Docstoc

LAPORAN PKP

Document Sample
LAPORAN PKP Powered By Docstoc
					                                       BAB 1

                                 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

      Dalam rangka mencapai tujuan menghasilkan sumberdaya manusia yang

   berkualitas tinggi, maka mutu pendidikanpun harus ditingkatkan. Pemerintah dalam

   hal ini departemen pendidikan nasional berupaya meningkatkan kualitas pendidikan

   di Indonesia yaitu dengan mengadakan penyempurnaan kurikulum, dari 1994

   kesuplemen GBPP 1999 kemudian disempurnakan menjadi Kurikulum Berbasis

   Kompetensi (KBK) dan sekarang disempurnakan lagi dengan Kurikulum Tingkat

   Satuan Pendidikan (KTSP). Dengan adanya penyempurnaan kurikulum tersebut

   merupakan pertanda bahwa dunia pendidikan di Indonesia terus melangkah maju.

      Dalam upaya peningkatan mutu pendidikan dan hasil belajar peserta didik,

   program pemerintah tersebut pun diterapkan di setiap sekolah diseluruh penjuru tanah

   air. Hal ini tak luput pula diterapkan di SMP Negeri 2 Sekampung. Pada upaya

   meningkatan mutu tersebut,sekolah tempat penulis bekerja telah melakukan berbagai

   upaya yaitu dengan memilih guru yang berkualitas dalam bidangnya, melengkapi

   sarana prasarana sekolah seperti kelengkapan ruang belajar, ruang belajar yang

   nyaman, dan sarana lain yang mendukung proses belajar mengajar. Sekolah juga telah

   berusaha meningkatkan keaktifan kegiatan belajar mengajar, disiplin kehadiran para

   siswa dan disiplin terhadap guru yang bersangkutan, tetapi ternyata rata-rata hasil

   belajar siswa kurang memuaskan. Dari hasil pengamatan, diketahui bahwa hasil

   belajar siswa bidang studi bahasa Inggris di SMP Negeri 2 Sekampung masih

   tergolong rendah.

      Pada suatu proses pembelajaran, peneliti yang juga merupakan guru mata

   pelajaran Bahasa Inggris di SMP Negeri 2 Sekampung menemukan prestasi belajar

   siswa rendah partisipasi siswa dikelas juga sangat minim. Kemudian mucul




                                          1
pertanyaan dalam benak penulis mengapa prestasi belajar siswa begitu rendah dalam

penguasaan materi Bahasa Inggris di kelas VIII SMP Negeri 2 Sekampung?.

   Rendahnya hasil belajar siswa diduga karena partisipasi siswa dalam proses

belajar mengajar sangat minim. Keterbatasan waktu belajar siswa di sekolah juga

menjadi kendala tersendiri bagi siswa. Mereka tidak mempunyai cukup waktu untuk

berfikir mencari jawaban atas pertanyaan dan tugas-tugas yang diberikan oleh guru

disekolah. Hal ini mengakibatkan siswa menjadi tidak terlalu paham atas materi yang

disajikan guru di kelas. Ini merupakan suatu kendala bagi siswa dalam meningkatkan

kemampuan, memahami dan mempelajari suatu konsep pelajaran yang dapat

berdampak buruk bagi siswa yang tidak dapat memahami suatu materi yang

diajarkan. Untuk itu guru dituntut untuk menguasai berbagai macam metode

pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi dan siswa. Strategi yang paling

baik    untuk   mengaktifkan   siswa   adalah   dengan    melibatkan    siswa   untuk

mempresentasikan hasil kerjanya didepan kelas secara bergilir dan dibantu oleh guru,

sehingga siswa akan terlihat aktif dalam proses belajar, tidak ada siswa yang bermain-

main.

   Berdasarkan uraian diatas, penulis mencoba melakukan pengamatan terhadap

siswanya dengan memberikan tugas tambahan yang dilakukan di rumah agar mereka

punya cukup waktu untuk berfikir sehingga mereka dapat memahami materi yang

disajikan guru dengan baik. Ini semata-mata dilakukan demi peningkatan hasil belajar

siswa pada SMP Negeri 2 Sekampung kelas VIII. Kemudian, berdasarkan uraian

diatas penulis memberi judul “PEKERJAAN RUMAH MENINGKATKAN

PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 SEKAMPUNG

LAMPUNG TIMUR” sebagai fokus dari penelitian yang akan dilakukan.




