Docstoc

Makalah Analisis Sistem Informasi Manajemen Coca Cola Botling

Document Sample
Makalah Analisis Sistem Informasi Manajemen Coca Cola Botling Powered By Docstoc
					                                        BAB 1

                                 PENDAHULUAN

1.1 Profil Perusahaan

         Di Indonesia, minuman ringan mudah sekali diperoleh di berbagai tempat,
mulai dari warung sampai toko-toko kecil. Minuman ringan dikonsumsi oleh semua
lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaan. Survei
yang dilakukan oleh sebuah lembaga independen (LPEM Universitas Indonesia) dan
sebuah perusahaan riset pemasaran DEKA menunjukkan bahwa :

        Pada tahun 1999, 85% dari konsumen bulanan minuman ringan mempunyai
         pendapatan rumah tangga rata-rata di bawah Rp 1 juta (US$ 100) per bulan.
         46% diantara mereka berpenghasilan kurang dari Rp 500.000 (US$50).
        72% konsumen mingguan mempunyai penghasilan rata-rata kurang dari Rp 1
         juta perbulan lebih dari 40 % diantara mereka adalah pelajar karyawan paruh
         waktu dan para pensiunan.
        Diantara konsumen mingguan, minuman ringan dikonsumsi sama seringnya
         dengan minuman sirup dan makanan ringan, dan jauh lebih sering dikonsumsi
         dibandingkan dengan es krim.

         Dengan konsumsi minuman ringan yang sedemikian luasnya, produk
minuman ringan bukanlah barang mewah melainkan barang biasa. Industri minuman
ringan memiliki potensi yang amat besar untuk dikembangkan dengan jumlah
konsumsi per kapita yang masih rendah dan penduduk berusia muda yang sangat
besar.

         Saat ini, Indonesia mencatat tingkat konsumsi produk-produk Coca-Cola
terendah (hanya 13 porsi saji seukuran 236 ml per orang per tahun), dibandingkan
dengan Malaysia (33), Filipina (122) dan Singapura (141). Karena minuman ringan


                                                                                  1
merupakan barang yang permintaannya elastis terhadap harga, berbagai upaya
dilakukan agar harga produk-produk minuman ringan tetap terjangkau.

       Dibandingkan dengan Indonesia, konsumsi minuman ringan di negara
tetangga jauh lebih tinggi (Indonesia:13; Malaysia:33; Filipina:122). Untuk ilustrasi,
pada tahun 1977, konsumen bisa membeli 11 botol kecil minuman ringan
mengandung soda atau teh siap minum dengan upah minimum harian di Jakarta dan
13 botol pada tahun 2001. Namun, sebagai perbandingan terhadap produk permen
yang menaikkan harga, konsumen bisa membeli 205 permen dengan upah yang sama
pada tahun 1997 dan hanya 136 pada tahun 2001.

       Elastisitas harga minuman ringan terhadap permintaan adalah -1.19 yang
berarti bahwa saat terjadi kenaikan harga, volume penjualan akan berkurang dengan
prosentase yang lebih besar daripada prosentase kenaikan harga tersebut.

       Ditinjau dari segi penciptaan kesempatan kerja, industri minuman ringan
memiliki efek multiplier yang besar pada tenaga kerja. Dengan rasio sebesar 4,025,
industri minuman ringan menduduki pringkat ke - 14 dari 66 sektor industri lainya di
seluruh Indonesia. Ini berarti bahwa untuk setiap peluang pekerjaan yang tercipta,
atau hilang, di industri minuman ringan, empat kesempatan kerja akan tercipta, atau
hilang, di tingkat nasional.

       Delapan puluh persen penjualan minuman ringan dilakukan oleh pengecer dan
pedagang grosir dimana 90% diantaranya termasuk dalam kategori pengusaha kecil.
Bagi para pengusaha kecil tersebut, produk minuman ringan merupakan barang
dagangan terpenting mereka dengan kontribusi sebesar 35% dari total penjualan dan
nilai keuntungan sebesar 34%.

       Industri-industri penunjang lainnya yang terkena dampak kegiatan industri
minuman ringan meliputi gelas, tutup botol, transportasi dan media.



                                                                                    2
Bersama-sama Kami Hadirkan Saat-saat Penuh Kesegaran Setiap Hari.

        Coca-Cola Bottling Indonesia merupakan salah satu produsen dan distributor
minuman ringan terkemuka di Indonesia. Kami memproduksi dan mendistribusikan
produk-produk berlisensi dari The Coca-Cola Company.
        Perusahaan kami memproduksi dan mendistribusikan produk Coca-Cola ke
lebih dari 400.000 outlet melalui lebih dari 120 pusat penjualan.

        Coca-Cola Bottling Indonesia merupakan nama dagang yang terdiri dari
perusahaan-perusahaan patungan (joint venture) antara perusahaan-perusahaan lokal
yang dimiliki oleh pengusaha-pengusaha independen dan Coca-Cola Amatil Limited,
yang merupakan salah satu produsen dan distributor terbesar produk-produk Coca-
Cola di dunia.

        Coca-Cola Amatil pertama kali berinvestasi di Indonesia pada tahun 1992.
Mitra usaha Coca-Cola saat ini merupakan pengusaha Indonesia yang juga adalah
mitra usaha saat perusahaan ini memulai kegiatan usahanya di Indonesia.
Produksi pertama Coca-Cola di Indonesia dimulai pada tahun 1932 di satu pabrik
yang berlokasi di Jakarta. Produksi tahunan pada saat tersebut hanya sekitar 10.000
krat.

        Saat itu perusahaan baru memperkerjakan 25 karyawan dan mengoperasikan
tiga buah kendaraan truk distribusi. Sejak saat itu hingga tahun 1980-an, berdiri 11
perusahaan       independen   di   seluruh   Indonesia    guna      memproduksi   dan
mendistribusikan produk-produk The Coca-Cola Company. Pada awal tahun 1990-an,
beberapa diantara perusahaan-perusahaan tersebut mulai bergabung menjadi satu.

        Tepat pada tanggal 1 Januari 2000, sepuluh dari perusahaan-perusahaan
tersebut bergabung dalam perusahaan-perusahaan yang kini dikenal sebagai Coca-
Cola Bottling Indonesia.



                                                                                    3
       Saat ini, dengan jumlah karyawan sekitar 10.000 orang, jutaan krat produk
kami didistribusikan dan dijual melalui lebih dari 400.000 gerai eceran yang tersebar
di seluruh Indonesia.

Bersama-sama kami hadirkan saat-saat penuh kesegaran setiap hari.




1.2 Idenfikasi Masalah

       1. Bagaimana sistem informasi manajemen keseluruhan di coca cola bisa

       berjalan ?

       2. Apakah SIM coca cola berjalan dengan baik?

1.3 Tujuan

    1. Untuk mengetahui Sistem Informasi Manajemen keseluruhan yang ada di coca

    cola.

    2. Untuk mengetahui saling keterkaitan masing-masing bagian sistem informasi

    yang ada di coca cola.

    3. Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah sistem informasi manajemen.




                                                                                   4
                                     BAB II

                                KAJIAN PUSTAKA



2. 1 Sistem Informasi Manajemen

       Sistem informasi manajemen adalah suatu sistem berbasiskan komputer yang

menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa. Para

pemakai biasanya membentuk suatu entitas organisasi formal perusahaan atau subnit

di bawahnya. Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya

mengenai apa yang telah terjadi di masa lalu, apa yang sedang terjadi sekarang dan

apa yang mungkin terjadi di masa depan. Informasi tersebut tersedia dalam bentuk

laporan periodik, laporan khusus, dan output dari simulasi matematika. Output

informasi digunakan oleh manajer maupun non- manajer dalam perusahaan saat

mereka membuat keputusan untuk memecahkan masalah.



  2. 1. 1 Sistem

       Menurut McLeod Sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi

dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan.

       Dalam penjelasan tersebut maka point yang didapat pada pengertian system

adalah sebagai berikut:

a. Ada elemen (bagian/komponen/subsistem, ex. Alat, manusia, peraturan, etc.)

b. Ada interaksi (hubungan)

c. Teringrasi (satu hubungan)


                                                                                5
d. Ada Tujuan (goal/objective)

    2. 1. 2 Data dan Informasi

Secara umum data di klasifikasikan sebagai berikut:

 Sumber Informasi

 Bentuk Jamak

 Kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata

 Terdiri dari fakta-fakta dan angka-angka

 Dapat berupa; nama dan alamat mahasiswa, nilai-nilai ujian, dsb.

 Semua data adalah fakta

 Tidak semua data dapat menjadi informasi

        Klasifikasi data tersebut dapat disimpulkan bahwa data merupakan himpunan

symbol atau stimulant yang tidak/belum mempunyai arti atau nilai apapun secara

tersendiri.

Data                                         Informasi

Fakta yang disimpan                          Fakta yang diungkapkan

Ada tetapi tidak aktif                       Keberadaannya aktif

Berdasarkan teknologi                        Berdasarkan bisnis

Dikumpulkan dari berbagai sumber             Ditransformasikan dari data



2. 2 Sistem Informasi




                                                                               6
       Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang

dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah

organisasi.

