Data Skripsi Pengaruh Penjualan Dan Terhadap - Excel
Description
Data Skripsi Pengaruh Penjualan Dan Terhadap document sample
Document Sample


DAFTAR JUDUL SKRIPSI FAKULTAS EKO
TAHUN 2006 - 2008
NIM PENULIS JUDUL
ANALISIS POTENSI PAJAK BUMI DAN
BANGUNAN DI PROPINSI DAERAH
12000016 Ryan Kurniati
ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 1998-
2003
PENERAPAN ANALISIS BIAYA-VOLUME-
LABA SEBAGAI ALAT BANTU
12000019 Deny Andre PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK
STUDI KASUS PADA TOKO BUKU
TAMAN PUSTAKA KRISTEN
PENGARUH RISIKO SISTEMATIK
Christy Setyani Nusa
12000033 TERHADAP RETURN SAHAM PADA
Kusuma
KONDISI PASAR BULLISH DAN BEARISH
REAKSI PASAR MODAL TERHADAP
PENGUMUMAN STOCK SPLIT PADA
12000041 Ratih Luberty Mayangsari
PERUSAHAAN GO PUBLIC YANG
TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA
PENERAPAN BALANCED SCORECARD
SEBAGAI PENILAIAN PRESTASI KERJA
12000045 Yenny Manganti
PADA PT TELKOM YOGYAKARTA
PENGARUH PUBLIKASI LAPORAN
KEUANGAN TERHADAP VOLUME
12000047 Martha Juliana Purba
PERDAGANGAN SAHAM
PERUSAHAAN di BURSA EFEK JAKARTA
ANALISIS PENERAPAN TIME AND
MATERIAL PRICING SEBAGAI DASAR
12010057 Alia Nostalgia PENENTUAN HARGA JUAL JASA DALAM
MENGHADAPI PERSAINGAN ( Studi
Kasus Bengkel Ardi Jaya Motor )
REAKSI PASAR TERHADAP
12010059 Debora Kurniati Halim PENGUMUMAN DIVIDEN PADA
PERUSAHAAN PUBLIK DI INDONESIA
PERENCANAAN PAJAK ASPEK BIAYA
PENYUSUTAN SEBAGAI ALAT
Ratna Dewi
12010082 PENGHEMATAN PAJAK PENGHASILAN
Mustikaningsih
YANG DIBAYAR PADA PT.UNGGUL
REJO WARSONO DI PURWOREJO
PENGARUH BETA, PERSISTENSI LABA
DAN
12010089 Muntiara PERTUMBUHAN LABA TERHADAP
EARNINGS
RESPONSE COEFFICIENTS
RELEVANSI INFORMASI LABA
AKUNTANSI PADA HARGA SAHAM di
12010093 Edi Wanto
SEKITAR PERIODA KRISIS EKONOMI di
INDONESIA
12020119 Yenny Karina -
PENGARUH PENGUMUMAN UNDANG-
UNDANG
12020132 Sylvie Ayuningtyas PERPAJAKAN TAHUN 2000 TERHADAP
HARGA SAHAM
ANALISIS EFISIENSI PERUSAHAAN
MANUFAKTUR ANEKA INDUSTRI YANG
TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA
12020134 Evi
SEBELUM DAN SESUDAH
DIBERLAKUKANNYA UNDANG-UNDANG
PERPAJAKAN 2000
SURVEY WAJIB PAJAK DALAM
MELAKUKAN PERENCANAAN PAJAK DI
12020135 Lies Chinia Hertina
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
ANALISIS PENGARUH ECONOMIC
VALUE ADDED (EVA)
DAN MARKET VALUE ADDED (MVA)
TERHADAP RETURN
12020167 Putu Ayu Vista
SAHAM PADA PERUSAHAAN
MANUFAKTUR DI BURSA
EFEK JAKARTA
12020169 Natalia Widiastuti
Analisis Laporan Keuangan Pada
Perusahaan Jasa Asuransi Dengan
12010058 Ratna Setyawati
Sistem Early Warning System
Pengaruh Kecerdasan Emosi Dan
Gender Terhadap Pemahaman Akuntansi
12010064 Irwan Thendrawan
Analisis Pengaruh Otonomi Daerah
Terhadap Sikap Auditor Dan Kinerja
12010107 Zusana Ifrony Bedu
Auditor Pemerintah ( Badan Pengawas
Daerah ) di Kabupaten Ngada
Perbedaan Variabilitas Return Saham
(Sebelum Dan Sstelah Pengumuman
12010116 Dedek Darmadi
Dividen Tunai)
Faktor-Faktor Motivasi Yang
12010117 Herman Effendy Mempengaruhi Akuntanbilitas Wajib
Pajak
Analisis Efektifitas Sistem Pengendalian
12020121 Andy W Gunawan Internal Pada Bagian Pembelian PT.
INDESSO AROMA Purwokerto
Analisis Perkembangan Tingkat
Kesehatan Dengan Menggunakan
12020126 Lina Purnamawati Analisis Rasio Keuangan Pada
PT.”WAHANA KHARISMA FLORA”
Analisis Startegi Kontrarian Pada
Anasthasia Veronica L.
12020127 Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek
Hanz
Jakarta
Signifikansi Reaksi Pasar Terhadap
12020131 Selmin Meifin Torambu Publikasi Laba Dalam Aspek Informasi
Dan Keputusan
Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Rupiah
Terhadap Return Saham Melalui
Perubahan Arus Kas Dan Perubahan
12020137 Lia Indriyati K
Earning Per Share (EPS):
Bukti Empiris Pada Perusahaan
Manufaktur Yang Tredaftar di BEJ
Relevansi Nilai Informasi Laba dan Aliran
Kas Terhadap Harga Saham Dalam
12020141 San Susanto
Kaitannya Dengan Siklus Hidup
Perusahaan
Analisis Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Koefisien Respon Laba
12020151 Noviyanti Tiolemba
Pada Perusahaan Manufaktur Yang
Terdaftar di BEJ
Analisis Kriteria Kinerja dan Verifikasi
Laporan Kinerja Unit Berdasarkan Key
12020171 Angela Nadia Eka Yuniati Performance Indicator (KPI) Pada
PT.Pupuk Sriwidjaja
Analisis Pengaruh Dividend Yield, Price
Earning Ratio dan Book Value Terhadap
12020173 Eva Novita Dewi Harga Saham pada Perusahaan
Bertumbuh dan Perusahaan Tidak
Bertumbuh : Studi Empirik di Indonesia
Analisis Pengaruh Risiko Sistematik dan
Beberapa Faktor Fundamental Terhadap
12020176 Reuni Holong E.G.
Return Saham Pada Perusahaan
Manufaktur di BEJ
Pengujian Efisiensi Pasar Bentuk
Setengah Kuat dalam Aspek Keputusan :
12020181 Winarni Kumala Analisis Pengumuman Dividen (Study
Empiris pada Bursa Efek Jakarta)
Prediksi Profitabilitas Perusahaan di
Masa Mendatang Berdasarkan Informasi
12020187 Kartika Sopaheluwakan Laba dan Tambahan Informasi Dividen
yang Tercermin Dalam Harga Saham
ANALISIS REAKSI PASAR TERHADAP
INFORMASI LABA :
KASUS MELAKUKAN PERATAAN LABA
12000020 Johnatan Aditjan PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR
YANG TERDAFTAR
DI BURSA EFEK JAKARTA
ANALISIS KEMUNGKINAN PENERAPAN
BALANCED SCORECARD
SEBAGAI UKURAN KINERJA YANG
12010061 Richardo Wibisono
KOMPREHENSIF PADA
CV. RESTU DI YOGYAKARTA
PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI
DAN AKUNTAN PENDIDIK
TERHADAP ETIKA AKUNTAN PADA
12010070 Purnachandra
KASUS MANIPULASI LAPORAN
KEUANGAN PT. KAI
TAHUN 2005
PERBANDINGAN KEAKURATAN MODEL
LABA PERMANEN, LABA TRANSITORI
DAN LABA AGREGAT DALAM
MEMPREDIKSI LABA MASA DEPAN:
12020118 Budi
BUKTI EMPIRIS PADA
PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG
TERDAFTAR DI BEJ
PENGARUH PARTISIPASI DESIGNER
SISTEM INFORMASI TERHADAP
KEPUASAN DESIGNER SISTEM
INFORMASI DALAM PENGEMBANGAN
12020122 Eka Adhi Wibowo
SISTEM INFORMASI
DENGAN OPERATING SYSTEM
SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI
PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI
TENTANG ETIKA BISNIS
12020123 Indah Sulistiawati (STUDI KASUS DI FE JURUSAN
AKUNTANSI UKDW)
ANALISIS PENERAPAN DAN
PENGUKURAN KINERJA
12020138 Trivo Martadinona PADA TOKO BUKU KRISTEN
DENGAN MENGGUNAKAN
BALANCED SCORECARD
PEMILIHAN METODA AKUNTANSI
PERSEDIAAN DAN PENGARUHNYA
12020143 Tony TERHADAP
VARIABILITAS EARNING PRICE RATIO
PENGARUH ASSET GROWTH, DEBT TO
EQUITY RATIO,
RETURN ON EQUITY DAN EARNING
12020150 Robertus David P PER SHARE
TERHADAP BETA SAHAM PADA
PERUSAHAAN MANUFAKTUR
DI BURSA EFEK JAKARTA
Analisis Hubungan Tingkat Pendapatan
12020153 Benny Kurniawan dengan Kesadaran Membayar
PBB di Kelurahan Nusukan, Surakarta
UJI KELAYAKAN DAN PENILAIAN
EFEKTIVITAS
SISTEM PENGENDALIAN
INTERNAL (SPI) PADA SISTEM
12020154 Kadek Sutarjana
PERSEDIAAN
(Studi Kasus Pada Fortune Celluler
Yogyakarta)
ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN DAN
KEPATUHAN
12020156 Liana Ekawati PENGUSAHA UKM DALAM MEMENUHI
KEWAJIBAN PERPAJAKANNYA
DI KOTA YOGYAKARTA
ANALISIS PEMAHAMAN PAJAK
PENGHASILAN PASAL 21 PADA
12020165 Liana
ANGGOTA ORGANISASI
KEAGAMAAN
PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN
DANVARIABILITAS LABA TERHADAP
12020170 Diananta Anggreni tarigan PERGESERAN BETA SAHAM DI
SEKITAR PENGUMUMAN LABA
PENGARUH INFORMASI AKUNTANSI
DAN NON AKUNTANSI TERHADAP
INITIAL RETURN
PADA PERUSAHAAN YANG
12020185 Vanny
MELAKUKAN INITIAL PUBLIC OFFERING
(IPO)
DI BURSA EFEK JAKARTA
PENGARUH RASIO PROFITABILITAS
TERHADAP HARGA SAHAM
DANRETURN SAHAM
12020188 Novayanty Alla
PADA PERUSAHAAN
MANUFAKTUR DI BURSA EFEK
JAKARTA
PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN
DAN TINGKAT HUTANG PERUSAHAAN
12030190 Yohana Doris Yunita TERHADAP
RELEVANSI LABA DAN ARUS KAS
ANALISIS KELAYAKAN SISTEM
PENGENDALIAN INTERNAL (SPI)
SEBAGAI DASAR PENILAIAN
12030195 Hendra Sijoko
EFEKTIFITAS PADA SISTEM PENJUALAN
TUNAI : STUDI KASUS PADA PT TIGA
FURNITURE YOGYAKARTA
KUALITAS INFORMASI LABA BAGI
INVESTOR:
12030207 Rafika Diah Pertiwi LABA KOTOR, LABA OPERASIONAL,
DAN LABA BERSIH
PPENGARUH PROFESIONALISME
AUDITOR TERHADAP TINGKAT
MATERIALITAS DALAM PROSES AUDIT
12030209 Maria Vivi Yosephine
ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA
AKUNTAN
DI YOGYAKARTA
VERIVIKASI KELAYAKAN SISTEM
PENGENDALIAN INTERNAL (SPI)
SEBAGAI DASAR PENILAIAN
EFEKTIVITAS OPERASIONAL
12030213 Mikael Tjokro W
PERUSAHAAN :
STUDI KASUS PADA GRAHA
MOTOR PERWITA DAIHEIYO
RELEVANSI NILAI INFORMASI
AKUNTANSI DENGAN PENDEKATAN
12030217 Budiman
TERINTEGRASI :
HUBUNGAN LINIER DAN NONLINIER
Peran Variabel Personalitas (Locus of
Control,Komitmen Profesi, Gender,
12030236 Melianawati Lama Pengalaman Kerja) dan Kesadaran
Etik terhadap Perilaku Auditor dalam
Situasi Konflik Audit
Analisis Pemahaman dan Kepatuhan
Wajib Pajak Pemegang Franchise
12030238 Patricia Ade H. S Dalam Memenuhi Kewajiban
Perpajakannya di Kota Yogyakarta
ANALISIS KINERJA KEUANGAN : STUDI
12010073 Tanti Haryanto PADA PT. INDOCEMENT TUNGGAL
PRAKARSA, Tbk
ANALISIS PERSEPSI PEMOTONG PAJAK
ATAS PEMAHAMAN PAJAK
12020125 Christian Anggara
PENGHASILAN PASAL 21(PPh 21) DI
KOTA YOGYAKARTA
MENEROPONG KINERJA KEUANGAN
PERUSAHAAN MENGGUNAKAN
12020172 Budi Hartanto Santoso ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) (STUDI
KASUS PT. INDOFOOD SUKSES
MAKMUR, TBK. )
PENGARUH RASIO PEMBAYARAN
DIVIDEN DAN PENGELUARAN MODAL
TERHADAP EARNINGS RESPONSE
12020186 Christine Deska N
COEFFICIENTS PADA PERUSAHAAN
YANG MEMILIKI PERBEDAAN PADA
ALIRAN KAS BEBAS
PENGARUH HASIL VERIFIKASI
KEPATUHAN PERLAKUAN AKUNTANSI
KOPERASI SESUAI PSAK NO. 27
12030192 Fika Nindya Lebdasari TERHADAP PENYERTAAN MODAL DAN
PINJAMAN ANGGOTA: STUDI KASUS
PADA KOPERASI SERBA USAHA ARTHA
KUSUMA SIDOARJO
VERIVIKASI ATAS EFEKTIFITAS DAN
EFISIENSI PENGENDALIAN
Angganitha Devira
12030203 PENDAPATAN JASA YANG
Manuputty
BERFLUKTUATIF DAN TIDAK TERATUR
PADA CV. CARBON ADVERTISING
ANALISIS POTENSI PAJAK KENDARAAN
12030204 Desy Natalia
BERMOTOR di PROPINSI DIY
PENGARUH CUKAI ROKOK TERHADAP
MINAT BELI ROKOK PADA MAHASISWA
12030215 Erik Tri Waluyo P
PRODI AKUNTANSI UNIVERSITAS
KRISTEN DUTA WACANA
ANALISA POTENSI PAJAK DAERAH
12030220 Epi KABUPATEN BANTUL TERHADAP
PENDAPATAN ASLI DAERAH
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL
TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN
12030224 Lanny Wati S AKUNTANSI MAHASISWA PROGRAM
STUDI AKUNTANSI UNIVERSITAS
KRISTEN DUTA WACANA YOGYAKARTA
DAMPAK HASIL PENILAIAN KELAYAKAN
DAN PENGUJIAN EFEKTIVITAS SISTEM
PENGENDALIAN INTERN PENJUALAN
12030227 Aminah KREDIT TERHADAP KEPUTUSAN
PENTING LINGKUP DAN PELAKSANAAN
AUDIT (Studi Kasus Pada ”Perusahaan
Dagang Anugerah Jaya Yogyakarta”)
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN
INTERN PADA KEGIATAN
OPERASIONAL DI CV. PUSPITA
12030230 Simon F Gultom
KOMUNIKASI DAN DAMPAKNYA
TERHADAP KEPUTUSAN LINGKUP
AUDIT
AUDIT MANAJEMEN DAN ANALISIS
KEBERLANJUTAN ATAS UNSUR –
12030233 Elvita Mayasari UNSUR PEMBENTUK KEUNGGULAN
BERSAING PADA SOLARIA
RESTAURANT
ANALISIS PENGARUH PENDAPAT
12030240 Megawaty Halim SELAIN WAJAR TANPA PENGECUALIAN
TERHADAP PERGANTIAN AUDITOR
ANALISIS POTENSI PAJAK
PENGAMBILAN DAN PENGOLAHAN
12030246 Niken Raga Ayu BAHAN GALIAN GOLONGAN C
PROPINSI DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA
ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK POTONG
HEWAN PADA UPACARA ADAT RAMBU
12030250 Ade Natalia T TUKA’ DAN RAMBU SOLO’ TERHADAP
PENDAPATAN ASLI DAERAH
KABUPATEN TANA TORAJA
ANALISIS KEPATUHAN WAJIB PAJAK
Jacinta Maria Basmery
12030266 PENGHASILAN ORANG PRIBADI DI DILI,
Reis Araujo
TIMOR LESTE
ANALISIS POTENSI PAJAK HOTEL dan
PAJAK RESTORAN di PROPINSI
12030267 Siska Elpina Br Karo
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Sesuai Dengan UU no. 34 Tahun 2000
PENGARUH MOTIVASI TERHADAP
PERFORMANCE MAHASISWA
AKUNTANSI YANG MENGAMBIL
12030271 Desi Ari Setianingsih MATAKULIAH AKUNTANSI MANAJEMEN
DENGAN EFFORT SEBAGAI VARIABEL
MEDIASI DI UNIVERSITAS KRISTEN
DUTA WACANA YOGYAKARTA
ANALISIS DAMPAK DEBT TO EQUITY
RATIO (DER) TERHADAP NILAI
12040277 Erlinda Ferawanti
PERUSAHAAN PADA PT SUMALINDO
LESTARI JAYA, Tbk.
