makalah jarkom

Document Sample
makalah jarkom Powered By Docstoc
					                                     BAB I
                                PENDAHULUAN


               Zaman sekarang, kebutuhan manusia dalam akses data semakin
menaningkat, ini disebabkan adanya pola pergeseran hidup manusia ke arah yang
lebih berkembang. Degan pemanfaatan komputer hal ini dapat terfasilitasi dengan
cepat. Akibatnya akan terjadi keefisiansian waktu, biaya dan resource, sehingga akan
menghasikan output yang optimal. Hal ini dikarenakan adanya jaringan computer.
Bukan hanya jarak akan tetapi perbedaan waktupun dapat selalu diakses. Misalkan
ketika kita menginginkan informasi yang telah lalu. Internet dan World Wide Web
(WWW) sangat populer di seluruh dunia.
               Banyak masyarakat yang membutuhkan aplikasi yang berbasis
Internet, seperti E-Mail dan akses Web melalui internet. Sehingga makin banyak
aplikasi bisnis yang berkembang berjalan di atas internet. Dengan semakin
berkembangnya zaman dan semakin banyak orang yang membutuhkan akses internet,
kini salah satu tempat yang banyak diminati adalah Warung Internet (Warnet).
               Hal yang mendukung berdirinya warnet adalah Jaringan komputer
yaitu sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam
satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel
sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen
dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan
hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer, printer atau
periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer
dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.
               Selain adanya Jaringan Komputer sebuah warnet juga mempunyai
Client-Server. Client Server adalah model jaringan yang menggunakan satu atau
beberapa komputer sebagai server yang memberikan resource-nya kepada komputer
lain (client) dalam jaringan, server akan mengatur mekanisme akses resource yang
boleh digunakan, serta mekanisme komunikasi antar node dalam jaringan. Client
hanya bisa menggunakan resource yang disediakan server sesuai dengan otoritas yang
diberikan oleh administrator.




                                                                                  1
Kelebihan jaringan client server :

        Mendukung keamanan jaringan yang lebih baik
        Kemudahan administrasi ketika jaringan bertambah besar
        Manajemen jaringan terpusat
        Semua data bisa disimpan dan di backup terpusat di satu lokasi

                Jaringan LAN (Local Area Network) merupakan jenis jaringan yang
digunakan     sebuah    warnet.   LAN        adalah   suatu   jaringan   komputer   yang
menghubungkan suatu komputer dengan komputer lain dengan jarak yang terbatas.
Biasanya jarak antar node tidak lebih jauh dari sekitar 200 m.




1.       PERUMUSAN / BATASAN MASALAH

              Dalam menyusun makalah ini, merumuskan beberapa batasan masalah
sebagai bahan pertanyaan di tempat survey (warnet) berkaitan dengan :

     1. Penjalasan mangenai Internet Protokol (IP) yang digunakan.
     2. Server yang digunakan.
     3. Aplikasi – aplikasi yang tersedia.
     4. Perlalatan yang dibutuhkan dalam membangun Jaringan Komputer.
     5. Jenis Topologi yang diterapkan.




2.       TUJUAN

                Adapun penulisan makalah ini ditujukan sebagai sarana pembelajaran
mata kuliah jaringan komputer dan sebagai tugas mata kuliah jaringan komputer.




                                                                                      2
3.     METODE PENULISAN

              Dalam menyusun makalah ini, penulis menggunakan metode Survei
yaitu melakukan tanya jawab langsung kepada pemilik dan IT warnet.




4.     SISTEMATIKA PENULISAN

       Sistematika penulisan dalam penyusunan makalah ini, yaitu sebagai berikut :

       BAB I : Pendahuluan

       BAB II : Latar Belakang

       BAB III : Dasar – Dasar Teori

       BAB IV : Implementasi

       BAB V : Lampiran

       BAB VI : Daftar Pustaka




                                                                                     3
                                     BAB II
                            LATAR BELAKANG

               Perkembangan teknologi komputer meningkat dengan cepat, hal ini
terlihat pada era tahun 80-an jaringan komputer masih merupakan teka-teki yang
ingin dijawab oleh kalangan akademisi, dan pada tahun 1988 jaringan komputer mulai
digunakan di universitas-universitas, perusahaan-perusahaan, sekarang memasuki era
milenium ini terutama world wide internet telah menjadi realitas sehari-hari jutaan
manusia di muka bumi ini.

               Selain itu, perangkat keras dan perangkat lunak jaringan telah benar-
benar berubah, di awal perkembangannya hampir seluruh jaringan dibangun dari
kabel koaxial, kini banyak telah diantaranya dibangun dari serat optik (fiber optics)
atau komunikasi tanpa kabel.

               Dengan berkembangnya teknologi komputer dan komunikasi suatu
model komputer tunggal yang melayani seluruh tugas-tugas komputasi suatu
organisasi kini telah diganti dengan sekumpulan komputer yang terpisah-pisah akan
tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya, sistem seperti ini disebut
jaringan komputer.

               Untuk memahami istilah jaringan komputer sering kali kita
dibingungkan dengan sistem terdistribusi (distributed system). Kunci perbedaannya
adalah bahwa sebuah sistem terdistribusi,keberadaan sejumlah komputer autonomous
bersifat transparan bagi pemakainya. Seseorang dapat memberi perintah untuk
mengeksekusi suatu program, dan kemudian program itupun akan berjalan dan tugas
untuk memilih prosesor, menemukan dan mengirimkan file ke suatu prosesor dan
menyimpan hasilnya di tempat yang tepat merupakan tugas sistem operasi. Dengan
kata lain, pengguna sistem terditribusi tidak akan menyadari terdapatnya banyak
prosesor (multiprosesor), alokasi tugas ke prosesor- prosesor, alokasi f\ile ke disk,
pemindahan file yang dfisimpan dan yang diperlukan, serta fungsi-fungsi lainnya dari
sitem harus bersifat otomatis.

               Pada suatu jaringan komputer, pengguna harus secara eksplisit log ke
sebuah mesin, secara eksplisit menyampaikan tugasnya dari jauh, secara eksplisity


                                                                                   4
memindahkan file- file dan menangani sendiri secara umum selusurh manajemen
jaringan. Pada sistem terdistribusi, tidak ada yang perlu dilakukan secara eksplisit,
sermunya sudah dilakukan secara otomatis oleh sistem tanpa sepengetahuan pemakai.

              Dengan demikian sebuah sistem terdistribusi adalah suatu sistem
perangkat lunak yang dibuat pada bagian sebuah jaringan komputer. Perangkat
lunaklah yang menentukan tingkat keterpaduan dan transparansi jarimngan yang
bersangkutan. Karena itu perbedaan jaringan dengan sistem terdistribusi lebih terletak
pada perangkat lunaknya (khususnya sistem operasi), bukan pada perangkat kerasnya.

              Warung Internet atau yang lebih dikenal dengan sebutan warnet, diakui
telah memberi warna tersendiri dalam perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi di Indonesia. Dengan hampir lebih dari dua ribu warnet yang rata-rata
didirikan di tengah krisis ekonomi beberapa tahun terakhir, pengaruhnya di dunia
bisnis telekomunikasi dan dunia usaha Indonesia begitu signifikan. Peranan warnet
menjadi begitu penting dalam upaya penetrasi internet Indonesia mengingat 60%-70%
pengguna mengakses internet dari warnet. Oleh karena itu,kehadiran jaringan
komputer dalam Warnet sangatlah bermanfaat untuk menghadapi tantangan tersebut
karena fungsi dari jaringan ini adalah untukmengintegritasikan data sehingga dapat
diolah dengan cepat untuk kemudian didistribusikan dengan memanfaatkan jaringan
komputer secara local(local area networking).

              Melihat dari alasan-alasan dan faktor-faktor diatas maka dalam proses
pembuatan tugas ini, kelompok kami akan membahas dan menjabarkan tentang sistem
jaringan komputer yang sekarang digunakan pada “Artha Net”.




