Ringkasan basket

Document Sample
Ringkasan basket Powered By Docstoc
					TUGAS




                   Permainan Bola Basket



                      ANWAR ANO
                       A1 B2 09 059




        FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
                UNIVERSITAS HALUOLEO
                       KENDARI
                          2010
1. Sejarah permainan bola basket dan perkembangannya di Indonesia

a. Sejarah Permainan bola basket di dunia

       Bola Basket diciptakan di Amerika pada tahun 1891 oleh Dr. James A. Naismith.
Gagasan yang mendorong untuk menciptakan permainan baru itu disebabkan adanya
kenyataan pada waktu itu bahwa keanggotaan dan pengunjung kegiatan olahraga pada
perkumpulan YMCA (Young Men’s Christian Associaton) semakin hari semakin
bertambavh merosot . Hal ini disebabkan karena para anggotanya menjadi agak bosan
dengan latihan-latihan olahraga senam yang kaku. Juga kebutuhan yang dirasakan dalam
musim-musim dingin untuk tetap melakukan kegiatan olahraga yang menarik, merupakan
desakan yang semakin hari semakin dirasakan Dr. Luther Gulick, pengawas kepala
bagian olahraga pada Sekolah Guru Pendidikan Jasmani YMCA dari Springfield.
Masachusets menyadari akan gejala-gejalan kegiatan olahraga yang kurang baik itu, dan
segera menghubungi Dr. James A Naismith salah seorang rekan Guru di Springfiled dan
memberikan tugas padanya untuk menyusun suatu kegiatan olahraga permainan yang
baru, yang dapat dimainkan di dalam ruangan tertutup diwaktu sore. Dr. James A.
Naismith menyambut tugas situ, dengan mulai menyusun suatu gagasan permainan baru
yang bentuknya akan dapat memenuhi syarat-syarat yang dimintakannya. Dalam
mengikuti pikirannya yang berkhayal untuk menciptakan permainan yang cocok, dengan
syarat-syarat yang telah diberikan, yaitu permainan yang cocok untuk dimainkan dalam
ruang tertutup diwaktu sore telah membatasi pikirannya pada hal-hal yang bukan khayal,
tetapi melangkah pada suatu pemusatan pikiran yang kongkrit dengan tidak ada unsur-
unsur menendang dan menjegal, menarik, dan lagi tidak begitu susah dipelajari.

       Kemudian Dr. James A. Naismith mencoba dan menguji gubahan-gubahan dari
permainan-permainan softball, baseball, lacrosse, dan sepak bola tetapi satupun tidak
cocok dengan syarat dan tuntutannya, sebab disamping sulit untuk dipelajari juga masih
terlalu kassar untuk suatu permainan di dalam ruangan tertutup dengan berlampu. Dari
penalaman eksperimen yang dilakukan itu, timbullah inspirasi tentang bentuk dan gaya
permainan yang diidamkan itu. Bahwa permainan itu jelas harus dimainkan dengan bola
yang berbentuk bulat, dengan tidak ada unsur menendang, tidak ada unsur membawa lari
dengan bola, tanpa unsur menjegal dan harus menghilangkan gawang sebagai sasaran
tambahan, sebab hal yang terakhir ini akan merangsang terhadap unsur-unsur
penggunaan kekuatan. Untuk menjinakkan gerakan bola, maka sebagai pengganti lari
dengan bola seperti terlihat dalam sepak bola, maka bergeraknya bola hanya dilakukan
dengan mengoperkan atau mendribble. Untuk menjinakkan tembakan ke arah sasaran
sebagai puncak kegairahan, maka gawangpun dig anti dengan sasaran yang sempit yang
terletak di atas para pemain. Sehingga dengan bentuk obyek sasaran yang demikian itu
pengutamaan tembakan tidak dengan kekuatan, tetapi justru dengan ketepatannya. Dan
oleh karena sasaran gol/gawang terletak diatas, maka jalan bola harus menempuh suatu
busur parabola atau balistik.