ANALISIS DAMPAK DIBERLAKUKANNYA
PERATURAN BANK INDONESIA NO.
7/2/PBI/2005 TENTANG PENILAIAN
12040278 Agustina Yuri Anarsih KUALITAS AKTIVA BANK UMUM
TERHADAP NILAI NON PERFORMING
LOAN (NPL) DAN LABA BERSIH PT.
BANK MANDIRI, Tbk.
PENGARUH RASIO LEVERAGE
KEUANGAN TERHADAP
PROFITABILITAS PERUSAHAAN
12040285 Agnes Anita Pratiwi
MANUFAKTUR BERTUMBUH DAN TIDAK
BERTUMBUH YANG GO-PUBLIC DI
INDONESIA
ANALISIS DAMPAK UU No. 36 TAHUN
1999 TENTANG LARANGAN PRAKTIK
12040290 Lusi Marlinda
MONOPOLI TERHADAP KINERJA PT
TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk.
PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI
TERHADAP ETIKA PENYUSUNAN
12040303 Nurrita
LAPORAN KEUANGAN (STUDI KASUS DI
FE JURUSAN AKUNTANSI UKDW)
PENGARUH BESARAN PERUSAHAAN,
NPM, dan WINNER/LOSSER STOCKS
Pasumaga Candra TERHADAP TINDAKAN PERATAAN LABA
12040312
Perdana SERTA KAITANNYA DENGAN KINERJA
SAHAM PERUSAHAAN PUBLIK di
INDONESIA.
REAKSI PASAR DAN MANAJEMEN LABA
PADA PERUSAHAAN YANG DEBT TO
12040323 Dini Oktavani EQUITY RATIO-NYA BERUBAH (STUDI
PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR
YANG TERDAFTAR DI BEJ)
PENGARUH RASIO LIKUIDITAS,
PROFITABILITAS, DAN SOLVABILITAS
12040333 Budi Yanto TERHADAP OPINI AUDIT UNQUALIFIED
PADA PERUSAHAAN PERBANKAN
YANG TERDAFTAR DI BEJ
PENGARUH MOTIVASI DAN MUATAN
SISTEM INFORMASI PADA MATA
12040354 Yeny Agustina KULIAH MAHASISWA AKUNTANSI
TERHADAP PRESTASI DENGAN EFFORT
SEBAGAI VARIABEL MEDIASI
PENGARUH PPN TERHADAP MINAT
BELI KONSUMEN KENDARAAN BEKAS
12040369 Wahyu Hidayat
DI KABUPATEN SLEMAN PROVINSI
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
PENGARUH PERUBAHAN EARNING PER
SHARE, PRICE EARNING RATIO, DAN
12040375 Candra Ego Naibaho
RETURN ON EQUITY TERHADAP
PERUBAHAN HARGA SAHAM
PENGARUH PENERAPAN E-
REGISTRATION, E-SPT DAN E-PAYMENT
12040378 Fellicia Sagita. K TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN
WAJIB PAJAK DALAM MEMENUHI
KEWAJIBAN PERPAJAKAN
FAKULTAS EKONOMI AKUNTANSI
UN 2006 - 2008
TAHUN ABSTRAKSI
Otonomi daerah menuntut pemerintah daerah untuk
memaksimalkan penerimaan asli daerah (PAD). Usaha
memaksimalkan penerimaan daerah bagi pemerintah daerah
dilakukan dengan cara menggali potensi dari sumber pendapatan.
Sumber-sumber pendapatan daerah meliputi: PAD, Dana
Perimbangan, Pinjaman Daerah, lain-lain pendapatan daerah yang
sah. Dana perimbangan merupakan penerimaan daerah dari bagi
hasil pajak khususnya PBB; bagi hasil pajak lainnya; bagi hasil
bukan pajak; Dana Alokasi Umum (DAU); Dana Alokasi Khusus
(DAK) dan sebagainya. Hasil penerimaan PBB yang didalam
penerimaan daerah untuk kategori dana perimbangan merupakan
2006 penerimaan negara yang dibagi antara pemerintah pusat dan
pemerintah daerah. Persoalan yang muncul berkaitan dengan
kebijakan tersebut adalah bagi daerah yang tidak memiliki sumber
daya alam yang memadai akan mengalami kesulitan memperoleh
sumber-sumber penerimaan anggaran dan dana pembangunan
daerah. Khusus untuk Propinsi DIY, karena adanya keterbatasan
sumber daya alam, maka pemerintah akan menggali sumber-
sumber pendapatan seperti menggali potensi PBB. Dengan
diketahui potensi PBB maka pemerintah daerah akan berupaya
mengoptimalkan PAD, khususnya penerimaan yang berasal dari
bagi hasil pajak PBB.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya efisiensi
PBB di Propinsi DIY tahun 1998-2003 dan mengetahui seberapa
Dalam usaha mengembangkan dan mempertahankan
kelangsungan hidup perusahaan, maka perusahaan harus
meningkatkan laba yang diinginkan oleh perusahaan, sesuai
dengan kemampuan perusahaan tersebut. Dalam hal ini,
manajemen perusahaan dapat membuat perencanaan laba agar
kemampuan yang dimiliki oleh perusahaan dapat dikerahkan
secara efisien untuk mencapai laba yang optimal.
Analisis biaya-volume-laba untuk perencanaan laba pada
perusahaan sangat penting untuk mengetahui batas tingkat
produksi atau penjualan yang harus terus di pertahankan agar
2006 perusahaan tidak mengalami kerugian dan keuntungan, serta
seberapa jauh volume penjualan yang direncanakan boleh turun
agar perusahaan tidak menderita kerugian. Selain itu, analisis
biaya-volume-laba sangat bermanfaat bagi perusahaan dalam
perencanaan laba jangka pendek dan sebagai alat untuk
pengendalian, pengarahan, pengawasan, dan bahan
pertuimbangan dalam penentuan harga jual.
Dari hasil analisis yang dilakukan dengan menggunakan analisis
break even point, margin of safety, contribution margin, degree of
operating leverage, dan least square (kuadrat terkecil), maka dapat
diketahui bahwa penjualan di Toko Buku Taman Pustaka Kristen
Ukuran relatif risiko sistematik dikenal sebagai koefisien beta.
Secara umum beta digunakan untuk mengukur kepekaan tingkat
keuntungan suatu saham terhadap tingkat keuntungan suatu
saham terhadap tingkat keuntungnan portofolio pasar. Semakin
besar fluktuasi return suatu saham terhadap return pasar, semakin
besar pula beta saham tersebut. Demikian pula sebaliknya
semakin kecil fluktuasi return saham terhadap return pasar
semakin kecil pula beta saham tersebut. Penelitian ini dilakukan
menggunakan model pendekatan constant risk market model.
Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa beta portofolio
2006 saham berpengaruh positif signifikan terhadap return portofolio
saham.
Beta saham sebagai komponen penting untuk mengestimasi return
suatu saham tidaklah bersifat stasioner dari waktu ke waktu,
sehingga perlu disesuaikan dengan kondisi pasar yang sedang
terjadi. Berdasarkan hal tersebut, penghitungan risiko sistematik
secara terpisah pada saat sedang bullish dan bearish perlu
dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi pasar yang
terjadi, yang bisa mempengaruhi risiko sistematik saham.
Jika risiko sistematik suatu saham berubah, maka tentunya return
yang diisyaratkan atas saham tersebut juga perlu disesuaikan.
Bermula dari uraian diatas, maka penelitian ini bertujuan untuk
Stock split merupakan salah satu informasi yang ada di pasar
modal yang dapat mempengaruhi keputusan investor melakukan
investasi. Informasi ini dapat memiliki makna atau nilai jika
keberadaannya menyebabkan investor melakukan transaksi di
pasar modal, yang akan tercermin dalam perubahan harga,
frekwensi perdagangan dan indikator atau karakteristik pasar
lainnya. Dengan demikian, peristiwa stock split akan memberikan
dampak terhadap return saham.
Penelitian ini merupakan suatu event study yang bertujuan untuk
menyediakan bukti empiris terjadinya reaksi pasar modal terhadap
2006 pengumuman stock split dengan menggunakan abnormal return
sebagai sebagai proxy. Disamping itu untuk meneliti pengaruh
harga saham dan frekwensi perdagangan saham pada peristiwa
stock split terhadap besarnya abnormal return dan untuk
menginvestigasi terjadinya perubahan frekwensi perdagangan
sesudah dilakukannya stock split. Jumlah sampel yang digunakan
adalah 80 emiten yeng melakukan stock split, yang diambil dengan
metode purposing sampling pada periode 1996 sampai 2003.
Pengujian hipotesis penelitian menggunakan uji t, regresi, dan
paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar berekasi
negatif terhadap stock split, yang tercermin pada besarnya
Persaingan dalam dunia usaha kini semakin ketat, sehingga
penilaian kinerja sangat penting untuk mengukur prestasi kerja
suatu perusahaan. Penilaian prestasi kerja yang selama ini
banyak digunakan adalah pengukuran berdasarkan laporan
keuangan yang biasa disebut sebagai pengukuran tradisional.
Pengukuran ini lebih banyak ditekankan bagaimana perusahaan
tersebut meningkatkan profitabilitasnya, untuk itu diperlukan sistem
pengukuran baru dengan menggunakan Balanced Scorecard,
dimana pengukuran ini memiliki empat perspektif, yaitu perspektif
keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal,
perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Mengacu pada teori
Balanced Scorecard penulis berusaha menerapkan Balanced
2006 Scorecard sebagai suatu sistem penilaian prestasi kerja pada PT
Telkom Yogyakarta.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sistem penilaian
prestasi kerja yang selama ini diterapkan di PT.Telkom Yogyakarta
serta untuk menerapkan Balanced Scorecard dalam sistem
prestasi kerja yang baru pada PT Telkom Yogyakarta.
Untuk memperoleh data dan informasi yang lengkap serta akurat
melalui pengamatan dengan metode deskriptif komparatif. Analisis
data yang dilakukan adalah dengan memaparkan prestasi kerja
perusahaan yang selama ini diterapkan perusahaan dan
penerapan prestasi kerja dengan Balanced Scorecard.
Sebagai suatu instrumen ekonomi, pasar modal tidak terlepas dari
berbagai pengaruh lingkungan, terutama lingkungan ekonomi dan
lingkungan politik. Makin penting peran bursa saham dalam
kegiatan ekonomi, membuat bursa saham semakin sensitif
terhadap peristiwa di sekitarnya, baik berkaitan maupun tidak
berkaitan langsung. Publikasi laporan keuangan juga merupakan
salah satu perisriwa yang direspon oleh pasar.
Tujuan penelitian ini adalah, untuk mengetahui pengaruh publikasi
laporan keuangan terhadap perubahan volume perdagangan
saham melalui variabel Trading Volume Activity (TVA). Jenis
penelitian yang dilakukan adalah study peristiwa (event study).
Pengamatan laporan keuangan tahun 2003. Sampel dipilih dengan
2006 teknik purposive sampling. Dari pemilihan terhadap sampel terpilih
80 perusahaan. Analisis data dilakukan dengan membandingkan
setiap variabel penelitian pada periode kejadian yaitu 5 hari
sebelum publikasi laporan keuangan dan 5 hari setelah publikasi
laporan keuangan.
Perbedaan aktivitas volume perdagangan saham sebelum dan
setelah publikasi laporan keuangan diukur dengan indikator
Trading Volume Activity (TVA). Pengujian dilakukan dengan one
sampel t test dan sampel berpasangan (Paired Samples t test),
Hasil analisis diuji dengan menggunakan uji t (t-test).
Dari hasil analisis data dengan uji t didapatkan hasil dengan
derajad kepercayaan 95% menunjukkan terdapat perbedaan rata-
rata volume perdagangan saham sebelum publikasi laporan
keuangan dan setelah publikasi laporan keuangan. Terdapat
Semakin bertambahnya jumlah dan jenis sepeda motor
mengakibatkan munculnya persaingan yang ketat diantara bengkel-
bengkel sepeda motor, baik itu bengkel besar maupun kecil.
Bengkel Ardi Jaya Motor merupakan salah satu bengkel yang turut
serta untuk memberikan jasa palayanan servis sepeda motor
tersebut. Oleh karena itu bengkel ini harus bersaing dengan
bengkel yang lain sehingga bengkel harus mempunyai strategi
yang baik supaya dapat bertahan dalam menghadapi persaingan
tersebut.
Penelitian pada bengkel ini bertujuan untuk mengetahui metode
2006 yang digunakan oleh Bengkel Ardi Jaya motor dalam menentukan
harga jual jasa dan apakah metode tersebut sudah tepat
berdasarkan metoda Time and Material Pricing. Penetapan harga
jual ini juga akan memberikan manfaat terhadap strategi yang
akan digunakan dalam menghadapi persaingan.
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diambil kesimpulan
bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara penentuan
harga jual bengkel Ardi Jaya Motor dengan metoda Time and
Material Pricing. Sedangkan untuk bahan dan suku cadang tidak
terdapat perbedaan yang signifikan. Sehingga penentuan harga
jual jasa yang ditetapkan oleh bengkel belum tepat. Dalam
Investasi dalam bentuk saham memberikan 2 (dua) keuntungan
yaitu capital gain dan dividen. Capital gain merupakan keuntungan
yang diperoleh dari selisih harga beli saham dengan harga jual,
sedangkan dividen merupakan keuntungan yang dibagikan
perusahaan kepada para investor sahamnya apabila perusahaan
memperoleh laba. Namun tidak semua perusahaan membagikan
laba dalam bentuk dividen, ini tergantung kebijakan tiap-tiap
perusahaan apakah akan membagi atau tidak. Kebijakan ini
dinamakan dengan kebijakan dividen. apabila tidak dibagikan hasil
perolehan laba tersebut dalam bentuk dividen, maka laba tersebut
ditahan untuk dipergunakan sebagai investasi di masa mendatang.