                                                                                    5
                                    BAB III

                         DASAR DASAR TEORI



3.1    Sejarah Jaringan

              Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari
sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group
riset Harvard University yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek
tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai
bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong
dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa
dijalankan dalam sebuah komputer dengan dengan kaidah antrian. Ditahun 1950-an
ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka
sebuah mesti melayani beberapa terminal. Untuk itu ditemukan konsep distribusi
proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System),
maka untuk pertama kali bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada
sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. Dalam
proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan                   teknologi
telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.
              Memasuki tahun 1970-an, setelah beban pekerjaan bertambah banyak
dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah
digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Seperti dalam proses ini
beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk
melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dala
proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi
komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua
host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari
komputer pusat.
              Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun
dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan
jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama maupun
komunikasi antar komputer (Peer to Peer System) saja tanpa melalui komputer pusat.


                                                                                   6
Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan
LAN. Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN
yang berdiri sendiri mulai berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa WAN.


3.2    Desain Jaringan
              Pada saat kita telah mengetahui perangkat pendukung untuk
membangun sebuah jaringan, maka langkah selanjutnya adalah mendesain jaringan
sesuai yang kita perlukan. Apakah jaringan yang akan kita bangun akan berbentuk
garis lurus (bus), bintang (star), lingkaran (ring), ataukah jaring (mesh) yang paling
rumit? Juga apakah kecepatan transmisi jaringan kita merupakan jaringan rendah
sampai menengah (beberapa M s/d 20Mbps), jaringan berkecepatan tinggi (ratusan
Mbps) atau berkecepatan ultra tinggi (lebih dari 1Gbps)? Demikian pula media apa
yang akan kita gunakan, apakai berbentuk jaringan kabel (wireline) atau
memanfaatkan gelombang radio (wireless)? Yang terakhir, apakah jaringan kita untuk
jaringan utama (backbone LAN) ataukah jaringan biasa (floor LAN) yang tentu saja
memerlukan prasarana yang berbeda. Mungkin bisa dibuat sebagai referensinya.


Tabel Faktor-faktor mendesain LAN




                                                                                    7
3.3       Topologi Jaringan

                 Topologi jaringan adalah, hal yang menjelaskan hubungan geometris
antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station.

Terdapat 6 jenis topologi yaitu :

         Bus

         Ring

         Star

         Extended Star

         hierarchical topology

         Mesh

                 Setiap topologi memuliki karakteristik yang berdeda-beda dan masing-
masing juga memiliki keuntungan dan kerugian. Topologi tidak tergantung kepada
medianya dan setiap topologi biasanya menggunakan media sebagai berikut :

Jenis-jenis Media yaitu :

         Twisted Pair

         Coaxial Cable

         Optical Cable

         Wireless

                 Topologi dibagi menjadi dua jenis yaitu Physical Topology dan
Logical Topologi. Dibawah ini adalah jenis-jenis Physical Topologi.




                                                                                   8
Jenis-jenis Physical Topology :

     3.3.1     Topologi Bus




     Topologi ini memiliki karakteristik sebagai berikut:

        merupakan satu kabel yang kedua ujung nya ditutup, dimana sepanjang
         kabel terdapat node-node
        umum digunakan karena sederhana dalam instalasi
        signal melewati kabel dalam dua arah dan mungkin terjadi collision
        problem terbesar pada saat kabel putus. Jika salah satu segmen kabel putus,
         maka seluruh jaringan akan terhenti.




     3.3.2     Topologi Ring




     Topologi ini mempuyai karakteristik sebagai berikut:

        lingkaran tertutup yang berisi node-node
        sederhana dalam layout




                                                                                  9
   signal mengalir dalam satu arah, sehingga dapat menghindarkan terjadinya
    collision (dua paket data bercampur), sehingga memungkinkan pergerakan
    data yang cepat dan collision detection yang lebih sederhana
   problem: sama dengan topologi bus
   biasanya topologi ring tidak dibuat secara fisik melainkan direalisasikan
    dengan sebuah consentrator dan kelihatan seperti topologi star




3.3.3      Topolog Star




Topologi ini mempunyai karakteristik sebagai berikut:

   setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data
    mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
   mudah dikembangkan, karena setiap node hanya memiliki kabel yang
    langsung terhubung ke central node
   keunggulannya adalah jika satu kabel node terputus yang lainnya tidak
    terganggu
   dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel satu
    traffic node, biasanya digunakan kabel UTP

   Akses ke station lain (client atau server) cepat




                                                                          10
     Dapat menerima workstation baru selama port di centralmode (hub/switch)
      tersedia.
     Hub/switch bertindak sebagai konsentrator.
     Hub/switch dapat disusun seri (bertingkat) untuk menambah jumlah station
      yang terkoneksi di jaringan.
     User dapat lebih banyak dibanding topologi bus maupun ring.
      Kerugian :
     Bila traffic data cukup tinggi dan terjadi collision, maka semua komunikasi
      akan ditunda, dan koneksi akan dilanjutkan dengan cara random, apabila
      hub/switch mendeteksi tidak ada jalur yang sedang dipergunakan oleh node
      lain.



3.3.4         Topologi Extended Star

              Topologi Extended Star merupakan perkembangan lanjutan dari
    topologi star dimana karakteristiknya tidak jauh berbeda dengan topologi star
    yaitu :

     setiap node berkomunikasi langsung dengan sub node, sedangkan sub node
      berkomunikasi dengan central node. traffic data mengalir dari node ke sub
      node lalu diteruskan ke central node dan kembali lagi.
     Digunakan pada jaringan yang besar dan membutuhkan penghubung yang
      banyak atau melebihi dari kapasitas maksimal penghubung.
     keunggulan : jika satu kabel sub node terputus maka sub node yang lainnya
      tidak terganggu, tetapi apabila central node terputus maka semua node
      disetiap sub node akan terputus
     tidak dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel
      satu traffic node, karena untuk berkomunikasi antara satu node ke node
      lainnya membutuhkan beberapa kali hops.




                                                                              11
      3.3.5     Topologi hierarchical / tree




                Topologi ini biasa disebut sebagai topolodi tree. Dibangun oleh seperti
      halnya topologi extended star yang dihubungkan melalui sub node dalam satu
      central node. Topologi ini dapat mensupport baik baseband maupun broadband
      signaling dan juga mensupport baik contention maupun token bus access.




      3.3.6     Topologi Mesh

                     MESH topologi dibangun dengan memasang link diantara
      atation-station. Sebuah ‘fully-connected mesh’ adalah sebauh jaringan dimana
      setiap terminal terhubung secara langsung ke semua terminal-terminal yang lain.
      Biasanya digunakan pada jaringan komputer kecil. Topologi ini secara teori
      memungkinkan

                     Akan tetapi tidak praktis dan biayanya cukup tinggi untuk di-
      implementasikan. Mesh topologi memiliki tingkat redundancy yang tinggi.
      Sehingga jika terdapat satu link yang rusak maka suatu station dapat mencari
      link yang lainnya.

3.4    Jenis-jenis Logical Topology adalah

      3.4.1     FDDI

                     FDDI ( Fiber Distributed-Data Interface ) adalah standar
      komunikasi data menggunakan fiber optic pada LAN dengan panjang sampai
      200 km.


                                                                                    12
Protokol FDDI berbasis pada protokol Token Ring. FDDI terdiri dari dua Token
Ring , yang satu ring -nya berfungsi sebagai ring backup jika seandainya ada
ring dari dua ring tersebut yang putus atau mengalami kegagalan dalam bekerja.
Sebuah ring FDDI memiliki kecepatan 100 Mbps.




3.4.2    Token Ring




              Token Ring adalah sebuah cara akses jaringan berbasis teknologi
ring yang pada awalnya dikembangkan dan diusulkan oleh Olaf Soderblum pada
tahun 1969. Perusahaan IBM selanjutnya membeli hak cipta dari Token Ring
dan memakai akses Token Ring dalam produk IBM pada tahun 1984. Elemen
kunci dari desain Token Ring milik IBM ini adalah penggunaan konektor buatan
IBM sendiri (proprietary), dengan menggunakan kabel twisted pair, dan
memasang hub aktif yang berada di dalam sebuah jaringan komputer.

