Data Dasar Penyuluhan Pertanian Form 1 Lembar 1 (DOC download) by weg17720

VIEWS: 237 PAGES: 37

Data Dasar Penyuluhan Pertanian Form 1 Lembar 1 document sample

More Info
									    OLEH TIM LPPM-IPB:
    Herien Puspitawati (Ketua)
             Hartoyo
         Ma’mun Sarma
          Melly Latifah
          Tin Herawati




         KERJASAMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR &
    PRMAP-ADB-BAPPENAS
            2009
                                                   DAFTAR ISI
                                                                                                      Halaman


DAFTAR ISI ........................................................................................................ ii
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... iii
LAMPIRAN ......................................................................................................... iv

Bagian I: Survey Kepuasan Orangtua ................................................................                1
       1.1. Latar Belakang ..................................................................................      1
       1.2. Ruang Lingkup Survey .....................................................................             2
       1.3. Tujuan Survey ...................................................................................      2
       1.4. Pendekatan dan Metodologi..............................................................                3

Bagian II: Hasil Penelitian ....................................................................................   4
       2.1. Akses Pemerataan .............................................................................         4
            2.1.1 Ketersediaan Biaya Sekolah ..................................................                    5
            2.1.2. Menjaga Disiplin dan Keamanan di Sekolah ........................                               10
       2.2. Kualitas Mutu dan Relevansi ............................................................               10
            2.2.1. Kualitas Pengajaran dan Proses Pembelajaran ......................                              10
            2.2.2. Hasil dari Proses Pembelajaran yang Berdampak
                   pada Kualitas SDM Anak ......................................................                   11
            2.2.3. Kondisi Kenyamanan Sekolah ...............................................                      12
            2.2.4. Fasilitas Fisik Sekolah ...........................................................             12
            2.2.5. Kesiapan Siswa pada Alih Tahun Pelajaran ........................                               13
       2.3. Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Akuntabilitas Publik.......                                     13
            2.3.1. Partisipasi Orangtua ............................................................               13
            2.3.2. Drop-Out Anak .....................................................................             15

Bagian III: Kesimpulan dan Rekomendasi .......................................................... 17

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 20
LAMPIRAN ......................................................................................................... 21




                                                                                                                         ii
                                      DAFTAR GAMBAR

                                                                                                            Halaman

Gambar 1.   Tingkat Kepuasan Orangtua terhadap Sembilan Atribut Pelayanan
            Pendidikan Dasar pada Jenjang SD (%) .............................................                    4

Gambar 2.   Tingkat Kepuasan Orangtua terhadap Sembilan Atribut Pelayanan
            Pendidikan Dasar pada Jenjang SMP (%) ..........................................                      5

Gambar 3.   Perbedaan Pendapatan Bulanan Per Kapita Keluarga dan Pengeluaran
            Pendidikannya pada Jenjang SD ......................................................... 6

Gambar 4.   Perbedaan Pendapatan Bulanan Per Kapita Keluarga dan Pengeluaran
            Pendidikannya pada Jenjang SMP ...................................................... 7

Gambar 5.   Tingkat Kepuasan Orangtua Golongan Miskin dan Tidak Miskin
            Terhadap Sembilan Atribut Pelayanan Pendidikan Dasar
            Jenjang SD. .......................................................................................   8

Gambar 6.   Tingkat Kepuasan Orangtua Golongan Miskin dan Tidak Miskin
            Terhadap Sembilan Atribut Pelayanan Pendidikan Dasar
            Jenjang SMP. .....................................................................................    8

Gambar 7.   Tingkat Kepuasan Orangtua Terhadap Sembilan Atribut Pelayanan
            Pendidikan Dasar Jenjang SD Berdasarkan Jauh dan Dekat
            dari Kantor Dinas ...............................................................................     8

Gambar 8.   Tingkat Kepuasan Orangtua Terhadap Sembilan Atribut Pelayanan
            Pendidikan Dasar Jenjang SMP Berdasarkan Jauh dan Dekat
            dari Kantor Dinas ................................................................................    9

Gambar 9.   Biaya Pendidikan Dasar Tahunan Jenjang SD dan SMP
            (secara detil di Lampiran 7) ...............................................................          15




                                                                                                                      iii
                                        DAFTAR LAMPIRAN
                                                                                                         Halaman

Lampiran 1. Rekapitulasi Tingkat Kepuasan Orangtua Terhadap Pelayanan
            Pendidikan Dasar 9 (Sembilan) Tahun. .............................................                 22

Lampiran 2. Rekapitulasi Tingkat Kepuasan Kepala Sekolah Terhadap
            Pelayanan Pendidikan Dasar 9 (Sembilan) Tahun. ...........................                         23

Lampiran 3. Rekapitulasi Tingkat Kepuasan Komite Sekolah Terhadap
            Pelayanan Pendidikan Dasar 9 (Sembilan)Tahun. ............................                         24

Lampiran 4. Perbedaan Tingkat Kepuasan Orangtua Terhadap Pelayanan
            Pendidikan Dasar 9 (Sembilan) Tahun Berdasarkan Status
            Ekonomi Keluarga. .............................................................................    25

Lampiran 5. Perbedaan Tingkat Kepuasan Orangtua Terhadap Pelayanan
            Pendidikan Dasar 9 (Sembilan) Tahun Berdasarkan Lokasi
            Sekolah Terhadap Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten. ..................                             26

Lampiran 6. Rata-rata Jumlah Pengeluaran Pendidikan SD dan SMP
            Per Tahun (n=60). .............................................................................    27

Lampiran 7. Diagram Rata-rata Jumlah Pengeluaran Pendidikan
            Per Tahun (n=60). .............................................................................    28

Lampiran 8. Alasan Anak Drop-Out Sekolah ........................................................              29

Lampiran 9. Instrumen Survei Kepuasan Orangtua Terhadap Pelayanan
            Pendidikan Dasar. ..............................................................................   30

Lampiran 10. Matrik Temuan Penelitian, Penjelasan dan Rekomendasi Survei
             Kepuasan Orangtua Terhadap Layanan Pendidikan Dasar
             Di Kabupaten Indramayu. ...............................................................           32




                                                                                                                iv
                   Bagian I: Survey Kepuasan Orangtua

1.1. Latarbelakang
1.    Krisis ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia berdampak pada beberapa aspek
pembangunan termasuk pada aspek pendidikan. Timbulnya kemiskinan sejak 1997 telah
menjadi isu utama dalam kebijakan pemerintah dan menjadi ancaman utama dalam
pemenuhan tujuan Millenium Development Goals (MDGs), khususnya yang
berhubungan dengan aspek pendidikan. Berdasarkan tujuan MDGs, disebutkan bahwa
Tujuan ke-3 adalah pada tahun 2015 baik laki-laki maupun perempuan harus
menamatkan pendidikan dasar. Selanjutnya Tujuan ke-4 adalah untuk menghilangkan
kesenjangan gender pada tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah pada tahun
2005 dan pada semua tingkat pendidikan paling lambat tahun 2015 (Bappenas, 2007a).

2.    Berdasarkan target MDGs, diketahui bahwa kemajuan bidang pendidikan di
Indonesia dalam hal partisipasi di tingkat SD (APM) sudah mencapai 94,7 persen dan
proporsi siswa yang tamat SD mencapai 74,7 persen dan terus meningkat sesuai target.
Namun partisipasi di tingkat SMP (APM) masih belum memenuhi target, yaitu masih
mencapai 66,5 persen dan meningkat perlahan. Sedangkan rasio anak perempuan di
Sekolah Dasar adalah 100 persen dan Sekolah Menengah Pertama adalah 99,4 persen
yang sudah mencapai target dan mengalami banyak kemajuan.

3.    Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk menjamin transparansi outcome
pendidikan dengan cara meningkatkan akuntabilitas dan transparansi. Sesuai dengan
kebijakan desentralisasi pendidikan dasar, maka salah satu bentuk usaha akuntabilitas
dan transparansi ini adalah dengan mendapatkan umpan balik dari pihak orangtua dan
masyarakat atas penyediaan jasa pendidikan. Berkaitan dengan kebijakan desentralisasi
sekolah, maka Survey Kepuasan Orangtua (SKO) perlu untuk dilaksanakan dalam
rangka meningkatkan partisipasi masyarakat dan kesadaran masyarakat terhadap jasa
pendidikan dasar. SKO dapat dijadikan alat bagi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten
untuk mendapatkan umpan balik yang sistematik dari pengguna jasa pendidikan dasar.
Melalui pengumpulan informasi tentang tingkat kepuasan orangtua terhadap pelayanan
jasa pendidikan dasar dari pengguna nyata (users), maka SKO dapat dijadikan input
untuk meningkatkan pelayanan jasa publik.




                                                                                   1
1.2. Ruang Lingkup Survey
4.     Survey Kepuasan Orangtua (SKO) mengevaluasi persepsi kepuasan orangtua
yang berkaitan dengan akses (keuangan dan fisik) dan kualitas terhadap pelayanan
pendidikan dasar pada 4 kecamatan di Indramayu, Jawa Barat. Manfaat Survey
Kepuasan Orangtua (SKO) adalah sebagai bahan masukan umpan balik khususnya bagi
Pemerintah Daerah (kabupaten/ Kota) dalam meningkatkan kualitas pelayanan
pendidikan dasar yang berkaitan dengan pencapaian Target MDG ke dua dan ke tiga.
Ruang lingkup survei meliputi orangtua (wali) dari siswa kelas 6 SD dan kelas 9 SMP,
kepala sekolah, dan komite sekolah.
5.     Survey juga melibatkan orangtua yang mempunyai anak usia sekolah1 yang
drop-out (DO) selama transisi dari SD ke SMP dan/atau DO dari tingkat SMP2.
Batasan umum dipakai untuk menangkap kepuasan orangtua terhadap kondisi
pendidikan dasar saat ini dari pada kepuasan masa lalu. Batasan umur juga penting
untuk membatasi populasi sampel yang terdiri atas siswa yang masih berhak untuk
kembali ke sekolah, dan selanjutnya akan berpengaruh terhadap keputusan orang tua
terhadap angka pendaftaran. Program non-formal seperti paket A dan B tidak termasuk
dalam survey ini.


1.3.    Tujuan Survey.

6.     Tujuan dari Survey Kepuasan Orangtua sebagai berikut: (1) Mengukur tingkat
kepuasan orangtua terhadap kualitas jasa pendidikan dasar3 baik siswa SD dan SMP, (2)
Membandingkan tingkat kepuasan terhadap pendidikan dasar baik SD maupun SMP
antara Kepala Sekolah, Ketua Komite Sekolah dengan mempergunakan metoda
“Importance and Performance Analysis (IPA)” dan “Customer Satisfaction Index
(CSI)”, (3) Membandingkan pendapat antara orangtua, kepala sekolah, ketua komite
sekolah tentang biaya pendidikan, dan (4) Menjelaskan alasan anak drop-out dari
pendidikan dasar.

