Docstoc

perkembangan hewan

Document Sample
perkembangan hewan Powered By Docstoc
					                                        1




               MAKALAH

        PERKEMBANGAN HEWAN

                   DI

                   S
                   U
                   S
                   U
                   N

                 OLEH

               NURMALA
               070203075

               SAFRINA
               070203014

              UNIT VII / B


       DOSPEN : ULIA HANUM, M. Si




                   `
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
        UNIVERSITAS ALMUSLIM
    MATANGGLUMPANG DUA, BIREUEN
                 2011
                                                                                 2




                                    BAB I
                                PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
                   Reproduksi merupakan proses pembentukan individu baru dari
   individu yang sudah ada dan merupakan ciri khas dari semua makhluk hidup.
   Reproduksi bertujuan untuk mempertahankan kelestarian suatu spesies dari
   kepunahan. Dalam upaya melestarikan kelangsungan hidupnya, setiap organisme
   harus mampu memperbanyak diri sehingga setiap generasi mampu menghasilkan
   generasi sebelumnya yang mati karena pemangsa, parasit atau karena telah
   berumur tua.
                   Proses reproduksi berbeda dengan proses yang diperlukan untuk
   kelangsungan hidup sehari-hari seperti: makan, pertukaran gas dan ekskresi,
   proses reproduksi tidak diperlukan untuk kelangsungan hidup setiap organisme,
   tetapi tanpa reproduksi suatu spesies akan punah. (Franz, 1990).
                   Seiring dengan tuntutan perkembangan zaman dapat kita ketahui
   bahwa kelangsungan hidup individu, sebagian ditujukan untuk memenuhi
   kemampuan reproduksi yang mutlak bagi kelestarian suatu spesies.
                   Salah satu cirri tersebut adalah berkembang biak atau reproduksi
   merupakan kenyataan bahwa tak ada satu pun makhluk hidup yang hidup terus
   menerus tanpa batas. Semua akan mengalami kematian, namun tak satu pun
   organisme yang tidak ingin eksis, semua ingin hidup, semua berjuang untuk tetap
   lestari. Semua makhluk hidup mempunyai keturunan untuk melestarikan sifat-
   sifatnya dan meneruskan eksistensinya sehingga makhluk hidup bertujuan
   bereproduksi.
                   Penelitian mengenai bioteknologi dibidang reproduksi telah
   berkembang pesat. Metode bayi tabung kini menjadi pilihan alternatif untuk
   memiliki seorang anak. Hal ini tidak lepas dari semakin berkembangnya ilmu
   pengetahuan terutama dibidang reproduksi. Pengetahuan mengenai struktur,
   fungsi, dan proses reproduksi menjadi salah satu bagian terpenting dari seluruh
   proses teknologi reproduksi. Oleh karena itu kita harus belajar dan menambah
                                                                               3




  pengetahuan kita, semakin kita mempelajarinya maka kita akan menyadari betapa
  kecilnya diri kita dihadapan Tuhan Yang Maha Esa yang mengelola kehidupan.
B. Tujuan
                Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan sedikit
  tentang masalah perkembangan hewan, semoga makalah ini dapat dijadikan
  referensi tambahan bagi para pembaca sekalian.
                                                                                 4




                                        BAB II
                                     PEMBAHASAN


A. Gametogenesis
                  Gametogenesis merupakan proses pembentukan kelamin sistem
   reproduksi pada pria terdiri atas organ-organ reproduksi, sistem reproduksi pria
   mampu menghasilkan lebih dari seratus juta sel sperma setiap hari. Manusia
   melakukan reproduksi secara seksual dengan menggunakan alat reproduksi. Alat
   reproduksi manusia berfungsi setelah masa puberitas.
   1. Organ reproduksi
      Alat reproduksi laki-laki terdiri atas:
      a. Testis
          Berbentuk bulat dan berjumlah sepasang, terletak didalam skortum (buah
          pelir). Testis berfungsi sebagai tempat pembentukan sperma dan
          menghasilkan hormone testosterone. Testis membutuhkan suhu lebih
          rendah dari suh u badan (36,7 oC agar berfungsi secara optimal.
      b. Skrotum
          Merupakan kantong kulit yang melindungi yang melindungi testis dan
          berfungsi sebagai tempat bergantungnya testis, skrotum berwarna gelap
          dan berlipat-lipat. Skrotum mengandung otot polos yang mengatur jarak
          testis ke dinding perut.
      c. Vas Deferens
          Merupakan sebuah tabung yang dibentuk oleh otot. Vas deferens
          berfungsi sebagai tempat penyimpanan sperma sebelum dikeluarkan
          melalui penis, kantong sperma ini berfungsi untuk menampung sperma
          yang dihasilkan oleh testis.
      d. Epididimis
          Merupakan saluran-saluran yang lebih kecil dari vas deferens berfungsi
          sebagai tempat pematangan sperma.
      e. Vesikula Seminalis
          Berfungsi sebagai penampang spermatozoa dari testis
                                                                               5