              Ada tiga tipe pengembangan dari Token Ring dasar: Token Ring
Full Duplex, switched Token Ring, dan 100VG-AnyLAN. Token Ring Full
Duplex menggunakan bandwidth dua arah pada jaringan komputer. Switched
Token Ring menggunakan switch yang mentransmisikan data di antara segmen
LAN (tidak dalam devais LAN tunggal). Sementara, standar 100VG-AnyLAN
dapat mendukung baik format Ethernet maupun Token Ring pada kecepatan 100
Mbps.




                                                                           13
3.5    Ethernet.

              Ethernet merupakan jenis skenario perkabelan dan pemrosesan sinyal
untuk data jaringan komputer yang dikembangkan oleh Robert Metcalfe dan David
Boggs di Xerox Palo Alto Research Center (PARC) pada tahun 1972 .

Ethernet menggunakan beberapa metode untuk melakukan enkapsulasi paket data
menjadi Ethernet frame, yakni sebagai berikut:

       o   Ethernet II (yang digunakan untuk TCP/IP)
       o   Ethernet 802.3 (atau dikenal sebagai Raw 802.3 dalam sistem jaringan
           Novell, dan digunakan untuk berkomunikasi dengan Novell NetWare versi
           3.11 atau yang sebelumnya)
       o   Ethernet 802.2 (juga dikenal sebagai Ethernet 802.3/802.2 without
           Subnetwork Access Protocol, dan digunakan untuk konektivitas dengan
           Novell NetWare 3.12 dan selanjutnya)
       o   Ethernet SNAP (juga dikenal sebagai Ethernet 802.3/802.2 with SNAP,
           dan dibuat sebagai kompatibilitas dengan sistem Macintosh yang
           menjalankan TCP/IP)

              Sayangnya, setiap format frame Ethernet di atas tidak saling
cocok/kompatibel satu dengan lainnya, sehingga menyulitkan instalasi jaringan yang
bersifat heterogen. Untuk mengatasinya, lakukan konfigurasi terhadap protokol yang
digunakan via sistem operasi.




3.6    Pengertian IP address

              IP address digunakan sebagai alamat dalam hubungan antar host di
internet sehingga merupakan sebuah sistem komunikasi yang universal karena
merupakan metode pengalamatan yang telah diterima di seluruh dunia. Dengan
menentukan IP address berarti kita telah memberikan identitas yang universal bagi
setiap interadce komputer. Jika suatu komputer memiliki lebih dari satu interface
(misalkan menggunakan dua ethernet) maka kita harus memberi dua IP address untuk
komputer tersebut masing-masing untuk setiap interfacenya.


                                                                               14
               Setiap PC mempunyai IP yang unik(tidak ada yang sama). IP yang
Pemberian alamat IP address diseluruh dunia diberikan oleh badan internasional
Internet Assigned Number Authority (IANA), dimana IANA hanya memberikan IP
address Network ID nya saja sedangkan host ID diatur oleh pemilik IP address
tersebut.
Contoh IP address untuk unpam.ac.id adalah 65.98.68.138.

               IP address digunakan untuk mengidentifikasi interface jaringan pada
host dari suatu komputer. Dengan adanya IP address masing-masing host dapat
terhubung dan saling bertukar informasi melalaui media transmisi kabel seperti UTP,
coaxsial atau fiber optic.

               TCP adalah nama protokol jaringan, sedangkan protokol dapat
diilustrasikan sebagai suatu seperangkat aturan perusahaan-perusahaan dan produk
software yang harus melekat ke dalam suatu urutan yang membuat produk-produk
mereka dapat kompatibel dengan yang lainnya. Aturan-aturan tersebut untuk
memastikan komputer yang menjalankan TCP/IP versi Hewlett Packard dapat
berhubungan dengan PC Compaq yang menjalankan TCP/IP ataupun dengan
Mainframe. Jika ditinjau dari metode cara kerjanya, maka vendor software yang
memproduksi tidak begitu pending bagi sistem TCP/IP. TCP/IP merupakan protokol
terbuka, maksudnya adalah semua spesifikasi dari protokol disebarkan dan digunakan
TCP/IP hanya terdiri dari lima layer saja dari tujuh fungsi model OSI. Berikut ini
adalah layer dari protokol TCP/IP:




           Layer 5 ~ layer Application. Aplikasi-aplikasi seperti FTP, Telnet, SMTP
            dan NFS direlasikan ke layer ini.
           Layer 4 ~ Layer Transport. Di dalam layer ini, TCP dan UDP
            menambahkan data transport ke paket dan melewatinya ke layer internet.
           Layer 3 ~ Layer Internet. Pada saat memulai aksi pada lokal host Anda
            (host pemrakarsa) tersebut dilakukan atau merespon ke host lain (host
            penerima), layer ini mengambil paket dari layer transport dan
            enambahkan informasi IP sebelum mengirimkannya ke layer-layer
            Network Interface.


                                                                                 15
          Layer 2 ~ Layer Network Interface. Device jaringan inilah sebagai host
           atau komputer lokal. Melalui media inilah data tesebut dikirim ke layer
           Physical.
          Layer 1 ~ Layer Physical. Layer 1 secara harafiah adalah Ethernet,
           protokol Poin-to-Point, atau Serial Line Interface Protocol (SLIP) itu
           sendiri. Dengan kata lain layer ini merupakan sistem kabelnya.



               Setiap layer menambahkan data header dan trailer ke dalam masing-
masing layer, kemudian pesan tersebut dipaketkan dari layer diatasnya. Pada host
penerima, data dibuka paketnya satu layer pada saat itu juga, dan kemudian informasi
dikirim ke level tertinggi berikutnya sampai ia mencapai host aplikasi.


IP address sendiri dibagi menjadi dua macam yaitu:

       IP address Publik

       Adalah IP address yang dapat di akses oleh pengguna internet diseluruh dunia,
       dan IP address publik diberikan oleh badan khusus dunia yang menangani
       mengenai IP address yaitu IANA.

       IP address Lokal

       Adalah IP address yang dapat diakses hanya di jaringan komputer, di area
       lokal, dalam arti jaringan private, misal jaringan warnet, jaringan kantor dan
       IP address ini tidak dapat di akses langsung dari internet, hanya dapat di akses
       dari jaringan lokal

               IP Address private yang digunakan untuk komunikasi yang tidak
terhubung langsung dengan internet atau berada pada sebuah area local. Dengan
menggunakan Private Address ini, computer tidak dapat terhubung dengan internet.
Hanya dapat bertukar informasi dengan computer lainnya yang juga terhubung pada
jaringan yang sama (intranet). Private IP ini biasanya digunakan pada suatu
perkantoran. Nomor yang digunakan biasanya dimulai dengan 192.168.0.1 sampai
seterusnya sebanyak computer yang ada. Adapun Range jaringan lokal adalah sebagai
berikut:



                                                                                    16
               0.0.0.0 - 10.255.255.255
               172.16.0.0 - 172.31.255.255
               192.168.0.0 - 192.168.255.255



3.7      Mengkonfirgurasi TCP/IP

         Implementasi TCP/IP pada Windows98 meliputi protokol standar TCP/IP,
         kompatible dengan TCP/IP berbasis jaringan. Protokol standar TCP/IP
         termasuk:

               Internet Protocol.
               Transmission Control Protocol (TCP).
               Internet Control Message Protocol (ICMP).
               Address Resolusion Protocol (ARP).
               User Datagram Protocol (UDP).

                   TCP/IP     harus     dikonfigurasikan     sebelum   dahulu     agar     bisa
“berkomunikasi” di dalam jaringan komputer. Setiap kartu jaringan komputer yang
telah diinstall memerlukan IP address dan subnet mask. IP address harus unik
(berbeda dengan komputer lain), subnet mask digunakan untuk membedakan network
ID dari host ID. Memberikan IP Address IP address dan subnet mask dapat diberikan
secara otomatis menggunakan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) atau
disi secara manual.