7.      Survey ini dianalisis berdasarkan analisis gender yang menegaskan persepsi dari
orangtua perempuan dan laki-laki dari siswa yang terpilih. Subgrup ini akan dipilih
mempergunakan tehnik stratified sampling dan orangtua laki-laki dan perempuan akan
diwawancara secara terpisah. Daftar Pertanyaan dan analisis dibedakan berdasarkan
analisis gender siswa dan orangtua.



1
  Ruang lingkup tidak termasuk anak drop out dan anak non transitioners yang umurnya lebih tua dari
umur normal tingkatan sekolah.
2
  Jumlah anak absolute yang tidak pernah daftar sekolah atau drop out dari tingkat SD adalah sangat
rendah kecuali pada kecamatan tertentu yang remote dan tidak termasuk dalam PSS.
3
  Lihat Lampiran 1 untuk atribut-atribut yang termasuk dalam survey.



                                                                                                      2
1.4. Pendekatan dan Metodologi
8.      Unit sampel terdiri atas unit sampel primer dan unit sampel sekunder. Unit
sampel sekunder adalah pihak sekolah (sebagai penyedia jasa pendidikan) yang terdiri
atas 40 sekolah (meliputi 40 kepala sekolah dan 40 komite sekolah). Unit sampel primer
terdiri atas 400 orangtua/wali (10 orangtua per sekolah) dari siswa terdaftar yang
ditentukan secara purposif oleh sekolah dengan mempertimbangkan keadaan sosial
ekonomi keluarga, prestasi anak, dan perilaku psikososial anak serta orangtua tunggal.
Selain itu diambil juga unit sampel sejumlah 40 orangtua atau wali dari anak drop-out
(DO).
9.     Data dikumpulkan melalui beragam metode seperti in-desk Study (untuk
pengumpulan data sekunder dan informasi), survey dengan kuesioner semi-terstruktur
dan terstruktur (dengan mengunjungi rumah setiap responden untuk menjaga objektifitas
jawaban) dan Focus Group Discussion. Tabulasi dilakukan baik untuk informasi dalam
bentuk pertanyaan tertutup maupun terbuka. Proses pengkodean dilakukan terlebih
dahulu sebelum tabulasi. Software yang dipergunakan adalah MS Excel dan SPSS.
Proses penghitungan ”Indeks Kepuasan Orangtua”, dipilih dengan mempergunakan
Importance-Performance Analysis (IPA) (Rangkuti, 1997 dan Umar, 2001) untuk
mengidentifikasi tingkat kepentingan dan tingkat kinerja penyedia terhadap suatu produk
atau jasa (Rangkuti, 1997 dan Umar, 2001).




                                                                                     3
                                 Bagian 2: Hasil Penelitian
2.1. Akses Pemerataan
10.    Kepuasan Orangtua: Hasil menunjukkan bahwa secara umum tingkat kepuasan
orangtua terhadap kualitas pendidikan dasar berada pada tingkatan antara kurang puas
dan puas. Berdasarkan pendapat orangtua, tingkat kepuasan terhadap pelayanan
pendidikan dasar pada jenjang SD dan SMP adalah relatif sama. Gambar 1 dan 2
menunjukkan tingkat kepuasan orangtua terhadap pelayanan pendidikan dasar pada
jenjang SD dan SMP (lihat Lampiran 1). Hasil survey menunjukkan bahwa lebih daro
50 persen orangtua yang diinterview merasa puas terhadap 8 (delapan) atribut pelayanan
pendidikan dasar, kecuali atribut ketersediaan biaya sekolah yang dilaporkan oleh 70
persen orangtua yang merasa kurang puas.

Gambar 1. Tingkat Kepuasan Orangtua terhadap Sembilan Atribut Pelayanan
          Pendidikan Dasar pada Jenjang SD (%).

                                                                                       LS
 80
                                                                                       S
 70

 60

 50

 40

 30

 20

 10

  0
         A1       A2        A3       A4        A5        A6       A7        A8       A9

Catatan: LS= Kurang Puas; S= Puas

A1= Kualitas Proses Pembelajaran; A2= Kualitas Pengajaran; A3= Hasil dari Proses Pembelajaran yang
berdampak pada kualitas SDM anak; A4= Kondisi kenyamanan sekolah; A5= Menjaga disiplin dan
keamanan di sekolah; A6= Keterlibatan orangtua; A7= Kualitas Fasilitas Fisik; A8= Kesiapan alih tahun
pelajaran; A9= Ketersediaan Biaya Sekolah Anak.




                                                                                                        4
Gambar 2. Tingkat Kepuasan Orangtua terhadap Sembilan Atribut Pelayanan
          Pendidikan Dasar pada Jenjang SMP (%).

                                                                                        LS
   80
                                                                                        S
   70

   60

   50

   40

   30

   20

   10

    0
          A1        A2       A3       A4        A5       A6        A7       A8        A9

Catatan: LS= Kurang Puas; S= Puas

A1= Kualitas Proses Pembelajaran; A2= Kualitas Pengajaran; A3= Hasil dari Proses Pembelajaran yang
berdampak pada kualitas SDM anak; A4= Kondisi kenyamanan sekolah; A5= Menjaga disiplin dan
keamanan di sekolah; A6= Keterlibatan orangtua; A7= Kualitas Fasilitas Fisik; A8= Kesiapan alih tahun
pelajaran; A9= Ketersediaan Biaya Sekolah Anak.



2.1.1 Ketersediaan Biaya Sekolah Anak.

11.     Atribut ketersediaan biaya sekolah anak merujuk pada ketersediaan bidang
pendidikan. Hal ini termasuk biaya operasional sekolah (“BOS”), pengeluaran buku
(“BOS Buku”), biaya peralatan tulis sekolah, dan biaya yang dikeluarkan oleh orangtua
seperti transportasi, buku teks, lembar kerja siswa, seragam sekolah dan uang saku.
Hasil menunjukkan bahwa 31 persen orangtua yang diinterview di jenjang SD dan SMP
merasa puas terhadap ketersediaan biaya sekolah anak, sementara 69 persen orangtua
merasa kurang puas atau tidak puas. Hal ini menujukkan bahwa pengeluaran pendidikan
masih menjadi tekanan ekonomi pada sebagian besar keluarga. Terdapat propaganda
intensif tentang “sekolah gratis” pada pendidikan dasar yang menyebabkan kebingungan
diantara para orangtua. Hal ini berkaitan dengan masih tingginya proporsi pendapatan
orangtua yang harus dikeluarkan untuk biaya transportasi, buku teks, lembar kerja siswa,
dan seragam sekolah bagi anaknya. Kendala keuangan ini sangat membatasi kalangan
keluarga dengan pendapatan rendah, terutama yang mempunyai anak sekolah lebih dari
satu, yang akhirnya berdampak pada penuntasan pendidikan dasar sembilan tahun.




                                                                                                        5
12.    Gambar 3 dan 4 menyajikan perbedaan pendapatan bulanan per kapita keluarga
dan pengeluaran pendidikannya pada jenjang SD dan SMP. Hasil menunjukkan bahwa
keluarga „miskin‟ (didefinisikan sebagai keluarga yang hidup di bawah garis
kemiskinan) harus membayar jumlah pengeluaran pendidikan yang lebih besar dari
pendapatan per kapita per bulan. Sedangkan keluarga „hampir miskin‟ (didefinisikan
sebagai keluarga yang hidup sedikit di atas garis kemiskinan) harus membayar jumlah
pengeluaran pendidikan yang hampir sama dengan pendapatan per kapita per bulan.
Adapun keluarga „menengah ke atas‟ harus membayar jumlah pengeluaran pendidikan
yang lebih rendah dari pendapatan per kapita per bulan. Hal ini menunjukkan bahwa
keluarga miskin dan hampir miskin tidak mampu menyediakan biaya pendidikan bagi
seorang anaknya, apalagi kalau mempunyai anak sekolah lebih dari satu orang. Hasil
survey menggarisbawahi bahwa secara subyektif, biaya pendidikan dirasakan jauh lebih
mahal bagi keluarga miskin dibandingkan dengan keluarga menengah atas.

Gambar 3.      Perbedaan Pendapatan Bulanan Per Kapita Keluarga dan Pengeluaran
               Pendidikannya pada Jenjang SD.

                                     Income     Expenditure           733674
 800000

 700000

 600000                                                                        491292
 500000

 400000
                                         233333     252257
 300000
                       121153
 200000

 100000

       0
                  Poor (<PL)           Almost Poor (1 PL-2PL)       Middle Upper (>2PL)
Catatan:
Keluarga „miskin‟ adalah keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan (GK = Garis
Kemiskinan Jawa Barat tahun 2008 Rp 176 216); Keluarga „hampir miskin‟ (didefinisikan
sebagai keluarga yang hidup sedikit di atas garis kemiskinan (pendapatan per kapita per bulan
antara Rp 176 216 – 352 432): Keluarga „menengah ke atas‟ adalah keluarga yang hidup di atas
garis kemiskinan (pendapatan per kapita per bulan di atas Rp Rp 352 432).




                                                                                           6
Gambar 4.     Perbedaan Pendapatan Bulanan Per Kapita Keluarga dan Pengeluaran
              Pendidikannya pada Jenjang SMP.

                                 Income        Expenditure
700000                                                          650833
600000
                                                                         527861
500000

400000
                                               255990
                                      246890
300000

200000               135671

100000

     0
                Poor (<PL)          Almost Poor (1 PL-2PL)     Middle Upper (>2PL)



13.     Rata-rata skor tingkat kepuasan orangtua terhadap pelayanan pendidikan dasar
pada SD swasta adalah lebih tinggi daripada SD negeri. Namun demikian rata-rata skor
tingkat kepuasan orangtua terhadap pelayanan pendidikan dasar pada SMP negeri adalah
lebih tinggi daripada SMP swasta. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor yang
menyebabkan perbedaan kualitas fisik, kualitas proses pembelajaran dan pengajaran.

14.     Rata-rata skor tingkat kepuasan orangtua terhadap pelayanan pendidikan dasar
pada golongan orangtua menengah ke atas adalah lebih tinggi daripada golongan
orangtua miskin (Gambar 5 dan 6, Lampiran 4), dan rata-rata skor tingkat kepuasan
orangtua terhadap pelayanan pendidikan dasar yang anaknya sekolah di kecamatan dekat
dengan Kantor Dinas Pendidikan adalah lebih tinggi daripada orangtua yang anaknya
sekolah di kecamatan jauh dari Kantor Dinas Pendidikan (Gambar 7 dan 8, Lampiran 5).
Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan kualitas fasilitas
fisik, dan kualitas proses pembelajaran dan pengajaran. Selanjutnya, respon terhadap
tingkat kepuasan pelayanan pendidikan dasar dari pihak ibu sedikit lebih tinggi
dibandingkan dari pihak ayah. Orangtua yang mempunyai anak laki-laki maupun
perempuan melaporkan tingkat kepuasan yang sama terhadap pelayanan pendidikan
dasar.

