Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

EVALUASI PROGRAM KES Anak _Dinas Kesehatan_

VIEWS: 479 PAGES: 22

  • pg 1
									      DISAMPAIKAN PADA
PERTEMUAN LINTAS SEKTOR
    DAN LINTAS PROGRAM
        KESEHATAN ANAK


            21 jUNI 2010
              UU No. 17/2007 tentang RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA
 MENTERI
                           PANJANG NASIONAL 2005-2025
KESEHATAN


     • Pemb.Pendidikan dan Kesehatan: investasi peningkatan Sumber Daya Manusia
     • Arah Pemb. Kesehatan: meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan
       hidup sehat bg setiap orang agar peningkatan der kes setinggi2nya dpt terwujud
     • Dasar Pemb Kes: perikemanusiaan, pemberdayaan dan kemandirian, adil dan
       merata, serta pengutamaan dan manfaat dg perhatian khusus pd penduduk rentan



            STRATEGI
                                                        SASARAN
1. Bangnas wawasan kes.
2. Pemberdayaan Mas &                             NO   INDKT   2009 2025
   daerah
                                    UPAYA POKOK



3. Pengembangan upaya &                           1    UHH     69     73,7
   pembiayaan kes.                                                              TUJUAN
4. Pengembangan &                                 2     IMR    32,3   15,5       BANG
   pemberdayaan SDM-                                                              KES
                                                  3    MMR     262    74
   Kes
5. Penangg. Kead Darurat
                                                  4    KR      26     9,5
   Kes                                                                                  2
                                                       GIZI
  MDGs
Arah pembangunan yang disepakati secara global dalam MDGs meliputi:

            Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan

           Mencapai pendidikan dasar untuk semua orang

           Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan

           Menurunkan angka kematian anak

           Meningkatkan kesehatan ibu

           Memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya


           Memastikan kelestarian lingkungan hidup

           Membangun kemitraan global untuk pembangunan
I.     Seksi Bimdal Kesehatan Keluarga
II.    Seksi Bimdal Gizi
III.   Seksi Peran Serta Masyarakat
Seksi Bimdal Kesga :
Masih tingginya AKI, AKB dan AKBAL Kalimantan Barat
I. AKI :
AKI 403,15 per 100.000 kelahiran Hidup

Nasional 307 per 100.000 KH

sedangkan target MDG 125 per 100.000 KH

II. AKB :
AKB 44,12 per 1.000 kelahiran hidup

Nasional 34 per 1.000 kelahiran hidup

III. AKBAL
AKBAL 59 per 1.000 kelahiran hidup

Nasional turun menjadi 40 per 1.000 kelahiran hidup.
Seksi Gizi
Upaya Meningkatkan kualitas hidup anak :

Gizi secara Makro :
Perevalansi Gizi Kurang Pada Balita
Berdasarkan pemantauan Status Gizi (PSG) :
Tahun 2008 adalah 1,13%
Tahun 2002 adalah 3,03%
 Jadi ada Kenaikan sebesar 2,10 %


Gizi Mikro :
Anemia
Gaky
Kekurangan Vit A
Seksi PSM (Peran Serta Masyarakat) :

PHBS : 210.327 rumah tangga diperiksa, Rumah tangga
sehat hanya 110.341 (52,46%)
Sedangkan target nasional adalah 80%.

UKBM : Peningkatan Posyandu aktif tahun 2007 berkisar
25,25%, tahun 2006 sebesar 24,4% dan 2005 adalah
22,3%
Target nasional untuk posyandu aktif (Purnama dan
Mandiri) tahun 2010 adalah 40%.
Cakupan Penimbangan D/S : 36 %
Target : 80 %
     VISI DINKES KALBAR

 “MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN
MASYARAKAT KALIMANTAN BARAT
        SEHAT 2013”
UPAYA :
   Melakukan advokasi dengan pengambil kebijakan melalui
    pertemuan di tk prov yaitu dana APBN dan APBD diharapkan
    berjenjang, kabupaten didukung dana APBD

   Monitoring dan Evaluasi : PWS-KIA FORMAT laporan,
    Kepatuhan Kab/Kota dalam mengirimkan laporan.

   Laporan 100 hari ke II berupa lap bulanan diharuskan masuk
    ke propinsi setiap tanggal 10, karena tanggal 15 harus sudah
    diterima pusat.
UPAYA :
   Melaksanakan pelatihan BBLR di 5 Kabupaten :
   Bengkayang, Sanggau, Sekadau, Melawi dan Kapuas
    Hulu.

   Melaksanakan pelatihan Asfiksia di 5 kabupaten :
   Bengkayang, Sanggau, Sekadau, Melawi dan Kapuas
    Hulu.

   Melaksanakan pelatihan MTBS/MTBM di 5 Kabupaten :
   Bengkayang, Landak, Sintang, Kapuas Hulu dan Kubu
    Raya.

