Docstoc

PERBANDINGAN ANTARA ALIRAN SIFAT-SIFAT TUHAN (SUFATIAH) aris

Document Sample
PERBANDINGAN ANTARA ALIRAN SIFAT-SIFAT TUHAN (SUFATIAH) aris Powered By Docstoc
					              MAKALAH
   PERBANDINGAN ANTARA ALIRAN
   SIFAT-SIFAT TUHAN (SUFATIAH)


       Dosen pembimbing :




                 Disusun Oleh
           1. ARISMAN EFENDI




      FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
SULTHAN THAHA SYAIFUDDIN JAMBI
               2010/2011
                        KATA PENGANTAR


     Segala puji bagi allah SWT, berkat rahmatnyalah kami pemakalah
dapat menyelesaikan malakah ilmu kallam ini, yang berjudul “sifatiah”,
dengn maklah ini kami berharap kepada rekan-rekan mengetahui lebih jelas
lagi tentang ilmu kallam, sehingga menambah pengetahuan kita bersama.
     Pemakalah menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna. Kami
pemakalah menerima dengan senang hati apabila deson pembimbing dan
rekan-rekan saekalian berkenan memberi saran dan perbaikan untuk
penyempurnaan makalah ini.
     Selanjutnya ucapan terimakasih kepada dosen mata kuliyah yang telah
memberi waktu dalam penyajian makalah ini, semoga makalah ini dapat
bermanfat.




                                               Jambi , November 2010




                                                          Pemakalah
                               DAFTAR ISI


Kata pengantar
Daftaf isi
BAB I Pendahuluan
BABII pembahasan
Perbandingan antara aliran-aliran sifat tuhan
   1. aliran mu‟tazilah
   2. aliran asy‟ariyah
   3. aliran maturidiyah
   4. aliran syi‟ah rafidah
BAB III Penutup
kesimpulan
                                   BAB II
                              PEMBAHASAN
     Perbandingan antara aliran sifat-sifat tuhan
     Para mutakallim dalam membahas dan memahami persoalan tentang
sifat tuhan secara garis besar dapat dibagi beberapa golongan pendapat
yang berlawanan.
   1. Aliran Mu’tazilah.
     Aliran yang membahas dan memahami persoalan ini dengan
berpendapat bahwa tuhan tidak mempunyai sifat, mereka berargumen jika
tuhan mempunyai sifat, sifat itu meski kekal seperti halnya zat tuhan.
Namun jika demikian maka yang bersifat kekal bukanlah satu lagi, tetapi
banyak. Jika tuhan itu mempunyai sifat-sifat maka akan menyebabkan
paham banyak syirik dan politheisme sebagai suatu yang tidak mendapat
tempat didalam teologi islam.
     Untuk mengetahui lebih jelas pandangan mu‟tazilah tentang sifat-sifat
allah, berikut ini akan dikemukakan pendangan tokoh-tokoh mu‟tazilah,
diantaranya an-nazhzham dan abu hudzail, an nazhzham menafikkan
pengetahuan, kekuasaan, pendengaran, pengelihatan dan sifat-sifat allah
yang lain. Allah dalam pendapatnya, senantiasa tahu, hidup, kuasa,
mendengan, mendengar dan qadim dengan dirinya sendiri, bukan dengan
pengetahuan, kekuasaan, perikehidupan, pendengaran, pengelihatan dan
keqodimannya. Demikian juga sifat-sifat allah yang lain.
     Mu‟tazilah tuhan itu esa. Tidak mempunyai sifat-sifat sebagaimana
golongan lain, apa yang dipandang sebagai sifat dalam pendapat golongan,
bagi mu‟tazilah tidak lain adalah zat allah sendiri.
     Untuk menyucikan kekuasaan tuhan, golongan mu‟tazilah menafikkan
sifat-sifat bagi tuhan, dengan cara demikian, golongan mu‟tazilah
mengklaim dirinya ahlu tauhid wal „adil. Allah itu benar-benar esa tanpa
ditambah apa-apa.
   2. Aliran Asy’ariyah
     Pendapat kaum asy‟ariah barlanan dengan faham mu‟tazilah diatas,
mereka dengan tegas menyatakan bahwa tuhan mempunyai sifat.
     Menurut al-asy‟ari tidak diingkari bahwa tuhan mempunya sifat
karena perbuatan-perbuatannya, aia juga menyatakan bahwa tuhan
mengetahui, menghendaki, kemauan, dan daya. Ia lebih berpendapat bahwa
allah memang memiliki sifat-sifat (bertentangan dengan mu‟tazilah) dan
sifat-sifat itu, seperti mempunyai tangan kaki, tidak boleh diartikan secara
harfiah melainkan dengan cara simbolis (berbeda dengan kelompok
sifatiyah).
     Selanjutnya, al-asy‟ari berpendapat bahwa sifat-sifat allah itu unik
karenanya tidak dapat dibandingkan dengan sifat manusia, sifat-sifat allah
berbeda dengan allah sendiri, tetapi sejauh menyangkut realitasnya
(haqiqah) tidak terpisah dari esensinya, dengan demikian tidak berbeda
dengannya.
     asy‟ariah sebagai aliran kallam tradisional yang memberikan daya
yang kecil kepada akal juga menolak faham tuhan mempunyai sifat-sifat
jasmani bila sifat jasmani dipandang sama dengan sifat manusia, namun
ayat-ayat alqur‟an kendatipun menggambarkan sifat-sifat jasmani, tidak
boleh ditakwilkan dan harus diterima sebagaimana sifat harfiyahnya, oleh
sebab itu tuhan dalam pandangan asy‟ariah mempunyai mata, wajah,
tangangan serta bersemayam di singgasana. Namun semua itu dikatakan :la
yukayyaf la yuhadd” (tanpa diketahui bagaimana cara dan batasnya ).
     Bertentangan dengan pendapat mu‟tazilah diatas, aliran asy‟ariah
menyatakan bahwa tuhan dpat dilihat di akhirat kelak dengan mata kepala,
asy‟ariah menjelaskan bahwa sesuatu yang dapat dilihat adalah sesuatu
yang mempunyai wujud. Karena tuhan mempunyai wujud, ia dapat dilihat,
lebih jauh dikatakan tuhan melihat apa-apa yang ada.
     Dengan demikian, dia melihat dirinya juga. Bila tuhan melihat dirinya,
tentulah dia sendiri dapat membuat manusia mempunyai kemampuan
melihat dirinya sendiri.


