PROTOCOL INTERNETWORK by Kravzhenko

VIEWS: 133 PAGES: 22

More Info
									PROTOKOL
INTERNETWORK

               Sumber: Chapter 15
        Data & Computer Communications
                William Stallings

   Program Studi S1 Teknik Telekomunikasi
    Jurusan Teknik Elektro – STT Telkom
                    2004

3/11/2005         Komunikasi Data           1
Beberapa Istilah
Pertumbuhan jaringan packet switching dan
jaringan broadcasting paket memungkinkan
akses ke “dunia luar”   tidak terbatas pada
sistem LAN tunggal
Dampak dari hal tersebut    diperlukan
interkoneksi antara berbagai tipe jaringan




                 Komunikasi Data              2
Dasar Internetwork
Fasilitas internetwork harus mampu:
 – Menyediakan link fisik dan logic
 – Melakukan routing (pemilihan jalur untuk
   pengantaran data) antar jaringan
 – Mencatat tingkat utilisasi perangkat jaringan
   untuk keperluan charging dan billing
Selain itu, internetworking juga harus
mengakomodasi perbedaan berikut: skema
alamat, ukuran paket maksimum, mekanisme
pengaksesan jaringan, timeout, error control,
teknik routing, connection/connectionless




                 Komunikasi Data             3
Connectionless Internetworking




           Komunikasi Data   4
Operasi Connectionless
Beberapa keunggulan pendekatan
connectionless (datagram):
 – Lebih fleksibel dengan sebagian besar tipe
   jaringan
 – Kinerjanya dapat dibuat sangat andal
 – Sangat sesuai dengan protokol transpor
   yang bersifat connectionless
Gambar di atas menunjukkan operasi IP untuk
pertukaran data antara host A di LAN 1 dan host
B di LAN 2 melalui WAN
Terdapat 3 kemungkinan keputusan yang
diambil oleh router:
 – Jika stasiun tujuan terhubung langsung ke
   jaringan yang sama dengan router, maka
   router akan langsung mengirimkan datagram
   tersebut kepada tujuan
 – Jika datagram harus melewati 1 atau lebih
   router lain untuk mencapai stasiun tujuan,
   maka router akan melakukan penentuan
   keputusan rute
 – Jika router tidak mengenali alamat tujuan,
   maka router akan mengirimkan pesan error
                 Komunikasi Data            5
Isu Perancangan
Routing
Waktu hidup datagram
Fragmentasi dan reassembly
Error control
Flow control




                Komunikasi Data   6
Fragmentasi dan
Reassembly
Header IP harus memuat field berikut:
 – Penanda unit data (ID)
 – Panjang data
 – Offset
 – More flag




                 Komunikasi Data        7
Internet Protocol
Alamat sumber: alamat entitas IP pengirim
Alamat tujuan: entitas IP tujuan
Protokol: entitas protokol penerima (misalnya
TCP)
Indikator tipe layanan: digunakan untuk
menentukan perlakuan jaringan terhadap unit
data
Identifikasi: kombinasi antara alamat sumber,
alamat tujuan, dan protokol
Penanda don’t-fragment: sebagai indikasi
apakah data boleh difragmentasi atau tidak
Waktu hidup: batas waktu suatu paket berada
dalam jaringan, diukur dalam detik
Panjang data
Data opsional: data tambahan yang diminta oleh
user
Data




                 Komunikasi Data           8
Layanan IP
Keamanan: memungkinkan penyisipan label
tingkat keamanan di dalam datagram
Source routing: daftar alamat router yang harus
dilalui oleh datagram
Catatan rute: field yang dialokasikan untuk
mencatat urutan rute yang telah dikunjungi oleh
datagram
Identifikasi stream: menandai resource yang
dicadangkan untuk layanan streaming,
contohnya suara
Timestamping: entitas IP sumber dan beberapa
router perantara akan menambahkan informasi
timestamp (orde milidetik) dalam unit data




                 Komunikasi Data            9
Header IP
Versi (4 bit): memungkinkan evolusi protokol
Internet header length (IHL) (4 bit): panjang header
sebagai kelipatan 32 bit
Type of service (8 bit): menyatakan parameter
keandalan, precedence, delay, dan throughput
Total length (16 bit): panjang datagram dalam oktet
Identification (16 bit): untuk identifikasi datagram
secara unik
Flags (3 bit): hanya 2 bit yang didefinisikan, yaitu
“more” dan “don’t fragment”
Time to live (8 bit): menyatakan berapa lama suatu
datagram diijinkan berada di internet
Header checksum (16 bit): kode deteksi kesalahan
yang diterapkan untuk header saja
Options (variabel): fungsi tambahan yang diminta oleh
pengguna
Data (variabel): panjangnya merupakan kelipatan 8 bit




                   Komunikasi Data               10
Alamat IP
Alamat terdiri dari alamat jaringan dan alamat
host, dengan klasifikasi:
 – Kelas A: jumlah jaringan sedikit, masing-
   masing memiliki banyak host
 – Kelas B: jumlah jaringan sedang, jumlah host
   dalam tiap jaringan sedang
 – Kelas C: jumlah jaringan banyak, masing-
   masing jaringan memiliki sedikit host




                 Komunikasi Data           11
Subnet dan Subnet Mask
Field host pada alamat internet dibagi menjadi 2
bagian, yaitu nomor subnet dan nomor host
Efek subnet mask akan menghilangkan sebagian
field alamat host, yang tersisa adalah field alamat
jaringan dan nomor subnet