Besar kecinya dividen yang dibagikan tergantung kebijakan
2006 perusahaan dengan melihat seberapa besar laba yang dihasilkan.
Perusahaan yang membagikan dividen yang cukup besar atau
meningkat dari tahun sebelumnya dapat dikatakan bahwa
perusahaan tersebut memperoleh laba yang cukup besar,
sedangkan perusahaan yang membagikan dividen yang lebih kecil
dari tahun sebelumnya atau menurun berarti laba yang dihasilkan
perusahaan lebih rendah dari tahun sebelumnya.
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah ada reaksi
pasar terhadap pengumuman dividen yang di keluarkan oleh suatu
perusahaan. Reaksi pasar dapat ditunjukkan dengan adanya
abnormal return positif apabila pengumuman dividen meningkat
dan abnormal return negatif apabila pengumuman dividen
menurun. Pengujian ini dilakukan dengan menguji tingkat
Perencanaan pajak (tax planning) merupakan bagian dari
manajemen pajak, perencanaan pajak merupakan upaya legal
yang bisa dilakukan oleh wajib pajak untuk penghematan
(pengurangan) pajak. PT.Unggul Rejo Warsono yang bergerak
dibidang industri tekstil banyak melakukan transaksi pembelian
bahan baku dan penjualan produk. Laba yang diperoleh mencapai
tarif 30 %, maka PT.Unggul Rejo Warsono memerlukan
perencanaan pajak dalan tujuan menghemat pembayaran pajak
2006
penghasilan. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui
bagaimana perencanaan pajak yang dilakukan PT.Unggul Rejo
Warsono untuk melakukan penghematan pembayaran pajak
penghasilan. Dari hasil analisis penulis penyimpulkan perencanaan
pajak untuk penghematan pajak penghasilan yang dibayar
PT.Unggul Rejo Warsono sebaiknya memilih metode saldo
menurun untuk perencanaannya. Kata kunci: Perencanaan pajak,
Metode Saldo Menurun, Metode Rata-rata
The objective of this study is to describe the three factors that
influence earning response coefficient (ERC) and there are beta
risk, earning persistence, earning growth and size as control
variables. This study consists of 577 manufacture and use pooled
data during 1993-2003. The test of hypotheses uses two empirical
2006 models. The result shows: (1) The positive effect of beta on
earning response coefficient (ERC); (2) Insignificant effect of
earning persistence on earning response coefficient (ERC); (3)
Insignificant effect of earning growth on earning response
coefficient (ERC). Keywords: Earning response coefficient, beta,
earning persistence, earning growth and size
Stock investment in capital market needs some information to help
in making appropiate decision. The relevant information can be
used as the point to value the stock price. As part of the important
information, earning per share (EPS) ant interest rate are widely
used by investors, because the change of EPS and interest rate
determine the variation of the stock price directly.
This research is intended to analyze the influence of EPS and
2006
interest rate on the stock price in Jakarta Stock Exchange. It
empirically is found that EPS and interest rate have significant
influences on the dynamics of the stock price. EPS correlates
positively with the stock price and interest rate negatively.
Key word : earning per share (EPS), interest rate, stock price
2006 Tidak ada abstraksi
Undang-Undang Perpajakan (UUP) di Indonesia telah mengalami
perubahan berkali-kali. Perubahan ini dilakukan dalam rangka
menjaga
konsistensi pendapatan negara sehubungan dengan rekayasa
pajak. Selain itu perubahan ini juga diharapkan akan merangsang
para pelaku bisnis. Dengan meningkatnya penghasilan berarti
perusahaan dapat memaksimumkan nilai perusahaannya, yang
ditandai dengan harga saham yang stabil dan volume penjualan
saham meningkat. Pada tanggal 2 Agustus 2000, pemerintah telah
mengumumkan adanya perubahan UUP yang akan diberlakukan
2006 per 1 Januari 2001. Tujuan penelitian ini adalah untuk
menganalisis adanya pengaruh pengumuman UUP terhadap
perilaku harga saham yang dapat ditunjukkan melalui abnormal
return. Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan yang listing
di BEJ, sedangkan sampelnya adalah industri manufaktur yang
tidak melakukan corporate action dengan periode penelitian tahun
2000 serta periode jendela yaitu 5 (lima) hari sebelum dan setelah
tanggal pengumuman. Pengujian ini dilakukan dengan menguji
tingkat signifikansi terhadap
average abnormal return dengan menggunakan uji t (t-test). Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat abnormal return di
Efisiensi dimaksudkan sebagai keefektifan perusahaan dalam
menggunakan aktivanya untuk menghasilkan laba dan mengurangi
biaya. Pengukuran efisiensi dapat dijadikan pertimbangan dalam
mengambil keputusan investasi. Salah satu faktor yang
mempengaruhi efisiensi
perusahaan adalah pajak. Reformasi UU perpajakan 2000, dengan
fasilitas dan tarif yang lebih menguntungkan, memungkinkan
perusahaan untuk mengurangi biaya dan meningkatkan laba.
Dengan reformasi UU perpajakan ini diharapkan dapat
menghimpun dana dan memperbaiki perekonomian
2006 nasional.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah
terdapat perbedaan tingkat efisiensi perusahaan sebelum dan
sesudah reformasi UU perpajakan 2000, dan membuktikan bahwa
UU perpajakan 2000 mempengaruhi tingkat efisiensi perusahaan.
Dimensi waktu yang digunakan adalah dua tahun sebelum dan
dua tahun sesudah reformasi UU perpajakan 2000. Pengukuran
efisiensi dapat dilakukan dengan mengunakan rasio keuangan
yaitu: ROE,ROA, dan TATO dan dengan uji Wilcoxon. Hasil
pengujian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat
efisiensi antara sebelum dan sesudah reformasi UU perpajakan
2000 dan UU perpajakan ternyata berpengaruh terhadap
Strategi pe rpajak an yang biasanya dilak uk an ole h pe rusah aan
adalah meminimalkan kewajiban pajak sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yaitu dengan jalan memanfaatkan
kelemahan yang ada pada undang-undang (loopholes) dengan
tidak melanggar ketentuan perundang-undangan perpajakan itu
sendiri. Tujuan dari perencanaan pajak adalah agar terjadi
penghematan pajak (taxsaving) dimana posisi beban pajak baik
penghasilan maupun pajak -pajak lainnya berada dalam posisi
yang paling minimal dan juga penghindaran pajak (tax avoidance
2006 ).Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui persentase wajib
pajak yang melakukan perencanaan pajak dalam mengefisienkan
pembayaran pajak perusahaan, sehingga apabila peranan
perencanaan pajak sudah baik diharapkan, pajak yang harus
dibayar oleh perusahaan lebih efisien. Metoda penelitian yang
digunakan adalah penulisan eksploratoris , yakni penulis ingin
menghetahui lebih dalam mengenai seberapa banyak wajib pajak
yang melakukan perencanaan pajak dengan menggunakan sarana
metoda survei. Teknik pengumpulan data yaitu kuisioner dan
wawancara. Teknik pengam bilan sampel yang digunakan adalah
teknik Convenience Sampling.Berdasarkan hasil pengolahan data
The objective of the study is to examine the effect of Economic
Value Added (EVA) and Market Value Added (MVA) manufacturing
firms on stock return. Another objective of this study is to examine
the effect of Economic Value Added (EVA) and Market Value
Added (MVA) manufacturing irms on stock abnormal return. The
samples are taken from audited financial statements in 1994-2004.
2006
The statistic method used to test the hypothesis is linear
regression. The empirical result indicates that EVA has positive
and significant effect with stock abnormal return. On the other
hand, EVA is not significant for stock return. MVA is not significant
for stock return and stock abnormal return. Keywords: Stock return,
Stock bnormal return, EVA, MVA
2006 Tidak ada abstraksi
Banyaknya bencana yang terjadi di Indonsia menyebabkan industri
asuransi kerugian yang ada di Indonesia mengalami pergerakan
yang besar. Banyaknya perusahaan asuransi kerugian yang
bergerak membuat penulis ingin melihat kinerja keuangan selama
beberapa periode untuk mengetahui perusahaan mana saja yang
dikatakan sehat dan layak beroperasi menurut standart Early
Warning System. Selama ini perusahaan
asuransi kerugian tidak begitu diminati oleh masyarakat secara
umum, namun setelah adanya beberapa bencana seperti banjir,
tanah longsor, gempa, tsunami dan lain sebagainya membuat
2006 banyak masyarakat mulai tertarik untuk menginvestasikan dan
melindungi hartanya dari kerugian yang akan terjadi. Sbelum kita
dapat membuat investasi yang baik ada kalanya kita harus meneliti
terlebih dahulu mana perusahaan yang sehat dan mana
perusahaan yang tidak sehat. Penulis menemukan bahwa ada
cara untuk melihat kesehatan perusahaan asuransi kerugian, yaitu
dengan melakukan analisis menggunakan sistem Early Warning
System. Alat analisis ini terdiri dari beberapa jenis rasio yang dapat
menunjukkan keadaan kesehatan perusahaan asuransi. Dari
analisis itulah penulis menemukan bahwa perusahaan asuransi
kerugian yang
sudah listing di bursa efek jakarta berada dalam kondisi sehat dan
Penelitian ini menguji pengaruh kecerdasan emosional dan gender
terhadap tingkat pemahaman akuntansi. Kecerdasan emosional
diukur dengan pengenalan diri, pengendalian diri, motivasi, empati,
dan ketrampilan sosial; sedangkan tingkat pemahaman akuntansi
diukur dengan IPK. Gender dalam penelitian ini mengelompokkan
responden menjadi dua kelompok, pria dan wanita untuk
dibandingkan apakah kecerdasan emosi sama-sama berpengaruh
pada pemahaman akuntansinya atau tidak. Alat analisis yang
digunakan adalah regresi linear berganda dan uji rata-rata.
2006
Berdasarkan uji rata-rata responden, diketahui bahwa mayoritas
responden memiliki IPK 2,1-3,0, untuk pria 91,49% dan untuk
wanita 90,56%.
Sedangkan untuk kecerdasan emosi mayoritas responden miliki
bobot 76-100. Hasil analisis regresi linear ganda pada pria dan
wanita menunjukkan pengaruh kecerdasan emosi yang terdiri dari
pengenalan diri, pengendalian diri, motivasi, empati dan
ketrampilan sosial dalam penelitian ini mempunyai pengaruh positif
terhadap pemahaman akuntansi.
Pemberian otonomi dan desentralisasi yang luas, nyata dan
bertanggung jawab kepada daerah kabupaten/kota membawa
konsekuensi perubahan pada pola dan sistem pengawasan dan
pemeriksaan. Perubahan-perubahan tersebut juga memberikan
dampak pada unit-unit kerja pemerintah daerah, seperti tuntutan
kepada pegawai/aparatur pemerintah daerah untuk terbuka,
transparan, dan bertanggung jawab atas keputusan yang dibuat.
Hal ini juga membawa pengaruh yang sangat besar bagi
pemerintah dalam melaksanakan tugasnya demi kepentingan
rakyat banyak.Untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan
2006 keuangan negara, mendukung terciptanya pemerintah yang baik
(Good Governance) maka perlu adanya aspek-aspek
Pengawasan, Pengendalian, dan Pemeriksaan. Pemberian
kepercayaan kepada auditor dengan memberi peran yang lebih
besar untuk memeriksa lembaga-lembaga pemerintahan, telah
menjadi bagian penting dalam proses terciptanya akuntabilitas
publik.Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur kualitas kinerja
dan sikap auditor dalam hal ini badan pengawasan, karena para
auditor inilah yang mempunyai peran besar dalam hal
pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Penelitian
ini mengunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan hasil penelitian
di hitung menggunakan metode prosentase. Obyek dari penelitian
The study is an empirical one whose purposes are to investigate
the influence of announcement about the fluctuation of dividend
change which contains information that will be used by investors in
deciding policy in term of variability of share profit level. Variability
of share profit level is measured by indicator of Security Return
Variability (SRV). This study uses samples of 218 reporter for
2006
dividend decrease and 178 reporter
for dividend increase during 1993-2003. The statistic methods
used to test the hypothesis are paired t-test. The result of the study
shows that dividend change announcement has no information
content. Keywords : Dividend change, Security return variability,
notification dividend.
Seiring dengan kemajuan zaman menyebabkan terjadinya gejolak
perubahan di segala bidang yang menuntut wajib pajak didalam
memotivasi untuk memenuhi kewajiban perpajakannya. Dilihat dari
tingkat motivasi wajib pajak yang ada di indonesia masih kurang,
didalam melaksananakan kewajiban perpajakannya. Pajak adalah
iuran rakyat kepada kas Negara berdasarkan undang-undang
(yang dapat dipaksakan) dengan tiada dapat jasa imbal
(kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukan dan yang
digunakan untuk membayar pengeluaran umum. Salah satu faktor
2006
yang mendukung wajib pajak di dalam akuntabilitas kewajiban
pajak tersebut melalui motivasi. Motivasi adalah dorongan yang
timbul dari diri seseorang untuk meningkatkan kemampuannya di
berbagai bidang. Untuk itu, dalam upaya untuk meningkatkan
motivasi wajib pajak maka dari penelitian
ini bertujuan mengetahui apakah motivasi mempengaruhi
akuntabilitas wajib pajak didalam kewajiban perpajakannya dan
untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab kurangnya motivasi
akuntabilitas wajib pajak didalam kewajiban perpajakannya.
Pengendalian internal dirancang untuk menyediakan keyakinan
yang memadai berkenaan dengan pencapaian tujuan dalam
kategori keandalan
pelaporan keuangan, kepatuhan terhadap hukum dan peraturan
yang berlaku, efektivitas dan efisiensi operasi. Pengendalian
internal meliputi 5 komponen, yaitu lingkungan pengendalian,
penilaian risiko, informasi dan komunikasi, aktivitas pengendalian,
pemantauan. PT. INDESSO AROMA merupakan salah satu
perusahaan yang melakukan penyulingan minyak daun cengkih
kemudian mengolahnya hingga menjadi produk-produk turunannya
2006 dan diekspor ke luar negeri. Tidak hanya hasil produk yang
diekspor ke luar negeri melainkan bahan baku produksi juga ada
yang diimpor dari luar negeri. Melihat hubungan bisnis yang
melibatkan pasar luar negeri, maka penulis tertarik untuk meneliti
mengenai sistem pengendalian internal (SPI) PT. INDESSO
AROMA Purwokerto, khususnya bagian pembelian. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas SPI yang
ada di PT. INDESSO AROMA Purwokerto. Penelitian ini
menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan hasil penelitian
dihitung menggunakan metode prosentase. Adapun obyek dari
penelitian ini adalah komponen dari SPI dan bukti-bukti transaksi
Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kesehatan
perusahaan dari sisi finansial, dimana tingkat kesehatan
perusahaan dihitung dari tingkat likuiditas, tingkat solvabilitas,
tingkat rentabilitas dan indikator tambahan perusahaan. Jenis
penelitian yang dilakukan penulis adalah studi kasus rasio pada
PT.”Wahana Kharisma Flora”Malang, sehingga kesimpulan yang
diperoleh hanya berlaku untuk perusahaan yang bersangkutan.
Teknik pengumpulan data yang dipergunakan adalah wawancara,
obsevasi, dan dokumentasi. Metode analisis data yang
dipergunakan adalah analisis rasio keuangan yang mendasarkan
2006 pada Surat Keputusan Menteri Keuangan RI
No.826/KMK.013/1992, dimana analisis data dilakukan dengan
cara menghitung tingkat likuiditas, tingkat solvabilitas, tingkat
rentabilitas dan indikator tambahannya. setelah diketahui
kemudian dimasukan kedalam penilaian kinerja. Dari penilaian
kinerja tersebut akan diketahui tingkat kesehatan perusahaan.