15.    Rata-rata skor tingkat kepuasan orangtua terhadap ketersediaan biaya sekolah
anak pada golongan orangtua menengah ke atas adalah lebih tinggi daripada golongan
orangtua miskin (Gambar 5 dan 6, Lampiran 4) baik pada jenjang SD maupun SMP.
Keluarga yang anaknya sekolah di kecamatan dekat dengan Kantor Dinas Pendidikan
mempunyai tingkat kepuasan terhadap ketersediaan biaya sekolah anak yang lebih tinggi



                                                                                     7
daripada orangtua yang anaknya sekolah di kecamatan jauh dari Kantor Dinas
Pendidikan (Gambar 7 dan 8, Lampiran 5).

Gambar 5.   Tingkat Kepuasan Orangtua Golongan Miskin dan Tidak Miskin
            Terhadap Sembilan Atribut Pelayanan Pendidikan Dasar Jenjang SD.
                              Poor            Non-Poor
5
4
3
2
1
0
     A1     A2      A3      A4           A5         A6   A7    A8    A9


Gambar 6.   Tingkat Kepuasan Orangtua Golongan Miskin dan Tidak Miskin
            Terhadap Sembilan Atribut Pelayanan Pendidikan Dasar Jenjang SMP.
                             Poor             Non-Poor
5
4
3
2
1
0
      A1    A2      A3      A4           A5        A6    A7   A8     A9


Gambar 7.   Tingkat Kepuasan Orangtua Terhadap Sembilan Atribut Pelayanan
            Pendidikan Dasar Jenjang SD Berdasarkan Jauh dan Dekat dari Kantor
            Dinas.
                                 Close           Far
 5
 4
 3
 2
 1
 0
      A1     A2     A3      A4           A5        A6    A7   A8    A9




                                                                                 8
Gambar 8.     Tingkat Kepuasan Orangtua Terhadap Sembilan Atribut Pelayanan
              Pendidikan Dasar Jenjang SMP Berdasarkan Jauh dan Dekat dari Kantor
              Dinas.
                                 Close        Far
 5
 4
 3
 2
 1
 0
       A1      A2      A3      A4        A5    A6       A7      A8      A9


16.    Hasil menunjukkan bahwa 30 persen kepala sekolah dan 29 persen komite
sekolah puas dengan ketersediaan biaya sekolah anak, sementara 70 persen kepala
sekolah dan 71 persen komite sekolah melaporkan kurang puas atau tidak puas
(Lampiran 2 dan 3). Secara umum, rata-rata skor tingkat kepuasan orangtua terhadap
pelayanan pendidikan dasar pada SD adalah lebih rendah daripada SMP. Hal ini
disebabkan oleh faktor perbedaan kualitas fisik, kualitas proses pembelajaran dan
pengajaran. Diketahui bahwa tingkat kepuasan kepala sekolah terhadap pelayanan
pendidikan dasar adalah lebih tinggi dibandingkan dengan komite sekolah dan para
orangtua.

17.     Atribut yang diberi skor terendah oleh kepala sekolah baik tingkat SD dan SMP
adalah ketersediaan biaya sekolah. Kepala sekolah, dan komite sekolah melaporkan
bahwa biaya merupakan kendala bagi pengeluaran operasional/ managerial seluruh
sekolah. Kendala biaya ini dilaporkan lebih tinggi oleh kepala sekolah SMP
dibandingkan dengan SD. Kepala sekolah swasta juga melaporkan kendala biaya yang
lebih tinggi dibandingkan dengan kepala sekolah negeri. Kendala biaya operasional ini
dilaporkan telah mempengaruhi ketersediaan dan kualitas pelayanan pendidikan dasar,
khususnya      ketersediaan infrastruktur fisik, media pembelajaran, perpustakaan dan
sumberdaya manajemen sekolah.            Alasan utama ketidakpuasan dengan Biaya
Operasional Sekolah (BOS), seperti dilaporkan oleh kepala sekolah, adalah berkaitan
dengan ketidakcukupan biaya untuk membiayai seluruh pelayanan pendidikan dasar,
termasuk pembangunan infrastruktur. Hal ini disebabkan oleh adanya Peraturan
Pemerintah yang melarang sekolah untuk memungut biaya dari orangtua setelah
menerima dana BOS dari pemerintah pusat. Kepala sekolah swasta juga menekankan
adanya kendala dana BOS yang keluar setiap tiga bulan sekali yang menyebabkan
kendala operasional sekolah.




                                                                                    9
2.1.2. Menjaga Disiplin dan Keamanan di Sekolah

18.     Hasil survey menunjukkan bahwa 62 persen orangtua yang diinterview di
jenjang SD dan SMP merasa puas terhadap disiplin dan keamanan di sekolah, sementara
38 persen orangtua merasa kurang puas atau tidak puas. Pada tingkat SD, rata-rata skor
tingkat kepuasan orangtua terhadap disiplin dan keamanan sekolah pada golongan
orangtua miskin adalah lebih tinggi daripada golongan orangtua menengah ke atas,
sementara pada tingkat SMP, rata-rata skor tingkat kepuasan orangtua terhadap disiplin
dan keamanan sekolah pada golongan orangtua menengah ke atas adalah lebih tinggi
daripada golongan orangtua miskin. Orangtua yang tidak puas atau kurang puas
terhadap disiplin dan keamanan sekolah berpendapat bahwa sekolah kurang ramah
terhadap anak dan kurang kondusif dalam pembelajaran. Orangtua berharap bahwa
sekolah merupakan tempat yang aman untuk belajar dimana semua siswa diperlakukan
sama dan tidak ada guru yang memukul siswanya. Keluarga yang anaknya sekolah di
kecamatan dekat dengan Kantor Dinas Pendidikan mempunyai tingkat kepuasan
terhadap disiplin dan keamanan di sekolah yang lebih tinggi daripada orangtua yang
anaknya sekolah di kecamatan jauh dari Kantor Dinas Pendidikan. Rata-rata skor
tingkat kepuasan orangtua terhadap disiplin dan keamanan di sekolah pada SD adalah
lebih rendah daripada SMP. Untuk atribut disiplin dan keamanan di sekolah, rata-rata
skor tingkat kepuasan orangtua pada golongan orangtua menengah ke atas adalah lebih
tinggi daripada golongan orangtua miskin (Gambar 5 dan 6, Lampiran 4) untuk tingkat
SD dan SMP, sementara keluarga yang anaknya sekolah di kecamatan dekat dengan
Kantor Dinas Pendidikan mempunyai tingkat kepuasan terhadap disiplin dan keamanan
di sekolah yang lebih tinggi daripada orangtua yang anaknya sekolah di kecamatan jauh
dari Kantor Dinas Pendidikan (Gambar 7 dan 8, Lampiran 5).

19.     Hasil menunjukkan bahwa 63 persen kepala sekolah dan 55 persen komite
sekolah merasa puas terhadap disiplin dan keamanan di sekolah, sementara 37 persen
kepala sekolah dan 45 persen komite sekolah merasa kurang puas atau tidak puas. Hal
ini berkaitan dengan atribut monitoring dan evaluasi proses pembelajaran dan faktor
kualitas pengajaran.


2.2. Kualitas Mutu dan Relevansi
2.2.1. Kualitas Pengajaran dan Proses Pembelajaran

20.    Hasil survey menunjukkan bahwa kualitas pengajaran dan proses pembelajaran
pada siswa tidak memenuhi harapan 50 persen orangtua di jenjang SD dan 46 persen
orangtua di jenjang SMP yang mana merasa kurang puas atau tidak puas.

21.    Kualitas pengajaran dilaporkan oleh 40 persen orangtua di jenjang SD dan 31
persen orangtua di jenjang SMP yang merasa tidak puas terhadap kualitas proses




                                                                                   10
pengajaran dan pembelajaran di sekolah. Orangtua golongan menengah ke atas yang
anaknya sekolah SMP mempunyai tingkat kepuasan terhadap kualitas pengajaran dan
proses pembelajaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan orangtua golongan miskin
(Gambar 5 dan 6, Lampiran 4), sementara orangtua yang anaknya sekolah di kecamatan
dekat dengan Kantor Dinas Pendidikan mempunyai tingkat kepuasan terhadap disiplin
dan keamanan di sekolah yang lebih tinggi daripada orangtua yang anaknya sekolah di
kecamatan jauh dari Kantor Dinas Pendidikan (Gambar 7 dan 8, Lampiran 5).

22.     Hasil menunjukkan bahwa 58 persen kepala sekolah dan 61 persen komite
sekolah merasa puas terhadap kualitas pengajaran di sekolah, sementara 43 persen
kepala sekolah dan 39 persen komite sekolah merasa kurang puas atau tidak puas.
Selanjutnya diketahui bahwa 53 persen kepala sekolah dan 55 persen komite sekolah
merasa puas terhadap kualitas proses pembelajaran di sekolah, sementara 47 persen
kepala sekolah dan 45 persen komite sekolah merasa kurang puas atau tidak puas. Hal
ini berkaitan dengan atribut ketersediaan biaya sekolah dan tingkat keterampilan guru.


2.2.2. Hasil dari Proses Pembelajaran yang Berdampak pada Kualitas SDM Anak

23.    Survey menunjukkan bahwa outcome dari proses pembelajaran yang berdampak
pada kualitas SDM anak tidak memenuhi harapan 50 persen orangtua di jenjang SD dan
46 persen orangtua di jenjang SMP yang mana merasa kurang puas atau tidak puas.

24.    Hasil menunjukkan bahwa orangtua golongan menengah ke atas baik SD dan
SMP mempunyai tingkat kepuasan terhadap outcome proses pembelajaran yang
berdampak pada kualitas SDM anak yang lebih tinggi dibandingkan dengan orangtua
golongan miskin (Gambar 5 dan 6, Lampiran 4), sementara orangtua yang anaknya
sekolah di kecamatan dekat dengan Kantor Dinas Pendidikan mempunyai tingkat
kepuasan terhadap outcome proses pembelajaran yang berdampak pada kualitas SDM
anak yang lebih tinggi daripada orangtua yang anaknya sekolah di kecamatan jauh dari
Kantor Dinas Pendidikan (Gambar 7 dan 8, Lampiran 5). Hal ini berarti bahwa
orangtua yang tinggal di kecamatan perkotaan mempunyai kepuasan terhadap outcome
proses pembelajaran yang berdampak pada kualitas SDM anak yang lebih tinggi
daripada orangtua yang tinggal di kecamatan pedesaan.

25.     Hasil menunjukkan bahwa 50 persen kepala sekolah dan 55 persen komite
sekolah merasa puas dengan outcome proses pembelajaran yang berdampak pada
kualitas SDM anak, sementara 50 persen kepala sekolah dan 45 persen komite sekolah
melaporkan kurang puas atau tidak puas. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor
ketersediaan biaya sekolah, tingkat keterampilan guru, kualitas fasilitas fisik, kualitas
proses pembelajaran dan pengajaran.




