Docstoc

kata pengantar - DOC

Document Sample
kata pengantar - DOC Powered By Docstoc
					               LAPORAN
PRAKTEK LAPANGAN BIMBINGAN KONSELING I
                ( PLBK I )
SURVEI PADA HOME INDUSTRI “AGUS KERAMIK”
      DUSUN NGLORONG PANJANGREJO
      PUNDONG BANTUL YOGYAKARTA




             TIM DARI KELAS 6


  PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
       UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
                   2010

                    1
                  LAPORAN
PRAKTEK LAPANGAN BIMBINGAN KONSELING I
                   ( PLBK I )
SURVEI PADA HOME INDUSTRI “AGUS KERAMIK”
     DUSUN NGLORONG PANJANGREJO
      PUNDONG BANTUL YOGYAKARTA




        DISUSUN OLEH KELOMPOK I
     1. SUDARYATI               NIM : 07420144
     2. SUMIYATI                NIM : 07420145
     3. JUWIASTUTI              NIM : 07420245
     4. JUWARIYAH               NIM : 07420241
     5. MARYATI                 NIM : 07420215
     6. SUMARNI                 NIM : 07420219
     7. SUYAMTINAH              NIM : 07420224
     8. SUHARTI                 NIM : 07420141
     9. SULASTRI DWI ASTUTI NIM : 07420202

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
      UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
                     2010

                       2
        PENGESAHAN LAPORAN HASIL SURVEI KELOMPOK I
            PADA HOME INDUSTRI KERAJINAN GERABAH
                 “AGUS KERAMIK” DUSUN NGLORONG
                       PANJANG PUNDONG BANTUL
                               YOGYAKARTA




                                            Bantul, 30 Desember 2010


       Mengetahui                            Pimpinan Home Industri
    Dosen Pembimbing                             Agus Keramik




Dra. Hj. Nur Wahyumiani, M.A                     Agus Sugiharto
NIP : 19570310 198503 2 001




       Dekan FKIP                            Ketua Program Studi BK




Dra. Hj. Nur Wahyumiani, M.A                      Drs. Sarjiman
NIP : 19570310 198503 2 001                      NIS : 91210014




                                   3
                                   KATA PENGANTAR


       Puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat
hidayah dan ridho-Nya, penyusun dapat menyelesaikan laporan hasil kegiatan survey
pada Home Industri kerajinan gerabah “Agus Keramik” tanpa halangan yang berarti.


       Laporan hasil kegiatan survey ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat
mengikuti ujian Mata Kuliah PLBK I sekaligus sebagai bahan penunjang dalam
pendalaman mata kuliah tersebut.


       Dalam kesempatan ini peyusun memaparkan laporan dengan judul “Laporan Hasil
Kegiatan Survei Kelompok Pada Home Industri Kerajinan Gerabah Agus Keramik”,
sehingga diharapkan dengan tersusunnya laporan ini dapat memberikan manfaat sebagai
bahan untuk lebih memperdalam pengetahuan bagi penyusun maupun mahasiswa pada
umumnya.


Keberhasilan penyusunan laporan ini tidak lepas dari bantuan moril maupun material dari
berbagai pihak. Oleh karenanya penyusun mengucapkan banyak terimakasih kepada :


   1. Ibu Dra. Hj. Sri Pawiti, M.Pd., selaku Rektor Universitas PGRI Yogyakarta
   2. Ibu Dra. Hj. Nur Wahyumiani, MA., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu
       Pendidikan Universitas PGRI Yogyakarta
   3. Bapak Drs. Sarjiman, selaku Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling
       FKIP Universitas PGRI Yogyakarta.
   4. Bapak Agus Sugiharto, Pimpinan Home Industri Kerajinan “Agus Keramik”.
   5. Seluruh karyawan “Agus Keramik” yang telah mendukung terlaksananya kegiatan
       ini.
   6. Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.