                                        2
B. Rumusan Masalah

       Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dapat dirumuskan masalah

   penelitian seperti berikut ini:

   Apakah pekerjaan rumah dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII

   SMP Negeri 2 Sekampung Lampung Timur?



C. Tujuan Penelitian Perbaikan

       Tujuan penelitian perbaikan ini adalah untuk mengetahui:

   Mengetahui dampak pemberian pekerjaan rumah terhadap hasil belajar siswa kelas

   VIII SMP Negeri 2 Sekampung Lampung Timur.



D. Manfaat Penelitian perbaikan Pembelajaran

   Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai berikut:

  1. Memberikan sumbangsih pemikiran kepada Guru-guru SMP Negeri 2 Sekampung

      tentang dampak pemberian pekerjaan rumah kepada siswa demi peningkatan

      prestasi belajar siswa.

  2. Memberikan informasi pendahuluan dan referensi bagi pembaca untuk melakukan

      penelitian lebih lanjut tentang pekerjaan rumah yang dikaitkan dengan prestasi

      belajar siswa.




                                           3
                                        BAB II

                                 KAJIAN PUSTAKA



Setelah mengetahui dasar pemikiran dari penelitian ini, kita akan mengetahui teori dan

batasan-batasan istilah yang digunakan sehubungan dengan judul penelitian ini yakni

Pekerjaan Rumah Meningkatkan Prestasi belajar Siswa kelas VIII SMP Negeri 2

Sekampung.



1. Pekerjaan Rumah

       Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pekerjaan adalah “barang apa yang

   dilakukan (diperbuat, dikerjakan dsb); tugas kewajiban; hasil bekerja; perbuatan;”

   (2005:554) lebih lanjut masih menurut kamus besar bahasa Indonesia, rumah

   merupakan “bangunan untuk tempat tinggal”. Berdasarkan kutipan diatas, dapat

   disimpulkan bahwa pekerjaan rumah adalah seperangkat atau tugas kewajiban yang

   harus dilakukan di rumah atau tempat tinggal. Dalam hal ini, rumah yang dimaksud

   tentu saja rumah para siswa yang menjadi objek penelitian ini.



2. Prestasi Belajar

       Dalam bahasa Inggris prestasi sering disejajarkan dengan kata achievment atau

   pencapaian atas sesuatu. Sedangkan dalam bahasa indonesia, setidaknya menurut

   kamus besar bahasa indonesia, prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dari yang

   telah dilakukan, dikerjakan dsb).” (2005:895) Lebih lanjut prestasi belajar menurut

   kamus besar bahasa indonesia adalah “penguasaan pengetahuan atau keterampilan

   yang dikembangkan melalui mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan tes atau

   angka nilai yang diberikan oleh guru.” (2005:895)




                                            4
3. Metode Penelitian

      Dalam penelitian ini, penulis menggunakan PTK (Penelitian Tindakan Kelas)

    sebagai kerangka kerja PKP (Pemantapan Kemampuan Profesional). Mills, Geoffrey

    E, dan Schmuck, Richard A, dalam buku panduan Pematapan Kemampuan

    Profesional IDIK4501,

    “PTK adalah proses penelitianyang sistematis dan terencana melalui tindakan
    perbaikan pembelajaran yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri. PTK
    bertujuan untuk memperbaiki kinerja guru, sehingga kualitas pembelajaran menjadi
    meningkat”

      Jadi, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini dapat digolongkan menjadi

    penelitian tindakan kelas demi memperbaiki kinerja guru sehingga kualitas

    pembelajaran meningkat dan akhirnya akan berefek pada tingkat pemahaman atau

    penguasaan siswa terhadap materi yang disampaikan oleh guru.

