Docstoc

biokimia1

Document Sample
biokimia1 Powered By Docstoc
					                                    BIOKIMIA
Biokimia adalah kimia mahluk hidup. Biokimiawan mempelajari molekul dan reaksi
kimia terkatalisis oleh enzim yang berlangsung dalam semua organisme. Lihat artikel
biologi molekular untuk diagram dan deskripsi hubungan antara biokimia, biologi
molekular, dan genetika.
Biokimia merupakan ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi komponen selular,
seperti protein, karbohidrat, lipid, asam nukleat, dan biomolekul lainnya. Saat ini
biokimia lebih terfokus secara khusus pada kimia reaksi termediasi enzim dan sifat-sifat
protein.
Saat ini, biokimia metabolisme sel telah banyak dipelajari. Bidang lain dalam biokimia di
antaranya sandi genetik (DNA, RNA), sintesis protein, angkutan membran sel, dan
transduksi sinyal.

KARBOHIDRAT

Karbohidrat ('hidrat dari karbon', hidrat arang) atau sakarida (dari bahasa Yunani
σάκχαρον, sákcharon, berarti "gula") adalah segolongan besar senyawa organik yang
paling melimpah di bumi. Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk
hidup, terutama sebagai bahan bakar (misalnya glukosa), cadangan makanan (misalnya
pati pada tumbuhan dan glikogen pada hewan), dan materi pembangun (misalnya selulosa
pada tumbuhan, kitin pada hewan dan jamur).[1] Pada proses fotosintesis, tetumbuhan
hijau mengubah karbon dioksida menjadi karbohidrat.
Secara biokimia, karbohidrat adalah polihidroksil-aldehida atau polihidroksil-keton, atau
senyawa yang menghasilkan senyawa-senyawa ini bila dihidrolisis.[2] Karbohidrat
mengandung gugus fungsi karbonil (sebagai aldehida atau keton) dan banyak gugus
hidroksil. Pada awalnya, istilah karbohidrat digunakan untuk golongan senyawa yang
mempunyai rumus (CH2O)n, yaitu senyawa-senyawa yang n atom karbonnya tampak
terhidrasi oleh n molekul air.[3] Namun demikian, terdapat pula karbohidrat yang tidak
memiliki rumus demikian dan ada pula yang mengandung nitrogen, fosforus, atau
sulfur.[2]
Bentuk molekul karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu molekul gula sederhana
yang disebut monosakarida, misalnya glukosa, galaktosa, dan fruktosa. Banyak
karbohidrat merupakan polimer yang tersusun dari molekul gula yang terangkai menjadi
rantai yang panjang serta dapat pula bercabang-cabang, disebut polisakarida, misalnya
pati, kitin, dan selulosa. Selain monosakarida dan polisakarida, terdapat pula disakarida
(rangkaian dua monosakarida) dan oligosakarida (rangkaian beberapa monosakarida).
Pengertian dan Definisi Vitamin - Fungsi, Guna,
Sumber, Akibat Kekurangan, Macam dan Jenis
Vitamin
Vitamin adalah suatu zat senyawa kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita yang
berfungsi untuk mambantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh. Tanpa vitamin
manusia, hewan dan makhluk hidup lainnya tidak akan dapat melakukan aktifitas hidup
dan kekurangan vitamin dapat menyebabkan memperbesar peluang terkena penyakit pada
tubuh kita.

Vitamin berdasarkan kelarutannya di dalam air :
- Vitamin yang larut di dalam air : Vitamin B dan Vitamin C
- Vitamin yang tidak larut di dalam air : Vitamin A, D, E, dan K atau disingkat Vitamin
  ADEK.

1. Vitamin A
- sumber vitamin A =
  susu, ikan, sayuran berwarna hijau dan kuning, hati, buah-buahan warna merah dan
  kuning (cabe merah, wortel, pisang, pepaya, dan lain-lain)
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin A =
  rabun senja, katarak, infeksi saluran pernapasan, menurunnya daya tahan tubuh, kulit
  yang tidak sehat, dan lain-lain.

2. Vitamin B1
- sumber yang mengandung vitamin B1 =
  gandum, daging, susu, kacang hijau, ragi, beras, telur, dan sebagainya
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B1 =
  kulit kering/kusik/busik, kulit bersisik, daya tahan tubuh berkurang.

3. Vitamin B2
- sumber yang mengandung vitamin B2 =
  sayur-sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur, susu, dan banyak lagi lainnya.
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B2 =
  turunnya daya tahan tubuh, kilit kering bersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah,
  sariawan, dan sebagainya.

4. Vitamin B3
- sumber yang mengandung vitamin B3 =
   buah-buahan, gandum, ragi, hati, ikan, ginjal, kentang manis, daging unggas dan
   sebagainya
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B3 =
  terganggunya sistem pencernaan, otot mudah keram dan kejang, insomnia, bedan lemas,
  mudah muntah dan mual-mual, dan lain-lain
5. Vitamin B5
- sumber yang mengandung vitamin B5 =
  daging, susu, sayur mayur hijau, ginjal, hati, kacang ijo, dan banyak lagi yang lain.
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B5 =
  otot mudah menjadi kram, sulit tidur, kulit pecah-pecah dan bersisik, dan lain-lain.

6. Vitamin B6
- sumber yang mengandung vitamin B6 =
  kacang-kacangan, jagung, beras, hati, ikan, beras tumbuk, ragi, daging, dan lain-lain.
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B6 =
  pelagra alias kulit pecah-pecah, keram pada otot, insomnia atau sulit tidur, dan banyak
  lagi lainnya.

7. Vitamin B12
- sumber yang mengandung vitamin B12 =
   telur, hati, daging, dan lainnya
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B12 =
  kurang darah atau anemia, gampang capek/lelah/lesu/lemes/lemas, penyakit pada kulit,
  dan sebagainya

8. Vitamin C
- sumber yang mengandung vitamin C =
  jambu klutuk atau jambu batu, jeruk, tomat, nanas, sayur segar, dan lain sebagainya
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin C =
  mudah infeksi pada luka, gusi berdarah, rasa nyeri pada persendian, dan lain-lain.

9. Vitamin D
- sumber yang mengandung vitamin D =
  minyak ikan, susu, telur, keju, dan lain-lain
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin D =
  gigi akan lebih mudah rusak, otok bisa mengalami kejang-kejang, pertumbuhan tulang
  tidak normal yang biasanya betis kaki akan membentuk huruf O atau X.

10. Vitamin E
- sumber yang mengandung vitamin E =
  ikan, ayam, kuning telur, kecambah, ragi, minyak tumbuh-tumbuhan, havermut, dsb
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin E =
  bisa mandul baik pria maupun wanita, gangguan syaraf dan otot, dll

11. Vitamin K
- sumber yang mengandung vitamin K =
  susu, kuning telur, sayuran segar, dkk
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin K =
  darah sulit membeku bila terluka/berdarah/luka/pendarahan, pendarahan di dalam tubuh,
  dan sebagainya
Vitamin adalah sekelompok senyawa organik berbobot molekul kecil yang memiliki
fungsi vital dalam metabolisme organisme. Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang
enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim. Istilah
"vitamin" sebenarnya sudah tidak tepat untuk dipakai dalam pengertian biokimia karena
tidak memiliki kesamaan struktur tetapi akhirnya dipertahankan dalam konteks ilmu
kesehatan dan gizi. Nama ini berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita yang artinya
"hidup" dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus organik yang memiliki atom
nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap demikian. Kelak diketahui bahwa
banyak vitamin sama sekali tidak memiliki atom N.
Sebagai salah satu komponen gizi, vitamin diperlukan memperlancar proses metabolisme
tubuh, dan tidak berfungsi menghasilkan energi. Vitamin terlibat dalam proses enzimatik.
Tubuh memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan yang sedikit itu
diabaikan, akan mengakibatkan terganggunya metabolisme di dalam tubuh kita karena
fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Kondisi kekurang vitamin disebut
avitaminosis.
Pada umumnya vitamin tidak dapat dibuat sendiri oleh hewan (atau manusia) karena
mereka tidak memiliki enzim untuk membentuknya, sehingga harus dipasok dari
makanan. Akan tetapi, ada beberapa vitamin yang dapat dibuat dari zat-zat tertentu
(disebut provitamin) di dalam tubuh. Contoh vitamin yang mempunyai provitamin
adalah vitamin D. Provitamin D banyak terdapat di jaringan bawah kulit. Vitamin lain
yang disintetis di dalam tubuh adalah vitamin K dan vitamin B12. Kedua macam vitamin
tersebut disintetis di dalam usus oleh bakteri.




Berbagai vitamin
Vitamin dinamakan menurut nama abjad; namun sekarang dalam praktik mulai
ditinggalkan, kecuali beberapa vitamin tertentu, yang terlanjur populer penggunaannya.
Bedasarkan kelarutannya vitamin dibagi menjadi dua kelompok, yaitu vitamin yang larut
dalam air (vitamin C dan semua golongan vitamin B) dan yang larut dalam lemak
(vitamin A, D, E, dan K). Oleh karena sifat kelarutannya tersebut, vitamin yang larut
dalam air tidak dapat disimpan dalam tubuh, sedangkan vitamin yang larut dalam lemak
dapat disimpan dalam tubuh.
Pada masa kini berbagai industri farmasi dapat membuat vitamin sintetik yang memiliki
fungsi yang serupa dengan beberapa vitamin alami (yang ditemukan dari bahan
makanan).
Berikut adalah senyawa-senyawa yang tergolong vitamin alami.
  Tahun penemuan vitamin alami dan sumbernya
  Tahun penemuan Vitamin       Nama biokimia  Ditemukan di
  1909            Vitamin A Retinol           Minyak ikan kod
  1912            Vitamin B1 Tiamin           Sosohan beras
  1912            Vitamin C Asam askorbat     Jeruk sitrun
  1918            Vitamin D Kalsiferol        Minyak ikan kod
  1920            Vitamin B2 Riboflavin       Telur
                                              Minyak mata bulir gandum,
  1922             Vitamin E Tokoferol
                                              Kosmetika dan Hati
  1926             Vitamin B12 Sianokobalamin Hati
  1929             Vitamin K Filokuinona      Alfalfa
  1931             Vitamin B5 Asam pantotenat Hati
  1931             Vitamin B7 Biotin          Hati
  1934             Vitamin B6 Piridoksina     Sosohan beras
  1936             Vitamin B3 Niasin          Hati
  1941             Vitamin B9 Asam folat      Hati
Mineral merupakan pembentuk in-organik yang ada di seluruh jagad raya, bumi dan
seisinya, termasuk KITA.

Tubuh Kita merupakan sebuah karya agung, dibentuk dari unsur-unsur ini. Oleh karena
itu, mineral begitu penting untuk melengkapi kembali tubuh Kita dengan unsure-unsur
mineral yang digunakannya setiap hari. Proses kimia dan elektrik berjalan di dalam tubuh
Kita setiap saat. Proses dapat berfungsi dengan benar apabila keseimbangan mineral yang
sesuai diberikan pada system Kita secara berkalnjutan termasuk zat besi untuk darah
Kita, belerang untuk otot Kita, kalsium untuk tulang Kita serta gabungan unsure lain
yang seimbang utnuk memberikan kelancaran fungsional tubuh Kita.

Mineral penting bagi kesehatan kita. Tubuh menggunakan lebih dari 70 mineral untuk
berfungsi secara maksimal. Karena tanaman dan tanah kita sangat kurang kandungan
nutrisi, bahkan jika kita makan makanan yang paling menyehatkan sekalipun, kita tidak
mendapaptkan semua mineral yang kita butuhkan.Bukti kekurangan mineral
menyebabkan kondisi kesehatan yang memprihatinkan, seperti kurang tenaga, penuaan
dini, kurang peka dan penyakit degeneratif seperti osteoporosis, jantung dan kanker.
Dalam banyak hal, ini dapat dicegah dengan suplementasi mineral yang cukup.

