemerintah karena
sebagian besar pengangguran berada
di pedesaan, sehingga sektor pertanian
menjadi target pemerintah.
    Untuk pemberdayaan masyarakat
pedesaan, Faisal mempunyai
perhitungan sendiri. Menurutnya
pemerintah memiliki dana sebesar Rp.
20 triliun dari sisa harga Bahan Bakar
Minyak (BBM) yang dinaikan dan Rp.
10 triliun lainnya berasal dari subsidi
yang tidak jadi dikeluakan dan juga sisa
dari anggaran yang lalu-lalu, sehingga
totalnya mencapai Rp.30 triliun.
    Menurutnya jika anggaran tersebut
dimasukkan ke sektor pertanian dan
pedesaan untuk membangun proyek
padat karya, ada sejuta orang bekerja
dari nilai Rp30 triliun, termasuk untuk
upah para pekerja.
    Faisal menjelaskan jika upah            HARGA MINYAK INTERNASIONAL yang cukup tinggi pada tahun 2006, masih membayang-bayangi
tersebut sebagian dikonsumsi orang-         perekonomian Indonesia.


                                                                                  EDISI 375 FEBRUARI 2006   WARTA BEA CUKAI         9
     LAPORAN UTAMA
                                                                                          DOK. WBC
                                                                                                      masyarakat juga permisif karena
                                                                                                      sangat mudah untuk memberikan uang
                                                                                                      pada aparat penegak hukum. Jadi kita
                                                                                                      mulai start dari urat nadi mana yang
                                                                                                      harus dibenahi,” papar Faisal.

                                                                                                      KEMBALI PADA PRIORITAS UTAMA
                                                                                                                 Lebih lanjut Faisal menyayangkan
                                                                                                           program unggulan duet Susilo
                                                                                                           Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-
                                                                                                           Kalla) (lihat tulisan 1 ) yang tidak
                                                                                                           tersentuh dan hanya sebatas retorika
                                                                                                           belaka. Faisal mengatakan realisasi
                                                                                                           program unggulan tersebut meleset
                                                                                                           dari tujuan. Ia mencontohkan
                                                                                                           kontroversi impor beras yang tidak
                                                                                                           berpihak pada petani, kebijakan UMKM
                                                                                                           tak terdengar, orang miskin dan
                                                                                                           pengangguran meningkat.
                                                                                                                 Sementara itu daya saing nasional
                                                                                                           terus merosot, sementara menurutnya
                                                                                                           yang terlebih dahulu menyodok adalah
                                                                                                           Infrastructure Summit. Bahkan dalam
                                                                                                           waktu dekat akan digelar yang kedua.
                                                                                                           Untuk itu Faisal mengatakan agar
 EKSPOR INDONESIA. Dalam tahun 2006 diperkirakan sekitar 10,2 persen                                       pemerintah fokus pada suatu
                                                                                                           permasalahan yang dianggapnya
dengan hasil survey yang dilakukan                   sampai seburuk itu kok,”papar Faisal.                 sebagai urat nadi permasalahan, jika
oleh beberapa lembaga survey di                          Menurutnya DJBC dan Direktorat                    urat nadi permasalahan tadi dapat
Indonesia dan Internasional yang                     Jenderal Pajak banyak dikeluhkan oleh                 ditangani dengan baik dan fokus, maka
mengatakan bahwa DJBC merupakan                      banyak pihak karena kedua instansi                    sudah pasti keadaan perekonomian
salah satu lembaga yang bermasalah.                  tersebut merupakan sumber                             akan membaik,”Bukan hanya
Namun dirinya mengatakan bahwa                       penerimaan negara. “Negara kita                       ekonominya saja yang membaik tapi
permasalahan yang ada di DJBC                        termasuk negara yang paling korup di                  secara keseluruhan akan
jangan dibuat menjadi semacam ‘hantu’                Asia, bea cukai itu bukan terisolasi                  membaik.”lanjut Faisal.
yang harus ditakuti karena bea cukai itu             pada satu sistem, tapi bagian dari satu                     Menanggapi upaya promosi untuk
susah untuk dibereskan. “Enggak                      sistem dimana pengusaha dan                           menarik para investor yang salah
                                                                                                                       WBC/ATS satunya dilakukan
                                                                                                                               Presiden Soesilo
                                                                                                                               Bambang Yudhoyono
                                                                                                                               dengan melakukan
                                                                                                                               lawatan ke beberapa
                                                                                                                               negara, Faisal
                                                                                                                               mengatakan,
                                                                                                                               sebenarnya lawatan
                                                                                                                               ke luar negeri tidak
                                                                                                                               perlu dilakukan, para
                                                                                                                               investor sudah
                                                                                                                               mengetahui Indonesia
                                                                                                                               dan seluk beluknya.
                                                                                                                                    Menurutnya yang
                                                                                                                               terpenting, saat ini
                                                                                                                               adalah pembenahan
                                                                                                                               di dalam negeri. Ibarat
                                                                                                                               dapur, demikian
                                                                                                                               Faisal
                                                                                                                               mengumpamakan,
                                                                                                                               benahi dulu dapurnya.
                                                                                                                               Jika dapur sudah
                                                                                                                               bersih, pasti orang
                                                                                                                               mau datang. Karena
                                                                                                                               informasi apa saja
                                                                                                                               mengenai Indonesia,
                                                                                                                               investor asing
                                                                                                                               memilikinya.
                                                                                                                                   “Jadi investor akan
                                                                                                                               tetap datang walau
                                                                                                                               SBY tidak melakukan
                                                                                                                               lawatan ke berbagai
                                                                                                                               negara, artinya
ELEKTRONIK. Untuk manufaktur yang komoditinya antara lain pakaian, elektronik, mobil dan lain sebagainya, perlu ada            mereka mengetahui
identifikasi untuk menentukan potensi mana saja yang besar, yang dimulai dengan melakukan identifikasi potensi terlebih dulu.  semua tentang


10    WARTA BEA CUKAI           EDISI 375 FEBRUARI 2006
                                                                                                                     FOTO : ISTIMEWA
Indonesia
dikarenakan informasi
saat ini sudah sangat
terbuka,”lanjut Faisal.
    Solusi untuk
semua masalah
negeri ini khususnya
dalam hal kebijakan di
bidang ekonomi,
Faisal Basri
menekankan perlu
adanya reformasi
birokrasi yang
dirasakannya sudah
mendesak dan
dirasakan belum
tersentuh oleh
Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono,
bahkan mulai dari
pemimpin
sebelumnya, baik itu
era Megawati
maupun
Abdurrachman Wahid.
    Reformasi
birokrasi yang
dimaksud Faisal Basri
di sini adalah adanya
mekanisme check and
balances dari dalam.
Disamping itu, perlu
ada eksternal auditor
yang menjaga jarak          PERTANIAN sektor pertanian menjadi target pemerintah.
dan independen,
termasuk juga gaji pegawai yang perlu         menunda penyelesaian masalah sama         genjot, tapi jangan sampai jatuh karena
dibenahi agar mereka dapat bekerja            saja dengan membuat tumpukan              tidak seimbang. Itulah tema di menko
secara tenang tidak diburu-buru oleh          sampah kian menggunung, sehingga          perekonomian untuk dijabarkan dalam
keperluan pribadi.                            makin sulit diatasi, sehingga             langkah-langkah yang akan kita ambil,”
    Menko Perekonomian Boediono,              mempersempit peluangnya jika maju         ujar Boediono.
seusai acara serah terima dari pejabat        kembali pada pemilihan presiden pada          Menyinggung soal upaya untuk
lama Aburizal Bakrie di Jakarta pada 7        2009.                                     menurunkan tingkat kemiskinan,
Desember 2005, menyatakan, presiden               Setelah Presiden Susilo Bambang       Boediono mengakui hal itu tidak bisa
fokus pada masalah iklim investasi.           Yudhoyono mengumumkan resufle             dilakukan sendiri tanpa adanya
Sehingga perlu melakukan reformasi            kabinet khususnya pada tim ekonomi        pertumbuhan ekonomi. “Itu jelas
keadaan atau aturan-aturan yang ada           pada 7 Desember 2005, masyarakat          disinggung juga oleh presiden dan
sehingga gairah untuk melakukan               pun optimis dan menyambut gembira         harus disadari bahwa di Indonesia
investasi meningkat diberbagai bidang         bahwa perekonomian akan maju,             sedang mengalami inflasi tinggi dan
seperti perpajakan, hukum,perburuhan          bahkan indicator perekonomian seperti     proses kemiskinan,”ujar Boediono.
dan aturan daerah. Hal seperti ini yang       IHSG dan nilai tukar rupiah menguat.          Boediono selalu optimis. Ketika
perlu ada reformasi untuk                         Hal yang sama juga disampaikan        dirinya menjabat sebagai Menteri
meningkatkan iklim investasi. Lebih           Faisal, menurutnya penunjukan Menko       Keuangan, situasi keuangan
lanjut Boediono mengatakan, reformasi         Perekonomian Boediono dan Menteri         pemerintah maupun di luar pemerintah
dilakukan jika ada yang menghambat            Keuangan Sri Mulyani Indrawati oleh       masih sangat rawan, namun Indonesia
investasi, menuju ke iklim yang               presiden sudah tepat, keduanya            bisa melewati masa rawan tersebut.
mendorong investasi.                          memenuhi syarat yang tak dimiliki         Tantangan lain yaitu politik dan ekono-
                                              sosok-sosok yang digantikannya,           mi ia rasa perlu dimasukkan dalam
TETAP OPTIMIS                                 sehingga kerangka makro ekonomi           konteks pengambilan keputusan.
    Mengenai kondisi di tahun 2006,           akan lebih jelas dan terukur, sehingga        Kondisi lain yang harus tetap dijaga
Faisal mengatakan bahwa dirinya tetap         tak eksperimental.                        menurut Boediono adalah koordinasi
optimis menjalani tahun 2006 ini.                 Mengenai langkah yang akan            fiskal moneter yang harus serasi
Menurutnya kemerosotan berbagai               diambilnya setelah dilantik menjadi       dengan Bank Indonesia pada suku
indikator makro ekonomi belakangan ini Menko Perekonomian Boediono                      bunga dan kredit, jika tetap ingin inflasi
terjadi bukan karena semakin                  mengatakan, akan mencoba untuk            dapat diturunkan, karena dampaknya
memburuknya fondasi ekonomi,                  menormalkan kembali ekonomi               akan ke beberapa aspek lain, termasuk
melainkan lebih karena buruk laku, tak        Indonesia ketingkat yang stabil.          goods dan suku bunga pada dana
disiplin, terlalu percaya diri, dan adanya    Menurutnya Stabil bukan berarti           pembiayaan dan pertumbuhan
conflict of interest sehingga gagal           mandeg, tetapi artinya seimbang.          ekonomi.
memanfaatkan momentum percepatan.                 “Inilah yang presiden katakan,             “Inflasi ini adalah masalah makro,
    Dari sisi Pemerintahan SBY yang           pertumbuhan ekonomi kita genjot, tapi     jadi ‘obat’ makro yang telah ditetapkan
baru setahun Faisal menyampaikan,             jangan melupakan stabilitas, jangan       pada masa lampau akan tetap kita
seharusnya SBY menyadari bahwa                melupakan keseimbangan, terus             jalankan,”tegasnya. zap


                                                                               EDISI 375 FEBRUARI 2006   WARTA BEA CUKAI        11
     LAPORAN UTAMA




Kebijakan Ekonomi
Pemerintah
Di Mata Dunia Usaha
Sejak duet kepemimpinan Soesilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla (SBY-JK)
terbentuk, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan di bidang
ekonomi yang berupaya mengakomodir kepentingan banyak pihak. Namun buat
para pungusaha khususnya, implementasi dilapangan masih dirasakan lemah.


T
      antangan berat yang dihadapi               yang harus ditelan jika ingin sembuh   tersebut tidak dapat bersaing
      oleh pemerintah pada tahun                 dari sakit.                            karena negara kompetitor semakin
      2005 lalu, memberi dampak                      Sofyan Wanandi, pimpinan           banyak. Selain itu kendala dalam
besar bagi kehidupan masyarakat.                 kelompok usaha Gemala Group            negeri juga memberikan dampak bagi
Harga minyak dunia yang meningkat                mengatakan, dirinya masih bisa         industri.
tajam mau tidak mau harus diikuti                memaafkan keadaan perekonomian             Toto menunjukkan beberapa
dengan kenaikan harga BBM dalam                  tahun 2005 karena adanya faktor        kendala didalam negeri yang
negeri dan berimbas pula kepada                  eksternal dan faktor umur              dihadapi oleh industrti seperti
berbagai faktor perekonomian yang                pemerintahan SBY-JK yang masih         kendala infrastruktur, sarana dan
lain. Kebijakan pemerintah menaikan              muda dan masih baru.                   prasarana yang memang harus
harga BBM dalam negeri dinilai tidak                 Menurut Sofyan, ketika Kabinet     mendapat perhatian khusus
populer oleh masyarakat, karena                  Indonesia bersatu terbentuk, dirinya   pemerintah seperti transportasi dan
berimbas pada kenaikan harga-harga               berharap pemerintah dapat              juga sarana kepelabuhan.
kebutuhan lain.                                  melakukan ‘coba-coba’ untuk bisa           Tahun 2005 lalu menurut Toto,
    Sedangkan bagi pengusaha,                    membawa Indonesia keluar dari          banyak pengusaha yang berpikir
kenaikan ini akan membebani usaha                krisis ekonomi yang dinilainya tidak   realistis untuk menahan diri atau
dan menimbulkan biaya produksi                   kunjung usai. Namun kenyataannya       tidak berinvestasi dan menanamkan
yang tinggi. Namun pemerintah                    pemerintah kehilangan prioritas        uangnya karena kondisi
beralasan, ini merupakan obat pahit              karena menghadapi tantangan            perekonomian yang berat. “Dari pada
                                       DOK. KY
                                                 eksternal seperti; bencana alam                                              DOK. WBC
                                                 tsunami, flu burung, bom Bali dan
                                                 lain sebagainya.
                                                     Selanjutnya kabinet yang terdiri
                                                 dari berbagai macam latar belakang
                                                 seperti partai politik dan lain
                                                 sebagainya, dinilainya turut
                                                 memberikan dampak ketidakfokusan
                                                 pemerintah menangani
                                                 permasalahan yang ada sehingga
                                                 tidak ada koordinasi dan cenderung
                                                 menciptakan konflik yang ditakuti
                                                 oleh kalangan dunia usaha.
                                                     “Kalau ada tantangan eksternal
                                                 yang dihadapi pemerintah,
                                                 semestinya bisa membuat kabinet
                                                 kompak dan fokus untuk
                                                 menyelesaikan suatu permasalahan
                                                 yang ada, tapi kenyataannya tidak
                                                 kelihatan dan tidak kompak,”ujar
                                                 Sofyan kembali.
                                                     Ketua Gabungan Pengusaha
                                                 Ekspor Indonesia (GPEI), Toto
                                                 Dirgantoro mengatakan, tahun 2005
                                                 merupakan tahun yang
SOFYAN WANANDHI. Pemerintah kehilangan                                                  TOTO DIRGANTORO. DJBC lebih
prioritas karena menghadapi tantangan            memprihatinkan bagi dunia usaha.       menggiatkan lagi penekanan terhadap
eksternal seperti; bencana alam tsunami, flu     Menurutnya industri menghadapi         berbagai peraturan yang ada kepada
burung, bom Bali dan lain sebagainya.            kendala dimana produk dari industri    para petugas di lapangan.


12    WARTA BEA CUKAI           EDISI 375 FEBRUARI 2006
                                                                                                                       DOK. WBC




INDUSTRI OTOMOTIF. Pasar Domestik masih bagus.

para investor menanamkan modal                   umum pabrik rokok masih bisa            pabrik rokok legal yang kembang
untuk investasi dengan kondisi yang              mengikuti keadaan pada saat itu.        kempis dan tutup, karena peminatnya
berat, yang pada nantinya                        Pada saat harga BBM naik dan lain       lebih cenderung membeli rokok
mengakibatkan tidak bisa membayar                sebagainya naik, secara umum daya       selundupan yang murah. “Ini setidak-
pesangon pekerjanya atau terjadi                 beli menurun. Namun tingkat             nya harus diantisipasi oleh DJBC
PHK karena menutup pabrik, lebih                 menurunnya ini dikategorikannya ada     melalui pengawasannya,”ujar Mufti.
baik mereka menahan uang. Tahun                  yang menurun sekali ada yang                Teguh Trihono, Production Control
2005 menurut saya cukup signifikan               menurun sedikit. Hal ini tergantung     Export and Import Division Toyota
terjadi pemutusan hubungan                       pada merek rokok tersebut dan           Motor Manufacturing Indonesia
kerja,”lanjut Toto                               segmen dari rokok tersebut.             (TMIN) mengatakan, untuk tahun
    Dari pengamatan Toto, dampak                     “Kalau suatu merek rokok            2005 memang menghadapi
market dalam negeri tahun 2005 bisa              konsumennya menurun sekali akibat       tantangan cukup berat dari sisi
dikatakan perekonomiannya tidak                  kenaikan BBM, kita harus lihat          perekonomian domestik, namun
berjalan stabil dimana pasar menjadi             menurunnya sampai sejauh mana,          pihaknya kembali menyerahkan
lesu, daya saing juga berkurang dan              apakah menurunnya ini sampai pada       kebijakan menghadapi perekonomian
banjirnya barang impor. Dampak                   pengurangan pegawai atau                2005 lalu kepada pemerintah.
yang dirasakan terjadi pada saat                 tidak,”ujar Mufti. Namun ia                 Ia mengatakan TMIN masih bisa
momen yang bisa dibilang panen                   mengatakan pengurangan pegawai          menjalani keadaan tahun 2005 lalu
bagi industri dalam negeri yaitu saat            dan penutupan pabrik akibat             mengingat pasar domestik Indonesia
menjelang hari raya dan tahun baru               kenaikan harga BBM tidak ditemui        cukup bagus untuk pemasaran
terjadi kelesuan. “Untuk produk                  sejauh ini, namun ia mengatakan         Toyota Inova dan ekspor ke beberapa
khususnya tekstil sulit melempar                 kemungkinan itu ada.                    negara berlangsung sesuai dengan
produknya ke pasar. Itu kondisi yang                 Gapprindo mensinyalir akibat        target yang dimilikinya, untuk jenis
kita alami tahun 2005,”jelas Toto.               kenaikan BBM yang berimbas ke           armada Toyota Avanza.
    Muhaimin Mufti Ketua Gabungan                segala lini ini memungkinkan subur-
Pengusaha Rokok Putih Indonesia                  nya pertumbuhan rokok-rokok ilegal      HARUS CARI TEROBOSAN
(Gapprindo) mengatakan, tahun 2005               dan rokok selundupan dari luar neg-        Belajar dari mini krisis yang
memang cukup berat, namun secara                 eri. Akibatnya menurut Mufti, banyak    dihadapi oleh pemerintah pada tahun


                                                                                EDISI 375 FEBRUARI 2006   WARTA BEA CUKAI   13
     LAPORAN UTAMA
                                                                                 DOK. WBC
2005, Sofyan mengharapkan agar                                                              untuk dijadikan tempat berinvestasi,
pemerintah mampu membuat suatu                                                              ”tukas Toto.
terobosan yang sangat signifikan
untuk bisa bangkit dari keterpurukan                                                        PERLU REFOMASI BIROKRASI
ekonomi yang tidak kunjung usai.                                                                Sofyan mengatakan bahwa
Terobosan yang dimaksud Sofyan                                                              reformasi di tubuh birokrasi memang
adalah terobosan dibidang anggaran,                                                         perlu dilakukan agar iklim usaha bisa
ia berpendapat anggaran                                                                     menjadi kondusif, namun secara
pembangunan yang sudah ada itu                                                              keseluruhan Sofyan tidak melihat
harus cepat dikeluarkan. Menurutnya                                                         bentuk nyata dari reformasi di tubuh
anggaran saat ini selalu keluar pada                                                        birokrasi dan ia mengatakan bahwa
akhir-akhir tahun dan                                                                       semua itu masih dirasanya masih
pengeluarannya benar-benar ketat                                                            sekedar lips service belaka dan
    “Anggaran ini harus cepat                                                               belum melihat bentuk konkrit dari
dikeluarkan, dan uangnya harus                                                              upaya pemerintah tersebut.
sudah ada, investment daripada                                                                  Sementara Toto lebih menyorot
proyek-proyek itu harus cepat                                                               pada Otonomi Daerah (Otda) yang
dilaksanakan, itu yang menurut saya                                                         dinilainya tumpang tindih dengan
harus dikeluarkan supaya                                                                    kebijakan yang dikeluarkan
pembangunan jadi bisa cepat                                                                 pemerintah pusat yang akibatnya
dilaksanakan,”papar Sofyan.                                                                 membuat panjang jalur birokrasi.
    Lebih lanjut Sofyan mengatakan,                                                         Menurutnya banyak kebijakan pusat
ketika diangkat menjadi presiden,                                                           yang ditolak oleh daerah, sehingga
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)                                                              investor menahan diri untuk
sudah memiliki terobosan yang ada                                                           menanamkan modalnya di Indonesia
                                           MUHAIMIN MUFTI. akibat kenaikan BBM yang
(lihat Laput 1), namun amat                berimbas ke segala lini ini memungkinkan         karena pusat dan daerah memiliki
disayangkan terobosan itu hanya            suburnya pertumbuhan rokok-rokok ilegal dan      kebijakan yang berbeda.
sekedar terobosan dan tidak                rokok selundupan dari luar negeri.                   Toto mengatakan, jika investor
dijalankan dengan tepat, malah yang                                                         akan menanamkan modalnya di
terjadi kemunduran dari beberapa           Disamping itu pemerintah harus                   Indonesia, waktu yang diperlukan
aturan yang dinilainya kontra              berupaya meningkatkan jaminan                    sangat banyak untuk melakukan
produktif dengan terobosan yang            keamanan.                                        pengurusan tersebut mulai dari
dimaksud presiden.                             ”Jika presiden mencanangkan hal              tingkat pusat hingga daerah
    “Beberapa undang-undang tidak          tersebut maka semua menterinya                   memakan waktu hingga ratusan hari.
mendukung terobosan tersebut, lihat        akan bekerja kearah tersebut                     Namun jika dibandingkan dengan
saja UU Pajak, UU Tenaga Kerja dan         sehingga investasi bisa masuk ke                 negara lain, waktu yang diperlukan
lain sebagainya, itu tidak                 Indonesia, pengangguran dapat                    untuk pengurusan investasi
memihak,”papar Sofyan.                     ditanggulangi dan ekonomi berjalan               sangat singkat, tidak mencapai
    Sedangkan Toto melihat, kini           lancar,”papar Toto.                              ratusan hari.
pemerintah sudah mulai membuat                 “Seandainya presiden mempunyai                   Ketika ditanya mengenai upaya
suatu terobosan yang cukup                 agenda seperti ini, saya yakin                   Departemen Keuangan dalam
signifikan yaitu penurunan tarif THC       investor akan banyak yang                        menghapus beberapa Perda yang
(Terminal Handling Charge) dari            menanamkan modalnya Indonesia.                   dinilai tidak kondusif bagi investasi,
US$150 menjadi US$95.                      Presiden gak usah repot-repot                    Toto melihat hal itu belum dirasakan
Menurutnya, terobosan ini                  tandatangani MoU dengan negara                   oleh pengusaha dan belum terlihat
memberikan dampak penghematan              lain, mereka akan datang sendiri,                hasil nyatanya. Untuk itu reformasi
kepada para pengusaha nantinya.”Ini        melihat bahwa Indonesia pantas                   di tubuh birokrasi mendesak
merupakan terobosan pemerintah                                                   DOK. ZAP   dilakukan sehingga dapat memberi
yang berdampak sangat baik bagi                                                             kepastian usaha bagi pengusaha dan
pengusaha karena akan berdampak                                                             masuknya investasi baik dari dalam
pada penghematan perusahaan,”ujar                                                           maupun luar negeri.
Toto.                                                                                           Dari segi kebijakan yang
    Masih menurut Toto, hal itu saja                                                        dikeluarkan pemerintah, Toto menilai,
tidak cukup, pemerintah dalam hal ini                                                       hal itu sudah mengakomodir
presiden harus mempunyai target                                                             kepentingan pengusaha, namun ia
yang jelas, ”Gak usah banyak-                                                               menyayangkan implemetasi di
banyak targetnya, cukup dua.                                                                lapangan masih belum mengena
Misalnya, SBY sebagai presiden RI                                                           kepada pengusaha akibat dari
mentargetkan untuk bisa menyerap                                                            panjangnya jalur birokrasi tersebut.
tenaga kerja dan menciptakan
lapangan kerja. Yang kedua,                                                                 KEBIJAKAN DJBC
pemerintah mentargetkan agar                                                                   Ketika ditanya mengenai
produk kita bisa bersaing di pasar                                                          kebijakan DJBC saat ini, Toto
global,”papar Toto.                                                                         mengatakan bahwa kebijakan yang
    Lebih lanjut Toto mengatakan, jika                                                      dikeluarkan oleh DJBC sudah bagus
ini menjadi perhatian pemerintah,                                                           dan mulai menuju ke arah perbaikan.
maka BKPM (Badan Koordinasi                                                                 Namun disini Toto menyampaikan
Penanaman Modal) harus                                                                      bahwa kebijakan tersebut harus
memangkas habis-habisan prosedur                                                            didukung dengan Sumber Daya
birokrasi untuk perizinan yang                                                              Manusia (SDM) yang terampil pula
memakan waktu sehingga                     TEGUH TRIHONO. Menyerahkan kebijakan             sehingga kebijakan tersebut bisa
mempermudah investasi masuk.               kepada pemerintah.                               memberikan keuntungan bagi


14   WARTA BEA CUKAI      EDISI 375 FEBRUARI 2006
                                                                                                                               DOK. WBC




TPT. Tekstil dan produk tekstil sulit melempar produknya ke pasar

pengusaha dan juga bagi pendapat-                     transaksi, namun kadang-kadang             pihak DJBC responsif sehingga
an negara.                                            PFPD (Pejabat Fungsional                   hambatan dapat diselesaikan tanpa
    Mengenai SDM, Toto menekankan                     Pemeriksa Dokumen) menentukan              mengganggu produksi.
agar DJBC lebih menggiatkan lagi                      lain karena instruksi dari pusat               Sementara Mufti mengatakan,
penekanan terhadap berbagai                           plafonnya harus sejumlah nilai             DJBC sudah menjalankan tugas dan
peraturan yang ada kepada para                        tertentu, sehingga pengusaha kena          fungsinya dengan maksimal.
petugas di lapangan. Hal ini agar                     tambah bayar. Ini yang dikeluhkan          Kerjasama antara asosiasi dengan
tidak terjadi salah persepsi ketika                   pengusaha.                                 DJBC pun terjalin sehingga hambatan-
pelaksanaan di lapangan. Selama ini                       “Kalau DJBC menjalankan ketentu-       hambatan yang ditemui di lapangan
menurutnya, jika ada suatu aturan                     an yang ada dalam undang-undang,           dapat diselesaikan bersama. Bahkan
baru, pengusaha selalu mendapat                       tidak usah khawatir mengenai adanya        menurut Mufti, dalam amandemen
sosialisasi terlebih dahulu sedangkan                 under value, karena ada post audit, jadi   Undang-Undang Cukai yang kini masih
petugas di lapangan                                   tinggal audit saja,”papar Toto.            dalam pembahasan di DPR, pihaknya
mendapatkannya setelah itu, hal ini                       Hal senada juga disampaikan            merasa cukup didengar dan diakomodir
sering mengakibatkan terjadinya                       Teguh ketika ditanya mengenai              kepentingannya.
ketidaksiapan petugas dilapangan.                     kebijakan yang dikeluarkan DJBC.               “Namun memang, masih ada
    Menurutnya, Undang-Undang                         Menurutnya kebijakan yang                  beberapa hal yang harus dibahas
nomor 10 tahun 1995 tentang                           dikeluarkan oleh DJBC sudah                lebih lanjut mengenai Undang-
Kepabeanan, sudah cukup baik dan                      mengakomodir pihaknya dan                  Undang Cukai yang kini tengah
harus dijalankan dengan konsekuen,                    beberapa pengusaha lainnya, ia             dibahas di DPR, dan secara
sehingga tidak akan ada keluhan dari                  mencontohkan adanya jalur prioritas        keseluruhan Undang-Undang
beberapa pelaku usaha. Toto                           yang sangat membantu usahanya              tersebut sudah baik,”papar Mufti
mencontohkan keluhan yang pernah                      dalam menjalankan produksi.                yang juga terlibat sebagai tim review
ia temui seperti nilai pabean.                        Mengenai hambatan di lapangan              dalam pembahasan amandemen
Menurutnya, nilai pabean adalah nilai                 menurutnya memang ditemui, namun           Undang-Undang Cukai. zap


                                                                                        EDISI 375 FEBRUARI 2006   WARTA BEA CUKAI   15
     LAPORAN UTAMA


“Setelah Semester I,
Growth perekonomian Indonesia
Akan Kembali Membaik”
Menjaga ekspektasi masyarakat adalah sangat penting untuk bisa meningkatkan
perekonomian Indonesia, karena pasar sangat sensitif terhadap statement yang
dikeluarkan pejabat. Jika statement tersebut tidak sesuai dengan ekspektasi
mereka, diperkirakan ekonomi akan kembali porak poranda.


P
       erekonomian Indonesia pada awal                                                         Bagaimana menurut anda tim eko-
       tahun 2006 masih dirasa agak                                                            nomi baru dalam Kabinet Indonesia
       memberatkan bagi masyarakat dan                                                         Bersatu dimana disitu duduk Pak
juga dunia usaha. Hal ini menurut Direktur                                                     Boediono dan Ibu Sri Mulyani?
Lembaga Penyelidikan Ekonomi                                                                        Saya tidak mau komentar mengenai
Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM                                                         mbak Ani (Sri Mulyani.red) karena beliau
UI) M. Chatib Basri, lebih dikarenakan                                                         juga orang LPEM UI, nanti kalau saya
masih dibayangi harga minyak dunia yang                                                        komentar tentang beliau akan bias. Saya
tinggi pada tahun 2005 yang berdampak                                                          akan komentar mengenai Pak Boed. Saya
pada masalah sosial di masyarakat,                                                             lihat Pak Boediono merupakan orang
seperti kenaikan harga kebutuhan pokok                                                         yang memiliki reputasi baik dibidang
yang dipicu dari kenaikan harga BBM                                                            makro ekonomi. Ketika beliau menjadi
dalam negeri.                                                                                  Menteri Keuangan kinerjanya juga cukup
    Namun Chatib Basri mengatakan,                                                             baik. Dan bisa lihat juga ekspektasi dari
pemerintah dalam hal ini presiden sudah                                                        pasar yang indeksnya menguat, nilai tukar
mampu melihat dan mengamati                                                                    Rupiah menguat, responnya juga positif.
keinginan masyarakat termasuk juga                                                                  Justru saya disini mengingatkan agar
pelaku pasar. Hal ini terbukti dengan                                                          harus ada kehati-hatian. Orang sangat
meningkatnya nilai tukar rupiah dan                                                            percaya pada Pak Boed, kalau orang
meningkatnya pula nilai Indeks Saham                                                           percaya pada beliau maka ekspektasinya
Gabungan di bursa saham ketika                                                                 juga tinggi. Seperti yang tadi saya bilang,
dilantiknya Boediono dan Sri Mulyani         CHATIB BASRI. Dengan adanya on-line sistem ini,   dalam enam bulan ke depan pertumbuhan
Indrawati menjadi Menko Perekonomian         maka kemungkinan untuk melakukan manuver          ekonomi akan melambat. Jangan sampai
dan Menteri Keuangan.                        tentu akan jauh lebih berkurang                   ekspektasi orang berlebihan, nantinya
    Ia kembali menambahkan,                                                                    orang menganggap Pak Boed menjadi
pemerintah harus bisa menjaga sentimen       saya bisa mencapai 5,5 persen sampai              menko bagus, kok dalam tiga bulan
positif yang ada di masyarakat tersebut,     5,6 persen. Tapi efek dari harga minyak           growth tidak naik, belum ada lapangan
jangan sampai pemerintah kembali             dunia mengakibatkan kita harus meng-              pekerjaan? Kalau ekspektasi dari
melakukan suatu langkah mundur di            ambil kebijakan memotong subsidi. Dan             masyarakat tidak terpenuhi maka nanti
bidang perekonomian dengan                   implikasi dari hal tersebut adalah inflasi.       orang akan bilang tim ekonominya gagal.
mengeluarkan suatu statement yang bisa           Inflasi kita pada tahun 2005 meningkat        Padahal ini masalah ekspektasi yang
mengundang reaksi negatif pelaku pasar.      tajam, kalau saya lihat ini adalah                terlalu tinggi.
     Selanjutnya Chatib Basri                fenomena jangka pendek dan ini berlanjut
mengatakan, beberapa survey mengenai         hingga semester I 2006. Pada semeseter I          Seberapa jauh ekspektasi
perekonomian yang dilakukannya               juga perekonomian masih melambat, tapi            masyarakat berpengaruh pada
terhadap beberapa lembaga salah              setelah itu saya melihat growth-nya akan          ekonomi Indonesia?
satunya DJBC, Chatib mengatakan hal itu      kembali membaik.                                       Menurut saya mengelola ekspektasi ini
harus bisa dijadikan sebagai masukan                                                           adalah sangat penting. Jangan bikin
untuk bisa meningkatkan kinerja.             Kadang-kadang dalam bahasa                        kebijakan yang “aneh-aneh” dalam arti
    Mengenai kondisi perekonomian            ekonomi dikatakan pertumbuhan                     kata yang membuat sentimen pasar
Indonesia dan sarannya tentang langkah       ekonomi membaik, tapi dalam prak-                 menjadi terganggu. Seperti isu yang lagi
apa saja yang harus diambil pemerintah       teknya, masyarakat melihat shock                  ramai dibicarakan orang mengenai
untuk bisa menjaga kepercayaan               terbesar ada pada kenaikan harga                  apakah betul pemerintah mau buy back
masyarakat, berikut petikan wawancara        BBM, bagaimana menurut Anda?                      Indosat? Itu hal yang sensitif buat pasar,
dengan Chatib Basri                              Kalau dari segi shock terbesar dari           kemudian juga mengenai kebijakan utang,
                                             dampak kenaikan BBM memang terasa,                kok tiba-tiba kita mau minta debt relief.
Bagaimana menurut anda ekonomi               seperti konsumsi menurun. Dan bisa dili-          Buat pasar itu sensitif !
Indonesia tahun 2005 yang lalu?              hat dari indikator impor mengalami penu-               Kalau debt relief itu diminta berarti
    Kalau dari segi pertumbuhan masih        runan, itu yang saya katakan tadi, efeknya        ratting kita turun dimata investor. Mereka
lebih baik dari tahun 2004. Tahun 2004       akan masih dirasakan hingga semester I.           akan meninggalkan Indonesia. Mereka
lalu pertumbuhan ekonomi kita 5,1 persen,    dan pada semseter II tahun 2006                   yang saya maksud adalah investor yang
sedangkan kalau tahun 2005 perkiraan         konsumsi akan kembali meningkat lagi.             bermain di pasar uang atau modal, mere-


16   WARTA BEA CUKAI        EDISI 375 FEBRUARI 2006
ka akan meningalkan Indonesia dengan
gampang. Jadi menurut saya kebijakan
yang baik itu adalah kebijakan yang hati-
hati. Begitu juga dengan membuat
statement, harus hati-hati, karena pasar
sangat sensitif dengan ini, kalau satu kali
saja ada statement yang mengatakan
ketidakpercayaan, atau menyatakan
kesalahan…responnya bisa cepat.
    Yang tahu kondisi di sini (Indonesia)
ya orang yang ada disini. Kalau pemain-
pemain itu kan dapat info begitu banyak
dan tidak bisa dikontrol. Ketika ada
statement yang aneh-aneh tadi misalnya,
mereka dengan uang yang banyak harus
bikin keputusan yang cepat.

Kalau tadi anda katakan jagan buat
kebijakan yang “aneh-aneh”                    DJBC. Survey yang dilakukan oleh lembaga survey termasuk LPEM UI harus dilihat secara konstruktif.
rencana kenaikan Tarif Dasar
Listrik (TDL) apakah akan membikin                 Isu yang paling penting ke depan                Departemen Keuangan yang selalu
shock yang cukup kuat juga?                   adalah hal mengenai production network,              berhubungan langsung dengan proyek
     Kalau menurut saya begini, saya gak      cirinya ini, satu barang diproduksi dan              bisnis. Jadi mau gak mau tudingan seperti
tahu ya pemerintah maunya apa, lihat dulu     “dikeroyok” oleh banyak negara. Kalau                itu ada. Kalau ada institusi Departemen
perkembangan inflasinya, kalau sudah          production network inventori yang dimiliki           Keuangan yang tidak ada hubungan
stabil baru boleh naikan TDL. Saya meli-      perusahaan itu harus tepat waktu. Kalau              dengan bisnis seperti yang dipimpin oleh
hat inflasi ada kemungkinan akan naik ka-     tepat waktu maka institusi kepabeanan itu            Pak Anggito (Anggito Abimayu Ketua
rena harga beras. Kalau harga beras naik      menjadi sangat penting. karena delayed               BAPEKI.red) gak akan ada orang yang
maka inflasi masih mungkin akan naik.         disini akan menjadi persoalan.                       ribut memperebutkan itu.
Jadi kita musti hati-hati lihat perkembang-        Di Indonesia menurut saya                             Nah Bea Cukai dan Pajak itu
an berapa bulan, kalau inflasi sudah stabil   persoalannya bukan hanya di instiusi                 isntrumen, sehingga kalau dari instrumen
bisa dinaikan, toh kenaikannya tidak          kepabeanannya karena ada port clear-                 itu ada ketidakpuasan maka timbul survey
terlalu tinggi menurut perkiraan saya.        ance-nya juga, jadi dalam hal ini perlu              ini. Ini harus dihadapi dengan tenang
                                              dilakukan perbaikan-perbaikan juga. Jadi             dalam arti, kalau ada masalah, maka dua
Jadi Hal krusial apa saja yang harus          saya sambut baik adanya on-line sistem               institusi itu harus buat improvement apa
dilakukan oleh pemerintah                     karena itu akan memperbaiki atau                     yang harus dilakukan. Saya melihat
menghadapi semester I tahun 2006              mempermudah prosesnya. Belum lagi ada                sekarang sudah menuju ke arah sana.
ini dibidang ekonomi?                         upaya ASEAN Single Window itu harus di                     Seperti ASEAN Single window, kalau
    Menurut Saya kebijakan fiskal. Karena     dukung, karena dengan adanya ini maka                ini bisa dilaksanakan dan dijalankan de-
dalam semester pertama investasi swas-        segala macam proses yang menyangkut                  ngan konsekuen, maka pungli akan turun
tanya akan turun, konsumsi swastanya          produksi akan sangat cepat.                          sangat jauh. Jadi kalau survey bilang
akan melemah, ekspornya juga akan                  Dengan adanya on-line sistem ini, ma-           seperti itu, yang paling penting dilakukan
melemah. Jadi satu-satunya yang bisa          ka kemungkinan untuk melakukan manu-                 introspeksi. Dan saya kira Bea Cukai pu-
meng-counter hal tersebut adalah penge-       ver tentu akan jauh lebih berkurang seperti          nya langkah strategis dalam rencananya.
luaran pemerintah, disitu peran menteri       adanya contact person antara pengguna                      Waktu saya menghadiri suatu
keuangan menjadi sangat penting.              jasa dengan petugas di lapangan. Lalu                seminar, Bea Cukai bersama Japan
                                              saya melihat direction ke arah pengurang-            International Cooperation Agency (JICA)
Mengenai masalah investasi, kita              an manuver yang saya sebutkan tadi                   memaparkan mengenai rencananya atau
kayaknya masih susah bikin                    sudah mulai dijalankan, tapi kalau                   langkah strategisnya. Kalau ini sudah
kebijakan yang mempermudah izin-              masalah pungli, itu masih tetap ada, dan             dijalankan maka saya yakin Bea Cukai
izin, bagaimana menurut Anda                  studi yang pernah kita lakukan (LPEM UI)             akan sangat baik sekali.
masalah birokrasi ini?                             Salah satu isu menarik adalah
     Saya setuju dengan hal tersebut dan      mengenai Customs Broker, mungkin                     Jadi apa yang harus dilakukan oleh
itu juga menjadi streamline yang mesti di-    karena peraturan mengenai masalah                    DJBC menghadapi survey tersebut?
perbaiki. Persoalannya adalah wewenang-       kepabeanan itu sulit, sehingga pengusaha                  Menurut saya, survey tersebut harus
nya tidak disatu Departemen di Badan          membutuhkan konsultan. Kalau                         dilihat ini secara konstruktif, misalnya
Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).            peraturannya mudah dan dimengerti                    begini ada survey yang bilang Bea Cukai
Misalnya yang berkaitan dengan masalah        mungkin kebutuhan akan customs broker                begini…, maka kita harus cari langkah
ketenagakerjaan, ada urusan dengan            itu tidak akan tinggi, sehingga biayanya             yang baik untuk memperbaikinya.
Perda, deal dengan pemerintah daerah          dapat dikurangi.
ada urusan dengan macam-macam . Jadi                                                               Kalau begitu langkah apa yang
ada masalah belum terintegrasi.               Beberapa waktu lalu LPEM UI                          harus dilakukan oleh Bea Cukai
      Kalau saya lihat untuk menangani        melakukan penelitian mengenai                        terlebih dahulu, memberitahukan
masalah ini dengan cepat adalah               adanya biaya tidak resmi di DJBC,                    kepada masyarakat mengenai
debirokratisasi, kalau aturannya              dan Transparancy International                       langkah-langkah tersebut atau
dipermudah itu akan lebih gampang,            Indonesia juga mengkategorikan                       memperlihatkan kepada
investor akan masuk.                          Indonesia sebagai negara yang                        masyarakat langkah yang telah
                                              korup dan institusi Bea Cukai juga                   diambil?
Bagaimana menurut Anda kinerja                disebut disana, Apakah ini hanya                         Saya rasa harus dua-duanya, kalau
Bea Cukai satu tahun terakhir ini,            sekedar persepsi?                                    ada progres pasti orang akan bilang, jadi
dan apa masukan anda buat Bea                      Saya kira begini, Bea Cukai dan Pajak           lakukan saja yang terbaik untuk menuju
dan Cukai tahun 2006?                         itu dua institusi yang berada di                     hal yang terbaik. zap/ky


                                                                                        EDISI 375 FEBRUARI 2006      WARTA BEA CUKAI               17
     WAWANCARA




18   WARTA BEA CUKAI   EDISI 375 FEBRUARI 2006
DR. Sri Mulyani Indrawati
MENTERI KEUANGAN RI



“Integritas Kita
TIDAK BISA DIPERJUALBELIKAN,
APALAGI DIKOMPROMIKAN...!”
Ditunjuknya Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan yang baru oleh
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mampu memberikan efek cerah pada
perekonomian Indonesia. Hal ini terbukti dengan menguatnya nilai tukar rupiah dan
meningkatnya nilai indeks harga saham gabungan tidak lama setelah ia (dan tim
ekonomi lainnya) dilantik oleh presiden. Namun itu saja belum cukup untuk
memajukan perekonomian Indonesia. Tugas besar dan segala permasalahan yang
kompleks dibidang fiskal menunggu untuk diselesaikan oleh Menteri Keuangan yang
baru. Untuk melihat ekonomi Indonesia tahun 2005 dan 2006, berikut wawancara
Redaktur WBC Zulfril Adha Putra dengan Menteri Keuangan DR. Sri Mulyani
Indrawati mengenai perekonomian Indonesia diruang kerjanya.

Apa yang menjadi prioritas                 Dari prioritas yang disampaikan          kemampuan dari SDM-nya itu untuk
ketika anda diangkat sebagai               tadi, bagaimana implementasinya          bisa mengelola resiko dan mengelola
Menteri Keuangan ?                         di lapangan?                             keuangan negara secara lebih baik,
    Ya pertama tentu memperkuat                Contoh implementasinya, pertama      sangat perlu ditingkatkan.
struktur dari pengelolaan keuangan         kita lihat manajemen APBN-nya,
negara sehingga dia tidak                  data-data tidak terkonsolidasi secara    Bagaimana hubungan dengan
menambah atau menciptakan                  tepat waktu dan tepat kualitas,          lembaga terkait yang merupakan
tambahan resiko di dalam                   artinya seluruh eselon I Direktorat      mitra kerja Departemen
perekonomian dan itu dilihat dari sisi     Jenderal dibawah Departemen              Keuangan?
Anggaran Penerimaan dan Belanja            Keuangan harus mampu untuk                   Hubungan kerja dengan berbagai
Negara (APBN), yang berarti                memproduce atau menghasilkan             lembaga-lembaga yang selama ini
memperbaiki prestasi dari                  data-data mengenai area-area yang        menjadi mitra kerja kita juga perlu
penerimaan negara, baik itu dari           mereka harus manage secara tepat         diperbaiki, apakah dalam hal ini BI,
pajak maupun non pajak, termasuk           waktu dan dengan kualitas yang lebih     dan Menko Perekonomian, atau
cukai dan mengurangi berbagai              baik, dan kemudian data itu dikelola     Bappenas sebagai pengelola
bentuk kebocoran yang selama ini           atau diolah untuk bisa menghasilkan      kebijakan secara makro maupun
dideteksi. Kemudian memperbaiki            masukan terhadap kebijakan secara        dengan berbagai share holder yang
sisi pengeluaran, baik dari sisi           lebih struktural atau secara lebih       lain, seperti investor yang membeli
prosedurnya, efisiensinya maupun           baik.                                    bond atau surat hutang negara
efektifitasnya, dan dari sisi financing-       Kedua, memperbaiki sistem,           maupun masyarakat secara umum.
nya (pembiayaannya)                        sistem itu berhubungan dengan            Dan tentu saja ini adalah mengubah
mengoptimalkan sumber-sumber               leadership, berhubungan dengan           etos dari Departemen Keuangan
pembiayaan APBN, yang selama ini           institusinya, kapasitasnya. Di           yang selama ini relatif tertutup dan
menjadi sumber pembiayaan yang             keuangan tentu saja dari sisi kapa-      kurang dianggap responsive
secara historis sudah cukup lama           sitas SDM-nya dengan tantangan           terhadap kebutuhan kebijakan makro
dirintis, baik itu dalam bentuk hutang     baru yang makin meningkat dan            ataupun mikro ekonomi, sekarang
dalam negeri maupun luar negeri.           makin dinamis, sebetulnya masalah        harus menjadi Departemen


                                                                           EDISI 375 FEBRUARI 2006   WARTA BEA CUKAI   19
     WAWANCARA

Keuangan yang menjadi lebih               masih berkisar di atas US$50, dan          pertumbuhan ekonomi tidak semakin
terbuka dan harus mampu memberi           harga itu sebetulnya relatif hampir        melemah.
services kepada pihak lain secara         sama dengan asumsi APBN 2006                   Yang kedua, melakukan
tepat waktu, tepat kualitas dan           yang kita miliki, sehingga memang          optimalisasi dari berbagai instrumen
mengurangi biaya semaksimal               kita tidak mengharapkan adanya             yang dimiliki, baik itu instrumen
mungkin.                                  shock yang terlalu besar dari harga        fiskal, instrumen policy secara
                                          minyak. Meskipun kalau meleset dari        structural untuk mempermudah
Bagaimana anda melihat                    angka 57 dollar, dan melesetnya itu        sektor-sektor usaha dan masyarakat
perekonomian Indonesia tahun              kebawah sangat besar pengaruhnya           untuk bisa kembali memiliki daya beli
2005 yang lalu ?                          terhadap revenue kita, sehingga kita       dan memiliki daya mampu untuk
    Tahun 2005 banyak persoalan           harus siap-siap paling tidak               menghasilkan apa yang kita sebut
yang dihadapi oleh kita, baik yang        mengurangi pengeluaran supaya              sumber-sumber pertumbuhan
sifatnya shock eksternal maupun           defisitnya tidak menggelembung             ekonomi alternatif.
yang berasal dari dalam negeri.           terlalu besar. Tapi kalau harga
Shock eksternal kita sudah baca           minyak itu lebih tinggi tapi disisi lain   Apakah masih ada Pekerjaan
dibanyak media seperti bencana            penerimaan kita lebih banyak, tetap        Rumah yang tidak terselesaikan
alam dan tsunami sampai kepada            subsidinya juga akan meningkat             pada tahun 2005 yang lalu?
harga minyak yang meningkat secara        secara lebih besar.                            Banyak, karena di tahun 2005
tajam, dari harga asumsi APBN yang            Nah ini semuanya juga harus kita       seperti yang disebutkan tadi,
hanya US$24 perbarel naik hampir          perhatikan dari sisi optimalisasi          suasananya adalah suasana emer-
3 kali lipatnya dan ini menyebabkan       ruangan ataupun optimalisasi dari          gency yang banyak sekali, karena
perubahan yang luar biasa di dalam        kemampuan APBN untuk 2006.                 adanya shock eksternal yang begitu
struktur APBN kita.                       Diharapkan bisa menjadi pendorong          banyak maupun yang karena tahun
    Di dalam negeri sendiri tentu         pertumbuhan ekonomi karena seperti         2005 pemerintahan baru relatif masih
shock ini menimbulkan tantangan           saya katakan tadi background-nya           banyak yang harus dieja dari sisi
yang makin rumit karena                   tahun 2005 dengan adanya kenaikan          mekanisme kerja dan lain-lain.
berhubungan dengan pos-pos                harga Bahan Bakar Minyak (BBM)                 Lantas tahun 2006 meneruskan
pengeluaran pemerintah yang tidak         dan pengurangan subsidi sektor             persoalan yang belum terselesaikan,
bisa diubah secara mudah, karena          usaha dan sektor masyarakat                katakanlah dulu kita punya proses
harus merubah keputusan politik jadi                                                 anggaran terlambat, 2006 sudah bisa
harus melalui konsultasi. Dengan                                                     kita atasi dengan lebih awal. Tetapi
shock-shock ini pemerintah membuat                                                   tahun 2005 katakanlah persoalan
pilihan-pilihan kebijakan yang              “SAYA RASA                               bahwa investasi belum meningkat
mungkin tidak populer, tetapi                                                        seperti yang kita harapkan karena
mungkin hasilnya dari jangka
                                            TANTANGAN PALING                         adanya persepsi tentang resiko
menengah panjang dianggap bisa              BESAR DARI BEA DAN                       maupun iklim investasi yang belum
memberikan ruangan yang lebih baik.                                                  cukup, itu semuanya harus masuk
    Kebijakan pengurangan subsidi           CUKAI ADALAH                             kepada prioritas 2006, apakah itu
atau dengan menaikkan harga                                                          berhubungan dengan masalah iklim
minyak memang berdampak pada                REPUTASI”                                investasi yang berhubungan dengan
dua hal, yaitu dunia usaha dan sektor                                                keseimbangan ekonomi seperti
masyarakat, mereka harus dipulihkan                                                  stabilitas, tenaga kerja, masalah
kembali. Jadi disisi ini kelihatan        menjadi relatif lemah kemampuan            perpajakan, masalah arus barang
sekali disaat pemerintah harus            mereka untuk menjadi pendorong             dan jasa yang berhubungan dengan
memperbaiki kesehatan keuangan            pertumbuhan ekonomi.                       pelabuhan, bea cukai, dan lain-lain,
negara, dampaknya tidak mudah bagi            Jadi untuk satu semester, APBN         kemudian masalah perijinan,
sektor usaha dan sektor masyarakat.       kita masih harus menjadi salah satu        masalah yang berhubungan dengan
Ketika pemerintah memiliki                sumber pendorong pertumbuhan               persoalan-persoalan yang ada di
‘ruangan’setelah menaikan harga           ekonomi.                                   dalam persetujuan investasi.
BBM, maka pemerintah mulai lagi               Nah harga minyak ini tentu kita            Untuk keuangan sendiri masih
harus berangsur-angsur memperbaiki        tidak harapkan menimbulkan                 banyak hal yang harus kita bereskan,
situasi dimasyarakat dan di dunia         persoalan yang banyak terhadap             pertama manajemen APBN yang
usaha supaya mereka bisa pulih            struktur APBN sehingga dia akan            lebih pasti, atau lebih aman, lebih
kembali.                                  mempengaruhi policy secara drastis         kecil resikonya, berarti ini
    Saya rasa itu yang merupakan          dari APBN kita.                            membutuhkan informasi yang lebih
esensi penting dari tahun 2005, dan                                                  berkualitas, perencanaan kebijakan
apabila mekanisme ini berjalan            Secara keseluruhan bagaimana               yang lebih predictable dan juga
secara konsisten dan kontinyu             anda melihat ekonomi Indonesia             komunikasi yang lebih baik. Yang
mungkin akan menimbulkan kembali          tahun 2006?                                kedua, kapasitas dan institusinya.
harapan dan confidence yang lebih             Seperti saya sebutkan tadi bahwa       Banyak masalah-masalah baik itu
baik dari masyarakat dan dunia            pemerintah untuk tahap awal ini,           dari sisi pengelolaan utang,
usaha untuk bisa lagi menjalankan         akan mencoba mengkompensir                 pengelolaan anggaran, pengelolaan
kegiatan-kegiatan ekonomi mereka.         berbagai perlemahan ekonomi yang           penerimaan semuanya membutuhkan
                                          terjadi baik karena adanya trend           kemampuan untuk memperbaiki
Apakah Tahun 2006 ini,masih               secara cukup bersistem semenjak            kinerjanya.
dibayang-bayangi dengan harga             akhir tahun 2004, maupun dalam hal             Kemudian masalah hutang negara
minyak dunia yang tinggi?                 ini tidak adanya faktor-faktor             yang berhubungan dengan bond
   Ya, berbagai prediksi mengenai         eksternal yang menyebabkan sumber          dalam negeri kita masih punya
harga minyak dunia tidak akan             pertumbuhan ekonomi mengalami              keterbatasan dari sisi pasar utang
pernah bisa dipastikan secara 100         perlemahan. Jadi pemerintah secara         dalam negeri yang dianggap masih
persen, tetapi berbagai prediksi          umum, policy secara garis besarnya         sangat dangkal. Ini semua adalah
menggambarkan bahwa harganya              adalah, menjaga supaya                     PR-PR yang belum terselesaikan