3.8      Pengalamatan IP
                   Pengalamatan jaringan (network address) tidak seperti physical
addresses yang melebur ke dalam hardware manapun. Pengalatan jaringan diberikan
oleh Administrator jaringan dan secara logika dikonfigurasikan kedalam device
jaringan.
Selain       pengalamatan     logik     untuk     subnet,    TCP/IP    memberikan        alamat
logik      ke     masing-masing       host    pada     jaringan.   Meskipun     pengalamatan
tersebut        menyulitkan     setup      jaringan,    pengalamatan    IP    secara      logik
mempunyai beberapa keuntungan, yaitu:


                                                                                            17
                   Pengalamatan     IP    secara   logik   bebas   menentukan   peng-
                    implementasian
                    physical layer. Pemrosesan layer teratas dapat menggunakan
                    pengalamatan
                    logika tanpa memperhatikan mereka sendiri dengan format alamat
                    dari
                    physical layer di bawahnya.
                   Device dapat mempertahankan alamat IP yang sama, sekalipun
                    physical
                    layernya diganti. Mengubah jaringan dari Token Ring ke Ethernet
                    tidak
                    akan mempengaruhi pengalamatan IP.




3.9     Class Alamat IP

Setiap alamat IP terdiri dari dua field, yaitu:

                       Field Net-Id, alamat jaringan logika dari subnet dimana
                komputer dihubungkan
                       Field Host-Id, alamat device logical yang secara khusus
                digunakan untuk mengenali masing-masing host pada subnet



Secara bersama-sama, net-id dan host-id menyediakan masing-masing host pada
internetwork dengan alamat IP khusus.




                                                                                   18
Pada saat protokol TCP/IP dibangun secara original, jaringan
komputer tersebut akan masuk ke salah satu dari ketiga kategori berikut
ini:

            Jumlah jaringan kecil tersebut mempunyai jumlah host yang besar
            Sejumlah jaringan dengan jumlah host sedang
            Jumlah jaringan besar akan mempunyai jumlah host yang kecil




3.10         Pengalamatan IP Khusus
                    Hal yang perlu Anda catat adalah jangan menambahkan angka pada
subnet atau host yang didukung oleh suatu alamat class tertentu. Hal
ini        dikarenakan   beberapa   alamat   disimpan   untuk   maksud     tertentu.   Jika
Anda melakukan setup jaringan TCP/IP, Anda akan memberikan alamat IP
dab harus tetap menjaga pembatasan berikut ini:

                    Jumlah IP Address secara teoritis adalah 255x255x255x255 atau
sebanyak 4.228.250.625 (4 miliar) lebih kepada semua pengguna jaringan internet
diseluruh dunia. Pembagian kelas IP address untuk mempermudah alokasi IP
Address.




                                                                                        19
               Ip Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network
(net ID) dan bagian host (host ID).

               Network ID menunjukkan ID alamat jaringan tempat host-host berada,
sedangkan host ID adalah bagian yang menunjukkan host itu berada. Sederhananya,
Network ID seperti nama jalan sedangkan Host ID adalah nomor rumah di jalan
tersebut.

               Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP Address merupakan network
bit/network number, sedangkan sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian
network dan host tidak tetap, bergantung kepada kelas

TABEL: Alamat Khusus


     Alamat khusus                    Net-ID     Host-ID    Asal atau Tujuan
     Alamat network                   Spesifik   0 semua    Tidak ada
     Alamat broadcast langsung        Spesifik   1 semua    Tujuan
     Alamat broadcast terbatas        1 semua    1 semua    Tujuan
     Host dalam network/jaringan      0 semua    0 semua    Asal
     Host spesifik dalam jaringan     0 semua    Spesifik   Tujuan
     Alamat loopback                  127        Sembarang Tujuan


Catatan:

Kaitan antara host address, network address, broadcast address & network mask
sangat erat sekali – semua dapat dihitung dengan mudah jika kita cukup paham
mengenai bilangan Biner. Jika kita ingin secara serius mengoperasikan sebuah
jaringan komputer menggunakan teknologi TCP/IP & Internet, adalah mutlak bagi
kita untuk menguasai konsep IP address tersebut. Konsep IP address sangat penting
artinya bagi routing jaringan Internet. Kemampuan untuk membagi jaringan dalam
subnet IP address penting artinya untuk memperoleh routing yang sangat effisien &
tidak membebani router-router yang ada di Internet. Mudah-mudahan tulisan awal
ini dapat membuka sedikit tentang teknologi / konsep yang ada di dalam Internet




                                                                                  20
3.10   Pembagian kelas IP Address

              Kelas IP Address dibagi menjadi lima kelas yaitu A, B, C, D dan E.
Perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya.

Network ID dan HOST ID




Range IP Address




Jumlah Network Id dan Host Id




Contoh: IP kelas A dipakai oleh sedikit jaringan namun jumlah host yang dapat
ditampung oleh tiap jaringan sangat besar. Kelas D dan E tidak digunakan secara
umum, kelas D digunakan bagi jaringan multicast dan kelas E untuk keprluan
eksperimental. Perangkat lunak Internet Protocol menentukan pembagian jenis kelas




                                                                              21
ini dengan menguji beberapa bit pertama dari IP Address. Penentuan kelas ini
dilakukan dengan cara berikut :




Kelas A :

   -   Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh
   -   Bit pertama : 0
   -   Panjang Network ID : 8 bit
   -   Panjang Host ID : 24 bit
   -   Byte pertama : 0 – 127
   -   Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan)
   -   Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx
   -   Jumlah IP : 16.777.214 IP address pada tiap kelas A

IP address kelas ini diberikan kepada suatu jaringan yang berukuran sangat besar,
yang pada tiap jaringannya terdapat sekitar 16 juta host.




Kelas B :

   -   Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh
   -   2 bit pertama : 10


                                                                              22
   -   Panjang Network ID : 16 bit
   -   Panjang Host ID : 16 bit
   -   Byte pertama : 128 – 191
   -   Jumlah : 16.384 kelas B
   -   Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx
   -   Jumlah IP : 65.535 IP address pada tiap kelas B

IP address kelas ini diberikan kepada jaringan dengan ukuran sedang-besar.
Contohnya adalah jaringan kampus ITB yang mendapat alokasi IP address kelas B
(terima kasih kepada Onno W. Purbo), dengan network id 167.205.




Kelas C :

   -   Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh
   -   3 bit pertama : 110
   -   Panjang Network ID : 24 bit
   -   Panjang Host ID : 8 bit
   -   Byte pertama : 192 – 223
   -   Jumlah : 2.097.152 kelas C
   -   Range IP : 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx
   -   Jumlah IP : 254 IP address pada tiap kelas C

IP kelas ini dialokasikan untuk jaringan berukuran kecil.




Kelas D




                                                                          23
               Digunakan sebagai alamat multicast yaitu sejumlah komputer memakai
bersama suatu aplikasi. Contohnya adalah aplikasi real-time video conference yang
melibatkan lebih dari dua host. Ciri IP kelas D adalah 4 bit pertamanya 1110 berkisar
antara 224-247 sedangkan bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group
ini. Dalam multicasting tidak dikenal istilah network ID dan host ID.

Kelas E

               Digunakan untuk keperluan ekperimental dan tidak diperuntukkan
untuk keperluan umum. 4 bit pertama IP address kelas ini diset 1111 sehingga byte
pertamanya berkisar antara 248-255.

Secara keseluruhan penentuan kelas dapat dilihat di Gambar berikut.




3.11   Aturan dasar pemilihan Network ID dan Host ID :

   -   Network ID tidak boleh bernilai 127. Karena Network ID 127 digunakan
       sebagai alamat loopback yaitu alamat yang digunakan komputer untuk
       menunjuk dirinya sendiri.
   -   Network ID dan Host ID tidak boleh seluruhnya bernilai 255 (seluruh bit diset
       1). Nework ID atau Host ID yang seluruhnya bernilai 255 adalah alamat
       broadcast jaringan tersebut. Apabila dikirimkan pesan kepada alamt broadcast
       maka seluruh host pada jaringan tersebut akan menerima pesan itu.