                  Komunikasi Data             12
Contoh Subnet
Misalkan jaringan lokal tertentu terdiri dari 3 LAN
dan 2 router
Dari sisi internet, jaringan lokal ini terlihat
sebagai jaringan tunggal dengan alamat kelas C
berpola 192.228.17.x




                  Komunikasi Data             13
Internet Control Message
Protocol (ICMP)
Pesan ICMP diawali oleh header 64 bit yang
terdiri dari field berikut:
 – Tipe (8 bit)
 – Kode (8 bit)      parameter yang dapat
   dikodekan kurang dari 8 bit
 – Checksum (16 bit)        deteksi kesalahan untuk
   keseluruhan pesan ICMP
 – Parameter (32 bit)




                  Komunikasi Data              14
IPV6
Keunggulan IPv6 dibandingkan IPv4:
 – Field alamat lebih besar
 – Mekanisme tambahan yang bersifat opsional
 – Otokonfigurasi alamat
 – Fleksibilitas alamat
 – Mendukung alokasi resource lebih besar
   untuk layanan yang diprioritaskan




                Komunikasi Data          15
Header IPv6
RFC 2460 menetapkan guideline berikut untuk
field kelas trafik:
 – Memungkinkan protokol lapis atas untuk
    memberi nilai pada field kelas trafik
 – Node-node tertentu diperbolehkan mengubah
    nilai kelas trafik pada paket yang akan
    dikirim, diterima, atau di-forward
 – Protokol lapis atas belum tentu menerima
    PDU dengan nilai kelas trafik yang sesuai
    dengan pengirimnya




                Komunikasi Data          16
Optional Header
Dua bit awal pada field “Option Type”
mengindikasikan hal yang harus dilakukan oleh
node yang tidak mengenali tipe opsi tersebut:
 – 00    skip tipe opsi ini dan lanjutkan
   pemrosesan header
 – 01    discard paket
 – 10    discard paket dan kirim pesan error
 – 11    discard paket, kemudian kirim pesan
   error jika DA bukan alamat multicast




                 Komunikasi Data          17
Multicasting
Aplikasi praktis
 – Multimedia
 – Teleconferencing
 – Data base
 – Komputasi terdistribusi
 – Kelompok kerja real time




                 Komunikasi Data   18
Trafik Multicast
Alamat multicast adalah alamat IP yang mengacu
pada sekumpulan host yang berada pada 1
ataupun beberapa jaringan
Strategi multicasting menerapkan metode berikut
 – Tahap 1: penentuan path least-cost antara
   node sumber dan jaringan yang memuat
   anggota grup multicast
 – Tahap 2: sumber mengirimkan sebuah paket
   mengikuti rute spanning tree
 – Tahap 3: paket hanya direplikasi oleh router
   yang berada pada titik percabangan spanning
   tree
Perbandingan beban trafik yang dibangkitkan
oleh strategi broadcast, multiple unicast, dan
multicast pada contoh jaringan halaman 18:




                 Komunikasi Data          19
Contoh Multicast
Pada gambar, sumber mengirimkan paket di N1
kepada router D. D membuat 2 copy paket untuk
ditransmisikan di link L3 dan L4.
B menerima paket dari L3 dan
mentransmisikannya di N3, yang kemudian akan
dibaca oleh anggota multicast yang berada di
jaringan tersebut
C menerima paket yang dikirim di L4. C harus
mengantarkan paket itu kepada E dan F
Jika jaringan N4 bersifat broadcast (misalnya
LAN), maka C hanya perlu melakukan 1 kali
transmisi. Jika N4 adalah WAN packet-switching,
maka C harus membuat 2 copy dan
mengalamatkan masing-masing paket ke E dan F




                 Komunikasi Data           20
Persyaratan Multicasting
Perlu ada konvensi untuk identifikasi alamat
multicast
Tiap node harus menerjemahkan alamat
multicast IP menjadi daftar alamat jaringan yang
memuat anggota grup
Router harus menerjemahkan alamat multicast IP
menjadi alamat multicast jaringan agar dapat
mengantarkan datagram IP kepada jaringan
tujuan
Banyak kasus di mana alamat multicast
dibangkitkan secara dinamis, karena suatu host
sewaktu-waktu dapat bergabung ataupun
meninggalkan grup
Router harus mempertukarkan 2 jenis informasi,
yaitu jaringan mana saja yang memuat anggota
grup multicast tertentu; dan lintasan terpendek
menuju jaringan tersebut
Perlu ada algoritma routing untuk menghitung
lintasan terpendek menuju seluruh anggota grup
Tiap router harus menentukan lintasan routing
berbasis alamat sumber dan tujuan




                 Komunikasi Data            21
Internet Group Management
Protocol (IGMP)
IGMP digunakan oleh host dan router untuk
mempertukarkan informasi keanggotaan grup
multicast pada LAN
Field pada format pesan IGMP:
 – Versi: sama dengan 1
 – Tipe: terdapat 2 tipe, yaitu tipe 1 yang dikirim
   oleh router multicast, dan tipe 0 sebagai
   laporan yang dikirim oleh host
 – Checksum: kode untuk deteksi kesalahan
 – Alamat grup: bernilai 0 pada pesan request,
   dan bernilai alamat valid pada pesan report
Agar tetap memiliki daftar alamat grup yang valid
dan aktif pada saat itu, router multicast
membangkitkan pesan query IGMP secara
periodik, yang dikirim sebagai datagram IP
dengan alamat tujuan “all-host”
Pada IPv6, tidak ada lagi protokol IGMP. Sebagai
gantinya, ditetapkan versi baru ICMPv6, yang
mengandung semua fungsi ICMPv4 dan IGMP




                   Komunikasi Data             22

								
To top