20   WARTA BEA CUKAI     EDISI 375 FEBRUARI 2006
yang akan menjadi salah satu             dari Bea dan Cukai adalah reputasi.       pemerintah atau negara dalam hal
agenda besar dalam pelaksanaan           Selama ini masyarakat menganggap          ini.
2006 ini.                                Bea dan Cukai merupakan institusi              Tentu saja kasus ini merupakan
                                         yang banyak terdapat kebocoran di         suatu puncak gunung es dari
Bea Masuk agak turun dari tahun          dalamnya, kemudian tidak                  persoalan mendasar di Bea dan
lalu, sementara penerimaan dari          memberikan fasilitasi mengenai arus       Cukai maupun jajaran perpajakan
sektor cukai mengalami surplus,          barang dan jasa secara efisien dan        kita. Kalau mereka melakukan ini
apakah saat ini kita masih bisa          baik, dan juga dari sisi optimalisasi     karena insentif atau gaji yang kurang,
menambah obyek cukai baru?               revenue yang seharusnya diperoleh.        kemudian gaji atau insentif mereka
    Kalau policy-policy mengenai         Hal-hal ini yang harus menjadi            dinaikkan 4 kali, tetap ini tidak akan
apakah kita akan melakukan cukai         salah satu prioritas dari pimpinan        cukup karena jumlah sogokan yang
baru atau tidak, tentu sangat            Bea dan Cukai untuk                       mereka terima jauh lebih tinggi dari
tergantung sebetulnya dari policy        memperbaikinya.                           jumlah kenaikan gaji berapapun yang
industri kita, pembangunan industri          Tentu yang paling sulit adalah        kita naikkan.
maupun keberpihakan kita pada yang       untuk membangun reputasinya atau               Kemudian yang berhubungan
mana? Antara keberpihakan pada           kepercayaan karena itu tidak bisa         dengan lemahnya pengawasan. Saya
konsumen versus produsen atau            dilakukan dalam waktu sehari atau         bisa mengatakan barangkali atasan
berpihak pada produksi dalam negeri      semalam, baik itu dalam hal investasi     yang seharusnya melakukan
versus ekspor, itu semuanya memiliki     di sistem, peningkatan pengawasan         (pengawasan.red) atau lapisan-
berbagai macam pilihan-pilihan atau      secara lebih efektif terhadap             lapisan pengawasan yang sudah ada
trade off.                               pelanggaran-pelanggaran yang              dalam sistem kita, gagal melakukan
    Saya katakan bahwa instrumen         dilakukan, perbaikan dari sisi            pengawasan tersebut, mungkin
cukai maupun instrumen Bea Masuk         kebijakan supaya tidak menimbulkan        karena pura-pura tidak tahu, dalam
tidak hanya merupakan instrumen          berbagai salah tanggapan maupun           hal ini tidak mau menindak. Mereka
revenue (penerimaan), tetapi dia juga    salah implementasi di tingkat             jadi lemah dalam bertindak karena
merupakan instrumen untuk                aparatnya, itu semuanya menjadi           mereka tidak cukup punya keyakinan
pembangunan yang berarti untuk           bagian yang harus menjadi prioritas.      bahwa kalau mereka menindak
memperbaiki daya saing,                      Saya rasa masih jauh kita             dalam hal pengawasan itu
mempermudah arus barang dan lain-                                                  dampaknya akan sangat efektif, dan
lain. Karena adanya pilihan yang                                                   mereka tidak menyadari bahwa
tujuannya tidak hanya satu, tidak                                                  mereka di-back up secara hukum,
hanya revenue, maka tidak hanya            “SAYA RASA MASIH                        secara birokrasi maupun secara
kita berfokus pada bagaimana kita                                                  politis. Karena inilah, sehingga
meningkatkan revenue saja, dengan          JAUH KITA MENGATA-                      mereka tidak melakukan tindakan
cost konsekuensinya akan banyak.                                                   apa-apa
    Oleh karena itu saya rasa untuk
                                           KAN BAHWA KITA                               Kalau mungkin persoalannya
berbagai kemungkinan apakah akan           MERASA CUKUP PUAS                       seperti itu maka presiden, menteri,
memperluas basis cukainya, ataukah                                                 kita semua jajaran direktorat,
akan makin menurunkan bea masuk            DAN BANGGA DENGAN                       dirjennya, eselon satunya harus
sesuai dengan terutama perjanjian-                                                 memberikan keyakinan bahwa
perjanjian regional maupun                 KINERJA BEA DAN                         mereka harus melaksanakan
internasional yang kita tanda tangani      CUKAI SELAMA INI…”                      fungsinya dan kalau melaksanakan
atau kita akan kembalikan pada                                                     fungsinya efektif mereka akan
policy pemerintah secara umum                                                      mendapatkan reward yang baik,
nasional, yaitu dari sisi industri                                                 sehingga mereka tidak lagi merasa
apakah kita akan menggunakan itu         mengatakan bahwa kita merasa              takut atau terhalangi oleh persepsi
sebagai instrumen untuk                  cukup puas dan bangga dengan              itu. Kalau persoalannya itu.
memperbaiki daya saing dan               kinerja Bea dan Cukai selama ini,
membangun industri-industri dalam        jadi ini berarti masih menjadi PR kita    Kalau bukan itu persoalannya?
negeri.                                  bersama antara menteri, dirjen dan             Yang saya khawatir kalau
    Dalam hal ini saya akan              aparatnya.                                persoalannya masuk dalam jenis
bekerjasama dengan Menko                                                           yang kedua, yang bahkan sampai
Perekonomian dan menteri-menteri         Bagaimana tanggapan anda                  pada seluruh layer-layer pengawasan
teknis terkait seperti dengan Menteri    tentang adanya kasus ekspor               melindungi penyelewengan itu, jadi
Perdagangan dan Menteri                  fiktif yang melibatkan beberapa           bukan hanya pura-pura tidak tahu
Perindustrian untuk melihat berbagai     oknum di jajaran Departemen               atau membiarkan, tetapi sudah
konsekuensi dari instrumen-              Keuangan?                                 masuk di dalam sistem yang buruk
instrumen cukai maupun bea masuk             Kasus yang sekarang ini terjadi,      itu, sehingga mereka secara
yang kita miliki.                        sebenarnya jika dalam pandangan           berlapis-lapis bukannya mengawasi
                                         masyarakat seperti mengkonfirmasi         tetapi berlapis-lapis melindungi.
Bagaimana melihat institusi Bea          versi yang selama ini sudah ada atau           Memang yang melakukan
dan Cukai saat ini ?                     ada di dalam masyarakat, yaitu di         barangkali aparat yang paling bawah
   Bea dan Cukai sebagai salah satu      dalam Bea dan Cukai dan Pajak, ada        yang langsung pelaksana, itu mereka
sumber penerimaan negara tetapi          atau cukup banyak permainan, baik         mengatakan ”oh itu pelaksana
juga pada saat yang sama menjadi         itu dilakukan pengusaha yang              satu..dua..dan seterusnya.”
salah satu sumber policy untuk           reputasinya jelek bekerjasama             Pelaksana ini bisa melakukan
menciptakan perbaikan dan iklim          dengan aparat kita yang reputasinya       penyelewengan setahun dua tahun
investasi maupun memfasilitasi           jelek juga, sehingga mereka bisa          bahkan sampai 10 tahun. Ini hanya
berbagai kemudahan arus barang           bersama-sama melakukan                    akan terjadi kalau mereka tidak
dan jasa, menjadi salah satu institusi   manipulasi maupun mengambil               ditindak, lemah atau mereka
yang tantangannya sangat besar.          sumber-sumber penerimaan negara           dilindungi. Nah kalau yang dilindungi
   Saya rasa tantangan paling besar      yang seharusnya dikuasai                  ini, berarti sudah terjadi sangat


                                                                          EDISI 375 FEBRUARI 2006   WARTA BEA CUKAI   21
     WAWANCARA

sistematis. Nah inilah menurut saya            selama ini masih dianggap tidak               Masih jauh. Kalau semua orang
yang harus betul-betul diwaspadai              berjalan secara seharusnya.                sudah memberikan apresiasi yang baik
oleh kita.                                          Nah tentu tidak semuanya ada di       pada DJBC maka saya pantas untuk
                                               dalam kewenangan DJBC, mereka juga         puas. Kalau kita disebutkan diberbagai
Lalu apa yang akan dilakukan?                  dititipi oleh misi-misi yang lain,         survei internasional maupun nasional
    Kalau persoalannya ini, ya berarti         katakanlah seperti departemen teknis       bahwa dua institusi kita, Bea Cukai dan
seluruh sistemnya harus dilakukan              yang harus melakukan fungsi-fungsinya      Pajak termasuk yang paling buruk
perombakan secara total. Kalau yang            karena Bea dan Cukai adalah gate           reputasinya, tidak ada alasan saya
disini berarti kita hanya memberikan           terakhir dalam hal ini atau gate           puas pada hari-hari ini tentunya.
assurance policy untuk memperkuat              pertama kalau kita berhubungan
proses pelaksanaan itu. Saya sudah             dengan yang mau masuk, maka kita           Pesan-pesan dan harapan Anda
katakan kepada Dirjen Bea dan Cukai,           dihadapkan pada berbagai macam             kepada pegawai Departemen
kalau persoalannya adalah policy, saya         policy-policy yang berasal dari            Keuangan khususnya DJBC ?
bertanggungjawab untuk memberikan              departemen lain yang meminta supaya            Pesan saya mungkin tugas yang
policy yang clear sehingga bagi                gate ini diamankan. Apakah itu dalam       paling berat dari Departemen
pimpinan maupun aparat di bawah tidak          bentuk supaya mencegah barang              Keuangan adalah menjaga fungsi
merasakan adanya kebingungan atau              diselundupkan ke luar atau mencegah        stabilitas sambil membangun reputasi
paling tidak keluhan bahwa policy-nya          barang di selundupkan masuk.               atau integritas. Menjaga stabilitas
jelek sehingga aparat saya bisa punya               Nah reformasi di Bea dan Cukai ini    berarti ada kontinuitas yang harus kita
ruangan untuk memanipulasi.                    sedang mengarah kepada bagaimana           jaga dari sisi makro, kerangkanya
    Pertanyaan pertama saya apakah             memperlakukan para eksportir maupun        maupun angkanya, tetapi di sisi lain
policy-nya sudah benar? Apakah ada             importir yang memang sudah punya           adalah memperbaiki reputasi dan
persoalan di dalam policy-nya atau             kredibilitas bagus untuk mendapatkan       membangun integritas, itu
sistemnya? Kalau persoalannya                  fasilitas yang optimal, mengurangi         membutuhkan berbagai macam
memang ada sistem atau policy yang             berinteraksi, maupun berbagai macam        tantangan yang sifatnya manusia,
jelek,..perbaiki itu! sehingga tidak ada       dari sisi prosedur maupun waktu dan        kebijakan maupun institusinya.
alasan karena sistemnya jelek semua            biaya.                                         Mungkin, keduanya sama beratnya,
orang bisa melakukan pelanggaran.                   Tetapi persoalannya adalah,           saya tidak ingin mengatakan bahwa
    Tapi kalau persoalannya pada               database atau track record dari            kalau kita mau menjaga stabilitas,
manusianya, pada orang-orangnya                eksportir atau importir kita masih         berarti yang kedua dihilangkan, tetapi
yang tidak melakukan fungsi                    banyak yang masuk dalam kategori           saya rasa sudah pada saatnya bahwa
pengawasan, tidak exercise                     yang tidak green atau prioritas ini yang   jajaran Departemen Keuangan perlu,
(menjalankan tugas-red),maka                   masuk dalam kategori merah, artinya        karena saya anggap Departemen
persoalannya ini adalah konsekuensi,           karena barangnya sensitif, entah           Keuangan relatif dari sisi pendapatan,
insentif atau punishment hanya pada            perusahaannya tidak kredibel atau tidak    sistemnya jauh lebih baik dibandingkan
masalah itu.                                   memiliki track record yang baik            departemen lain sehingga alasan untuk
    Nah kita akan lihat tentu saja             sehingga memang mereka masih               mengatakan bahwa kita tidak memiliki
persoalan-persoalan ini terhadap kasus         menjadi obyek berbagai macam               pendapatan yang cukup mungkin tidak
yang sekarang terjadi maupun                   pemeriksaan.                               terlalu dibenarkan untuk posisi kita.
keseluruhannya karena masih restitusi               Obyek pemeriksaan ini bisa                Sehingga mungkin yang paling
ekspor hanya di satu kantor saja,              memunculkan berbagai macam                 penting untuk Departemen Keuangan
sementara orang yang melaksanakan              possibility pelanggaran, oleh karena itu   adalah membangun integritas.
restitusi ekspor hampir di seluruh             masih banyak yang masuk dalam              Menurut saya integritas tidak bisa
kantor pajak dan berhubungan dengan            kategori merah atau yang hijau             dibangun sehari dan dia tergantung
banyak sekali kantor Bea dan Cukai             diperiksa, maka kita harus memperkuat      attitude kita. Saya rasa untuk
yang meng-endorse dokumen-                     pengawasannya. Jadi walaupun               Departemen Keuangan dan Bea
dokumen ekspor. Berarti itu evaluasi.          mereka melakukan tugas untuk               Cukai mereka harus sudah punya
                                               melakukan pengecekan, bukan berarti        sikap ini. Integritas kita tidak bisa
Bagaimana anda melihat reformasi               mereka punya kesempatan untuk              diperjualbelikan, apalagi
yang sedang dijalankan DJBC ?                  melakukan abusing of power. Nah ini        dikompromikan. Kalau integritas bisa
    Ya reformasi dari sisi investasi           yang salah satu menurut saya               diperjualbelikan atau dikompromikan
database, kemudian investasi dari              reformasi Bea dan Cukai maupun             ya sebetulnya kita sudah pada level
membangun sistem supaya ada single             keseluruhan Departemen Keuangan            yang paling buruk dari kinerja
window, adanya electronic transaction          masih sangat lemah di bidang               Departemen Keuangan.
sehingga mengurangi interface atau             pengawasan dan enforcement terhadap            Nah sekarang saya akan
bersentuhan antara aparat kita dengan          pengawasan itu.                            tanyakan kepada Departemen
yang kita layani sehingga mengurangi                                                      Keuangan dan jajaran Bea Cukai dan
kemungkinan terjadinya pelanggaran,            Secara keseluruhan, apakah anda            lain-lain, apakah kita sudah pada
saya rasa itu cukup baik dan harus             sudah puas melihat kinerja Bea dan         tahap bahwa kita memiliki prinsip
dioptimalkan tetapi sudah merupakan            Cukai dengan program-programnya?           bahwa power integrity adalah
inisiatif di tempat yang benar, yaitu              Ya..tidak puas dong, kalau saya        pertahanan pertama kita? Kalau itu
memperbaiki investasi dari sisi data-          puas, saya tidak akan menekankan           sudah dijualbelikan atau mudah
base dan sistem perangkatnya maupun            pada build resiko Saya baru sebulan        untuk dikompromikan, seluruh
dari sisi orangnya.                            menjabat dan itu adalah salah satu         pertahanan lain akan mudah sekali
    Namun seperti yang saya katakan            reputation problem yang terus terang       turun. Mau dikasih peraturan lebih
tadi, investasi ini atau reformasi dari sisi   tidak bisa diselesaikan dalam jangka       besar, mau dikasih berbagai macam
database, sistem dan mengurangi                waktu pendek. Kalau saya dari awal         pengawasam lebih tinggi, kalau
interaksi ternyata tidak mengurangi            puas, saya tidak perlu memberikan          semua lapisan ini memiliki prinsip
persoalan sistemik yang lain yang tidak        semacam tolok ukur yang tinggi kepada      bahwa integritas mudah
disebutkan, kelemahannya ada di                aparat maupun dirjen bea cukai untuk       dikompromikan dan bisa dijualbeli-
dalam sebuah sistem check and                  memperbaiki dirinya dan memperbaiki        kan, maka seluruh upaya itu menjadi
recheck atau check and balances yang           sistem yang ada di dalamnya.               tidak akan sesuai kenyataan.


22   WARTA BEA CUKAI          EDISI 375 FEBRUARI 2006
                                                                                                                NASIONAL
                                                                                                                              WBC/RIS

DARI KUNJUNGAN KERJA PRESIDEN RI
KE DEPARTEMEN KEUANGAN :

Good Governance
Harus Ditegakkan di Depkeu
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pada 23 Januari
2006 melakukan kunjungan kerja ke Departemen Keuangan
(Depkeu) di Lapangan Banteng Jakarta Pusat untuk memberi
arahan pada para pejabat Eselon I dan II di lingkungan
Departemen Keuangan.


D
      idampingi Menteri Keuangan, Dr. Sri     TIGA HAL PENTING                           KUNJUNGAN KERJA PRESIDEN. Untuk memberi
      Mulyani Indrawati (Menkeu),                  Setelah mendengarkan paparan yang     arahan, menanggapi laporan dan paparan dari
                                                                                         Menteri Keuangan.
      Presiden SBY memberikan                 gamblang dan komprehensif dari Menkeu,
pengarahan secara tertutup di aula            SBY menyampaikan tiga hal penting. Per-
Departemen Keuangan, Graha Sawala,            tama, ingin supaya Menkeu dan Menteri      dengan baik dan mencapai sasaran.
selama kurang lebih dua setengah jam,         Koordinator Perekonomian beserta para          Pada arahan yang disampaikannya,
mulai pukul 14.00 WIB sampai dengan           menteri ekonomi untuk ke depan melaku-     SBY menyatakan dirinya menyambut baik
pukul 16.30 WIB.                              kan langkah lebih inovatif memanfaatkan    usulan Menkeu untuk melakukan penata-
    Hadir dalam pengarahan tersebut           potensi yang ada di negeri ini, termasuk   an organisasi agar tugas yang cukup ba-
antara lain; Menteri Energi dan Sumber        potensi SDM, bertujuan supaya negara       nyak dapat dikelola dengan baik. Sehing-
Daya Manusia, Purnomo Yusgiantoro,            tidak gagal mendayagunakan semua           ga tidak ada kemandekan di Depkeu
Menteri Negara Perencanaan                    sumber daya yang dimiliki.                 dalam rangka kelancaran tugas, baik
Pembangunan Nasional/ Ketua                         Kedua ditegaskan presiden, Menkeu    pembuatan dan pengelolaan APBN yang
Bappenas, Paskah Suzetta, Kepala              beserta jajarannya harus mulai             sedang berjalan, sekaligus memikirkan
Badan Pengkajian Ekonomi Keuangan             mempersiapkan, mendesain dan               isu mendasar tentang penyelesaian
dan Kerjasama Internasional (Bappeki)         menentukan agenda dan prioritas APBN       hutang melalui peningkatan kinerja
Depkeu, Anggito Abimanyu, Direktur            2007. Tentunya ini akan dikomunikasikan    sumber-sumber pendanaan negara dan
Jenderal Bea dan Cukai, Eddy                  lebih dulu dengan DPR-RI. Tahun 2005       lain-lain yang berada di jajaran Depkeu.
Abdurrachman beserta para staf inti,          menurut SBY, khususnya bidang ekonomi          Ditekankan SBY, penataan organisasi
Direktur Jenderal Pajak, Hadi Purnomo         memang tidak mudah, banyak faktor          ditujukan untuk memberi peluang dan
beserta staf inti, Sekretaris Kabinet, Sudi   eksternal dan internal mengganggu          penyegaran bagi pejabat lain dalam
Silalahi, serta Juru Bicara Kepresidenan,     pencapaian sasaran tadi yang kondisinya    meningkatkan kinerja lembaga tersebut.
Andy Malarangeng.                             masih berlanjut hingga 2006.               Ini menyangkut banyak hal, karena tidak
    Selesai melakukan pengarahan, SBY         Sebagaimana ditetapkan di APBN 2006,       boleh sebuah Direktorat Jenderal
mengadakan jumpa pers mengenai inti           DPR dan pemerintah masih harus             menangani masalah berlebihan, akibatnya
dari pertemuan tersebut. Dikatakan SBY,       mengelola dengan serius dampak             kewalahan, tidak tertangani, menghambat
kunjungan kerja dirinya untuk mende-          perekonomian Indonesia 2005 secara         dan akhirnya terjadi keterlambatan.
ngarkan laporan dan paparan dari Men-         fokus untuk mengurangi kemiskinan dan      Karena itu, dipastikan beban tugas harus
keu tentang tugas Depkeu, baik berkaitan      kesenjangan sosial dengan menambah         sesuai kapasitas dan kemampuan untuk
dengan reformasi di bidang keuangan           lapangan kerja, meningkatkan               melaksanakannya..
pengelolaan APBN dan penyiapan APBN           pertumbuhan ekonomi, pendidikan,               “Kalau ada dirjen yang overload, maka
tahun 2007 serta sejumlah langkah terkait     kesehatan dan pertanian dan lain-lain      menteri bisa mengusulkan pada presiden
kebijakan fiskal dan penyelamatan atau        yang tentunya membutuhkan kerja keras      untuk memisah atau menambah fungsi.
pendayagunaan aset negara.                    semua pihak.                               Dengan demikian semua pekerjaan bisa
    Dikatakan presiden, Depkeu memiliki            Tahun 2007, lanjut SBY, kita punya    dilakukan dengan tepat waktu dan lancar,”
peran penting membantu presiden dalam         ekspektasi dengan telah melakukan          tegas SBY.
mengembangkan kebijakan fiskal dan            banyak hal pada tahun 2006. Untuk itu          Diakhir arahannya SBY juga menying-
fungsi lainnya, diantaranya; mendesain,       harus sudah mulai meletakkan dasar-        gung sasaran untuk Bea Cukai dan Pajak.
menyiapkan dan mengelola APBN, baik           dasar APBN yang lebih sehat, agar          Ia menginginkan kedua instansi ini betul-
pada tahun berjalan maupun menuju             pertumbuhan distribusi dan pertumbuhan     betul mendapat penghasilan yang riil.
tahun berikutnya.                             makro ekonomi yang lebih sehat bisa        Kalaupun itu tidak bisa tercapai, bisa kare-
    Disamping meningkatkan pendapatan         dicapai pada RAPBN 2007 nanti.             na faktor kemunduran ekonomi,
nasional dari sumber-sumber yang telah             Di poin ketiga, SBY meminta semua     penyimpangan dan lain-lain.
ditetapkan, Depkeu juga mengelola dan         fungsi tugas kewajiban Depkeu dan              “Kita pastikan, sesuai dengan arahan
mendayagunakan pendapatan dengan              jajarannya dilaksanakan dengan baik.       saya tadi. Semua sasaran dapat dicapai
sebaik-baiknya dan terus mengupayakan         Presiden ingin good governance             dan sasaran itu harus realistis
pemikiran setiap waktu sebagai upaya          ditegakkan di Depkeu untuk menjadi         mencerminkan potensi yang kita miliki.
mengembangkan kebijakan agar lebih            lembaga yang responsif, bersih, efektif,   Sementara itu menyangkut personil, jika
meningkatkan pendapatan atau                  efisien dan akuntabel yang dapat           suatu saat terjadi penyegaran personil,
penerimaan negara, termasuk                   berkomunikasi baik dengan lembaga-         bisa kita lihat, pertama, memang sudah
mendayagunakan, mengalokasikan dan            lembaga lain, agar tidak terjadi           saatnya terjadi pergantian pejabat atau
mendistribusikannya secara tepat guna         keterlambatan dan semua mengalir tepat     barangkali ada pejabat yang lalai atau
demi kepentingan pemerintahan dan             waktu sesuai sasaran, sehingga APBN        membuat kesalahan dan harus mendapat
tujuan pembangunan nasional.                  yang telah ditetapkan dapat digunakan      sanksi,” tegas SBY. ris


                                                                                EDISI 375 FEBRUARI 2006   WARTA BEA CUKAI        23
      INFO PEGAWAI

                                PEGAWAI PENSIUN
                T.M.T 01 PEBRUARI 2006 PERIODE T.A 2006
NO.     NAMA                        NIP               GOL     JABATAN                      KEDUDUKAN

1.      Drs. Suparman, MM           060035515         IV/b    Kepala Seksi Pemantauan      Direktorat PPKC KP DJBC
                                                              Penerimaan
2.      Gusti Muhamad Jusuf         060035284         IV/a    Kasubbag Keuangan            Kantor Wilayah IV DJBC Jakarta
3.      Dra. Imronah                060032210         IV/a    Kepala Seksi Tempat          KPBC Tipe A Khusus Tg. Perak
                                                              Penimbunan
4.      Abang Ichsan                060034180         IV/a    Kepala Seksi Tempat          KPBC Tipe A Khusus Soekarno-Hatta
                                                              Penimbunan I
5.      Mochamad Jamin              060034196         IV/a    Kepala Seksi Kepabeanan      KPBC Tipe A Khusus Tanjung Perak
                                                              dan Cukai I
6.      Abdullah M. Farid           060051852         III/d   Kepala Seksi Pabean dan      KPBC Tipe A Khusus Tanjung Perak
                                                              Cukai VII
7.      Sjarifuddin                 060034176         III/c   Korlak Administrasi TPB      KPBC Tipe A Tanjung Mas
8.      Siti Harmini                060045551         III/c   Pelaksana                    KPBC Tipe A Malang
9.      Muhammad                    060045837         III/c   Korlak Administrasi Ekspor   KPBC Tipe A Banjarmasin
10.     Nurhana                     060040205         III/b   Pelaksana                    KPBC Tipe A Khusus Tg. Priok II
11.     Samingin                    060040221         III/b   Pelaksana                    KPBC Tipe A Khusus Tg. Priok II
12.     Ester Sumbung               060032138         III/b   Pelaksana                    KPBC Tipe C Pantoloan
13.     Muhajar Jacob               060044074         III/b   Pelaksana                    Kantor Wilayah I DJBC Medan
14.     Umar Lamani                 060048923         III/a   Korlak Administrasi          KPBC Tipe B Ternate
                                                              Penyidikan+Barang Bukti
15.     Eduard Wetangky             060059106         III/a   Kepala Kantor                Pangkalan Sarana Operasi Tg. Priok
16.     Zainal Abidin. M            060049183         III/a   Pelaksana                    KPBC Tipe A Merak
17.     Soaduon Lubis               060052580         III/a   Pelaksana                    KPBC Tipe A Khusus Tg. Priok II
18.     Asmudin                     060052250         II/d    Pelaksana                    KPBC Tipe A Khusus Tg. Priok III
19.     Amir Hasan                  060061733         II/c    Pelaksana                    KPBC Tipe A Balikpapan
20.     Tukidjo Bin Paimin          060045419         II/b    Pelaksana                    Pangkalan Sarana Operasi Tg. Balai
                                                                                           Karimun
21.     Syamsir                     060056598         II/b    Pelaksana                    KPBC Tipe A Medan
22.     Samin                       060056612         II/b    Pelaksana                    KPBC Tipe A Khusus Tg. Priok III
23.     Frits Bastian Masoara       060058181         II/b    Pelaksana                    KPBC Tipe C Manado


                                          BERITA DUKA CITA
      Telah meninggal dunia, G. SUCIPTO, Mantan Direktur Cukai, pada hari Selasa, 27 Desember 2005. Jenazah telah
              dimakamkan pada hari Rabu, 28 Desember 2005, pukul 13.00 WIB di TMP Kalibata, Jakarta Selatan.

         Segenap jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyatakan duka yang sedalam-dalamnya. Bagi keluarga
              yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan kekuatan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Amin.


24     WARTA BEA CUKAI      EDISI 375 FEBRUARI 2006
                                                                                                        INFO PEGAWAI




                      SIARAN PERS DEPARTEMEN KEUANGAN RI
                         Dugaan Pemalsuan Dokumen Ekspor
                           Terkait dengan Restitusi Pajak
Beberapa hari terakhir ini, pada beberapa media massa ramai dimuat masalah tentang dugaan pemalsuan dokumen ekspor yang
berkaitan dengan restitusi pajak, yang masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan oleh Polda Metro Jaya.
Atas hal tersebut, Departemen Keuangan memandang perlu menyampaikan sebagai berikut :
1. Kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolri dan jajarannya (Polda Metro Jaya & KPPP Tanjung Priok), karena dengan
   tindakan tersebut, kami memperoleh data adanya ekspor fiktif dan juga mengetahui modus operandi-nya. Di samping itu,
   Departemen Keuangan sangat mendukung segala tindakan dan gerakan pemberantasan KKN.
2. Berdasarkan sistem perpajakan yang dianut Indonesia saat ini, yaitu prinsip self assessment, Wajib Pajak diberi kepercayaan
   penuh untuk menghitung, memperhitungkan, menyetor dan melaporkan kewajiban perpajakannya. Sedangkan fungsi
   pemerintah (dalam hal ini aparat pajak) adalah memberikan pelayanan, penyuluhan, dan pengawasan kepada Wajib Pajak.
3. Dalam hal Pajak Pertambahan Nilai (PPN), pada dasarnya PPN dikenakan atas konsumsi barang dan jasa di dalam negeri.
   Sedangkan untuk mendorong ekspor, Pemerintah telah memberikan banyak insentif, diantaranya kebijakan restitusi pajak,
   yaitu bahwa atas ekspor barang yang dilakukan oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) dikenakan PPN (Pajak Keluaran) dengan
   tarif pajak sebesar 0% (nol persen). Dengan demikian PPN (Pajak Masukan) atas perolehan barang yang diekspor tersebut
   dapat direstitusi (diminta kembali dari DJP).
4. Undang-undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) mengatur jangka waktu penyelesaian permohonan
   pengembalian kelebihan pembayaran pajak (restitusi) paling lambat 12 (dua belas) bulan. Namun dalam rangka melaksanakan
   kebijakan pemerintah untuk mendorong ekspor dan memberikan pelayanan prima kepada Wajib Pajak, maka terhadap Wajib
   Pajak yang melakukan ekspor diberikan insentif berupa kemudahan dan percepatan penyelesaian restitusi PPN menjadi paling
   lambat 2 (dua) bulan sejak saat diterimanya permohonan, dengan syarat :
   a. Wajib Pajak mengajukan permohonan restitusi.
   b. Dokumen yang dilampirkan :
        1) Faktur Pajak Masukan dan Faktur Pajak Keluaran yang berkaitan dengan kelebihan pembayaran PPN yang dimintakan
            pengembalian;
        2) Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai;
        3) Bill of Lading (B/L) atau Airway Bill;
        4) Wesel ekspor atau bukti transfer.
   Setelah melalui Pemeriksaan Sederhana Kantor dan Wajib Pajak memenuhi persyaratan tersebut di atas, maka permohonan
   restitusi tersebut akan dikabulkan.
5. Kantor Pajak menerima dokumen PEB, B/L atau airway bill dan wesel ekspor atau bukti transfer tersebut dikemudian hari,
   karena transaksi/kegiatan ekspornya sudah terjadi, sehingga pemeriksaan yang dilakukan oleh Kantor Pajak hanya meliputi
   keabsahan dan kebenaran dokumen-dokumen tersebut (post audit).
   Jadi untuk melakukan penelitian/pemeriksaan terhadap permohonan restitusi ekspor yang diajukan oleh Wajib Pajak, aparat
   pajak hanya berdasar dokumen-dokumen PEB, dan B/L atau Airway Bill, serta wesel ekspor atau bukti transfer tersebut.
   Karena pemeriksaan yang dilakukan merupakan post audit, maka aparat pajak tidak dapat melakukan pemeriksaan fisik
   terhadap barang yang diekspor dan hal itu di luar kewenangan mereka untuk memeriksanya.
6. Apabila suatu permohonan restitusi telah diajukan sesuai dengan Standar Operasional Procedure (SOP) dan dengan dilampiri
   dokumen-dokumen yang disyaratkan, dan post audit dilakukan, maka permohonan restitusi tersebut dikabulkan.
7. Untuk mengefektifkan penerimaan negara, langkah-langkah yang sedang dan segera dilakukan oleh jajaran Departemen
   Keuangan, adalah :
   a. Direktorat Jenderal Pajak
        1. Meneliti, mengevaluasi dan memperbaiki ketentuan, sistem dan prosedur pemberian restitusi dalam rangka ekspor;
        2. Memeriksa ulang pemberian restitusi yang berasal dari ekspor;
        3. Mempercepat penerapan sistem administrasi modern di seluruh Indonesia guna meningkatkan pelayanan dan peng-
            awasan, termasuk sistem manajemen SDM, hingga konsep reward and punishment dapat berjalan dengan optimal.
        4. Mengembangkan pertukaran data elektronik dengan perusahaan pelayaran dan semua pihak terkait.
   b. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
        1. Menciptakan sistem dan prosedur ekspor yang dapat memberikan keyakinan atas kebenaran ekspor barang sehingga
            tidak memberi peluang terjadinya ekspor fiktif;
        2. Melakukan rekonsiliasi dokumen PEB dengan dokumen-dokumen pelayaran (outward manifest);
        3. Mengembangkan pertukaran data elektronik dengan perusahaan pelayaran dan semua pihak terkait.
8. Departemen Keuangan akan memberikan bantuan penuh untuk keberhasilan penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh
   Polri atas kasus-kasus ini dan telah menyusun langkah-langkah tegas untuk melakukan tindakan-tindakan hukum terhadap
   semua pejabat dan pegawai Departemen yang terlibat sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku.
   Demikian penjelasan dan langkah-langkah yang dilakukan oleh Departemen Keuangan dalam menangani kasus dugaan
pemalsuan dokumen ekspor (ekspor fiktif) yang saat ini sedang dalam tahap penyelidikan dan penyidikan oleh pihak Kepolisian.



                                                                              EDISI 375 FEBRUARI 2006   WARTA BEA CUKAI        25
     PENGAWASAN

Tulisan ini disusun pada saat KPDJBC menyelenggarakan Inteligence Analysis Training Course pada Desember 2005.



PENGEMBANGAN KEMAMPUAN
Analisa Intelijen
ACS-DJBC
(DALAM KERANGKA STSF PROJECT)
(Bagian I)
I. LATAR BELAKANG                              b. Pengembangan kemampuan tata              kerangka STSF merupakan tindak


D
       asar pemikiran tentang perlunya            cara pemeriksaan kapal (skill            lanjut nyata dari Program
       program yang kemudian secara               development in ship search);             Pengembangan Kemampuan Analisa
       resmi disebut Special Travel            c. Pengembangan teknik identifikasi         Intelijen. Pelaksanaan Training Analisa
Security Fund (STSF) under AusAID                 narkotika dan bahan peledak              Intelijen ini dibagi dalam dua tahap
ini berawal dari survei yang                      (explosive in ship search);              yaitu: Training on Trainers di Australia
dilaksanakan di Jakarta pada 2 - 20            d. Memperkuat teknik pengamatan di          dan Training Analisa Intelijen bagi
Pebruari 2004 oleh Graham Kishohos,               pelabuhan laut (strengthening            pegawai DJBC di Jakarta.
Manager Compliance Assurance of                   technical capacity ini surveillance at       Training on Trainers (ToT) di Austra-
Melbourne Office Australian Customs               sea port).                               lia mengambil topik Customs Intelli-
Services (ACS), dan Basil Sawczuk,                Sebagai bentuk keseriusan akan           gence Analysis Course telah dilaksana-
Manager International Cooperation              pentingnya STSF Project,                    kan pada 12 – 26 November 2005.
ACS. Survei dimaksud bertujuan untuk           permasalahan ini kemudian dibahas           Sedangkan tahap kedua dari training ini
mengidentifikasi kebutuhan DJBC                dalam diskusi formal Australia and          direncanakan akan dilaksanakan dua
dalam upaya untuk meningkatkan                 Indonesia Seventh Customs to                kali di Jakarta yaitu pada Desember
kinerja institusi, khususnya dalam             Customs Talk, pada 13-14 Mei 2004 di        2005 dan Januari 2006, dimana empat
kerangka reformasi kepabeanan.                 Sydney dan Customs to Customs Talk          orang pegawai DJBC telah mengikuti
    STSF menekankan pokok-pokok                ke 8 di Bandung bulan Agustus 2005.         ToT di Australia akan bertindak sebagai
permasalahan pada bidang maritime              Sesuai proporsal yang telah disetujui       instruktur dan dibantu oleh dua orang
security, cargo identification dan             oleh AusAID, STSF Project dimaksud          instruktur dari ACS.
intelligence, yang didasarkan pada             harus dapat diselesaikan paling lama            ToT sendiri terdiri dari dua
pengalaman ACS dalam bidang-bidang             pada akhir tahun 2006.                      kegiatan yaitu Class Room Study dan
tersebut. Hasil konsultasi dan evaluasi           Berikut ini adalah progress STSF         On The Field Study sehingga
lebih lanjut mengidentifikasi empat            Project dari keempat bidang yang            diharapkan akan memberikan gam-
bidang utama yang menjadi fokus yaitu:         menjadi fokus (Lihat Tabel).                baran secara utuh kepada perserta
a. Pengembangan kemampuan                                                                  training mengenai teori dan konsep
    analisa intelijen (skill development       II. TRAINING INTELIJEN                      proses intelijen yang dilakukan ACS
    in intelligence analysis);                    Training Analisa Intelijen dalam         serta penerapannya di lapangan.

                                    PROGRESS STSF PROJECT
 NO.         P        R         O          G          R        A         M                 TINDAK LANJUT               STATUS

1.       Pengembangan Kemampuan Pemeriksaan Kapal                                     a. Training on Trainers          Selesai
                                                                                      b. Pelatihan Petugas Patroli     Selesai

2.       Pengembangan Kemampuan Analisa Intelijen                                     a. Training on Trainers          Selesai
                                                                                      b. Pelatihan Analis Intelijen    Proses

3.       Pengembangan Teknik Identifikasi Narkotika dan Bahan Peledak                 a. Pengadaan Itemizer            Finalisasi
         (exsplosive and narcotics)                                                   b. Training on Trainers          In Progress
                                                                                      c. Pelatihan Operator            Proses

4.       Memperkuat Teknik Pengamatan di Pelabuhan Laut                               a. Instalasi CCTV                Finalisasi
                                                                                      b. Training on Trainers          In Progress
                                                                                      c. Pelatihan Operator CCTV       Proses


26   WARTA BEA CUKAI       EDISI 375 FEBRUARI 2006
                                                                                                                        FOTO: HENDRY DARNADI
A. Class Room Study
    Kegiatan Class Room Study
dilaksanakan pada minggu pertama
training. Materi pada Class Room Study
adalah teori dan konsep dari proses
intelijen, yaitu bagaimana membuat
sebuah produk intelijen yang baik dan
akan berguna dalam memberikan
pengetahuan yang mendalam, tentang
sesuatu hal yang dibutuhkan oleh
pemberi tugas (client) serta berguna
dalam pengambilan keputusan. Client
dapat merupakan unsur pimpinan yang
membutuhkan analisa intelijen tentang
potensi-potensi negatif sehingga dapat
mengambil tindakan antisipatif yang
tepat. Proses intelijen sesuai materi
training sendiri merupakan sebuah
siklus intelijen (intelligence cycle) yang
berkesinambungan, yaitu meliputi:

1. Perencanaan (Planning)
    Mempelajari proses dimana suatu
pekerjaan intelijen direncanakan dan
dipersiapkan. Pada tahap ini, hal yang
paling ditutamakan adalah komunikasi
yang baik dari pemberi tugas dengan
analis sebagai pelaksana tugas, karena
dari komunikasi tersebut akan didapat
pengetahuan dan uraian yang jelas
tentang hal-hal yang diinginkan oleh
pemberi tugas kepada analis (misalnya,       PARA TRAINER dari DJBC Saat berada di class room/training room di Canbera, Australia.
tentang hasil apa yang ingin didapat,
batas waktu pelaksanaan tugas,               untuk menilai Relliability dari sumber           ada pertanyaan yang berkaitan dengan
informasi awal yang diketahui, bentuk        informasi dan Accuracy dari informasi).          kasus yang tengah ditangani dapat
dari laporan dan lain sebagainya). Juga      Informasi itu sendiri dapat dibagi               diberikan jawaban dengan cepat.
dari komunikasi antara pemberi tugas         menjadi 3 kategori, yakni:
dengan analis akan diketahui juga            1. Fact yaitu sesuatu yang diketahui             5. Analisa (analysis)
tentang hal-hal yang akan menjadi                terjadi dan dapat dibuktikan                     Proses analisis adalah proses
kendala dan sumber daya yang                 2. Opinion yaitu penilaian atau                  mengidentifikasi dan mengolah
diperlukan dalam pelaksanaan tugas               pendapat yang belum pasti, tapi hal          berbagai bagian informasi yang telah
tesebut.                                         terasebut mungkin terjadi                    dikumpulkan dan membangunnya
    Adanya proses perencanaa ini,                berdasarkan kenyataan yang ada.              menjadi sebuah pengetahuan baru
diharapkan akan membuat pekerjaan            3. Allegation yaitu pernyataan yang              untuk memahami suatu kasus secara
analis menjadi efektif dan efisien serta         diyakini benar namun belum                   baik dan jelas. Langkah-langkah yang
meminimalkan kemungkinan timbulnya               dibuktikan kebenarannya.                     dilakukan dalam melakukan proses
ketidakpuasan dari pemberi tugas atas                                                         analisa adalah:
hasil pekerjaan analis.                      4. Penyusunan Informasi (Collation)              1. Meneliti, menguji dan memeriksa
                                                  Collation adalah bagaimana                      informasi yang telah dikumpulkan.
2. Pengumpulan informasi                     memanage dan menyusun sejumlah                   2. Membuat hipotesa.
    (Collection)                             informasi yang telah dikumpulkan dan             3. Mengumpulkan, mengevaluasi dan
    Mempelajari teknik dan proses            akan digunakan dalam melakukan                       menyusun informasi tambahan yang
pengumpulan informasi dengan                 analisis. Penyusunan informasi tersebut              diminta dan diterima.
memperhatikan informasi apa saja             meluputi kegiatan sorting, indexing dan          4. Mengidentifikasi alasan/premis yang
yang dibutuhkan, sumber informasi,           filing.                                              mendukung hipotesa.
batasan waktu dan ketersediaan                    Kegiatan ini akan membantu dalam            5. Membuat kesimpulan.
informasi tersebut. Secara garis besar       mengidentifikasikan hal-hal penting              6. Membuat argumen/penalaran atas
kita dapat membagi sumber informasi          yang ditemukan, langkah awal dalam                   kesimpulan yang telah dibuat.
menjadi 4 bagian yaitu:                      menemukan keterkaitan antar informasi
- Internal Customs.                          yang telah dikumpulkan.                             Untuk membantu dalam
- Jaringan instansi penegak hukum.                Adanya proses collation                     melakukan analisa, perlu dibuat
- Instansi pemerintah lainnya dan            memungkinkan pengalihan tugas                    beberapa diagram sebagai alat bantu
    perusahaan swasta/asosiasi               kepada orang lain (analis lain) untuk            proses analisa, yaitu :
- Sumber informasi lainnya misalnya          melanjutkan proses intelijen yang telah          1. Diagram jaringan dan keterkaitan.
    hotline telepon, internet, surat         dilakukan (misalnya apabila si analis            2. Diagram alur kejadian.
    kabar.                                   berhalangan/sakit maka terhadap tugas            3. Diagram alur kegiatan.
                                             yang telah berjalan dapat dialihkan              4. Diagram alur komoditi.
3. Evaluasi Informasi (Evaluation)           kapada analis lain).
    Mempelajari proses menilai                    Proses collation akan memberikan            6. Pelaporan (Reporting)
informasi yang telah dikumuilkan             kemudahan mengakses dalam melihat                   Pelaporan (reporting) bertujuan
dengan menggunakan Admiralty                 kembali atas semua informasi yang                untuk menyampaikan hasil analisa
System (merupakan matrik kombinasi           telah dikumpulkan sehingga apabila               yang telah dilakukan pada proses


                                                                                    EDISI 375 FEBRUARI 2006    WARTA BEA CUKAI          27
     PENGAWASAN

intelijen termasuk didalamnya juga            penyebaran produk intelijen adalah           Kantor Pelayanan (Distric Office).
adalah memberikan rekomendasi yang            bahwa salah satu karakteristik produk            Tempat yang dikunjungi dalam
relevan kepada pemberi tugas (client)         intelijen yang baik adalah tepat waktu       rangka On The Field Studi tersebut
atau pihak-pihak lain yang berkepen-          dan juga bahwa produk intelijen              adalah satu Regional Branch Office
tingan untuk membantu mereka dalam            tersebut diperlukan dalam kerangka           yaitu di Queensland dan dua Distric
membuat suatu keputusan.                      menunjang keberhasilan perencanaan           Branch Office yaitu di Townsville dan
    Bentuk pelaporan ada 2 macam,             dan pelaksanaan tugas.                       Cairns.
yaitu :                                           Dalam penyebaran informasi yang
1. Laporan tertulis.                          perlu dipertimbangkan adalah:                1. Queensland Regional Branch
2. Laporan lisan.                                 1.     Perjanjian dengan instansi            Office.
Pada laporan tertulis yang perlu              terkait.                                         Unit intelijen pada Regional Branch
diperhatikan adalah:                              2.     Persyaratan legal.                Office terbagi menjadi beberapa sub
1. Akurat.                                        3.     Persyaratan keamanan.             unit yaitu:
2. Penyampaian alasan yang tepat.                 4.     Prinsip “Need to Know”.           1. Collecting Information.
3. Kejelasan Penyampaian.                                                                      Sub unit ini bertugas untk
4. Ringkas.                                   8. Review                                        mengumpulkan informasi dari
5. Sopan.                                         Review atas proses intelijen dapat           semua sumber informasi seperti
6. Selektivitas dalam penyampaian             dilakukan pada saat proses intelijen             yang telah disebutkan diatas dan
    data.                                     masih berlangsung ataupun setelah                untuk kemudian meneruskannya
Semua bentuk laporan tersebut (tertulis       terdapat laporan/hasil atas pelaksanaan          pada analis intelijen.
maupun lisan) harus diklasifikasikan          proses intelijen.                            2. Liaison Officers.
menurut tingkat keamanan dan kepen-               Review atas hasil dan proses                 Sub unit ini beranggotakan petugas
tingan dari informasi yang disampaikan.       intelijen dapat dilakukan oleh tiga              dari instansi penegak hukum yang
Pada laporan lisan yang perlu                 tingkatan yang berbeda:                          terkait (misal: polisi, imigrasi,
diperhatikan adalah:                          1. Review oleh analis lain.                      Austrac) yang ditempatkan pada
1. Ketepatan waktu.                           2. Review oleh pemberi tugas.                    Regional Branch Office ACS.
2. Akurat.                                    3. Review oleh lingkup yang lebih                Mereka bertugas sebagai
3. Ringkas.                                       tinggi dari pemberi tugas (client).          penghubung antara customs
4. Menyampaikan informasi yang                                                                 dengan instansi penegak hokum
    relevan.                                  B. On The Field Study                            lainnya dalam rangka pencarian
5. Menggunakan format penyampaian,                Kegiatan On The Field Study                  ataupun pertukaran informasi.
    intonasi suara dan bahasa yang            dilakukan pada minggu kedua program          3. Vessel Risk Assessment.
    tepat.                                    training, yaitu dengan melihat                   Sub unit ini melakukan tugas untuk
                                              penerapan dari proses intelijen yang             melakukan analisa terhadap kapal-
7. Penyebaran Informasi                       dilakukan oleh ACS pada kantor                   kapal yang memasuki wilayah
   (Dissemination)                            setingkat Kantor Wilayah (Regional               negara bagian Queensland, baik
   Hal yang perlu diingat pada proses         Branch Office) adan kantor setingkat             mengenai muatan maupun
                                                                    FOTO: HENDRY DARNADI       mengenai identitas awak kapal
                                                                                               (crew) serta juga alur perjalanan
                                                                                               kapal tersebut.
                                                                                           4. Profiling.
                                                                                               Sub unit ini melakukan tugas untuk
                                                                                               melakukan analisa terhadap
                                                                                               kegiatan impor dan ekspor yang
                                                                                               dikaitkan dengan profil yang
                                                                                               terdapat dalam database ACS dan
                                                                                               instansi penegak hukum terkait,
                                                                                               dimana hasil dari profiling ini akan
                                                                                               menentukan dalam penetapan jalur
                                                                                               pemeriksaan terhadap importasi/
                                                                                               eksportasi dimaksud ataupun bisa
                                                                                               dalam bentuk memberikan atensi
                                                                                               (alert) terhadap sesuatu kegiatan
                                                                                               impor/ekspor.

                                                                                               Setiap importasi atau eksportasi
                                                                                           yang mengena kepada profil yang
                                                                                           sudah dibuat akan terkena alert untk
                                                                                           kemudian diambil tindakan yang
                                                                                           bersesuaian (pemeriksaan fisik,
                                                                                           penegahan, dsb).
                                                                                               Data statistik dari Brisbane Distric
                                                                                           Office menunjukan prosentase
                                                                                           importasi yang terkena alert system
                                                                                           karena memenuhi profil yang
                                                                                           ditargetkan rata-rata hanya 5 persen
                                                                                           saja dari volume total impor. Sebagai
                                                                                           perbandingan di Indonesia rata-rata
                                                                                           prosentasi volume impor yang terkena
                                                                                           pemeriksaan fisik rata-rata 30 persen.

TOWNSVILLE CUSTOMS MEETING                                                                 2. Townsville Distric Office


28   WARTA BEA CUKAI         EDISI 375 FEBRUARI 2006
    Townsville Distric Office adalah                                                      2. Penggalangan dengan masyarakat                                                       kegiatan utama atau yang menjadi
kantor setingkat Kantor Pelayanan yang                                                        setempat untuk membantu ACS                                                         fokus adalah pelayanan terhadap
relatif kecil (jumlah pegawai 15 orang).                                                      dalam melakukan tugasnya.                                                           industri pariwisata. Pada kantor ini
Melayani satu Bandar udara                                                                3. Penggalangan dengan instansi                                                         memiliki unit intelijen sendiri yang terdiri
internasional dan beberapa pelabuhan                                                          terkait yang terdapat pada wilayah                                                  dari beberapa orang pegawai yang
laut. Kegiatan utama kantor ini adalah                                                        tersebut.                                                                           mempunyai tugas secara spesifik untuk
memberikan pelayanan pada bidang                                                              Untuk pelayanan terhadap Bandar                                                     melakukan analisa terhadap beberapa
industri yang banyak terdapat di                                                          udara, ACS Townsville Distric Office                                                    hal, antara lain:
wilayah tersebut.                                                                         tidak menempatkan petugas secara                                                        a. Passanger Analysis di airport.
    Pada kantor ini terdapat satu orang                                                   tetap di bandar udara tersebut,                                                         b. Vessel and Smallcraft Analysis di
pegawai yang bertugas sebagai analis                                                      melainkan hanya mengirimkan petugas                                                         pelabuhan.
intelijen. Mengingat jumlah pegawai                                                       bila ada kedatangan pesawat udara.                                                      c. Cargo Analysis.
yang terbatas dengan wilayah                                                                                                                                                          Dalam pelaksanaan pengumpulan
pengawasan yang cukup luas, ada                                                           3. Cairns Distric Office.                                                               informasi kantor ini juga dibantu oleh
beberapa hal yang dilakukan oleh ACS                                                          Cairns Distric Office adalah kantor                                                 sebuah unit yang disebut coastwatch
di wilayah ini dalam rangka optimalisasi                                                  setingkat Kantor Pelayanan yang lebih                                                   (seperti unit patroli, udara dan laut).
pelaksanaan tugasnya yaitu:                                                               besar dari Townsville Distric Office                                                                      (BERSAMBUNG)
1. Penggunaan CCTV pada setiap                                                            (dengan jumlah pegawai sekitar 100                                                                      M. Nur Eko Yuwono, Kasi Pencegahan
    dermaga/pelabuhan yang berada                                                         orang). Melayani satu Bandar udara                                                      dan Penyidikan KPBC Yogyakarta, salah satu trainer
    dalam wilayah pengawasan.                                                             internasional dan beberapa pelabuhan.                                                        Intelligence Analysis Training Course dari DJBC
○    ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○    ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○    ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○




                                                                                                                                                                                                           INFO PERATURAN

                                         PERATURAN MENTERI KEUANGAN
                                                Per Januari 2006
NO.                                      KEPUTUSAN                                                        P                   E                   R               I                H                   A                   L
                 NOMOR                                               TANGGAL
1.               87/PMK.010/2005                                     30-09-05                             Pemberian Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Bahan Baku Dan Bagian
                                                                                                          Tertentu Untuk Pembuatan Bagian Alat-Alat Besar Serta Bagian Tertentu
                                                                                                          Untuk Perakitan Alat-Alat Besar Oleh Industri Alat-Alat Besar
2.               116/PMK.04/2005                                     25-11-05                             Perubahan Atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 118/KMK.04/2003
                                                                                                          Tentang Tata Laksana Pembayaran Dan Penyetoran Penerimaan Negara
                                                                                                          Bukan Pajak (PNBP) Yang Berlaku Pada Direktorat Jenderal Bea
                                                                                                          dan Cukai.



             PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
                           Per Januari 2006
NO.                                      KEPUTUSAN                                                        P                   E                   R               I                H                   A                   L
                 NOMOR                                               TANGGAL
1.               P-23/BC/2005                                        12-12-05                             Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia
                                                                                                          Nomor 87/PMK.010/2005 Tentang Pemberian Pembebasan Bea Masuk
                                                                                                          Atas Impor Bahan Baku Dan Bagian Tertentu Untuk Pembuatan Bagian
                                                                                                          Alat-Alat Besar Serta Bagian Tertentu Untuk Perakitan Alat-Alat Besar
                                                                                                          Oleh Industri Alat-Alat Besar.
2.               P-24/BC/2005                                        16-12-05                             Desain Dan Warna Pita Cukai Hasil Tembakau.
3.               P-25/BC/2005                                        16-12-05                             Perubahan Kedua Atas Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai
                                                                                                          Nomor KEP-205/BC/2003 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Tatalaksana
                                                                                                          Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Dan Pengawasannya.


                                                                                                                                                              EDISI 375 FEBRUARI 2006                          WARTA BEA CUKAI                             29
     DAERAH KE DAERAH
                                                                                                                 FOTO : LANSER




KPBC TIPE A JAYAPURA
MINI JUMLAH PEGAWAI,
MAKSI PELAYANAN
Matahari mulai bersinar di ufuk timur dan daerah di Indonesia yang pertama merasakan hangatnya
sang surya di pagi hari adalah kota Jayapura. Banyak orang di kota ini yang berkata sembari
bergurau, lagu dengan judul “ Dari Sabang sampai Merauke” yang menjelaskan dari barat sampai
timur Indonesia, mungkin itu salah. Seharusnya dari Sabang sampai Jayapura.


