Data Flow Diagram Penjualan Hp (DOC download) by weg17720

VIEWS: 615 PAGES: 42

Data Flow Diagram Penjualan Hp document sample

More Info
									                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________

                                   I.        PENDAHULUAN


A.       Latar Belakang

                  Produksi jagung di Indonesia selama 5 tahun terakhir terus
         meningkat, pada tahun 2006 mencapai sekitar 12 juta ton dan pada
         tahun 2010 diperkirakan meningkat menjadi 13,6 juta ton. Pengguna
         jagung yang terbesar adalah industri pakan ternak, kemudian menyusul
         untuk industri makanan dan untuk konsumsi langsung manusia.
         Kebutuhan jagung untuk industri pakan ternak berkisar 5 juta ton/tahun
         dengan laju kenaikan sekitar 10% - 15% setiap tahunnya. Dengan
         demikian seharusnya produksi jagung dalam negeri mampu memenuhi
         kebutuhan pabrikan pakan ternak. Namun demikian, produksi jagung di
         Indonesia umumnya bersifat musiman dan wilayahnya tersebar di
         berbagai daerah/ wilayah. Kondisi ini menyebabkan pasokan (supply)
         jagung dan proses pengumpulannya untuk keperluan pabrik pakan
         ternak tidak terjamin kuantitas, kualitas maupun kontinyuitasnya. Hal ini
         menyebabkan para industri pakan ternak cenderung melakukan impor
         jagung.      Ketergantungan pabrik pakan ternak terhadap jagung impor
         sangat tinggi yaitu sekitar 40% atau lebih kurang 1 juta ton pertahun. Hal
         tersebut disebabkan karena para industri pakan ternak lebih senang
         untuk melakukan impor karena terjaminnya pasokan yang kontinyu serta
         terjaminnnya kualitas/mutu dengan harga yang relatif lebih rendah.

                  Pada saat ini pabrikan pakan ternak memiliki kapasitas
         penyimpanan           jagung       dalam       bentuk       silo     dan      gudang-gudang
         penyimpanan yang sangat terbatas. Sementara itu, para petani dan
         pedagang juga belum memiliki gudang penyimpanan atau silo yang
         memadai, sehingga pada saat panen raya produksi jagung melimpah
         dan harga menjadi rendah. Keadaan ini menyebabkan hilangnya
         kesempatan petani untuk meningkatkan pendapatannya. Hal ini
         dikhawatirkan akan mendorong keengganan petani untuk menanam
         jagung di masa depan.




________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   1
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


                  Penanganan pasca panen jagung hingga saat ini umumnya
         masih ditangani secara tradisional dan relatif tertinggal yang ditandai
         oleh penggunaan peralatan mesin pasca panen yang sederhana dan
         kurang optimal. Hal ini menyebabkan kehilangan hasil masih sangat
         tinggi, mutu hasil masih rendah dan sangat bervariasi.
                  Berdasarkan berbagai hasil penelitian dan pengalaman lapangan
         hal tersebut di atas disebabkan antara lain karena : (a) kemampuan dan
         ketrampilan petani dalam kegiatan penanganan pasca panen jagung
         masih terbatas, (b) kelembagaan tani jagung dalam bentuk gabungan
         kelompok tani (Gapoktan) belum berkembang, (c) waktu panen jagung
         yang kurang tepat, (d) terbatasnya alat mesin pasca panen jagung, (e)
         alat mesin pasca panen jagung yang tersedia di tingkat petani belum
         dimanfaatkan secara optimal, (f) penempatan dan penggunaan alat
         mesin pasca panen jagung yang tidak tepat, (g) belum mantapnya
         kemitraan usaha sehingga kebutuhan industri pakan ternak dan industri
         makanan belum dapat dipenuhi oleh petani produsen.
                  Untuk mengatasi berbagai masalah di atas, maka upaya
         transformasi penanganan pasca panen jagung dari tradisional ke
         modern perlu dilakukan dengan segera dan terencana. Sementara itu,
         kebutuhan akan jagung semakin meningkat terus menerus baik
         kuantitas maupun kualitasnya seiring dengan meningkatnya jumlah
         kebutuhan industri pakan ternak. Bertitik tolak dari kondisi tersebut,
         maka program pengembangan dan pendayagunaan silo jagung di
         daerah sentra produksi jagung sangat diperlukan agar dapat menjamin
         kuantitas, kualitas dan kontinyuitas suplai jagung sesuai permintaan
         industri pakan ternak dan industri makanan.

                  Pada tahun 2006, Departemen Pertanian telah membangun 18
         unit silo jagung di 10 Propinsi, 18 Kabupaten dan pada tahun 2007 akan
         membangun 39 unit silo jagung di 18 Propinsi, 39 Kabupaten. Untuk
         mengoperasionalkan program tersebut maka disusunlah ”Pedoman
         Teknis Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung”, sebagai
         acuan/pedoman bagi petugas pembina, penyuluh pertanian, maupun
         tenaga pendamping di Dinas Pertanian Propinsi dan Kabupaten/Kota
________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   2
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


         serta petani/kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang
         mendapatkan             silo       jagung.        Dengan           pengembangan                  dan
         pendayaagunaan silo jagung ini diharapkan dapat meningkatkan
         efisiensi, produktivitas, menurunkan kehilangan hasil dan meningkatkan
         mutu, nilai tambah dan daya saing jagung yang pada akhirnya dapat
         meningkatkan pedapatan sekaligus kesejahteraan petani.



B.       Pengertian
                  Untuk       menyamakan             persepsi,        dalam        pedoman          teknis
         pengembangan            dan       pendayagunaan           silo    jagung      ini,   digunakan
         beberapa istilah antara lain :
         1.       Kelompok          tani     jagung       adalah          kumpulan       petani       yang
                  mengusahakan komoditas jagung sebagai komoditas utama
                  dalam proses usaha agribisnis setiap tahunnya.

         2.       Gabungan kelompok tani jagung (GAPOKTAN) adalah gabungan
                  kelompok tani jagung yang mempunyai kepentingan dan tujuan
                  yang sama atas dasar kemauan bersama untuk meningkatkan
                  kinerja usaha agribisnisnya.

         3.       Pasca panen adalah suatu kegiatan mulai dari proses panen
                  sampai dengan proses yang menghasilkan produk setengah jadi
                  ( produk antara/intermediate).
         4.       Produk setengah jadi (produk antara/ intermediate) adalah produk
                  yang tidak mengalami perubahan sifat dan komposisi kimia.
         5.       Kegiatan        pasca      panen       jagung       meliputi      kegiatan       panen,
                  pengumpulan, pemipilan, pembersihan, pengeringan, sortasi,
                  grading, penyimpanan, penghancuran jagung dan bonggol
                  jagung, pencampuran/pengoplosan, pembuatan pakan ternak
                  serta pelabelan hingga produk tersebut sampai ke konsumen
         6.       Alat mesin pasca panen jagung adalah peralatan mesin yang
                  dioperasionalkan dengan motor penggerak maupun tanpa motor
                  penggerak untuk kegiatan mulai dari proses panen jagung sampai
                  dengan proses yang menghasilkan produk setengah jadi (produk
________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------    3
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


                  antara/intermediate) untuk bahan baku industri pakan ternak dan
                  atau industri makanan.
         7.       Silo jagung adalah paket alat mesin pasca panen jagung yang
                  terintegrasi        mulai      proses        pemipilan,         pengeringan             dan
                  penyimpanan jagung. Silo jagung merupakan paket alat mesin
                  pasca panen jagung yang terdiri dari :

                  a.       Alat mesin pemipil jagung (corn sheller)
                  b.       Alat mesin ayakan (cleaner)
                  c.       Alat mesin pengering (mix flow continouse drier)
                  d.       Alat mesin pemasok udara panas (burner) baik dari minyak
                           tanah maupun tungku sekam atau limbah (cyclonic husk
                           burner).
                  e.       Alat mesin untuk penampungan jagung kering sementara
                           (tempering)
                  f.       Alat mesin penyimpanan (silo/ tank produk)
                  g.       Alat mesin pengarungan (bag closer)
                  h.       Timbangan
                  i.       Moisture tester (pengukur kadar air)
                  j.       Sarana pendukung seperti genset, motor penggerak, panel
                           kontrol, bucket elevator, conveyor, dan lain-lain
                  k.       Tool box dan buku petunjuk operasional
         8.       Spesifikasi teknis adalah persyaratan teknis dari suatu alat mesin
                  pertanian.
         9.       Unit usaha silo jagung yang mandiri dan profesional adalah unit
                  usaha silo jagung yang dikelola oleh pengelola (manajer) secara
                  professional yang dicirikan dengan berorientasi bisnis yang sehat,
                  baik secara teknis, ekonomi, sosial layak, dan menguntungkan
                  serta berkelanjutan.
         10.      Prosedur operasional standar (POS) adalah panduan yang berisi
                  tentang langkah-langkah yang tersusun dan terdokumentasi
                  secara tertib, sistematik dan lengkap dalam tahap perencanaan
                  selanjutnya dijabarkan secara lebih terinci dan teknis agar dapat
                  dioperasionalkan secara optimal.
________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------    4
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


         11.      Pendampingan adalah suatu tenaga atau tim yang bekerja untuk
                  mendampingi petani, kelompok tani, gabungan kelompok tani
                  (gapoktan) guna meningkatkan kinerja usaha agroindustri dan
                  agribisnisnya.
         12.      Pengawalan adalah suatu lembaga seperti perguruan tinggi atau
                  lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan lain-lain yang bertugas
                  untuk       mengawal           pelaksanaan           kegiatan        pengembangan
                  ppengolahan dan pemasaran hasil pertanian baik teknis,
                  manajemen usaha dan akses terhadap informasi, permodalan
                  dan pasar.