Dalam batas nilai diatas 110 perusahan dikatakan dalam kondisi
sehat sekali. Dalam batas nilai diatas 100 sampai 110 perusahaan
dikatakan dalam kondisi sehat. Dalam batas nilai diatas 90 sampai
dengan 100 perusahaan dikatakan dalam kondisi kurang sehat,
sedang apabila nilai kinerja
This research provides the overreaction hypothesis predicts that
securities suffering abnormally low return (losers) will subsequently
experience abnormally high return and securities with abnormally
high return (winners) will later experience abnormally low returns.
This paper uses Cumulative Average Abnormal Returns in both
forming and evaluating the efficacy of the standard one year later
2006 contrarian investment strategy. This study uses manufacturing
firms listed in the Jakarta Stocks Exchanges (BEJ) within June
1993 until May 2005. The results of examination shows that
overreact are only significant for the winning portfolio. Keywords:
abnormal return, portfolio, market overreaction, efficient market
hypothesis, contrarian investment strategy, cumulative average
abnormal return.
This study purposes to investigate market reaction from earning
announcement in information aspect and decision. The sample of
research from manufacture firm data list in Jakarta Stock
Exchange which profit publicize from 2000-2004. The sample in
this research are 109 event from 78 firms, they are 66 event
increase earning announcement and 43 event decrease earning
announcement with purposive sampling method. This research
take method to have test for One Sample T-Test. The next period
test for firm activity are test Independent Sample Test and
2006 Wilcoxon Signed Rank Test. If we observe the result of research
from information aspect, market reaction are significant about
earning announcement from emiten. For increase earning
announcements, market reaction positive and for decrease earning
announcements, market reaction negative. Seeing from decision
aspect, earning announcements from emiten it’s true. Investor get
abnormal return from earning announcement at increase earning
announcement and decrease earning announcement.Keyword:
market reaction, abnormal return, increase earnings
announcement, decrease earning announcement, efficient market.
This study is an empirical one whose purposes are to prove if
exchange rate risk have a positive influence return from earning
per share alteration and cash flow alteration. Samples which are
used in this study are 192 data of manufacturing corporations that
listed in BEJ. The period in this study is 1998-2004. Statistic
models which are used are simple regression and multiple
regression analysis. There are four models used in this study.
There are, model I and model II are used to prove if information of
earning per share alteration and cash flow alteraton have a positive
2006
influence for cummulaitve abnormal return. Model III and model IV
are used to prove if exchange rate risk have a positive influence for
earning per share alteration and cash flow alteration. The result are
information of earning per share alteration and cash flow alteration
have not a positive influence for cummulative abnormal return,
exchange rate risk have not a positive influence in earning per
share alteration, but exchange rate risk alteration have a positive
influence for cash flow alteration. Key words: real Exchange Rate
Risk, Earning Per Share, Cash Flow.
This study replicated the study of Atmini(2002) about the
association between corporate life-cycle and the incremental value-
relevance of earnings and cash flows. Corporate life cycle consists
of four stages: start-up, growth, mature and decline. Firms in
different life-cycle stages have different characteristics. The
differences in the lifecycle stages affect the usefulness of
accounting performance measures, such as earnings and cash
flows. Using financial data of companies listed in Jakarta Stock
Exchange (JSE) from periods of 1993 to 2003 the study finds that
2006 stock price of start-up firms is influenced by cash flows from
investment activities and cash flows from financing activities. In the
second stage, stock price influenced by earnings, cash flows from
operating activities, and cash flows from investment activities.
Earnings and cash flows influence appear to be value-relevant in
mature stage. In the last stage stock price influenced by cash flows
from operating activities and cash flows from financing activities.
Overall, this study provides evidence that corporate life-cycle
influences the incremental value-relevance of earnings and cash
flows.
Penelitian ini menyelidiki apakah manajer perusahaan yang akan
go public melakukan manajemen laba dengan menerapkan
income-increasing discretionary accruals pada perioda satu tahun
sebelum penawaran saham perdana dan satu tahun setelah
penawaran saham perdana di Bursa Efek Jakarta. Pengujian
dilakukan terhadap 84 perusahaan yang go public tahun 1995
sampai dengan 2003 di Bursa Efek Jakarta. Model yang digunakan
untuk menguji manajemen laba adalah model yang dikembangkan
oleh Aharony et al (1993) dan Healy (1985). Sedangkan pengujian
ukuran perusahaan terhadap kecenderungan manajer untuk
melakukan manajemen laba dilakukan terhadap 70 perusahaan.
2006 Dalam penelitian ini,total asset digunakan sebagai ukuran
perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen
laba ditemukan pada perioda satu tahun sebelum go public dan
satu tahun setelah go public. Hipotesis bahwa manajer melakukan
manajemen laba dengan menerapkan incomeincreasing
discretionary accruals untuk menaikkan tingkat laba pada perioda
satu tahun sebelum IPO (T) dan satu tahun setelah IPO (T+1)
terdukung.
Sedangkan hasil penelitian untuk hipotesis kedua yang
menyatakan manajemen laba lebih cenderung dilakukan oleh
perusahaan kecil dibanding
perusahaan besar untuk perioda satu tahun sebelum IPO,
Performance measurement process can be done in management
control. Performance measurement was meant to obtain accurate
and valid information about organization employee’s behavior and
performance. Balanced Scorecard is a series of integrated
performance measurement which is degraded from company’s
vision and strategy that support operational measurement
objective. The objective and measurement were developed in four
perspectives: finance’s perspective, customer’s perspective,
2006
business process’ perspective, learns and growth’s perspective.
The objective and measurement of those four perspectives were
connected with the cause and effect relation hypothesis. This thing
conceives strategy that can be tested, which gives strategic
feedback to the managers. Based on the research that has been
done, indicator of Key Performance Indicator (KPI) which was used
in PT Pusri’s working unit has been arranged and related to the
criteria of Balanced Scorecard.
The purpose of this study is analyze dividend yield, price earning
ratio and book value influential on stock price at growth company
and non growth company. The samples which are used in this
study are 317 data of manufacturing companys in Indonesia. The
period of study is 1995-2004. The statistic model which are used
are multiple regression analysis and T-test. The results are price
earning ratio negative significant influential on stock price, dividend
yield positive significant influential on stock price, book value
2006
positive significant influential on stock price, dividend yield on stock
price stronger for non growth company than growth company
significant influential, price earning ratio influential on stock price
stronger for growth company than non growth company is not
significant and book value influential on stock price stronger for
growth company than non growth company is not significant. Key
words: Dividend yield, Price earning ratio, Book value, Stock price,
Growth company and Non growth company.
2006 Tidak ada abstraksi
The purpose of this reseach is to examine the decisionally efficient
market by analizing increase dividend at Jakarta Stock Exchange
during menetary and pasca crisis. The analysis involves
information content, speed of market reaction and accurancy of
market reaction. The test of information content is not only done to
increase dividend but also to constant and decrease dividend
announcement. Samples of this research are 194 increase
dividend announcement, 54 constant dividend and 191 sampels of
2006 decrease dividends from 1997 until 2004. We use t_test to test the
hypotesis. The result of the study shows that there are information
content amount for increase and constant dividen announcement.
The result of test speed market reaction quickly in increase and
market reaction slowly in crease dividend. Investor not have positif
reaction to increase dividend announcement of growth firm and
non growth firms. Keyword : decisionally efficient market,
informationally efficient market, dividend
announcement.
The study is an empirical one whose purposes are to prove if
earning and dividend information can be used to predict the future
earning and how the stock price can express the information.
Samples which are used in this study are 226 data of
manufacturing corporations in Indonesia. The period of study is
1990-2004. There are two models used, prediction model and
pricing model. Statistic models which are used are multiple
2006
regression analysis and joint test. The results are earning
component has positive relation with earning expectation, dividend
and dividend change has no positive relation with earning
expectation, investors underweight with information which is used
in prediction model, and stock price can express the information
which is used in predicting the earning expectation. Key words:
Future earning, Earning, Dividend, and Stock Price
Praktek perataan laba merupakan fenomena yang umum dan
dilakukan dibanyak negara. Namun demikian praktek perataan
laba ini, jika dilakukan dengan sengaja dan dibuat-buat dapat
menyebabkan pengungkapan laba yang tidak memadai atau
menyesatkan. Informasi laba merupakan komponen laporan
keuangan perusahaan yang bertujuan untuk menilai kinerja
manajemen, membantu mengestimasi kemampuan laba,
meramalkan laba, menaksir resiko dalam berinvestasi.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah Unexpected Earning
2007 dan Unexpected Return berpengaruh terhadap tindakan perataan
laba dan juga melihat bagaimana reaksi pasar terhadap informasi
laba, apakah pasar reaksi terhadap informasi laba atau pasar tidak
reaksi terhadap informasi laba
Dari hasil pengujian yang telah dilakukan ternyata Unexpected
Earning dan Unexpected Return berpengaruh terhadap tindakan
perataan laba. Tetapi unexpected earning lebih dominan dalam
mempengaruhi tindakan perataan laba. Selain itu pasar tidak
reaksi terhadap informasi laba yang diungkapkan oleh perusahaan.
Pengukuran kinerja yang secara tradisional dilakukan dengan
menggunakan informasi akuntansi seperti Return on investment, Return
on capital, Employed, Earning per share, anggaran dan analisis varian
telah mengalami penurunan relevansi dalam era reformasi. Pengukuran
kinerja yang semata-mata hanya mengandalkan aspek keuangan
tersebut akan sangat menyesatkan.
Peran aktiva tidak terwujud semakin meningkat. Aktiva tidak berwujud
seperti hak intelektual, sumber daya manusia perusahaan, kemampuan
perusahaan dalam memotivasi kinerja dan ketrampilan karyawan dalam
menciptakan produk, tidak dapat diukur melalui kinerja keuangan. Hal ini
2007 merupakan salah satu kelemahan apabila pengukuran hanya didasarkan
pada kinerja keuangan. Balanced Scorecard adalah salah satu alternatif
pengendalian kinerja yang memungkinkan manajer dapat melihat kinerja
perusahaan secara tepat, menyeluruh dan akurat. Adanya konsep
Balanced Scorecard dapat menciptakan daya saing perusahaan yang
berkelanjutan.
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui kemungkinan
penerapan Balanced Scorecard berdasarkan visi, misi dan sasaran
strategi perusahaan pada CV. Restu Yogyakarta. Data diperoleh melalui
pedoman wawancara, telaah literature dan pengamatan. Data yang
diperoleh dianalisis dengan menggunakan pendekatan deskriptif
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan persepsi
antara mahasiswa akuntansi dengan akuntan pendidik pada kasus
dugaan manipulasi laporan keuangan PT.KAI tahun 2005
Data dikumpulkan dari mahasiswa akuntansi semester akhir atau
mahasiswa akuntansi yang sudah mengambil mata kuliah Auditing dan
Etika, serta akuntan pendidik di Perguruan Tinggi di wilayah Daerah
Istimewa Yogyakarta, masing-masing 32 responden.
Untuk mengetahui persepsi mahasiswa akuntansi digunakan kuesioner
23 item dengan nilai Cronbach’s Alpha = 0,906 dan persepsi akuntan
pendidik digunakan kuesioner 23 item dengan nilai Cronbach’s Alpha =
0,925.
2007 Berdasarkan hasil uji beda Independent-Samples T-Test dapat
disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan persepsi yang signifikan antara
mahasiswa akuntansi dan akuntan pendidik terhadap etika akuntan pada
kasus dugaan manipulasi laporan keuangan PT.KAI tahun 2005.
Demikian juga tidak terdapat perbedaan persepsi terhadap elemen-
elemen etika akuntan diantaranya independensi, integritas dan
obyektivitas, standar umum dan prinsip akuntansi, kepatuhan terhadap
standar serta tanggung jawab terhadap klien fee profesional
Kata kunci: Persepsi, Etika akuntan, Laporan keuangan.
The study is an empirical one whose purposes are to examines the level
of accuracy model with permanent, transitory, and aggregate earnings
component to forecast future earnings of the firms. The samples which
used in this study are 160 data of manufacturing company in Indonesia.
The period of study is 8 years during 1997-2004. The statistic methods
2007 used to test the hypothesis are simple regression.
The result of the study shows that model with aggregate earnings
component and model with permanent earnings component have same
accurate to forecast future earnings.
Key words : Permanent Earnings, Transitory Earnings, Aggregate
Earnings, and Forecast Future Earnings.
This research’s purpose to answer is there an influence between
participation of Information System’s Designer with their satisfaction,
and has the kinds of operating systems which divide in open source and
close source moderating the relation ship between level of designer
satisfaction. Many research before used the Information System’s
Designer because they have competency with the source code of the
2007 computer‘s operating system. Hypothesis test did to 60 respondents in
Jogjakarta city
in Software Development Houses and Educational Institutions. The result
indicate that the level of participation influence Information System’s
Designer satisfaction, whereas the kinds of operating system was not
moderating the relationship between influence of level participation
with the satisfaction of Information System’s Designers.
Etika bisnis telah menjadi isu yang menarik perhatian, baik dalam
kalangan akademik maupun bisnis. Profesi akuntansi Indonesia pada
masa yang akan datang menghadapi tantangan yang semakin berat,
untuk itu kesiapan yang menyangkut profesionalisme profesi mutlak
diperlukan. Profesionalisme suatu profesi mensyaratkan tiga hal utama
yang harus dipunyai oleh setiap anggota profesi tersebut, yaitu keahlian,
pengetahuan dan berkarakter (Machfoedz 1997). Karakter nenunjukan
personality seorang profesi onal, yang diantaranya diwujudkan dalam
sikap dan tindakan etisnya. Sikap dan tindakan etis akuntansi akan
sangat menentukan posisinya dimasyarakat pemaki jasa profesionalnya.
Penelitian ini betujuan untuk menguji secara empiris perbedaan persepsi
2007 para mahasiswa yang merupakan calon akuntan tentang etika bisnis dan
mengungkap kecakupan muatan etika dalam kurikulum pendidikan tinggi
akuntansi di UKDW Yogyakarta dengan berdasarkan pendapat
mahasiswa.
Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan
signifikan antara mahasiswa semester 1 dengan mahasiswa semester 7,
tidak terdapat perbedaan signifikan antara mahasiwa diawal kuliah etika
dan diakhir kuliah demikin juga terhadap mahasiswa dan mahasiswi
akuntansi. Sedangkan mengenai cakupan mata kuliah pada kurikulum
akuntansi UKDW Yogyakarta dinggap belum cukup memberi bekal etika
kepada mahasiswa untuk terjun kedunia kerja, walaupun beberapa mata
kuliah yang diajarkan telah mencakup muatan etika .
Memasuki era perdanganan bebas, banyak perusahaan nasional semakin
dituntut untuk dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan asing
karena perusahaan tersebut semakin bebas untuk mendirikan
perusahaan-perusahaan di Indonesia. Salah satu cara yang dapat
dilakukan oleh perusahaan nasional agar dapat bersaing adalah dengan
memperbaiki kinerja mereka dengan mengevaluasi kembali sistem
pengukuran kinerja yang selama ini diterapkan. Umumnya perusahaan
menilai kinerja hanya berdasarkan sisi keuangan yang dapat
menyesatkan bagi suatu perbaikan yang berkelanjutan. Pengukuran
kinerja yang hanya menggunakan data keuangan yang ada tidak dapat
menunjukan efisiensi perusahaan, tetapi untuk mengetahui kemampuan
lain tersebut juga harus menggunakan data-data non keuangan seperti
2007 tingkat kepuasan konsumen, serta kemampuan sumber daya
manusianya. Balanced Scorecard adalah salah satu alternative
pengendalian kinerja yang memungkinkan manajer dapat melihat
kinerja perusahaan secara tepat, menyeluruh dan akurat. Adanya konsep
Balanced Scorecard dapat menciptakan daya saing perusahaan yang
berkelanjutan.
