Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out
Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

memulai-aplikasi

VIEWS: 1,346 PAGES: 71

									MEMULAI APLIKASI
CORELDRAW
Selamat datang di CorelDraw 12 program terpopuler dalam Grafik Design dan Bitmap-editing.
CorelDraw dengan full colour managemen system dan interactive tools . Akan membantu anda
dalam menggambar, mewarnai, dan mengedit kreasi gambar dengan sangat mudah dan interaktif.
Dan kini CorelDraw 12 hadir dengan Flyout Tool dimana akan membantu dan memudahkan anda
dalam memberikan variasi efek, seperti Envelope,Blend, juga Distorasi dan Drop Shawdow dengan
cepatnya. Dan dengan versinya yang terbaru Anda dapat menimbulkan Preview in Window dalam
memberikan efek pada obyek Bitmap.
Pada system CorelDraw Versi 12, fasilitas roll-up ditiadakan. Sebagai gantinya, system
memaksimalkan pemakaian Docker Window, dengan demikian tidak terdapat lagi standar ganda
pemakaian kotak dialog untuk proses berulang. Hal ini meningkatkan standarisasi proses system
dan sekaligus mempermudah pemakaian software tersebut. Selanjutnya pemakaian Interactive
Effect Tool ditingkatkan. Pada versi ini , semua proses efek khusus dapat dilakukan secara
Interaktif

MENJALANKAN CORELDRAW
• Jalankan WindowsXP
• Klik Start
• Programs
• Pilih CorelDraw12 ��CorelDraw 12




INFORMASI TAMPILAN LAYAR




                                                                                                1
Membuat Dokumen Baru
• Klik Menu File
• Pilih New
• Klik Open Graphic

SETTING HALAMAN
• Klik Tool
• Pilih Option

Dialog roll up Option Size




                             2
Bila anda akan menggunakan kertas label kemudian pilih salah satu kertas label yang akan anda
gunakan pada label type

Normal Paper
Bila menggunakan kertas normal

Paper List
Untuk memilih jenis kertas yang digunakan

Custom
Untuk menentukan panjang dan lebar kertas

Resolusi
Untuk menentukan resolusi pencetakan

Portrait
Untuk menentukan orientasi kertas dengan posisi vertical

Landscape
Untuk menentukan orientasi kertas dengan posisi horizontal

Set From Printer
Untuk menetapkan pengaturan halaman sesuai dengan pengaturan setup printer pada CorelDraw




                                                                                                3
TOOL BOX
MENGGUNAKAN TOOL BOX
Sebelum anda mempelajari CorelDraw lebih jauh, alangkah baiknya bila anda juga mengenal dan
menghafal terlebih dahulu tentang istilah-istilah pada Toolbox, karena Toolbox sangat sering
dipakai dalam pembuatan suatu obyek.
    Pick Tool
Untuk memproses objek lukisan per objek, misalnya memilih dan menggeser objek gambar,
mengubah ukuran objek teks dan lain sebagainya.


    Shape Edit Tool
Untuk memproses objek lukisan per titik, misalnya menghapus siku objek kotak, memotong objek
gambar, menggeser titik objek garis dan lain sebagainya.

    Zoom Tool
Untuk melihat objek lukisan per bagian atau seluruhnya dalam berbagai cara dan ukuran.

   Curve Tool
Untuk membuat objek gambar berbentuk garis dan kurva.

    Rectangle Tool
Untuk membuat objek gambar kotak empat persegi panjang.

   Ellipse Tool
Untuk membuat objek gambar lingkaran, termasuk ellips, pie, dan arc.

    Objek Tool

    Untuk membentuk objek gambar poligon/bintang, spiral dan kerangka tabel.
   Text Tool
Untuk membentuk objek teks, baik teks artistik atau teks paragraf.

   Interactive Fill Tool
Untuk mengisi warna objek gambar secara interaktif.

   Interactive Transparency Tool
Untuk memproses warna transparan dari objek gambar secara interaktif.

   Eyedropper Tool
Untuk mengambil informasi warna dan menggunakannya sebagai warna referensi.

   Outline Tool
Untuk memproses garis pembentuk (outline) objek gambar.

   Fill Tool
Untuk memproses warna isi dari objek gambar.

CURVE TOOL
System CorelDraw menempatkan alat pembentuk obyek garis pada kelompok curve tool. Garis
yang dapat dibentuk berupa garis lurus, melingkar, dimensi dan lain-lain.



                                                                                               4
    Freehand Tool
Berguna untuk membentuk garis lurus dan garis lengkung.




    Bazier Tools
Untuk membentuk beberapa garis lurus bersambungan.




    Artistic Media Tool
Untuk membuat garis artistik tertentu. Garis artistik tersebut dapat berupa kuas cat (brush),
semprotan (sprayer), kaligrafi, tekanan, dan lain-lain. Jika ingin membentuk garis artistik secara
cepat dan mudah anda dapat menggunakan spesifikasi garis artistik siap pakai (preset) yang
disediakan system. Adapun jenis pena natural tersebut berupa :

Preset
Untuk memakai spesifikasi artistik yang disediakan system.




                                                                                                     5
Artistic Media Sendiri
Artistic Media Tools

Selain fasilitas untuk menggambar garis-garis lurus dan lengkung biasa, Corel Draw juga
menyediakan tool untuk menggambar bentuk-bentuk artistic yang dikenal dengan Artistic
Media Tool. Dengan tool ini kita maka garis atau suatu bangun tertentu yang kita buat seolah
dilukis dengan kuas tertentu atau hasil dari sprayer dengan pola-pola tertentu, misalnya
seperti gambar berikut :




                                                                                           6
Untuk mengaktifkan tool Artistic Media, cukup klik dan tahan Free Hand Tool yang akan
memunculkan curve fly out, kemudian pilihlah Artistic Media Tool.




Atau kalau tidak ingin repot-repot, cukup tekan tombol “I” saja maka Artistic Media tool ini
akan segera aktif. Kursor akan berubah menjadi bentuk menyerupai sebuah kuas.

Pada menu bar, pilihlah jenis artistic tool yang akan kita gunakan. Ada pilihan preset, brush,
spayer, calligrapic, dan pressure. Misalkan kita pilih Sprayer, maka kita dapat menentukan
pilihan nilai-nilai Freehand smoothing dan Size Object to be sprayed, jenis spray-nya pada
spraylist file list, Choice of Spray order. Misalkan juga kita menentukan pilihan-pilihan
seperti gambar di bawah ini :




Kemudian arahkan kursor (yang berbentuk kuas) kepada bidang gambar yang kita inginkan.
Buatlah suatu bentuk sembarang saja dengan artistic tool tersebut, misalnya seperti berikut :




Dengan menggambar pola seperti itu, maka hasil yang kita dapat bisa seperti ini :




Atau ini :

                                                                                                 7
Atau pola-pola lainnya.

Artistic media tools juga bisa kita terapkan pada suatu bentuk bangun yang telah kita buat
sebelumnya. Misal kita memiliki sebuah bentuk bangun lingkaran,




Arahkan artistic media tool yang kita tentukan tadi ke sisi luar dari lingkaran dan sekali lagi
tentukan pilihan dari spraylist list (misalnya gambar gelembung) . Maka hasilnya adalah :




                                                                                             8
Silakan lakukan eksplorasi dan eksperimen-eksperimen dengan mengubah-ubah nilai-nilai
dan pilihan-pilihan yang ada pada menu bar ketika Artistic tool sedang aktif untuk melihat
perbedaan-perbedaan yang terjadi agar kita bisa memahami dengan lebih baik mengenai
fasilitas Artistic tool tersebut.

Membuat Brush Stroke atau Spraylist Artistic Media Tools Sendiri

Pilihan-pilihan yang ada pada spraylist file atau brush stroke list yang disediakan Corel Draw
memang terbatas dan mungkin tidak ada yang sesuai dengan selera kita. Bisakah kita
menambahkannya?

Tentu saja bisa! Kita bahkan bisa membuat sendiri. Caranya adalah :

   1. Buat atau ambil sebuah gambar atau bentuk yang kita sukai. Sebagai contoh di sini
      saya gambar sebuah hati yang berukuran tinggi 6mm.




   2. Ketika gambar tersebut sedang aktif (dengan mengklik gambar atau membloknya),
      pada menu bar klik Windows — Dockers – Artistic Media. Akan muncul jendela
      Artistic Media pada sisi docker di sebelah kanan.




                                                                                            9
3. Pada bagian bawah jendela Artistic Media itu akan terdapat lambang seperti sebuah
   floppy disk (disket). Klik lambang tersebut untuk menyimpan gambar hati dan
   menjadikannya sebagai spraylist atau stroke. Menu berikutnya yang muncul adalah :




4. Pilih Object Sprayer (Untuk membuat brush stroke sebaiknya buat sebuah bentuk
   yang menyerupai aluran kuas tertentu dengan warna dan pola yang sesuai kehendak
   kita). Muncul lagi menu saving :




                                                                                     10
   5. Objek sprayer yang kita buat akan disimpan pada folder CustomMediaStrokes
      program Corel. Pada kolom File name berikan nama untuk objek tersebut, misalnya
      kita beri nama “heart”.

Sekarang kita telah memiliki satu lagi tambahan Spraylist yang dapat kita gunakan setiap kali
kita memakai Artistic Media Tool jenis sprayer.

Sekali lagi, silakan bereksplorasi dan bereksperimen untuk membuat bermacam objek
spraylist atau brush stroke. Cobalah dengan mengganti-ganti bentuk ukuran objek yang akan
dijadikan spraylist atau brush stroke buatan kita sendiri.

Selamat Mencoba!