   3. Aliran Maturidiyah
     Berkaitan dengan sifat tuhan, dapat ditemukan persamaan antara al-
maturidi dan al-asy‟ari, seperti dalam pendapat bahwa tuhan mempunyai
sifat seperti sama‟, basar, dan sebagainya.
     Walaupun begitu, pengertian al-maturidi tentang sifat tuhan berbeda
dengan al-asy‟ari.
     Al-asy‟ari mengartikan tentang sifat tuhan sebagai sesuatu yang bukan
zat, melainkan meletakkan pada zat itu sendiri, sedangkan menurut al-
maturidi, tuhan itu mempunyai sifat-sifat, sifatnya itu tidaklah kekal tetapi
bersama dengan sifat itulah menunjukkan kekekalan sebagaimana mu‟tailah
menolak adanya sifat tuhan.


   4. Aliran Syi’ah Rafidah
     Sebagian besar tokoh syi‟ah faridhah menolak bahwa allah sensntiasa
bersifat tahu. Pendapay tiu lebih keras dari pada pendapat al-fuaithi.
Mereka menilai bahwa pengetahuan itu bersifat baru, tidak qadim. Sebagian
besar dari mereka berpendapat bahwa allah tidak tahu segala sesuatu
sebelum ia berkehendak terhadapnya. Tatkala ia berkehendak agar sesuatu
itu ada, iapun tahu bahwa sesuatu itu ada. Tatkala ia berkehendak bahwa
sesuatu itu tidak adamaka iapun tahu bahwa sesuatu itu tidak ada. Tatkala ia
berkehendak bahwa sesuatu itu tada atau tidak ada, maka iapu tahu bahwa
sesuatu itu ada atau tidak ada.
     Jadi mereka disini beranggapan bahwa tuhan mengalami banyak
perubahan, mereka juga mengatakan bahwa allah kadang memerintah
sesuatu lalu mengubahnya. Kadang iapun menghendaki malakukan sesuatu
lalu menurungkannya karena ada perubahan dalam dirinya. Perubahan ini
bukan dalam arti naskh, tetapi dalam arti bahwa pada waktu yang pertama
ia tidak tahu apa yang bakal terjadi pada waktu yang kedua.
                               KESIMPULAN
   1. Aliran Mu’tazilah
        aliran mu‟tazilah memahami dan membahas persoalan dengan
berpendapat bahwa tuhan tidak mempunyai sifat. Jadi menurut mu‟tazilah
tuhan itu esa, tidak mempunyai sifat-sifat sebagaimana pendapat golongan
lain.
   2. Aliran Asy’ariyah
        aliran ini membahas sifat-sifat tuhan dengan yang berlawanan dengan
pendapat mu‟tazilah.
   3. Aliran Maturidiyah
        aliran ini beranggapan bahwa tuhan mempunyai sifat-sifat, sifanta itu
tidak kekal tetapi bersama dengan sifat itulah menunjukkan kekekalan dan
keberadaan tuhan.
        Aliran ini cendrung mendekati faham mu‟tazilah tetapi bedanya
dengan al-maturidi ini mengakui ini mengakui adanya sifat-sifat tuhan
   4. Aliran Syi’ah Rafidhah
        menurut mereka, mereka menolak sifat tuhan” karena mereka menilai
bahwa sifat tuhan atau pengetahuan itu bersifat baru.
        Sebagian dari mereka berpendapat bahwa allah itu tidak tahu terhadap
sesuatu sebelum kemunculannya, atau allah tidak bersifat tahu terhadap
sesuatu sebelum ia berkehendak terhadap sesuatu itu.
                     DATFAR PUSTAKA



-   Dr. Abdul Rozak.M.Ag.: ilmu kalam.

-   Dr. Rosihan Anwar. M.Ag.

-   Drs. H. Muhammad Ahmad. Tauhid ilmu kalam

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:2978
posted:1/17/2011
language:Indonesian
pages:9
Description: PERBANDINGAN ANTARA ALIRAN SIFAT-SIFAT TUHAN (SUFATIAH) arisman efendi