                                                                                  24
   -   Network ID dan Host ID tidak boleh seluruhnya bernilai 0 (seluruh bit diset
       0). Alamat IP dengan host id semuanya bernilai 0 diartikan sebagai alamat
       network yang menunjuk ke jaringan, bukan ke host.
   -   Host ID harus unik dalam satu network.
   -   alamat network, digunakan dalam routing untuk menunjukkan pengiriman
       paket remote network, contohnya 10.0.0.0, 172.16.0.0 dan 192.168.10.0
   -   Pada setiap kelas angka pertama dengan angka terakhir tidak dianjurkan untuk
       digunakan karena sebagai valid host id, misalnya kelas A 0 dan 127, kelas B
       128 dan 192, kelas C 191 dan 224. ini biasanya digunakan untuk loopback
       addresss.




3.12   Subnet Mask
              Subnet Mask adalah pola bit yang mendefinisikan porsi alamat IP yang
mewakili alamat subnet. Karena organisasi octet dari setiap class alamat IP sudah
didefinisikan semua, maka maksud pertama dari subnet mask tidak jelas, tetapi
mempunyai alasan yang bagus mengenai keberadaanya.

              Netmask.     adalah   address   yang   digunakan   untuk   melakukan
masking/filter pada proses pembentukan routing supaya kita cukup memperhatikan
beberapa bit saja dari total 32 bit IP Address. Artinya dengan menggunakan netmask
tidak perlu kita memperhatikan seluruh (32 bit) IP address untuk menentukan routing,
akan tetapi cukup beberapa buah saja dari IP address yg kita perlu perhatikan untuk
menentukan kemana packet tersebut dikirim.




3.13   Pengertian server

              Kata ‘server’ seringkali diucapkan oleh pengguna komputer, terutama
ketika sedang membicarakan ‘jaringan komputer’ atau ‘internet’. Dalam bahasa
Inggris, kata server berasal dari kata serve yang artinya melayani, meladeni,


                                                                                 25
menghidangkan, menyajikan. Sehingga dalam pembicaraan ‘jaringan komputer’ atau
‘internet’, server adalah sebuah komputer (atau sebuah sistem komputer) yang
tugasnya melayani komputer-komputer lainnya. Tentu saja, komputer-komputer yang
dilayani adalah komputer-komputer yang terhubung dengan server tersebut. Dengan
demikian, komputer server dapat berfungsi sebagai:

          Situs intenet atau ilmu pengetahuan
          Penyimpan data atau file, dan membuat data atau file tersebut dapat
           diambil kembali saat dibutuhkan.
          Mengkoneksikan komputer client ke Internet

              Banyak sekali kaum komputeris yang mencoba mendefinisikan arti
kata/istilah server dalam hubungannya dengan komputer. Berikut ini disajikan
beberapa definisinya:

          Server adalah sebuah komputer di Internet atau di jaringan lainnya yang
           menyimpan file dan membuat file tersebut tersedia untuk diambil jika
           dibutuhkan.
          Server adalah sebuah aplikasi jaringan komputer yang digunakan untuk
           melayani banyak pengguna dalam satu jaringan.
          Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan
           tertentu dalam sebuah jaringan komputer.

              Komputer server biasanya memiliki RAM yang besar dan dalam
operasionalnya menggunakan sistem operasi khusus, yang disebut sistem operasi
jaringan atau network operating system. Server juga menjalankan software
administratif yang berguna untuk mengontrol akses ke jaringan, dan mengelola
perangkat (sumber daya) yang terdapat di dalamnya, misalnya printer, serta
memberikan akses kepada workstation yang menjadi anggota jaringan (workstation
yang tersambung ke jaringan).

              Kata atau istilah workstation berasal dari bahasa Inggris yang
terjemahan bebasnya bermakna stasiun kerja. Dalam bahasan jaringan komputer,
istilah workstation biasanya dipakai untuk menyebut komputer (yang dipakai oleh
pengguna) yang terhubung ke suatu jaringan. Dalam pengertian yang lain, workstation


                                                                                26
diartikan sebagai single user komputer yang berdaya penuh yang penggunaannya
biasanya ditujukan untuk aplikasi high end graphics dan aplikasi desain tambahan.
Disebut juga dengan nama graphics workstation.



3.14   Pengertian istilah client-server
                       Client-server adalah suatu bentuk arsitektur, dimana client
adalah perangkat yang menerima yang akan menampilkan dan menjalankan aplikasi
(software komputer) dan server adalah perangkat yang menyediakan dan bertindak
sebagai pengelola aplikasi, data, dan keamanannya. Server biasanya terhubung
dengan client melalui kabel UTP dan sebuah kartu jaringan (network card). Kartu
jaringan ini biasanya berupa kartu PCI atau ISA
                Dalam teknologi informasi, client-server merujuk kepada cara
mendistribusikan aplikasi ke pihak client dan pihak server. Dalam model client-
server, sebuah aplikasi dibagi menjadi dua bagian yang terpisah (tetapi masih dalam
sebuah kesatuan) yakni komponen client dan komponen server.
                Komponen client dijalankan pada sebuah workstation. Pemakai
workstation memasukkan data dengan menggunakan teknologi pemrosesan tertentu,
kemudian mengirimkannya ke komponen server, umumnya berupa permintaan
layanan tertentu yang dimiliki oleh server. Komponen server akan menerima
permintaan layanan tersebut dan langsung memprosesnya serta mengembalikan hasil
pemrosesan kepada client. Client pun menerima informasi hasil pemrosesan data tadi
dan menampilkannya kepada pemakai dengan menggunakan aplikasi yang digunakan
oleh pemakai.
                Sebuah contoh dari aplikasi client-server sederhana adalah aplikasi
web yang didesain dengan menggunakan Active Server Pages (ASP). Skrip ASP akan
dijalankan di dalam web server (Apache atau Internet Information Services),
sementara skrip yang berjalan di pihak client akan dijalankan oleh web browser pada
komputer client (workstation). Client-server merupakan penyelesaian masalah pada
software yang menggunakan database sehingga setiap komputer tidak perlu diinstall
database. Dengan metode client-server database dapat diinstal pada komputer server
dan aplikasinya diinstal pada client.
                Komponen client juga sering disebut sebagai front-end, sementara
komponen server disebut sebagai back-end.


                                                                                27
3.15   Cluster Control Unit
               Cluster Control Unit membangun hubungan antara terminal yang
dikendalikannya dengan perlatan-peralatan dan jaringan. Alat ini memungkinkan
beberapa terminal berbagi satu printer atau mengakses beberapa komputer melalui
jaringan yang bebeda. Cluster Control Unit dapat pula mengerjakan pemeriksaan
kesalahan dan pengubahan kode.


3.16   Multiplexer
               Saat beberapa terminal harus berbagi satu saluran pada saat yang sama,
multiplexer dapat ditambahkan pada tiap ujung. Multiplexer adalah suatu alat yang
memungkinkan pengiriman dan penerimaan bebrpa pesan secara serentak.
Penambahan multiplexer berdampak seperti mengubah jalan satu jalur menjadi jalur
bebas hambatan dengan beberapa jalur.
               Pengaturan nomor port dan protokol yang mengirim data pada modul
sofware yang benar didalam host.


3.17   Front-end Processor
               Front-end Processor menangani lalulintas Jaringan komputer yang
masuk dan keluar dari host komputer. Kedua komputer tersebut dapat merupakan
jenis apapun, tetapi configurasi yang umum terdiri dari sejenis komputer mini khusus
yang berfungsi sebagai front-end processor dan sebuah mainframe yang menjadi host.
               Front-end Processor berfungsi sebagai unit input dari host dengan
mengumpuklkan pesan-pesan yang masuk dan menyiapkan data bagi host. Front-end
Processor juga berfungsi sebagai unit output dari host dengan menerima pesan-pesan
untuk transmisi ke terminal.
               Walau kecepatan transmisi antara saluran dan front end Processor
relatif lambat ( dalam banyak kasus bit-bit ditransmisikan secara serial ) kecepatan
tarnsmisi front-end processor dengan host dapat berlangsung secara cepat ( beberapa
bit ditransmisikan secara paralel).
               Sebagian front-end processor melakukan message switching dengan
mengatur rute (routing) pesan dari suatu terminal ke yang lain tanpa melibatkan host.
Jika karena suatu hal terminal penerima tidak dapat menerima pesan (mungkin
sedangan digunakan atau rusak) front-end processor dapat menyimpan pesan tersebut


                                                                                  28
dalam penyimpanan sekunder dan mengirimkannya nanti. Kemampuan ini disebut
simpan dan teruskan (store and forward).