                                           4
                                           BAB I
                                    PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG
        Dalam rangka melaksanakan tugas mata kuliah Praktek Lapangan Bimbingan
Konseling I (PLBK), kami mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta program studi
Bimbingan Konseling mengadakan survey pada dunia wirausaha, utamanya Home
Industri.
        Home Industri merupakan suatu tempat usaha kecil bergerak di lingkungan
keluarga. Sebagai industri kecil yang memperkerjakan orang lain tentunya mempunyai
banyak permasalahan yang harus diselesakan, utamanya menyangkut masalah internal
dan eksternal yang berhubungan dengan tenaga kerja.
Begitu pula yang terjadi pada Home Indutri gerabah “ Agus Keramik”, milik bapak Agus
Sugiharto, Nglorong, Panjangrejo, Pundong, Bantul. Untuk mengetahui pelaksanaan
bimbingan dan konseling pada dunia usaha, kami melaksanakan survey guna mengetahui
seluk beluk yang terjadi pada industri kecil tersebut.


B. TUJUAN
Adapun yang menjadi tujuan kami melakukan survey pada Home Industri tersebut adalah
:
    1. Mengetahui permasalahan-permasalahan yang terjadi pada Home Industri “Agus
        Keramik”.
    2. Mengetahui metode yang ditempuh untuk dapat mengatasi setiap permasalahan
        yang ada.
    3. Mengetahui pelaksanaan bimbingan dan konseling yang diterapkan Bapak Agus
        Sugiharto dalam mengelola dan mengatur jalannya home industri.
    4. Mengajukan wawasan, tanggapan serta masukan terhadap permasalahan yang
        sedang berlangsung.




                                             5
                                         BAB II
                                 GAMBARAN UMUM


A. Sejarah Singkat Berdirinya Home Industri Kerajinan Gerbah “Agus Keramik”.\


      Home Industri “Agus Keramik” berdirinya sejak awal tahun 1998 atau tepatnya
saat terjadi krisis moneter yang lalu. Bapak Agus yang berasal dari Salatiga, awalnya
beliau belum mengetahui seluk-beluk kerajinan gerabah. Setelah beliau tinggal dan
menetap didusun Nglorong, Panjangrejo, Pundong, Bantul, dan didukung oleh
lingkungan yang mayoritas membuat gerabah, maka muncullah ketertarikan untuk
mengikuti jejak masyakarakat sekitarnya yang membuat gerabah itu dari tanah liat yang
diambil dari sawah sekitar dusun Nglorong.
      Beliau tertarik dengan cara pembuatan gerabah dengan menggunakan alat
putar/perabot, maka beliau membuat gerabah dalam bentuk yang relatif lebih kecil dan
tanahnya tidaklah dari sawah sekitar dusunnya, melainkan pesanan dari Godean. Dengan
kemauan yang kuat, maka mulai tahun 1998 telah dapat mendirikan industri kerajinan
gerabah dengan nama “Agus Keramik”.
      Adapun hasil kerajinan yang telah dibuatnya antara lain ; vas bunga, souvenir dan
guci. Sejak itulah bapak Agus mengajak para familinya untuk mengembangkan keramik
bentuk kecil yang bahan bakunya tanah liat dari Godean, kasongan bahkan ada yang dari
gunung kidul. Dengan penuh kesabaran dan kegigihan, beliau membimbing dan
mengarahkan karyawannya untuk membuat gerabah yang relatif lebih kecil, unik dan
laku tinggi.
      Saat ini bapak Agus telah berhasil menjual gerabahnya, mulai dari pelanggan
domestik sampai ke manca negara. Negara yang memesan gerabah tersebut diantaranya
adalah italia, Polandia, dan Malaysia. Dari usaha yang telah berkembang tersebut, kini
bapak Agus Sugiharto dapat dikatakan “berhasil”, tetapi tetap bersyukur dan berharap
agar usahanya dapat tetap langgeng dan dapat memberi manfaat pada karyawannya, dan
lingkungan masyarakatnya.




                                             6
B. Permodalan
     Pada awal mengembangkan usahanya, bapak Agus hanya memiliki modal sendiri
sekitar Rp 300.000. beliau mengembangkan usahanya sendiri dengan menggunakan sisa
uangnya untuk bertahan demi kelangsungan usahanya. Walau kondisi modal yang pas-
pasan, ia tetap berusaha untuk tetap mandiri. Tetapi jika ada order atau pesanan partai
besar, utamanya pemesan dari luer negeri, terpaksa harus meminjam ke Bank.