       Selanjutnya Dr. James A. Naismith menerangkan gagasannya dalam bentuk
permainan yang meliputi 13 pasal. Dari 13 pasal tersebut, 12 pasal diantaranya menjadi
inti peraturan bola basket modern sampai saat ini.

Pada suatu hari Dr. James A. Naismith sambil memegang bola sepak membawa seorang
pemainnya masuk dalam ruangan olahraga dengan maksud mencoba permainan yang
telah ia pikirkan itu. Setelah dalam ruangan olahraga, ia memikirkan bahwa yang pantas
untuk gawang adalah peti kayu saja. Dan ia minta bantuan kepada kepala rumah tangga
sekolah. Stebbin namanya, apakah bila menyediakan kebutuhannya itu. Tetapi Stebbin
tidak mempunyai kotak kayu dan sebagai penggantinya ditawarkan “Basket” (Keranjang)
buah persik yang kosong pada Naismith. Disetujuilah oleh Naismith dan basket itu yang
kemudian digantungkan oleh Stebbin di kedua sisi ruangannya pada balkonnya. Naismith
menjelaskan peraturan-peraturannya, dan pada pelajar/ pemainnya mencoba dan
mengikutinya.

       Dari asal keranjang buah “peach basket”, berasal nama Basket ball, yang sekarang
terkenal di seluruh dunia.Mula-mula tiap bola masuk ke dalam keranjang, Stebbin harus
pergi ke balkon untuk mengeluarkan bola, sebab bagian bawah keranjang itu tertutup.
Akhirnya dipikirkan untuk dibuat lubang pada alas keranjang itu. Demikian sedikit cerita
aslinya yang dapat dikutip dari Harold Keith, “Sport and Games”.
       Karena Dr. James A. Naismith mengasuh 18 pelajar didalam kelasnya, maka
pertama-tama bola basket dimainkan oleh 9 orang masing-masing regu, dengan 3 pemain
depan, 3 pemain tengah, dan 3 pemain belakang. Pada tahun 1892 bola basket dimainkan
oleh 7 orang masing-masing regu, dan selanjutnya setelah mengalami perubahan-
perubahan jumlah, akhirnya ditemukan suatu jumlah yang sampai sekarang berlaku ialah
5 orang untuk masing-masing regu.




b. Perkembangan permainan bola basket di Indonesia

       Di tengah-tengah gejolak revolusi bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan
yang telah direbut itu, permainan Bola Basket mulai dikenal oleh sebagian kecil rakyat
Indonesia, khususnya yang berada di kota perjuangan dan pusat pemerintahan Rakyat
Indonesia, Yogyakarta serta kota terdekat Solo. Nampaknya, ancaman pedang dan
dentuman meriam penjajah tidak menjadi penghalang bagi bangsa Indonesia untuk
melakukan kegiatan olahraga, termasuk permainan Bola Basket. Bahkan dengan
dilakukannya kegiatan-kegiatan olahraga tersebut semangat juang bangsa Indonesia
untuk mempertahankan tanah airnya dari ancaman para penjajah yang menginginkan
kembali berkuasa semakin membaja. Terbukti pada bulan September 1948, di kota Solo
diselenggarakan Pekan Olahraga Nasional (PON) Pertama yang mempertandingkan
beberapa cabang olahraga, diantaranya Bola Basket. Dalam kegiatan tersebut ikut serta
beberapa regu, antara lain : PORO Solo, PORI Yogyakarta dan Akademi Olahraga
Sarangan.

       Pada tahun 1951, Maladi dalam kedudukannya selaku Sekretaris Komite
Olympiade Indonesia (KOI) meminta kepada Tony Wen dan Wim Latumenten untuk
menyusun organisasi olahraga Bola Basket Indonesia. Selanjutnya karena pada tahun ini
juga di Jakarta akan diselenggarakan PON ke-II, maka kepada kedua tokoh tadi Maladi
meminta pula untk menjadi penyelenggara pertandingan Bola Basket.