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menerapkan dan mengukur
kinerja perusahaan dengan menggunakan konsep Balanced Scorecard,
sehingga Toko Buku Taman Pustaka Kristen nantinya dapat bersaing
dalam era yang kompetitif ini.
Dari hasil analisis yang dilakukan menunjukan bahwa berdasarkan
perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis
internal, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, konsep
variabilitas earning price ratio. Metoda akuntansi persediaan yang
digunakan adalah metoda akuntansi persediaan FIFO dan metoda
akuntansi persediaan rata-rata. Sampel yang digunakan adalah
perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta
(BEJ) selama 10 tahun pengamatan dan tidak pernah mengalami
perubahan dalam kebijakan pemakaian metoda akuntansi persediaan
pada perioda tahun 1996-2005. Objek penelitian adalah perusahaan
yang termasuk sektor industri manufaktur yang telah menerbitkan
2007 laporan keuangan sejak tahun 1996-2005.
Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda.
Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa variabilitas earning price ratio
dengan menggunakan metoda akuntansi persediaan FIFO 28% lebih
besar dari variabilitas earning price ratio dengan menggunakan metoda
akuntansi persediaan metoda rata-rata.
Keywords: inventory method choice, FIFO, Weighted average, and
earning price ratio
The purpose of this study is analyze influence of Asset Growth, Debt To
Equity Ratio, Return On Equity, and Earning Per Share to systematic risk
of stock. The samples which used in this study are 467 data of
manufacturing company in Indonesia. The period of study is 5 years
(2000-2004). The statistic model which used are multiple regression.
The result for beta before corection is Asset Growth significant
2007
influential on systematic risk of stock but Debt To Equity Ratio, Return
On Equity and Earning Per Share is not significant. The result for beta
after corection is Asset Growth, Debt To Equity Ratio, Return On Equity
and Earning Per Share is not significant.
Keywords: Risk of stock financial variables (Asset Growth, Debt to Equity
Ratio, Return On Equity, and Earning Per Share).
Pembayaran PBB berhubungan erat dengan pendapatan seseorang.
Latar belakang dari pengenaan PBB adalah karena bumi dan bangunan
akan memberikan keuntungan dan atau kontribusi kepada kondisi sosial
ekonomi yang lebih baik bagi pihak yang memiliki hak atas bumi dan
bangunan bersangkutan dan yang mendapat manfaat dari obyek
bersangkutan, karena itu sudah sewajarnya jika pihak-pihak tersebut
diwajibkan memberikan sebagian dari manfaat yang diperoleh dengan
cara membayar pajak kepada negara. Penulis mengambil salah satu
sampel kelurahan di daerah Surakarta yaitu kelurahan Nusukan dimana
kelurahan tersebut terdapat banyak toko maupun orang orang yang
2007 membuka usahanya. Sehingga secara tidak langsung bumi dan bangunan
telah memberi manfaat bagi mereka.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan
yang signifikan antara tingkat pendapatan dengan kesadaran membayar
PBB di kelurahan Nusukan, Surakarta dengan menggunakan metode
Korelasi Rank Spearman. Dan juga untuk mengetahui tinggi rendahnya
tingkat kesadaran dalam membayar PBB dengan menggunakan metode
Skala Likert.
Hasil dari penelitian ini adalah bahwa tidak ada hubungan yang
signifikan antara tingkat pendapatan dengan kesadaran membayar PBB
di Kelurahan Nusukan, Surakarta. Sedangkan tingkat kesadaran
Sistem Pengendalian Internal dirancang untuk menyediakan sebuah
kepercayaan yang memadai berkenaan dengan pencapaian tujuan dalam
kategori keandalan pelaporan keuangan, kepatuhan terhadap hukum
dan peraturan yang berlaku, efektivitas dan efisiensi operasi. Sebuah
Sistem Pengendalian Internal meliputi 5 elemen, yaitu lingkungan
pengendalian, penilaian risiko, informasi dan komunikasi, aktivitas
pengendalian, dan pemantauan.
FORTUNE CELLULER merupkan salah satu perusahaan yang bergerak
dalam usahan jual-beli handphone, service, sparepart, dan kartu perdana
secara tunai. FORTUNE CELLULER pertama merintis bisnis jual-beli
hanphone dari skala kecil, kemudian berkembang menjadi salah satu
2007 perusahaan pemasok di Yogyakarta. Besar tingkat atau angka penjualan,
menyebabkan siklus perputaran barang persediaan pada FORTUNE
CELLULER juga menjadi cepat dan bersekala besar. Melihat perputaran
barang persediaan yang sangat cepat dan bersekala besar, maka penulis
tertarik untuk meneliti mengenai Sistem Pengendalian Internal (SPI)
FORTUNE CELLULER Yogyakarta, khususnya pada bagian sistem
persediaan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar
tingkat efektivitas SPI yang ada di FORTUNE CELLULER Yogyakarta.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan hasil
penelitian dihitung menggunakan metode prosentase. Adapun obyek
dari penelitian ini adalah komponen dari SPI dan bukti-bukti transaksi
persediaan.
Pajak memiliki fungsi budgeter yaitu untuk mengisi kas negara sesuai
dengan Undang-Undang yang berlaku dan digunakan untuk membiayai
pengeluaran-pengeluaran negara. Berdasarkan fungsi pajak sebagai
fungsi budgeter, maka sangat diperlukan adanya kesadaran dan
kedisiplinan masyarakat untuk memahami dan mematuhi kewajiban
perpajakan sebagai warga negara Indonesia. Saat ini, pemerintah
menerapkan sistem pemungutan pajak Self Assessment System, yaitu
sistem yang menuntut keaktifan wajib pajak dalam hal pengisian SPT,
penghitungan pajak, penyetoran dan pelaporan pajak.
Usaha Kecil dan Menegah (UKM), memiliki beberapa kelemahan antara
2007 lain adalah menghadapi ketidakpastian pasar, ketidakpastian dapat
bertahan hidup atau tidak dalam tahun pertama usaha, serta adanya
pembukuan yang tidak jelas. Kelemahan-kelemahan inilah yang bisa
mempengaruhi pemahaman dan kewajiban setiap pengusaha UKM
dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Mengingat pentingnya pajak
bagi negara dan melihat kelemahan UKM, maka peneliti melakukan
penelitian dengan topik “Analisis Tingkat Pemahaman dan Kepatuhan
Pengusaha UKM dalam Memenuhi Kewajiban Perpajakannya”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat
pemahaman pengusaha UKM dalam pengisian SPT, penghitungan pajak,
penyetoran pajak, pelaporan pajak, tingkat kepatuhan dalam hal
Pajak Penghasilan Pasal 21 atau yang sering disebut PPh 21 adalah pajak
penghasilan yang dipungut sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan
kegiatan yang dilakukan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi adalah pajak atas
penghasilan, berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran
lain dengan nama dan dalam bentuk apa pun sehubungan dengan
pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan. Wajib Pajak Orang Pribadi
harus memahami hak dan kewajiban sebagai Subyek Pajak dalam
pemenuhan kewajiban perpajakkannya. Seperti dalam sebuah organisasi
keagamaan yang harus menjadi teladan dan contoh terhadap orang lain
dalam kewajiban perpajakkannya.
2007
Tujuan penelitian adalah untuk menguji sejauh mana Wajib Pajak
memahami PPh 21 pada organisasi keagamaan yaitu pada jemaat
gereja yang aktif dalam pelayanan.
Dari hasil pengolahan data dan analisis menunjukkan responden wajib
pajak tidak paham akan hak dan kewajibannya sebagai wajib pajak PPh
21. Hal ini disebabkan karena tidak adanya atau kurangnya pengetahuan
tentang pajak, tidak adanya sosialisasi tentang pajak di mana perusahaan
tempat mereka bekerja, kurangnya pengajaran tentang pajak sehingga
mempengaruhi pemahaman mereka tentang kewajibannya dalam
2007 Tidak Ada Abstraksi
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara
informasi akuntansi dan informasi non-akuntansi dengan underpricing.
Penelitian ini menggunakan 72 sampel perusahaan dari perusahaan
manufaktur dan non-manufaktur yang listed di Bursa Efek Jakarta tahun
1990-2004, dan perusahaan tersebut mengalami underpricing. Variabel
independen dalam penelitian ini adalah informasi akuntansi yang
meliputi ukuran perusahaan, EPS, PER, dan tingkat leverage, dan
informasi non-akuntansi yang meliputi jenis industri, umur perusahaan,
dan persentase saham yang ditawarkan ke publik. Penelitian ini
menggunakan model regresi berganda untuk menguji hubungan variabel
2007 dependen dan independen.
Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa variabel EPS, PER, dan
persentase saham yang ditawarkan ke publik memilki hubungan
signifikan dengan terjadinya underpricing. Tingkat leverage mempunyai
hubungan yang signifikan dengan underpricing, tetapi memiliki korelasi
yang berbeda dengan hipotesis penelitian ini. Dalam penelitian ini juga
terjadi gangguan heterokedastisitas yang berarti adanya perbedaan
variance dari satu pengamatan ke pengamatan lainnya.
Kata kunci : Underpricing, IPO, Ukuran Perusahaan, EPS, PER, Tingkat
Leverage, Jenis Industri, Umur Perusahaan, Persentase Saham yang
The purpose of this study is analyze influence of Return On Equity (ROE),
Return On Asset (ROA), and Return On Invested Capital (ROIC) on stock
price and stock return. The samples which used in this study are 379 data
of manufacturing company in Indonesia. The period of study is 10 years
(1995-2004). The statistic model which used is multiple regression and T-
test.
2007 The result shows that Return on Equity (ROE) and Return on Invested
Capital (ROIC) significant influential on stock price but Return on Asset
(ROA) is not significant. Return on Equity (ROE), Return on Asset (ROA),
and Return on Invested Capital (ROIC) is not significant on stock return.
The result of T-test shows ROIC is stronger influential.
Keywords: Return On Equity (ROE), Return on Asset (ROA), Return on
Invested Capital (ROIC), Stock price, and Stock Return.
Abstrak
Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian Soepratikno dan
Hartono (2005) mengenai pengaruh atribut perusahaan terhadap
relevansi laba dan arus kas. Atribut yang digunakan dalam penelitian ini
adalah ukuran perusahaan yang didasarkan pada total aset dan tingkat
hutang yang didasarkan pada tingkat leverage. Sampel yang
digunakannya dalam penelitian ini menggunakan perusahaan
manufaktur yang telah terdaftar di Bursa Efek Jakarta dengan jumlah 129
data untuk masing-masing perusahaan, dengan perioda waktu tahun
2001 sampai dengan 2005.
2007 Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan kecil dan perusahaan
besar mempunyai pengaruh yang sama secara signifikan terhadap
relevansi laba dalam menjelaskan return saham. Perusahaan tingkat
leverage rendah dan perusahaan tingkat leverage tinggi mempunyai
pengaruh yang tidak berbeda secara signifikan terhadap tingkat laba
tetapi mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap perubahan laba
dalam hal ini perusahaan tingkat leverage tinggi lebih relevan
dibandingkan perusahaan tingkat leverage rendah dalam menjelaskan
return saham. Informasi arus kas di perusahaan kecil, perusahaan besar,
perusahaan tingkat leverage rendah, dan perusahaan tingkat leverage
tinggi tidak dapat memberi nilai tambah dalam menjelaskan return
saham
Sistem Pengendalian Internal dirancang untuk menyediakan sebuah
kepercayaan yang memadai berkenaan dengan pencapaian tujuan dalam
kategori keandalan pelaporan keuangan, kepatuhan terhadap hukum
dan peraturan yang berlaku, efektivitas dan efisiensi operasi. Sebuah
Sistem Pengendalian Internal meliputi 5 elemen, yaitu lingkungan
pengendalian, penilaian risiko, informasi dan komunikasi, aktivitas
pengendalian, dan pemantauan.
PT TIGA FURNITURE merupakan salah satu perusahaan manufakur yang
memproduksi permebelan yang dimulai dari skala pangsa pasar yang
kecil sampai sekarang ini memiliki skala pangsa pasar besar dengan cara
mengekspor hasil produksi mebelnya ke luar negeri seperti Belanda,
2007 Jepang, Malaysia, Belgia, Hongkong, Brunei. Sampai pada sekarang ini
produksi mebelnya ini hanya dilakukan dengan cara mengekspor ke luar
negeri saja. Melihat hubungan bisnis yang di mana konsentrasinya hanya
pada pangsa pasar luar negeri, maka penulis tertarik untuk meneliti
mengenai Sistem Pengendalian Internal (SPI) PT TIGA FURNITURE
Yogyakarta, khususnya pada bagian sistem penjualan tunai.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar
tingkat efektivitas SPI yang ada di PT TIGA FURNITURE Yogyakarta.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan hasil
penelitian dihitung menggunakan metoda uji validitas, uji reliabilitas,
skala likert, dan prosentase. Adapun obyek dari penelitian ini adalah
komponen dari SPI dan bukti-bukti transaksi penjualan tunai.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa SPI pada sistem penjualan
Tujuan investor menanamkan modalnya adalah untuk mendapatkan
keuntungan. Oleh karena itu para investor memerlukan informasi yang
dapat menggambarkan kondisi perusahaan. Laporan Keuangan
merupakan gabungan pengetahuan, perencanaan bisnis, ramalan pasar,
dan karakter manajemen, yang dapat membantu investor dalam
memperkirakan pengembalian di masa yang akan datang dan risiko yang
dihadapi.
Akan tetapi, seringkali para investor hanya memfokuskan pada laba
dalam laporan laba-rugi. Dalam PSAK No.1 (IAI 2002) menyatakan secara
implisit, bahwa laporan laba rugi harus memuat informasi: laba kotor,
2007 laba operasional, dan laba bersih. Laba kotor adalah selisih dari
pendapatan perusahaan dikurangi dengan kos barang terjual. Laba
operasional adalah selisih laba kotor dengan biaya-biaya operasional.
Laba bersih adalah angka yang menunjukkan selisih seluruh pendapatan
yang operatif maupun tidak dan seluruh biaya operatif maupun tidak.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kualitas informasi laba,
antara laba kotor, laba operasional, dan laba bersih bagi investor.
Penelitian ini menggunakan kumulatif return abnormal (Cummulative
Abnormal Return/CAR) sebagai variabel dependen. Sedangkan variabel
independennya adalah laba kotor kejutan, laba operasional kejutan, laba
bersih kejutan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari
perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta
(BEJ) pada perioda 1998 sampai dengan 2005.
Abstract
This research objective is to examine empirically the influences of
auditor’s professionalism on level of materiality in course of financial
statement audit. Professionalism of auditor which estimate can influence
level of materiality is devotion of at profession, social obligation,
independence, belief of at profession, and relation with humanity of
friend profession. Data is selected using purposive sampling. The analysis
units for responses of 58 auditors in 10 Public Accountant Offices and 1
audit service cooperation. The data collection is performed directly. The
2007
statistic method used to test the hypotheses is multiple regressions.
The analysis indicated that by using five dimension of professionalism
that is: devotion of at profession, social obligation, independence, belief
of at profession, and relation with humanity of friend profession can not
influence external auditors in considering storey level materiality.
Consideration mount materiality did not influence by the
professionalism, not consistence with the result of previous research.
Keywords: professionalism and materiality.
merupakan faktor yang sangat menentukan terhadap keandalan laporan
keuangan yang di hasilkan oleh perusahaan. Sebelum auditor melakukan
audit secara mendalam terhadap semua informasi yang tercantum pada
laporan keuangan, standar pekerjaan lapangan kedua mengharuskan
auditor untuk memahami pengendalian internal yang diberlakukan di
perusahaan tersebut.