K
      arena sebagian orang di Jayapura       lalu.Hanya tulisan pada saat ini lebih     komposisi pegawai KPBC Jayapura.
      berasumsi Merauke itu berada pada      difokuskan pada kinerja KPBC Jayapura      perlahan namun pasti terjawab
      daerah selatan dan Jayapura            dalam nuansa “ada dan tiada”. Mungkin      sedikit demi sedikit masalah yang
berada tepat di daerah timur (lihat peta).   pembaca merasa kaget dan bertanya          ada di KPBC Jayapura. Mengacu
Tapi cukuplah sudah perdebatan ini bukan     dalam hati seperti kata lagu milik group   pada Kep.No.444/KMK.01/2001
suatu yang harus memisahkan tapi tetap       band Peterpan “Ada Apa Denganmu,           Tanggal 23 Juli 2001 tentang
mengikat jiwa raga bangsa Indonesia          KPBC Jayapura”? sehingga posisimu          Organisasi dan Tata Kerja Kanwil
yang didalamnya ada Bea Cukai Indone-        sekarang antara ada dan tiada.             DJBC, KPBC Jayapura merupakan
sia atau DJBC termasuk Bea Cukai                                                        KPBC yang berada dibawah
Jayapura.                                    KOMPOSISI DAN KINERJA BEA CUKAI            Pengawasan Kanwil XII DJBC Ambon
    KPBC Jayapura sudah pernah penulis       JAYAPURA                                   dengan klasifikasi digrade/tipe A.
jelaskan dalam tulisan beberapa tahun           Dengan melihat pada tabel I,               Bukan rahasia umum, semua orang


30   WARTA BEA CUKAI        EDISI 375 FEBRUARI 2006
                                                                               FOTO : LANSER
Bea Cukai setuju KPBC Jayapura                                                                 baru kembali karena Kasi atau pelak-
pastilah sibuk dan memiliki jumlah                                                             sana sedang tidak ada.
pegawai yang cukup sebagai kantor                                                                  Diharapkan hal ini menjadi
bertipe A. Ternyata tidaklah demikian.                                                         pedoman bagi KPBC-KPBC lain yang
     Dilihat dari jumlah pegawai yang                                                          ada di Republik ini. Jangan berharap
hanya 27 orang termasuk didalamnya                                                             The Right man on the right place tapi
Kepala Kantor dan para kepala seksi,                                                           tidak mau bekerjasama membantu
bisa dikatakan aneh bin ajaib,                                                                 seksi lain, alangkah baik bekerjasama
kenapa? Sangat terasa di Jayapura                                                              membantu seksi lain on the right place
pelaksana yang ada sebagian                                                                    in the right way.
menempati 2 kantor Bantu dengan
jumlah pegawai 5 orang. 1 pos lintas                                                           TARGET PENERIMAAN FLUKTUATIF
batas laut dan 1 pos laut dengan                                                               DAN PELAYANAN PRIMA
jumlah pegawai 3 orang. Serta 1 pos                                                                Dengan jumlah pegawai yang ada
lalu bea dengan jumlah pegawai 1                                                               KPBC Jayapura tetap eksis dalam
orang. Jumlah seluruh pegawai yang                                                             mengemban tugas sebagai aparat
bertugas pada kantor-kantor Bantu                                                              fiskal negara. Khusus untuk KPBC
dan pos-pos pengawasan ini adalah                                                              Jayapura dalam 2 tahun terakhir,
9 0rang. Sisanya 18 orang                                                                      target yang diembankan yakni tahun
menempati KPBC Jayapura.                                                                       2004 Bea Masuk sebesar Rp.
     Dengan situasi dan kondisi yang                                                           1.353.144 milyar realisasinya
ada, dari 18 pegawai yang tersisa di                                                           sebesar Rp. 1.318.510.952 miyar
KPBC Jayapura kadang-kadang terlihat                                                           atau persentasenya 97,44%.(lihat
7 sampai dengan 10 pegawai karena           SUDARDJO, SH, Kepala KPBC Jayapura. Tetap          tabel II) Dapat dikatakan cukup
Kepala Kantor atau para kepala seksi        meningkatkan kinerja Bea dan Cukai di Jayapura.    maksimal. Adapun penerimaan
ada yang cuti ataupun dinas,                                                                   didapat dari importasi mobil eks
katakanlah 2 orang. Pelaksana yang          menempati posisi pada seksi                        Jepang , yang beberapa waktu lalu
ada jarang masuk lagi dengan                perbendaharaan namun pada saat ada                 mengalami kebuntuan akibat salah
bermacam alasan cuti, sakit, ijin, tanpa    kegiatan importasi bisa saja pelaksana             prosedur terhadap pemahaman
keterangan plus bolos, katakanlah 6         di seksi P2 atau pabean tidak masuk. 2             aturan Menteri Perdagangan. Namun
orang. Berarti sisa pegawai yang ada        orang pegawai ini bisa bekerja                     setelah sekian lama terbengkalai
10 orang yang terdiri dari 3 (Ka.Kantor     membantu seksi yang kosong sehingga                akhirnya mobil eks Jepang ini atas
dan para kasi) serta 7 orang pelaksana      tidak ada gap antara seksi yang satu               dasar surat Menperindag dapat
di kantor yang mau bekerja.                 dengan yang lainnya. Yang ada hanya                diselesaikan sesuai prosedur pabean
     Bisa dibayangkan bagaimana sisa        satu seksi yakni seksi bekerja sama.               dalam tahun 2004 itu juga. Importasi
10 pegawai yang ada bila tidak bekerja          Hal inilah yang membuat KPBC                   lain berasal dari impor vanili asal
berarti tiadalah KPBC Jayapura yang         Jayapura memiliki pegawai yang                     Papua New Guinea (PNG) yang
gedungnya sangat besar bila                 fleksibel karena pegawai-pegawainya                cukup menambah kas penerimaan
dibandingkan dengan kantor-kantor lain      dapat bekerjasama disemua seksi,                   KPBC Jayapura. Hanya masalah
di area pelabuhan Jayapura. Tapi            tanpa harus ada gengsi. Dengan                     importasi vanili di Jayapura walaupun
dibandingkan jumlah pegawai KPBC            demikian sedikit banyaknya telah                   dapat dikatakan rutin namun tidak
Jayapura sangat minim untuk                 membuat Bea Cukai Jayapura itu                     dapat diandalkan karena merupakan
menempati gedung kantor yang besar          dinilai oleh para pengguna jasa tetap              produk pertanian yang harganya
ini yang mana pernah dilihat oleh           ada pelayanannya, yang tidak                       sudah pasti fluktuatif dari tahun ke
Kepala Kantor Wilayah XII saat itu Drs.     pernah katakan tunggu/nanti esok                   tahun plus Bea Masuk cuma 5
Ismartono (Sekarang Ka.Kanwil                                                  FOTO : LANSER
                                                                                               persen. Dalam tahun 2004 jumlah
Pontianak-Red) yang berencana                                                                  dokumen PIB yang terbit 111, PIBT 7,
menjadikan lantai 2 KPBC Jayapura                                                              dan PEB 37.
sebagai Kantor Wilayah XII DJBC                                                                    Penerimaan dalam tahun 2005,
Ambon apabila situasi di Ambon belum                                                           dimana target Bea Masuk yang
juga aman.                                                                                     diemban KPBC Jayapura sebesar
     Hal ini mungkin diilhami oleh                                                             Rp.1.672.590.000 milyar realisasinya
karena sedikitnya pegawai KPBC                                                                 sebesar Rp. 717.500.295 juta atau
Jayapura sedangkan gedungnya                                                                   persentasenya 42,89 persen. Berarti
besar. Namun rencana inipun gagal                                                              dapat disimpulkan mengalami
karena kota Ambon kembali pulih                                                                penurunan cukup drastis bila
keamanannya dan akhirnya KPBC                                                                  dibandingkan dengan tahun 2004.
Jayapura kembali sepi kantornya                                                                Adapun masalah yang dihadapi dalam
dengan minim pegawai. Padahal                                                                  hal penerimaan di tahun 2005 ini
kabarnya di era tahun 1980 sampai                                                              karena importasi yang ada hanya
dengan 2000 KPBC ini pernah                                                                    importasi vanili asal PNG yang untuk
memiliki pegawai berjumlah 80                                                                  tahun ini harganya turun sangat
orang.                                                                                         signifikan. Disisi lain walaupun tahun
     Dari sisi pegawai yang ada dapat                                                          2005 realisasi penerimaan turun namun
penulis dengan lantang katakan punya                                                           dapat dikatakn berhasil secara
etos kerja yang tinggi. Walaupun setiap                                                        pelayanan karena hanya 1 jenis barang
bulan di rolling dan para pelaksana                                                            impor, berbeda dengan tahun 2004
menempati tugas diseksi masing-                                                                yang ada impor mobilnya. Pelayanan di
masing namun kenyataannya dalam                                                                tahun 2005 berhasil indikasinya karena
bekerja semua disesuaikan dengan            Drs. WELLINGTON SE,MM, Mantan Kepala               dokumen yang terbit PIB sebanyak 121
sikon yang ada. Sebagai contoh, sering      KPBC Jayapura. Pelayanan prima dan                 lebih banyak dibandingkan tahun 2004.
terjadi 1 atau 2 orang pegawai di rolling   perlindungan hokum harus terus diperhatikan.       Jumlah PIBT 6, dan PEB 30. Intinya


                                                                                      EDISI 375 FEBRUARI 2006   WARTA BEA CUKAI   31
     DAERAH KE DAERAH

kegiatan importasi di Jayapura kadang-                            TABEL I              saja dalam perjalanannya melewati
kadang tidak ada.                                     KOMPOSISI PEGAWAI                perbatasan darat atau laut tetap
    Sisi lain penerimaan PNBP yang
baru digalakan DJBC dalam tahun 2004
                                                       KPBC JAYAPURA                   tersendat akibat ulah oknum
                                                                                       keamanan yang mencoba memeriksa
dapat terlaksana dengan baik. Dalam               No.          Eselon/      Jumlah     dokumen, barang, orang, termasuk
tahun 2004 PNBP yang dikumpulkan                  Urut       Non Eselon                petugas Bea Cukai yang bertugas
sebesar Rp.12.401.400 juta dan dalam                                                   mengawal barang tersebut dan
tahun 2005 PNBP yang berhasil                                                          oknum aparat ini mempunyai
dikumpulkan meningkat sebesar                    1.          Eselon III        1       persepsi yang berbeda terhadap
Rp.21.763.800 juta.                                                                    barang yang menurut Bea Cukai
                                                 2.          Eseslon IV        4       sudah sah tapi bagi mereka belum
TINGKATKAN YANG TELAH ADA                        3.          Korlak            4       tentu.
    Dalam tahun 2005 terjadi mutasi                                                        Seringkali Wellington
eselon III di DJBC. Dalam 2 tahun                4.          Pelaksana        18       menyarankan kepada importir
terakhir ini KPBC Jayapura dipimpin                                                    sekiranya dokumen sudah sesuai
oleh Drs. Wellington, SE.MM yang                 JUMLAH PEGAWAI               27       prosedur pabean yang benar dan
sekarang menjabat sebagai Kepala                                                       kalau ada oknum aparat yang
KPBC Bitung.                                                                           mencoba menahannya, biarkan saja
    Dalam wawancara singkat                      Ambon dan Teluk Nibung ini, semua     dan tempuhlah jalur hukum, pastilah
menjelang keberangkatannya ke                    penerimaan yang didapat khususnya     dibantu.
tempat tugas baru, Wellington                    importasi vanili asal PNG, adalah         Dan hal ini sudah dibuktikannya.
memberikan tanggapan terhadap                    karena pelayanan yang prima           Sehingga walaupun jumlah pegawai
kinerja KPBC Jayapura dalam 2                    terhadap pengguna jasa. Pelayanan     KPBC Jayapura minim bahkan di
tahun kepemimpinannya. Menurutnya                prima menurutnya termasuk             mata oknum aparat mungkin
target 2004 yang didapat 80 persen               didalamnya mengarahkan importir ke    dipandang sebelah mata namun dari
dari importasi mobil eks Jepang,                 arah yang lebih baik dan utamanya     beberapa kasus yang terjadi
selebihnya dari importasi vanili asal            perlindungan hukum atau law           merupakan tamparan keras buat
PNG. Dibandingkan tahun 2005,                    enforcement terhadap importir harus   oknum-oknum aparat ini, imbasnya
mengalami penurunan karena cuma                  terus ditingkatkan.                   Bea Cukai Jayapura dipandang ada
ada impor vanili asal PNG.                           Tambahnya, walaupun dokumen/      dengan kedua kelopak mata. Bagi
    Namun menurut pria yang pernah               prosedur pabean sudah jelas khusus    Wellington, prinsipnya, jika benar
bertugas sebagai Kepala KPBC                     untuk impor vanili asal PNG masih     harus dibantu dan jika salah harus
                                                                                                                 FOTO : LANSER




PEGAWAI JAYAPURA. Sedikit namun fleksibel saling membantu.


32    WARTA BEA CUKAI          EDISI 375 FEBRUARI 2006
                                   FOTO : LANSER
                                                       Namun baginya yang pasti tetap           pejabat ini kurang lebih memiliki
                                                       memperhatikan kinerja terbaik dari       pendapat yang sama. Menurut
                                                       Kepala KPBC Jayapura yang lama           keduanya jumlah pegawai yang ada
                                                       dan kalau bisa ditingkatkan.             ini dirasakan cukup apabila
                                                           Tambahnya lagi, mungkin perlu        dibandingkan dengan volume kerja
                                                       diadakannya sosialisasi ekspor dan       KPBC Jayapura yang hanya monoton
                                                       impor di Jayapura yang mana              melayani impor vanili asal PNG.
                                                       dibutuhkan kerjasama yang baik               Namun kedua pejabat ini juga
                                                       antara impotir, Bea Cukai, dan           memberikan masukan bahwa tidak
                                                       semua intansi terkait. Gambarannya       menutup kemungkinan suatu saat
                                                       bahwa daerah timur Indonesia             nanti ada kegiatan kepabeanan di
                                                       khususnya Jayapura merupakan arah        Jayapura yang terus meningkat. Mau
                                                       pembangunan bangsa Indonesia             tidak mau pegawai KPBC Jayapura
                                                       kedepan dalam rangka                     harus ditambah. Akibat minim
                                                       pengembangan kawasan timur               pegawai rumah dinas Bea Cukai di
                                                       Indonesia (KTI), yang terkenal akan      Jayapura banyak yang kosong,
                                                       sumber daya alamnya.                     fatalnya banyak yang rusak akibat
                                                           Saran Sudardjo, bahwa sekiranya      tidak ditempati. Ditakutkan aset
                                                       ada ekspor dari Jayapura kenapa          rumah dinas ini hilang. Demikian
                                                       tidak ada impor ke Jayapura?             harapan kedua pejabat ini sekaligus
                                                       Sebagai masukan, ekspor dari             merupakan masukan bagi DJBC.
                                                       Jayapura tidak ada yang langsung ke          Akhirnya, dari KPBC Jayapura,
                                                       negara-negara tujuan tapi harus          penulis ingin sampaikan di KPBC
                                                       melewati pelabuhan transit seperti       Jayapura penulis belajar menjadi
                                                       Makasar, Surabaya, ataupun Jakarta.      seorang PNS Bea Cukai. Disini juga
                                                       Begitu juga sebaliknya impor             antara hidup dan mati pernah
                                                       sebagian besar penyelesaiannya di        dipertaruhkan. Perlu diketahui
                                                       pelabuhan-pelabuhan transit di atas,     setelah bertugas kira-kira 4 tahun,
                                                       pada hal nyatanya barang impor           penulis dan beberapa teman harus
                                                       tersebut dipakai di Papua khususnya      menjalani proses mutasi dan
                                                       Jayapura.                                akhirnya harus meninggalkan kota
                                                           Harapan Kepala KPBC Jayapura         matahari terbit ini. Penulis (Leksi
                                                       yang baru ini, kiranya ditahun-tahun     Andre. Serumena dan Amaludin
                                                       mendatang seirama dengan                 dimutasikan ke KPBC Tg. Priok II,
                                                       percepatan pembangunan kawasan           Dominggus.R.Olua dan Arfin Ke
                                                       timur Indonesia akan ada kapal           KPBC Tg.Priok I serta Presley dan
                                                       ekspor dari Jayapura dan kapal itu       Tomy ke KPBC Juanda. Sementara
                                                       juga yang akan mengimpor barang          itu ada juga 5 (lima) pegawai yang
                                                       dari luar ke Jayapura. Semua             berlatarbelakang D1 Bea Cukai
                                                       harapan hanyalah waktu yang              dimutasikan ke Jayapura yang
LEKSI ANDRE SERUMENA (kiri/ penulis) bergaya di        menjawab. KPBC Jayapura tetap            barangkali menggantikan kami ber-6.
depan KPBC Jayapura yang akan ditinggalkan.            akan lebih serius meningkatkan               Sekali lagi. Selamat tinggal KPBC
                                                       kinerja dan koordinasinya dengan         Jayapura. Selamat Tinggal Kantor
ditindak. Reward and Punishment                        semua instansi yang terkait. Khusus      Bantu Skow di perbatasan RI-PNG.
tetap dijalankannya.                                   dengan aparat Kepolisian diharapkan      Selamat tinggal hutan belantara yang
    Sementara itu, Kepala KPBC                         tahun-tahun ke depan koordinasi          masih perawan. Selamat tingal lautan
Jayapura yang baru. Sudardjo, SH,                      lebih ditingkatkan lagi.                 yang belum dijelajah. Selamat tinggal
yang terakhir menjabat sebagai                             Tentang jumlah pegawai yang ada      masyarakat yang baik hati dan penuh
Ka.KPBC Jogyakarta, menurutnya                         yang bila dibandingkan dengan tipe       kasih. Karena kasih kita bertemu dan
belum memiliki gambaran yang jelas                     kantor berskala “A” tidaklah sepadan,    karena kasih jugalah kita berpisah.
tentang Bea Cukai Jayapura karena                      ketika hal ini ditanyakan kepada         Sampai ketemu lagi Jayapura.
baru saja bertugas di Jayapura.                        Wellington dan Sudardjo, kedua           Leksi Andre. Serumena, Koresponden Jayapura
                                                                     TABEL II
        PERKEMBANGAN DAN PERBANDINGAN PENERIMAAN T.A. 2004/2005
 No.                 Jenis                         Target                 Realisasi                Target                 Realisasi
 Urut              Penerimaan                      2004                    2004                     2005                    2005

1.             Bea Masuk                     1.353.144.000,-            1.318.510.952,-         1.672.590.000,-            717.500.295,-
2.             Penerimaan                              ---                      ---                    ---                    5.000.000.-
               PabeanLainnya
3.             PPN Impor                               ---               755.081.173,-                 ---               1.402.410.768,-
4.             PPn Bm Impor                            ---              1.024.488.420,-                ---                       ---
5.             Pph Pasal 22                            ---               240.031.535,-                 ---                 382.666.289,-

               J       U       M         L         A         H          3.338.112.080,-                ---               2.507.568.352,-


                                                                                       EDISI 375 FEBRUARI 2006   WARTA BEA CUKAI         33
     DAERAH KE DAERAH


REFLEKSI SATU TAHUN

Tsunami
                                                 T
                                                        ak terasa satu tahun sudah berlalu.     rumah dinas musnah diterjang tsunami.
TSUNAMI                                                 Di pesisir pantai India, Thailand,      KPBC Sabang juga tidak luput dari
                                                        Srilangka, Malaysia dan Indonesia,      bencana, sebagian kantor dan rumah
Pagi yang tenang…                                khususnya di Nanggroe Aceh Darussalam          dinas retak akibat gempa dan sebuah
                                                 (NAD), terjadi bencana Tsunami yang            Kantor Pos Bantu yang berada di
Tawa terdengar menyambut pagi                    mengguncangkan dan meluluhlantakkan            Pelabuhan Balohan hancur diterjang
Ulas senyum menghantar sejuta                    propinsi NAD.                                  tongkang yang hanyut oleh gelombang
                                                      Pada hari minggu, 26 Desember 2004        tsunami. Hingga kini tongkang tersebut
makna bahagia                                    pukul 07.57 WIB gempa berkekuatan 9,0          masih belum dipindahkan.
Teduh dan tenang laksana pagi                    skala richter mengguncang NAD. Tak                 Keadaan Saudara-saudara kita se-
                                                 berapa lama kemudian, pada pukul 08.16         korps Bea dan Cukai pasca bencana juga
lainnya                                          WIB menyusul ombak yang menggunung             cukup memilukan. Pegawai DJBC di
                                                 setinggi 10 – 20 meter menyapu semua           Kanwil XIII Aceh dan KPBC di lingkungan
Tiba-tiba ……Rrrrrhh……..krak
                                                 yang ada di depannya. Dalam waktu              Kanwil XIII yang meninggal dan tidak
Tanah bergerak dan bergetar                      singkat (sekitar 30 menit) dimana-mana         diketahui keberadaannya sebanyak 25
                                                 terlihat pemandangan memilukan. Dari           orang, ditambah dengan 26 pegawai
Rumah berderak-derak seakan                      total penduduk NAD sebanyak 4.372.000          honorer dari Kanwil maupun KPBC.
segera rubuh                                     orang, kurang lebih 137.000 orang              Dengan demikian, total jumlah anggota
                                                 meninggal, lebih dari 70.000 orang             keluarga besar Kanwil XIII yang
Tiap detik terasa semakin kuat                   dilaporkan hilang, serta lebih dari 500 ribu   meninggal dan hilang sebanyak 51 orang.
dan semakin kuat                                 orang lainnya kehilangan tempat tinggal.           Selain itu, jumlah keluarga pegawai
                                                      Infrastruktur di propinsi Aceh yang       bea dan cukai yang meninggal pun cukup
Allahu Akbar……..Allahu Akbar                     berada di sepanjang 800 km garis pantai        banyak, terutama pegawai-pegawai yang
Ya Allah, gempa ini kuat sekali                  pun rusak dan binasa. Tak hanya itu, jalan     berasal dari Nanggroe Aceh Darusalam.
                                                 raya sepanjang 600 km, 199 jembatan            Dari 25 orang pegawai bea cukai dalam
Detik-detik berlalu dalam histeris               utama, 122 fasilitas kesehatan, 64 ribu        lingkungan Kanwil XIII yang meninggal
Menit-menit dalam tangisan dan                   hektar lahan pertanian, dan 15 ribu hektar     maupun hilang, tercatat 13 anggota
                                                 tambak perikanan, hancur tak tersisa.          keluarga yang kini menjadi yatim maupun
teriakan                                         Hasil perhitungan kerusakan (Damage            yatim piatu dan menjadi tanggungan
                                                 Assessment) yang dilakukan Bank Dunia          keluarga yang ditinggalkan. Umumnya,
Sesaat bumi diam dalam jeda
                                                 mengungkapkan, total kerugian gempa            ketiga belas anak yatim tersebut masih di
Lalu………………                                       dan tsunami Aceh sebesar US$ 5,1 miliar.       bangku SD hingga SMA.
                                                 Angka tersebut berarti melampaui Produk
Dingin yang mendirikan bulu roma                 Domestik Bruto (PDB) Aceh tahun 2003           MASA TANGGAP DARURAT
Tiba-tiba datang menusuk tulang                  sebesar US$ 4,5 miliar (Rp. 38,6 trilyun).          Dunia pun terhentak oleh bencana
                                                      Keberadaan Kantor Wilayah XIII            paling besar dari bencana apapun dalam
Gemuruh terdengar dekat                          DJBC, KPBC Ulee-Lheue (pelabuhan laut)         seabad ini. Perhatian internasional sontak
Air laut naik!…… air laut naik!                  dan KPBC Iskandar Muda (pelabuhan              tertuju ke Aceh. Solidaritas kemanusiaan
                                                 udara) yang berada dalam satu bangunan         tiba-tiba mengental begitu cepat. Aceh
Ya Allah, berita buruk apa lagi ini.             beserta rumah dinas pegawai yang               seolah menjadi “milik” dunia. Entah dari
Belum hilang debaran jantung                     berada disekelilingnya pun tak luput           mana ia datang, warna kulitnya,
                                                 dilanda guncangan gempa dan terjangan          perbedaan agama dan bahasa, tidak
Keringat dingin belum terseka                    ombak yang dahsyat. Pasalnya, lokasi           menjadi penghambat. Tiba-tiba, Bandara
Kini menjadi hangat oleh air laut                kantor hanya berjarak sekitar 15 – 35          Sultan Iskandar Muda menjadi sangat
                                                 meter dari garis pantai Laut Ulee-Lheue.       sibuk dengan lalu lintas pesawat yang
Ombak besar menjemput datang                     Tak ayal lagi, kantor, mess dan rumah          mencapai 190 penerbangan dalam sehari
                                                 dinas pun menjadi rata dengan tanah.           (diluar penerbangan helikopter). Yang
Tsunami......................                    Bahkan sebagian bangunan mess dan              pasti, semuanya berkumpul di sini, di
Nyawa seperti kapas….. putih                     rumah dinas tenggelam tanpa bekas              Bumi Serambi Mekah.
                                                 karena telah menjadi laut. Maha Besar               Mereka mencari, mengumpulkan dan
Ringan beterbangan                               Allah, tempat berdiri imam pada mushola        menguburkan jenazah para korban,
Pulang padaMu yaa Rabbi                          kantor yang berdindingkan gambar Ka’bah        memberi obat-obatan disertai mengobati
                                                 masih utuh.                                    yang sakit dan terluka, memberi tenda
            Banda Aceh, 26 Desember 2004              KPBC Meulaboh pun mengalami hal           untuk mereka yang kehilangan tempat
                                  Safuadi        yang tidak jauh berbeda. Kantor beserta        tinggal, makanan, air, pakaian dan


34    WARTA BEA CUKAI           EDISI 375 FEBRUARI 2006
                                                                                                                                   FOTO : FEBRA
berbagai keperluan pokok lainnya. Setiap
hari semua pihak berkejaran dengan
waktu untuk menghindari kondisi lebih
buruk pasca bencana, yakni mewabahnya
penyakit kolera yang menakutkan. Semua
orang yang terlibat dalam masa tanggap
darurat bekerja tanpa mengenal waktu.
Bahkan malam hari pun digunakan untuk
bekerja, membuat laporan perkembangan
pekerjaan di pendopo Gubernur.
    Solidaritas kemanusiaan pun
menghinggapi keluarga besar Bea dan
Cukai yang turut tergugah hatinya untuk
membantu saudara-saudaranya di
NAD. Bantuan tersebut berupa
penggalangan dana di lingkungan
DJBC dan pengiriman pegawai dari KP
DJBC ke Aceh sebagai tim relawan.
    Setelah tiba di Banda Aceh, tim rela-
wan membantu pegawai-pegawai di ling-
kungan Kanwil XIII yang bertahan di NAD
untuk mencari pegawai yang meninggal
maupun hilang. Tim relawan juga mem-
bantu meringankan beban pelaksanaan
tugas yang pada saat itu sangat tinggi
volume kerjanya, terutama pelayanan
pemasukan barang bantuan baik melalui
bandar udara maupun pelabuhan laut. Tak
hanya itu, tim relawan turut menghidupkan
kembali pekerjaan kantor terutama
mengamankan arsip-arsip negara.
    Mengingat gedung kantor sudah tidak         TINGGAL PUING-PUING. Gedung Kanwil XIII DJBC, KPBC Iskandar Muda dan KPBC Ulee Lheue yang
ada lagi, maka Kantor Wilayah XIII DJBC         berada dalam satu atap, kini tinggal puing-puing yang berserakan.
Aceh dipindahkan ke Gedung Keuangan
Negara unit II Lantai 6 di Medan.               sebuah rumah yang berfungsi sebagai               karena itu, Sekretaris DJBC memutasikan
Sedangkan KPBC Ulee-Lheue dan KPBC              kantor di Meulaboh Aceh Barat, dengan             34 pegawai lama ke tempat yang baru di
Iskandar Muda menyewa satu rumah                tujuan agar kegiatan kantor tetap berjalan        luar NAD dan mengangkat 28 pejabat dan
untuk dijadikan kantor di Jl. T. Nyak           dengan baik.                                      20 pegawai pelaksana baru dari luar NAD.
Makam No. 7 Lampineung Banda Aceh.                  Secara psikologis, pegawai lama               Target penerimaan dari Kanwil XIII Aceh
Begitu juga KPBC Meulaboh menyewa               masih dihinggapi oleh rasa trauma. Oleh           pun ditetapkan menjadi nol, tanpa meng-
                                                                                   FOTO : FEBRA   abaikan segi pelayanan dan pengawasan
                                                                                                  pada masyarakat.

                                                                                                  SATU TAHUN KEMUDIAN
                                                                                                      Senin, 26 Desember 2005,
                                                                                                  bertempat di bekas pelabuhan Ulee-
                                                                                                  Lheue yang hancur diterjang tsunami,
                                                                                                  diadakan peringatan satu tahun tsunami
                                                                                                  yang dipimpin langsung oleh Presiden
                                                                                                  RI. Acara tersebut juga dihadiri oleh
                                                                                                  Ketua MPR RI, 37 Duta Besar (Utusan)
                                                                                                  dari berbagai Negara, Menteri-Menteri
                                                                                                  Negara, Plt Gubernur NAD, Panglima
                                                                                                  TNI, Kapolda Aceh, Ketua BRR, LSM,
                                                                                                  Pegawai-pegawai Pemerintah, tak
                                                                                                  terkecuali dari DJBC yang diwakili oleh
                                                                                                  Iskandar (KaKPBC Ulee-Lheue),
                                                                                                  Safuadi (KaKPBC Sabang) dan Febra
                                                                                                  Faturrahman (Kasi Kepabeanan dan
                                                                                                  Cukai II KPBC Sabang). Tema yang
                                                                                                  diambil pada peringatan itu adalah Aceh
                                                                                                  dan Nias Remember Rebuild: National
                                                                                                  Communication of the Tsunami.
                                                                                                      Pukul 08.16 WIB, acara peringatan
                                                                                                  tersebut dimulai dengan
                                                                                                  mengheningkan cipta yang dipimpin
                                                                                                  langsung oleh Presiden RI. Kemudian
                                                                                                  dilanjutkan dengan nyanyian oleh anak-
                                                                                                  anak yatim NAD yang menyentuh kalbu
                                                                                                  siapapun yang mendengarkan.
GAMBAR KA’BAH YANG TERSISA. Tempat berdiri imam pada mushola kantor Kanwil XIII DJBC yang             Sebagian bait syair lagu “Aneuk
berdindingkan gambar Ka’bah masih utuh, tidak tersapu tsunami.                                    Yatim” tersebut adalah :


                                                                                        EDISI 375 FEBRUARI 2006   WARTA BEA CUKAI           35
     DAERAH KE DAERAH
                                                                                                                                        FOTO : FEBRA
Jino lon kisah           Sekarang saya




                     ○
                     ○
saboh riwayat            kisahkan satu



                     ○
                         riwayat


                     ○
Kisah barö that...       Kisah yang baru

                     ○
barö that                sekali.. baru sekali
                     ○
di Aceh Raya         ○
                         di Aceh Raya
Lam karu Aceh,           Dalam keributan
                     ○
                     ○


timu ngon barat          Aceh timur dan
                     ○




e…barat                  barat
                     ○




Bak saboh                Di suatu tempat,
                     ○




tempat... tempat         beginilah
                     ○




meuno caritra            ceritanya
                     ○




Na sidroe aneuk          Ada seorang anak
                     ○
                     ○




jimo siat at             terus menangis
                     ○




Lam jeut-jeut            Pada setiap
                     ○




saat...saat dua          saat berdua ibu
                     ○




ngon poma
                     ○




Ditanyëng bak            Ditanyakan pada
                     ○




ma, ayah jinoe           ibu, ayah dimana
                     ○
                     ○




pat                      sekarang
                     ○




Ulon rindu               Saya rindu sekali
                     ○




that... keuneuk          ingin melihat
                     ○




eu rupa                  wajahnya
                     ○




Nyoe manteng             Kalau masih hidup
                     ○




hudep meupat             diketahuilah
                     ○
                     ○




alamat                   alamatnya               KAPAL TERDAMPAR DI TENGAH KOTA. Sekretaris DJBC dan Kakanwil XIII DJBC berpose di depan
                     ○




Ulon jak seutët...       Saya akan cari          sebuah kapal listrik terapung milik PLN yang terdampar di tengah-tengah Kota Banda Aceh.
                     ○




’oh watee raya           ketika dewasa
                     ○




Nyoe ka                  Jika telah              non perang terbesar yang belum pernah            agar memiliki hari esok yang lebih
                     ○




meuninggai               meninggal dimana        terjadi sesudah perang dunia kedua,              baik,” imbuh Presiden.
                     ○
                     ○




meupat keuh jrat         makamnya                kemudian bantuan dari para donatur                    Sekretaris DJBC Sjahril Djamaluddin
                     ○




Ulon jak siat…           Saya datangi untuk      asing serta Non Government Organiza-             dan Kakanwil XIII DJBC Aceh Muhammad
                     ○




lon baca do’a            memanjatkan do’a        tion (NGO) asing dan lokal.                      Chariri beserta rombongan, pada Rabu,
                     ○




                                                      Presiden juga mengajak seluruh              28 Desember 2005, berkesempatan
    Berikutnya, Presiden RI memberikan           masyarakat semua untuk bersama-                  datang ke Banda Aceh untuk melakukan
sambutan yang intinya mengenang para             sama berbuat yang terbaik terhadap               peninjauan rencana pembangunan kantor
korban tsunami dan mensyukuri kekuatan           mereka yang telah kehilangan orang-              dan rumah dinas baru Kanwil XIII serta
rakyat Nanggroe Aceh Darussalam untuk            orang yang disayangi dan dicintai,               meninjau lokasi kantor dan rumah dinas
bangkit kembali. Presiden juga tak pernah        terutama kepada anak-anak yatim                  Bea dan Cukai yang terkena bencana
menduga bahwa bencana tsunami di                 piatu. “Dengan kasih sayang, kita                tsunami. Selain itu juga merencanakan
Aceh telah menumbuhkan semangat                  dapat membantu mereka melangkah                  penyewaan kantor dan rumah dinas
solidaritas yang menghasilkan bibit-bibit        ke depan untuk hari esok yang lebih              selama satu tahun untuk para pegawai di
persaudaraan global. Hal itu dapat dilihat       cerah dan terus mendorong mereka                 lingkungan Kanwil XIII, KPBC Ulee Lheue
dari pengerahan angkatan bersenjata dari         untuk terus bersekolah, beribadah,               dan KPBC Iskandar muda.
44 negara yang merupakan operasi militer         berpengetahuan dan berketrampilan,                    Pada Jumat, 6 Januari 2006, keluar-
                                                                                   FOTO : FEBRA   ga pegawai bea cukai yang menjadi
                                                                                                  korban tsunami berinisiatif berkumpul di
                                                                                                  Ulee Lheue, Banda Aceh, untuk
                                                                                                  mengenang dan memanjatkan doa bagi
                                                                                                  mereka yang telah lebih dahulu berpu-
                                                                                                  lang ke rahmatullah. Dalam kunjungan
                                                                                                  tersebut muncul keinginan untuk saling
                                                                                                  membantu dan saling memperhatikan
                                                                                                  keluarga korban tsunami.
                                                                                                       Status mereka yang kini menjadi janda
                                                                                                  pegawai dengan 13 anak anggota
                                                                                                  keluarga pegawai yang telah menjadi
                                                                                                  yatim/yatim piatu, memerlukan bantuan
                                                                                                  untuk bertahan hidup terutama biaya
                                                                                                  sekolah. Pada kesempatan itu, mereka
                                                                                                  menyampaikan harapannya agar keluarga
                                                                                                  besar Bea dan Cukai memperhatikan
                                                                                                  nasib ke-13 anak-anak pegawai tersebut.
                                                                                                       Bencana tsunami memberikan
                                                                                                  pelajaran bagi kita bahwa bencana dapat
                                                                                                  terjadi tanpa diduga, menimpa siapa saja,
                                                                                                  dimana saja berada dan kapan saja.
                                                                                                  Membuktikan betapa lemahnya manusia,
                                                                                                  tidak ada kekuatan yang lebih besar
                                                                                                  kecuali Kuasa Tuhan. Allahu Akbar.
BEKAS KANTOR. KaKPBC Sabang, KaKPBC Ulee Lheue dan Kasi Kepabeanan dan Cukai II KPBC                                 Febra Faturrahman, Kepala Seksi
Sabang, berpose di atas reruntuhan kantor Kanwil XIII DJBC.                                                      Kepabeanan dan Cukai II, KPBC Sabang


36   WARTA BEA CUKAI            EDISI 375 FEBRUARI 2006
     SEGENAP RELASI DAN MITRA KERJA
   DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
           MENGUCAPKAN
        Dirgahayu
Hari Kepabeanan Internasional
           Ke-54
           26 JANUARI 2006



                      Ventura Building 7th. Fl, Jl. R.A. Kartini Kav. 26, Cilandak, Jakarta 12430,
                                 Phone : 62 21 750 4406, Fax : 62 21 750 4415-16
                                    Website : http://www.schneider-electric.co.id




                              EDISI 375 FEBRUARI 2006             WARTA BEA CUKAI                    37
     SEPUTAR BEACUKAI
                                                                                                                                                 FOTO : KIRIMAN




SURABAYA. Direktur Jenderal Bea dan Cukai Eddy Abdurrahman (no. 4 dari kiri, duduk) didampingi Direktur Teknis Kepabeanan Teguh Indrayana (no 5 dari kiri,
duduk), Direktur IKC Jody Koesmendro (no. 2 dari kiri, duduk), Direktur P2 Endang Tata (no 6 dari kiri, duduk) dan Kepala Subdirektorat Manajemen Resiko
Susiwiyono, melakukan kunjungan kerja ke Kanwil VII DJBC Surabaya pada kamis 22 Desember 2005. Kunjungan ini diterima oleh Kepala Kanwil VII DJBC
Surabaya Zeth Likumahwa dan para pejabat Kepala Kantor BC dilingkungan Kanwil VII DJBC Surabaya seperti tampak pada gambar.
                                                                                                                                                      WBC/ATS




JAKARTA. Panitia Masjid Baitut Taqwa pada 10 Januari 2006 menyelenggarakan sholat Idul Adha di lapangan Kantor Pusat DJBC (gambar kiri). Sholat Ied dihadiri
pegawai dan masyarakat sekitar lingkungan KP-DJBC dengan menghadirkan penceramah Syaparuddin Tanjung dari Bina Imtaq Korps Mubaligh Akbar Utan Kayu.
Hadir dalam sholat tersebut Direktur Jenderal Bea dan Cukai Eddy Abdurrachman, Direktur P2 Endang Tata, Kanwil V DJBC Bandung Djoko Wiyono, Direktur Teknis
Kepabeanan Teguh Indrayana dan beberapa pejabat eselon III, IV. Usai ceramah Idul Adha, Direktur Jenderal Bea dan Cukai dan pejabat lainnya menuju tempat pe-
motongan hewan kurban yang berada di belakang kantor. Tahun ini hewan yang kurban sebanyak 18 ekor sapi dan 58 ekor Kambing dengan membagikan kupon ke-
pada warga yang kurang mampu sebanyak 1700 kupon. Gambar kanan, hewan kurban milik Direktur Jenderal Bea dan Cukai Eddy Abdurrachman sedang dipotong.
                                                                                                                    WBC/ATS
                                                                                                                               JAKARTA. Bertempat di Aula
                                                                                                                               gedung B diselenggarakan
                                                                                                                               pisah sambut pejabat eselon III,
                                                                                                                               IV di lingkungan Direktorat
                                                                                                                               Verifikasi dan Audit pada 22
                                                                                                                               Desember 2005. Acara
                                                                                                                               bertemakan “Ingat Hari Ini”,
                                                                                                                               selain dihadiri oleh Direktur
                                                                                                                               Verifikasi dan Audit Thomas
                                                                                                                               Sugijata beserta ibu, juga hadir
                                                                                                                               para pejabat, pegawai dan
                                                                                                                               Dharma Wanita serta mitra
                                                                                                                               kerja Bea dan Cukai. Pada
                                                                                                                               gambar, Thomas Sugijata
                                                                                                                               beserta ibu memberikan
                                                                                                                               cindera mata sebagai kenang-
                                                                                                                               kenangan kepada para pejabat
                                                                                                                               yang pindah tugas dan
                                                                                                                               dilakukan foto bersama


38    WARTA BEA CUKAI             EDISI 375 FEBRUARI 2006
                                                                                                                                                      WBC/ATS




JAKARTA. Usai sambutan dari perwakilan pejabat eselon IV lama dan baru, Direktur Fasiliatas Kepabenan Ibrahim A. Karim juga memberikan wejangan
kepada pejabat yang lama dan baru dalam acara pisah sambut pejabat eselon IV pada akhir desember 2005 di Aula Dit. Fasilitas. Acara dilanjutkan dengan
pemberian cindera mata sebagai kenang-kenangan dari Ibrahim A. Karim dan Nyonya. Usai pemberian cindera mata acara dilanjutkan ramah tamah
dengan makan siang bersama. Tampak pada gambar kiri, Ny Ibrahim A Karim menyerahkan cinderamata dan gambar kanan, Direktur Fasilitas Ibrahim A.
Karim foto bersama dengan pejabat yang akan bertugas ditempat yang baru.
                                                                                                                                                       WBC/ATS




JAKARTA. Pada 5 Januari 2006 dilakukan acara pisah sambut pejabat eselon III, IV dan pelaksana di lingkungan Direktorat Cukai yang diselenggarakan di
Auditorium KP-DJBC gedung B, dan dihadiri Ketua Gappri, Ketua Gaprindo dan pejabat Peruri. Pejabat eselon III yang pindah tugas sebanyak dua orang, eselon IV
sebanyak 4 orang dan pelaksana sebanyak delapan orang. Usai beberapa sambutan acara dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata dari Direktur Cukai Frans
Rupang sebagai kenang-kenangan kepada pegawai yang akan menempati tugas baru.
                                                                                                                                                       WBC/ATS




JAKARTA. Senin 2 Januari 2006 berlangsung acara pisah sambut jabatan Kabag Umum Kantor Pusat DJBC dari yang lama Ariohadi kepada Kabag Umum yang
baru Soedirman A. Ghani di Auditorium gedung B Kantor Pusat. Acara pisah sambutyang juga sekaligus acara serah terima jabatan wakil ketua dewan pengarah
sekaligus penanggung jawab WBC ini, berlangsung dengan cukup sederhana. Dalam Kata sambutannya , Ariohadi mengatakan rasa terimakasihnya kepada seluruh
jajaran secretariat khususnya uang berada di bagian umum, akan dukungannya selama ini, begitu juga kepada para mitra kerja yang selama ini menjadi bagian dari
pekerjaannya sehari-hari. Kepada WBC, Ariohadi juga mentampaikan rasa terimakasihnya atas kepercayaan dan dukungannya selama menjabat sebagai wakil ketua
dewan pengarah sekaligus penanggung jawab. Komunikasi yang selalu terbuka dan rasa kekeluargaan yang terjalin selama ini merupakan kenangan yang tidak
mungkin dapat terlupakan. Sementara itu Kabag Umum yang baru Soedirman A. Ghani dalam kata sambutannya meminta kepada seluruh jajaran secretariat maupun
WBC akan dukungan yang selama ini diberikan kepada Kabag Umum yang lama , juga tak kalah baiknya diberikan kepada nya, karena hanya dukungan itulah yang
dapat membuat kinerja semuanya menjadi baik. “Gaya kepemimpinan mungkin boleh beda, tapi saya berusaha untuk sebaik-baiknya agar jajaran sekeretariat
khusunya bagian umum tetap lebih baik dari hari ke hari,”. Acara yang dihadiri oleh seluruh jajaran yang berada di bawah bagian secretariat, dilanjutkan dengan
pemberian cindera mata dari para staf yang berada di bawah bagian umum kepada kabag umum yang lama, dan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah.


                                                                                                  EDISI 375 FEBRUARI 2006       WARTA BEA CUKAI            39
      SEPUTAR BEACUKAI
                                                                                                                                                         FOTO : KIRIMAN




PALEMBANG. Kantor Wilayah III DJBC Palembang menyelenggarakan pemotongan hewan kurban pada 11 Januari 2006 bertempat di Kantor Wilayah III DJBC
Palembang. Dengan segala keterbatasan yang dihadapi, kegiatan pemotongan hewan kurban dapat berlangsung dengan lancar yang diawali oleh sambutan dan
penyerahan secara simbolis hewan kurban oleh Kakanwil III DJBC Palembang yang diwakili oleh Ir. Purwidi, Kabid Verifikasi dan Audit (baju Safari coklat). Dalam
sambutannya, Purwidi berharap kegiatan ini dapat menjadi wahana silaturahim sekaligus pemicu mulai tumbuhnya kembali syiar Islam di lingkungan Kanwil III
Palembang melalui pemakmuran Mushola Al Barokah yang berada di lingkungan Kanwil III . Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban oleh
para pegawai yang dilanjutkan dengan pendistribusian kepada yang berhak. Daging hewan tersebut disalurkan kepada para pegawai, tenaga honorer, dan tenaga
cleaning service. Kiriman Kanwil III DJBC Palembang
                                                    FOTO : KIRIMAN                                                                                       FOTO : KIRIMAN




TULUNGAGUNG. Baru-baru ini pada 20 Desember 2005
dalam rangka mengisi Program Pembinaan Ketrampilan Pegawai
(PPKP), KPBC Tulungagung mengundang Petugas Pemadam
Kebakaran (PMK) untukmemberikan pelatihan kepada para
pegawai KPBC Tulungagung dan ibu-ibu Dharma Wanita
Persatuan (DWP) dalam menanggulangi bahaya kebakaran.
Pelatihan ini dimaksud untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran
di kantor yang mana penuh dengan dokumen dan pita cukai yang
jumlahnya milyaran rupiah, serta buat ibu-ibu DWP yang sebagian         MALILI. Pada 22 Desember 2005 diselenggarakan pisah sambut Kepala Kantor Pelayanan
besar menempati rumah dinas guna mengantisipasi dalam                   Bea dan Cukai Tipe C Malili dari pejabat lama Robi Toni kepada pejabat baru Mas
mengamankan aset negara. Tampak pada gambar,para pegawai                Sundrijoprodjo. Acara diselenggarakan di Aula KPBC Tipe C Malili. Acara berlangsung dengan
dan ibu-ibu DWP dengan antusias melihat dan mendengarkan                meriah walaupun dalam keadaan padam listrik. Usai acara tersebut dilanjutkan dengan foto
instruktur PMK memberi pelatihan secara teori dan praktek.              bersama di halaman KPBC Malili yang diikuti juga oleh Karyawan dari PT. International Nickel
Kiriman KPBC Tulungagung                                                Indonesia Tbk. Kiriman KPBC Malili
                                                                                                                                                             FOTO : KIRIMAN




JAKARTA. Korps Mahasiswa Bea dan Cukai (STAN Prodip BC) pada 16 Januari 2006- 27 Januari 2006 menyelenggarakan Invitasi Futsal Antar Universitas Piala
Direktur Bea Dan Cukai 2006 bertemakan ”Be The Real Champion”. Invitasi Futsal Antar Universitas yang berlangsung selama 12 hari ini diselenggarakan di Kampus
STAN, Bintaro Jakarta Selatan, bertujuan Membina Rasa Sportivitas Dalam Bidang Keolahragaan, Membina Hubungan Persahabatan Antar Universitas, Meningkatkan
Rasa Kekompakkan Dan Kebersamaan Antar Angkatan Prodip Bea Cukai dan Pelaksanaan Proram Kerja KMBC 2005-2006.Acara ini diikuti UNJ (Juara Bertahan), STEI
Rawamangun (Juara Liga Futsal Indonesi Difamata 2005), STAN A & STAN B (Tim Tuan Rumah), Universitas Trisakti, Universitas Indonesia (UI), Akademi
Meteorologi Geofisika (AMG), Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) dan STIE BP, STMT Trisakti, Universitas Katolik Atmajaya, Universitas Kristen Indonesia (UKI), Sekolah
Tinggi Ilmu Penerbangan Indonesia (STPI), Universitas Budi Luhur (UBL), USNI, dan Universitas Swadharma. Selain invitasi ini juga diselenggarakan dua pertandingan
persahabatan yakni STAN Prodip BC vs Alumni Prodip (Sebelum Pertandingan Semi Final), All Stars Turnamen vs Timnas PSSI (Sebelum Pertandingan Grand Final).
Tampak pada gambar kiri foto bersama panitia penyelenggara dan gambar kanan pertandingan futsal. Kiriman STAN Prodip BC


40     WARTA BEA CUKAI              EDISI 375 FEBRUARI 2006
                                                                                                                                              WBC/ATS




JAKARTA. Pada 21 Januari 2006 Sekolah Yayasan Kesejahteraan Bhakti Tugas menyelenggarakan acara syukuran dalam rangka memperingati HUT SD Bhakti Tugas
ke-39 (20 Januari 1967 – 20 januari 2006) dan HUT Sekolah TPA Bhakti Tugas ke-6 (20 Januari 1999 – 20 Januari 2006) dengan melakukan upacara di halaman sekolah
Bakti Tugas Pasar Minggu. Acara diawali kata-kata sambutan dari Kepala Sekolah Yohanes dan Ny. Yayok, dihadiri oleh seluruh pengurus Yayasan Bhakti Tugas dan Ibu
Dharma Wanita Persatuan yang dalam hal ini diwakili oleh Ny. Maimun. Acara dilanjutkan dengan pemotongan dua tumpeng (gambar kanan), seperti terlihat pada
gambar. Acara dimeriahkan pula dengan penampilan siswa dan siswi dalam paduan suara yang diiringi oleh grup musik dan juga beberapa tarian. Selanjutnya acara
dilanjutkan dengan pemberian hadiah juara-juara lomba mewarnai dari sekolah TK yang berada disekitar sekolah (gambar kiri) dan diakhiri dengan acara ramah tamah.
                                                     FOTO : KIRIMAN                                                                                     WBC/ATS




JAYAPURA. Kepala KPBC Jayapura Sudardjo, SH Pada 20
Desember 2005, bertempat di Aula KPBC Jayapura melantik dan
mengambil sumpah Endro Sudarmanto SH sebagai Kepala Seksi             JAKARTA. Sejumlah kurang lebih 15 ribu botol minuman MMEA Impor hasil tegahan bulan
Kepabeanan I KPBC Jayapura. Acara pelantikan yang                     April 2005 oleh petugas Bea dan Cukai Kanwil IV DJBC Jakarta dimusnahkan di halaman
diselenggarakan secara sederhana ini berjalan lancer, dihadiri        pool kendaraan Kantor Pusat pada 29 Desember 2005. Acara pemusnahan yang dilakukan
seluruh pejabat dilingkungan KPBC Jayapura dan pegawai. Acara         dengan cara dihancurkan dengan mesin giling, disaksikan langsung oleh Kasubdit
diakhiri dengan ramah tamah. Koresponden Jayapura, Leksi AS           Penyidikan F. C. Sidjabat dan beberapa pejabat eselon IV lainnya.
                                                                                                                                                   FOTO : KIRIMAN




JAKARTA. Sabtu, 21 Januari 2006, Panitia Bakti Sosial Hari Pabean Internasional ke-54 mengadakan Sumbangan Buku Layak Baca ke Perpustakaan Rumah Cahaya
Depok. Buku yang disumbangkan adalah buku dan bacaan layak baca berupa Buku Pelajaran Sekolah, Buku Ilmu Pengetahuan Populer / Hobi, Buku Cerita, dan
Majalah. Perpustakaan Rumah Cahaya didirikan oleh Forum Lingkar Pena (FLP) yang mencoba menawarkan konsep berupa RUMAH MEMBACA DAN MENULIS.
Rumah baca ini diberi nama Rumah CAHAYA, yang artinya Rumah (tempat) BaCA dan HAsilkan KarYA. Perpustakaan ini memberikan kesempatan bagi kalangan
umum, khususnya kaum dhuafa untuk membaca lebih banyak buku, majalah dan sebagainya sehingga wawasan mereka akan lebih berkembang. Tampak dalam
gambar Panitia Bakti Sosial Sumbangan Buku Hari Pabean Internasional, Fitra Krisdianto, menyerahkan Sumbangan yang terkumpul dari para pegawai di lingkungan
Kantor Pusat DJBC kepada Penanggung Jawab Perpustakaan Rumah Cahaya Depok, Denny Prabowo (gambar kiri) serta foto kanan foto bersama Panitia Bakti Sosial
bersama Penanggung jawab Perpustakaan Rumah Cahaya Depok. Kiriman Direktorat Kepabeanan Internasional (Dua Foto gandeng Dibesarkan)


                                                                                                   EDISI 375 FEBRUARI 2006       WARTA BEA CUKAI             41
     MITRA
                                                                                              DOK. APKB
                                                                                                          dahan dari instansi pemerintah lainnya.
                                                                                                              Seperti pada 21 Desember 2005 lalu,
                                                                                                          APKB juga mengadakan pertemuan rutin
                                                                                                          dengan jajaran DJBC diantaranya dengan
                                                                                                          Direktur Teknis kepabeanan, Direktur
                                                                                                          Informasi Kepabeanan dan Cukai,
                                                                                                          Kakanwil IV DJBC Jakarta, dan sebagai
                                                                                                          tuan rumah Kakanwil V DJBC Bandung.
                                                                                                              Pada pertemuan kali ini yang salah
                                                                                                          satu agendanya membahas masalah
                                                                                                          perubahan terakhir Kepmen no. 291/
                                                                                                          KMK.05/1997 menjadi kep no 101/
                                                                                                          PMK.04/2005 tentang kawasan berikat,
                                                                                                          cukup menarik bagi para anggota karena
                                                                                                          begitu banyak hal-hal baru yang mereka
                                                                                                          belum ketahui dan dapat menjawab
                                                                                                          keluhan yang selama ini mereka rasakan.
                                                                                                              Menurut Sekretaris APKB, Ade R.
                                                                                                          Sudrajat pada pertemuan kali itu cukup
                                                                                                          memuaskan, karena salah satu keluhan
                                                                                                          mereka dapat terjawab, bahkan harapan
PERTEMUAN RUTIN. Tampak dalam gambar Direktur Tenis Kepabeanan, Direktur IKC, Kakanwil IV DJBC Jakarta    mereka akan kemudahan dari instansi pe-
dan Kakanwil V DJBC Bandung, saat menjadi pembicara yang di dampingi oleh ketua dan sekretaris APKB.      merintah lain juga akan segera terjawab.
                                                                                                              “Kami sangat puas sekali pada
Hasil Baru Dari Pertemuan Bulanan                                                                         pertemuan itu, karena seperti untuk


APKB Dengan DJBC
                                                                                                          masalah BBM yang selama ini sangat
                                                                                                          memberatkan kami sebagai pengusaha,
                                                                                                          pada pertemuan itu sudah ada titik
                                                                                                          terangnya dan DJBC menjanjikan akan
                                                                                                          meneruskannya ke instansi yang
Setelah berjuang untuk mendapatkan beberapa fasilitas yang                                                berwenang,” papar Ade Sudrajat.
lebih mendukung dunia industri, Asosiasi Pengusaha Kawasan
Berikat (APKB) akhirnya mendapatkan beberapa hasil yang                                                   SOSIALISASI DI KPBC BEKASI
memuaskan setelah mengadakan pertemuan bulanan dengan                                                          Jika di Kanwil V DJBC Bandung
                                                                                                          diadakan acara pertemuan rutin antara
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).                                                                 APKB dan DJBC, di Kantor Pelayanan
                                                                                                          Bea dan Cukai (KPBC) Tipe A Bekasi,


S
        ejak berdirinya APKB pada 21 Mei              selain DJBC sebagai fasilitator dalam               pada 18 Januari 2006 lalu juga mengada-
        2002 yang merupakan wadah bagi                perdagangan juga fasilitas yang mereka              kan acara sosialisasi dengan para
        para pengusaha kawasan berikat,               dapatkan selama ini dapat dinikmati                 pengusaha yang berada di wilayahnya.
sudah banyak disampaikan beberapa                     melalui DJBC.                                       Acara sosialisasi yang dibarengi dengan
masukan baik kepada DJBC maupun                            Beberapa keluhan yang disampaikan              acara perkenalan dengan jajaran di KPBC
kepada instansi lain. Beberapa yang                   itu, kini dijadikan sebagai pertemuan rutin         Bekasi, mendapat respon yang cukup baik
disampaikan juga berupa keluhan karena                tiap dua atau tiga bulan sekali dengan              dari kalangan pengusaha.
ketidakadilan terhadap pengusaha baik                 DJBC dan menjadi agenda tetap mereka.                    Acara yang terbagi menjadi 2 sesi ini,
mengenai kebijakan yang dikeluarkan                   Pertemuan yang juga dimanfaatkan                    selain difokuskan sebagai ajang perkenal-
oleh pemerintah maupun keluhan akan                   sebagai ajang diskusi dan pendalaman                an, juga sebagai ajang diskusi dan
fasilitas yang mereka dapatkan selama ini.            terhadap kebijakan-kebijakan di bidang              pendalaman terhadap segala peraturan
     Untuk memperjuangkan itu, APKB                   kawasan berikat, selalu membuahkan ha-              yang ada di DJBC. Acara yang sederhana
selalu berkonsultasi terlebih dahulu                  sil-hasil baru baik terhadap fasilitas yang         namun cukup antusia ini berlangsung
dengan jajaran DJBC, hal ini dikarenakan              didapatkan, maupun harapan akan kemu-               dengan baik, ini terlihat dari para
                                                                                               WBC/ATS
                                                                                                          pengusaha yang menanyakan berbagai
                                                                                                          persoalan yang selama ini mereka hadapi
                                                                                                          dan menjadi kendala bagi mereka.
                                                                                                               Menurut Kepala KPBC Tipe A Bekasi,
                                                                                                          Istyastuti Wuwuh Asri, sosialisasi sudah
                                                                                                          menjadi kewajiban bagi setiap KPBC,
                                                                                                          untuk itu di momen yang cukup baik ini,
                                                                                                          KPBC Bekasi memanfaatkannya sebagai
                                                                                                          acara diskusi dan pendalaman segala
                                                                                                          peraturan yang ada di DJBC.
                                                                                                               “Mayoritas industri disini adalah
                                                                                                          kawasan berikat jadi untuk lebih
                                                                                                          meningkatkan pengetahuan mereka
                                                                                                          terhadap peraturan yang ada, kami
                                                                                                          mengadakan acara sosialisasi ini. Selain
                                                                                                          itu di acara ini kami juga menyebarkan
                                                                                                          kuesioner kepada mereka untuk
                                                                                                          mengetahui sejauhmana pelayanan yang
                                                                                                          diberikan selama ini dan apa tanggapan
SOSIALISASI. Kepala KPBC Tipe A Bekasi, Istyastuti Wuwuh Asri saat memberikan sambutan pada               mereka terhadap pelayanan yang kami
                                                              .
acara sosialisasi yang didamping oleh beberapa pejabat lainnya.                                           berikan,” ujar Istyastuti Wuwuh Asri. adi


42    WARTA BEA CUKAI            EDISI 375 FEBRUARI 2006
                          TASI
               KONSUL Cukai
               Kepabeanan &
                Dengan ini kami informasikan agar setiap surat pertanyaan yang masuk ke Redaksi Warta Bea Cukai
                baik melalui pos, fax ataupun e-mail, agar dilengkapi dengan identitas yang jelas dan benar. Redaksi
                hanya akan memproses pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dengan menyebutkan identitas dan
                alamat yang jelas dan benar. Dan sesuai permintaan, kami dapat merahasiakan identitas anda.
                Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih. Redaksi




                         MEKANISME
                     PENGELUARAN BARANG
Dengan ini saya ingin mengajukan pertanyaan sebagai                    contoh berupa barang jadi KB dari KB ke perusahaan
berikut :                                                              di DPIL penerima pekerjaan sub kontrak dan tatacara
                                                                       pengembaliannya.
    Pada saat PKB atau PDKB akan mengeluarkan bahan                 3. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 291/KMK.05/
baku dalam rangka sub kontrak ke Pengusaha di DPIL,                    1997 tanggal 26 Juni 1997 dan Keputusan Direktur
PKB/PDKB perlu mengirimkan beberapa barang contoh                      Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-63/BC/1997
(sample) yang merupakan produk jadi PKB/PDKB                           tanggal 25 Juli 1997 tidak mengatur secara tegas
tersebut ke Pengusaha di DPIL sebagai contoh barang                    mengenai tatacara pengeluaran barang hasil produksi
jadi hasil sub kontrak dan barang contoh (sample)                      PDKB ke DPIL untuk kemudian dimasukkan kembali
tersebut selanjutnya akan dikembalikan ke PKB/PDKB                     ke PDKB tanpa adanya pengolahan lebih lanjut di
sebelum atau setelah proses sub kontrak selesai.                       DPIL.
    Pertanyaannya adalah, bagaimana mekanisme dan                   4. Namun pengeluaran barang contoh dalam rangka
atau dokumen yang harus digunakan untuk pengeluaran                    mendukung pekerjaan sub kontrak dari KB ke DPIL
barang contoh (sample) berupa produk jadi tersebut dari                dapat diberikan dengan kebijakan Direktur Jenderal
PKB/PDKB ke Pengusaha di DPIL dan pada saat barang                     Bea dan Cukai dengan ketentuan :
tersebut masuk kembali ke PKB/PDKB ?                                   a. Pengeluaran barang contoh dari KB ke DPIL
    Atas perhatian dan jawabannya saya ucapkan terima                      dilakukan dengan menggunakan dokumen BC 2.3;
kasih                                                                  b. Setiap pengeluaran barang contoh tersebut wajib
                                                                           dipertaruhkan jaminan sebesar bea masuk dan
                                        YUS YULIUS, S.E.                   pajak dalam rangka impor yang terutang.
                                    PT Dewhirst Menswear               c. Setiap pengeluaran barang contoh dimaksud
                               Jl. Raya Rancaekek Km. 27                   dilakukan pemeriksaan fisik oleh Pejabat Bea dan
                                         Sumedang 40394                    Cukai di KB
                                                                       d. Pemasukan kembali barang contoh dimaksud dari
Jawaban :                                                                  DPIL ke KB dilakukan dengan dokumen BC 2.3
                                                                           dengan dilampiri copy BC 2.3 pengeluaran
   Sehubungan dengan pertanyaan yang diajukan,                             terdahulu dan dilakukan pemeriksaan fisik oleh
dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut :                           Pejabat Bea dan Cukai di KB.
                                                                       e. Jaminan dikembalikan setelah barang contoh
1. PKB/PDKB PT Dewhirts Menswear berencana akan                            dimaksud dikembalikan ke KB
   memberikan pekerjaan sub kontrak kepada
   perusahaan industri di DPIL. Sebelum sub kontrak                     Demikian untuk dimaklumi.
   dilaksanakan, PT. Dewhirst Menswear perlu
   mengirimkan beberapa barang contoh (sample)                                                                   Direktur Jenderal
   sebagai contoh barang jadi hasil sub kontrak. Barang                                                                       u.b.
   contoh tersebut akan dikembalikan ke KB sebelum/                                                   Direktur Teknis Kepabeanan
   sesudah proses sub kontrak selesai.
2. Untuk itu PT. Dewhirst Menswear mengajukan                                                                   TEGUH INDRAYANA
   pertanyaan mengenai tatacara pengeluaran barang                                                                      060054090


                                                                                   EDISI 375 FEBRUARI 2006   WARTA BEA CUKAI   43
     SIAPA MENGAPA
                                                 C.           K E N                 I N D A R T O
                                                      “Segala sesuatu itu pasti ada suka dan dukanya. Kalau kita lebih
                                                 cenderung ke sukanya maka kita harus lebih banyak bersyukur dengan
                                                 demikian kalau ada duka maka dukanya insyaallah akan tertutup dengan
                                                 sendirinya,” itulah yang keluar dari mulut pegawai yang satu ini ketika
                                                 ditanya suka dukanya bekerja di Bea dan Cukai.
                                                      Pegawai yang biasa dipanggil Ken ini mulai bekerja di Bea dan Cukai
                                                 sejak lulus dari STAN pada 1996. Awalnya ia ditugaskan di Kanwil IV DJBC
                                                 bagian verifikasi. Kemudian pada 2002 ia dipindahkan ke bagian P2 Kanwil
                                                 IV DJBC sebagai pelaksana hingga saat ini.
                                                      Selama bekerja di Bea dan Cukai, Ken yang pada 2001 menyelesaikan S1-
                                                 nya di STEI (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia) Jakarta, jurusan akutansi,
                                                 merasa pengalaman yang paling banyak ia peroleh adalah ketika bertugas di
                                                 bagian P2. Pasalnya, ia harus tahu banyak hal seperti pemeriksaan terhadap
                                                 barang, prosedur kepabeanan, patroli laut dan sebagainya. “Untuk tugas-tugas di
                                                 luar kantor kita juga harus stand by 24 jam,” ujar Ken.
                                                      Selama menjalankan tugas, ia mengaku tidak mengalami kendala
                                                 selama ia mengikuti perintah atasan. Ia merasa, tugasnya di P2
                                                 membuatnya semangat untuk belajar lebih banyak tentang peraturan dan
                                                 belajar bergaul dengan orang lain.
                                                      Ken yang lahir di Malang, tepatnya 24 Mei 1974 ini merupakan salah
                                                 satu pegawai di lingkungan Bea dan Cukai yang aktif dalam menekuni
                                                 olahraga terjun payung. Bisa dikatakan, Ken mempunyai spesialisasi
                                                 tertentu dalam olahraga terjun payung yakni sebagai wasit atau juri untuk
                                                 kategori accuracy (ketepatan mendarat).
                                                      Keterlibatannya sebagai wasit dimulai ketika pada September 2002 ia
                                                 menggantikan posisi wasit yang kosong pada kejuaraan terjung payung di


                                                 A         L       A       N            M        A       R       T       O        N
                                                       Sosok pegawai yang kalem dan pendiam ini sudah tak asing lagi di lingkungan
                                                 Kantor Pusat Bea dan Cukai. Kemahirannya memainkan organ tunggal pada acara-
                                                 acara resmi di Kantor Pusat seperti acara pisah sambut pejabat, sudah tidak diragukan
                                                 lagi. Alan selalu mengiringi artis dalam bernyanyi dan melayani request lagu dari siapa
                                                 saja, bahkan untuk mengiringi pegawai yang “ditodong” untuk bernyanyi.
                                                       Bagi Alan, bermain organ tidak hanya di lingkungan Bea dan Cukai saja. Di rumah
                                                 pun ia kerap menghilangkan stressnya dengan bermain organ. Bahkan pada waktu libur,
                                                 ia kerap mengisi acara pada pesta khitanan dan pernikahan.
                                                       Kebolehan Alan memainkan organ ini dirintis sejak masih di bangku SD. Awalnya, ia
                                                 dibelikan sebuah organ kecil dari orangtuanya. Lantaran melihat bakatnya bermain organ
                                                 itulah, orang tuanya pun memberikan organ yang lebih bagus. Sejak saat itu pula Alan
                                                 yang pada awalnya belajar secara otodidak, mulai serius dan giat belajar bermain organ
                                                 dengan mengikuti kursus.
                                                       Akhirnya, ketika duduk di bangku SMP, ia sudah bisa mencari penghasilan sendiri
                                                 berkat bermain organ tunggal pada acara pesta pernikahan maupun khitanan di
                                                 kampungnya. Dan sejak bekerja di Bea dan Cukai, Alan pun terus mengembangkan
                                                 kemampuannya bermain organ dengan mengikuti kursus di Purwacaraka.
                                                       Diluar kedinasan, ia pernah mengikuti lomba band sejabotabek bersama
                                                 dengan kelompok band Bea dan Cukai yang diselenggarakan oleh Seven
                                                 Production. Kelombok band Bea dan Cukai yang bernama Borneo mendapat juara
                                                 I dan dijanjikan rekaman album kompilasi. “Ternyata album tersebut hingga kini
                                                 nggak keluar,” ujarnya mengenang.
                                                       Mendengar namanya yang berbau Perancis, WBC sempat mengira ia diberikan
                                                 nama tersebut berdasarkan nama orang Perancis. Padahal, menurut organis Bea
                                                 dan Cukai ini, nama tersebut diberikan oleh orang tuanya berdasarkan kepanjangan
                                                 dari Anak Lanange Martono yang artinya Anak Bapak Martono.