3.18   Host
              Host mengerjakan pemrosesan data untuk jaringan . Pesan-pesan yang
masuk ditangani dengan cara yang sama dengan data yang di terima dari unit unit
jenis apapun. Setelah pemrosesan pesan dapat ditransmisikan kembali ke front-end
processor untuk routing.


3.19   Brouter
              Adalah yang menggabungkan teknologi bridge dan router. Bahkan
secara tidak tepat seringkali disebut sebagai router multiprotokol. Walau pada
kenyataannya ia lebih rumit dari pada apa yang disebut router multiprotokol yang
sebenarnya.


3.20   Getway
              Gateway dilengkapi dengan lapisan 6 atau 7 yang mendukung susunan
protokol OSI. Ia adalah metode penyambungan jaringan ke jaringan dan jaringan ke
host yang paling canggih. Gateway dapat digunakan untuk menghubungkan jaringan
yang mempunyai arsitektur berbeda misalnya PC berdasarkan Novell dengan jaringan
SNA atau Ethernet




                                                                             29
                                      BAB IV

                                   IMPLEMENTASI



Berikut ini adalah data – data yang telah kita survey di warnet Artha Net yang
beralamatkan di Jl. Tlogo Timun Raya No.10 a.
Data – data yang telah kami dapatkan dari survey adalah sebagai berikut :
1.   Modem (ASDL)
2.   Server (Linux)
3.   Switch
4.   Kabel utp
5.   RJ 45
6.   IP Private
7.   Topologi star


Berikut ini adalah Spesifikasi dari Warnet Artha Net :

PC Server :

        Hardware :
    MotherBoard : Kecepatan setara 3.00 Ghz untuk dual Core
    Ram : 2 Ghz
    Harddisk : 250 GB
    NIC / LAN Card : 10/100 Mbps
    Drive : DVD / CD Writer
    Spesifikasi lain : Optional

        Software :

    Windows XP SP2
    Bandwith Controller / Manager
    Billing System, dll
    Anti Virus
    Firewall
    Anti Spyware, Malware, Adware


                                                                            30
PC Client
         Hardware :
     MotherBoard : Kecepatan setara 2.50 Ghz
     Ram : 1 GB
     Harddisk : 40 GB
     VGA Card : Optional untuk Game

         Software :

     Windows XP2
     AVG
     CroosFire Indonesia (Game)
     Point Blank (Game)
     Open Office
     Mozila
     Skype
     7Zip
     VLC Media
     MiRc
     PDF Reader
     Yahoo M
     Quick Time
     Safari
     Google Chrome




4.1      NIC (Network Interface Card)
                                    Jaringan atau Lan card dipasang pada setiap
                      komputer yang akan dihubungkan ke suatu jaringan computer.
                      Banyak jenis dan merk kartu jaringan yang tersedia di pasar,
                      namun beberapa hal pokok yang perlu diketahui dari kartu
                      jaringan yaitu type kartu ISA atau PCI dengan kecepatan 10 atau
10/100 Mbps, harus disesuaikan dengan tipe Ethernet HUB atau switching yang akan



                                                                                  31
digunakan, jenis protocol dan jenis kabel yang didukungnya disamping itu juga
mengesampingkan kwalitas produk. Komputer jenis terbaru tidak dilengkapi dengan
slot ISA bahkan Network Interface umumnya merupakan Onboard system artinya
sudah tersedia pada mainboard sehingga tidak perlu lagi dipasang Lan Card
              Modem, yang merupakan singkatan dari modulator / demodulator,
diciptakan di tahun 1950 untuk keperluan militer. Diproduksi oleh perusahaan
komputer sekarang populer, IBM, modem digunakan sebagai bagian dari sistem
pertahanan udara; tujuan mereka adalah untuk menghubungkan berbagai pangkalan
udara dan pusat-pusat kontrol. Modem adalah alat yang campuran (mengatur) dan
terpisah   (demodulasi)   sinyal,   yang   memungkinkan      satu   komputer   untuk
menghubungkan ke lain. Mereka mentransfer data melalui saluran telepon dengan
menggunakan gelombang analog dan modem lalu mengubah gelombang bolak-balik.
Modem pertama dirancang untuk menahan penerima telepon dalam buaian dan
memiliki hubungan kabel yang pergi dari buaian ke komputer. Saat ini, sebagian besar
modem baik internal maupun eksternal perangkat keras.
              Sebelum modem komputer, ada com-port. Bila kartu modem internal
ditempatkan dalam komputer, berperilaku sebagai COM2 atau port COM3. Mungkin
juga tikus serial menghubungkan ke salah satu port (Gilbert, 1996). Asynchronous
komunikasi yang digunakan dalam PC COM port. Setiap byte data adalah sebuah unit
terpisah dan komputer yang mengirimkan data dapat jeda antara dua byte pesan.
Namun, penerima pesan mungkin harus menangkap data secepat tiba. Hal ini
dilakukan oleh "selaras sebuah" membutuhkan data satu bit bernilai tambahan waktu
untuk mengumumkan awal byte baru dan sedikit sekali nilai tambahan waktu di akhir.
Ini adalah apa yang dikenal sebagai awal "" dan "berhenti" bit. Ini berarti bahwa
modem 2400 baud bisa transfer hanya 240 byte data per detik. Setiap byte akan
membutuhkan waktu minimal 10-bit. Ini pernah disebut "start-stop" komunikasi,
tetapi asinkron (sync, singkatnya) adalah nama (Gilbert, 1995).
              Modem tidak dimulai dan menghentikan bit. Mereka benar-benar
menempatkan sebagai bagian dari kompresi data umum. Awal dan stop bit terus
dihasilkan pada kawat yang menghubungkan port COM untuk modem eksternal.
              Modulator merupakan bagian yang mengubah sinyal informasi
kedalam sinyal pembawa (carrier) dan siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator
adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari
sinyal pembawa yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan


                                                                                 32
baik. Modem merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem adalah alat
komunikasi dua arah. Setiap perangkat komunikasi jarak jauh dua-arah umumnya
menggunakan bagian yang disebut "modem", seperti VSAT, Microwave Radio, dan
lain sebagainya, namun umumnya istilah modem lebih dikenal sebagai Perangkat
keras yang sering digunakan untuk komunikasi pada komputer.
               Data dari komputer yang berbentuk sinyal digital diberikan kepada
modem untuk diubah menjadi sinyal analog. Sinyal analog tersebut dapat dikirimkan
melalui beberapa media telekomunikasi seperti telepon dan radio.
               Setibanya di modem tujuan, sinyal analog tersebut diubah menjadi
sinyal digital kembali dan dikirimkan kepada komputer. Terdapat dua jenis modem
secara     fisiknya,   yaitu    modem      eksternal    dan        modem   internal.




4.2      Modem ADSL
               Modem ADSL atau modem DSL adalah perangkat yang digunakan
untuk menghubungkan komputer atau router ke saluran telepon, untuk menggunakan
layanan ADSL. Seperti jenis modem lainnya, modem ADSL merupakan transceiver.
Disebut juga dengan DSL Transceiver atau ATU-R. Singkata NTBBA (Network
Termination Broad Band Adapter, Network Termination Broad Band Acces) juga
sering ditemui di beberapa negara.
               Beberapa modem ADSL juga mengelola dan membagi sambungan dari
layanan ADSL dengan beberapa komputer. Dalam hal ini, modem ADSL berfungsi
sebagai DSL router atau residential gateway. Blok di dalam DSL router ada yang
bertugas dalam proses framing, sementara blok lainnya melakukan Asynchronous
Transfer Mode Segmentation and Reassembly, IEEE 802.1D bridging dan atau IP
routing. Antarmuka yang umum ditemui pada ADSL modem adalah Ethernet dan



                                                                                 33
USB. Meskipun modem ADSL bekerja dalam modus bridge dan tidak membutuhkan
IP address publik, modem ADSL tetap disertai IP address untuk fungsi managemen
seperti alamat IP 192.168.1.1.
               Perbandingan dengan voiceband modem Sebuah modem ADSL
memodulasi nada-nada frekuensi tinggi untuk proses transmisi ke sebuah DSLAM
(Digital Subscriber Line Access Multiplexer) dan menerima serta mendemodulasinya
dari DSLAM, dalam melayani sambungan komputer. Cara kerja ini mirip dengan
modem Voiceband konvensional namun dengan sedikit perbedaan.