Sistem Pengendalian Internal dibuat untuk memberikan keyakinan
dalam pencapaian tiga golongan tujuan, yaitu : (1) Keandalan informasi
laporan keuangan, (2) Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang
berlaku, (3) Efektivitas dan Efisiensi Operasi. Sistem Pengendalian
Internal memiliki 5 unsur yaitu : Unsur Lingkungan Pengendalian, Unsur
Penilaian Risiko, Unsur Informasi dan Komunikasi, Unsur Aktivitas
2007 Pengendalian, Unsur Pemantauan.
Penulis melakukan penelitian tentang Sistem Pengendalian Internal (SPI)
pada GRAHA MOTOR PERWITA DAIHEYO yang merupakan anak cabang
dari PT. Perwita Karya untuk divisi otomotif yang menyediakan servis dan
jual beli motor. PT. Perwita Karya sejak tahun 2000 telah menjalin
kerjasama dengan produk merek motor luar negeri yang terkenal yaitu
Zhongzen Hongkong. Objek penelitian ini meliputi pengujian atas unsur-
unsur dari Sistem Pengendalian Internal dan pengujian terhadap bukti-
bukti transaksi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kelayakan Sistem
Pengendalian Internal dan efektivitas operasional dari GRAHA MOTOR
PERWITA DAIHEYO. Penelitian ini mengunakan pendekatan metode
deskriptif kualitatif dan dari data yang didapat dihitung dengan
Penelitian ini bertujuan untuk menguji relevansi informasi akuntansi
yang berupa laba, perubahan laba, arus kas dan discretionary accrual
untuk memprediksi tingkat return saham. Jumlah data yang digunakan
sebagai sampel adalah 425 data perusahaan manufaktur. Sampel yang
dipilih adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ selama lima
tahun beturut-turut dalam perioda 2001 sampai dengan tahun 2005.
Penelitian ini juga membandingkan kedua model regresi yaitu model
regresi nonlinier dan model regresi linier dengan menggunakan model F
test.
Hasil penelitian pada model regresi linier menunjukkan bahwa laba (E)
2007 berpengaruh positif terhadap return saham, perubahan laba (∆E)
berpengaruh negatif terhadap return saham, dan arus kas (CF),
discretionary accrual (DA/TA), dan nondiscretionary accrual (NDA/TA)
tidak berpengaruh terhadap return saham. Kemudian hasil penelitian
pada model regresi nonlinier menunjukkan bahwa arus kas kuadrat
(CF2), perubahan laba (∆E), discretionary accrual (DA/TA) dan
discretionary accrual kuadrat (DA/TA)2 berpengaruh negatif terhadap
return saham, sedangkan variabel lain tidak berpengaruh terhadap
return saham.
Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa model regresi linier lebih
baik dibandingkan dengan model regresi nonlinier dalam menjelaskan
return saham. Tetapi bukan berarti model regresi nonlinier tidak dapat
Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian yang dilakukan oleh
Muawanah dan Indriantoro (2001). Muawanah dan Indriantoro (2001)
menguji pengaruh interaksi antara variabel personalitas (locus of control,
dan komitmen profesi) dengan variabel cognitive style (kesadaran etis)
terhadap pengambilan keputusan auditor dalam situasi konflik. Yang
membedakan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya ialah
penambahan dua variabel personalitas yang lain, yaitu gender dan lama
pengalaman kerja. Perbedaan kedua, sampel penelitian ini diperluas
tidak hanya pada auditor eksternal, tetapi juga pada auditor internal.
2007 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kembali pengaruh
interaksi antara variabel personalitas (locus of control, komitmen profesi,
gender, dan lama pengalaman kerja) dengan variabel cognitive style
(kesadaran etis) terhadap pengambilan keputusan auditor dalam situasi
konflik. Data diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner, baik secara
langsung maupun melalui teman (koneksi) kepada KAP-KAP di DIY dan
kepada auditor internal perusahaan di DIY. Alat analisis yang digunakan
dalam penelitian ini adalah multiple regression.
Dari hasil pengujian pada penelitian ini, diperoleh hasil yang berbeda
dengan penelitian yang sebelumnya, yaitu hasil penelitian ini tidak
mendukung hipotesis yang dilakukan. Dengan p < 0,05 maka diambil
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pemahaman dan
kepatuhan pemegang franchise sebagai wajib pajak dalam
memenuhi kewajiban perpajakannya di kota Yogyakarta dan
menganalisis apakah ada pengaruh antara lamanya pengalaman
bisnis yang dijalankan oleh pemegang franchise dengan
pemahaman dan kepatuhan wajib pajak di kota Yogyakarta.
Penelitian ini dilakuakan dengan menyebar kuesioner kepada
pemegang franchise. Dimana metode sampel yang diambil adalah
conveniance sampling yaitu mengambil sampel wajib pajak
dengan kriteria : memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP),
penelitian hanya dilakukan pada wajib pajak yang bergerak dalam
2007 dunia bisnis franchise, yang akan disebar di jalan Adi Sucipto,
Malioboro, Mrican, Babarsari, Urip Sumoharjo. Adapun alat uji
yang digunakan adalah validitas, reliabilitas, dan uji Chi-Square. Uji
ini menggunakan analisis faktor dengan bantuan program aplikasi
SPSS ( Statistic Product and Service Solution) versi 14.0 for
windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa 65.417% responden
sebagai wajib pajak paham dalam memenuhi kewajiban
perpajakannya di kota Yogyakarta, sedangkan pada analisis
kepatuhan di dapat 68.148% responden patuh dalam memenuhi
kewajiban perpajakannya dikota Yogyakarta. Untuk analisa tidak
ada perbebedaan menunjukan tidak signifikan yang artinya bahwa
tidak ada perbedaan pemahaman dan kepatuhan dengan lamanya
Perkembangan Perusahaan semen di Indonesia sangat pesat dan
mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembangunan.
Banyaknya perusahaan semen yang yang ada di Indonesia
membuat persaingan pasar semakin ketat. PT. Indocement
Tunggal Prakarsa, Tbk merupakan salah satu perusahaan semen
terbesar di Indonesia. Penelitian ini merupakan studi kasus pada
PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk dengan menghitung
kinerja keuangan menggunakan alat analisis Du-pont. Dengan
2008
mengetahui ROA (Return on Asset) serta ROE (Return on Equity)
PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk selama tiga tahun yakni
mulai tahun 2003-2005, kita dapat mengetahui kinerja keuangan
yang ada di perusahaan tersebut. Selama tiga tahun terakhir yakni
tahun 2003-2005, kinerja keuangan PT. Indocement Tunggal
Prakarsa, Tbk dalam keadaan baik, sehingga dapat menarik para
investor untuk menanamkan modalnya di PT. Indocement Tunggal
Prakarsa, Tbk.
Pemotong pajak adalah salah profesi yang memegang peranan
penting dalam sistem perpajakan di Indonesia. pemotong pajak
pajak bertugas memotong, menyetor dan melaporkan PPh 21
karyawan. Pemahaman akan pelaksanaan hak dan kewajiban
pemotong pajak menjadi sangat penting. Pemotong pajak dalam
perusahaan yang benar-benar memahami akan pelaksanan hak
dan kewajibanya sehingga terjadinya kesalahan dalam
penghitungan, pembayaran dan pelaporan pajak sebagai sebuah
2008 konsekuensi pemenuhan perpajakan data dihindari.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sampai sejauhmana
pemahaman pemotong pajak terhadap pelaksanaan hak dan
kewajiban. Dari kajian yang telah dilakukan menghasilkan
kesimpulan bahwa pemotong pajak telah memahami
sebagaimana pelaksanaan hak dan kewajiban mereka sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan
yang berlaku.
Penilaian kinerja keuangan perusahaan menggunakan metode
kontemporer merupakan suatu usaha penyempurnaan dari metode
konvensional, karena instrumen pengukur kinerja keuangan
metode konvensional memiliki kelemahan. Kelemahan pengukur
kinerja keuangan konvensional antara lain adalah mengabaikan
adanya biaya modal, sehingga sulit diketahui apakah suatu
perusahaan telah menciptakan nilai bagi perusahaan/pemegang
saham atau belum.
Masalah yang di bahas dalam penelitian ini adalah mengukur
kinerja keuangan perusahaan dengan pendekatan Economic
Value Added atau EVA. Penelitian ini meneropong kinerja
keuangan perusahaan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk, periode
2008 pengamatan 2004 sampai dengan 2006. Pertimbangan memilih
perusahaan ini sebagai obyek penelitian karena pertimbangan
perusahaan ini telah go public, sehingga eksisistensinya sebagai
pemain di pasar modal layak diperhitungkan investor maupun
calon investor. Dengan demikian, hasil dari penelitian ini
diharapkan dapat membantu investor dalam mengambil keputusan
investasi.
Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah aplikasi
dari rumus standar EVA, meliputi : (a) Menghitung biaya hutang,
(b) Menghitung biaya modal sendiri, (c) Menghitung struktur
permodalan, (d) Menghitung biaya penggunaan modal secara rata-
rata tertimbang dan selanjutnya mencari besarnya nilai EVA.
Kesimpulan penelitian menunjukkan hasil pengukuran EVA PT.
Indofood Sukses Makmur pada tahun 2004, 2005 dan 2006
Pada penelitian ini menganalisis pengaruh moderasi aliran kas
bebas, rasio pembayaran dividen dan pengeluaran modal
terhadap earnings response coefficients. Penelitian ini
menggunakan 39 perusahaan dengan 117 data dari perusahaan
manufaktur dan nonmanufaktur yang terdaftar di BEJ (Bursa Efek
Jakarta). Penelitian ini menggunakan aliran kas bebas sebagai
moderasi pada rasio pembayaran deviden, pengeluaran modal,
dan earnings response coefficients.
Aliran kas pada suatu perusahaan dapat diretribusikan kepada
2008 investor atau kreditor yang tidak digunakan sebagai modal kerja
perusahaan. Pada penelitian ini rasio pembayaran dividen dan
pengeluaran modal tidak dapat berpengaruh positif terhadap
earnings response coefficients. Penelitian ini menggunakan uji 2
steps regression unutk uji multikolinieritas.
Kata Kunci: Aliran Kas Bebas, Rasio Pembayaran dividen,
pengeluaran Modal, Earnings
Response Coeffients.
Perlakuan akuntansi yang timbul dari hubungan transaksi antara
koperasi dengan anggotanya dan transaksi lain yang spesifik pada
badan usaha koperasi berpedoman pada PSAK No. 27. Dengan
standar tersebut, pihak penyaji informasi laporan keuangan dapat
mengetahui segala ketentuan yang harus dipenuhi dalam
pelaporan keuangan koperasi.
Penulis melakukan penelitian tentang kepatuhan perlakuan
akuntansi koperasi sesuai dengan PSAK No. 27 pada Koperasi
Serba Usaha Artha Kusuma yang bergerak dalam bidang jasa
simpan pinjam pada khususnya serta melayani kredit barang
elektronik, hand phone, meubel dan kebutuhan lainnya. Penelitian
2008 ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah Koperasi Serba
Usaha Artha Kusuma dalam melaksanakan pelaporannya telah
mematuhi standar pelaporan koperasi yang sesuai dengan PSAK
No. 27 dan untuk mengetahui apakah kepatuhan tersebut
berpengaruh terhadap penyertaan modal dan pinjaman anggota.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif
kualitatif.
Berdasarkan hasil identifikasi dan uji kepatuhan terhadap
pelaporan yang ada di koperasi, maka diperoleh kesimpulan
bahwa Koperasi Serba Usaha Artha Kusuma hanya mematuhi
sebagian dari standar pelaporan koperasi yang sesuai dengan
PSAK No. 27 dan hal tersebut tidak memberikan pengaruh
Adanya sistem pengendalian manajemen diharapkan dapat
membantu proses kerja perusahaan untuk menciptakan kinerja
perusahaan yang efektif dan efisien. Pentingnya sebuah
pengendalian manajemen pada perusahaan sangat berpengaruh
bagi kelangsungan perusahaan itu sendiri. Dengan dukungan yang
baik serta kerjasama antara satu pihak dengan pihak yang lain
akan dapat mendukung kelangsungan perusahaan. Pamahaman
sistem pengendalian manajemen yang memadai dapat membentu
auditor dalam melakukan proses pemeriksaan mencakup elemen
sistem pengendalian manajemen.
2008 Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan pengujian atas
pendapatan yang berfluktuatif dan tidak teratur pada CV. Carbon
Advertising untuk mengetahui sejauh mana perusahaan dapat
mengendalikan perusahaanya untuk dapat terus beroperasi serta
terhadap efektivitas dan efisiensi kerja perusahaan. Penelitian ini
menggunakan pendekatan analisis deskriptif kualitatif, dimana
penjelasan atas hasil analisis dilakukan dengan cara memaparkan
dalam bentuk narasi.
Dari hasil pengujian yang dilakukan pada CV. Carbon Advertising
Yogyakarta maka sistem pengendalian manajemen yang dilakukan
pada perusahaan tersebut sudah berjalan dengan baik secara
Pajak kendaraan bermotor merupakan salah satu elemen
pendukung dalam pendapatan pajak daerah. Besar kecilnya
jumlah pendapatan pajak daerah akan berpengaruh pada jumlah
pendapatan pajak daerah.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi pajak
kendaraan bermotr di provinsi DIY tahun 2001-2006, mengetahui
indeks pertumbuhan pajak kendaraan bermotor dan mengetahui
trend pajak kendaraan bermotor di masa mendatang dan
mengetahui kontribusi pajak kendaraan bermotor dari tahun 2001-
2008
2006.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan
beberapa metoda yang sesuai, pajak kendaraan bermotor di
provinsi DIY dari tahun 2001-2006 adalah efisien, indeks
pertumbuhan pajak kendaraan bermotor di provinsi DIY mengalami
peningkatan, trend pajak kendaraan bermotor di provinsi DIY dari
tahun 2001-2006 di masa mendatang mengalami peningkatan,
kontribusi pajak kendaraan bermotor terhadap PAD di provinsi DIY
dari tahun 2001-2006 juga mengalami peningkatan.
Penetapan cukai rokok selain sebagai sumber pendapatan negara
adalah dimaksudkan untuk mengurangi jumlah perokok. Hal ini
dikarenakan untuk alasan kesehatan. Fungsi pajak ini disebut juga
sebagai fungsi regulerend yaitu pajak mempunyai fungsi pengatur.
Tujuan dilaksanakannya penelitian terhadap mahasiswa prodi
Akuntansi di Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta ini
adalah untuk menganalisis pengaruh cukai rokok terhadap minat
beli rokok pada mahasiswa di Universitas Kristen Duta Wacana.
Selain itu juga dimaksudkan untuk mengetahui dan menganalisis
respon mahasiswa terhadap cukai rokok, bagaimana mahasiswa
memahami tentang pengertian, manfaat, pengaruh dari cukai
2008 rokok.
Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan model regresi
sederhana, menunjukkan bahwa cukai rokok berpengaruh
signifikan terhadap minat beli rokok mahasiswa. Begitu juga
dengan menggunakan model aritmatik mean menunjukkan bahwa
respon mahasiswa terhadap cukai rokok tergolong tinggi yang
berarti mahasiswa memahami tentang pengertian, manfaat, dan
pengaruh dari cukai rokok. Hasil penelitian ini diharapkan dapat
memberi data tambahan atau bahan pembelajaran tambahan
terhadap ilmu pengetahuan yang bersangkutan.
Kata Kunci: Cukai rokok, minat beli.