C. Ketenagakerjaan
     Awal mula membuka usaha, Pak Agus beru memiliki 2orang tenaga selama 6
bulan. Seiring dengan kemajuan usahanya, kini Agus Sugiharto telah memiliki karyawan
sebanyak 15 orang sebagai tenaga pokok yang kebetulan semuanya tinggal di Dusun
Nglorong.
     Dalam hal perekrutan tenaga kerja, Pak Agus senantiasa menerapkan pendekatan
secara familier atau kekeluargaan. Artinya setiap karyawannya diperbolehkan
mengerjakan pekerjaannya dirumah masing-masing dengan tetap mengedepankan
kedisiplinan waktu, jumlah produk dan kualitas produk. Dengan pendekatan tersebut,
ternyata dapat mendatangkan manfaat yang tinggi. Karyawannya banyak yang keradan,
senang dan lebih disiplin terhadap sejumlah aturan yang diberlakukan.
     Dengan diperbolehkan bekerja dirumah masing-masing, karyawan akan lebih
hemat waktu, tenaga dan biaya, karena selain dapat dibantu oleh keluarganya, pekerjaan
rumah yang lain bisa dilakukan dengan tidak meninggalkan pekerjaan rutinnya selaku
petani. Dalam perkembangannya, pak Agus memberikan gaji/upah dengan 2 macam
sistem, yaitu harian dan borongan.


D. Alat dan Bahan
     1. Alat yang diperlukan\
            Alat pemutar ( bisa disebut perabot)
             Alat tersebut berupa 2 belah papan yang berbentuk lingkaran. Bagian bawah
             biasanya lebih berat dan tebal serta terbuat dari besi atau semen. Sedangkan
             bagian atasnya lebih tipis dan rata, dengan diberi laker sebagai poros
             pemutar. Bagian terpenting dari perabot ini terletak pada bagian atas atau

                                             7
       sering disebut sebagai papan kerja. Kestabilan alat ini pula sangat
       berpengaruh pada hasil yang akan diperoleh nantinya.
      Kain yang lembut
       Fungsi utama kain tersebut adalah untuk membasahi serta melicinkan bahan
       (tanah liat) sewaktu dalam proses pembentukan. Desamping juga berfungsi
       sebagai penjaga kestabilan agar tanah tetap liat, sehingga tidak mudah
       pecah.
      Palu dengan bentuk seperti dacin ( anak timbangan)
       Palu ini berpasangan sebilah papan, serta berfungsi untuk memukul tanah
       yang berputar diatas perabot agar menjadi lebih padat. Palu di bagian dalam
       dan letak papan dibagian luarnya sebagai penekanan tanah saat diputar
       diatas perabot. Kedua alat tersebut biasa dipakai sewaktu membuat keramik
       yang ukurnnya lebih besar, misalnya dalam pembuatan guci dan gentong.
      Amplas
      Kuas
      Ember, tungku, gilingan tanah liat, rak
      Cetakan dari gypsum
      Alat untuk butsir (bubut dan sisir)


2. Bahan-bahan
      Tanah liat, yang terdiri dari bermacam tanah liat, diantaranya :
       a) Tanah liat kurus
          Ciri-cirinya : daya lenturnya tinggi, mudah melekat ditangan,
          penyusutan dari basah hingga kering relatif kecil, menjadikan tanah liat
          ini dapat dipergunakan tanpa menambah bahan tambahan yang berupa
          pasir. Cukup diberi air sebagai pengatur kondisi tanah agar tetap lentur
          saat proses pengeringan. Tanah liat jenis ini sangat cocok untuk
          membuat keramik dengan alat cetak, misalnya genteng, patung dan
          asbak.




                                      8
              b) Tanah liat gemuk
                    Ciri-cirinya : kelenturan tinggi, mudah melekat ditangan dengan warna
                    biasanya lebih gelap, coklat tua dan kehitam-hitaman serta memiliki
                    penyusutan lebih lama saat dijemur, sehingga perlu bahan tambahan
                    berupa pasir yang sudah dilembutkan.
             Pasir halus : dipakai ketika pengerjaan tanah liat gemuk
             Air
             Kayu bakar