Setiap sel dalam tubuh kita bergantung pada mineral untuk struktur yang tepat serta
fungsinya. Mineral dibutuhkan untuk pembentukkan darah dan tulang, keseimbangan
cairan tubuh, fungsi syaraf yang sehat, fungsi system pembuluh darah jantung dan lain-
lain. Seperti vitamin, mineral berfungsi sebagai ko-enzim, memungkinkan tubuh
melakukan fungsinya seperti memproduksi tenaga, pertumbuhan dan penyembuhan.
Meskipun vitamin begitu penting, vitamin tidak dapat melakukan apa-apa untuk Kita
tanpa mineral. Tubuh kita dapat menghasilkan beberapa vitamin, tapi tubuh kita tidak
dapat menghasilkan satu pun mineral.

Para ahli menilai bahwa 90% manusia mengalami ketidakseimbangan dan kekurangan
mineral. Bisa saja hal itu disebabkan salah satu dari keseringan olahraga, stress ataupun
diet yang berlebihan, makanan yang kurang nutrisi maka tubuh Kita akan sulit untuk
memperbaiki kondisi tersebut, yang biasanya berakibat mudah lapar, kram otot dan
mudah letih. 75 Trace Mineral yang ada dalam makanan alami merupakan yang paling
baik untuk system imunisasi dan kesehatan. Penelitian ilmiah menjelaskan bahwa semua
Trace Mineral harus terkandung dalam makanan untuk menghindari lemahnya system
kekebalan tubuh. Makanan zaman sekarang sangatlah kurang kandungan Trace
Mineralnya.

Sekarang pertanyaannya, dimana Trace Mineral bisa kita dapatkan ? Kebanyakan Trace
Mineral berlimpah dalam tanah pada zaman dulu yang terbawa menuju lautan. Disana,
mineral tersebut didapatkan dalam proporsi yang sesuai, sama seperti proporsi dasar yang
didapatkan dalam tubuh yang sehat. Tapi saat ini tidak semua air laut mempunyai
kandungan Trace Mineral seperti itu lagi. Hal ini bisa disebabkan oleh proses alam atau
polusi laut.

Dalam beberapa laut pedalaman yang tersisa ada salah satunya yang mempunyai unsur-
unsur penting ini dalam konsentrat yang tinggi dan proporsi yang baik. Yaitu Danau
Great Salt di Amerika Utara bagian barat, merupakan laut pedalaman yang tertua di
dunia. Sebuah sisa Zaman Es besar terakhir, Danau Great Salt telah mengumpulkan dan
mengkonsentratkan mineral dan trace mineral di sekitar pegunungan bebatuan selama
berpuluh-puluh ribu tahun. Hasilnya adalah perairan yang kaya akan nutrisi yang
mengandung lebih dari 70 mineral an trace mineral yang ter-ionik, enam sampai sepuluh
kali lebih terkonsentrat daripada air laut biasa an setelah diteliti memiliki proporsi yang
sama dengan cairan tubuh manusi. (Sumber: Manual Book Revell)
Mineral Bagi Kehidupan


MINERAL adalah bahan anoganik, bahan kimia yang didapat makhluk dari alam, yang
asalnya ialah dari tanah. Ada yang larut dalam air lalu masuk tubuh lewat air minum atau
air yang dipakai untuk mencuci sayur dan memasak.


MINERAL itu biasanya masuk tubuh dalam bentuk garam, dan lalu digunakan dalam
bentuk elektrolit. Elektrolit ialah bentuk ion dari mineral itu, bermuatan listrik positif (+)
atau negatif (-). Ada sebagian mineral itu dipakai sel sebagai poros atau inti suatu
molekul, ada pula dipakai untuk menghubungkan suatu cabang ke batang suatu molekul.

Banyak unsur dalam tanah itu masuk tubuh lewat salur pencernaan begitu saja, tanpa
diabsorpsi dinding usus. Lalu keluar lagi bersama tinja. Jika mineral itu masuk tubuh
lewat bukan lewat saluran makanan, tetapi lewat saluran napas, itu sering akan melekat
dan mengendap diantara sel-sel alveolus.

Jika mineral itu melekat pada silia saluran napas akan dicoba kayuhkan lagi ke luar tubuh
lewat tekak dan keluar berupa dahak, ingus, atau masuk saluran cerna. Sayang silia hanya
terdapat pada ranting tenggorokan, tidak ada pada alveolus (gelembung paru). Alveolus
ialah tempat pengikatan oksigen oleh darah lalu diangkut ke semua sel. Ada di antara
mineral itu berada dalam debu yang sangat halus atau berupa jelaga dalam asap knalpot
kenderaan atau cerobong pabrik, yang dapat terhirup bersama gas pernapasan hingga
mencapai alveolus.

Karena itu setelah lengket di sana tidak bisa lagi dikeluarkan lewat tekak. sel-sel peronda
pun, makrofaga, bekerja keras seperti tukang sapu jalan raya dan taman kota. Makrofaga
itu bertindak sebagai penyedot debu. Di dalam sitoplasma makrofoga itu banyak terdapat
lisosom yang bekerja untuk mencernakan bahan yang disedot.

Tetapi sayang makrofoga itu hanya beraninya saja, mereka tak punya enzim untuk
mengurai mineral dan jelaga. Maka lisosom di dalam sitoplasma makrofoga itu pun
makin lama makin gembung lalu pecah. Makrofaganya sendiri pun mati. Bangkai
makrofoga itu dimakan lagi oleh makrofoga lain yang masih hidup. Demikianlah terus
berlangsung dalam paru.

Mineral yang tidak bisa dicerna dan akan tetap berada dalam relung paru ialah pasir,
kapur, dan serat abses. Di antara ketiga mineral itu sesungguhnya Ca (calsium, kalsium,
zat kapur) penting sekali bagi tubuh, jika masuk lewat saluran cerna. Tetapi, dalam paru
tidak bisa dicernakan atau dibuang. Mineral itu pun menumpuk sehingga pada suatu
ketika mengganggu kesehatan (calicosis,silicosis,absbestosis).

MINERAL yang masuk tubuh lewat makanan sebagian diabsorpsi oleh dinding usus. dan
digunakan untuk berbagai kebutuhan hidup. Mineral yang digunakan oleh tubuh ialah :
Fe (ferum, zat besi), Ca (calsium, zat kapur), Na (natrium), K (kalium), Cl (chlor), Mg
(magnesium), P (phosphor), fosfor), S (sulfur, belerang), Zn (zink, seng) I (iodium), F
(flor), Co(cobalt), dan St(srontium).

Fe: banyak terdapat dalam hati, telur, ikan, lokan, kacang-kacangan, sayur, dan sereal.
Dalam lambung bereaksi dengan asam lambung HCL membentuk FeCL2.

Sekitar 60 persen Fe yang diabsorpsi usus dipakai untuk membikin hemoglobin (Hb), 20
persen lainnya untuk membikin mioglobin otot, dan dalam enzim pernapasan, dan 20
persen    lagi    disalurkan   kedalam     hati,   limpa,  dan     sumsum     tulang.

Dalam sumsum disimpan sebagai ferretin dan hemosiderin. Fe yang keluar dari
penghancuran eritrosit tidak dibuang, tetapi disimpan berupa ferritin dan hemosiderin
juga, lalu dipakai lagi untuk membikin Hb baru.

Sel mukosa usus mengandung apoferritin, lalu gabung dengan Fe yang kemudian
diabsorpsi menjadi ferritin. Masuk darah Fe gabung dengan protein darah globulin
membentuk transferrin. Yang di absorpsi dari usus sedikit saja, sebagian besar Fe dalam
makanan keluar tubuh lagi. Jadi secara biasa sesungguhnya tubuh tidak kekurangan unsur
ini.

Wanita yang sedang haid banyak Fe keluar tubuh, karena itu ia perlu cukup makanan
yang mengandung unsur ini. Makanan sehari-hari yang bervariasi sudah cukup
memelihara kesehatan tubuh. Jika defisiensi terjadi anemia atau kurang darah
(maksudnya eritrosit). Suplemen unsur ini ialah berupa Fe-sulfat. Sehari-hari unsur ini
jika kelebihan keluar lewat tinja, keringat, dan bulu atau rambut yang gugur.

Ca : Masuk tubuh lewat makanan dan minuman, seperti susu, keju, sayur, telur, mentega,
kacang-kacangan, wortel, dan jeruk. Banyak pula terkandung dalam air putih biasa. Sulit
diabsorpsi dari usus, hanya lebih kurang separuh dari yang dimakan dimanfatkan,
selebihnya dibuang lewat tinja. Absorpsi dalam usus kurang jika tubuh kurang vitamin D.

DALAM darah terdapat dalam plasma. Sebagian dalam bentuk ion, sebagian gabung
dengan protein. Kadar Ca darah dikontrol tetap oleh hormon paratormon yang digetahkan
kelenjar anak gondok. Ca kelebihan dalam jaringan dibuang selain lewat tinja, juga lewat
kemih.

Ca berguna untuk membentuk tulang dan gigi. Peranannya yang sangat penting ialah
untuk memelihara kelancaran perangsangan saraf dan kerutan otot. Jika defisiensi tulang
dan gigi jadi rapuh atau lunak. Rambatan perangsangan juga terganggu, menyebabkan
otot suka semut-semutan lalu kejang-kejang.

Pada wanita hamil dan menyusukan, jika pasokan dari makanan kurang, tulang jadi lunak
dan tipis, karena unsur ini banyak diabsorpsi untuk kebutuhan janin atau bayi. Dalam air
susu ibu banyak sekali terkandung unsur ini, yaitu 1 gram per 1.000 ml. Unsur ini juga
berperan dalam proses pembekuan darah dan pembekuan susu. Maka jika defisiensi
menyebabkan pembekuan jadi lambat. Pada bayi air susu sulit bergumpal, sehingga sulit
pula                                                                         dicernakan.

P: Untuk memegang peran utama dalam membina struktur dan fisiologi tubuh makhluk.
ATP, asam nukleat, membran, protein, dan berbagai enzim mengandung P dalam bentuk
ikatan fosfat. Untuk melepaskan glukosa dari glikogen sebagai sumber energi dan untuk
mengubah glukosa jadi glukogen yanag akan disimpan dalam hati dan otot, perlu gugus
fosfat sebagai pelaksana reaksi. Unsur ini diabsorpsi tubuh dari usus berupa ion fosfat.
Ion ini ada yang bergabung dengan bahan anorganik ada pula dengan organik. Bahan
organik, misalnya, dalam kasein susu, fosfolipida, dan asam nukleat.

Sumber P yang penting ialah susu, keju, telur, daging, ikan, sereal, dan sayur. Dalam
sereal unsur ini berada dalam asam fitat, tetapi dalam bentuk ini sulit diabsorpsi. Lagi
pula asam ini dapat menghalangi diabsorpsi Fe dan Ca. Gandum mengandung enzim
fitase, yang merombak asam fitat menjadi inositol dan asam fosfat. Dalam bentuk garam
anorganik unsur ini mudah diabsorpsi dari usus. Dalam darah sangat penting, ikut
membina eritrosit dan plasma darah. Kelebihan P sebagian besar dibuang lewat kemih,
sebagian kecil lewat tinja.

P juga bertindak sebagai dapar dalam darah dan cairan tubuh. Kebutuhan sehari-hari
meningkat pada wanita hamil dan menyusukan. Enzim fosfatase memecah fosfoglukosa
jadi glukosa dan asam fosfat. Dalam tulang rawan penting untuk proses pembentukan
tulang.

Unsur ini juga perlu memelihara kelancaran fungsi ginjal menyaring ampas metabolisme
untuk jadi kemih. Enzim fosfatase juga penting digetah kelenjar prostat ke dalam air
mani. Pada darah pasien kanker prostat kadar enzim ini tinggi, karena itu dapat dipakai
sebagai diagnosa apakah prostat seorang pria sudah mengangker atau belum.