      f. Kelenjar Prostat
          Berfungsi sebagai penghasil cairan basa untuk melindungi sperma dari
          gangguan luar
      g. Uretra
          Merupakan saluran sperma dan urine, berfungsi membawa sperma dan
      urine keluar tubuh
      h. Penis
          Merupakan tempat bermuara terakhir dan keluarnya sperma dan urine.
   2. Organ Reproduksi Wanita
      Organ Reproduksi pada Wanita terdiri atas:
          a. Ovarium (indung telur)
          b. Vulva
          c. Vagina
          d. Serviks (mulut rahim)
          e. Rahim (uterus)
          f. Tuba fallopi (saluran telur)
B. Spermatogenesis
                  Spermatogenesis adalah proses pembentukan sel kelamin jantan
   atau sperma. Spermatogenesis terjadi setelah seorang pria mengalami puberitas,
   kurang lebih saat berumur 13 tahun. Spermatogenesis terjadi dalam testis yaitu
   dalam pembuluh halus testis (tubulus seminiferus).
                  Sperma terdiri atas kepala, badan dan ekor. Kepala sperma tebal
   dan dilapisi suatu enzim untuk membantu menembus dinding ovum. Ekor sperma
   melekat pada badan sperma, badan sperma mengandung mitokondria sebagai
   penghasil energi untuk menggerakkan sperma menuju ovum.
                              GAMBAR 1. SPERMA
                                                                                   6




C. Oogenesis
                 Oogenesis terjadi di ovarium, pada ovarium terdapat calon-calon
   sel telur yaitu oogonium yang terbentuk sejak lahir. Sel-sel itu terdapat dalam
   kantung kecil disebut folikel primordial. Tiap bulan sejak puberitas, hormone seks
   menyebabkan 20 sampai 25 folikel menjadi besar dan ditransformasi menjadi
   folikel primer. Sebagian besar mengalami degenerasi, hanya satu yang menjadi
   matang dan menjadi folikel sekunder. Folikel ini tambah cepat dalam beberapa
   hari, dindingnya menebal dan cairan berkumpul dikelilingi oleh oosit yang
   dikandungnya. Proses ini dipengaruhi oleh kerja FSH (Follicle Stimulating
   Hormone). Follicle de graaf memproduksi hormone estrogen. Hormon ini mampu
   merangsang kelenjar hipopisis untuk mensekresikan LH (Luteinizing Hormon)
   berfungsi mendorong pelepasan sel telur (ovulasi) selanjutnya oosit sekunder
   meneruskan pembelahan menjadi ootid dan badan kutub kedu (polosit sekunder)
   ootid berdiferensiasi menjadi ovum.
                           GAMBAR 2. OOGENESIS




D. Fertilisasi
                 Fertilisasi adalah penembusan ovum oleh spermatozoa dan
   mengakibatkan penyatuan nucleus sperma dan nucleus ovum untuk menghasilkan
   zigot. Ada 3 faktor spermatozoa dapat mencapai sekitar ovum:
   a. Sperma berenang-renang melakukan pergerakan seperti melambai yang
       disebabkan flagelnya
   b. Akrosom sperma menghasilkan enzim yang disebutkan dengan akrosin yang
       menstimulus (merangsang) migrasi dan motilitas sperma dalam sistem
       reproduksi betina
                                                                                 7




  c. Sperma ditranspor (dipindahkan) oleh kontraksi otot uterus
                Meskipun demikian sperma mengalami pematangan di epididimis
  ia masih belum dapat membuahi ovum. Ia harus berdiam diri beberapa jam
  didalam sistem reproduksi betina. Perubahan fungsional yang dialami sperma
  didalam sistem reproduksi betina ini adalah memungkingkan sperma tersebut
  membuahi ovum dikenal dengan istilah kapasitasi.
                Selama proses kapasitasi enzim hyaluronidase dan proteinase
  disekretkan oleh akrosom. Enzim tersebut membantu melarutkan material
  interseluler yang menutupi ovum yaitu suatu penutup yang berupa atau bersifat
  seperti agar-agar atau gel yang dikenal dengan zona pellusida dan beberapa
  lapisan sel yang paling dalam (folikel sel) yang dikenal dengan korona radiate.
  Dari ratusan sperma tapi hanya satu yang masuk membuahi ovum.
                             GAMBAR 3. OVUM




