EXCRETA DISPOSAL SANITATION by mclaren90

VIEWS: 882 PAGES: 44

More Info
									          WASTE DISPOSAL

 Waste = zat / benda yang sudah
           tidak terpakai lagi.

 Sumbernya :
     Industrial Waste
     Municipal Waste
     Domestic / Home Waste
    Jenisnya :
    1.   Human Waste
    2.   Sewage (Air Limbah)

    3.   Refuse (Sampah) :
             Garbage : dpt membusuk
             Rubbish : tidak membusuk
             Ashes
             Dead animal
             Street sweeping
             Industrial waste

    4.   Manure (Kotoran Hewan)
       PENGARUH TERHADAP
     KESEHATAN MASYARAKAT

Pengaruh Langsung :
  Excreta disposal yang baik akan menurunkan incidence
  penyakit : kholera, typhoid, paratyphoid, dysentri, diare anak,
  ankylostomiasis, ascariasis, poliomyelitis, hepatitis infectiosa.
Pengaruh Tidak Langsung :

1.   Peningkatan taraf kesehatan masyarakat akan
     mendorong berkembangnya taraf sosial ekonomi.
2.   Penurunan morbiditas oleh penyakit lain yang
     bukan water borne diseases.
3.   Meningkatnya life expectancy.
4.   Orang yang sehat dapat bermigrasi ke tempat di
     mana tersedia pekerjaan.
Pembuangan tinja perlu mendapat
perhatian karena :
   Diketahui adanya hubungan antara pembuangan
    tinja dengan kesehatan masyarakat.

   Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat
    kesehatan memudahkan terjadinya penyebaran
    waterborne diseases.
   Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat
    kesehatan berkaitan erat dengan kurang
    tersedianya sarana sanitasi dan rendahnya taraf
    sosial ekonomi penduduk.
          ANDERSON & ARNSTEIN
Faktor-faktor yang mempengaruhi
transmisi penyakit menular :

1.   Ada bibit penyakit.
2.   Ada reservoir dari bibit penyakit.
3.   Cara meninggalkan reservoir.
4.   Ada wahana untuk penyebaran.
5.   Tempat bibit penyakit masuk (port d’entrée).
6.   Pejamu baru yang rentan.
RUTE PENYEBARAN PENYAKIT
PEMUTUSAN RANTAI PENULARAN
              EHLERS & STEEL
Syarat pembuangan excreta :
1.   Tidak boleh mencemari tanah permukaan.
2.   Tidak boleh mencemari air permukaan.
3.   Tidak boleh mencemari air dalam tanah.
4.   Kotoran tidak boleh terbuka sehingga dapat
     dicapai oleh lalat atau binatang lain.
5.   Tidak membutuhkan penanganan excreta
6.   Bebas dari bau dan pandangan yg kurang
     menyenangkan.
7.   Pembuatan dan perawatannya mudah dan murah.
PROSES DEKOMPOSISI BAHAN
        ORGANIK
      CARA PEMBUANGAN TINJA
             MANUSIA :
1.   Cara Kering :
          Pit Privy
          Bored Hole Latrine
          Water Seal Latrine
          Bucket Latrine (Pail Privy)
          Trench Latrine
          Compost Privy

2.   Cara Basah :
        Aqua Privy
        Septic Tank
        Overhung Latrine

3.   Cara Kimia :
        Chemical Toilet
                    PIT PRIVY

Terdiri atas bagian-bagian sebagai
berikut :

1.   Bangunan rumah

2.   Lantai yang berlubang (slab)

3.   Lubang sumur
STURKTUR PIT PRIVY
LUBANG SUMUR JAMBAN
   Lubang Sumur Jamban :

• Berupa lubang dalam tanah dengan diameter 90 -
  120 cm atau 100 x 100 cm.

• Dalamnya + 2,5 m (1,8 - 5 m).

• Bibir diperkuat dengan bata, bambu atau batang
  kayu agar tidak mudah runtuh.

• Bagian atas ditutup dengan lantai yang cukup kuat.

• Bagian lantai berlubang untuk dilalui excreta.
          RUMAH JAMBAN

1.   Ukuran tidak terlampau besar
2.   Ventilasi cukup
3.   Pencahayaan cukup
4.   Kebersihan terjaga
RUMAH JAMBAN
CEMARAN VERTIKAL
 CEMARAN PADA
AIR TANAH DALAM
   LAJU CEMARAN
PD AIR TANAH DALAM
PENEMPATAN JAMBAN THD SUMUR AIR
LETAK JAMBAN DOWNSTREAM
         SYARAT PEMBUATAN PIT PRIVY

1. Hanya boleh dibuat pada tempat di mana
   air tanah letaknya dalam.
2. Dasar sumur harus minimal 1,5 m di atas
   permukaan air tanah (ground water table).
3. Pada tanah yang landai harus dibuat down
   stream terhadap sumber air minum.
4. Jangan memasukkan desinfektans ke
   dalam lubang sumur.
5. Jamban jenis ini hanya cocok untuk daerah
   pedesaan di mana tanah luas dan
   penduduknya tidak padat.
          KEUNTUNGAN PIT PRIVY