                                                                                      11
2.2.3. Kondisi Kenyamanan Sekolah

26.   Hasil survey menunjukkan bahwa kondisi kenyamanan sekolah untuk siswa tidak
memenuhi harapan 38 persen orangtua di jenjang SD dan 45 persen orangtua di jenjang
SMP yang mana merasa kurang puas atau tidak puas. Selanjutnya, rata-rata skor kondisi
kenyamanan sekolah pada SD adalah lebih tinggi daripada SMP.

27.    Untuk atribut kondisi kenyamanan sekolah, rata-rata skor tingkat kepuasan
orangtua pada golongan menengah ke atas adalah lebih tinggi daripada golongan
orangtua miskin (Gambar 5 dan 6, Lampiran 4) untuk SMP, sementara keluarga yang
anaknya sekolah di kecamatan dekat dengan Kantor Dinas Pendidikan mempunyai
tingkat kepuasan terhadap kondisi kenyamanan sekolah yang lebih tinggi daripada
orangtua yang anaknya sekolah di kecamatan jauh dari Kantor Dinas Pendidikan
(Gambar 7 dan 8, Lampiran 5).

28.     Hasil menunjukkan bahwa 57 persen kepala sekolah dan 61 persen komite
sekolah merasa puas terhadap kondisi kenyamanan sekolah di sekolah, sementara 43
persen kepala sekolah dan 39 persen komite sekolah merasa kurang puas atau tidak puas.
Hal ini berkaitan dengan atribut ketersediaan biaya sekolah, kualitas fasilitas fisik,
kualitas proses pembelajaran dan faktor kualitas pengajaran.

2.2.4. Kualitas Fasilitas Fisik Sekolah

29.    Kualitas infrastruktur/ fasilitas fisik ternyata tidak memenuhi harapan hampir 50
persen orangtua di jenjang SD dan 48 persen orangtua di jenjang SMP yang mana
merasa kurang puas atau tidak puas.

30.     Hal ini berarti bahwa orangtua yang anaknya SMP mempunyai kepuasan
terhadap kualitas fasilitas fisik sekolah dibandingkan dengan otrangtua yang anaknya
SD. Lampiran 1 menyajikan skor detil dari tingkat kepuasan setiap atribut dari fasilitas
fisik dari jenjang SD yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan SMP.

31.    Untuk atribut kualitas fasilitas fisik sekolah, rata-rata skor tingkat kepuasan
orangtua pada golongan menengah ke atas adalah lebih tinggi daripada golongan
orangtua miskin (Gambar 5 dan 6, Lampiran 4) untuk tingkat SMP, sementara keluarga
yang anaknya sekolah di kecamatan dekat dengan Kantor Dinas Pendidikan mempunyai
tingkat kepuasan terhadap kualitas fasilitas fisik sekolah yang hampir sama dengan
orangtua yang anaknya sekolah di kecamatan jauh dari Kantor Dinas Pendidikan
(Gambar 7 dan 8, Lampiran 5).

32.    Hasil menunjukkan bahwa 45 persen kepala sekolah dan 55 persen komite
sekolah merasa puas terhadap kualitas fasilitas fisik sekolah, sementara 55 persen kepala




                                                                                      12
sekolah dan 45 persen komite sekolah merasa kurang puas atau tidak puas.          Hal ini
berkaitan dengan atribut ketersediaan biaya sekolah dan tingkat partisipasi masyarakat.

2.2.5. Kesiapan Siswa pada Alih Tahun Pelajaran

33.   Hasil survey menunjukkan bahwa kesiapan siswa pada alih tahun pelajaran tidak
memenuhi harapan 48 persen orangtua di jenjang SD dan 41 persen orangtua di jenjang
SMP yang mana merasa kurang puas atau tidak puas.

34.     Pada tingkat SMP, rata-rata skor tingkat kepuasan orangtua terhadap kesiapan
siswa pada alih tahun pelajaran pada golongan menengah ke atas adalah lebih tinggi
daripada golongan miskin (Gambar 5 dan 6, Lampiran 4), sementara keluarga yang
anaknya sekolah di kecamatan dekat dengan Kantor Dinas Pendidikan mempunyai
tingkat kepuasan terhadap kesiapan siswa pada alih tahun pelajaran yang lebih tinggi
daripada orangtua yang anaknya sekolah di kecamatan jauh dari Kantor Dinas
Pendidikan (Gambar 7 dan 8, Lampiran 5).

35.     Siswa SMP yang sekolah di kecamatan dekat dengan Kantor Dinas Pendidikan
mempunyai kesiapan siswa pada alih tahun pelajaran yang lebih tinggi dan siap
melanjutkan sekolah ke jenjang SMA daripada siswa yang sekolah di kecamatan jauh
dari Kantor Dinas Pendidikan. Diketahui juga bahwa status ekonomi orangtua yang
anaknya sekolah di kecamatan dekat dengan Kantor Dinas Pendidikan adalah lebih
tinggi daripada orangtua yang anaknya sekolah di kecamatan jauh dari Kantor Dinas
Pendidikan. Dengan demikian, kesiapan siswa lulusan SMP pada alih tahun pelajaran di
kecamatan yang dekat dengan Kantor Dinas Pendidikan adalah lebih tinggi dan siap
melanjutkan sekolah ke jenjang SMA daripada siswa yang sekolah di kecamatan jauh
dari Kantor Dinas Pendidikan.

36.     Hasil menunjukkan bahwa 58 persen kepala sekolah dan 45 persen komite
sekolah merasa puas terhadap kesiapan siswa pada alih tahun pelajaran, sementara 42
persen kepala sekolah dan 55 persen komite sekolah merasa kurang puas atau tidak puas.
Hal ini berkaitan dengan atribut ketersediaan biaya sekolah, motivasi anak dan orangtua
terhadap pendidikan dasar, dan perbedaan harapan dan nilai terhadap pendidikan dasar.

2.3. Tatakelola Pemerintahan yang Baik dan Akuntabilitas Publik
2.3.1. Partisipasi Orangtua

37.    Atribut partisipasi orangtua berkaitan dengan aktivitas sekolah dalam
berkomunikasi dengan para orangtua melalui penyediaan informasi penting tentang
kemajuan akademis siswa. Hasil survey menunjukkan bahwa 53 persen orangtua di
jenjang SD dan 45 persen orangtua di jenjang SMP merasa kurang puas atau tidak puas
terhadap partisipasi orangtua.




                                                                                      13
38.    Untuk atribut partisipasi orangtua, rata-rata skor tingkat kepuasan orangtua pada
golongan menengah ke atas adalah lebih tinggi daripada golongan orangtua miskin
(Gambar 5 dan 6, Lampiran 4) untuk tingkat SMP, sementara keluarga yang anaknya
sekolah di kecamatan dekat dengan Kantor Dinas Pendidikan mempunyai tingkat
kepuasan terhadap partisipasi orangtua yang lebih tinggi daripada orangtua yang
anaknya sekolah di kecamatan jauh dari Kantor Dinas Pendidikan (Gambar 7 dan 8,
Lampiran 5). Hasil juga menunjukkan bahwa orangtua siswa SMP mempunyai tingkat
kepuasan terhadap partisipasi orangtua yang lebih tinggi dibandingkan dengan orangtua
siswa SD.

39.     Hasil menunjukkan bahwa 63 persen kepala sekolah dan 47 persen komite
sekolah merasa puas terhadap partisipasi orangtua, sementara 37 persen kepala sekolah
dan 53 persen komite sekolah merasa kurang puas atau tidak puas. Hal ini disebabkan
oleh atribut efek dari kampanye “sekolah gratis” yang menyebabkan orangtua kurang
berkontribusi terhadap biaya sekolah. Konsep “Sekolah Gratis”, oleh sebagian besar
kepala sekolah dan komite sekolah dinilai tidak tepat karena menyebabkan orangtua
tidak mau lagi berpartisipasi dalam pembiayaan program-program pendidikan di sekolah
seperti dulu sebelum adanya program “Sekolah Gratis”. Hal ini menjadikan banyak
orangtua yang tingkat kesadarannya (mindset) rendah kurang termotivasi untuk
berkontribusi, karena masih ada yang berpendapat bahwa sekolah tidak penting, apa
adanya, dan tidak ada usaha maksimum orangtua untuk kebutuhan pendidikan anak-
anaknya (bahkan sebagian orangtua meminta pemerintah untuk membiayai kebutuhan
pendidikan dan personal siswa). Di samping itu, adanya bantuan dana BOS membuat
sekolah tidak berani memungut biaya kepada para orangtua siswa. Padahal, biaya
operasional pendidikan dirasa tidak cukup dari dana BOS saja, apalagi untuk
pembangunan sarana/ prasarana di sekolah. Hal ini lebih menyulitkan lagi bagi sekolah
swasta yang tidak mendapat bantuan dari pemerintah selain dana BOS, sementara dana
BOS pun tidak diterima oleh sekolah secara rutin setiap bulan, tetapi setiap tiga bulan
sekali, sehingga semakin menyulitkan operasional sekolah.

40.    Secara umum ditemukan banyak persamaan persepsi antara kepala sekolah/
komite sekolah dan orangtua siswa tentang nilai pendidikan dasar bahwa pendidikan
merupakan hak anak dan sebagai kunci kemandirian sebagai individu. Namun
demikian, masih ada sebagian orangtua yang mempunyai persepsi terhadap pendidikan
dasar adalah untuk mencari uang, pendidikan merupakan tanggung jawab pemerintah
saja dan menganggap bahwa anak laki-laki lebih diprioritaskan pendidikannya
dibandingkan dengan anak perempuan. Persepsi negatif tentang pendidikan dasar pada
sebagian orangtua mempengaruhi motivasi orangtua dalam menyekolahkan anaknya ke
jenjang SMP atau SMA, khususnya pada golongan keluarga berpendapatan rendah.
Orangtua masih mempunyai persepsi bahwa tujuan pendidikan dasar untuk mencari
uang, sementara itu banyak fakta bahwa setelah lulus pendidikan dasar masih banyak
yang menganggur, sehingga pendidikan dasar tidak mampu meningkatkan kesempatan
bekerja bagi anak-anaknya.



                                                                                     14
41.     Data tentang jumlah pengeluaran pendidikan anak (berdasarkan wawancara
dengan 60 orangtua) menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran untuk pendidikan anak
jenjang SD per tahun adalah Rp 3 010 453.90 atau Rp 250 871.16 per bulan, dan pada
jenjang SMP adalah Rp 3 175 582.10 per tahun atau Rp 264 631.84 per bulan. Secara
detil biaya sekolah disajikan pada Gambar 9 dan Lampiran 6 dan 7.

Gambar 9.                    Biaya Pendidikan Dasar Tahunan Jenjang SD dan SMP
                             (secara detil di Lampiran 7).