E. Proses Produksi
   1. Pengelolaan tanah
   2. Pembentukan/pencetakan/pembutsiran
   3. Pengeringan
   4. Persiapan pembakaran
   5. Pembakaran
   6. Finishing
   7. Pengepakan
   Keterangan :
   1. Pengolahan tanah
      Langkah-langkah
      o Pemilihan tanah biasanya memilih tanah yang benar-benar liat, pemilihan
            yang tepat sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan diperoleh.
      o Pembersihan tanah dari sampah, batu, kayu dan kotoran lain.
      o Tanah digiling sampai benar-benar halus. Fungsi penggilingan tanah untuk
            menghancurkan tanah yang masih mengkristalkan dan memudahkan retak
            bahkan pecah saat dikeringkan.
      o Menjaga kelembaban tanah
            Tanah yang terlalu basah akan sulit dibentuk begitu pula benda terlalu kering.
            Untuk menjaga kelembaban tanah ini digunakan alas untuk
            meletakkan/menyimpan tanah berupa plastik/terpal yang tidak menyerap air/
            lantai yang kedap air (semen/ubin/keramik) serta diperlukan penutup berupa

                                              9
      plastik untuk mengurangi proses penguapan dan melindungi tanah dari sinar
      matahari.
   o Untuk menyimpan tanah dalam waktu relatif lama, diperlukan air sebagai
      pembasah dan menjaga agar tetap lembab.


2. Pembentukan
   Menggunakan perabot atau dibentuk langsung dengan tangan, langkah-
   langkahnya adalah :
       Perabot diletakkan pada tempat yang stabil agar lebih mudah bergeser atau
          bergoyang.
       Alat putar (perabotaa) dikontrol kestabilan putarannya dengan cara
          didorong beberapa putaran. Alat yang siap digunakan apabila putarannya
          stabil, tidak cepat berhenti, tidak bergoyang.
       Menentukan titik pusat putaran untuk pedoman meletakkan bahan baku
          agar dalam proses pembentukan nanti mencapai hasil yang simetris.
       Perabot ditaburi pasir halus secara tipis dan merata mulai dari titik pusat
          putaran / tengah-tengah perabot melebar ketepi sesuai dengan besar
          kecilnya diameter keramik / gerabah yang akan dibentuk.
       Tanah diletakkan diatas perabot / alat putar persis di tengah-tengah titik
          pusat putaran kemudian dibentuk dengan tangan bersamaan dengan
          berputarnya bahan baku yang dibawa oleh perabot yang sedang berputar.
          Tenaga pemutar biasanya menggunakan tenaga manusia dengan cara
          didorong dengan tenaga atau kaki.
   `Percetakan
       Cetakan diteliti dan dibersihkan dari kotoran dan debu yang mengganggu
          proses percetakan.
       Cetakan diberi pelumas agar tidak lengket.
       Tanah dimasukkan kedalam cetakan, sebaiknya tanah diteliti dahulu
          kelenturannya dengan cara diremas-remas.




                                       10
       Tanah dalam cetakan ditekan secara merata, sehingga seluruh permukaan
          dan relung-relung cetakan terisi penuh dengan kepadatan yang relatif
          sama.
       Tanah dikeluarkan dari cetakan untuk kemudian ditiriskan / didingin-
          dinginkan dan jangan terkena sinar matahari secara langsung.
   Pembutsiran
       Tanah dibuat gumpalan padat besar kecilnya disesuaikan dengan bentuk
          yang akan dibuat gumpalan tersebut diiris-iris pada bagian tertentu untuk
          mendekati bentuk yang diinginkan. Kemudian disisir sedikit demi sedikit
          hingga bentuk yang diinginkan semakin jelas.
3. Pengeringan
       Setelah pembentukan hendaknya diangin-anginkan/ditiriskan.
       Pengeringan dibawah sinar matahari dilakukan setelah keramik tidak lebek
          dan tahan benturan.
4. Persiapan pembakaran\
      a. Penghalusan hasil cetakan yang sudah kering dengan menggunakan
          amplas.
      b. Tungku dibersihkan.
      c. Keramik ditata dalam tungku/oven sedemikian rupa agar dalam proses
          pembakaran nantinya, semua bahan mendapatkan panas yang merata.
      d. Mempersiapkan kayu bakar.
5. Pembakaran
   Pembakaran dimulai dari bawah tungku dengan menggunakan kayu bakar. Jika
   api dibawah tungku sudah merata, diatas bahan sebaiknya ditutup dengan lapisan
   penutupyang berasal dari daun-daun yang kering secara merata tetapi rapat.
   Pembakaran ini berlangsung hingga berjam-jam lamanya, tergantung pada sedikit
   banyaknya bahan yang dibakar.
6. Finishing
   setelah dianggap ’matang’ keramik yang telah dibakar sebaiknya dibersihkan dari
   sisa abu yang menyelimuti bahan tersebut dengan memakai kuas/sapu lembut,