                                                 F I T R A H A R S A N T Y E G A P U T R I
                                                     Buah hati pasangan Efriadi dan Muharni yang berkerja di Bea dan Cukai
                                                 Soekarno-Hatta ini sering disapa Ega..Berkat kerja keras, semangat tinggi
                                                 dan disiplin, Ega berhasil mengantongi beberapa prestasi dalam dunia
                                                 olahraga tenis meja. Misalnya saja pada PORSENI SD 2003 ia berhasil
                                                 menjadi juara I Kodya Padang, di Sumatera Barat. Kemudian pada 2004
                                                 kembali menyabet juara I Sumatera Barat. Lalu pada Agustus 2004 ia
                                                 berhasil masuk 9 besar untuk tingkat Nasional di Jakarta. Pada 2005 ia
                                                 berhasil meraih juara I Jawa Timur. Sedangkan untuk tingkat nasional di
                                                 Jakarta yang diadakan Agustus 2005, ia meraih Juara III. Tak hanya itu,
                                                 pada November 2005, ia berhasil meraih juara I tingkat SD untuk kejuaraan
                                                 PORDA Jatim di Malang. Pada bulan yang sama ia pun memenangkan
                                                 turnamen open di Solo, Jateng, tingkat SD.
                                                     Ega mengaku, sederet keberhasilannya tersebut tak lepas dari
                                                 dukungan para guru, teman-teman, orang tua (sekaligus manager) serta
                                                 kontribusi pelatih di Teluk Bayur dan Kediri yaitu Musran Chai. Selain itu juga
                                                 berkat dukungan dari Koordinator PTM (Persatuan Tenis Meja) Bea dan
                                                 Cukai Drs. Nofrial MA, Drs. Erlangga Mantik MA dan Maimun SH, MBA.
                                                 Untuk itu ia sangat bersyukur dengan keberadaan PTM Bea dan Cukai
                                                 (didirikan pada 7 Januari 2001) yang tetap eksis hingga saat ini.
                                                     Ia juga merasa bahwa keberhasilannya ini tak terlepas dari motivasi
                                                 yang ditanamkan dalam dirinya. Ia yakin kalau orang lain bisa mengapa ia


44   WARTA BEA CUKAI   EDISI 375 FEBRUARI 2006
                                                                        info buku
Tenggarong, Kalimantan Timur. “Waktu itu saya belum satu ta-
hun menjadi penerjun dan baru pertama kali pula menjadi wa-
sit,” ucap Ken. Alhasil, ia pun banyak belajar dan bertanya pada
para seniornya bagaimana menjadi wasit, walaupun pada waktu
itu tugasnya sebagai wasit hanyalah mengantarkan hasil juri.
      “Saya memang ingin tahu lebih jauh mengenai terjun
payung. Jadi saya terima saja ditugaskan sebagai wasit
maupun atlit, saya siap,” ungkap Ken yang kini memiliki jam

                                                                        BILA ANDA BERMINAT,
terjun sebanyak 100 kali lompatan.
      Ketika ditanya apakah ia pernah mengikuti pendidikan
sebagai wasit terjun payung, Ken mengaku bahwa selama ini
tim nasional belum pernah mengadakan pendidikan wasit. Ia               MAJALAH WARTA BEA CUKAI MENYEDIAKAN
sendiri tidak tahu apa penyebabnya. Namun demikian, pada
ajang international open parachuting championship yang
                                                                        BUKU SEBAGAI BERIKUT:
diselenggarakan di Manado pada tahun lalu, Ken yang saat


                                                                        BUNDEL WBC 2005
itu bertugas sebagai wasit, berkesempatan mengikuti kursus
wasit yang diselenggarakan oleh FAI (Federation
Aeronautique Internationale) untuk kategori accuracy. Dari
15 orang peserta kursus wasit, hanya lima orang yang lulus
dan Ken salah satu diantaranya.                                         Bundel Majalah Warta Bea Cukai Tahun 2005 (Edisi
      Hingga kini, tercatat sudah enam kali ia pernah bertugas
sebagai wasit. Dari enam kali menjadi wasit, ia sangat
                                                                        Januari - Desember)
terkesan dengan kejuaraan di Manado. Pasalnya, selain
mengikuti kursus sebagai wasit, ia benar-benar merasakan

                                                                        Rp. 120.000
sepenuhnya tugas sebagai wasit. “Sebab, tadinya kan tugas
saya sebagai wasit hanya mencatat nilai dan mengantar
hasilnya saja,” imbuh Ken. ats


     Ketika ditanya mengenai karirnya di Bea dan Cukai, ia mencerita-
kan bahwa pada awalnya, ia dan orang tuanya ingin mencari sekolah
yang lulusannya langsung bisa bekerja. Maka, ia pun mencoba ikut tes
STAN program D1 Bea dan Cukai di Malang. Setelah ikut tes ia pun
berhasil lulus dan pergi ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikannya.
     Setelah mengikuti pendidikan dan lulus pada 1997, ia langsung
bekerja di Direktorat Pabean Kantor Pusat DJBC sampai tahun 2005.
                                                                        CATATAN:
Kemudian pada awal 2006, ia dipindahkan ke Direktorat P2 KP             Ongkos kirim buku wilayah Jabotabek Rp. 25.000
DJBC. Ia mengaku, selama bekerja di Kantor Pusat ia tidak
memperoleh banyak pengalaman, berbeda dengan pegawai yang
bekerja di lapangan. Namun demikian, bekerja di Kantor Pusat            ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
membuat ia harus banyak membaca peraturan. Pasalnya, kalau di
kantor pelayanan ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, maka
kantor pelayanan pasti akan berkonsultasi ke Kantor Pusat.
     “Itu berarti, Pusat menentukan porsi kebijakan. Sehingga,          LANGGANAN MAJALAH
                                                                        WARTA BEA CUKAI
kita harus banyak membaca peraturan, baik itu peraturan dari
Bea dan Cukai juga peraturan di luar Bea dan Cukai seperti
Peraturan Perdagangan, Kehutanan dan lain sebagainya,” jelas
pegawai yang bermotokan bekerja adalah ibadah, jadi berbuat
dan berpikirlah yang terbaik untuk DJBC.
     Alan mengakui, dalam menyelesaikan masalah pada awalnya
ia mengalami kendala lantaran belum pernah bertugas di lapangan.
Namun demikian, kalau ada kasus di lapangan maka ia akan
mencari solusinya dengan cara mempelajari laporan dari orang
lapangan yang dipaparkan secara tertulis. “Dari situ kita berusaha
mencari bagaimana cara penyelesaiannya,” kata Alan, kelahiran
Bondowoso,1 Desember 1974, diakhir wawancara. ats



tidak. “Dan kalau kita mau kita pasti bisa,” ujar Ega yang
juga memiliki hobi berenang dan membaca ini. Tak hanya
motivasi, giat berlatih dan mengkonsumsi makanan yang
sehat serta istirahat yang cukup juga dilakoninya.
    Ega, yang lahir pada 22 April 1994 ini mengaku bahwa
sejak duduk di bangku kelas 2 SD, ia sudah menggeluti
dunia olahraga tenis meja. Awalnya ia hanya melihat-lihat                No Lama                    Diskon Harga            Harga luar
saja, lama kelamaan ia pun mulai ikut-ikutan kakaknya                       Berlangganan                   Jabotabek        Jabotabek
bermain tenis meja. Setelah mencoba, ia merasa ketagihan
dan senang.                                                              1 3 Bulan (3 edisi)        0%          40.
                                                                                                           Rp. 40.500            43.
                                                                                                                            Rp. 43.500
    Ia pun mulai menggeluti olahraga tenis meja tanpa per-               2 6 Bulan (6 edisi)        5%          78.000
                                                                                                           Rp. 78.000            84.000
                                                                                                                            Rp. 84.000
nah mengikuti kursus tennis meja. Namun, sejak menjadi
juara beberapa kali dan pindah ke Kediri (Juli 2004),                    3 1 Tahun (12 edisi)       10%         50.000
                                                                                                               150
                                                                                                           Rp. 150.000          162
                                                                                                                                 62.000
                                                                                                                            Rp. 162.000
barulah ia mengikuti pendidikan khusus tenis meja. Ia pun               Sudah Termasuk Ongkos Kirim
diasramakan dengan mengikuti program Nusantara di PTM
Surya Gudang Garam Kediri yang dipimpin oleh Diana W.
Tedjasukmana, SH, MM (mantan atlet dan pelatih nasional).               MAJALAH WARTA BEA CUKAI
    Saat ini, Ega sedang menambah jam latihan untuk                     Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
ikut International Open Table Tenis Of Indonesia Solo                   Jl. A. Yani (By Pass) Jakarta Timur 13230
Open I 2006 pada 16 - 19 Pebruari. “Kedepannya, aku                     Telp. (021) 47860504, 4890308 ex. 154
ingin jadi juara Sea Games,” harap Ega yang bercita-                    Fax. (021) 4892353 / E-mail: wbc.cbn.net.id
cita ingin menjadi dokter. ats                                          dengan Hasim / Kitty

                                                                                          EDISI 375 FEBRUARI 2006   WARTA BEA CUKAI    45
     INFORMASI KEPABEANAN DAN CUKAI



Local Area Network
dan Maintenance
Sekian lama kita bekerja dengan dukungan teknologi computerize yang saling terhubung, tapi
apakah kita sudah cukup mengetahui apakah itu komputer-komputer yang saling terhubung satu
sama lain dalam satu ruangan, antar ruangan, kantor bahkan antar kantor atau gedung?


J                                                                 TIME SHARING SYSTEM
     aringan computer lokal atau Local      Gambar 1
     Area Network (LAN) relatif memiliki
     jangkauan yang kecil, kebanyakan
LAN dirancang untuk suatu kantor
(bangunan/gedung), meskipun suatu
LAN dapat terhubung dengan LAN lain
yang jaraknya berjauhan dapat
terhubung oleh media komunikasi
seperti lease line atapun wireless,
jaringan antar LAN dengan LAN yang
terhubung, kita sebut WAN (wide area
network).
    Pembahasan LAN kali ini akan kita
batasi sejauh mana keberadaan LAN
yang ada di kantor kita (DJBC).                     Host
Kebanyakan kantor yang terpasang                 Computer                 Terminal       Terminal         Terminal          Terminal
LAN memiliki konfigurasi (topologi) star.
Topologi adalah suatu susunan device
atau perangkat yang tekoneksi. Jenis        dibuatlah proses beruntun (Batch Pro-        duan teknologi komputer dan teknologi
topologi star yaitu topologi atau           cessing), sehingga beberapa program          telekomunikasi yang pada awalnya
susunan network yang menyerupai             bisa dijalankan dalam sebuah komputer        berkembang sendiri-sendiri (Gambar 1).
bintang.                                    dengan dengan kaidah antrian.                    Memasuki tahun 1970-an, setelah
    Sebelum lebih jauh kita akan mene-          Ditahun 1950-an ketika jenis komputer    beban pekerjaan bertambah banyak dan
laah apa sebenarnya LAN itu. Koneksi        mulai membesar sampai terciptanya super      harga perangkat komputer besar mulai
LAN antara server dan PC, dengan PC         komputer, maka sebuah komputer mesti         terasa sangat mahal, maka mulailah
yang memiliki CPU sendiri-sendiri, yang     melayani beberapa terminal. Untuk itu        digunakan konsep proses distribusi
berguna untuk mengeksekusi program,         ditemukan konsep distribusi proses           (Distributed Processing). Seperti pada
akses data dari perangkat manapun           berdasarkan waktu yang dikenal dengan        Gambar 2., dalam proses ini beberapa
yang terhubung dengan LAN, yang ar-         nama TSS (Time Sharing System), maka         host komputer mengerjakan sebuah
tinya banyak PC atau user yang dapat        untuk pertama kali bentuk jaringan           pekerjaan besar secara paralel untuk
berbagi apa saja termasuk printer, data     (network) komputer diaplikasikan. Pada       melayani beberapa terminal yang
atau informasi, chatting, berkirim email    sistem TSS beberapa terminal terhubung       tersambung secara seri disetiap host
dan banyak jenis komunikasi lainnya         secara seri ke sebuah host komputer.         komputer. Dala proses distribusi sudah
kita akan menelusuri bagaimana se-          Dalam proses TSS mulai nampak perpa-         mutlak diperlukan perpaduan yang
jarah suatu jaringan itu                                                                                mendalam antara teknologi
dapat begitu popular dan                                       Gambar 2                                 komputer dan
banyak dipakai.                          DISTRIBUTED PROCESSING                                         telekomunikasi, karena
                                                                                                        selain proses yang harus
SEJARAH LAN                                                                                             didistribusikan, semua host
    Konsep jaringan kom-                                                                                komputer wajib melayani
puter lahir pada tahun                                                                                  terminal-terminalnya dalam
1940-an di Amerika dari                                                                                 satu perintah dari komputer
sebuah proyek pengem-                               Terminal    Terminal      Terminal    Terminal      pusat (Gambar 2).
bangan komputer MODEL I                                                                                      Selanjutnya ketika
di laboratorium Bell dan                  Host Computer                                                 harga-harga komputer kecil
group riset Harvard                                                                                     sudah mulai menurun dan
University yang dipimpin                                                                                konsep proses distribusi
profesor H. Aiken. Pada                   Host                                                          sudah matang, maka
mulanya proyek tersebut                   Com-                                                          penggunaan komputer dan
hanyalah ingin meman-                     puter                                                         jaringannya sudah mulai
faatkan sebuah perangkat                         Terminal    Terminal      Terminal    Terminal         beragam dari mulai
komputer yang harus                                                                                     menangani proses bersama
dipakai bersama. Untuk                                                                                  maupun komunikasi antar
mengerjakan beberapa                                                                                    komputer (Peer to Peer
proses tanpa banyak                                                                                     System) saja tanpa melalui
membuang waktu kosong           Host Computer Terminal Terminal            Terminal    Terminal         komputer pusat. Untuk itu


46   WARTA BEA CUKAI        EDISI 375 FEBRUARI 2006
mulailah berkembang teknologi jaringan                                             Tabel 1.
lokal yang dikenal dengan sebutan LAN.                  FAKTOR-FAKTOR MENDESAIN LAN
Demikian pula ketika Internet mulai
diperkenalkan, maka sebagian besar LAN
yang berdiri sendiri mulai berhubungan
dan terbentuklah jaringan raksasa WAN.
    Sebetulnya LAN itu dapat di
bedakan dari beberapa perbedaan
yang mendasar seperti :
- Topology; yaitu susunan geometric
    dari perangkat kerasnya yang
    menyusun konfigurasinya, seperti
    topology star, bus atau ring.
- Protokol; aturan dan pengkodean
    untuk mengirim data. Protokol dapat
    menentukan jenis layanan data dari
    arsitektur peer-to-peer atau client
    server.
- Media komunikasi; perangkat
    keras dapat dihubungkan dengan
    jenis kabel twisted pair, coaxial atau
    fiber optik bahkan dengan
    gelombang radio.

    LAN mampu mentransmisikan data
sangat cepat bahkan kecepatannya
melebihi transmisi data menggunakan
line telepon hanya saja LAN memiliki
keterbatasan ruang dan keterbatasan
jumlah user yang dapat terhubung             yang tidak beraturan namun                 MEDIA KOMUNIKASI
dalam suatu ruang lingkup LAN itu            kelemahannya apabila salah satu media         Media komunikasi yang banyak dan
sendiri.                                     komunikasi putus (cable) maka node yang    umum kita gunakan yaitu teknik
                                             ada diseberangnya akan putus. Oleh         pengabelan (cabling) yang terdiri dari
FAKTOR-FAKTOR MENDESAIN LAN                  karena itu untuk mengantisipasinya         kabel UTP dan fiber optic (sebagai
    Untuk mendesain suatu LAN,               dilakukan pengabelan secara redundan       backbone) dan wireless dengan
desain jaringan harus sesuai yang kita       (kabel ganda), jadi kabel yang terpasang   menggunakan frekuensi radio.
perlukan. Apakah jaringan yang akan          ada dua. Dari pengembangan itu maka
kita bangun akan berbentuk garis lurus       topology ini dapat berubah sesuai dengan   MAINTENANCE
(bus), bintang (star), lingkaran (ring),     kebutuhan akan kenyamanan network,             Untuk merawat network butuh sekali
ataukah jaring (mesh) yang paling            menjadi topology mesh bahkan full mesh     biaya yang banyak, namun bagaimana
rumit? Juga apakah kecepatan                 dimana semua node terhubung satu           untuk menurunkan cost (biaya) dalam
transmisi jaringan kita merupakan            dengan yang lainnya.                       maintenance ini. Karena dalam perwatan
jaringan rendah sampai menengah                                                         suatu network banyak sekali dibutuhkan
(beberapa M s/d 20Mbps), jaringan            PROTOKOL DAN REFERENSI OSI                 daya dan upaya mengingat jaringan
berkecepatan tinggi (ratusan Mbps)              Protokol yang digunakan untuk PC        beacukai tersebar di pelosok negeri. Coba
atau berkecepatan ultra tinggi (lebih        ke PC yaitu protokol TCP/IP (transport     anda bayangkan betapa lelah nya
dari 1Gbps)? Demikian pula media apa         control protocol/internet protocol).       seorang admin bahkan sekelompok
yang akan kita gunakan, apakai               Protokol ini berguna untuk menyama-        admin untuk memantau setiap kegiatan
berbentuk jaringan kabel (wireline) atau     kan bahasa dalam beberapa device           dalam jaringan yang besar, bahkan
memanfaatkan gelombang radio (wire-          berbeda dalam suatu network. Jadi          dengan teknologi yang tinggi belumlah
less)? Yang terakhir, apakah jaringan        protokol itu seperti panyatuan bahasa,     cukup untuk mengontrol itu semua (infra-
kita untuk jaringan utama (backbone          dengan sejumlah device yang berbeda.       struktur network dan PC). Itu dibutuhkan
LAN) ataukah jaringan biasa (floor              Dibawah ini adalah tabel untuk          bantuan dari para user sebagai pengguna.
LAN) yang tentu saja memerlukan pra-         protokol-protokol dan refernsi OSI         Ada beberapa hal pokok yang harus
sarana yang berbeda (Lihat tabel 1).         (Lihat tabel 2).                           dilakukan dan dimiliki oleh para user
                                                                                                        dimana saja berada.
TOPOLOGY                                                                                                1. merasa memiliki;
     Seperti yang telah di                                                                              apabila kita telah merasa
jelaskan diatas pada                                                                                    memiliki kita akan menjaga
penyusunan Lan di di                                                                                    dari segala kerusakan
DJBC menggunakan                                                                                        yang dapat terjadi,
beberapa teknik                                                                                         misalkan saja apabila
konfigurasi diantaranya                                                                                 terdapat virus pada PC,
yang paling mendasar                                                                                    kita akan menyegerakan
adalah topology star.                                                                                   untuk mencari anti
Topology star yaitu suatu                                                                               virusnya. Kami telah
penyusunan network                                                                                      memfasilitasi dengan
yang mirip dengan                                                                                       menyediakan layanan
bentuk bintang.                                                                                         download antar LAN yang
Kelebihan dari topology                                                                                 melewati portal beacukai
ini dapat disusun dengan                                                                                dengan alamat http://
device dengan node                                                                                      helpdesk.customs.go.id


                                                                               EDISI 375 FEBRUARI 2006   WARTA BEA CUKAI       47
     INFORMASI KEPABEANAN DAN CUKAI

                                  Tabel 2           cara mendownload antivirus pun telah
           PROTOKOL DAN REFERENSI OSI               kami sajikan beberapa edisi WBC
                                                    yang lalu, namun untuk menyegarkan
                                                    anda akan kami coba ingatkan
                                                    kembali cara awal dari download anti
                                                    virus norton 2005 tersebut.
                                                    a. Unistall terlebih dahulu Norton anti
                                                         virus yang ada di PC anda dengan
                                                         cara sbb : click start ,setting,
                                                         control panel pilih add or remove
                                                         programs dan hapus semua anti
                                                         virus yang ada di pc anda - restart
                                                         PC anda.- Download file anti virus
                                                         dari : http://helpdesk.customs.go.id
                                                         , -> pilih Download – antivirus –
                                                         avg (Gambar 2)
                                                         untuk lebih jelasnya cara
                                                         pengisntalan dapat dibaca file SOP
                                                         di download – Symantec
                                                         antivirus – SOP install client
                                                         antivirus. Dapat anda save atau
                                                         pun hanya buka (open).
                                                 2. peduli; ini adalah suatu sifat yang
                                                    sangat penting sekali dimiliki setiap
                                                    user. Bukan sekedar sebagai pemakai
                                                    tapi juga harus dapat mengantisipasi
                                                    segala keadaan yang mungkin terjadi,
                                                    dengan memberikan perawatan harian
                                                    pada PC seperti defrag atau clean
                                                    files. Peduli ketika PC kotor, dapat
                                                    membersihkannya secara fisik dan
                                                    telaten.
                                                 3. bertanggungjawab; apabila dalam
                                                    suatu jaringan yang terhubung ke
                                                    internet, rasa tanggung jawab itu harus
                                                    dimiliki, itu mutlak tidak bisa ditawar-
                                                    tawar lagi. Karena dengan mengalir
                                                    keluar suatu komunikasi maka
                                                    terbukalah beberapa port, yang dapat
                                                    menjadi pintu masuk juga bagi para
                                                    netter atau hacker dari luar. Apalagi
                                                    dengan seringnya anda ber-email, ini
                                                    harus diwaspadai dengan perhatian
                                                    yang lebih. Karena ketika anda
                                                    membuka email saja, peluang
                                                    terinsfeksi worm dari spam-spam yang
                                                    terdapat dari email anda itu sangat
                                                    riskan. Begitu anda buka emial anda
                                                    maka otomatis anda akan
                                                    membangunkan ”singa tidur”. Dan
                                                    bekerjalah virus worm di PC anda.
                                                    Seperti yang terjadi akhir-akhir ini.
                                                    Begitu banyak PC yang terserang
                                                    worm BRONTOK.A atau dengan nama
                                                    lain RONTOK.BRO, padahal worm
                                                    seperti ini sangat mudah anda kuasai
                                                    dengan menjalan kan antivirus norton
                                                    2005 ter-update. Nah sekarang tinggal
                                                    bagaimana anda menjalaninya. Lebih
                                                    aktif untuk merawat atau acuh kepada
                                                    keadaan yang terjadi. Karena semua
                                                    jalan hidup harus memilih begitupun
                                                    pernagkat yang tersaji dengan
                                                    teknologi tertinggi di meja anda.

                                                      Akhir kata tanpa itu semua apalah
                                                 artinya teknologi tinggi dan perangkat
                                                 yang mahal, itu menjadi sia-sia, karena
                                                 selain hardware dan software yang
                                                 terintegrasi tinggi faktor brainware-lah
                                                 yang menentukan teknologi itu tinggi atau
                                                 tidak, bermanfaat atau tidak. dit. ikc


48   WARTA BEA CUKAI   EDISI 375 FEBRUARI 2006
                                                                                                                         OPINI

                                            Oleh: Gunawan, S.E.




                                            Mutasi
                                            ANUGERAH DAN BENCANA
J
     udul di atas selalu menjadi issue      mosi) pada kenyataannya belum tentu        kontrak yang kita teken sewaktu diangkat
     utama di institusi ini. Sesuatu yang   akan merasa nyaman dan bahagia             menjadi pegawai negeri ? Menurut saya,
     sangat dinanti-nantikan oleh           dengan anugerah jabatan itu. Seorang       kalau kita berpendapat demikian, sama
mereka yang berada di tempat jauh           kepala kantor di daerah terpencil          dengan kita beranggapan bahwa
terpencil, mereka yang bertugas di          bahkan berniat untuk mengajukan            semuanya sudah menjadi garis tangan,
tempat yang “kering”, mereka yang jauh      pensiun dini karena keinginannya untuk     nasib, atau takdir kita. Dalam suatu
dan sepi dari sanak keluarga, pendek-       kembali ke pulau Jawa tidak kesampai-      pertandingan, kalau kebetulan kita kalah,
nya mereka yang sedang “menderita”.         an menjelang masa pensiun yang             apakah itu semata-mata memang sudah
Mereka yang mengalami salah satu            sebenarnya, setelah bertahun-tahun dia     digariskan bahwa kita bakal kalah? Tidak
“penderitaan” tersebut barangkali hari-     hanya muter-muter di wilayah yang          bijaksana apabila kita tidak berpikir untuk
harinya hanya dipakai untuk                 dianggapnya membuat dia menderita.         mencari penyebabnya, kenapa kita kalah?
menghitung hari. Kapan saya pindah ?        Sudah banyak kita mendengar sese-          Kenapa hal seperti ini bisa terjadi?
    Keadaan akan berbeda seratus            orang yang bersedia untuk melepaskan       Bukankah mereka yang berwenang dan
delapan puluh derajat bila kita melihat     jabatannya asalkan bisa kembali            peraturan-peraturan yang ada seharusnya
kepada mereka yang sedang berada di         berkumpul dengan keluarganya. Biar         mampu memberikan sesuatu yang lebih
kutub yang berbeda. Mereka yang             menjadi pelaksana tapi dekat dengan        adil dan pasti.
berada di tempat yang “basah”, atau         keluarga, begitu kira-kira.                    Sebagai ilustrasi sederhana tentang
mereka yang berada dekat, berkumpul             Tidak berlebihan jika dikatakan        pentingnya sebuah kepastian. Ketika
dengan keluarga dan sanak famili.           sepanjang karier kita harus berurusan      krisis ekonomi terjadi, nilai tukar sangat
Wajar apabila mutasi menjadi sesuatu        dengan masalah mutasi. Artinya, se-        fluktuatif dan tidak menentu. Siapapun
yang mungkin harus dihindari. Mudah-        panjang masa kerja kita sampai waktu       akan sulit untuk mengambil keputusan
mudahan saya tidak pindah !                 pensiun tiba, kita akan menghadapi         atau membuat sebuah perencanaan
    Masih dalam hitungan belasan            suatu ketidakpastian dalam hidup kita.     dalam situasi seperti itu. Sebaliknya,
tahun, belum puluhan tahun, penulis         Satu hal, kita tidak bisa merencanakan     jika nilai tukar stabil (pasti) pada level
bekerja pada direktorat tercinta ini. Hal   dengan baik masa depan kita.               tertentu maka keputusan dan
yang tidak pernah terpikirkan sebelum-      Berlebihankah? Tidak! Bagaimana kita       perencanaan akan mudah dilakukan.
nya sewaktu masih dalam masa pendi-         bisa merencanakan hidup kita dengan            Hal yang paling utama adalah kita
dikan, kebetulan keterima di PRODIP         baik kalau sepanjang waktu kita harus      membutuhkan suatu kepastian yang
Keuangan, dengan pola mutasi yang           berpindah dari satu tempat ke tempat       selama ini terabaikan. Sehingga paling
ada seperti sekarang ini. Ternyata          yang lain. Di mana saya harus              tidak kita bisa merencanakan
setelah menjadi pegawai betulan harus       membangun sebuah tempat tinggal,           (menyusun) masa depan dengan lebih
menghadapi kenyataan bahwa                  bagaimana seandainya isteri atau           baik. Adanya perubahan pola mutasi
sepanjang karier kita harus berurusan       suami kita kebetulan juga bekerja, dan     yang dapat memberikan sebuah
dengan yang namanya mutasi siap atau        yang paling utama bagaimana meren-         harapan tentang masa depan yang
tidak, suka atau tidak. Sesuatu yang        canakan pendidikan anak-anak kita.         lebih pasti merupakan sebuah cita-cita.
tidak sederhana menurut saya.               Semuanya kompleks dan tidak mudah.         Memang tidak sesederhana itu. Tetapi
    Banyak hal yang justru menghasilkan         Sementara, apa sebenarnya yang         kenapa tidak dilakukan kalau hal itu
masalah baru berkaitan dengan               menjadi kriteria seorang pegawai untuk     untuk sebuah perbaikan.
perpindahan tempat tugas tersebut.          dimutasi? Faktor-faktor penentu untuk          Mungkin wacana ini kedengarannya
Betapa rumit masalah harus dihadapi.        layak atau tidaknya pegawai dimutasi       klise, namun bagi mereka yang telah
Saya kira dua kutub yang berbeda di atas    pun masih menjadi “misteri”. Bisa          merasakan akan menjadi sebuah pilih-
akan menghadapi masalah yang sama.          sebagai sarana untuk promosi, karena       an yang sangat sulit. Mustikah kita pas-
Secara pribadi, tugas baru, tempat tugas    pegawai yang bersangkutan sudah            rah seperti syair dalam salah satu lagu
baru, rekan kerja baru, tempat tinggal      sekian tahun ditempat yang sama,           Ebit G. Ade yang sepenggal lirirknya
baru, tetangga baru. Bagaimana dengan       pegawai yang terkait dengan kasus          berbunyi “Anugerah dan Bencana...
mereka yang telah berkeluarga? Ternyata     tertentu, atau untuk kemerataan antara     adalah kehendak-Nya. Kita mesti tabah
masalah yang dihadapi jauh lebih            tempat “basah” dan “kering”, atau          menjalani….”. Mudah-mudahan tulisan
kompleks. isteri atau suami dan anak-       karena rekomendasi dari seorang            singkat ini mampu menjadi penghibur
anak menjadi faktor penyebabnya.            pejabat? Wallahuallam. Bagi saya, pola     buat mereka yang saat ini belum
                                            mutasi yang ada selama ini cukup           berkesempatan untuk pindah setelah
BAGAIMANA BISA MERENCANAKAN                 menimbulkan pertanyaan tentang             sekian lama menanti dan selamat buat
MASA DEPAN ?                                kriteria dan dasar yang dipakai untuk      mereka yang “akhirnya” pindah.
   Seseorang yang mendapat sebuah           melakukan mutasi seorang pegawai.             Penulis adalah pelaksana pada Bagian Organisasi
tugas struktural yang lebih tinggi (pro-        Bukankah itu sebuah konsekuensi dari                dan Tata Laksana Sekretariat KP DJBC


                                                                              EDISI 375 FEBRUARI 2006    WARTA BEA CUKAI             49
     OPINI

                                          Oleh: Dian Jusriyati, S.E.




                                         PROMOSI,
                                         MUTASI dan
                                         KONEKSI
A
      dalah suatu kebutuhan yang          bisa ditampung dengan memberikan         saling merugikan di antara mereka
      mendasar bagi seorang               batasan-batasan, kriteria-kriteria,      sendiri.
      pegawai untuk bisa merasakan        acuan suatu pencapaian target                Jadi, saat ini, dirasakan sangat
kehidupan yang tenang, damai dan          tertentu dan konsekuensi logis dari      mendesak untuk dilakukan
bahagia bersama seluruh anggota           pilihan-pilihan yang diberikan dengan    perumusan secara tertulis
keluarganya. Unsur dari adanya rasa       berlandaskan pada pola-pola yang         (konseptual) pada bagian-bagian
tenang itu di antaranya adalah fungsi     telah ditentukan.                        yang secara langsung bersinggungan
perencanaan hidup keluarga di masa            Kesadaran diri akan pentingnya       dengan kebutuhan dasar pegawai
depan serta kepastian akan apa yang       keseimbangan antara hak dan              agar fungsi perencanaannya dapat
telah dan akan diperbuat di               kewajiban serta penghormatan             dijalankan.
kemudian hari, tingkat pencapaian         terhadap nilai-nilai kemanusian yang
yang diinginkan serta fungsi jaminan      diberikan dalam pelaksanaan              PROMOSI
hidup bagi keluarganya.                   kebijakan kepegawaian akan                   Sudah jamak terjadi bahwa
    Dalam berbagai kesempatan,            berdampak pada peningkatan upaya         promosi merupakan alur yang dituju
kebutuhan-kebutuhan mendasar              profesionalisme kerja dan juga           kebanyakan pegawai, akan tetapi,
tersebut dapat saja terkalahkan           peningkatan dengan apa yang saat         sudah jamak pula bahwa kriteria apa
dengan apa yang sering disebut                                                     yang menjadikan seorang pegawai
sebagai kewajiban, yang secara                                                     mendapatkan promosi tidak akan
terstruktur beralur dapat dijadikan                                                selalu sama. Memang telah ada
sebagai alat untuk menekan                  ...SEHARUSNYALAH                       aturan mengenai kepangkatan dan
keseimbangan perolehan hak dan                                                     jabatan, tapi itu semua biasanya
kewajiban.                                  DIBUAT TOLOK UKUR                      hanya sekedar syarat formalitas,
    Dalam ruang lingkup ini,
senatiasa akan selalu ada alasan di
                                            YANG BAKU PADA                         sedangkan syarat utamanya setelah
                                                                                   itu adalah adanya “prestasi” yang
mana peraturan tentang                      TIAP-TIAP BAGIAN                       telah diraih oleh yang bersangkutan.
kepegawaian serta kebijaksanaan                                                    Pengertian prestasi di sini bisa
yang ditempuh digunakan untuk               PEKERJAAN...                           diartikan dengan bermacam makna
memposisikan seseorang atau                                                        leksikal.
sekelompok orang pegawai pada                                                          Ambil contoh, seorang pegawai
keadaan take it or leave it, keadaan      ini sangat sering didengung-             yang bekerja di bidang tertentu yang
di mana memang secara sadar               dengungkan namun implementasinya         saat ini banyak digemari, kemudian
dibiaskan menjadi standar ganda           masih menjadi tanda tanya besar –        dia berhasil mengamankan sejumlah
dalam menangani sejumlah                  integritas – suatu kohesivitas yang      barang yang diduga akan diselun-
keinginan yang tidak tertampung           diinginkan terlaksana pada seluruh       dupkan atau menyalahi prosedur
dengan penyelesaian prioritas             lapisan pegawai.                         kepabeanan, atas kinerjanya itu dia
berdasar unsur like and dislike serta         Menilik lebih lanjut pada            mendapatkan penghargaan. Padahal
absurditas dari subyektivitas pemberi     perenungan kalimat-kalimat di atas,      di bidang tersebut biasanya yang
kebijakan.                                kompetensi dari suatu kebijaksanaan      diamankan tidak lebih dari seperlima
    Dalam hal pemenuhan hak men-          (terutama kebijakan yang cenderung       dari total barang yang dengan
dasar itulah sebenarnya dibutuhkan        subyektif dan tidak ada tolok ukur       sengaja maupun agak sengaja
suatu acuan yang didasarkan pada          tertulisnya) dapat menimbulkan           dilepas begitu saja.
kajian-kajian profesionalisme yang        distorsi penilaian secara umum pada          Kemudian ada pegawai yang
tinggi dengan integritas pengabdian       diri tiap-tiap pegawai untuk selanjut-   ditempatkan di bagian arsip bekerja
terhadap kemanusian secara                nya masing-masing mengambil              keras setiap hari untuk
menyeluruh, mengakomodasikan              langkah-langkah kompulsif yang bisa      mengamankan arsip dan membenahi
sebanyak mungkin keinginan yang           jadi justru pada gilirannya akan         penataannya sehingga terlihat rapi


50   WARTA BEA CUKAI     EDISI 375 FEBRUARI 2006
dan teratur, adakah penghargaan            Lalu apa yang diharapkan dari       oleh akibat langsung dari pengenaan
untuknya? Prestasi di sini juga bisa   mutasi? Transparansi tentunya.          hukuman kepegawaian, akan tetapi
saja diartikan sebagai sering nongol   Harus ada suatu pedoman atau            bagaimana standarisasi tingkat
unjuk badan, unjuk kerja, unjuk gigi   acuan yang dapat dijadikan              hukuman dan jauh dekatnya mutasi
dan yang paling menyesakkan            pegangan pegawai untuk bertindak.       itu, tidak ada tolok ukur yang secara
adalah adanya unjuk dana.              Acuan maupun pedoman itu harus          tertulis dapat dimengerti semua
    Tidak bisa dipungkiri hal-hal      dibuat dengan mengakomodasikan          pihak. Perlu juga dipikirkan mengenai
tersebut akan mempermudah              keinginan-keinginan berbeda yang        jangka waktu mutasi, keinginan untuk
seseorang untuk mendapatkan            timbul pada diri masing-masing          tidak dimutasikan, keinginan untuk
promosi dibanding dengan yang tidak    pegawai, toh tidak semua pegawai di     dimutasikan, keterkaitan antara
mempunyai kemampuan memberikan         daerah ingin pindah ke kota, tidak      pentingnya mutasi dengan
prestasi seperti dimaksud di atas.     semua pegawai ingin ditempatkan di      pembinaan kepegawaian serta
Saat ini apabila ditanyakan kepada     kantor pelayanan tertentu, bahkan       kehidupan keluarganya.
sebagian pegawai mengenai              ada juga sebagian pegawai yang
gambarannya tentang bagaimana          ingin sampai pensiun tetap di kota      KONEKSI
cara seseorang agar bisa               kelahirannya.                               Dalam pengertian gramatikalnya
mendapatkan promosi maka akan              Sangat wajar apabila pilihan-       bisa diartikan sebagai hubungan.
dijawab dengan gelengan kepala         pilihan itu diakomodasikan maka         Terkait dengan judul di atas, koneksi
sebagai tanda ketidaktahuannya.        akan menimbulkan konsekuensi logis      yang dimaksud berhubungan dengan
    Guna memberikan gambaran           yang harus ditanggung oleh pegawai      promosi dan mutasi. Koneksi di
kepada seluruh pegawai bagaimana       yang bersangkutan. Demikian halnya      dalam permasalahan ini tidak hanya
caranya agar bisa mendapatkan          dengan acuan untuk menentukan           terbatas pada hubungan masing-
promosi, seharusnyalah dibuat tolok    “hukuman” mutasi bagi sebagian          masing pribadi sebagai makhluk
ukur yang baku pada tiap-tiap bagian   pegawai yang dianggap lalai dalam       sosial, akan tetapi melebar pada
pekerjaan sehingga semua hasil         melaksanakan tugasnya. Inipun           pengertian pemberian pelayanan
kerja pegawai dapat dinilai dengan     harus ada pedoman yang jelas dan        atau akomodasi tertentu, pemberian
seadil-adilnya untuk memenuhi                                                  sejumlah barang atau uang untuk
kriteria kecakapannya mendapatkan                                              tujuan tertentu, kedekatan primodial
promosi sebagai penghargaan atas                                               maupun bentuk lainnya pada
prestasi kerja kerasnya.                …MUNGKINKAH                            kelompok tertentu, serta bentuk-
    Sebelumnya bisa diberikan                                                  bentuk nepotisme kepegawaian yang
gambaran mengenai tahapan-              TULISAN INI BISA                       memberi keutamaan tertentu.
tahapan yang harus ditempuh untuk
mendapatkan promosi, peniliaian-
                                        DITERIMA BERBAGAI                          Muara dari keseluruhan
                                                                               permasalahan yang timbul dari
penilaian yang akan diberikan,          PIHAK DENGAN                           adanya mutasi maupun promosi
mekanisme pemberian penghargaan                                                dapat dikaitkan dengan adanya
serta pemberian pengakuan atas          LAPANG DADA?                           koneksi, baik yang berpengertian
prestasi yang telah dicapainya.                                                positif maupun yang berkonotasi
Rumusan mengenai semua itu dapat                                               dengan hal-hal yang bersifat negatif.
disusun dengan melibatkan unsur        transparan untuk menghindari            Apakah dengan demikian koneksi ini
kepegawaian yang berkompeten dan       adanya pilih kasih terhadap pegawai     dapat dihapuskan sama sekali?
mempunyai cukup pengalaman             atau sekelompok pegawai tertentu            Tentu saja tidak, bagaimanapun
dalam menetapkan kebijaksanaan         yang saat ini lebih sering disebut      koneksi antar pegawai akan tetap
mendasar bagi seluruh pegawai          sebagai “orang kuat” sehingga           terjadi, hanya saja apabila ada
secara adil.                           hampir tidak tersentuh oleh             standarisasi secara tertulis tata cara
                                       siapapun.                               untuk mendapatkan promosi serta
MUTASI                                     Mutasi pada hakekatnya harus        mutasi maka dengan sendirinya
    Siapa yang tahu esok hari kita     dikembalikan pada makna                 segala macam bentuk koneksi dalam
mau dipindah tugaskan ke mana?         sesungguhnya yaitu “tour of duty”,      konotasi negatif dapat ditekan
Apa salah saya hingga saat ini tidak   bukan pada makna lainnya yang           seminimal mungkin, apalagi bila
dipindah? Kenapa saya dipindah jauh    pada gilirannya menyengsarakan          memang ada political will dari
sementara si A yang jelas-jelas        kehidupan pribadi maupun keluarga       pegawai-pegawai yang mempunyai
bersalah hanya dimutasikan ke          sekelompok pegawai tertentu.            kekuasaan untuk semaksimal
tempat tertentu yang bisa ditempuh     Penyengsaraan kehidupan pegawai         mungkin memberikan pelayanan
tanpa uang SPPD? Mengapa saya          yang diakibatkan oleh mutasi pada       kepegawaian dengan
hanya setahun di sini sementara        hakekatnya adalah kejahatan             mengedepankan norma-norma
yang lain sudah sepuluh tahun?         terhadap kemanusiaan itu sendiri        kemanusiaan, agama dan sosial
Mengapa si B selalu mendapat           karena pada dasarnya seluruh            yang tinggi sehingga keluhan-
tempat pindah yang enak sementara      pegawai mempunyai hak dan               keluhan yang bernada sinis atas
saya tidak?                            kewajiban yang sama dalam               kinerja bagian kepegawaian dapat
    Masih banyak pertanyaan yang       mengemban tugas negara yang             dihilangkan.
dapat dihubungkan dengan               menjadi tanggung jawabnya.                  Bagaimanapun juga kita sepakat
kepindahan pegawai, baik dari              Soal berapa besar atau kecilnya     untuk menyadari bahwa hidup ini
jajaran pelaksana biasa maupun         tugas itu, berapa besar tingkat         tidak hanya di dunia, maka
yang telah menduduki suatu jabatan.    kesalahan yang dilakukannya,            selayaknyalah apabila kita harus
Mutasi selalu saja menjadi momok       berapa besar pengaruh dan kekua-        selalu berusaha untuk berguna dan
bagi sebagian besar pegawai,           saan yang dimilikinya, semua itu        menyenangkan kehidupan sesama.
tentunya ada juga sebagian kecil       tidak menjadi pembenaran terhadap       Tetapi, mungkinkah tulisan ini bisa
pegawai yang tidak takut dengan        “hukuman” mutasi seperti yang           diterima berbagai pihak dengan
mutasi karena telah memiliki jurus     selama ini berjalan. Pada kriteria-     lapang dada? Wallahualam.
tertentu untuk menaklukkan             kriteria tertentu memang dibenarkan                      Penulis adalah Pelaksana pada
kedahsyatan mutasi tersebut.           adanya mutasi yang disebabkan                                       Kantor Pusat DJBC


                                                                      EDISI 375 FEBRUARI 2006   WARTA BEA CUKAI          51
     SELAK




Yokoso
KANSAI - JAPAN
WELCOME TO KANSAI - JAPAN
                      M
Kerjasama bilateral antara Pemerintah Indonesia dengan                   engingat Jepang selintas pikiran kita
Pemerintah Jepang khususnya yang diwakili oleh JICA (Japan               maka akan terbayang teknologi
                                                                         canggih, sakura yang mekar indah
International Cooperation Agency), telah menghasilkan beberapa   di musim semi atau group-group band
tenaga ahli yang cukup memiliki peranan dalam menjalankan        beraliran J-Rock yang sekarang lagi naik
tugasnya. Untuk kali ini negeri sakura kembali menerima          daun di Indonesia. Memang Jepang
                                                                 begitu banyak memiliki asset yang
beberapa calon tenaga ahli untuk mengikuti pendidikan yang       memberi pengaruh bagi banyak negara di
oleh JICA program tersebut diberi nama Youth Invitation          dunia. Lepas dari contoh yang telah
Programme, khusus untuk bidang Asean Country Finance.            disebutkan, ternyata Jepang masih
                                                                 menyimpan banyak potensi lain yang
                                                                 begitu mengagumkan. Parawisata
                                                                 misalnya, kita harus mengacungkan ibu
                                                                 jari bagi Jepang.
                                                                 Sebut saja Kansai sebagai daerah yang
                                                                 menyimpan begitu banyak potensi yang
                                                                 digarap dan ditata dengan sangat rapi dan
                                                                 profesional. Daerah yang meliputi
                                                                 beberapa distrik seperti Osaka, Kyoto,
                                                                 Kobe, dan Nara ini begitu mempesona
                                                                 dengan keunggulannya masing-masing.
                                                                 Pada setiap distrik kita dapat menemukan
                                                                 tempat-tempat yang sangat
                                                                 menarik untuk dikunjungi,
                                                                 dari mulai tempat bersejarah
                                                                 hingga pusat perbelanjaan
                                                                 modern yang sangat
                                                                 disayangkan jika tidak
                                                                 kita singgahi.

                                                                 MENGIKUTI SELEKSI
                                                                 JICA
                                                                     Perjalanan penulis
                                                                 ke negeri sakura
                                                                 diawali dengan adanya
                                                                 tawaran dari pihak
                                                                 JICA kepada beberapa
                                                                 instansi pemerintah,
                                                                 bank, maupun
                                                                 swasta untuk
                                                                 publik
                                                                 finance,
                                                                 atau


Oleh: Miskam




52   WARTA BEA CUKAI   EDISI 375 FEBRUARI 2006
                                                                                                                                  FOTO : ISTIMEWA
yang disebut dengan Youth Invitation
Programme, khususnya pada bidang
Asean Country Finance. Kesempatan ini
merupakan kesempatan emas bagi
penulis untuk dapat mengembangkan
keterampilan dalam bidang finance,
karena tugas yang dijalankan saat ini di
DJBC berkaitan dengan bidang finance.
    Dari hasil seleksi yang dilakukan oleh
JICA, akhirnya penulis dapat memenuhi
segala persyaratan yang telah ditentukan,
bahkan penulis ditunjuk sebagai sub
leader dari delegasi Indonesia, yang juga
beranggotakan, Kurniawan dari Deplu,
Dewi Kartika dari Pemda DKI, dan Putra
Hanhika dari Sekneg. Suatu pengalaman
yang tiada nilainya karena pelatihan yang
berlangsung mulai 16 Mei 2005 hingga 28
Juni 2005, tidak hanya diikuti oleh peserta
dari Indonesia saja, melainkan juga oleh
ASEAN Countries Member And Japan.
    Karena ini merupakan pengalaman
penulis yang pertama di negeri sakura,
maka kesan kagum akan keindahan dan
kebersihan negeri sakura yang selama ini
hanya terdengan melalui kabar saja, dapat
penulis rasakan dengan penuh rasa haru
dan penulis ingin menggambarkannya
melalui tulisan ini.

