Child Train Stop Bedwetting by abibelia

VIEWS: 155 PAGES: 7

									Melatih Anak Berhenti mengompol
Yang jelas diperlukan usaha ekstra dan kesabaran dari orang tua. "Aduh, adik
mengompol lagi. Coba, lihat kasurnya, kan, jadi basah!" mengompol memang
problema tersendiri bagi orang tua. Bukan cuma membuat kasur jadi basah dengan
bau tak sedap sehingga perlu dijemur. Tetapi juga membuat lelah karena harus sering
mengganti celana si bayi di malam hari. Jadi, wajar saja bila orang tua berharap si bayi
bisa
berhenti mengompol secepatnya.

Yang patut disadari, mengompol untuk anak bayi sampai usia tiga tahun sebenarnya
masih wajar. "Para pakar umumnya memberi toleransi mengompol hingga usia anak
bayi empat tahun. Nah, lewat usia itu anak masih mengompol, bolehlah orang tua
khawatir."

MODEL TEMPAT TIDUR
Mungkin menarik pula melirik faktor penyebab anak jaman sekarang lebih susah diajak
kering atau berhenti mengompol dibanding anak-anak jaman dulu. Perubahan jaman,
merupakan salah satu penyebabnya. Dengan kondisi ekonomi di masa-masa sekarang
ini, membuat lebih banyak wanita yang bekerja untuk menambah penghasilan
keluarga.

Bukannya mau mengurangi peran para bapak. Namun jika mau dihitung secara
statistik, mungkin akan lebih banyak jumlah para ibu yang menyediakan waktu untuk
mengganti popok ketimbang ayah. Nah, karena zaman sekarang para ibu juga harus
bekerja, maka kelelahan seorang ibu pun bertambah. "Dibanding dulu, wanita karier
sekarang pulangnya sampai larut malam. Tiba di rumah sudah sangat lelah."

Akhirnya, popok sekali pakai (diapers) menjadi semacam pahlawan yang populer untuk
membantu mengurangi kelelahan para ibu. "Tidak salah juga pakai popok macam itu
karena para ibu menjadi tak perlu sering mengganti celana anak." Yang menjadi
masalah, justeru adalah popok sekali pakai ini membuat orang tua "terlena" sehingga
kelewatan. Ujung-ujungnya, yah, kita jadi lupa melatih si anak ke kamar mandi di
malam hari.

Padahal, kalau mau jujur, popok sekali pakai terasa risih dan tak nyaman buat si anak.
Bayangkan, bokong si anak ditutupi plastik seharian. Rasanya tentu panas sekaligus
lembab, bukan? "Jadi, tak salah juga jika ada yang bilang, popok sekali pakai itu
adalah perwujudan dari
egoisme orang tua,"

Gara-gara terlalu lelah pula, orang tua mungkin jadi tak terbangun ketika malam hari si
anak terbangun ingin "buang air kecil". Dan hasilnya, si anak pun mengompol dan
menjadikannya sebagai suatu kebiasaan.

Faktor lain yang membuat si anak mengompol, adalah berkaitan dengan kemajuan
teknologi. Seperti model kasur spring bed yang besar dan berat. "Akhirnya, perlak
ditaruh di atas seprei, bukan di bawah seperti jaman dulu". Nah, perlak yang terlihat itu,
membuat anak tahu, di bawah tubuhnya ada pelindung."Kalau aku mau buang air kecil,
yah, buang air kecil saja. Kan, ada perlak, jadi kasurku tidak basah." Bisa juga si anak
berpikir, perlak itu memang disediakan agar si anak dapat buang air kecil di situ. Nah,
kalau ingin mengajar si anak tak mengompol lagi, sebaiknya singkirkan perlak tersebut.


LIHAT POLA
Selengkapnya, ada beberapa cara agar si anak mau berhenti mengompol. Yang jelas,
peran serta orangtua amat diperlukan. Salah satunya adalah kenali si anak. "Secara
umum,yang berperan besar bagi bayi usia tiga tahun adalah orangtua sebab masa
tersebut adalah masa yang bisa dimainkan. Sayangnya, jaman sekarang kebanyakan
orang tua sibuk dengan urusan lain sehingga bayi usia tiga tahun bisa dikatakan 60%
tumbuh sendiri, baru sisanya (40%) ada keterlibatan orangtua."