Tulang mengandung sekitar 60 persen garam anorganik P dan 40 persen garam organik,
terutama dalam bentuk osein. Selain itu dalam tulang ada berbagai unsur mineral lain,
yaitu Ca, Mg, Na, K, Str, dan Fe. Mineral dalam tulang berupa apatit, garam Ca-fosfat,
dan kapur (CaCO3). Gigi juga banyak mengandung P. Lapisan email dan dentin
mengandung Ca-fosfat berkadar tinggi, tetapi lebih rendah kadar CaCO3 dibanding
tulang. Mineral tulang, termasuk garam fosfat, terus menerus mengalami perombakan-
penumpukan, sesuai dengan kebutuhan dalam metabolisme tubuh.

Mg; Sebagian besar terkandung dalam tulang. Juga berperan untuk kelancaran pekerjaan
berbagai enzim. Banyak terdapat dalam makanan berupa sayur dan buah. Jika sumber
dari    hewan,    banyak     terdapat    dalam     susu,    ikan,    dan     daging.

I: Penting untuk membikin hormon tiroksin yang dihasilkan oleh kelenjar gondok.
Sumber terutama ikan laut, kerang, dan agar. Anak, ibu hamil dan sedang menyusukan
perlu lebih banyak unsur ini dari pada orang dewasa biasa. Rakyat kita kini diharuskan
pemerintah dipasok oleh unsur lewat garam dapur. Jika defisiensi timbul penyakit gondok
dan pertumbuhan anak terhambat atau terganggu.

F: Terdapat dalam jaring lunak, tulang dan gigi. Unsur ini banyak terkandung dalam air
minum. Jika minum air yang mengandung banyak F berlebihan maka gigi jadi rusak dan
berwarna cokelat. Namun jika masuk tubuh secara biasa, artinya dalam kadar normal,
unsure ini perlu untuk pertumbuhan dan pemeliharaan gigi.

Na: Biasa didapat tubuh dari makanan laut, dalam senyawa dengan Cl (khlor) berupa
garam dapur (NaCl). Orang butuh pasokan garam dapur secara teratur tiap hari, dan ini
sudah dirasakan oleh penduduk dunia sejak zaman purba.

Di Cina sejak tahun 2700 sM sudah terkenal ada usaha besar-besaran merebus air laut
untuk jadi garam. Di masa Jepang ketika produksi garam negeri di Pulau Jawa berhenti,
penduduk Sumatera ramai-ramai merebus air laut untuk mendapat garam. Ke dalam
garam ini kini diwajibkan pemerintah diikutkan unsur.

Ion Na membina bahan dasar antar sel berbagai jaringan, dan bersama ion K berperan
mengatur kelancaran keluarnya air dan sari makanan dari dan ke dalam sel. Kelebihan
atau sebagai sisa metabolisme unsur ini dibuang lewat kemih. Sebagian ikut pula dibuang
lewat peluh dalam upaya tubuh mengatur agar suhu tubuh tetap, juga lewat tinja.
Bervariasi kebutuhan orang terhadap NaCl. Penduduk Amerika Serikat memakan 3-6
gram per hari, sedang Jepang 10-15 gram per hari, sama dengan kebutuhan orang ketika
berada di gurun yang panas terik, terutama ketika berada di padang arafah tanah suci.
Tapi hati-hati jika kelebihan, bisa hipertensi, gangguan kardiovaskuler, ginjal, dan
cirrhosis hati.


K: Bekerja sama dengan Na mengatur keseimbangan kadar air sel, dan bersama Na
berguna pula untuk mengatur kelancaran keluar-masuk zat makanan dari/ke dalam sel.

N: Berguna untuk membentuk protein, ATP, dan asam nukleat. Tak ada ketiga unsur ini
maka tak terbentuk sel, berarti tak ada kehidupan. Unsur ini banyak terkandung dalam
sayur, buah, umbi, dan biji. Biasanya masuk tubuh dalam bentuk nitrat (NO3-). Di udara
banyak terkandung unsur ini dalam bentuk N2. Oleh kilat dan petir, dan oleh bantuan
bakteri, N2 di udara diubah jadi NO3-, barulah bisa diisap oleh akar tumbuhan, lalu
dipakai untuk menyintesa protein, asam nukleat, vitamin, dan beberapa bahan organik
lain. Manusia biasa memberi tumbuhan pupuk yang mengandung banyak nitrat yang
dibikin di pabrik, disebut pupuk nitrat. Kelebihan atau jika tergabung dalam ampas
metabolisme, unsur ini dibuang dalam bentuk amoniak (NH3), asam urat, dan urea.

Co penting untuk membuat vitamin B12 (cobalamin). Cu perlu untuk pembikinan pigmen
Hb. Meski unsur ini tidak ikut membina Hb tetapi untuk pembikinannya unsur ini mutlak
harus ada. Darah hewan rendah berwarna biru, karena pigmen pernapasannya
mengandung Cu, sebagai ganti Fe pada hewan tinggi yang membuat darah berwarna
merah.

Zn untuk kelancaran produksi mani. Jika kadar unsur ini kurang dalam tubuh satu
indikasi keinfertilan seorang pria. S banyak bertindak untuk menjembatani berbagai
cabang dengan untaian asam-asam amino suatu molekul protein. Molekul imunoglobulin
yang berbentuk seperti huruf Y itu, adalah contoh protein yang memiliki jembatan yang
dibina atas unsur S.




Fungsi Hormon Utama Dalam Sistem Endoktrin
Hormon membantu dan memastikan tumbesaran manusia yang lebih sempurna dengan
mengawal dan memastikan fungsi dan koordinasi setiap organ.

Hormon mengawal proses metabolisma dan membolehkan pencapaian kesihatan yang
lebih baik. Malangnya setelah manusia mencecah umur 25 tahun, penghasilan hormon
mulai merosot.
Hormon-hormon utama dalam sistem endoktrin :
   1. Human Growth Hormone (HGH)
   2. Melatonin
   3. Thyroid gland hormone
   4. Insulin
   5. DHEA
   6. Oestrogen
   7. Corpus luteum hormone
   8. Testis hormone

1. Human Growth Hormone (HGH) / Hormon Tumbesaran Manusia (HTM)
HTM dirembes oleh kelenjar pituitari sejak kita di lahirkan. Rembesan maksima HTM
berlaku pada peringkat baligh dan berkurangan sebanyak 14% bagi setiap 10 tahun
selepas itu. Penemuan sains telah menunjukkan badan kita memerlukan hormon ini dalam
seumur hidup kita. Berikut merupakan penjelasan bagi peranan HTM dalam badan kita:
     Tumbesaran manusia khususnya pada peringkt kanak2.
     Tumbesaran tulang sehingga umur 25 tahun
     Mengekalkan kesihatan badan dan penghasilan tisu.
     Melakukan proses rejunavasi, menebalkan tisu kulit, tulang yang kuat dan otot
       yang sempurna
     Meningkatkan keupayaan seksual dan daya ketahanan semula jadi.

2. Melatonin
Melatonin dirembes oleh kalenjar pineal dan mempunyai fungsi seperti pil tidur. Orang
tua yang tidak dapat tidur dengan nyenyak biasanya disebabkan oleh kekurangan
rembesan bahan melatonin. Ahli sains jarang memberi perhatian kepada kepentingan
rembesan ini pada zaman lepas. Walaupun begitu, melatonin adalah penting untuk :




      Memperbaiki kualiti tidur pada waktu malam

      Melegakan tekanan yang di sebabkan oleh perbezaan masa, contohnya keletihan
       dan kebolehan mengenali arahtuju (direction)

      Mengoksidasikan radikal bebas yang boleh merosakkan sel-sel badan dan kesan-
       kesan sampingan metabolism.
3. Hormon Kalenjar Tiroid
Hormon kalenjar tiroid dirembes oleh kalenjar tiroid pada bahagian hadapan leher. Ia
merupakan hormone yang dikenali ramai kerana kekurangan hormone ini boleh
mengakibatkan kelembapan otak, kegemukkan, kulit dan rambut yang kurang bermaya
dan kemungkinan juga jangkitan penyakit jantung.

Fungsi utamanya:-
    Membantu tumbesaran normal dan fungsi otak pada peringkat bayi.
    Membantu tumbesaran normal organ dan tisu kanak-kanak.
    Menjamin metabolisma sel, tisu dan organ.

4. Insulin
Insulin dirembes oleh “islets-of-langerhans”, sejenis sel yang terdapat dalam organ
pancreas. Di dalam tubuh kita, metabolisma glukosa biasanya dikawal oleh insulin.
Rembesan insulin berkaitrapat dengan paras glukosa di dalam darah. Kekurangan insulin
boleh menyebabkan kandungan gula yang tinggi didalam darah. Ini menyebabkan
ketidakseimbangan glukosa dan akhirnya mengakibatkan penyakit kencing manis.

Fungsi insulin:-
    Membantu pembakaran dan penyerapan glukosa oleh sel badan
    Mengimbangkan paras glukosa didalam darah dan mencegah kencing manis.
    Membantu sel menyimpan tenaga dalam bentuk glukosa didalam hati
    Membantu proses penyimpanan glukosa berlebihan dalam bentuk lemak didalam
       hati.

5. DHEA

DHEA dirembes oleh kalenjar renal dan merupakan sejenis hormone steroid yang kaya
didalam tubuh manusia. Ia terlibat dalam penghasilan hormone seksual iaiutu oestrogen
dan hormon etestis.

Fungsi DHEA:
    Meningkatkan daya ketahanan dan mencegah jangkitan bacteria.
    Mengekalkan fungsi hati dan organ-organ lain.
    Menjaga kestabilan dan keseimbangan tekanan darah dan paras hormon. (Contoh:
       hormone seksual)
    Pencegahan kencing manis pada orang dewasa.
    Pencegahan barah

6. Oestrogen

Oestrogen merupakan hormone yang penting bagi wanita dan ia dirembes didalam ovari.
Bagi kaum lelaki pula, oestrogen di rembes pada testis tetapi rembesannya adalah sedikit.

Fungsi oestrogen:-
      Mengawal fungsi otak
      Mencegah masalah menopos (putus haid yang melebihi 12 bulan, biasanya mula
       berlaku diantara umur 45 – 50)
      Menjamin pertumbuhan tisu yang sihat termasuk kecekangan dan kelembapan

7. Hormon Corpus Luteum

Hormon Corpus Luteum ialah satu lagi hormone penting bagi kaum wanita. Semasa
wanita mencapai umur subur, hormone ini membantu uterus menyediakan keadaan yang
sesuai untuk mengandung.

Fungsinya termasuk:-
    Membantu tumbesaran dan penebalan membrane uterus semasa berlakunya
       kitaran haid.
    Semasa penghamilan, hormone ini membantu tumbesaran uterus
    Membantu tumbesaran tisu payu dara
    Mencegah penyakit barah rahim pada peringkat menopos.

8. Hormon Testis

Hormon testis ialah hormone seksual terpenting untuk lelaki. Lelaki yang berumur antara
40 – 47 mengalami kekurangan hormone ini sebanyak 1% setiap tahun. Fenomena ini
agak    menyerupai      fenomena       menopos      putus      haid    pada    wanita.

Fungsi hormone testis:-
    Mengawal keinginan berserks (lelaki dan wanita)
    Merangsang tumbesaran otot, tulang, kulit dan organ seks
    Merangsang tumbesaran rambut, janggut dan organ kelakian.
    Menambah baik fungsi otak dan penglihatan, daya pemahaman dan penglihatan
       serta naluri ruang.
   Kehebatan Estrogen


                                       Hormon berasal dari bahasa Yunani, horman, berarti yang
                                                       .
                                       menggerakkan� Fungsi hormon dalam tubuh selain
                                       sebagai pembawa pesan antara sel (atau kelompok sel),
                                       juga berfungsi memberi sinyal ke sel target yang
                                       selanjutnya melakukan tindakan atau aktivitas tertentu.
                                       Salah satu hormon yang berperan sangat penting dalam
                                       tubuh perempuan adalah estrogen. Para ahli menyebut
                                       hormon ini sebagai �hormon perempuan�      .