Menyisipkan Tabel Excel
Menyisipkan tabel excel pada lembar kerja (halaman) CorelDraw dilakukan jika kita ingin
menyertakan sebuah tabel yang kita kerjakan sebelumnya pada program Excel.

Tabel yang kita kerjakan pada program excel hasilnya akan lebih bagus dan pengerjaannya
juga lebih mudah dibanding dengan CorelDraw, misalnya dalam hal pengaturan lebar kolom
atau tinggi garis, pengeditan angka-angka dan hasil perhitungan.

Ini akan sangat bermanfaat jika misalnya kita ingin menampilkan tabel hasil-hasil
perhitungan atau yang sudah kita buat di Excel tanpa harus menuliskan ulang di CorelDraw.
Caranya sangat sederhana, cukup dengan perintah copy dan paste saja.

Langkah-langkah yang kita lakukan adalah:

   1. Buka file Excel dimana terdapat tabel yang ingin kita sertakan pada fila CorelDraw




                                                                                           11
   2. Blok area tabel yang akan kita ambil




   3. Klik kanan dan pilih copy (atau cukup tekan tombol “ctrl” + “C”)
   4. Masuk kepada halaman CorelDraw dimana tabel tersebut ingin kita sisipkan
   5. Pada menubar CorelDraw klik Edit — Paste Special. Akan muncul jendela menu
      Paste Special.




   6. Pada menu Paste Special tersebut terdapat pilihan (paste) As : Paste dan Paste Link.
   7. Jika ingin isi tabel yang kita sisipkan adalah sebagaimana adanya tabel pada saat itu,
       maka aktifkan pilihan Paste. Jika ingin tabel yang kita sisipkan akan link dengan tabel
       yang ada pada file Excel-nya, aktifkan pilihan Paste Link.
   8. Pada pilihan Paste, di sebelah kanannya akan ada pilihan-pilihan tabel yang ingin kita
       sisipkan itu diperlakukan sebagai Microsoft Excel Worksheet, sebagai gambar
       (picture atau bitmap) atau sebagai text. Agar dia tetap sebagai tabel pilihlah Microsoft
       Excel Worksheet.
   9. Klik OK
   10. Arahkan pointer pada bagian dari halaman CorelDraw dimana tabel tersebut akan kita
       tempatkan dan klik kiri mouse di sana.

Dengan langkah-langkah tersebut, maka setiap kali kita melakukan editing pada tabel
tersebut, maka kita akan masuk pada menu-menu seperti pada program Excel. Kitapun bisa



                                                                                            12
melakukan perintah-perintah seperti pengaturan lebar kolom atau tinggi baris, memasukkan
formula, mengubah nilai-nilai, dsb.




Jika telah selesai, klik pada area di luar tabel tersebut dan kita akan kembali kepada menu-
menu pada CorelDraw.



   Brush
Untuk membentuk garis artistik seperti halnya pemakaian kuas cat.




    Calligraphic


                                                                                               13
Untuk menentukan garis artistik kaligrafi




    Pressure
Untuk membentuk garis artistik seperti halnya pemakaian pena yang ditekan.




     Dimension Tool
Garis dimensi digunakan sebagai alat bantu untuk ukuran obyek gambar, misalnya ukuran panjang
dan lebar pada suatu segi empat.




                                                                                                14
Auto Dimension
Alat ini berguna untuk mengukur bidang tegak (vertikal) dan mendatar (horizontal) secara
outomatis.

Vertical Dimension
Untuk membuat garis dimensi vertikal.

Horizontal Dimension
Untuk membuat garis dimensi horizontal.

Slanted Dimension
Untuk membuat garis dimensi diagonal.

Collaut
Untuk memberikan garis dan teks informasi.

Angular Dimension
Untuk mengukur sudut.

Connector Line Tool
Merupakan alat pembentuk garis penghubung dari dua buah obyek gambar.


     Interactive Connector Tool
Untuk menghubungkan dua buah obyek dengan sebuah garis yang prosesnya dilakukan secara
interaktive.

RECTANGLE TOOL
Untuk membuat segi empat panjang dan bujur sangkar.




                                                                                           15
ELLIPSE TOOL
Untuk pembuatan lingkaran bulat penuh dan lingkaran oval.




POLYGON, SPIRAL & TABLE TOOL
Untuk membentuk obyek gambar polygon, bintang, spiral atau garis bantu berbentuk tabel.




   Polygon/Star Tool
Anda dapat membentuk polygon/star dengan beberapa sisi yang anda inginkan.




                                                                                          16
    Spiral Tool
Anda dapat membentuk gambar spiral dari sisi kiri atas ke kanan bawah, kiri bawah ke kanan atas,
kanan atas ke kiri bawah atau kanan bawah ke kiri atas.




                                                                                                   17
       Graph Paper Tool
Untuk membentuk obyek gambar garis tabel dari sisi kiri atas ke kanan bawah, kiri bawah ke kanan
atas, kanan atas ke kiri bawah atau kanan bawah ke kiri atas.




ZOOM TOOL
Untuk melihat gambar secara terperinci atau terkelompok.




    Zoom Window
Mendekatkan obyek dengan cara membuat window temporer.

     Pan
Melihat obyek dengan cara menggeser posisi tampilannya.


    Zoom In
Untuk memperbesar tampilan obyek dengan kelipatan dua kali.


    Zoom Out
Untuk memperkecil tampilan obyek dengan kelipatan dua kali


    Zoom Actual Size
Untuk menampilkan obyek dalam skala ukuran sebenarnya.


    Zoom to Selected
Untuk menampilkan obyek terpilih.

                                                                                                   18
    Zoom to All Objects
Untuk menampilkan seluruh obyek yang ada.

    Zoom to Page
Untuk melihat obyek gambar per halaman.

    Zoom to Page Width
Untuk melihat obyek per lebar halaman.

    Zoom to Page Height
Untuk melihat obyek per tinggi halaman.

    View Manager
Untuk menampilkan fasilitas view manager docker.


SHAPE TOOL
Node and Node Handle
Berguna untuk memodifikasi garis, segi empat dan lingkaran.




Add Nodes
Untuk menambah titik kontrol (node) baru.


    Delete Nodes
Untuk menghapus titik kontrol terpilih.


    Join to Nodes
Untuk menggabung dua titik terpilih yang berdekatan.


                                                              19
    Break Curve
Untuk memutuskan obyek garis di titik terpilih.


     Convert Curve to Line
Yaitu merubah format kurva ke bentuk garis
      Convert Line to Curve
Yaitu merubah format garis ke bentuk kurva


    Make Node A Cusp
Untuk menambahkan titik kontrol baru yang berdiri sendiri (Cusp node)


    Make Node Smooth
Untuk memperhalus garis dengan memproses titik kontrol terpilih
    Make Node Symetrical
Untuk membuat garis simetris pada posisi titik kontrol terpilih
    Reverse Curve Direction
Untuk membalikkan arah garis kurva

    Extended Curve to Close
Untuk menggabungkan garis kurva melalui titik kontrol terpilih.

    Extract Subpath
Untuk membentuk jejak terpisah dari subjejaknya.

    Auto-Close Curve
Untuk menghubungkan titik kontrol terdekat

    Strecth and Scale Nodes
Untuk memproses ukuran dan skala ukuran dari ukuran dari obyek garis pada titik kontrol terpilih.

    Rotate And Skew Node
Untuk memproses transformasi (skew atau rotasi) dari obyek garis pada titik kontrol yang terpilih.

    Align Node
Untuk mengatur peralihan obyek garis agar mengikuti bidang vertikal atau horizontal ataupun titik
kontrol lainnya.

       Elastic Mode
Untuk mengaktifkan pergeseran tiap kontrol secara elastis dimana pergerakannya mengikuti jarak
titik kontrol terpilih.

        Curve Smootness
Untuk menentukan kehalusan kurva dengan memproses titik kontrol yang beririsan.
Menampilkan Toolbox yang Tersembunyi

KNIFE TOOL
    Dipergunakan untuk memotong obyek gambar.



                                                                                                     20
ERASER TOOL

    Dipergunakan untuk menghapus sebagian obyek yang diinginkan.




FREE TRANSFORM TOOL

     System menyediakan sejumlah kemudahan dalam memproses obyek gambar secara
interaktif. Tujuannya ialah untuk mempermudah transformasi obyek gambar.

   Free Rotation Tool
Untuk memutar obyek gambar yang terpilih.

   Free Angle Reflection Tool
Untuk mengubah sudut bayangan dari obyek gambar.


    Free Scale Tool
Untuk mengubah ukuran skala dari obyek gambar.


    Free Skew Tool
Untuk mengubah bentuk dan ukuran dari obyek gambar dengan cara menarik bidangnya.

EYEDROPPER TOOL DAN PAINTBUCKET TOOL

     Eyedropper Tool
Dipergunakan untuk mengambil informasi warna pada suatu titik.

     Paintbucket Tool
Dipergunakan untuk memakai warna hasil informasi Eyedropper Tool.




                                                                                    21
               MENGELOLAH DOKUMEN GAMBAR
                        MENYIMPAN DOKUMEN GAMBAR
• File
• Save




Save in
Tempat dimana file tersebut akan disimpan

File name
Tempat nama file

Files of Type
Untuk menentukan format extensi file

Versions
Untuk menentukan versi berapa file tersebut akan disimpan

Thumbnail
Untuk menentukan berapa warna file tersebut akan disimpan

Save
Perintah penyimpanan

Notes
Memberikan catatan

Advanced
Untuk mengatur konfigurasi proses penyimpanan lainnya.

MEMBUKA DOKUMEN GAMBAR
• File
• Open




                                                            22
Look in
Untuk menentukan di drive, direktori, maupun subdirektori dimana file yang akan anda akan buka
tersebut berada.