                                                               The Average of Yearly Basic Education


               2500000.00
                                                                               Elementary
                                                                               Junior Secondary
                                                                                                                                        2091522.70

               2000000.00



                                                                                                                                  1617437.50


               1500000.00
 Rupiah (Rp)




                                 1035592.30
               1000000.00



                                                                                                              638312.50


                500000.00
                            330381.19                                      318477.27
                                                                      283293.75
                                               212656.25                                                            182772.73
                                                    152306.80                                165812.50
                                                                                                  145970.45


                     0.00
                            School Fees       School Uniform      Stationary and Other      Bag and Shoes      Tutorials         Transporation &
                                                                                                                                School Allowence




2.3.2. Anak Drop-Out

42.     Berdasarkan interview dengan 40 orangtua yang anaknya drop-out sekolah,
didapatkan hasil bahwa alasan anak drop-out dari sekolah adalah karena alasan ekonomi
maupun non-ekonomi. Masalah ekonomi yang banyak menyebabkan permasalahan
anak drop-out berturut-turut adalah tidak punya biaya sekolah, biaya sekolah meningkat,
harus bekerja mencari nafkah, orangtua menganggur, panen gagal/ sumber penghasilan
terhenti, adik/ kakak juga masuk sekolah, biaya transportasi meningkat, bekerja dan
tidak mampu beli baju seragam. Sedangkan masalah non-ekonomi yang cukup besar
dirasakan oleh anak drop-out berturut-turut adalah anak kehilangan semangat belajar,
malas belajar, anak yang bersangkutan takut kepada teman atau pihak sekolahnya, jarak




                                                                                                                                                     15
antara sekolah dan rumah jauh, anak yang bersangkutan sakit dan belum sembuh,
keamanan anak ke sekolah/ pulang ke rumah tidak dapat dijamin, merasa sudah
mempunyai pendidikan cukup, adanya masalah ketidakharmonisan keluarga, takut/
diejek/ disepelekan teman, orangtua sakit/ kecelakaan, anak yang bersangkutan cacat,
anak nakal dan malu karena tidak bisa baca (Lampiran 8).




                                                                                 16
                 Bagian III: Kesimpulan dan Rekomendasi
43.     Sebagai kesimpulan dari hasil survey, terdapat beberapa tantangan dan dan
pilihan strategi untuk memperbaiki pendidikan dasar khususnya di Kabupaten
Indramayu untuk keluarga miskin dan masyarakat yang memerlukan bantuan sebagai
berikut:

44.   Tantangan dan Pilihan Strategi:

  Tantangan Ke-1: Meningkatkan kesetaraan akses melalui penyediaan biaya
  sekolah siswa dengan cara mengurangi biaya pendidikan bagi orangtua golongan
  miskin, khususnya dengan pemberian BOS, “BOS buku”, dan pengeluaran peralatan
  sekolah. Pilihan lainnya adalah: i) Mengurangi jumlah seragam sekolah, misalnya
  dari 5 jenis ke 1 jenis; ii) meningkatkan beasiswa untuk siswa miskin pada jenjang SD
  dan SMP; dan iii) melaksanakan target advokasi kampanye tentang manfaat
  pendidikan dasar 9 (sembilan) tahun.

  Tantangan Ke-2: Mempromosikan Sekolah yang Ramah terhadap Anak dengan
  cara meningkatkan kenyamanan kondisi sekolah bagi para siswa, meningkatkan
  kesiapan siswa untuk belajar di tahun depan, dan menurunkan tingkat siswa yang
  drop-out.    Pilihan lainnya adalah meningkatkan pemeliharaan disiplin, saling
  menghormati sesama siswa dan selalu menjaga perilaku yang baik, menjaga
  keamanan sekolah dengan menggunakan disiplin positif daripada hukuman fisik,
  mengembangkan kebijakan yang anti-bullying, memperlakukan semua siswa secara
  setara, dan mempersiapkan semua guru untuk bertindak secepatnya dengan benar
  apabila ada masalah, dan mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada siswa.

  Tantangan Ke-3: Meningkatkan kualitas pengajaran dan proses pembelajaran,
  dan meningkatkan outcome proses pembelajaran pada kualitas sumberdaya
  siswa. Pilihan strategi adalah: i) Meningkatkan pelatihan guru yang berkaitan dengan
  pelayanan sekolah, metode pengajaran seperti PAKEM dan/ atau CTL agar membuat
  aktivitas belajar semakin menarik, agar pembelajaran dapat dimengerti dengan lebih
  baik; agar guru lebih termotivasi, agar guru dapat memberi semangat lebih baik pada
  siswanya; ii) meningkatkan sertifikasi guru dengan meningkatkan jumlah guru yang
  mendapatkan ijasah D3 (Diploma 3 tahun) -S1 (Sarjana); dan iii) menekankan pada
  perbaikan dan pengembangan kurikulum dan penyediaan textbook yang memadai.

  Tantangan Ke-4: Menyediakan perbaikan kualitas fasilitas sekolah dengan
  memprioritaskan pada sekolah yang membutuhkan bantuan terbesar seperti toilets,
  meja/ kursi, perpustakaan sekolah dan peralatan olahraga yang memerlukan standar
  pelayanan miminum sesuai dengan peraturan pemerintah.




                                                                                    17
  Tantangan Ke-5: Mempromosikan tata kelola pemerintahan yang baik dan
  meningkatkan akuntabilitas publik dengan cara: i) Meningkatkan akses pada
  informasi melalui pemajangan informasi sekolah di tempat yang strategis seperti
  budget sekolah untuk meningkatkan transparansi; ii) melaksanakan pertemuan
  orangtua/ guru agar orangtua mendapat informasi utuh tentang kemajuan akademik
  anak-anaknya; iii) meningkatkan peran komite sekolah untuk memotivasi orangtua
  secara lebih aktif terlibat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan tentang
  sumberdaya dan pengeluaran sekolah; dan iv) memantapkan semua sekolah (termasuk
  swasta) berkaitan dengan penerimaan BOS bulanan agar mampu meningkatkan
  operasional sekolah secara lebih efisien.

Rekomendasi untuk Replikasi Survey Kepuasan Orangtua

Rekomendasi untuk replikasi survey di daerah lain adalah sebagai berikut (Lampiran 9
dan 10):

45.   Tahap Perencanaan Survey:
       Pada tahap perencanaan, Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota perlu menunjuk
         tim survei independen (seperti Dewan Sekolah yang bekerjasama dengan
         perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat) untuk melaksanakan
         survey kepuasan orangtua terhadap pelayanan pendidikan dasar di daerahnya.
         Manajemen survey perlu melibatkan sekelompok profesional yang memiliki
         pengalaman cukup di bidang sosial dan pendidikan.
       Pelatihan sejumlah enumerator yang memiliki kemampuan untuk
         mewawancara para orangtua sangat dibutuhkan untuk menjadi petugas lapang
         (surveyor) yang independen.
       Dana pelaksanaan survei disediakan oleh Pemerintah Daerah sebagai bentuk
         peningkatan komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam rangka
         mewujudkan good governance.
       Desain metode pengambilan contoh kecamatan dan sekolah (baik SD maupun
         SMP, negeri maupun swasta) dibuat secara proporsional berdasarkan jenjang
         pendidikan, strata sosial ekonomi orangtua (sekolah favorit dan kurang
         favorit) dan jarak lokasi sekolah terhadap Kantor Dinas Pendidikan
         Kabupaten/ Kota (kecamatan yang jauh atau dekat Kantor Dinas).
       Sosialisasi tujuan survey kepuasan orangtua terhadap pelayanan pendidikan
         dasar disampaikan oleh tim survey independen kepada sekolah SD dan SMP
         yang terpilih beserta komite sekolahnya.
       Setiap kepala sekolah diminta untuk memberikan daftar orangtua yang
         bersedia untuk diwawancara (proporsional berdasarkan strata sosial ekonomi
         dan demografi, seperti keluarga miskin, keluarga menengah, dan keluarga
         kaya, serta keluarga dengan orangtua tunggal) kepada tenaga lapang.
       Instrumen survey tingkat kepuasan orangtua yang disusun secara sederhana,
         standar dan konsisten dapat digunakan sehingga hasil survey dapat




                                                                                   18
         membandingkan tingkat pelayanan pendidikan dasar antar periode, antar
         daerah, antar satuan pendidikan dan antar jenjang pendidikan.

46.   Tahap Pelaksanaan Survey:
       Tahap pelaksanaan survey terdiri atas pengamatan sekolah dan wawancara tim
         survey independen dengan orangtua. Pada saat pengamatan, petugas lapang
         hendaknya bekerjasama dengan pihak sekolah dalam hal menanyakan fasilitas/
         pelayanan yang tersedia di sekolah.
       Wawancara yang dilakukan petugas lapang dengan orangtua harus
         dilaksanakan di rumah orangtua, TIDAK diperkenankan dikumpulkan dalam
         satu ruangan di sekolah.

47.   Tahap Monitoring dan Evaluasi Survey:
       Tahap monitoring dan evaluasi terdiri dari aktivitas pengecekan kuesioner
         oleh petugas lapang dan pengecekan data antar petugas lapang.
       Apabila ada responden yang harus diganti karena sesuatu hal, maka hendaknya
         penggantian responden sesuai dengan kriteria responden yang digantikan
         tersebut.
       Tahapan monitoring dan evaluasi selanjutnya terdiri atas kegiatan pengkodean
         (coding-- suatu kegiatan yang memberikan kode pada setiap variable);
         kegiatan memasukkan data (entry data) yang memerlukan pengawasan
         seksama; kegiatan pengecekan dan pembersihan data (memperbaiki apabila
         terjadi kesalahan dalam memasukkan data, misalnya angka, nama dan
         sebagainya); kegiatan manajemen dan kualitas data (reliabilitas data), yaitu
         kegiatan untuk mengetahui sejauh mana instrumen penelitian yang dipakai
         telah dapat mengukur sesuai dengan yang telah ditetapkan berdasarkan teori
         dan temuan di lapangan; dan kegiatan analisis data. Analisis data survei
         kepuasan orangtua terhadap pelayanan pendidikan dasar menggunakan
         pendekatan Importance and Performance Analysis (IPA).

48.   Tahap Pelaporan Survey:
       Laporan hasil survey dapat menghasilkan check- list prioritas utama perbaikan
         kinerja bidang pendidikan sebagai masukan dari pihak orangtua.
       Dengan menggunakan instrumen yang tepat, maka hasil survey dapat
         dibandingkan antar periode, sehingga dihasilkan metodologi yang dapat
         mengukur kinerja para pegawai yang bekerja di bidang pendidikan.
       Melalui instrumen yang tepat, maka hasil survey juga dapat dibandingkan
         antar daerah (desa-kota; antar kecamatan; dan antar satuan pendidikan),
         sehingga dapat diketahui disparitas kinerja pelayanan pendidikan dasar di
         suatu wilayah.