C.       Tujuan
         1.       Menumbuhkembangkan kelembagaan tani berbasis gabungan
                  kelompok tani (gapoktan) di daerah sentra produksi jagung yang
                  professional, mandiri dan mampu menghasilkan produk jagung
                  yang bermutu untuk menunjang industri pakan ternak sekaligus
                  untuk mengurangi/ mensubstusi impor jagung.
         2.       Mengembangkan sistem dan usaha agroindustri jagung yang
                  terpadu dari hulu sampai hilir di daerah sentra produksi jagung.
         3.       Menumbuhkembangkan kemitraan usaha antara petani/kelompok
                  tani, gapoktan jagung dengan industri pakan ternak dan industri
                  makanan.
         4.       Terciptanya nilai tambah dan daya saing produk jagung dalam
                  upaya dapat meningkatkan pendapatan sekaligus kesejahteraan
                  petani jagung.


D.       Sasaran
         1.       Tumbuhkembangnya kelembagaan tani berbasis gapoktan yang
                  professional, mandiri dan mampu menghasilkan produk jagung
                  bermutu untuk menunjang industri pakan ternak sekaligus
                  mengurangi impor jagung.




________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   5
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


         2.       Tumbuhkembangnya silo jagung dalam suatu sistem agroindustri
                  dan agribisnis yang terpadu mulai dari hulu dsampai hilir di
                  daerah sentra produksi jagung.

         3.       Optimalnya         penggunaan          silo    jagung       dalam      upaya       untuk
                  meningkatkan efisensi, menekan kehilangan hasil, meningkatkan
                  mutu, nilai tambah dan daya saing jagung sehingga dapat
                  memenuhi kebutuhan industri pakan ternak nasional.

         4.       Tumbuhnya kemitraan usaha antara petani/kelompok tani,
                  gapoktan dengan industri pakan ternak.



E.       Keluaran (Output)

         1.       Tersedianya            pedoman             teknis        pengembangan                   dan
                  pendayagunaan            silo    jagung sebagai acuan/pedoman bagi
                  petugas pembina, penyuluh, petani/kelompok tani/ gapoktan di
                  daerah baik Propinsi maupun Kabupaten/Kota.
         2.       Tersedianya paket silo jagung yang terintegrasi yang mencakup
                  alat dan mesin pemipil, pengering dan penyimpan sesuai dengan
                  yang dibutuhkan petani/kelompok tani atau gapoktan di daerah
                  sentra produksi jagung.

         3.       Terbentuknya kelembagaan tani berbasis gapoktan sebagai
                  penerima silo jagung yang profesional dan mandiri.

         4.       Meningkatnya kuantitas, kualitas dan kontinyuitas penawaran
                  jagung pipil kering bermutu kepada industri pakan ternak
                  sehingga dapat mensubtitusi impor jagung nasional.

         5.       Terbentuknya kemitraan usaha agroindustri jagung                                  antara
                  gapoktan jagung sebagai pemasok dengan industri pakan ternak.

         6.       Meningkatnya posisi tawar petani/kelompok tani/Gapoktan jagung
                  di perdesaan.




________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------    6
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


F.       Outcome
         1.       Teciptanya sistem dan usaha agroindustri jagung yang terpadu
                  mulai dari hulu (on farm) sampai ke hilir (off farm).

         2.       Berkembangnya agroindustri jagung di daerah sentra produksi
                  dalam rangka memenuhi bahan baku industri pakan ternak yang
                  terjamin mutu dan kontinuitasnya.
         3.       Tersedianya peningkatan nilai tambah dan daya saing produk
                  jagung sehingga dapat menggairahkan petani menanam jagung
                  yang       akhirnya         dapat       meningkatkan            pendapatan              dan
                  kesejahteraan petani.


G.       Manfaat
                  Terpenuhinya kebutuhan jagung pipil kering bermutu untuk
         industri pakan ternak sehingga dapat mengurangi atau menstubstitusi
         impor jagung yang mencapai 1 juta ton per tahun.


H.       Dampak
                  Tumbuhkembangnya kelembagaan tani yang berbasis gapoktan
         yang dapat          menggunakan/menerapkan silo jagung secara optimal
         sehingga dapat mempercepat alih teknologi kepada petani/ kelompok
         tani    dan      gapoktan           guna      meningkatkan           pedapatan        sekaligus
         kesejahteraan petani. Selain itu dapat pula menyerap tenaga kerja serta
         meningkatkan perekonomian wilayah/ daerah.




________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------    7
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


                                                BAB II
               KONSEPSI PENGEMBANGAN SILO JAGUNG


         Berdasarkan arahan Menteri Pertanian, bahwa pembangunan pertanian
berbasis gabungan kelompok tani (gapoktan). Pembentukan gapoktan
merupakan proses penggabungan dari kelompok-kelompok tani yang bidang
usahataninya sejenis. Jadi gapoktan jagung adalah gabungan kelompok tani
yang mengusahakan komoditas jagung sebagai komoditas utama dalam
proses usahatani setiap tahunnya. Secara skematis pembentukan gapoktan
jagung dapat dilihat pada gambar 1 dibawah ini.




    Kel. Tani Jagung                     Kel. Tani Jagung                     Kel. Tani Jagung
      20-25 Petani                         20-25 Petani                         20-25 Petani
         30-50 Ha                             30-50 Ha                             30-50 Ha




                                 GAPOKTAN JAGUNG
                          (5-10 Kel Tani) dan luas > 500 Ha




   UNIT USAHA                 UNIT USAHA                 UNIT USAHA                UNIT USAHA
   SAPROTAN                  PASCA PANEN                 PEMBIAYAAN                PEMASARAN



       Gambar 1. : Skema Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jagung


         Keberadaan Gapoktan jagung diharapkan mampu meningkatkan kinerja
usahatani jagung dan mampu meningkatkan volume produksi yang lebih besar
dan lebih efisien dalam pengalokasian sumberdaya input produksi. Dengan
adanya Gapoktan ini diharapkan dapat meningkatkan posisi tawar sehingga


________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   8
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan                                         sekaligus
kesejahteraan petani.
         Pengembangan silo jagung diarahkan untuk mewujudkan sistem dan
usaha agroindustri yang terpadu antara pengembangan kawasan produksi
jagung di bagian hulu dengan industri pakan ternak dan industri makanan di
bagian hilirnya. Konsepsi              kemitraan agroindustri jagung dapat dilihat pada
gambar 2 berikut :


                                                                                  INDUSTRI
                                                                                PAKAN TERNAK




             Gambar 2. : Konsepsi Kemitraan Agroindustri Silo Jagung


         Silo jagung merupakan paket alat mesin pasca panen yang terdiri dari
alat mesin pemipil, pengering dan penyimpan yang dikelola oleh Gapoktan di
daerah sentra produksi yang berperan sebagai pemasok (supplier) jagung pipil
kering bermutu kepada industri pakan ternak atau pasar.
         Selain sebagai pemasok (supplier), gapoktan juga berfungsi melakukan
kegiatan penanganan pasca panen jagung seperti pemipilan, pembersihan,
pengeringan, penyimpananan, pengemasan dan pemasarannya kepada
industri pakan ternak, dan pasar. Gapoktan diharapkan dapat mensupplai
kebutuhan jagung kering pipil bermutu kepada industri pakan ternak sesuai
dengan mutu dan jumlah yang diperlukan secara kontinyu.


________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   9
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


         Kegiatan usaha gapoktan jagung, meliputi :
1.       Usaha Sarana Produksi (Saprodi)
                 Penyediaan sarana produksi seperti benih/bibit unggul, pupuk
                  dan obat-obatan (pestisida)
                 Intensifikasi usahatani jagung
2.       Usaha Pasca Panen
                 Pengembangan usaha pasca panen mulai dari pemipilan,
                  pengeringan dan penyimpanan sementara jagung pipil kering
                  serta pengarungan atau pengemasan.
                 Menerapkan           manajemen           mutu      sehingga        sesuai       dengan
                  permintaan pasar baik industri pakan ternak maupun industri
                  mkanan.
                 Pemanfaatan hasil samping jagung
3.       Usaha Pemasaran dan Kemitraan
                 Pembelian jagung dari petani/ kelompok tani
                 Memfasilitasi terbentuknya sistem informasi pasar
                 Memfasilitasi temu usaha pemasaran jagung
                 Promosi dan menyusun pola distribusi jagung
                 Memfasiltasi kemitraan usaha dan GAPOKTAN bertindak sebagai
                  integrator antara petani/ kelompok tani dan pemasok bahan baku
                  bagi industri pakan ternak dan atau industri makanan.
4.       Usaha Pembiayaan dan Penyuluhan
                 Memfasilitasi         akses       permodalan/pembiayaan                ke     lembaga
                  keuangan/bank.
                 Melakukan penyuluhan, pembinaan, bimbingan teknis dan
                  manajemen usaha agroindustri jagung.


         Dalam pengembangan dan pendayagunaan silo jagung agar dapat
berjalan secara optimal dan berhasilguna maka perlu dilakukan pendampingan
usaha silo jagung.
         Pendampingan adalah suatu tenaga ahli                                yang bekerja untuk
mendampingi petani, kelompok tani dan gapoktan guna meningkatkan kinerja
usaha agroindustrinya (silo jagung). Kegiatan pendampingan dilakukan mulai

________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   10
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


dari tahap perencanaan, sosialisasi, pelaksanaan, pengendalian sampai
dengan pertanggungjawaban. Tenaga pendampingan dapat berasal dari
kalangan akademisi (Perguruan Tinggi), Pemerintah (Dinas Pertanian Propinsi,
Kabupaten/Kota) dan atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).