      Setelah menemukan atau mengidentifikasi masalah yang akan diteliti, berikut

    dapat kita lihat langkah-langkah melakukan PTK:

   a. Merencanakan

          Dalam fase ini peneliti akan merencanakan perbaikan yang dituangkan dalam

      Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada perbaikan masalah

      yang akan diteliti.

   b. Melaksanakan

          Setelah melakukan perencanaan dan persiapan, peneliti segera melaksanakan

      praktek belajar mengajr sesuai dengan skenario pembelajran yang telah dibuat.

      Pada proses ini peneliti juga diharuskan untuk mengumpulkan data-data

      penelitian sebanyak mungkin untuk dilakukan kajian setelahnya.

   c. Refleksi

          Setelah mendapatkan data-data penelitian, peneliti akan melakukan kajian dan

      refleksi atas apa yang telah dilaksanakan di kelas untuk menemukan penyelesaian

      atas masalah yang dihadapi atau menentukan langkah perbaikan yang akan

      dilakukan jika mungkin siklus atau tahapan PTK akan dilakukan lagi.




                                          5
                                           BAB III

                  PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN



A. Subjek Penelitian

   Data bagi subjek penelitian ini adalah sebagi berikut:

Nama Sekolah          :   SMP Negeri 2 Sekampung

Lokasi                :   Jl. Durian Hargomulyo Kec. Sekampung Lampung Timur 34182

Waktu                 :   4 x 40 menit dalam 2 kali pertemuan

Mata Pelajaran        :   Bahasa Inggris

Kelas                 :   VIII (delapan)

Masalah PKP           :      Apakah pekerjaan rumah dapat meningkatkan prestasi

                             belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sekampung

                             Lampung Timur?



         Kemudian brikut dapat kita lihat jumlah siswa yang ada di SMP Negeri 2

Sekampung tahun ajaran 2008/2009. Jumlah seluruh siswa yang menempuh studi di SMP

Negeri 2 Sekampung adalah sebanyak 464 siswa. Pembagian kelas tersebut antara lain:

  1. Kelas VII, 4 kelas dengan jumlah siswa 155 siswa.

  2. Kelas VIII, 4 kelas dengan jumlah siswa 156 siswa.

  3. Kelas IX, 4 kelas dengan jumlah siswa 153 siswa.



B. Pra Penelitian (Perencanaan)

   Sebelum melaksanakan penelitian tindakan kelas, penulis mengadakan kegiatan pra

   penelitain sebagai data awal sebelum memulai siklus Penelitian Tindakan Kelas

   (PTK) kegiatan tersebut diantaranya:




                                             6
1. Perencanaan

   Dalam penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Dalam

rencana untuk mengobservasi prilaku laku siswa dan prestasi belajarnya. Pelaksanaan

pembelajaran terdiri dari dua siklus dimana masing-masing siklus terdiri dari 2 kali

pertemuan. Dengan masing-masing pertemuan 2 jam pelajaran dengan pokok bahasan

Pen Pals.


2. Pelaksanaan
       Mengadakan survei ke sekolah, terutama kelas yang akan dijadikan obyek

penelitian, untuk dapat mengetahui lebih lanjut permasalahan yang akan diteliti,

waktu, jadwal perbaikan persiklus mata pelajaran. Dalam pelaksanaanya penulis

dibimbing oleh pengamat/supervisor serta berdiskusi dengan teman sejawat dalam

mengidentifikasi masalah pembelajaran yang dihadapi, merancang perbaikan

pembelajaran dan menyusun Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP), dan ketrampilan

dasar mengajar.



3. Pengumpulan Data
Alat yang digunakan penulis dalam pengumpulan data yaitu tugas formatif dan tes.

a. Tugas formatif.

       Tugas formatif digunakan untuk meneliti mengenai aktivitas siswa selama

proses belajar berlangsung.

b. Pekerjaan Rumah

       Tugas ini diberikan kepada siswa untuk dikerjakan dirumah pada akhir

pembelajaran. Data nilai dari Pekerjaan rumah tersebut digunakan sebagai variabel

pembanding dengan nilai yang didapat dari tugas formatif yang dikerjakan selama

proses pembelajaran.