                                      11
      atau kain yang lembut. Setelah dibersihkan hendaklah diamplas dan dibersihkan
      debunya, kemudian dicat dengan warna sesuai keinginan.
   7. Pengepakan
      Apabila pengecatan dianggap selesai dengan baik, segera dipersiapkan tempat
      untuk wadah keramik yang sudah siap dipasarkan. Wadah/kotak yang
      dipergunakan sebagai tempat pengepakan sebaiknya dilapisi dengan pelindung,
      misalnya pemotongan kertas, spon, atau kapas yang berguna untuk menghindari
      terjadinya keretakan saat gesekan atau saat barang-barang mulai pasarkan. Jangan
      lupa beri label sebelum dipasarkan.


F. Hasil Produksi
      1. Guci
      2. Pot bunga
      3. Vas bunga
      4. Souvenir ; tempat pensil, asbak / sesuai pesanan
      5. Patung
      6. Assesoris ruangan


G. Promosi dan Pemasaran
   1. Promosi produksi dilakukan dengan berbagai cara, yaitu :
          a. Contoh asli / model jadi
          b. Gambar / foto
          c. Disket
          d. Katalog
          e. Kartu nama
          f. Pameran / ekspo
          g. Kenalan langsung
   2. Pemasaran dilakukan baik lokal, nasional, dan internasional
      Lokal meliputi :
           Masyarakat sekitar terutama untuk keperluan pernikahan dan syukuran
             sebuah kegiatan.

                                            12
    Pasar seni Gabusan Bantul
    Keliling pasar
    Mendatangi pelanggan atau konsumen.
Nasional meliputi : Surabaya, Bali, Jakarta, JEC (Jogja Ekspo Center) serta JCC
                      (Jakarta Convention Center) dan daerah lain di Indonesia.
Internasional meliputi : Italia, Polandia, Singapura dan Malaysia.




                                    13
                                       BAB III
              LAPORAN KEGIATAN PRAKTEK PERMASALAHAN
   Melaporkan kegiatan yang benar-benar mengacu kepada tujuan yang akan dicapai


       Seperti usaha umum lainnya, home industri Agus Keramik tidak lepas dari
permasalahan-permasalahan baik yang bersifat internal maupun eksternal, juga yang
menyangkut permodalan, tenaga kerja yang kurang memiliki keterampilan yang
memadahi maupun masalah pemasaran yang mengalami pasang surut. Dari catatn
tersebut, sering muncul permasalahan yang prinsip pada masslah eksternal, diantaranya :
       A. Permodalan
     Untuk menunjang kelancaran dalam usahanya, Pak Agus biasanya mengalami
kendala keuangan, utamanya untuk memenuhi pesanan partai besar dengan permintaan
waktu yang relatif singkat. Hal tersebut menjadikan pemilik home industri harus mencari
pinjaman ke Bank atau mengambil tabungan yang ada.
       B. Tenaga kerja
   1) Pekerja kurang disiplin serta belum mempunyai dan keterampilan yang
       memadahi.
   2) Banyak yang sering minta izin untuk kegiatan masyarakat.
   3) Karyawan sering pindah ketempat lain karena beberapa alasan.
   4) Belum dapat memenuhi permintaan partai besar secara tepat waktu.
   5) Mogok kerja karena upah yang belum standar dengan target yang diterapkan.
       C. Manager Home Industri
   1) Belum dapat memberikan upah yang standar sesuai harapan karyawan.
   2) Perlu keluasan wawasan untuk mencari daerah pemasaran yang potensial.
       D. Masalah Pengadaan Barang
   1) Sering mengalami kekurangan barang jadi dalam memenuhi pesanan, khususnya
       partai besar.
   2) Proses penjemuran sering terganggu cuaca yang tidak bersahabat.
       E. Pengembangan Home Industri
   1) Terbatasnya tenaga yang betul-betul profesional.



                                          14
2) Banyak home industri kerajinan gerabah sehingga perlu kiat-kiat tertentu untuk
   menciptakan persaingan yang sehat.
3) Koleksi model jadi / contoh yang kurang lengkap.
   F. Pemasaran
1) Pengiriman barang dipenuhi tetapi pembayaran tidak lancar.
2) Permintaan konsumen dalam bentuk dan jumlah besar kurang dapat dipenuhi
   dengan cepat.