   Melaksanakan refreshing fasilitator MTBS di tk Prov

   Melaksanakan pelatihan tatalaksana KTA di Propinsi
    yaitu Kab Sanggau, Kab Kapuas Hulu, Kab Sambas
UPAYA :

   Melaksanakan pertemuan pengembangan
    integrasi audit maternal perinatal (AMP) di 2
    Kabupaten : Sambas dan Kubu Raya

   Melaksanakan pertemuan evaluasi program
    kesehatan anak
 PERMASALAHAN,HARAPAN TERHADAP
 PERAN LINSEK DAN LINTAS PROGRAM
DI INDONESIA SETIAP 6 MENIT SATU
BAYI BARU LAHIR (BBL) MENINGGAL
SEBELUM USIA SATU BULAN.

Begitu pula di Kalbar :
PENYEBAB :        - BBLR (29%)
                  - ASPIXIA (27%)
                  - INFEKSI (10%)
                  - LAIN-LAIN (34%)
                  Kematian Bayi di Kalbar
          0-28 hari (Neonatal)           29 hari -11 bulan (bayi)
BBLR                  161        Peneumonia                         7
Asfiksia             152         Diare                          12
TN                      3        Kelainan saluran cerna             1
Sepsis                10         TN                                 0
Kel. Kongenital        2         Kelainan saraf                     2
Icterus                 1        Lain-lain                     12
Lain-lain            164
Jumlah              548 kasus    Jumlah                        34
                                 kasus
             JUMLAH IBU HAMIL DAN ANAK
                POSITIP HIV TAHUN 2009

                  BUMIL (+                           ANAK
NO. RUMAH SAKIT     HIV )    ANAK (dari Ibu HIV+)   (HIV+)   MENINGGAL

1 RSDR              42               40              15         12

2 ANTONIUS           6                4               2          2

3 UPPK               3                2               1          1

4 ABD AZIS          28               19              12          1

5 RUBUNI             7                5               2          1

6 M.DJOEN           11                7               3          0

7 AGOESJAM           5                4               1          1

8 SANGGAU            3                2               1          0

9 PEMENGKAT          4                2               1          0

    JUMLAH          109              85              38         18
                                                                         15
PENYEBAB GIZI BURUK DI KALBAR

PENYEBAB MASALAH
KELUARGA :
-   Tidak Mau/Jarang Menimbang Ke POSYANDU
-   Pola Asuh Anak Kurang Baik
-   Jumlah Anak Terlalu Banyak                KASUS GIZI BURUK

-   Kehaormonisan Rumah Tangga
                                                 BUTA

MASYARAKAT :
- POSYANDU TIidak aktifF

NON KESEHATAN :
- Alasan Ekonomi (Kemiskinan)
- Ketersedian Pangan di Rumah
  Tangga Terbatas
- Tingkat Pendidikan rendah
- Infrastruktur
- Geografis
- Lingkungan kurang baik

KESEHATAN :
- Penyakit Infeksi dan Menular
- Pengetahuan Gizi Kurang
- Pengetahuan tentang Pola Asuh Anak Kurang


                                                                 16
    Kunjungan bayi 58.676 = 59,84%
    Kunjungan balita 143.814 = 40,30%
Kurangnya pertemuan/ pembahasan Pemda & legislatif Provinsi
& Kab/Kota tentang MDGs

Belum Optimalnya komitmen eksekutif & legislatif Provinsi
& Kab/Kota untuk penyediaan anggaran operasional &
pengadaan untuk layanan langsung (biaya opearsional,
obat & Buku KIA dll)

Kualitas pelayanan kesehatan di RS dan puskesmas belum
optimal
Kapasitas pengelola program Dinkes Prov & Kab/Kota perlu
ditingkatkan
Harapan :
   Semua Puskesmas melaksanakan MTBM dan
    MTBS
   Konsultasi Gizi sejak Ibu hamil.
   Kunjungan Posyandu minimal 80 %.
   Semua Bumil/bayi/balita memiliki Buku KIA
   Semua orang miskin dipastikan
    mendapatkan pelayanan komprehensif,
    termasuk rujukannya.
   Koordinasi Lintas Program dan Lintas Sektor
    secara periodik.
Harapan
   Adanya rujukan emergency Kab
    (minimal 1 kab: 1 ambulance lengkap)

   Adanya Rumah Singgah di setiap
    kabupaten.

   AMP setiap kasus kematian bayi –
    balita!
   Advokasi dan sosialisasi Kesehatan anak
   Prioritas Program di Kab./Kota (Lintas sektor,
    DPRD, Organisasi Profesi, LSM dan lainnya )
    Terhadap Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
   Komitmen eksekutif dan legislatif Propinsi dan
    Kab./Kota untuk menyediakan anggaran
    operasional dan pengadaan untuk layanan
    langsung (biaya operasional, obat, Buku KIA dll)
   Ketersediaan tenaga kesehatan belum
    memadai belum semua Kab mempunyai
    Dokter Spesialis Anak (DSpA) dan Dokter
    Spesialis Obstetri dan Gynecologi (DSOG)

   Menempatkan Bidan disemua pilindes dan
    desa

   Sebagian Polindes sudah tidak layak
    difungsikan untuk sarana pelayanan KIA perlu
    direnovasi.
 Sekian
 &
Terima
 Kasih

								
To top