Check Box Preview
Untuk menampilkan miniatur dokumen

Open
Perintah untuk membuka file.

File Name
Untuk menentukan nama file yang akan dibuka

Files of Type
Untuk menentukan format extensi file

Sort Type
Untuk menentukan urutan file berdasarkan nama ekstensi file, keterangan file, frekuensi
pemakaiannya dan sebagainya.

INSERT PAGE
Fasilitas ini berguna untuk menambahkan halaman pada lembaran kerja.
Instruksi diakses melalui menu Layout --> Insert Page




                                                                                                 23
Insert
Menentukan Jumlah Halaman yang akan ditambahkan.

Before dan After
Meletakkan halaman sebelum atau sesudah halaman yang aktif.

Portrait dan Landscape
Menentukan pilihan posisi kertas (Portrait : Vertikal & Landscape : Harizontal)

Paper
Menentukan model kertas yang akan digunakan. Misalnya Letter, A4, Tabloit dll
.
Width ,Weight & Inchi
Menampilkan ukuran lebar dan tinggi serta satuan dari paper yang digunakan.

STATUS PAGE




    Start Page
Untuk mengaktifkan halaman lukisan pertama.

     End Page
Untuk mengaktifkan halaman lukisan terakhir.


    Previous Page
Untuk mengaktifkan halaman lukisan sebelumnya.

    Next Page
Untuk mengaktifkan halaman lukisan berikutnya

    Add Page
Untuk menambahkan halaman lukisan yang baru.

                                                                                  24
               Keterangan Halaman
                     Urutan Halaman

RULERS
Anda dapat mengaktifkan fasilitas penggaris system ini dengan menggunakan menu View submenu
Rulers. Menu View submenu Rulers bersifat toggle artinya anda dapat mengaktifkan fasilitas
Rulers tersebut atau mempasifkannya dengan menggunakan tombol yang sama.
Anda dapat menentukan penggunaan satuan unit pengukuran dari penggaris system, serta
konfigurasinya yaitu :
• Klik tool
• Option ��Klik sub menu ruler




Unit
Untuk menentukan satuan unit pengukuran yang akan digunakan pada penggaris system tersebut.
Pada bagian ini, aktifkan pilihan Same Units for Horizontal and Vertical Ruler untuk memakai satuan
unit pengukuran yang sama untuk penggaris horizontal dan penggaris vertikal.

Origin
Untuk menentukan titik potong penggaris vertikal dan horizontal.

Edit Scale
Untuk mengubah skala penggaris yang akan digunakan.

Tick division
Untuk menemukan jumlah bagian dari satuan unit pengukuran.

Show Rulers
Aktifkan bagian ini untuk menampilkan penggaris system. Pasifkan bagian ini untuk tidak
menampilkan penggaris system.

Show Fractions
Aktifkan bagian ini untuk menampilkan juga bilangan pecahan pada penggaris yang digunakan.
Pasifkan bagian ini untuk hanya menampilkan bilangan desimal pada penggaris yang digunakan.
GUIDELINES
Selain penggaris, system juga menyediakan garis bantu (Guidelines) untuk pembentukan objek

                                                                                                25
lukisan yang lebih akurat. Garis bantu tersebut dapat berupa garis vertikal atau diagonal atau
horizontal.
Catatan : Garis bantu hanya digunakan untuk membantu pembentukan objek lukisan yang
memerlukan penempatan yang lebih akurat. Garis bantu ini bukan merupakan data
lukisan sehingga garis-garis bantu tersebut tidak disertakan (dicetak pada saat lukisan
dicetak).
Anda dapat mengaktifkan garis bantu melalui fasilitas Rulers. Caranya yaitu dengan melakukan klik
mouse dan tahan pada penggaris (vertikal atau horizontal) lalu geser ke lokasi yang diinginkan.
Lepas klik mouse tadi untuk mengaktifkan garis bantu di lokasi tersebut.
Misalnya diinginkan sebuah garis bantu horizontal. Untuk itu geser posisi kursor mouse ke batang
penggaris horizontal. Pada saat itu, lakukan klik mouse dan tahan. Geser posisi kursor mouse ke
lokasi garis bantu yang diinginkan lalu lepas klik mouse tadi. Berikutnya system akan meletakkan
satu garis bantu pada lokasi tersebut.
Anda dapat membentuk garis bantu diagonal secara mudah. Caranya, yaitu dengan memodifikasi
garis bantu vertikal atau garis bantu horizontal yang sudah ada. Jika garis vertikal/horizontal belum
ada, buat terlebih dahulu salah satu dari garis bantu tersebut.

Catatan :
Sejak versi 8, system CorelDraw mengasumsikan garis bantu (guidelines) sebagai suatu objek
gambar.
Sebagai garis bantu garis tersebut dapat dicetak atau tidak. Standarnya, garis bantu tersebut tidak
tercetak pada saat lukisan tersebut dicetak. Untuk dapat mencetak garis bantu tersebut, gunakan
fasilitas Object Manager.
Untuk mengubah garis bantu vertikal/horizontal menjadi garis bantu diagonal, gunakan
transformasi rotasi.
Untuk membuat garis bantu yang lebih akurat, sebaiknya anda menggunakan menu View submenu
Guidelines Setup. Pada waktu prosesnya system akan menampilkan kotak dialog bernama Options
bagian Document sub bagian Guidelines.




Show Guidelines
Untuk menampikan garis bantu pada ruangan kerja system.

Snap To Guidelines
Untuk menggeser posisi objek lukisan ke garis bantu terdekatnya.

Default Guideline Color

                                                                                                        26
Untuk menentukan warna dari garis bantu.

Default Preset Guidline Color
Untuk menentukan warna dari garis bantu siap (preset) yang disediakan system.
Pada bagian Guidelines, anda dapat memilih sub bagian yang bernama :

Horizontal
Untuk memproses garis bantu horizontal

Vertical
Untuk memproses garis bantu vertical

Slanted
Untuk memproses garis bantu diagonal

Presets
Untuk memakai fasilitas garis bantu siap pakai (preset) tertentu yang disediakan system.
Pada saat membuat garis bantu, ketik angka lokasi garis bantu yang diinginkan lalu gunakan
tombol proses bernama Add untuk meminta system membuatkan garis bantu pada lokasi tersebut.
Jika garis bantu yang ada salah, pilih garis bantu yang salah tersebut pada daftarnya lalu gunakan
tombol proses bernama Delete untuk menghapusnya.
Gunakan tombol proses bernama Clear untuk menghapus garis bantu yang tidak diperlukan.
Gunakan tombol proses bernama OK untuk memakai garis bantu yang sudah didefinisikan atau
gunakan tombol proses bernama Cancel untuk membatalkannya.
Pada waktu mendefinisikan garis bantu diagonal pada bagian Specify gunakan pilihan :

Angle and 1 Point
Untuk membentuk garis melalui satu titik pangkalnya (pada bagian X dan Y) dan sudut
diagonalnya.

2 Point
untuk membentuk garis bantu melalui dua titik pangkalnya (pada bagian X1, Y1 dan X2, Y2)

GRID
Selain garis bantu system juga menyediakan fasilitas titik bantu (grid). Tujuannya ialah agar
pembentukan objek lukisan memiliki akurasi yang baik dalam segi posisinya (teratur).
Anda dapat mengaktifkan fasilitas Grid ini dengan menggunakan menu View submenu Grid. Menu
View submenu Grid bersifat toggle artinya anda dapat mengaktifkan fasilitas Grid tersebut atau
mempasifkannya dengan menggunakan tombol yang sama.
Fasilitas Grid yang ditampilkan dapat diatur jarak dan frekuensi penempatannya melalui menu View
submenu Grid and Ruler Setup. Pada prosesnya system akan menampikan kotak dialog bernama
Options bagian Document subbagian Grid. Pada saat itu anda dapat melakukan proses pada bagian




                                                                                                     27
Frequency
Untuk menentukan titik bantu berdasarkan frekuensi titik bantunya.

Spacing
Untuk menentukan titik bantu berdasarkan jarak titik bantunya.

Show grid
Untuk menampilkan titik bantu pada ruang kerja system

Snap to Grid
Untuk menggeser posisi objek lukisan ke titik bantu terdekatnya.

Show grid as lines
Untuk menampilkan titik bantu dalam bentuk garis.

Show grid as dots
Untuk menampilkan titik bantu dalam bentuk titik

Snap to Object
Aktifkan pilihan ini untuk meminta system agar menggeser objek gambar pada objek lainnya yang
terdekat secara otomatis
Pasifkan pilihan ini untuk meminta system agar tidak menggeser objek gambar pada objek lainnya
yang terdekat secara otomatis.

SCROLL BAR
Fasilitas scroll bar merupakan system standar operasi Windows dengan menyajikan informasi pada
suatu window. Karena ukuran tampilan layar monitor terbatas sedangkan ukuran informasi tidak
terbatas.
Tujuan fasilitas scroll bar adalah untuk menampilkan sisi informasi lainnya yang tidak terlihat
karena keterbatasan peralatan tampilan layar monitor. Untuk melihat sisi lainnya secara tegak
(vertikal), anda dapat menggunakan fasilitas vertical scroll bar. Sedangkan untuk melihat sisi
secara mendatar (horizontal), anda dapat menggunakan fasilitas horizontal scroll bar.
MENG-EXPORT GAMBAR
Fasilitas Export memungkinkan anda untuk meng-conversi file CorelDraw menjadi type file
tertentu seperti GIF, JPEG, WMF. BITMAP, PCX, TGA, dll agar dapat diakses pada aplikasi lain.
Prosedur akses instruksi :

                                                                                                  28
• File
• Export




Save in
Tempat dimana file tersebut akan disimpan

File name
Tempat nama file

Files of Type
Untuk menentukan format extensi file

Sort Type
Untuk menentukan urutan file berdasarkan nama ekstensi file, keterangan file, frekuensi
pemakaiannya dan sebagainya.