4.3    Pengertian Switch :




               Switch    adalah   Sebuah     alat   yang    menyaring/filter   dan
melewatkan(mengijinkan lewat) paket yang ada di sebuah LAN. switcher bekerja
pada layer data link (layer 2) dan terkadang di Network Layer (layer 3) berdasarkan
referensi OSI Layer Model. sehingga dapat bekerja untuk paket protokol apapun.
LAN yang menggunakan Switch untuk berkomunikasi di jaringan maka disebut
dengan Switched LAN atau dalam fisik ethernet jaringan disebut dengan Switched
Ethernet LANs.



4.4    KABEL UTP (Unshielded Twisted Pair)

       4.4     Pengertian Kabel UTP dan RJ 45
               Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) adalah suatu kabel yang
digunakan sebagai media penghubung antar computer dan peralatan jaringan (hub
atau switch). Kabel UTP merupakan salah satu kabel yang paling popular saat yang di
gunakan untuk membuat jaringan computer. Dibandingkan dengan kabel lain kabel
UTP merupakan kabel yang sering di pakai untuk membuat jaringan computer.. Kabel



                                                                                34
ini berisi empat pasang (pair) kabel yang tiap pair-nya dipilin (twisted) atau disusun
spiral atau saling berlilitan Keempat pasang kabel (delapan kabel) yang menjadi isi
kabel berupa kabel tembaga tunggal yang berisolator . Kabel ini tidak dilengkapi
dengan      pelindung   (unshilded)   sehingga   kurangtahan   terhadap   interferensi
elektromagnetik. Yang dimaksud dengan kabel UTP adalah hanya kabelnya,
sedangkan untuk menhubungkan dengan computer di butuhkan suatu connector.
Connectors (8P8C) yang biasa disebut RJ-45 (RJ=register jack) merupakan pasangan
dari kabel UTP.
                Kabel UTP memiliki karakteristik yaitu: Connector yg dipakai pada
ujung kabel (semua jenis/category) UTP adalah RJ45 terdiri dari 4 pasang (pair) kabel
yang dipilin (twisted). 1 pasang untuk Tx (mengirim informasi) yaitu pada pin nomor
1 (TX+) dan 2 (TX-). 1 pasang untuk Rx (menerima informasi) yaitu pada pin nomor
3 (RX+) dan 6 (RX-). 2 pasang tidak terpakai (Not Connected), yg dpt digunakan
untuk mengirim daya listrik (power over Ethernet) untuk mencatu perangkat yg ada di
ujung kabel UTP kabel straight: jika ujung A terkoneksi langsung dengan ujung B
(TXA-TXB, RXA-RXB). kabel cross: jika ujung A terkoneksi silang dengan ujung B
(TXA-RXB, RXA-TXB). Kabel straight digunakan untuk menghubungkan komputer
dengan hub (switch) kabel cross digunakan untuk menghubungkan hub (switch)
dengan hub (switch) lainnya. Maksimum panjang kabel UTP yg dpt dipakai untuk
menyalurkan informasi adalah 50 meter.Kategori Kabel UTP Kabel UTP mempunyai
beberapa kategori. Dalam setiap kategori tersebut memiliki kegunaan dan fungsi yang
berbeda.walaupun kita tidak akan memakai semua ketogori dari kabel UTP akan
tetapi kita perlu tahu kegunaan dan fungsi dari masing – masing kategori tersebut.
Kategori 1 merupakan kabel UTP dengan kualitas transmisi terendah, yang didesain
untuk Mendukung koneksi atau komunikasi suara analog saja. Kabel Cat1 digunakan
sebelum tahun 1983 untuk menghubungkan telefon analog Plain Old Telephone
Service (POTS) dan ISDN. Karakteristik kelistrikan dari kabel Cat1 membuatnya
kurang sesuai untuk digunakan sebagai kabel untuk mentransmisikan data digital di
dalam jaringan komputer, dan karena itulah tidak pernah digunakan untuk tujuan
tersebut.
Kategori 2 adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan
dengan kabel UTP Category 1 (Cat1), yang didesain untuk mendukung komunikasi
data dan suara digital. Kabel ini dapat mentransmisikan data hingga 4 megabit per
detik (4Mbps). Seringnya, kabel ini digunakan untuk menghubungkan node-node


                                                                                   35
dalam jaringan dengan teknologi Token Ring network dan protocol localtalk (Apple)
dari IBM. Karakteristik kelistrikan dari kabel Cat2 kurang cocok jika digunakan
sebagai kabel jaringan masa kini. Kategori 3 adalah kabel UTP dengan kualitas
transmisi yang didesain untuk data network dengan frequensi hingga 16Mhz dan lebih
populer untuk protocol ethernet dengan kecepatan data hingga 10 Mbps. Kabel UTP
Cat3 menggunakan kawat-kawat tembaga 24-gauge dalam konfigurasi 4 pasang
kawat yang dipilin (twisted-pair) yang dilindungi oleh insulasi. Cat3 merupakan kabel
yang memiliki kemampuan terendah (jika dilihat dari perkembangan teknologi
Ethernet), karena memang hanya mendukung jaringan 10BaseTsaja. Seringnya, kabel
jenis ini digunakan oleh jaringan IBM Token Ring yang berkecepatan 4 megabit per
detik, sebagai pengganti Cat2. Kategori 4 adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi
yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 3 (Cat3), yang didesain
untuk mendukung komunikasi data dan suara hingga kecepatan 16 megabit per detik,
sehingga dapat digunakan untuk protocol 16 Mbps token ring (IBM) dengan
kecepatan    data     hingga      20   Mbps.    Kabel      ini   menggunakan       kawat
tembaga 22-gauge atau 24-gauge dalam konfigurasi empat pasang kawat yang dipilin
(twisted pair) yang dilindungi oleh insulasi. Kabel ini dapat mendukung jaringan
Ethernet 10BaseT, tapi seringnya digunakan pada jaringan IBM Token Ring 16
megabit per detik. Kategori 5 adalah kabel dengan kualitas transmisi yang jauh lebih
baik dibandingkan dengan kabel UTP kategory 4, yang didesain untuk mendukung
komunikasi data serta suara pada kecepatan hingga 100 megabit per detik(100Mbps).
Kabel ini menggunakan kawat tembaga dalam konfigurasi empat pasang kawat yang
dipilin (twisted pair) dan dilindungi oleh insulasi. Kabel ini telah distandardisasi oleh
Electronic Industries Alliance (EIA) dan Telecommunication Industry Association
(TIA).   Kabel     Cat5   dapat   mendukung     jaringan   Ethernet   (10BaseT),    Fast
Ethernet(100BaseT), hingga Gigabit Etheret (1000BaseT).
                 Kabel ini adalah kabel paling populer, mengingat kabel serat optik
yang lebih baik harganya hampir dua kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan
kabel Cat5. Karena memiliki karakteristik kelistrikan yang lebih baik, kabel Cat5
adalah kabel yang disarankan untuk semua instalasi jaringan. Karakteristik Nilai pada
frekuensi 10 MHz Nilai pada frekuensi 100 MHz Attenuation 20dB/1000
                 Kaki 22dB/1000ka. Near-end Cross- Talk 47 dB/1000 kaki 32.3
dB/1000 kaki Resistansi 28.6 Ohm/1000 kaki 28.6 Ohm/1000 kaki Impendansi 100
Ohm (±15%) 100 Ohm (±15%) Kapasitansi18 picoFarad/kaki 18 picoFarad/kak


                                                                                      36
Structural return Loss 16 Db 16 dB Delay skew 45 nanodetik/100 meter 45
nanodetik/100 meterKategori 5e Frequensi dan kecepatan sama dengan cat-5 tetapi
lebih support gigabyte ethernet network.
                 Kabel kategori 5e disebut juga Enhanced Category 5, karena kabel ini
merupakan versi perbaikan dari kabel UTP Cat5, yang menawarkan kemampuan yang
lebih baik dibandingkan dengan Cat5 biasa. Kabel ini mampu mendukung frekuensi
hingga 250 MHz, yang direkomendasikan untuk penggunaan dalam jaringan Gigabit
Ethernet, meskipun menggunaan kabel UTP Category 6 lebih disarankan untuk
mencapai kinerja tertinggi. Pengabelan UTP Category 5:
                 Pengabelan UTP Category 5 Straight Pengabelan UTP Category 5
Crossover Dalam menghubungkan jaringan Ethernet dengan menggunakan kabel UTP
Category 5, terdapat dua strategi pengabelan, yakni CrossOver cable dan Straight-
through cable.


