Docstoc

Modul kuliah Rekayasa Ulang Proses Bisnis

Document Sample
Modul kuliah Rekayasa Ulang Proses Bisnis Powered By Docstoc
					     Rekayasa Ulang
     Proses Bisnis

Oleh Joko Bintarto S.Kom
 Konsep Rekayasa Ulang Proses Bisnis
Michael Hammer dan James Champy menyatakan bahwa Business Process
Reengineering (BPR) adalah:
"Pemikiran dan perancangan ulang suatu sistem bisnis secara mendasar
(fundamental) dan radikal untuk mendapatkan perbaikan secara dramatis pada saat
kritis, dengan mengukur kinerja saat ini melalui elemen-elemen biaya, kualitas,
pelayanan dan kecepatan."
Definisi ini adalah salah satu definisi yang paling sering dipakai dan dapat
ditemukan dalam berbagai jurnal dan artikel ilmiah. Dalam definisi dari Michael
Hammer diatas, terdapat empat kata kunci yaitu fundamental, radikal, dramatis dan
proses (Indrajit,2002:69).
Konsep Rekayasa Ulang Proses Bisnis
1. Fundamental
Dalam melakukan proses reengineering dua pertanyaan mendasar yang akan
ditujukan adalah : Mengapa perusahaan berbuat seperti apa yang perusahaan
perbuat? dan Mengapa perusahaan berbuat dengan cara seperti yang
perusahaan kerjakan sekarang? Jika pertanyaan fundamental ini diajukan,
maka akan memaksa pelaku bisnis untuk menggunakan asumsi dan aturan tak
tertulis yang mendasari bisnis mereka, seringkali asumsi atau aturan ini keliru
dan tidak tepat.Pertanyaan yang harus diajukan bukan "Apa yang sudah
dikerjakan?", tetapi "Bagaimana seharusnya dikerjakan?". Jawaban atas
pertanyaan fundamental akan melahirkan juga sesuatu yang fundamental, yaitu
tindakan perubahan yang fundamental. Reenginering berarti memulai sesuatu
dari awal, tanpa asumsi dan pertama menentukan apa yang harus dilakukan
oleh perusahaan kemudian bagaimana cara melakukannya.
Konsep Rekayasa Ulang Proses Bisnis
2. Radikal
Radikal diserap dari bahasa latin "radix" yang berarti akar. Desain radikal dari
proses bisnis berarti mendesain ulang sesuatu sampai ke akarnya, tidak
memperbaiki prosedur yang sudah ada dan berusaha melakukan optimasi.
Menurut Hammer, desain radikal berarti mengabaikan seluruh struktur dan
prosedur yang sudah ada dan menemukan cara baru yang benar-benar berbeda
dengan sebelumnya dalam menyelesaikan pekerjaan. Reengineering bukan
merupakan business improvements, atau business enchacement, atau pun
business modification, tetapi mengenai business reinvention.
3. Dramatis
Reengineering bukanlah suatu usaha mencapai perbaikan sedikit demi sedikit dan
bertahap yang bersifat marginal atau incremental, tetapi merupakan usaha
mencapai lompatan besar dalam perbaikan dan peningkatan performansi
perusahaan.
Tiga jenis perusahaan yang memerlukan reengineering adalah sebagai berikut:
a. Perusahaan yang berada dalam kesulitan besar,
b. Perusahaan yang belum mengalami kesulitan, tetapi mengantisipasi akan
mengalami kesulitan, dan
c.Perusahaan yang tidak mengalami kesulitan, tetapi justru berada pada puncak
kerjanya.
Konsep Rekayasa Ulang Proses Bisnis
4.Orientasi Proses
Orientasi pada proses merupakan kata kunci terpenting dalam definisi BPR,
tetapi merupakan hal yang memberikan kesulitan besar bagi para manajer.
Kebanyakan pelaku bisnis tidak berorientasi pada proses, tetapi pada tugas,
pekerjaan, orang, dan struktur.
The Essence Of Business Process Reengineering (BPR)
"Organized around outcomes, not task", Prinsipnya adalah menetapkan satu
orang yang dapat menyiapkan seluruh proses. Banyak pekerjaan yang tadinya
terpisah digabungkan dan dipadatkan menjadi satu. Sebagai contoh pada
bagian kredit IBM, dimana beberapa tugas spesialis seperti pemeriksaan kredit
atau penentu harga digabungkan kedalam satu posisi, "pelaksana urusan".
Perencanaan Arsitektur Enterprise
Arsitektur Enterprise EA (Enterprise Architecture), adalah sebuah gambaran atau blueprint untuk
mengorganisasi semua proses bisnis enterprise, informasi yang dibutuhkan dan teknologi-teknolgi
pendukung. Dalam EA terdiri dari defenisi keadaan sekarang (As-Is), Visi status masa depan (“To-
Be”) tentang bisnis seperti halnya teknologi, dan cara lain untuk mengatur kompleksitas.
                                           Lapisan pertama adalah lapisan bisnis yang meliputi
                                           pengetahuan dan defenisi mengenai bisnis serta termasuk
                                           perhatian terhadap penjaminan/keamanan.
                                           Lapisan Kedua adalah lapisan data, pada lapisan ini