Multifungsi
Hormon estrogen adalah hormon seks yang diproduksi oleh rahim untuk
merangsang pertumbuhan organ seks, seperti; payudara dan rambut
pubik; mengatur siklus menstruasi. Hormon estrogen juga menjaga
kondisi kesehatan dan elastisitas dinding vagina, serta memicu produksi
cairan vagina. Mereka juga berperan menjaga tekstur dan fungsi
payudara.

Pada perempuan hamil, hormon estrogen membuat puting payudara
membesar, dan merangsang pertumbuhan kelenjar ASI. Selain itu,
hormon estrogen juga memperkuat dinding rahim saat terjadi kontraksi
menjelang persalinan. Namun, hormon estrogen juga akan melunakkan
jaringan-jaringan tubuh, sehingga jaringan ikat dan sendi-sendi tubuh
menjadi lemah (tidak kuat menyangga tubuh untuk sementara waktu).
Akibatnya, ibu hamil kerap mengalami sakit punggung.


     Berfluktuasi

    Menjelang menstruasi, akan terjadi penurunan kadar
    estrogen dan sebaliknya peningkatan hormon
    progesteron. Kondisi ini mempengaruhi produksi
    hormon di otak terutama hormon serotonin; jenis
    hormon yang mengedalikan kestabilan emosi. Proses
    inilah yang menyebabkan gejolak emosi sebagai
    bagian dari PMS (premenstrual sindrome) yang
    mulai dirasakan 7-10 hari menjelang menstruasi.
    Sedangkan gangguan fisik yang dirasakan akibat perubahan ini adalah; cepat lelah, pegal,
    timbul jerawat, sakit kepala, punggung, perut bagian bawah, nyeri pada payudara,
    gangguan saluran cerna, konstipasi, diare, perubahan nafsu makan, sering merasa lapar
 Mengalami penurunan

 Sayangnya estrogen tidak akan diproduksi sepanjang usia perempuan. Ketika memasuki
 usia 40 tahun produksi hormon ini mulai menurun. Pengaruh fisik yang dirasakan oleh
 perempuan antara lain; pengerutan dan penipisan dinding vagina, bersamaan dengan
 hilangnya elastisitas dan kurangnya pembasahan vagina saat rangsangan seksual.
 Akibatnya, banyak perempuan yang mengeluhkan nyeri saat berhubungan. Selain itu,
 semakin tidak teraturnya menstruasi, kekenyalan kulit berkurang. Seluruh kondisi ini
 merupakan tanda bahwa perempuan telah memasuki masa perimenopause.


Proses Metabolisme Tubuh

Pertama-tama, tubuh merubah kalori menjadi energiuntuk memenuhi kebutuhan setiap sel
(Nutrion sel/NS). Kalori digunakan sebagai bahan bakar untuk setiap fungsi tubuh. Kita
memperbaharui persediaan energi sel kita setiap hari melalui makanan. Secara umum
proses metabolisme merubah makan menjadi energi hanya sekitar85% efisien, tubuh
masih harus menagani kelebihan kalori sekitar 15% inefisinsi. Untuk membuang kalori
yang berlebihan ini. Tubuh dapat menyimpan kalori ekstra dalam sel lemak putih sebagai
lemak tubuh atau membakar kalori dalam sel lemak baik (Brown adipose tissue/BAT).

Bila pola makan tidak berubah misal tetap berpola makan yang penuh kalori bahkan yang
berkolesterol tinggi maka proses kegemukan akan dimulai. Gaya hidup masa kini yang
selalu dengan ritme tergesa-gesa akan memungkinkan kegemukan, karena kita tidak
pernah sempat menghitung kalori dari setiap makan yang sudah tersaji, maka diet dengan
menghitung kalori setiap menu makan sangat tidak praktis dan sulit dilaksanakan.

Pada tahun 1980an telah ditemukan peranan BAT dalam mengurangi lemak tubuh. Kini,
kita mengetahui bahwa termogenesis atau pembakaran kalori berlebihan dalam BAT
yang unik merupakan kunci untuk mencegah dan menghilangkan lemak tubuh. Bila BAT
aktif, boleh dikatakan semua kelebihan kalori makanan dapat dibuang. Ternyata untuk
meningkatkan aktifitas BAT dapat melalui konsumsi beberapa jenis herbal. Selain itu
serat juga berperan penting untuk mencegah lemak terserap di dinding usus dan
memberikan rasa kenyang.

Untuk pengaturan kalori makanan, sekarang sudah tersedia cara yang praktis yaitu berupa
produk pengganti makanan yang bisa disajikan secara instant. Yang kedua konsumsi
herbal yang meningkatkan aktifitas BAT serta serat ditambah dengan vitamin, mineral.
Ini pun sekarang sudah tersedia dalam bentuk tablet yang praktis.



Kebisaan makan yang salah

Suatu pendapat yang ada di masyaratkat tentang makan adalah supaya kenyang. Sehingga
yang terjadi komposisi makanan lebih banyak pada karbohidrat. Karbohidrat bila dicerna
hanya menghasilkan energi sehingga kebutuhan vitamin, mineral, nutrition sel dan
serattidak bisa cukup terpenuhi maka yang terjadi adalah ketidak seimbangan. Apabila
aktifitas tubuh berkurang maka yang terjadi kegemukan. Pada tubuh yang gemuk akan
terjadi suatu kondisi yang tidak bersemangat untuk melakukan aktifitas tubuh misal
olahraga, ditambah dengan kebiasaan makan untuk kenyang maka mulailah proses
menjadi gemuk. Untuk olahraga rasanya sudah malas, badan terasa mudah lelah, secara
psikologis obatnya adalah makan dan makan. Apalagi dengan kebiasaan nonton TV
dengan ngemil.

Dalam kondisi ini satu-satunya jalan adalah mengurangi karbohidrat dalam komposisi
makanan kegiatan ini biasa kita kenal dengan istilah "diet", banyak orang salah
mengartikan kata diet, diet identik dengan tidak makan atau menahan untuk tidak makan,
mengurangi porsi makan, minum obat-obatan pencegah rasa lapar. Hal ini sangat
berbahaya. Bila hal itu kita lakukan maka tubuh kita akan kekurangan, Vitamin, mineral,
serat,dan nutrition sel yang dibutuhkan tubuh. Sedangkan maksud diet adalah mengurangi
penyediaan karbohidrat dan menjaga kebuthan vitamin, mineral, serat dan nutrition sel.




Proses Metabolisme Tubuh Akibat Nutrisi

Makanan merupakan kebutuhan biologis dasar. Tanpa makanan menyebabkan tubuh kita
menjadi kelaparan dan mengakibatkan badan menjadi lemah, energy berkurang dan
kadang menjadi cepat marah. Kelaparan sedang sampai berat dapat mengakibatkan
halusinasi tentang makanan dan sakit bahkan kematian.
Dahulu orang memilih makanan hanya untuk menghilangkan rasa lapar, untuk
memuaskan keinginan, variasi, dan keseimbangan sedangkan sekarang tuntutan
kebutuhan akan nutrisi makanan meningkat seiring dengan semakin banyak nya kasus
penyakit terutama karena pola makan yang salah. Dengan nilai produk nutrisi yang baik
membuat makanan yang dimakan menjadi semakin baik kualitasnya dan membuat
kualitas hidup juga menjadi lebih baik.
Nutrisi atau lebih mudah disebut zat gizi adalah inti dari makanan. Makanan mengandung
berbagai macam nutrisi atau zat gizi. Zat gizi berfungsi membantu tubuh menjalankan
metabolism dengan benar, dan berfungsi dengan benar, menyediakan energy, memastikan
pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh dan melindungi tubuh.
Zat gizi dalam produk nutrisi terbagi menjadi dua yaitu zat gizi makro dan mikro. Zat gizi
makro terdapat dalam makanan dalam jumlah besar terdiri dari karbohidrat, protein,
lemak dan air. Zat gizi mikro terdapat dalam makanan dalam jumlah kecil terdiri dari
vitamin dan mineral. Kedua macam zat gizi dari produk nutrisi makanan tersebut baik
makro maupun mikro harus di konsumsi oleh tubuh dalam keadaan yang seimbang baik
dari jumlahnya maupun jenisnya.
Dengan produk nutrisi makanan seimbang membuat proses metabolisme tubuh menjadi
lebih baik dan berkualitas, tubuh tidak akan kekurangan salah satu zat gizi yang
diperlukan. Kesalahan pola makan dewasa ini menyebabkan nutrisi makanan yang masuk
ke dalam tubuh kita menjadi tidak seimbang sehingga tidak jarang ditemui orang dengan
kelebihan zat gizi atau katakanlah obesitas dan juga orang dengan kadar gizi yang kurang
atau mal nutrisi. Pola makan yang salah menyebabkan orang mengkonsumsi makanan
tinggi karbohidrat dan lemak, banyak bahan pengawet, pewarna, penyedap, banyak
garam dan gula, makanan siap saji, alcohol dan lain sebagainya, disisi lain banyak juga
orang yang kekurangan zat – zat gizi esensial seperti vitamin, mineral, asam lemak, asam
amino, serat, air, antioksidan dan lain sebainya.
Data statistic dari WHO mengatakan bahwa 70 % kematian dini disebabkan penyakit
Jantung, kanker, diabetes dan stroke dan 50 % kematian diatas berhubungan dengan pola
makan yang tidak baik.

Lipid mengacu pada golongan senyawa hidrokarbon alifatik nonpolar dan hidrofobik.
Karena nonpolar, lipid tidak larut dalam pelarut polar seperti air, tetapi larut dalam
pelarut nonpolar, seperti alkohol, eter atau kloroform. Fungsi biologis terpenting lipid di
antaranya untuk menyimpan energi, sebagai komponen struktural membran sel, dan
sebagai pensinyalan molekul.
Lipid adalah senyawa organik yang diperoleh dari proses dehidrogenasi endotermal
rangkaian hidrokarbon. Lipid bersifat amfifilik, artinya lipid mampu membentuk struktur
seperti vesikel, liposom, atau membran lain dalam lingkungan basah. Lipid biologis
seluruhnya atau sebagiannya berasal dari dua jenis subsatuan atau "blok bangunan"
biokimia: gugus ketoasil dan gugus isoprena.[4] Dengan menggunakan pendekatan ini,
lipid dapat dibagi ke dalam delapan kategori:[5] asil lemak, gliserolipid, gliserofosfolipid,
sfingolipid, sakarolipid, dan poliketida (diturunkan dari kondensasi subsatuan ketoasil);
serta lipid sterol dan lipid prenol (diturunkan dari kondensasi subsatuan isoprena).
Meskipun istilah lipid terkadang digunakan sebagai sinonim dari lemak. Lipid juga
meliputi molekul-molekul seperti asam lemak dan turunan-turunannya (termasuk tri-, di-,
dan monogliserida dan fosfolipid, juga metabolit yang mengandung sterol, seperti
kolesterol.[6] Meskipun manusia dan mamalia memiliki metabolisme untuk memecah dan
membentuk lipid, beberapa lipid tidak dapat dihasilkan melalui cara ini dan harus
diperoleh melalui makanan.
           o
Kategori lipid