________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   11
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


                                               BAB III.
               PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS)
     PENGEMBANGAN DAN PENDAYAGUNAAN SILO JAGUNG


         Prosedur operasional standar (POS) adalah panduan yang berisi
tentang langkah-langkah atau tahapan yang tersusun dan terdokumentasi
secara tertib, sistematik dan lengkap dalam tahap perencanaan kemudian
selanjutnya        dijabarkan       secara       lebih     terinci     dan     teknis      agar      dapat
dioperasionalkan secara optimal. POS pengembangan dan pendayagunaan
silo jagung ini terdiri dari : a) POS Pola Pengelolaan Usaha, b) POS
penanganan pasca panen jagung yang baik, c) POS Penanganan Optimal
Mesin Pengering Silo, d) POS Pengelolaan Jagung Kering, e) POS Pola
Kemitraan Usaha dan Pemasaran, serta f) POS Fasilitasi Dukungan
Pembiayaan Usaha.



A.       POS Pola Pengelolaan Usaha
         Pola pengelolaan usaha dalam pengembangan dan pendayagunaan
         Silo jagung diantaranya sebagai berikut :
         1.       POS Pembentukan Gapoktan
                           POS pembentukan gapoktan disusun sebagai panduan
                  untuk membentuk gapoktan jagung yang dimulai dari kegiatan : a)
                  sosialisasi, b) identifikasi petani/ kelompok tani dan gapoktan, c)
                  prasyarat pembentukan gapoktan, d) pembentukan gapoktan,
                  dan e) pendampingan hingga menjadi gapoktan yang mandiri dan
                  profesional.
                           Pada prinsipnya kerja gapoktan adalah mengakomodasi
                  kepentingan petani/kelompok tani anggota. Selain itu gapoktan
                  merupakan media komunikasi untuk saling tukar menukar
                  informasi antar petani dan kelompok tani anggota gapoktan.
                  Dalam jangka panjang, gapoktan diharapkan mampu memiliki unit
                  usaha sendiri seperti unit usaha sarana produksi, unit usaha
                  pasca panen, unit usaha pembiayaan dan penyuluhan, unit usaha
________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   12
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


                  pemasaran dan kemitraan serta unit-unit usaha lainnya. Jadi
                  pada       prinsipnya        gapoktan        ke    depan        diharapkan         dapat
                  membentuk unit usaha yang berbadan hukum seperti koperasi,
                  badan usaha milik petani (BUMP) dan atau perusahaan persero
                  (PT).
                           Prasyarat utama pembentukan gabungan kelompok tani
                  (gapoktan) jagung adalah :
                  a.       Gapoktan yang dibentuk harus berbadan hukum, pada
                           awalnya dapat dibentuk melalui SK Bupati/ Walikota,
                           kemudian dapat diteruskan dengan pembuatan akte
                           notaris dalam bentuk koperasi, badan usaha milik petani
                           (BUMP) dan atau perusahaan persero (PT).
                  b.       Memilki kelengkapan organisasi modern seperti anggaran
                           dasar/ anggaran rumah tangga (AD/ART), kepengurusan,
                           program kerja, serta manajemen organisasi dan keuangan
                           yang tertib dan transparan.
                  c.       Mempunyai 5 - 10 kelompok tani, yang berada pada satu
                           wilayah hamparan yang sama (tidak terpencar-pencar)
                           dengan luas hamparan lebih besar 500 – 1000 hektar.
                  d.       Terdiri dari petani/kelompok tani yang memiliki komoditas
                           jagung sebagai komoditas utama dalam pola giliran tanam
                           setiap tahunnya.
                           Penbentukan gapoktan dimaksudkan sebagai upaya yang
                  dilakukan       oleh     petani/kelompok           tani    dalam       meningkatkan
                  ”penguasaan”           dan      pemanfaatan          sumberdaya           yang      ada.
                  Gapoktan dianggap mandiri dan profesional bila memiliki ciri-ciri
                  sebagai berkut :
                  a.       Tumbuh dan berkembang atas dasar : dari, oleh dan untuk
                           petani/ kelompok tani anggota gapoktan.
                  b.       Memiliki visi dan misi yang jelas
                  b.       Memiliki budaya kerja yang bertumpu pada keswadayaan




________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   13
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


                  c.       Digerakkan              oleh     kepemimpinan             (manajer)        yang
                           demokratis dan adanya aturan gapoktan dan sangsi yang
                           efektif
                  d.       Adanya        sistem      pencatatan         usaha      yang      tertib       dan
                           transparan.
                           Gapoktan yang berkembang, tercermin pada :
                  a.       Efisiensi usaha yang semakin menguntungkan bagi setiap
                           petani/kelompok tani anggota gapoktan.
                  b.       Usahanya berorientasi pasar yaitu memproduksi apa yang
                           bisa dijual, bukan menjual apa yang bisa diproduksi.
                           Menjadikan petani/kelompok tani tidak sekedar sebagai
                           produsen saja tetapi juga sebagai pemasok dan atau
                           penyedia bahan baku (supplier).
                  c.       Menerapkan sarana dan teknologi tepat guna yang ramah
                           lingkungan.
                  d.       Aset usahanya meningkat dari tahun ke tahun.

         2.       Pemberdayaan Gapoktan.
                  a.       Penumbuhan dan Pengembangan Gapoktan.
                                     Dalam upaya penumbuhan dan pengembangan
                           Gapoktan, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
                           1).       Bila di lokasi terpilih belum ada gapoktan, maka
                                     perlu dibentuk gapoktan baru sesuai kebutuhan.
                           2).       Bila di lokasi terpilih sudah ada gapoktan, maka
                                     alokasi paket silo jagung bisa diberikan kepada
                                     gapoktan yang telah ada.
                           3).       Bila di lokasi terpilih terdapat beberapa gapoktan
                                     jagung,      maka       dipilih    gapoktan        yang      terbaik.
                                     Penetapan gapoktan terpilih berdasarkan kondisi
                                     lapangan seperti daerah sentra produksi dengan
                                     luas hamparan 500 - 1000 hektar, jumlah dan jenis
                                     alat mesin pasca panen jagung yang ada, serta



________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------    14
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


                                     kemampuan            petani/       kelompok        tani     anggota
                                     gapoktan mengelola silo jagung.
                b.         Pengorganisasian Gapoktan.
                                     Dalam organisasi Gapoktan penerima silo jagung
                           minimal       terdapat       ketua,      sekretaris,      bendahara            dan
                           beberapa         operator.      Seorang         ketua      Gapktan        dapat
                           menunjuk         tenaga       (manajer)        yang       dipercaya       untuk
                           mengelola masalah teknis, manajemen usaha, keuangan
                           dan adminstrasi.
                                     Tugas Gapoktan Penerima Silo Jagung adalah :
                           1).       Memberikan pelayanan jasa pembelian, pemipilan,
                                     pembersihan,          pengeringan,          penyimpanan              dan
                                     penjualan jagung kepada petani/ kelompok tani
                                     anggota gapoktan di suatu wilayah/ daerah.
                           2).       Mendayagunakan              silo    jagung       secara      optimal
                                     sehingga dapat meningkatkan efisiensi, menekan
                                     kehilangan hasil dan meningkatkan mutu jagung
                                     pipil sesuai permintaan industri panan ternak dan
                                     pasar.
                           3).       Memanfaatkan/menerapkan                  silo     jagung      sesuai
                                     dengan prinsip ekonomi agar dapat memberikan
                                     pelayanan jasa pembelian, pemipilan, pembersihan,
                                     pengeringan, penyimpanan dan penjualan jagung
                                     secara optimal.

                           Tugas Manajer adalah :
                                    Menyusun rencana usaha silo jagung secara baik di
                                     wilayah/ daerah sekitarnya maupun wilayah/ daerah
                                     lain yang terjangkau.
                                    Mengorganisasikan kegiatan pelayanan jasa silo
                                     jagung dalam rangka pengoperasian, pengaturan
                                     keuangan dan administrasinya.



________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------    15
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


                                    Melaksanakan pelayanan jasa silo jagung kepada
                                     petani/ kelompok tani anggota gapoktan.
                                    Mengendalikan usaha dan mengawasi operator
                                     dalam mengoperasikan silo jagung.

                           Tugas Operator adalah :
                                    Mengoperasikan            silo     jagung       untuk      melayani
                                     permintaan         petani/       kelompok          tani     anggota
                                     gapoktan.
                                    Merawat dan memperbaiki kerusakan silo jagung.
                                    Melakukan pencatatan mengenai kegiatan usaha
                                     silo jagung baik aspek teknis dan manajemen
                                     seperti biaya tetap untuk biaya penyusutan dan
                                     bunga modal serta biaya operasional untuk biaya
                                     bahan bakar, biaya pelumas, biaya perbaikan dan
                                     pemeliharaan (penggantian suku cadang), maupun
                                     biaya operator serta pendapatannya.
                                    Secara periodik melaporkan pelaksanaan kegiatan
                                     usaha silo jagung kepada manajer.

                  c.       Unsur Pendukung
                           Unsur pendukung yang perlu dipersiapkan, meliputi :
                                    Di lokasi gapoktan penerima silo jagung perlu
                                     didukung oleh adanya perbengkelan, lembaga
                                     keuangan (Bank) dan tenaga penyuluh dan atau
                                     tenaga pendampingan yang terkait dalam satu
                                     sistem dan usaha agroindustri jagung yang terpadu.
                                    Gapoktan penerima silo jagung perlu dilakukan
                                     pembinaan, bimbingan teknis dan manajemen
                                     melalui pelatihan, magang, incubator, studi banding
                                     dan lain-lain agar dapat melakukan usahanya
                                     secara optimal, mandiri dan professional.
                                    Instansi pemerintah (Pemerintah Daerah) yang
                                     terkait dapat memfasilitasi dan memberi informasi

________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   16
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


                                     serta        bantuan           untuk        terciptanya          iklim
                                     pengembangan            silo    jagung      yang      kondusif       di
                                     daerahnya.