Export
Perintah untuk melakukan export

Cancel
Membatalkan instruksi

MENG-IMPORTGAMBAR
Fasilitas Import memungkinkan anda untuk memasukkan obyek dari aplikasi lain dengan format
yang berbeda seperti GIF, JPEG, WMF. BITMAP, PCX, TGA, dll. Fasilitas import akan lebih
sempurna apabila anda menginstal seluruh filter yang disediakan CorelDraw.
Prosedur akses instruksi :
• File
• Import




                                                                                             29
Look in
Lokasi file tersebut
File name
Nama file yang akan diimport
Files of Type
Untuk menentukan format extensi file
Sort Type
Untuk menentukan urutan file berdasarkan nama ekstensi file, keterangan file, frekuensi
pemakaiannya dan sebagainya.
Check Box Preview
Untuk menampilkan miniatur gambar yang akan diimport
Import
Perintah untuk melakukan import
Cancel
Membatalkan instruksi




                                                                                          30
                                    MENGATUR OBYEK

MEMILIH OBYEK
Sebelum suatu obyek gambar diproses, obyek gambar tersebut harus dipilih terlebih dahulu.
Setelah obyek terpilih, anda dapat memprosesnya per obyek atau per titik obyek.
Ada beberapa cara pemilihan obyek
1. Menunjuk langsung obyek dengan pick tool.
2. Memilih beberapa obyek yaitu : memilih obyek pertama, kemudian tekan Shift lalu memilih
obyek selanjutnya.
3. Membuat window temporer.
4. Memilih semua obyek yaitu : klik 2x icon pick tool.




Menggeser Obyek
Pilih obyek kemudian drag (klik–tahan–geser)
Mengubah Ukuran/Skala Obyek
Drag salah satu marquee
COPY
Ada beberapa cara penduplikasian (Copy) obyek
1. Pilih obyek yang akan dicopy
Edit ��Copy
Edit ��Paste
2. Dengan menggunakan keyboard
Ctrl + C (Copy)
Ctrl + V (paste)

3.   Dengan menggunakan icon
4.   Dengan menekan + (plus) pada numeric keypad
5.   Dengan menggunakan mouse yaitu : pilih obyek kemudian drag lalu klik kanan.
6.   Ctrl + D (Duplicate)

GROUP DAN UNGROUP
Fasilitas group digunakan untuk mengelompokkan sejumlah obyek gambar menjadi satu kelompok.
Instruksi ini dapat dipilih pada menu :
• Object
• Group/Ungroup
Pada fasilitas Group dan ungroup, obyek gambar atau kelompok obyek yang akan diproses harus
diaktifkan (dipilih) terlebih dahulu dengan pick tool.

LOCK DAN UNLOCK
                                                                                              31
Dipergunakan untuk mengunci atau membuka kunci suatu obyek gambar. Jika suatu gambar
dikunci (lock), maka obyek gambar tersebut tidak dapat dimodifikasi, sebelum dibuka kuncinya
(unlock).
Instruksi ini dapat dipilih pada menu :
• Object
• Luck/Unlock

ALIGN AND DISTRIBUTE
Dipergunakan untuk menggeser suatu obyek gambar sehingga menempati posisi tertentu,
misalnya saling berimpit, berjajar pada posisi tengah, dsb.
Instruksi dapat dipilih pada menu :
• Object
• Align and Distribute




Keterangan :
Top
Untuk menggeser obyek gambar terpilih agar berada dibagian teratas.

Center
Untuk menggeser obyek gambar terpilih agar berada dibagian tengah (vertikal).

Bottom
Untuk menggeser obyek gambar terpilih agar berada dibagian bawah.

Left
Untuk menggeser obyek gambar terpilih agar berada dibagian kiri.

Center
Untuk menggeser obyek gambar terpilih agar berada dibagian tengah (horizontal).

Right
Untuk menggeser obyek gambar terpilih agar berada dibagian kanan.

Align to Grid
Untuk menggeser poisisi obyek gambar/teks terpilih ke titik bantu (grid) terdekat.

Align to
Untuk menentukan pergeseran posisi obyek gambar/teks terpilih.
Pada bagian ini terdapat pilihan proses berupa :
• Center of Page yaitu untuk menggeser obyek/teks terpilih ke posisi tengah halaman cetak.
• Edge of Page yaitu untuk menggeser obyek gambar/teks terpilih ke sisi halaman cetak.



                                                                                               32
OK
Untuk menutup kotak dialog tersebut dan memakai hasil prosesnya.

Cancel
Untuk menutup kotak dialog tersebut dan membatalkan hasil prosesnya.

Preview
Melihat obyek gambar/teks terpilih sesuai kriteria proses yang diberikan untuknya.

Reset
Untuk mengembalikan konfigurasi proses sebelumnya.

SNAP TO
Pada sistem CorelDraw juga disediakan proses pergeseran obyek secara otomatis. Hal ini
dilakukan dengan tujuan agar penempatan obyek dapat dilakukan secara teratur sesuai dengan
keinginan.
Untuk meminta agar sistem melakukan proses penggeseran obyek lukisan secara otomatis, anda
dapat menggunakan menu view submenu :

Snap To Grid
Digunakan untuk menggeser obyek ke posisi titik bantu (grid) terdekat.

Snap Tom Guidelines
Digunakan untuk menggeser obyek ke posisi garis bantu (Guidelines) terdekat.
Snap To Objects
Digunakan untuk mnggeser obyek ke posisi obyek lain yang terdekat.
Untuk obyek lukisan lainnya seperti foto, lukisan pemandangan, dan sejenisnya tidak memerlukan
proses pergeseran secara otomatis tersebut. Malah jika digunakan, penampilan lukisan akan
menjadi tidak benar (kacau).

ORDER
Pada lukisan yang memiliki sejumlah obyek gambar yang saling bertumpukan, Anda dapat
mengatur prioritas tampilan dengan mengubah susunan tumpukan obyek tersebut.
Instruksi dapat dipilih pada menu :
• Object
• Order
Keterangan :
To Front
Untuk memindahkan posisi obyek gambar terpilih ke tumpukan terdepan

To back
Untuk memindahkan posisi obyek gambar terpilih ke tumpukan terbelakang.

Forward One
Untuk memindahkan posisi obyek gambar terpilih agar bergeser satu tumpukan ke tumpukan
didepannya.
Back One
Untuk memindahkan posisi obyek gambar terpilih agar bergeser satu tumpukan ke tumpukan
dibelakangnya.

In Front Of
Untuk memindahkan posisi obyek gambar terpilih dari lapisan (layer) yang aktif kelapisan yang ada
didepannya.

Behind
Untuk memindahkan posisi obyek gambar terpilih dari lapisan (layer) yang aktif ke lapisan yang
ada dibawahnya.


                                                                                                    33
Reverse Order
Untuk memindahkan tumpukan dari obyek gambar yang terpilih sehingga terbalik susunannya
(dari depan ke belakang atau dari belakang kedepan).
Contoh penggunaan order :




WELD
Digunakan untuk menggabungkan beberapa obyek gambar yang saling tumpang tindih. Dengan
fasilitas ini, irisan obyek gambar tersebut akan dileburkan sehingga membentuk obyek gambar baru
dari gabungan obyek gambar tersebut.
Instruksi dapat dipilih pada menu :
• Object
• Shaping
• Weld




Keterangan :
Source Object (s)
• Aktifkan bagian ini untuk meminta sistem agar obyek lainnya dibiarkan.
• Passifkan bagian ini untuk meminta sistem agar obyek lainnya diproses.
Target Object

                                                                                               34
• Aktifkan bagian ini untuk meminta sistem agar obyek gambar asal dibiarkan.
• Pasifkan bagian ini untuk meminta sistem agar obyek gambar asal diproses.
Contoh penggunaan weld :




TRIM
Dipergunakan untuk memotong suatu obyek gambar dengan menggunakan obyek gambar lainnya.
Instruksi dapat dipilih pada menu :
• Object
• Shaping
• Trim




Keterangan :
Source Object (s)
• Aktifkan bagian ini untuk meminta sistem agar obyek lainnya dibiarkan.
• Passifkan bagian ini untuk meminta sistem agar obyek lainnya diproses.
Target Object
• Aktifkan bagian ini untuk meminta sistem agar obyek gambar asal dibiarkan.
• Pasifkan bagian ini untuk meminta sistem agar obyek gambar asal diproses.
Contoh penggunaan Trim :




                                                                                          35
INTERSECTION
Digunakan untuk memisahkan hasil irisan dari beberapa obyek yang saling berpotongan.
Instruksi dapat dipilih pada menu :
• Object
• Shaping
• Intersection




Keterangan :
Source Object (s)
• Aktifkan bagian ini untuk meminta sistem agar obyek lainnya dibiarkan.
• Pasifkan bagian ini untuk meminta sistem agar obyek lainnya diproses.