Asam lemak
Asam lemak atau asil lemak ialah istilah umum yang digunakan untuk menjabarkan
bermacam-ragam molekul-molekul yang disintesis dari polimerisasi asetil-KoA dengan
gugus malonil-KoA atau metilmalonil-KoA di dalam sebuah proses yang disebut sintesis
asam lemak.[7][8] Asam lemak terdiri dari rantai hidrokarbon yang berakhiran dengan
gugus asam karboksilat; penyusunan ini memberikan molekul ujung yang polar dan
hidrofilik, dan ujung yang nonpolar dan hidrofobik yang tidak larut di dalam air. Struktur
asam lemak merupakan salah satu kategori paling mendasar dari biolipid biologis dan
dipakai sebagai blok bangunan dari lipid dengan struktur yang lebih kompleks. Rantai
karbon, biasanya antara empat sampai 24 panjang karbon,[9] baik yang jenuh ataupun tak
jenuh dan dapat dilekatkan ke dalam gugus fungsional yang mengandung oksigen,
halogen, nitrogen, dand belerang. Ketika terdapat sebuah ikatan valensi ganda, terdapat
kemungkinan isomerisme geometri cis atau trans, yang secara signifikan memengaruhi
konfigurasi molekuler molekul tersebut. Ikatan ganda-cis menyebabkan rantai asam
lemak menekuk, dan hal ini menjadi lebih mencolok apabila terdapat ikatan ganda yang
lebih banyak dalam suatu rantai. Pada gilirannya, ini memainkan peranan penting di
dalam struktur dan fungsi membran sel.[10]
Asam lemak yang paling banyak muncul di alam memiliki konfigurasi cis, meskipun
bentuk trans wujud di beberapa lemak dan minyak yang dihidrogenasi secara parsial.[11]
Contoh asam lemak yang penting secara biologis adalah eikosanoid, utamanya
diturunkan dari asam arakidonat dan asam eikosapentaenoat, yang meliputi
prostaglandin, leukotriena, dan tromboksana. Kelas utama lain dalam kategori asam
lemak adalah ester lemak dan amida lemak. Ester lemak meliputi zat-zat antara biokimia
yang penting seperti ester lilin, turunan-turunan asam lemak tioester koenzim A, turunan-
turunan asam lemak tioester ACP, dan asam lemak karnitina. Amida lemak meliputi
senyawa N-asiletanolamina, seperti penghantar saraf kanabinoid anandamida.[12]
Asam lemak adalah asam alkanoat dengan rumus bangun hidrokarbon yang panjang.
Rantai hidrokarbon tersebut dapat mencapat 10 hingga 30 atom. Rantai alkana yang non
polar mempunyai peran yang sangat penting demi mengimbangi kebasaan gugus
hidroksil.
Pada senyawa asam dengan sedikit atom karbon, gugus asam akan mendominasi sifat
molekul dan memberikan sifat polar kimiawi. Walaupun demikian pada asam lemak,
rantai alkanalah yang mendominasi sifat molekul.[13]
Asam lemak terbagi menjadi:
     Asam lemak jenuh
     Asam lemak tak jenuh
     Garam dari asam lemak
     Prostaglandin


Gliserolipid
Gliserolipid tersusun atas gliserol bersubstitusi mono-, di-, dan tri-,[14] yang paling
terkenal adalah ester asam lemak dari gliserol (triasilgliserol), yang juga dikenal sebagai
trigliserida. Di dalam persenyawaan ini, tiga gugus hidroksil gliserol masing-masing
teresterifikasi, biasanya oleh asam lemak yang berbeda. Karena ia berfungsi sebagai
cadangan makanan, lipid ini terdapat dalam sebagian besar lemak cadangan di dalam
jaringan hewan. Hidrolisis ikatan ester dari triasilgliserol dan pelepasan gliserol dan asam
lemak dari jaringan adiposa disebut "mobilisasi lemak".[15]
Subkelas gliserolipid lainnya adalah glikosilgliserol, yang dikarakterisasi dengan
keberadaan satu atau lebih residu monosakarida yang melekat pada gliserol via ikatan
glikosidik. Contoh struktur di dalam kategori ini adalah digalaktosildiasilgliserol yang
dijumpai di dalam membran tumbuhan[16] dan seminolipid dari sel sperma mamalia.[17]
Gliserida adalah ester dari asam lemak dan sejenis alkohol dengan tiga gugus fungsional
yang disebut gliserol (nama IUPAC, 1,2,3-propantriol). Karena gliserol memiliki tiga
gugus fungsional alkohol, asam lemak akan bereaksi untuk membuat tiga gugus ester
sekaligus.[18] Gliserida dengan tiga gugus ester asam lemak disebut trigliserida. Jenis
asam lemak yang terikat pada ketiga gugus tersebut seringkali tidak berasal dari kelas
asam lemak yang sama.

Fosfolipid




Fosfatidiletanolamina
(Glisero)fosfolipid       (bahasa      Inggris:      phospholipid,        phosphoglycerides,
glycerophospholipid) sangat mirip dengan trigliserida dengan beberapa perkecualian.
Fosfolipid terbentuk dari gliserol (nama IUPAC, 1,2,3-propantriol) dengan dua gugus
alkohol yang membentuk gugus ester dengan asam lemak (bisa jadi dari kelas yang
berbeda), dan satu gugus alkohol membentuk gugus ester dengan asam fosforat.[19]
Gliserofosfolipid, juga dirujuk sebagai fosfolipid, terdapat cukup banyak di alam dan
merupakan komponen kunci sel lipd dwilapis, serta terlibat di dalam metabolisme dan
sinyal komunikasi antar sel. Jaringan saraf termasuk otak, mengandung cukup banyak
gliserofosfolipid. Perubahan komposisi zat ini dapat mengakibatkan berbagai kelainan
saraf.[20]
Contoh gliserofosfolipid yang ditemukan di dalam membran biologis adalah
fosfatidilkolina (juga dikenal sebagai PC, GPCho, atau lesitin), fosfatidiletanolamina (PE
atau GPEtn), dan fosfatidilserina (PS atau GPSer). Selain berperan sebagai komponen
primer membran sel dan tempat perikatan bagi protein intra- dan antarseluler, beberapa
gliserofosfolipid di dalam sel-sel eukariotik, seperti fosfatidilinositol dan asam fosfatidat
adalah prekursor, ataupun sendirinya adalah kurir kedua yang diturunkan dari
membran.[21] Biasanya, satu atau kedua gugus hidroksil ini terasilasi dengan asam lemak
berantai panjang, meskit terdapat gliserofosfolipid yang terikat dengan alkil dan 1Z-
alkenil (plasmalogen). Terdapat juga varian dialkileter pada arkaebakteria.[22]
Gliserofosfolipid dapat dibagi menurut sifat kelompok-kepala polar pada posisi sn-3 dari
tulang belakang gliserol pada eukariota dan eubakteria, atau posisi sn-1 dalam kasus
archaea.[23]
Karena pada gugus ester asam fosforat masih mempunyai satu ikatan valensi yang bebas,
biasanya juga membentuk gugus ester dengan alkohol yang lain, misalnya alkohol amino
seperti kolina, etanolamina dan serina. Fosfolipid merupakan komponen yang utama pada
membran sel lapisan lemak. Fosfolipid yang umum dijumpai adalah:
     Lecitin yang mengandung alkohol amino jenis kolina
     Kepalin yang mengandung alkohol amino jenis serina atau etanolamina.
Sifat fosfolipid bergantung dari karakter asam lemak dan alkohol amino yang diikatnya.

Sfingolipid




Sfingomielin
Sfingolipid adalah keluarga kompleks dari senyawa-senyawa[24] yang berbagi fitur
struktural yang sama, yaitu kerangka dasar basa sfingoid yang disintesis secara de novo
dari asam amino serina dan asil lemak KoA berantai panjang, yang kemudian diubah
menjadi seramida, fosfosfingolipid, glisosfingolipid, dan senyawa-senyawa lainnya.
Nama sfingolipid diambil dari mitologi Yunani, Spinx, setengah wanita dan setengah
singa yang membinasakan siapa saja yang tidak dapat menjawab teka-tekinya.
Sfingolipid ditemukan oleh Johann Thudichum pada tahun 1874 sebagai teka-teki yang
sangat rumit dari jaringan otak.
Sfingolipid adalah jenis lemak kedua yang ditemukan di dalam membran sel, khususnya
pada sel saraf dan jaringan otak. Lemak ini tidak mengandung gliserol, tetapi dapat
menahan dua gugus alkohol pada bagian tengah kerangka amina.[25]
Fosfosfingolipid utama pada mamalia adalah sfingomielin (seramida fosfokolina),[26]
sementara pada serangga terutama mengandung seramida fosfoetanolamina[27] dan pada
fungi memiliki fitoseramida fosfoinositol dan gugus kepala yang mengandung manosa.[28]
Basa sfingoid utama mamalia biasa dirujuk sebagai sfingosina. Seramida (Basa N-asil-
sfingoid) adalah subkelas utama turunan basa sfingoid dengan asam lemak yang terikat
pada amida. Asam lemaknya biasanya jenuh ataupun mono-takjenuh dengan panjang
rantai dari 16 atom karbon sampai dengan 26 atom karbon.[29]
Glikosfingolipid adalah sekelompok molekul beraneka ragam yang tersusun dari satu
residu gula atau lebih yang terhubung ke basa sfingoid melalui ikatan glikosidik.

Lipid sterol
Lipid sterol, seperti kolesterol dan turunannya, adalah komponen lipid membran yang
penting,[30] bersamaan dengan gliserofosfolipid dan sfingomielin. Steroid, semuanya
diturunkan dari struktur inti empat-cincin lebur yang sama, memiliki peran biologis yang
bervariasi seperti hormon dan molekul pensinyalan. Steroid 18-karbon (C18) meliputi
keluarga estrogen, sementara steroid C19 terdiri dari androgen seperti testosteron dan
androsteron. Subkelas C21 meliputi progestagen, juga glukokortikoid dan
mineralokortikoid.[31] Sekosteroid, terdiri dari bermacam ragam bentuk vitamin D,
dikarakterisasi oleh perpecahan cincin B dari struktur inti.[32] Contoh lain dari lemak
sterol adalah asam empedu dan konjugat-konjugatnya,[33] yang pada mamalia merupakan
turunan kolesterol yang dioksidasi dan disintesis di dalam hati. Pada tumbuhan, senyawa
yang setara adalah fitosterol, seperti beta-Sitosterol, stigmasterol, dan brasikasterol;
senyawa terakhir ini juga digunakan sebagai bagi pertumbuhan alga.[34] Sterol dominan di
dalam membran sel fungi adalah ergosterol.[35]

Lipid prenol
Lipid prenol disintesis dari prekursor berkarbon 5 isopentenil pirofosfat dan dimetilalil
pirofosfat yang sebagian besar dihasilkan melalui lintasan asam mevalonat (MVA).[36]
Isoprenoid sederhana (alkohol linear, difosfat, dan lain-lain) terbentuk dari adisi unit C5
yang terus menerus, dan diklasifikasi menurut banyaknya satuan terpena ini. Struktur
yang mengandung lebih dari 40 karbon dikenal sebagai politerpena. Karotenoid adalah
isoprenoid sederhana yang penting yang berfungsi sebagai antioksidan dan sebagai
prekursor vitamin A.[37] Contoh kelas molekul yang penting secara biologis lainnya
adalah kuinon dan hidrokuinon yang mengandung ekor isoprenoid yang melekat pada inti
kuinonoid yang tidak berasal dari isoprenoid.[38] Vitamin E dan vitamin K, juga
ubikuinon, adalah contoh kelas ini. Prokariota mensintesis poliprenol (disebut
baktoprenol) yang satuan isoprenoid terminalnya yang melekat pada oksigen tetap tak
jenuh, sedangkan pada poliprenol hewan (dolikol) isoprenoid terminalnya telah
direduksi.[39]
Sakarolipid




Struktur sakarolipid Kdo2-Lipid A.[40] Residu glukosamina berwarna biru, residu Kdo
berwarna merah, rantai asil berwarna hitam, dan gugus fosfat berwarna hijau.
Sakarolipid (bahasa Inggris: saccharolipid, glucolipid) adalah asam lemak yang terikat
langsung dengan molekul glukosa[41] dan membentuk struktur yang sesuai dengan
membran dwilapis. Pada sakarolipid, monosakarida mengganti ikatan gliserol dengan
asam lemak, seperti yang terjadi pada gliserolipid dan gliserofosfolipid.
Sakarolipid yang paling dikenal adalah prekursor glukosamina terasilasi dari komponen
lipid A lipopolisakarida pada bakteri gram-negatif. Molekul Lipid-A yang umum adalah
disakarida dari glukosamina, yang diturunkan sebanyak tujuh rantai asil-lemak.
Lipopolisakarida minimal yang diperlukan untuk pertumbuhan E. coli adalah Kdo2-Lipid
A, yakni disakarida berheksa-asil dari glukosamina yang diglikosilasikan dengan dua
residu asam 3-deoksi-D-mano-oktulosonat (Kdo).[40]
Proses hidrolisis sakarolipid akan menghasilkan amino gula.[42]