Sistem informasi pada dasarnya merupakan bagian/komponen dari organisasi, oleh

karena itu komponen-komponen system dari organisasi, oleh karena itu komponen-

komponen system informasi juga merupakan komponen dari organisasi. Dalam suatu

organisasi system informasi merupakan suatu alat yang dapat memberikan informasi

yang       diperlukan kepada semua pihak yang berkepentingan. Demikian pula

sebaliknya, bila diperluas, dilihat dari sudut pandang/konsep organisasi, komponen

organisasi adalah juga komponen system informasi.



2. 3 Sistem Informasi Manajemen Keuangan

       Sistem Informasi Keuangan adalah sistem informasi yang memberikan

informasi kepada orang atau kelompok baik di dalam perusahaan maupun di luar

perusahaan mengenai masalah keuangan perusahaan. Informasi yang diberikan

disajikan dalam bentuk laporan khusus, laporan periodik, hasil dari simulasi

matematika,      saran   dari   sistem   pakar,     dan   komunikasi     elektronik.



1. Input

a) Sistem Informasi Akuntansi, Data akuntansi menyediakan catatan mengenai segala

sesuatu yang berhubungan dengan keuangan yang terjadi dalam perusahaan. Catatan

dibuat untuk setiap transaksi, menjelaskan apa yang terjadi, kapan terjadinya, siapa


                                                                                  7
yang terlibat dan berapa banyak uang yang terlibat. Data ini dapat dianalisis dalam

berbagai cara untuk memnuhi sebagian kebutuhan informasi manajemen.

b) Subsistem Audit Internal, terdapat 2 jenis Auditor yaitu:

1) Keuangan, menguji akurasi catatan perusahaan dan merupakan jenis kegiatan yang

dilakukan oleh auditor eksternal.

2) Operasional, dilakukan untuk memeriksa efektivitas prosedur. Dilakukan oleh

analis sistem selama tahap analis dari siklus hidup sistem.

3) Kesesuaian, merupakan lanjutan dari kegiatan audit oprasianal. Audit kesesuaian

akan berlanjut terus, sehingga prosedur di perusahaan akan terus berajalan dengan

baik.

4) Rancangan Sistem Pengendalian Internal, merupakan rencana untuk pelaksanaan

audit-audit agar berjalan lebih baik.

c) Subsistem Intelijen Keuangan, digunakan untuk mengidentifikasikan sunber –

sumber terbaik modal tambahan dan investasi terbaik. Informasi yang diperoleh

berasal dari dua pihak, yakni Pemegang saham dan masyarakat keuangan.

2. Output

a) Sistem Peramalan, merupakan salah satu kegiatan matematis tertua dalam bisnis.

Ada tiga fakta dasar dalam pemikiran peramalan :

(1) Semua peramalan merupakan proyeksi dari masa lalu

(2) Semua peramalan terdiri dari keputusan semistruktur

(3) Tidak ada teknik peramalan yang sempurna.




                                                                                 8
Terdapat dua jenis peramalan

(1) Peramalan Jangka Pendek, dilakukan oleh area fungsional.

(2) Peramalan Jangka Panjang, dilakukan oleh suatu area selain pemasaran (suatu

kelompok khusus yang hanya mempunyai tanggung jawab perencanaan).



Terdapat dua metode peramalan, antara lain :

1) Metode peramalan nonkuantitatif, tidak meliibatkan perhitungan data tetapi

didasarkan pada penaksiran subyektif

2) Metode Kuantitatif, melibatkan pembuatan suatu hubungan antara kegiatan yang

akan diramal.

b) Subsistem Manajemen Dana, bertugas untuk mengelola arus uang,menjaganya

agar tetap seimbang dan positif.

c) Subsistem Pengendalian, memudahkan manajer untuk menggunakan secara efektif

semua sumber daya yang tersedia.



2. 4 Sistem Informasi Manajemen Eksekutif

       Sistem informasi manajemen muncul dengan publikasi yang luas pada tahun 1960an.

SIM ada yang memandang sebagai sentral, namun pada prakteknya SIM merupakan

perkembangan atau perluasan dari sistem pelaporan untuk manajer tingkat bawah. Dalam

tahun 1970an Sistem penunjang keputusan (DSS) telah memberikan bantuan untuk tugas

pembuatan keputusan spesifik. DSS bisa digunakan oleh personel di organisasi secara



                                                                                    9
keseluruhan, tapi biasanya hanya digunakan oleh personel di organisasi secara keseluruhan,

tapi biasanya hanya digunakan oleh staff dan manajer menengah dan bawah.

          Karena beberapa alasan dukungan yang diberikan DSS kepada eksekutif

hanyalah sedikit, maka dalam pengembangannya muncullah Sistem Informasi

Eksekutif (EIS) atau Sistem Penunjang Eksekutif (ESS).

          EIS didefinisikan sebagai sistem terkomputerisasi yang memberi eksekutif

akses yang mudah ke informasi internal dan eksternal yang relevan dengan faktor

keberhasilan kebutuhannya.

Kebanyakan EIS menunjukkan:

1. Sesuaikan dengan pemakai eksekutif perorangan

2. Mengekstraksi, menyaring, meringkas dan menangkap data yang penting

3. Memberikan akses status online, analisa trend, pelaporan kekecualian dan drill

   down (yaitu memungkinkan pemakai untuk mengakses kerincian atau data yang

   mendukung yang berada di bawah data yang teringkas)

4. Mengakses dan memadukan jangkauan data internal dan eksternal yang bersifat

   luas

5. Bersifat user-friendly dang menggunakannya hanya dibutuhkan ketrampilan yang

   sedikit tanpa pelatihan

6. Digunakan secara langsung oleh eksekutif tanpa intermediary (perantara)

7. Menampilkan informasi grafik, tabuler dan/atau tekstual

Sedangkan Sistem Penunjang Eksekutif (ESS) biasanya mengacu pada sistem yang

memiliki set kemampuan yang lebih dari EIS. EIS mempunyai konotasi yang


                                                                                       10
memberikan informasi, sedangkan istilah ESS berkonotasi memberikan kemampuan

dukungan yang lain selain memberikn informasi.

Selain kemampuan yang ada pada EIS, dalam ESS mempunyai kemampuan

tambahan diantaranya:

1. Memberikan dukungan kepada komunikasi elektronik (mis:Email, computer

conferencing, dan word proccesing)

2. Mempunyai kemampuan analisa data

3. Mempunyai alat pengorganisasian

Kemampuan tambahan tersebut biasanya berada sebagai pilihan atau option pada

menu utama.

       EIS timbul akibat adanya kegagalan dalam memberikan dukungan komputer

terhadap eksekutif. Hal tsb disebabkan antara lain:

1. Para eksekutif yang tidak mengikuti perkembangan komputer, sehingga kesulitan

  dalam menggunakan komputer.

2. Senior eksekutif yang mempunyai waktu yang padat, sehigga tidak mau

  menggunakan sistem yang memerlukan pelatihan terlebih dahulu.

3. Kesulitan dalam memahami sifat yang menginginkan sistem yang digunakan harus

  lebih responsif dari pada manusia atau personel staffnya.

Dari beberapa hal tersebut di atas, maka EIS sebaiknya:

1. Dapat memenuhi kebutuhan informasi bagi eksekutif senior

2. Harus dibuat/dikembangkan oleh personil yang mempunyai ketrampilan bisnis

  maupun teknis


                                                                             11
3. Harus mudah digunakan, sehingga bisa dianggap bersifat intuitif (mudah

  dimengerti)

Pengembangan EIS dapat terjadi akibat:

1. Tekanan eksternal, yang berasal dari lingkungan diluar perusahaan dan bisa

  meliputi gejolak lingkungan (bahan mentah, dll), persaingan yang meningkat serta

  semakin ketatnya peraturan pemerintah.

2. Tekanan internal meliputi adanya kebutuhan akan informasi baru, lebih baik dan

  lebih tepat waktu, adanya keharusan untuk mengelola organisasi yang semakin

  kompleks dan sulit untuk dijalankan serta adanya kebutuhan akan sistem pelaporan

  yang lebih efisien.



2. 5 Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya Manusia



       Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia (SMSDM/HRMS), Sistem

Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM/HRIS) merupakan sebuah bentuk

interseksi/pertemuan antara bidang ilmu manajemen sumber daya manusia (MSDM)

dan teknologi informasi. sistem ini menggabungkan MSDM sebagai suatu disiplin

yang utamanya mengaplikasikan bidang teknologi informasi ke dalam aktivitas-

aktivitas MSDM seperti dalam hal perencanaan, dan menyusun sistem pemrosesan

data dalam serangkaian langkah-langkah yang terstandarisasi dan terangkum dalam

aplikasi perencanaan sumber daya perusahaan/enterprise resource planning (ERP).

Secara keseluruhan sistem ERP bertujuan mengintegrasikan informasi yang diperoleh


                                                                               12
dari aplikasi-aplikasi yang berbeda ke dalam satu sistem basisdata yang bersifat

universal. Keterkaitan dari modul kalkulasi finansial dan modul MSDM melalui satu

basisdata yang sama merupakan hal yang sangat penting yang membedakannya

dengan bentuk aplikasi lain yang pernah dibuat sebelumnya, menjadikan aplikasi ini

lebih fleksibel namun juga lebih kaku dengan aturan-aturannya.