Pajak daerah adalah merupakan salah satu Pendapatan Asli
Daerah (PAD) yang dapat dimanfaatkan pemerintah untuk
memenuhi kebutuhan operasionalnya. Pajak daerah terdiri dari
pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak
penerangan jalan, pajak pengambilan bahan galian golongan C,
dan pajak parkir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji
potensi pajak daerah di Kabupaten Bantul dengan tahun 2000-
2006 kecuali pajak hotel dan restoran dimulai tahun 2002-2006,
menguji tingkat pertumbuhan pajak dearah, menguji trend pajak
daerah untuk masa lima tahun kedepan 2007-2011, dan menguji
kontribusi pajak daerah terhadap PAD.
2008 Untuk analisis potensi pajak daerah penulis menggunakan dua
variabel yaitu variabel Pajak Daerah dan variabel Pendapatan Asli
Daerah (PAD) dengan metoda tingkat pertumbuhan, tingkat
kontribusi dan trend dari tahun 2000-2006 di daerah Kabupaten
Bantul menunjukan tingkat pertumbuhan negatif, tingkat kontribusi
mengalami penurunan dan sedangkan trend pajak daerah positif
kecuali pajak hotel trend negatif untuk lima tahun kedepan. Jenis
pajak memberikan kontribusi yang besar pada PAD, dari ke enam
jenis pajak daerah yang diteliti adalah pajak penerangan jalan.
Kata Kunci: PAD, Pajak Daerah, tingkat pertumbuhan, tingkat
kontribusi, Trend.
Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah kecerdasan emosianal
mempengaruhi tingkat pemahaman akuntansi. Kecerdasan
emosional diukur dengan pengenalan emosi diri, mengelola emosi,
memotivasi diri sendiri, empati dan membina hubungan.
Sedangkan pemahaman akuntansi diukur dengan Indeks Prestasi
Kumulatif (IPK). Kuesioner yang disebarkan terdiri dari 50
pernyataan komponen kecerdasan emosional, dan Skala
pengukuran kuesioner dalam penelitian ini menggunakan skala
likert. Sedangkan responden dalam penelitian ini adalah
mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Kristen Duta
Wacana yang aktif yaitu; mahasiswa yang sudah menempuh
2008 minimal 120 SKS.
Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi
linier berganda. Hasil analisis menujukkan Adjusted R Square
diperoleh sebesar 0,039, yang berarti hanya 3,9% perubahan
tingkat pemahaman akuntansi dipengaruhi oleh variabel
pengenalan emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri,
empati dan membina hubungan, atau 96,1% dijelaskan oleh
variabel lain. Sehingga dapat disimpulkan pengaruh kecerdasan
emosional secara statistik tidak berpengaruh secara signifikan
terhadap tingkat pemahaman akuntansi. Hasil penelitian ini sesuai
dengan Trisniwati dan Suryaningsum (2003) yang menyatakan
bahwa hubungan antara kecerdasan emosional dan tingkat
Pengendalian intern sangat dibutuhkan oleh manajemen, para
auditor, dan pihak eksternal lainya guna menyediakan keyakinan
memadai yang berkaitan dengan pencapaian tujuan dalam
kategori keandalan laporan keuangan, kepatuhan terhadap hukum
dan peraturan yang berlaku, efektivitas dan efisiensi operasi.
Pamahaman pengendalian intern yang memadai digunakan
auditor dalam merencanakan audit yang meliputi empat keputusan
penting tentang lingkup dan pelaksanaan audit.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai kelayakan dan pengujian
efektivitas pengendalian intern penjualan kredit P.D Anugerah
Jaya Yogyakarta serta mengimplementasikan hasil penelitian
2008 tersebut terhadap keputusan penting tentang lingkup dan
pelaksanaan audit. Penelitian ini menggunakan pendekatan
analisis deskriptif kualitatif dan hasil penelitian dihitung
menggunakan analisis likert scale.
Dari hasil penilaian kelayakan dan pengujian pengendalian
menunjukkan bahwa sistem pengendalian intern penjualan kredit
P.D Anugerah Jaya Yogyakarta dinyatakan layak dan efektif.
Dengan sistem pengendalian intern yang layak dan efektif maka
prosedur audit yangg digunakan adalah pengujian subtantif,
dilakukan pada tanggal neraca dan tanggal setelah neraca dengan
jumlah sampel sebanyak 242 sampel. Staf audit yang ditugaskan
adalah seorang manajer audit, auditor senior, auditor junior.
Sistem Pengendalian Internal dirancang untuk menyediakan
sebuah kepercayaan yang memadai berkenaan dengan
pencapaian tujuan dalam kategori keandalan pelaporan keuangan,
kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku, efektivitas
operasi. Sebuah Sistem Pengendalian Internal meliputi 5 elemen,
yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, informasi dan
komunikasi, aktivitas pengendalian, dan pemantauan.
Penulis melakukan penelitian tentang Sistem Pengendalian
Internal (SPI) pada CV. Puspita Komunikasi yang merupakan
perusahaan yang bergerak dalam bidang percetakan, perusahaan
ini didirikan pada tanggal 27 Februari 2000. Usaha ini berlokasi di
JL. Minggiran Baru 37 A Yogyakarta. Objek penelitian ini meliputi
2008 pengujian atas unsur-unsur dari Sistem Pengendalian Internal dan
pengujian terhadap bukti-bukti transaksi serta dampaknya
terhadap keputusan lingkup audit.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Sistem
Pengendalian Intern pada kegiatan operasional CV. Puspita
Komunikasi dan dampaknya terhadap keputusan lingkup audit.
Data yang didapat dalam penelitian ini dihitung dengan
menggunakan perhitungan likert.
Dari hasil perhitungan secara keseluruhan dan pengujian terhadap
bukti-bukti transaksi, diperoleh kesimpulan bahwa Sistem
Pengendalian Internal (SPI) di CV. Puspita Komunikas telah layak
sekali dan kegiatan operasionalnya telah efektif.
Keunggulan bersaing yang dimiliki sebuah perusahaan merupakan
faktor yang sangat berperan dalam mempertahankan eksistensi
perusahaan di dunia persaingan. Semakin tajam persaingan,
diperlukan upaya untuk membentuk dan mempertahankan
keunggulan perusahaan. Oleh karena itu pimpinan harus selalu
mengevaluasi keunggulannya. Evaluasi tersebut antara lain
dilakukan melalui audit manajemen
Empat faktor yang membangun keunggulan bersaing diataranya
adalah : (1) Kualitas, (2) Efisiensi, (3) Inovasti , (4) Responsi
Konsumen.
Penulis melakukan penelitian tentang Audit Manajemen dan
Analisis Keberlanjutan atas Unsur-unsur yang menjadi pembentuk
2008 keunggulan bersaing pada SOLARIA RESTAURANT di
Ambarukmo Plaza yang merupakan cabang dari Solaria
Restaurant Lippo Cikarang-Bekasi. Penelitian ini meliputi verifikasi
atas unsur-unsur yang menjadi pembentuk keunggulan bersaing
dari Solaria Restaurant, kemudian melakukan analisis
keberlanjutan terhadap unsur-unsur yang menjadi pembentuk
keunggulan bersaing tersebut.
Untuk memperoleh data, penulis menyebarkan kuisioner yang
diberikan kepada konsumen dan pihak manajemen Solaria.
Metode penelitian ini menggunakan analisis persentase, validitas
dan reabilitas, analisis lingkungan internal (IFAS), analisis
lingkungan eksternal (EFAS), dan analisis dampak silang (Cross
Impact)
Hasil penelitian secara keseluruhan dan hasil pengujian terhadap
Penelitian ini menganalisis pengaruh pendapat selain wajar tanpa
pengecualian terhadap pergantian auditor yang dilakukan oleh
perusahaan. Pihak perusahaan ataupun pihak para pemegang
saham dan manajemen perusahaan sangat membutuhkan jasa
auditor. Auditor merupakan pihak ketiga yang independen. Pihak
investor dapat dengan aman menginvestasikan modal mereka
pada perusahaan yang mempunyai kinerja yang baik. Kinerja
perusahaan disini dapat dilihat dari laporan keuangan yang
disajikan oleh manajer. Laporan keuangan dapat dikatakan baik
apabila telah mendapatkan unqualified opinion oleh auditor.
Namun, yang terjadi pada akhir-akhir ini adalah perusahaan
seringkali mencari cara untuk mendapatkan opini unqualified
2008 dengan cara melakukan perpindahan auditor dimana auditor
sebelumnya memberikan mereka pendapat selain unqualified
opinion.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh
perusahaan go public yang terdaftar pada Bursa Efek Jakarta dan
yang mengganti auditornya pada tahun 1997-2001. Penelitian ini
hanya meneliti faktor opini audit sebagai faktor perpindahan
auditor.
Dari analisis hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa opini
auditor selain wajar tanpa pengecualian berpengaruh secara
signifikan terhadap pergantian auditor.
Kata kunci : audit, pergantian auditor, unqualified opinion
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar potensi
yang dimiliki pajak daerah khususnya pajak pengambilan dan
pengolahan bahan galian golongan C sebagai sumber pemasukan
atau pendapatan bagi Pendapatan Asli Daerah. Selain itu
penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui potensi efisiensi
dari pajak pengambilan dan pengolahan bahan galian golongan C
di Propinsi DIY, mengetahui potensi pertumbuhan dari pajak
pengambilan dan pengolahan bahan galian golongan C di Propinsi
DIY, mengetahui potensi keunggulan daerah dalam sektor pajak
pengambilan dan pengolahan bahan galian golongan C di Propinsi
DIY, mengetahui kondisi matriks potensi dari pajak pengambilan
dan pengolahan bahan galian golongan C di propinsi DIY,
2008 mengetahui perkembangan pajak pengambilan dan pengolahan
bahan galian golongan C di Propinsi DIY untuk periode yang akan
datang.
Data yang digunakan adalah jenis data sekunder yang
bersumber dari Laporan Target dan Realisasi PAD dan Laporan
Anggaran dan Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masing-
masing kabupaten di propinsi DIY dari tahun 2000-2005. Analisis
yang dilakukan yaitu analisis efisiensi, analisis pertumbuhan,
analisis location quotient, analisis matiks potensi dan analisis trend.
Hasil analisis menunjukan bahwa daerah-daerah di Propinsi DIY
mempunyai tingkat efisiensi yang tinggi, tingkat pertumbuhan pajak
Pajak Daerah adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah
baik pemerintah kota maupun pemerintah kabupaten. dalam
pelaksanaannya dilakukan oleh Dinas Pendapatan Daerah. Pajak
daerah merupakan komponen yang paling penting dari
Pendapatan Asli Daerah dan memiliki prospek yang sangat baik
untuk dikembangkan.
Kabupaten Tana Toraja merupakan salah satu daerah di
Indonesia yang sedang giat berusaha meningkatkan pendapatan
daerahnya, baik dari segi pajak maupun retribusi daerah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar
2008 kontribusi pajak potong hewan terhadap Pendapatan Asli Daerah
Tana Toraja. Data yang digunakan adalah jenis data sekunder
yang bersumber dari realisasi pajak potong hewan dan realisasi
PAD dari tahun 2001-2006. Analisis yang dilakukan yaitu analisis
kontribusi, analisis pertumbuhan, dan analisis trend.
Hasil analisis menunjukan bahwa tingkat kontribusi pajak potong
hewan pada tahun anggaran 2001-2006 tidak potensial terhadap
Pendapatan Asli Daerah. Kemudian pertumbuhan dari pajak
potong hewan adalah positif dan trend pajak potong hewan untuk
masa mendatang mengalami penurunan. Ini disebabkan karena
makin kurangnya pelaksanaan upacara-upacara adat Rambu
Tuka' dan Rambu Solo'.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan wajib pajak
penghasilan orang pribadi di Dili.Teknik pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah penyebaran kuesioner
kepada responden secara langsung di tempat usahanya masing-
masing dan menanyakan kepada responden apakah bersedia
mengisisi kuesioner yang dibagikan. Pengambilan sampel
dilakukan dengan metoda convinience sampling. Sampel dari
penelitian ini adalah wajib pajak penghasilan orang pribadi di Dili,
Timor Leste.
2008 Berdasarkan hasil pengolahan data maka didapat hasil analisis
persentasi profil responden bahwa identitas responden di ibukota
Dili meliputi usia yang paling banyak adalah usia antara 31 – 40
tahun yaitu sebesar 47.5%, Jenis usaha responden yang paling
banyak adalah jenis usaha penyewaan yaitu sebesar 18.8%,
Pendapatan responden yang paling banyak adalah antara $500.00
- $1000.00 yaitu sebesar 50%, Lama berdirinya usaha responden
yang paling banyak adalah antara 4 – 6 tahun yaitu sebesar
41.3%, dan Jumlah karyawan responden yang paling banyak
adalah antara 6 – 10 orang yaitu sebesar 37.5%. Berdasarkan
hasil perhitungan dari Distribusi Frekuensi Relatif di peroleh hasil
Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai salah satu daerah
tujuan wisata dari manca negara dan domestik memiliki banyak
sarana pendukung seperti hotel dan restoran, berkaitan dengan
UU no. 34 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah, maka di Propinsi
DIY terdapat potensi pajak pada sektor hotel dan restoran yang
sangat besar.
Dari potensi pajak hotel yang ada diketahui bahwa untuk kelima
daerah tingkat dua memiliki efisiensi yang tinggi dalam
melaksanakan pajak hotel dan restoran yaitu lebih dari 100%,
2008 indeks laju pertumbuhan Kotamadya Yogyakarta 7,6%, Kabupaten
Sleman 6,31%, Kabupaten Kulon Progo 17,53%, Kabupaten
Gunung Kidul 4,80% dan Kabupaten Bantul - 5,89%. Pertumbuhan
terbesar terdapat di Kabupaten Kulon Progo sementara terendah
di Kabupaten Bantul. LQ (location quantient )untuk Propinsi DIY
adalah lebih kecil dari 1, sehingga matriks potensinya berkenbang.
Tingkat kontribusi (C) Propinsi DIY 20,44%, maka dapat dikatakan
prima.
Untuk Kotamadya Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten
Kulon Progo trend pajak hotel dan restoran untuk masa yang akan
datang adalah meningkat sementara untuk Kabupaten Bantul dan
Motivasi adalah determinan terpenting bagi performance individu.
Dengan adanya motivasi yang tinggi dalam hal belajar, mahasiswa
diharapkan dapat mengoptimalkan performancenya. Penelitian ini
meneliti mengenai pengaruh motivasi terhadap performance
mahasiswa akuntansi yang mengambil matakuliah Akuntansi
Manajemen di Universitas Kristen Duta Wacana dengan effort
(upaya) sebagai variabel mediasinya.
Penelitian ini dilakukan di Universitas Kristen Duta Wacana
kepada mahasiswa Akuntansi yang mengambil matakuliah
2008 Akuntansi Manajemen pada semester ganjil tahun ajaran
2007/2008. Dari hasil penelitian ini maka didapat bahwa motivasi
tidak begitu berpengaruh terhadap effort karena ditunjukkan
(0,976) > 0,05. Dan untuk uji hipotesis yang kedua juga dapat kita
lihat bahwa Motivasi melalui effort berpengaruh besar pada
performance mahasiswa akuntansi Universitas Kristen Duta
performance (0,394) signifikan karena p-value < 0,05.
Penelitian ini bersifat studi kasus, mengenai kasus utang
PT.Sumalindo Lestari Jaya Tbk (PT. SLJ). Penelitian ini dilakukan
selama 8 perioda, dari tahun1998 sampai tahun 2004. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan debt to equity
ratio (DER) terhadap nilai perusahaan PT. SLJ. DER PT.SLJ
berfluktutif dari tahun 1998 sampai 2004. DER PT. SLJ mengalami
peningkatan yang signifikan dari tahun 2000 yang hanya sebesar
7,45 menjadi 25,45 pada tahun 2004.