       Atas prakarsa kedua tokoh ini, pada tanggal 23 Oktober 1951 dibentuklah
organisasi Bola Basket Indonesia dengan nama Persatuan Basketball Seluruh Indonesia
disingkat   PERBASI.     Tahun   1955      namanya      diubah   dan     disesuaikan   dengan
perbendaharaan bahasa Indonesia, menjadi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia
yang singkatannya tetap sama yaitu PERBASI.

       Dalam susunan Pengurus PERBASI yang pertama, Tony Wen menduduki jabatan
Ketua serta Wim Latumeten, Sekretaris. Segera setelah terbentuknya PERBASI,
organisasi ini menggabungkan diri dan menjadi anggota KONI serta FIBA. Namun
demikian, dengan terbentuknya PERBASI, tidak berarti bahwa perjuangan bangsa
Indonesia untuk membina dan mengembangkan permainan Bola Basket di tanah air
menjadi ringan. Tantangan yang paling menonjol datang dari masyarakat Cina din
Indonesia yang mendirikan Bon Bola Basket sendiri, dan tidak mau bergabung dengan
PERBASI.

       Untuk    menjawab      tantangan     tersebut,    pada    tahun     1955    PERBASI
menyelenggarakan Konferensi Bola Basket di Bandung yang dihadiri oleh utusan dari
Yogyakarta, Semarang, Jakarta dan Bandung.Keputusan yang paling terpenting dalam
Konferensi tersebut ialah PERBASI merupakan satu-satunya organisasi induk olahraga
Bola Basket di Indonesia, sehingga tidak ada lagi sebutan Bon Bola Basket Cina dan lain
sebagainya.    Pada    kesempatan    itu    juga   dibicarakan     persiapan      menghadapi
penyelenggaraan kongres yang pertama.

       Sejak didirikan tahun 1951, PERBASI telah banyak melakukan kegiatan yang
sifatnya nasional, regional dan internaisonal, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Dalam melaksanakan pembinaan organisasi, PERBASI menganut sistem vertikal
berjenjang, yang dimulai dari tingkat perkumpulan, PERBASI Cabang, Pengurus Daerah
PERBASI, sampai kepada Pengurus Besar PERBASI.

       Di bidang pembinaan, PERBASI mengenal berbagai cara. Selain pertandingan-
pertandingan dilakukan melalui jenjang organisasi vertikal, juga dikenal adanya
Kejuaraan Nasional Bola Basket Antar Perkumpulan. Disamping itu, sebagai realisasi
daripada keputusan Kongres PERBASI ke VIII Tahun 1981, maka mulai tahun 1982
dilaksanakan Kompetisi Bola Basket Utama yang diikuti perkumpulan terkemuka di
Pulau Jawa. Berbeda dengan kegiatan-kegiatan lain, Kompetisi ini dianggap sebagai awal
pembaharuan dalam pembinaan Bola Basket Indonesia, karena dalam pelaksanaannya
mengambil jalan pintas, tanpa mengikuti jalur vertikal. Hal ini langsung ditujukan pada
peningkatan prestasi melalui cara yang dinilai paling cepat yakni dengan pembinaan
latihan serta pertandingan yang teratur dan terus menerus sepanjang waktu.

Ketua FIBA sekarang adalah Bob Elphinston dan induk organisasi permainan bola basket
di dunia adalah Federation International basketball Association(FIBA)
Ketua PERBASI di Indonesia sekarang adalah Noviantika Nasution dan induk
organisasinya adalah Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia




2. Teknik Dasar Permainan Bola Basket

a. Passing DAN Cathing

    Istilah mengoper/melempar/mengumpan selalu berhubungan dengan menangkap
(catching) atau menerima bola. Operan pada umumnya dilakukan dengan 2 bahkan 1
tangan serta harus cepat, tepat dan keras, tetapi tidak liar sehingga dapat dikuasai oleh
kawan yang menerimanya. Namun mengoper tidaklah semudah orang menduga. Ada
beberapa hal yang harus diperhatikan saat mengoper bola antara lain :

    a. Arah bola ke sasaran harus terhindar dari serobotan ( intercept) lawan.
    b. Timing harus tepat
    c. Perasaan (feeling)
    d. Hindari lemparan menyilang