        Manajemen Sumber Daya Manusia adalah proses pengendalian berdasarkan

fungsi manajemen terhadap daya yang bersumber dari manusia. Ada lima prinsip

pendekatan terhadap manajemen sumber daya manusia yaitu :

1. Sumber daya manusia adalah merupakan kekayaan yang paling penting, yang

dimiliki oleh suatu organisasi. Sedangkan manajemen yang efektif adalah kunci bagi

keberhasilan                           organisasi                               tersebut.

2. Keberhasilan sangat mungkin dicapai manakala peraturan atau kebijaksanaan dan

prosedur serta mekanisme kerja yang bertalian dengan manusia dan perusahaan

tersebut saling berhubungan dan memberikan sumbangan terhadap pencapaian

strategis.

3. Budaya dan nilai perusahaan, suasana organisasi dan perilaku manajerial yang

berasal dari kultur tersebut akan memberikan pengaruh yang besar terhadap hasil

pencapaian terbaik.

4. Manajemen sumber daya manusia berhubungan secara integrasi yang dapat

menjadikan semua anggota organisasi terlibat untuk mencapai tujuan yang

diinginkan.

5. Empat prinsip tersebut harus tertanam dalam diri setiap anggota (manusia).


                                                                                      13
       Hubungan manajemen dengan sumber daya manusia merupakan proses usaha

pencapaian tujuan melalui kerjasama dengan orang lain. Ini berarti menunjukkan

pemanfaatan daya yang bersumber dari orang lain untuk mencapai tujuan. Sumber

daya manusia sering disebut sebagai Human Resource yaitu tenaga atau kekuatan

manusia (energi atau power). Sumber daya yang juga disebut sumber tenaga,

kemampuan, kekuatan, keahlian yang dimiliki oleh manusia, dupunyai juga oleh

makhluk organisme lainnya. Misalnya pada hewan, tumbuh-tumbuhan, bahkan

dipunyai juga oleh unsur dalam.



    2. 6 Sistem Informasi Manajemen Manufaktur

       Sistem ini berhubungan dgn perencanaan, pengembangan, pemeliharan

fasilitas pproduksi, penjadwalan peralatan, fasilitas, bahan baku dan tenaga kerja yg

dibutuhkan utk membentuk produk akhir. Manajemen senior menggunakan sistem

manufaktur yg berhubungan dengan sasaran manufaktur jangka panjang, seperti di

mana akan menempatkan pabrik baru/apakah lebih baik berinvestasi pada teknologi

manufaktur baru. Sistem manufaktur utk manajemen menengah menganalisis,

mengawasi    biaya, input    manufaktur    &   produksi. Manajemen       operasional

menggunakan sistem manufaktur dan produksi yg berhubungan dgn tugas produksi.

       Sistem manufaktur menggunakan jenis sistem persediaan. Misalnya, sistem

data mengenai setiap barang dlm persediaan, seperti jumlah yg menipis karena

pengiriman/sejumlah unit yg digantikan oleh pemesanan ulang/pengembalian,

keduanya dimasukkan ke dlm sistem. File master persediaan berisi data dasar


                                                                                  14
mengenai setiap barang, termasuk kode identifikasi unik utk setiap barang, deskripsi

barang, jumlah unit yang dimiliki, jmlh unit yg dipesan & titik pemesanan balik

(jumlah unit pada persediaan yg memicu keputusan utk melakukan pemesanan

kembali utk mencegah kekurangan stok). Perusahaan dapat memperkirakan jmlh

barang utk dipesan kembali yg disebut dgn jmlh pemesanan ekonomis. Sistem

membuat laporan yg memberikaninformasi mengenai hal-hal tersebut. Seperti jumlah

setiap barang yg tersedia pada persediaan, jmlh unit dari setiap barang utkdipesan

kembali atau barang pada persediaan yg harus diisi kembali.



2. 7 Sistem Informasi Manajemen Pemasaran

       Sebuah sistem informasi pemasaran (MIS) ini dimaksudkan untuk membawa

bersama data item yang berbeda ke dalam tubuh yang koheren informasi. Sebuah

MIS, seperti yang akan segera terlihat, lebih dari data mentah atau informasi yang

cocok untuk keperluan pengambilan keputusan.         MIS juga menyediakan sebuah

metode untuk menafsirkan informasi yang MIS menyediakan. Selain itu, sebagai
           1
Kotler's       definisi mengatakan, seorang MIS lebih dari suatu sistem pengumpulan

data atau serangkaian teknologi informasi:

           "Sebuah sistem informasi pemasaran yang berkelanjutan dan struktur

interaksi orang, peralatan dan prosedur untuk mengumpulkan, menyortir,

menganalisis, mengevaluasi, dan mendistribusikan relevan, tepat waktu dan akurat

informasi untuk digunakan oleh pembuat keputusan pemasaran untuk meningkatkan

pemasaran mereka perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian .


                                                                                 15
       Gambar 9.1 menggambarkan komponen-komponen utama dari sebuah MIS,

faktor-faktor lingkungan dipantau oleh sistem dan jenis keputusan pemasaran yang

berusaha MIS mendukung.

Gambar 9.1 sistem informasi pemasaran dan subsistem




       Penjelasan model ini dimulai dengan suatu MIS deskripsi dari masing-masing

empat unsur utama bagian: sistem pelaporan internal, sistem riset pemasaran, sistem

intelijen pemasaran dan pemasaran model.       Disarankan bahwa walaupun MIS

bervariasi dalam derajat kecanggihan - dengan banyak di negara-negara industri yang

terkomputerisasi dan sedikit di negara-negara berkembang yang begitu - yang benar-

benar matang MIS harus memiliki komponen-komponen ini, metode (dan teknologi)

pengumpulan, penyimpanan , mengambil dan memproses data walaupun.

       Sistem pelaporan internal: Semua perusahaan yang telah beroperasi untuk

jangka waktu nave kekayaan informasi. Namun, informasi ini sering digunakan tetap

di bawah karena compartmentalised, baik dalam bentuk individu pengusaha atau


                                                                                16
dalam departemen fungsional bisnis yang lebih besar. Yaitu, informasi biasanya

dikelompokkan menurut sifat sehingga ada, misalnya, keuangan, produksi, tenaga

kerja, pemasaran, dan logistik stockholding data.        Seringkali pengusaha, atau

berbagai karyawan yang bekerja di departemen fungsional memegang bagian data ini,

tidak melihat bagaimana hal itu bisa membantu pembuat keputusan dalam bidang-

bidang fungsional lainnya. Demikian pula, para pembuat keputusan bisa gagal untuk

menghargai bagaimana informasi dari bidang-bidang fungsional lain mungkin bisa

membantu mereka dan karena itu tidak memintanya.

        Catatan internal yang nilai langsung keputusan pemasaran adalah: perintah

diterima, stockholdings dan penjualan faktur.     Ini adalah tetapi beberapa catatan

internal yang dapat digunakan oleh manajer pemasaran, tapi bahkan ini kumpulan

catatan kecil yang mampu menghasilkan banyak informasi. Di bawah ini, adalah

daftar dari beberapa informasi yang dapat diturunkan dari faktur penjualan.




                     an dan jenis kemasan oleh pelanggan

       -rata nilai dan / atau volume penjualan oleh wilayah

       -rata nilai dan / atau volume penjualan menurut jenis rekening

       -rata nilai dan / atau volume penjualan oleh industri

       -rata nilai dan / atau volume penjualan oleh orang penjualan




                                                                                 17
       Dengan membandingkan perintah yang diterima dengan faktur suatu

perusahaan dapat menetapkan sejauh mana menyediakan tingkat yang dapat diterima

layanan pelanggan. Dengan cara yang sama, membandingkan catatan stockholding

dengan perintah yang diterima membantu memastikan apakah suatu perusahaan

sahamnya sejalan dengan pola permintaan saat ini.

       Sistem riset pemasaran adalah topik umum penelitian pemasaran telah

perdana 'subjek buku dan hanya sedikit lebih perlu ditambahkan di sini.        Riset

pemasaran adalah proaktif mencari informasi.        Artinya, perusahaan yang komisi

studi-studi ini tidak begitu untuk memecahkan masalah pemasaran yang dirasakan.

Dalam banyak kasus, data dikumpulkan dengan cara yang lebih untuk mengatasi

masalah yang terdefinisi dengan baik (atau masalah yang dapat didefinisikan dan

dipecahkan dalam kursus studi). Bentuk lain dari pusat-pusat riset pemasaran tidak

ada masalah pemasaran tertentu, tetapi merupakan suatu upaya untuk terus memantau

lingkungan pemasaran. Pemantauan ini atau latihan pelacakan kontinu penelitian

pemasaran, sering melibatkan panel petani, konsumen atau distributor yang sama dari

data yang dikumpulkan secara teratur. Sementara ad hoc studi dan riset pemasaran

berkesinambungan dalam orientasi berbeda, namun mereka sama-sama proaktif.