Hasil penelitian ini menyatakan bahwa PT.SLJ menaikkan nilai
utangnya pada PT.Pamolite dikarenakan PT.SLJ mengalami
2008
kondisi keuangan yang kurang baik. Dibuktikan dengan PT.SLJ
pada tahun 2004 menerbitkan tambahan saham baru. Dampak
kenaikan DER ini membuat harga saham PT. SLJ mengalami
peningkatan. Harga saham akan semakin naik seiring dengan
naiknya rasio utang. Diestimasi pula bahwa harga saham akan
maksimal dan biaya modal akan minimal pada rasio utang 40%
dari total aktiva.
Kata Kunci: debt to equity ratio (DER), harga saham, earning per
share (EPS), beta, WACC.
Bank Mandiri merupakan bank pemerintah yang terbesar di
Indonesia dalam jumlah aktiva maupun dalam hal penyaluran
kreditnya, dalam hal ini Bank Mandiri menguasai Rp265 triliun atau
hampir 20 persen dari total aset perbankan. Bank Mandiri juga
menjadi sumber dan bagi debitur besar dan proyek-proyek raksasa
seperti infrastuktur jalan tol dan pembangkit listrik. Pada tahun
2005, Bank Mandiri mengalami masalah yang sangat signifikan
yaitu tingginya jumlah kredit bermasalah (NPL) yang pada akhirnya
berdampak pada penurunan laba bersih Bank Mandiri yang sangat
drastis. Masalah yang dihadapi oleh Bank Mandiri ini terutama
disebabkan karena pada tanggal 20 Januari 2005, Bank Indonesia
mengeluarkan suatu regulasi baru yang disebut dengan Peraturan
2008 Bank Indonesia No.7/2/PBI/2005 tentang Penilaian Kualitas Aktiva
Bank Umum. Peraturan ini mengatur penyeragaman kualitas aktiva
bank umum (uniform clasification), dalam hal ini setiap bank harus
mengakui kualitas aktiva debiturnya menurut kolektibilitas terendah
dari debitur tersebut di bank lain. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis dampak diberlakukannya Peraturan Bank Indonesia
No.7/2/PBI/2005 terhadap nilai NPL (Non Performing Loans) dan
laba bersih Bank Mandiri.
Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari laporan
keuangan Bank Mandiri periode 31 Desember 2003 sampai
dengan 30 September 2007, dalam hal ini laporan keuangan yang
digunakan adalah Laporan Laba Rugi, Laporan Neraca, Laporan
Perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum, dan Catatan
This study aims examining influence of leverage ratio to profitability
at growth and ungrowth firm in manufactur sector in Indonesia.The
study uses financial report from manufactur sector especially in
food and beverages, from 2001 until 2005 for 21 firms. Results of
this study are : first, Debt Total Asset (DTA) influence significantly
Return on Assets (ROA) at growth firms, meanwhile Debt Equity
Ratio (DER) do not influence to Return on Assets (ROA) at growth
firms. Second, Debt Total Assets and Debt Equity Ratio (DER) do
not influence to Return On Equity (ROE). Third, Debt Total Asset
2008
(DTA) influence significantly Return on Assets (ROA) at ungrowth
firms, meanwhile Debt Equity Ratio (DER) do not influence to
Return on Assets (ROA) at ungrowth firms. Fourth, Debt Total
Asset (DTA) do not influence to Return on Equity (ROE) at
ungrowth firms, meanwhile Debt Equity Ratio (DER) influence
significantly Return on Equity (ROE) at ungrowth firms.
Keywords: ROA, ROE, Leverage Ratio.
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. merupakan perusahaan
penyelenggara informasi dan telekomunikasi (infocomm) serta
penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap (full
service and network provider) yang terbesar di Indonesia. Pada
tahun 1999 ditetapkan Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999
tentang Penghapusan Monopoli Penyelenggaraan Telekomunikasi.
Sebelum adanya UU No. 36 Tahun 1999, PT Telkomunikasi
Indonesia Tbk. merupakan perusahaan telekomunikasi yang
memonopoli penyelenggaraan telekomunikasi di Indonesia. PT
Telkom memegang peranan yang penting dalam penyelenggaraan
telekomunikasi di Indonesia. Terlebih lagi PT Telkom juga
diberikan hak eksklusivitas untuk menyelenggarakan SLJJ dan
2008 telekomunikasi lokal. PT Telkom pada saat itu masih dominan dan
menguasai pasar telekomunikasi. Sejak diberlakukannya UU
No.36 Tahun 1999 maka PT Telkom tidak lagi dapat memonopoli
dalam penyelenggaraan telekomunikasi. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk menganalisis secara mendalam tentang dampak
diberlakukannya UU No. 36 Tahun 1999 terhadap kinerja PT
Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Data yang digunakan adalah data dari perusahaan berupa data
laporan keuangan terdiri dari Laporan Laba Rugi, Laporan Neraca
dan Catatan Atas Laporan Keuangan PT Telekomunikasi
Indonesia perioda 1997 sampai 2004. Metoda analisis data dalam
penelitian ini yaitu menggunakan analisis SWOT, analisis rasio
profitabilitas dan analisis EVA(Economic Value Added).
Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan persepsi
mahasiswa akuntansi terhadap etika penyusunan laporan
keuangan, antara mahasiswa yang sudah mengambil mata kuliah
pendidikan etika dengan mahasiswa yang belum mengambil mata
kuliah pendidikan etika. Analisis didasarkan pada data dari 134
responden penelitiaan yang pengumpulannya melalui kuesioner.
Metode yang digunakan oleh peneliti adalah uji Mann Whitney
yang digunakan untuk menguji perbedaan persepsi mahasiswa
terhadap penyusunan laporan keuangan dan menguji tanggung
jawab mahasiswa terhadap pelaporan keuangan, sedangkan uji T-
Test digunakan untuk menguji perbedaan persepsi antara pria dan
2008 wanita.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang
signifikan antara mahasiswa yang sudah mengambil pendidikan
etika dengan mahasiswa yang belum mengambil pendidikan etika,
dimana mahasiswa yang sudah mengambil pendidikan etika
memiliki persepsi yang baik terhadap etika penyusunan laporan
keuangan dibandingkan dengan mahasiswa yang belum
mengambil pendidikan etika. Sedangkan mengenai tanggung
jawab terhadap pelaporan informasi keuangan mahasiswa yang
belum mengambil pendidikan etika lebih tinggi dari pada
mahasiswa yang belum mengambil pendidikan etika. Hal ini berarti
kurikulum Akuntansi UKDW Yogyakarta dianggap belum cukup
memberi bekal etika kepada mahasiswa untuk terjun ke dunia
Praktik perataan laba merupakan fenomena yang umum dan
dilakukkan di banyak Negara. Namun demikian praktik perataan
laba , jika dilakukan dengan sengaja dapat menyebabkan
pengungkapan laba yang meyesatkan. Akibatnya investor tidak
mempunyai informasi yang ukuran mengenai laba untuk
mengevaluasi porfofolio mereka. Informasi laba merupakan
komponen laporan keuangan perusahaan yang bertujuan untuk
menilai kinerja manajemen, meramalkan laba yang akan datang
dan menaksir resiko dalam berinvestasi.
Pengklasifikasian perusahaan kedalam kelompok perata laba dan
bukan kelompok perata menggunakan indeks Eckel(1981). Pada
2008 dasar klasifikasi koefisien variasi penghasilan operasi (CVpo),
besaraan perusahaan tidak mempengaruhi tindakan perataan
laba. Sedangkan variabel yang lain terbukti berpenagruh. Pada
penggunaan dua dasar klasifikasi lainnya koefisien variasi
penghasilan sebelum pajak (CVpsp) dan koefisien variasi
penghasilan bersih sesudah pajak (CVpbsp) variabel besaraan
perusahaan dan winner/losser stocks yang mempengaruhi
tindakan perataan laba. Sedangkan variabel net profit margin
terbukti tidak mempengaruhi tindakan perataan laba.
Pada dasar klasifikasi koefisien variasi penghasilan operasi
(CVpo) terdapat perbedaan return, sedangkan pada dua dasar
klasifikasi lainnya tidak terdapat perbedaan return. Pada pengujian
untuk resiko setiap dasar klasifikasi tidak memperlihatkan adanya
Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh bukti empiris mengenai
reaksi pasar dan manajemen laba yang terjadi pada perusahaan
yang mengubah debt to equity ratio (DER) serta menguji
perbedaan besaran reaksi pasar pada perusahaan yang DER-nya
menurun dengan besaran reaksi pasar pada perusahaan yang
DER-nya meningkat. Metoda pengumpulan sampel dalam
penelitian ini menggunakan purposive sampling dari 159
perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta,
mulai dari tahun 2000-2006.
Penelitian ini mendeteksi adanya reaksi pasar yang positif atau
negatif dengan menggunakan abnormal return yang terjadi di
sekitar perioda pengamatan. Abnormal return yang diamati dibagi
2008 menjadi dua, yaitu abnormal return pada saat perusahaan
mempublikasikan DER menurun dan abnormal return pada saat
perusahaan mempublikasikan DER meningkat. Adanya praktik
manajemen laba yang terjadi pada perusahaan yang DER-nya
meningkat dideteksi dengan adanya discretionary accruals
menggunakan model modified Jones.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar bereaksi positif
signifikan pada perusahaan yang DER-nya menurun dan pasar
bereaksi negatif signifikan pada perusahaan yang DER-nya
meningkat di sekitar perioda pengamatan. Besaran reaksi pasar
pada perusahaan yang DER-nya menurun tidak berbeda dengan
besaran reaksi pasar pada perusahaan yang DER-nya meningkat.
Perusahaan yang DER-nya meningkat diikuti dengan adanya
Penelitian ini meneliti tentang opini audit yang dikeluarkan auditor
khususnya opini Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion)
untuk melihat pengaruh rasio likuiditas, profitabilitas, dan
solvabilitas terhadap opini audit going concern khususnya
perusahaan perbankan.
Variabel independen penelitian ini adalah likuiditas, profitabilitas,
dan solvabilitas. Sedangkan, variabel dependennya adalah
variabel dummy untuk menentukan opini audit. going concern
suatu perusahaan. Likuiditas di ukur dengan: Quick Ratio (QR) dan
Banking Ratio (BR). Profitabilitas di ukur dengan: Return on Assets
2008
dan Interest Margin of Loans (IML). Solvabilitas di ukur dengan:
Capital Ratio (CR) dan Capital Adequacy Ratio (CAR).
Hasil penelitian menunjukkan yang berpengaruh terhadap opini
audit going concern adalah profitabilitas dan solvabilitas.
Sedangkan yang tidak berpengaruh terhadap opini audit going
concern adalah likuiditas.
Kata kunci: Likuiditas, Profitabilitas, Solvabilitas, Going Concern,
Regresi Logistik Berganda.
Motivasi merupakan dorongan semangat dalam usaha
peningkatan kemajuan individu dalam melaksanakan tugasnya.
Mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan prestasi sebagai hasil
dari usaha yang dilakukan. Pada ilmu pendidikan akuntansi di
Universitas Kristen Duta Wacana memiliki keterkaitan dengan
teknologi Sistem Informasi (SI), dimana mahasiswa diajarkan
untuk mempelajari hal-hal yang praktis dan berbasis SI untuk
meningkatkan kemampuan dan ketrampilannya di masa yang akan
datang. Diharapkan dengan adanya SI pada mata kuliah akuntansi
mahasiswa dapat termotivasi untuk melakukan suatu usaha yang
akhirnya dapat meningkatkan prestasi dikelas ataupun di masa
2008 yang akan datang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah variabel
motivasi dan muatan SI dapat mempengaruhi prestasi mahasiswa
dengan dikaitkan adanya effort (usaha) sebagai variabel mediasi
terhadap prestasi belajar mahasiswa akuntansi. Untuk mengetahui
simultan yang dibutuhkan dalam meningkatkan prestasi
mahasiswa akuntansi berkaitan dengan penyatuan adanya
variabel baru muatan SI. Respondennya adalah mahasiswa
akuntansi UKDW yang sedang mengambil mata kuliah yang
berkaitan dengan SI yaitu mata kuliah praktika Visual Basic dan
praktika Pengantar Apliklasi Komputer, jumlah responden 104
orang. Penelitian menggunakan regresi berganda dan regresi
sederhana dengan pemilihan purposive sampling. Hasil penelitian
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) merupakan salah satu
penyumbang iuran negara dalam bentuk pajak yang digunakan
untuk membiayai seluruh kepentingan umum dan pengeluaran
utama negara, pengeluaran utama tersebut adalah untuk
pengeluaran rutin seperti biaya gaji pegawai negeri, subsidi, utang,
bunga dan cicilannya.
Kendaraan bekas merupakan salah satu yang menjadi objek
PPN yang jumlah penjualannya dari tahun ke tahun juga
menunjukkan angka yang semakin meningkat, berkembang
menjadi bisnis yang menguntungkan banyak pihak.
Berkembangnya perusahaan penjualan kendaraan bekas di
indonesia memberikan harapan yang lebih bagi para konsumen
2008 kendaraan bekas, konsumen tidak hanya terfokus pada satu
pilihan saja tetapi saat ini konsumen dihadapkan dengan banyak
pilihan, selain itu bagi perusahaan sendiri PPN kendaraan bekas
yang memiliki tarif tunggal sebesar 10% menjadikan industri ini
masih memiliki prospek bagi industri tersebut di Indonesia.
Berdasarkan hal tersebut maka dalam penelitian ini penulis
mengambil judul “Pengaruh PPN terhadap Minat Beli Konsumen
Kendaraan Bekas di Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta”.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah
persepsi PPN berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli
konsumen kendaraan bekas di Kabupaten Sleman Provinsi
Daerah Istimewa Yogyakarta dan untuk mengetahui respon
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah ada
pengaruh perubahan Earning Per Share, Price Earning Ratio, dan
Return On Equity terhadap perubahan harga saham. Penelitian ini
mengambil sampel dari laporan keuangan perusahaan Farmasi
yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta selama kurun waktu dari
tahun 2000 sampai tahun 2005. Data yang dikumpulkan berasal
dari Indonesian Capital Market Directory.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa hanya perubahan Price
Earning Ratio yang berpengaruh terhadap perubahan harga
saham, sedangkan perubahan Earning Per Share dan perubahan
Return On Equity dalam penelitian ini tidak signifikan yang artinya
2008 perubahn Earning Per Share dan perubahan Return On Equity
tidak berpengaruh terhadap perubahan harga saham (price).
Investor bila melakukan transaksi tidak mempertimbangkan
perubahan Earning Per Share dan perubahan Return On Equity,
investor hanya memperhatikan dan mempertimbangkan
perubahan Price Earning Ratio. Perubahan Price Earning Ratio
sebagai gambaran harga saham dan investor mempertimbangkan
diaman yang harus diinvestasikan untuk mendapat earning
perusahaan.
Keywords: Closing price, EPS, PER, ROE.
Peningkatan pelayanan merupakan upaya yang dilakukan dalam
rangka meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Peningkatan
pelayanan ini salah satunya dilakukan dengan cara modernisasi
pajak. Modernisasi pajak ini meliputi: e-registration, e-SPT dan e-
payment. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
penerapan e-registration, e-SPT dan e-payment terhadap tingkat
kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.
Obyek dalam penelitian ini adalah wajib pajak badan yang ada di
Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya wilayah Bantul, Sleman,
2008 dan Kota Yogyakarta. Responden dalam penelitian ini berjumlah
300 responden. Metode yang digunakan dalam pemilihan sampel
adalah convinience sampling.
Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi
linier sederhana. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah
adanya proses modernisasi pejak berpengaruh terhadap tingkat
kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.
Kata kunci: e-registration, e-SPT, e-payment dan kepatuhan.
Get documents about "