         3.       Peningkatan Kemampuan dan Ketrampilan Sumber Daya
                  Manusia.
                           Peningkatan kemampuan dan ketrampilan sumber daya
                  manusia dapat dilakukan dengan melakukan bimbingan teknis
                  dan manajemen, pelatihan, magang, penyuluhan dan demontrasi
                  serta pendampingan secara berkelanjutan. Pelatuhan, bimbingan
                  teknis dan manajemen usaha dilakukan setelah silo jagung yang
                  di adakan diterima oleh gapoktan di daerah. Pada tahap ini peran
                  Dinas        Pertanian        Propinsi       dan       Kabupaten/Kota            sangat
                  menentukan keberhasilan pengembangan dan pendayagunaan
                  silo jagung di daerah.
                           Materi bimbingan teknis dan manajemen, terdiri dari :
                  a.       Kelompok Teknis
                           -      Standar operasional prosedur (SOP) penggunaan/
                                  pengoperasian silo jagung.
                           -      Cara-cara perawatan dan perbaikan silo jagung.
                           -      Manajemen perbengkelan.
                  b.       Kelompok Usaha
                           -      Analisis kebutuhan jagung pada silo jagung disuatu
                                  wilayah/ daerah.
                           -      Analisis kelayakan usaha (finansial) pengunaan silo
                                  jagung di suatu wilayah/daerah.
                           -      Pembukuan dan pencatatan usaha jasa silo jagung.
                           -      Sumber-sumber                permodalan              yang          dapat
                                  dimanfaatkan untuk pengembangan silo jagung dan
                                  prosedur pemanfaatannya seperti skim pelayanan
                                  Pembiayaan pertanian (SP3), kredit dari bank dan
                                  lain-lain .


________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   17
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


                           -      Demontrasi dan promosi penggunaan jasa silo
                                  jagung.
                  c.       Kelompok Manajemen Usaha
                           -      Perencanaan usaha jasa silo jagung.
                           -      Pengorganisasian usaha silo jagung.
                           -      Kerjasama/ kemitraan usaha.
                           -      Peningkatan           kemampuan            manajerial        kelompok
                                  usaha.


B.       POS Penanganan Pasca Panen Jagung
                  Kegiatan        penanganan           pasca      panen        jagung      sepenuhnya
         dilakukan di tingkat petani/kelompok tani dan gapoktan. Kegiatan ini
         akan menghasilkan jagung pipil kering untuk langsung dipasarkan
         kepada industri pakan ternak atau industri makanan. Tahapan kegiatan
         penanganan pasca panen jagung adalah sebagai berikut :


         1. Pemanenan :                 Pemanenan jagung sebaiknya dilakukan pada umur
                                        panen        yang       tepat     sesuai      dengan        diskripsi
                                        varietasnya. Pemanenan jagung pada umumnya
                                        dilakukan setelah batang dan daun berwarna
                                        kuning atau pada saat kadar air mencapai 30 –
                                        40%. Namun demikian, jagung juga dapat dipanen
                                        setelah batang dan daun berwarna coklat pada
                                        tingkat kadar air mencapai 17 – 20%. Pemanenan
                                        yang terlalu awal akan memberikan hasil panen
                                        jagung dengan persentase batir muda yang tinggi
                                        sehingga kualitas biji dan daya simpannya rendah.
                                        Apabila jagung dipanen terlambat mengakibatkan
                                        penurunan kualitas, peningkatan kehilangan hasil
                                        sebagai        akibat     pengaruh         cuaca       yang       tidak
                                        menguntungkan maupun serangan hama dan
                                        penyakit di lapang.


________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   18
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


         2. Cara Panen :                Pada jagung berkadar air tinggi (30 – 40%), cara
                                        panen dapat dilakukan dengan menyabit batang
                                        jagung       setinggi       pinggang,        kemudian         jagung
                                        langsung dipetik dan dikupas kelobotnya serta
                                        dimasukkan dalam keranjang. Sedangkan pada
                                        jagung berkadar air rendah (17 – 20%), cara panen
                                        dapat dilakukan dengan memetik dan mengupas
                                        kelobot jagung langsung pada batangnya tanpa
                                        menyabit batang jagung terlebih dahulu. Setelah
                                        panen selesai, jagung tongkol dimasukkan ke
                                        dalam karung dan diletakkan ditepi jalan menunggu
                                        pengangkutan. Pengangkutan hasil panen jagung
                                        dapat dilakukan dengan sepeda, pedati atau
                                        kendaraan bak terbuka.


         3. Pengeringan :               Pengeringan jagung dapat dilakukan dalam bentuk
                                        tongkol berkelobot, tongkol tanpa kelobot, dan
                                        pipilan.      Walaupun demikian, jagung sebaiknya
                                        dikeringkan dalam dua tahap. Pertama dikeringkan
                                        dalam bentuk tongkol tanpa kelobot sampai kadar
                                        air 17 - 18%, kemudian jagung dipipil dengan alat
                                        pemipil       jagung       (corn       sheller).          Kemudian
                                        pengeringan jagung pipil dilakukan sampai kadar air
                                        14 - 15% dengan menggunakan alat mesin
                                        pengering (dryer) baik dengan bad dryer maupun
                                        vertikal continouse dryer.




________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   19
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


         4. Pemipilan :                 Pemipilan         jagung        dapat       dilakukan        dengan
                                        menggunakan tenaga manusia maupun tenaga
                                        mekanis. Pemipilan jagung dengan tenaga manusia
                                        dapat dilakukan dengan tangan, tongkat pemukul,
                                        gosrokan,        pemipil      besi     diputar,      pemipil      besi
                                        bergerigi      dan      alat pemipil         jagung      sederhana
                                        lainnya. Pemipil jagung dengan tenaga mekanis
                                        (corn sheller) dilakukan dengan mesin pemipil yang
                                        telah banyak dibuat di Indonesia baik oleh industri
                                        alat dan mesin pertanian skala besar maupun oleh
                                        bengkel lokal di pedesaan.
         5. Penyimpanan :               Penyimpanan jagung dapat dilakukan dalam bentuk
                                        tongkol berkelobot, tongkol tanpa kelobot, dan
                                        pipilan.       Penyimpanan jagung yang berkelobot
                                        dilakukan dengan menyimpan di atas para-para,
                                        yaitu di atas tungku pemasak keluarga.
                                        Penyimpanan           jagung       pipil    kering     dapat      juga
                                        dilakukan dengan silo untuk penympanan dalam
                                        jumlah volume yang cukup besar (>50 ton) dan
                                        dapat berfungsi sebagai tempat tunda jual.
         6. Pengepakan :                Pengepakan dapat dulakukan pada suatu wadah
                                        karung dengan ukuran 50 kg atau plastik dengan
                                        ukuran 5 kg. Wadah yang telah diisi jagung pipil
                                        kering diberi label yang memuat informasi tentang
                                        jenis produk (varietas), ukuran berat, tanggal
                                        produksi dan nama produsen.
         7. Pengangkutan :              Alat pengangkut harus dapat melindungi jagung
                                        pipilan kering dari hujan dan kontaminasi lainnya.
                                        Pengangkutan jagung pipil kering dapat dilakukan
                                        dengan        sepeda,       pedati,        sepeda     motor       atau
                                        kendaraan bak terbuka.


C.       POS Penanganan Optimal Mesin Pengering Silo

________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   20
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________




D.       POS Pengelolaan Jagung Kering


E.       POS Kemitraan Usaha dan Pemasaran
                  Kemitraan usaha adalah kerjasama usaha antara gapoktan
         dengan industri pakan ternak dan atau industri makanan yang disertai
         dengan,        bimbingan        teknis      dan      manajemen,          pembinaan          serta
         pengembangan yang berkelanjutan oleh Industri pakan ternak dan atau
         industri makanan sebagai inti, dengan memperhatikan prinsip saling
         memerlukan, saling memperkuat, dan saling menguntungkan. Melalui
         kemitraan usaha ini juga dimaksudkan untuk memeproleh peningkatan
         nilai tambah dan daya saing.
                  Tujuan kemitraan usaha adalah untuk meningkatkan pendapatan,
         kesinambungan usaha, meningkatkan kualitas sumberdaya manusia,
         dan peningkatan skala usaha, dalam rangka meningaktkan kemampuan
         dan ketrampilan gapoktan di bidang pengembangan silo jagung.
         Kemitraan usaha ini harus dilakukan berdasarkan azas persamaan
         kedudukan, keselarasan, dan antara gapoktan dengan indusri pakan
         ternak melalui perwujudan sinergi kemitraan usaha, yang :

         a.       Saling memerlukan; Industri pakan ternak memerlukan pasokan
                  bahan baku jagung pipil kering berkualitas dari gapoktan sebagai
                  plasma yang memerlukan tempat penampungan/ silo.

         b.       Saling      memperkuat;          gapoktan        dan     industri     pakan       ternak
                  bersama-sama memperhatikan tanggung jawab moral dan etika
                  bisnis, sehingga mampu memperkuat kedudukan (posisi tawar)
                  masing-masing dalam meningkatkan nilai tambah dan daya
                  saingnya.

         c.       Saling      menguntungkan;             kedua       pihak      harus      memperoleh
                  peningkatan         pendapatan,          keuntungan         dan     kesinambungan
                  usahanya.