    Untuk dapat melakukan operan dengan baik harus dapat menguasai macam-macam
teknik dasar melempar dan menangkap bola dengan baik. Teknik dasar melempar bola
tersebut al :

    a. Chest Pass ( Operan dada)
    b. Bounce Pass ( Operan pantulan)
   c. Over Head Pass ( Operan dari atas kepala)
   d. Baseball Pass ( operan jarak jauh ( fast break)

   Biasanya untuk pemain pemula yang diberikan ada 3 macam passing seperti yang
diatas, sedangkan untuk baseball pass biasanya diberikan setelah mereka dapat
melakukan gerakan yang lain dengan baik.

b. Dribbling

   Menggiring bola adalah cara untuk membawa bola ke segala arah dengan lebih dari
satu langkah asal bola sambil dipantulkan dan merupakan suatu usaha untuk
mengamankan bola dari rampasan lawan sebab dengan demikian ia dapat bergerak
menjauhkan lawan sambil memantulkan bola kemana ia tuju. Ada beberapa cara
menggiring bola al :

   a. Menggiring bola rendah ( untuk control bola).
   b. Menggiring bola tinggi (untuk kecepatan).
   c. Menggiring campuran

   Menggiring bola ini dilatih dari hal yang mudah yaitu dengan sikap ditempat atau
berhenti kemudian berjalan dan terakhir baru berlari setelah agak mahir baru kemudian
diberikan latihan dengan rintangan untuk lebih mempersulit dribbling/menggiring bola.

c. Shooting

   Menembak adalah sasaran akhir setiap bermain, juga termasuk unsure yang
menentukan kemenangan dalam pertandingan sebab kemenangan ditentukan oleh
banyaknya bola yang masuk dalam keranjang (basket) setiap serangan selalu berusaha
untuk dapat melakukan tembakan. Dasar-dasar teknik menembak sebenarnya sama
dengan teknik operan disamping itu juga tepat tidaknya mekanika gerakan dalam
menembak menentukan baik buruknya tembakan.

   Shooting atau menembak ini harus dilakukan sesering mungkin untuk melatih anak
merasakan gerakannya dengan benar serta dapat terlatih ketepatannya. Untuk para atlit
yunior biasanya penekanan latihan pada dua macam cara dalam melakukan shooting atau
menembaknya antara lain :

   a. One Hand Shoot (Tembakan satu tangan).
   b. Two Hand Shoot (Tembakan dua tangan).

d. Pivot

   Teknik ini diperlukan untuk mengatasi peraturan tentang diperkenankannya seorang
pemain yang memegang bola sambil jalan atau lari. Bahkan seorang pemain yang
memegang bola tidak boleh melangkah lebih dari satu langkah tanpa memantulkan bola.
Untuk menghindari bola dari sergapan lawan maka ia diperbolehkan melakukan pivot.
Garakan berporos (pivot) adalah suatu usaha mengubah arah hadap badan kesegala arah
dengan satu kaki tetap sebagai poros (tumpuan). Kaki poros tidak boleh terangkat atau
tergeser dari tempatnya, sementara kaki yang lain boleh bergerak atau melangkah
kesegala arah, khususnya pada saat memegang bola, sebab dipergunakan agar bola dapat
dijauhkan dari jangkauan lawan.




Pivot dapat berbentuk antara lain :

   a. In Front Pivot (front turn).
   b. Reverse Pivot (reverse turn).

e. Rebound

   Merayah bola merupakan teknik dasar yang perlu dikuasai oleh seorang pemain, hal
ini dapat dimaklumi sebab kemenangan dalam merayah bola merupakan suatu
kesempatan untuk melakukan serangan berikutnya. Merayah bola (rebound) merupakan
suatu usaha untuk mengambil atau menangkap bola yang datangnya memantul dari papan
pantul atau keranjang akibat dari tembakan yang tidak berhasil. Beberapa ahli
mengatakan “ Kalau tidak dapat memenangkan bola rebound maka tim anda tak akan
bisa menang “, hal ini dapat dibenarkan sebab memenangkan rebound berarti kita
mempunyai kesempatan lagi untuk menembak.