                                        15
                                             BAB IV
                PELAKSANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI HOME
                                 INDUSTRI AGUS KERAMIK


       Bimbingan dan konseling yang diterapkan pada industri gerabah Agus Keramik
oleh Bpk Agus Sugiharto adalah :
   1) BK Industri
               Saling mengadakan pelatihan kepada karyawan dengan harapan setiap
                karyawan menjadi karyawan yang handal. Dapat memproduksi barang dengan
                baik, bermutu, dan siap bersaing dengan industri lain serta siap dipasarkan,
                baik domestik maupun manca negara.
                  Menanamkan sikap disiplin kepada setiap karyawan sehingga dapat
                memproduksi barang secara tepat waktu.
               Memberikan pengarahan kepada karyawan yang memproduksi barang secara
                kurang baik serta tidak tepat waktu.
   2) BK Karier
               Memberikan pengertian kepada karyawan bahwa semua karyawan tidak
                selamanya menjadi karyawan, nemun sangat diharapkan lebih mandiri.
               Memberikan bekal kepada karyawan tentang menejemen cara mengelola
                home industri dan mencari kiat khusus demi kemajuan industri nantinya.
               Memberikan reward bagi karyawan yang berdedikasi tinggi.
   3) BK Mayarakat
               Memberikan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
               Menambah pendapatan masyarakat sekitar.
               Meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat sekitar.


      Upaya Mengatasi Masalah
      Bimbingan yang diterapkan didalam Home Industri “Agus Keramik” meliputi :
           I.     Bimbingan dan Konseling Industri
             Kegiatan sehari-hari di Agus Keramik tidak sebatas bekerja menghasilkan
             barang semata-mata. Akan tetapi ada hal-hal yang jauh lebih penting dari pada

                                                16
itu, ada usaha untuk menjaga kelestarian usaha dan pengembangan di masa
depan antara lain : pemilihan karyawan yang tepat, pembinaan, pelatihan dan
pembekalan. Disamping itu dalam kegiatan sehari-hari dan proses produksi
pada umumnya tidak lepas dari permasalahan-permasalahan yang timbul dari
perusahaan itu sendiri maupun dari personal yang ada (karyawan atau
majikan). Utamanya masalah ekonomi keluarga dari dalah satu karyawan.
Keadaan lingkungan masyarakat pedesaan yang masih kental dengan azaz-azaz
kekeluargaan dan gotong royong seperti misalnya kerja bakti, hajatan dll.
Dalam rangka menghapi berbagai permasalahan tersebut diatas, perusahaan
Agus Keramik mengadakan bimbingan bagi para karyawan. Bimbingan
tersebut berfungsi antara lain sebagai pengatasan dan pengembangan individu
karyawan.
a. Fungsi pengatasan
   Membantu pengatasan kemiskinan dari salah satu karyawan yang tadinya
   pengangguran sampai mempunyai pekerjaan dan penghasilan.
b. Fungsi pengembangan dan pemeliharaan
   Karyawan yang sebelumnya tidak mempunyai keterampilan tertentu,
   setelah masuk diperusahaan Agus Keramik sedikit demi sedikit
   memperoleh pengalaman dan keterampilan bekerja. Misalkan saja saat
   pertama kali masuk diberi tugas yang ringan, seperti mengamplas dengan
   cara yang benar, selanjutnya dilatih untuk mempergunakan alat-alat yang
   lain sehingga pada akhirnya mampu membuat dan membentuk barang
   sebagai produk dengan keterampilannya sendiri, bahkan pada akhirnya
   dapat merencanakan atau mendesain bentuk-bentuk atau motif yang baru.


   Dalam pelaksanaan bimbingan, perusahaan Agus Keramik menerapkan
   prinsip bahwa bimbingan melayani semua individu, sehingga tidak
   membedabedakan antara karyawan satu dengan lainnya.


   Dalam kasus permasalahan yang bersifat individual yang menyangkut
   kondisi mental atau fisik yang berbeda-beda, cara penanganannya

                                 17
disesuaikan dengan keadaannya.misal saja masalah ekonomi, sosial,
kebudayaan.