Berapa kali dalam semalam? "Tentu jarang sekali, orangtua yang punya catatan
tentang ini." Untuk itu, mau tak mau orangtua harus mau sedikit bergadang. Selidiki,
jam berapa si anak mengompol lalu catat. Catatan ini berguna untuk langkah
selanjutnya. Yaitu menciptakan kondisi agar kita dapat bangun sebelum jam
mengompol anak. Caranya dengan memasang jam weker, misalnya."Kalau tahu 3 jam
setelah ia tidur kasur akan basah, maka bangunkan anak 2 jam setelah tidur. Ajak ke
kamar mandi dan biarkan untuk buang air kecil." Setelah seminggu tidak mengompol,
turunkan waktunya menjadi satu jam sebelum "waktu mengompol". Seminggu
berikutnya buat menjadi setengah jam. "Lama-lama kita ajarkan anak untuk melakukan
buang air kecil sebelum tidur."

Tetapi jangan lupa, ketika menerapkan semua itu, si anak perlu dikosongkan terlebih
dulu. "Setelah makan malam, coba jaga agar anak tidak banyak minum, terutama
memang minuman yang paling gampang membuat si anak ingin buang air kecil. Teh
manis, contohnya."

Masalah mungkin akan timbul jika si anak tidak mau disuruh buang air kecil sebelum
tidur. Nah, bujuklah anak dengan berbagai cara. Misalnya, lewat permainan. Saat main
boneka bersamanya, misalnya, katakan, "Wah, si Dipsy mau buang air kecil, nih! Kita
antar ke kamar mandi, yuk." Ketika di kamar mandi, kita bisa mengatakan, "Aduh,
masak Dipsy tidak mau buang air kecil, kata si Dipsy, Adik disuruh buang air kecil dulu,
baru si Dipsy mau buang air kecil."


JANGAN MEMBUAT STRES
Umumnya, dengan usaha seperti di atas, dalam jangka waktu dua minggu, anak
berhenti mengompol. "Tapi ini juga tergantung pada anaknya. Ada juga yang tak
berhasil." Faktor yang membuat gagal, umpamanya, karena si anak merasa
dipermalukan. "Jangan sekali-kali mempermalukan anak." Misalnya, jika ada yang
memuji kecantikan si anak, kita menimpalinya, "Iya, Kakak memang cantik tapi masih
suka mengompol, Tante."
Atau mencela dengan membandingkan dengan yang lain. "Iya, Adik cantik, tapi tidak
kayak kakak. Waktu umur 2 tahun kakak sudah tidak mengompol." Secara tak sadar,
perkataan tersebut membuat anak stres. Akibatnya, ia yang tadinya sudah tak
mengompol, malah bisa mengompol lagi.

Juga jangan langsung to the point. Ketika suatu ketika si anak tidak sengaja
mengompol lagi. "Aduh, Adik buang air kecil lagi. membuat Mama susah saja. Mama
jadi Capek, harus menjemur kasur!" Walau kita dalam keadaan lelah, jangan sekali-kali
menunjukkan rasa jengkel, marah, atau kepanikan ketika anak mengompol. "Semua itu
malah membuat anak jadi stres dan susah untuk belajar tidak mengompol."

Untuk pelampiasan kejengkelan, Boneka si anak bisa kita gunakan. Biarkan boneka
yang "berbicara". Contohnya, "Ih, Adik, tadi malam, buang air kecil lagi, ya? Padahal,
kan, udah janji tidak buang air kecil lagi. "Dengan cara itu, dua pihak sama-sama
untung; orang tua bisa menyalurkan kemarahan melalui perantara sehingga bisa
mengurangi kejengkelan dan anak pun secara tak langsung jadi merasa bersalah.

Intinya, untuk soal mengompol ini, hukuman tampaknya tidak cocok atau masih sulit
dilakukan untuk bayi sampai usia tiga tahun. "Untuk anak yang sudah lebih besar,
katakanlah 4 tahunan, bisa disuruh mencabut sprei atau memasukkan sprei yang
basah ke ember cucian. Namun untuk bayi usia sampai tiga tahun, semua itu masih
sukar dilakukan." Akan lebih efektif bila bayi usia sampai tiga tahun selalu diberi
reward. Jadi, ceritakan pada orang lain setiap keberhasilannya tidak mengompol.
"Bukan sebaliknya. Dimana seringkali, terjadi orang tua malah menceritakan anaknya
yang masih mengompol."


MINTA TOLONG SI ANAK
Soal mengompol bisa dikatakan sebagai masalah unik. Ada anak yang sangat
"pengertian". Ia langsung berhenti mengompol setelah diajak bicara. Karena itu, tak
ada salahnya kita minta bantuan anak. Sebelum tidur, katakan padanya,"Adik, tolong
Mama, ya, kalau mau buang air kecil bilang. Soalnya pembantu kita sedang pulang
kampung, jadi tidak ada yang mencuci sprei." Nah, permintaan seperti itu kadang
berhasil, Jadi, tak ada salahnya dicoba!