KOTA TERBESAR KE-II DI JEPANG
    Mengawali perjalanan dari Osaka
sebagai kota megapolitan yang
menggabungkan antara fasilitas modern
dengan warisan budaya, merupakan
daerah pertama yang paling strategis
untuk selanjutnya mengunjungi distrik-
distrik lainnya. Dengan menggunakan
Kansai Airport Rapid Service selama 50
menit dan membayar tiket seharga ¥
1,160 kita akan sampai ke pusat kota ini.
Bayangan akan Jepang sebagai negara
yang unggul dalam banyak hal meski
sudah tergambar sejak menginjakan kaki
di Bandara Internasional Kansai akhirnya
tersaji juga di depan mata.
    Osaka sebagai pusat perdagangan
terbesar ke-dua di Jepang setelah Tokyo       KOTA OSAKA. Kota terbesar nomor dua di Jepang yang syarat dengan aneka ragam pariwisatanya.
terus berkembang, keunikan geografi
yang terus ditata dengan sangat apik dan      kota Osaka, begitu juga dengan National            di pusat hiburan yang menampilkan
cermat menjadikan Osaka kota modern           Bunraku Theater yaitu gedung theater               replika dan proses pembuatan dari seri-
yang begitu indah. Dengan banyak kanal        yang menampilkan bunraku (pertunjukan              seri film box office dunia yang dibuat di
yang saling menyilang serta sungai yang       kesenian tradisional Jepang). Masih                Hollywood. Meskipun harus mengeluarkan
mengelilingi, membuat kota ini dikenal        tentang sejarah dan budaya, kita juga              biaya tiket masuk yang tidak murah tetapi
dengan sebutan ”Water City” yang bukan        dapat mengunjungi Osaka Castle Park                semua terbayarkan ketika kita memasuki
berarti Kota Banjir. Kita harus banyak        (Osaka Castle). Tempat ini merupakan               pusat hiburan ini. Sungguh menghibur dan
belajar dan bertekad menerapkan disiplin      benteng yang dibangun pada abad ke16               menyenangkan atraksi-atraksi yang
tinggi agar kota Jakarta tercinta bisa        oleh Toyotomi Hideyoshi yaitu salah                disajikan, serta bersiap-siaplah untuk
menjadi seperti Osaka.                        seorang kesatria perang dan pemersatu              bertemu dengan tokoh-tokoh film idola
    Osaka sebagai kota modern yang            bangsa Jepang,                                     Anda.
indah, semakin lengkap dengan                                                                        Untuk sampai di tempat tujuan ini, kita
banyaknya tourist spot yang tersebar          PUSAT HIBURAN TERBESAR.                            dapat memilih dua jalur yang bisa kita
dengan fasilitas penunjang yang sangat            Jika Anda menyukai wisata tekhnologi           sesuaikan dengan waktu yang kita miliki.
baik dan canggih, menjadikan kota ini         dan hiburan, maka Osaka-lah tempatnya!             Jika kita ingin lebih menikmati, kita bisa
sebagai kota yang harus masuk dalam           Banyak sekali pilihan tempat yang                  mengambil jalur melalui Osaka Aquarium
agenda liburan. Dari mulai wisata budaya,     menggoda untuk segera dikunjungi.                  Kaiyukan. Sebelum melanjutkan ke
kota ini memiliki kebudayaan yang tinggi      Universal Studios Japan dan Universal              Universal Studios Japan dan Universal
dan terus dipegang teguh oleh para            City Walk mungkin menjadi must visit               City Walk, terlebih dahulu kita mampir ke
warganya. Di sini kita dapat mengunjungi      places bagi pecinta film dan tempat                Osaka Aquarium Kaiyukan sebagai salah
Osaka Castle Museum of History yang           permainan. Dengan membeli tiket masuk              satu aquarium terbesar di dunia dengan
memamerkan bermacam-macam hasil               seharga minimal ¥ 5,500 belum termasuk             mengangkat tema Asia-Pacific Volcanic
karya seni yang berhubungan dengan            permainan, kita dapat bersenang-senang             Zone, dengan membeli tiket masuk ¥


                                                                                      EDISI 375 FEBRUARI 2006      WARTA BEA CUKAI           53
     SELAK
                                                                                  DOK. PRIBADI
                                                                                                 penumpang sesuai kapasitas,
                                                                                                 disamping itu penumpangnya pun
                                                                                                 disiplin dan memanfaatkan waktunya di
                                                                                                 dalam kereta dengan membaca,
                                                                                                 mendengarkan musik atau beristirahat
                                                                                                 sehingga tidak menimbulkan suasana
                                                                                                 hiruk-pikuk.
                                                                                                     Setelah sampai di JR Kyoto Station
                                                                                                 kita menuju ke Kyoto City Bus dengan
                                                                                                 berjalan kaki karena jaraknya sangat
                                                                                                 dekat. Kemudian dilanjutkan dengan
                                                                                                 mengendarai bus sekitar 25 menit kita
                                                                                                 akan sampai ke Golden Temple atau
                                                                                                 Kinkaku-ji temple, dengan membayar
                                                                                                 tiket masuk ¥ 400 kita dapat melihat
                                                                                                 salah satu warisan budaya yang
                                                                                                 terkenal di dunia. Selain Golden
                                                                                                 Temple, Kyoto masih memiliki warisan
                                                                                                 budaya lainnya yang bernilai tinggi
                                                                                                 yaitu Kyoto Imperial Palace. Istana
                                                                                                 kediaman penguasa yang berdiri lebih
                                                                                                 dari 1100 tahun ini terlihat begitu
                                                                                                 elegant dan kokoh.
                                                                                                     Masih banyak tempat menarik
                                                                                                 lainnya yang dapat dikunjungi di
                                                                                                 wilayah Kansai, dan masing-masing
                                                                                                 mempunyai pesona tersendiri. Kobe,
                                                                                                 Nara, Shin-Osaka, Koyasan dan
                                                                                                 beberapa kota lainnya mempunyai
                                                                                                 obyek wisata yang dapat dihandalkan.
                                                                                                 Masalah profesionalitas dalam
                                                                                                 pengelolaannya? Anda tidak perlu
GOLDEN TEMPLE. Kuil yang dilapisi emas dan dijadikan pusat kebudayaan dunia.                     meragukannya lagi, begitu pula dengan
                                                                                                 kenyaman dan keamanan selama di
2,200 Anda bisa melihat pemandangan                 jiwa. Kyoto dulu merupakan Ibu kota          Jepang tidak perlu dikhawatirkan. Jika
kehidupan satwa-satwa di bawah laut asia            Jepang sebelum dipindahkan ke Tokyo,         Anda mempunyai kesempatan, silahkan
- pasifik. Jika ingin menikmati                     maka Kyoto dikenal juga dengan               menikmati pesona Kansai dan berbagi
pemandangan Osaka dari ketinggian,                  sebutan The Oldest Capital of Japan.         ceritalah dengan sahabat di sekeliling
Anda tidak perlu ragu untuk memilih                 Kyoto merupakan pusat kebudayaan             kita untuk sama-sama belajar seperti
Tempozan Giant Wheel sebagai                        yang penting dan artistic lebih dari         Jepang untuk kemajuan
sarananya, kincir yang sangat besar dan             ribuan tahun. Selain dikenal sebagai         bersama.YOKOSO KANSAI –
tinggi dapat menghantarkan kita                     kota budaya, Kyoto juga sekarang             JAPAN!!!...
menikmati keindahan Osaka dari atas                 dikenal dengan kota pendidikan.                     Penulis adalah Pegawai Pada KPBC Tipe A
puncak ketinggian giant wheel ini. Bila             Dimana terdapat banyak sekali                                               Tanjung Priok III
Anda pecinta belanja, jangan pernah                 perguruan-perguruan tinggi di kota ini                                            DOK. PRIBADI
khawatir karena tepat disebelah Giant               dengan mutu yang sangat baik.
Wheel ini terdapat ATC (Asia & Pacific                  Karena dikenal dengan warisan
Trade Center) sebagai pusat entertain-              budaya lampaunya, maka tujuan wisata
ment lengkap dengan pertokoan,                      kota ini pun banyak dipusatkan pada
restaurant dan pusat berbagai                       tempat-tempat bersejarah dan
pertunjukan.                                        kebudayaan. Seperti Golden Temple
    Selanjutnya, kita dapat menuju                  atau dalam bahasa Jepang-nya disebut
Universal Studios Japan dan Universal               Kinkaku-ji Temple, pasti sebuah nama
City Walk dengan menggunakan kapal                  yang sudah tidak asing lagi bagi
penyeberangan khusus yang berada di                 pendengaran kita. Kuil yang terkenal
dermaga Osaka Bay. Kapal-kapal                      karena dilapisi emas ini dijadikan
penyeberangan ini disiapkan khusus                  sebagi pusat kebudayaan dunia yang
untuk melayani pengunjung yang ingin                terus dirawat dan dilindungi.
berangkat ke Universal Studio. Dengan                   Untuk sampai ke tempat tujuan
membeli tiket seharga ¥ 5,000 Anda                  termasyur di dunia ini, dari Osaka kita
bisa mengendarai kapal yang sangat                  dapat menggunakan kereta JR Tokaido
nyaman ini untuk sampai ke tempat                   Line atau kereta Hankyu Kyoto Line.
tujuan.                                             Dengan harga tiket yang tidak mahal,
                                                    kita dapat mengendarai kereta yang
WARISAN BUDAYA YANG TAK PERNAH                      nyaman ke stasiun kereta (JR Kyoto
PUDAR.                                              station) dan pusat kota Kyoto. Jangan
    Setelah puas mengelilingi Osaka,                dibayangkan sama dengan kereta di
maka kota lain yang juga harus kita                 Jakarta karena memang sangat kontras
kunjungi adalah Kyoto. Kyoto                        untuk dibandingkan, mungkin secara
                                                                                                 UNIVERSAL STUDIOS JAPAN. Penulis dengan latar
merupakan ibu kota dari Kyoto Prefec-               teknologi dan jenis kereta sama, tetapi      belakang universal studios Japan, yang juga
ture yang memiliki luas wilayah                     kereta ini lebih nyaman karena bersih,       merupakan pusat hiburan yang menampilkan replika
4.612,97 km² dan dihuni 2.563.773                   tidak coret-moret, bermuatan                 dan proses pembuatan dari film-film box office.


54    WARTA BEA CUKAI           EDISI 375 FEBRUARI 2006
                                                                                                     RENUNGAN ROHANI



                Makan Bersama
        SEBAGAI SIMBOL PERSEKUTUAN
                                                   (MATIUS 9:9-13)
Makan bersama yang dilakukan oleh Matius dengan Yesus memiliki arti persekutuan dalam
penghapusan dosa, keterbukaan hati kita terhadap Kristus, dan transformasi.


K
       isah dalam ayat ini merupakan cerita   tunggal, supaya setiap orang yang per-       tiap doa kita menurut kekayaan dan kemu-
       tentang Yesus memanggil seorang        caya kepadaNya tidak binasa, melain-         lianNya yang sempurna. Karena janji
       pemungut cukai yang bernama            kan beroleh Hidup kekal”. Kunci untuk        firmanNya tetap dalam Filipi 4:19 menye-
Matius yang dikenal juga dengan nama          mendapatkan berkat dan perjanjianNya         butkan, Allahku akan memenuhi segala
Lewi (Lukas 5:27-32). Adapun tugas dari       adalah mau mengakui serta disucikan dari     keperluanMu menurut kekayaan dan
pemungut cukai adalah mengumpulkan            segala dosa yang kita perbuat.               kemuliaanNya dalam Kristus Yesus.
bea yang dikenakan pada barang–barang         Selanjutnya, perkara-perkara besar dapat          Arti ketiga dari makan bersama
yang diangkut melalui jalan raya.             mengalir dalam setiap orang yang             adalah transformasi (perubahan).
     Pada jaman itu pemungut cukai ada-       percaya kepada Bapa kita Yesus Kristus.      Kehidupan dari Matius sebelum bertobat
lah sebuah pekerjaan yang sangat dibenci           Arti kedua dari makan bersama ada-      adalah seorang pemungut cukai. Sikap
oleh masyarakat Yahudi pada jaman itu.        lah Keterbukaan hati untuk menerima          dan sifat pemungut cukai seringkali
Hal itu dikarenakan mereka memunggut          Tuhan dengan apa adanya. Matius              mengecewakan masyarakat Yahudi pada
cukai lebih kejam dari apa yang               membuka hati kepada Kristus ketika Ia        waktu itu. Hal ini disebabkan mereka
pemerintah tetapkan. Oleh sebab itu           dipanggil untuk menjadi muridNya. Ia tidak   secara semena-mena dalam memunggut
jabatan pemungut cukai merupakan satu         memperhatikan resiko apa yang akan           cukai dari masyarakat setempat, melebihi
hal yang sangat hina dari pada penjahat.      terjadi pada dirinya melainkan matanya       dari apa yang Pemerintah tetapkan.
di masyarakat Yahudi pada waktu itu.          hanya tertuju kepada Yesus pada waktu             Namun perubahan besar terjadi pada
     Namun demikian, Tuhan Yesus              itu. Sebagai akibat, ia menerima kasih       saat Matius menerima ajakan Yesus. Ia
dengan penuh belas kasihan memanggil                                                       mengalami perubahan dari hidup lama
Matius dan menerima dia apa adanya.                                                        dan mendapatkan kehidupan yang baru
Alhasil, Matius mau menjadi pengikut                                                       sebagai hamba Allah. Sebagai cinta
Kristus. Sebagai tanda untuk meresponi          DIA AKAN MENJAWAB                          kasihnya kepada Yesus ditujukan dengan
panggilan sebagai murid Yesus, Matius                                                      mengadakan perjamuan besar untuk
mengundang Tuhan Yesus dan murid-               SETIAP DOA KITA                            Tuhan (lihat Matius 9:10, Lukas 5:29).
muridnya untuk singgah sebentar dan             MENURUT KEKAYAAN                                Lebih jauh, bukan saja Matius yang
makan bersama dirumahnya bersama                                                           menikmati perubahan dalam hidupnya
dengan beberapa rekan-rekan pemungut            DAN KEMULIANNYA                            namun ada beberapa pemungut cukai dan
cukai dan orang–orang berdosa.                                                             orang–orang berdosa mengikuti perjamu-
     Bila kita melihat kebudayaan Yahudi        YANG SEMPURNA                              an yang diselenggarakan oleh Matius. Hal
pada waktu itu, makan bersama memiliki                                                     ini mengingatkan kita bahwasanya kita
arti persekutuan. Melihat Yesus                                                            adalah umat ciptaan yang sangat spesial
bersekutu dengan para pemungut cukai          anugerah Allah. Bahkan arti nama Matius      di hadapan Allah. Allah memiliki kerinduan
dan orang-orang berdosa menimbulkan           disebut dengan Anugerah Allah (Mary H.       yang sangat besar untuk merubah
reaksi keras dari orang-orang Farisi.         Widiasih, Biodata tokoh-tokoh Alkitab        kehidupan lama untuk digantikan menjadi
Mereka merasa keberatan dengan                Perjanjian Baru).                            kehidupan yang dibaharui serta berkenan
tindakan Yesus dan menyampaikannya                 Allah kita adalah Allah yang memiliki   kepadaNya. Dia tidak pernah terlambat
kepada murid-murid Yesus dengan               kasih karunia. Dia dapat masuk dalam hati    untuk memperbaharui kita secara total.
mengatakan, “Mengapa gurumu makan             kita jika kita mau membuka hati untuk        Yesus adalah Allah pembaharu dalam
bersama–sama dengan pemungut cukai            menerimaNya dengan segenap hati. Hal         setiap keadaan.
dan orang-orang berdosa?” (ayat 11).          ini dapat kita dilakukan dengan membuka           Selanjutnya, pembaharuan itu tidak
     Ketika keberatan hati dari orang-orang   hati kita dengan berkomunikasi kepada        dirasakan untuk diri kita sendiri namun
Yahudi diungkapan maka Yesus menja-           Dia baik dalam susah maupun sukacita.        juga bagi lingkungan sekitar kita mulai dari
wab dengan sangat arif dan bijaksana,              Komunikasi ini dapat diwujudkan         keluarga, kampung, kota, dan yang
“Bukan orang sehat yang memerlukan            dengan merenungkan firmanNya dan doa         terbesar adalah bangsa.
tabib tetapi orang sakit (ayat 12).           setiap hari. Sebab dengan merenungkan             Yesus adalah Allah yang sempurna
     Yesus bersekutu dengan pemungut          firmanNya maka kita mendapatkan              dalam jalanNya. Makan bersama yang di-
cukai dan beberapa orang yang berdosa         rancangan Allah yang jelas dalam kehi-       lakukan oleh Matius dengan Yesus memi-
memiliki arti yang sangat penting. Arti       dupan kita. Hal ini persis seperti yang      liki arti persekutuan dalam penghapusan
penting pertama adalah Yesus tidak            dikemukakan oleh Daud dalam Mazmur           dosa, keterbukaan hati kita terhadap
menginginkan adanya dosa melekat              119:105: FirmanMu itu pelita bagi            Kristus, dan transformasi. Hanya dengan
pada pemungut cukai dan beberapa              kakiku dan terang bagi jalanku.              memiliki persekutuan tersebut maka ada
orang–orang yang berdosa. Ia datang                Selanjutnya, hal lain yang penting      jaminan yang tidak tergoyahkan dalam
dengan kasih Bapa untuk memberikan            berhubungan dengan komunikasi dengan         mengarungi dunia yang kelam ini.
keselamatan dan hidup yang kekal bagi         Tuhan adalah doa. Doa merupakan alat         Sebagai hasil, kita akan menerima berkat
mereka yang percaya kepadaNya.                komunikasi yang menjembatani kita seba-      dan janji yang luar biasa di bumi dan di
     Hal ini seirama dengan Yohanes 3 :16     gai anak-anakNya dengan Tuhan. Dida-         surga. Amin
yang mengatakan, ”Karena begitu besar         lam doa, kita dapat mengutarakan segala       Petrus Titus R Spd, M.hum, Alumnus pengkajian
kasih Allah akan dunia ini, sehingga          pergumulan kita kepada Dia. Seperti Bapa               Amerika, UGM Jogjakarta dan Jemaat
Ia telah mengaruniakan Anak Nya yang          sayang anakNya, Dia akan menjawab se-            Surabaya International Christian Fellowship


                                                                                  EDISI 375 FEBRUARI 2006   WARTA BEA CUKAI           55
     KEPABEANAN




Kondisi
Perekonomian
PENENTU PEMENUHAN TARGET PENERIMAAN
Tingginya tingkat inflasi dan kurang mendukungnya perekonomian di dalam negeri, menjadi
penyebab utama realisasi target tidak terpenuhi. Sementara itu kebijakan internasional
di bidang perdagangan, kian tahun kian menjadi kendala yang terus membayangi pemenuhan
target penerimaan.


S
       udah menjadi suatu keharusan pada                                                            bulan berikutnya pemerintah mengubah
       instansi pemerintah, yang tugas nya                                                          APBN-P kembali dan menjadi APBN-P II.
       sebagai pemungut sumber keuang-                                                                    Di APBNP-II target yang ditetapkan
an negara, dapat memenuhi semua target                                                              bagi DJBC cukup besar. Dalam kurun
penerimaan yang telah ditetapkan..                                                                  waktu tiga bulan DJBC ditargetkan meng-
    Salah satu pemungut sekaligus                                                                   hasilkan penerimaan baik bea masuk
pengawas dalam hal perdagangan dalam                                                                maupun cukai sebanyak Rp 48,835,300
dan luar negeri, Direktorat Jenderal Bea                                                            triliun, atau Rp 16,590,500 triliun untuk
dan Cukai (DJBC) dalam lima tahun                                                                   bea masuk dan Rp 32,244,800 triliun
terakhir ini, untuk target penerimaannya                                                            untuk cukai, ini mengalami kenaikan
menunjukan peningkatan yang cukup                                                                   sebesar 5,97 persen. (Lihat Tabel-I)
signifikan. Hal ini tidak lain karena                                                                     Menurut Direktur Perencanaan dan
pemerintah telah memberikan kepercaya-                                                              Peraturan Kepabeanan dan Cukai
an penuh kepada DJBC yang tidak hanya                                                               (PPKC), Wahyu Purnomo, hingga 30 De-
sebagai memungut pajak bea masuk dan                                                                sember 2005 target penerimaan baik bea
cukai tapi juga sebagai fasilitator                                                                 masuk maupun cukai yang berhasil terpe-
perdagangan dalam dan luar negeri.                                                                  nuhi adalah Rp 48.318,129,95 triliun, de-
    Mengenai target penerimaan baik bea                                                             ngan demikian secara keseluruhan, target
masuk maupun cukai yang dibebankan                                                                  bea masuk maupun cukai yang berhasil
kepada DJBC di tahun 2005, pada awal                                                                dicapai oleh DJBC pada tahun 2005
tahun 2005 ditetapkan sebesar Rp                                                                    secara prosentase adalah 98,90 persen.
12,017,900 triliun untuk bea masuk dan           WAHYU PURNOMO. Upaya optimal DJBC dilakukan              “Banyak hal yang mempengaruhi me-
Rp 28,933,600 triliun untuk cukai, atau          dengan melakukan intensifikasi penerimaan dan      ngapa target tersebut tidak tercapai, salah
secara keseluruhan menjadi Rp.                   menekan segala kebocoran-kebocoran yang ada.       satunya adalah tingginya inflasi di dalam
40,951,500 triliun. Target ini dalam kurun                                                          negeri dan kurang baiknya perekonomian
waktu sembilan bulan mengalami dua kali          dan Rp 31,439,600 triliun untuk cukai atau         kita pada tahun 2005 kemarin. Selain itu
perubahan yang disesuaikan dengan                seluruhnya menjadi Rp. 46,086,100 triliun,         dengan adanya kebijakan internasional di
adanya perubahan pada Anggaran                   atau mengalami kenaikan sebesar 12,54              bidang perdagangan seperti AFTA dimana
Pendapatan dan Belanja Negara                    persen. Angka ini rupanya tidak cukup              beberapa komoditi tarif nya berubah anta-
Perubahan (APBN-P) oleh pemerintah.              sampai disitu. Dengan banyaknya faktor             ra 5 hingga 0 persen, juga ikut menentu-
    Perubahan pertama pada APBN-P I,             perekonomian yang memang sangat                    kan ketidak tercapaiannya target peneri-
target penerimaan DJBC berubah menjadi           membutuhkan dana bagi                              maan DJBC,”papar Wahyu Purnomo.
Rp 14,646,500 triliun untuk bea masuk            penyelenggaraan negara, maka pada tiga                   Sementara itu dari dalam negeri sendi-
                                                                  TABEL-I
                PERBANDINGAN TARGET PENERIMAAN TAHUN 2005
            MULAI DITETAPKAN APBN HINGGA APBN-P II (JUTAAN RUPIAH)
                                   T         A       R        G      E       T                     KENAIKAN TARGET
NO         URAIAN              APBN                  APBN-P I             APBN-P II           APBN-P I           APBN-P II            TOTAL
 1              2                 3                       4                      5               6=(4-3)/3        7=(5-4)/4          8=(5-3)/3
 1       BEA MASUK           12,017,900              14,646,500           16,590,500             21,87%            13,27%             38,05%
 2          CUKAI            28,933,600              31,439,600           32,244,800              8.66%             2,56%             11,44%
            TOTAL            40,951,500              46,086,100           48,835,300             12.54%             5,97%             19,25%
Sumber Data : Dit.PPKC


56    WARTA BEA CUKAI       EDISI 375 FEBRUARI 2006
                                                                          TABEL-II
                        TARGET DAN REALISASI PENERIMAAN BEA MASUK
                      TIAP KANWIL BEA DAN CUKAI TAHUN ANGGARAN 2005
                           POSISI PER 30 DESEMBER 2005 (Juta Rupiah)
     KANTOR WILAYAH               TARGET APBN-P II                TOTAL PENERIMAAN      % DARI TARGET                 +/- DARI TARGET TAHUNAN
I       MEDAN                            352,277.47                 305,609.06                  86.75%                          -46,668.68
II      TB. KARIMUN                      332,050.98                 222,793.21                  67.10%                         -109.257.77
III     PALEMBANG                        463,070.59                 190,826.51                  41.21%                         -272,244.08
IV      JAKARTA                         9,751,117.55               9,119,111.31                 93.52%                         -632,006.25
V       BANDUNG                         2,477,965.76               2,539,400.10                102.48%                          61,434.34
VI      SEMARANG                         443,016.13                 429,256.77                  96.89%                          -13,759.36
VII     SURABAYA                        2,078,160.12               1,668,762.76                 80.30%                         -409,397.35
VIII    DENPASAR                          71,844.98                  46,763.79                  65.09%                          -25,081.18
IX      PONTIANAK                         48,512.95                  41,039.26                  84.59%                          -7,473.69
X       BALIKPAPAN                       348,269.50                 367,157.19                 105.42%                          18,887.69
XI      MAKASAR                          147,386.95                  93,444.21                  63.40%                          -53,942.74
XII     AMBON                             55,292.24                  71,060.84                 128.52%                          15,768.60
XIII    BANDA ACEH                        21,534.52                  16,859.02                  78.29%                          -4,675.50
        JUMLAH                         16,590,500.00              15,112,084.03                 91.09%                     -1,478,415.972000.
- Sumber Data : Instruksi Direktur Jenderal Nomor INS-09/BC/2000 tanggal 31 Maret 2000. - Belum dikurangi restitusi

                                                                           Tabel-III
                          TARGET DAN REALISASI PENERIMAAN CUKAI
                      TIAP KANWIL BEA dan CUKAI TAHUN ANGGARAN 2005
                          POSISI PER 30 DESEMBER 2005 (Juta Rupiah)
     KANTOR WILAYAH               TARGET APBN-P II                TOTAL PENERIMAAN      % DARI TARGET                 +/- DARI TARGET TAHUNAN
I       MEDAN                            263,976.21                 224,897.82                  85.19%                          -39,096.39
II      TG B. KARIMUN                     1,282.88                    2,247.50                 175.19%                            964.62
III     PALEMBANG                           481.06                    1,037.45                 215.66%                            556.39
IV      JAKARTA                          116,164.21                  114,775.99                124.63%                          28,611.78
V       BANDUNG                          969,051.15                 876,197.42                  90.42%                          -92,853.73
VI      SEMARANG                        8,461,646.24               9,068,077.62                107.17%                          606,431.38
VII     SURABAYA                       22,431,364.25              22,886,877.79                102.03%                          455,513.54
VIII    DENPASAR                            589.41                     738.94                  129.77%                            169.53
IX      PONTIANAK                            0.00                        0.00                    0.00%                             0.00
X       BALIKAPAPAN                         20.27                       16.46                   81.20%                             -3.81
XI      MAKASAR                             242.44                    1,169.12                 482.23%                            926.68
XII     AMBON                                1.89                       27.79                 1470.48%                             25.90
XIII    BANDA ACEH                           0.00                        0.00                    0.00%                             0.00
        JUMLAH                         32,244,800.00               33,206045.92                102.98%                          961,245.91
- Sumber Data : Instruksi Direktur Jenderal Nomor INS-09/BC/2000 tanggal 31 Maret 2000. - Belum dikurangi restitusi

ri beberapa faktor yang ikut menjadi                   malah melebihi ini cukup membuat kita                  Rp 16,572,600 triliun, sementara itu cukai
penyebab ketidak tercapaiannya target                  bangga juga, karena disaat-saat akhir                  sebesar Rp 36,519,700 triliun Atau secara
penerimaan bea masuk adalah dari                       yang sekiranya kita pastikan kelebihan cu-             keseluruhan target DJBC di tahun 2006
beberapa komoditi seperti minyak yang                  kai hanya beberapa milyar, namun kenya-                adalah sebesar, Rp 53,092,300 triliun.
terhitung sejak 1 Januari 2005 lalu tarifnya           taannya melebihi hingga satu triliun,”ujar                 Jika dibandingkan dengan target
berubah menjadi 0 persen, padahal                      Wahyu Purnomo.                                         penerimaan di tahun 2005 secara
minyak juga merupakan salah satu                           Di tahun 2006 target penerimaan                    keseluruhan memang mengalami
andalan dalam penerimaan bea masuk.                    DJBC kembali ditingkatkan, namun untuk                 kenaikan sebesar 8,72 persen (Lihat
Sedangkan untuk komoditi beras, gula                   target bea masuk sedikit mengalami                     Tabel-IV), dan kenaikan hanya pada cukai
dan terigu yang mempunyai andil dalam                  penurunan namun tidak signifikan,                      saja sementara untuk bea masuk sedikit
penerimaan bea masuk masih belum da-                   sedangkan cukai mengalami kenaikan                     mengalami penurunan. Namun demikian
pat diandalkan.                                        yang cukup signifikan. Untuk bea masuk                 dipertengahan tahun nanti pemerintah
     “Untuk cukai target yang ditetapkan               tahun 2006 ini DJBC ditetapkan sebesar                 kemungkinan akan kembali merubah


                                                                                                  EDISI 375 FEBRUARI 2006     WARTA BEA CUKAI        57
        KEPABEANAN
                                                                                      Tabel-IV
           PERBANDINGAN TARGET PENERIMAAN BEA MASUK DAN CUKAI
       TIAP KANTOR WILAYAH PERIODE TA. 2005 DAN 2006 (dalam juta Rupiah)
                                                     T    A    R        G     E       T        P     E     N        E    R      I     M     A      A     N
      KANTOR                           BEA MASUK                                                   CUKAI                                                     TOTAL
      WILAYAH             2005              2006           % PER-              2005                  2006               % PER-              2005               2006              % PER-
                                                           UBAHAN                                                       UBAHAN                                                  UBAHAN
            1               2                   3          4((3-2)/2)             5                    6                7((6-5)/5)            8                  9              10 ((9-8)/8)
I       MEDAN            352,277.74         345,282.43         -1.99%         263,976.21             284,643.59              7.83%         616,253.95          629,926.02             2.22%
II      TG. BALAI K.     332,050.98         305,584.30         -7.97%             1,282.88               4,335.81         237.97%          333,333.86          309,920.10            -7.02%
III     PALEMBANG        463,070.59         231,208.03        -50.07%                 481.06               703.36          46.21%          463,551.65          231,911.39           -49.97%
IV      JAKARTA         9,751,117.55      9,848,051.14          0.99%          116,164.21            170,466.16            46.75%         9,867,281.76       10,018,517.30            1.53%
V       BANDUNG         2,477,965.76      2,677,488.32          8.05%         969,051.15            1,024,151.04             5.69%        3,447,016.91        3,701,639.36            7.39%
VI      SEMARANG         443,016.13         438,994.32         -0.91%        8,461,646.24           8,929,406.16             5.53%        8,904,662.37        9,368,400.48            5.21%
VII     SURABAYA        2,078,160.12      2,036,446.31         -2.01%       22,431,364.25          26,104,277.97           16.37%       24,509,524.37        28,140,724.27          14.82%
VIII DENPASAR             71,844.98          64,360.91        -10.42%                 569.41               581.67            2.15%          72,414.39           64,924.58           -10.32%
IX      PONTIANAK         48,512.95          43,908.44         -9.49%                   0.00                 0.00            0.00%          48,512.95           43,908.44            -9.49%
X       BALIKPAPAN       348,269.50         368,805.50          5.90%                  20.27                15.47         -23.68%          348,289.77          368,820.97             5.89%
XI      MAKASSAR         147,386.95         121,678.60        -17.44%                 242.44             1,117.55         360.96%          147,629.39          122,796.15           -16.82%
XII     AMBON             55,292.24          72,128.85        30.45%                    1.89                 1.22         -35.31%           55,294.13           72,130.07           30.45%
XIII BANDA ACEH           21,534.52          18,662.86        -13.34%                   0.00                 0.00            0.00%          21,534.52           18,662.86           -13.34%
        JUMLAH         16,590,500.00     16,572,600.00         -0.11%       32,244,800.00          36,519,700.00           13.26%       48,835,300.00        53,092,300.00            8.72%
Sumber Data : Dit.PPKC

APBN dan target DJBC kembali dinaikan.                     DJBC juga berhasil memungut beberapa                                  masuk maupun cukai memang sudah
    “Melihat performan DJBC di tahun                       sektor pajak dalam rangka impor (PDRI)                                seoptimal mungkin, dengan
2005 yang belum dapat memenuhi target                      hingga mencapai Rp 60 triliun (Lihat                                  meningkatkan intensifikasi penerimaan
yang telah ditetapkan, kemungkinan                         Tabel-IV). Ini menunjukan kinerja DJBC                                dan berusaha untuk menutup segala
kenaikan itu ada saja, namun                               sebagai pemungut pajak bea masuk dan                                  kebocoran-kebocoran yang ada,
kemungkinan juga naik tapi tidak terlalu                   cukai, dapat terimbangi dengan pungutan                               termasuk meningkatkan peranan audit,
besar,” ujar Wahyu Purnomo.                                pajak lainnya yang disertakan pada saat                               diharapkan target dapat terpenuhi.
    Satu hal yang cukup menggembirakan                     kegiatan ekspor-impor.                                                Namun sekali lagi kondisi perekonomi-
juga di tahun 2005, adalah walaupun                            Upaya DJBC untuk dapat                                            an dalam negeri ikut menjadi penentu
target hanya 98 persen terpenuhi, namun                    memenuhi target penerimaan baik bea                                   semua itu. adi
                                                                                      Tabel-V
          REALISASI PENERIMAAN PDRI TAHUN ANGGARAN 2005 (Juta Rupiah)
                                                                                                                                                                             Sumber Data :
      JENIS PAJAK            JANUARI                FEBRUARI                MARET                      APRIL                         MEI                 JUNI                Ditjen. Per-
                                                                                                                                                                             bendaharaan
      a. PPN Impor   2,880,334.79 3,214,502.45                          3,884,375.20                3,607,854.78             3,884,473.90              3,687,126.38          per 30
      b. PPnBM Impor   192,716.72   201,142.29                            245,129.09                  211,872.17               208,300.75                230,946.77          Desember
                                                                                                                                                                             2005
      c. PPh Impor     850,379.28   971,244.74                          1,137,773.84                1,072,480.56             1,196,092.05              1,114,889.82

        Total Bruto         3,923,430.80 4,386,889.48                   5,267,278.13                4,892,207.51             5,288,866.70              5,032,962.97

        Restitusi                        0.00        944,482.91                   4,278.52                 9,503.75                  10,414.20                 988,09

        Total Netto         3,923,430.80 3,442,406.57                   5,262,999.62                4,882,703.76             5,278,452.50              5,031,974.88

      JENIS PAJAK                JULI               AGUSTUS             SEPTEMBER                   OKTOBER                NOVEMBER DESEMBER                                  TOTAL

      a. PPN Impor   3,679,830.65 4,126,793.09                          4,652,338.38 4,382,792.74                             3,663,311.04             4,189,375.91 45,853,109
      b. PPnBM Impor   226,829.11   244,350.19                            220,715.87   193,338.73                               188,549.98               139,687.18 2,503,578
      c. PPh Impor   1,116,175.32 1,219,753.14                          1,347,156.31 1,332,673.46                               995,587.30             1,179,448.61 13,533,654

        Total Bruto         5,022,835.08 5,590,896.42                   6,220,210.55 5,908,804.93                           4,847,4468.32              5,508,511.70 61,890,342

        Restitusi                13,871.41               2,077.89                 2,222.44                 6,490.32                  13,834.25           13,545.65            1,021,709

        Total Netto         5,008,963.67 5,588,818.53                       6,217,988.11 5,902,314.61                         4,833,614.07             5,494,966.05 60,868,633


58       WARTA BEA CUKAI               EDISI 375 FEBRUARI 2006
                                                                                                     RUANG KESEHATAN

       Anda Bertanya
       Anda Bertanya
         Dokter Menjawab
        Dokter Menjawab
                                            Keracunan
                                            Makanan
 DIASUH OLEH PARA DOKTER
 DI KLINIK KANTOR PUSAT DJBC




S
      aya ingin menanyakan pada dok-             untuk menghindari berkurangnya cair-         air kecil berkurang, dan saat mencubit
      ter bagaimana untuk melakukan              an tubuh melalui keringat                    kulit di punggung tangan kulitnya tetap
      pertolongan pertama pada orang             Pada bayi, anak-anak dan orang tua           dalam bentuk saat dicubit atau
yang mengalami keracunan makanan ?          sangat rentan untuk terjadi dehidrasi. Yang       kembali keposisi semulanya lambat.
Lantas langkah-langkah apa saja untuk       mempunyai penyakit kronis dan gangguan            Untuk mencegah atau menghindari
menghindari kita dari keracunan makan-      imunitas, keracunan makanan dapat men-        kita terkena keracunan makanan, caranya
an ? Dan bagaimana untuk merawat si         jadi fatal. Maka pada kelompok beresiko       dengan menjaga kebersihan makanan
sakit yang keracunan ?                      ini sebaiknya segera konsultasikan.           minuman dari mulai persiapan,
                          LINDA – Jakarta   Gejala-gejala lain yang perlu dikonsultasi-   penyimpanan dan pengolahan makanan
                                            kan ke dokter antara lain bila terjadi :      minuman tersebut.
JAWAB :                                     l Kesulitan makan, berbicara atau                 Bakteri dalam makanan akan
    Keracunan makanan adalah keluhan             bernapas, gangguan penglihatan,          berkembang lebih cepat bila makanan
atau gejala mendadak timbul                                                                             berada di ruangan dengan
yang disebabkan karena                                                                                  temperatur kamar. Akan lebih
mengkonsumsi makanan                                                                                    aman bila tersimpan dalam
minuman terkontaminasi oleh                                                                             lemari es (suhu dingin) karena
racun atau bakteri. Makanan                                                                             dapat menghambat
minuman tersebut dapat saja                                                                             pengembangbiakan bakteri.
terasa biasa. Mendiagnosa                                                                                   Yang dapat dilakukan
keracunan makanan mudah,                                                                                untuk mengurangi resiko
antara lain bila sekelompok                                                                             makanan terkontaminasi
orang setelah mengkonsumsi                                                                              antara lain :
makanan yang sama                                                                                       l    Cuci tangan dengan air
mengalami gejala yang sama                                                                              hangat dan sabun paling
antara lain muntah dan diare.                                                                           sedikit 20 detik sebelum dan
    Gejalanya dapat timbul                                                                              sesudah mengelola
dalam hitungan beberapa jam                                                                             makanan. Terutama setelah
atau hari. Biasanya gejala                                                                              memegang daging mentah
yang timbul berhubungan                                                                                 dan telur. Bila ada infeksi
dengan saluran pencernaan.                                                                              atau luka ditangan gunakan
Tapi dalam beberapa kasus                                                                               sarung tangan plastik.
gejala yang timbul bisa dalam                                                                           l    Penyimpanan daging,
bentuk kelemahan otot,                                                                                  ikan, ayam mentah dilemari
kelumpuhan, gejala seperti flu                                                                          es ditutup dan terpisah dari
dan lain-lain.                                                                                          bahan makanan lain.
    Biasanya gejala keracunan                                                                           l Menyimpan bahan
yang ringan akan hilang atau                                                                            makanan sedapat mungkin
sembuh sendiri dalam waktu                                                                              dalam wadah kedap udara
1-2 hari. Bila sudah melebihi 3-                                                                        dan perhatikan tanggal
4 hari konsultasikan pada                                                                               kaduluarsa makanan.
dokter. Prinsip menolong                                                                                l    Makanan beku bila akan
orang yang keracunan adalah                                                                             dimasak dibiarkan dulu
mencegah terjadinya                                                                                     sampai tidak membeku lagi.
kekurangan cairan tubuh                                                                                 Sesudah diolah jangan
(dehidrasi) lebih lanjut pada                                                                           dibekukan lagi.
orang tersebut. Langkah-                                                                                l    Makanan tersisa setelah
langkahnya antara lain :                                                                                dingin disimpan dalam
l Banyak minum boleh oralit,                                                                            keadaan tertutup dilemari es.
    teh manis, air soda atau                                                                            l    Perhatikan suhu lemari
    minum pengganti ion tubuh lainnya.          kelemahan otot/kelumpuhan                     es agar sesuai seperti yang direko-
l Makan diberi makanan lunak (bubur)        l   Suhu tubuh meningkat panas                    mendasi dan secara rutin dibersihkan.
    dan yang mudah dicerna.                 l   Muntah-muntah yang berlebihan             l Cuci papan pemotong daging
l Usahakan konsumsi air sekitar 500 ml          sehingga makanan atau minuman                 dengan air hangat dan sabun.
    setiap 1-2 jam selama gejala diare          tidak dapat masuk                             Setelah itu keringkan.
    masih ada.                              l   Diare yang berlanjut lebih dari 1         l Bersihkan bagian permukaan dapur
l Jangan berikan susu pada anak-                atau 2 hari                                   dengan air hangat dan disinfektan
    anak karena dapat meningkatkan          l   Nyeri perut yang terus menerus                (cairan anti kuman).
    frekwensi diarenya kecuali untuk        l   Diare terdapat darah                          Mudah-mudahan saran-saran ini
    ASI dapat diteruskan.                   l   Ada tanda-tanda dehidrasi yaitu rasa      dapat membantu anda dalam
l Hindari udara panas atau matahari             haus berlebihan, mulut kering, buang      menghadapi keracunan makanan.


                                                                                 EDISI 375 FEBRUARI 2006   WARTA BEA CUKAI        59
     PERISTIWA

                    th                                   Tim Persatuan Terjun Payung
THE 9 ASIANA AND NUAE                                    Bea dan Cukai (PTPBC)
                                                         mengirim seorang wasitnya
INTERNATIONAL OPEN                                       pada kejuaraan internasional
                                                         tersebut.



Parachuting                                              P
                                                               ada 1 – 10 Desember 2005 yang
                                                               lalu, bertempat di kota Umm Al
                                                               Quwain, United Arab Emirates
                                                         (UAE), diselenggarakan dua



Championship
                                                         kejuaraan internasional terjung
                                                         payung, yakni The 9 th Asiana Para-
                                                         chuting Championship dan NUAE
                                                         Internasional Open Parachuting
                                                         Championship.
                                                             Asiana Parachuting Champion-
                                                         ship merupakan agenda rutin
                                                         kejuaraan terjun payung yang
                                                         anggotanya adalah negara-negara di
                                                         kawasan Asia. Sementara NUAE
                                                         merupakan ajang internasional bagi
                                                         para penerjun diseluruh dunia.
                                                         Dengan demikian, para peserta yang
                                                         ambil bagian dalam Asiana Parachut-
                                                         ing Championship secara otomatis
                                                         ikut serta dalam kejuaraan NUAE
                                                         International Open.
                                                             Kategori yang dilombakan dalam
                                                         ajang tersebut antara lain accuracy
                                                         (untuk men and women), formation
                                                         skydiving (FS), canopy formation
                                                         (CF) dan style. Untuk kategori CF
                                                         dan FS masing-masing tim terdiri dari
                                                         4 penerjun plus satu orang
                                                         kameramen. Sedangkan untuk
                                                         accuracy (ketepatan mendarat), satu
                                                         tim terdiri dari 5 penerjun yang
                                                         berhak ikut bertanding dalam
                                                         kategori style.
                                                             Para peserta yang ikut
                                                         berpartisipasi dalam ajang tersebut
                                                         antara lain berasal dari Thailand,
                                                         Malaysia, Mesir, Rusia, Singapura,
                                                         Kazakhstan, Morocco, UAE, China,
                                                         DPR Korea (Korut), Austria, Indone-
                                                         sia, Syria, Kanada, Slovakia,
                                                         Jordania, Great Britain, Hongkong,
                                                         Italy, Jerman, Australia, Jepang dan
                                                         Czecho.
                                                             Selain mengirimkan penerjunnya,
                                                         setiap tim diminta untuk mengirim
                                                         satu orang wasit internasionalnya
                                                         dalam ajang tersebut. Demikian pula
                                                         tim dari Indonesia, FASI (Federation
                                                         Aero Sport Indonesia) mengirim
                                                         seorang wasitnya yang berasal dari
                                                         PTPBC yakni C. Ken Indarto. Pada
                                                         kejuaraan itu sendiri Indonesia
                                                         diwakili oleh tim dari Polri yang terdiri
                                                         dari 10 penerjun yang ikut bertanding
                                                         dalam kategori accuracy (men and
                                                         women) dan dua orang official
                                                         (sebagai team leader dan head of
                                                         delegation).
                                                             C. Ken Indarto yang juga
                                                         merupakan pelaksana P2 Kanwil IV
                                                         DJBC mengakui, pengalamannya
ACCURACY. Peserta dari Indonesia mendarat                sebagai wasit di ajang international
di atas electric pad untuk kategori accuracy             open parachuting championship di
(ketepatan mendarat).
                                                         Manado beberapa waktu lalu, yang


60    WARTA BEA CUKAI          EDISI 375 FEBRUARI 2006
                                                                                    WBC/ATS
menjadi bekalnya selama menjadi                                                               tim dari Indonesia tidak berhasil
wasit di UEA. Sebab pada saat di                                                              memperoleh juara. Namun hal itu
Manado, selain menjadi wasit ia                                                               diakui Ken karena kurangnya jam
sekaligus mengikuti kursus wasit                                                              terjun para penerjun. Sebagai
internasional dan berhasil                                                                    contoh, untuk penerjun senior di tim
memperoleh sertifikat pengakuan                                                               Polri, jam terjunnya hanya 2500 kali
sebagai wasit dari FAI (Federation                                                            lompatan. Sedangkan tim China,
Aeronautique Internationale).                                                                 sekedar untuk latihan saja terjun
    Hasil dari pertandingan tersebut                                                          sebanyak 600 kali lompatan.
adalah sebagai berikut, untuk                                                                     Tim PTPBC sendiri tidak
kategori CF dijuarai oleh Thailand,                                                           menurunkan para penerjunnya pada
Malaysia dan Mesir. Untuk FS                                                                  pertandingan itu. Pasalnya, PTPBC
dimenangkan oleh Russia, Singapura                                                            tengah mempersiapkan diri untuk
dan Kazakhstan. Sedangkan untuk                                                               event serupa di Malaysia. Tetapi
accuracy individual women                                                                     ternyata Malaysia membatalkan
seluruhnya dimenangkan oleh China.                                                            event tersebut. Alhasil karena
Sementara untuk accuracy individual                                                           PTPBC sudah terlanjur menolak,
men disabet oleh Syria, China dan                                                             akhirnya tim Polri yang kemudian
Korea. Untuk kategori accuracy team                                                           mengisi event Asiana.
women diraih China, Kazakhstan dan                                                                Diakhir wawancara Ken
Korea, dan untuk accuracy team men                                                            mengatakan bahwa tim PTPBC
diraih oleh China, UAE dan Korea.                                                             sangat potensial untuk mengangkat
Juara untuk kategori style women              KEN INDARTO. penyeleggaraan kejuaraan           nama instansi Bea dan Cukai
dimenangkan oleh China dan                    parachuting di Manado, Indonesia, masih lebih   sekaligus nama bangsa Indonesia.
Kazakhstan (juara II dan III).                baik dari UEA.                                  Menurutnya, fasilitas untuk berlatih
Sedangkan style men diraih China                                                              terjun banyak tersedia dan tidak
(juara I dan II) dan Kazakhstan.              demikian diluar itu semua, seluruh              mahal. Sebab ketika latihan,
                                              pertandingan berjalan dengan                    penerjun bisa bekerjasama dengan
INDONESIA JAUH LEBIH BAIK                     lancar, tidak ada protes dari peserta           tim lainnya sehingga biaya yang
    Menurut Ken, penyelenggaraan              dan zero accident.                              dikeluarkan bisa lebih minim
kejuaraan internasional parachuting               Yang patut dicatat, untuk                   dibandingkan dengan berlatih terjun
di Manado, jauh lebih baik dari UEA.          menghindari kecurangan oleh para                sendiri.
Pasalnya, walaupun kala itu Indone-           penerjun kategori lomba accuracy,                   “Jadi, disini tinggal kemauan dari
sia baru pertama kali                         pihak penyelenggara pertandingan                anggota PTPBC saja untuk memaju-
menyelenggarakan kejuaraan                    menggunakan electric mat (yang                  kan dirinya dan juga dukungan dari
internasional parachuting, namun              lebarnya 1,4 x 1,4 m) yang diletakan            atasan masing-masing. Saya sendiri
secara organisasi, Indonesia jauh             dibawah electric pad, sehingga ketika           mengucapkan terima kasih atas
lebih baik dari UEA.                          penerjun menyentuh electric mat                 dukungan yang selama ini diberikan
    “Contohnya saja, sejak kami tiba          maka pada layar electric langsung               oleh ketua PTPBC, Dirjen Bea dan
di bandara, saya harus menunggu 16            terlihat angka yang diperoleh.                  Cukai dan Ketua FASI,” imbuh Ken
jam untuk keluar dari bandara dan                 Dalam pertandingan itu sendiri,             mengakhiri pembicaraan. ifa
selama itu pula kami tidak                                                                                                   FOTO : KEN
ditemani oleh satu orang-
pun pihak panitia disana,”
ungkap Ken.
    Tak hanya itu, setiba-
nya di hotel, para penerjun
termasuk official dan wasit
ditempatkan di satu kamar
dengan kapasitas yang
hanya cukup untuk empat
orang saja. Kemudian
pada saat pertandingan
dimulai, tidak satupun pa-
nitia dari UEA yang mun-
cul. Akhirnya, pihak Asia-
nia mengambil alih
dengan mengeluarkan
berbagai macam kebijak-
sanaan. Demikian pula
untuk urusan manifest, pi-
hak panitia tidak ada yang
menghandle, alhasil
para wasit mengambil alih
kegiatan itu.
    “Sehingga, saya hanya
menjadi wasit pada dua
pertandingan accuracy sa-
ja, sebab selebihnya saya
bekerja di manifest, pada-
hal manifest bukan urusan
wasit,” jelas Ken. Namun     WASIT. Ken (paling kiri bawah) berpose bersama para wasit dari berbagai negara


                                                                                     EDISI 375 FEBRUARI 2006   WARTA BEA CUKAI     61
     PERISTIWA
                                                                                                                                              WBC/ATS




DITANDATANGANI. Enam dari enam belas perjanjian kersama Indonesia dengan Jordania berhasil ditandatangani oleh masing-masing Sekjen perdagangan.




INDONESIA MENANDATANGANI
ENAM MOU DENGAN JORDANIA
Sejak pertemuan kedua di tahun 1996, Indonesia dan Jordania sepakat akan melakukan
kerjasama di bidang ekonomi, namun tidak kunjung terwujud. Akhirnya setelah sepuluh tahun dari
pertemuan itu, sebanyak enam dari 16 bidang kerjasama ekonomi antara Indonesia dengan
Jordania disepakati dan ditandatangani.


I
  ndonesia mempunya nilai penting bagi             JORDANIA, PASAR YANG MENJANJIKAN                   sawit, plywood, whiteboard, partical board,
  Jordania dalam hal perekonomian, hal                 Berdasarkan data Badan Pusat                   kertas, alat tulis lainnya, tekstil, alat
  ini terbukti dengan terus meningkatnya           Statistik (BPS), hubungan perdagangan              keperluan rumah tangga, gelas, keramik,
nilai ekspor dan impor dari kedua negara           kedua negara selama lima tahun                     ban mobil, suku cadang mobil, furniture,
yang hingga kini masih berstatus sebagai           terakhir (2000-2004) menunjukan                    tuna dalam kaleng, teh, kopi dan rempah-
negara berkembang. Kerjasama Indone-               peningkatan dengan tren rata-rata 31,08            rempah, serta produk plastik lainnya.
sia dengan negara timur tengah khusus-             persen, dengan nilai ekspor mencapai                   Sementara impor Indonesia dari
nya dengan Jordania, memang sudah                  US$ 333,1 juta dan impor mencapai                  Jordania sebagian besar adalah pupuk
terjalin sejak lama, bahkan kunjungan ma-          US$ 22,5 juta, yang keseluruhannya                 buatan pabrik dan pupuk alam kasar atau
sing-masing kepala negara sudah                    adalah bidang non migas.                           calcium phosphate. Dengan komoditi yang
berlangsung sejak sepuluh tahun lalu.                  Sementara dalam periode Januari-               cukup banyak diekspor oleh Indonesia
     Dari pertemuan delegasi Indonesia             September 2005, total perdagangan                  mencerminkan potensi pasar Jordania
ke Jordania di tahun 1996 dimana nega-             kedua negara mencapai US$ 137,7 juta,              memang cukup menjanjikan, hal ini terlihat
ra ini menginginkan kerjasama yang                 di mana nilai ekspor Indonesia tercatat            dari GDP Jordania di tahun 2004
lebih baik lagi, disambut dengan baik              sebesar US$ 119,8 juta, sementara untuk            mencapai US$ 11,51 milyar dan
oleh Indonesia sebagai patner dalam                impor US$ 17,8 juta. Dengan hasil ini              pendapatan perkapita JD (Jordan Dinar)
berbisnis. Kendati dari kerjasama terse-           neraca perdagangan kedua negara                    2,173 atau sekitar US$ 3.100, dengan
but belum terwujud dalam bentuk                    selama priode tersebut selalu menunjukan           tingkat pertumbuhan ekonomi mencapai
Memodandum of Understanding (MoU),                 surplus bagi Indonesia.                            kurang lebih 7,5 persen.
namun peningkatan nilai ekspor dan im-                 Untuk komoditi utama yang diekspor                 Melihat potensi yang besar tersebut,
por dari kedua negara terus meningkat.             Indonesia ke Jordania adalah, minyak               baik Indonesia maupun Jordania


62    WARTA BEA CUKAI           EDISI 375 FEBRUARI 2006
                                                                                                                                 WBC/ATS
berusaha untuk menjadikan jalinan kerja-
sama itu menjadi lebih baik lagi. Masih
banyaknya faktor teknis diantara kedua
negara menyebabkan perjanjian tersebut
tertunda hingga 10 tahun. Kini setelah
melakukan beberapa kali pertemuan,
akhirnya kedua negara sepakat untuk
membuat kesepakatan bersama yang
dinilai menguntungkan bagi kedua negara.
     Perundingan yang berlangsung
selama dua hari 17-18 Januari 2006 dan
bertempat di Hotel Borobudur Jakarta,
akhirnya membuahkan hasil yang cukup
menggembirakan. Sebanyak enam dari
16 perjanjian kesepakatan ditandatangi
oleh kedua negara. Untuk Indonesia
penandatangan diwakili oleh Sekteraris
Jenderal Departemen Perdagangan,
Hartanto, sementara untuk Jordania
diwakili oleh Sekretaris Jenderal
Departemen Perdagangan, DR. Mutaser.

ENAM KESEPAKATAN YANG BERHASIL
DITANDATANGANI
    Menurut Direktur Jenderal Perdagang-
an Internasional Departemen Perdagang-
an, Heru Susanto, perjanjian tersebut
masih menyisakan 10 bidang lagi karena
belum ada kesepahaman antara kedua
negara.”Ke 10 bidang itu masih berkaitan     KONPRENSI PERS. Kedua delegasi saat memberikan konprensi pers tentang apa yang baru saja
dengan perdagangan dan salah satunya         ditandatangani oleh kedua negara
adalah bidang kepabeanan. Untuk bidang
kepabeanan ini kita masih menunggu               Adapun ke enam pejanjian kesepakat-           Indonesia and the Ministry of
kesepakatan antara kedua Menteri             an yang berhasil di tandatangai pada The          Environment of the Hashemite
Keuangan dari Indonesia dan Jordania,        3’ Joint Commission Meeting on Trade and          Kingdom of Jordan in the field of
sedangkan yang lainnya masih dalam           Economic Cooperation Between The                  Environment Protection and
proses penelitian,” papar Heru Susanto.      Republic of Indonesia and The Hashemite           Resources Preservation. Tujuan
    Hal tersebut juga di amini oleh Sekjen   Kingdom of Jordan, adalah :                       perjanjian kerjasama ini adalah untuk
Departemen Perdagangan, Hartanto,            A) Mou Between Jordan Enterprise                  mengembangkan dan memelihara
yang menurutnya kerjasama di bidang              Development Cooperation (JEDCO)               perlindungan lingkungan hidup,
kepabeanan memang sangat diperlukan,             and National Agency for Export                preservasi lingkungan serta
apalagi ke depan nanti Indonesia juga            Development (NAFED). Tujuan                   penurunan tingkat polusi.
akan menganut sistem Asean Single                perjanjian kerjasama ini adalah untuk      E) MoU between the Ministry of Health
Window (ASW), namun karena belum                 meningkatkan pengembangan dan                 of the Republic of Indonesia and the
adanya kesepahaman akan sistem                   diversifikasi perdagangan yang                Ministry of Health of the hashemite
tersebut maka perjanjian di bidang               bermanfaat bagi dunia usaha di kedua          Kingdom of Jordan in the field of
kepabeanan belum dapat dilakukan.                negara (misalnya promosi dan                  Health. Tujuan perjanjian kerjasama
                                   WBC/ATS       pertukaran informasi)                         ini adalah untuk upaya
                                             B) MoU Between the Investment                     pengembangan di bidang kesehatan
                                                 coordinating Board of the Republic            (seperti pertukaran SDM, informasi
                                                 Indonesia and the Jordan Invest-              dan lain-lain)
                                                 ment Board of the Hashemite                F) MoU on Cooperation Between the
                                                 Kingdom of Jordan Concerning the              National Standarization Agency of
                                                 Establishment of the joint Invest-            Indonesia (BSN) and Jordan
                                                 ment Committee and Fostering                  Institution for Standars and Metrol-
                                                 Business Partnership between the              ogy (JISM) on Standarization and
                                                 Indonesia and Jordan Private Firms.           Metrology and Other Related Acti-
                                                 Tujuan perjanjian kerjasama ini adalah        vities. Tujuan dari perjanjian kerjasa-
                                                 untuk memperkuat business partner-            ma ini adalah untuk peningkatan
                                                 ship antara kalangan pengusaha                kerjasama teknis dan ilmiah di bidang
                                                 Indonesia dan Jordania melalui pem-           standarisasi, metrologi, sertifikasi,
                                                 bentukan komite investasi bersama             akreditasi dan pertukaran informasi.
                                                 (Joint Investment Committee).
                                             C) MoU between Batam Industrial                     Dengan ditandatanganinya ke enam
                                                 Development Agency (BIDA) and              perjanjian kerjasama tersebut, maka
                                                 Jordan Free Zone Cooperation               Indonesia dan Jordania berharap
                                                 (JFZC). Tujuan perjanjian kerjasama        perekonomian kedua negara dapat lebih
                                                 ini adalah memperkuat dan                  baik lagi. Sementara untuk ke sepuluh
                                                 memperluas dalam kerangka                  perjanjian yang masih belum dapat
HERU SUSANTO. Untuk bidang kepabeanan            kerjasama free zone.                       terlaksana, kedua negara berharap dalam
masih menunggu kesepakatan Menteri           D) MoU between the Ministry of                 waktu yang tidak lama lagi semuanya
Keuangan kedua negara.                           Environment of the Republic of             dapat terwujud. adi


                                                                                   EDISI 375 FEBRUARI 2006   WARTA BEA CUKAI            63
     RUANG INTERAKSI




                                          ADIKSI
                                          CINTA
     Oleh: Ratna Sugeng




                                          Mungkinkah ?
                                           Dalam beberapa Jurnal Psikologi dan Psikiatri didefinisikan
                                           sebagai pengalaman ketidak berdayaan atas dorongan yang tak
                                           terkendali untuk mendapatkan cinta.