Azas-azas bimbingan dan konseling yang diterapkan Agus Keramik adalah
sebagai berikut :
1. Azas kesukrelaan
   Agus keramik memberikan bimbingan kepada karyawannya dengan
   tidak memaksa melainkan dengan kesukarelaan pada diri karyawannya
   untuk mengikuti kegiatan yang diperuntukkan sebagian.
2. Azas keterbukaan
   Karyawan bersikap terbuka dan tidak berpura-pura dalam memberikan
   keterangan tentang dirinya dan dalam menerima informasi serta saran
   untuk dirinya.
3. Azas kemandirian
   Karyawan sangat diharapkan menjadi individu yang mampu berdiri
   sendiri atau mandiri dalam arti mengenal dan menerima dirinya sendiri,
   lingkungannya maupun mengambil keputusan, mengarahkan demi
   mewujudkan dirinya sendiri.
4. Azas tutwuri handayani
   Menciptakan suasana yang mengayomi, memberi rasa aman,
   mengembangkan keteladanan, memberikan rangsangan dan dorongan
   serta kesempatan yang luas kepada semua karyawan untuk maju dan
   berkembang.
Kegiatan-kegiatan pendukung :
       Mengikuti pameran / akspo
       Mengikuti pasar seni
       Mengikuti seminar
       Mengirimkan personal untuk mengikuti AMT (Latihan Motivasi
        Berprestasi).




                               18
 II.   Bimbingan dan Konseling Karir
       Pelaksanan bimbingan karir yang berada di masyarakat.
       a. Ketenaga kerjaan
           1. Informasi kebutuhan tenaga kerja
           2. Penyaluran tenaga kerja
           3. Jenis-jenis pekerjaan
           4. Daya tampung atau penyerapan tenaga kerja
       b. Pembinaan dan pengembangan prestasi kerja karyawan
           1. Mengikuti pameran / ekspo
           2. Mengikuti pasar seni
           3. Mengikuti seminar
           4. Mengirimkan karyawan untuk mengikuti pelatihan
       c. Kesempatan kerja mandiri
           1. Memberi kesempatan untuk mengerjakan pembuatan pesanan
                  untuk dikerjakan dirumah
           2. Latihan untuk kegiatan promosi
           3. Latihan memasarkan produk


Pemecahan Masalah
Dengan melihat beberapa permasalahan tersebut, maka Bapak Agus berupaya
meminimalisir segala permasalahan yang timbul, yaitu :
A. Masalah permodalan / keuangan
    a. Modal awal dan sebagian keuntungan disisihkan untuk ditabung.
    b. Mengajukan kredit di Bank tertentu
B. Masalah tenaga kerja
    a. Terhadap pekrja yang kurang terampil dan lincah dibekali sejumlah
       pelatihan keterampilan baik dirumah maupun dari instansi pemerintah.
    b. Terhadap latar belakang ekonomi perkerja yang masih rendah dengan
       dibekali pelatihan keterampilan diarahkan untuk bisa membuka usaha
       sendiri.
    c. Setiap pekerja diberi tanbahan kesejahteraan seperti THR dan Dana Sosial.

                                      19
   d. Terhadap pekerja yang terampil diberi reward.
C. Masalah pengadaan barang
   a. Bekerjasama dengan perusahaan / rekanan yang lain.
   b. Pengadaan bahan baku yang stabil,\
   c. Penambahan tenaga kerja / karyawan.
D. Masalah pemasaran
   a. Terhadap pelanggan / calon konsumen dibuat kesepakatan untuk memberi
      tahu pemesanan lebih awal.
   b. Bagi konsumen yang kurang tertib / lancar dalam pembayaran tidak
      dilayani sebelum hutang-hutang dilunasi (dibuat kesepakatan-
      kesepakatan).
   c. Bila ada pemesanan partai besar diadakan kerja lembur.
   d. Menambah pengalaman eksportir kepada teman / mitra kerja yang sudah
      berpengalaman.
   e. Menghentikan pengiriman barang kepada negara yang melabelisasi/
      melisensi produknya.
   f. Aktif mengikuti pameran / ekspo di pasar seni dan melakukan pemasaran
      melalui internet.
E. Kemajuan home industri
   a. Mengadakan layanan bimbingan dan konseling industri kepada karyawan
      agar dapat memproduksi barang-barang yang bermutu sehingga mampu
      bersaing dipasaran dalam negeri maupun luar negeri.
   b. Membiasakan sikap disiplin kepada karyawan, sehingga dapat memenuhi
      target sesuai kesepakatan bersama.