Target Object
• Aktifkan bagian ini untuk meminta sistem agar obyek gambar asal dibiarkan.
• Pasifkan bagian ini untuk meminta sistem agar obyek gambar asal diproses.
Contoh penggunaan Intersection :




COMBINE DAN BREAK APART
Anda dapat menggabungkan beberapa obyek gambar menjadi satu obyek gambar melalui fasilitas
combine. Hasil prosesnya berupa obyek gambar baru dari gabungan beberapa obyek gambar
lain. Attribut bagian irisan dari obyek gambar tersebut akan mengikuti attribut obyek gambar
yang terpilih terakhir dan attribut bagian obyek gambar berikutnya akan mengikuti attribut obyek
gambar terpilih pertama.
Instruksi dapat dipilih pada menu :
• Object
• Combine/Break A Part
Untuk menggabungkan beberapa obyek gambar melalui fasilitas combine, pilih terlebih dahulu
obyek gambar yang akan digabungkan.
Untuk mengembalikan obyek gambar yang digabungkan tersebut, gunakan fasilitas break a part.
Contoh penggunaan Combine :

                                                                                                   36
COMBINE DAN BREAK APART
Anda dapat menggabungkan beberapa obyek gambar menjadi satu obyek gambar melalui fasilitas
combine. Hasil prosesnya berupa obyek gambar baru dari gabungan beberapa obyek gambar
lain. Attribut bagian irisan dari obyek gambar tersebut akan mengikuti attribut obyek gambar
yang terpilih terakhir dan attribut bagian obyek gambar berikutnya akan mengikuti attribut obyek
gambar terpilih pertama.
Instruksi dapat dipilih pada menu :
• Object
• Combine/Break A Part
Untuk menggabungkan beberapa obyek gambar melalui fasilitas combine, pilih terlebih dahulu
obyek gambar yang akan digabungkan.
Untuk mengembalikan obyek gambar yang digabungkan tersebut, gunakan fasilitas break a part.
Contoh penggunaan Combine :

TRANSFORM
Bila anda menggunakan menu transform dalam mentransformasikan suatu obyek, maka hasil
transformasi akan lebih valid dari pada menggunakan perintah manual. Karena dalam operasinya,
menu transform menggunakan hitungan yang bersifat matematik, sehingga menempatan obyek
akan lebih tepat.
Instruksi diakses melalui menu :
• Object
• Transform.

Position
Fasilitas ini berguna untuk memindahkan obyek dengan jarak tertentu baik arah horizontal
maupun vertikal.




                                                                                                   37
Apply
Tombol ini dipergunakan untuk Melaksanakan instruksi position

Apply To Duplicate
Tombol ini dipergunakan untuk Melaksanakan instruksi position serta melakukan duplikasi
terhadap obyek.

Rotation
Fasilitas ini berguna untuk memutar obyek dengan sudut yang telah ditentukan.




Apply
Tombol ini dipergunakan untuk Melaksanakan instruksi rotation

Apply To Duplicate
Tombol ini dipergunakan untuk Melaksanakan instruksi rotation serta melakukan duplikasi
terhadap obyek.



                                                                                          38
Scale & Mirror
Fasilitas ini berguna untuk memperbesar/memperkecil obyek serta membalik obyek.




Apply
Tombol ini dipergunakan untuk Melaksanakan Instruksi Scale & Mirror

Apply To Duplicate
Tombol ini dipergunakan untuk Melaksanakan instruksi Scale & Mirror serta melakukan duplikasi
terhadap obyek.




                                                                                                39
Size
Fasilitas ini berguna untuk menentukan ukuran obyek




Size
Fasilitas ini berguna untuk menentukan ukuran obyek

Apply
Tombol ini dipergunakan untuk Melaksanakan Instruksi Size

Apply To Duplicate
Tombol ini dipergunakan untuk Melaksanakan instruksi size serta melakukan duplikasi terhadap
obyek.




                                                                                               40
Skew
Fasilitas ini berguna untuk menentukan kemiringan obyek




Apply
Tombol ini dipergunakan untuk Melaksanakan Instruksi Skew

Apply To Duplicate
Tombol ini dipergunakan untuk Melaksanakan instruksi skew serta melakukan duplikasi terhadap
obyek.




                                                                                               41
FILL TOOL & OUTLINE TOOL
FILL TOOL
Pada system Coreldraw, system warna dapat dipakai secara lansung melalui bagian color bar, anda
dapat lansung memilih model dan macam warna yang anda inginkan yaitu :




     Fill Color Dialog
Dipergunakan untuk memproses pengisian warna pada obyek gambar terpilih dalam bentuk kotak
dialog.




Tab Models
Pada lembaran proses ini anda dapat memilih warna pada daftar unsur warna yang disediakan dan
juga dapat menggunakan batang vertikal yang ada disisi kanannya untuk mengubah daftar warna
berdasarkan unsur warna dominan tertentu.

Tab Mixers
Menentukan warna pilihan dengan memilihnya dan/atau mencampurkan warna pilihan dengan
unsur warna lainnya.
Tab Fixet Palettes
Untuk menentukan warna melalui daftar palette warna standar sistem warna tertentu.

Tab Custom Palettes

Fontain Fill Color Dialog
Dipergunakan untuk memberikan isi warna bentuk gradasi pada obyek gambar terpilih.




                                                                                                  42
Type
• Linear yaitu untuk mengisi obyek gambar dengan warna gradasi secara lurus.
• Radial yaitu untuk mengisi obyek gambar dengan warna gradasi secara melingkar.
• Conical yaitu untuk mengisi obyek gambar dengan warna gradasi format kerucut.
• Square yaitu untuk mengisi obyek gambar dengan warna gradasi format persegi panjang.

Option
• Angle yaitu Untuk mengatur rotasi gradasi warna.
• Edge pad yaitu untuk menentukan porsi prosentase tiap warna.

Color Blend
• Two color yaitu untuk mencampur dua macam warna.
• Custom yaitu untuk mengisi beberapa macam warna.
• From to yaitu untuk percampuran warna.
• Mid point yaitu dipergunakan untuk mengatur porsi tiap warna.

Preset
Untuk mengatur gradasi warna yang telah disediakan CorelDraw.

       Pattern Fill Color Dialog
Dipergunakan untuk memberikan isi pada obyek gambar terpilih dengan gambar bitmap dua
warna (Two-Color fill), bitmap berwarna (Full-Color fill), dan gambar bitmap umumnya (Bitmap
Fill).




                                                                                               43
2-color
Untuk memilih pattern 2 warna dengan pilihan warna tertentu.

Full color
Untuk memilih jenis pattern full color.

Bitmap
Untuk memilih jenis pattern bitmap.

Load
Untuk mengimport (membuat) pola pattern baru.

Size
Untuk mengatur ukuran pattern.

Origin
Untuk mengatur posisi koordinat pattern.

Transform
• Skew yaitu untuk mengatur kemiringan pattern
• Rotate yaitu untuk mengatur rotasi pattern.

Row or Column offset
Untuk menentukan prosentase besaran pattern arah baris atau kolom.

    Texture Fill Color Dialog
Dipergunakan untuk memberikan isi gambar textur pada obyek gambar terpilih.




                                                                              44
Texture Liberary
Untuk menentukan type texture

Texture List
Untuk melihat daftar texture

Preview
Untuk melihat tampilan warna-warna dari jenis texture tersebut. Klik Tombol Preview

Style Name
Untuk mengubah warna-warna texture dengan cara mengklik Color Palette.

Options
Untuk mengatur resolusi bitmap.

Tiling
Untuk mengubah texture ke format tile.

Postscript Fill Color Dialog
Dipergunakan untuk memberikan isi gambar efek printer postscript pada obyek gambar terpilih.




                                                                                               45
    Postscript Color List
Untuk melihat daftar Postscript.

Preview
Untuk menampilkan warna postscript pada window preview.

Parameter
Untuk mengatur konfigurasi texture.


     No Fill
Dipergunakan untuk tidak memberikan warna obyek gambar atau menghapus isi obyek gambar

yang ada.
    Color Docker Window
Dipergunakan untuk memproses pemakaian warna pada obyek gambar terpilih dalam bentuk
Dockers.


     Interactive Fill Tool
Dipergunakan untuk mengisi obyek gambar dengan suatu warna pilihan tertentu secara interaktif.

     Interactive Mesh Fill Tool
Dipergunakan untuk mengisi obyek gambar dengan suatu warna yang spesifik interaktif.

Membuat Pola Warna
• Tool
• Create ��Pattern




                                                                                                 46
Type
Untuk menentukan format gambar bitmap yang akan dibentuk, misalnya gambar bitmap dua
warna (Two Color) atau bitmap berwarna (Full Color.

Resolution
Untuk menentukan resolusi gambar bitmap yang dibentuk.

OK
Untuk melanjutkan proses pembentukan gambar bitmap tersebut.

Cancel
Untuk membatalkan perintah proses tersebut.

OUTLINE TOOL
Outline Tool disediakan system Coreldraw untuk membentuk suatu obyek gambar. Melalui Outline
Tool, garis outline obyek gambar dapat diatur mulai dari warna , ketebalan, bentuk garis, hingga
bentuk ujung garis.




Adapun fungsi masing-masing dari menu flyout tersebut yaitu :
    Outline Pen Dialog
Dipergunakan untuk mengatur pena gatis outline obyek gambar dalam bentuk kotak dialog.




                                                                                                   47
Color
Untuk menentukan warna garis outline obyek gambar

Width
Untuk menentukan tebal garis outline secara manual.

Style
Untuk menentukan format outline yang digunakan




Corner
Untuk menentukan bentuk ujung garis outline.

Line Caps
Untuk menentukan format ujung garis outline.

Behind Fill
Untuk meletakkan outline garis dibelakang Fill.

Scale With Image
Untuk menentukan agar ukuran grafik ujung garis mengikuti ukuran obyek garisnya.

Arrow
Untuk menentukan ujung garis outline.




Calligraphy
Untuk menentukan kaligrafi garis outline. Pada bagian ini tentukan ukuran pemelaran (stretch) dan
sudut(angle).


      Outline Color Dialog
Dipergunakan untuk mengatur warna garis outline obyek gambar dalam bentuk kotak dialog. (Lihat
Fill Tool).