B
      eberapa bulan ini saya kembali           Mendekati baginya bukan hal         tidak pernah bertahan lama, karena
      bekerja di kalangan adiksi.          sulit, karena ia memang pandai          memang tak dapat mempertahankan
      Addiction dalam bahasa Indone-       bercerita dengan topik menarik. Apa     kekaguman dalam jangka panjang. Ia
sia oleh kalangan terapis kita             yang dicari dari setiap orang yang      selalu gagal memuaskan dirinya
diterjemahkan sebagai adiksi, yang         didekatinya adalah kehangatan           untuk memperoleh kehangatan
berarti ketergantungan. Tentu saja         perhatian, kekaguman, dan               hubungan relasi antar manusia,
pemerintah membuat Rumah Sakit             keintiman. Berkali ia mencari,          seperti memberikan atensi, berbagi
Ketergantungan Obat karena                 berulangkali ia merasa mendapatkan,     perasaan dan pikiran, saling
banyaknya kasus ketergantungan             berulangkali ia menyesal, merasa        mendukung dalam suka dan duka.
obat, bukan membuat rumah sakit            bersalah atau kecewa. Rasa tak               Ia hanya memperoleh kebutuhan
ketergantungan cinta.                      nyaman ini ia tutupi lagi dengan        fisik, yang mula-mula meningkatkan
    Cinta, seperti juga adiksi lainnya     mencari cinta baru, demikian            harga dirinya, menurunkan
menimbulkan gangguan fisik dan             lingkaran yang tak pernah putus.        kecemasan atau stres dari
psikologik serta membuat                   Hubungan dengan suami tetap             pekerjaannya, kekaguman sesaat
penderitaan bagi individu itu sendiri      bertahan sampai saat ini. Suaminya      dari ’pemuja’nya. Setelah itu ia
dan lingkungannya. Dalam                                                           merasa kosong, hampa, tak berdaya
perjalanan berhadapan serta                                                        secara psikologik. Sampai pada titik
berproses dengan klien dan                                                         ini ia merasa menyesal, tak ingin lagi
keluarga, terapis di seluruh dunia,          BAGI TEMAN KERJA,                     mengulang, menjauhkan diri
akan berhadapan dengan adiksi                                                      beberapa saat dari ketertarikan cinta,
lainnya, termasuk adiksi cinta.
                                             HINDARI BERADA                        namun hal ini tak pernah bertahan
    Penulis tersentuh pikiran tentang        HANYA BERDUA                          lama, terulang lagi kisah sebelumnya
hal ini ketika teman dari FEMINA                                                   dengan perempuan lainnya.
mengajak berdiskusi tentang hiper-           DENGANNYA...
seksualitas, yang identik dengan                                                   ADIKSI CINTA
adiksi seks dan lebih lebar lagi,                                                      Dalam beberapa Jurnal Psikologi
adiksi cinta. Kami menelusuri kasus        seorang wiraswasta berhasil yang        dan Psikiatri didefinisikan sebagai
yang masuk dalam benak kami,               waktunya habis untuk bisnis dan judi.   pengalaman ketidak berdayaan atas
menemukan hal-hal menarik dari                 Lain lagi cerita Herman, bukan      dorongan yang tak terkendali untuk
pecandu cinta, dari para love-addict.      nama sebenarnya, sekarang 52            mendapatkan cinta. Jika dorongan
Untuk hal ini saya juga ingin berbagi      tahun. Ia senantiasa haus akan cinta.   terlampiaskan, apa yang didambakan
dengan teman-teman WBC.                    Ia menikah dengan dua orang             tak pernah terujud, menimbulkan
    Rita, bukan nama sebenarnya, 37        perempuan, mempunyai banyak             rasa bersalah, dan berjanji pada diri
tahun, telah berulang kali datang          anak. Ia pengusaha cukup berhasil.      untuk tak mengulang, memahami
pada saya untuk konseling tentang          Ia datang pada saya karena masalah      konsekuensi buruk atas dampak
penderitaan dirinya kecanduan cinta.       anak-anaknya yang kecanduan             perilakunya, namun tak kuasa
Ia menikah, mempunyai dua orang            heroin, kemudian klien saya             mengendalikan dorongan untuk
anak, suaminya warga negara asing.         bertambah dengan dirinya yang           mengulang lagi.
Rita tak pernah berhenti mencari           kecanduan cinta.                            Adiksi cinta bukan semata
cinta, kemanapun ia beraktivitas               Ia senantiasa memikat               dorongan nafsu seks atau ditentukan
seperti ke pesta, salon, klinik, rumah     perempuan di kesempatan apa saja        oleh jenis aktivitas seksual dan
sakit ia selalu mencari perhatian laki-    sejak usianya masih belia. Ia selalu    frekuensi melakukan aktivitas
laki dan harus dapat mendekatinya.         berhasil. Hubungan keterpikatan         tersebut, namun suatu dorongan tak


64   WARTA BEA CUKAI      EDISI 375 FEBRUARI 2006
terkendali, berulangkali terjadi,       mempertimbangkan hubungan                          rekan kerja pelecehan seksual lebih
disadari konsekuensinya, tindakan       persahabatan, kesehatan, pekerjaan                 mudah diatasi dengan penghindaran,
ini merespon kebutuhan emosional        dalam mengejar impuls yang tak                     namun bagi pasangan hidup dan
yang bersifat non seksual. Hubungan     terkendalikan.                                     keluarga, situasinya sangat berbeda,
itu sendiri dapat berjalan dengan                                                          karena itu terapi atas perilaku ini
baik, namun tak mampu memenuhi          HIDUP DENGAN PECANDU CINTA                         perlu mendapat perhatian orang
‘pencarian’ guna memenuhi                   Pecandu cinta juga memberi                     sekitarnya.
kebutuhan dibalik itu. Ketertarikan     dampak perilakunya pada keluarga,                     Bagi pasangannya, pastikan hu-
cinta hanya pada saat memulai           pasangan dan rekan kerja. Para                     bungan intim yang akan berlangsung
kontak, namun tak dapat memenuhi        pecandu cinta seringkali mendorong-                aman dari penyakit, lindungi diri anda
harapan mental emosionalnya.            kan desakan impuls tak                                 dari serangan berbagai penyakit
                                        terkendalinya untuk                                        akibat hubungan intim. Bagi
GEJALA                                  berakhir pada                                                teman kerja, hindari berada
     Para ahli berpendapat bahwa        hubungan intim.                                               hanya berdua dengannya,
cinta atau hubungan intim hanya         Orang sekeliling-                                              usahakan melindungi diri
digunakan sebagai alat untuk            nya sering menja-                                                dari hal-hal yang
melarikan diri menghindari stress,      di target sasaran,                                                 membuat ketertarikan
kendala emosi, kecemasan, rasa          sehingga kerap-                                                      secara seksual
malu, ketersingkiran dari lingkungan.   kali orang seputar                                                   seperti sentuhan,
Hubungan intim dirasakan sebagai               merasa                                                        pakaian, cara bicara
peningkat rasa keberda-                         terancam                                                    termasuk humor,
yaan atau peningkatan                            dan tak                                                    sikap duduk dan se-
penguasaan atas                                  tahu ka-                                                  bagainya.
diri seseorang.                                 pan waktu-                                                     Untuk jatuh cinta
Biasanya adiksi                                  nya men-                                                 tentu saja berbagai
atau                                               jadi sa-                                              alasan emosi dan sosial
ketergantungan                                       saran.                                             dapat dikemukakan, juga
ini tak berdiri                                      Bagi                                                para pecandu cinta.
tunggal, ia                                                                                                Kebanyakan pecandu,
disertai dengan                                                                                             apa saja jenis ke-
ketergantungan                                                                                                canduannya, mem-
lainnya seperti                                                                                                punyai akar masa-
adiksi kerja atau                                                                                               lah pada riwayat
bahan kimia.                                                                                                       keluarga dengan
Para pecandu                                                                                                         kekerasan
meningkatkan                                                                                                           seksual dan
rasa percaya                                                                                                            ketergantungan
dirinya dari                                                                                                            (alkohol, nar-
rasa infe-                                                                                                              kotika, zat la-
rioritas,                                                                                                              innya). Terapi
disingkir-                                                                                                            dapat dimulai
kan atau                                                                                                             dari konseling,
diabaikan                                                                                                           juga program
lingkungan                                                                                                         terapi bagi ke-
dekatnya.                                                                                                         tergantungan zat
                                                                                                                 lainnya sesuai
KONSEKU-                                                                                                         situasi dan kondi-
ENSI                                                                                                             si kesehatan
    Ling-                                                                                                         mental mereka,
kungan sekitar                                                                                                     dan psikoterapi.
pecandu cinta mene-                                                                                                Pasangan dari
rima dampak dari                                                                                                    mereka juga
perilaku adiksi ini, se-                                                                                            perlu mendapat-
perti pemaksaan dan                                                                                                kan dukungan
pelecehan seksual pada                                                                                             psikologi dari
teman sekerja, teman lain dan                                                                                     para terapis.
pasangannya. Ini akan membuat                                                                                            Terapi untuk
para pecandu cinta merasa ditolak,                                                                                  pecandu cinta
depresi dan mungkin terdorong untuk                                                                                  tidak semata
mengakhiri kehidupan. Sementara                                                                                       dapat meng-
dalam berhubungan cinta para                                                                                           hentikan peri-
pecandu seringkali mengabaikan                                                                                         laku mereka,
pengamanan diri dari berbagai                                                                                          tetapi lebih
konsekuensi kesehatan seperti                                                                                          menempatkan
penularan HIV/AIDS dan penyakit                                                                                         relasi antar
                                                                                                                FOTO: ISTIMEWA




infeksi menular seksual lainnya,                                                                                        manusia yang
dengan demikian juga                                                                                                    lebih sehat,
membahayakan pasangan                                                                                                   bermakna,
seksual lainnya termasuk                                                                                                 dan bukan do-
pasangan di rumahnya. Seperti           PECANDU CINTA. Seringkali mendorongkan                                           rongan kom-
para pecandu jenis lainnya,             desakan impuls tak terkendalinya untuk berakhir                                  pulsif tak ter-
mereka amat jarang                      pada hubungan intim.                                                             kendali.


                                                                                  EDISI 375 FEBRUARI 2006   WARTA BEA CUKAI         65
     KEPABEANAN INTERNASIONAL

KONFERENSI TINGKAT MENTERI KE-6
WORLD TRADE ORGANIZATION (WTO)
DI HONGKONG, CHINA
Konferensi Tingkat Menteri (KTM) dalam struktur WTO merupakan pemegang kekuasaan
tertinggi dan merupakan tempat pengambilan keputusan untuk berbagai hal berkaitan dengan
perjanjian perdagangan multilateral.


S
       ejak tahun 1995, WTO telah melak-          Dibidang Fasilitasi Perdagangan,       JALANNYA KTM VI WTO
       sanakan 5 (lima) kali KTM yaitu di     Direktorat Jenderal Bea dan Cukai               Dalam kesempatan tersebut, Indone-
       Singapura pada tahun 1996, Jenewa      menugaskan 3 (tiga) orang pejabatnya,      sia memberikan statement yang antara
tahun 1998, Seattle tahun 1999, Doha-         antara yaitu; Asan Sitanggang (kepala      lain berisikan pandangan Indonesia
Qatar tahun 2001, dan Cancun-Meksiko          Bidang Keuangan/ Bea dan Cukai pada        terhadap perkembangan perundingan
tahun 2003. KTM VI WTO diselenggara-          Konsulat Jenderal RI Hongkong, Samsuar     Putaran Doha. Dalam pandangannya,
kan di Hong Kong – China pada tanggal         Said (mantan Kepala Bidang Keuangan/       Indonesia menyatakan bahwa perkemba-
13 s.d. 18 Desember 2005. Secara umum         Bea dan Cukai pada PRIME Brussel dan       ngan Putaran Doha menunjukan
KTM diselenggarakan sekurang-kurang-          Fitra Krisdinato (mantan Kepala Seksi      kemajuan yang cukup berarti setelah
nya satu kali setiap dua tahun dengan         Kerjasama WTO pada Direktorat              terjadinya kegagalan perundingan pada
tujuan untuk memberikan arah bagi             Kepabeanan Internasional DJBC).            KTM V WTO di Cancun. Berkenaan
organisasi WTO. KTM VI WTO ini sangat                                                    dengan itu Indonesia mengingatkan untuk
penting terutama untuk penyelesaian           AGENDA DAN TUJUAN KTM VI WTO               tidak melupakan kata “pembangunan” (D
putaran perundingan Agenda Pembangu-             KTM VI WTO diselenggarakan selama       – Development) yang terdapat dalam
nan Doha (Doha Development Agenda –           enam hari (13 s.d. 18 Desember 2005)       DDA, mengingat pembangunan adalah
DDA) pada akhir tahun 2006.                                                              jantung dari perundingan saat ini dan
     Direktorat Jenderal Bea dan Cukai                                                   sekaligus merupakan tulang punggung
merupakan anggota Tim Perundingan                                                        dari Putaran Doha. Dalam kaitannya
Perdagangan Internasional (PPI) sesuai                                                   dengan pembangunan, Indonesia
dengan Keputusan Presiden RI Nomor 28                                                    menyatakan antara lain bahwa perdaga-
Tahun 2005 tentang Pembentukan Tim                                                       ngan merupakan hal yang fundamental
Nasional Untuk Perundingan Perdagang-                                                    dalam proses pembangunan dan
an Internasional.                                                                        reformasi perdagangan, pembangunan
     Salah satu tujuan dari pembentukan                                                  merupakan dasar putaran perundingan,
Tim PPI adalah untuk mempersiapkan                                                       dan Special & Differential Treatment
dan merumuskan posisi dan strategi                                                       (S&DT) harus terus diperlakukan sebagai
suatu perundingan perdagangan                                                            jantung dari setiap perundingan.
internasional berdasarkan kepentingan                                                         Hasil KTM VI WTO, walaupun belum
nasional secara terpadu dan                                                              menelorkan suatu agreement, namun
terkoordinasi sehingga secara                                                            telah berhasil menyetujui suatu Deklarasi
maksimal mampu mengamankan                                                               Tingkat Menteri yang dapat dijadikan
rencana, program dan pelaksanaan                                                         sebagai suatu pendorong untuk tetap me-
pembangunan nasional, khususnya                                                          lanjutkan negosiasi putaran DDA kearah
guna meningkatkan akses pasar                 bertempat di Hong Kong Convention and      penyelesaian berbagai isu perundingan,
internasional maupun pertumbuhan              Exhibition Center (HKCEC). Konferensi      antara lain bidang Pertanian, NAMA,
ekonomi nasional serta merundingkan           dipimpin oleh Mr. John Tsang, Sekretaris   Services, dan fasilitasi perdagangan. Isu
dan memperjuangkan posisi dan                 Menteri Perdagangan, Industri dan Tekno-   pertanian, NAMA, dan jasa merupakan
strategi berdasarkan kepentingan              logi Hong Kong, China dan dihadiri oleh    isu-isu yang sifatnya contentious yang
nasional sebagaimana tersebut diatas          delegasi-delegasi dari 149 anggota WTO,    berjalan alot dan banyak mengundang
dalam setiap perundingan perdagangan          76 Organisasi Internasional (termasuk      perdebatan, menyita banyak waktu serta
internasional.                                WCO) serta 40 negara yang belum men-       perhatian. Sementara isu Fasilitasi
     Anggota Delegasi RI (DELRI)              jadi anggota WTO sebagai pengamat.         Perdagangan merupakan satu-satunya
berdasarkan surat persetujuan dari            Agenda dalam KTM VI WTO antara lain        isu yang telah diadopsi dan sekaligus
Sekretaris Kabinet RI Nomor : KL.0703/        adalah pandangan umum mengenai             merupakan isu yang deliverable yang
UMPL/6311 tanggal 06 Desember 2005            kegiatan-kegiatan WTO, proposal yang       modalitas berikut rencana implementasi-
berjumlah 75 orang. DELRI untuk KTM VI        diajukan oleh para anggota, aksesi         nya dapat dibahas lebih lanjut dalam
ini dipimpin oleh Menteri Perdagangan,        terhadap perjanjian-perjanjian WTO, dan    pertemuan-pertemuan pasca Hong Kong.
Marie Elka Pangestu. Para anggota             tindakan-tindakan yang akan dilakukan           Negosiasi isu pertanian merupakan isu
DELRI terbagi atas Kelompok Perunding         para Menteri.                              yang paling banyak mendapat perhatian
Bidang Jasa, Bidang Akses Pasar Produk            Tujuan dari penyelenggaraan KTM VI     dari seluruh negara anggota, mengingat
Non-Pertanian (Non Agricultural Market        WTO ini adalah untuk mencapai kesepa-      masih banyaknya perbedaan pendapat
Access – NAMA), Bidang Pertanian,             katan Agenda Pembangunan Doha yang         antara negara berkembang dengan
Bidang Hak Atas Kekayaan Intelektual          dijadwalkan berakhir pada bulan            negara maju, khususnya yang terkait
(Trade Related Aspect of Intellectual         Desember 2006. Agenda Pembangunan          dengan isu akses pasar, subsidi domestic,
Property Rights – TRIPs), Bidang Fasilitasi   Doha meliputi perundingan untuk berbagai   dan subsidi ekspor. Mengenai akses
Perdagangan, Bidang Trade and Environ-        isu, diantaranya pertanian, akses pasar    pasar, negara berkembang yang dimotori
ment, Development, and Special &              produk non-pertanian (NAMA), perdaga-      oleh kelompok G-33 yang dipimpin Indo-
Differential Treatment, dan Bidang Rules.     ngan jasa, dan fasilitasi perdagangan.     nesia dan G-20 telah berhasil menggolkan


66   WARTA BEA CUKAI         EDISI 375 FEBRUARI 2006
usulannya tentang Special Products Perta-               yang sifatnya multilateral dalam rang-          kepada negara maju yang telah
nian (SP) dan Special Safeguard Mea-                    ka memperjelas dan menyempurna-                 memberikan bantuannya diminta
sures (SSM). Dengan demikian kepada                     kan GATT Articles V/VIII/X, meningkat-          untuk tetap meningkatkan
negara berkembang diberikan fleksibilitas               kan kerjasama antara Customs dan                dukungannya secara komprihensif,
didalam menetapkan beberapa tariff lines                Lembaga terkait lainnya guna menfa-             jangka panjang, dan
SP-nya dan berhak menggunakan volume                    silitasi perdagangan, dan meningkat-            berkesinambungan yang didukung
trigger serta price trigger guna                        kan derajat kepatuhan terhadap                  dengan ketersediaan pembiayaannya.
mengantisipasi membanjirnya impor yang                  peraturan perundangan dibidang            6. Berikutnya guna menghadirkan
akan merugikan para petani. Disamping                   kepabeanan.                                     ketentuan-ketentuan Special and
itu pula kepada negara berkembang                   3. Melaksanakan berbagai bidang                     Differential Treatment (SDT) secara
dikecualikan dari penurunan tarif maupun                kegiatan lainnya yang sifatnya “cross-          tepat, efektif, dan operasional yang
kuota tarif. Sementara dibidang subsidi                 cutting” dalam rangka meningkatkan              pelaksanaannya bersifat fleksibel
domestic, kepada negara berkembang                      upaya menfasilitasi perdagangan.                direkomendasikan untuk lebih menda-
yang tidak memiliki subsidi Aggregate                   Untuk itu kepada negara anggota                 lami dan mengintensifkan proses
Measurement of Support (AMS) telah                      diminta untuk berupaya agar proses              negosiasi ketentuan SDT dalam
diberikan kemudahan untuk dikecualikan                  negosiasi trade facilitation dapat              rangka pelaksanaan GATT Articles V/
dari pemotongan subsidi de minimis dan                  diselesaikan secepatnya pasca Hong              VIII/X serta kegiatan-kegiatan lain
dibidang subsidi ekspor disepakati untuk                Kong, sehingga text-based negotia-              yang sifatnya cross-cutting.
menghapuskan seluruh berbagai bentuk                    tions diberbagai bidang kegiatan
subsidi pada tahun 2013, separuhnya                     tersebut dapat diselesaikan sebagai-      PENGAMATAN
pada tahun 2009, dengan ketentuan                       mana mestinya.                                  Proses negosiasi dibidang trade faci-
adanya full parallelism dibidang food aid           4. Selanjutnya kegiatan-kegiatan tersebut     litation sejauh ini telah berjalan lancar dan
dan praktek state trading enterprises                   diatas perlu diperjelas dan dikaji lebih  efektif yang ditandai dengan diadopsinya
yang mendistorsi pasar. Kondisi                                                                                laporan NGTF kepada TNC
sebagaimana tersebut diatas                                                                                    oleh para Menteri dalam KTM
sangat diperlukan guna me-                                                                                     VI WTO. Laporan tersebut pada
ningkatkan upaya pengentasan                                                                                   dasarnya berisikan berbagai
kemiskinan, ketahanan pangan,                                                                                  proposal negara anggota
dan pengembangan pedesaan.                                                                                     didalam mengupayakan
      Dalam perundingan isu                                                                                    kemudahan perdagangan
NAMA, negara anggota                                                                                           sebagaimana tersebut dalam
menyepakati untuk mengguna-                                                                                    Annex E: Trade Facilitation.
kan Swiss Formula dengan                                                                                            Apabila berbagai proposal
multi-coefficient, penerapan                                                                                   tersebut yang jumlahnya enam
prinsip penurunan tariff sektoral                                                                              puluhan, dicermati secara
yang sifatnya tidak mandatory,                                                                                 seksama, maka dapatlah disim-
mekanisme penangan hamba-                                                                                      pulkan bahwa pada prinsipnya
tan non-tariff, dan perlakuan                                                                                  proposal-proposal tersebut
terhadap unbound tariff.                                                                                       telah diakomodir didalam ber-
      Tentang negosiasi isu jasa                                                                               bagai instruments internasional
telah terjadi perdebatan yang                                                                                  yang ada antara lain UN/
alot antara negara maju dan ne-                                                                                EDIFACT, UNCTAD Columbus
gara berkembang. Negara maju                                                                                   Declaration, World Bank Trade
menuntut dibukanya akses                                                                                       and Transport Facilitation Tool-
pasar yang lebih luas dari ting-                                                                               kit, WTO Agreements, WCO
kat komitment yang telah ada;                                                                                  Conventions, IMO Conventions,
sementara negara berkembang                                                                                    ICAO Conventions, ICC
(termasuk Indonesia) meng-             KONFERENSI TINGKAT MENTERI ini diselenggarakan selama enam hari         International Customs Guide-
                                       (13 s.d. 18 Desember 2005) bertempat di Hong Kong Convention and
hendaki agar liberalisasi yang         Exhibition Center (HKCEC).                                              lines, dan ISO Standards.
lebih luas hanya dapat dilaku-                                                                                      Disamping itu perlu
kan atas dasar fleksibilitas, tingkat per-              lanjut guna mengenali “needs and          diketahui bahwa core dari pada upaya
tumbuhan ekonomi, dan prioritas                         priorities” upaya menfasilitasi           kemudahan perdagangan tersebut pada
kebijakan pembangunan nasional. Pada                    perdagangan yang diperlukan oleh          dasarnya terfokus kepada kegiatan-
akhirnya negara maju dapat menerima                     masing-masing negara anggota              kegiatan yang sifatnya “trade-border
rumusan liberalisasi yang lebih mengako-                berikut implikasi biaya                   management” yang implementasinya
modir keterbatasan negara berkembang.                   pelaksanaannya. Untuk itu didalam         memerlukan upaya koordinasi tinggi.
     Berkaitan dengan negosiasi isu Fasi-               pelaksanaannya direkomendasikan           Selanjutnya untuk memudahkan rencana
litasi Perdagangan, para Menteri WTO                    untuk melibatkan organisasi               implementasinya kepada masing-masing
telah mengadopsi rekomendasi laporan                    internasional terkait yang dikenali telah negara anggota diminta untuk segera
Negotiating Group on Trade Facilitation                 memberikan kontribusi konkritnya.         menyusun “needs and priorities-nya”.
(NGTF) kepada Trade Negotiating                     5. Guna mendorong negara-negara                     Dari perspektif Indonesia, khususnya
Committee (TNC) sebagaimana tersebut                    berkembang/kurang berkembang              Ditjen. Bea dan Cukai, needs and priorities
dalam Annex E: Trade Facilitation, butir                dapat berperan serta aktif didalam        Indonesia pada tingkat ini adalah Advance
3,4,5,6 dan 7. Pada dasarnya                            setiap proses negosiasi trade             Rulings, Appeal System, Single Window,
rekomendasi dimaksud berisikan hal-hal                  facilitation, maka direkomendasikan       Risk Management and Post Clearance
sebagai berikut:                                        agar pemberian bantuan teknis (TA)        Audit, dan Authorized Traders. Dalam ka-
1. Ajakan agar negara anggota dapat                     dan pengembangan sendi-sendi              itan ini, TA & CB seyogyanya dapat lebih
     berbagi pengalamannya didalam                      kapasitas (CB) kepada negara-negara       difokuskan kepada elemen Single
     melakukan proses reformasi nasional                tersebut dapat dilaksanakan dengan        Window, Risk Management, dan Autho-
     dalam rangka meningkatkan upaya                    cara-cara yang tepat, efektif dan         rized Traders.
     menfasilitasi perdagangan.                         operasional sesuai masing-masing                Disela-sela KTM VI WTO tersebut,
2. Mengembangkan sejumlah komitmen                      needs and priorities-nya. Untuk itu       DELRI yang terlibat dibidang Fasilitasi


                                                                                       EDISI 375 FEBRUARI 2006     WARTA BEA CUKAI         67
     KEPABEANAN INTERNASIONAL
Perdagangan berkesempatan menghadiri            memberikan suatu Information Note              Bea dan Cukai memperhatikan hal-hal
Simposium bertajuk : Trade Facilitation         berkaitan dengan instrumen WCO dan             sebagai berikut :
and Development: What Will and Won’t            Artikel V, VIII, dan X GATT 1994. Selain itu   a. Perlu melakukan self-assessment
the DDA Accomplish. Simposium tersebut          WCO juga memberikan kontribusi berupa             untuk menentukan needs & priorities
yang merupakan kegiatan sampingan               Checklist for WTO Trade Facilitation              yang diperlukan untuk mendukung
(side activities) dari rangkaian perunding-     Negotiation untuk mempermudah para                fungsinya sebagai fasilitator
an pada KTM VI diselenggarakan oleh             negara anggota dalam melakukan self-              perdagangan. Untuk itu questionnaire
Bank Dunia dengan mengambil tempat di           assessment atas implementasi isu                  tentang needs & priorities harus
Hong Kong Exhibition Center.                    fasilitasi perdagangan. Jepang sebagai            segera diselesaikan dan disampaikan
     Dalam kesempatan tersebut telah            negara donor meminta kepada negara                kepada Departemen Perdagangan.
dihadirkan lima orang pembicara dari            berkembang dan negara-negara                   b. Perlu memberikan masukan secara
akademisi, Bank Dunia, Sektor Swasta,           terbelakang untuk dengan seksama                  berkesinambungan kepada tim perun-
dan LSM (Non-Governmental Organiza-             melakukan analisa tentang bantuan teknik          ding bidang Fasilitasi Perdagangan
tion – NGOs) dengan topic pembahasan            dan prioritas yang diperlukan.                    dalam menyelesaikan perundingan
mengenai isu Fasilitasi Perdagangan                  Sementara Canada telah menyatakan            Putaran Doha sehingga hasil
dalam kaitannya dengan perundingan              kesediaannya untuk memberikan bantuan             kesepakatan Agenda Pembangunan
WTO saat sekarang dan yang akan da-             dalam rangka TA & CB. Untuk itu kepada            Doha pada akhir tahun 2006 dapat
tang. Mengenai yang akan datang,                negara anggota yang memerlukan                    memberikan kontribusi positif pada
pembicara dari Bank Dunia antara lain           bantuan diminta untuk segera                      pembangunan nasional.
menyatakan agar negara anggota dapat            menyampaikan needs and priorities-nya          c. Perlu melanjutkan upaya modernisasi
melakukan persiapan negosiasi yang lebih        guna memudahkan donor countries                   dan reformasi kepabeanan yang telah
matang, mengingat hasil negosiasi men-          didalam pemberian bantuan tersebut.               berjalan selama ini dengan melakukan
datang bersifat binding secara hukum.                Sementara Indonesia mengusulkan              evaluasi dan penyempurnaan secara
     Disamping itu DELRI juga                   agar kiranya WCO dapat membantu                   berkesinambungan, mengingat mo-
berkesempatan menghadiri pertemuan              merumuskan suatu language yang                    dernisasi dan reformasi kepabeanan
informal yang diselenggarakan oleh World        sifatnya fleksibel yang terkait dengan            pada hakekatnya merupakan inti dari
Customs Organization (WCO) untuk                hasil-hasil negosiasi yang nantinya               upaya menfasilitasi perdagangan.
membahas isu fasilitasi perdagangan. Hal-       sifatnya mengikat secara hukum,                d. Untuk mewujudkan keberhasilan
hal yang dibahas antara lain mengenai           mengingat sejauh ini donor countries              pemberian fasilitas perdagangan
dampak isu fasilitasi perdagangan terha-        hanya memberikan sekedar komitment                sebagaimana mestinya dan
dap administrasi pabean, redefinisi dari        saja. Ditegaskan bahwa hasil-hasil                mengingat pula bahwa core dari upaya
fasilitasi perdagangan, dan koordinasi          negosiasi tidak akan dapat berjalan efektif,      menfasilitasi perdagangan pada
antara WCO dan WTO. Sebagai organi-             tanda adanya bantuan yang sifatnya                dasarnya adalah trade-border mana-
sasi internasional yang mempunyai misi          konkrit dari donor countries.                     gement, maka mutlak diperlukan
untuk meningkatkan efektivitas dan efisi-            Disamping itu diusulkan juga agar            adanya upaya koordinasi yang kom-
ensi dari administrasi pabean, WCO me-          didalam upaya menfasilitasi perdagangan,          prehensif dan efektif dari suatu instansi
nyatakan dukungannya terhadap WTO               peran WTO dapat lebih difokuskan kepa-            yang ditunjuk sebagai coordinator.
dalam isu fasilitasi perdagangan. Meng-         da upaya perumusan kebijakan perdaga-             Dalam kaitan tersebut pada hemat
ingat banyaknya elemen yang terkandung          ngan; sementara peran WCO seyogyanya              kami akan lebih baik apabila Ditjen.
dalam isu fasilitasi perdagangan serta          dapat lebih difokuskan kepada upaya pe-           Bea dan Cukai dapat ditunjuk sebagai
adanya perbedaan level of development           laksanaan kegiatan kebijakan perdagang-           koordinatornya, mengingat Ditjen. Bea
dari masing masing negara disepakati            an. Dengan demikian terdapat pembagian            dan Cukai memiliki kapasitas, kapabi-
bahwa Bantuan Teknis dan Peningkatan            tugas yang jelas antara WTO dan WCO.              litas dan pengalaman yang lebih luas
Sendi-Sendi Kapasitas (Technical Assis-                                                           dibidang pelaksanaan kebijakan
tance and Capacity Building – TA & CB)          KESEPAKATAN                                       perdagangan. Berkenaan dengan itu
secara komprehensif dan berkesinambung-             KTM VI WTO telah berhasil                     perlu diketahui bahwa Ditjen. Bea dan
an sangat diperlukan dalam rangka imple-        menyepakati Program Kerja Doha (Doha              Cukai adalah salah satu instansi
mentasinya, terutama bagi negara-negara         Work Program) yang dituangkan dalam               pokok yang menggerakkan kebijakan
berkembang dan negara-negara terbela-           bentuk Deklarasi Menteri (Ministerial             perdagangan di lapangan. Untuk itu
kang (Least Deveoping Countries – LDCs).        Declaration). Deklarasi Menteri tersebut          kepada Ditjen. Bea dan Cukai telah
     Sebagai salah satu organisasi              secara umum telah menghasilkan kema-              dipercayakan melaksanakan lebih dari
internasional yang diminta kontribusinya        juan yang berarti bila dibandingkan               120 peraturan titipan dari berbagai
pada perundingan WTO terutama dalam             dengan KTM V WTO di Cancun, namun                 instansi terkait. Disamping itu upaya
isu Fasilitasi Perdagangan, WCO telah           negara-negara anggota termasuk Indone-            menfasilitasi perdagangan tersebut
                                                sia masih perlu bekerja lebih keras lagi          harus juga melibatkan semua instansi
                                                untuk menyelesaikan perundingan lanjut-           terkait antara lain Departemen
                                                an di semua isu untuk mencapai tujuan-            Perdagangan, Departemen Keuangan
                                                tujuan dari Agenda Pembangunan Doha.              (Bea dan Cukai), Departemen
                                                    Dalam bidang fasilitasi perdagangan,          Perhubungan (Ditjen. Perhubungan
                                                pokok-pokok hasil kesepakatan yang                Laut, Darat dan Udara), Departemen
                                                tercantum dalam Deklarasi Menteri adalah          Pertanian ( Badan Karantina), Perban-
                                                menyepakati untuk melakukan perunding-            kan dan Kamar Dagang Indonesia.
                                                an lanjutan untuk membahas elemen-                Atas dasar itu selanjutnya dapat
                                                elemen/proposal dalam isu fasilitasi per-         disusun mekanisme upaya koordinasi,
                                                dagangan, yaitu yang berkaitan dengan             kegiatan dan jenis-jenis informasi
                                                Annex E: Trade Facilitation, berikut              yang akan dikoordinasikan.
                                                rencana implementasinya.                       - Samsuar Said ( Mantan Kepala Bidang Keuangan/
                                                     Mengingat isu fasilitas perdagangan         Bea dan Cukai pada PRIME Brussel)
                                                dalam Deklarasi Menteri ini sebagian           - Fitra Krisdianto (mantan Kasi kerjasama WTO
DITJEN. BEA DAN CUKAI telah dipercayakan        besar berkaitan erat dengan tugas dan            pada Dit. Kepabeanan Internasional DJBC
melaksanakan lebih dari 120 peraturan titipan   fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai,      - Asan sitanggang (Kabid Keuangan/BC pada
dari berbagai instansi terkait.                 maka disarankan agar Direktorat Jenderal         konsulat Jenderal RI Hongkong


68    WARTA BEA CUKAI          EDISI 375 FEBRUARI 2006
JUARA II LOMBA KARYA TULIS BAHASA INGGRIS
DALAM RANGKA HARI PABEAN INTERNASIONAL KE-54


SUSTAINING A STRONG CAPACITY BUILDING
To Support Customs
Officers’ Integrity
WITHIN THE INDONESIAN CUSTOMS
Prepared by: Yulia Anna Surya, S.S, MA.

INTRODUCTION                                                      tion among Stakeholders Program, and Promoting Integrity

T
       he rapid advances in the fields of transportation,         Program. In the early 2004 a new Task Force Team was
       communications and information technology make the         established to deal with tasks on Designing of Excises Policy,
       world a lot smaller. It has also eased the flow of         Improvement of Trade Facility, Settlement of Smuggling, and
information, goods and people across borders, which in turn,      Improvement of Integrity.
have become increasing porous. This development has led to             While there is no universally, accepted model for a
a progressive rise in the level of trade. All of these develop-   modern Customs administrations the key principles of the
ment converged to pose a unique challenge to customs              Revised Kyoto Convention provide a recommended focus for
administrations (Ray, Debraj, 1998). The increased level and      improving Customs performance through capacity building
rate of trade slows impose work burdens that would be close       activities (OCO, 2003). The Revised Kyoto Convention, which
to impossible to address without the use of the modern            shall enter in to force on February 3, 2006, provides prin-
techniques and technology. This has given rise to a strong        ciples for capacity building such as integrity, transparency,
impetus for many to modernize customs administrations,            accountability, predictability, facilitation and control, client
despite of having to face tight budget constraints.               service, standardization, simplification, minimum intervention,
     Customs modernization relates to the full range of           information and communication technology, co-operation and
Customs operations. Its main objective is to ensure that          partnership, continuous improvement, and compliance
Customs administrations constantly keep pace with develop-        improvement.
ments in international trade, whether of a technological, legal        The scheduling to accede to the Revised Kyoto Convention
or economic nature. The modernization program for Customs         on April 2006 is indeed a big leap for Indonesian Customs to
administrations seeks to develop a competent and efficient        accelerate the customs modernization program as well as
administration, determine the optimum management of staff         increase the quality of the existing capacity building program.
and available technical resources, and in still a culture of      What has to be realized is that by acceding to the Revised Kyoto
good governance and integrity to facilitate the crucial role      Convention Indonesian Customs obliges to conform to the
played by Customs in the global trading systems. Without an       Standards, Transitional Standards and Recommended Practices
efficient and effective Customs administration, government        in the Annexes of the Convention. It means Indonesian Customs
will not be able to meet their policy objectives in respect pf    is bounded to promote simplification and harmonization of
revenue collection, trade facilitation trade security, and the    customs procedures in accordance with the provisions of the
protection of society from a range of social and national         Revised Kyoto Convention.
security concerns.                                                     The Indonesian Customs Law Number 10/1995 and national
     The Customs modernization program is accelerated by          legislation concerning customs have been reviewed and com-
the parallel introduction of a customized capacity building       pared to the Revised Kyoto Convention to study the possibility to
plan to enable a Customs administration to implement the          accede the Convention. The result is very promising since the
necessary changes to its management and operational               regulations in customs law and national legislations have
environment. In the customs context, capacity building is         provided principles of simplification and harmonization of customs
commonly understood to mean developing or acquiring the           procedures and practices, which is then essential to make a major
skills, competencies, tools, process and resources needed to      contribution to facilitating of international trade.
improve the capacity of the administrations to carry out its           Acceding to Revised Kyoto Convention demonstrates a
allotted functions and achieve its objectives (OCO, 2003).        strong political will of Indonesian Customs to build a world-
                                                                  class customs administration with a fully functional civil
CAPACITY BUILDING IN INDONESIAN CUSTOMS                           service. The response from clients and stakeholders for sure,
   Indonesian Customs has formulated capacity building            would be very staggering for public trust.
program by establishing a Working Team for Customs
Reform in early 2002. The program consists of 4 group,            WHAT HAPPEN TO THE INDONESIAN CUSTOMS INTEGRITY ?
namely Trade Facility Improvement Program, Smuggling and             It has been widely spread that the Indonesian Customs has a
Under-invoicing Elimination Program, Improvement Coordina-        sensitive image in terms of public trust and integrity. People will


                                                                                EDISI 375 FEBRUARI 2006   WARTA BEA CUKAI         69
     KEPABEANAN INTERNASIONAL
tend to judge that most of Customs officers are corrupt. It is quite    are going to after one position and what criteria they have to fulfil
annoying when people identify customs officers they come to a           to hold a certain position. By doing so, we will drive the officers to
picture of wealthy and prosperous government officers ever.             compete fairly. Anyone who get promoted or rotated to a certain
     The Indonesian Customs employees more than 11.000                  position will be acknowledged due to his or her capacity, capabil-
officers posted in a network of 13 Regional Officers and about          ity, skill, education background and other criteria.
125 Customs Service Offices throughout the nation. This
year, the Indonesian Customs has to achieve revenue                     3. Lack of training follow-up
targeted by the government, in terms of customs duty and                     According to the Arusha Declaration, customs officials should
excise, as much as US$ 5 billion approximately. The figure              receive adequate professional training throughout their careers,
illustrates how demanding the ask every single officer has to           which should include coverage of ethics and integrity issues. This
carry on; assuming that one customs officer is entitled to bear         has been done by the Indonesian Customs. The training that has
the responsibility to collect national revenue approximately            been designed together by Customs Human Resources, Ministry
US$ 500,000 per year. On the other hand, frankly speaking,              of Finance Training Centre and Customs Training Centre resulting
the Indonesian Customs officers receive insufficient salary.            better quality of training and higher skill and competence of the
The receive vary, depending upon their rank or status, that is          officers. Things need to be more re-evaluated are training
from US$1,800 to 12,000 per year.                                       selection process ( no more favouritism) and officers should be
     The fact of insufficient salary has triggered Customs officers to  posted to the unit relevant with his skill and expertise. It is of use
receive bigger income to support their needs. They cannot rely on       to avoid any appearance of tiresome feeling of being posted in
the monthly salary and incidental premium received. On the other        inappropriate position, not considering of no use functions skill
hand, due to the high rate of import tariff duty the importer tends     obtained from the training. More concern is how to follow up the
to avoid paying as least tax as possible. These two interests have      training itself, since, to be honest, there is only a few adequate
flourished the corruption and collusion as a mutual beneficial          post-training evaluation program designed to measure the
practice to take place.                                                 effectiveness of the training outcomes.
     Stakeholders always closely observe customs officers’
integrity, in terms of service and officer. This is sensible recogni-   4. Segmentation behaviour
zing the vital rules of customs; revenue collection, trade facilitator,      It is acknowledged that the Indonesian Customs officers are
industrial assistance, and community protector. The Indonesian          segmented into groups, which compete to each other to gain the
Customs is an essential instrument for the                                                         key position within the organization. The
effective management of national                                                                   emergence of this segmentation behaviour
economy. The strategic issue facing the
Indonesian Customs organisation is how to
                                                      INDONESIAN CUS-                              has been initiated from the recruitment
                                                                                                   process. An officers tends to have a strong
gain the public trust.                                TOMS HAS FORMU-                              brotherhood or sense of belonging to other
     The Indonesian Customs Human                                                                  officers who were recruited at the same
Resource Management has been facing                   LATED CAPACITY                               period, or graduating the Customs Diploma
ongoing integrity issue within the
organisation. The issue is mostly caused
                                                      BUILDING PROGRAM                             at the same year. Once an officer who
                                                                                                   belongs to a certain (informal) group has
by the following existing conditions:                 BY ESTABLISHING A                            been promoted to assume responsibility of
l Unfair reward and punishment scheme                                                              a key manager position, her or she will tend
l Non purely merit-based promotion                    WORKING TEAM FOR                             to favour or benefit his or her group
     system and uncertain rotation scheme             CUSTOMS REFORM                               members.
l Lack of training follow-up                                                                            This problem is closely related to
l Segmentation (grouping) behaviour                   IN EARLY 2002.                               promotion and rotation scheme, as among
l Insufficient salary                                                                              those groups is attempting to compete to
                                                                                                   each other in promotion and rotation of
     Regarding insufficient salary, the solution will be difficult to   officers. The recommendation to design an open, clear and fair
address. Increasing officers’ salary or having adequate remunera-       promotion and rotation scheme as mentioned earlier will eradicate
tion will not simply solve the problem. The problem is that             this segmentation problem. More importantly, a new ethical
Indonesia implements a single remuneration system designed              behaviour and organizational culture has to be forced to shift the
and decided by the National Budget Agency. Therefore, it is not         paradigm that we are one, a member of Indonesian Customs, not
easy overcome the salary problem and there is nothing much              a member of certain group within Customs. At the end, the
Indonesian Customs can do have adequate remuneration.                   segmentation problem in Indonesian Customs will be gradually
                                                                        vanished.
1. Unfair reward and punishment scheme
     The 2002 Code of Conduct of Indonesian Customs has to be           INTRODUCING VIRTUE ETHICS IN INDONESIAN CUSTOMS AND ITS
evaluated to provide a clear rule of things to do and not to do. The    CONSISTENT IMPLEMENTATION.
Code must also contain the consequences of breaking it. Since                The strong will to modernize customs administrations in
organization has put integrity as major issue concerned, it has to      term of simplification and harmonization of system and
implement serious punishment scheme and fair reward system.             procedure would be meaningless if it is not equipped with
On the other hand, every single officer has to start to shift their     professional personnel with integrity. Again, no matter how
paradigm on integrity issue. Last but not least, the consistency in     good the policy, structure, regulation or system is it will
implementing reward and punishment scheme is a must to gain             depend on ‘the man behind the gun’.
public and employee’s trust.                                                 The existence of an indispensable scheme is of importance to
                                                                        enable ‘the men behind the gun’ to conform to the laws with the
2. Non-purely merit-based promotion system and                          intention of driving them to create a new organization culture,
     uncertain rotation scheme                                          which contain high level mental awareness and appropriate
     To be frank, there has not been any open, fair, planned, and       behaviour. The given scheme is to introduce virtue ethics and its
collectively agreed promotion and rotation scheme designed by           consistent implementation within Indonesian Customs.
the Human Resource Management. The idea of making it open                    Virtue ethics is a character-based account of ethics. Preston,
and accessible by all officers may enlighten the Human Resource         et.al. (2002) quote what Mac Intyre defines virtue as an acquired
Management’s tasks. A scheme has to be developed to enable              human quality the possession and exercise of which tends to
officers to have a clear picture of where they are going to after one   enable us to achieve those good, which are internal to practice,
position and what criteria they have a clear picture of where they      and the lack of which effectively prevents us from achieving any


70   WARTA BEA CUKAI          EDISI 375 FEBRUARI 2006
such goods. Virtue ethics is quite suitable to describe what kind of    officer may feel, if he has been announced as the officer of the
public servant should be. Since public sector has a coercive            month, in a monthly ceremony. His name will be called during the
power to regulate or influence citizen, therefore, the man behind       ceremony to receive the reward from the Director General,
the gun, the public managers and public servant, should be              shaking hands, stand by him, taken pictures to be displayed in the
someone who has good traits. This is to ensure that every policy,       in-house magazine distributed and read by all officers throughout
regulation and law created will have an excellent output and            the country. This kind of reward is more powerful than money or
outcome to the whole clients.                                           similar form or rewards. On the other hand, the punishment
     Conversely, if they are corrupt, have less integrity, and have     should be treated in the similar way.
no good moral traits, then the service delivery and implementation           Thing that may become the obstacle in implementing the
of government policies and regulations may benefit their personal       virtue ethics within the Indonesian Customs is that if the programs
interests, or do not reflect what clients need.                         mentioned above were only implemented by the Indonesian
     Almost all public agencies put character building as an            Customs, while other Indonesian public bodies do not do the
important element in one of its core values and strategies.             same thing, it will be useless. There should be a nationwide
Preston, et. Al. (2002) argue that virtue theory commends itself for    program initiated by the President, Parliament or at least the
its relevance to public sector ethics. Their contention is because      Coordinating Ministry for Public Sector Reform. This is because
virtue theory has potential for code development and subsequent         corruption and moral crisis in Indonesia is a national epidemic in
ethics education, provides support for the communitarian                both private and public sectors.
perspective which may be aligned with institutional emphasis, is a
useful tool for identifying core values in an organization or pluralist CONCLUSION
community, and emphasizes character-building or the agent’s                  The Indonesian Customs is endeavouring to become more
personal or institutional response to moral situations.                 effective against a background of ever-faster globalisation and an
     The Indonesian Customs has introduced many policies and            increasing complex international trade environment. Capacity
regulations to eradicate corruption within the organization. Its        building, along with integrity, is prerequisite for the proper
vision, mission, objective, and strategy have already contained         functioning of a customs administration. Reforms will only have
with the value of moral integrity. However, those initiatives are not   lasting effects if they are accompanied by a solid foundation of
more than just jargons and lip services as the corruption problem       well-designed capacity building and effective integrity. The
remains. The initiatives are just well framed-nice words hung on        scheduling to accede to the Revised Kyoto Convention on April
the wall. They are not embedded in officers’                                                      2006 is indeed a big leap for Indonesian
heart and mind.                                                                                   Customs to accelerate the customs
     To implement the virtue ethics within                                                        modernization program as well as increase
the organization, the Indonesian                     ACCORDING TO THE                             the quality of the existing capacity building
Customs should initiate the following two            ARUSHA DECLARA-                              program. Acceding to the Revised Kyoto
approaches :                                                                                      Convention will gain public trust, especially
                                                     TION, CUSTOMS OFFI-                          from clients and stakeholders.
a. Role modelling by top managers and                                                                  Is it true that corruption needs
     potential leaders                               CIALS SHOULD RE-                             national efforts to deal with, since it
     Since virtue ethics is to determine what                                                     happens not only in a single administra-
kind of person one should be, therefore
                                                     CEIVE ADEQUATE                               tion and not just in public sectors. The
managers and potential leaders within                PROFESSIONAL TRAI-                           Indonesian Customs can start to deal
organization play significant function to be                                                      with its own corruption and integrity
a role model. Leaders and managers must              NING THROUGHOUT                              issues by setting up some Human
behave and conduct the virtuous values so                                                         Resources policies, which enable to
as to attract staff to follow their actions.         THEIR CAREERS,...”                           encounter factors affecting customs
Participative leaderships and role modelling                                                      officers’ integrity at the maximum point.
are sometimes more effective than laws                                                            Meanwhile, moral issue, which is in fact
and regulations. This will require the managers to be consistent in     the core problem, should be dealt in a more fundamental
their policies and actions. It happens that sometimes managers          action by implementing virtue ethics in order to create the
ask the staff not to breach the law and not to take or receive illegal  desired and environment.
money, but secretly the managers do. How can the managers ask                It is also important to correct the existing vision into a
the staff to obey the law while they do not ? What mostly happen        simple and realistic one; a vision with a picture of a desirable
is that staff will tend to behave more intolerantly.                    future using a mechanism to control organization’s consis-
     One reason is that they might think that their boss will not       tency in designing policies, which are accordance with the
punish them for acting so, because the staffs know the secret of        international customs principles of timeliness, transparency,
the boss. Another reason is because they feel frustrated, nothing       and fairness. When the given vision is embedded in officers’
much they can do to make things better and so they will behave          hearts and minds, the maximum performance of task in
conversely, worsening the condition. One of the Indonesia               collecting revenue and facilitating trade will be reached.
cultures is that young people should honour the older, and that
                                                                        REFERENCE
older people should be able to be role model for the young.             Arusha Declaration. Available at http://www.wcoomd.org.
Therefore, role modelling by managers and potential leaders             Beer, et al. (1984). Managing Human Assets. New York : The Free Press.
within the Indonesian Customs is an important step to initiate the      Wright, PM and McMahan, GC (1992). Theoretical Perspectives for Human
implementation of virtue ethics.                                        Resouerce Management. Journal of Management Vol.18 (2)
                                                                         Oceania Customs Organisation (2003). Capacity Building Guidelines.
                                                                         Pfeffer, J.(1998). Seven Practises of Successful Organisations : In The
b. New model reward and punishment approach                              Human Equation-Building Profits by Putting People First. Massachusetts :
     The approach to compliment the role modelling approach is to        Harvard Business School Press.
have a new model reward and punishment approach within the               Ray, Debraj. (1998).Development Economics. New Jersey: Princenton
organization. Reward should be given to those who perform                University Press.
virtuous values and behave conform to the law. It should not only        The Directorate General of Indonesian Customs and Excise’s Website
be given to those who achieve measurable output such as                  (http://www.beacukai.go.id)
seizure, inventing new system or procedures, etc. The reward             Biodata Penulis
does not have to be monetary rewards. It can be things like              Nama       : YULIA ANNA SURYA, S.S, MA.
Employment of the Month program, certificate or plague signed by         NIP        : 060090133
the Director General. Imagine how happy and prestigious an               Unit Kerja : KPBC Tipe A Khusus Soekarno-Hatta


                                                                                        EDISI 375 FEBRUARI 2006      WARTA BEA CUKAI           71
     KEPABEANAN INTERNASIONAL

JUARA II LOMBA KARYA TULIS BAHASA INDONESIA
DALAM RANGKA HARI PABEAN INTERNASIONAL KE-54




“Customs
Marketing ”
SEBAGAI SUATU BENTUK PENDEKATAN KONSEP
PENCITRAAN ORGANISASI DAN PUBLIKASI FASILITAS KEPABEANAN
Oleh: Donny Eriyanto, SE, MM


P
      emasaran dewasa ini telah               sedemikian rupa serta mensosialisasikan     melakukan serangkaian tindakan terpadu
      mencakup segala aspek. Tidak            setiap kegiatan dan peraturan               menuju keunggulan kompetitif yang
      hanya terpaku pada masalah              kepabeanan sehingga tercipta sinergi        berkelanjutan. Strategi pemasaran lebih
bagaimana menjual suatu produk atau           yang dinamis antara Bea dan Cukai           mengedepankan upaya untuk
jasa saja, tetapi telah meluas ke dalam       dengan pengguna jasa (market forces)        memberikan pemahaman kepada
aspek-aspek global yang diperlukan oleh       terkait. Idealnya, Customs Marketing akan   masyarakat umumnya dan pengguna jasa
suatu organisasi dalam memperkenalkan         menciptakan emotional market bagi           khususnya mengenai tugas pokok dan
organisasinya. Hal ini yang sering            pengguna jasa terhadap organisasi Bea       fungsi Bea dan Cukai.
‘dilupakan’ atau tidak dianggap penting,      dan Cukai. Emotional market akan                Faktor-faktor yang mempengaruhi
apalagi oleh organisasi atau perusahaan       menciptakan kepuasan pengguna jasa          Strategi pemasaran yang diambil Bea dan
yang monopolistik, seperti Bea dan Cukai.     terhadap kinerja Bea dan Cukai. Atau        Cukai dalam Customs Marketing adalah :
Jika marketing dapat diterapkan pada          secara singkat adalah terpenuhinya          1. Faktor mikro, yaitu importir, eksportir,
perusahaan yang bergerak pada produksi        kebutuhan market forces.                        PPJK, instansi pemerintah yang terkait
barang atau jasa, mungkinkah bisa                 Bea dan Cukai sebagai satu-satunya          dan masyarakat.
diterapkan dalam Bea dan Cukai?               instansi kepabeanan di Indonesia            2. Faktor Makro, yaitu demografi,
     Customs Marketing (Pemasaran Bea         tentunya tetap perlu suatu strategi             ekonomi, politik, hukum, teknologi/fisik
dan Cukai) adalah salah satu bentuk           pemasaran. Tetapi strategi pemasarannya         dan sosial budaya.
pemasaran yang digunakan oleh Bea dan         berbeda dengan lainnya. Strategi
Cukai dalam suatu proses sosial dan           pemasaran yang diambil Bea dan Cukai           Strategi pemasaran dalam Customs
manajerial untuk mengetahui kebutuhan         dalam Customs Marketing adalah              Marketing dapat juga mengambil konsep
dan keinginan pengguna jasa,                                                              bauran pemasaran (Marketing mix)
memperkenalkan organisasi,                                                                yang dikenal dengan 4P dengan beberapa
mengomunikasikan dan mempublikasikan                                                      perubahan disesuaikan dengan
segala bentuk peraturan kepabeanan.
Secara singkat dapat diartikan Customs
                                                 “PETUGAS SERING                          kebutuhan dan kondisi Bea dan Cukai.
                                                                                          Konsep 4P adalah :
Marketing ini sebagai alat public relations      HANYA BEKERJA
(hubungan masyarakat) bagi Bea dan                                                        1. Place ( Tempat )
Cukai. Customs Marketing merupakan               BERDASARKAN ATAS                             Berdasarkan Keputusan Menkeu No.
suatu bentuk pemasaran jasa dalam
pelayanan pada masyarakat (public
                                                 ‘TRADISI’ SAJA, TANPA                    444/KMK.01/2001 Bea dan Cukai telah
                                                                                          memiliki 13 Kanwil dan 112 KPBC
services).                                       TAHU PERATURAN-                          ditambah dengan 88 Kantor Bantu
     Pengertian jasa menurut Philip Kotler                                                pelayanan serta 629 Pos Pengawasan
adalah setiap tindakan atau kegiatan yang        NYA... IRONISNYA,                        Bea dan Cukai dimana sebagian besar
dapat ditawarkan oleh satu pihak lain,
pada dasarnya tidak berwujud dan tidak
                                                 PENGGUNA JASA                            kantor pelayanan berada dekat di
                                                                                          pelabuhan atau bandara sehingga mudah
mengakibatkan kepemilikan apapun.                JUSTRU CENDERUNG                         dijangkau dan memudahkan pengguna
Kunci utama organisasi yang memberikan                                                    jasa untuk lebih cepat dalam pengurusan
jasa/pelayanan adalah memenuhi atau              LEBIH MENGETAHUI                         pengeluaran barang. Bahkan dalam UU
melebihi ekspektasi kualitas jasa yang           PERATURAN YANG                           No. 10/1995, apabila sarana pengangkut
diharapkan pengguna jasa.                                                                 dalam keadaan darurat dapat melakukan
     Tujuan dari Customs Marketing adalah        BERLAKU...”                              pembongkaran di kantor pelayanan
mengenal dan memahami pengguna jasa                                                       terdekat atau yang paling mudah dicapai.