                                                                                  19
                              DAFTAR PUSTAKA
Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Indramayu. 2008a. Indramayu Dalam Angka Tahun
       2007.
Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Indramayu. 2008b. Profil Daerah Kabupaten Indramayu
       2008.
Badan Perencanaan Daerah Provinsi Jawa Barat dan Badan Pusat Statistik 2008. Penyusun
       Data Sosial Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008.
Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Indramayu dan Badan Pusat Statistik. 2008. Indramayu
       Dalam Angka Tahun 2007.
Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Indramayu. 2008. Profil Pendidikan Kabupaten
       Indramayu Tahun 2007/ 2008.
Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 2005. Rencana Strategis (Renstra) Dinas
       Pendidikan Propinsi Jawa Barat Tahun 2006-2008.
Departemen Pendidikan Nasional. 2009. Buku Panduan: Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
       Untuk Pendidikan Gratis Dalam Rangka Wajib Belajar 9 Tahun Yang Bermutu.
       Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah.
Government Regulation of Republic of Indonesia No. 47/ 2008 concerning Compulsory
       Education.
Law No. 20/ 2003 concerning on National Education System.
Badan Pusat Statistik. 2005. SUSEDA Jawa Barat. 2005 (Halaman 81-82 & 138-148).
Bappenas. 2007a. Summary Report Millennium Development Goals. Indonesia 2007.
       (Prepared by MDGs`Team).
Bappenas. 2007b. Let‟s Speak Out for MDGs: Achieving the Millennium Development Goals
       in Indonesia 2007/2008. (Prepared by MDGs`Project-Bappenas - UNDP).
Bappenas. 2009. Terms of Reference: Parent Satisfaction Survei of Basic Education Services
       Provided by the Decentralized School Systems. ADB TA 4984 Strengthening Social
       Service Delivery for Poverty Reduction and Millennium Development Goals Acceleration
       Program (PRMAP).
Dinas Pendidikan Jawa Barat. 2005. Sub-Dinas PLS-Dinas Pendidikan Tahun 2005.
Dinas Pendidikan Jawa Barat. 2005. Profil Pendidikan Jawa Barat Tahun 2005.
BPS. 2005. SUSEDA Jawa Barat.
Ministry of National Education. 2006. Indonesia: Educational Statistics in Brief 2005/ 2006.
Ministry of National Education. 2007. Indonesian Report: The Elimination of All Form of
       Discrimination Against Women in National Education System.
Ministry of National Education. 2008. Institutional Capacity Building: Gender Mainstreaming
       in Education.
Ministry of National Education. 2008. Guidelines The School with Gender Perspective.
Mowen. J.C, & M. Minor. 1998. Consumer Behavior, New Jersey: Prentice-Hall.
Rangkuti. F. 1997. Riset pemasaran. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Supranto. 2001. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan untuk Menaikkan Pangsa Pasar.
      Rineka Cipta. Jakarta.
Stratford. Strafford-on-Avon District Council Customer Satisfaction Index June 2004.
      http:\\www.strafford.gov.uk\community\council-805.cfm.htm. [29 Januari 2007].
Umar. H. 2001. Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Raja Grafindo Persada.
         Jakarta.
UNESCO. 2005. Policy Framework For Improving The Quality Of Teaching and Learning.



                                                                                         20
LAMPIRAN




           21
Lampiran 1. Rekapitulasi Tingkat Kepuasan Orangtua Terhadap Pelayanan Pendidikan Dasar 9 (Sembilan) Tahun.

                                                                       Kabupaten Indramayu
                                                                                                            Total
                                                SD (n=160)                   SMP (n=240)
                                                                                                           (n=400)
No         Atribute Pelayanan
                                                                       Kurang                       Kurang
                                         Kurang Puas     Puas                         Puas                          Puas
                                                                         Puas                         Puas
                                          n     %       n       %      n      %      n       %      n      %      n      %
1.       Kualitas Proses Pembelajaran      76   47.5     84     52,5    87    36.2   153     63,8   163 40,75     237 59,3
2.       Kualitas Pengajaran               63   39.4     97     60,6    75    31.2   165     68,8   138 34,50     262 65,5
         Hasil dari Proses                 80   50.0                   111    46.2                  191 47,75
3.                                                       80     50.0                 129     53.8                 209 52.3
         Pembelajaran
         Kenyamanan Kondisi                61    38.1                  108    45.0                  169   42,25
4.                                                       99     61.9                 132     55.0                 231   57.8
         Sekolah
         Pemeliharaan disiplin dan         61    38.1                   97    40.4                  158   39,50
5.                                                       99     61.9                 143     59.6                 242   60.5
         keamanan sekolah
6.       Partisipasi Orangtua              85    53.1    75     46.9   107    44.6   133     55.4   192   48,00   208   52.0
7.       Kualitas Fasilitas Fisik          77    48.1    83     51.9   113    47.1   127     52.9   190   47,50   210   52.5
8.       Kesiapan alih tahun pelajaran     76    47.5    84     52.5    99    41.2   141     58.8   175   43,75   225   56.3
9.       Ketersediaan Biaya Sekolah       111    69.4    49     30.6   171    71.2    69     28.8   282   70,50   118   29.5




                                                                                                                         22
Lampiran 2. Rekapitulasi Tingkat Kepuasan Kepala Sekolah Terhadap Pelayanan Pendidikan Dasar 9 (Sembilan) Tahun.

                                                                    Kabupaten Indramayu
                                                                                                       Total
                                              SD (n=16)                  SMP (n=24)
                                                                                                      (n=40)
No        Atribute Pelayanan
                                        Kurang                       Kurang                    Kurang
                                                         Puas                     Puas                         Puas
                                          Puas                        Puas                      Puas
                                        n      %     n       %      n      %     n     %      n      %     n       %
1.      Kualitas Proses Pembelajaran    4    25.00   12     75.00   13   54.17   11   45.83   17   42.50   23     57.50
2.      Kualitas Pengajaran             6    37.50   10     62.50   13   54.17   11   45.83   19   47.50   21     52.50
        Hasil dari Proses
3.                                      11   68.75   5      31.25   9    37.50   15   62.50   20   50.00   20     50.00
        Pembelajaran
        Kenyamanan Kondisi
4.                                      6    37.50   10     62.50   11   45.83   13   54.17   17   42.50   23     57.50
        Sekolah
        Pemeliharaan disiplin dan
5.                                      6    37.50   10     62.50   9    37.50   15   62.50   15   37.50   25     62.50
        keamanan sekolah
6.      Partisipasi Orangtua            4    25.00   12     75.00   11   45.83   13   54.17   15   37.50   25     62.50
7.      Kualitas Fasilitas Fisik        9    56.25    7     43.75   13   54.17   11   45.83   22   55.00   18     45.00
8.      Kesiapan alih tahun pelajaran   6    37.50   10     62.50   11   45.83   13   54.17   17   42.50   23     57.50
9.      Ketersediaan Biaya Sekolah      7    43.75    9     56.25   21   87.50   3    12.50   28   70.00   12     30.00




                                                                                                                      23
Lampiran 3. Rekapitulasi Tingkat Kepuasan Komite Sekolah Terhadap Pelayanan Pendidikan Dasar 9 (Sembilan)Tahun.

                                                                    Kabupaten Indramayu
                                                                                                       Total
                                              SD (n=15)                  SMP (n=23)
                                                                                                      (n=38)
No         Atribute Pelayanan
                                        Kurang                       Kurang                    Kurang
                                                         Puas                     Puas                         Puas
                                          Puas                        Puas                      Puas
                                        n      %     n       %      n      %     n     %      n      %     n       %
1.      Kualitas Proses Pembelajaran    5    33.33   10     66.67   10   43.48   13   56.52   15   39.47   23     60.53
2.      Kualitas Pengajaran             7    46.67    8     53.33   10   43.48   13   56.52   17   44.74   21     55.26
        Hasil dari Proses
3.                                      9    60.00   6      40.00   8    34.78   15   65.22   17   44.74   21     55.26
        Pembelajaran
        Kenyamanan Kondisi
4.                                      8    53.33   7      46.67   7    30.43   16   69.57   15   39.47   23     60.53
        Sekolah
        Pemeliharaan disiplin dan
5.                                      8    53.33   7      46.67   9    39.13   14   60.87   17   44.74   21     55.26
        keamanan sekolah
6.      Partisipasi Orangtua            8    53.33   7      46.67   12   52.17   11   47.83   20   52.63   18     47.37
7.      Kualitas Fasilitas Fisik        7    46.67   8      53.33   10   43.48   13   56.52   17   44.74   21     55.26
8.      Kesiapan alih tahun pelajaran   8    53.33   7      46.67   13   56.52   10   43.48   21   55.26   17     44.74
9.      Ketersediaan Biaya Sekolah      9    60.00   6      40.00   18   78.26   5    21.74   27   71.05   11     28.95




                                                                                                                      24
Lampiran 4.   Perbedaan Tingkat Kepuasan Orangtua Terhadap Pelayanan Pendidikan Dasar 9 (Sembilan) Tahun
              Berdasarkan Status Ekonomi Keluarga.

                                                         SD                                       SMP
                                          Rata-rata Tingkat
                                                                                Rata-rata Tingkat Kepuasan
                                              Kepuasan
No.             Pertanyaan
                                                     Menengah        t (sig)                                    t (sig)
                                         Miskin                                    Miskin     Menengah ke
                                                      ke Atas
                                        (N=107)                                   (N=192)     Atas (N=48)
                                                      (N=53)
          Kualitas Proses
 1.                                      3,617         3,538         0,555         3,706          3,927         0,087*
          Pembelajaran
 2.       Kualitas Pengajaran            3,664         3,604         0,652         3,794          4,010         0,075*
          Hasil dari Proses
 3.                                      3,491         3,726        0,099*         3,570          3,927        0,009***
          Pembelajaran
          Kenyamanan Kondisi
 4.                                      3,785         3,557         0,105         3,521          3,990        0,001***
          Sekolah
          Pemeliharaan disiplin dan
 5.                                      3,827         3,594        0,084*         3,560          3,938        0,009***
          keamanan sekolah
 6.       Partisipasi Orangtua           3,430         3,415         0,921         3,497          3,906        0,004***
 7.       Kualitas Fasilitas Fisik       3,621         3,453         0,200         3,435          3,865        0,005***
          Kesiapan alih tahun
 8.                                      3,617         3,528         0,529         3,638          4,052        0,000***
          pelajaran
 9.       Ketersediaan Biaya Sekolah     2,808         3,283       0,001***        2,888          3,427        0,000***
      Rata-Rata atribut                  3,580         3,600         0,821         3,610          3,880        0,025**
Catatan:
* Significant pada p= 0.10
** Significant pada p= 0.05
*** Significant pada p= 0.01
Miskin        = Pendapatan/Capita/ bulan kurang atau sama dengan Garis Kemiskinan (Jawa Barat tahun 2008 Rp 176 216,00).
Menengah ke Atas    = Pendapatan/Capita/ bulan lebih tinggi dari Garis Kemiskinan (Jawa Barat tahun 2008 Rp 176 216,00).