Poliketida
Poliketida adalah metabolit sekunder yang terbentuk melalui proses polimerisasi dari
asetil dan propionil oleh enzim klasik maupun enzim iteratif dan multimodular yang
berbagi fitur mekanistik yang sama dengan asam lemak sintasi. Enzim yang sering
digunakan adalah poliketida sintase,[43] melalui proses kondensasi Claisen.
Poliketida merupakan metabolit sekunder yang dihasilkan secara alami oleh bakteri,
fungi, tumbuhan, hewan, sumber daya laut dan organisme yang memiliki
keanekaragaman struktural yang tinggi.[44][45]
Banyak poliketida berupa molekul siklik yang kerangkanya seringkali dimodifikasi lebih
jauh melalui glikosilasi, metilasi, hidroksilasi, oksidasi, dan/atau proses lainnya untuk
menimba manfaat dari sifat antibiotik[46] yang dimiliki. Beberapa jenis poliketida bahkan
bersifat anti kanker, dapat menurunkan kolesterol serta menunjukkan efek imuno-
supresif.[47]
Sejumlah senyawa antimikroba, antiparasit, dan antikanker merupakan poliketida atau
turunannya, seperti eritromisin, antibiotik tetrasiklin, avermektin, dan antitumor
epotilon.[48]


Garam lemak
Sabun adalah campuran dari natrium hidroksida berbagai asam lemak yang terdapat di
alam bebas.[49]
Sabun terbuat melalui proses saponifikasi asam lemak. Biasanya digunakan natrium
karbonat atau natrium hidroksida untuk proses tersebut.
Secara umum, reaksi hidrolisis yang terjadi dapat dirumuskan:
asam lemak + NaOH ---> air + garam asam lemak
Jenis sabun yang dihasilkan bergantung pada jenis asam lemak dan panjang rantai
karbonny. Natrium stearat dengan 18 karbon adalah sabun yang sangat keras dan tidak
larut. Seng stearat digunakan pada bedak talkum karena bersifat hidrofobik. Asam laurat
dengan 12 karbon yang telah menjadi natrium laurat sangat mudah terlarut, sedangkan
asam lemak dengan kurang dari 10 atom karbon tidak digunakan menjadi sabun karena
dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan berbau kurang sedap.


Parafin
Parafin (bahasa Inggris: wax) adalah lemak yang terbentuk dari esterisasi alkohol yang
mempunyai rumus bangun yang panjang, dengan asam lemak.[50] Alkohol dapat
mengandung 12 hingga 23 atom karbon. Parafin dapat ditemukan di alam sebagai
pelindung daun dan sel batang untuk mencegah agar tanaman tidak kehilangan air terlalu
banyak. Karnuba ditemukan pada dedaunan pohon palem Brasil dan digunakan sebagai
pelumas untuk lantai maupun mobil. Lanolin adalah parafin pada bulu domba. Beeswax
adalah cairan parafin yang disekresi lebah untuk membangun sel tempat untuk madu dan
telur lebah.
Parafin yang digunakan pada pembuatan lilin bukan melalui esterisasi, melainkan
merupakan campuran dari alkana dengan berat molekul yang besar. Pelumas untuk
telinga dibuat dari campuran fosfolipid dan ester dari kolesterol.



PENDAHULUAN

Lemak, disebut juga lipid, adalah suatu zat yang kaya akan energi, berfungsi sebagai
sumber energi yang utama untuk proses metabolisme tubuh. Lemak yang beredar di
dalam tubuh diperoleh dari dua sumber yaitu dari makanan dan hasil produksi organ hati,
yang bisa disimpan di dalam sel-sel lemak sebagai cadangan energi.
Fungsi lemak adalah sebagai sumber energi, pelindung organ tubuh, pembentukan
sel, sumber asam lemak esensial, alat angkut vitamin larut lemak, menghemat
protein, memberi rasa kenyang dan kelezatan, sebagai pelumas, dan memelihara
suhu tubuh.

Secara ilmu gizi, lemak dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
    A. Lipid sederhana :
           o lemak netral (monogliserida, digliserida, trigliserida),
           o ester asam lemak dengan alkohol berberat molekul tinggi
   B. Lipid majemuk
           o fosfolipid
           o lipoprotein
   C. Lipid turunan
           o asam lemak
           o sterol (kolesterol, ergosterol,dsb)
Secara klinis, lemak yang penting adalah
   1. Kolesterol
   2. Trigliserida (lemak netral)
   3. Fosfolipid
   4. Asam Lemak

TRIGLISERIDA
Sebagian besar lemak dan minyak di alam terdiri atas 98-99% trigliserida. Trigliserida
adalah suatu ester gliserol. Trigliserida terbentuk dari 3 asam lemak dan gliserol. Apabila
terdapat satu asam lemak dalam ikatan dengan gliserol maka dinamakan monogliserida.
Fungsi utama Trigliserida adalah sebagai zat energi. Lemak disimpan di dalam tubuh
dalam bentuk trigliserida. Apabila sel membutuhkan energi, enzim lipase dalam sel
lemak akan memecah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak serta melepasnya ke
dalam pembuluh darah. Oleh sel-sel yang membutuhkan komponen-komponen tersebut
kemudian dibakar dan menghasilkan energi, karbondioksida (CO2), dan air (H2O).
KOLESTEROL
Kolesterol adalah jenis lemak yang paling dikenal oleh masyarakat. Kolesterol
merupakan komponen utama pada struktur selaput sel dan merupakan komponen utama
sel otak dan saraf. Kolesterol merupakan bahan perantara untuk pembentukan sejumlah
komponen penting seperti vitamin D (untuk membentuk & mempertahankan tulang yang
sehat), hormon seks (contohnya Estrogen & Testosteron) dan asam empedu (untuk
fungsi pencernaan ).
Kolesterol tubuh berasal dari hasil pembentukan di dalam tubuh (sekitar 500 mg/hari)
dan dari makanan yang dimakan. Pembentukan kolesterol di dalam tubuh terutama
terjadi di hati (50% total sintesis) dan sisanya di usus, kulit, dan semua jaringan yang
mempunyai sel-sel berinti. Jenis-jenis makanan yang banyak mengandung kolesterol
antara lain daging (sapi maupun unggas), ikan dan produk susu. Makanan yang berasal
dari daging hewan biasanya banyak mengandung kolesterol, tetapi makanan yang berasal
dari tumbuh-tumbuhan tidak mengandung kolesterol.

LIPID PLASMA
Pada umumnya lemak tidak larut dalam air, yang berarti juga tidak larut dalam plasma
darah. Agar lemak dapat diangkut ke dalam peredaran darah, maka lemak tersebut harus
dibuat larut dengan cara mengikatkannya pada protein yang larut dalam air. Ikatan antara
lemak (kolesterol, trigliserida, dan fosfolipid) dengan protein ini disebut Lipoprotein
(dari kata Lipo=lemak, dan protein).
Lipoprotein bertugas mengangkut lemak dari tempat pembentukannya menuju tempat
penggunaannya.
Ada beberapa jenis lipoprotein, antara lain:
    o Kilomikron
    o VLDL (Very Low Density Lipoprotein)
    o IDL (Intermediate Density Lipoprotein)
    o LDL (Low Density Lipoprotein)
    o HDL (High Density Lipoprotein)
Tubuh mengatur kadar lipoprotein melalui beberapa cara:
    o Mengurangi pembentukan lipoprotein dan mengurangi jumlah lipoprotein yang
        masuk ke dalam darah
    o Meningkatkan atau menurunkan kecepatan pembuangan lipoprotein dari dalam
        darah

JALUR PENGANGKUTAN LEMAK DALAM DARAH
Lemak dalam darah diangkut dengan dua cara, yaitu melalui jalur eksogen dan jalur
endogen
   1. Jalur eksogen
      Trigliserida & kolesterol yang berasal dari makanan dalam usus dikemas dalam
      bentuk partikel besar lipoprotein, yang disebut Kilomikron. Kilomikron ini akan
      membawanya ke dalam aliran darah. Kemudian trigliserid dalam kilomikron tadi
      mengalami penguraian oleh enzim lipoprotein lipase, sehingga terbentuk asam
      lemak bebas dan kilomikron remnan. Asam lemak bebas akan menembus
      jaringan lemak atau sel otot untuk diubah menjadi trigliserida kembali sebagai
      cadangan energi. Sedangkan kilomikron remnan akan dimetabolisme dalam hati
   sehingga menghasilkan kolesterol bebas.
   Sebagian kolesterol yang mencapai organ hati diubah menjadi asam empedu,
   yang akan dikeluarkan ke dalam usus, berfungsi seperti detergen & membantu
   proses penyerapan lemak dari makanan. Sebagian lagi dari kolesterol dikeluarkan
   melalui saluran empedu tanpa dimetabolisme menjadi asam empedu kemudian
   organ hati akan mendistribusikan kolesterol ke jaringan tubuh lainnya melalui
   jalur endogen. Pada akhirnya, kilomikron yang tersisa (yang lemaknya telah
   diambil), dibuang dari aliran darah oleh hati.
   Kolesterol juga dapat diproduksi oleh hati dengan bantuan enzim yang disebut
   HMG Koenzim-A Reduktase, kemudian dikirimkan ke dalam aliran darah.
2. Jalur endogen
   Pembentukan trigliserida dalam hati akan meningkat apabila makanan sehari-hari
   mengandung karbohidrat yang berlebihan.
   Hati mengubah karbohidrat menjadi asam lemak, kemudian membentuk
   trigliserida, trigliserida ini dibawa melalui aliran darah dalam bentuk Very Low
   Density Lipoprotein (VLDL). VLDL kemudian akan dimetabolisme oleh enzim
   lipoprotein lipase menjadi IDL (Intermediate Density Lipoprotein). Kemudian
   IDL melalui serangkaian proses akan berubah menjadi LDL (Low Density
   Lipoprotein) yang kaya akan kolesterol. Kira-kira ¾ dari kolesterol total dalam
   plasma normal manusia mengandung partikel LDL. LDL ini bertugas
   menghantarkan kolesterol ke dalam tubuh.
   Kolesterol yang tidak diperlukan akan dilepaskan ke dalam darah, dimana
   pertama-tama akan berikatan dengan HDL (High Density Lipoprotein). HDL
   bertugas membuang kelebihan kolesterol dari dalam tubuh.
   Itulah sebab munculnya istilah LDL-Kolesterol disebut lemak “jahat” dan HDL-
   Kolesterol disebut lemak “baik”. Sehingga rasio keduanya harus seimbang.