                  Industri pakan ternak sebagai mitra usaha adalah perusahaan
         yang mempunyai itikad baik dalam membantu gapoktan untuk dapat
________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   21
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


         memiliki sarana, teknologi dan manajemen usaha yang baik, memiliki
         kemitraan usaha serta memiliki bonafiditas legal formal maupun
         operasional. Di sisi lain, gapoktanjuga perlu memperoleh pembinaan,
         bimbingan teknis dan manajemen serta pendampingan dari pemerintah
         daerah. Pemerintah daerah bertanggung jawab menciptakan iklim yang
         kondusif dalam hal kemudahan pemanfaatan fasilitas pendanaan/
         permodalan serta aktif dalam melaksanakan kegiatan pembinaan,
         bimbingan teknis dan manajemen, pemantauan, pengawasan maupun
         pengendalian.

                  Suatu hal yang perlu mendapatkan perhatian dalam kemitraan
         usaha adalah bahwa kedua belah pihak yang bermitra harus benar-
         benar beritikad baik serta menjunjung tinggi ”Etika Kemitraan”                               yang
         disepakati bersama sehingga tujuan kemitraan usaha yang saling
         membesarkan, benar-benar dapat diupayakan oleh pihak-pihak yang
         terlibat.

                  Pola kemitraan usaha berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian
         No. 940/Kpts/OT.210/10/97, adalah sebagai berikut :

         a.       Pola Inti-Plasma

                  Pola inti-plasma merupakan hubungan kemitraan usaha antara
                  beberapa gapoktan jagung dengan industri pakan ternak, dimana
                  industri pakan ternak bertindak sebagai inti dan gapoktan jagung
                  sebagai plasma.
         b.       Pola Sub Kontrak

                  Pola sub kontrak merupakan hubungan kemitraan usaha antara
                  beberapa gapoktan jagung dengan industri pakan ternak, dimana
                  gapoktan jagung tersebut menyediakan jagung pipilan kering
                  sebagai bahan baku yang diperlukan industri pakan ternak
                  sebagai bagian dari produksinya dengan sistem kontrak.
         c.       Pola Dagang Umum

                  Pola dagang umum merupakan hubungan kemitraan usaha
                  antara beberapa gapoktan jagung dengan industri pakan ternak,

________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   22
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


                  dimana perusahaan pakan ternak bertindak sebagai pemasar
                  hasil produksi gapoktan jagung atau gapoktan memasok
                  kebutuhan jagung pipil kering yang diperlukan industri pakan
                  ternak.
         d.       Pola Keagenan

                  Pola keagenan merupakan hubungan kemitraan usaha antara
                  beberapa gapoktan dengan industri pakan ternak, dimana
                  gapoktan diberi hak khusus untuk memasarkan pakan ternak dari
                  industri pakan ternak.
         e.       Pola Lainnya.

                  Pola lainnya yang telah berkembang antara lain adalah pola
                  kerjasama operasional agribisnis (KOA). Pola KOA merupakan
                  hubungan kemitraan usaha antara beberapa gapoktan dengan
                  industri pakan ternak, dimana gapoktan menyediakan lahan,
                  sarana       dan      tenaga,        sedangkan          industri     pakan        ternak
                  menyediakan biaya, modal usaha dan sarana untuk pembuatan
                  pakan ternak dengan pembagian hasil sesuai kesepakatan.


F.       Fasilitasi Dukungan Pembiayaan Usaha




________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   23
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________




                                               BAB IV.
  TAHAPAN PENGEMBANGAN, PEMBINAAN, PENGENDALIAN
                                      DAN PELAPORAN


         Pengembangan silo jagung selama 5 tahun ke depan (2007 – 2011) di
targetkan tumbuh di seluruh sentra produksi jagung di Indonesia. Tahapan
pengambangan silo jagung, meliputi : a) tahap persiapan, b) tahap
pengembangan dan pembinaan serta c) tahap pengendalian, pengawasan dan
pelaporan.


A.       Tahap Persiapan
                  Tahap persiapan yang perlu dilakukan antara lain adalah (a)
         melaksanakan pertemuan koordinasi tingkat pusat dan tingkat daerah
         baik propinsi maupun kabupaten/ kota, (b) seleksi calon gapoktan dan
         calon lokasi (CPCL) penerima silo jagung, (c) pelatihan (TOT), (e)
         pencatatan potensi dan pencatatan data awal. Masing-masing kegiatan
         tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :


         1.       Pertemuan Koordinasi Tingkat Pusat
                           Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan koordinasi dan
                  sinkronisasi perencanaan kegiatan baik di tingkat pusat (Ditjen
                  Pengolahan dan Pemasaran Hasil Petanian) maupun di tingkat
                  daerah (Dinas Pertanian Propinsi maupun Kabupaten/Kota).
                  Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Propinsi dan
                  atau Kepala Subdin yang menangani penanganan pasca panen
                  khususnya pengembangan silo jagung, Instansi terkait antara lain
                  dari     Direktorat Serealia Ditjen Tanaman Pangan, Direktorat
                  Penanganan Pasca Panen Ditjen PPHP, Balai Pasca Panen,
                  Balai      Besar        Mekanisasi Pertanian, Pabrikan Silo Jagung,
                  Perguruan Tinggi, Industri Pakan Ternak, dan lain-lain.



________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   24
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


         2.       Pertemuan Koordinasi Tingkat Daerah (Propinsi, Kabupaten/
                  Kota)

                           Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan koordinasi dan
                  sinkronisasi            perencanaan          dan        pelaksanaan            kegiatan
                  pegembangan sil jagung di                    propinsi atau kabupaten/ kota.
                  Pertemuan         ini    dihadiri     oleh     penanggung          jawab       kegiatan
                  penanganan pasca panen khususnya pengembangan silo jagung
                  serta instansi terkait seperti Pemda (Dinas Pertanian), Balai
                  Penerapan Teknologi Pertanian (BPTP),                        Perbankan, Pabrikan
                  Silo jagung, Bengkel/ Pengrajin, Perguruan Tinggi, Gapoktan dan
                  lain-lain.

         3.       Pelatihan (TOT).

                           Kegiatan ini dilakukan untuk membekali petugas pembina,
                  penyuluh pertanian, tenaga pendamping dan petani/ kelompok
                  tani anggota gapoktan tentang kegiatan pengembangan dan
                  pendayagunaan             silo     jagung,     baik     aspek       teknis     maupun
                  manajemen usaha.                 Peserta pelatihan antara lain adalah para
                  petani/kelompok tani anggota gapoktan penerima silo jagung,
                  para Petugas Pembina, penyuluh dan pendamping di tingkat
                  Propinsi, dan Kabupaten/ Kota, pengelola (Manajer) dan Operator
                  silo jagung dan lain-lain.

         4.       Penentuan lokasi

                           Penentuan lokasi silo jagung dilakukan oleh petugas Dinas
                  Pertanian daerah bersama dengan penyuluh dan tenaga
                  pendamping yang telah mengikuti pelatihan (TOT) dengan jalan
                  survey lapang. Lokasi silo jagung ditentukan berdasarkan kriteria
                  antara lain merupakan sentra produksi jagung dan mempunyai
                  hamparan jagung seluas 500 – 1000 Hektar, di pinggir jalan,
                  terdapat bengkel dan sarana pendukung yang memadai.




________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   25
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


         5.       Pendataan potensi, pencatatan data awal

                           Pendataan potensi awal dari lokasi pengembangan silo
                  jagung perlu dilakukan, karena sebagai dasar pengukuran
                  keberhasilan dari kegiatan ini. Data yang dibutuhkan antara lain
                  meliputi luas areal tanam/ panen, pola tanam/ panen, tingkat
                  produktivitas, produksi, ketersediaan alat mesin pasca panen
                  jagung,       kelembagaan           tani     (Kelompok         tani,    GAPOKTAN,
                  Koperasi, , UPJA dan lain-lain), harga jagung, tata niaga jagung
                  dan lain-lain. Pendataan dilakukan oleh Aparat/ Petugas Dinas
                  Pertanian, Penyuluh Pertanian, dan Tenaga Pendamping.



B.       Tahap Pengembangan dan Pembinaan
                  Tahapan pengembangan dan pembinaan ditandai dengan telah
         terbentuknya gapoktan yang mempunyai berkeinginan maju bersama-
         sama untuk meningkatkan mutu/kualitas dan harga jual jagung sehingga
         dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing. Gapoktan ini dibentuk
         oleh petani/kelompok tani dan pembentukannya difasilitasi oleh
         pemerintah        daerah (dinas pertanian propinsi,                      kabupaten/ kota).
         Pembentukan gapoktan diawali dengan pertemuan sosialiasi dan
         koordinasi pengembangan silo jagung, dimana pesertanya merupakan
         stake holder dari pengembangan silo jagung di suatu wilayah/ daerah.
         Secara garis besar tahapan pengembangan dan pembinaan silo jagung
         adalah sebagai berikut :

         1.       Sosialiasi dan Koordinasi Program

                           Sosialisasi dan koordinasi program pengembangan silo
                  jagung dilaksanakan dalam rangka menyamakan persepsi dan
                  pengertian serta mempersiapkan setiap pihak yang terlibat seperti
                  aparat/petugas dinas pertanian, penyuluh, petani/kelompok tani
                  anggota        gapoktan,        tokoh      masyarakat,         lembaga        swadaya
                  masyarakat, dan sebagainya. Sosialisasi ini dilaksanakan di
                  tingkat pusat, propinsi, dan kabupaten/ kota serta di tingkat
                  gapoktan. Sosialisasi kepada petani/ kelompok tani anggota
________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   26
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


                  gapoktan secara detail meliputi teknis operasionalisasi silo jagung
                  dan manajemen usaha silo jagung.