                                                                                                                           25
Lampiran 5.   Perbedaan Tingkat Kepuasan Orangtua Terhadap Pelayanan Pendidikan Dasar 9 (Sembilan) Tahun
              Berdasarkan Lokasi Sekolah Terhadap Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten.

                                                         SD                                         SMP
                                          Rata-rata Tingkat                          Rata-rata Tingkat
No.             Pertanyaan                    Kepuasan                                  Kepuasan
                                                                     t (sig)                                    t (sig)
                                         Dekat          Jauh                       Closed          Far
                                        (N= 50)       (N= 110)                    (N= 130)       (N= 110)
          Kualitas Proses
 1.                                       3,14         3,68        0,000***         3,66          3,68          0,852
          Pembelajaran
 2.       Kualitas Pengajaran             3,26         3,68        0,002***         3,81          3,72          0,379
          Hasil dari Proses
 3.                                       3,44         3,51          0,645          3,71          3,41        0,008***
          Pembelajaran
          Kenyamanan Kondisi
 4.                                       3,68         3,63          0,722          3,64          3,41         0,054**
          Sekolah
          Pemeliharaan disiplin dan
 5.                                       3,80         3,64          0,255          3,69          3,44          0,30
          keamanan sekolah
 6.       Partisipasi Orangtua            3,16         3,38          0,158          3,55          3,48          0,577
 7.       Kualitas Fasilitas Fisik        3,52         3,47          0,728          3,49          3,42          0,552
          Kesiapan alih tahun
 8.                                       3,40         3,56          0,279          3,82          3,46        0,000***
          pelajaran
 9.       Ketersediaan Biaya Sekolah      3,06         2,88          0,233          2,98          2,90          0,493
      Rata-Rata atribut                   3,50         3,63          0,244          3,57          3,56         0,058*
Catatan:
* Significant pada p= 0.10
** Significant pada p= 0.05
*** Significant pada p= 0.01

Miskin        = Pendapatan/Capita/ bulan kurang atau sama dengan Garis Kemiskinan (Jawa Barat tahun 2008 Rp 176 216,00).
Menengah ke Atas    = Pendapatan/Capita/ bulan lebih tinggi dari Garis Kemiskinan (Jawa Barat tahun 2008 Rp 176 216,00).




                                                                                                                           26
Lampiran 6. Rata-rata Jumlah Pengeluaran Pendidikan SD dan SMP Per Tahun (n=60).


  NO         JENIS PENGELUARAN                          SD                    SMP
                                                    (Rp/ tahun)            (Rp/ tahun)
                                                      (n=16 )                (n= 44)
        Biaya Sekolah                           92 941.44 (3.09%)      284 532.09 (8.96%)
  1.    Biaya Uang Pangkal/ Pendaftaran              21 962.25              57 835.89
  2.    Iuran Komite Sekolah                         57 416.69              76 325.00
  3.    Biaya lainnya                                13 562.50             150 371.20
        Biaya Seragam Sekolah                  212 656.25 (7.06%)      152 306.80 (4.80%)
  4.    1. Merah hati                                52 656.25              55 704.55
  5.    2. Batik/logo sekolah                        47 187.50              19 981.05
  6.    3. Muslim/ Religius                          16 250.00              23 181.82
  7.    4. Pramuka                                   42 812.50              28 840.91
  8.    5. Olah raga                                 53 750.00              24 598.48
        Biaya Fasilitas Belajar dll            283 293.75 (9.41%)     318 477.27 (10.03%)
  9.    Alat-alat tulis (pulpen/pensil/buku         211 793.75             183 329.55
        tulis/kertas) (Rp)
 10. Alat-alat tulis lain                            53 562.50               57 602.27
 11. Foto Copi (Rp)                                  17 937.50               77 545.45
        Tas dan Sepatu                          165 812.50 (5.51%)     145 970.45 (4.60%)
 12. Tas Sekolah                                     53 750.00               72 606.82
 13. Sepatu                                         112 062.50               73 363.64
        Les                                    638 312.50 (21.20%)     182 772.73 (5.76%)
 14. Les Pelajaran                                  572 187.50              130 840.91
 15. Les lainnya                                     66 125.00               51 931.82
        Biaya Transport dan Uang Saku         1 617 437.50 (53.73%)   2 091 522.70 (65.86%)
 16. Transport                                      283 875.00              468 204.55
 17. Uang Saku                                     1 333 562.50             1 623 31.20
 Rata-rata per Tahun                               3 010 453.90            3 175 582.10
 Rata-rata per Bulan                                250 871.16              264 631.84




                                                                                              27
                                                                         -
                                                                    1,000.00
                                                                    1,100.00
                                                                    1,200.00
                                                                    1,300.00
                                                                    1,400.00
                                                                    1,500.00
                                                                    1,600.00
                                                                    1,700.00




                                                                      100.00
                                                                      200.00
                                                                      300.00
                                                                      400.00
                                                                      500.00
                                                                      600.00
                                                                      700.00
                                                                      800.00
                                                                      900.00
                                                                                                        T hous ands

                                            R eg is tra tion F ee 21.96
                                                                    57.84
                                                  S chool
                                              C ommittee F ee       57.42
                                                                    76.33




                       S chool F ees
                                                   Other F ees 13.56
                                                                      150.37
                                                       Ma roon 52.66
                                                                    55.70
                                            B a tik/s chool log o 47.19
                                                                    19.98
                                            Mus lim/R elig ious 16.25
                                                                    23.18
                                                                                                                      E lementary




                       S chool U niform s
                                                          S cout 42.81
                                                                    28.84
                                                         S ports    53.75
                                                                     24.60
                                                    S ta tiona ry       211.79
                                                                       183.33
                                                        Other
                   Others                         s ta tiona ries   53.56
                                                                    57.60
                                                                                                                      J unior S ec ondary




              S tationary and


                                                   P hotocopy 17.94
                                                                     77.55
                                                  S chool ba g 53.75
                                                                     72.61
               S hoes
              B ag and




                                                         S hoes      112.06

                                                    Aca demic         73.36
                                                                                                                                            T he Averag e of Yearly B as ic E duc ation




                                                     tutoria ls                   572.19
                                                                        130.84
                                               Other tutoria ls     66.13
                                                                    51.93
                                               Tra ns porta tion            283.88
                                                                                468.20
                                                       S chool
                  & S chool




                                                                                           1,333.56
                 Allowance




                                                    a llowa nce                                   1,623.32
     Tutorials Trans portation
                                                                                                                                                                                          Lampiran 7. Diagram Rata-rata Jumlah Pengeluaran Pendidikan Per Tahun (n=60).




28
     Lampiran 8. Alasan Anak Drop-Out Sekolah.




                                ALASAN ANAK DROP-OUT SEKOLAH
                                            (n=40)




       ALASAN EKONOMI                                                   ALASAN NON-
                                                                         EKONOMI


       Tidak punya biaya sekolah ( 73,0%)
         Orangtua menganggur ( 30,0%)
Panen gagal/ sumber penghasilan terhenti ( 23,0%)
                                                        Anak kehilangan semangat belajar ( 70,0%)
                                                                     Malas ( 33,0%)

       Biaya sekolah meningkat ( 63,0%)
      Biaya transportasi meningkat (20,0%)          Merasa sudah mempunyai pendidikan cukup ( 15,0%)


                                                          Jarak rumah dan sekolah jauh ( 20,0%)
     Tidak mampu beli baju seragam ( 5,0%)                 Tidak ada jaminan keamanan ( 15,0%)


 Bekerja, harus bekerja mencari nafkah ( 35,0%)        Masalah ketidakharmonisan keluarga ( 15,0%)
                                                           Orangtua sakit/ kecelakaan ( 10,0%)
                                                          Anak yang bersangkutan cacat ( 5,0%)
    Adik/ kakak juga masuk sekolah ( 20,0%)               Anak sakit dan belum sembuh (15,0%)




Minimal 75,0% orangtua merasa tertekan ekonomi:          Takut pada teman/ pihak sekolah (30,0%)
kawatir membayar tagihan/ biaya; tidak cukup uang                 Takut diejek ( 10,0%)
membayar biaya sekolah/ makanan/ buku/ seragam/                        Nakal (2,5%)
  pakaian dan bertengkar antara orangtua karena          Malu karena tidak dapat membaca ( 2,5%)
                     uang.




                                                                                                     29
Lampiran 9.    Instrumen Survei Kepuasan Orangtua Terhadap Pelayanan
               Pendidikan Dasar.

Menurut Bapak/ Ibu, bagaimana kepuasan pelayanan pendidikan dasar bagi anak, isikan dengan:
1 = Tidak puas     2 = Kurang puas 3 = Puas        4 = Sangat puas
 No.                        Attributes                               Kepuasan           VA
  1.   Proses pembelajaran di sekolah yang bermutu               1    2   3     4       01
  2.   Kualitas pengajaran di sekolah yang tinggi                1    2   3     4       02
       Hasil dari proses Pembelajaran yang berdampak pada
  3.                                                             1    2   3     4       03
       kualitas SDM anak
  4.   Kondisi sekolah yang nyaman bagi anak                     1    2   3     4       04
       Sekolah dapat menjaga disiplin dan keamanan di
  5.                                                             1    2   3     4       05
       lingkungannya
  6.   Sekolah dapat mendorong keterlibatan orangtua             1    2   3     4       06
  7.   Kualitas fasilitas fisik di sekolah yang baik             1    2   3     4       07
  8.   Kesiapan alih tahun pelajaran yang baik                   1    2   3     4       08
  9.   Ketersediaan biaya sekolaha anak                          1    2   3     4       09

Selanjutnya, menurut Bapak/ Ibu, bagaimana tingkat kepentingan pelayanan disekolah anak
Bapak dan bagaimana kenyataan yang terjadi saat ini terhadap pelayanan pendidikan dasar
tersebut, isikan dengan:
Kepentingannya: 1 = Tidak penting 2 = Kurang penting 3 = Penting 4 = Sangat penting
Kinerjanya Saat ini: 1 = Jelek sekali 2 = Kurang baik      3= Baik     4 = Sangat baik