                                           mendefenisikan data yang penting untuk mendukung bisnis
                                           meliputi model-model objek dan data, struktur, defenisi-
                                           definisi mengenai data dan aliran informasi termasuk pada
                                           layer ini dokumentasi data yang sensitif/krusial dan
                                           keamananya.
                                           Lapisan ketiga adalah lapisan aplikasi, pada lapisan ini
                                           mendefenisikan aplikasi-aplikasi yang menunjang bisnis
                                           meliputi deskripsi fungsi dari aplikasi, defenisi dari
                                           perancangan aplikasi, interface dan kemampuan untuk
                                           dapat diakses termasuk dengan keamanan/jaminan.
                                           Lapisan keempat adalah lapisan teknologi, pada lapisan ini
                                           mendefenisikan teknologi-teknologi yang menunjang bisnis
                                           meliputi lokasi-lokasi bisnis, perangkat keras dan perangkat
                                           lunak ,jaringan dan keamanan teknologi
Perencanaan Arsitektur Enterprise
EAP adalah proses mendefenisikan arsitektur-arsitektur untuk penggunaan
informasi dalam menunjang bisnis dan rencana mengimplementasikan
arsitektur tersebut.
Pertama adalah kata arsitektur memberikan makna blueprint, gambar atau
model dimana terdiri dari 3 arsitektur yaitu arsitektur data, arsitektur aplikasi
dan arsitektur teknologi. Khususnya dalam EAP arsitektur mendefenisikan dan
menggambarkan data, aplikasi dan teknologi yang diperlukan untuk
mensupport bisnis.
Kedua adalah kata mendefenisikan. EAP mendefenisikan bisnis dan
mendefenisikan arsitektur. EAP adalah proses mendefenisi bukan mendisain,
sehingga EAP tidak mendisain system, database atau jaringan. Desain dan
pekerjaan implementasi diprakarsai setelah proses pendefenisian EAP telah
rampung.
Ketiga adalah kata rencana. Umumnya arsitektur mendefenisikan apa (what)
yang diperlukan dan rencana pendukung mendefenisikan kapan (when)
arsitektur tersebut diimplemetasikan. Sebenarnya arsitektur sendiri dapat
menyediakan defenisi-defenisi, standard-standard dan ide-ide yang berguna,
tetapi aksitektur tanpa rencana tidak akan mencapai sampai tahap
implementasi.
 Komponen-komponen Metodologi EAP
                                                    Lapisan 1 – Getting started ( dimulai )
                                                    Inisialisasi Perencanaan mencakup hal-hal
                                                    yang bersifat umum, keputusan terhadap
                                                    metodologi yang mana yang akan digunakan,
                                                    siapa yang akan terlibat, dukungan apa yang
                                                    diperlukan dan alat bantu apa yang akan
                                                    digunakan.
                                                    Lapisan 2 – Where we are today ( posisi
                                                    sekarang)
                                                    Pemodelan Bisnis mencakup
Lapisan 3 – the vision of where we want to be       himpunan/kumpulan sebuah pengetahuan dasar
(visi berkelanjutan)                                tentang fungsi-fungsi bisnis dan informasi yang
Arsitektur Data – mendefenisikan jenis-jenis data   digunakan dalam melakukan dan mendukung
utama yang dibutuhkan untuk membantu bisnis         bermacam-macam proses bisnis.
Arsitektur Aplikasi – mendefenisikan jenis-jenis    System dan teknologi saat ini mencakup
aplikasi utama yang dibutuhkan untuk membantu       defenisi dari sistem aplikasi dan platform
bisnis.                                             teknologi pendukung yang ada pada saat ini.
Arsitektur Teknologi – mendefenisikan platfrom      Pada bagian ini merupakan level kesimpulan
teknologi yang dibutuhkan untuk mengatur data dan   inventori dari sistem aplikasi, data dan platfrom
membantu fungsi-fungsi bisnis. EAP menggambarkan    teknologi yang menyediakan sebuah garis
cetakbiru untuk implementasidan disain dan          dasar/titik pangkal untuk rencana migrasi jangka