                Kembar dizigotik dihasilkan dari pelepasan 2 ovum dan akhirnya
  terjadi fertilasi masing-masingnya oleh spermatozoa yang berbeda mereka
  berumur sama dan memasuki uterus pada waktu yang sama. Tetapi mereka seca
  genetic berbeda sama halnya seperti saudara kandung lainnya. Mereka bisa jadi
  memiliki jenis kelamin yang sama atau berbeda.
                Kembar monozigotik dihasilkan dari pembuahan ovum tunggal
  yang membelah pada tahap awal dalam perkembangannya mereka mengandung
  material genetic yang sama dan selalu memiliki jenis kelamin yang sama pula.
E. Pembentukan Morulla
                                                                                    8




                  Setelah fertilisasi pembelahan sel yang berulang-ulang pada zigot
   terjadi yang dikenal denga Cleavage (tahap pembelahan), selama proses ini
   berlangsung sel yang membelah melindungi oleh zona pellusida, meskipun
   pembelahan menyebabkan penambahan jumlah sel namun tidak terjadi
   penambahan ukuran dari organisme yang sedang berkembang. Sel-sel yang
   dihasilkan semakin lama semakin kecil, sel-sel tersebut disebut dengan
   Blastomer.
                  Perkembangan blastosit karena jumlah sel didalam morulla
   bertambah atau meningkat ia bergerak dari tempat fertilisasi awal turun melalui
   tuba fallopi yang bersillia kearah uterus dan masuk ke rongga uterus. Pada saat ini
   kumpulan sel pada (morulla) berubah menjadi berbentuk bola sel berongga yang
   lazim disebut dengan Blastosit yaitu sel berongga. Blastosit berdiferensiasi
   membentuk: (1) trofektoderm (2) inner cell massa (massa sel bagial dalam) (3)
   cairan internal (blastoceol)
                  GAMBAR 4. MORULA DAN BLASTULASI




                  Trafektoderm akhirnya membentuk bagian membrane yang
   menyusun plasenta janin, sedangkan sel bagian dalam berkembang menjadi
   embrio.
F. Implantasi
                  Implantasi adalah tertanamnya blastosit pada endomentrium lebih
   kurang 7 atau 8 hari setelah proses fertilisasi. Blastosit berada bebas didalam
   uterus 2-4 hari sebelum benar-benar menempel atau tertanam pada dinding uterus
                                                                                       9




  selama masa ini terapan nutris disediakan oleh sekresi endometrium yang biasa
  disebut uterine milk.
                 Cairan nutrisi tersebut selain menyediakan atau menjadi asupan
  nutrisi bagian blastosit yang sedang menggali tersebut, kira-kira seminggu setelah
  Implantasi dan akhirnya blastosit terkubur didalam endometrium biasanya pada
  dinding posterior dari fundus atau badan rahim di uterus.
                GAMBAR 5. FERTILISASI s/d IMPLANTASI




G. Perkembangan Embrio
                 Dua      bulan   setelah   fertilisasi,   blastosis   terkubur   didalam
  endometrium dan lempeng embrio mulai tumbuh menjadi embrio, umumnya
  disebut dengan periode embrionik. Selama periode ini organisme yang sedang
  berkembang disebut embrio.
                 Kemudian setelah 2 bulan dikenal dengan periode fetus akhir dari
  pada embrionik terjadi organ-organ dan berkembangnya membrane embrionik
  serta berfungsinya plasenta. Dalam 8 hari setelah fertilsasi lapisan sel bagian atas
  dari inner cell massa akan membentuk amnion yaitu membrane pelindung yang
  tebal, cairan amnion berfungsi melindungi embrio dari gesekan dan membantu
  mengatur suhu tubuh embrio.
                 Dalam suatu ruang yang disebut dengan amniotic cavity yang
  berada diatas inner cell massa, sedangkan bagian bawah dari tersebut akan
  berkembang menjadi endoderm. Kira-kira 12 hari setelah fertilisasi terlihat
  perubahan mencolok sel-sel yang berada disekitae amniotic cavity akan
                                                                               10




   berkembang manjadi lempeng embryonic dist yang nantinya akan membentuk
   embrio. Sel endodermal akan membelah secara berulang-ulang dan pada akhirnya
   membentuk kuning telur (yolk sac) yang merupakan membrane embrio lainnya.
   Sedangkan mesoderm yang berkembang diantara lapisa endoderm dan eksoderm
   dan juga membelah diri akhirnya membentuk bagian dari membrane fetus.
                  Fungsi-fungsi dari plasenta yaitu: (1) memungkinkan oksigen dan
   makanan dari darah ibu berdifusi ke darah janin (2) memungkinkan karbon
   dioksida dan sisa metabolisme janin berdifusi ke darah (3) melindungi janin dan
   infeksi mikro organisme (4) menyediakan zat-zat makanan seperti: karbonhidrat,
   protein, kalsium, dan zat besi ke tubuh janin.
                 GAMBAR 6. EMBRIO BERUSIA 9 MINGGU