                                        7
C. Kerangka Penelitian

       Kegiatan dalam merancang dan melaksanakan perbaikan pembelajaran dengan

   menerapkan PTK, yang digambarkan dalam bentuk diagram berikut ini:

                                                               Keterangan
            R1              R2                 R3              M = Merencanakan
                                                               L = Melaksanakan
                                                               R = Refleksi
  L1              L2              L3




            M1              M2                 M3



        Siklus Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran (Buku Panduan IDIK 4501/ 4 SKS)




D. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas

       Dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini, dilakukan dalam 2 siklus yaitu

   siklus I dan siklus II. Masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan, setiap pertemuan

   2 jam pelajaran (2 x 40 ) dengan pokok bahasan Pen Pals.

   1. Prosedur Tindakan

       Prosedur dalam melakukan penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut:

    a. Siklus I

       Pada siklus ini, kegiatan dimulai dengan perencanaan, pelaksanaan dan refleksi.

       Materi yang diberikan adalah Pen Pals.

       1. Perencanaan.

        Dalam perencanaan ini meliputi:

       1. Persiapan waktu dan materi yang akan disampaikan.

       2. Mengorganisasi materi pelajaran

       3. Membuat perangkat pembelajaran

       4. Memanfaatkan sumber-sumber media pengajaran dan media pelajaran

          terutama buku pegangan siswa sebagai media pembelajaran yang digunakan

       5. Membuat      beberapa        pertanyaan   yang   dapat   memperlancar     jalannya

          pengumpulan data. Meliputi:


                                               8
-   Apakah pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru cukup baik?

-   Bagaimanakah sikap siswa selama mengerjakan tugas yang diberikan guru

    selama proses pembelajaran?

-   Apakah materi buku pegangan siswa sudah memotifasi siswa untuk

    memperdalam pemahaman mereka?

2. Pelaksanaan

       Pada tahap pelaksanaan, penulis memberikan pre tes untuk mengetahui

    seberapa besar kemampuan siswa mengenai materi yang akan disampaikan.

    Penyajian materi, pemberian tugas dan diakhir siklus siswa diberikan tugas

    pekerjaan rumah yang harus sikumpulkan keesokan harinya sebagai langkah

    untuk mengetahui seberapa besar pemahaman siswa terhadap materi yang

    telah disampaikan serta memberi waktu kepada mereka untuk memahami

    materi yang telah disampaikan di rumah. Dalam kegiatan ini alat yang

    digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi dan tes yang

    berupa pre tes dan tugas pekerjaan rumah yang dikumpul keesokan harinya.

3. Refleksi

       Dalam proses refleksi, penulis mengamati dari pengumpulan data yang

    diperoleh apakah hasil belajar siswa sudah sesuai dengan yang diharapkan,

    apabila belum maka perlu diadakan perbaikan pembelajaran. Dalam refleksi

    ini guru melakukan refleksi diri yaitu menentukan perbaikan pembelajaran

    selanjutnya, supaya hasil belajar siswa meningkat dari yang sebelumnya. Serta

    harus pandai menyikapi segala kemungkinan yang dihadapi dalam

    pelaksanaan belajar mengajar. Dari hasil pembelajaran siklus I, ternyata hasil

    belajar siswa masih terolong rendah. Sehingga diperlukan perbaikan

    pembelajaran pada siklus II.




                                    9
b. Siklus II

        Siklus II ini dilaksanakan setelah menganalisis data tentang perbaikan

   pembelajaran siklus I. Pada siklus II Kegiatan pembelajarannya sama dengan

   kegiatan pembelajaran pada siklus I. Apabila siklus II ini belum juga berhasil

   dalam perbaikan pembelajaran maka bisa dilanjutkan dengan siklus ke III. Tetapi

   dalam penelitian ini hanya pada siklus ke II karena hasil belajar yang diperoleh

   siswa sudah memenuhi kriteria ketuntasan. Yang kedua, keberhasilan siswa siswa

   sudah dapat dibuktikan dengan nilai yang mereka dapat pada silkus yang kedua

   rata-rata lebih dari 65 (data dapat dilihat pada lampiran). Jadi penelitian pun

   sudah diangap selesai pada siklus yang ke dua.




                                      10

				
DOCUMENT INFO