72   WARTA BEA CUKAI         EDISI 375 FEBRUARI 2006
Hal ini sesuai dengan kepentingan                                                    GAMBAR 1
perdagangan dan perekonomian                              STRATEGI PEMASARAN DARI SUDUT PANDANG
sehingga dapat dipenuhi dengan lebih                           BEA CUKAI DAN PENGGUNA JASA

                                                          4P                                            4C
mudah, aman dan murah.
    Selain itu, konsep place juga dapat
berupa kondisi fisik kantor/pos pelayanan
beserta infrastruktur didalamnya yang




                                              Bea Cukai




                                                                                                                                     Pengguna Jasa
menunjang operasional. Hal ini sangat                     l PLACE                                     1. CUSTOMER NEEDS
penting mengingat pengguna jasa akan                                                                     & WANTS
merasa lebih nyaman berada dalam                          l PRODUCT            T O T A L              2. COST TO THE




                                                                                                                                 s
                                                     s
sarana fisik yang bersih, rapi, aman dan
teratur sehingga menimbulkan kesan awal                                        CUSTOMER                  CUSTOMER
                                                          l PRICE              SATISFACTION
bahwa aparat Bea Cukai sebagai pemberi
jasa pelayanan benar-benar telah siap
                                                                                                      3. CONVENIENCE
                                                          l PROMOTION
memberikan pelayanan.                                                                                 4. COMMUNICATION
2. Product (Produk)
     Dalam konteks Bea dan Cukai, produk
yang dihasilkan oleh Bea dan Cukai             relations (hubungan masyarakat).                   Konsep ini salah satu konsep tertua,
adalah jasa (service) dan produk-produk            Sosialisasi peraturan kepabeanan          yaitu pengguna jasa akan memilih
peraturan kepabeanan dan cukai,                bagi kepentingan dunia usaha memegang         pelayanan yang cepat dan murah
termasuk pemberian fasilitas kepabeanan.       peranan penting dalam rangka                  biayanya. Dalam hal ini memusatkan
Bea dan Cukai sebagai trade facilitation       pelaksanaan prosedur dan praktek              perhatiannya untuk mencapai efisiensi
dalam pelayanannya dituntut untuk selalu       pabean yang transparan, konsisten dan         jasa pelayanan yang tinggi serta fasilitas
memberikan service yang time-sensitive,        dapat diprediksi (predictable) sehingga       kepabeanan yang semakin besar. Konsep
predictable, available (saat dibutuhkan)       market forces dapat mengantisipasi,           ini dapat dijalankan apabila permintaan
dan adjustable sesuai dengan prinsip-          merencanakan dan mempersiapkan diri           jasa pelayanan Bea dan Cukai yang cepat
prinsip atau aspek-aspek fairness,             dalam kegiatan bisnis dan pemenuhan           dan murah melebihi jumlah SDM dan
timeliness, transparency dan facilitation.     kewajiban pabean. Sosialisasi dapat           fasilitas Kepabeanan yang diberikan
     Totalitas pelayanan ini pada kerangka     dilakukan dengan melakukan seminar,           dimana biaya ekonomi sangat tinggi (high
dasarnya bersumber pada fenomena               workshop, pelatihan dan melalui teknologi     cost economy ).
speed (kecepatan) dan flexibility              internet via website Bea dan Cukai.
(fleksibilitas). Bea dan Cukai harus               Public relations (PR) dibentuk untuk      B. Konsep Pemasaran Berwawasan
mampu mewujudkan kombinasi dari dua            menekankan pada pemberian informasi               Jasa Pelayanan.
besaran tersebut sehingga formula untuk        dan penciptaan pemahaman. PR yang                 Konsep ini berpendapat bahwa
pelayanan Bea dan Cukai (Customs               dikemas dengan baik akan membantu             pengguna jasa akan memilih jasa
services).                                     menciptakan pencitraan yang positif dan       pelayanan yang menawarkan mutu,
                                               kredibel. Stigma masyarakat terhadap Bea      kinerja terbaik dan inovatif dalam hal ini
3. Price (Harga)                               dan Cukai yang cenderung memojokkan           memuaskan perhatian untuk membuat
    Berkaitan dengan Customs Marketing,        akan tereduksi dengan sendirinya apabila      jasa pelayanan yang lebih baik dan terus
price yang dimaksud adalah biaya yang          masyarakat umumnya dan pengguna jasa          menyempurnakannya. Instansi yang
harus dikeluarkan oleh market forces           khususnya diberi pemahaman yang baik          berwawasan ini cenderung tidak
dalam pengurusan dokumen. Fashion              dan benar tentang tupoksi DJBC dan            memperhatikan keinginan dan kebutuhan
(kebiasaan) dari implementasi peraturan        peraturan kepabeanan. Pemberitaan yang        dari pengguna jasa, sehingga akan
perundang-undangan yang berlaku                positif dan kontinyu seperti pemberitaan di   mengalami kesulitan dalam
seringkali menyebabkan high cost               media massa mengenai penangkapan              mempromosikan citra dan kinerjanya.
economy (ekonomi biaya tinggi) serta           kasus penyelundupan misalnya,
pelayanan Bea dan Cukai yang inefficient.      setidaknya akan meng-counter stigma           C. Konsep Pemasaran berwawasan
Bea dan Cukai diharapkan dapat do more         buruk masyarakat.                                 ‘Menjual’.
with less atau do more with reduced cost.          Sedangkan strategi pemasaran dari             Konsep ini berpendapat bahwa kalau
Sebagaimana kita ketahui kegiatan bisnis       sudut pandang pengguna jasa adalah            pengguna jasa dibiarkan saja, pengguna
semakin tergantung pada performance            konsep 4 C, yaitu :                           jasa tidak akan melakukan atau mengu-
Bea dan Cukai dimanapun.                       1. Customer needs and wants (                 rangi kegiatan impor dan cenderung
    Kegagalan Bea dan Cukai dalam                  kebutuhan dan keinginan pengguna          beralih membeli produk lokal serta tidak
menekan ekonomi biaya tinggi tidak saja            jasa)                                     memanfaatkan fasilitas kepabeanan yang
akan mengakibatkan kegagalan ekonomi           2. Cost to the customer ( biaya pengguna      diberikannya. Dengan demikian harus
dalam negeri guna menangkap opportu-               jasa)                                     dilakukan usaha sosialisasi dan promosi
nity, mengubah keuntungan komparatif           3. Convenience (kenyamanan)                   yang lebih agresif lagi.
menjadi keuntungan kompetitif, akan            4. Communication ( komunikasi)
tetapi juga secara substansial dapat                                                         D. Konsep Pemasaran Berwawasan
mengakibatkan munculnya Trade                     Tujuan akhir dari seluruh konsep, kiat         Pemasaran.
Divertion (larinya para investor dari suatu    dan strategi pemasaran diatas (4P dan             Konsep ini berpendapat bahwa kunci
negara ke negara lain dalam melakukan          4C) semuanya bermuara pada kepuasan           untuk mencapai tujuan korporat terdiri dari
investasinya) dengan segala implikasi          pengguna jasa sepenuhnya (Total               penentuan kebutuhan dan keinginan
ekonomi negatif lainnya.                       Customer Satisfaction).(Lihat Gambar 1)       market forces serta memberikan
                                                                                             kepuasan yang diinginkan secara lebih
4. Promotion (Promosi)                             Dalam konsep inti pemasaran terdapat      efektif dan efisien. Konsep berwawasan
    Promosi disini dapat diartikan sebagai     lima konsep pemasaran yang mendasari          pemasaran dapat dilakukan selain dengan
sosialisasi kepada para pengguna jasa          cara korporat (Bea Cukai) melakukan           memenuhi kebutuhan dan keinginan
terhadap semua peraturan kepabeanan            kegiatan Customs Marketing;                   pengguna jasa, juga berusaha sekuat
termasuk didalamnya pemberian fasilitas        A. Konsep Pemasaran Berwawasan                tenaga memberikan nilai, mutu dan
kepabeanan serta pembentukan public                Produktifitas.                            kepuasan tertinggi bagi pengguna jasa.


                                                                                    EDISI 375 FEBRUARI 2006   WARTA BEA CUKAI       73
     KEPABEANAN INTERNASIONAL
E. Konsep Pemasaran Berwawasan               pengawasan (fungsi kontrol) dimana             cepat. Kurangnya standar mutu atau skill
    Bermasyarakat.                           kedua peran tersebut harus dijalankan          yang dimiliki oleh petugas bea cukai
     Konsep ini beranggapan bahwa            secara seimbang. Hal ini yang kurang           karena minimnya pengetahuan mereka
tugas korporat/instansi adalah               disadari pihak pengguna jasa. Sebagai          akan peraturan kepabeanan.
menentukan kebutuhan, keinginan              contoh, Bea dan Cukai menganut sistem              Dalam praktek, petugas sering hanya
serta kepentingan market forces dan          self assessment dimana pihak pengguna          bekerja berdasarkan atas ‘tradisi’ saja,
memenuhi dengan lebih efektif serta          jasa diberikan kebebasan dalam                 tanpa tahu peraturannya. Padahal
efisien dengan cara mempertahankan           memberitahukan dokumennya sebagai              peraturan terus berubah dan berkembang
atau meningkatkan fasilitas                  konsekuensi logis atas kebebasan yang          disesuaikan situasi dan kondisi
kepabeanan yang dibutuhkan dan               diberikan, dilakukan audit.                    perekonomian global. Ironisnya,
kebutuhan masyarakat.                                                                       pengguna jasa justru cenderung lebih
    Bea dan Cukai sebagai trade              2. Kesenjangan (Gap) antara persepsi           mengetahui peraturan yang berlaku,
facilitator mempunyai peran sangat               Bea dan Cukai dengan spesifikasi           mengingat mereka diharuskan mengikuti
penting dan strategis dalam konteks              kualitas jasa.                             diklat PPJK.
pengembangan dan pembangunan                     Bea dan Cukai mungkin memahami
ekonomi. Dana yang ‘diinvestasikan’          secara tepat keinginan pengguna jasa           4. Kesenjangan (Gap) antara
secara bijaksana dalam Bea dan cukai         tetapi tidak menetapkan suatu set standar          penyampaian jasa dengan
dengan bentuk Bea Masuk dan                  kinerja spesifik. Standar kinerja pelayanan        komunikasi eksternal.
pungutan impor lainnya akan                  bisa dilihat dari kualitas petugas bea cukai       Harapan pengguna jasa dipengaruhi
menghasilkan manfaat-manfaat yang            dalam melakukan pelayanan, terutama            oleh pernyataan yang dibuat oleh para
tidak saja dinikmati oleh pemerintah         dalam hal kecepatan. Faktor waktu sangat       petinggi bea cukai dan slogan-slogan visi
dalam bentuk penerimaan negara yang          penting bagi dunia usaha. Pelayanan            dan misi Bea dan Cukai. Misalnya, dalam
semakin meningkat, kontrol yang lebih        harus dilakukan secara real time, lewat        sosialisasi pelayanan dinyatakan bahwa
baik, dapat menghindari future cost                                                         Bea dan Cukai siap memberikan
yang mungkin lebih berat, tetapi juga                                                       pelayanan dengan menghilangkan segala
manfaat bagi trading community dalam                                                        pungutan yang menimbulkan high cost
bentuk fasilitas perdagangan.                  “FASHION (KEBIASAAN)                         economy. Disetiap Kantor Bea dan Cukai
    Tugas Bea dan cukai selain sebagai                                                      sering dijumpai slogan-slogan yang
trade facilitator, juga mempunyai tugas        DARI IMPLEMENTASI                            dipajang, baik berisi visi dan misi Bea dan
sebagai community protection. Dalam arti       PERATURAN PER-                               Cukai maupun slogan-slogan yang
kata, Bea dan Cukai melindungi                                                              bersifat promosi, seperti kata-kata ‘Kami
masyarakat dari ancaman masuknya               UNDANG-UNDANGAN                              Siap Melayani Anda’, Dukung Bea dan
barang-barang terlarang yang                                                                Cukai dalam Memberantas
diselundupkan ke dalam negeri. Dengan          YANG BERLAKU                                 Penyelundupan, dan slogan lainnya.
upaya pemberantasan penyelundupan              SERINGKALI
secara terpadu diharapkan masyarakat                                                        5. Kesenjangan (Gap) antara jasa yang
memberikan stigma positif bagi Bea dan         MENYEBABKAN HIGH                                 dialami dan jasa yang diharapkan.
Cukai.                                                                                          Gap ini terjadi apabila muncul persepsi
                                               COST ECONOMY                                 yang keliru mengenai kualitas jasa
                                                                                            tersebut. Pengguna jasa akan puas bila
MODEL KUALITAS JASA                            (EKONOMI BIAYA TING-                         pelayanan diterima sesuai atau bahkan
    Pengukuran kualitas jasa sangat sulit      GI) SERTA PELAYANAN                          melebihi ekspektasi yang mereka miliki.
dilakukan mengingat sifatnya intangible                                                     Ada beberapa hal yang dapat
dan tidak ada parameter yang jelas dalam       BEA DAN CUKAI YANG                           mempengaruhi ekspektasi dari pengguna
mengontrolnya. Salah satu tolok ukur                                                        jasa, yaitu: apa yang didengar dari
dalam mengetahui kualitas jasa yang            INEFFICIENT.”                                pengguna jasa lainnya, pengalaman masa
diberikan oleh pegawai bea cukai adalah                                                     lalu dalam menerima pelayanan,
dengan mengadopsi Model Kualitas Jasa                                                       ketentuan perundang-undangan dan
yang dikemukakan oleh Christopher H.         dari waktu yang diharapkan maka                karakteristik maupun keinginan individu
Lovelock, dalam bukunya Services             menimbulkan kerugian.                          dari pengguna jasa kepabeanan.
Marketing (New Jersey, Prentice hall,             Standar kinerja untuk petugas bea
1991).Model kualitas jasa dalam Customs      cukai sebetulnya telah diatur dalam Kep        UPAYA CUSTOMS MARKETING DALAM
Marketing adalah seperti gambar 2 yang       07/BC/2003 pasal 52, yang memberikan           PENINGKATAN CITRA DAN FUNGSI
telah disesuaikan dengan konteks Bea         kepastian jangka waktu pelayanan               PUBLIKASI
dan Cukai.                                   penyelesaian barang impor untuk dipakai            Beberapa analisa, strategi dan konsep
    Model kualitas jasa diatas               dalam waktu paling lama 4 (empat) jam          pemasaran dalam Customs Marketing
mengidentifikasikan adanya lima              kerja. Hal tersebut diperkuat juga dengan      telah dijabarkan diatas dimana semuanya
kesenjangan (Gap) yang dapat                 adanya kartu kontrol waktu. Tetapi             bertujuan untuk meningkatkan citra Bea
menyebabkan timbulnya hambatan dalam         semuanya hanya ‘diatas kertas’, kondisi di     dan Cukai dan fungsi publikasi dalam
penyampaian jasa sehingga bisa               lapangan jauh berbeda. Pasalnya, hal           menyosialisasikan fasilitas kepabeanan.
menurunkan kualitas jasa;                    tersebut kurang spesifik dan mengikat.         Hal tersebut akan lebih konkrit, apabila
                                                                                            dibarengi dengan langkah konstruktif
1. Kesenjangan (Gap) antara harapan          3. Kesenjangan (Gap) antara                    dalam Customs Marketing;
    pengguna jasa dengan persepsi                spesifikasi kualitas jasa dan
    Bea dan Cukai.                               penyampaian jasa.                          a. Perancangan produk service yang
    Pihak Bea dan Cukai tidak selalu             Para petugas mungkin kurang terlatih,          berorientasi pada market forces.
dapat memahami secara tepat apa yang         tidak mampu atau tidak mau memenuhi                Dalam merancang dan membangun
diinginkan pengguna jasa. Di satu sisi,      standar. Atau mereka dihadapkan pada           suatu produk service yang dapat
pengguna jasa menginginkan proses            standar yang berlawanan, seperti               meningkatkan citra, terkenal dengan dua
clearance yang cepat dan murah, dilain       menyediakan waktu untuk mendengarkan           pendekatan, yaitu perancangan
pihak Bea dan Cukai selain mempunyai         komplain para pengguna jasa yang               berorientasi produk service (service
tugas pelayanan juga punya peran             menuntut dalam melayani mereka dengan          driven) dan perancangan berorientasi


74   WARTA BEA CUKAI        EDISI 375 FEBRUARI 2006
market forces (market forces driven),                                                                                   GAMBAR 2
cenderung lebih memperhatikan output              MODEL KUALITAS JASA DALAM CUSTOMS MARKETING
saja, sehingga apabila Bea dan Cukai
hanya berorientasi pada produk service
maka hanya akan memprioritaskan                   KOMUNIKASI                                                        KEBUTUHAN                                                       PENGALAMAN
proses pengeluaran barang saja tanpa              DARI MULUT                                                                                                                         MASA LALU
memperhatikan kualitas jasa yang                   KE MULUT
diberikan pada market forces                                                                                            t
sebagaimana yang ada dalam
                                                                                                                    JASA YANG




                                                                                              t t




                                                                                                                                                                    t
perancangan berorientasi market forces.
    Kinerja pegawai bea cukai yang                                                                                   DIALAMI
produktif dituntut untuk memperhatikan
kualitas jasa pelayanan yang diberikan
kepada pengguna jasa dalam pengurusan                                         GAP 5                                             s
setiap pengeluaran dokumen. Misalnya,
dengan pelayanan tepat waktu, cepat,
penuh keramahan dan tanpa dipersulit.
                                                                                                                  JASA YANG
                                              Pengguna                                                          DIPERSEPSIKAN




                                                                                                                                                                    t
Kinerja demikian secara tidak langsung
akan membantu Bea dan Cukai dalam             Jasa
upaya meningkatkan citra positif di mata                                                                                        s
masyarakat dan pengguna jasa.                 ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○    ○    ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○   ○




b. Pemanfaatan website                        Bea dan                                                                                                               GAP 4 KOMUNIKASI
    Bea Cukai sekarang ini telah              Cukai                                                         PENYAMPAIAN JASA                                                        EKSTERNAL KE
menggunakan teknologi website melalui                                                                                                                                                 PENGGUNA
situs www.beacukai.go.id. Website ini
sangat efektif dalam mempublikasikan                                                                                            s                                                       JASA
atau sosialisasi dari peraturan-peraturan
maupun fasilitas-fasilitas kepabeanan
yang diberikan kepada pengguna jasa.
                                                                                                             PENERJEMAHAN
Dengan hanya membuka website Bea                                                                            PERSEPSI MENJADI
dan Cukai, kebutuhan informasi yang
mereka inginkan sudah tersedia. Segala                                        GAP 3                                             s
permasalahan yang dihadapi dapat               GAP 1
terselesaikan hanya dengan mengunjungi
satu website saja.                                                                                                  SPESIFIKASI
    Konsekuensi logis yang harus                                                                                     KUALITAS
dihadapi pengelola website adalah harus
menyediakan informasi yang up to date
                                                                                                                       JASA
dan terus diperbarui. Tentunya terlebih
                                                                                                                                s
dulu pengelola website harus                                                  GAP 2
mengidentifikasikan apa saja yang
                                                                                                                PERSEPSI
menjadi kebutuhan para pengguna jasa
tersebut. Pengelola website harus
berusaha agar website-nya dikunjungi                                                                           BEA CUKAI
                                                                                              t




orang sebanyak mungkin, karena salah                                                                        TENTANG HARAPAN
satu ukuran keberhasilan suatu website
adalah banyak-sedikitnya pengunjung. Hal                                                                     PENGGUNA JASA
demikian mengingat berapa banyak yang
dapat diandalkan sebagai sumber
informasi dan media pembelajaran              sumber daya yang menganggur adalah                                                    Sumber Bacaan
                                                                                                                                    1. Mathilda M.F Christynar, Pemasaran Menghadapi
masyarakat. Banyak instansi pemerintah        sumber utama pemborosan.                                                                  Konsumen “Baru” dengan Inovasi, Sinar Harapan,
yang ikut ‘latah’ membuat website, namun          JIT yg pertama kali ditemukan oleh                                                    2002.
bingung setelah website itu selesai dibuat.   Taiichi Ohno dapat diterapkan dalam                                                   2. Trioso Purnawarman, Strategi Pemasaran dan
                                              sector publik, terutama jika Bea dan Cukai                                                Pengendalian Mutu Produk, Jakarta, 2001.
                                                                                                                                    3. Suparjo, One Stop Shopping, Arsitektur Website
c. Just in Time dalam sektor publik.          menerapkan sebagian atau seluruh                                                          Pemerintah yang Ideal, Jakarta, 2001.
    Konsep just in time (JIT) yang            prinsip JIT diharapkan pelayanan kepada                                               4. Michael E. Sendow & Fredy Sidabutar, Pemasaran
biasanya digunakan oleh perusahaan,           pengguna jasa dapat lebih berkualitas dan                                                 Kualitas Jasa, Jakarta, 2005.
                                                                                                                                    5. Suparjo, Just In Time Mungkinkah Diterapkan pada
secara filosofi dapat diterapkan dalam        terdapat jaminan akan waktu pelayanan                                                     sektor Publik (BAKUN?), Jakarta, 2005.
Customs Marketing mengingat sistem JIT        yang lebih optimal. Hal demikian                                                      6. Suara Merdeka, Kreatifitas adalah roh Pemasaran,
berusaha melakukan pekerjaan secara           mengingat tujuan dari JIT adalah untuk                                                    Semarang, 2005.
terus-menerus dengan menghilangkan            memuaskan konsumen dengan kualitas                                                    7. Republika Online, Pemasaran : Buat Rencana
                                                                                                                                        Pemasaran Efektif, Jakarta, 2004.
segala pemborosan dan segala sesuatu          yang prima dan ketepatan waktu                                                        8. C.M. Lingga Purnama, MM, Strategic Marketing
yang tidak memberi nilai tambah dengan        pelayanan kepada pengguna jasa                                                            Plan, Gramedia, Jakarta, 2004.
menyediakan sumber daya pada tempat           sehingga efektif didalam pencapaian                                                   9. Philip Kotler, Manajemen Pemasaran : Analisa,
                                                                                                                                        Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian.
dan waktu yang tepat. Filosofi utama JIT      tujuan organisasi. Mungkin tidak semua                                                    Jilid I, edisi kedelapan, Jakarta, 1995.
adalah melakukan proses produksi (dalam       prinsip dan kaidah dalam sistem JIT                                                   10. John M. Echols & Hassan Shadily, Kamus Inggris-
Customs Marketing diadopsi menjadi            diterapkan pada proses kerja di Bea dan                                                   Indonesia, Gramedia,Jakarta, 2000.
proses pengeluaran barang impor) secara       Cukai, namun bisa beberapa prinsip                                                    Biodata Penulis
tepat waktu dan sampai pada lini (bidang)     diterapkan, sehingga membantu                                                         Nama       : Donny Eriyanto, SE, MM.
berikutnya secara tepat waktu tanpa idle      pencapaian visi dan misi Bea dan Cukai                                                NIP        : 060086451
waktu dan sumber daya. Waktu dan              sebagai sebuah institusi kepabeanan.                                                  Unit Kerja : KPBC Balikpapan


                                                                                                                    EDISI 375 FEBRUARI 2006                         WARTA BEA CUKAI                             75
     PROFIL


ANTHON DEGEY
KOORDINATOR PELAKSANA KPBC TIPE B AMAMAPARE




HARAPAN SEORANG
KEPALA SUKU
Menulis kisah seorang pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bernama Anthon Degey
yang berasal dari bumi Papua pada edisi ini, bisa dikatakan terjadi secara “kebetulan”. Peristiwa
kebetulan ini terjadi ketika WBC ikut berkunjung ke KPBC Amamapare bersama rombongan
Kakanwil XII DJBC Ambon pada medio Desember 2005 (WBC Edisi 374, Januari 2006).


P
       agi hari tanggal 12 Desember 2005         Mungkin tegang, mungkin grogi,          sekian banyak yang mengikuti ujian dari
       ketika rombongan belum lama tiba di   entahlah. Dan mungkin karena memang         seluruh Papua, hanya 96 orang yang
       KPBC Amamapare, di halaman            ia merasa sedikit dalam bercakap-cakap,     berhasil masuk, dan dari 96 orang
depan kantor, beberapa pegawai sedang        maka ketika wawancara akan dimulai,         tersebut, 8 orang ditempatkan di Bea
berkumpul menantikan acara serah terima      Anthon memberikan secarik kertas berisi     Cukai, dan Anthon termasuk salah
jabatan dari Kepala KPBC Amamapare           data mengenai dirinya dari nama, jabatan,   satunya. Keberhasilannya tersebut
yang lama, Hartono Singgih kepada yang       tempat tanggal lahir, riwayat pekerjaan,    membuat Anthon tidak menyelesaikan
baru Agus Hermawan. Tiba-tiba, Hartono       perkawinan, hingga empat poin harapan       pendidikan SMA-nya pada saat itu.
Singgih berkata kepada WBC,                  kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai         Ketika dittanya apa yang membuat ia
“Bagaimana kalau Pak Degey dijadikan         (lihat boks). Semuanya dalam satu           tertarik melamar di Depkeu, Anthon
profil di WBC, Pak Degey itu pegawai         lembar kertas.                              menjawab, ”Saya tertarik karena saya
disini, dia juga seorang Kepala Suku”.           Tapi justru itulah salah satu hal       (ketika itu) memiliki kekurangan dalam
     Sedikit terkejut WBC mendengar hal      menarik dari seorang Anthon Degey.          biaya pendidikan, jadi saya putuskan
itu terlebih karena jabatan Kepala Suku      Seorang pegawai di KPBC Amamapare           untuk bekerja saja, dan saya memang
yang bagaimanapun juga bermakna              mengakui kalau ia dikenal tidak banyak      kepingin sekali bekerja di Depkeu”.
khusus, apalagi dari wilayah Papua,          berbicara. “Pak Degey itu memang orang           Tahun 1978, Anthon untuk pertama
sekalipun kami belum pernah mengenal-        yang tidak banyak ngomong, tapi rajin.      kalinya bekerja di Bea Cukai dan ia
nya. Beberapa pegawai yang juga              Kalau datang kantor itu pagi-pagi,          ditempatkan di Jayapura di bagian
mendengar percakapan kami langsung           langsung sibuk kerja”.                      Perbendaharaan. Gaji yang ia terima saat
bersahutan memberi komentar tanda                Hal yang sama dikemukakan oleh          itu sebesar 8000 rupiah. Selama karirnya,
setuju. Maka Pak Degey pun dipanggil.        Hartono Singgih. Selama menjabat            Anthon beberapa kali berpindah tugas dari
     Ketika bertemu, kami saling berjabat    sebagai Kepala KPBC Amamapare,              Jayapura ke Amamapare dan sebaliknya.
tangan dan Anthon Degey tidak berkata        menurutnya Anthon Degey termasuk            Tahun 1981 ia diangkat menjadi pegawai
apa-apa, hanya tersenyum. Pun ketika         orang yang rajin, tekun, disiplin dan       negeri sipil, dan sejak tahun 1986 ia
diberitahukan bahwa ia akan diwawan-         bertanggung jawab dalam melaksanakan        ditetapkan bertugas di KPBC Amamapare
cara WBC untuk rubrik profil, ia hanya       tugas yang dibebankan kepadanya. “Pak       hingga sekarang. Bisa dikatakan Anthon
mengangguk kecil sambil tersenyum.           Degey selalu melaksanakan tugasnya          Degey telah bertugas cukup lama di
Belakangan baru diketahui bahwa Anthon       dengan baik dan tanpa mengeluh. Dalam       Amamapare, yaitu dari tahun 1986 ketika
Degey memang sosok yang “irit” dalam         hal ada kendala atau kesulitan, beliau      kantor bea cukai tersebut masih berstatus
percakapan. Ketika wawancara                 tidak segan untuk berkonsultasi dengan      Kantor Inspeksi Tipe D, lalu kemudian
berlangsung, WBC harus berusaha keras        Kepala Seksi-nya, atau kadang-kadang        berubah menjadi Kantor Pelayanan Tipe
memancing agar ia mau lebih banyak           langsung dengan saya sebagai Kepala         C, hingga saat ini menjadi Kantor
bercerita. Setiap pertanyaan yang            Kantor demi mengatasi masalah”.             Pelayanan Tipe B.
diajukan selalu dijawab dengan singkat.          Agus Hermawan, yang baru menjabat            Setelah mulai menjadi Pelaksana
     Hal ini tentu berbeda bila dibanding-   Kepala KPBC Amamapare sekitar dua           sejak tahun 1986, peristiwa yang belum
kan wawancara dengan sosok-sosok profil      bulan juga punya penilaian yang sama.       lama terjadi yang tentu menggembirakan
sebelumnya dimana percakapan selalu          “Pak Degey nggak terlalu banyak omong,      dirinya adalah jabatan Anthon Degey yang
mengalir dengan lancar. Tidak ada            tapi kerjanya bagus. Dia tidak menunda      kini menjadi Koordinator Pelaksana di
kendala bahasa tentu saja, jawaban yang      pekerjaan yang jadi tanggung jawabnya”.     KPBC Amamapare. Berdasarkan
disampaikan Anthon Degey selalu jelas                                                    Keputusan Dirjen Bea dan Cukai Nomor
namun terasa terlalu singkat. Transkrip      BEA CUKAI                                   88 tanggal 30 Desember 2005 tentang
wawancara dengannya membuktikan                  Anthon Degey telah mengabdi di          Pengangkatan Koordinator Pelaksana di
kalau ia tidak pernah menjawab lebih dari    DJBC selama 28 tahun. Sejarahnya            lingkungan DJBC Departemen Keuangan,
dua paragraf. Herannya, ketika wawanca-      bermula ketika ia duduk di kelas 2 SMA      Anthon Degey diangkat menjadi Koordina-
ra selesai dan tape rekaman dimatikan,       Jayapura, Anthon mengikuti tes masuk        tor Pelaksana Administrasi Penyidikan dan
obrolan dengan Anthon Degey berlang-         Departemen Keuangan yang waktu itu          Barang Bukti KPBC Amamapare.
sung dengan santai dan lebih panjang.        dikhususkan untuk putra daerah. Dari             Pengangkatan tersebut sangat pantas


76   WARTA BEA CUKAI        EDISI 375 FEBRUARI 2006
EDISI 375 FEBRUARI 2006   WARTA BEA CUKAI   77
     PROFIL
                                                                                     FOTO : PRIYONO
                                                                                                      jadi kita belum pernah mengetik. Pekerja-
                                                                                                      an sehari-hari saya berkebun untuk
                                                                                                      makan sehari-hari. Saya dulu ikut kursus
                                                                                                      mengetik, itu menarik karena menurut
                                                                                                      saya agak susah, dan selain itu juga untuk
                                                                                                      meringankan tangan sehingga di kantor
                                                                                                      saya dapat lancar mengetik,” cerita
                                                                                                      Anthon.
                                                                                                           Sekarang tentu saja Anthon sudah
                                                                                                      lancar mengetik, tidak hanya mesin tik tapi
                                                                                                      juga komputer. Secarik kertas yang
                                                                                                      diberikan kepada WBC membuktikan hal
                                                                                                      itu. Dalam kertas tersebut, 4 (empat)
                                                                                                      harapan yang ia tulis merupakan cermin
                                                                                                      kepeduliannya yang besar terhadap
                                                                                                      KPBC Amamapare dan juga terhadap
                                                                                                      generasi muda putra daerah papua yang
                                                                                                      bekerja di DJBC.
                                                                                                           Ia misalnya, berharap ada
                                                                                                      perumahan dinas bagi pegawai di
                                                                                                      Amamapare. Masalahnya, seperti
                                                                                                      dikemukakan Hartono Singgih, selama
                                                                                                      ini PT Freeport memberikan fasilitas
                                                                                                      hanya berupa mess untuk bujangan.
FOTO BERSAMA. Muka, dari kiri ke kanan: Yohanna Gobai, Anthon Degey, Anthon Gobay (cucu), Nwiance
                                                                                                      Padahal hampir seluruh pegawai telah
Degey, Wilhelmina Degey (cucu, dipangku), Stef Gobay (cucu). Belakang, dari kiri ke kanan: Jonmania   berkeluarga, sehingga mereka terpaksa
Degey (anak angkat), Alsafina Degey, Natalia Degey, Alfince Degey.                                    mengontrak rumah, yang di Kota Timika
                                                                                                      biayanya cukup mahal.
menurut Agus Hermawan yang                         ia mulai bekerja adalah pengalaman                      Anthon juga berharap suatu saat
sebelumnya menjabat sebagai Kepala                 belajar mengetik. Kehidupan Anthon                 ada putra daerah Papua yang
Subbagian Umum Kepegawaian                         sewaktu kecil di pedalaman, seperti                memenuhi syarat menjadi pejabat
Sekretariat DJBC. “Kami mengusulkan                umumnya masyarakat Papua, yang erat                DJBC. “Harapan saya ke depan nanti
pengangkatan tersebut dilihat dari segi            dengan pekerjaan berkebun dan                      ada putra daerah yang menjadi
diklat teknis, pangkat yang telah                  berladang, membuat ia terbiasa                     pejabat disini baik kepala seksi
mencukupi, dan kondite kerja yang cukup            memegang alat-alat pertanian. Hal                  maupun kepala kantor, karena
baik, “ ujar Agus.                                 tersebut yang membuat jari-jari tangannya          banyak sudah putra daerah Papua
    Rentang kerja yang cukup panjang               mengalami kesulitan ketika pertama kali            yang bekerja di DJBC tapi belum ada
tentu saja menghasilkan banyak                     harus bekerja dengan mesin tik yang                yang sampai menjadi pejabat.”
pengalaman menarik. Salah satu hal                 membutuhkan keluwesan saat mengetik.
menarik yang diingat Anthon Degey ketika               “Karena kita dibesarkan di pedalaman           KEPALA SUKU
                                                                                                           Anthon lahir dari pasangan Fitalis
                                                                                                      Degey (ayah) dan Donci Gobay (ibu). Ia
                                                                                                      memiliki dua saudara laki-laki dan dua
                                                                                                      saudara perempuan. Dalam curriculum
                                                                                                      vitae pegawai DJBC yang kami terima,
                                                                                                      tertulis, Anthon lahir tanggal 1 Januari
                                                                                                      1954. Padahal menurut pengakuannya,
                                                                                                      tanggal dan bulan kelahirannya tidak jelas
                                                                                                      diketahui. “Waktu saya lahir kondisi orang
                                                                                                      tua masih memakai koteka, jadi masih
                                                                                                      belum jelas tepatnya kapan saya lahir dan
                                                                                                      bulannya. Yang jelas hanya tahunnya
                                                                                                      yaitu tahun 1954, sebelum pemerintahan
                                                                                                      Indonesia masuk”.
                                                                                                           Anthon Degey lahir di kampung Dey,
                                                                                                      Kabupaten Enarotali, Paniai. Di wilayah
                                                                                                      inilah asal suku Anthon yaitu Suku Mee.
                                                                                                      Wilayah Enarotali, Paniai terletak tidak
                                                                                                      jauh dari ‘kota’ Tembagapura. Suku Mee
                                                                                                      (Ekagi) hanyalah satu dari tujuh (7) suku
                                                                                                      yang tinggal tersebar di sekitar areal
                                                                                                      operasi PT Freeportt Indonesia di
                                                                                                      Papua. Ke-enam suku lainnya adalah
                                                                                                      Suku Amungme, Komoro, Dani, Moni,
                                                                                                      Nduga dan Damal.
                                                                                                           Di antara ketujuh suku tersebut,
                                                                                                      hanya suku Kamoro yang tinggal di
                                                                                                      sepanjang pesisir pantai serta di
                                                                                                      pedalaman yang tidak jauh dari pantai.
                                                                                                      Sementara suku-suku lainnya tinggal di
                                                                                                      dataran tinggi, di wilayah pegunungan.
                                                                                                      Suku Dani dan Mee adalah golongan


78    WARTA BEA CUKAI           EDISI 375 FEBRUARI 2006
etnis Papua yang terbesar, sedangkan
suku-suku lain jauh lebih kecil. Menurut
Anthon, di Suku Mee ada sekitar 5000-                        HARAPAN KEPADA DIREKTORAT
an jiwa. “Yang paling sedikit itu Suku                           JENDERAL BEA DAN CUKAI :
Nduga, sekitar 2000-an jiwa”.
     Ia kembali menjelaskan, Suku Mee                1. Diharapkan agar dapat dipersiapkan rumah dinas bagi pegawai
hingga kini terus mendapatkan                            Amamapare, karena selama ini pegawai hanya menyewa rumah dengan
pembinaan di berbagai bidang oleh                        biaya yang cukup tinggi
pemerintah sehingga sekarang sukunya
                                                     2. Diharapkan agar ada formasi khusus untuk putra daerah orang Papua
tersebut menjadi pembina bagi suku-suku
                                                         dalam penerimaan pegawai baik itu di tingkat SMA, D-I, D-III Bea Cukai,
lainnya. “Dari Suku Mee banyak yang jadi
                                                         maupun Sarjana dalam mewujudkan tercapainya UU Otsus bagi
guru dan pegawai negeri, dalam arti Suku
                                                         Propinsi Papua
Me ini banyak yang terdidik ketimbang
suku lainnya, “kata Anthon. Dan Anthon               3. Dimohon agar pegawai Bea Cukai khusus putra daerah yang telah
adalah salah satu buktinya.                              memenuhi syarat agar dapat dipromosikan menjadi pejabat di
     Tahun 1996 Anthon dipilih menjadi                   lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Kepala Suku Mee, dan belum
ditentukan kapan jabatannya tersebut                 4. Dimohon agar pegawai yang ada di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
berakhir. “Bagaimana anda bisa                           Amamapare dapat diikut sertakan dalam setiap kegiatan Diklat yang
menjadi Kepala Suku Me,“ tanya WBC.                      diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal bea dan Cukai
“Itu pemilihan masyarakat yang dilihat
dari perbuatan kita dan pergaulan kita,“
jawab Anthon singkat. Ketika ditanya             segera berperang. Lucunya, ketika jam                kedatangan suku-suku lain walaupun
apakah berat menjadi seorang kepala              makan siang tiba, perang yang sedang                 sekedar berbincang-bincang.
suku, ia mengatakan, “Karena                     berlangsung otomatis akan berhenti.
masyarakat mempercayakan kepada                  Perang akan berlanjut setelah istirahat              KELUARGA
saya, jadi tidak bisa menolak”.                  makan siang. Anthon sendiri menegas-                     Anthon Degey dan keluarga saat ini
     Salah satu tugas seorang kepala suku        kan bahwa Suku Mee tidak pernah                      tinggal di kota Timika. Ia mengenang kota
seperti Anthon adalah menyelesaikan              berperang. “Kita hanya sebagai penasehat             Timika dulu yang digambarkannya gelap
persoalan atau masalah-masalah yang              saja”. Anthon mengaku memang sering                  karena masih berupa hutan. “Yang kita
terjadi di lingkungan                                                                                                duduk sekarang ini hutan.
masyarakatnya. Setiap                                                                                      WBC/KY    (Wawancara dengan Anthon
minggu, cerita Anthon,                                                                                               berlangsung di teras kamar
terutama di hari Sabtu dan                                                                                           Hotel Sheraton Timika. Di
Minggu, pasti ada saja                                                                                               depan teras kamar hotel
persoalan di masyarakat                                                                                              hingga kini pun masih beru-
yang harus ia hadapi dan                                                                                             pa hutan lebat, karena hotel
selesaikan, dari hal-hal                                                                                             ini memang dibangun di
ringan sampai misalnya                                                                                               tengah hutan -red). Di kota
kasus perkelahian hingga                                                                                             itu (Timika) juga hutan, ma-
pembunuhan. Bahkan                                                                                                   syarakat belum ada. Kalau
Anthon juga harus                                                                                                    ada hanya penampungan”.
berhadapan dengan kasus                                                                                                   Tahun 1981Anthon
terberat yaitu perang suku.                                                                                          menikah dengan Yohanna
     Di daerah Papua me-                                                                                             Gobai yang juga berasal dari
mang masih terjadi perang                                                                                            Suku Mee. Mereka dikaru-
suku. Perang dalam arti                                                                                              niai empat putri masing-
sesungguhnya yang meli-                                                                                              masing Alfince Degey,
batkan alat-alat seperti                                                                                             Nwiance Degey, Natalia
tombak, parang, pisau dan                                                                                            Degey dan Alsafina Degey.
panah ini tidak hanya terjadi                                                                                             Empat tahun yang akan
di wilayah hutan pedalaman.                                                                                          datang tepatnya tahun
Perang bahkan terjadi juga di                                                                                        2010, Anthon akan
kota seperti di Timika.                                                                                              memasuki masa pensiun.
Menurut Anthon, pihaknya                                                                                             Seperti biasa, ia
sudah terus melakukan                                                                                                tersenyum ketika ditanya
pembinaan terhadap suku-                                                                                             apa yang akan
suku yang ada, namun tetap                                                                                           dilakukannya setelah
saja perang terjadi. “Perang                                                                                         pensiun nanti. Ia hanya
itu baru akan usai jika                                                                                              menjawab singkat,
masing-masing pihak ada                                                                                              “Rencana sudah ada tapi
yang meninggal, jadi harus                                                                                           masih mempelajari”.
seimbang.”                                                                                                                Anthon mengaku
     Hal yang sama                                                                                                   senang bekerja di bea cukai,
diceritakan oleh beberapa                                                                                            dan kembali menegaskan
pegawai KPBC Amamapare                                                                                               harapannya, “Saya mohon
kepada WBC. Bahkan ketika                                                                                            promosi atau pendidikan,
WBC berkeliling kota Timika,                                                                                         dan penerimaan pegawai
sempat diperlihatkan lokasi-                                                                                         Direktotar Jenderal Bea dan
lokasi di kota tersebut tempat   JABAT TANGAN. Anthon Degey memperagakan kepada Agus Hermawan, cara khas             Cukai khususnya putra
berkumpulnya massa dari          berjabat tangan Suku Mee dan lima suku lainnya yang berasal dari pegunungan.        daerah Papua yang baru
kedua belah pihak yang akan Sementara Suku Komoro punya cara lain dalam berjabat tangan.                             berkembang ini”. ky


                                                                                         EDISI 375 FEBRUARI 2006    WARTA BEA CUKAI          79
     APA KATA MEREKA
                                                                                                                                         WBC/IFA



                                          M
                                                     edio Januari lalu, bertempat dise-
                                                              buah café di bilangan Jakarta
                                                      Pusat, digelar launching film Indo-
                                                       nesia yang akan memasuki masa
                                                             syuting. Film tersebut berjudul
                                                      D’Girlz Begins dan disponsori oleh
                                                    sebuah perusahaan pembalut wan-
                                                     ita. Film garapan sutradara Tengku
                                                          Firmansyah ini bercerita tentang
                                                   seorang polisi wanita (polwan) yang
                                                             menyamar dan menyusup ke
                                                           sebuah kampus untuk melacak
                                                                          gembong narkoba.
                                                               Salah satu pemainnya, Dena
                                                   mengatakan, saat ini ia sedang me-
                                                   lakukan persiapan untuk film perda-
                                                        nanya. Persiapan tersebut antara
                                                   lain dengan berkonsentrasi, banyak

                                                                                                 VJ Daniel
                                                       berolahraga serta minum air putih
                                                       dan jamu untuk menjaga stamina.
                                                                  Tujuannya agar pada saat
                                                                                                “Berharap Ada Anjing Pelacak
                                                       syuting yang dimulai bulan Pebru-
                                                      ari, fisiknya tidak mengalami drop.
                                                             Dalam film ini, Dena berperan      yang Ditempatkan di Bandara”
                                                         sebagai Amanda, seorang super


                                                                                                K
                                                           smart DJ. Seorang cewek yang                etika ditemui WBC disela-sela
                                                          smart, pintar dan hobi bermusik.             launching film D’Girls Begins, VJ
                                                   “Seru dan senang ya aku bisa main                   Daniel yang datang pada malam itu
                                                    di film ini, aku diberikan kepercaya-       mengatakan tidak pernah mengalami
                                                   an untuk memerankan tokoh Aman-              kesulitan dengan petugas bea cukai di
                                                        da, sehingga aku tidak boleh me-        Bandara Soekarno Hatta. Menurutnya,
                                                      nyia-nyiakan kesempatan ini,” ujar        petugas yang ada sangat ramah padanya.
                                                   cewek yang sebelum terjun di dunia                “Apa mungkin mereka kenal sama gue
                                                       film menekuni dunia modeling ini.        ya hehe…” ujarnya. Tetapi menurutnya,
                                                                 Setelah menyelesaikan film     sebelum ia berprofesi sebagai VJ MTV,
                                                   perdananya, Dena berencana untuk             petugas bea cukai selalu ramah padanya.
                                                   menyelesaikan kuliahnya di London            Barang-barang yang ia bawa dari luar negeri
                                                           School yang saat ini memasuki        selalu diperiksa. Seperti tas jinjing yang
                                                          semester terakhir jurusan public      selalu dibawanya, selalu di periksa di x-ray
                                                       relation. Ketika ditanya WBC apa-        sementara tas besarnya diperiksa atau
                                                    kah ia pernah mengalami kesulitan           dibongkar, tapi itu bukan masalah bagi
                                                               dengan petugas bea cukai di      cowok yang dalam setahun bisa dua atau
                                                       bandara, cewek yang lahir pada 9         tiga kali pergi keluar negeri.
                                                    September 1984 ini mengaku tidak                 Menurutnya, petugas bea cukai di
                                                       pernah mengalaminya. Ia merasa           bandara sudah berlaku sopan. Namun ia
                                                      pekerjaan yang dilakukan petugas          menyarankan agar petugas di bandara
                                                                  bea cukai seperti mengge-     bersikap lebih ramah lagi pada penumpang.
                                                      ledah barang bawaan penumpang             “Sebab, mungkin saja diantara penumpang
                                                        merupakan suatu hal yang wajar.         tersebut adalah investor asing atau
                                                               “So far, aku merasa petugas      business man yang ingin menanamkan
                                                           bea cukai yang ada di Bandara        modalnya di Indonesia,” ujar bintang iklan
                                                      Soekarno Hatta sudah melakukan            sebuah pasta gigi ini.
                                                      tugasnya dengan baik, tidak kalah              Namun demikian, yang mungkin menjadi
                                                    dengan petugas-petugas bea cukai            kekurangan adalah perlu adanya anjing
                                                          di negara lainnya,” imbuh cewek       pelacak drugs yang ditempatkan di bandara
                                                           yang kerap pergi ke luar negeri      khususnya Soekarno Hatta. “Jujur aja, gue
                                                                       dalam rangka liburan.    sangat berharap banget adanya anjing
                                                              Namun ia menyarankan agar         pelacak di bandara sebab itu bisa
                                                      petugas lebih ramah pada penum-           mengurangi masuknya narkoba ke Indone-
                                                                  pang, sehingga ia sebagai     sia,” katanya lagi.
                                                               penumpang merasa senang.              Ia membandingkan kondisi Bandara
                                                       “Apalagi turis-turis dari luar negeri    Soekarno Hatta dengan bandara di Perth,
                                                    yang datang ke Indonesia juga bisa          Australia dimana dulu ia sering bolak-balik




Dena
                                          WBC/IF




                                                        merasa nyaman ketika sampai di          ke negeri kangguru tersebut untuk keperluan
                                                                    airport kita,” tambahnya.   sekolah. Menurutnya, bandara di Australia
                                            A




                                                              Ia menghimbau agar petugas        dilengkapi dengan anjing pelacak. Sementa-
                                                    bea cukai bisa lebih giat lagi dalam        ra di Indonesia tidak seperti itu. Untuk itu, ia
                                                             bekerja untuk mencegah agar        yang kini sering ke Australia dalam rangka
                                                       gembong-gembong narkoba tidak            liburan, berharap agar Bea dan Cukai juga
                                                      masuk ke Indonesia. Ia juga men-          menaruh anjing pelacaknya di bandara.
                                                         ilai equipment yang dimiliki petu-          Ia juga meminta agar kinerja petugas
“NGGAK KALAH                                                    gas bea cukai masih kurang
                                                        dibandingkan dengan luar negeri.
                                                                                                bea cukai yang ada selama ini terus
                                                                                                dipertahankan dan lebih meningkatkan
DENGAN PETUGAS                                     Namun ia memaklumi bahwa hal itu
                                                          dikarenakan keterbatasan dana.
                                                                                                pengawasan khususnya terhadap
                                                                                                barang-barang terlarang seperti narkoba
BEA CUKAI                                                 Untuk itu ia berharap agar suatu      dan bahan peledak. Sebab Daniel sangat

DI NEGARA LAIN”
                                                           saat nanti Bea dan Cukai Indo-       berharap agar Indonesia tidak menjadi
                                                           nesia bisa lebih maju lagi. ifa.     sarang teroris. Akur deh Dan… ifa


80   WARTA BEA CUKAI   EDISI 375 FEBRUARI 2006
         K E P U T U S A N                            &     K E T E T A P A N
                              PERATURAN MENTERI KEUANGAN
                                  NOMOR 93/PMK.02/2005

                         T E N T A N G
                 TATA CARA PEMBAYARAN DAN
               PENYETORAN PUNGUTAN EKSPOR

                                     MENTERI KEUANGAN
Menimbang :
bahwa dalam rangka pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2005 tentang Pungutan
Ekspor Atas Barang Ekspor Tertentu untuk memudahkan pelaksanaan pemungutan Pungutan Ekspor,
perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Tata Cara Pembayaran dan Penyetoran
Pungutan Ekspor.

Mengingat :
1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik
    Indonesia Tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612).
2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran
    Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik
    Indonesia Nomor 3687).
3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik
    Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286).
4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik
    Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355).
5. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1997 tentang Jenis dan Penyetoran Penerimaan Negara
    Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 57, Tambahan Lembaran
    Negara Republik Indonesia Nomor 3694).
6. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2003 tentang Tarip Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan
    Pajak yang Berlaku Pada Departemen Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
    2003 Nomor 95, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4313).
7. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2005 tentang Pemeriksaan Penerimaan Negara Bukan
    Pajak (PNBP).
8. Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2005 tentang Pungutan Ekspor atas barang Ekspor
    Tertentu (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 82, Tambahan Lembaran
    Negara Republik Indonesia Nomor 4531).
9. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004.
10. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN.
11. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 5/KMK.01/1993 tentang penunjukan Bank sebagai Bank
    Persepsi dalam rangka pengelolaan setoran penerimaan negara.
12. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 557/KMK.04/2003 tentang Tatalaksana Kepabeanan di Bidang
    Ekspor.

                              MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG TATA CARA PEMBAYARAN DAN PENYETORAN
PUNGUTAN EKSPOR.

                                                Pasal 1
Dalam peraturan Menteri Keuangan ini yang dimaksud dengan :
1. Pungutan Ekspor adalah pungutan yang dikenakan atas barang ekspor tertentu.
2. Barang ekspor adalah barang yang dikeluarkan dari Daerah Pabean.
3. Bank Devisa Persepsi adalah bank devisa persepsi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
4. Nilai kurs adalah nilai kurs yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan secara berkala.

                                                Pasal 2
(1) Terhadap barang ekspor tertentu dapat dikenakan Pungutan Ekspor.
(2) Barang ekspor tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri Keuangan setelah
    mendapat pertimbangan dan atau usul Menteri di bidang perdagangan dan atau Menteri Teknis terkait
    lainnya.

                                                Pasal 3
(1) Perhitungan Pungutan Ekspor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 1 adalah sebagai berikut :
    a. Dalam hal tarif Pungutan Ekspor ditetapkan secara advalorum, penentuan jumlah Pungutan Ekspor
        dihitung berdasarkan rumus :



                                                                                             1
                 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 375 FEBRUARI 2006
          K E P U T U S A N                            &     K E T E T A P A N
         Tarif Pungutan Ekspor x Jumlah Satuan Barang x Harga Patokan Ekspor (HPE) x Nilai Kurs
         Contoh :
         Ekspor komoditi ” X ” bulan Februari 2003 sejumlah 1.000 MT dengan tarif Pungutan Ekspor sebesar
         3% , HPE sebesar US$ 160,00 /MT dan kurs 1 US$ = RP. 8.800,00 maka jumlah Pungutan Ekspor
         terutang adalah :
         3% x 1.000 MT x US$ 160,00 x Rp. 8.800,00 = RP. 42.240.000,00

    b.   Dalam hal tarif Pungutan Ekspor ditetapkan secara spesifik, penentuan jumlah Pungutan Ekspor
         dihitung berdasarkan rumus :
         Tarif Pungutan Ekspor dalam satuan mata uang tertentu x Jumlah Satuan Barang x Nilai Kurs
         Contoh :
         Ekspor Komoditi ”Y” bulan Mei 2003 sejumlah 1.000 M3 dengan tarif Pungutan Ekspor sebesar US$
         5,00 /M3, dan Kurs 1 US$ = Rp. 8.600,00 maka jumlah Pungutan Ekspor terutang adalah :
         US$ 5,00 x 1.000 M3 x Rp. 8.600,00 = Rp. 43.000.000,00

(2) Tarif Pungutan Ekspor yang digunakan untuk perhitungan Ekspor adalah tarif Pungutan Ekspor yang
    berlaku pada saat PEB didaftarkan pada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC).
(3) Harga Patokan Ekspor (HPE) yang digunakan untuk perhitungan Pungutan Ekspor adalah HPE yang
    berlaku pada saat PEB didaftarkan pada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC).
(4) Nilai kurs yang digunakan untuk perhitungan Pungutan Ekspor adalah nilai kurs yang berlaku pada saat
    dilakukan pembayaran Pungutan Ekspor.
(5) Dalam hal tidak ada Harga Patokan Ekspor (HPE) penentuan jumlah Pungutan Ekspor dihitung
    berdasarkan Harga Free On Board (FOB) yang tercantum dalam PEB dengan rumus sebagai berikut :
          Tarif Pungutan Ekspor x Jumlah Satuan Barang x Harga Free On Board (FOB) x Nilai Kurs
          Contoh :
          Ekspor komoditi ”Z” bulan Februari 2003 sejumlah 1.000 MT dengan tarif Pungutan Ekspor sebesar
          3%, Harga FOB sebesar US$ 200,00 /MT dan kurs 1 US$ = Rp. 8.800,00 maka jumlah Pungutan
          Ekspor terutang adalah :
          3% x 1.000 MT x US$ 200,00 x Rp. 8.800,00 = Rp. 52.800.000,00

                                                  Pasal 4
(1) Pungutan Ekspor terutang pada saat Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) didaftarkan pada Kantor
    Pelayanan Bea dan Cukai tempat pemenuhan kewajiban pabean sesuai Tarif, dan Harga Patokan Ekspor
    (HPE) yang berlaku.
(2) Pembayaran Pungutan Ekspor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara tunai selambat-
    lambatnya pada saat PEB didaftarkan pada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai tempat pemenuhan
    kewajiban pabean.
(3) Dalam hal pembayaran Pungutan Ekspor melampaui batas waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2),
    eksportir dikenakan denda administrasi sebesar 2% (dua persen) sebulan untuk paling lama 24 (dua
    puluh empat) bulan dan bagian dari bulan dihitung satu bulan penuh.

                                                 Pasal 5
(1) Pembayaran Pungutan Ekspor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) hanya dapat dilakukan di
    Bank Devisa Persepsi.
(2) Dalam hal ekspor dilakukan pada hari libur dan atau di daerah Kantor Pelayanan Bea dan Cukai tidak ada
    Bank Devisa Persepsi maka pembayaran Pungutan Ekspor dapat dilakukan melalui Bendahara Penerima
    pada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai tempat PEB didaftarkan.
(3) Bank Devisa Persepsi yang menerima pembayaran Pungutan Ekspor, kekurangan Pungutan
    Ekspor dan atau denda administrasi dari eksportir wajib menerbitkan Surat Tanda Bukti Setor
    (STBS) sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran I Peraturan Menteri Keuangan ini.
(4) Bendahara Kantor Pelayanan Bea dan Cukai yang menerima pembayaran Pungutan Ekspor,
    kekurangan Pungutan Ekspor dan atau denda administrasi dari eksportir wajib menerbitkan Surat
    Tanda Bukti Setor (STBS) pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, sebagaimana ditetapkan dalam
    Lampiran I Peraturan Menteri Keuangan ini.

                                             Pasal 6
(1) Bendahara Penerima Kantor Pelayanan Bea dan Cukai yang menerima pembayaran Pungutan
    Ekspor, kekurangan Pungutan Ekspor dan atau denda administrasi dari eksportir, wajib segera
    menyetorkan penerimaan dimaksud untuk untung rekening Bendahara Umum Negara (BUN)
    Nomor rekening 502.000.000 di Bank Indonesia selambat-lambatnya pada hari kerja berikutnya
    melalui Bank Devisa Persepsi.
(2) Bank Devisa Persepsi yang menerima pembayaran Pungutan Ekspor, kekurangan Pungutan
    Ekspor dan atau Denda Administrasi dari eksportir dan atau Bendahara Kantor Pelayanan Bea dan
    Cukai, wajib menyetorkan penerimaan dimaksud untuk untung rekening Bendahara Umum Negara



   2
   2
                 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 375 FEBRUARI 2006
         K E P U T U S A N                            &      K E T E T A P A N
    (BUN) Nomor rekening 502.000.000 di Bank Indonesia selambat-lambatnya 2 (dua) hari kerja
    terhitung sejak pembayaran dimaksud diterima.
(3) Atas setiap penyetoran sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Bank Devisa Persepsi wajib
    membuat Daftar Penyetoran Pungutan Ekspor (DPPE) dengan menggunakan format sebagaimana
    ditetapkan dalam Lampiran II Peraturan Menteri Keuangan ini.
(4) Bank Devisa Persepsi wajib menyampaikan DPPE sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) kepada
    Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keungan dengan tembusan kepada Direktur
    Jenderal Perbendaharaan, dengan melampirkan sekurang-kurangnya fotocopy PEB, copy STBS
    dan fotocopy surat bukti setor ke rekening BUN selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sejak
    tanggal penyetoran Pungutan Ekspor.
(5) Jumlah Pungutan Ekspor, kekurangan Pungutan Ekspor dan atau denda administrasi yang
    disetorkan oleh Bank Devisa ke rekening BUN sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak dipotong
    biaya jasa perbankan.

                                             Pasal 7
(1) Kantor Pelayanan Bea dan Cukai setiap akhir bulan wajib melaporkan rekapitulasi kegiatan ekspor
    komoditi yang terkena Pungutan Ekspor kepada Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan
    Keuangan dengan menggunakan format sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran III Peraturan
    Menteri Keuangan ini.
(2) Bank Devisa Persepsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) setiap akhir bulan wajib
    melaporkan rekapitulasi penyetoran Pungutan Ekspor, kekurangan Pungutan Ekspor dan atau
    denda administrasi kepada Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan dengan
    menggunakan format sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran III Peraturan Menteri Keuangan ini.