       Sistem intelijen pemasaran adalah riset pemasaran Sedangkan difokuskan,

intelijen pasar tidak. Sebuah sistem intelijen pemasaran adalah seperangkat prosedur

dan sumber data yang digunakan oleh manajer pemasaran untuk menyaring informasi

dari lingkungan yang mereka dapat digunakan dalam pengambilan keputusan mereka.




                                                                                 18
Scanning ini ekonomi dan lingkungan bisnis dapat dilakukan dalam berbagai cara,

termasuk 2

Pemindaian    Manajer, berdasarkan apa yang dia / dia membaca, mendengar dan

tidak fokus   jam tangan mengekspos diri sendiri untuk informasi yang mungkin

              berguna.    Sementara perilaku yang tidak fokus dan manajer tidak

              memiliki tujuan tertentu dalam pikiran, itu tidak disengaja

Semi-         Sekali lagi, manajer tidak mencari informasi tertentu bahwa dia aktif

terfokus      mencari tapi tidak sempit jangkauan media yang dipindai. Misalnya,

scanning      manajer dapat lebih berfokus pada bisnis ekonomi dan publikasi, siaran

              dll dan membayar kurang perhatian pada politik, ilmiah atau teknologi

              media.

Informal      Ini menggambarkan situasi di mana yang cukup terbatas dan tidak

pencarian     terstruktur usaha dilakukan untuk mendapatkan informasi untuk tujuan

              tertentu.     Sebagai    contoh,    manajer    pemasaran      perusahaan

              mempertimbangkan memasuki bisnis ikan beku mengimpor dari

              negara tetangga mungkin akan membuat penyelidikan informal untuk

              harga dan tingkat permintaan beku dan ikan segar. Akan ada sedikit

              struktur untuk pencarian ini dengan manajer membuat pertanyaan

              dengan pedagang ia / dia kebetulan bertemu juga dengan ad hoc lain

              kontak di kementerian, badan-badan bantuan internasional, dengan




                                                                                   19
                 asosiasi perdagangan, importir / eksportir dll

Formal           Ini adalah tujuan pencarian setelah informasi dalam beberapa cara

pencarian        sistematis. Informasi akan diminta untuk mengatasi masalah tertentu.

                 Sementara kegiatan semacam ini mungkin tampak untuk berbagi

                 karakteristik riset pemasaran dilakukan oleh manajer diri sendiri bukan

                 peneliti profesional.    Selain itu, ruang lingkup pencarian akan

                 cenderung sempit dalam cakupan dan jauh lebih intensif daripada riset

                 pemasaran

         Pemasaran intelijen adalah provinsi pengusaha dan manajer senior dalam

sebuah agribisnis.      Ini melibatkan mereka dalam perdagangan surat kabar scan

majalah, jurnal dan laporan bisnis, perkiraan ekonomi dan media lainnya. Selain itu

melibatkan manajemen dalam berbicara dengan produsen, pemasok dan pelanggan,

serta pesaing.      Meskipun demikian, ini adalah sebagian besar proses informal

mengamati dan bercakap-cakap.

         Beberapa perusahaan akan mendekati pengumpulan intelijen pemasaran yang

lebih disengaja fashion dan akan melatih tenaga penjualan, purnajual personil dan

kabupaten / pengelola kawasan untuk mengambil mengetahuinya dari tindakan

pesaing, keluhan dan permintaan pelanggan dan distributor masalah. Perusahaan

dengan visi juga akan mendorong perantara, seperti pengumpul, pengecer, pedagang

dan perantara lain untuk menjadi proaktif dalam intelijen pasar menyampaikan

kembali kepada mereka.



                                                                                     20
        Pemasaran model: Dalam MIS harus ada cara-cara menafsirkan informasi

dalam rangka untuk memberi arah kepada keputusan.                Model ini dapat

terkomputerisasi atau mungkin tidak. Alat khas adalah:

o    Sisa seri modus penjualan

o    Merek model switching

o    Linear programming

o    Elastisitas model (harga, pendapatan, permintaan, penawaran, dll)

o    Regresi dan korelasi model

o    Analisis Varians (ANOVA) model

o    Analisis Sensitivitas

o    Discounted cash flow

 Spreadsheet 'bagaimana jika model

       Serupa ini dan matematika, statistik, ekonometri dan model keuangan adalah

subsistem analitis dari MIS. Investasi yang relatif sederhana dalam komputer desktop

sudah cukup untuk memungkinkan suatu perusahaan untuk mengotomatisasi analisis

datanya. Beberapa model yang digunakan adalah stokastik, yaitu yang mengandung

unsur probabilistik sedangkan yang lain adalah model deterministik kesempatan

bermain di mana tidak ada bagian. Brand switching model stokastik karena ini

mengekspresikan pilihan merek di sedangkan probabilitas linear programming adalah

deterministik dalam bahwa hubungan antara variabel-variabel ini dinyatakan dalam

istilah matematis yang tepat.




                                                                                 21
2. 8 Sistem Informasi Manajemen Akutansi

       Sistem Informasi Akuntansi dapat didefinisikan sebagai sistem informasi yang

merubah data transaksi bisnis menjadi informasi keuangan yang berguna bagi

pemakainya. Sistem inforamsi akuntansi sangat diperlukan bagi pemakai akuntansi

yaitu pihak luar(ekstern) oragnisasi perusahaandan pihak dalam(intern) oraganisasi

perusahaan. Kebutuhan para pemakai ekstern dapat dipenuhi dengan adanya publikasi

laporan laba/rugi. Sedangkan para pemakai intern dapat memenuhi kebutuhan

informasi akuntansinya untuk mencapai nilai ekonomis (laba) perusahaan semaksimal

mungkin.



    2.9.1 TUJUAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

1. Untuk mendukung operasi-operasi sehari-hari (to Support the –day-to-day

operations).

2. Mendukung pengambilan keputusan manajemen (to support decision making by

internal decision makers).

3. Untuk memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggung-jawaban (to

fulfill obligations relating to stewardship).

Dalam SIA ada 2 pemakai informasi akuntansi yaitu:

1. Pihak ekstern

–      Para langganan

–      Para leveransir (supplier)

–      Para pemegang saham (stockholder)


                                                                                22
–      Para pegawai

–      Para pemberi pinjaman

–      Instansi Pemerintah

2. Pihak Intern

       SIA menyiapkan informasi bagi manajemen dengan melaksanakan operasi-

operasi tertentu atas semua data sumber yang diterimanya dan juga mempengaruhi

hubungan organisasi perusahaan dengan lingkungan sekitarnya.




                                                                           23
                                      BAB III

                                    Pembahasan

3.1 Sejarah Coca-cola

       Rasa menyegarkan Coca-Cola pertama kali diperkenalkan pada tanggal 8 Mei
1886 oleh John Styth Pemberton, seorang ahli farmasi dari Atlanta, Georgia,
Amerika Serikat. Dialah yang pertama kali mencampur sirup karamel yang kemudian
dikenal sebagai Coca-Cola. Frank M. Robinson, sahabat sekaligus akuntan John,
menyarankan nama Coca-Cola karena berpendapat bahwa dua huruf C akan tampak
menonjol untuk periklanan. Kemudian, ia menciptakan nama dengan huruf-huruf
miring mengalir, Spencer, dan lahirlah logo paling terkenal di dunia.

       Dr. Pemberton menjual ciptaannya dengan harga 5 sen per gelas di apotiknya
dan mempromosikan produknya dengan membagi ribuan kupon yang dapat
ditukarkan untuk mencicipi satu minuman cuma-cuma. Pada tahun tersebut ia
menghabiskan US$46 untuk biaya periklanan. Pada tahun 1892, Pemberton menjual
hak cipta Coca-Cola ke Asa G. Chandler yang kemudian mendirikan perusahaan
Coca-Cola pada 1892.

       Chandler piawai dalam menciptakan perhatian konsumen dengan cara
membuat berbagai macam benda-benda cinderamata berlogo Coca-Cola. Benda-
benda tersebut kemudian dibagi-bagi di lokasi-lokasi penjualan penting yang
berkesinambungan. Gaya periklanan yang inovatif, seperti desain warna-warni untuk
bus, lampu gantung hias dari kaca, serta serangkaian cinderamata seperti kipas,
tanggalan dan jam dipakai untuk memasyarakatan nama Coca-Cola dan mendorong
penjualan.




                                                                              24
       Upaya mengiklankan merek Coca-Cola ini pada mulanya tidak mendorong
penggunaan kata Coke, bahkan konsumen dianjurkan untuk membeli Coca-Cola
dengan kata-kata berikut: "Mintalah Coca-Cola sesuai namanya secara lengkap; nama
sebutan hanya akan mendorong penggantian produk dengan kata lain". Tetapi
konsumen tetap saja menghendaki Coke, dan akhirnya pada tahun 1941, perusahaan
mengikuti selera popular pasar. Tahun itu juga, nama dagang Coke memperoleh
pengakuan periklanan yang sama dengan Coca-Cola, dan pada tahun 1945, Coke
resmi menjadi merek dagang terdaftar

       Coca-Cola Bottling Indonesia memproduksi merek-merek inti seperti Coca-
Cola, Sprite, Fanta, dan Frestea di dalam pabrik-pabriknya yang tersebar di seluruh
Indonesia. Untuk menjaga agar mutu minuman yang dihasilkan sesuai dengan
standar, kami menerapkan dengan ketat proses produksi yang diakui secara
internasional.