                                                                                                    48
      No Outline
Dipergunakan untuk tidak memakai garis outline pada obyek gambar.


                            Berguna untuk memberikan garis outline pada obyek gambar dengan
ukuran 0.003, 0.007,
0.028, 0.111, 0.222, dan 0.333 inchi




                                                                                              49
MENGATUR TEXT
OBJECT TEXT
Pada sistem Coreldraw dikenal dua jenis obyek gambar format text yaitu :
• Text Artistic yaitu digunakan untuk teks informasi singkat tetap memerlukan penampilan yang
mengesankan . Misalnya teks judul, logo, nama perusahaan, label produl dll.

• Text paragraph yaitu digunakan untuk teks informasi yang panjang. Misalnya informasi suatu
produk, keterangan cara kerja suatu alat, sinopsis suatu film dll.
Text




PARAGRAPH TEXT
Teks paragraf digunakan untuk memberikan informasi yang bersifat panjang dan menguraikan
sesuatu.
Kreasi tek paragraf :
1. Klik tool
2. Geser posisi kursor mouse ke lokasi awal (sisi kiri atas) frame obyek teks paragraf yang
diinginkan. Pada saat ini lakukan klik mouse dan tahan.
3. Geser posisi kursor mouse ke lokasi akhir (sisi kanan bawah) frame obyek teks paragraf yang
diinginkan. Pada saat ini lepaskan klik mouse tadi.
4. berikutnya sistem akan menyediakan frame untuk obyek teks format paragraf.




                                                                                                 50
51
FORMAT TEXT




FORMAT TEXT
Font
Untuk penentuan jenis huruf

Size
Untuk menentukan besaran huruf

Style
Untuk menentukan style huruf yang dipergunakan

Underline
Untuk menggaris bawahi huruf

Strikethru
Untuk mencoret tiap kata

Overscore
Bila menghendaki garis atas pada tiap kata

Uppercase
Untuk mengganti dari huruf kecil ke huruf besar

Positions
Untuk menggunakan pangkat bawah atau atas

Aligment Text
• None : Untuk tidak mengatur peralihan teks dari obyek teks paragraf.
• Left Align : Untuk pengaturan text rata kiri
• Center Align : Untuk pengaturan text di tengah
• Right Align : Untuk pengaturan text rata kanan
• Full Justify : Untuk pengaturan text rata kiri dan kanan


                                                                         52
• Force Justify : Untuk merentangkan teks dari kiri ke kanan

Tab Indent
Menentukan Tabulasi & Indentasi

Tab Spacing
Untuk menentukan spasi

Character
Untuk menentukan jarak antar karakter.

Bullet
Memberikan efek simbol pada teks.

DropCap
Memberikan satu huruf yang besar pada awal paragraf.


MEMODIFIKASI CASE TEXT
Diambil pada menu :
• Text
• Change Text




Sentences Case
Bila menghendaki teks dengan huruf kapital pada awal tiap paragraph

Lower Case
Bila menghendaki teks dengan huruf kecil semua

Upper Case
Bila menghendaki teks dengan huruf kapital semuanya

Title Case
Bila menghendaki semua huruf awal dari kata dijadikan huruf kapital.

Toggle Case
Bila menghendaki teks dengan huruf kecil pada awal kata dan huruf besar pada huruf sesudahnya

EDIT TEXT
Diambil pada menu :
• Text
• Edit Text atau Ctrl + Shift + T




                                                                                                53
WRITING TOOL
Spell Check
Untuk menguji ejaan kata.

Grammatik
Untuk menguji tata bahasa.

Thesaurus
Untuk kamus bahasa

Type Assist
Untuk membantu pengetikan obyek teks.

MEMERIKSA EJAAN
Untuk menggunakan fasilitas spelling check teks yang anda buat terbatas pada beberapa bahasa
saja, seperti bahasa Inggris, Prancis, Jerman dan beberapa bahasa yang telah disediakan oleh
CorelDraw. Anda juga dapat menambah kata secara manual dengan cara memasukkan ke dalam
memori kamus.
Diambil pada menu :
• Text
• Writing Tool ��Spell Check




                                                                                               54
Replace With
Untuk mengganti kata

Replacement
Altenatif dari pengganti kata

Replace
Untuk mengganti kata

Skip Once
Bila hendak membiarkan kata

Skip All
Bila membiarkan kata yang salah atau tidak dikenal ada kata tersebut diseluruh kalimat

Add
Bila kata tersebut dianggap benar dan akan dijadikan acuan untuk mengoreksi ejaan selanjutnya

Options
Untuk mengatur konfigurasi spell check

FIT TEXT TO PATH
Fasilitas ini dapat digunakan untuk membuat teks artistik membentuk atau mengikuti suatu garis.
Diambil pada menu :
• Text
• Fit Text To Path




Dynamic Script IT Training


                                                                                                  55
FIT TEXT TO PATH
Fasilitas ini dapat digunakan untuk membuat teks artistik membentuk atau mengikuti suatu garis.
Diambil pada menu :
• Text
• Fit Text To Path

Text Placement
Untuk menentukan tata letak obyek teks pada obyek garis, misalnya pada posisi kiri (left
alignment), tengah(center) atau kanan(right alignment).

Place On Other Side
Untuk membalik letak obyek text dari obyek garis.

Vertical Placement
Untuk menentukan posisi obyek teks pada obyek garis.

Harizontal Offset
Untuk menentukan jarak obyek teks dari posisi vertikal titik awal obyek garis yang digunakan.

Text Orientation
Untuk menentukan orientasi obyek teks pada obyek garis.

Distance From Path
Untuk menentukan jarak obyek teks dari obyek garis.




                                                                                                  56
                 EFEK & INTERAKTIF EFEK TOOL
                                     EFEK KHUSUS

Efek khusus dapat dilakukan pada semua obyek gambar. Pada system Coreldraw efek khusus
dikelompokkan pada menu Effect dan Interactive Effect Tool.




INTERACTIVE BLEND TOOL
Efek ini melakukan transformasi bentuk suatu obyek gambar ke bentuk obyek lain atau mengcopy
obyek secara massal dan memberikan jarak yang bersesuaian.




Direct Blend
Untuk memakai warna obyek gambar asal dan tujuan proses secara langsung melalui spektrum
warna.

Clockwise
Untuk memakai warna obyek gambar asal dan tujuan proses secara memutar searah dengan arah
putaran jarum jam melalui spektrum warna.

Blend Direction
Memberikan sudut putaran pada hasil blend.

Path Properties
Untuk mengarahkan transformasi obyek gambar melalui garis tertentu.

Clear Blend
Untuk menghapus pemakaian blend.




                                                                                               57
INTERACTIVE CONTOUR TOOL
Efek khusus ini akan mengisi suatu obyek gambar dengan salinan dari obyek gambar
tersebut dalam warna dan ukuran yang berbeda.




To Center
Untuk membentuk salinan obyek gambar hasil proses kebagian tengah.

Inside
Untuk membentuk salinan obyek gambar hasil proses kebagian bagian dalam obyek aslinya.

Outside
Untuk membentuk salinan obyek gambar hasil proses kebagian bagian luar obyek aslinya.

Contour Steps
Untuk menentukan jumlah salinan obyek gambar hasil salinannya.

Contour Offset
Untuk Untuk menentukan jarak antara obyek.

Linear Contour Color
Untuk memakai warna obyek gambar asal dan tujuan proses secara linear

Fill Color
Untuk menentukan warna


                                                                                         58
Clear Contour
Untuk mengapus pemakaian efek contour.




INTERACTIVE DISTORTION TOOL
Efek ini dapat mengubah obyek gambar terpilih sehingga berkesan distorsi (berubah karena suatu
hal).




Center Distortion
Membuat obyek distorsi berdasarkan bagian tengah obyek.

Twister Distortion
Untuk menimbulkan kesan distorsi seperti halnya obyek yang tertiup angin kencang.

Zipper Distortion
Untuk menimbulkan kesan distorsi seperti halnya obyek yang ditarik ke arah sisi tertentu atau
pada bagian tertentu.

Clear Distortion
Untuk menghapus efek Distortion.




                                                                                                 59
INTERACTIVE ENVELOPE TOOL
Efek ini akan mengubah bentuk suatu obyek berdasarkan titik tertentu darinya. Titik tersebut
berada pada siku atau sisi tengah dari obyek gambar yang akan diproses.




Unconstrained Mode
Untuk mengubah obyek gambar berdasarkan titik kontrolnya.

Double Arc Mode
Untuk mengubah obyek gambar berdasarkan garis melingkar pada dua titik kontrolnya.

Keep Lines
Untuk menetapkan agar obyek tetap pada aslinya dan yang diubah hanya salinannya saja.

Single Arc Mode
Untuk mengubah obyek gambar berdasarkan garis melingkar pada satu titik kontrolnya.

Straight Line Mode

                                                                                               60
Untuk mengubah obyek gambar berdasarkan garis pada titik kontrolnya.

Mapping Mode
Untuk mengubah model envelope.

Add New envelope
Membuat model envelope baru.

Add Preset
Mengambil model envelope yang disediakan.




INTERACTIVE EXTRUDE TOOL
    Efek ini akan mengubah suatu obyek gambar menjadi seperti bentuk tiga dimensi.




Depth
Untuk menentukan ketebalan extrude

Clear Extrude
Untuk menghapus efek extrude

Extrusion Type
Memilih tipe extrude

Lihgting
Untuk mengatur titik pencahayaan dari obyek gambar.

Bevels


                                                                                     61
Untuk menentukan sudut siku obyek gambar yang diinginkan.

Color
Untuk mengisi warna pada bagian yang ter-extrude

Extrude Rotation
Untuk mengatur rotasi obyek




INTERACTIVE DROP SHADOW TOOL
   Efek ini dapat digunakan membentuk bayangan (shadow) dari obyek yang diproses.