                                                  Pasal 8
(1) Dalam hal sebelum barang diekspor diketahui terjadi kekurangan pembayaran Pungutan Ekspor yang
    disebabkan oleh kesalahan pengenaan tarif Pungutan Ekspor, jumlah satuan barang, HPE, kurs,
    perhitungan atau kesalahan administrasi, eksportir wajib untuk segera melunasinya melalui Bank Devisa
    Persepsi dan atau Kantor Pelayanan Bea dan Cukai tempat PEB didaftarkan.
(2) Dalam hal eksportir yang bersangkutan belum melunasi kekurangan pembayaran Pungutan Ekspor
    sebagaimana dimaksud ayat (1) maka Kantor Pelayanan Bea dan Cukai tempat PEB didaftarkan wajib
    melakukan penagihan kepada eksportir yang bersangkutan dengan menerbitkan Surat Tagihan Pertama
    dengan tembusan kepada Direktorat Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan.
(3) Apabila dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sejak Surat Tagihan pertama sebagaimana dimaksud ayat (2)
    diterbitkan, dan eksportir belum/tidak melunasi kewajibannya, KPBC melimpahkan penagihan selanjutnya
    ke Direktorat Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan.
(4) Berdasarkan pelimpahan penagihan dimaksud pada ayat (3), Direktorat Jenderal Anggaran dan
    Perimbangan Keuangan menerbitkan Surat Tagihan Kedua.
(5) Apabila dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sejak Surat Tagihan Kedua sebagaimana dimaksud ayat (4)
    diterbitkan, dan eksportir belum/tidak melunasi kewajibannya, Direktorat Jenderal Anggaran dan
    Perimbangan Keuangan menerbitkan Surat Tagihan Ketiga.
(6) Apabila dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sejak Surat Tagihan Ketiga sebagaimana dimaksud ayat (5)
    diterbitkan, dan eksportir belum/tidak melunasi kewajibannya, Direktorat Jenderal anggaran dan
    Perimbangan Keuangan menerbitkan Surat Penyerahan Tagihan kepada Direktorat Jenderal Piutang dan
    Lelang Negara untuk proses penyelesaian lebih lanjut.

                                                  Pasal 9
(1) Dalam hal setelah barang diekspor ditemukan adanya kekurangan pembayaran Pungutan Ekspor
    berdasarkan hasil pemeriksaan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) dan hasil audit Direktorat
    Jenderal Bea dan Cukai, KPBC yang bersangkutan wajib melakukan penagihan kepada eksportir yang
    bersangkutan dengan menerbitkan Surat Tagihan Pertama dengan tembusan kepada Direktorat Jenderal
    Anggaran dan Perimbangan Keuangan.
(2) Apabila dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sejak Surat Tagihan pertama sebagaimana dimaksud ayat (1)
    diterbitkan, dan eksportir belum/tidak melunasi kewajibannya, KPBC melimpahkan penagihan selanjutnya
    ke Direktorat Jenderal Anggaran dan Pertimbangan Keuangan.
(3) Berdasarkan pelimpahan penagihan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Direktorat Jenderal Anggaran
    dan Perimbangan Keuangan menerbitkan Surat Tagihan Kedua.
(4) Apabila dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sejak Surat Tagihan Kedua sebagaimana dimaksud ayat (3)
    diterbitkan, dan eksportir belum/tidak melunasi kewajibannya, Direktorat Jenderal Anggaran dan
    Perimbangan Keuangan menerbitkan Surat Tagihan ketiga.
(5) Dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sejak Tagihan Ketiga sebagaimana dimaksud ayat (4) diterbitkan dan
    eksportir belum/tidak melunasi kewajibannya, Direktorat Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan
    menerbitkan Surat Penyerahan Tagihan kepada Direktorat Jenderal Piutang dan Lelang Negara untuk
    proses penyelesaian lebih lanjut.



                                                                                               3
                                                                                               3
                 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 375 FEBRUARI 2006
         K E P U T U S A N                             &      K E T E T A P A N
                                                 Pasal 10
(1) Dalam hal ditemukan adanya kekurangan pembayaran Pungutan Ekspor oleh Direktorat Jenderal
    Anggaran dan Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan
    wajib melakukan penagihan kepada eksportir yang bersangkutan dengan menerbitkan Surat
    Tagihan Pertama.
(2) Apabila dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sejak Surat Tagihan pertama sebagaimana dimaksud ayat (1)
    diterbitkan dan eksportir belum/tidak melunasi kewajibannya, Direktorat Jenderal Anggaran dan
    Perimbangan Keuangan menerbitkan Surat Tagihan Kedua.
(3) Apabila dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sejak Surat Tagihan Kedua sebagaimana dimaksud ayat (2)
    diterbitkan dan eksportir belum/tidak melunasi kewajibannya, Direktorat Jenderal Anggaran dan
    Perimbangan Keuangan menerbitkan Surat Tagihan Ketiga.
(4) Apabila dalam jangka waktu 1(satu) bulan sejak Surat Tagihan Ketiga sebagaimana dimaksud ayat (3)
    diterbitkan dan eksportir belum/tidak melunasi kewajibannya, Direktorat Jenderal Anggaran dan
    Perimbangan Keuangan menerbitkan Surat Penyerahan Tagihan kepada Direktorat Jenderal Piutang dan
    Lelang Negara untuk proses penyelesaian lebih lanjut.

                                                 Pasal 11
Terhadap kekurangan pembayaran Pungutan Ekspor sebagaimana dimaksud Pasal 8 ayat (1), Pasal 9 ayat
(1) dan Pasal 10 ayat (1) dikenakan denda administrasi sebesar 2% (dua persen) sebulan untuk paling lama
24 (dua puluh empat) bulan dan bagian dari bulan dihitung satu bulan penuh.

                                                 Pasal 12
(1) Eksportir dapat mengajukan permohonan untuk mengangsur atau menunda pembayaran Pungutan
    Ekspor terutang kepada Menteri Keuangan dengan sekurang-kurangnya melampirkan dokumen Laporan
    Keuangan.
(2) Atas permohonan eksportir sebagaimana dimaksud ayat (1), Menteri Keuangan dapat memberikan
    persetujuan tertulis kepada eksportir untuk mengangsur atau menunda pembayaran Pungutan Ekspor
    yang terutang setelah memenuhi persyaratan yang ditentukan, dengan dikenakan bunga sebesar 2% (dua
    persen) sebulan.
(3) Dalam hal Menteri Keuangan memberikan persetujuan untuk mengangsur atau menunda pembayaran
    Pungutan Ekspor, proses penagihan kekurangan pembayaran Pungutan Ekspor dilakukan sebagaimana
    ketentuan dalam Pasal 10.

                                               Pasal 13
(1) Dalam hal terjadi kelebihan pembayaran Pungutan Ekspor sebagai akibat kesalahan pengenaan Tarif
    Pungutan Ekspor, jumlah satuan barang, HPE, kurs, penghitungan atau kesalahan administrasi, eksportir
    dapat mengajukan permohonan pengembalian atas kelebihan pembayaran Pungutan Ekspor tersebut
    kepada Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan dengan sekurang-kurangnya
    melampirkan dokumen asli atau fotocopy yang telah dilegalisasi sebagai berikut :
    l Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB);
    l Surat Tanda Bukti Setor (STBS);
    l Daftar Penyetoran Pungutan Ekspor (DPPE) dari Bank Devisa;
    l Bukti Penyetoran dari Bank Devisa ke Rekening BUN (Completion Advise);
    l Nota Pembetulan dan PEB Perbaikan dari KPBC dan
    l Bill of Lading (B/L).

(2) Atas permohonan pengembalian sebagaimana dimaksud ayat (1) Direktur Jenderal Anggaran dan
    Perimbangan Keuangan atas nama Menteri Keuangan menerbitkan keputusan tentang kelebihan
    pembayaran Pungutan Ekspor.
(3) Dalam hal permohonan pengembalian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disetujui, kelebihan
    pembayaran Pungutan Ekspor diperhitungkan sebagai pembayaran di muka atas jumlah Pungutan
    Ekspor yang terutang dari eksportir yang bersangkutan pada periode berikutnya.
(4) Dalam hal terjadi pengakhiran kegiatan usaha eksportir dan terdapat kelebihan pembayaran Pungutan
    Ekspor sebagaimana dimaksud ayat (2), maka jumlah kelebihan tersebut dapat dikembalikan secara tunai
    kepada eksportir.
(5) Pengakhiran kegiatan usaha eksportir sebagaimana dimaksud ayat (4) meliputi :
    a. Eksportir tidak akan melakukan kegiatan ekspor barang yang terkena Pungutan Ekspor dalam waktu
        sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan berturut-turut dan dinyatakan dengan surat pernyataan di atas
        kertas bermeterai.
    b. Pailit yang dibuktikan dengan surat keterangan dari instansi yang berwenang.
    c. Pemerintah menetapkan tarif Pungutan Ekspor sebesar 0% (nol persen) dan eksportir tidak
        melakukan kegiatan ekspor barang yang terkena Pungutan Ekspor, atau
    d. Pemerintah menetapkan larangan ekspor atas komoditi yang bersangkutan dan eksportir tidak
        melakukan kegiatan ekspor barang yang terkena Pungutan Ekspor.



   4
   4
                 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 375 FEBRUARI 2006
         K E P U T U S A N                            &      K E T E T A P A N
(6) Dalam hal kelebihan pembayaran Pungutan Ekspor dikembalikan secara tunai, Menteri Keuangan
     menerbitkan Surat Keputusan tentang kelebihan pembayaran Pungutan Ekspor.
(7) Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan sebagaimana dimaksud ayat (6), Direktur Jenderal
     Anggaran dan Perimbangan Keuangan Otorasi (SPPSKO) kepada Direktur Jenderal Perbendaharaan
     untuk proses pencairan dananya.
(8) Dalam hal terjadi pengakhiran kegiatan usaha Wajib Bayar, maka jumlah kelebihan pembayaran
     sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikembalikan kepada Wajib Bayar selambat-lambatnya 1 (satu)
     bulan sejak dikeluarkannya ketetapan kelebihan pembayaran sebagaimana dimaksud ayat (6).
 (9) Dalam hal pengembalian kelebihan pembayaran dilakukan melampaui batas waktu sebagaimana
     dimaksud ayat (8), kelebihan pembayaran tersebut dikembalikan kepada eksportir dengan ditambah
     imbalan bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan untuk waktu paling lama 24 (dua puluh empat) bulan.

                                                 Pasal 14
(1) Dalam hal ekspor dibatalkan, eksportir dapat mengajukan permohonan pengembalian Pungutan Ekspor
    secara tertulis kepada Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan dengan sekurang-
    kurangnya melampirkan dokumen asli atau fotocopy yang telah dilegalisasi sebagai berikut:
    l Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB);
    l Surat Tanda Bukti Setor (STBS);
    l Daftar Penyetoran Pungutan Ekspor (DPPE) dari Bank Devisa;
    l Bukti Penyetoran dari Bank Devisa ke Rekening BUN (Complation Advise) dan
    l Surat Persetujuan pembatalan dari KPBC tempat PEB didaftarkan.

(2) Pengembalian Pungutan Ekspor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan biaya administrasi
    sebesar 2% (dua persen) dari jumlah Pungutan Ekspor yang dibayarkan.
(3) Eksportir dapat dibebaskan dari pengenaan biaya administrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3),
    dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan apabila :
    a. eksportir dapat membuktikan secara tertulis adanya pembatalan sepihak oleh pihak pembeli;
    b. tidak ada kapal pengangkut yang dibuktikan dengan surat keterangan dari instansi yang berwenang;
        atau
    c. ada force majuer.
(4) Atas permohonan pengembalian sebagaimana dimaksud ayat (1) Direktur Jenderal Anggaran dan
    Perimbangan Keuangan atas nama Menteri Keuangan menerbitkan keputusan tentang kelebihan
    pembayaran Pungutan Ekspor.
(5) Dalam hal permohonan pengembalian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disetujui, kelebihan
    pembayaran Pungutan Ekspor diperhitungkan sebagai pembayaran di muka atas jumlah Pungutan
    Ekspor yang terutang dari eksportir yang bersangkutan pada periode berikutnya.
(6) Dalam hal terjadi pengakhiran kegiatan usaha eksportir dan terdapat kelebihan pembayaran Pungutan
    Ekspor, maka jumlah kelebihan tersebut dapat dikembalikan secara tunai kepada eksportir.
(7) Prosedur pengembalian kelebihan pembayaran Pungutan Ekspor secara tunai dilakukan sesuai
    ketentuan sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 13.

                                                Pasal 15
(1) Menteri Keuangan c.q Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan dapat meminta instansi
    yang berwenang untuk melakukan pemeriksaan terhadap eksportir sesuai ketentuan yang berlaku,
    berdasarkan :
    a. Hasil pemantauan Departemen Keuangan terhadap eksportir yang bersangkutan.
    b. Laporan dari pihak ketiga
    c. Permintaan eksportir atas kelebihan pembayaran Pungutan Ekspor yang terutang.
(2) Pemeriksaan sebagaimana dimaksud ayat (1) dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam
    Peraturan Pemerintah tentang Pemeriksaan Penerimaan Negara Bukan Pajak.
(3) Dalam hal berdasarkan hasil pemeriksaan sebagaimana dimaksud ayat (1) terdapat kekurangan
    pembayaran Pungutan Ekspor, Menteri Keuangan c.q. Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan
    Keuangan menerbitkan penetapan atas kekurangan tersebut selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sejak
    Laporan Hasil Pemeriksaan Diterima.
(4) Atas kekurangan pembayaran Pungutan Ekspor sebagaimana dimaksud ayat (3), eksportir dikenakan
    denda administrasi sebesar 2% (dua persen) sebulan untuk waktu paling lambat 24 (dua puluh empat)
    bulan terhitung sejak Pungutan Ekspor Terutang.
(5) Eksportir wajib melunasi kekurangan pembayaran Pungutan Ekspor dan denda administrasi
    sebagaimana dimaksud ayat (4) selambat-lambatnya dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sejak surat
    penetapan diterima oleh eksportir.
(6) Dalam hal eksportir tidak melunasi dan tidak mengajukan permohonan untuk mengangsur atau
    menunda pembayaran kekurangan Pungutan Ekspor dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud
    dalam ayat (5), penagihan atas Pungutan Ekspor dimaksud dilimpahkan kepada Direktorat Jenderal
    Piutang dan Lelang Negara (DJPLN).



                                                                                               5
                 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 375 FEBRUARI 2006
         K E P U T U S A N                             &     K E T E T A P A N
(7) Dalam hal berdasarkan hasil pemeriksaan sebagaimana dimaksud ayat (1) terdapat kelebihan
     pembayaran Pungutan Ekspor, Menteri Keuangan c.q. Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan
     Keuangan menerbitkan penetapan atas kelebihan tersebut selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sejak
     Laporan Hasil Pemeriksaan (LPH) diterima.
(8) Kelebihan pembayaran Pungutan Ekspor sebagaimana dimaksud ayat (7) diperhitungkan sebagai
     pembayaran di muka atas jumlah Pungutan Ekspor yang terutang dari eksportir yang bersangkutan pada
     periode berikutnya.
(9) Dalam hal terjadi pengakhiran kegiatan usaha eksportir, jumlah kelebihan pembayaran Pungutan Ekspor
     sebagaimana dimaksud ayat (7), dikembalikan secara tunai kepada eksportir selambat-lambatnya 1 (satu)
     bulan sejak dikeluarkannya penetapan.
(10) Prosedur pengembalian kelebihan pembayaran Pungutan Ekspor secara tunai dilakukan sesuai
     dengan ketentuan sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 13.

                                              Pasal 16
(1) Dalam hal eksportir keberatan atas penetapan jumlah Pungutan Ekspor terutang, eksportir dapat
    mengajukan keberatan secara tertulis kepada Menteri Keuangan c.q. Direktur Jenderal Anggaran
    dan Perimbangan Keuangan selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sejak tanggal dikeluarkannya
    penetapan kekurangan pembayaran Pungutan Ekspor.
(2) Pengajuan keberatan sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak menunda kewajiban membayar
    Pungutan Ekspor yang terutang.
(3) Menteri Keuangan c.q. Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan menerbitkan
    penetapan atas keberatan selambat-lambatnya 12 (dua belas) bulan sejak Surat Keberatan
    diterima secara lengkap.
(4) Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud ayat (3) telah lewat, dan Menteri Keuangan c.q.
    Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan tidak memberi suatu penetapan, maka
    keberatan yang diajukan oleh Wajib Bayar tersebut dikabulkan.
(5) Dalam hal keberatan ditolak dan ternyata masih terdapat kekurangan pembayaran Pungutan
    Ekspor yang tercantum dalam penetapan sebagaimana dimaksud ayat (3), Eksportir wajib melunasi
    kekurangan pembayaran Pungutan Ekspor dimaksud ditambah sanksi berupa denda administrasi
    sebesar 2% (dua persen) sebulan dari kekurangan tersebut untuk paling lama 24 (dua puluh
    empat) bulan.
(6) Dalam hal keberatan dikabulkan dan ternyata terdapat kelebihan pembayaran Pungutan Ekspor
    yang tercantum dalam penetapan sebagaimana dimaksud ayat (3), kelebihan pembayaran
    Pungutan Ekspor dimaksud diperhitungkan sebagai pembayaran dimuka atas jumlah Pungutan
    Ekspor Terutang Eksportir yang bersangkutan pada periode berikutnya.
(7) Dalam hal terjadi pengakhiran kegiatan usaha Wajib Bayar, maka jumlah kelebihan pembayaran
    sebagaimana dimaksud ayat (6) dapat dikembalikan kepada Wajib Bayar secara tunai selambat-
    lambatnya 1 (satu) bulan sejak dikeluarkan ketetapan kelebihan pembayaran.
(8) Dalam hal pengembalian kelebihan pembayaran dilakukan melampaui batas waktu sebagaimana
    dimaksud ayat (7), kelebihan pembayaran tersebut dikembalikan kepada Wajib Bayar dengan
    ditambah imbalan bunga 2% (dua persen) sebulan untuk paling lama 24 (dua puluh empat) bulan.

                                            Pasal 17
Dengan berlakunya keputusan ini :
a. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 241/KMK.01/1998 tentang Penetapan Besarnya Tarip dan
    Tata Cara Pembayaran serta Penyetoran Pajak Ekspor Atas Beberapa Komoditi Tertentu.
b. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 335/KMK.017/1998 tentang Tata Cara Pembayaran dan
    Penyetoran Pajak Ekspor Kelapa Sawit, Minyak Sawit, Minyak Kelapa dan Produk turunannya.
c. Keputusan Menteri Keuangan No. 567/KMK.017/1998 tentang Besarnya Tarip Ekspor Atas
    Beberapa Komoditi tertentu.
dinyatakan tidak berlaku.

                                             Pasal 18
Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini
dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

                                                                   Ditetapkan di Jakarta
                                                                   Pada tanggal 10 Oktober 2005

                                                                   MENTERI KEUANGAN,
                                                                   ttd,-
                                                                   JUSUF ANWAR



   6
   6
                 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 375 FEBRUARI 2006
      K E P U T U S A N                                  &          K E T E T A P A N
                                                                                       LAMPIRAN I
                                                  Peraturan Menteri Keuangan Nomor 93/PMK.02/2005
                                       Tentang Tatacara Pembayaran dan Penyetoran Pungutan Ekspor


BANK DEVISA PERSEPSI / KPBC
…………………………………………………                                                               NO. STBS …….....….………..


                              SURAT TANDA BUKTI SETOR
                                       (STBS)


1.    Nama Eksportir                            : .......................... NPWP : .................................


2.    Alamat                                    : ..........................................................................


3.    Nomor PEB                                 : ..........................................................................


4.    Jenis Komoditi                            : ..........................................................................


5.    Pos Tarip                                 : ..........................................................................


6.    Tarip Pungutan Ekspor                     : ..........................................................................


7.    Jumlah Tonase (MT)                        : ..........................................................................


8.    Nilai Ekspor (US$)                        : ..........................................................................


9.    Harga Patokan Ekspor (HPE)                : ..........................................................................


10.   Nilai Dasar Perhitungan (Kurs)            : ..........................................................................


11.   Jumlah Setoran Pungutan Ekspor            : ..........................................................................



Jumlah Pungutan Ekspor tersebut diatas untuk disetor ke Rekening Bendahara Umum
Negara (BUN) pada Bank Indonesia Nomor Rekening 502.000.000.


                                       .............................. Tanggal ...........................................


                                                           (Pejabat yang berwenang)

Lembar :
1. Eksportir
2. Ditjen APK
3. KPBC
4. Bank Devisa
5. Bank Indonesia




                                                                                                                            7
            BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 375 FEBRUARI 2006
                                                                                                                                                                                       LAMPIRAN II
                                                                                                                                                   Peraturan Menteri Keuangan Nomor 93/PMK.02/2005
                                                                                                                                        Tentang Tatacara Pembayaran dan Penyetoran Pungutan Ekspor




8
8
                                               Kepada Yth :
                                               Menteri Keuangan
                                               c.q. Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan
                                               Jl. Dr. Wahidin No.1
                                               JAKARTA

                                                                             DAFTAR PENYETORAN PUNGUTAN EKSPOR (DPPE)
                                                                           KE REKENING BUN NO.502.000.000 DI BANK INDONESIA


                                                                          PEB                KOMODITI                JUMLAH                 STBS               BUKTI SETOR KE BI
                                                                                                                     PUNGUTAN
                                                 EKSPORTIR       NOMOR       TGL     NAMA       JUMLAH SATUAN        EKSPOR         NOMOR      TGL.            NOMOR                    TGL.              KETERANGAN
                                                                                                BARANG

                                                      1             2        3         4               5                  6             7          8                  9                 10                              11
                                                                                                                                                                                                                                       K E P U T U S A N
                                                                                                                                                                                                                                       &




                                                                                                JUMLAH




BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 375 FEBRUARI 2006
                                               Penyampaian                                                                                             ...................................TGL.......................................
                                               Lembar 1 untuk Bank Indonesia setempat
                                               Lembar 2 untuk Ditjen Anggaran dan Perimbangan Keuangan                                                            BANK DEVISA PERSEPSI / KPBC
                                               Lembar 3 untuk BPS Jakarta
                                               Lembar 4 untuk Bank Devisa yang bersangkutan
                                               Lembar 5 untuk Bank Indonesia Bagian Pengelolaan Data Informasi Ekonomi dan Moneter                                    (.............................................)
                                                                                                                                                                                                                                       K E T E T A P A N




                                               Lembar 6 untuk Kantor Pusat Ditjen Bea dan Cukai Jakarta u.p. Direktur Perencanaan Penerimaan
                                               Lembar 7 untuk eksportir yang bersangkutan
      K E P U T U S A N                            &          K E T E T A P A N
                                                                                    LAMPIRAN III
                                                Peraturan Menteri Keuangan Nomor 93/PMK.02/2005
                                     Tentang Tatacara Pembayaran dan Penyetoran Pungutan Ekspor


Kepada Yth :
Menteri Keuangan
c.q. Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan
Jl. Dr. Wahidin No.1
JAKARTA


                 REKAPITULASI EKSPOR KOMODITI YANG
                    DIKENAKAN PUNGUTAN EKSPOR
                         BULAN : ...................


NO    JENIS KOMODITI      JUMLAH EKSPOR BARANG                             JUMLAH                       KETERANGAN
                          YANG DIKENAKAN                                   PUNGUTAN
                          PUNGUTAN EKSPOR                                  EKSPOR

                           VOLUME         NILAI EKSPOR

                              (MT)          US$               Rp

1            2                 3               4              5                     6                              7




                          JUMLAH



                                        ................................. Tanggal ..............................


                                                         BANK DEVISA PERSEPSI/KPBC




                                                         (...................................................)



                                                                                                                       9
             BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 375 FEBRUARI 2006
         K E P U T U S A N                           &     K E T E T A P A N
                     KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
                               NOMOR KEP-105/BC/2005
                         T E N T A N G
 PERUBAHAN KETIGA ATAS KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN
 CUKAI NOMOR KEP-67/BC/1999 TENTANG PEMBAGIAN DAN PEMAKAIAN
  PAKAIAN DINAS SERAGAM DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
                          DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,
Menimbang :
a. bahwa dalam rangka meningkatkan kelancaran pelaksanaan tugas dan efektivitas fungsi
   pemakaian pakaian dinas seragam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dipandang perlu melakukan
   perubahan Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-67/BC/1999;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan
   Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai tentang Perubahan Ketiga Atas Keputusan Direktur
   Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-67/BC/1999 tentang Pembagian dan Pemakaian Pakaian
   Dinas Seragam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai;
Mengingat :
1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia
   Tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 3612);
2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
   1995 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 3613);
3. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 302/KMK.01/2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja
   Departemen Keuangan;
4. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 466/KMK.05/1999 tentang Pakaian Dinas Seragam Direktorat
   Jenderal Bea dan Cukai sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor
   282/KMK.04/2001;
5. Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-67/BC/1999 tentang Pembagian dan
   Pemakaian Pakaian Dinas Seragam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagaimana telah dua kali
   diubah, terakhir dengan Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-187/BC/2003;
                                 MEMUTUSKAN
Menetapkan :
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR KEP-67/BC/1999 TENTANG PEMBAGIAN
DAN PEMAKAIAN PAKAIAN DINAS SERAGAM DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI.

                                                Pasal I
Ketentuan dalam BAB IV Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-67/BC/1999 tentang
Pembagian dan Pemakaian Pakaian Dinas Seragam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai diubah,
sehingga secara keseluruhan berbunyi sebagai berikut :
                                                BAB IV
                            PENGECUALIAN DARI KEWAJIBAN PEMAKAIAN
                    DINAS SERAGAM DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
                                               Pasal 12
(1) Diizinkan untuk dapat tidak memakai pakaian dinas seragam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bagi :
    a. Pegawai yang memangku Jabatan Struktural Eselon I dan II di Kantor Pusat dan Kantor Wilayah;
    b. Pegawai yang memangku Jabatan Struktural Eselon III di Kantor Pusat dan Kantor Wilayah,
         kecuali pada hari Senin;
    c. Pegawai yang memangku Jabatan Struktural Eselon III dan IV yang memangku jabatan Kepala
         Kantor Pelayanan Bea dan Cukai, Kepala Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai, atau
         Kepala Balai Pengujian dan Identifikasi Barang, kecuali pada hari Senin;
    d. Pegawai yang memangku Jabatan Struktural Eselon IV ke atas di lingkungan Direktorat
         Jenderal Bea dan Cukai, bila menghadiri acara diluar kantor;
    e. Pegawai yang memangku Jabatan Struktural Eselon IV ke atas di lingkungan Direktorat
         Jenderal Bea dan Cukai, pada setiap hari Jum’at.
(2) Pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, b, c dan d, apabila tidak memakai pakaian
    dinas seragam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dalam menjalankan tugasnya sehari-hari wajib
    mengenakan “Kartu Tanda Pengenal” Pegawai dan memakai :
    a. Pakaian Sipil Lengkap (PSL) dengan atau tanpa jas;
    b. Pakaian Sipil Resmi (PSR);
    c. Pakaian Sipil Harian (PSH); atau
    d. Pakaian Harian Sipil (PHS)
(3) Pejabat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf e yang tidak memakai pakaian dinas seragam
    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam menjalankan tugasnya sehari-hari diwajibkan :



10
10
                BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 375 FEBRUARI 2006
         K E P U T U S A N                            &     K E T E T A P A N
    a.    Untuk pegawai pria, memakai kemeja batik lengan pendek atau panjang dan celana panjang
          warna gelap.
     b. Untuk pegawai wanita, memakai kemeja batik lengan panjang dan rok warna gelap model span
          paling tinggi 2 cm di bawah lutut dan paling rendah 5 cm di bawah lutut.
     c. Untuk pegawai wanita yang menggunakan busana muslimah, memakai kemeja batik lengan
          panjang dan rok warna gelap, model sesuai ketentuan busana muslimah.
     d. Mengenakan Kartu Tanda Pengenal Pegawai
(4) Dikecualikan dari ketentuan ayat (1) di atas, yaitu :
     a. Pada saat mengikuti apel sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Direktur Jenderal Bea dan
          Cukai Nomor KEP-22/BC/2002;
     b. Pada saat mengikuti Upacara sebagaimana dimaksud dalam BAB III Pasal 7 huruf (c)
          Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-67/BC/1999.
                                                 Pasal 13
Diizinkan untuk dapat tidak memakai pakaian dinas seragam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bagi :
a. Pegawai yang sedang melaksanakan tugas penyamaran dalam rangka penyelidikan, pengawasan atau
     pengamatan guna pencegahan dan penyidikan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang
     kepabeanan dan cukai. Pegawai dimaksud selama menjalankan tugasnya memakai pakaian sesuai
     dengan kebutuhan/keperluannya, dengan ketentuan bahwa izin untuk tidak memakai pakaian dinas
     seragam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dibuatkan dalam surat tugas pegawai yang bersangkutan.
b. Pegawai yang sedang melaksanakan tugas pemeriksaan dalam rangka penyusunan Berita Acara
     Pemeriksaan terhadap pelaku pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan dan
     cukai. Pegawai dimaksud selama menjalankan tugasnya memakai Pakaian Sipil Lengkap tanpa jas dan
     mengenakan “Kartu Tanda Pengenal Pegawai”.
c. Pegawai yang sedang melaksanakan tugas audit di bidang kepabeanan dan cukai; Pegawai dimaksud
     selama menjalankan tugasnya memakai Pakaian Sipil Lengkap tanpa jas dan mengenakan “Kartu Tanda
     Pengenal Pegawai”, dengan ketentuan bahwa izin untuk tidak memakai pakaian dinas seragam Direktorat
     Jenderal Bea dan Cukai dibuatkan dalam surat tugas pegawai yang bersangkutan.
d. Pegawai yang sedang melaksanakan tugas menghadiri sidang banding di Pengadilan Pajak. Pegawai
     dimaksud selama menjalankan tugasnya memakai Pakaian Sipil Lengkap tanpa jas dan mengenakan
     “Kartu Tanda Pengenal Pegawai”, dengan ketentuan bahwa izin untuk tidak memakai pakaian dinas
     seragam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dibuatkan dalam surat tugas pegawai yang bersangkutan.
e. Pegawai wanita yang sedang hamil. Pegawai dimaksud adalah yang usia kehamilannya 2 (dua)
     bulan sampai dengan mulai menjalankan cuti hamil, dengan ketentuan memakai pakaian hamil
     yang layak dan mengenakan “Kartu Tanda Pengenal Pegawai”.
f. Pegawai yang pada hari Jum’at berangkat dari tempat tinggalnya menuju tempat pelaksanaan
     Senam Kesegaran Jasmani. Setelah selesai Senam Kesegaran Jasmani, pemakaian pakaian olah
     raga diizinkan dalam waktu selama-lamanya 1 (satu) jam setelah selesainya senam dimaksud.
                                                 Pasal 14
Pegawai yang dalam tugas perbantuan pada instansi di luar lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan
Cukai, dalam melaksanakan tugasnya memakai pakaian sesuai dengan ketentuan yang berlaku di
instansi tempat pegawai yang bersangkutan diperbantukan.
                                                 Pasal 15
Pengecualian lain berkaitan dengan pemakaian Pakaian Dinas Seragam Direktorat Jenderal Bea dan
Cukai dapat diberikan atas persetujuan Direktur Jenderal Bea dan Cukai.
                                                 Pasal II
Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Salinan Keputusan Direktur Jenderal ini disampaikan kepada :
1. Menteri Keuangan Republik Indonesia;
2. Sekretaris Jenderal Departemen Keuangan;
3. Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai;
4. Para Direktur dan Kepala Pusdiklat Bea dan Cukai;
5. Para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai;
6. Para Kepala Bidang Keuangan/Perwakilan Bea dan Cukai pada KBRI di Singapura, Tokyo,
    Brussels dan pada Konjen RI di Hongkong;
7. Para Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai;
8. Para Kepala Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai;
9. Para Kepala Balai Pengujian dan Identifikasi Barang;
                                                    Ditetapkan di Jakarta
                                                    pada tanggal 27 Oktober 2005
                                                    DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,
                                                    ttd,-
                                                    EDDY ABDURRACHMAN
                                                    NIP 060044459



                                                                                           11
                 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 375 FEBRUARI 2006
          K E P U T U S A N                          &      K E T E T A P A N
Yth. 1.   Sekretaris Direktorat Jenderal
     2.   Para Direktur
     3.   Para Kepala Kantor Wilayah
     4.   Para Kepala Kantor Pelayanan
     5.   Para Kepala Balai Pengujian dan Identifikasi Barang
     6.   Para Kepala Pangkalan Sarana Operasi
          Di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

                                     SURAT EDARAN
                                     NOMOR SE-29/BC/2005

                         T E N T A N G
      PENEGASAN KEMBALI PEMAKAIAN PAKAIAN DINAS SERAGAM
          PEGAWAI DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI

     Dalam rangka lebih meningkatkan ketertiban dan disiplin pemakaian pakaian dinas seragam di
lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dengan ini ditegaskan kembali ketentuan mengenai
pakaian dinas seragam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai berikut :

A. DASAR HUKUM
   1. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 466/KMK.05/1999 tentang Pakaian Dinas Seragam
      Pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai;
   2. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 282/KMK.04/2001 tentang Perubahan Atas Keputusan
      Menteri Keuangan Nomor 466/KMK.05/1999 tentang Pakaian Dinas Seragam Pegawai
      Direktorat Jenderal Bea dan Cukai;
   3. Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-67/BC/1999 tentang Pembagian dan
      Pemakaian Pakaian Dinas Seragam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai;
   4. Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-31/BC/2001 tentang Perubahan Atas
      Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-67/BC/1999 tentang Pembagian dan
      Pemakaian Pakaian Dinas Seragam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai;
   5. Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-187/BC/2003 tentang Perubahan
      Kedua Atas Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-67/BC/1999 tentang
      Pembagian dan Pemakaian Pakaian Dinas Seragam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai;
   6. Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-105/BC/2005 tentang Perubahan
      Ketiga Atas Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-67/BC/1999 tentang
      Pembagian dan Pemakaian Pakaian Dinas Seragam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai;

B. KEWAJIBAN PEMAKAIAN PAKAIAN DINAS SERAGAM
   1. Pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam menjalankan tugas dan fungsinya diwajibkan
      memakai pakaian dinas seragam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai beserta kelengkapannya sesuai
      dengan ketentuan dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 466/KMK.05/1999 sebagaimana telah
      diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 282/KMK.04/2001.
   2. Pengecualian dari kewajiban memakai pakaian dinas seragam sebagaimana dimaksud pada butir 1
      dapat diberikan, sepanjang memenuhi ketentuan yang diatur oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai.
      Secara lebih rinci akan diuraikan dalam huruf F Surat Edaran Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini.
   3. Para Pimpinan Unit Organisasi di Lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai agar
      mensosialisasikan kembali dan menegakkan ketentuan mengenai pemakaian pakaian dinas
      seragam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

C. JENIS PAKAIAN DINAS SERAGAM
   Pakaian Dinas Seragam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terdiri dari :
   1. Pakaian Dinas Harian (PDH-BC), untuk dipakai oleh pegawai yang tugasnya di dalam bangunan
       Kantor Bea dan Cukai atau terminal penumpang di Pelabuhan Udara/Laut;
   2. Pakaian Dinas Lapangan (PDL-BC), untuk dipakai oleh pegawai yang tugasnya tidak termasuk di
       tempat tugas sebagaimana dimaksud dalam butir a di atas;
   3. Pakaian Dinas Upacara (PDU-BC), untuk dipakai oleh pegawai pada :
       a. Upacara Peringatan Hari Besar Nasional yang dilaksanakan di lingkungan Direktorat Jenderal
           Bea dan Cukai;
       b. Upacara Pengambilan sumpah, pelantikan dan serah terima jabatan yang dilaksanakan di
           lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai;
       c. Upacara Pemakaman jenazah pegawai atau pensiunan di Taman Makam Pahlawan;
       d. Upacara Lain yang akan diinstruksikan secara khusus oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai.

D. PEMAKAIAN PAKAIAN DINAS SERAGAM
   1. Warna pakaian dinas seragam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ditentukan sebagai berikut :
      a. Tutup Badan meliputi :
         (1) kemeja berwarna coklat muda dan celana panjang atau rok berwarna coklat kehijau-hijauan,
              dengan tutup kepala dan tanda pangkat harian berwarna coklat kehijau-hijauan;



12
12
                 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 375 FEBRUARI 2006
      K E P U T U S A N                              &      K E T E T A P A N
          (2) kemeja dan celana panjang atau rok berwarna biru kehitam-hitaman;
     b. Ikat pinggang dan kaos kaki berwarna hitam.
     c. Sepatu berwarna hitam
2.   Waktu pemakaian pakaian dinas seragam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai diatur sebagai berikut :
     a. seragam dinas berwarna coklat muda (bagian atas) dan coklat kehijau-hijauan (bagian bawah),
          dipakai pada setiap hari Senin, Selasa, Rabu dan hari-hari lainnya selain hari Kamis dan Jum’at;
     b. seragam dinas berwarna biru kehitam-hitaman, dipakai pada setiap hari Kamis dan Jum’at;
     c. Pengecualian dari ketentuan huruf a dan b diatas, dapat diberikan atas persetujuan Direktur
          Jenderal Bea dan Cukai.
          Contoh : Pegawai Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Khusus Soekarno Hatta terutama
                      yang sedang melaksanakan tugas dan fungsinya di Terminal Bandara Internasional
                      Soekarno Hatta Cengkareng, setiap hari kerja diperkenankan memakai pakaian dinas
                      seragam berwarna biru kehitam-hitaman berdasarkan persetujuan Direktur Jenderal
                      Bea dan Cukai Nomor S-555/BC/2001 tanggal 25 September 2001.
     d. Pegawai yang melaksanakan tugas patroli, kru kapal/pesawat patroli Bea dan Cukai dan pawang
          anjing pelacak narkotika memakai pakaian dinas seragam berwarna biru kehitam-hitaman.
3.   Pegawai Pria memakai ikat pinggang, sepatu dan kaos kaki berwarna hitam.
4.   Pegawai Wanita memakai ikat pinggang dan sepatu berwarna hitam tanpa kaos kaki.
5.   Pegawai wanita yang memakai busana muslimah memakai sepatu dan kaos kaki berwarna hitam,
     tanpa ikat pinggang.
6.   Pakaian dinas seragam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai meliputi tutup kepala, tutup badan dan
     tutup kaki.
7.   Bentuk dan model pakaian dinas seragam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai diatur sebagai berikut :
     a. PDH-BC
          1) Tutup Kepala
               a) Untuk pegawai pria dan wanita menggunakan tutup kepala bivakmuts dalam bentuk
                     dan ukuran sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran I Keputusan Menteri Keuangan
                     No. 282/KMK.04/2001;
               b) Untuk pegawai wanita yang menggunakan busana muslimah menggunakan jilbab
                     sesuai dengan warna pakaian dinas seragam yang dipakai, yaitu berwarna coklat
                     kehijau-hijauan dan/atau biru kehitam-hitaman dengan ukuran 100 cm x 100 cm;
          2) Tutup badan PDH-BC :
               a) Untuk pegawai pria, terdiri dari :
                     (1) Kemeja lengan pendek krah tegak dengan epolet yang dipasang di atas bahu,
                          kemeja di bagian depan ditutup dengan 6 (enam) buah kancing dan dengan 2
                          (dua) buah saku tertutup dalam bentuk lurus setinggi dada, dipakai dalam celana,
                          dalam bentuk dan model sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran II Keputusan
                          Menteri Keuangan No. 466/KMK.05/1999;
                     (2) Celana panjang tanpa plui, tanpa lipatan di bawah, dengan 2 (dua) buah saku
                          samping berbentuk miring, dalam bentuk dan model sebagaimana ditetapkan
                          dalam Lampiran II Keputusan Menteri Keuangan No. 466/KMK.05/1999;
                     (3) Ikat pinggang berwarna hitam, lebar lebih kurang 3,50 cm.
                 b). Untuk pegawai wanita, terdiri dari :
                     (1) Kemeja lengan pendek krah tegak dengan epolet yang dipasang di atas bahu,
                          kemeja di bagian depan ditutup dengan 5 (lima) buah kancing dan dengan 2 (dua)
                          buah saku tertutup dalam bentuk lurus setinggi dada, dipakai di dalam rok, dalam
                          bentuk dan model sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran III Keputusan Menteri
                          Keuangan No. 466/KMK.05/1999;
                     (2) Rok model span paling tinggi 2 cm di bawah lutut dan paling rendah 5 cm di bawah
                          lutut dengan 2 (dua) buah saku samping berbentuk miring, dengan 2 (dua) buah
                          lipatan berhadapan setinggi-tingginya 25 cm di belakang sebelah bawah, dalam
                          bentuk dan model sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran III Keputusan Menteri
                          Keuangan No. 466/KMK.05/1999, atau celana panjang tanpa plui dan lipatan di
                          bawah 2 (dua) buah saku samping berbentuk miring, dalam bentuk dan model
                          sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran II Keputusan Menteri Keuangan No. 466/
                          KMK.05/1999;
                     (3) Ikat pinggang berwarna hitam, lebar lebih kurang 3,50 cm.
               c) Untuk pegawai wanita yang menggunakan busana muslimah, terdiri dari :
                     (1) Kemeja lengan panjang krah tegak dengan epolet yang dipasang di atas bahu,
                          kemeja di bagian depan ditutup dengan 5 (lima) buah kancing dan dengan 2 (dua)
                          buah saku tertutup dalam bentuk lurus setinggi dada, dipakai di luar rok, dalam
                          bentuk dan model sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran IV Keputusan Menteri
                          Keuangan No. 466/KMK.05/1999;
                     (2) Rok model span sebatas mata kaki, dengan 2 (dua) buah lipatan berhadapan
                          setinggi-tingginya 50 cm di belakang, dalam bentuk dan model sebagaimana
                          ditetapkan dalam Lampiran IV Keputusan Menteri Keuangan No. 466/KMK.05/
                          1999;
                     (3) Ikat pinggang berwarna hitam, lebar lebih kurang 3,50 cm.



                                                                                            13
                                                                                            13
              BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 375 FEBRUARI 2006
      K E P U T U S A N                              &     K E T E T A P A N
         3)   Tutup kaki, terdiri dari :
              a) Untuk pegawai pria, terdiri dari :
                  Tutup kaki kulit berwarna hitam memakai tali dengan bagian belakang setinggi-
                  tingginya lebih kurang 3 cm di atas mata kaki dan kaos kaki berwarna hitam;
              b) Untuk pegawai wanita, terdiri dari :
                  Tutup kaki kulit berwarna hitam, dengan tumit setinggi-tingginya lebih kurang 7 cm di
                  atas mata kaki dan tanpa kaos kaki;
              c) Untuk pegawai wanita yang menggunakan busana muslimah, terdiri dari :
                  Tutup kaki kulit berwarna hitam, dengan tumit setinggi-tingginya lebih kurang 7 cm di
                  atas mata kaki dan kaos kaki berwarna hitam;

b. PDL-BC
   1) Tutup Kepala PDL-BC terdiri dari :
       a) Baret bagi kru kapal patroli Bea dan Cukai dan pawang anjing pelacak narkotika;
       b) Topi lapangan untuk pegawai lainnya;
       c) Untuk pegawai wanita yang menggunakan busana muslimah menggunakan jilbab sesuai
           dengan warna pakaian dinas seragam yang dipakai, yaitu berwarna coklat kehijau-hijauan
           dan/atau biru kehitam-hitaman dengan ukuran 100 cm x 100 cm;
       d) Bentuk dan model sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran II Keputusan Menteri
           Keuangan No. 282/KMK.04/2001;
   (2) Tutup badan PDL-BC
       a) Untuk pegawai pria, terdiri dari :
           1) Kemeja lengan panjang polos tanpa manset, dengan model yang sama dengan kemeja
               untuk PDH-BC, sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran VI Keputusan Menteri
               Keuangan No. 466/KMK.05/1999;
           2) Celana panjang, dengan model yang sama dengan celana panjang untuk PDH-BC,
               sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran VI Keputusan Menteri Keuangan No. 466/
               KMK.05/1999;
       b) Untuk pegawai wanita, terdiri dari :
           1) Kemeja lengan panjang polos tanpa manset, dengan model yang sama dengan kemeja
               untuk PDH-BC, sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran VII Keputusan Menteri
               Keuangan No. 466/KMK.05/1999;
           2) Rok Kulot paling tinggi 2 cm di bawah lutut dan paling rendah 5 cm di bawah lutut
               dengan 2 (dua) buah saku samping berbentuk miring, sebagaimana ditetapkan dalam
               Lampiran VII Keputusan Menteri Keuangan No. 466/KMK.05/1999;
       c) Untuk pegawai wanita yang menggunakan busana muslimah, terdiri dari :
           1) Kemeja lengan panjang polos tanpa manset, dengan model yang sama dengan kemeja
               untuk PDH-BC, sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran VIII Keputusan Menteri
               Keuangan No. 466/KMK.05/1999;
           2) Rok Kulot sebatas mata kaki, sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran VIII Keputusan
               Menteri Keuangan No. 466/KMK.05/1999;
       d) Khusus untuk kru kapal/pesawat udara patroli Bea dan Cukai dan pawang anjing pelacak
           narkotika, memakai tutup badan berupa pakaian kerja dengan warna biru kehitam/hitaman,
           sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran IX Keputusan Menteri Keuangan No. 466/
           KMK.05/1999;
    3) Tutup kaki PDL-BC
       Tutup kaki PDL-BC sama dengan tutup kaki PDH-BC.

c.   PDU-BC
     1) Tutup Kepala PDU-BC terdiri dari :
        a) Tutup Kepala PDU-BC adalah pet, dalam bentuk dan model sebagaimana ditetapkan dalam
            Lampiran X Keputusan Menteri Keuangan No. 466/KMK.05/1999;
        b) Untuk pegawai wanita yang menggunakan busana muslimah menggunakan jilbab berwarna
            coklat kehijau-hijauan dengan ukuran 100 cm x 100 cm;
     2) Tutup badan PDU-BC
        a) Untuk pegawai pria, terdiri dari :
            1) Kemeja berbentuk jas lengan pendek dengan epolet yang dipasang di atas bahu
                kemeja dan dengan 4 (empat) buah kancing dan 2 (dua) buah saku atas dengan lipatan
                di tengah dan tutup saku berbentuk alokade, 2 (dua) buah saku bawah tanpa lipatan di
                tengah dengan tutup saku berbentuk lurus. Bagian depan ditutup dengan 4 (empat)
                buah kancing saku, bagian belakang diberi satu belahan lipatan di tengah-tengah
                bagian bawah.
                Ikat pinggang dibuat dari kain yang sama dengan bahan kemeja lebar 5 cm. Kancing
                dan kepala ikat pinggang berwarna kuning emas untuk golongan III dan IV serta
                berwarna putih perak untuk golongan I dan II, kancing-kancing memakai Tanda Korps
                Bea dan Cukai, sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran XI Keputusan Menteri
                Keuangan No. 466/KMK.05/1999;
            2) Celana panjang dengan model yang sama dengan celana untuk PDH-BC.



14
              BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 375 FEBRUARI 2006
          K E P U T U S A N                            &     K E T E T A P A N
                      b)   Untuk pegawai wanita, terdiri dari :
                           1) Kemeja berbentuk jas lengan panjang dengan epolet yang dipasang di atas
                               bahu kemeja dan dengan 4 (empat) buah kancing dan 2 (dua) buah saku
                               atas dengan lipatan di tengah dan tutup saku berbentuk alokade. Bagian
                               depan ditutup dengan 4 (empat) buah kancing dan 2 (dua) buah kancing saku,
                               dipakai di luar rok. Kancing berwarna kuning emas untuk golongan III dan IV
                               serta berwarna putih perak untuk golongan I dan II, kancing-kancing memakai
                               Tanda Korps Bea dan Cukai. Contoh gambar sebagaimana ditetapkan dalam
                               Lampiran XI Keputusan Menteri Keuangan No. 466/KMK.05/1999;
                           2) Rok dengan model yang sama dengan rok PDH-BC;
                           3) Rok untuk wanita yang menggunakan busana muslimah sama dengan rok
                               PDH-BC.
         3) Tutup kaki PDU-BC
             Tutup kaki PDU-BC sama dengan tutup kaki PDH-BC
    8.   Pakaian Dinas Seragam bagi pegawai yang sedang mengikuti pendidikan dan pelatihan di Pusdiklat
         Bea dan Cukai diatur sebagai berikut :
         a. PDL-BC warna biru kehitam-hitaman dan topi lapangan warna biru kehitam-hitaman, untuk
             kegiatan Latihan Kesamaptaan dan kegiatan lain di luar kelas atau ruangan;
         b. PDH-BC untuk kegiatan pelajaran/pelatihan di kelas, pesiar, dan upacara;
         c. Tidak memakai tanda jabatan struktural;
         d. Memakai tanda pangkat siswa;
         e. Memakai kartu siswa yang dikeluarkan Pusdiklat Bea dan Cukai.

E. KELENGKAPAN PAKAIAN DINAS SERAGAM
   1. Kelengkapan dan penggunaan kelengkapan pakaian dinas seragam Direktorat Jenderal Bea dan
      Cukai secara rinci diuraikan dalam Pasal 7 Keputusan Menteri Keuangan No. 282/KMK.04/2001;
   2. Kelengkapan Pakaian Dinas Seragam bagi pegawai yang sedang mengikuti pendidikan dan
      pelatihan di Pusdiklat Bea dan Cukai diatur sebagai berikut :
      a. PDL-BC warna biru kehitam-hitaman dan topi lapangan warna biru kehitam-hitaman, untuk
           kegiatan Latihan Kesamaptaan dan kegiatan lain di luar kelas atau ruangan;
      b. PDH-BC untuk kegiatan pelajaran/pelatihan di kelas, pesiar, dan upacara;
      c. Tidak memakai tanda jabatan struktural;
      d. Memakai tanda pangkat siswa;
      e. Memakai kartu siswa yang dikeluarkan Pusdiklat Bea dan Cukai.
   3. Kelengkapan PDH-BC bagi pegawai yang bertugas di Terminal Penumpang Pelabuhan Laut/Udara
      diatur sebagai berikut :
      a. tidak memakai tanda pangkat;
      b. tidak memakai tanda jabatan (untuk pejabat struktural eselon III, IV dan V);
      c. memakai dasi;
      d. memakai jas (untuk pejabat struktural eselon III, IV dan V);
      e. memakai celana panjang bagi pegawai wanita.

    F.   PENGECUALIAN DARI KEWAJIBAN PEMAKAIAN PAKAIAN DINAS SERAGAM
         DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
         1. Diizinkan untuk dapat tidak memakai pakaian dinas seragam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai,
            bagi :
            a. Pegawai yang memangku Jabatan Struktural Eselon I dan II di Kantor Pusat dan Kantor
                 Wilayah;
            b. Pegawai yang memangku Jabatan Struktural Eselon III di Kantor Pusat dan Kantor Wilayah,
                 kecuali pada hari Senin;
            c. Pegawai yang memangku Jabatan Struktural Eselon III dan IV yang memangku jabatan
                 Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai, Kepala Pangkalan Sarana Operasi Bea dan
                 Cukai, atau Kepala Balai Pengujian dan Identifikasi Barang, kecuali pada hari Senin;
            d. Pegawai yang memangku Jabatan Struktural Eselon IV ke atas di lingkungan Direktorat
                 Jenderal Bea dan Cukai, bila menghadiri acara diluar kantor;
            e. Pegawai yang memangku Jabatan Struktural Eselon IV ke atas di lingkungan Direktorat
                 Jenderal Bea dan Cukai, pada setiap hari Jum’at.
         2. Pejabat sebagaimana dimaksud dalam angka 1 huruf e di atas, apabila tidak memakai pakaian
            dinas seragam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam menjalankan tugasnya sehari-hari
            diwajibkan memakai :
            a. Pakaian Sipil Lengkap (PSL) dengan atau tanpa jas;
            b. Pakaian Sipil Resmi (PSR);
            c. Pakaian Sipil Harian (PSH); atau
            d. Pakaian Harian Sipil (PHS); dan
            e. Kartu Tanda Pengenal Pegawai.
         3. Pejabat sebagaimana dimaksud dalam angka 1 huruf e di atas, apabila tidak memakai pakaian
            dinas seragam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam menjalankan tugasnya sehari-hari
            diwajibkan :



                                                                                             15
                                                                                             15
                 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 375 FEBRUARI 2006
        K E P U T U S A N                           &      K E T E T A P A N
            a.   Untuk pegawai pria, memakai kemeja batik lengan pendek atau panjang dan celana
                 panjang warna gelap.
            b. Untuk pegawai wanita, memakai kemeja batik lengan panjang dan rok warna gelap
                 model span paling tinggi 2 cm di bawah lutut dan paling rendah 5 cm di bawah lutut.
            c. Untuk pegawai wanita yang menggunakan busana muslimah, memakai kemeja batik
                 lengan panjang dan rok warna gelap, model sesuai ketentuan busana muslimah.
            d. Mengenakan Kartu Tanda Pengenal Pegawai.
       4.   Dikecualikan dari ketentuan ayat (1) di atas, yaitu :
            a. Pada saat mengikuti apel sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Direktur Jenderal
                 Bea dan Cukai Nomor KEP-22/BC/2002;
            b. Pada saat mengikuti Upacara sebagaimana dimaksud dalam BAB III Pasal 7 huruf (c)
                 Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-67/BC/1999.
       5.   Diizinkan untuk dapat tidak memakai pakaian dinas seragam Direktorat Jenderal Bea dan
            Cukai, bagi :
            a. Pegawai yang sedang melaksanakan tugas penyamaran dalam rangka penyelidikan,
                 pengawasan atau pengamatan guna pencegahan dan penyidikan pelanggaran
                 peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan dan cukai. Pegawai dimaksud
                 selama menjalankan tugasnya memakai pakaian sesuai dengan kebutuhan/
                 keperluannya, dengan ketentuan bahwa izin untuk tidak memakai pakaian dinas
                 seragam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dibuatkan dalam surat tugas pegawai
                 yang bersangkutan.
                 Catatan : Pada saat berada di kantor Bea dan Cukai diwajibkan memakai pakaian dinas
                           seragam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, sesuai ketentuan yang berlaku.
            b. Pegawai yang sedang melaksanakan tugas pemeriksaan dalam rangka penyusunan Berita
                 Acara Pemeriksaan terhadap pelaku pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang
                 kepabeanan dan cukai. Pegawai dimaksud selama menjalankan tugasnya memakai
                 Pakaian Sipil Lengkap tanpa jas dan mengenakan “Kartu Tanda Pengenal Pegawai”.
            c. Pegawai yang sedang melaksanakan tugas audit di bidang kepabeanan dan cukai; Pegawai
                 dimaksud selama menjalankan tugasnya memakai Pakaian Sipil Lengkap tanpa jas dan
                 mengenakan “Kartu Tanda Pengenal Pegawai”, dengan ketentuan bahwa izin untuk tidak
                 memakai pakaian dinas seragam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dibuatkan dalam surat
                 tugas pegawai yang bersangkutan.
                 Catatan : Pada saat berada di kantor Bea dan Cukai diwajibkan memakai pakaian dinas
                           seragam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, sesuai ketentuan yang berlaku.
            d. Pegawai yang sedang melaksanakan tugas menghadiri sidang banding di Pengadilan
                 Pajak. Pegawai dimaksud selama menjalankan tugasnya memakai Pakaian Sipil
                 Lengkap tanpa jas dan mengenakan “Kartu Tanda Pengenal Pegawai”, dengan
                 ketentuan bahwa izin untuk tidak memakai pakaian dinas seragam Direktorat Jenderal
                 Bea dan Cukai dibuatkan dalam surat tugas pegawai yang bersangkutan.
                 Catatan : Pada saat berada di kantor Bea dan Cukai diwajibkan memakai pakaian dinas
                           seragam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, sesuai ketentuan yang berlaku.
            e. Pegawai wanita yang sedang hamil. Pegawai dimaksud adalah yang usia kehamilannya 2
                 (dua) bulan sampai dengan mulai menjalankan cuti hamil, dengan ketentuan memakai
                 pakaian hamil yang layak dan mengenakan “Kartu Tanda Pengenal Pegawai”.
            f. Pegawai yang pada hari Jum’at berangkat dari tempat tinggalnya menuju tempat
                 pelaksanaan Senam Kesegaran Jasmani. Setelah selesai Senam Kesegaran Jasmani,
                 pemakaian pakaian olah raga diizinkan dalam waktu selama-lamanya 1 (satu) jam
                 setelah selesainya senam dimaksud.
       6.   Pegawai yang dalam tugas perbantuan pada instansi di luar lingkungan Direktorat Jenderal
            Bea dan Cukai, dalam melaksanakan tugasnya memakai pakaian sesuai dengan
            ketentuan yang berlaku di instansi tempat pegawai yang bersangkutan diperbantukan.
       7.   Pengecualian lain berkaitan dengan pemakaian Pakaian Dinas Seragam Direktorat Jenderal
            Bea dan Cukai diberikan hanya atas persetujuan Direktur Jenderal Bea dan Cukai.

   Demikian untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya.

                                                          Ditetapkan di Jakarta
                                                          pada tanggal 01 Nopember 2005

                                                          Direktur Jenderal,

                                                     Eddy Abdurrachman
                                                     NIP 060044459
Tembusan :
1.    Sekretaris Jenderal Departemen Keuangan RI;
2.    Inspektur Jenderal Departemen Keuangan RI;
3.    Kepala Pusdiklat Bea dan Cukai;
4.    Para Kepala Perwakilan Bea dan Cukai di Luar Negeri.



16
                 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 375 FEBRUARI 2006

								
To top