   Gambar 1. Transport Lemak
   Kilomikron membawa lemak dari usus (berasal dari makanan) dan mengirim
   trigliserid ke sel-sel tubuh. VLDL membawa lemak dari hati dan mengirim
   trigliserid ke sel-sel tubuh. LDL yang berasal dari pemecahan IDL (sebelumnya
   berbentuk VLDL) merupakan pengirim kolesterol yang utama ke sel-sel tubuh.
   HDL membawa kelebihan kolesterol dari dalam sel untuk dibuang. (Sumber: Nutrition:
   Science and Applications, 2nd edition, edited by L. A. Smaolin & M. B. Grosvenor. Saunders College Publishing, 1997.)
KELAINAN LIPID

Diagnosa Kelainan Lipid
Dilakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar kolesterol total. Untuk mengukur
kadar kolesterol LDL, HDL dan trigliserida, sebaiknya penderita berpuasa dulu minimal
selama 12 jam.
Kadar Lemak Darah [3]
                   Pemeriksaan           Kisaran yang Ideal
                   Laboratorium          (mg/dL darah)
                   Kolesterol total      120-200
                                         negatif (setelah berpuasa
                   Kilomikron
                                         selama 12 jam)
                   VLDL                  1-30
                   LDL                   60-160
                   HDL                   35-65
                   Perbandingan LDL
                                         < 3,5
                   dengan HDL
                   Trigliserida          10-160

Hiperlipidemia
Yang dimakud dengan Hiperlipidemia adalah suatu keadaan yang ditandai oleh
peningkatan kadar lipid/lemak darah.
Berdasarkan jenisnya, hiperlipidemia dibagi menjadi 2, yaitu:
   o Hiperlipidemia Primer
       Banyak disebabkan oleh karena kelainan genetik. Biasanya kelainan ini
       ditemukan pada waktu pemeriksaan laboratorium secara kebetulan. Pada
       umumnya tidak ada keluhan, kecuali pada keadaan yang agak berat tampak
       adanya xantoma (penumpukan lemak di bawah jaringan kulit).
   o Hiperlipidemia Sekunder
       Pada jenis ini, peningkatan kadar lipid darah disebabkan oleh suatu penyakit
       tertentu, misalnya : diabetes melitus, gangguan tiroid, penyakit hepar & penyakit
       ginjal. Hiperlipidemia sekunder bersifat reversibel (berulang).
       Ada juga obat-obatan yang menyebabkan gangguan metabolisme lemak, seperti :
       Beta-blocker, diuretik, kontrasepsi oral (Estrogen, Gestagen).

KLASIFIKASI KLINIS HIPERLIPIDEMIA
(dalam hubungannya dengan Penyakit Jantung Koroner)
     Hiperkolesterolemia yaitu : kadar kolesterol meningkat dalam darah .
     Hipertrigliseridemia yaitu : kadar trigliserida meningkat dalam darah.
     Hiperlipidemia campuran yaitu : kadar kolesterol dan trigliserida meningkat
       dalam darah.
Penyebab hiperlipidemia
    o Penyebab primer, yaitu faktor keturunan (genetik)
    o Penyebab sekunder, seperti:
           1. Usia
               Kadar lipoprotein, terutama kolesterol ldl, meningkat sejalan dengan
               bertambahnya usia.
           2. Jenis kelamin
               Dalam keadaan normal, pria memiliki kadar yang lebih tinggi, tetapi
               setelah menopause kadarnya pada wanita mulai meningkat.
           3. Riwayat keluarga dengan hiperlipidemia
           4. Obesitas / kegemukan
           5. Menu makanan yang mengandung asam lemak jenuh seperti mentega,
               margarin, whole milk, es krim, keju, daging berlemak.
           6. Kurang melakukan olah raga
           7. Penggunaan alkohol
           8. Merokok
           9. Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik
           10. Gagal ginjal
           11. Kelenjar tiroid yang kurang aktif.
           12. Obat-obatan tertentu yang dapat mengganggu metabolisme lemak seperti
               estrogen, pil kb, kortikosteroid, diuretik tiazid (pada keadaan tertentu)
Sebagian besar kasus peningkatan kadar trigliserida dan kolesterol total bersifat
sementara dan tidak berat, dan terutama merupakan akibat dari makan lemak.
Pembuangan lemak dari darah pada setiap orang memiliki kecepatan yang berbeda.
Seseorang bisa makan sejumlah besar lemak hewani dan tidak pernah memiliki kadar
kolesterol total lebih dari 200 mg/dl, sedangkan yang lainnya menjalani diet rendah
lemak yang ketat dan tidak pernah memiliki kadar kolesterol total dibawah 260 mg/dl.
Perbedaan ini tampaknya bersifat genetik dan secara luas berhubungan dengan perbedaan
kecepatan masuk dan keluarnya lipoprotein dari aliran darah.

Gejala
Biasanya kadar lemak yang tinggi tidak menimbulkan gejala. Kadang-kadang, jika
kadarnya sangat tinggi, endapan lemak akan membentuk suatu penumpukan lemak yang
disebut xantoma di dalam tendo (urat daging) dan di dalam kulit.
Kadar trigliserida yang sangat tinggi (sampai 800 mg/dl atau lebih) bisa menyebabkan
pembesaran hati dan limpa dan gejala-gejala dari pankreatitis (misalnya nyeri perut yang
hebat).

Resiko
Hiperlipidemia dapat meningkatkan resiko terkena aterosklerosis, penyakit jantung
koroner, pankreatitis (peradangan pada organ pankreas), diabetes melitus, gangguan
tiroid, penyakit hepar & penyakit ginjal. Yang paling sering adalah resiko terkena
penyakit jantung.
Tidak semua kolesterol meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung. Kolesterol
yang dibawa oleh LDL (disebut juga kolesterol jahat) menyebabkan meningkatnya
resiko; kolesterol yang dibawa oleh HDL (disebut juga kolesterol baik) menyebabkan
menurunnya resiko dan menguntungkan. Lalu, apakah kadar trigliserida yang tinggi
meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung atau stroke, masih belum jelas. Kadar
trigliserida darah diatas 250 mg/dl dianggap abnormal, tetapi kadar yang tinggi ini tidak
selalu meningkatkan resiko terjadinya aterosklerosis maupun penyakit jantung koroner.
Kadar trigliserid yang sangat tinggi (sampai lebih dari 800 mg/dl) bisa menyebabkan
pankreatitis (gangguan pada organ pankreas).

Patofisiologi Terjadinya Penyakit Jantung Koroner
Tubuh sendiri memproduksi kolesterol sesuai kebutuhan melalui hati. Bila terlalu banyak
mengkonsumsi makanan yang mengandung kolesterol, maka kadar kolesterol dalam
darah bisa berlebih (disebut hiperkolesterolemia). Kelebihan kadar kolesterol dalam
darah akan disimpan di dalam lapisan dinding pembuluh darah arteri, yang disebut
sebagai plak atau ateroma (sumber utama plak berasal dari LDL-Kolesterol. Sedangkan
HDL membawa kembali kelebihan kolesterol ke dalam hati, sehingga mengurangi
penumpukan kolesterol di dalam dinding pembuluh darah). Ateroma berisi bahan lembut
seperti keju, mengandung sejumlah bahan lemak, terutama kolesterol, sel-sel otot polos
dan sel-sel jaringan ikat.
Apabila makin lama plak yang terbentuk makin banyak, akan terjadi suatu penebalan
pada dinding pembuluh darah arteri, sehingga terjadi penyempitan pembuluh darah arteri.
Kejadian ini disebut sebagai aterosklerosis (terdapatnya aterom pada dinding arteri,
berisi kolesterol dan zat lemak lainnya). Hal ini menyebabkan terjadinya arteriosklerosis
(penebalan pada dinding arteri & hilangnya kelenturan dinding arteri). Bila ateroma yang
terbentuk semakin tebal, dapat merobek lapisan dinding arteri dan terjadi bekuan darah
(trombus) yang dapat menyumbat aliran darah dalam arteri tersebut.




Gambar 2a. Potongan melintang Arteri




Gambar 2b. Potongan melintang Arteri yang diperbesar




Gambar 3. Otot jantung yang mati akibatpenyumbatan arteri koronaria (Infark Miokard)
Hal ini yang dapat menyebabkan berkurangnya aliran darah serta suplai zat-zat penting
seperti oksigen ke daerah atau organ tertentu seperti jantung. Bila mengenai arteri
koronaria yang berfungsi mensuplai darah ke otot jantung (istilah medisnya
miokardium), maka suplai darah jadi berkurang dan menyebabkan kematian di daerah
tersebut (disebut sebagai infark miokard).
Konsekuensinya adalah terjadinya serangan jantung dan menyebabkan timbulnya gejala
berupa nyeri dada yang hebat (dikenal sebagai angina pectoris). Keadaan ini yang
disebut sebagai Penyakit Jantung Koroner (PJK).




Gambar 4. Daerah yang sering mengalami nyeri dada (Angina Pectoris)




Protein (akar kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah
senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari
monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida.
Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur
serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup
dan virus.
Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan
dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang
dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi,
sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan
juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai
sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut
(heterotrof).
Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida, lipid, dan
polinukleotida, yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. Selain itu, protein
merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Protein
ditemukan oleh Jöns Jakob Berzelius pada tahun 1838.
Biosintesis protein alami sama dengan ekspresi genetik. Kode genetik yang dibawa DNA
ditranskripsi menjadi RNA, yang berperan sebagai cetakan bagi translasi yang dilakukan
ribosom. Sampai tahap ini, protein masih "mentah", hanya tersusun dari asam amino
proteinogenik. Melalui mekanisme pascatranslasi, terbentuklah protein yang memiliki
fungsi penuh secara biologi.
Struktur tersier protein. Protein ini memiliki banyak struktur sekunder beta-sheet dan
alpha-helix yang sangat pendek. Model dibuat dengan menggunakan koordinat dari Bank
Data Protein (nomor 1EDH).
Struktur protein dapat dilihat sebagai hirarki, yaitu berupa struktur primer (tingkat satu),
sekunder (tingkat dua), tersier (tingkat tiga), dan kuartener (tingkat empat). Struktur
primer protein merupakan urutan asam amino penyusun protein yang dihubungkan
melalui ikatan peptida (amida). Sementara itu, struktur sekunder protein adalah struktur
tiga dimensi lokal dari berbagai rangkaian asam amino pada protein yang distabilkan oleh
ikatan hidrogen. Berbagai bentuk struktur sekunder misalnya ialah sebagai berikut:
     alpha helix (α-helix, "puntiran-alfa"), berupa pilinan rantai asam-asam amino
        berbentuk seperti spiral;
     beta-sheet (β-sheet, "lempeng-beta"), berupa lembaran-lembaran lebar yang
        tersusun dari sejumlah rantai asam amino yang saling terikat melalui ikatan
        hidrogen atau ikatan tiol (S-H);
     beta-turn, (β-turn, "lekukan-beta"); dan
     gamma-turn, (γ-turn, "lekukan-gamma").
Gabungan dari aneka ragam dari struktur sekunder akan menghasilkan struktur tiga
dimensi yang dinamakan struktur tersier. Struktur tersier biasanya berupa gumpalan.
Beberapa molekul protein dapat berinteraksi secara fisik tanpa ikatan kovalen
membentuk oligomer yang stabil (misalnya dimer, trimer, atau kuartomer) dan
membentuk struktur kuartener. Contoh struktur kuartener yang terkenal adalah enzim
Rubisco dan insulin.
Struktur primer protein bisa ditentukan dengan beberapa metode: (1) hidrolisis protein
dengan asam kuat (misalnya, 6N HCl) dan kemudian komposisi asam amino ditentukan
dengan instrumen amino acid analyzer, (2) analisis sekuens dari ujung-N dengan
menggunakan degradasi Edman, (3) kombinasi dari digesti dengan tripsin dan
spektrometri massa, dan (4) penentuan massa molekular dengan spektrometri massa.
Struktur sekunder bisa ditentukan dengan menggunakan spektroskopi circular dichroism
(CD) dan Fourier Transform Infra Red (FTIR). Spektrum CD dari puntiran-alfa
menunjukkan dua absorbans negatif pada 208 dan 220 nm dan lempeng-beta
menunjukkan satu puncak negatif sekitar 210-216 nm. Estimasi dari komposisi struktur
sekunder dari protein bisa dikalkulasi dari spektrum CD. Pada spektrum FTIR, pita
amida-I dari puntiran-alfa berbeda dibandingkan dengan pita amida-I dari lempeng-beta.
Jadi, komposisi struktur sekunder dari protein juga bisa diestimasi dari spektrum
inframerah.
Struktur protein lainnya yang juga dikenal adalah domain. Struktur ini terdiri dari 40-350
asam amino. Protein sederhana umumnya hanya memiliki satu domain. Pada protein
yang lebih kompleks, ada beberapa domain yang terlibat di dalamnya. Hubungan rantai
polipeptida yang berperan di dalamnya akan menimbulkan sebuah fungsi baru berbeda
dengan komponen penyusunnya. Bila struktur domain pada struktur kompleks ini
berpisah, maka fungsi biologis masing-masing komponen domain penyusunnya tidak
hilang. Inilah yang membedakan struktur domain dengan struktur kuartener. Pada
struktur kuartener, setelah struktur kompleksnya berpisah, protein tersebut tidak
fungsional.