Teknik merayah bola (rebound) dibagi menjadi dua yaitu :

   a. Defensive Rebound (merayah bola pada saat bertahan).
   b. Offensive Rebound (merayah bola pada saat menyerang).

Rebound atau merayah bola dilakukan sesering mungkin karena memerlukan ketepatan
waktu (timing) yang baik. Sebaiknya saat masih yunior diberikan sehingga para pemain
sudah dapat merasakan gerakan dengan baik dan mempunyai ketepatan waktu (timing)
dan menutup lawan


3. Peraturan Permainan Basket

   Adapun peraturan permainan bolas basket adalah sebagai berikut:

   1. Waktu pertandingan adalah 2 x 15 menit kotor (time out, fault, dan bola keluar
       waktu tetap berjalan).
   2. Waktu istirahat 5 menit.
   3. Bola yang akan digunakan adalah bola Molten GG7 12 alur sesuai dengan standar
       Perbasi.
   4. Panitia penyelenggara akan menyediakan bola basket untuk digunakan pada saat
       pertandingan, sedangkan untuk pemanasanmasing – masing SBU diharuskan
       membawa bola masing – masing.
   5. Jumlah pemain dalam 1 tim pada saat bertanding sebanyak 12 orang dengan 5
       pemain yang bermain di lapangan dan 7 orang cadangan.
   6. Jumlah petugas pertandingan adalah sebanyak 4 orang yaitu 2 orang wasit, 1
       orang petugas skor dan 1 orang pengawas pertandingan.
   7. Wasit atau pengawas pertandingan berhak untuk menghentikan pertandingan
       bilamana melihat ada pemain yang cedera atau bahaya lainnya.
   8. Time out untuk masing – masing tim adalah 2 kali dalam 1 babak.
9. Lamanya time out adalah 1 menit dan wasit berhak untuk menghentikan time out
   bila telah lebih dari 1 menit.
10. Personal fault atau pelanggaran perorangan untuk masing – masing pemain adalah
   5 kali jika seorang pemain telah melakukan 5 kali pelanggaran maka pemain
   tersebut tidak diijinkan untuk main pada sisa pertandingan tersebut.
11. Team fault atau pelanggaran tim adalah sebanyak 5 kali, bila tim tersebut telah
   melakukan pelanggaran sebanyak 5 kali dalam 1 babak, maka pada sisa babak
   tersebut bila tim tersebut melakukan fault tim lawannya akan mendapatkan free
   throw atau tembakan bebas sebanyak 2 kali.
12. Pada saat pergantian pemain, pemain harus melapor pada pengawas pertandingan
   dan pengawas pertandingan yang akan mengatur pergantian pemain. Pemain yang
   telah keluar dapat masuk kembali ke pertandingan.

13. Point

   a. Tembakan di luar garis setengah lingkaran diberi nilai 3.

   b. Tembakan didalam garis setengah lingkaran diberi nilai 2.

   c.Tembakan bebas atau free throw diberi nilai 1.

14. Peraturan pertandingan yang digunakan adalah peraturan resmi Perbasi
15. Contoh kriteria pelanggaran :

   a. Tidak boleh memegang bola lebih dari 5 detik (5 second).

   b. Tidak boleh berada didalam trapezium lebih dari 3 detik (3 second).

   c. Bola tidak boleh dibawa lari atau jalan tanpa didrible (travelling).

   d. Bola yang sudah didrible & dipegang tidak boleh didrible ulang (double).

   e. Bola tidak boleh berada di area sendiri lebih dari 8 detik (8 second).

   f. Menarik baju lawan.Menjegal lawan.
     14. Jika pertandingan berakhir seri, maka akan dilakukan adu shooting. Masing –
        masing tim yang bertanding harus menunjuk 3 orang pemain yang akan
        melakukan shooting, masing – masing pemain akan melakukan 1 kali shooting.
     15. Jika hasil adu shooting masih seri, maka akan dilakukan adu shooting sampai
        ditemukan pemenangnya.