MENGOMPOL LAGI?
Kalau tiba-tiba suka mengompol anak "kambuh" lagi, kita perlu mencari tahu apa
penyebabnya. Penyebab mengompol ada 3, yaitu:
fisik, lingkungan, dan emosi.

Contoh penyebab fisik,
misalnya, si anak terlalu lelah sehingga tidurnya terlalu lelap. Jadi, ketika terasa ingin
buang air kecil, ia tidak bisa bangun. Sedangkan penyebab lingkungan adalah suhu AC
di kamar atau cuaca yang dingin. Yang agak rumit bila penyebabnya emosional,
seperti pindah rumah, tidur sendiri atau punya adik baru.
Untuk mengatasinya, lihat masing-masing pemicu. Bila masalahnya karena si anak iri
hati akan perhatian orang tua yang lebih ke adik bayi, ajak si anak bicara dan beri juga
ia perhatian. "Biasanya anak mengompol lagi untuk mencari perhatian."

Jika masalahnya berkaitan dengan pindah rumah, kita harus sering menemani si anak.
Atau ketika ia tengah belajar tidur sendiri buatlah ia untuk melepas ketegangan,
dengan cara menceritakan atau nonton video kesayangannya. "Yang penting, ia harus
tidur dengan kondisi relaks."

Satu hal lagi, terkadang si anak sering mengompol karena berkaitan dengan
kesehatannya. Coba perhatikan apakah si anak merasa kesakitan ketika buang air
kecil. "Orang tua kadang luput memperhatikan hal itu. Apalagi saat ini banyak air yang
terkontaminasi sehingga mengakibatkan saluran kencing terinfeksi. Akhirnya, karena
sakit, ketika terasa mau buang air kecil, ia tahan. Malam hari, ketika ia tak sadar, jadi
mengompol."

Ada juga anak susah berhenti mengompol karena memang "sudah dari sananya"
seperti itu. Apa pun yang kita usahakan, sia-sia saja. Nah, ini sering berkaitan dengan
otot-otot kandung kemihnya yang lemah. Tak ada jalan lain, kecuali konsultasikan ke
dokter.

Anda setuju dengan isi artikel ini? Bagaimana komentar Anda?




Child Train Stop Bedwetting
What is clearly needed the extra effort and patience from parents. "Oh, brother wet the
bed again. Please, see the mattress, right, so wet!" bedwetting is a separate problem for
parents. Not just make the mattress so the smell wet and need drying. But also make
you tired of having to frequently replace the baby's pants at night. So, naturally if the
parents hope the baby can stop bedwetting as soon as possible.

That should be recognized, bed wetting for children infants to age three years is still
reasonable. "Experts generally tolerate wet the bed until the age of the baby boy of four
years. Well, by that age children still wet the bed, so-so parents worry."

BED MODEL
Maybe interesting also looked at the factors causing child today is more difficult to dry or
are invited to stop bedwetting than the children of the past. Changing times, is one
cause. With the economy in times of today, making more women who work to
supplement family income.

Not to reduce the role of fathers. But if you want to be calculated statistically, probably
will be more number of mothers who took the time to change a diaper than the father.
Well, because today's mothers also have to work, then the exhaustion of the mothers
had increased. "Compared to the first, a career woman now return until late at night.
Arriving at the house was very tired."

Finally, disposable nappies (diapers) into a kind of popular hero to help reduce the
fatigue of the mother. "No one is disposable diaper such as the mothers do not need to
frequently replace a child's pants." The problem, precisely is this disposable diapers
makes parents "complacent" so out of line. In the end, well, we forgot to train the child
to the bathroom at night.

In fact, to be honest, disposable diapers feel uneasy and uncomfortable for the child.
Imagine, the child is covered with a plastic butt all day. It was certainly as well as moist
heat, is not it? "So, no one too if someone said, disposable diapers is a manifestation of
egoism parents, "

Because of too tired too, so parents may not wake up when the child woke up at night
like "urinate". And the result, the child was wetting the bed and make it as a habit.

Another factor that makes the child's bed-wetting, is associated with advances in
technology. As spring bed mattress models are large and heavy. "Finally, Perlak placed
on the sheets, rather than below as in the past." Well, Perlak seen it, make children
know, under him there is a protector. "If I want to pee, well, just urinate. Kan, there
Perlak, so do not wet my bed." Can also the child thinking, Perlak was provided for the
child to urinate on it. Well, if you want to teach the child does not wet the bed again, you
should get rid of these Perlak.