         2.       Penumbuhan Kelembagaan Gapoktan
                           Gapoktan dibentuk dari proses sosialisasi, koordinasi,
                  diskusi, motivasi serta kesamaan persepsi.                        Gapoktan jagung
                  beranggotakan           para     petani/      kelompok        tani    yang      tumbuh
                  berdasarkan kesamaan pandangan, keakraban, keserasian dan
                  kesamaan kepentingan untuk dapat meningkatkan efisiensi,
                  menurunkan kehilangan hasil dan meningkatkan mutu dan harga
                  jual jagung sehingga diharapkan petani dapat mendapatkan nilai
                  tambah dan pendapatan yang lebih tinggi.

                           Gapoktan         jagung      penerima         silo   jagung       diharapkan
                  dibentuk dengan SK Bupati/ Wali Kota atau Dinas Pertanian
                  Kabupaten/ Kota dan sekaligus untuk menandai terbentuknya
                  GAPOKTAN jagung di wilayah/ daerah tersebut dilakukan dengan
                  upacara pengukuhan agar dapat memberikan rasa kebanggaan
                  dan tanggung jawab yang tinggi serta dapat diketahui oleh
                  masyarakat tani/ kelompok tani gapoktan agung di wilayah/
                  daerah sekitarnya. Prinsip-prinsip pembentukan GAPOKTAN ini
                  adalah sebagai berikut :

                  a.       Pengambilan keputusan mutlak dilakukan oleh anggota
                           (petani/kelompok tani) secara musyawarah dan mufakat
                           untuk      memperoleh           manfaat        sebesar-besarnya            bagi
                           anggota (dari, oleh, dan untuk anggota GAPOKTAN).
                   b.      Peran pemerintah terbatas pada pelayanan, fasilitasi,
                           motivasi, pendorong, dan penciptaan iklim yang kondusif
                           sehingga GAPOKTAN ini mampu dan mau menggunakan
                           dan memanfaatkan potensi sumber daya yang dimiliki
                           melalui kreatifitasnya sendiri untuk mencapai tujuan
                           meningkatkan           efisiensi,      menekan         kehilangan         hasil,
                           meningkatkan             mutu,        meningkatkan            harga            jual,
                           meningkatkan pendapatan dan sekaligus mensejahterakan
                           anggotanya.

________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------     27
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


                  c.       Pemberdayaan GAPOKTAN ini mencakup berbagai aspek,
                           antara lain aspek teknis dan manajemen, peningkatan
                           kemampuan dan ketrampilan sumber daya manusia serta
                           aspek wira usaha, peningkatan akses informasi pasar dan
                           permodalan.
                           GAPOKTAN menetapkan pengurus dengan susunan
                  organisasi yang disepakati oleh anggota (petani/kelompok tani)
                  dan dipilih secara demokratis oleh anggota. Apabila diperlukan,
                  maka GAPOKTAN ini dapat menunjuk manajer profesional untuk
                  menjalankan usahanya dengan tugas sebagai berikut :
                  a.       Membimbing anggota GAPOKTAN (petani/kelompok tani)
                           jagung dalam pengelolaan usaha silo secara efisien dan
                           menguntungkan;
                  b.       Membantu melakukan manajemen usaha yang baik dan
                           modern.
                  c.       Membantu mencari akses permodalan dan pasar jagung
                  d.       Melakukan kemitraan usaha dengan industri pakan ternak
                           dan industri makanan
                  e.       Fungsi lain yang ditetapkan oleh GAPOKTAN jagung.
                           Tujuan yang ingin dicapai dari terbentuknya GAPOKTAN
                  adalah terwujudnya GAPOKTAN yang mandiri,                                 profesional,
                  tangguh dan dinamis dengan menerapkan manajemen yang
                  modern dengan jenis-jenis usaha yang menguntungkan bagi
                  anggotanya. Dengan upaya pengembangan GAPOKTAN jagung
                  ini    diharapkan dalam kurun waktu beberapa tahun kedepan
                  dapat tumbuh            dan berkembang menjadi Badan Usaha Milik
                  Petani (BUMP), Koperasi, atau Perusahaan Daerah yang
                  berbadan hukum dengan berbagai bidang usaha agribisnis mulai
                  dari hulu sampai hilir seperti penyediaan sarana produksi,
                  penanganan pasca panen, pengolahan dan pemasaran jagung.

         3.       Sosialisasi, pelatihan dan pendampingan

                           Sosialisasi,         pelatihan        dan       pendampingan              untuk
                  pengembangan silo jagung meliputi segi teknis dan manajemen
                  bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan
                  ketrampilan petani/ kelompok tani/ gabungan kelompok tani serta
________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   28
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


                  petugas, penyuluh pertanian, dan operator silo.                            Sosialisasi,
                  pelatihan dan pendampingan dilaksanakan di lokasi GAPOKTAN
                  penerima silo jagung oleh pabrikan alat mesin pasca panen
                  jagung, tenaga ahli/ praktisi, perguruan tinggi, maupun lembaga
                  swadaya masyarakat (LSM).



C.       Tahap Pengendalian, Pengawasan dan Pelaporan


         1.       Pengendalian
                           Kegiatan pengendalian dilakukan melalui jalur struktural
                  dan jalur informal. Pengendalian melalui jalur struktural dilakukan
                  oleh Tim Pembina Pusat (Ditjen Pengolahan dan Pemasaran
                  Hasil Pertanian, c/q Direktorat Penanganan Pasca Panen,), Tim
                  Pembina Propinsi (Dinas Pertanian Propinsi), Tim Pembina
                  Kabupaten/ Kota (Dinas Pertanian Kabupaten/ Kota). Sedangkan
                  melalui jalur informal dilakukan oleh POKJA Penanganan Pasca
                  Panen tingkat Pusat, Propinsi maupun Kabupaten/ Kota.
                  Pengendalian           dilakukan        berdasarkan          perencanaan            yang
                  memperhatikan asas akuntabilitas kinerja. Proses pengendalian
                  di setiap wilayah/ daerah direncanakan dan diatur oleh masing-
                  masing instansi.


         2.       Pengawasan
                           Pengawasan pelaksanaan pengembangan silo jagung
                  dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
                  berlaku. Pengawasan anggaran dan kegiatan dilaksanakan oleh
                  aparat pengawasan fungsional pemerintah seperti BAWASDA,
                  Itjen, BPK dan BPKP. Tindak lanjut hasil pengawasan dilakukan
                  secara dini oleh Tim Pembina atau POKJA Pusat, Propinsi
                  maupun Kabupaten/ Kota. Disamping itu dilakukan pengawasan
                  jalur masyarakat melalui pertemuan dengan seluruh komponen
                  masyarakat           seperti      organisasi         petani,       kelompok         tani,
                  GAPOKTAN, LSM, tokoh masyarakat, akademisi, pers, aparat


________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   29
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


                  desa,      petugas/       penyuluh/        tenaga        pendampingan               yang
                  dilaksanakan dalam suatu pertemuan atau forum komunikasi.


         3.       Pelaporan
                           Guna        melihat      kinerja      pengembangan              silo    jagung
                  diperlukan adanya laporan pelaksanaan kegiatan maupun
                  pelaporan pengendalian yang lebih ketat dan lengkap. Jenis-jenis
                  pelaporan terdiri dari :
                  1)       Laporan rutin (bulanan, triwulanan, dan tahunan) oleh tim
                           pembina (Dinas Pertanian) Popinsi maupun Kabupaten/
                           Kota tentang perkembangan Pengembangan silo jagung
                           di daerahnya.
                  2)       Laporan insidentil bila diperlukan.
                           Format laporan rutin, baik                isi   dan batas waktu serta
                  mekanisme           pengirimannya           mengikuti        aturan      yang       telah
                  ditetapkan, sedangkan untuk laporan insidentil menggunakan
                  format yang disepakati oleh daerah yang dituangkan dalam
                  petunjuk pelaksanaan (JUKLAK) dan petunjuk teknis (JUKNIS) .




________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   30
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


                                                BAB V.

                                PENGORGANISASIAN




               PUSAT                             DITJEN PPHP                              TIM PEMBINA
                                                   DEPTAN                                   (POKJA)




             PROPINSI                       DINAS PERTANIAN                               TIM PEMBINA
                                                PROPINSI                                    (POKJA)



      KABUPATEN/ KOTA                      DINAS PERTANIAN                                TIM PEMBINA
                                           KABUPATEN/ KOTA                                  (POKJA)



         KECAMATAN
           (KCD)                                GAPOKTAN PENERIMA
                                                   SILO JAGUNG




            UNIT USAHA                           UNIT USAHA                             UNIT USAHA
            SAPROTAN                            PASCA PANEN                             PEMASARAN




                Gambar 3. : Struktur Organisasi Pengembangan Silo Jagung.