1. Pembuatannya mudah & murah.
2. Excreta terhindar dari tiupan angin maupun
   gangguan hewan ternak.
3. Dari segi estetis memenuhi syarat.
4. Jangka waktu pakai 5 - 15 tahun.
5. Asam, alkohol dan panas yang terbentuk
   sebagai hasil dekomposisi excreta akan
   membunuh bakteri patogen dalam waktu
   beberapa hari sampai + 2 bulan.
6. Bila sudah penuh, setelah dibiarkan selama 9
   - 12 bulan, isinya dapat dipergunakan
   sebagai pupuk.
               KERUGIAN PIT PRIVY

1.   Bau.

2.   Tetap didatangi lalat bila kebersihan kurang
     terjaga.

3.   Telur ascaris tahan hidup sampai 3 bulan di
     dalam jamban dan telur ankylostoma sampai 5
     bulan.

4.   Mencemari tanah sekitar.
      KLOSET LEHER ANGSA

Kloset yang pada bagian dalamnya memiliki
struktur berbentuk huruf S (leher angsa) yang
senantiasa tergenang air, sehingga berfungsi
sebagai penyekat (sekat air) antara udara luar
dan udara dalam bak penampungan jamban
 STRUKTUR
LEHER ANGSA
JAMBAN DGN KLOSET LEHER
        ANGSA
    KEUNTUNGAN JAMBAN LEHER ANGSA
   Memenuhi semua syarat sanitasi maupun estetika.
   Dapat ditempatkan di dekat atau tepat di atas tempat
    penampungan excreta.

   Mencegah kontak dengan lalat.

   Mencegah keluarnya bau.

   Aman bagi anak-anak.

   Dapat dibangun dengan menggunakan teknologi madya.

   Dapat dibangun di dalam rumah.
               KERUGIAN JAMBAN
                LEHER ANGSA

 Penggunaannya membutuhkan air.

 Membutuhkan waktu untuk penyuluhan tentang
  cara pemakaian dan perawatannya.

 Biaya pembuatannya sedikit lebih mahal
  dibandingkan dengan Pit Privy.
BORED HOLE LATRINE
              AQUA PRIVY


Jenis jamban yang bak penampungan excretanya
                selalu berisi air
BAK PENAMPUNGAN AQUA PRIVY
Bak Penampungan :

 Terbuat dari beton berukuran minimal : 1 m3
  (bentuk persegi / bundar).
 Kedap air (tidak boleh bocor).

 Senantiasa terisi air (tinggi + 1m).

 Memiliki saluran keluar yang dihubungkan dengan
  sumur / bidang resapan.

 Di bagian bawah bak terkumpul sludge yang harus
  dikuras secara periodik.
Lantai :

 Terbuat dari beton.
 Pada bagian lubang yang dilalui excreta disambung
  ke bawah dengan pipa. Ujung bawah pipa harus
  terendam 10 - 15 cm di bawah permukaan air.
 Terdapat pipa untuk mengalirkan udara. Pangkal pipa
  saluran udara berada tepat di bawah lantai / slab.
 Ujung atas pipa udara harus melewati tepi atap dan
  jauh dari pintu atau jendela rumah tetangga.
 Dilengkapi lubang untuk pengurasan
      KEUNTUNGAN AQUA PRIVY

Memenuhi syarat Ehlers & Steel.
Bersifat permanen.
Tidak membutuhkan bak penampungan
 yang dalam.
Untuk penggunaan keluarga dengan bak
 penampungan berukuran 1 m3 interval
 pengurasannya + 6 tahun.
Dapat dipergunakan pada daerah
 berpenduduk padat.
Dapat dibangun dekat sumur.
          KERUGIAN AQUA PRIVY

 Perlu pembersihan dan pengisian air setiap hari.

 Pembuatannya memerlukan pembetonan.

 Biaya pembuatan cukup mahal.
         PROSES DEKOMPOSISI
          DALAM AQUA PRIVY


Proses pembusukan terjadi dalam
2 tahap yaitu:

      Primary Treatment Stage (anaerobic).

      Secondary Treatment Stage (aerobic)
Primary Treatment Stage :


1.   Terjadi dalam bak penampungan yang kedap air
     oleh bakteri anaerob.
2.   Excreta yang masuk tertahan dalam bak selama 1
     - 3 hari.
3.   Partikel yang berat akan mengendap dan
     terdekomposisi menjadi sludge.
4.   Partikel yang ringan, lemak dan gelembung gas
     akan terapung di permukaan air sebagai scum.
5.   Kelebihan air akan dialirkan ke bidang resapan
     (secondary treatment).
6.   Sludge memerlukan pengurasan secara periodik.
Secondary Treatment Stage :

1.   Merupakan proses oxidasi bahan-bahan organik
     yang terkandung dalam air dari primary
     treatment stage oleh bakteri aerobic yang
     terdapat pada lapisan tanah bagian atas.

2.   Air dialirkan ke bidang resapan dan dibiarkan
     menyerap di lapisan tanah, pasir atau kerikil di
     mana pori-porinya selalu terisi oleh oxygen dari
     udara.

3.   Pori-pori tanah perlu dijaga agar tidak tersumbat
     endapan atau air karena proses akan berubah
     menjadi anaerobic.
                  KEBUTUHAN JAMBAN

1.   Rumah tangga  1 : 5 - 6 orang

2.   Tempat Umum  1 : 15 orang

      Sekolah  1 : 15 murid perempuan
     1 jamban + 1 urinal : 25 murid laki laki
CHEMICAL TOILET
BUCKET LATRINE

								
To top