VIEW PATTERNS
Read more, there are several ways for the child would stop bedwetting. What is clear,
the role of parents is essential. One of them is familiar with the child. "Overall, a great
role for babies aged three years is a parent because this period is a period that can be
played. Unfortunately, most parents nowadays busy with other affairs so that infants
aged three years can be said to own 60% growth, the new remainder (40 %) there is
parental involvement. "

How many times in one night? "Sure rarely, a parent who had a record of this." For that,
I can not help parents must be willing to stay up a little. Investigate, what time the child
wet the bed and make a note. This entry is useful for the next step. That is creating the
conditions for us to wake up before wetting children. You do this by installing an alarm
clock, for example. "If you know 3 hours after he would wet the bed sleep, then wake
children 2 hours after sleep. Get into the bathroom and allow it to pee." After a week of
no bed-wetting, drop it down to one hour before "wetting time". Next week for a half
hour. "Over time we teach children to urinate before going to bed."

But do not forget, when applying all that, the boy needs to cleared first. "After dinner, try
to keep the child does not drink a lot, especially it the easiest drinks to make the child
want to urinate. Tea is sweet, for example."

Problems may arise if the child does not want told to urinate before going to bed. Well,
persuade children with a variety of ways. For example, through the game. When playing
with her dolls, for instance, say, "Well, the Dipsy want to pee, ya! We inter to the
bathroom, go ahead." While in the bathroom, we can say, "Oh, cook Dipsy do not want
to urinate, said the Dipsy, Brother told to urinate first, then the Dipsy want to pee."


DO NOT MAKE A STRESS
Generally, with efforts like the above, within two weeks, the child stop bedwetting. "But it
also depends on the child. There also are not successful." The factors that make failed,
for instance, because the child feels humiliated. "Never embarrass a child." For
example, if one is praising the beauty of the child, we are above it, "Yes, Big Brother is
pretty but still wet, Auntie."
Or denounced by comparing with the other. "Yeah, pretty sister, but not like a brother.
When the age of 2 years old sister was not wet." Unknowingly, these words make a
child's stress. Consequently, he who formerly had no incontinence, bedwetting can be
even longer.

Also do not jump to the point. When an accident when the child wet the bed again. "Oh,
Brother urinate again. Make it difficult Mama. Mama so tired, need to dry the mattress!"
Although we are in a state of tired, never showed a sense of annoyance, anger, or panic
when the child wet the bed. "All that actually makes kids so stressful and hard to learn
to not wet the bed."

To vent irritation, Dolls of the child we can use. Let the doll that "speak". For example,
"Ih, Brother, last night, urinating more, yes? In fact, right, already promise not to urinate
again." That way, the two parties are equally lucky; parents can channel anger through
intermediaries that can reduce the aggravation and even children are not directly felt
guilty.

In essence, for about bedwetting, the punishment did not fit or is still difficult for infants
up to age three years. "For children who were older, say 4-year, can be ordered to
withdraw or insert sheets, wet sheets to the laundry bucket. However, for infants aged
up to three years, all of it is still difficult to do." It would be more effective if the infants
aged up to three years are always given a reward. So, tell other people not wet the bed
every success. "Not the other way around. Where often, there parents even tell their
children who still wet the bed."


PLEASE ASK CHILD
Problem bedwetting can be regarded as a unique problem. There are children who are
very "understanding". He immediately stopped wetting the bed after the talk. Therefore,
there's nothing wrong we get help children. Before bed, tell him, "Brother, please Mama,
yes, if you want to urinate said. Because we're returning home helpers, so no washing
bed sheets." Well, a request like that sometimes succeed, so it is worth a try!


Bedwetting AGAIN?
If all of a sudden like bedwetting children "relapse" again, we need to find out what the
cause. The cause of bedwetting is 3, namely:
physical, environmental, and emotional.

Examples of physical causes,
for example, the child was too tired to sleep too soundly. So, when it feels the urge to
urinate, he could not get up. While the cause of the environment is conditioned at room
temperature or cold weather. A somewhat complicated when the cause is emotional,
such as moving house, sleep alone or have a new sister.

To fix this, see their respective triggers. If the problem because the child would envy
parents more attention to the new baby, ask the child to talk and also give it attention.
"Usually the kids wet the bed again to seek attention."

If the problem is related to moving house, we must often accompany the child. Or when
he was learning to sleep alone make it to release tension, by telling or watching his
favorite videos. "The important thing, he must sleep with a state of relaxation."

One more thing, sometimes the child frequently wet the bed as it relates to health.
Consider whether the child feels pain when urinating. "Parents sometimes escaped
notice that. Moreover, when this much water is contaminated causing urinary tract
infection. Finally, because of illness, when it feels like urinating, he was resistant. In the
evening, when he was unconscious, so wet."

There is also a difficult child to stop wetting the bed because it "is by nature" like that.
Whatever we try, in vain. Well, this is often related to his bladder muscles are weak.
There was no other way, except to consult a doctor.

								
To top