3.2 Sistem Informasi Manajemen dan Pengembangan

       Pengembangan pendekatan manajemen Sistem Informasi (Information System
/ IS) yang terarah pada organisasi kami merupakan bentuk pengaruh evolusi teknologi
terhadap dunia usaha dewasa ini. Peran penting sistem informasi terhadap kinerja
bisnis kami, pengembangan sumber daya manusia dan nilai tambah lainnya, terutama
bagi pemegang saham, membutuhkan tim yang berdedikasi tinggi dan profesional
dalam bidang manajemen sistem informasi.

       Tantangan akan muncul sesuai dengan kebutuhan. Setiap tantangan harus
ditangani sesuai prioritas guna menjamin kepuasan terhadap jasa layanan pelanggan
dalam skala bisnis yang luas. Perusahan kami menggunakan sistem terintegrasi yang
menghubungkan seluruh aspek bisnis. Terlepas dari fokus dari aktifitas baik berupa



                                                                                25
supply chain, financial, atau yang berhubungan langsung dengan kegiatan penjualan,
manfaat dari sistem informasi akan dirasakan oleh seluruh komunitas bisnis kami.

        Salah satu manfaat terpenting dari investasi CCBI pada teknologi sistem
informasi selama lima tahun terakhir adalah dengan meningkatnya kemampuan
karyawan di seluruh level organisasi kami.

        Masa depan akan menjelang. Teknologi akan terus berkembang dan
menciptakan peluang baru untuk peningkatan produktifitas sumber daya manusia.

        Kemampuan karyawan kami untuk menggunakan informasi akan terus
meningkat, kualitas infrastruktur publik akan meningkat, dan pelanggan kami akan
membangkitkan kebutuhan akan layanan baru seiring kemajuan teknologi. Seluruh
hal tersebut membutuhkan dukungan dari tim yang profesional dalam organisasi
kami.

        Departmen IS akan melanjutkan kemitraannya dengan pimpinan dari setiap
lini bisnis internal, serta ikut membantu proses evolusi guna meningkatkan kualitas
investasi sistem informasi di perusahaan kami, dan pada akhirnya untuk
meningkatkan layanan terhadap pelanggan.

Komitmen Kualitas

        Bagi perusahaan Coca-Cola, kualitas lebih dari sekedar apa yang dirasakan,
dilihat, diukur atau dikelola. Kualitas menjadi sebuah keutamaan dalam setiap
tindakan kami.

        Semua fungsi dan jajaran organisasi, mulai dari produksi, pemasaran,
distribusi, keuangan, layanan pelanggan dan konsumen, bekerja keras untuk
mengembangkan praktek-praktek yang terbaik di industri minuman.




                                                                                   26
        The Coca-Cola Quality System merupakan landasan kebijakan kami terhadap
pengawasan mutu yang memotivasi kami untuk bertindak memenuhi dan bahkan
melampaui berbagai standar kualitas, baik itu merupakan standar internasional
maupun standar yang ditetapkan menurut peraturan perundang-undangan yang
berlaku di Industri makanan dan minuman.

        Kami memiliki Consumer Response Teams dan program-program yang
dilaksanakan di semua area operasi di seluruh Indonesia untuk menampung setiap
masukan yang disampaikan oleh para konsumen dan pelanggan kami, yang kemudian
meneruskan masukan tersebut kepada pihak-pihak yang tepat di dalam perusahaan
untuk menjamin bahwa standar kualitas kami yang tinggi tetap terjaga.


Masukan dari pelanggan sangat berharga untuk memastikan standar kualitas kami
tertap terjaga.

Komitmen Lingkungan

Manajemen Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja

        Bisnis kami tak lain adalah menghadirkan saat-saat menyegarkan yang unik
dan memuaskan konsumen. Kami sangat terpacu untuk melahirkan semangat serupa
terhadap usaha-usaha kami yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan, kesehatan
dan keselamatan kerja. Ini berarti, upaya berkesinambungan untuk menggali cara-cara
baru dan lebih baik untuk meningkatakan kinerja kami di bidang pelestarian
lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja.

        Sebelum membuang limbah ke sungai, kami mengolah limbah sehingga tidak
merusak biota sungai. Kami menyadari bahwa masalah yang berkaitan dengan
lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja senantiasa mengalami perubahan
sejalan dengan pengertian kami terhadap masalah-masalah tersebut yang juga



                                                                                27
berkembang dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, kami mengembangkan suatu sistem
komprehensif yang mengacu pada standar internasional, termasuk di dalamnya ISO
14001, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

         Semua pabrik melaksanakan audit secara berkala dan menjalankan praktek-
praktek terbaik di bidang perlindungan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja -
mulai dari pengelolaan dan pemanfaatan kembali limbah produksi hingga berbagai
program kesehatan dan keselamatan kerja.

         Selain senantiasa berupaya meraih kepuasan dengan melakukan hal-hal yang
terbaik, tanggung-jawab kami juga tertuju pada masyarakat Indonesia yang
kehidupannya kami sentuh setiap hari. Tanggung jawab tersebut meliputi komitmen
dalam menjalankan usaha dengan cara-cara yang menjaga kelestarian lingkungan dan
menunjang kesehatan dan keselamatan kerja karyawan-karyawan kami di tempat
kerja.

Kebijakan Lingkungan

         PT Coca-Cola Bottling Indonesia memiliki komitmen untuk senantiasa
memahami, mencegah dan memperkecil setiap dampak buruk terhadap lingkungan
sehubungan dengan kegiatan produksi minuman ringan, serta terus berupaya
memberikan pelayanan dan produk berkualitas yang diharapkan konsumen maupun
pelanggan, dan menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi seluruh karyawan.

         Kita yakin bahwa seluruh karyawan PT Coca-Cola Botting Indonesia dan
setiap orang yang tergabung di dalam perusahaan, serta semua mitra kerjanya,
bersama-sama memainkan peranan penting dalam menerapkan kebijakan Perusahaan
di bidang perlindungan lingkungan ini. Untuk itulah maka kita berupaya membekali
para karyawan agar mampu melibatkan diri mereka sepenuhnya.

Kami akan:


                                                                                 28
      Berusaha sebaik mungkin mencapai kinerja di bidang perlindungan
       lingkungan dengan memenuhi persyaratan dari The Coca-Cola Company dan
       Peraturan Perundangan yang berlaku.
      Senantiasa memasukkan pertimbangan-pertimbangan lingkungan dalam
       menyusun Business Plan (Perencanaan Bisnis) untuk memastikan bahwa
       pengelolaan masalah lingkungan selalu menjadi bagian yang integral dari
       Operasi Perusahaan.
      Menerapkan dan mempertahankan sistem manajemen lingkungan terprogram,
       serta terus menerus menyempurnakan dan meninjaunya agar senantiasa
       sejalan dengan operasi perusahaan.
      Mendorong dan membekali karyawan agar mampu mengenali, memahami dan
       bertindak pada setiap peluang yang ada untuk mencegah dan memperkecil
       setiap dampak negatif yang berpotensi menimbulkan masalah lingkungan.
      Mengembangkan         dan   menerapkan   cara-cara   meningkatkan   efisiensi
       pemakaian sumber daya, termasuk energi, bahan kimia, air, kemasan dan
       bahan baku lainnya.
      Mencegah, mengurangi, menggunakan kembali dan mengolah semua limbah
       yang ditimbulkan di dalam area kita sendiri, serta menjamin prosedur
       pembuangan limbah tersebut dengan cara yang aman dan berdampak yang
       seminimal mungkin.
      Meminta para pemasok dan rekanan bisnis agar memenuhi standar
       pengelolaan lingkungan yang setara dengan yang kita anut.


Tanggung Jawab Sosial & Keberlanjutan

       Komitmen untuk melakukan hal yang benar kepada komunitas adalah satu
dari enam nilai dasar yang kami anut di CCBI. Sesuai dengan misi perusahaan yaitu
melayani dan menyegarkan pelanggan dan konsumen kami dengan rasa bangga dan



                                                                                 29
semangat, kami menyadari bahwa aktivitas yang kami lakukan harus terkait erat
dengan lingkungan hidup, komunitas, pasar dan lingkungan kerja.

        Kami telah melakukan berbagai projek yang mencerminkan semangat kami
untuk bertindak dan bertanggungjawab sebagai warga perusahaan yang baik.
Menyediakan air bersih untuk daerah yang memiliki keterbatasan akan air bersih,
membersihkan pantai-pantai di Bali, memberikan beasiswa kepada siswa berprestasi,
pengembangan usaha kecil, adalah sebagian dari aktivitas CSR & Sustainability kami;
dan hal ini akan kami lanjutkan dan kembangkan di Indonesia pada masa mendatang.

        Kami yakin bahwa bisnis kami hanya akan kuat dan berlanjut seiring dengan
komunitas sekitar di mana kami beroperasi, dan jelas kami membutuhkan dukungan
penuh dari semua pemangku kepentingan guna mewujudkan Indonesia yang lebih
baik.