Kekurangan Protein
Protein sendiri mempunyai banyak sekali fungsi di tubuh kita. Pada dasarnya protein
menunjang keberadaan setiap sel tubuh, proses kekebalan tubuh. Setiap orang dewasa
harus sedikitnya mengkonsumsi 1 g protein pro kg berat tubuhnya. Kebutuhan akan
protein bertambah pada perempuan yang mengandung dan atlet-atlet.
Kekurangan Protein bisa berakibat fatal:
     Kerontokan rambut (Rambut terdiri dari 97-100% dari Protein -Keratin)
     Yang paling buruk ada yang disebut dengan Kwasiorkor, penyakit kekurangan
        protein. Biasanya pada anak-anak kecil yang menderitanya, dapat dilihat dari
        yang namanya busung lapar, yang disebabkan oleh filtrasi air di dalam pembuluh
        darah sehingga menimbulkan odem.Simptom yang lain dapat dikenali adalah:
            o hipotonus
            o gangguan pertumbuhan
            o hati lemak
     Kekurangan yang terus menerus menyebabkan marasmus dan berkibat kematian.



Sintese protein
Dari makanan kita memperoleh Protein. Di sistem pencernaan protein akan diuraikan
menjadi peptid peptid yang strukturnya lebih sederhana terdiri dari asam amino. Hal ini
dilakukan dengan bantuan enzim. Tubuh manusia memerlukan 9 asam amino. Artinya
kesembilan asam amino ini tidak dapat disintesa sendiri oleh tubuh esensiil, sedangkan
sebagian asam amino dapat disintesa sendiri atau tidak esensiil oleh tubuh. Keseluruhan
berjumlah 21 asam amino. Setelah penyerapan di usus maka akan diberikan ke darah.
Darah membawa asam amino itu ke setiap sel tubuh. Kode untuk asam amino tidak
esensiil dapat disintesa oleh DNA. Ini disebut dengan DNAtranskripsi. Kemudian mRNA
hasil transkripsi di proses lebih lanjut di ribosom atau retikulum endoplasma, disebut
sebagai translasi.
Sumber Protein
       Daging
       Ikan
       Telur
       Susu, dan produk sejenis Quark
       Tumbuhan berbji
       Suku polong-polongan
       Kentang
Studi dari Biokimiawan USA Thomas Osborne Lafayete Mendel, Profesor untuk
biokimia di Yale, 1914, mengujicobakan protein konsumsi dari daging dan tumbuhan
kepada kelinci. Satu grup kelinci-kelinci tersebut diberikan makanan protein hewani,
sedangkan grup yang lain diberikan protein nabati. Dari eksperimennya didapati bahwa
kelinci yang memperoleh protein hewani lebih cepat bertambah beratnya dari kelinci
yang memperoleh protein nabati. Kemudian studi selanjutnya, oleh McCay dari
Universitas Berkeley menunjukkan bahwa kelinci yang memperoleh protein nabati, lebih
sehat dan hidup dua kali lebih lama.

Keuntungan Protein
      Sumber energi
      Pembetukan dan perbaikan sel dan jaringan
      Sebagai sintesis hormon,enzim, dan antibodi
      Pengatur keseimbangan kadar asam basa dalam sel




Mengapa protein penting bagi hidup kita ?




                        Kecukupan akan protein yang dianjurkan untuk seseorang,
umumnya berbeda-beda. Ini tergantung pada berat badan, umur, dan jenis kelamin serta
banyaknya jaringan tubuh yang masih aktif, seperti otot-otot dan kelenjar. Makin besar
dan berat orang itu, semakin banyaklah jaringan aktifnya, sehingga makin banyak pula
protein yang diperlukan untuk mempertahankan atau memelihara jaringan-jaringan
tersebut.
Tahukah Anda? Bahwa sebenarnya protein merupakan komponen terbesar dari tubuh
manusia setelah air. Jumlahnya 1/6 dari berat tubuh manusia (1/3 dari jumlah tersebut
terdapat di dalam otot, 1/5 terdapat pada tulang, 1/10 terdapat pada kulit, lalu sisanya
terdapat pada berbagai cairan tubuh).
Kebutuhan protein bisa diperoleh dari 2 sumber bahan pangan yaitu protein hewani dan
protein nabati. Sumber terbaik protein hewani adalah daging dari mamalia, unggas, dan
ikan laut. Sedangkan sumber terbaik dari protein nabati adalah dari kacang-kacangan.
Bahkan dengan kemajuan teknologi, kini banyak dikembangkan sumber protein baru
yang dikenal dengan protein non-konvensional seperti protein daun, protein konsentrat
dan protein sel tunggal.
Protein tersusun dari sejumlah asam amino. Asam amino yang membentuk protein pada
dasarnya dapat digolongkan menjadi 2 golongan yaitu asam amino esensial (diperlukan
oleh tubuh tetapi tidak dapat dibentuk oleh tubuh) dan asam amino nonesensial
(diperlukan oleh tubuh dan dapat terbentuk tubuh bila bahannya tersedia).



Air Bekerja Dengan Ajaib

Bila Anda minum banyak air bersih dan jernih, maka hal tersebut akan memacu
peningkatan kesehatan Anda, di mana para peneliti menemukan bahwa, makin hari makin
banyak keuntungan dengan minum air dalam jumlah yang cukup bagi kesehatan,
termasuk:
Pencernaan dan metabolisme yang lebih baik
Minum air dalam jumlah yang cukup menjadikan baik pencernaan maupun metabolisme
dapat bekerja pada kapasitas maksimalnya. Faktanya, penelitian terbaru dari University
of Utah menyatakan bahwa kekurangan air dapat menyebabkan menurunnya
metabolisme.

Memperbaiki kemampuan dan daya tahan tubuh
Anda akan mampu bekerja lebih keras/berat bila mendapatkan air yang cukup. Sebagai
tambahan, air dapat memperkuat daya tahan tubuh Anda. Karena air dapat menaikkan
simpanan glycogen, suatu bentuk dari karbohidrat yang tersimpan dalam otot dan
digunakan sebagai energi saat Anda bekerja.

Tahan lapar
Rasa lapar kadang merupakan penyamaran dari rasa haus. Sewaktu anda mengalami
dehidrasi (kekurangan air) Anda mungkin merasa ingin makan padahal yang Anda
butuhkan sebenarnya adalah air. Anda juga dapat memanfaatkan efek rasa kenyang dari
minum air untuk
mencegah makan berlebihan.

Mengurangi resiko terhadap beberapa macam penyakit
Para peneliti saat ini meyakini bahwa cairan atau tepatnya air dapat berperan aktif dalam
mengurangi resiko terhadap beberapa penyakit seperti: batu ginjal, kanker saluran
kencing, kanker kandung kemih, dan kanker usus besar (colon). Minum cukup air dapat
pula menghindari sembelit.

Senjata ampuh melawan masuk angin atau pilek
Antibodi dalam lendir yang melapisi kerongkongan berfungsi untuk menjerat virus pilek.
Daya tahan ini akan melemah apabila Anda dehidrasi (kekurangan air) karena akan
menyebabkan lendir mengering. Sebagai catatan banyak ahli kesehatan
merekomendasikan air sebagai ekspektoran yang efektif untuk mengurangi batuk.

Pelembab wajah paling ampuh
Dengan minum banyak air membantu kulit Anda tetap kenyal dan kencang serta
mengurangi garis-garis dan kerut pada wajah.
Menangkal rasa letih akibat melakukan perjalanan
Udara panas dapat menyebabkan Anda dehidrasi dan akan menimbulkan rasa letih pada
saat dan setelah perjalanan. Minumlah banyak air sebelum melakukan perjalanan dan satu
gelas tiap jam perjalanan Anda.

Mengatasi migrain/sakit kepala
Para peneliti menyatakan bahwa dehidrasi dapat mengakibatkan migrain/sakit kepala,
jadi bila Anda sering mengalami migrain adalah sangat penting untuk minum air dalam
jumlah yang cukup.
Sedangkan Fungsi Air yang utama adalah :
1. Membentuk sel-sel baru, memelihara dan mengganti sel-sel yang rusa
2. Melarutkan dan membawa nutrisi-nutrisi, oksigen dan hormon ke seluruh sel tubuh
yang membutuhkan
3. Melarutkan dan mengeluarkan sampah-sampah dan racun dari dalam tubuh kita
4. Katalisator dalam metabolisme tubuh
5. Pelumas bagi sendi-sendi
6. Menstabilkan suhu tubuh
7. Meredam benturan bagi organ vital
Dengan menggunakan air secukupnya khususnya minum, tubuh kita akan selalu segar
dan kesehatan tetap terjaga.

Artikel terkait :
    1. Manfaat Kalsium Bagi Tubuh Anda Sebuah penelitian bertajuk ” Journal of
        Nutrition Education and Behaviour” menyebutkan bahwa remaja dan orang
        dewasa sering kali mengalami kekurangan...
    2. Raih Manfaat Dari Pete Banyak orang selama ini meremehkan pete. Makanan
        yang sering kita jadikan lauk ini lebih popular baunya ketimbang khasiatnya. Tapi
        siapa...
    3. Jutaan Manfaat Buah Kiwi Dengan bentuknya yang lonjong dengan warna coklat
        dan tekstur berbulu membuat buah kiwi kalah menarik dengan buah lain seperti
        apel...
    4. Manfaat yang dirasakan saat berpuasa Sebentar lagi dalam hitungan beberapa
        minggu saja, umat muslim akan memasuki bulan puasa ramadhan. Bulan penuh
        berkah yang selalu dinanti-nanti,...
    5. Ayo Minum Air Putih Selama ini mungkin banyak orang yang mengira kalau air
        putih berguna untuk sekedar menawarkan dahaga sekaligus menyegarkan.
        Padahal di balik...
Sedangkan Fungsi Air yang utama adalah :
1. Membentuk sel-sel baru, memelihara dan mengganti sel-sel yang rusa
2. Melarutkan dan membawa nutrisi-nutrisi, oksigen dan hormon ke seluruh sel tubuh
yang membutuhkan
3. Melarutkan dan mengeluarkan sampah-sampah dan racun dari dalam tubuh kita
4. Katalisator dalam metabolisme tubuh
5. Pelumas bagi sendi-sendi
6. Menstabilkan suhu tubuh
7. Meredam benturan bagi organ vital
Dengan menggunakan air secukupnya khususnya minum, tubuh kita akan selalu segar
dan kesehatan tetap terjaga.

Artikel terkait :
    1. Manfaat Kalsium Bagi Tubuh Anda Sebuah penelitian bertajuk ” Journal of
        Nutrition Education and Behaviour” menyebutkan bahwa remaja dan orang
        dewasa sering kali mengalami kekurangan...
    2. Raih Manfaat Dari Pete Banyak orang selama ini meremehkan pete. Makanan
        yang sering kita jadikan lauk ini lebih popular baunya ketimbang khasiatnya. Tapi
        siapa...
    3. Jutaan Manfaat Buah Kiwi Dengan bentuknya yang lonjong dengan warna coklat
        dan tekstur berbulu membuat buah kiwi kalah menarik dengan buah lain seperti
        apel...
    4. Manfaat yang dirasakan saat berpuasa Sebentar lagi dalam hitungan beberapa
        minggu saja, umat muslim akan memasuki bulan puasa ramadhan. Bulan penuh
        berkah yang selalu dinanti-nanti,...
    5. Ayo Minum Air Putih Selama ini mungkin banyak orang yang mengira kalau air
        putih berguna untuk sekedar menawarkan dahaga sekaligus menyegarkan.
        Padahal di balik...

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:169
posted:1/16/2011
language:Indonesian
pages:37