Clear Drop Shadow
Mengahapus efek Drop Shadow

Feathering Direction
Untuk menentukan model bayangan obyek

Drop Shadow Color
Untuk menentukan warna bayangan obyek

Drop shadow Opacity
Untuk menentukan terang-gelap bayangan

Drop Shadow Perspective Type
Menentukan model perspektif bayangan dibelakang obyek.




                                                                                    62
LENS
Efek ini dapat mengubah suatu obyek gambar menjadi transparan.
Diambil pada menu :
• Effect
• Lens




POWERCLIPS
Efek ini berguna untuk menempatkan suatu obyek gambar pada obyek gambar lainnya.
Diambil pada menu :
• Effect
• Power Clips

Place Inside Container
Untuk menempelkan obyek gambar yang terpilih pada obyek gambar lainnya.

Extract Contents
Untuk melepaskan obyek gambar yang menempel pada suatu obyek gambar lainnya.

Edit Contents
Untuk melepaskan sementara obyek gambar yang menempel pada obyek lainnya.



                                                                                   63
Finish Editing This Level
Untuk mengakhiri modifikasi suatu obyek gambar pada saat menggunakan fasilitas Power Clips




SYMBOL
Fasilitas ini menyediakan gambar-gambar dan simbol-simbol untuk kelengkapan design anda.
Diambil pada menu :
• Type
• Insert Characters




PERSPECTIVE
Fasilitas ini dipergunakan untuk mengubah bentuk obyek gambar tersebut sehingga menjadi
terarah pada titik perspektifnya.
Diambil pada menu :
• Effect
• Add Perspective



                                                                                             64
65
FILM UNTUK SABLON DAN SEPARASI: JAWABAN
ATAS PERTANYAAN2
Mohon maaf baru bisa posting lagi, ini pun sebenarnya dipaksakan disela-sela kesibukan saya.

Kali ini saya akan mecoba menjawab beberapa pertanyaan yang sempat saya terima melalui e-mail. Ternyata
banyak sekali yang tertarik kepada proses film untuk sablon, bahkan kepada teknik sablon itu sendiri.

Sementara ini yang bisa saya jawab adalah :

Teknik separasi untuk film sablon :

Teknik separasi ini sebenarnya sama saja dengan kalau kita membuatnya untuk film offset atau cetak dengan
mesin lainnya. Perbedaannya terletak pada :

       Cetak sablon memiliki keakuratan yang lebih kecil. Karena itu nilai overprint (masukkan) harus kita
        buat sedikit lebih besar untuk menghindari misregister. Bisa dibaca kembali postingan Film Untuk
        Sablon.
       Cetak sablon lebih banyak menggunakan warna khusus (bukan CMYK), pemisahan warna untuk film
        sablon lebih sering dilakukan secara manual (lihat tulisan Film Untuk Sablon), kecuali untuk gambar
        yang memang mensyaratkan pemisahan otomatis oleh output devices (printer, mesin film) misalnya
        gambar wajah.

Separasi dengan printer :

Kita bisa juga melakukan pemisahan warna dengan mengandalkan pemisahan warna yang dilakukan oleh
printer. Misalkan kita memiliki gambar dengan warna-warna seperti di bawah ini :




Warna yang kita gunakan adalah : (1). merah, yang merupakan hasil mix antara warna yellow 100% dan
magenta 100%. Artinya warna merah sebenarnya adalah campuran antara warna magenta dan yellow dengan
perbandingan 1:1. (2) Pantone 108C, adalah warna jadi sesuai dengan Pantone Matching System (PMS) yang
dikeluarkan oleh Pantone Inc, bukan warna prosess (CMYK) . (3) Registration color, adalah warna yang akan
selalu ada (ikut tercetak) bila dicetak dengan teknik separasi.

Note : Pengaturan komposisi warna prosess dalam teknik separasi merupakan hal yang sangat penting, karena
seringkali warna yang kita lihat di layar monitor ternyata tidak sama dengan hasil cetaknya. Orang seringkali
merasa frustrasi ketika sebuah logo, misalnya, yang telah didisain dengan susah payah ternyata menjadi
terlihat sangat biru ketika telah ―naik cetak‖. Untuk itulah kita harus memahami komposisi warna, serta bahwa
warna yang sama dapat terlihat berbeda pada bahan yang berbeda (kertas/kain/plastik). Sehingga sekalipun di
layar monitor kita melihat warna yang berbeda kita tahu seperti apa warna tersebut nantinya setelah proses
cetak. Inilah pentingnya hal tersebut serta mengapa Pantone menciptakan PMS. Untuk pemahaman yang lebih
baik mengenai hal ini, silakan baca di sini.

Untuk pencetakan dengan printer (sebagai contoh digunakan printer HP Laserjet 8150PS) langkah-langkahnya
adalah sebagai berikut : 1 Pilih (blok) gambar yang akan dicetak, kemudian pada menu File klik perintah Print.
2 Akan muncul print menu seperti berikut :



                                                                                                              66
Pada sub jendela General, pilihlah nama printer yang digunakan (HP Laserjet 8150PS). Atur Print range-nya
apakah Curent document, Current page, Documents, Selection ataukah halaman-halaman tertentu saja (Pages).
Jika ingin yang kita print hanyalah objek-objek yang kita tadi pilih saja, maka pada pilihan print range-nya kita
set sebagai Selection. Tetukan berapa banyak duplikasi printout yang kita inginkan dengan menentukan angka
pada pilihan Copies.

Untuk pengaturan pencetakan printer, klik kotak Properties. Di situ kita bisa atur jenis kertas yang akan
digunakan untuk mencetak, mode pencetakan Potrait atau Landscape, dari tray mana kertas cetak diambil, dsb .
Sedangkan pengaturan skala pembesaran hasil printout, posisi gambar pada kertas output, dsb kita atur pada sub
jendela Layout. Jika ingin objek tersebut tercetak sebagaimana posisinya pada halaman gambar, maka pada
Image posisition and size kita set sebagai “As in document”.

3 Untuk mencetak separasi, klik sub jendela Separations. Aktifkan tanda centang disebelah tulisan Print
   separations. Pada kotak area di bagian bawah akan muncul warna-warna yang terdapat dalam gambar atau
   dokumen yang akan kita print. Warna-warna yang akan tercetak sebagai hasil separasi ditandai dengan
   kotak berwarna dan nama warna yang bertanda centang di sebelah kirinya. Jika tanda centang disamping
   suatu warna kita matikan, maka warna tersebut tidak akan memiliki wakil pada hasil cetakan (tidak ikut
   tercetak), artinya film untuk warna tersebut tidak akan dicetak.

    Untuk mengatur urutan pencetakan per warna, besarnya sudut (angle) dan Frequency (nilai raster) untuk tiap
    warna, aktifkan tanda centang pada pilihan Use advanced settings atau klik kotak Advanced. Pilihan ini
    hanya aktif kalau printer yang kita gunakan adalah dari jenis postscript printer. Jika bukan, maka kita tidak
    dapat mengatur besarnya sudut dan nilai raster hasil cetakan. (Untuk printer bukan postscript kita hanya
    dapat mengatur nilai dpi saja, yang hanya menghasilkan cetakan yang lebih halus atau kasar).




    Pada contoh gambar kita, terdapat satu warna khusus (Pantone 108C). Ini akan membuat hasil cetakan kita
    akan terdiri atas tiga film, yaitu film untuk warna Magenta, Yellow dan Pantone 108C. Kalau kita tidak
    ingin ada warna khusus tetapi semua warna dianggap adalah warna prosess (CMYK), maka kita harus
    mengaktifkan tanda centang disamping kiri menu Convert spot colors to process. Bila ini kita lakukan, maka
    warna Pantone 108C akan diubah menjadi sebagai mix dari warna prosess Magenta (raster) dan Yellow
    (raster), sehingga kita hanya akan punya dua film (magenta dan yellow).

    Untuk pengaturan film pracetak, kita bisa mengaturnya pada sub menu Prepress. Di sini kita bisa atur :

            Paper/film setting : Invert , untuk menghasilkan film negatif; dan mirror untuk menghasilkan film
             terbaca terbalik. Film untuk offset biasanya dicetak mirror (terbalik), sedangkan untuk sablon tidak
             (kecuali untuk cetak sticker atau flocking).
            Tanda-tanda cetak dan informasi film.

4. PostScript. Disinilah kita bisa mengatur nilai raster dari film yang ingin kita hasilkan. Sekali lagi, sub menu
    ini hanya ada bila printer yang kita gunakan adalah tipe PostScript Printer (biasanya jenis-jenis printer laser
    tertentu — bisa ditanyakan pada penjualnya). Untuk printer yang bukan postScript, menu ini tidak akan
    tampil.




                                                                                                                 67
    Pada jendela menu postscript ini kita mengatur screen frequency (nilai raster) film yang ingin kita buat.
    Untuk sablon biasanya nilai 60 lpi sudah cukup halus. Kalu kita set di atas nilai 60 (misalnya 70 atau 80),
    maka nanti akan mengalami kesulitan pada saat proses afdruk screen dan proses cetaknya. Untuk sablon
    spanduk, nilai lpi tersebut bisa kita set dibawah nilai 50 hingga 30 lpi. Makin kecil nilai lpi, makin kasar
    (dot-nya makin besar) rasternya.

    Pengaturan printer lainnya adalah pada sub menu Misc.

Bila semua proses pengaturan pencetakan dengan printer telah kita lakukan dengan benar, maka film separasi
yang kita hasilkan dari contoh gambar kita tadi akan seperti gambar di bawah. Kita akan menghasilkan tiga film:
A, B dan C yang masing-masing merupakan film untuk warna magenta, yellow dan Pantone 108C. Kita juga
dapat menghasilkan tiga film (C, D dan E) dari gambar yang sama jika warna Pantone 108C pada gambar kita
set sebagai overprint fill (caranya: klik kanan pada gambar yang berwarna Pantone 108C, kemudian
klik/aktifkan tanda centang overprint fill.