________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   31
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________



A.       Tingkat Pusat
                  Di tingkat pusat dalam hal ini Direktorat Jenderal Pengolahan
         dan Pemasaran Hasil Pertanian, Departemen Pertanian membentuk Tim
         Pembina (POKJA) Pasca Panen Pusat. Fasilitasi/sosialisasi oleh Tim
         Pembina (POKJA) Pusat dalam hal ini Direktorat Jenderal Pengolahan
         dan Pemasaran Hasil Pertanian, Departemen Pertanian bertujuan untuk
         kelancaran dan percepatan pelaksanaan program Pengembangan silo
         jagung.
                   Tugas Tim Pembina (POKJA) Pusat, adalah sebagai berikut :
         1.       Merumuskan kebijakan                  dan memberikan pedoman tentang
                  pelaksanaan program Pengembangan silo jagung;
         2.       Memberikan            fasilitasi/      sosialisasi         untuk       perencanaan,
                  pelaksanaan dan pembinaan serta bimbingan teknis dan
                  manajemen Pengembangan silo jagung di tingkat nasional,
                  propinsi, dan kabupaten/kota;
         3.       Melakukan koordinasi lintas sektor/sub sektor, nasional, propinsi,
                  dan kabupaten/kota untuk meningkatkan gerakan dan efektifitas
                  program Pengembangan silo jagung;
         4.       Melakukan            pemantauan             dan        pengendalian            program
                  pengembangan silo jagung serta pelaporan


B.       Tingkat Propinsi
                  Di tingkat propinsi dalam hal ini Dinas Pertanian Propinsi selain
         sebagai Pembina juga sebagai Leason Offiser, dan Ketua Tim Pembina
         (POKJA) Propinsi.             Tugas utama Dinas Pertanian Propinsi adalah
         sebagai penghubung antara pembina pusat dengan tim POKJA
         Kabupaten/ Kota, dan tugas lainnya yang ditetapkan oleh Tim Pembina
         (POKJA) Pasca Panen Propinsi.
                  Tugas Tim Pembina (POKJA) Propinsi adalah sebagai berikut :
         1.       Memfasilitasi pengembangan silo jagung di tingkat Kabupaten/
                  Kota;
         2.       Merumuskan kebijakan operasional pengembangan silo jagung
                  sesuai kondisi lokal spesifik propinsi dan kabupaten/kota;



________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   32
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


         3.       Memberikan fasilitasi untuk perencanaan, pelaksanaan dan
                  pembinaan              serta      bimbingan          teknis      dan      manajemen
                  pengembangan silo jagung;
         4.       Melakukan koordinasi lintas sektor/sub sektor, Propinsi, dan
                  Kabupaten/ Kota untuk meningkatkan gerakan dan efektifitas
                  program pengembangan silo jagung;
         5.       Melakukan            pemantauan             dan        pengendalian            program
                  pengembangan silo jagung serta melaporkan hasilnya kepada
                  Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian sekurang-
                  kurangnya setiap triwulan;
         6.       Tugas lainnya ditetapkan oleh tim tersebut sesuai dengan
                  kebutuhannya.


C.       Tingkat Kabupaten/ Kota
                  Di tingkat Kabupaten/ Kota, Dinas Pertanian Kabupaten/ Kota
         selain sebagai Pembina juga sebagai ketua Tim Pembina (POKJA)
         Kabupaten/ Kota. Tugas utama Dinas Pertanian Kabupaten/ Kota adalah
         sebagai penghubung antara instansi pemerintah terkait, lembaga
         keuangan/ bank, dengan petani/ kelompok tani dan GAPOKTAN                                        di
         tingkat Kabupaten/ Kota.
                  Tugas dari Tim Pembina (POKJA) Kabupaten/ Kota adalah
         sebagai berikut :
         1.       Merumuskan kebijakan operasional pengembangan silo jagung
                  sesuai kondisi kabupaten/ kota;
         2.       Mengkoordinir pengembangan silo jagung dalam merencanakan,
                  dan mengawasi kegiatan usaha agribisnisnya;
         3.       Memfasilitasi penerapan sarana dan teknologi serta manajemen
                  usaha silo jagung, manajemen mutu hasil, dan manajemen
                  pemasarannya;
         4..      Memfasilitasi, mencari dan menciptakan pangsa pasar;
         5.       Menjembatani keperluan pendanaan/ modal usaha dengan
                  lembaga keuangan/ bank di tingkat Kabupaten/ Kota;


________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   33
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


         6.       Melakukan koordinasi lintas sektor/sub sektor, kabupaten/kota
                  untuk meningkatkan gerakan dan efektifitas pelaksanaannya;
         7.       Melakukan pemantauan dan pengendalian serta melaporkan
                  hasilnya kepada Dinas Pertanian Propinsi dan Ditjen Pengolahan
                  dan Pemasaran hasil Peretanian setiap tri bulan;
         8.       Tugas lainnya ditetapkan oleh POKJA Kabupaten/Kota tersebut
                  sesuai dengan kebutuhannya.


D.       Tingkat Kecamatan
                  Di tingkat kecamatan, GAPOKTAN jagung yang dibentuk
         berdasarkan atas kesamaan dan kepentingan bersama merupakan
         lembaga yang berperan sangat penting dan strategis. GAPOKTAN
         dipimpin oleh seorang ketua dan diharapkan nantinya mempunyai
         beberapa unit usaha mulai dari penyediaan saprotan, usaha pasca
         panen dan usaha pemasarannya. Tugas GAPOKTAN antara lain adalah
         sebagai berikut :
         1.       Memfasilitasi pembinaan teknis dan manajemen dalam hal
                  penerapan silo jagung di daerah.
         2.       Memfasilitasi        penumbuhan            unit-unit     usaha       yang      bersaka
                  ekonomis dengan diketuai oleh seorang manajer;
         3.       Pembinaan          sumber daya manusia (petani/kelompok tani                            dan
                  gapoktan) dalam bidang penanganan pasca panen jagung;
         4.       Menjembatani kepentingan para anggota GAPOKTAN dengan
                  industri pakan ternak, industri makanan dan pasar.
         5.       Menjembatani antara pemerintah, lembaga keuangan/bank. .




________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------    34
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


                                               BAB VI.
                                            PENUTUP

         Program dan kegiatan pengembangan dan pendayagunaan silo jagung
merupakan salah satu program terobosan dalam upaya untuk meningkatkan
efisiensi dan produktivitas, menurunkan kehilangan hasil, peningkatan mutu,
daya saing, nilai tambah dan dapat mensubstitusi impor jagung nasional serta
merupakan         langkah        strategis      yang      diharapkan         tidak     saja     memacu
pertumbuhan ekonomi daerah melainkan juga meningkatkan kesempatan kerja
dan meningkatkan              pendapatan sekaligus kesejahteraan petani di suatu
daerah.
         Program pengembangan dan pendayagunaan silo jagung adalah suatu
proses konsolidasi sistem dan usaha agroindustri jagung khususnya dibidang
penangan pasca panen, pengolahan dan pemasaran jagung yang disertai
dengan kemitraan usaha antara gabungan kelompok tani (Gapoktan) dengan
industri pakan ternak serta koordinasi vertikal di antara seluruh tahapan sistem
dan usaha agroindustri yang terpadu mulai dari penyediaan sarana produksi,
usahatani, panen dan pasca panen, pengolahan serta pemasaran jagung.
         Dengan          semangat           otonomi         daerah,         pengembangan                  dan
pendayagunaan silo jagung dilaksanakan sepenuhnya oleh pemerintah daerah
baik propinsi maupun kabupaten/kota yang difasilitasi dengan anggaran
pendapatan dan belanja negara (APBN), anggaran pendapatan dan belanja
daerah (APBD) dan Swasta. Sesuai dengan paradigma baru, maka peran
pemerintah pusat telah bergeser yaitu sebagai fasilitator, koordinator,
motivator, dan dinamisator bagi tumbuhkembangnya sistem dan usaha
agroindustri (silo) jagung yang terpadu mulai dari hulu sampai hilir di daerah
sentra produksi.




________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------    35
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________




                                    LAMPIRAN :




________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   36
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


Lampiran 1. : PERSYARATAN TEKNIS SILO JAGUNG

SPESIFIKASI TEKNIS :

A.       Komponen Utama :
1.       Alat mesin pemipil jagung (corn sheller)
         Alat mesin yang digunakan untuk melakukan proses pemipilan jagung
         tongkol.
         Kapasitas input            : 1,5 – 3 ton/jam
         Jenis motor penggerak      : mesin diesel (sertifikat SNI)
         Power/ Daya                : 4 - 6 HP
         Kelengkapan pembersih : kipas penghembus atau system ayakan
         Saluran pengeluaran        : ada 3 keluaran masing masing untuk jagung
                                      pipil, tongkol dan tumpi
         Blower                     : menyatu dengan mesin pemipil untuk
                                      Menghisap tumpi sehingga menghasilkan
                                      jagung pipil bersih.
         Tingkat kebersihan pipilan :  95 %
         Efisiensi pemipilan        :  90%


2.       Alat mesin pembersih jagung (corn cleaner)
         Alat mesin pembersih jagung pipil basah.
         Kapasitas masukan        : 8 – 10 ton/ jam
         Jenis motor penggerak    : electromotor 1-3 phase 220V,50-60Hz
         Power                    : 2 - 3 Kw, 220-380 V/50-60Hz (2 – 4 HP)
         Sistem pembersih          : ada 2 tahap pebersihan, tahap 1 dengan
                                     system hisapan blower system aspirator,
                                     tahap 2 dengan system pemisahan dengan
                                     saringan system gerak