3. 3 Produk PT Coca-cola Bottling Indonesia




                 Coca-Cola merupakan merek minuman ringan terpopuler dan
                 paling laris dalam sejarah hingga saat ini. Diciptakan pertama
                 kalinya di Atlanta, Georgia oleh Dr. John S. Pemberton, Coca-Cola
                 pertama kami perkenalkan sebagai minuman fountain dengan
mencampurkan sirup rasa Cola dan air berkarbonasi. Pertama kali terdaftar sebagai
merek dagang di tahun 1887, di tahun 1895 Coca-Cola telah terjual di seluruh
wilayah Amerika Serikat. Kini Coca-Cola telah tersedia di seluruh dunia2.




                                                                                30
                  Diet Coke diluncurkan pada bulan Juli 1982 dan dengan cepat
                  menjadi minuman bebas gula nomor 1 di masyarakat Amerika
                  yang peduli diet. Diet Coke adalah minuman bagi mereka yang
                  menginginkan minuman tanpa kalori tetapi kaya akan rasa. Di
Indonesia, Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Inggris, produk ini lebih dikenal
dengan nama Diet Coke, dan dikenal dengan Coca-Cola Light di beberapa negara
lain. Saat ini Diet Coke telah menjadi minuman nomor tiga di duni




                  Coca-Cola Zero adalah minuman ringan berkarbonasi tanpa kandungan
                  gula - dengan formulasi khusus untuk mendapatkan rasa unik Coca-Cola
                  Reguler - yang menginspirasi konsumennya agar selalu berpikiran
                  terbuka untuk hal-hal baru sehingga tidak ada yang tidak mungkin.
Coca-Cola Zero memberikan semangat dan kesegaran dengan rasa mantap yang sama
seperti Coca-Cola Reguler, tanpa gula. Ditujukan bagi konsumen dengan usia 20 – 29 tahun.




                                                                                       31
                 Pertama kali diperkenalkan di tahun 1960, Sprite adalah minuman
                 ringan dengan aroma rasa lemon yang paling digemari. Sprite
                 dijual di 190 negara di dunia dengan daya pikat yang sangat besar
                 di kalangan generasi muda.

Sprite disukai karena rasanya yang dingin menyejukkan dan benar-benar dapat
melepaskan dahaga. Sprite memiliki cita rasa khas yang membedakannya dari
minuman ringan lainnya. Produk ini mendorong Anda untuk menjadi diri sendiri dan
memuaskan rasa haus Anda.



                    Sprite Zero merupakan merek dari The Coca-Cola Company
                    dengan rasa Buah Lemon Lime segar tanpa gula yang dapat
                    menghilangkan haus dan menjernihkan pikiran. Sprite zero
                    menjadikan konsumen dengan usia 20 – 29 tahun hidup bebas
dan mengikuti naluri.




                 Fanta merupakan merek dari The Coca-Cola Company untuk
                 minuman ringan dengan rasa buah-buahan yang sangat menonjol.
                 Pertama kali ditemukan di Jerman, nama Fanta sendiri berasal dari
                 kata "Fantasie" yang artinya imajinasi atau khayalan. Semenjak
tahun 1960an, Fanta telah dipasarkan diseluruh dunia dengan konsumen terbesar
remaja berusia 12-19 tahun. Diseluruh dunia ada lebih dari 70 jenis rasa, dengan rasa
jeruk (orange) sebagai volume terbesar.


                                                                                  32
Di Indonesia, produk Fanta mulai dipasarkan pada tahun 1973 dan sejak itu Fanta
telah melakukan berbagai inovasi rasa buah-buahan untuk terus menyesuaikan
dengan target konsumennya. Hingga saat ini, Fanta memiliki tiga varian rasa mulai
dari Strawberry, Orange, dan Blueberry sebagai inovasi paling terbaru dari Fanta.

Konsumen di berbagai belahan dunia mengasosiasikan Fanta dengan keceriaan
bersama teman dan keluarga. Asosiasi positif ini timbul oleh karena ciri khas merek
Fanta yang selalu membawa keceriaan dengan warnanya yang cerah, rasa buahnya
yang enak, dan karbonasi yang menyegarkan.




                    Fanta Vitamin C merupakan merek dari The Coca-Cola
                    Company untuk minuman ringan dengan rasa buah-buahan
                    dengan kandungan tinggi vitamin C. Produk yang menawarkan
                    serunya keceriaan khas Fanta secara maksimal. Varian rasa yang
tersedia adalah Lemon. Kandungan Vitamin C pada Fanta rasa Lemon ini mencukupi
100% Angka Kecukupan Gizi (AKG) kebutuhan Vitamin C harian. Gaya hidup
remaja yang aktif dan dinamis serta konsumen yg sangat memperhatikan asupan
hidrasinya, perlu diimbangi dengan vitamin C yang mencukupi agar kondisi dan daya
tahan tubuh tetap terjaga. Semua ini dapat dinikmati dalam Fanta Vitamin C Rasa
Lemon




                Jacob Schweppe mempatenkan proses khusus pembuatan air
                berkarbonasi    pada    tahun    1783.    Schweppes      melanjutkan
                perkembangannya diantara dua perang dunia. Pada awal PD II,
                Schweppes Ltd. tumbuh sebagai manufaktur minuman ringan


                                                                                    33
terkemuka di Inggris. Pada akhir tahun 2000, Schweppes telah menjadi bagian dari
produk Coca-Cola di Indonesia.




                  Pada tanggal 20 Juni 1919, Roy Allen membuka stand Root Beer
                  pertama di Lodi, California yang menjual minuman miliknya yang
                  terbuat dari resep rahasia, terdiri dari 14 tumbuhan herba, rempah-
                  rempah, kulit kayu dan beberapa jenis buah beri. Pada tahun 1922
Allen bekerjasama dengan salah satu pekerjanya, Frank Wright dan mendirikan tiga
outlet baru di Houston. Mereka memberi nama minuman Root Beer-nya dengan
menggabungkan inisial mereka, "A" untuk Allen dan "W" untuk Wright, sebagai nama
resmi minuman "A&W Root Beer." Sejak saat itulah pertamakali nama "A&W"
diperkenalkan sebagai merek minuman root beer. Satu hal yang tidak pernah berubah
dalam perkembangannya selama 80 tahun ini adalah masyarakat diseluruh dunia
menyukai A&W Root Beer yang kaya akan rasa, lembut, dan lapisan atasnya yang
tebal.




                 Frestea GREEN adalah produk teh hijau siap saji yang diluncurkan
                 pada bulan September 2005. Teh hijau telah dipercaya sejak dulu
                 dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Frestea GREEN
                 memberikan rasa yang nikmat dan menyegarkan serta memberikan
manfaat teh hijau karena terbuat dari teh yang paling alami dan sehat dari daun teh.




                                                                                       34
Pada Juli 2008, Frestea Green hadir dengan inovasi produk Frestea Green No Calorie.
Kesegaran teh hijau yang dapat tetap dinikmati tanpa gula untuk konsumen yang
peduli akan kesehatan dan menjaga berat badan.




                  Frestea - produk inovatif minuman siap saji (RTD) yang secara
                  khusus dirancang untuk memuaskan seluruh panca indera
                  konsumen Indonesia. Merek ini dikembangkan secara lokal dan
                  merupakan bagian dari Beverage Partners Worldwide (BWP), yaitu
perusahaan patungan hasil kemitraan yang sukses antara The Coca-Cola Company
dan Nestle, SA.

Proporsi Frestea dikembangkan untuk menangkap pengalaman dalam menikmati teh
tubruk, dengan rasa, aroma, dan warna menjadi faktor terpenting dimana konsumen
bisa membedakan kualitas sebuah produk. Cita rasa tehnya yang sangat khas dan
inovatif tercipta melalui sajian aroma melati yang menyenangkan dan rasa teh yang
unggul. Botolnya yang unik menonjolkan kualitas rasa teh asli, dengan tekstur
emboss dua elemen daun yang saling bersilang.

Frestea diproduksi dengan menggunakan standar kualitas tinggi The Coca-Cola
Company, menggunakan teknologi tinggi dan didukung oleh proses produksi higienis,
demi memastikan bahwa setiap botol Frestea memilki kualitas yang sama.



                    Frestea Apel-Lemon-Markisa yang diluncurkan pada bulan
                    Agustus 2005 merupakan teh rasa buah dengan colling agent
                    yang pertama di Indonesia. Colling agent adalah salah satu
                    perasa di dalam Frestea Apel-Lemon-Markisa yang terbuat dari


                                                                                35
bahan alami dan memberi rasa dingin di mulut dan tenggorokan, sehingga
meniggalkan kesegaran yang lebih dan tahan lama.




                   Frestea Green My Body adalah minuman TEH HIJAU yang
                   menyehatkan dengan rasa yang nikmat, terbuat dari pucuk daun
                   teh pilihan yang diperkaya dengan bahan-bahan dengan manfaat
                   alami.


Dikemas dalam botol 350ml yang premium dan praktis, menawarkan minuman
dengan ukuran yang pas untuk sebuah kesegaran yang mudah, praktis dan cepat.

Frestea Green My Body diproduksi dibawah otoritas Beverage Partners Worldwide
S.A.