menempatkan langkah-langkah perencanaan atau        panjang.
pendefinisian ke dalam framework.
Planning Initation
Inisialisasi Perencanaan mencakup hal-hal yang bersifat umum, keputusan
terhadap metodologi yang mana yang akan digunakan, siapa yang akan
terlibat, dukungan apa yang diperlukan dan alat bantu apa yang akan
digunakan. Planning Initation merupakan salah satu konsep pada manajemen
pembangunan yang terdiri dari :
1. Proposal Perencanaan yang berisi latar belakang, rumusan, tujuan dan
pembahasan
2. Implementasi Perencanaan yang berisi konsep operasional
3. Kontrol dan Target yang dimana perencanaan harus ada alat bantu untuk
mengendalikan operasional dan bertujuan untuk mencapai target yang
diinginkan
Model Bisnis
Model bisnis merupakan salah satu dari tiga faktor utama yang menentukan
performance suatubisnis selain lingkungan dimana suatu bisnis dijalankan dan
perubahan. Model bisnis adalah sebuah metode yang mana sebuah perusahaan
membangun dan menggunakan sumber dayanya untuk menawarkan
pelanggannya nilai yang lebih baik dibanding kompetitornya dan juga untuk
menghasilkan uang.
komponen-komponen yang membangun suatu model bisnis adalah sebagai
berikut:
a. Profit Site, Gambaran tentang Sumber Penghasilan yang dimana dipengaruhi
oleh jenis nilai yang ditawarkan perusahaan, sekmen pelanggan, tarif yang
dikenakan, sumber pendapatan, aktivitas yang dipilih, kemampuannya,
bagaimana mengimplementasikan dan seberapa sustainable model bisnisnya,
dan struktur biayanya.
b.Customer Value yaitu nilai / manfaat yang diterima oleh pelanggan atas suatu
produk, bisa berupa diferensiasi atau harga yang murah
c. Scope berkaitan dengan sekmen pasar atau area geografis kemana nilai
tersebut seharusnya ditawarkan dan juga berapa banyak jenis produk sehingga
menambahkan versi nilai yang seharusnya dijual.
Model Bisnis
d. Price, suatu bagian yang penting tentang profiting dari nilai yang
perusahaan tawarkan kepada pelanggan adalah memberi harga dengan tepat.
e. Revenue Source, yaitu penentuan sumber-sumber pendapatan dan
keuntungan perusahaan
f. Connected Activities, untuk menyampaikan nilai pada pelanggan yang
berbeda, perusahaan harus menjalankan aktivitas yang terkait untuk
mendukung nilai tersebut. Untuk menawarkan nilai yang lebih baik pada
pelanggan yang tepat, perusahaan harus berhati-hati dalam memilih aktivitas
dan menentukan waktu kapan aktivitas tersebut akan dijalankan.
g.Implementation, Keputusan yang diambil suatu perusahaan
mempertimbangkan nilai apa yang ditawarkan
kepada pelanggan, pelanggan mana yang akan ditawarkan suatu nilai,
bagaimana harganya,dan aktivitas apa yang akan dilakukan. Implementation
adalah pelaksanaan dari keputusan yang diambil perusahaan. Pokok-pokok
pelaksanaan adalah struktur, sistem, people, dan lingkungan.
h. Capabilities adalah menyangkut kemampuan individual maupun
perusahaan dalam menunjukkan aktivitas yang bernilai tambah.
Model Bisnis
i.Sustainability,apabila model bisnis suatu perusahaan
memungkinkannya memperoleh keuntungan yang kompetitif, maka tidak
mudah bagi pesaing untuk melampauinya. Untuk mempertahankan
keuntungan kompetitif tersebut, perusahaan yang bergantung pada
kemampuan, lingkungan,dan teknologi akan mengejar beberapa bagian
dari tiga strategi umum, yaitu block, run, dan team-up
i. Cost Structure, struktur biaya darai suatu perusahaan menunjukkan
hubungan antara pendapatan dengan biaya yang mendasari dalam
usaha menghasilkan keuntungan (pendapatan) tersebut.
Teknik Survey
Teknik Survery merupakan salah satu metodologi penelitian untuk
memperoleh fakta dan gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan
secara faktual serta memiliki arah dan tujuan yang terdiri dari :
Penemuan yang dapat diartikan arah dan tujuan survei harus benar-benar
baru dan belum pernah diketahui
Pembuktian, tidak ada keraguan apapun karena sudah ada fakta yang dapat
dibuktikan
Pengembangan, tujuan dan arah survei untuk memperdalam dan
memperluas pengetahuan yang ada.

Ada 2 macam metodologi teknik survey yaitu :
1. Survey Kuantitatif , biasanya survey ini bersifat deskriptif dan digunakan
untuk perbandingan statistik. Contohnya polling
2. Survey Kualitatif, biasanya survey ini bersifat argumentasi yang dimana
sebagai bahan pertimbangan dan masukan dalam menentukan kebijakan dan
pengambilan keputusan. Contohnya Interview ( wawancara )

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:2503
posted:1/16/2011
language:Indonesian
pages:13