                                                                          Kinerja Saat            VB
 No       Atribut Pelayanan Pendidikan Dasar            Kepentingan
                                                                              ini
  1.   Proses pembelajaran di sekolah yang bermutu
  a.   Aktivitas pembelajaran yang menarik              1 2 3 4               1 2 3 4             01
       Pembelajaran yang dapat meningkatkan
  b.                                                    1 2 3 4               1 2 3 4             02
       kemampuan siswa secara umum
  2.   Kualitas pengajaran di sekolah yang tinggi
  a.   Guru mengajar dengan baik dan semangat tinggi    1 2   3 4             1 2 3 4             03
       Guru memberikan pertolongan dan dukungan
  b.                                                    1 2 3 4               1 2 3 4             04
       pada siswa
  c.   Guru berpendidikan D3-S1                         1 2 3 4               1 2 3 4             05
       Hasil dari proses pembelajaran yang
  3.
       berdampak pada kualitas SDM anak
       Orangtua selalu diinformasikan tentang
  a.                                                    1 2 3 4               1 2 3 4             06
       performance pendidikan anak
       Pengajaran di sekolah berdampak meningkatnya
  b.                                                    1 2 3 4               1 2 3 4             07
       kemampuan dasar siswa
       Sekolah selalu memfasilitasi dan memotivasi
  c.                                                    1 2 3 4               1 2 3 4             08
       belajar siswa dengan maksimal
       Berkembangnya karakter anak yang baik
  d    (tanggung jawab, jujur, menghormati, kasih       1 2 3 4               1 2 3 4             09
       sayang, displin, empati, dll)




                                                                                             30
                                                                        Kinerja Saat          VB
No      Atribut Pelayanan Pendidikan Dasar             Kepentingan
                                                                            ini
4.   Kondisi sekolah yang nyaman bagi anak
a.   Anak selalu senang datang ke sekolah              1 2 3 4           1 2 3 4              10
b.   Anak dijaga dan diperlakukan sama                 1 2 3 4           1 2 3 4              11
c.   Talenta anak berkembang optimal                   1 2 3 4           1 2 3 4              12
     Sekolah dapat menjaga disiplin dan
5.
     keamanan di lingkungannya
a.   Sekolah adalah tempat yang aman untuk belajar     1 2 3 4           1 2 3 4              13
b.   Semua siswa diperlakukan dengan fair               1 2 3 4          1 2 3 4              14
     Guru bertindakan dengan cepat dan tepat apabila
c.                                                      1 2 3 4          1 2 3 4              15
     ada masalah muncul
     Sekolah dapat mendorong keterlibatan
6.
     orangtua
     Orangtua diberikan informasi yang berguna pada
a.                                                      1 2 3 4          1 2 3 4              16
     saat pertemuan orangtua-guru
7.   Kualitas fasilitas fisik di sekolah yang baik
     Bangunan sekolah dan halaman dipelihara
a.                                                      1 2 3 4          1 2 3 4              17
     dengan baik dan menarik
b.   Sekolah mempunyai toilet untuk siswa               1   2   3   4    1   2   3   4        18
c.   Meja dan bangku sekolah yang baik                  1   2   3   4    1   2   3   4        19
d.   Perpustakaan yang memadai                          1   2   3   4    1   2   3   4        20
e.   Ruangan kelas yang rapih                           1   2   3   4    1   2   3   4        21
f.   Peralatan olah raga yang memadai                   1   2   3   4    1   2   3   4        22
g.   Tersedia lapangan olah raga                        1   2   3   4    1   2   3   4        23
8.   Kesiapan alih tahun pelajaran yang baik
     Pada akhir tahun, siswa siap untuk belajar
a.                                                      1 2 3 4          1 2 3 4              24
     kembali pada tahun depan
9.   Ketersediaan Biaya Sekolah Anak
     Besarnya biaya pendidikan yang ditanggung oleh
a.                                                      1 2 3 4          1 2 3 4              25
     orangtua
     Kontribusi dana BOS terhadap total biaya                            1 2 3 4
b.   pendidikan sehingga mengurangi beban ekonomi       1 2 3 4                               26
     orangtua
c.   Orangtua mengeluarkan biaya transport              1 2 3 4          1 2 3 4              27
d.   Orangtua mengeluarkan biaya buku-buku              1 2 3 4          1 2 3 4              28
     Kontribusi dana BOS buku terhadap total biaya                       1 2 3 4
e.   pendidikan sehingga mengurangi beban ekonomi       1 2 3 4                               29
     orangtua
     Orangtua mengeluarkan biaya lembar kerja siswa                      1 2 3 4
f.                                                      1 2 3 4                               30
     (LKS) atau lembar latihan siswa
g.   Orangtua mengeluarkan biaya alat-alat sekolah      1 2 3 4          1 2 3 4              31
     Orangtua mengeluarkan biaya seragam - merah                         1 2 3 4
h.                                                      1 2 3 4                               32
     hati/biru
i.   Orangtua mengeluarkan biaya jajan-uang             1 2 3 4          1 2 3 4              33




                                                                                         31
              Lampiran 10. Matrik Temuan Penelitian, Penjelasan dan Rekomendasi Survei Kepuasan Orangtua Terhadap Layanan
                           Pendidikan Dasar Di Kabupaten Indramayu.
No              Penjelasan Hasil Survey                                    Rekomendasi (Pilar)
 1  Diantara 9 stribut, atribut skor ketersediaan biaya Pilar 1: Kesetaraan akses
      sekolah mempunyai nilai skor terendah menurut  Dana BOS dan BOS Buku harus dilengkapi dengan pembiayaan yang disediakan oleh
      orangtua siswa (BOS and BOS Buku). Nilai rendah ini     Pemerintah Kabupaten dan Propinsi (terutama pembiayaan yang belum tersedia
      disebabkan oleh tingginya harapan orangtua terhadap     dengan baik melalui dana BOS dan BOS Buku).
      intensifnya kampanye pelayanan pendidikan dasar di  Peningkatan kualitas pelayanan pendidikan lebih diprioritaskan pada sekolah yang
      tingkat nasional dan regional. Sementara itu dalam      berada pada wilayah pedesaan (jauh dari ibukota kabupaten dan kantor dinas ) dan
      kenyataannya orangtua harus mengeluarkan banyak         kondisi sosial ekonomi yang terbatas (miskin dan golongan masyarakat berpendidikan
      biaya sekolah untuk pembelian buku, transportasi ke     kurang) dengan cara peningkatan partisipasi masyarakat dan sunia industri/ komersial.
      sekolah dan seragam sekolah.                           Kebutuhan pendidikan harus terjangkau oleh orangtua golongan miskin dengan cara
     Orangtua yang menyekolahkan anaknya ke SD swasta mengurangi biaya seragam sekolah dan pengeluaran transport, meningkatkan
      mempunyai tingkat skor kepuasan terhadap pelayanan      beasiswa untuk siswa miskin di jenjang SD dan SMP yang membutuhkan, dan
      pendidikan dasar yang lebih tinggi dibandingkan         program lain yang pro terhadap masyarakat miskin yang berdampak positif pada
      dengan SD negeri. Hal ini disebabkan oleh perbedaan     partisipasi pendidikan.
      kualitas pendidikan.                                  Pilar 2: Kualitas dan Relevansi
                                                             Meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dasar yang diprioritaskan pada lokasi
     Orangtua yang menyekolahkan anaknya ke MP negeri pedesaan (sekolah yang jauh dari Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten) di
      mempunyai tingkat skor kepuasan terhadap pelayanan      pemukiman masyarakat miskin untuk mencegah dropu-out anak dari sekolah dan
      pendidikan dasar yang lebih tinggi dibandingkan         meningkatkan Angka Partisipasi Murni (APM). Hal ini termasuk menyediakan
      dengan SMP swasta.          Hal ini disebabkan oleh     infrastruktur dan fasilitas yang memadai, dan materi pembelajaran dan textbook.
      perbedaan kualitas pendidikan.                         Advokasi harus dilaksanakan pada target orangtua miskin agar mendapat manfaat dari
                                                              pelayanan pendidikan dasar 9 tahun.
     Orangtua yang menyekolahkan anaknya ke SMP dekat  Kampanye untuk mendorong anak yang sudah drop-out sekolah untuk kembali ke
      Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten mempunyai             sekolah melalui pendidikan non-formal (seperti Paket A, B dan C) dan pendidikan
      tingkat skor kepuasan terhadap pelayanan pendidikan     formal.
      dasar yang lebih tinggi dibandingkan dengan SMP yang Pilar 3: Peningkatan tata kelola yang baik dan Akuntabilitas publik melalui
      jauh dari Kantor Dinas Pendidikan. Hal ini disebabkan peningkatan partisipasi masyarakat
      oleh perbedaan kualitas pendidikan.
                                                             Kekurangan dana BOS dan BOS Buku disarankan untuk ditingkatkan melalui
                                                              peningkatan peran serta stakeholder dan masyarakat dengan menjunjung tinggi unsur
                                                              keadilan dalam pemerataan akses dan mutu pendidikan, terbuka & akuntabilitas
                                                             Hal ini dapat tercapai melalui pemajangan informasi sekolah secara publik termasuk
                                                              budget dan pengeluaran sekolah dan konsultasi komite sekolah dalam merencanakan
                                                              sumberdaya sekolah.




                                                                                                                                                      32
      Lampiran 10. (Lanjutan).

No       Hasil Survey                      Penjelasan Hasil                                Rekomendasi (Pilar)
2 Alasan ekonomi maupun      Alasan ekonomi yang banyak menyebabkan             Pilar 1: Meningkatkan kesetaraan akses
   non-ekonomi anak drop     permasalahan anak drop-out adalah tidak punya      melalui pencegahan anak drop-out dari
   out dari sekolah          biaya sekolah, biaya sekolah meningkat, harus      sekolah.
                             bekerja mencari nafkah, orangtua menganggur,
                             panen gagal/ sumber penghasilan terhenti, adik/    Peningkatan penyuluhan/ sosialisasi pada
                             kakak juga masuk sekolah, biaya transportasi       orangtua akan pentingnya pendidikan sehingga
                             meningkat, bekerja dan tidak mampu beli baju       ada perubahan mind-set bagi sebagian keluarga
                             seragam, minimum 75 persen orangtua merasa         bahwa tujuan pendidikan dasar bukan untuk
                             tertekan secara ekonomi, ketakutan tidak dapat     mencari uang dan nilai seorang anak bukan
                             membayar tagihan/ pengeluaran, tidak               untuk tenaga kerja keluarga. Peningkatan
                             mempunyai uang untuk membayar sekolah/             komitmen pemerintah dan juga stakeholders
                             buku/ seragam dan bertengkar dengan keluarga       dalam pemberian beasiswa pada siswa yang
                             karena masalah keuangan.                           tidak mampu dan pendampingan/ konsultasi
                                                                                anak secara rutin dan berkelanjutan.
                             Alasan non-ekonomi yang cukup besar dirasakan
                             oleh anak drop-out adalah anak kehilangan
                             semangat belajar, malas belajar, anak yang
                             bersangkutan takut kepada teman atau pihak
                             sekolahnya, jarak antara sekolah dan rumah jauh,
                             anak yang bersangkutan sakit dan belum
                             sembuh, keamanan anak ke sekolah/ pulang ke
                             rumah tidak dapat dijamin, merasa sudah
                             mempunyai pendidikan cukup, adanya masalah
                             ketidakharmonisan keluarga, takut/ diejek/
                             disepelekan teman, orangtua sakit/ kecelakaan,
                             anak yang bersangkutan cacat, anak nakal dan
                             malu karena tidak bisa membaca.




                                                                                                                            33

								
To top