Untuk sementara hanya itu dulu pertanyaan-pertanyaan yang bisa saya jawab, mudah-mudahan bisa membantu.
Insya Allah saya bisa membahas pertanyaan-pertanyaan lain yang diajukan.




                                                                                                                   68
FILM UNTUK SABLON
    CORELDRAW: MENGATUR FILM UNTUK SABLON BERBEDA DENGAN UNTUK OFFSET

 Sebelum kita membahas bagaimana mengatur film untuk sablon dan untuk offset, terlebih dahulu kita
mendifinisikan apa itu film untuk offset dan sablon.

 Pengertian film: adalah suatu lembar transparan (plastik atau kertas kalkir) yang berisikan gambar hasil print
out dari komputer ataupun gambar tangan, yang nantinya gambar tersebut akan kita transfer ke media
berikutnya dalam urutan proses cetak (misalnya screen atau plat).

  Nah, untuk teknik cetak offset, gambar yang telah kita buat tinggal kita simpan dalam media penyimpanan
data baik itu disket, cd atau flash disk, kemudian kita bawa ke penyedia jasa output film. Penyedia jasa output
film inilah nantinya yang akan melakukan output gambar yang kita buat tadi menjadi film yang siap untuk
proses pembuatan plat atau master.
Tergantung dari pewarnaan gambar yang kita buat, film yang dihasilkan merupakan hasil pemisahan warna per
warna (separasi) yang secara otomatis dilakukan oleh peralatan (mesin) output film. Tanda-tanda register, color
calibration bardll, semua diatur oleh mesin/peralatan output. Kecuali untuk cetakan satu warna dengan mesin
offset kecil dan menggunakan master (basah atau kering), film bisa berupa hasil print out printer laser diatas
kertas.

  Sedangkan untuk film sablon, lebih sering kita harus melakukan pemisahan warna per warna terlebih dulu,
memberi tanda register yang sama persis untuk setiap warna yang kita pisahkan sebelum gambar kita output
menjadi film. Kita tidak mesti harus membawa ke penyedia jasa output film. Kita bisa output sendiri film
tersebut dengan printer yang dapat mencetak di atas lembar transparan dan memiliki ketajaman yang tinggi
(printer laser).

Perbedaan utama antara film sablon dan film offset dapat kita sebutkan diantaranya adalah :

1. Tanda register yang untuk sablon biasanya harus kita buat sendiri, terutama untuk gambar dengan dua warna
atau lebih.
2. Besarnya masukan (overprint) antara warna satu dan warna lainnya.
3. Teknik pemisahan warna untuk warna gradasi.
4. Nilai raster (lpi) untuk gambar-gambar dengan gradasi warna ataupun separasi.

Ada baiknya kita pelajari satu per satu.

1. Tanda register

Misalkan kita memiliki gambar logo sebuah hotel yang terdiri atas tiga warna seperti di bawah ini:




Sebelum kita melakukan pemisahan warna gambar tersebut, kita mesti memberikan tanda register. Biasanya
berupa garis tipis saling silang atau dengan tambahan lingkaran di tengahnya. Tujuannya adalah untuk
memudahkan penyocokan gambar warna per warna bila sudah berbentuk film, serta untuk pengaturan posisi
film di atas screen agar lebih mudah dan lebih tepat. Untuk proses sablon, pencetakan dilakukan secara manual
(dengan tangan). Penempatan screen di atas meja sangat menentukan ketepatan gambar hasil cetakan.
Pengaturan posisi gambar di atas screen juga menentukan pengaturan screen di atas meja. Penempatan posisi
gambar di atas screen yang tidak sama antara warna satu dengan warna lainnya akan menyulitkan operator
cetak, bahkan dapat membuat hasil cetakan yang tidak pas (berbayang, tidak “pasti”).

Gambar di atas terdiri dari tiga warna, yaitu kuning, orange dan biru. Setelah kita pisahkan warna per warna,
maka kita akan memiliki tiga gambar seperti berikut:



                                                                                                                69
Gambar yang lebih di atas merupakan hasil pemisahan dari tiga warna gambar, yaitu kuning (gambar bintang),
orange (dasar dan tulisan “five star hotel”) serta biru (logo tengah). Untuk menjadi film, semua gambar harus
berwarna hitam. Sehingga gambar-gambar tersebut akan menjadi seperti gambar yang berada di barisan bawah.
Perhatikan bahwa tiap gambar dengan tanda register merupakan kumpulan objek-objek dengan warna yang
sama. Apabila di atas warna tersebut terdapat warna lain (di atas dasar orange ada bintang dengan warna
kuning), maka warna lainnya di buat menjadi putih.

Langkahnya adalah pertama kita melakukan duplikasi gambar besertat tanda registernya sesuai dengan jumlah
warna dalam gambar tersebut. Misalnya gambar memiliki tiga warna, maka setidaknya kita melakukan duplikasi
menjadi tiga gambar yang sama. Kemudian pada setiap gambar kita hanya mengambil objek-objek dengan
warna yang sama saja. Objek dengan warna lain kita hapus atau kita beri warna putih seperti pada contoh di atas
tadi.

2. Besarnya Masukan (Overprint)

Pencetakan dengan sablon adalah pencetakan manual dengan menggunakan screen. Namanya juga pencetakan
manual, pastilah memiliki tingkat ketelitian dan ketepatan yang lebih rendah dibandingkan dengan
menggunakan mesin. Karena itu, penempatan warna satu dengan warna lainnya tidak bisa setepat dengan
menggunakan mesin. Ambil contoh gambar kita tadi. Dengan teknik sablon, gambar tadi akan mengalami tiga
kali proses cetak: yaitu pertama dicetak warna kuning (gambar bintang), kemudian warna orange (tulisan dan
dasar), lalu terakhir warna biru (logo). Urutan cetak dimulai dengan warna yang paling muda, diikuti oleh warna
yang lebih tua dst.

Karena memiliki tingkat ketepatan yang lebih rendah dari pencetakan dengan mesin, hasil cetakan dengan
sablon lebih sering mengalami apa yang disebut dengan misregister atau warna meleset (lihat gambar di bawah).




Untuk mengatasi hal tersebut, film untuk sablon biasanya diberi nilai overprint (biasa disebut dengan istilah
“masukan”) yang lebih besar. Tergantung dengan besarnya gambar, nilai tersebut tidak boleh lebih kecil dari 0,2
mm. Jika kita memberikan nilai yang terlalu kecil, maka akan terjadi misregister atau warna meleset pada saat
pencetakan. Sebaliknya, nilai masukan yang terlalu besar juga akan menghasilkan cetakan yang seperti memiliki
warna lain di luar warna yang kita gunakan.

Pengaturan pemberian masukan untuk film sablon adalah: untuk gambar dengan warna yang lebih muda,
gambar tersebut kita perbesar sedikit dengan perintah contour (+ 0,2 mm) ataukah dengan memberikan outline
(+0,4 mm). Jadi untuk contoh gambar kita, gambar setiap bintang kita perbesar dengan contour ke arah luar
sebesar 0,2mm atau dengan memberikannya outline sebesar 0,4 mm.

Sedangkan untuk warna yang lebih tua kita buat tetap seperti adanya.

3. Pemisahan Warna Untuk Warna Gradasi




Film gradasi warna untuk sablon biasanya terdiri atas warna blok dan warna gradasi dengan titik awal warna
putih. Misalnya kita punya gambar dua warna gradasi dari kuning ke merah. Film untuk sablon yang kita buat
akan terdiri dari satu film blok (mewakili warna kuning) dan satu film yang merupakan hasil penukaran warna
merah dengan hitam dan kuning dengan putih.( lihat gambar). Warna kuning kita buat menjadi satu warna blok
(full hitam), karena kuning lebih “muda” dari merah.




4. Nilai Raster (Untuk Gradasi Warna atau Separasi)

                                                                                                            70
Screen yang digunakan dalam teknik cetak sablon memiliki ukuran-ukuran yang menunjukkan tingkat kerapatan
mesh yang digunakan. Ini dapat digunakan untuk menunjukkan seberapa besar “lubang-lubang” yang dapat
ditembus oleh tinta sablon. Makin besar angka mesh screen, makin kecil lubang-lubang itu. Begitu sebaliknya.
Perbedaan jenis tinta yang kita gunakan dalam pencetakan akan menentukan nilai mesh screen yang kita pakai.
Untuk jenis tinta plastisol atau oil ink misalnya, kita bisa menggunakan screen dengan nilai mesh 130 - 150.
Tetapi nilai mesh tersebut tidak bisa kita pakai untuk jenis tinta rubber atau glitter. Tintanya tidak akan tembus.
Untuk jenis rubber biasanya digunakan screen dengan mesh 110 atau kurang.

Sebelum kita membuat film untuk warna gradasi atau separasi, sebaiknya kita mengetahui dulu jenis tinta apa
yang akan digunakan dalam mencetak. Ini nanti untuk menentukan seberapa besar nilai LPI yang kita tetapkan
pada saat output film. Untuk film sablon, nilai LPI yang digunakan biasanya tidak akan lebih besar dari 60. Itu
bisa digunakan untuk jenis tinta water base (pigmen), oil ink, ataupun plastisol. Sedangkan untuk jenis tinta
rubber, nilainya harus lebih rendah dari itu. Biasanya maksimum digunakan 50 lpi, lebih sering digunakan nilai
30 - 35 lp




                                                                                                                71

								
To top