                 Pada akhir tahun 2000, perusahaan Coca-Cola telah menjalin
                 kemitraan jangka panjang dengan PT AdeS Alfindo Putrasetia Tbk
                 dengan mengakuisisi merek dagang AdeS.

                 Peluncuran AdeS baru dari The Coca-Cola Company ini



                                                                               36
menampilkan AdeS sebagai air minum dalam kemasan yang Murni, Aman dan
Terpercaya, yang dijamin oleh The Coca-Cola Company




                      Powerade Isotonik adalah minuman isotonik dari The Coca-
                      Cola Company yang mengandung ion elektrolit yang seimbang
                      dari garam dan mineral, sehingga mudah untuk diserap oleh
                      tubuh. Minuman ini berfungsi sebagai minuman untuk
rehidrasi optimal yang mengandung vitamin B3, B5, B6, B12, dan vitamin
C. Powerade Isotonik mampu menghilangkan dahaga dan menggantikan mineral dan
karbohidrat dalam tubuh yang hilang saat berolahraga atau melakukan aktivitas yang
berat.

Powerade pertama kali diperkenalkan pada tahun 1990 dan merupakan produk yang
tergolong sukses di seluruh dunia. Minuman isotonik ini merupakan sponsor resmi
untuk olimpiade sejak tahun 1992 untuk kategori mihuman non-alkohol dan juga
sponsor pada piala dunia FIFA tahun 2006. Powerade Isotonik diluncurkan di
Indonesia bulan Januari 2006 untuk menggantikan varian minuman isotonik
sebelumnya, Aquarius.

Fakta tentang Kandungan Powerade Isotonik

Vitamin B3: Membantu metabolisme lemak, kolesterol, dan karbohidrat menjadi
energi serta mempertahankan kesehatan sistem susunan saraf dan rambut.

Vitamin B5: Juga disebut vitamin antistres yang memperkuat sistem imun dan
membantu melepaskan energi dari makanan, berperan dalam produksi hormon
adrenalin dan sel-sel darah merah.



                                                                               37
Vitamin B6: Penting untuk proses metabolisme karbohidrat, protein dan lemak,
menguatkan kekebalan tubuh, membantu transmisi impuls saraf dan menjaga
keseimbangan elektrolit tubuh (natrium & kalium).

Vitamin B12: Membantu pembentukan sel darah merah dan mencegah kerusakan
dinding syaraf.

Vitamin C: Membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Natrium dan kalium: Menjaga keseimbangan asam dan basa tubuh, mempertahankan
tekanan osmosa darah, mengantar impuls saraf, mempertahankan aktivitas sel dan
sebagai penyerap.




                    Minute Maid Pulpy Orange adalah Minuman Rasa Buah
                    Jeruk dengan vitamin C & Pulp (Bulir Jeruk Asli) yang lezat
                    dan   menyegarkan.    Dengan     jeruk   kualitas    terbaik    dan
                    memprosesnya    dengan    cara   yang    benar,     Minute     Maid
menyajikan rasa dan aroma jeruk yang memberikan sensasi segar dan rasa yang lezat.
Dengan kandungan vitamin C didalamnya, Minute Maid Pulpy Orange tidak hanya
menyegarkan, tapi juga menjadi pilihan baik untuk dikonsumsi.

Lahirnya produk minuman dari Minute Maid dimulai pada tahun 1945, ketika
National Research Corporation (NRC) Boston, mengembangkan minuman sari
buah jeruk dalam bentuk bubuk dari buah jeruk asli untuk keperluan US Army selama
perang.

Setelah perang berakhir, Florida Foods Corporation – Anak perusahaan NRC,
mengembangkan inovasi produk agar produk tersebut dapat dipasarkan secara


                                                                                     38
komersial. Produk ini lalu diberi nama Minute Maid. Minute Maid berarti “cepat
dan mudah disajikan”.

Minute Maid mulai dipasarkan secara door to door dan dengan cepat menarik banyak
konsumen. Beberapa tahun kemudian Florida Foods Corporation berubah nama
menjadi The Minute Maid Company. Pada tahun 1960, Minute Maid dibeli oleh
The Coca Cola Company.

Saat ini berbagai produk minuman Minute Maid sudah dijual di lebih dari 100 negara
di seluruh dunia. Minute Maid mulai diperkenalkan di Indonesia dengan
diluncurkannya Minute Maid Pulpy Orange ditahun 2008. Minute Maid Pulpy Orange
sendiri telah mencatat kesuksesan di berbagai negara seperti China dan India, sebelum
diperkenalkan ke Indonesia.

3. 4 Fokus Pengembangan Pada Pengembangan SDM

       Pengembangan sumber daya manusia merupakan salah satu focus utama
manajemen kami dalam menyiapkan tenaga kerja yang handal, dinamis dan penuh
dedikasi. Sasaran kami tak lain ialah kami memberi layanan yang prima dan
memuaskan kepada lebih dari 200 juta konsumen melalui sekitar 400,000 pelanggan
kami yang tersebar di seluruh Indonesia.

       Kami menyadari bahwa untuk meraih semua peluang yang ada, memberikan
layanan yang terbaik kepada para pelanggan kami, dan untuk dapat mengahadapi
tantangan lingkungan bisnis yang kompetitif, tim-tim kami perlu dibekali dengan
pengetahuan dan keterampilan yang memadai, serta sikap yang tepat.

       Selama sejarah keberadaan Coca-Cola di Indonesia yang cukup lama, kami
tetap menyelenggarakan berbagai pelatihan serta mengembangkan SDM kami untuk
menjamin bahwa kemampuan bisnis perusahaan senantiasa memenuhi tuntutan pasar,



                                                                                  39
dan para karyawan mampu menghasilkan apa yang diharapkan dari mereka.
Sementara itu, kami juga secara berkesinambungan merekrut tenaga-tenaga muda
berpotensi untuk menduduki posisi-posisi penting di masa mendatang.

       Kami memiliki satu tim khusus yang bertugas meningkatkan keterampilan-
keterampilan fungsi teknis, bidang manajemen dan kepemimpinan karyawan. Tim
tersebut didukung dan disertifikasi oleh sejumlah lembaga pelatihan dan
pengembangan SDM internasional. Diantaranya terdapat The Coca-Cola Company,
Coca-Cola Amatil dan beberapa lembaga internasional lainnya. Kami menghadirkan
kelompok fasilitator baik dari dalam organisasi sendiri, maupun dari lingkungan luar
yang memiliki kepiawaian bisnis yang tajam, pengalaman kerja langsung dalam
bidang-bidang terkait, serta yang jauh lebih penting, "menjiwai pendidikan".

Graduate Trainee Program
       Coca-Cola Bottling Indonesia menyadari bahwa kompetisi dan tantangan
bisnis ke depan akan bertambah kompleks, sehingga diperlukan strategi untuk
memperkuat organisasi bisnis. Salah satu tantangan tersebut adalah untuk
mempersiapkan para pemimpin masa depan dalam perusahaan.
       Oleh karena itu CCBI membuat suatu program yang dinamakan Graduate
Trainee Program (GTP), yang merupakan bagian dari pengembangan SDM. GTP
merupakan pelatihan terstruktur selama satu tahun bagi professional muda/lulusan
baru untuk membentuk pemimpin masa depan yang dinamis, berdedikasi tinggi dan
tanggap.
       Para lulusan GTP diyakini akan bisa menempati posisi manajerial tingkat
menengah melalui pengembangan terarah dan dalam waktu lebih cepat. Sejak tahun
1995 program ini telah menghasilkan tujuh grup, yang sebagian dari mereka telah
menduduki posisi kepemimpinan di dalam perusahaan.
       Kami mengajak kandidat muda yang bersemangat dan berinovasi untuk
bergabung dengan Program ini melalui area pilihan sebagai berikut:



                                                                                 40
      Sales & Marketing
      Technical Operations & Logistics
      Finance
      Human resources
      Business Services

       Jika anda mempunyai semangat untuk maju, mencari kesempatan untuk
mengembangkan kemampuan dan menyukai tantangan, bergabunglah dengan
GRADUATE TRAINEE PROGRAM di Coca-Cola Bottling Indonesia.
       Anda akan menjalani program pengembangan selama 12 bulan yang akan
membekali anda dengan kemampuan kepemimpinan dan professional yang
dibutuhkan dalam mencapai keberhasilan di perusahaan multinasional. Dibutuhkan
komitmen yang kuat untuk menghadapi tantangan ini sebagai kesempatan untuk
berkembang. Jika anda bisa melalui seluruh proses development ini, anda akan
menjalani peran sebagai pemimpin dan dapat menikmati remunerasi yang menarik.
       Untuk bisa bergabung, anda harus Sarjana lulusan universitas terkemuka
dengan nilai yang baik, diutamakan S2 dan memiliki pengalaman kerja maksimal 1
tahun. Anda harus mempunyai pengalaman akademis yang sangat baik dan kegiatan
ektrakurikuler. Memiliki kemampuan berbahasa Inggris dan Bahasa Indonesia yang
baik. Bersedia untuk bepergian dan siap ditempatkan di seluruh Indonesia.