4. Alat-Alat, Perlengkapan dan Lapangan

    Permainan bola basket selain menggunakan teknik tidak terlepas dari alat - alat dan
perlengkapan serta lapangan tempat bermain bola basket. Peraturan permainan yang
digunakan sangat tergantung daripada peraturan PERBASI/FIBA mana yang berlaku.
Misalnya pada tahun 1984, peraturan permainan yang berlaku adalah Peraturan
Permainan         PERBASI/FIBA            tahun         1980          -           1984.

Berdasarkan Peraturan Permainan PERBASI/FIBA tahun 1980 - 1984, alat-alat
perlengkapan dan lapangan terdiri dari :



1.    Bola Basket.




                                       Gambar Bola Basket



         Terbuat dari karet yang menggelembung dan dilapisi sejenis kulit, karet atau
     sintesis. Keliling bola tidak kurang dari 75 cm dan tidak lebih dari 78 cm, serta
     beratnya tidak kurang dari 600 gram dan tidak lebih dari 650 gram. Bola tersebut
     dipompa sedemikan rupa sehingga jika dipantulkan ke lantai dari ketinggian 180 cm
     akan melambung tidak kurang dari 120 cm tidak lebih dari 140 cm. Secara umum ada
     tiga jenis ukuran bola basket, 5, 6, atau 7. Bola yang biasa dipakai adalah bola ukuran
     7. Bola 5 biasa dipakai pada pertandingan resmi tingkat SD, bola 6 biasa dipakai pada
     pertandingan resmi tingkat SMP.
2. Perlengkapan Teknik

            Untuk pencatatan waktu diperlukan sedikitnya 2 buah stopwatch, satu untuk
       pencatat waktu dan satu lagi untuk time out.




            o   Alat untuk mengukur waktu 30 detik
            o   Kertas score (Scoring Book) untuk mencatat/merekam pertandingan.
            o   Isyarat - scoring board, tanda kesalahan perorangan yakni angka 1 sampai
                dengan 5, serta bendera merah dua buah untuk kesalahan regu.



   3. Lapangan

       Lapangan Permainan.
    Berbentuk persegi panjang dengan ukuran menurut NBA menerapkan 28.65 m x
15.24 m sebagai ukuran standar lapangan basketnya, sedangkan FIBA menerapkan 28
m x 15 m sebagai ukuran standar lapangan basketnya, yang diukur dari pinggir garis
batas. Variasi ukuran diperolehkan dengna menambah atau mengurangi ukuran
panjang 2 m serta menambah atau mengurangi ukuran lebar 1 m. Di lapangan ini
terdapat beberapa ukuran seperti : lingkaran tengah, dan lain sebagainya.



Papan Pantul.




   Papan pantul dibuat dari kayu keras setebal 3 cm atau dari bahan transparant yang
cocok. Papan pantul berukuran panjang 180 cm dan lebar 120 cm.. Tinggi papan, 275
cm dari permukaan lantai sampai ke bagian bawah papan, dan terletak tegak lurus 120
cm jaraknya dari titik tengah garis akhir lapangan.

Keranjang.
    Keranjang terdiri dari Ring dan Jala. Ring tersebut dari besi yang keras dengan
garis tengah 45 cm berwarna jingga. Tinggi ring 305 cm dari permukaan lantai dan
dipasang dipermukaan papan pantaul dengan jarak 15 cm. Sedangkan jala terdiri dari
tambah putih digantung pada ring. Panjang jala 40 cm.
                               DAFTAR PUSTAKA




Sumber :   http://guruolahraga.com/basket/perkembangan-basket-di-indonesia.ari
           http://guruolahraga.com/basket/sejarah-basket.ari
           http://kreasijaskes.blogspot.com/2009/02/normal-0-false-false-false-en-us-x-
           none_17.html

           http://mvd09.blogspot.com/2009/05/peraturan-pertandingan-basket.html

             http://www.perbasipohuwato.org/2009/05/alat-alat-perlengkapan-dan-
           lapangan.html

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:3139
posted:1/14/2011
language:Indonesian
pages:15
Description: Ringkasan basket