3.       Alat Mesin Pengering Jagung (corn dryer)
         Alat mesin pengering (Dryer) jagung dengan proses sirkulasi secara
         terus menerus hinnga proses pengeringan selesai sesuai kadar air yang
         telah ditentukan (KA = 14-15%)
         Kapasitas muat             : 6 – 12 ton jagung pipil basah per batch
         Power                      : 10 -12 HP
         Jenis motor penggerak      : electromotor 3 phase 220V,50-60Hz
         Laju pengeringan           : 3% – 5% per jam
         Pemanas :
         Tipe                       : burner dilengkapi thermostat
         System pemanas             : tidak langsung dengan tungku
         Tempat pembakaran          : Gun type, kotak otomatis
         Bahan bakar                : minyak tanah atau solar
         Konsumsi bahan bakar       : 6 – 8 liter/jam
         Alat pengontrol            : sensor kelebihan muat, penghenti waktu,
                                       tombol       tekanan    udara,    pemadam
                                       kebakaran,       pengontrol    suhu    dan
                                       kelembaban otomatis, moisture tester.
________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   37
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


4.       Tungku bakar sekam/bonggol jagung (husk/ corn cob burner)
         sistem indirect heat
         Tungku bakar yang menghasilkan udara panas dari sekan atau bonggol
         jagung.
         Type                   : cyclonic
         Panas yang dihasilkan  : 0,4 – 0,5 MW (500 KW)
         Temperatur dara panas  : 70 – 350 0 C (dapat diatur)
         Energi panas           : 200.000 – 400.000 kcal/jam
         Kebutuhan sekam/       : 60 – 100 kg/jam
         bonggol jagung         :
         Arang sekam            : 15 – 30 kg/jam
         RPM                    : 1400 - 2800 RPM
         Kebutuhan daya         : 0,5 – 1 HP
         Struktur               : Sistem indirect heating dengan heat
                                  exchanger untuk memasok udara panas
                                  bersih ke dryer sehingga dapat menjamin
                                  kualitas jagung serta menghindari
                                  terjadinya keropos pada dryer dikarenakan
                                  pembakaran dari sekam yang mengandung
                                  tar lengket dan beracun seperti yang
                                  dihasilkan dari tungku sistem direct.
         Automatic sistem pada  : pengendalian temperatur, sistem
                                  pneumatic pasokan bahan baku sekam.
                                  Sisa pembakaran berupa arang atau abu

5.       Silo Jagung
         Alat mesin penyimpanan pipilan jagung kering, dengan kontruksi besi
         baja yang kokoh.
         Kapasitas tampung           : 30 - 50 ton
         Power                       : 2 – 3 HP
         Jenis motor penggerak       : electromotor 3 phase 220V,50-60Hz
         Dilengkapi dengan condition system aerasi untuk pengkondisian suhu
         biji jagung setelah proses pengeringan.

6.       Diesel Generator untuk silo jagung
         Minimal output           : 30 KW
         Frequensi                : 50 – 60 Hz
         Voltage                  : 220/380 V
         Sistem pendingin         : radiator air
         No of Phase              :3
         Tangki bahyan bakar      : 400 – 500 liter minimal
         Kapasitas
         Harus memiliki SNI atau International Certification Product ISO9001;
         2000
         Kelengkapan              : Voltmeter, A VR, Ampere meter, Hz meter,
                                    NFB, Pilot lamp (lampu indicator), switch
                                     on/off, temperature, oil dan pengukur bahan
                                     bakar atau indicator, serta 1 set tool kit.


________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   38
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________



B.        Komponen Pendukung :

7.       Panel kontrol distribusi
              Seluruh instalasi listrik harus terangkai dalam satu system dari
               ruang diesel generating set sampai pada semua mesin dryer dan
               silo dengan kabel yang memadai dan bermutu.
              Box kontrol distribusi model almari terdiri dan dilengkapi
               voltmeter, ampere meter, pilot lamp, dengan tombol start/stop
               yang mudah.
              Sistem penyambungan started delta connection system untuk
               power > 5 HP dan dengan DOL system untuk power < 5 HP.
              Thermocontrol automatic untuk oil burner
              Magnetic contractor breaker (MCB) system
              Overload protector system (OPS)
              Alarm dan turnlight sebagai peringatan/emergency untuk tanda
               pengoperasian dryer dan hambatan operational mesin
              Harus disertai gambar wiring diagram.

8.       Bucket and Belt Elevator
         Bucket terbuat dari bahan plastik HDPP Polimer Nylon ukuran 8 - 10”
         dengan ketinggian yang disesuaikan.
         Belt terbuat dari bahan yang diperkuat serat benang di dalamnya
         Power                      : 3 – 4 Hp

9.       Moisture Tester (pengukur kadar air jagung)
         Portable, pengukuran dilakukan dengan crush system
         Range pengukuran          : 10 - 40%
         Akurasi                   : < 02%
         Berat                     : 0,5 – 2 kg
         Display                   : LCD
         Perlengkapan              : cap pengukuran, hopper, dry cells, dan
                                     operation manual

10.      Timbangan
         Tipe                                 : Kodok
         Kapasitas                            : 0 – 300 kg
         Ketelitian                           : 100 gram

11.      Mesin penjahit karung (bag closer)
         Tipe                    : Portable
         Jenis motor penggerak   : electromotor 1-3 phase 220V,50-60Hz
         Power                   : 50-60 Watt
         Berat                   : 6-10 kg

12.      Buku Petunjuk pengoperasian dan part list
         Setiap alat mesin paket silo jagung harus mempunyai buku petunjuk
         pengoperasian dan part list dalam bahasa inggris dan atau bahasa
         Indonesia.

________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   39
                                   Pedoman Teknis
                     Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
 ___________________________________________________________________________________


Lampiran 2. : Contoh Surat Perjanjian Pendayagunaan Silo Jagung



                             SURAT PERJANJIAN
                        PENDAYAGUNAAN SILO JAGUNG


     Pada hari ini ……………., tanggal ………, bulan .........…………
tahun………….., yang bertandatangan dibawah ini :


1.       Nama              : …………………………………….….
         Jabatan           : Kepala Dinas Pertanian Propinsi
         Alamat            : …………………………………….….
                             …………………………………….….
         Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA


2.       Nama              : …………………………………….….
         Jabatan           : Ketua GAPOKTAN
                               ........................................……….….
         Alamat            : …………………………………….….
                             …………………………………….….
         Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA


         Kedua         belah      pihak       sepakat        untuk       mengadakan            perjanjian
pendayagunaan silo jagung melalui dana tugas pembantuan Dinas Pertanian
Propinsi dari APBN Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil
Pertanian, Departemen Pertanian dengan ketentuan sebagai berikut :
I.       Alat dan mesin psilo jagung yang didayagunakan adalah :
         1.       a.       Nama alat dan mesin                  : …………………………….….
                  b.       Merk                                 : ...………………………….….
                  c.       Spesifikasi teknis                   : (Terlampir)
                  d.       Jumlah                               : ………………unit
                  e.       Kondisi alat dan mesin               : Baik dan siap operasional




________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   40
                                    Pedoman Teknis
                      Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
  ___________________________________________________________________________________


 II.      Pihak pertama berkewajiban :
          a.       Menyediakan           dana      untuk      pengadaan          silo    jagung       untuk
                   didayagunakan dan dikembangkan lebih lanjut oleh Pihak Kedua.
          b.       Melakukan pendampingan, bimbingan teknis dan manajemen,
                   pembinaan, monitoring dan supervisi kepada Pihak Kedua.
          c.       Memfasilitasi Pihak Kedua berhubungan dengan industri pakan
                   ternak, lembaga keuangan/bank, bengkel/ pengrajin, dealer atau
                   penyedia alat dan mesin silo jagung (pabrikan).
III.      Pihak Kedua akan mendayagunakan dan mengembangkan silo jagung
          tersebut dengan cara :
          d.       Mengelola          silo     jagung        tersebut       secara        bisnis       yang
                   menguntungkan, mandiri dan professional.
          e.       Mengadministrasikan/mencatat semua kegiatan usaha silo jagung
                   tersebut termasuk administrasi keuangannya.
          f.       Menyiapkan dan menyampaikan laporan setiap 3 (tiga) bulan
                   atau 1 (satu) musim sekali mengenai pelaksanaan kegiatan
                   usaha silo jagung dan dilaporkan kepada Pihak Pertama (Kepala
                   Dinas Pertanian Propinsi dan Kabupaten/Kota).
          g.       Menyiapkan modal kerja (biaya operasional) untuk kegiatan
                   usaha silo jagung tersebut.
IV.       a.       Apabila Pihak Kedua tidak melaksanakan kewajibannya sesuai
                   dengan aturan yang telah ditetapkan, maka silo jagung tersebut
                   akan ditarik pengelolaannya oleh Pihak Pertama dan akan
                   diberikan ke Gapoktan lain tetapi Pihak Kedua tidak akan
                   menuntut ganti rugi dan tetap melaksanakan kewajiban-kewajiban
                   yang belum dilaksanakan sebelumnya.


          Perjanjian Kerjasama ini berlaku selama 5 (lima) tahun atau selama
 umur ekonomis silo jagung sejak ditandatangani, dan dibuat rangkap 5 (lima)
 yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama dan 2 (dua)
 diantaranya bermaterai cukup.




 ________________________________________________________________________________
 Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   41
                                  Pedoman Teknis
                    Pengembangan dan Pendayagunaan Silo Jagung
___________________________________________________________________________________


         Demikian Perjanjian pendayagunaan silo jagung ini dibuat dan
ditandatangani oleh kedua belah pihak.


               PIHAK KEDUA                                           PIHAK PERTAMA
             Ketua GAPOKTAN                                      Kepala Dinas Pertanian
     …………………………………..                                                  Kabupaten/Kota




        ( ……………………………)                                         ( ……………………………)
                                                                   NIP. …………………..


                                             Mengetahui
                              Kepala Dinas Pertanian Propinsi




                                 ( ……………………………….. )
                                     NIP. ………………………




________________________________________________________________________________
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ------------------------------------------   42

								
To top