3. 5 Penjualan dan Pemasaran
       Kami memiliki beberapa program untuk mendukung penjualan dan pemasaran
produk-produk kami. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepuasan dan
loyalitas konsumen, yaitu:
Program Promosi




                                                                                41
      Kami mempunyai program promosi yang beragam, yang tidak hanya untuk
meningkatkan penjualan dan pemasaran, tetapi juga meningkatkan loyalitas
konsumen terhadap produk kami.
Layanan Konsumen
      Di Coca-Cola, Customer Service System (CSS), sistem pelayanan pelanggan
kami, didesain untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen secara terus-
menerus terhadap produk-produk Coca-Cola dengan menyediakan pelayanan yang
optimal kepada seluruh pelanggan berdasarkan kebutuhan mereka masing-masing.
Area Marketing Contractor
      Terbatasnya sumberdaya dan kemampuan untuk melakukan pengembangan
daerah tertentu, sekaligus komitmen untuk menciptakan peluang kerja yang luas di
sektor informal, mendorong Coca-Cola untuk secara serius dan berkesinambungan
mengembangkan jaringan Distribusi Tak Langsung (Indirect Distribution) berbasis
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia. Sistem Distribusi ini mengandalkan
dua kelompok usaha kecil dan menengah yang terbagi dalam dua kelompok besar:
Area Marketing Contractor (AMC) dan Street Vending.

Layanan Pendingin Produk

      Riset membuktikan bahwa 90% konsumen kami lebih menyukai membeli
produk-produk Coca-Cola dalam keadaan dingin. Hal ini menunjukkan bahwa
peranan Cold Drink Equipment (peralatan pendingin) sangat penting dalam
meningkatkan pertumbuhan penjualan dan mendorong tingkat keuntungan para
pelanggan kami.

HoReCa

      Dengan bekerjasama dengan berbagai Hotel, Restaurant, dan Café ternama,
kami memberikan beragam penawaran menarik melalui program HoReCa ini.




                                                                               42
3. 6 Produk dan Distribusi
       Semua produk yang dijual dan didistribusikan oleh Coca-Cola Bottling
Indonesia diproduksi di Indonesia. Saat ini terdapat 10 pabrik pembotolan yang
tersebar di seluruh Indonesia. Selama ini pabrik-pabrik kami di Indonesia telah
menerima berbagai penghargaan dari The Coca-Cola Company atas pencapaian
standar yang melampaui standar yang ditetapkan untuk pabrik-pabrik sejenis di
berbagai lokasi lain di dunia.

       Semua pabrik diwajibkan mematuhi dan bahkan kerap kali melampaui
berbagai ketentuan internasional dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,
dan secara teratur melaksanakan audit di bidang pengawasan mutu, lingkungan,
kesehatan dan keselamatan kerja.

       Minuman Coca-Cola sebelum sampai ke tangan konsumen berawal dari bahan
baku pilihan berkualitas tinggi yang diproses melalui beberapa tahapan, yaitu:
persiapan bahan, pencampuran, pencucian, pengisian dan penutupan, pengkodean,
pemeriksaan, pengemasan, dan pengangkutan.

       Tim penjualan kami yang sangat besar tidak saja menjual produk-produk kami
kepada para pelanggan, tetapi mereka juga memberikan saran bagaimana sebaiknya
mereka menjual produk-produk Coca-Cola. Supervisor penjualan kami juga teratur
mengunjungi para pelanggan dan memberikan bimbingan, serta menampung masukan
yang disampaikan para pelanggan.

       Kebijakan penjualan dan distribusi secara menyeluruh diarahkan oleh
National Office di Cibitung, Bekasi, namun penerapan kebijakan tersebut
dilaksanakan oleh para manajer operasional dan regional yang handal dan
berpengalaman beserta staf mereka.




                                                                              43
        Pabrik Coca-Cola di Indonesia terbuka untuk kunjungan bagi semua lapisan
masyarakat :

Kalangan pendidikan, instansi pemerintah/swasta, organisasi sosial dll. yang ingin
melihat langsung proses produksi kami yang higienis dan berkualitas



3. 7 Inovasi
        Inovasi adalah salah satu kunci keberhasilan yang menjadikan Coca-Cola
Indonesia semakin besar, dikenal luas, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat
dan bangsa Indonesia. Melalui riset dan pengembangan (Research & Development),
Coca-Cola terus berinovasi untuk menciptakan produk, kemasan, strategi pemasaran,
serta perlengkapan penjualan baru yang lebih berkualitas, kreatif, serta mempunyai
ciri khas tersendiri.

        Dengan memahami kebutuhan dan perilaku konsumen, serta potensi kekayaan
alam Indonesia, Coca-Cola berinovasi dengan menciptakan produk-produk baru yang
menjadikan produk minuman cepat saji Coca-Cola mempunyai rasa dan pilihan yang
beragam. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen secara lebih spesifik, pada tahun
2002 Coca-Cola meluncurkan AQUARIUS, minuman isotonik yang diperuntukkan
bagi mereka yang aktif dan gemar berolahraga. Pada tahun yang sama, Coca-Cola
Indonesia meluncurkan Frestea, teh dalam kemasan botol dengan aroma bunga melati
yang khas. Pada tahun 2003, Fanta menghadirkan campuran dua rasa buah, orange
dan mango, yang disebut "Fanta Oranggo", setelah pada tahun sebelumnya sukses
meluncurkan Fanta Nanas. Pada tahun ini pula, Coca-Cola Indonesia meluncurkan
Sunfill - produk minuman Sirup dan Serbuk instan rasa buah. Dengan inovasi, Coca-
Cola yakin bahwa produk-produk yang ditawarkan akan mampu memenuhi
kebutuhan pasar di Indonesia.




                                                                               44
       Selain berinovasi pada produk-produk baru, Coca-Cola juga mencoba
mengembangkan desain kemasan minuman, serta meningkatkan kualitasnya. Setelah
meluncurkan Frestea dalam kemasan botol, pada akhir tahun 2002, Coca-Cola
Indonesia meluncurkan Frestea dalam kemasan Tetra Wedge yang lebih mudah dan
praktis untuk dibawa. Pada akhir 2003, Coca-Cola, Sprite, dan Fanta hadir dalam
kemasan kaleng ramping baru yang unik. Pada tahun 2004 ini, Coca-Cola hadir
dengan inovasi terbaru yaitu botol gelas berbobot lebih ringan 30 % dengan desain
mungil, imut, tapi kuat. Inovasi kemasan produk akan terus dikembangkan sesuai
dengan perkembangan teknologi terbaru.

       Strategi pemasaran Coca-Cola mempunyai ciri khas tersendiri, yang unik dan
kreatif. Berbagai program promosi diadakan sesuai dengan event yang sedang
berlangsung, baik melalui konser musik, pameran, promo penukaran tutup botol,
hadiah kejutan, maupun iklan TV. Pada tahun 2004 ini, iklan Coca-Cola versi
Kabayan dinobatkan sebagai iklan paling efektif dalam bulan Pebruari dan Maret
versi survey TV Ad Monitor MRI. Promo Coca-Cola juga memanfaatkan momentum
tertentu, misalnya: Demam Piala EURO 2004. Dengan memanfaatkan event berskala
nasional maupun internasional, Coca-Cola mencoba tampil dengan strategi
pemasaran baru yang menarik masyarakat.

       Selain berinovasi dalam produk, kemasan, dan strategi pemasaran;
perlengkapan penjualan baru juga dikembangkan ke arah yang lebih baik. Berkaitan
dengan inovasi ini, Coca-Cola Indonesia menciptakan jenis krat baru yang lebih
ringan, dibuat dari bahan yang ramah lingkungan.




                                                                              45
                                           BAB 4

                                         PENUTUP

4. 1 Kesimpulan

       Coca-Cola Bottling Indonesia merupakan salah satu produsen dan distributor
minuman ringan terkemuka di Indonesia, yang memproduksi dan mendistribusikan
produk-produk berlisensi dari The Coca-Cola Company. Coca-Cola Bottling
Indonesia memproduksi merek-merek inti seperti Coca-Cola, Sprite, Fanta, dan
Frestea di dalam pabrik-pabriknya yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk menjaga
agar mutu minuman yang dihasilkan sesuai dengan standar, kami menerapkan dengan
ketat proses produksi yang diakui secara internasional.

       Kunci sukses PT Coca-Cola Bottling Indonesia dan Coca-Cola Company,
adalah pengembangan varian minuman cepat saji dengan rasa baru, serta keinginan
untuk menjadikan Coca-Cola Indonesia sebagai perusahaan minuman cepat saji yang
lengkap.




                                                                                46
                      DAFTAR PUSTAKA

 Observasi PT Coca-Cola Bottling Indonesia, Jl. Raya Bandung –
   Garut KM. 26 Sumedang 45364
 www.coca-colabottlingindonesia.co.id




                                                                  47

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:34294
posted:1/17/2011
language:Indonesian
pages:47
Description: Sistem Informasi Manajemen
Muhammad Ridwan Muhammad Ridwan Bachelor of Economy page4future.blogspot.com
About Muhammad Ridwan is graduated from UPI Bandung West Java, major in management program. Now, He is working at Bank Mandiri since September 2012 as Assistant Relationship Manager