H. Prinsip-Prinsip dalam Perkembangan Hewan
   1. Induksi
      -   merupakan tipe dari pengaturan dalam perkembangan
      -   merupakan proses dimana suatu jaringan mengatur perkembangan
          jaringan yang lain
                  Secara sederhana induksi diartikan sebagai penyebab dari suatu
      perubahan atau permulaan dari suatu proses seperti produksi morfogenetik
      spesifik yang berpengaruh pada perkembangan embrio.
   2. Diferensiasi
                                                                          11




            Proses perubahan sel yang kurang spesifik menjadi tipe sel yang
lebih spesifik.
-   terjadi sangat sering selama perkembangan organisme multiseluler, seperti
    perubahan organisme dari zigot tunggak menjadi tipe-tipe sel dan sistem
    jaringan yang lebih komplek
-   juga merupakan proses yang umum terjadi pada organisme dewasa,
    contohnya: pembelahan sel batang dewasa dan pembentukan sel anak
    yang berdiferensiasi secara lengkap selama perbaikan sel dan selama
    pergantian sel hormone.
-   Secara dramatis bereaksi mengubah bentuk sel, ukuran sel, potensial
    membrane sel, aktivitas metabolic sel dan respon terhadap signal dari
    suatu sel.
            Suatu sel yang mampu berdiferensiasi menjadi banyak tipe sel
dikenal dengan pluripotent sel seperti ini pada hewan disebut sel batang dan
pertumbuhan tinggi disebut sel meristem. Suatu sel yang mampu
berdiferensiasi menjadi semua tipe sel dikenal dengan totipotent.
            Pada hewan hanya zigot dan sel-sel embrionik awal yang bersifat
totipotent sementara tumbuhan banyak sel yang dapat berdiferensiasi menjadi
totipotent dengan teknik laboratorium sederhana.
Lima proses dalam perkembangan:
1. Pembedahan sel (cell cleavage) tidak ada pertumbuhan massa sel
2. differensiasi sel, yaitu sel mengalami perubahan secara structural dan
    fungsinya terdapat minimal 250 tipe pada satu zigot
3. pertumbuhan, yaitu mmulplikasi sel ukurannya bertambah deposit matriks
    ekstrasel penggorokan morfogenetik
4. pembentukan pola, yaitu sumbu A/P dan D/V sistem terkoordinasi alokasi
    sel
5. perubahan bentuk, yaitu membentuk 3D, migrasi sel
                                                                               12




                                   BAB III
                                  PENUTUP

A. Kesimpulan
  a. Grametogenesis merupakan proses pembentukan kelamin sistem reproduksi
     pada pria terdiri atas organ-organ reproduksi, sistem reproduksi pria mampu
     menghasilkan lebih dari seratus juta sel sperma.
  b. Spermatogenesis adalah proses pembentukan sel kelamin jantan atau sperma.
     Spermatogenesis terjadi setelah seorang pria mengalami puberitas, kurang
     lebih saat berumur 13 tahun. Spermatogenesis terjadi dalam testis yaitu dalam
     pembuluh halus testis (tubulus seminiferus).
  c. Fertilisasi adalah penembusan ovum oleh spermatozoa dan mengakibatkan
     penyatuan nucleus sperma dan nucleus ovum untuk menghasilkan zigot.
  d. pembelahan menyebabkan penambahan jumlah sel namun tidak terjadi
     penambahan ukuran dari organisme yang sedang berkembang. Sel-sel yang
     dihasilkan semakin lama semakin kecil, sel-sel tersebut disebut dengan
     Blastomer.
B. Saran
  a. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.
  b. Segala kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan agar kami
     dapat memperbaiki segala kekurangan dalam penulisan makalah ini.
                                                                            13




                              DAFTAR PUSTAKA


Budi Purwanto, dkk. 2007. Belajar Ilmu Alam dan Sekitarnya Kelas 1, 2 dan 3,
                  Jakarta: Erlangga
Keeton, W. T. 2000, Biologi SMA dan MA, Jakarta: Erlangga
Radiopoetro, 2000, Zoologi: Jakarta: Erlangga
Warioyono sukis. 2008. Mari Belajar Ilmu Alam Sekitar, Jakarta: Pusat Pembukuan
                  Departemen Pendidikan Nasional
(Franz, 1990). Proses Reproduksi,-
www.elanurmala.blogspot.com, email: elanurmal4@yahoo.com

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags: hewan
Stats:
views:4480
posted:1/16/2011
language:Indonesian
pages:13