                                   20
                                          BAB V
    TANGGAPAN MAHASISWA TERHADAP SOLUSI AGUS SUGIHARTO


    Setelah melakukan observasi ko home industri Agus Keramik, mahasiswa
memandang bahwa semua solusi yang diambil / di tempuh Pak Agus kurang tepat. Hal ini
mengingat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin kompleks. Oleh
sebab itu, mahasiswa ingin mencoba memberikan solusi yang kiranya dapat diterima
secara logis dan adil oleh semua pihak.


   1. Masalah Permodalan
       Bahwa keterbatasan modal merupakan masalah yang umum disamping masalah
       lain, oleh karena itu solusi yang ditempuh oleh Pak Agus belum cukup. Tentunya
       masalah ini perlu disampaikan secara terbuka pada para karyawan. Karyawan
       hendaknya dilibatkan untuk ikut memecahkan masalah keterbatasan dana
       sehingga pekerja nantinya dapat memaklumi kondisi ini tanpa menimbulkan
       gejolak dikemudian hari, serta pinjam di BRI atau BPD.
   2. Masalah Tenaga Kerja
    a. Terhadap tenaga kerja / karyawan yang kurang terampil dan dari keluarga
       ekonomi lemah sebaiknya tidak sekedar diberi bekal pelatihan dan keterampilan,
       tetapi juga duberikan modal usaha agar bisa mendiri atau sebagai mitra kerja.
    b. Sebaiknya setiap karyawan dalam meningkatkan kesejahteraannya tidak sebatas
       pemberian THR dan dana sosial, melainkan juga jaminan kesehatan, jaminan hari
       tua, pakaian seragam/ uniform perusahaan, serta jika perlu pesangon dan
       kalender.
    c. Terhadap karyawan yang terampil dan yang berdedikasi tinggi tidak sekedar
       pemberian tambahan penghasilan, melainkan juga berupa bimbingan karier dan
       promosi jabatan.
    d. Terhadap karyawan yang tempat tinggalnya jauh, belum memiliki kendaraan serta
       Handphone sebaiknya dibuatkan asrama atau diusahakan ada uang transport.
   3. Masalah Pemasaran



                                           21
  Untuk memenuhi kelancaran pemasaran barang yang senantiasa eksis tidak
  sekedar membuat sejumlah kesepakatan dengan konsumen, pelatihan eksportir,
  kerja lembur dan mengikuti pameran tetapi perlu juga pengrajin mengevakuasi
  pasar baru, seperti :
          a. Mengadakan studi kelayakan
          b. Mengadakan analisis kelayakan
          c. Penilaian peluang pasar
          d. Mengadakan analisis finansial
          e. Mengadakan analisis persaingan, baik tradisional maupun global
4. Kemajuan Home Industri
  a. Mengadakan layanan bimbingan kepada karyawan tentang sikap disiplin,
      jujur, sabar dan berdedikasi tinggi.
  b. Mengadakan layanan BK kepada karyawan agar kelak dapat mandiri serta
      dapat memimpin sebuah home industri.




                                       22
                                          BAB VI
                                        PENUTUP


1.   Menjadikan pengusaha atau pengrajin sukses merupakan dambaan semua orang, baik
     yang berpenghasilan tetap maupun mereka yang belum memiliki penghasilan tetap.
2.   Untuk menjadi pengusaha atau pengrajin yang sukses dibutuhkan syarat-syarat
     tertentu, diantaranya ulet, telaten, disiplin, sabar, berani mengambil resiko dan
     mempunyai leadership yang militan.
3.   Seorang pengrajin juga hendaknya mengevaluasi pasar baru, seperti studi kelayakan,
     analisis kelayakan, menilai peluang pasar, analisis finansial dan analisis persaingan
     (global maupun tradisional).
4.   Pak Agus adalah sosok pengrajin sukses yang memiliki kemampuan tinggi dalam
     bidangnya dan perlu dicontoh oleh generasi yang ingin maju.
5.   Sebaiknya para pendidik (guru) dapat memberikan pengarahan pada siswa atau
     masyarakat sekitar untuk lebih tertarik kepada dunia usaha dan tidak hanya
     mengandalkan diri sebagai PNS saja. Jadilah wirausaha yang tangguh, sebab
     pengangguran adalah masalah kita bersama.




                                             23

				
DOCUMENT INFO
Description: contoh kata pengantar, cara menyusun kata pengantar, kata pengantar ilmiah, kata pengantar buku, jenis kata pengantar, tujuan penyusunan kata pengantar