PerbedaanCross Over kabel dan Straight-trough cable.
                 Kabel Crossover digunakan untuk menghubungkan dua perangkat
yang sama NIC dengan NIC, router dengan router dan hub dengan hub.
                 Kabel CrissOver T568A vs T568A atau T568B vs T568B (lebih sering
dipakai), kedua ujung susunannya: putihhijau-hijau-putihoranye-biru-putihbiru-
oranye-putihcoklat-coklat.
                 Kabel Straight-through digunakan untuk menghubungkan NIC dengan
hub atau NIC dengan switch, pc dengan router/hub/switch, dan hub dengan router.
Menggunakan T568A vs T568B. Satu ujung susunannya: putihoranye-oranye-putih -
hijau-biru - putihbiru-hijau-putihcoklat-coklat dan ujung lainnya susunannya:
putihhijau-hijau-putihoranye- biru-putihbiru-oranye-putihcoklat-coklat.
                 Kategori 6 Memiliki kecepatan up to 250Mbps atau lebih dari dua kali
cat-5 dan cat-5e. Gambar kabel kategori 6. Kategori 6a Kabel masa depan untuk
kecepatan up to 10Gbps. Kategori 7 Di desain untuk bekerja pada frequensi up to
600Mhz Berdasarkan kapasitas kabel UTP dapat di bedakan menjadi 3 category (cat) :
                 UTP cat 3 untuk sistem 10Base-T (Standard Ethernet) dgn speed
10Mbps.UTP cat 5 untuk sistem 100Base-T (Fast Ethernet) dgn speed 100Mbps.
UTP cat 5 Enhanced untuk sistem 1000Base-T (Gigabit Ethernet) dgn speed 1Gbps.




                                                                                  37
               Instalasi Kabel UTP Dari 8 kabel (4 pair) UTP kabel, yang terpakai
sebetulnya hanya 4 kabel (dua pair).
               Dua kabel untuk TX atau transfer data dan dua kabel untuk RX atau
menerima data.


Pemasangan / Merangkai Kabel ( Cremping )
              Siapkan semua peralatan terutama kabel, konektor RJ-45 dan Crimping
               tool.
              Kupas bagian luar kabel (pembungkus kabel-kabel kecil) kira-kira
               sepanjang 1 cm dengan menggunakan pengupas kabel yang biasanya
               ada pada crimp tool (bagian seperti dua buah silet saling berhadapan
               itu untuk mengupas).
              Susun kabel sesuai dengan keperluan. Untuk konektor pertama selalu
               susun dengan susunan standar untuk Stright atau T568A. Apabila anda
               merasa kurang nyaman dengan susunan kabel coba tarik sedikit semua
               kabel yang telah dikupas sementara tangan yang satu lagi memegang
               bagian kabel yang tidak terkupas. Kemudian susun kembali dengan
               cara memelintir dan membuka lilitan pasangan kabel.
              Rapihkan susunan kabel dengan cara menekan bagian yang dekat
               dengan pembungkus kabel supaya susunan kabel terlihat rata.
              Potong ujung-ujung kabel yang tidak rata dengan pemotong kabel
               (bagian yang hanya memiliki satu buah pisau dan satu bagian lagi datar
               pada crimp tool adalah pemotong kabel) sampai rapih. Usahakan jarak
               antara pembungkus kabel sampai ujung kabel tidak lebih dari 1cm.
              Dengan tetap menekan perbatasan antara kabel yang terbungkus dan
               kabel yang tidak terbungkus, coba masukan kabel ke konektor RJ-45
               sampai ujung-ujungkabel terlihat dibagian depan konektor RJ-45.
               Kalau masih belum coba terus ditekan sambil dipastikan posisi kabel
               tidak berubah.
              Setelah anda yakin posisi kabel tidak berubah dan kabel sudah masuk
               dengan baik ke konektor RJ-45 selanjutnya masukan konektor RJ-45
               tersebut ke crimpt tool untuk di pres. Ketika konektor dalam kondisi
               didalam crimp tool anda bisa memastikan kembali kabel sudah
               sepenuhnya menyentuh bagian dapet RJ-45 dengan cara mendorong


                                                                                  38
    kabel kedalam RJ-45. Pastikan juga bahwa bagian pembungkus kabel
    sebagian masuk kedalam konektor RJ-45.
   Kemudian anda bisa menekan crimp tool sekuat tenaga supaya semua
    pin RJ-45 masuk dan menembus pelindung kabel UTP yang kecil.
    Apabila anda kurang kuat menekan kemungkinan kabel UTP tidak
    tersobek oleh pin RJ-45 sehingga kabel tersebut tidak konek. Dan
    apabila pembungkus bagian luar tidak masuk kedalam konektor RJ-45,
    apabila kabel tersebut sering digerak-gerakan, kemungkinan besar
    posisi kabel akan bergesar dan bahkan copot.
   Lakukan langkah-langkah diatas untuk ujung kabel yang satu nya lagi.
   Apabila anda yakin sudah memasang kabel UTP ke RJ-45 dengan kuat
    selanjutnya adalah test dengan menggunakan LAN tester apabila ada.
    Apabila anda tidak memiliki LAN tester jangan takut anda cukup
    melihat kembali kabel yang sudah terpasang, memastikan bahwa anda
    sudah cukup kuat memasang nya dan semua ujung kabel terlihat dari
    bagian depan RJ-45 maka hampir bisa dipastikan pemasangan kabel
    UTP tersebut sukses.




                                                                      39
Gambar UTP CAT 5




                   40
41
                    BAB V
                   LAMPIRAN
Foto dokumentasi




                              42
                                      BAB VI
                              DAFTAR PUSTAKA



http://gpinkom.wordpress.com/2008/08/14/pengertian-umum-istilah-server-dan-
workstation/
( Tanggal 19 Desember 2010 )
http://frank-poe2t.blogspot.com/2008/01/pengertian-ip-address-dan-teknik.html
( Tanggal 19 Desember 2010 )
http://away-thea.forumr.biz/t313-definisi-protocol-tcp-ip
( Tanggal 19 Desember 2010 )
http://ucaimut.wordpress.com/2009/11/18/ip-address/#more-13
( Tanggal 21 Desember 2010 )
http://ucaimut.wordpress.com/2009/11/18/ip-address/#more-13
( Tanggal 21 Desember 2010 )
http://ucaimut.wordpress.com/2009/11/18/ip-address/#more-13
( Tanggal 21 Desember 2010 )
http://ucaimut.wordpress.com/2009/11/18/ip-address/#more-13
( Tanggal 28 Desember 2010 )
http://ucaimut.wordpress.com/2009/11/18/ip-address/#more-13
( Tanggal 28 Desember 2010 )
http://ucaimut.wordpress.com/2009/11/18/ip-address/#more-13
( Tanggal 28 Desember 2010 )
http://teknik-informatika.com/class-ip/
( Tanggal 29 Desember 2010 )
http://otakkacau.co.cc/2008/09/25/jaringan-ii-lanjutan/
( Tanggal 3 Januari 2011 )
http://konfigurasi.yolasite.com/kabel-utp.php
( Tangga 3 Januari 2011 )
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4853999
( Tanggal 5 Januari 2011 )
http://www.lintasberita.com/go/1330394
( Tanggal 5 Januari 2011 )



                                                                                43

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1720
posted:1/18/2011
language:Indonesian
pages:43